URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
BELANJA DOCKING KMP NJA
TAHUN 2025
1. Objek Pekerjaan : Kapal roro KMP Nusa Jaya Abadi ( Lintas Padangbai-Nusa
Penida)
a. Data Umum Kapal
• Name of Vessel : Nusa Jaya Abadi
• Call Sign : Y C P E
• Owner : Pemerintah Kabupaten Klungkung
• Type of Vessel : Ferry Ro-Ro
• Built in : 2006 – PT PAL Indonesia
• Place of Registry : Adpel Benua Bali
• Classification : BKI
• I M O Number : 9408061
b. Data Ukuran Utama Kapal
• Panjang keseluruhan (LOA) : 39,50 meter
• Panjang antara garis tegak (Lbp) : 33,216 meter
• Lebar : 11,60 meter
• Tinggi : 3,00 meter
• Sarat Air Disain : 2,00 meter
• Tonase Kotor : 629 GRT
• Kecepatan kapal (Max) : 12 Knot
• Jumlah ABK : 19 orang
• Jumlah Kendaraan : 6 Truk, 8 Mobil
• Jumlah Penumpang : 210 orang
c. Fasilitas Penumpang
• Tempat duduk untuk sekitar 200 orang penumpang
• Toilet dengan jumlah yang memadai
• TV set dan Audio untuk ruang penumpang
d. Alat Keselamatan
• Peralatan keselamatan sesuai dengan peraturan SOLAS (Safety
Of Life At Sea)
• Rakit Penolong (Life Raft) dengan jumlah dan kapasitas yang
sesuai peraturan
• Baju Penolong (Life Jacket) dengan jumlah dan kapasitas sesuai
dengan peraturan
• Peralatan pemadam hidran dan portable, dipasang pada tempat
yang mudah dijangkau.
2. Lokasi Pekerjaan : Galangan kapal yang memiliki graving dock space( milik sendiri)
3. Status docking KMP NJA tahun 2025 adalah annual survey
4. KMP Nusa Jaya Abadi merupakan sarana transportasi yang harus memenuhi
persyaratan laik dan layak laut, serta syarat keselamatan sebagaimana regulasi
yang mengaturnya. Berdasarkan hal tersebut, maka KMP. Nusa Jaya Abadi perlu
dilakukan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara periodik yang
bertujuan untuk menjaga performansi baik di departemen mesin maupun
departemen deck yang dilaksanakan di galangan.
Tahapan pelaksanaan pekerjaan docking KMP Nusa Jaya Abadi disusun dalam 5
(lima) tahapan sebagai berikut :
1) Pekerjaan Persiapan
- Kapal di tarik ke area dok dengan bantuan tug boat, kemudian ditambatkan
ke dermaga galangan dan mematikan semua mesin utama kapal.
Menurunkan barang-barang yang tidak diperlukan dalam proses perbaikan
kapal, misalnya drum dan barang lainnya yang mudah bergeser. Memasukan
alat-alat yang menonjol keluar kapal. Kapal diusahakan tegak tidak dalam
posisi miring ataupun nungging. Kapal yang naik dock diusahakan dalam
keadaan free gas demi keselamatan ABK dan Pekerja selama dalam proses
perbaikan. Menyediakan tali temali, fender dan peralatan yang lain yang
dapat digunakan sewaktu-waktu. Menyediakan kapal tunda sebagai
pemandu kapal. Pengosongan tangki, baik tangki bahan bakar, pelumas,
ballast dll. Disiapkan keel block dan side block pada graving dock sesuai
dengan gambar rencana pengedokan ( docking plan) kapal.
- Pada keel block 1 m terdiri dari beton cor setinggi 70 cm dan bantalan kayu
keras setinggi 30 cm.
- Peninggian side block diatur sesuai bentuk gading-gading kapal.
- Dibuat side block antara, dimana jarak antar block maksimal 2 m atau diatur
tumpuan maksimal pada landasan graving tidak lebih.
- Posisi bottom plug, peralatan elektronik dibawah kulit lambung, sea chest,
dan sepatu kemudi tidak boleh bertumpu pada stop block.
- Penempatan keel block, side block dan side block antara diusahakan
bertumpu pada wrang-wrang double bottom, sekat melintang dan
memanjang sekat melintang dan memanjang untuk menghindari deformasi
pada bottom plate
- Penandaan garis, titik, untuk posisi acuan pembentukan kapal.
- Persiapan tug boat, dock master dan crew dock, batang stut ukuran, tali-
temali, tangga dan lain-lain.
- Setelah pekerjaan persiapan selesai, kapal dapat dimasukkan, urutan sesuai
dengan proses docking.
2) Kapal Naik Dock
- Setelah kapal naik dock, dilaksanakan pekerjaan bawah air yang meliputi :
pengukuran ketebalan pada plat lambung kapal dengan ultrasonic test.
Apabila ketebalan plat sudah tidak memenuhi toleransi yang diijinkan maka
harus dilaksanakan replating. Dilaksanakan scrap dan sweep spot blast
pada lambung untuk menghilangkan tiram-tiram yang menempel pada
lambung bagian bawah air, lambung dicuci dengan air tawar. Setelah
pekerjaan replating selesai, dilaksanakan pengecatan bagian bawah garis air
sesuai dengan repair list. Selain pekerjaan Hull Construction juga
dilaksanakan pekerjaan lainnya saat kapal naik dock yaitu perawatan Sea
Chest, Sea Valve dan peralatan propulsi, kemudi, jangkar dan rantai jangkar.
3) Kapal Turun Dock
- Setelah pekerjaan bawah garis air selesai dikerjakan, kapal segera turun
dock dan pekerjaan reparasi dilaksanakan dalam keadaan kapal mengapung
(floating repair) dimana kapal sandar di dermaga galangan. Adapun
pekerjaan meliputi pemeriksaan, replating pada deck, bangunan atas kapal,
perawatan permesinan, peralatan electrician dan navcom.
4) Sea Trial
- Setelah semua pekerjaan reparasi telah dikerjakan akan dilaksanakan Sea
Trial untuk mengetahui apakah semua peralatan/perlengkapan kapal telah
berfungsi dengan baik.
5) Pekerjaan Akhir
- Dilaksanakan pengurusan surat-surat/sertifikat kapal sebelum meninggalkan
galangan, dibuatkan gambar bukaan kulit (sheel expansion drawing) sesuai
dengan replating yang telah dilaksanakan dan docking report.