URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Program : Program Aplikasi Informatika
S ub Kegiatan : Penyelenggaraan Sistem Jaringan Intra Pemerintah Daerah
Pekerjaan : Pengadaan Jaringan Fiber Optik Terkoneksi Antar OPD
Organisasi : Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kab. Konawe
Tahun Anggaran : 2023
Pekerjaan yang akan dilaksanakan meliputi :
ü Pekerjaan Persiapan/Pendahuluan
ü Pekerjaan Struktur/Arsitektur
ü Pekerjaan Pekerjaan Pemaangan Material dan Perangkat
ü Pekerjaan Konfigurasi, Uji Terima Dan Dokumentasi
Pekerjaan Pendahuluan merupakan bagian dari pelaksanaan yang harus dilaksanakan sebelum
pekerjaan proyek yang sebenarnya dikerjakan. Pekerjaan persiapan pada pembangunan ini meliputi :
1. Pemasangan Papan Nama Proyek.
Kontraktor berkewajiban untuk membuat papan nama proyek. Bahan yang dipergunakan adalah
PVC Flexy uk. 150 mm x 90 mm. Frame Kayu 3/5 dan Tiang Kayu Balok 5/7. Bentuk tulisan
dan redaksi serta penempatannya akan ditentukan oleh Direksi Teknik. Isi tulisan minimal
menyebutkan :
- Nama Proyek
- Pemilik Proyek
- Lokasi Proyek
- Jumlah Biaya (kontrak)
- Nama Konsultan Perencana
- Nama Konsultan Pengawas
- Nama Pelaksana (kontraktor)
- Proyek dimulai Tanggal, Bulan, Tahun.
Sebelum pekerjaan dimulai kontraktor harus melakukan pembersihan, pengukuran dari eksisting
yang ada membuat patok-patok dan pemasangan bouwplank.
a. Investigasi Lapangan Pengukuran dan Pemasangan Patok
Kontraktor bersama dengan perwakilan pengguna jasa dan direksi teknis/konsultan pengawas
melaksanakan investigasi dan pengukuran awal pekerjaan serta penentuan titik-titik pemasangan
tiang dan instalasi jaringan pada gedung. Semua biaya akibat pelaksanaan dibebankan pada
kontraktor pelaksana.
b. Mobilisasi dan Demobilisasi Tenaga dan Peralatan
Yang dimaksud dengan mobilisasi dan demobilisasi adalah semua kegiatan yang berhubungan
dengan transportasi peralatan yang akan dipergunakan dalam melaksanakan paket pekerjaan.
Penyedia jasa harus sudah bias memperhitungkan semua biaya yang diperlukan dalam rangkaian
kegiatan untuk mendatangkan peralatan dan mengembalikannya nanti bila pekerjaan telah selesai
ke tempat semula. Adapun tanggung jawab penyedia jasa adalah :
• Penyedia jasa harus menyediakan peralatan dan personil sesuai dengan kebutuhan
seperti yang termuat dalam kontrak untuk menyelesaikan pekerjaan.
• Sebelum mobilisasi dilaksanakan, maka penyedia jasa harus segera melaporkan kepada
direksi untuk mendapatkan persetujuan, dan bila dipandang perlu, konsultan
pengawas/direksi teknik dapat meminta tambahan peralatan maupun personil atas
tanggungan penyedia jasa.
c. Administrasi dan Dokumentasi
Selama pelaksanaan pekerjaan, kontraktor harus membuat laporan harian, laporan mingguan dan
laporan bulanan dimana setiap pelaporan harus dilengkapi dengan foto dokumentasi selama
pelaksanaan pekerjaan, termasuk laporan dan contoh bahan/material yang digunakan. Pada akhir
pelaksanaan pekerjaan, kontraktor membuat AS Built Drawing sesuai dengan kondisi terpasang
pelaksanaan pekerjaan. Item pekerjaan tidak hanya terbatas seperti yang diuraikan di atas, tetapi
rapat-rapat dan konsultasi ke pemilik pekerjaan juga termasuk dalam item pekerjaan ini.
d. Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Kontraktor harus menyiapkan dan melibatkan ahli K3 Konstruksi pada setiap pekerjaan yang
mempunyai risiko K3 tinggi atau melibatkan sekurang-kurangnya Petugas K3 Konstruksi pada setiap
paket pekerjaan yang mempunyai risiko K3 sedang dan kecil.
PEKERJAAN STRUKTUR/ARSITEKTUR
1. Pekerjaan Galian Tanah dan Urugan Tanah.
a. Sebelum dilaksanakan penggalian tanah, Pemborong harus membuat patok ukuran dan
tinggi yang disesuaikan dengan Gambar kerja.
b. Sebelum dilakukan penggalian, Pemborong harus melaporkan kepada direksi bahwa
pekerjaan persiapan telah selesai dan dapat dilanjutkan.
c. Galian tanah harus sesuai dengan ukuran pada bestek.
d. Apabila diperlukan untuk mendapatkan daya dukung yang baik, dasar galian harus
dipadatkan dan ditumbuk.
e. Jika galian melampaui batas kedalaman, pemborong harus menimbun kembali dan
dipadatkan.
f. Tanah bekas galian hanya dapat dipakai untuk penimbunan jika disetujui Direksi,
sedangkan hasil yang tidak dapat dipergunakan harus disingkirkan keluar site atau ke
tempat lain yang disetujui Direksi.
g. Pemadatan tanah timbunan/ urugan tanah dilakukan lapis demi lapis agar didapatkan
kepadatan yang maksimal.
2. Pengecoran Beton Untuk Kaki Tiang
1. Bahan dan Material
a. Pasir beton yang dipergunakan disyaratkan pasir kasar untuk beton.
b. Kerikil beton yang dipergunakan disyaratkan kerikil yang butiran mempunyai 2 - 3 cm.
c. Bahan pasir dan kerikil yang dipergunakan harus bebas dari bahan organis, lumpur dan
bahan lainnya yang dapat merusak baton dan memenuhi persyaratan PBI-1971 dan PBI-
1991.
d. Suplit yang digunakan adalah suplit yang mempunyai butiran 2 – 3 cm dan bebas dari
kotoran/lumpur.
e. Air yang dipergunakan harus air tawar dan bersih dan bebas dari garam atau zat kimia lain
yang merusak beton.
f. Tulangan yang dipergunakan harus bebas dari minyak, karat, kotoran/ bahan perusak
lain.
g. Tulangan beton menggunakan tulangan baja U-24 ukuran Diameter tulangan /
pembesian harus sesuai dengan gambar kerja.
h. Untuk bahan semen dipergunakan semen jenis portland cement, yang memenuhi
persyaratan pekerjaan bangunan sesuai peraturan normalisasi dan Bahan Bangunan
Indonesia ( PBI ) dan Peraturan Beton Indonesia ( PBI-1971 dan PBI- 1991), sejenis
semen PC Tonasa Kwalitet I.
i. Semen yang membatu atau kwalitetnya menurun karena penyimpangan yang kurang
bagus, atau terlalu lama di simpan tidak diperkenankan dipakai dan harus dikeluarkan
dari lokasi.
2. Bekisting.
a. Bahan bekisting dipakai dari papan kelas III jenis kayu merah dengan ketebalan minimal
2 cm, merata serta cukup kering dan keras dan harus mendapat persetujuan Direksi.
b. Pasangan bekisting harus rapi, kuat dan kokoh untuk menahan getaran dan kejutan
tanpa berubah bentuk.
c. Celah antara papan harus rapat agar saat pengecoran air semen tidak merembes keluar.
d. Sebelum pengecoran, bagian dalam bekisting harus bersih dari segala macam kotoran.
3. A d u k a n.
a. Adukan untuk beton bertulang dipergunakan adukan 1 Pc : 1 1/2 Psr : 21/2 Kerikil.
4. Pelaksanaan Pekerjaan.
a. Semua tulangan harus dipasang pada posisi yang tepat hingga tidak dapat berubah atau
bergeser pada waktu digetarkan dan bilamana diperlukan maka perlu diberi tahu beton
sesuai ketebalan selimut Beton dengan ukuran 2 - 2,5 cm, untuk menjamin ketebalan
selimut beton.
b. Penyetelan besi tulangan harus diperhitungkan dengan ketebalan selimut beton terhadap
ukuran yang ditentukan.
c. Sebelum melaksanakan pengecoran bekisting harus dicek terhadap kelurusan baik secara
vertikal maupun secara horizontal.
d. Bila tidak ditentukan lain sebaiknya pengecoran menggunakan mesin pencampur (Molen).
e. Pengadukan harus rata dan sama kentalnya untuk setiap kali membuat adukan, sisa adukan
yang mengeras tidak diperkenankan untuk dipakai.
f. Pembongkaran bekisting dapat diperbolehkan setelah beton mengalami periode/ proses
pengerasan sesuai dengan PBI 1971 dan PBI- 1991 atau setelah ada izin Direksi.
g. Sebelum pengecoran dilaksanakan sisi dalam papan bekisting harus bebas dari kotoran dan
harus disiram dengan air sampai merata.
h. Pelaksanaan pengecoran Beton, harus dengan persetujuan Direksi lapangan.
5. Pemeliharaan Pekerjaan Beton
Untuk menjamin umur dan kekuatan Beton bertulang, maka papan bekisting baru boleh
dilepas setelah beton berumur minimal 14 hari dan maksimal 28 hari. Selama 14 hari setelah
pengecoran dilaksanakan maka permukaan beton tersebut tetap harus senantiasa dibasahi.
Perbaikan permukaan beton harus segera diperbaiki dengan petunjuk dari Direksi.
3. Pekerjaan Pemasangan Tiang
A. Lingkup Pekerjaan
Ø Pekerjaan ini meliputi tenaga kerja, bahan-bahan dan peralatan yang dipergunakan
untuk melaksanakan pekerjaan pemasangan tiang kabel Fiber Optik seperti yang
diajukan dalam gambar rencana.
Ø Pekerjaan ini dilaksanakan pada titik yang telah ditentukan dalam pelaksanaan
investigasi awal dan shop drawing.
Ø Lokasi pemasangan tiang tidak boleh mengganggu pejalan kaki atau kendaraan,
penempatan tiang diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu estetika,
pemandangan dan keindahan.
B. Bahan dan Pelaksanaan Pekerjaan
a. Tiang Tunggal bahan pipa black steel terbagi 3 segmen
• Tinggi : 7 Meter
• Berat : 73 Kg
• Diameter : 5 Inci, 4 Inci, 2,5 Inci
• Ketebalan : 3,6 mm, 2,9 mm, 2,9 mm
• Lakopan Bawah : 1,40 meter
b. Tiang Tunggal bahan pipa black steel terbagi 3 segmen
• Tinggi : 9 Meter
• Berat : 111 Kg
• Diameter : 5 Inci, 4 Inci, 2,5 Inci
• Ketebalan : 3,6 mm, 2,9 mm, 2,9 mm
• Lakopan Bawah : 1,40 meter
c. Kontraktor diharuskan menyerahkan contoh-contoh/spesifikasi dan jastifikasi produk
bahan kepada direksi lapangan untuk mendapatkan persetujuan pemberi tugas
d. Toleransi dimensi mill finish : Stove dipernish + 0.2 mm
e. Selama penyimpanan, pengangkutan dan pemasangan tiang berlangsung, permukaan tiang
harus terlindungi dari bahan semen, cat, bahan kimia dan bahan lainnya yang dapat
merusak permukaan tiang.
f. Memeriksa semua ukuran gambar kerja dan disesuaikan dengan kondisi dilapangan
sebelum dilakukan penyetelan/pemsangan. Setiap terdapat perbedaan segera diberitahukan
kepada konsultan pengawas untuk mendapat perbaikan.
g. Jarak anatar tiang sekitar 40 – 50 meter
h. Titik tiang di lokasi sudah harus ditetapkan berdasarkan gambar rencana
i. Pembuatan lubang untuk penanaman tiang pada titik pasang yang telah ditentukan.
j. Penanaman tiang kedalam tanah minimum harus sedalam 1/6 X Panjang tiang atau 1/5
bagian yang masuk ke dalam tanah.
k. Pendirian/Penegakan tiang harus menggunakan Tackle berkaki tiga lengkap dengan katrol
rantainya atau yang sejenis.
l. Penegakan tiang harus tegak lurus (Vertikal) dengan menggunakan Water pass atau
Uning-unting dan tiang satu dengan yang lainnya harus lurus segaris.
m. Khusus untuk tanah lembek, pemasangan tiang diperkuat dengan pondasi yang memenuhi
standar konstruksi.
n. Pemakaian Tiang 7 Meter untuk kabel distribusi atau kabel yang menuju ke titik kantor
Dinas/OPD
o. Pemakaian Tiang 9 meter untuk penyeberangan jalan
Gambar pemasangan tiang
PEKERJAAN PEMASANGAN MATERIAL
1. Pemasangan dan Penarikan Kabel Fiber Optik :
1. Penyediaan material kabel
a. Barang/perangkat yang termasuk di dalam pekerjaan harus 100% baru dan asli
(genuine), rekanan tetap bertanggung jawab mengenai kualitas barang terhadap catat-
catat/kerusakan yang tampak maupun yang tersembunyi
b. Standar
Semua barang yang di suplai harus memenuhi standard Internasional dengan
rekomendasi spesifikasi IEC, ITU-T dan CCIR edisi mutakhir. Barang yang memakai
standar lain dan lebih baik dari persyaratan IEC, dapat diterima, namun kesesuaian
standard serta standarnya harus disebutkan dalam dokumen penawaran. Perbedaan
yang akan menyebabkan perubahan desain harus dijelaskan secara tertulis dan detail.
c. Quality Control
d. Seluruh kabel fiber optik yang diproduksi harus dijamin kualitasnya mulai dari
material, desain, teknik dan prosedur fabrikasi, testing dan packingnya,dan harus
ditunjukan dengan sertifikat Quality Control/assurance systempabrik serta dokumen
Factory test.
e. Kondisi Lingkungan :
Seluruh kabel fiber optik dan kelengkapannya harus dijamin mampuberoperasi dengan
baik di daerah tropis dalam segala cuaca.
Barang harus mampu beroperasi normal pada kondisi lingkungan sebagaiberikut:
Temperatur: 10 – 50 derajat Celcius,Kelembaban relative: 70 – 100 %,Curah hujan
rata-rata: 2300 mm, Tingkat kerapatan petir : 100 hari/tahun,Kecepatan angin
maximum : 90 km/jam,Ketinggian sampai dengan : 1600 m dari muka laut.
Rekanan harus menyebutkan range temperatur dan kelembaban lingkungan dimana
kinerja barang yang ditawarkan dijamin oleh pabrik tetap beroperasi normal.
f. Lingkup pekerjaan
1) Pemasangan dan Penarikan Kabel FO
2) Penambatan Kabel FO
3) Instalasi ODP
g. Bahan
1) Kabel Fiber Optik 48 Core Singel Mode,Arial Cable ADSS;
2) Kabel Fiber Optik 24 Core Singel Mode Outdoor Direct Buried, Arial Cable
ADSS;
3) Kabel Fiber Optik 12 Core Singel Mode Outdoor Direct Buried, Arial Cable
ADSS.
4) Spliser /Alat penyambung kabel fiber optik
5) OTDR
6) Cleaver dan alat pendukung lainnya
h. Pelaksanaan Pekerjaan
1) Pro-survei - perencanaan rute kabel, yang akan menentukan teknik pemasangan
kabel antena yang akan digunakan;
2) Inventarisasi masalah Instalasi - menyelidiki ketentuan lantai di sepanjang rute,
yang mencakup masalah pembersihan di jalan raya, jalan masuk, kayu atau
penghalang lain, dll.
3) Lokasi Sambungan - memilih area sambungan memungkinkan dalam verifikasi
grafik transmisi dan membuat pelatihan untuk panjang urutan kabel, memastikan
bahwa tempat-tempat yang mungkin tidak terletak di situs web tempat masuknya
tidak nyaman atau berbahaya.
4) Pemasangan dan Penarikan Kabel FO Dengan Metode Stasioner Reel :
- Pasang rangkaian penyangga kabel transien, saluran, atau blok singgung di
setiap tiang di sepanjang rute.
- Kemudian, garis tarik diulir melalui kabel membantu dan terhubung ke
halaman belakang kabel menggunakan putar putus dan pegangan kabel
menarik. Ini kemudian digunakan untuk menarik kabel melalui blok kabel ke
posisinya.
- Jika kabel ditarik dengan winch, tali penarik atau garis winch perlu dipasang
melalui penyangga kabel. Tali non-logam atau jalur winch perlu digunakan
untuk menarik kabel.
- Ketika kecemasan pengaturan melebihi beban kabel terukur (MRCL), winch
penarik perlu dikalibrasi untuk mengakhiri operasi. Dinamometer dengan alarm
yang dapat didengar atau pertunjukan yang terlihat harus digunakan untuk
menunjukkan kecemasan jika winch semacam ini tidak tersedia.
- Setelah kabel ditarik ke posisi penutupnya, dengan kelonggaran untuk
konstruksi hak masuk ke atau untuk penyambungan, kabel harus dikencangkan
sampai derajat penurunan yang tepat tercapai. Kemudian harus dihentikan di
setiap tiang buntu di sepanjang rute.
5) Pemasangan dan Penarikan Kabel FO Metode Gulungan Bergerak:
- Gulungan kabel harus dipasang pada penyedia gulungan di trailer kabel atau
truk saluran udara. Kemudian layanan reel didorong di sepanjang rute kabel.
- Saat melaju di sepanjang jalur, kabel harus dilepas dari gulungan tanpa
gangguan punggung bawah pada gulungan, diarahkan ke tiang, dan didukung
dengan perangkat keras yang sesuai.
- Periksa apakah jarak antara saluran udara truk atau truk kabel dan fungsi tiang
pertama sudah sesuai, pastikan bahwa ada kabel kendur yang memadai yang
dapat diakses untuk penyambungan dan penyimpanan kendur.
- Kemudian penginstal harus menyesuaikan bantuan buntu yang bat ke kabel,
menaikkannya ke tingkat bantuan yang tepat, dan masang ujung buntu ke tiang.
- Mobil peletakkan harus didorong sejajar dan ditutup ke garis tiang karena dapat
digunakan saat mempertahankan kecepatan dan tegangan yang teratur.
- Setelah kabel terbayar berada pada jarak yang cukup sebelum tiang berikutnya
dalam rute, kabel harus dinaikkan ke puncak tiang yang diperlukan dan
diposisikan ke dalam pengait J atau
- Lanjutkan untuk mengatur bentang dengan bantuan bentang sampai proses
selesai dijalankan dan tiang buntu penutup telah tercapai.
- Pada titik ini, kabel harus dikencangkan ke derajat sag yang tepat menggunakan
roda gigi kerekan rantai yang sesuai pada penghentian "bebas" kabel sebelum
digantung ke tiang.
Contoh Penarikan kabel udara
i. Inspeksi Pasca Konstruksi
Inspeksi pasca konstruksi juga penting untuk pemasangan kabel yang menguntungkan.
Periksa objek berikut untuk melihat apakah penyiapan Anda berhasil atau tidak.
a. Sebelum menyambung, periksa pabrik kabel antena secara menyeluruh, terutama
perhatikan area asli dari semua titik sambatan.
b. Pengecekana Adanya kabel tertekuk atau putus.
c. Penyetelan yang salah atau tidak memiliki loop tetesan.
2. Pekerjaan Pemasangan Penambatan Kabel Fiber Optik pada Tiang
1. Lingkup Pekerjaan
• Pemasangan Tambat Gantung Rute Lurus
• Pemasangan Tambat Gantung Rute Belok/Menikung
• Pemasangan Tambat Gantung Rute Awal/ Akhir
• Penyambungan Kabel FO
2. Bahan
a. Tambat Gantung Rute Lurus :
- Tension Suspension Bracket
- Suspension Clamp
- Stainless Steel Strip 0,75 Meter
- Stopping Buckle
- Plastic Strap 10 Cm
- Strain Clamp
b. Tambat Gantung Rute Belok/Menikung :
- Tension Suspension Bracket
- Stainless Steel Strip 0,75 Meter
- Stopping Buckle
- Plastic Strap 10 Cm
- Span Wartel 16 mm
- Klem/Klip Perekat Kabel
c. Tambat Gantung Rute Awal/Akhir :
- Tension Suspension Bracket
- Stainless Steel Strip 0,75 Meter
- Stopping Buckle
- Plastic Strap 10 Cm
- Span Wartel 16 mm
- Klem/Klip Perekat Kabel
3. Pelaksanaan Pekerjaan
a. Penembatan Kabel Fo dengan cara gantung
b. Tambat gantung rute lurus :
- Penembatan setiap 6-8 gawang (± 300 - 400 meter), tanpa memotong kawat
penggantung (bearer).
- Penambatan pada rute Belok/Menikung menggunakan span wartel atau tidak.
- Contoh gambar pemasangan kabel udara cara gantung pada rute lurus:
c. Tambat Gantung Rute Belok/Menikung :
- Penambatan setiap 6 - 8 gawang (± 300 - 400 meter), tanpa memotong kawat
penggantung (bearer).
- Penambatan pada rute Belok/Menikung menggunakan span wartel atau tidak.
- Contoh gambar pemasangan kabel udara cara gantung pada rute
Belok/Menikung :
d. Tambat Gantung Rute Awal/Akhir
- Penambatan setiap 6 - 8 gawang (± 300 - 400 meter), tanpa memotong kawat
penggantung (bearer).
- Penambatan pada rute Awal/AKhir menggunakan span wartel atau tidak.
e. Penyambungan Kabel dengan Box ( Joint Clousere )
- Penyambungan kabel (Joint Closure) dengan box Penyambungan fusi adalah
proses yang sangat rumit. Jika tidak dilakukan dengan benar, serat mungkin tidak
terhubung dengan benar dan dapat mempengaruhi sinyal. Umumnya ada lima
langkah berbeda saat melakukan sambungan fusi.
- Lapisan polimer pelindung di sekitar serat optik harus dilepas atau dilepas untuk
memulai fusi serat. Ini biasanya dilakukan dengan menggunakan alat penari
telanjang mekanis, mirip dengan sepasang penari telanjang kawat. Ingatlah untuk
membersihkan alat pengupasan sebelum memulai proses peleburan.
- Setelah melepas lapisan dari serat, saatnya untuk membersihkan serat telanjang.
Gunakan 99,9% isopropil alkohol (IPA) dan lap bebas serat untuk menjaga kaca
tetap bersih.
- Serat dipotong dan memotongnya hingga bersih, daripada menarik atau
menekuknya untuk memotong serat. Ini meratakan permukaan ujung dan
membuatnya tegak lurus terhadap sumbu serat.
- Setelah membuka serat c, sekering dengan fusion splicer. Pertama, Anda perlu
menyelaraskan ujung serat di splicer. Setelah disejajarkan dengan benar, busur
listrik melelehkan serat dan mengelas kedua ujungnya secara permanen.
- Setelah serat berhasil menyatu, aplikasikan kembali pelapis atau gunakan
pelindung sambungan untuk melindungi serat telanjang.
- Contoh gambar pemasangan kabel udara cara gantung pada penyambungan kabel
:
3 Pekerjaan Instalasi Perangkat
a. Lingkup Pekerjaan dan Spesifikasi Perangkat yang digunakan
1) Pemasangan dan Instalasi Perangkat di Kantor Kominfo
Ø Pachord Singel Mode, spesifikasi : Type SC/LC to SC single mode
Ø OTB 48 Core, spesifikasi : ODF/OTB Rack 48 Core SC model NWC/PAZ,
lengkap dengan Pigtail SC, Adaptor SC dan Sleeve protection dan Ssesories
Ø Router Mikrotik, spesifikasi : type CRS328-24 Port SFP & Etheret Port
Ø SFP, spesifikasi : compatible dengan perangkat mikrotik single mode lc
microbits, mikrotik, sisco bidi 10 KM, 1Gb/s serial optical interface
compliant to 802.3ae 1GBBASE-LR, 1330nm DFB transmitter, 1270nm
receiver, 1270nm DFB transmitter, 1330nm receiver, simplex LC
connector, metal enclousure, for lower EMI, ROHS compliant and lead-free
2) Pemasangan dan Instalasi Perangkat di Kantor Dinas/OPD:
Ø Rackmount 6 u, spesifikasi : Category 19 inci cabinet rack, dimensi 450 x
600 x 365 mm, weight + 18 kg
Ø Swicthub 24 port, spesifikasi : Port 24 x 10/100/1000 Mpbs Port RJ 45 (
Auto MDI/MDIX ), dimensi (WxDxH) 294 x 180 x 44 mm, daya 100-240
VAC, 50/60 Hz
Ø Pachord Singel Mode, spesifikasi : Type SC/LC to SC single mode
Ø Roset 4 Core, spesifikasi : Roset 4 core mini plus adapter SC UPC
Ø Router Mikrotik, spesifikasi : type CRS326-24G, 2 Port SFP
Ø Akses Point, Spesifikasi : TP Link Archer AX73 AX5400 Wifi 6
Ø Kabel UTP, spesifikasi : Cat 6e belden original
Ø Connector RJ 45, spesifikasi : conector RJ 45 cat 6e Belden Ap700008
Ø SFP, spesifikasi : compatible dengan perangkat mikrotik single mode lc
microbits, mikrotik, sisco bidi 10 KM, 1Gb/s serial optical interface
compliant to 802.3ae 1GBBASE-LR, 1330nm DFB transmitter, 1270nm
receiver, 1270nm DFB transmitter, 1330nm receiver, simplex LC
connector, metal enclousure, for lower EMI, ROHS compliant and lead-free
PEKERJAAN PENGECETAN
1. Lingkup Pekerjaan
a. Cat Dinding
2. Cat Dinding
a. Bidang dinding/tembok Bangunan yang akan di cat, terlebih dahulu diplamir untuk
membentuk bidang yang rata, serta dihaluskan dengan amplas (dinding siap di cat).
b. Pengecatan dilakukan sebanyak 2 kali dengan cat tembok setara Avitex atau sejenisnya.
PEKERJAAN KONFIGURASI, UJI TERIMA DAN DOKUMENTASI
Pemborong berkewajiban untuk melakukan pengujian terhadap instalasi. Melakukan uji coba
dengan uraian sebagai berikut :
a. Pengujian terhadap instalasi dan system harus dilakukan sesuai aturan dan prosedur yang
berlaku. Hasil setiap pengujian/test harus disusun dalam suatu laporan terakhir dengan ikut
menyebutkan acuannya, terhadap hasil pengujian dinyatakan baik-tidaknya/layak-tidaknya. Uji
coba dari seluruh instalasi yang terpasang dimana pelaksanaannya menjadi tanggung jawab
pemborong. Kegagalan dari suatu pengujian harus diulangi sehingga berhasil dinyatakan baik
b. Pemborong harus mengajukan rencana serta metode pengujian terlebih dahulu kepada
pengawas untuk disetujui. Pengujian dilakukan baik terhdap masalah dan unjuk kerja dari segi
kelistrikan maupul segi mekanikal.
c. Test bandwith dapat dilakukan antara router server/sentral (Kominfo ) to router client
(Dinas/OPD)
d. Manual Book pengoperasian terdiri dari Dokumen ATP (refer to ATP File), Jalur kabel dalam
format *.Kml ( Googleart), OTDR dan Training Operator.