Indonesia merupakan Negara dengan wilayah lautan yang sangat besar melebihi luas
daratannya yaitu sebesar 71%. Seiring dengan berubahnya ikim dunia, lalu dengan pemanasan
global yang terjadi, permukaan air laut menjadi meningkat. Dengan luas lautan Indonesia yang
sangat luas, ada masalah yang ditimbulkan yang dapat mengganggu aktifitas manusia yang
bermukim di kawasan pantai. Masalah yang ditimbulkan adalah banjir rob. Banjir yang
disebabkan oleh pasang air laut tersebut setiap tahun mengalami kenaikan level banjirnya.
Terkadang banjir rob yang terjadi biasanya masuk lewat hilir sungai dan akan meluap di serkitar
daerah aliran sungai/ saluran dan menggenangi permukiman warga. Dengan semakin tingginya
pasang air laut yang terjadi, maka akan semakin menggangu aktifitas manusia. Dengan demikian,
perlu dilakukan penanganan agar banjir yang disebabkan oleh pasang air laut tidak mengganggu
aktifitas warga yang bermukim di daerah pantai.
Kenyataan yang sering kita temui di lapangan, debit normal sungai cenderung semakin menurun,
dan kualitas air sungai di beberapa lokasi juga semakin menurun, sehingga tidak dapat dimanfaatkan
lagi untuk kehidupan masyarakat. Gejala ini timbul terutama pada sungai-sungai yang mengalir
melalui daerah permukiman dan perindustrian.
Keadaan lain yang sering terjadi adalah semakin menurunnya kapasitas tampung sungai
sebagai wadah alamiah dari aliran permukaan. Karena beberapa faktor, alur sungai menjadi semakin
sempit dan dangkal, tebing sungai serta bangunan prasarana sungai lainnya (seperti sungai/saluran,
bangunan pelindung tebing dan lain-lain) terancam rusak akibat intensifnya masyarakat sekitarnya
memanfaatkan sungai (misal usaha penambangan pasir dll).
Berbagai usaha perlindungan dan pengendalian sungai serta bangunan infrastruktur lainnya
telah banyak dilaksanakan di Indonesia selama beberapa dekade pembangunan, namun usaha
pemeliharaan sungai beserta Infrastruktur lainnya masih perlu ditingkatkan untuk memecahkan
masalah yang ada serta untuk mengantisipasi persoalan yang akan timbul di kemudian hari.
Salah satu program Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yaitu pengelolaan sumber daya air,
untuk mendukung terwujudnya sarana dan prasarana yang berlokasi di Kota Tanjungpinang
tersebut harus didukung juga oleh pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur pendukung,
salah satunya adalah Normalisasi saluran utama di Jalan Kepodang (buaya).
Dengan adanya Normalisasi Saluran Utama Jalan Kepodang (buaya) ini, diharapkan dapat
menata kembali sarana dan prasarana di wilayah tersebut.
2. Maksud dan Tujuan
a. Perlu dibuatnya garis besar/jadwal pelaksanaan kegiatan
b. Menyiapkan acuan dan kriteria didalam pelaksanaan kegiatan
c. Pelaksanaan kegiatan agar berjalan dengan tertib sesuai dengan peratuaran dan
perundang- undangan yang berlaku
d. Penyedia Jasa dapat melaksanakan tugas dan kewajiban serta tanggung jawabnya
dengan baik sesuai dengan gambar dan spesifikasi yang diinginkan.