PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN ARU
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
Jl. Pemda I Email : [email protected]
D O B O
URAIAN SINGKAT PELAKSANAAN PEKERJAAN
PEMBANGUNAN DAN PENINGKATAN JALAN LAPEN SAMANG – LAMERANG
LOKASI
KEC. PULAU - PULAU ARU
TAHUN
2023
A. PELAKSANAAN PEKERJAAN MOBILISASI DAN KESELAMATAN LALU- LINTAS
a. Pekerjaan Mobilisasi
Pada paket pekerjaan Peningkatan Jalan akan menyewa Lokasi untuk keperluan Kegiatan:
Pembuatan Kantor Kegiatan, yaitu tempat menyelesaikan pekerjaan – pekerjaan yang
menyangkut kegiatan di lapangan agar tertib administrasi.
Pembuatan Gudang atau gudang yang ada di renovasi, yaitu tempat menyimpan peralatan
pekerjaan dan Material On Site.
Lokasi Stockpile material, yaitu untuk penyimpanan sementara material pekerjaan.
Stone Crusher, yaitu Alat Pemecah batu dan juga lokasi untuk menempatkan alat pemecah
batu dan tempat mem-blending material Agregat persiapan yang sudah ada.
Bengkel, yaitu tempat mengerjakan pekerjaan-pekerjaan seperti memotong dan merangkai
besi, mengelas dan lain-lain.
Laboratorium Lapangan, yaitu tempat meletakkan peralatan laboratorium yang setiap saat
diperlukan di lapangan agar mutu terjamin, seperti alat Sand Cone, timbangan dan alat
lainnya.
b. Manajemen Dan Keselamatan Lalu-lintas
Dalam melaksanakan pekerjaan Peningkatan Jalan setiap tahapan pekerjaan yang akan
dilaksanakan mulai dari awal. Pelaksanaan Pekerjaan sampai dengan akhir kegiatan di
lapangan diusahakan tidak mengganggu arus lalu-lintas. Aktifitas arus lalu-lintas yang
terhambat akibat adanya kegiatan proyek akan merugikan pengguna jalan raya.
Agar dalam pelaksanaan pekerjaan tidak terjadi kerugian dipihak pengguna jalan, maka
manajemen lalu-lintas dapat dilaksanakan dengan cara sebagai berikut :
Menyiapkan perlengkapan keselamatan jalan selama periode kontruksi sesuai ketentuan.
Membuat rencana kerja manajemen lalu-lintas sesuai schedule pekerjaan dan koordinasikan
dengan seluruh personil yang terkait.
Mengatur secara tepat jadwal pelaksanaan setiap jenis pekerjaan di lapangan.
Memasang rambu-rambu di sekitar lokasi pekerjaan, dan menempatkannya secara tepat dan
benar.
Menempatkan petugas pengatur lalu-lintas untuk mengatur dan mengarahkan arus lalu-
lintas.
Peralatan Keselamatan Lalu-lintas
Rambu penghalang lalu-lintas jenis plastik
Rambu peringatan
Peralatan komunikasi dan lainnya
c. Keselamatan dan Kesehatan
Mencakup ketentuan-ketentuan penanganan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) konstruksi
kepada setiap orang yang berada di tempat kerja yang berhubungan dengan pemindahan
bahan baku, penggunaan peralatan kerja konstruksi, proses produksi dan lingkungan sekitar
tempat kerja.
Penanganan K3 mencakup penyediaan sarana pencegah kecelakaan kerja dan perlindungan
kesehatan kerja konstruksi maupun penyediaan personil yang kompeten dan organisasi
pengendalian K3 Konstruksi sesuai dengan tingkat resiko yang ditetapkan oleh Pengawas
pekerjaan.
Sistem Manajemen K3 Konstruksi Membuat, menerapkan dan memelihara prosedur untuk
identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendaliannya secara berkesinambungan sesuai
dengan Rencana K3 Kontrak (RK3K) yang telah disetujui oleh Pengawas Pekerjaan.
Pelaksanaan:
1. Rapat Persiapan Keselamatan Kerja
2. Membuat Rencana Manajemen dan keselamtan Kerja (RMKK) berdasarkan tahapan-
tahapan
3. dan metode pelaksanaan, sesuai ketentuan dan panduan Direktorat Jendral Bina Marga.
4. Sosialisasi dan Promosi K3
5. Penyediaan Alat-alat Pelindung diri (APD) beserta berlengkapan keselamatan kerja
selama
6. periode konstruksi sesuai dengan ketentuan di dalam kontrak
7. Penyediaan personil dan fasilitas serta sarana K3
8. Menyediakan, memasang dan memelihara perlengkapan K3
K3 Kantor Lapangan dan Fasilitasnya terdiri :
Fasilitas Pencucian
Menyediakan fasilitas pencucian yang memadai dan sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan
untuk seluruh pekerja konstruksi. Fasilitas pencucian termasuk penyediaan air panas dan zat
pembersih.
Fasilitas Sanitasi
Menyediakan toilet yang memadai baik toilet khusus pria maupun toilet khusus wanita yang
diperkerjakan di dalam atau di sekitar tempat kerja.
Toilet pria dan wanita harus dipisahkan dengan dinding tertutup penuh. Toilet harus mudah
diakses, mempunyai penerangan dan ventilasi yang cukup, dan terlindung dari cuaca. Jika toilet
berada di luar, harus disediakan jalur jalan kaki yang baik dengan penerangan yang memadai
di sepanjang jalur tersebut. Toilet harus dibuat dan ditempatkan sedemikian rupa sehinga dapat
menjaga privasi orang yang menggunakannya dan terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan.
Penyediaan Air Minum
Menyediakan pasokan air minum yang layak dan memadai bagi seluruh pekerja.
Penyediaan Fasilitas Pertolongan Pertama pada Kecelakaan(P3K)
Peralatan P3K harus tersedia dalam seluruh kendaraan konstruksi dan di tempat kerja.
Di tempat kerja harus selalu terdapat pekerja yang sudah terlatih dan/atau bertanggung jawab
dalam Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.
Penyediaan Akomodasi untuk Makan dan Baju
Akomodasi yang memadai bagi pekerja harus disediakan oleh Penyedia Jasa sebagai tempat
untuk makan, istirahat, dan perlindungan dari cuaca. Akomodasi tersebut harus mempunyai
lantai yang bersih, dilengkapi meja dan kursi, serta furnitur lainnya untuk menjamin tersedianya
tempat istirahat makan dan perlindungan dari cuaca. Tempat sampah harus disediakan,
dikosongkan dan dibersihkan secara periodik. Tempat ganti baju untuk pekerja dan tempat
penyimpanan pakaian yang tidak digunakan selama bekerja harus disediakan. Setiap pekerja
harus disediakan lemari penyimpan pakaian (locker).
Penyediaan Penerangan
Penerangan harus disediakan di seluruh tempat kerja, termasuk di ruangan, jalan, jalan
penghubung, tangga dan gang. Semua penerangan harus dapat dinyalakan ketika setiap orang
melewati atau menggunakannya.
Penerangan tambahan harus disediakan untuk pekerjaan detil, proses berbahaya, atau jika
menggunakan mesin. Penerangan darurat yang memadai juga harus disediakan.
Pemeliharaan Fasilitas
Penyedia Jasa harus menjamin terlaksananya pemeliharaan fasilitas-fasilitas yang disediakan
dalam kondisi bersih dan higienis, serta dapat diakses secara nyaman oleh pekerja.
Penyediaan Ventilasi
Seluruh tempat kerja harus mempunyai aliran udara yang bersih.
Pada kondisi tempat kerja yang sangat berdebu misalnya tempat pemotongan beton,
penggunaan bahan kimia berbahaya seperti perekat, dan pada kondisi lainnya, Penyedia Jasa
harus menyediakan alat pelindung nafas seperti respirator dan pelindung mata.
B. PELAKSANAAN PEKERJAAN GALIAN UNTUK SELOKAN DRAINASE DAN
SALURAN AIR
Pekerjaan ini adalah termasuk dalam divisi 2 item spesifikasi teknis untuk pekerjaan jalan dan
jembatan.
Tidak termasuk pekerjaan utama, namun sebagai bangunan penunjang atau pelengkap
jalan yang mendukung kinerja jalan fungsional.
Tahap-tahap pelaksanaan pekerjaan ini sebagai berikut :
Pekerjaan Persiapan
Detail hasil pengukuran kelandaian untuk penampang saluran, harus diberikan kepada
konsultan dan direksi untuk diperiksa dan disetujui sebelum pekerjaan dilakukan.
Pengajuan kesiapan kerja dan jadwal pelaksanaan diperlukan untuk memastikan
setiap pelaksanaan pekerjaan mendapatkan pengawasan dan dilakukan sesuai rencana
yang disetujui.
Melaksanakan pembersihan sebelum dimulainya proyek, selama pekerjaan berlangsung
dan sebelum selesainya proyek.
Menyiapkan dan mendatangkan peralatan yang dibutuhkan di lokasi pekerjaan.
Peralatan tersebut disiapkan sesuai dengan analisa harga satuan pekerjaan.
Pengukuran dan pemberian stack out pada area yang akan dikerjakan.
Tahap Pelaksanaan
Pengerukan kedalaman galian sesuai gambar rencana kerja. Tinggi rendah pada
kedalaman galian diukur dengan acuan elevasi tanah pada pembuangan akhir.
Kanal, sungai dan sumber air yang berdekatan dengan lokasi galian tidak boleh
diganggu tanpa persetujuan direksi pekerjaan. Namun bila pekerjaan tidak dapat
dihindari, kanal, sungai atau sumber air yang tercemar harus dikembalikan pada kondisi
semula.
Bilamana terdapat utilitas atau bangunan lain disekitar lokasi pekerjaan, maka
pelaksana harus mengupayakan untuk dilakukan relokasi atau penanganan secara
khusus agar tidak berdampak pada gangguan publik.
Seluruh bahan hasil galian dibuang sesuai petunjuk direksi pekerjaan, agar dapat
mencegah dampak lingkungan yang mungkin terjadi.
Pekerjaan Akhir
Pengukuran untuk pekerjaan ini dilakukan untuk pembayaran dalam satuan meter kubik.
Dan perbaikan penampang harus dilakukan bilamana terdapat kesalahan atau
ketidaksesuaian penampang dengan garis elevasi dalam gambar kerja.
Pembersihan akhir dan perapian area galian.
Pengembalian perlatan dan demobilisai alat berat.
Catatan :
Pemakaian alat pada dasarnya digunakan sesuai dengan peralatan yang tercantum
dalam analisa harga satuan pekerjaan.
Namun pada kondisi dimana pekerjaan mengalami keterlambatan atau akan dilakukan
percepatan, maka kontraktor pelaksana dapat menggunakan excavator atau alat berat lainnya
sesuai kebutuhan agar waktu pelaksanaan pekerjaan dapat maksimal.
C. PELAKSANAAN PEKERJAAN PASANGAN BATU DENGAN MORTAR
Metode pelaksanaan pekerjaan pasangan kerikil dengan mortar, pada pekerjaan jalan.
Jenis Pekerjaan : Pasangan Batu dengan Mortar
Sat Pembayaran : M3
1. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan ini meliputi penggalian, pengadaan material, pemasangan bouwplank,
pasangan batu, plester dan aci serta perapihan hasil pekerjaan.
2. Persiapan Pekerjaan
1) Mengirim program kerja (workplan) termasuk metoda kerja, schedule, peralatan, personil
kerja dan gambar kerja yang akan digunakan, untuk memperoleh persetujuan dari
Konsultan dan Direksi sebelum pekerjaan dimulai.
2) Mengajukan persetujuan penggunaan materi material.
3) Memberitahu konsultan secara tertulis paling sedikit 24 jam sebelum tanggal
dilakukannya pelaksanaan pekerjaan (Request For Work).
3. Uraian Pekerjaan
1) Sebelum pemasangan kerikil harus dibersihkan dan dibasahi hingga merata dan dalam
waktu yang cukup untuk memungkinkan perembesan air mendekati titik jenuh.
2) Menghamparkan pasir urug pada landasan yang berafiliasi pada tanah dasar setebal 5
cm.
3) Landasan yang akan mendapatkan setiap kerikil harus dibasahi dan selanjutnya
landasan dari adukan harus disebar pada sisi kerikil yang bersebelahan dengan kerikil
yang akan di pasang.
4) Landasan dari adukan gres paling sedikit 3 cm tebalnya harus dipasang pada pondasi
yang disiapkan sesaat sebelum penempatan masing-masing kerikil pada lapisan
pertama. Batu besar pilihan harus di gunakan untuk lapis dasar dan pada bab sudut-
sudut.
5) Batu harus di pasang dengan muka yang terpanjang mendatar dan muka yang tampak
harus di pasang seajajar dengan muka dinding dari kerikil yang terpasang.
4. Tahapan Pekerjaan
Tahapan Pekerjaan Pasangan Batu Dengan Mortar
5. Analisa K3
1. Personil
• Pelaksana
• Petugas K3
• Tenaga Kerja
2. Aspek K3
Memasang Rambu Peringatan
• Rambu Peringatan : “HATI-HATI ALAT BERAT SEDANG BEROPERASI”
Menggunakan Alat Pelindungan diri ( APD )
• Sarung Tangan
• Helm
• Sepatu Safety
D. METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN TIMBUNAN BIASA DARI SUMBER GALIAN
Berikut Metode Pelaksanaan Pekerjaan Timbunan Biasa dari Sumber Galian :
Persiapan :
Cek ulang Permintaan (Request) Pekerjaan & data pendukungnya.
Menyerahkan Gambar detail penampang melintang (Shop Drawing) kepada Direksi
Pekerjaan.
Cek dan amati ulang kesiapan alat, pastikan tidak ada perubahan dari kesiapan yang telah
dilakukan.
Cek ulang kesiapan tenaga kerja, jumlah dan kualifikasinya pastikan tidak ada perubahan
dari kesiapan yang telah dilakukan.
Pastikan ada penanggungjawab dari penyedia jasa untuk mengatasi kondisi khusus.
Pastikan ada pengendalian Keselamatan dan Kecelakaan Kerja (K3).
Pastikan ada kesiapan pengendalian lalu-lintas. Staking-out dimensi, bentuk dan lokasi
sesuai gambar rencana
Tahapan Pelaksanaan :
Menyiapakan DMF dan JMF timbunan pilihan
Mengajukan Request pekerjaan kepada direksi
Penyiapan Tempat Kerja
Penyiapan tempat kerja :
Sebelum penghamparan timbunan pada setiap tempat, semua bahan yang tidak diperlukan
harus dibuang sebagaimana diperintahkan oleh direksi pekerjaan.
Kecuali untuk daerah tanah lunak atau tanah yang tidak dapat dipadatkan atau tanah rawa,
dasar pondasi timbunan harus dipadatkan seluruhnya (termasuk penggemburan dan
pengeringan atau pembasahan bila diperlukan) sampai 15 cm bagian permukaan atas
dasar atas pondasi memenuhi kepadatan yang disyaratkan.
Bilamana timbunan akan dibangun atas permukaan tanah dengan kelandaian lereng lebih
dari 10%, ditempatkan diatas permukaan lama atau pembangunan timbunan baru, maka
lereng lama akan dipotong sampai tanah yang keras dan bertangga dengan lebar yang
cukup sehingga memungkinkan peralatan pemadat dapat beroperasi. tangga-tangga
tersebut tidak boleh mempunyai kelandaian lebih dari 4% dan harus dibuatkan sedemikian
dengan jarak vertikal tidak lebih dari 30 cm untuk kelandaian yang kurang dari 15% dan
tidak lebih dari 60cm untuk kelandaiannya yang sama atau lebih besar dari 15%.
Dasar saluran yang ditimbun harus diratakan dan dilebarkan sedemikian hingga
memungkinkan pengoperasian peralatan pemadat yang efektif.
Penghamparan Timbunan
Timbunan harus ditempatkan ke permukaan yang telah disiapkan dan disebar dalam lapisan
yang merata yang bila dipadatkan akan memenuhi toleransi tebal yang disyaratkan.
Bilamana timbunan dihampar lebih dari satu lapis, lapisan-lapisan tersebut sedapat mungkin
dibagi rata sehingga sama tebal.
Tanah timbunan umumnya diangkut langsung dari lokasi sumber bahan ke permukaan yang
telah disiapkan pada saat cuaca cerah dan disebarkan. Penumpukan tanah timbunan untuk
persediaan, terutama selama musim hujan. Biasanya tidak diperkenankan, terutama selama
musim hujan.
Timbunan di atas atau pada selimut pasir atau bahan drainase porous, harus diperhatikan
sedemikian rupa agar kedua bahan tersebut tidak tercampur. Dalam pembentukan drainase
sumuran vertikal diperlukan suatu pemisah yang menyolok di antara kedua bahan tersebut
dengan memakai acuan sementara dari pelat baja tipis yang sedikit demi sedikit ditarik saat
pengisian timbunan dan drainase porous dilaksanakan.
Penimbunan kembali di atas pipa dan di belakang struktur harus dilaksanakan dengan
sistematis dan secepat mungkin segera setelah pemasangan pipa struktur. Akan tetapi,
sebelum penimbunan kembali, diperlukan waktu perawatan tidak kurang dari 3 jam setelah
pemberian adukan pada sambungan pipa atau pengecoran struktur beton gravity,
pemasangan pasangan batu gravity atau pasangan batu dengan mortar gravity. Sebelum
penimbunan kembali di sekitar struktur penahan tanah dari beton, pasangan batu dengan
mortar, juga diperlukan waktu perawatan tidak kurang dari 14 hari
Bilamana timbunan badan jalan akan diperlebar, Iereng timbunan lama harus disiapkan
dengan membuang seluruh tetumbuhan yang terdapat pada permukaan lereng dan harus
dibuat bertangga (atau dibuat bergerigi) sehingga timbunan baru akan terkunci pada timbuan
lama sedemikian sampai diterima oleh Direksi Pekerjaan. Selanjutnya timbunan yang
diperlebar harus dihampar horizontal lapis demi lapis sampai dengan elevasi tanah dasar,
yang kemudian harus ditutup secepat mungkin dengan lapis pondasi bawah dan atas
sampai elevasi permukaan jalan lama sehingga bagian yang diperlebar dapat dimanfaatkan
oleh lalu-lintas secepat mungkin, dengan demikian pembangunan dapat dilanjutkan ke sisi
jalan lainnya bilamana diperlukan
Lapisan penopang di atas tanah lunak termasuk tanah rawa harus dihampar sesegera
mungkin dan tidak lebih dari tiga hari setelah persetujuan penggalian atau pembersihan dan
pengupasan oleh Direksi Pekerjaan. Lapisan penopang dapat dihampar satu lapis atau
beberapa lapis dengan tebal antara 0,5 sampai 1,0 meter sesuai dengan kondisi lapangan
dan sebagaimana diperintahkan atau disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
Pemadatan Timbunan
Segera setelah penempatan dan penghamparan timbunan, setiap lapis harus dipadatkan
dengan peralatan pemadat yang memandai dan disetujui Direksi Pekerjaan sampai
mencapai kepadatan yang disyaratkan
Pemadatan timbunan tanah harus dilaksanakan hanya bilamana kadar air bahan berada
dalam rentang 3 % di bawah kadar air optimum sampai 1 % di atas kadar air optimum. Kadar
air optimum harus didefinisikan sebagai kadar air pada kepadatan kering maksimum yang
diperoleh bilamana tanah dipadatkan sesuai dengan SNI 03-1742-1989.
Seluruh timbunan batu harus ditutup dengan satu lapisan atau lebih setebal 20 cm dari
bahan bergradasi menerus dan tidak mengandung batu yang lebih besar dari 5 cm serta
mampu mengisi rongga-rongga batu pada bagian atas timbunan batu tersebut lapis penutup
ini harus dilaksanakan sampai mencapai kepadatan timbunan tanah yang disyaratkan.
Setiap lapisan timbunan yang dihampar harus dipadatkan seperti yang disyaratkan, diuji
kepadatannya dan harus diterima oleh Direksi Pekerjaan sebelum lapisan berikutnya
dihampar.
Timbunan harus dipadatkan mulai dari tepi luar dan bergerak menuju ke arah sumbu jalan
sedemikian rupa sehingga setiap ruas akan menerima jumlah usaha pemadatan yang sama.
Bilamana memungkinkan, lalu-lintas alat-alat konstruksi dapat dilewatkan di atas pekerjaan
timbunan dan lajur yang dilewati harus terus menerus divariasi agar dapat menyebarkan
pengaruh usaha pemadatan dari lalu-lintas tersebut.
Dalam menempatkan timbunan di atas gorong-gorong dan bilamana disyaratkan, dalam
Kontrak, harus membuat timbunan tersebut sama tinggi pada kedua sisinya. Jika kondisi-
kondisi memerlukan penempatan timbunan kembali atau timbunan pada satu sisi lebih tinggi
dari sisi lainnya, penambahan bahan pada sisi yang lebih tinggi tidak boleh dilakukan sampai
persetujuan diberikan oleh Direksi Pekerjaan dan tidak melakukan penimbunan sampai
struktur tersebut telah berada di tempat dalam waktu 14 hari, dan pengujian-pengujian yang
dilakukan di laboratorium di bawah pengawasan Direksi Pekerjaan menetapkan bahwa
struktur tersebut telah mencapai kekuatan yang cukup untuk menahan tekanan apapun yang
ditimbulkan oleh metoda yang digunakan dan bahan yang dihampar tanpa adanya
kerusakan atau regangan yang di luar faktor keamanan.
Bahan untuk timbunan pada tempat-tempat yang sulit dimasuki oleh alat pemadat normal
harus dihampar dalam lapisan mendatar dengan tebal gembur tidak lebih dari 10 cm dan
seluruhnya dipadatkan dengan menggunakan pemadat mekanis.
Timbunan pada lokasi yang tidak dapat dicapai dengan peralatan pemadat mesin gilas harus
dihampar dalam lapisan horizontal dengan tebal gembur tidak lebih dari 10 cm dan
dipadatkan dengan penumbuk loncat mekanis atau timbris (tamper) manual dengan berat
statis minimum 10 kg. pemadatan di bawah maupun di tepi pipa harus mendapat perhatian
khusus untuk mencegah timbulnya rongga-rongga dan untuk menjamin bahwa pipa
terdukung sepenuhnya.
Peralatan yang digunakan :
Excavator
Dump Truck
Motor Grader
Vibrator Roller
Water tank Truck
Alat bantu
Tenaga Kerja yang dibutuhkan:
Pekerja
Mandor
Personil K3
Personil Keselamatan Lalu-lintas
Kapasitas Produksi :
Produksi yang menentukan excavator
Produksi harian
E. PELAKSANAAN PEKERJAAN TIMBUNAN PILIHAN
Timbunan Pilihan adalah item pekerjaan yang termasuk dari salah satu bagian dari lapis
perkerasan jalan.
Pekerjaan ini meliputi persiapan lokasi pekerjaan, pengadaan material, penghamparan,
pemadatan, pengujian, opname dan perapian pekerjaan.
Karena material ini merupakan material asli (natural), sehingga material ini tidak membutuhkan
pengujian JMD dan JMF seperti layaknya agregat.
Pengujian yang dilakukan hanya sebatas pengujian material untuk mengetahui karakteristik
material apakah layak digunakan sebagai perkerasan jalan sesuai batas persyaratan
kualitasnya.
Berikut Metode Pelaksanaan Pekerjaan Timbunan Pilihan item 3.2.2 :
Pekerjaan Persiapan
Mengajukan Request program kerja (Program Kerja) termasuk metode kerja, schedule,
peralatan, personil kerja, gambar kerja permohonan penggunaan material yang akan
digunakan untuk memperoleh persetujuan dari konsultan sebagai direksi teknis.
Pengadaan peralatan baik alat berat maupun peralatan pengujian untuk control kualitas
sesuai dengan spesifikasi standar.
Membuat stack out sebagai acuan pelaksanaan pekerjaan termasuk dimensi pembentukan
badan jalan dan pemadatan.
Material timbunan pilihan yang disetujui direksi teknis (konsultan Pengawas) dan direksi
pekerjaan (PU), didatangkan ke lokasi menggunakan dump truck dan ditumpuk dengan jarak
tertentu di lokasi pekerjaan.
Timbunan pilihan dihampar menggunakan motor grader dengan persyaratan tebal gembur
yang telah disepakati.
Hasil Hamparan Timbunan pilihan disiram air secukupnya menggunakan water tanker lalu
dipadatkan menggunakan vibrator roller dengan passing tertentu sampai mencapai
kepadatan rencana.
Melakukan pengujian control kualitas apakah timbunan pilihan sudah memenuhi syarat-
syarat spesifikasi umum.
Setelah timbunan pilihan dinyatakan telah memenuhi kriteria uji maka dilakukan pengajuan
kepada direksi untuk dilakukan proses opname dimensi agar timbunan pilihan tersebut
sudah termasuk progress sehingga dapat dibayarkan.
Rutin cek menggunakan metode proff railing test agar kondisi timbunan pilihan dapat terus
terpantau sampai pada pelaksanaan perkerasan jalan berikutnya.
Demobilisasi peralatan dan pembersihan akhir.
F. PELAKSANAAN PENYIAPAN BADAN JALAN
Penyiapan badan jalan pada pekerjaan pelebaran jalan meliputi pekerjaan pembersihan,
pembentukan tanah dasar agar elevasinya sesuai dengan yang ditunjukkan gambar rencana
atau sesuai dengan petunjuk direksi pekerjaan, dan termasuk pekerjaan pemadatan tanah
dasar.
Berikut adalah tahapan pekerjaan penyiapan badan jalan:
Tahapan pekerjaan penyiapan badan jalan yaitu:
Pembersihan lokasi pekerjaan dari material yang dapat mengganggu pekerjaan seperti
semak-semak, pepohonan, batu besar, dan material lainnya.
Pekerjaan galian yang diperlukan baik dengan menggunakan alat berat seperti excavator
maupun dengan cara manual untuk membentuk tanah dasar sesuai Gambar atau sesuai
dengan petunjuk Direksi Pekerjaan
Pemadatan Tanah dasar dilakukan dengan menggunakan alat vibratory roller atau
menggunakan COMBINATION VIBRATORY ROLLER pada daerah pelebaran yang tidak
terlalu luas atau tidak memungkinkan penggunaan vibratory roller.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pemadatan adalah:
Pemadatan dilakukan segera setelah dilakukan penggalian.
Pemadatan harus dilakukan dengan menggunakan alat yang memadai agar kepadatan
yang diinginkan dapat tercapai
Apabila diperlukan lakukan penyiraman terhadap material tanah dasar Untuk mencapai
kadar air optimum sehingga didapatkan kepadatan yang sesuai dengan spesifikasi.
Kecepatan alat harus diperhatikan agar tidak membahayakan pengguna jalan eksisting.
G. PELAKSANAAN LAPIS PONDASI TELFORD
Telford adalah salah satu jenis Pekerasan Lapis Pondasi Bawah yang sudah sering kita kenal
dan temui pada ruas-ruas jalan yang di bangun di masa lalu. selain murah pekerjaan ini dapat
dikerjakan secara manual oleh tenaga kerja dengan alat yang sederhana pula.
Mengikuti perkebanganan jaman dan melihat beban kendaraan yang meningkat pula strutur
pondasi telford ini mulai tidak digunakan lagi dan di ganti dengan perkerasan berbutir atau lapis
pondasi agregat dan perkerasan beton (rigid) dengan pertimbangan perkerasan ini mampu
untuk mendukung beban-benan kendaraan yang lebih besar dan lalulintas yang semakin padat.
Berikut tahapan-tahapan pelaksanaan pekerjaan pondasi telford:
Lapisan pondasi telford merupakan lapisan Pondasi, satuan Pembayaran M3
Asumsi :
Pekerjaan dilakukan secara manual, untuk pengembalian kondisi
Lokasi pekerjaan, menyebar disepanjang jalan
Kondisi jalan, sedang-baik
Jam kerja efektif perhari 7 jam
Factor susut bahan
Batu Fk1 1.20
Pasir Fk2 1.25
Tebal Padat:
Batu T1 0.10 M
Pasir T2 0.05 M
Metode Pelaksanaan :
Pasir dihampar setebal 5 Cm Padat, Pemadatan dengan cara disiram air
Batu ukuran 10/15 disusun berdiri dan dikunci batu 5/7 + 3/4 cm sehingga tersusun rapi,
rapat dan kokoh, dipadatkan menggunakan Three Whell Roller.
Selama pemadatan sekelompok pekerja melakukan perapian, sehingga susunan batu dalam
kondisi rapid an kokoh serta rata permukaannya.
H. PELAKSANAAN LAPIS RESAP PENGIKAT
Lapis Resap Pengikat (Prime Coat), dihampar di atas permukaan pondasi tanpa bahan
pengikat aspal.
Ilustrasi Proses Pekerjaan Prime Coat
Pekerjaan ini mencakup penyediaan dan penghamparan bahan aspal pada permukaan yang
telah disiapkan sebelumnya untuk pemasangan lapisan beraspal berikutnya. Berikut tahapan-
tahapan pekerjaan lapis resap pengikat (prime coat) :
Persiapan
Cek ulang Permintaan (Request) Pekerjaan & data pendukungnya.
Cek ulang ketersediaan material, pastikan tidak ada perubahan
Cek dan amati ulang kesiapan alat, pastikan tidak ada perubahan dari kesiapan yang
telah dilakukan.
Cek ulang kesiapan tenaga kerja, jumlah dan kualifikasinya pastikan tidak ada
perubahan dari kesiapan yang telah dilakukan.
Pastikan bangunan milik masyarakat dan umum dilindungi dari efek penyemprotan aspal.
Pastikan ada penanggungjawab dari penyedia jasa untuk mengatasi kondisi khusus.
Pastikan ada pengendalian Keselamatan dan Kecelakaan Kerja (K3).
Pastikan ada kesiapan pengendalian lalu-lintas.
Pastikan ada kesiapan penanganan lingkungan.
Komposisi Campuran Kerosine dan Aspal sesuai Spesifikasi (80 – 85 pph) 80 bagian
Kerosine dan 100 bagian Aspal.
Penyiapan Formasi Pekerjaan
Cek kerusakan bagian yang akan menjadi dasar penghamparan telah diperbaiki (jika
diatas bahu atau LPA-A)
Pastikan permukaan bersih dan bebas dari material lepas
Permukaan harus memperlihatkan mozaik agregat kasar dan halus,
Pastikan areal pembersihan lebih 20 cm dari batas bidang yang akan disemprot.
Penyemprotan
Pastikan suhu memenuhi syarat untuk penyemprotan.
Pastikan penyemprotan merata, jika menggunakan distributor bidang yang disemprot
mendapat suplai dari tiga nosel.
Pastikan dan amati apakah aspal distributor berjalan konstan.
Bila dilaksanakan perlajur maka sisinya overlap selebar 20 cm, untuk mendapatkan
aplikasi penyemprotan setara 3 nosel
Penyemprotan harus dihentikan jika ada ketidaksempurnaan, lakukan perbaikan pada
alat penyemprot.
Pastikan penyemprotan dimulai 5,0 m sebelum areal penyemprot an agar aplikasi
konstan.
Batasi pemakaian bahan pada tangki, tidak kurang dari 10% volume yang tersisa pada
tangka
Pengukuran
Lakukan pengukuran sisa bahan yang disemprotkan, setiap kali telah melakukan
penyemprotan, dengan tongkat celup.
Lakukan pengukuran dengan menggunakan 3 kertas resap diletakkan dengan jarak
sama, pada areal penyemprotan sepanjang 200 m, pada lokasi dengan letak≥ 10 m dari
awal, dan > 0,50 m dari tepi.
Timbang berat terhampar pada kertas resap.
Pemeriksaan
Cek hasil penyemprotan apakah merata?
Periksa tempat yang mengidentifikasikan adanya genangan aspal berlebih.
Amati bagian tepi, apakah ada bagian
yang menunjukkan kekurangan penebaran.
Cek kesesuaian
Penyemprotan merata?
Jumlah berat terhampar permeter persegi sesuai?.
Ada tempat-tempat yang mengindikasikan genangan aspal?
Jika ada indikasi terjadinya kekurangan maka lakukan langkah verifikasi .
Jika semua sesuai lakukan langkah verifikasi.
Perbaikan
Lakukan penyemprotan tambahan pada bagian yang menunjukkan kurangnya aplikasi
penebaran.
Jika hasil penyemprotan menunjukkan kekurangan material yang disemprotkan, lakukan
penyemprotan ulang dengan tambahan yang memadai.
Jika ada indikasi kelebihan penebaran aspal, maka lakukan sand blotter setelah
4(empat) jam peresapan.
Pemeliharaan
Pastikan lokasi pekerjaan dijaga dari penggunaan oleh lalu-lintas sebelum batas waktu
pembukaan.
Jika ada penggunaan untuk lalu-lintas maka, penebaran sand blotter harus dilakukan.
Peralatan
Aspal distributor
Aspal sprayer
Compressor
Alat bantu lainnya
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Alat pelindung diri
Rambu Lalu-lintas
Tenaga kerja
Pengawas lapangan
Pekerja Aspal
Operator/Supir
I. PELAKSANAAN LAPIS RESAP PENGIKAT - ASPAL CAIR
Pekerjaan Lapis Perekat (Tack Coat), mencakup penyediaan dan penghamparan bahan aspal
permukaan yang telah disiapkan.
Ilustrasi Proses Pekerjaan Lapis Perekat (Tack Coat)
Lapis Perekat (Tack Coat), dihampar di atas permukaan berbahan pengikat seperti lapisan
Penetrasi Macadam, Laston, Lataston, dll). Berikut tahapan-tahapan pekerjaan Lapis Perekat
(Tack Coat) :
J. PELAKSANAAN PEKERJAAN LAPISAN PERMUKAAN PENETRASI MACADAM
Pekerjaan ini terdiri dari penyediaan lapisan perata terbuat dari agregat yang distabilisasi oleh
aspal. Pekerjaan ini dilaksanakan dimana biaya untuk menggunakan campuran aspal panas
tidak mencukupi dan oleh karena itu hanya digunakan pada lokasi yang terbatas seperti
pekerjaan pengembalian kondisi.
Agregat pokok dan pengunci harus terdiri dari bahan yang bersih, kuat, awet, bebas dari lumpur
dan benda-benda yang tidak dikehendaki dan harus memenuhi ketentuan yang diberikan dalam
Tabel di bawah ini
L. PELAKSANAAN PEKERJAAN LAPEN:
Persiapan :
Profil memanjang atau melintang harus disiapkan menurut rancangan potongan
melintang.
Permukaan harus bebas dari benda-benda yang tidak diinginkan seperti debu dan bahan
lepas lainnya. Lubang-lubang dan retak-retak harus diperbaiki sesuai dengan ketentuan
dalam Pasal 8.1.3.(2) dan 8.1.3.(3) dari Spesifikasi ini
Permukaan aspal lama harus diberikan Lapis Perekat sesuai dengan ketentuan dalam
Seksi 6.1 dari Spesifikasi ini, sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
Penghamparan Metode Mekanis
1. Penghamparan dan Pemadatan Agregat Pokok
Truk penebar agregat harus dijalankan dengan kecepatan yang sedemikian hingga kuantitas
agregat adalah seperti yang disyaratkan dan diperoleh permukaan yang rata.
Pemadatan awal harus menggunakan alat pemadat 6 - 8 ton yang bergerak dengan
kecepatan kurang dari 3 km/jam. Pemadatan dilakukan dalam arah memanjang, dimulai dari
tepi luar hamparan dan dijalankan menuju ke sumbu jalan. Lintasan penggilasan harus
tumpang tindih (overlap) paling sedikit setengah lebar alat pemadat. Pemadatan harus
dilanjutkan sampai diperoleh permukaan yang rata dan stabil (minimum 6 lintasan).
2. Penyemprotan Aspal
Temperatur aspal dalam distributor harus dijaga pada temperatur yang disyaratkan untuk
jenis aspal yang digunakan. Temperatur penyem-protan dan takaran penyemprotan harus
disetujui oleh Direksi Pekerjaan sebelum pelaksanaan dimulai dan harus memenuhi rentang
yang disyaratkan masing-masing dalam Tabel 6.6.5.(1) dan 6.6.3.(1). Cara penggunaan
harus memenuhi ketentuan dalam Pasal 6.1.4.(3).
3. Penebaran dan Pemadatan Agregat Pengunci.
Segera setelah penyemprotan aspal, agregat pengunci harus ditebarkan pada takaran yang
disyaratkan dan dengan cara yang sedemikian hingga tidak ada roda yang melintasi lokasi
yang belum tertutup bahan aspal. Takaran penebaran harus sedemikian hingga, setelah
pemadatan, rongga-rongga permukaan dalam agregat pokok terisi dan agregat pokok masih
nampak.
Pemadatan agregat kunci harus dimulai segera setelah penebaran agregat pengunci dan
harus seperti yang diuraikan dalam Pasal 6.6.5.(b).(i) Bilamana diperlukan, tambahan
agregat pengunci harus ditambahkan dalam jumlah kecil dan disapu perlahan-lahan di atas
permukaan selama pemadatan. Pemadatan harus dilanjutkan sampai agregat pengunci
tertanam dan terkunci penuh dalam lapisan di bawahnya.
Penghamparan Metode Manual
1. Penghamparan dan Pemadatan Agregat Pokok.
Jumlah agregat yang ditebar di atas permukan yang telah disiapkan harus sebagaimana
yang disyaratkan. Kerataan permukaan dapat diperoleh dengan keterampilan penebaran
dan menggunakan perkakas tangan seperti penggaru. Pemadatan harus dilaksanakan
seperti yang disyaratkan untuk metode mekanis.
2. Penyemprotan Aspal
Penyemprotan aspal dapat dikerjakan dengan menggunakan penyemprot tangan (hand
sprayer) dengan temperatur aspal yang disyaratkan. Takaran penggunaan aspal harus
serata mungkin dan pada takaran penyemprotan yang disetujui.
3. Penebaran dan Pemadatan Agregat Pengunci
Penebaran dan pemadatan agregat pengunci harus dilaksanakan dengan cara yang sama
untuk agregat pokok. Takaran penebaran harus sedemikian hingga, setelah pemadatan,
rongga-rongga permukaan dalam agregat pokok terisi dan agregat pokok masih nampak.
Pemadatan harus sebagaimana yang disyaratkan untuk metode mekanis.
Pemeliharaan Agregat Pengunci
Bilamana terdapat keterlambatan antara pengerjaan lapis agregat pengunci dan lapis
berikutnya, Kontraktor harus memelihara permukaan agregat pengunci dalam kondisi baik
sampai lapis berikutnya dihampar.
Pengendalian Mutu
Penyimpanan untuk setiap fraksi agregat harus terpisah untuk menghindarkan
tercampurnya agregat, dan harus dijaga kebersihannya dari benda asing.
Penyimpanan aspal dalam drum harus dengan cara tertentu agar supaya tidak terjadi
kebocoran atau kemasukan air.
Suhu pemanasan aspal harus seperti yang disyaratkan dalam Tabel 6.6.5.(1).
Tebal Lapisan. Tebal padat untuk lapisan penetrasi macadam harus berada di dalam
toleransi 1 cm. Pemeriksaan untuk ketebalan lapis penetrasi macadam harus seperti
yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
Kerataan Permukaan Sewaktu Pemadatan.
Pada setiap tahap pemadatan, kerataan permukaan harus dijaga. Bahan harus ditambah
pada tiap tempat di mana terdapat penurunan.
Kerataan Pemadatan Agregat Pokok.
Kerataan harus diukur dengan menggunakan mistar lurus yang panjangnya 3 meter.
Punggung jalan yang ambles tidak melebihi dari 8 mm.
Sambungan memanjang dan melintang harus diperiksa dengan cermat.
M. PELAKSANAAN PEKERJAAN BETON MUTU SEDANG FC’20 MPA
Metode Pelaksanaan Pekerjaan beton ini biasanya digunakan untuk Pekerjaan jalan dan
Jembatan, Digunakan untuk lantai kerja pada jembatan / box culvert dan juga pada struktur
pada seksion tertentu yang membutuhkan penanganan menggunakan Beton.
Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Beton (fc’ 30 MPa, fc’ 20 Mpa, fc, 15 MPa, fc’10 MPa):
Toleransi dimensi :
Panjang Keseluruhan sampai 6 m + 5 mm
Panjang keseluruhan lebih dari 6 m +15 mm
Panjang balok, pelat dek, kolom dinding
Toleransi Alinyemen Vertikal
Penyimpangan ketegakkan kolom dan dinding ± 10 mm
Toleransi Ketinggian (elevasi)
Puncak lantai kerja di bawah fondasi ± 10 mm
Puncak lantai kerja di bawah pelat injak ± 10 mm
Puncak kolom, tembok kepala, balok dinding ± 10 mm
Toleransi Alinyemen Horisontal
Toleransi Alinyemen horizontal 10 mm dalam 4 m panjang mendatar
Toleransi untuk Penutup/Selimut Beton Tulangan
Selimut beton sampai 30 mm 0 dan + 5 mm
Selimut beton 30 mm – 50 mm 0 dan + 10 mm
Selimut beton 50 mm – 100 mm ± 10 mm
N. PELAKSANAAN PEKERJAAN BAJA TULANGAN
Merupakan baja tulangan Bentuk Ulir dengan baja mutu sedang yang memiliki tegangan leleh
karekteristik 3.200 kg/cm2. Pekerjaan ini mencakup pengadaan dan pemasangan baja tulangan
pada acuan cetakan sesuai dengan Spesifikasi dan Gambar.
Penjelasan Tahapan Pekerjaan Baja Tulangan
Pekerjaan ini mencakup pengadaan dan pemasangan baja tulangan sesuai dengan Spesifikasi
dan Gambar, atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
Baja tulangan harus dipasang sedemikian sehingga selimut beton yang menutup bagian luar
baja tulangan
O. PELAKSANAAN PEKERJAAN PASANGAN BATU
Pasangan batu biasa digunakan pada talud penahan jalan, Oprit Jembatan dan pada lokasi
tertentu yang membutuhkan penanganan dengan menggunakan talud atau dinding penahan.
Pekerjaan ini meliputi pemasokan semua bahan, galian, penyiapan pondasi dan seluruh
pekerjaan yang diperlukan untuk menyelesaikan struktur sesuai dengan Spesifikasi ini dan
memenuhi garis, ketinggian, potongan dan dimensi seperti yang ditunjukkan dalam Gambar
atau sebagaimana yang diperintahkan secara tertulis oleh Direksi Pekerjaan.