Nikolas Pm Wambrauw | 00*9**9****54**0 | Rp 1,558,297,910 |
Sinar Permata Papua | 03*8**5****54**0 | - |
| 0811137280954000 | - | |
| 0315450056954000 | - | |
| 0415032176952000 | - | |
CV Petnor Jaya Papua | 04*7**4****52**0 | - |
CV Rajawali Papua Manambas | 03*6**9****54**0 | - |
CV Atkomai Permai | 00*8**9****55**1 | - |
CV Ganesha Arlio | 00*7**8****52**0 | - |
| 0908474729955000 | - | |
CV Ayami | 00*9**2****54**0 | - |
| 0660609249954000 | - | |
CV Nusa Papua Perkasa | 05*0**2****54**0 | - |
| 0020984621941000 | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
1. Nama Paket Pekerjaan : Pekerjaan REHAB GEDUNG INSTALASI FARMASI
2. Nilai Total HPS : Rp. 1.596.490.013,- (Satu Milyar Lima Ratus Sembilan Puluh Enam Juta
Empat Ratus Sembilan Puluh Ribu Tiga Belas Rupiah) termasuk PPN.
3. Sumber Dana : Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Kabupaten Kepulauan Yapen
Tahun Anggaran 2023
I PEKERJAAN PERSIAPAN DAN PEMBONGKARAN
1.a. Pembongkaran dan angkut puing
Penyedia Jasa berkewajiban membongkar dan membersihkan lokasi proyek dari bekas
bongkaran. Material hasil bongkaran dibuang di luar lokasi dan dibersihkan dari lokasi.
Lokasi harus bersih dari segala kotoran lainnya yang mengganggu pengukuran.
Penebangan pohon tidak boleh mengganggu bangunan yang ada sejauh mungkin
dihindarkan dan kesemuanya ini harus seijin Direksi/Pengawas.
1.b. Dokumentasi & Papan nama kegiatan
Pemotretan sebelum pekerjaan ini dimulai mutlak diperlukan untuk dokumentasi 0%. Pada
setiap item pekerjaan untuk mewakili terutama saat pekerjaan mencapai 50 % dan pada
saat selesai 100 %. Dalam pengambilan foto tersebut dilakukan pengambilan obyeknya
secara menyeluruh dan secara detail setiap item pekerjaan. Penyedia jasa harus
memberikan hasil foto tersebut rangkap 3 (tiga) kepada direksi dalam keadaan tersusun
rapi dalam album mulai dari awal pekerjaan sampai akhir pekerjaan. Penyedia Jasa harus
membuat papan nama proyek dengan ukuran 100x120 cm dan tiangnya dari kayu besi
ukuran 5/10 cm. Tiang harus ditanam kuat dan dipasang pada tempat yang mudah dilihat
dari jalan, warna dasar cat putih dengan tulisan cat hitam.
1.c. Pengukuran
Papan bouwplank dibuat dari kayu kelas II tebal 2 cm yang permukaannya diserut yang
rata dan halus. Patok-patok untuk bouwplank dibuat dari kayu kelas II ukuran 5/5 cm.
Pematokan bouwplank harus tertanam kuat minimal 1m dari tepi galian pondasi.
Pengukuran dan pemasangan bouwplank harus mendapat persetujuan dari direksi.
1.d. Pengadaan APD K3 (Helm, Jaket, Sepatu Boot, Kaos Tangan dan Obat P3K)
Pengadaan Alat Pelindung Diri Kesehatan dan Keselamatan Kerja syarat minimal yang
harus dipenuhi yaitu 1) Helm Kerja sebanyak 15 bh, 2) Rompi Proyek sebanyak 15 bh, 3)
Kaos Tangan sebanyak 150 psg, 4) Masker sebanyak 20 dos dan 5) Kotak Obat P3K beserta
obatnya 4 paket.
II PEKERJAAN REHABILITASI DINDING DAN LANTAI
2.1. Galian Tanah Pondasi
Galian tanah untuk pondasi harus dibuat lebih lebar dari ukuran yang sudah ditentukan
dalam gambar, dimaksudkan untuk memudahkan pelaksanaan pemasangan pondasi.
2.2. Pasangan batu kali/kosong aanstamping
Pekerjaan aanstamping/batu kosong yang bahannya dari batu dan pasir. Batu disusun
sampai dengan ketebalan yang disyaratkan dan sela-selanya diisi dengan pasir disiram
dengan air sehingga tidak ada rongga.
2.3. Pasangan batu kali/gunung camp. 1pc : 4psr u/pondasi
Pasangan Batu Kali/Karang/Gunung 1pc : 4psr. Pondasi batu kali/karang /gunung
campuran 1pc : 4psr dilakukan sesuai dengan ukuran yang disyaratkan. Digunakan untuk
pondasi rabat dan saluran keliling bangunan. Material batu yang dipakai harus bersih,
kuat dan mempunyai panjang ± 1½ kali lebarnya. Pasir yang digunakan harus bersih dari
segala kotoran, lumpur dan humus, sedangkan semen yang dipakai semen Portland.
2.4. Cor Lantai kerja pondasi tapak beton K-100
Setelah galian selesai untuk pondasi tapak selanjutnya diratakan dengan urugan pasir dan
ketebalan yang disyaratkan dan dipadatkan. Pengecoran lantai menggunakan Beton
Tumbuk K-100 campuran 276 kg pc : 826 kg psrbt : 1.012 kg krlbt : 215 ltr air dengan
ketebalan yang disyaratkan.
2.5. Pasangan pondasi tapak 80x80
Beton tapak ukuran 80 x 80 cm (K-225) dengan tulangan besi 12”, tebal selimut beton 3
cm, pekerjaan ini dilakukan setelah pekerjaan lantai kerja selesai, ukuran lainnya
disesuaikan dengan gambar rencana.
2.6. Pasangan sloof beton bertulang 15x25
Besi yang dipergunakan besi beton Ø 12 mm sebanyak 6 btg untuk memanjang dan besi
begel yang digunakan besi beton Ø 8 mm. Tulangan beton yang digunakan dipotong
sesuai dengan gambar rencana yang disyaratkan.
2.7. Pasang Kolom Beton Bertulang 25x25
Besi yang dipergunakan besi beton Ø 12 mm sebanyak 8 btg untuk memanjang dan besi
begel yang digunakan besi beton Ø 8 mm.
2.8. Pasang Ringbalk pengikat beton Bertulang 10x15
Besi yang dipergunakan besi beton Ø 10 mm sebanyak 4 btg untuk memanjang dan besi
begel yang digunakan besi beton Ø 6 mm.
2.9. Pasang Ringbalk Utama beton Bertulang 15x20
Besi yang dipergunakan besi beton Ø 12 mm sebanyak 6 btg untuk memanjang dan besi
begel yang digunakan besi beton Ø 8 mm.
Penjelasan Tulangan beton diatas 2.5. s/d 2.9. Besi Beton yang digunakan dipotong sesuai
dengan gambar rencana yang disyaratkan. Perakitan tulangan beton diikat dengan kawat
baja (kawat ikat beton). Batang dan begel besi beton dibentuk sesuai dengan ukuran yang
dibutuhkan. Untuk mendapatkan selimut yang sesuai, maka jarak antara sisi papan
bekisting dengan sisi luar tulangan besi begel harus dibuat jarak 2-3 cm. Bekisting dalam
pekerjaan ini yang dimaksud adalah dimana beton struktur diletakkan. Bahan bekisting
dibuat sedemikian rupa agar rapat dan kuat tidak bocor pada saat pengecoran untuk dapat
menghasilkan mutu beton yang baik. Bekesting dibuat dari papan kayu matoa dan pada
bagian dalam dilapisi tripleks agar permukaan beton yang dihasilkan licin dan rata.
Material yang digunakan harus batu kerikil dan pasir bersih dari segala kotoran, lumpur
dan humus, air yang dipakai adalah air bersih yang bebas dari kandungan minyak,
lumpur dan tidak mengandung zat-zat yang dapat merusak mutu beton. Sedangkan semen
yang dipakai semen Portland. Mutu beton K-200 yang dipakai sesuai dengan petunjuk
konsultan pengawas/Direksi. Pada waktu pencampuran sebaiknya menggunakan alat
pengaduk (beton molen).
2.10. Propil Pilar Teras
Pilar teras diprofil dengan profil cetakan pabrikasi jadi tinggal dipasang dan menggunakan
asecories tapak, sedangkan bagian atas di profil manual. Ukuran profil kaki tinggi 25 cm
dan tinggi profil tiang 60 cm besar profil 40x40 cm. Isian rongga profil diisi dengan
campuran spesi pasangan dinding.
2.11. Pasangan Dinding Bt. Tela 1Pc : 3Psr
Pasangan dinding dengan campuran 1pc : 3psr dan menggunakan batu tela yang
berkualitas baik, tidak mudah patah. Pemasangan batu tela dengan tebal nat spesi
maksimal 1½ cm pada arah horizontal harus rata dan arah vertical tegak lurus dengan nat
spesi zikzak/bergantian (nat vertical tidak boleh terbentuk 1 garis tegak yang tidak putus).
Pasir untuk campuran harus dengan pasir kali yang bersih dari lumpur dan bahan organik
lainnya. Sebelum dipergunakan pasir harus dicuci dan disaring untuk memisahkan
butiran-butiran kasar yang akan mengganggu pada saat penyetelan pasangan batu tela.
2.12. Plesteran Dinding Tembok camp. 1pc : 3psr tbl. 15mm
Plesteran dinding menggunakan campuran 1pc : 3psr tebal 15 mm dimana permukaan
dinding pasangan batu tela sebelum diplester permukaan harus disiram dengan air
secukupnya. Penyiraman dimaksudkan agar air yang ada dalam adonan plesteran tidak
cepat terserap oleh batu tela yang dalam kondisi kering, dan mengakibatkan proses
pengerasan plesteran tidak maksimal sehingga plesteran dinding menjadi rapuh atau
retak-retak. Pasir yang dipergunakan adalah pasir yang berkualitas baik, tidak
mengandung lumpur dan bahan organik lain serta disaring untuk memperoleh butiran
halus yang bersih.
2.13.Mengikis dan Mengerok Cat Dinding Lama
Pekerjaan rehabilitasi dinding ini meliputi mengikis/mengerok, yaitu
mengupas/membersihkan cat lama dengan sikat besi baik manual menggunakan sikat
gurida agar cat terkelupas;
2.14. Acian Dinding dengan mortar
Cor Beton yang kelihatan dan dinding lama yang dikerok dan Dinding batu tela setelah
diplester diaci dengan acian pasta semen dengan bahan semen dicampur air secukupnya,
pengacian dilakukan di permukaan plesteran sampai halus dan rata agar pada rata dan
terlihat rapi.
2.15.Pengecatan Dinding
Untuk semua dinding dicat dengan cat tembok berkualitas baik dengan warna putih.
Sebelum dicat, permukaan dinding dibersihkan dari kotoran dan diplamur terlebih dahulu
agar rata dan halus tidak terlihat retak-retak rambut pada acian. Pada sudut-sudut
dinding/kamar pengecatan dilakukan dengan menggunakan kuas ijuk sehingga lubang
atau pori-pori dapat terjangkau dan tertutup cat secara merata sebanyak 3 kali hingga
benar-benar merata dan tidak terlihat belang-belang lagi. Yang dimaksud dengan
pengecatan tiga kali sapuan adalah, pada pengecatan awal permukaan dinding dilakukan
secara merata pada seluruh bagian permukaan Kemudian pada tahap kedua pengecatan
diulangi dari awal sampai seluruh permukaan yang telah dicat pada tahap pertama, dan
lapisan terakhir sebagai finishing dilakukan untuk memperhalus permukaan pengecatan.
Dinding bagian dalam menggunakan cat interior dan untuk dinding bagian luar
menggunakan cat exterior.
2.16. Urugan Peninggian dengan sirtu
Urugan pasir bawah lantai diurug dengan pasir yang bebas dari kotoran sampai mencapai
permukaan yang disyaratkan serta dipadatkan dengan alat pemadat (stamper) sesuai
dengan instruksi konsultan pengawas/Direksi.
2.17. Cor Beton Tumbuk K-100
Untuk mendapatkan lantai yang rata dan kuat pada saat pengurugan tanah maupun
urugan pasir harus benar-benar padat dan disiram dengan air dan dipadatkan.
Pengecoran lantai menggunakan Beton Tumbuk K-100 campuran 276 kg pc : 826 kg
psrbt : 1.012 kg krlbt : 215 ltr air dengan ketebalan yang disyaratkan. Pada saat
pengecoran sangat diperlukan laveling agar pada saat pasang penutup lantai tidak terjadi
pembobokan.
2.18.Pasang Penutup Lantai Granit 60x60
Penutup lantai Granit 60x60 cm. Merk granit garuda Santa FE MED Cream atau yang
sekelas dengan Garuda/lebih tinggi. Menentukan level ketinggian lantai dengan selang
dan waterpass diusahakan tidak ada bobokan lantai kerja dan ketinggian pintu tidak
berdampak dalam menentukan ketinggian lantai. Dan paling berpengaruh menentukan
titik awal pemasangan granit ditentukan tengah-tengah pintu utama bangunan dan
dimungkinkan kalau ada potongan kecil dibagian dinding. Adukan semen dan pasir
dengan kadar air yang tidak terlalu lembek, supaya adukan tidak muntah melalui sela-sela
nat yang mengakibatkan posisi nat yang kotor jorok dan tidak sama ukuran nat granit.
Kwalitas granit yang dipasang sekelas merk Garuda.
2.19. Pasang Keramik Dinding 20x25 Tg. 150 cm
Dinding km/wc dipasang keramik dinding 20x25 cm dengan tinggi 150 cm. Keramik
sebelum dipasang direndam air dahulu, agar jenuh terhadap air/tidak cepat menyerap air
campuran spesi sehingga menyulitkan pemasangan.
III.PEKERJAAN KAP DAN ATAP
3.1. Kuda-kuda Konsul Kayu Besi 5/10
Kuda-kuda menggunakan kayu besi 5/10 cm yang berkualitas baik dan tidak cacat/pecah.
Kedua sisi tebal kayu diserut halus dan rata sehingga memudahkan penyetelan kuda-kuda
serta gording. Pada titik-titik buhul kuda-kuda jika dianggap perlu oleh pengawas
lapangan harus diberi/diperkuat dengan baut serta diklem dengan besi plat hingga kuda-
kuda benar-benar kokoh. Untuk penyambungan kayu menggunakan sambungan sistim
bibir miring berkait digapit balok atau besi plat kemudian diperkuat dengan baut atau
paku secukupnya. Pemasangan kuda-kuda harus mendapat persetujuan pengawas
lapangan.
3.2. Gording Kayu Matoa/Klas II 5/10
Gording menggunakan kayu matoa/kayu klas II ukuran 5/10 cm yang berkualitas baik
dan tidak cacat/pecah. Kedua sisi tebal kayu diserut halus dan rata sehingga memudahkan
penyetelan gording. Pada titik-titik buhul jika dianggap perlu oleh pengawas lapangan
harus diberi/diperkuat dengan baut serta diklem dengan besi plat hingga benar-benar
kokoh. Untuk penyambungan kayu menggunakan sambungan sistim bibir miring berkait
digapit balok atau besi plat kemudian diperkuat dengan baut atau paku secukupnya.
Pemasangan gording harus mendapat persetujuan pengawas lapangan.
3.3. Pasang Lisplang Papan Kayu Besi 2 x 2/15
Pasang Papan Lisplank Papan Kayu Besi 2x 2/15. Lisplank dibuat dari papan kayu besi
2/15 cm berkualitas baik diserut halus dan rapi. Penyambungan papan memanjang
menggunakan sistim ekor burung, sedangkan lebar dengan overlaf 5 cm sehingga
mendapatkan lebar 25 cm;
3.4. Penutup Atap Seng Spandek Galvalum 0.30 mm
Penutup Atap menggunakan Spandek Kotak 0,30 mm, tidak berkarat dan tidak terlipat.
Pemasangan atap diatur sedemikian rupa, ditimbang dengan menggunakan tali nilon
sehingga rata serta sambungan atap arah samping / melebar minimal 1½ kotak, dan arah
tegak sambungan atap bagian atas dan bawah minimal 10 cm. Kotak atap harus sejajar
membujur, pemasangan harus rapat dengan menggunakan paku seng secukupnya. Setiap
paku seng diberi ring karet sebelum pemakuan atap.
3.5. Pasang Nok Seng Galvalum Plat 0,30 mm
Nok Atap menggunakan Spandek Plat 0,30 mm, tidak berkarat. Sebelum pemasangan
bubungan terlebih dahulu dialas papan bubungan tebal 2 cm dengan lebar 15 cm
dipasang sebelah menyebelah sisi bubungan sebagai tempat pemasangan spandek plat
bubungan.
3.6. Pas. Nok Tepi Atap Seng Galvalum Plat 50% dr anls. Nok
Pasang Nok Seng Galvalum Plat 0,30 mm. Penutup bubungan/nok atap menggunakan
seng Galvalum plat 0,30 mm lebar 37 cm yang berkualitas baik, tidak berkarat. Sebelum
pemasangan seng bubungan terlebih dahulu dialas papan bubungan tebal 2 cm dengan
lebar 15 cm dipasang sebelah menyebelah sisi bubungan sebagai tempat pemasangan seng
plat bubungan;
3.7. Pas. Jurai Dalam/Talang Seng Galvalum Plat Plat 0,30 mm
Talang/jurai dalam menggunakan seng Spandex plat 0,30 mm warna lebar 40 cm yang
berkualitas baik, tidak berkarat. Sebelum pemasangan seng talang terlebih dahulu dialas
papan tebal 2 cm dengan lebar 15 cm dipasang sebelah menyebelah sebagai tempat
pemasangan seng plat untuk talang.
3.8. Pasang Talang PVC pipa 4"
Pasang talang tirisan pipa PVC 4” pipa dibelah 5 cm untuk masuk kedalam seng untuk
talang tirisan.
3.9. Pengecatan Kilat Kayu Lisplank
Sebelum dicat permukaan kayu yang akan dicat dengan cat kilap, harus terlebih dahulu
dibersihkan dan diamplas kayu hingga permukaan halus. Jika terdapat Lubang/pori yang
besar terutama pada sambungan-sambungan kayu harus ditutup dengan dempul setelah
kering di digosok dengan amplas sampai halus dan rata. Sesudahnya dicat meni, setelah
kering diplamur demikian seterusnya kemudian dicat satu sapuan sebagai dasar.
Kemudian pada tahap kedua pengecatan diulangi dari awal sampai seluruh permukaan
yang telah dicat pada tahap pertama, dan lapisan terakhir sebagai finishing dilakukan
untuk memperhalus permukaan pengecatan. Pada pekerjaan ini yang dicat yaitu Lisplank
yang kelihatan. Cat yang digunakan cat kilap kayu warna hijau;
IV PEKERJAAN REHABILITASI PLAFOND & INSTALASI LISTRIK
4.1. Pasang Rangka Plafond Kayu Klas II
Rangka Plafond bangunan menggunakan kayu kelas II balok induk 5/10 dan balok
pembagi balok 5/5, Pemasangan rangka plafond dengan ukuran 60x120 cm atau sesuai
ukuran yang direncana di gambar.
4.2. Pasang Plafond PVC lebar 20 cm, tebal 8 mm
Plafond bangunan menggunakan jenis PVC tbl. 8 mm lbr. 20 cm warna putih polos.
Pemasangan plafond harus rapat, kuat dan rata diperkuat dengan skrop secukupnya.
4.3. Pasang List Plafond PVC
Pasang List Plafond PVC dipasang terlebih dulu sebelum plafond dipasang sistem
pemasangan sistem klick dan dipasang mengikuti setiap sudut plafond dan diperkuat
dengan menggunakan skrop.
4.4. Pasang Lampu XL 18 Watt
4.5. Pasang Lampu XL 14 Watt
4.6. Pasang Saklar Ganda
4.7. Pasang Saklar Tunggal
4.8. Pasang Stop Kontak
4.9. Pasang Box Panel/Zekring 2 Group / Fuse Bok
4.10.Pasang Instalasi Lampu Kabel Tanam
4.11. Pasang Instalasi Stop Kontak Kabel Tanam
4.12. Pasang Instalasi Pipa Kondoit/PVC 5/8"
Penjelasan 4.4. s/d 4.12. Pelaksanaan pekerjaan Instalasi listrik harus mengikuti standar
instalatur dan persyaratan-persyaratan lainnya. Untuk pelaksanaan dibagi menjadi 4
group sesuai dengan gambar rencana. Pekerjaan ini harus dikerjakan oleh tenaga ahli
pada bidang kelistrikan. Kabel yang dipakai standart SNI kabel induk 4 mm2 dan ke lampu
2,5 mm2. Semua sambungan kabel harus terlindungi dan tertutup. Pemasangan jaringan
pada dinding harus dimasukan pada pipa kondoit 5/ ” . Instalasi pipa kondoit dan T. Dos
8
harus sudah dipasang sebelum pekerjaan plesteran dinding dikerjakan. Pemasangan stop
kontak dan saklar harus kuat dan rapi sehingga pada saat digunakan tidak terjadi
pergeseran atau tercabut yang dapat mengakibatkan terjadinya arus pendek serta dapat
membahayakan pengguna bangunan. Semua bahan yang dipergunakan pada bangunan
ini harus yang berkualitas baik standart SNI seperti : Saklar, Viting dan stop kontak merek
Vimar/Broco. Pekerjaan dapat diterima apabila sesuai dengan rencana yang disyaratkan
dan instalasi dapat berfungsi dengan baik lampu dapat dinyalakan.
Instalasi stop kontak untuk AC stop kontak dipasang di atas dekat lubang untuk slang ac.
4.13.Pembuatan Lubang pipa AC pvc 3"
Untuk kerapian dalam pemasangan ac maka perlu disiapkan lubang untuk pipa ac dengan
menggunakan pipa PVC 3”
4.14. Pembongkaran & Pasang kembali AC
Untuk keleluasaan pelaksanaan pekerjaan maka ac yang terpasang harus dibongkar
dahulu. Dan kalau pekerjaan sudah selesai harus dipasang kembali.
V PEKERJAAN REHABILITASI DAUN PINTU & JENDELA
5.1. Membuat dan Memasang Kusen Pintu & Jendela Kayu Besi 5/10
Kusen pintu & jendela menggunakan kayu besi ukuran 5/10 cm berkualitas baik, tidak
cacat dan pecah serta tidak terdapat mata kayu. Kayu diserut halus dan rata serta siku-
siku. Sisi kayu Kusen yang menempel pada tembok harus diberi alur dan besi angker
secukupnya, sedang kaki Kusen diberi sepatu/neut campuran 1pc : 2psr : 3krl. Bentuk
serta ukuran Kusen disesuaikan dengan gambar atau petunjuk pengawas/direksi;
5.2. Membuat dan Memasang Daun Pintu Panil Kayu Kls. I
Membuat & Memasang Daun Pintu Panil Kayu Klas I. Bahan pintu panil kayu dari papan
kayu Klas I yang berkualitas baik serta tidak terdapat cacat atau pecah. Daun pintu dari
papan tebal 4 cm diserut halus, rata serta rapi dan rapat pada setiap sambungan, baik
bingkai maupun daun pintunya. Bentuk dan ukuran serta penempatan pintu panil
disesuaikan dengan gambar dan petunjuk pengawas atau Direksi.
5.3. Membuat dan Memasang Daun Pintu dan Jendela Panil Kaca tb. 5 mm
Membuat & Memasang Daun Pintu dan Jendela Panil Kaca 5 mm. Bahan pintu panil kayu
dari papan kayu klas I yang berkualitas baik serta tidak terdapat cacat atau pecah. Daun
pintu dari papan tebal 4 cm diserut halus, rata serta rapi dan rapat pada setiap
sambungan, baik bingkai maupun daun pintunya. Kaca dipotong sesuai ukuran dan
dipasang dengan menggunakan sealant agar kaca tidak goyang. Bentuk dan ukuran serta
penempatan pintu disesuaikan dengan gambar dan petunjuk pengawas atau Direksi.
Rangka jendela menggunakan kayu klas I yang berkulitas baik, tidak cacat/pecah-pecah,
kayu diserut halus, rata, dan siku. Tebal kayu bingkai jendela 3 cm, tebal kaca 5 mm kaca
bening bentuk dan ukuran sesuai dengan gambar kerja.
5.4. Membuat dan Memasang D.Pintu Panil Kayu Besi lps tipleks Alluminium
Bahan pintu panil kayu dari papan kayu klas I yang berkualitas baik serta tidak terdapat
cacat atau pecah lapis Tripleks Alluminium. Daun pintu dari papan tebal 4 cm diserut
halus, rata serta rapi dan rapat pada setiap sambungan, baik bingkai maupun daun
pintunya. Bentuk dan ukuran serta penempatan pintu panil lapis seng disesuaikan dengan
gambar dan petunjuk pengawas atau Direksi.
5.5. Pasang Kaca mati kaca bening 5 mm
Pasang Kaca Mati Riben Tebal 5 mm bentuk dan ukuran sesuai gambar rencana.
5.6. Pasang Jalusi Kaca bening 5 mm
Kaca bening tebal 5 mm dipakai untuk ventilasi km/wc; bentuk dan ukuran sesuai gambar
rencana.
5.7. Pasang Papan Jalusi Kayu Besi 2/10
Jalusi dari papan kayu Besi tebal 2 cm lebar 10 cm berkualitas baik, diserut halus dan rapi.
Pemasangan jalusi dengan cara mendatar (horizontal) maupun vertikal dengan mengikuti
gambar/petunjuk, penempatan sesuai dengan gambar.
5.8. Kunci Pintu Tanam Biasa
Setiap daun pintu di pasang 1 buah kunci pintu tanam biasa 2 slaag berkualitas baik.
5.9. Engsel Pintu
Setiap daun pintu di pasang 3 buah engsel pintu kuningan anti karat. Dengan ukuran
5x3x3 yaitu panjang 12, 5 cm lebar 3 cm dan tebal 3 mm.
5.10. Engsel Jendela
Setiap daun jendela & ventilasi hidup di pasang 2 buah engsel jendela. Berkualitas baik
tahan karat ukuran 3x2.5x2.5 yaitu panjang 7,5 cm lebar 2,5 cm dan tebal 2,5 mm.
5.11. Spring Knip Jendela
Setiap daun jendela di pasang 1 buah spring knip/grendel jendela/slot kodok.
5.12. Grendel Pintu Besar
Setiap daun pintu 2 daun salah satu pintu di pasang 2 buah grendel pintu sebaiknya pintu
tanam dipasang dari sebelah tebal daun pintu. 610 yaitu 15 cm untuk bawah 25 cm untuk
atas.
5.13. Tarikan Jendela
Setiap daun jendela dan ventilasi di pasang 1 buah tarikan. Bahan stain les Panjang 12 cm.
5.14. Kait Angin Jendela
Setiap Daun Jendela di pasang 2 buah kait angin jendela. Panjang 20-22 cm.
5.15. Terali Besi Ulir
Terali besi, bahan besi ulir khusus untuk terali dan bingkai dari besi setrip berstandart SNI,
bentuk dan ukuran sesuaikan gambar kerja. Penempatan sesuai petunjuk pengawas.
5.16. Pasang Has Nyamuk Alumunium
Bahan yang di gunakan dari kawat alumunium dan papan kayu klas II tebal 1 cm yang
dipotong lebar 2 cm dicat warna hijau untuk bingkai. Setiap ventilasi/jalusi salah satu
bagian luar atau bagian dalam ruangan dipasang has nyamuk
5.17. Pengecatan Kusen, Daun Pintu, Jendela dan Jalusi
Sebelum dicat permukaan kayu yang akan dicat dengan cat kilap, harus terlebih dahulu
dibersihkan dan diamplas kayu hingga permukaan halus. Jika terdapat Lubang/pori yang
besar terutama pada sambungan-sambungan kayu harus ditutup dengan dempul setelah
kering di digosok dengan amplas sampai halus dan rata. Sesudahnya dicat meni, setelah
kering diplamur demikian seterusnya kemudian dicat satu sapuan sebagai dasar.
Kemudian pada tahap kedua pengecatan diulangi dari awal sampai seluruh permukaan
yang telah dicat pada tahap pertama, dan lapisan terakhir sebagai finishing dilakukan
untuk memperhalus permukaan pengecatan. Untuk pekerjaan pengecatan kusen dan
papan jalusi dicat. Cat yang digunakan cat kilap kayu warna hijau dan untuk Daun Pintu
Jendela Cat yang digunakan cat kilap kayu warna putih.
VI REHABILITASI KM/WC
6.1. Pembersihan Keramik Km/Wc dg. Forstex
Dinding Keramik Km/Wc dibersihkan sampai bersih, pembersihan dilakukan dengan
menggunakan porstex;
6.2. Perbaikan bak air
Perbaikan Bak air nut ulang pada pasangan keramik agar tidak bocor.
6.3. Pasang klosed jongkok
Km/Wc menggunakan klosed jongkok porselin. Pemasangan klosed sebelah kiri bak
mandi. Tinggi pemasangan 20 cm dari lantai km/wc.
6.4. Membuat bak air batu tela lapis keramik 65x70x75
Dibuat dari pasangan batu tela yang 2 belah menggunakan dinding. Bagian dalam bak
sebelum dipasang keramik diplester Camp. 1pc : 2psr untuk menghindari kebocoran.
Lantai bak menggunakan keramik 20x20 cm dan dinding bak menggunakan keramik
20x25 sesuai dengan keramik dinding dan lantai km/wc. Bak air dilengkapi dengan floor
drain bak air.
6.5. Pasang Keramik Lantai KM/WC 20x20
Pas. Keramik Km/Wc 20x20. Keramik sebelum dipasang direndam air dahulu, agar jenuh
terhadap air/tidak cepat menyerap air campuran spesi sehingga menyulitkan
pemasangan.
6.6. Pasang Keramik Dinding KM/WC 20x25 Tg. 150 cm
Pas. Keramik Dinding Km/Wc 20x25 Tg.150. Dinding km/wc dipasang keramik dinding
20x25 cm dengan tinggi 150 cm. Keramik sebelum dipasang direndam air dahulu, agar
jenuh terhadap air/tidak cepat menyerap air campuran spesi sehingga menyulitkan
pemasangan.
6.7. Pasang Instalasi Air Bersih Pipa PVC ½"
Untuk pipa air bersih menggunakan pipa PVC ½" type AW digunakan pada sambungan
dari pipa PVC ¾" ke kran untuk pemasangan pipa yang ditanam pada dinding
dilaksanakan sebelum plesteran dikerjakan.
6.8. Pasang Instalasi Air Kotor Pipa PVC 2"
Pembuangan air kotor dari kamar dan dari washtafel menggunakan pipa PVC Ø 2" Type
AW.
6.9. Pasang Kran Air ½"
Pemasangan kran air bersih berukuran ½" berlabel SNI yang terbuat dari kuningan atau
baja tahan karat. Jumlah & posisi pemasangan bisa dilihat digambar.
6.10. Pasang Flour Draine
Pemasangan flour draine pembuangan air kotor dipasang pada setiap km/wc 1 buah.
Floor drain berbahan dari metal berlabel SNI. Jumlah & posisi pemasangan bisa dilihat
digambar.
6.l1. Meja Beton 60x80x590 + Daun Pintu Panil
Meja beton bertulang, kaki meja menempel pada dinding sedangkan bagian tengah kaki
meja berupa konstruksi dinding batu tela 1pc : 3psr, lantai meja menggunakan beton
bertulang dengan tebal 10 cm mutu beton K-200 dengan tulangan memanjang dan
melintang menggunakan besi Ø 10 mm. Meja beton bagian atas dan samping dilapis
dengan granit 60 cm x 60 cm. Bagian pinggir meja kiri dan kanan diberi lubang untuk
dudukan washtafel stainless stheel 1 lubang 2 buah. Bagian tengah bawah meja beri kusen
dan pintu panil kayu dilengkapi dengan asesories daun pintu almari untuk penyimpanan
barang. Lantai bawah dinaikkan 5 cm dari lantai bangunan. Bentuk dan ukuran sesuai
dengan gambar rencana.
6.12. Meja Beton 60x80x300 + Daun Pintu Panil
Meja beton bertulang, kaki meja menempel pada dinding sedangkan bagian tengah kaki
meja berupa konstruksi dinding batu tela 1pc : 3psr, lantai meja menggunakan beton
bertulang dengan tebal 10 cm mutu beton K-200 dengan tulangan memanjang dan
melintang menggunakan besi Ø 10 mm. Meja beton bagian atas dan samping dilapis
dengan granit 60 cm x 60 cm. Bagian pinggir kiri meja diberi lubang untuk dudukan
washtafel stainless stheel 2 lubang 1 buah. Bagian tengah bawah meja beri kusen dan
pintu panil kayu dilengkapi dengan asesories daun pintu almari untuk penyimpanan
barang. Lantai bawah dinaikkan 5 cm dari lantai bangunan. Bentuk dan ukuran sesuai
dengan gambar rencana.
6.13. Almari Gantung 38x60x200
Almari gantung terbuat dari kayu papan klas I tebal 3 cm dengan ukuran lebar 38 cm
tinggi 60 cm dan panjang 200 cm. Dengan finishing di politur. Dipasang dengan dinabol
diperkuat dengan besi siku. Penempatan sesuai petunjuk direksi.
6.14. Meja Mikroskop 60x80x120
Meja mikroskop terbuat dari kayu klas I dengan ukuran lebar 60 cm tinggi 80 cm dan
panjang 120 cm dan bagian atas papan meja dilapis dengan granit 60x60.
6.15. Pasang Washtafel Porselin
Pemasangan wastafel dari porselin pabrikasi dilengkapi dengan aksesorisnya.
6.16.Pasang Washtafel Zengk 1 lubang
Pemasangan washtafel zink 1 lubang berlabel SNI Jumlah & posisi pemasangan bisa dilihat
digambar.
6.17. Pasang Washtafel Zengk 2 lubang
Pemasangan washtafel zink 2 lubang berlabel SNI Jumlah & posisi pemasangan bisa dilihat
digambar.
6.18. Pasang Krans Air Wastavel
Pemasangan kran air bersih berukuran ½" berlabel SNI yang terbuat dari kuningan atau
baja tahan karat. Jumlah & posisi pemasangan bisa dilihat digambar. Jenis kran air untuk
washtafel yang lentur/mudah buka tutupnya.
6.19. Perbaikan saluran dari klosed ke septitank
Memperbaiki arah saluran dari pot wc ke septitank. Serta pembuangan air kotor dibuang
kedalam septitank.
VII REHABILITASI TERAS & RABAT
7.1. Galian Tanah Pondasi
Galian tanah untuk pondasi harus dibuat lebih lebar dari ukuran yang sudah ditentukan
dalam gambar, dimaksudkan untuk memudahkan pelaksanaan pemasangan pondasi.
7.2. Pasangan batu kali/gunung camp. 1pc : 4psr u/pondasi
Pasangan Batu Kali/Karang/Gunung 1pc : 4psr. Pondasi batu kali/karang /gunung
campuran 1pc : 4psr dilakukan sesuai dengan ukuran yang disyaratkan. Digunakan untuk
pondasi rabat dan saluran keliling bangunan. Material batu yang dipakai harus bersih,
kuat dan mempunyai panjang ± 1½ kali lebarnya. Pasir yang digunakan harus bersih dari
segala kotoran, lumpur dan humus, sedangkan semen yang dipakai semen Portland.
7.3. Urugan Pasir Bawah lantai & celah pagar
Pekerjaan urugan ini untuk mengurug peninggian lantai dari bekas galian dengan
menggunakan tanah bekas galian terbebas dari kotoran, dilaksanakan lapis demi lapis
setiap 20 cm dipadatkan dengan alat pemadat stamper.
7.4. Cor Beton Tumbuk K-100 untuk lantai dan celah pagar
Untuk mendapatkan lantai yang rata dan kuat pada saat pengurugan tanah maupun
urugan pasir harus benar-benar padat dan disiram dengan air dan dipadatkan.
Pengecoran lantai menggunakan Beton Tumbuk K-100 campuran 276 kg pc : 826 kg
psrbt : 1.012 kg krlbt : 215 ltr air dengan ketebalan yang disyaratkan. Pada saat
pengecoran sangat diperlukan laveling agar pada saat pasang penutup lantai tidak terjadi
pembobokan.
7.5. Pasang Penutup Lantai Granit 60 x 60
Penutup lantai Granit 60x60 cm. Merk granit garuda Santa FE MED Cream atau yang
sekelas dengan Garuda/lebih tinggi. Menentukan level ketinggian lantai dengan selang
dan waterpass diusahakan tidak ada bobokan lantai kerja dan ketinggian pintu tidak
berdampak dalam menentukan ketinggian lantai. Dan paling berpengaruh menentukan
titik awal pemasangan granit ditentukan tengah-tengah pintu utama bangunan dan
dimungkinkan kalau ada potongan kecil dibagian dinding. Adukan semen dan pasir
dengan kadar air yang tidak terlalu lembek, supaya adukan tidak muntah melalui sela-sela
nat yang mengakibatkan posisi nat yang kotor jorok dan tidak sama ukuran nat granit.
Kwalitas granit yang dipasang sekelas merk Garuda.
7.6. Pasang Konopi baru
Pemasangan Kanopi baru rangka menggunakan besi kotak 4x4 dan 2x4 untuk reng
penutup kanopi menggunakan spandek galvalum 0,30 mm panjang 1 m. Pemasangan
sesuai dengan petunjuk gambar atau direksi.
7.7. Plesteran Saluran dan Pondasi yg Kelihatan 1Pc: 3Psr Tebal = 15 mm
Yang dimaksud Plesteran Pondasi dan Saluran yang Kelihatan 1Pc : 4Psr di kanan kiri
depan belakang bangunan yaitu campuran plesteran 1Pc : 4Psr tebal 15 mm, sedangkan
Pondasi dan Saluran yang Kelihatan yaitu bagian dalam saluran dan bagian luar yang
kelihatan diplester. Dipasang dengan ukuran yang sudah ditentukan/mengikuti petunjuk
pengawas dilapangan.
7.9. Acian celah pagar
Acian pasta semen ini diperuntukan untuk menutup cor celah pagar agar air tidak
merembes kedalam ruang. Dengan dibuat kemiringan air mengalir keluar.
VIII PEKERJAAN BANGUNAN B
8.1. Mengikis dan Mengerok Cat Dinding Lama
Pekerjaan rehabilitasi dinding ini meliputi mengikis/mengerok dinding bagian luar, yaitu
mengupas/membersihkan cat lama dengan sikat besi baik manual menggunakan sikat
gurida agar cat terkelupas;
8.2. Acian Dinding dengan mortar
Dinding lama yang dikerok diaci dengan acian pasta semen dengan bahan semen
dicampur air secukupnya, pengacian dilakukan di permukaan plesteran sampai halus dan
rata agar pada rata dan terlihat rapi.
8.3. Pengecatan Dinding
Untuk semua dinding dicat dengan cat tembok berkualitas baik dengan warna putih.
Sebelum dicat, permukaan dinding dibersihkan dari kotoran dan diplamur terlebih dahulu
agar rata dan halus tidak terlihat retak-retak rambut pada acian. Pada sudut-sudut
dinding/kamar pengecatan dilakukan dengan menggunakan kuas ijuk sehingga lubang
atau pori-pori dapat terjangkau dan tertutup cat secara merata sebanyak 3 kali hingga
benar-benar merata dan tidak terlihat belang-belang lagi. Yang dimaksud dengan
pengecatan tiga kali sapuan adalah, pada pengecatan awal permukaan dinding dilakukan
secara merata pada seluruh bagian permukaan Kemudian pada tahap kedua pengecatan
diulangi dari awal sampai seluruh permukaan yang telah dicat pada tahap pertama, dan
lapisan terakhir sebagai finishing dilakukan untuk memperhalus permukaan pengecatan.
Dinding bagian dalam menggunakan cat interior dan untuk dinding bagian luar
menggunakan cat exterior.
8.4. Pengecatan Kilat Kayu Lisplank, Kusen & daun pintu jendela
Sebelum dicat permukaan kayu yang akan dicat dengan cat kilap, harus terlebih dahulu
dibersihkan dan diamplas kayu hingga permukaan halus. Jika terdapat Lubang/pori yang
besar terutama pada sambungan-sambungan kayu harus ditutup dengan dempul setelah
kering di digosok dengan amplas sampai halus dan rata. Sesudahnya dicat meni, setelah
kering diplamur demikian seterusnya kemudian dicat satu sapuan sebagai dasar.
Kemudian pada tahap kedua pengecatan diulangi dari awal sampai seluruh permukaan
yang telah dicat pada tahap pertama, dan lapisan terakhir sebagai finishing dilakukan
untuk memperhalus permukaan pengecatan. Untuk pekerjaan pengecatan kusen dan
papan jalusi dicat. Cat yang digunakan cat kilap kayu warna hijau dan untuk Daun Pintu
Jendela Cat yang digunakan cat kilap kayu warna putih.
8.5. Pengecatan Ulang Plafond
Plafond bagian luar sebelum dicat dibersihkan dulu dari debu dan kotoran. Selanjutnya
dicat menggunakan cat tembok warna putih.
8.6. Perbaikan dak teras
Dak teras bocor dan berlumut dibersihkan dan ditambal supaya tidak bocor dan diaci
ulang bagian atas.
IX PEKERJAAN LAIN-LAIN
A. Perbaikan tempat parkir dan Penataan halaman
9.1. Pasang Plafond PVC lebar 20 cm, tebal 8 mm
Plafond bangunan menggunakan jenis PVC tbl. 8 mm lbr. 20 cm warna putih polos.
Pemasangan plafond harus rapat, kuat dan rata diperkuat dengan skrop secukupnya.
9.2. Pasang List Plafond PVC
Pasang List Plafond PVC dipasang terlebih dulu sebelum plafond dipasang sistem
pemasangan sistem klick dan dipasang mengikuti setiap sudut plafond dan diperkuat
dengan menggunakan skrop
9.3. Pasang Lisplang Papan Kayu Besi 2 x 2/15
Pasang Papan Lisplank Papan Kayu Besi 2x 2/15. Lisplank dibuat dari papan kayu besi
2/15 cm berkualitas baik diserut halus dan rapi. Penyambungan papan memanjang
menggunakan sistim ekor burung, sedangkan lebar dengan overlaf 5 cm sehingga
mendapatkan lebar 25 cm;
9.4. Pasang Top Geuvel Spandex Galvalum 0,30 mm
Penutup Top Geuvel menggunakan Spandek Kotak 0,30 mm, tidak berkarat dan tidak
terlipat. Pemasangan atap diatur sedemikian rupa, ditimbang dengan menggunakan tali
nilon sehingga rata serta sambungan atap arah samping / melebar minimal 1½ kotak, dan
arah tegak sambungan atap bagian atas dan bawah minimal 10 cm. Kotak atap harus
sejajar membujur, pemasangan harus rapat dengan menggunakan paku seng secukupnya.
Setiap paku seng diberi ring karet sebelum pemakuan atap.
9.5. Perbaikan tiang bangunan parkir
Salah satu tiang ada yang keropos dipotong disambung dengan yang baru dengan kayu
besi 10x10.
9.6. Pengecatan kayu yang kelihatan tempat parkir
Sebelum dicat permukaan kayu yang akan dicat dengan cat kilap, harus terlebih dahulu
dibersihkan dan diamplas kayu hingga permukaan halus. Jika terdapat Lubang/pori yang
besar terutama pada sambungan-sambungan kayu harus ditutup dengan dempul setelah
kering di digosok dengan amplas sampai halus dan rata. Sesudahnya dicat meni, setelah
kering diplamur demikian seterusnya kemudian dicat satu sapuan sebagai dasar.
Kemudian pada tahap kedua pengecatan diulangi dari awal sampai seluruh permukaan
yang telah dicat pada tahap pertama, dan lapisan terakhir sebagai finishing dilakukan
untuk memperhalus permukaan pengecatan. Untuk pekerjaan pengecatan Lisplank, tiang
dan kuda-kuda dicat. Cat yang digunakan cat kilap kayu warna hijau.
9.7. Pembuatan besi penutup saluran
Pembuatan besi untuk penutup saluran bahan besi Ø 12mm dengan besi siku 5x5x4. Besi
dipotong sesuai dengan gambar dan dilas dengan besi siku untuk pengakunya/penjepit.
Penempatan sesuai gambar/petunjuk direksi.
9.8. Urugan Peninggian Halaman
Pekerjaan urugan ini untuk mengurug peninggian halaman. Peninggian dan pemadatan
halaman ini harus dilevel sebelum pemasangan paving. Yang sangat diperlukan
pemadatan dalam hal ini dikarenakan sering dilewati kendaraan agar tidak terjadi
penurunan. Pemadatan dilaksanakan lapis demi lapis setiap 20 cm dipadatkan dengan alat
pemadat stamper.
9.9. Pasang Paving Block
Pemasangan Paving Block Jenis Segi 6, pemasangan dilakukan setelah lahan disiapkan,
pemasangan paving block permukaannya harus rata dan padatkan, minimal dipadatkan
dengan stamper dilevel sehingga ketinggian dan kepadatan yang disyaratkan. Ketinggian
perlu diperhitungkan agar arah aliran air ketempat yang diarahkan. agar terlihat rapi,
serta pada celah-celah setiap paving block diisi pasir halus yang telah diayak.
9.10. Perbaikan dan Pasang kembali Paving Block
Perbaikan dan Pasang kembali Paving Block dimaksudkan yaitu Paving Block yang lama
dibongkar ditinggikan sesuai yang disyaratkan. Hasil bongkaran paving yang layak
dipasang kembali.
9.11. Perbaikan, Pengecatan & Pemindahan Kanopi
Pemindahan kanopi sebelum dipasang kembali maka diperbaiki dan dicat kembali.
9.12.Pembersihan sisa bahan bangunan dan Akhir
Pekerjaan pembersihan akhir yaitu membersihkan bangunan kaca dan lantai dari bekas
ceceran cat. Sedangkan diluar membuang bahan dari sisa bekas bongkaran atau sisa bahan
bangunan sehingga diserahkan dalam keadaan bersih dan lengkap.
Catatan :
Mutu Beton (K-100) mutu f’c = 7,4 Mpa K-100, slump ( 12+-2 +)cm, w/c = 0,87
dalam 1 M3 material yang dibutuhkan :
Semen portland 276 kg
Pasir beton 826 kg
Kerikil (maks. 30mm) 1.012 kg
Air 215 ltr
Mutu beton (K-200) mutu f’c = 16,9 MPa, slump (120 ± 20) mm, w/c = 0,61
dalam 1 M3 material yang dibutuhkan :
Semen portland 352 kg
Pasir beton 731 kg
Kerikil (maks. 30mm) 1.031 kg
Air 215 ltr
Pemasangan Pondasi Batu Kali/Karang/Gunung 1Pc : 4Psr dalam 1 M3 material
yang dibutuhkan :
Batu belah 1,20 m3
Semen portland 163 kg
Pasir pasang 0,52 m3
Plesteran Dinding 1Pc : 3Psr Tebal = 15 mm dalam 1 M2 material yang dibutuhkan
:
Semen portland 7,776 kg
Pasir pasang 0,23 m3
Plesteran Dinding 1Pc : 4Psr Tebal = 15 mm dalam 1 M2 material yang dibutuhkan
:
Semen portland 6,240 kg
Pasir pasang 0,24 m3
V. PEKERJAAN FINISHING/PENYELESAIAN AKHIR
1. Pekerjaan yang tidak termasuk dalam syarat teknis akan dijelaskan dalam penjelasan pekerjaan
(Aanwijzing) serta disesuaikan dengan volume bouwheer (pemberi tugas).
2. Penyedia Jasa yang mengikuti pelelangan dianggap sanggup melaksanakan sesuai gambar, syarat
teknis dan Berita Acara Aanwijzing beserta perintah direksi dan pemberi tugas secara lisan
maupun tertulis.
3. Penyedia Jasa wajib memelihara pekerjaan hingga sampai saat pemeriksa datang dan sanggup
melengkapi kekurangan yang ditemukan dalam pemeriksaan tersebut.
4. Pekerjaan finishing adalah merupakan pekerjaan akhir yang menjadi kewajiban Penyedia Jasa
untuk melakukan pembersihan lakosi pekerjaan termasuk pemeliharaan jika terdapat
kerusakan-kerusakan pada semua bagian pekerjaan yang telah dilaksanakan. Jalan umum dan
atau halaman rumah penduduk yang mengalami kerusakan akibat pelaksanaan pekerjaan
menjadi tanggung jawab penyedia jasa untuk memperbaikinya. Segala biaya yang ditimbulkan
dari perbaikan-perbaikan itu adalah merupakan tanggung jawab Penyedia Jasa.
5. Apabila dalam spesifikasi teknis ini tidak disebutkan hal-hal yang dipasang, dibuat, disediakan
dan dilaksanakan tetapi dalam pelaksanaannya hal ini menjadi bagian yang nyata-nyata
dilaksanakan dan diselesaikan oleh pihak Penyedia Jasa, maka bagian pekerjaan tersebut
dianggap sudah termuat dalam spesifikasi ini dan bukan merupakan pekerjaan tambahan.
Serui, April 2024
KEPALA DINAS KESEHATAN
KABUPATEN KEPULAUAN YAPEN
Selaku Pengguna Anggaran
Merangkap Pejabat Pembuat Komitmen
KAROLUS TANAWANI, SKM. MPH.
Pembina Tk. I
N.I.P. : 19690561 199302 1 005