| 0011082625613000 | Rp 2,197,528,450 | |
| 0012274536613000 | - | |
| 0666744396424000 | - | |
| 0019142934906000 | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
BELANJA DOCKING KMP NJA
TAHUN 2023
1. Objek Pekerjaan : Kapal roro KMP Nusa Jaya Abadi ( Lintas Padangbai-Nusa
Penida)
a. Data Umum Kapal
• Name of Vessel : Nusa Jaya Abadi
• Call Sign : Y C P E
• Owner : Pemerintah Kabupaten Klungkung
• Type of Vessel : Ferry Ro-Ro
• Built in : 2006 – PT PAL Indonesia
• Place of Registry : Adpel Benua Bali
• Classification : BKI
• I M O Number : 9408061
b. Data Ukuran Utama Kapal
• Panjang keseluruhan (LOA) : 39,50 meter
• Panjang antara garis tegak (Lbp) : 33,216 meter
• Lebar : 11,60 meter
• Tinggi : 3,00 meter
• Sarat Air Disain : 2,00 meter
• Tonase Kotor : 629 GRT
• Kecepatan kapal (Max) : 12 Knot
• Jumlah ABK : 19 orang
• Jumlah Kendaraan : 6 Truk, 8 Mobil
• Jumlah Penumpang : 210 orang
c. Fasilitas Penumpang
• Tempat duduk untuk sekitar 200 orang penumpang
• Toilet dengan jumlah yang memadai
• TV set dan Audio untuk ruang penumpang
d. Alat Keselamatan
• Peralatan keselamatan sesuai dengan peraturan SOLAS
(Safety Of Life At Sea)
• Rakit Penolong (Life Raft) dengan jumlah dan kapasitas yang
sesuai peraturan
• Baju Penolong (Life Jacket) dengan jumlah dan kapasitas
sesuai dengan peraturan
• Peralatan pemadam hidran dan portable, dipasang pada
tempat yang mudah dijangkau.
2. Lokasi Pekerjaan : Galangan kapal yang memiliki graving dock space( milik
sendiri)
3. KMP Nusa Jaya Abadi merupakan sarana transportasi yang harus memenuhi
persyaratan laik dan layak laut, serta syarat keselamatan sebagai mana
regulasi yang mengaturnya. Berdasarkan hal tersebut, maka KMP. Nusa Jaya
Abadi perlu dilakukan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara
periodik yang bertujuan untuk menjaga performansi baik di departemen
mesin maupun departemen deck yang dilaksanakan di galangan.
Tahapan pelaksanaan pekerjaan docking KMP Nusa Jaya Abadi disusun dalam
5 (lima) tahapan sebagai berikut :
1) Pekerjaan Persiapan
- Kapal di tarik ke area dok dengan bantuan tug boat, kemudian
ditambatkan ke dermaga galangan dan mematikan semua mesin utama
kapal. Menurunkan barang-barang yang tidak diperlukan dalam proses
perbaikan kapal, misalnya drum dan barang lainnya yang mudah
bergeser. Memasukan alat-alat yang menonjol keluar kapal. Kapal
diusahakan tegak tidak dalam posisi miring ataupun nungging. Kapal
yang naik dock diusahakan dalam keadaan free gas demi keselamatan
ABK dan Pekerja selama dalam proses perbaikan. Menyediakan tali
temali, fender dan peralatan yang lain yang dapat digunakan sewaktu-
waktu. Menyediakan kapal tunda sebagai pemandu kapal. Pengosongan
tangki, baik tangki bahan bakar, pelumas, ballast dll. Disiapkan keel
block dan side block pada graving dock sesuai dengan gambar rencana
pengedokan ( docking plan) kapal.
- Pada keel block 1 m terdiri dari beton cor setinggi 70 cm dan bantalan
kayu keras setinggi 30 cm.
- Peninggian side block diatur sesuai bentuk gading-gading kapal.
- Dibuat side block antara, dimana jarak antar block maksimal 2 m atau
diatur tumpuan maksimal pada landasan graving tidak lebih.
- Posisi bottom plug, peralatan elektronik dibawah kulit lambung, sea
chest, dan sepatu kemudi tidak boleh bertumpu pada stop block.
- Penempatan keel block, side block dan side block antara diusahakan
bertumpu pada wrang-wrang double bottom, sekat melintang dan
memanjang sekat melintang dan memanjang untuk menghindari
deformasi pada bottom plate
- Penandaan garis, titik, untuk posisi acuan pembentukan kapal.
- Persiapan tug boat, dock master dan crew dock, batang stut ukuran,
tali-temali, tangga dan lain-lain.
- Setelah pekerjaan persiapan selesai, kapal dapat dimasukkan, urutan
sesuai dengan proses docking.
2) Kapal Naik Dock
- Setelah kapal naik dock, dilaksanakan pekerjaan bawah air yang
meliputi : pengukuran ketebalan pada plat lambung kapal dengan
ultrasonic test. Apabila ketebalan plat sudah tidak memenuhi toleransi
yang diijinkan maka harus dilaksanakan replating. Dilaksanakan scrap
dan sweep spot blast pada lambung untuk menghilangkan tiram-tiram
yang menempel pada lambung bagian bawah air, lambung dicuci
dengan air tawar. Setelah pekerjaan replating selesai, dilaksanakan
pengecatan bagian bawah garis air sesuai dengan repair list. Selain
pekerjaan Hull Construction juga dilaksanakan pekerjaan lainnya saat
kapal naik dock yaitu perawatan Sea Chest, Sea Valve dan peralatan
propulsi, kemudi, jangkar dan rantai jangkar.
3) Kapal Turun Dock
- Setelah pekerjaan bawah garis air selesai dikerjakan, kapal segera
turun dock dan pekerjaan reparasi dilaksanakan dalam keadaan kapal
mengapung (floating repair) dimana kapal sandar di dermaga
galangan. Adapun pekerjaan meliputi pemeriksaan, replating pada
deck, bangunan atas kapal, perawatan permesinan, peralatan
electrician dan navcom.
4) Sea Trial
- Setelah semua pekerjaan reparasi telah dikerjakan akan dilaksanakan
Sea Trial untuk mengetahui apakah semua peralatan/perlengkapan
kapal telah berfungsi dengan baik.
5) Pekerjaan Akhir
- Dilaksanakan pengurusan surat-surat/sertifikat kapal sebelum
meninggalkan galangan, dibuatkan gambar bukaan kulit (sheel
expansion drawing) sesuai dengan replating yang telah dilaksanakan
dan docking report.