| Reason | |||
|---|---|---|---|
Tangguh Amerta Perkasa | 06*6**5****15**0 | Rp 2,942,407,585 | - |
| 0856619770015000 | Rp 2,996,957,290 | Tidak Menyampaikan Personel Manajerial, Peralatan dan Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) | |
| 0615610565701000 | Rp 2,937,963,909 | Personil Pelaksana yang di tawarkan Sudah digunakan oleh perusahaan lain dan telah di tetapkan sebagai pemenang pada paket pekerjaan yang lain | |
| 0014063366703000 | - | - | |
| 0029428752701000 | - | - | |
| 0415748979701000 | - | - | |
| 0023437130702000 | - | - | |
| 0316657543703000 | - | - | |
Clara Beneficia | 09*0**3****05**0 | - | - |
CV Bumintara Karya Rizki Abadi | 07*4**4****03**0 | - | - |
| 0926269499701000 | - | - | |
| 0921921284707000 | - | - | |
| 0916437528707000 | - | - | |
CV Satya Putra Perkasa | 00*4**0****02**0 | - | - |
| 0960283992952000 | - | - | |
| 0030511562701000 | - | - | |
| 0767248701703000 | - | - | |
Suryanti | 0029397486706000 | - | - |
| 0800642365701000 | - | - | |
| 0026881284706000 | - | - | |
| 0031669955701000 | - | - | |
CV Basupati Persada | 05*5**7****07**0 | - | - |
CV Kenzo | 06*5**7****13**0 | - | - |
| 0959460213542000 | - | - | |
| 0819663329701000 | - | - | |
CV Ranum Desya Perkasa | 00*0**7****03**0 | - | - |
| 0429049885707000 | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERAAN
Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mulia Baru
Kapasitas 20 Liter/Detik Perumda Tirta Pawan Ketapang
A. RUANGLINGKUP, LOKASI
1. Ruang lingkup pengadaan ini meliputi:
PEKERJAAN, FASILITAS
a.Menyediakan tenaga kerja yang ahli, bahan-bahan,
PENUNJANG
peralatan berikut alat bantu lainnya.
b.Mengadakan pengamanan, pengawasan dan
pemeliharaan terhadap bahan, alat-alat kerja
maupun hasil pekerjaan selama masa pelaksanaan
berlangsung sehingga seluruh pekerjaan selesai
dengan sempurna.
c.Pekerjaan pembersihan dan pengamanan dalam
area kerja sebelum pelaksanaan dan setelah
pembangunan.
d.Pekerjaan yang dilaksanakan adalah
Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mulia
Baru Kapasitas 20 liter/detik dengan item pekerjaan
sebagai berikut:
1. PERLENGKAPAN K3 (KESEHATAN DAN
KESELAMATAN KERJA)
2. PEMBUATAN PONDASI IPA KAPASITAS. 20
LITER/DETIK
3. PEK. PEMBANGUNAN IPA 20 L/D
4. PENGADAAN, PEK. MEKANIKALDAN
ELEKTRIKAL
2. Lokasi Pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Instalasi Pengolahan
Air (IPA) Mulia Baru Kapasitas 20 Liter/Detik Perumda Tirta Pawan
Ketapang di Kelurahan Mulia Baru Kecamatan Delta Pawan
Kabupaten Ketapang
2. Jangka Waktu Pelaksanaan Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan 90 ( Sembilan puluh hari) kalender
dengan masa pemeliharaan 365 (Tiga Ratus Enam Puluh Lima) hari
kalender
3. Tenaga Ahli 1. Pelaksana Bangunan 1 Orang
Persyaratan Minimal:
Pendidikan Minimal S1
Memiliki Sertifikat Manager Pelaksana Konstruksi Sistem Produksi
Air (SPAM) Level 6
Pengalaman dalam bidangnya ± 2 tahun
2. Petugas K3 1 Orang
Persyaratan Minimal:
Pendidikan Minimal S1
Memiliki Sertifikat Sertifikat pelatihan keselamatan konstruksi
B. Susunan kelengkapan persyaratan yang harus
dilampirkan untuk masing- masing personil dengan urutan
sebagai berikut:
1) Daftar Riwayat hidup/Pengalaman Kerja.
2) Surat Pernyataan Tenaga Ahli/inti Perusahaan untuk
bekerja penuh pada paket pekerjaan ini.
3) Scan Ijazah terakhir.
4) Scan SKA/SKT yang masih berlaku.
5) Scan KTP.
4. Peralatan memiliki kemampuan untuk penyediakan peralatan utama
untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi ini, yaitu :
Concrete Mixer (0.3 – 0.6 m3) 2 unit
Mesin Las 3 unit
Genset 20 KVA 2 unit
Pick up kapasitas 2-4 m³ 1 Unit
Drop Hammer 1 Unit
Chain hook 2 Unit
5. Spesifikasi Teknis A. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Penentuan Lokasi Pekerjaan
Tahapan ini dilakukan untuk menentukan dimana lokasi
pembangunan yang akan dilaksanakan nantinya dan juga dalam
pekerjaan ini akan ditentukan ketinggian lantai yang akan
dilaksanakan. Tahapan ini dilakukan bersama-sama dengan Direktur
Perumda Tirta Pawan, Kontraktor Pelaksana, dan Konsultan
Pengawas
2. Papan Nama Proyek
Papan Nama Proyek akan dibuat dan dipasang pada awal
pelaksanaan kegiatan. Papan Nama Proyek ini dibuat banner dengan
ukuran 100 x 120 cm, ditopang kayu kaso (5/7) kelas 2 (borneo)
dengan tinggi 250 cm dari permukaan tanah dan dicat dasar warna
yang sesuai dan huruf cetak berwarna hitam yang berisi informasi
mengenai cakupan kegiatan yang akan dilaksanakan, antara lain :
Nama Kegiatan
Pekerjaan yang harus dilaksanakan Biaya pekerjaan/ nilai
kontrak
Sumber dana
Jangka waktuPelaksanaan
Nama penyedia jasa
Papan nama proyek dipasang pada lokasi yang mudah dilihat.
3. Biaya Penerapan SMKK
1. Penyiapan RKK
a. Pembuatan Dokumen Rencana
Sebelum kegiatan dilaksanakan Konsultan Perencana telah
menyiapkan Dokumen Perencanaan yang dibutuhkan.
b. Keselamatan Kerja Konstruksi
Sebelum kegiatan dilaksanakan konsultan perencana telah
membuat Identifikasi Bahaya dan Penetapan Pengendalian
Risiko.
c. Pembuatan Prosedur dan Instruksi Kerja.
Pembuatan Prosedur dan Instruksi kerja dilakukan oleh
Direktur Perumda Tirta Pawan yang telah dicantumkan dalam
penandatangan kontrak.
2. Sosialisasi Keselamatan Kerja
Spanduk Banner (0,75 x 3.0) m Spanduk Banner dengan ukuran 0,75
x 3,00 m bertuliskan “UTAMAKAN KESELAMATAN KERJA”
4. Pembersihan lapangan
Membersihkan areal pekerjaan sesuai dengan rencana yang ada
dengan cara membersihkan lokasi sebelum pelaksanaan pekerjaan
dimulai.
5. Kesiapan Alat Pelindung Kerja (APK) dan Alat Pelindung Diri
(APD) :
a. Topi Pelindung (Safety Helmet)
Salah satu APD yang digunakan untuk melindungi kepala dari
benturan, pukulan, maupun benda keras yang jatuh adalah Helm
keselamatan atau safety helmet. Helm yang baik untuk digunakan
adalah yang tahan terhadap panas, tidak mudah terbakar, tahan
terhadap percikan bahan kimia, tidak menyerap air, dan kuat
terhadap suhu yang ekstrim.
Ada banyak jenis helm yang bisa digunakan sebagai alat pelindung
diri. Kualitas helm yang digunakan bisa disesuaikan dengan
kebutuhan dan resiko pekerjaan yang dilakukan. Untuk pekerjaan
dengan risiko yang tinggu tentu akan membutuhkan kualitas helm
terbaik. Jika resiko pekerjaan relatif lebih rendah, pekerja bisa
memakai topi ataupun penutup kepala untuk pelindung.
b. Pelindung Pernafasan dan Mulut (Masker)
Salah satu alat pelindung pernafasan yang bisa digunakan oleh
pekerja adalah masker. Sebagai pelindung organ pernafasan alat
ini berfungsi untuk menyaring polusi udara yang membahayakan
seperti debu, bahan kimia, mikro-organisme, uap, asap, maupun
gas beracun.
Ada banyak jenis masker yang dapat digunakan. Hal ini tergantung
kebutuhan dan seberapa bahaya udara yang tercemar dalam
tempat kerja.
c. Body Hernes
Body Hernes harus dipakai pekerja pada saat berada di ketinggian
diatas 1,8 m.
d. SarungTangan (Safety Gloves)
Sarung tangan juga menjadi salah satu alat perlindungan diri yang
penting untuk digunakan saat bekerja. Alat ini berfungsi sebagai
pelindung jari-jari maupun bagian tangan dari resiko cidera yang
disebabkan oleh banyak hal, misalnya terbakar api, suhu
panas/dingin, arus listrik, bahan kimia, goresan benda tajam, zat
kimia, maupun bakteri.
Ada banyak jenis sarung tangan yang bisa digunakan untuk
keamanan kerja. Dari setiap jenis yang ada terbuat dari material
yang berbeda juga, penggunaanya pun juga menyesuaikan
kebutuhan.
Beberapa sarung tangan keselaman kerja yang dijual di pasaran
ada yang terbuat dari logam, kain, kulit, kanvas, plastik, karet dan
bahan lain yang aman dari bahan kimia.
e. Sepatu Keselamatan (Safety Shoes)
Sepatu boot menjadi salah satu alat perlindungan diri yang dibuat
khusus untuk melindungi kaki dari timpaan benda berat maupun
cairan panas, tusukan benda tajam, bahan kimia berbahaya dan
juga terhindar dari permukaan licin.
Sepatu ini memang dirancang berbeda dengan sepatu biasa.
Bentuknya yang lebih tinggi untuk mengamankan kaki, sepatu ini
mampu memberi perlindungan yang lebih maksimal jika dibanding
dengan sepatu biasa.
f. Rompi
Rompi kerja merupakan APD yang biasanya terbuat dari kain
bahan polyester dan dilengkapi dengan reflector atau pemantul
cahaya. Adapun fungsi rompi kerja adalah sebagai identitas
pekerja, mengurangi resiko kecelakaan, dan dapat terlihat jelas
saat bekerja di malam hari.
g. Kacamata Las
Menjadi alat pelindung diri mutlak dalam pelaksanaan pekerjaan
pengelasaan tangki IPA berbahan besi
h. Sarung Tangan Las
Menjadi alat pelindung diri mutlak yang harus dikenakan dalam
proses kerja pengelasan
6. Personil K3
Petugas K3 Konstruksi
Petugas K3 Konstruksi wajib mempunyai sertifikat pelatihan
keselamatan konstruksi.
7. Fasilitas, Sarana dan Prasarana Kesehatan
a. Peralatan P3K (Kotak P3K, Obat Luka, Perban dll)
Yang diperlukan untuk Kotak P3K berupa : Kapas, perban, obat
luka, alkohol 70% dll) harus disediakan oleh Kontraktor Pelaksana.
b. Penampung Air dan pencuci tangan (Sabun cair)
Agar kesehatan para pekerja tetap terjaga, kontraktor harus
menyediakan Tandon air dan pencuci tangan.
c. Untuk Prasarana Kesehatan bagi tenaga kerja menggunakan
puskesmas, klinik ataupun rumah sakit terdekat.
8. Rambu – rambu yang diperlukan :
a. Rambu Informasi
Rambu K3 untuk informasi biasanya dikelompokan menjadi 4
warna utama yang masing-masing warna mewakili instruksi yang
berbeda. Warna-warna tersebut adalah:
Kuning (Caution/Waspada)
Biru (Notice/Perhatian)
Merah (Danger/Bahaya)
Hijau (Emergency/Safety)
9. Lain – Lain terkait Pengendalian dan Keselamatan Konstruksi :
a. Pita Pengaman
Pita pengaman / barricade tape/ police line merek Nankai.
Lebar pita 2 inci atau 5 cm dengan Panjang per rol nya adalah
300 meter.
Pita Pengaman biasa digunakan sebagai pita pembatas atau
garis pembatas pada lokasi proyek / lokasi konstruksi / lokasi
yang ingin di batasi (restricted area) agar mudah terlihat
sehingga orang berhati-hati dan tidak masuk. Miripnya
menyerupai garis polisi, tetapi ini BUKAN garis polisi. Pita
Pengaman digunakan pada kegiatan konstruksi/ lokasi
perbaikan. Pita Pengaman Warna kuning hitam dengan strip
menyamping dan berbahan plastik polipropilene.
B. PEKERJAAN INTI
1. PEKERJAAN SIPIL
a. Pekerjaan Tanah
1. Pek. Galian Tanah Untuk Konstruksi
Penggalian dilakukan sesuai dengan gambar rencana pondasi
dan telah mendapat persetujuan dari pengawas. Bidang
horizontal galian tanah harus mempunyai jarak yang lebih besar
dari lebar pondasi, hal ini berfungi untuk memungkinkan
pemasangannya, penopangan dan lain-lain. Kedalaman galian
harus sesuai dengan gambar rencana. Tanah hasil galian
ditumpuk ditempat yang telah ditentukan oleh pengawas, jika
akan dipakai kembali.
Adapun metode pelaksanaan pekerjaan galian pondasi adalah
sebagai berikut :
Menyiapkan lahan yang akan digali dengan memberi patok
dan bowplank pada area tanah asli yang akan digali dan diberi
tanda berwarna / dicat
Menentukan lebar & kedalaman galian tanah yang akan digali
yang mengacu pada bowplank
Membuat garis bantu dengan tali yang diikatkan pada
bowplank untuk kerapian dan kelurusan galian tanah agar
dimensi pondasi terpenuhi
Menyiapkan bak ukur yang standar untuk mengukur
kedalaman dari galian tanah
Bagian tanah yang digali adalah Pondasi beton yang
dilakukan dengan menggunakan tenaga manusia (Man
Power) Galian pondasi digali dengan ketentuan ukuran sesuai
kebutuhan pas. pondasi kearah memenjang /sejajar arah lajur
memanjang dan melintang bangunan Ex. Galian ditempatkan
sementara disisi lubang galian dan kemudian diangkut keluar
proyek dengan menggunakan pick up.
2. Pek. Urugan Pasir bawah pondasi
Urugan pasir berfungsi menstabilkan permukaan tanah asli dan
menyebarkan beban, sehingga beban yang dipikul permukaan
tanah merata. Urugan pasir bawah pondasi adalah pengurugan
yang ditempatkan di permukaan lobang fondasi yang digali.
Ketebalan urugan pasir yang dipadatkan 5 cm sesuai dengan
kondisi tanah. Satuan perhitungan urugan pasir adalah m3.
3. Pek. Urug tanah Kembali
Pek. Urugan Tanah kembali bekas galian pada lokasi yang
ditentukan sesuai dengan yang tercantum dalam Gambar.
Pekerjaan ini sepenuhnya akan kami laksanakan dengan
menggunakan Tenaga Kerja yaitu : Pekerjan dan Mandor dengan
menggunakan alat bantu yang diperlukan. Dalam pelaksanaan
pekerjaan ini, bentuk dan mutu pekerjaan harus betul-betul tepat
dan baik.
b. Pekerjaan Pondasi & Beton
Struktur paket unit instalasi pengolahan air harus Pondasi dari beton
bertulang, beton tumbuk atau pasangan batu belah sesuai dengan
daya dukung tanah setempat dimana IPA akan diletakan yang
memiliki ketentuan :
1. Pek. Pondasi Voorplate
Pondasi ini terbuat dari beton bertulang yang dibentuk seperti
telapak dan letaknya tepat sesuai rencana gambar. Dalam
proses pembuatannya memerlukan pekerjaan galian tanah,
papan bekisting, dan campuran air untuk pengecoran beton.
2. Pek. Pondasi Rolag batu bata
Dalam pekerjaan Pondasi Rollag sangat perlu memperhatikan
kesikuan dan kedataran. Pemasangan Rollag harus berjumlah
ganjil. Dalam pemasangan rollag batu tengah dipasang terakhir
sebagai pengunci. Pemasangan rollag akan rapi bila
pemasangannya dipasang tepat pada garis pertemuan dua sisi
pasangan batu yang menjadi dasar pada pemasangan rollag dan
papan penyangga ditopang kayu yang kuat SARAN. Sebaiknya
memperhatikan kedataran dan ketegakan saat pemasangan
Rollag dengan menggunakan waterpass. Penempatan bahan
dan alat harus teratur dan tidak terlalu jauh agar memudahkan
dalam penggunaannya dan tidak menggunakan waktu yang lama
Meningkatkan kerjasama dalam pengerjaan praktek.
3. Pek. Sloof
Dalam pengerjaan sloof pada bangunan proyek, pengerjaan sloof
mempunyai metode pelaksanaan sesuai dengan gambar kerja.
Berikut langkah-langkah dalam pekerjaan sloof :
Menyiapkan Papan Bekisting, Besi Beton, dan Job Mix Design
dan Job Mix Formula untuk pekerjaan sloof.
Menyiapkan sepatu kolom. Fungsinya agar bekisting tepat
berada pada titik koordinatnya sesuai dengan gambar
perencanaan. Sepatu kolom biasanya menggunakan besi
stek yang dibor pada lantai.
Melakukan perakitan besi sesuai dengan soft drawing.
Memasang bekisting sloof, jangan lupa beton decking atau
tahu beton penyangga besi tulangan. Tujuan beton decking
ini untuk menjaga jarak selimut beton agar tidak berubah
selama proses pengecoran.
Memasang sabuk sloof pada bekisting kolom untuk
memperkuat. Ukuran sloof yang digunakan relative sesuai
dengan Soft Drawing. Untuk mengunci sloof tersebut harus
menggunakan tie rod. Tie rod bisa dibuat sendiri atau membeli
yang sudah jadi. Jika ingin membuat sendiri bisa
menggunakan as drat ukuran 10 mm, besi ulir 10 mm dan plat
besi tebal 3-5 mm. Jarak sloof sangat tergantung dari jarak
pasangan kolom. Apabila jarak kolom sekitar 3-4 m maka
jumlah sabuk sloof 2 dengan jarak dibagi rata. Namun jika
jarak kolom lebih dari 4 m maka menyesuaikan dengan prinsip
semakin ke bawah jarak sabuk semakin pendek karena
bebannya lebih besar di bawah.
Memasang pipa support Untuk menjaga horizontal dari sloof
terhadap kolom.Untuk mendapatkan sloof struktur yang
sempurna, bekisting tidak boleh miring ataupun goyang saat
pengecoran Oleh karena itu pemasangan pipa support dinilai
sangat penting.
Setelah komponen bekisting dan besi serta celah bekisting
dirapatkan dan mendapatkan persetujuan dari pengawas,
maka dilakukanlah pengecoran beton sesuai dengan jenis
beton yang diinginkan.
4. Pek. Kolom Pedestal
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Kolom adalah sebagai berikut :
Tulangan pokok menggunakan besi dimater 10 mm.
Tulangan sengkang menggunakan besi diameter 8 mm
dengan jarak pemasangan 15 cm sampai 20 cm.
Tebal selimut beton yaitu jarak antara sisi luar besi tulangan
dengan permukaan beton terluar yaitu 2 cm.
Dapat menggunakan beton mutu K-200 atau yang lebih bagus
lagi.
Bekisting bisa dibuat dari papan ukuran lebar 20 cm
sepanjang 2,5 m yang banyak dijual di toko bangunan.
Umur beton normal untuk mengeras sempurna adalah 14 hari,
jadi pembongkaran beskisting bisa disesuaikan dengan umur
kuat beton.
5. Pek. Plat Lantai Untuk Alat t = 20 cm
Metode Pelaksanaan Plat Lantai untuk Alat Cathlab dengan
ketebalan 20 cm menggukanan mutu beton K – 225.
6. Pekerjaan Drainase
Pengaturan jarak ujung saluran drainage dengan tempat
pembuangan akhir (terutama saat musim hujan).
Pemasangan pipa drainase harus menghadap kebawah.
Periksa sistem pembuangan jika terkena air hujan atau
tetesan air lainnya.
c. Pekerjaan Tiang, Rangka Atap dan Atap
Dalam pengerjaan tiang untuk rumah WTP menggunakan baja IWF
yang dilas, dicat dasar dan cat finishing serta ditempatkan sesuai
dengan gambar kerja.
Dalam pengerjaan rangka kuda-kuda untuk rumah WTP
menggunakan baja IWF yang dilas, dicat dasar dan cat finishing
serta ditempatkan sesuai dengan gambar kerja, sedangkan untuk
rangka atap menggunakan CNP dengan metode baut..
Pada bangunan WTP, atap menggunakan seng galvalum
bergelombang dengan ketebalan 0,35 mm.
Metode Pelaksanaan :
a. Proses pengajuan dan persetujuan gambar kerja serta material
ke PPK
b. Proses permeriksaan kesiapan lokasi
Kebersihan dan keleluasaan area kerja
Ceklist bersama dengan pihak terkait
Cek gambar Soft drawing
d. Bordes dan tangga
Instalasi Pengolahan Air harus dilengkapi dengan bordes dan
tangga untuk operasi dan pemeliharaan. Tangga bordes terbuat dari
bahan baja yang dicat anti karat
Metode Pelaksanaa :
Pastikan permukaan yang akan dicat sudah dibersihkan dari
debu dan kotoran.
Proteksi area kerja dengan plastic atau terpal untuk
menghindari tumpahan cat.
Kemudian permukaan diberi lapisan dasar Zinc
Chromate/Anti Karat
Setelah diberi lapisan dasar, dilakukan pengecatan finish
minimal 2 (dua) lapis, Pengulangan cat dilakukan setelah
lapisan cat sebelumnya telah kering
2. PEKERJAAN IPA 20 LPD
2.1 Persyaratan umum produk IPA :
Model Unit paket IPA harus mampu menghasilkan air
sebagai air minum, sesuai Permenkes RI No
907/MENKES/SK/VII/2002 Tentang Kualitas Air Minum
Harus dipasang di atas tanah yang stabil,
Permukaan bagian luar dan dalam tidak cacat dan kedap air.
Pemilihan jenis proses pengolahan berdasarkan kualitas air
baku terutama kekeruhan dan warna.
2.2 Persyaratan teknis
2.2.1 Kualitas Air Baku
Kualitas air baku yang dapat diolah dengan IPA paket adalah
sebagai berikut :
Kekeruhan, maksimum 600 NTU atau 400 mg/L SiO ,
2
Kandungan warna asli (appearent colour) tidak melebihi dari
100 Pt Co dan warna sementara mengikuti kekeruhan air
baku,
Unsur-unsur lainnya memenuhi syarat baku air baku sesuai
Peraturan Pemerintah No.82 tahun 2000 tentang Pengelolaan
Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.
Dalam hal air sungai daerah tertentu mempunyai kandungan
warna, besi dan atau bahan organik melebihi syarat tersebut
di atas tetapi kekeruhan rendah (< 50 NTU) maka digunakan
IPA sistem DAF (Dissolved Air Flotation) atau sistem lainnya
yang dapat dipertanggung jawabkan.
Unsur Air Baku Sertifikat Paten Sederhana Alat Aerator
Ejector Pneumatik Coagulation atau EPC Pada Pengolahan
Air Bersih Berdasarkan Kementrian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual
2.2.2 Alat ukur aliran
Unit paket instalasi pengolahan air dilengkapi alat ukur aliran
untuk mengukur debit air baku dan air minum, yang dapat berupa
:
Water meter
Vnotch
Flowmeter
2.2.3 Ukuran Bak Clarifier
Ukuran unit Clarifier (Cogulasi, Flocculator, Unit sedimentasi,
Filtrasi) harus sesuai dengan perhitungan berdasarkan Revisi
SNI 19-6774-2002, Tata cara perencanaan paket unit IPA.
Dinding baja Clarifier harus diperkuat dengan baja siku atau UNP
sesuai dengan SNI 07-0070-1987 tentang baja siku sama kaki
bertepi bulat, canai panas hasil rerolling, mutu dan cara uji yang
sesuai dengan desain pabrikan IPA
2.3 Bahan dan Peralatan
2.3.1 Plat Baja
Pelat Baja harus memenuhi ketentuan berikut :
a) Plat Baja yang digunakan adalah Plat baja hitam umum
dipasaran (SNI/ASTM)
b) Permukaan yang telah dibersihkan harus
segera ditutup dengan pelapisan (pengecatan),
Pelapisan dilakukan dengan cara sebagai berikut:
Pelapisan bagian dalam
Pelapisan ini menggunakan jenis epoxy yang diperuntukan
untuk air minum (food grade)
dengan ketebalan lapisan epoxy, minimal 100 mikron.
Pelapisan bagian luar
pelapisan yang digunakan adalah cat dasar zinchromat
dengan ketebalan 50 mikron,
pelapisan akhir (Finished coat) menggunakan email coat
dengan ketebalan 50 mikron dan diwarnai biru.
c) Sambungan sistem las sesuai dengan SNI 07-0071-1987
tentang mutu dan cara uji pipa baja las spiral
d) Jika sand blasting tidak tersedia maka lempengan plat harus
di sand blasting, dan setelah di sambung, maka semua
sambungan harus di wire brush lalu dilindungi dengan anti
karat
2.3.2 Perpipaan dan perlengkapan
Perpipaan dan Perlengkapan vang digunakan :
Pipa PVC, harus sesuai SNI 06-0084-2002 tentang Pipa PVC
untuk saluran air minum, SNI 06-0162-1987 tentang Pipa PVC
untuk saluran air buangan di daiam dan di luar bangunan;
Pipa baja saluran air, harus sesuai SNl 07-2225-1991 dan harus
di finished print;
Katup (Valve) terdiri dari :
• Butterfly valve
Butterfly valve harus digunakan untuk mengatur debit. Untuk
ukuran butterfly valve > Ф 100 mm, harus menggunakan 2
piringan (flen).
• Katup pintu (Gate valve)
Katup pintu sebagai katup isolasi, harus sesuai dengan SNI
05-0166-1998.
• Katup searah horizontal (Check valve)
Katup searah horisontal harus sesuai SNI 05-0168-1998
2.3.3 Tangki pembubuh dan pengaduk
Tangki pembubuh dan pengaduk dari plastik atau sejenisnya
yang tahan terhadap larutan kimia. Dimensi, kapasitas dan
bentuk sesuai dengan Revisi SNI 19-6774-2002, Tata cara
perencanaan paket unit IPA.
2.3.3.1 Pompa Pembubuh
Pembubuh larutan kimia harus menggunakan pompa dengan
ketentuan sebagai berikut:
• Stroke dapat diatur;
• Jenis piston atau membrane, bila dengan membran
harus sesuai dengan bahan kimia yang dipompakan;
• Pompa dapat bekerja baik dan terus menerus pada
beban penuh;
• Ketentuan lain mengikuti spesifikasi pabrik.
2.3.4 Alat Aerator Ejector Pneumatik Coagulation (EPC)
Teknologi EPC ( Enhance Pneumatic Coagulator)
Efficiency Pneumatic Coagulator (EPC) adalah teknologi
inovatif yang dirancang untuk menyederhanakan proses
koagulasi dalam pengolahan air bersih sekaligus mempercepat
pembentukan Alum Hydroxide.
Sistem ini mengintegrasikan teknologi inovatif untuk
memasukkan udara ke dalam air baku secara efisien tanpa
memerlukan kompresor.
EPC memanfaatkan sisa tekanan dari pompa intake untuk
menciptakan proses aerasi yang efektif dan hemat energi.
Pada inti teknologi ini, udara dimasukkan ke dalam air baku
dengan menghasilkan gelembung udara halus (fine bubbles)
berukuran hingga 20-50 mikron. Gelembung halus ini
memberikan luas permukaan kontak yang optimal antara
oksigen dan air, sehingga meningkatkan efisiensi proses
aerasi. Untuk hasil terbaik, tekanan air yang dibutuhkan untuk
masuk ejector disarankan minimal
0,5 bar, yang dapat dengan mudah dicapai menggunakan
sisa tekanan dari pompa air baku.
Proses ini tidak hanya meningkatkan kadar oksigen terlarut
dalam air tetapi juga secara efektif menurunkan kandungan
besi (Fe), mangan (Mn), True Colour, mikroorganisme, dan zat
organic.
Dengan oksidasi optimal yang terjadi di tahap ini, EPC
menciptakan kondisi ideal untuk proses koagulasi. Partikel-
partikel koloid yang stabil dalam air menjadi tidak stabil saat
bertemu ion positif dari koagulan, membentuk flock halus
berupa Alum Hydroxide.
Proses ini membuat koagulasi lebih cepat dan efisien, sekaligus
menghemat penggunaan bahan kimia. Proses koagulasi
menghasilkan flock halus, lalu tahap flokulasi untuk
memperbesar flock tersebut.Tahapan berikutnya adalah
sedimentasi untuk mengendapkan flock, hingga akhirnya air
disaring melalui media filtrasi untuk memastikan kualitas air
bersih yang sesuai standar yang ditetapkan.
EPC: Meningkatkan Efisiensi, Menurunkan Biaya
Dengan menggabungkan proses aerasi yang efektif dan
koagulasi yang efisien, EPC tidak hanya menyederhanakan
pengolahan air tetapi juga memberikan fleksibilitas untuk
diterapkan di IPA baru maupun IPA lama.
Fleksibilitas EPC untuk Berbagai Instalasi Pengolahan Air (IPA)
Salah satu keunggulan EPC adalah fleksibilitasnya yang tinggi.
Teknologi ini dapat digunakan pada Instalasi Pengolahan Air
Minum (IPA), baik yang baru akan dibangun maupun IPA yang
sudah beroperasi.
Sistem EPC dirancang untuk mudah dipasang tanpa perlu
merombak atau mengubah sistem IPA yang sudah ada.
Dengan demikian, EPC menjadi solusi praktis yang
memaksimalkan efisiensi tanpa mengganggu sistem
operasional yang sudah ada.
Keuntungan Menggunakan EPC di IPA Baru dan Lama
1. Untuk IPA yang Baru Dibangun
EPC dapat diintegrasikan sejak awal perancangan sistem
pengolahan air, memberikan efisiensi optimal dalam
setiap tahapan pengolahan, mulai dari aerasi, koagulasi,
flokulasi, hingga sedimentasi dan filtrasi.
Keunggulan Utama EPC :
1. Teknologi yang Efisien
Memanfaatkan udara untuk menciptakan gelembung
halus berukuran ideal (20-50 mikron), memastikan
aerasi maksimal tanpa memerlukan tambahan kompresor.
2. Hemat Energi dan Biaya Operasional
Sistem hanya membutuhkan sisa tekanan pompa air baku
dengan rekomendasi minimum
0,5 bar, tanpa perangkat tambahan yang kompleks.
3. Proses Koagulasi Lebih Cepat
Dengan kondisi aerasi yang optimal, pembentukan Alum
Hydroxide terjadi lebih cepat, menghemat waktu dan
bahan kimia.
4. Efisiensi Pengolahan Air
Kandungan zat besi, mangan, mikroorganisme, dan zat
organik dapat diturunkan hingga
96%, menghasilkan air bersih berkualitas tinggi.
5. Hemat Biaya dan Perawatan
Tidak memerlukan static mixer atau speed agitator. EPC
dirancang tanpa komponen kompleks, sehingga biaya
operasional dan perawatan menjadi sangat rendah.
6. Ramah Operasional
Mudah dipasang dan dioperasikan tanpa memerlukan
operator berpengalaman. Sistem ini bebas perawatan
dan memiliki biaya operasional yang rendah.
7. Fleksibel dan Adaptif
Cocok untuk berbagai sumber air baku seperti air
hujan, air laut, air gambut, air permukaan, air sumur,
hingga air limbah yang diolah ulang (recycle).
Komponen EPC dibuat menggunakan bahan stainless steel,
material berkualitas tinggi yang terkenal akan kekuatannya
serta ketahanannya terhadap korosi.
Pemilihan stainless steel tidak hanya memastikan ejector
mampu bekerja dalam jangka panjang sehingga performa
optimal terjaga meskipun digunakan untuk air baku yang
mengandung zat besi, mangan, atau zat organik yang agresif.
PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM
TIRTA PAWAN KETAPANG
L.YUDIHARTO JOKO SAPTONO,ST
DIREKTUR