Metode Pelaksanaan
Bangunan
Permanen instan
Pengantar
Petunjuk Teknis Bangunan DOMUS ini dimaksudkan sebagai panduan bagi para pelaku pembangunan perumahan dalam rangka
rehab dan rekon rumah masyarakat yang terdampak gempa.
Kepada seluruh pemangku kepentingan agar dapat secara konsisten menjadikan petunjuk teknis ini sebagai panduan dalam
pelaksanaan pembangunan dilapangan baik dari mulai perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan.
Diharapkan dengan adanya panduan ini dapat membantu proses percepatan pembangunan kembali rumah masyarakat terdampak
Gempa.
Wanggudu, Mei 2023
Tim Penyusun
DOMUS
DOMUS merupakan rumah permanen instan yang dikembangkan
dengan rangka utama dari Kanal U “PRAKTIS®” dan rangka atap
baja ringan dari Kanal C TASO/KASO/JOLI sehingga dapat
dikerjakan oleh masyarakat secara umum.
Material yang dipersyaratkan pada teknologi DOMUS adalah Baja
Lapis Galvanis PRAKTIS® U 75.105 (ketebalan 1,00 mm) dengan
tegangan leleh fy = 450 MPa menggunakan sistem sambungan
PRAKTIS® U 75.105
baut screw.
TASO/KASO/JOLI
Metode Pelaksanaan Konstruksi DOMUS
I. Pekerjaan Persiapan
1. Pembersihan Lahan
Sebelum pekerjaan pondasi dimulai, lokasi terlebih dahulu dilakukan pembersihan lahan dari sampah, semak-semak,
pohon, puing dan bahan lainnya yang dapat mengganggu pelaksanaan pekerjaan.
2. Pengukuran dan Pemasangan Bowplank
Pengukuran dan pemasangan bowplank dilaksanakan setelah lokasi bersih. Hal ini dilakukan untuk mengetahui ukuran
dan elevasi rumah yang akan di bangun. Dalam pekerjaan bowplank kayu yang digunakan adalah kayu kelas III, dengan
ukuran papan 2/20 cm dan balok 5/7. Sebagai bahan pengganti bouwplank dapat menggunakan material Kanal C
TASO/KASO/JOLI.
II. Pekerjaan Pondasi
1. Pekerjaan Galian
Pekerjaan galian mengacu pada titik-titik dan ukuran
yang dibuat pada bowplank.
2. Pemasangan Pondasi
Setelah pekerjaan galian kemudian dilakukan
pembuatan pondasi. Jenis pondasi yang digunakan
adalah pondasi batu kali atau batu belah. Setelah
pembuatan pondasi selesai kemudian tanah di urug
kembali dan dipadatkan.
Sloof
Pondasi Lajur Batu Belah
Detail dan Ukuran Pondasi
Ukuran Sloof
Dengan Syarat:
a. Persyaratan teknis pasir harus sesuai dengan SNI 6388:2015 dengan kadar lumpur maksimal 5%
b. Batu belah yang digunakan harus batu belah dengan ukuran s.d 20 cm
c. Semen PPC/PCC yang digunakan harus memenuhi SNI 7064:2004 / SNI 0302:2004 dengan usia semen tidak lebih dari
3 bulan
d. Baja tulangan (BjTp) untuk sloof minimum diameter 10 mm dan untuk sengkang minimal diameter 8 mm dengan jarak
antar sengkang 150 mm.
III. Pekerjaan Struktur
1. Pekerjaan Fabrikasi
a. Persiapkan peralatan bor tangan dan asesorisnya
seperti mata bor hexagonal, mata bor phillips dan hole
saw metal yang baik untuk memasang screw ke
komponen PRAKTIS®. Lebih baik yang memiliki kontrol
putaran / kekencangan ( Screw Driver).
b. Persiapkan peralatan standar tukang : Meteran, Palu,
Waterpass, dan lain-lain.
Bor Tangan (Screw Driver)
Mata Bor Hexagonal Mata Bor Philips Hole SawMetal
c. Laksanakan pekerjaan fabrikasi dimana pekerjaan
fabrikasi adalah merangkai batang Kanal U
“PRAKTIS®” menjadi rangka dinding dan Kanal C
TASO/KASO/JOLI menjadi rangka kuda-kuda
PRAKTIS U 75.105
d. Penyambungan antar batang menggunakan baut
menakik sendiri (screw). Berikut ketentuan
Wafer Head 10-24x22
mengenai screw :
- Ukuran screw untuk rangka dinding adalah 10-
24x22, dengan ketentuan sebagai berikut :
• Profil kepala : Wafer Head
• Diameter screw : Gauge 10 (5 mm)
• Panjang : 22 mm Hexagonal Washer Head
12-14x20
- Ukuran screw untuk rangka kuda-kuda adalah
12-14x20, dengan ketentuan sebagai berikut :
• Profil kepala : Hexagonal Washer Head
• Diameter screw : Gauge 12 (5.5 mm)
• Panjang : 20 mm
Self Drilling Screw
Wafer Head 10-24x22
(4 pcs)
Semua Screw dipasang dengan jarak
min 3df(15mm) As Screw ke As Screw
dan min 2df(10mm) As Screw ke Tepi
Self Drilling Screw Wafer Head 10-24x22 (4 pcs)
Ilustrasi Detail Sambungan Screw
e. Dalam satu panel, disetiap jarak 1 meter atau 5
susun bata ringan dipasang plat strip yang
diikatkan ke kolom PRAKTIS menggunakan Self
Drilling Screw Wafer Head 10-24x22 sebanyak 1
pcs tiap ikatan.
1meter
Plat Strip dipasang per jarak
Self Drilling Screw Wafer
1 meter secara horizontal
Head 10-24x22 (4 pcs)
Plat Strip
Ilustrasi Detail Pasangan Plat Strip
2. Pekerjaan Perakitan
a. Pelaksanaan perakitan harus memastikan posisi
rangka dinding dan rangka kuda-kuda sesuai dengan
perletakannya serta memastikan ketegakan kolom.
b. Masing-masing rangka dinding dirangkai dengan
mempertemukan antar rangka dinding tersebut
dengan metode penyambungan dengan screw dan
bracket
Ilustrasi Perakitan Rangka Dinding
c. Setelah seluruh rangka dinding selesai dirangkai
dan berada diposisi yang tepat, selanjutnya
dilakukan pengangkuran
Dynabolt Ø 10mm
d. Pengangkuran menggunakan Dynabolt Ø10 mm
panjang 10 cm. Dibuat lubang terlebih dahulu
pada Runner Bawah menggunakan hole saw
metal Ø10 dengan jarak maksimal antar lubang 50
cm serta melubangi sloof dengan hammer drill
diposisi yang sama dengan lubang pada Runner
Bawah sebelum dipasang Dynabolt, selanjutnya
kencangkan dynabolt menggunakan kunci pas
PRAKTIS dilubang menggunakan Sloof dilubangi dan di pasang Jarak antar lubang untuk
hole saw metal Ø10mm dynabolt dengan jarak antar dynabolt maksimal 50 cm
lubang 50 cm
Ilustrasi pemasangan Dynabolt ke Sloof
Dynabolt dimasukkan ke
lubang yang telah tersedia
3. Sistem Sambungan
a. Struktur frame disambung menggunakan bracket
sesuai peruntukannya masing-masing yang diikat
dengan screw Hex 12-14x20
b. Bracket menggunakan plat Baja Lapis Galvanis
ketebalan plat 1,5 mm dengan kuat tarik 450 MPa
Bracket L
Bracket Segitiga
Bracket T
Bracket L D10
4. Pekerjaan Kuda-kuda Baja Ringan dan Penutup Atap
a. Kuda-kuda dipasang diatas ring balok (Runner Atas)
dengan jarak maksimal 1,5 m
b. Penutup atap menggunakan genteng metal
Penutup Atap Gelombang Metal Ex
Tatalogam
Reng
Kuda-kuda Baja Ringan
Detail kuda-kuda baja ringan
Ketentuan bahan
• Baja ringan sesuai dengan SNI
8399:2017 Profil Rangka Baja
Ringan
• Untuk pengikat antar struktur baja
ringan sesuai dengan SNI
7971:2013 Struktur Baja Canai
Dingin
• Dalam setiap sambungan minimal
menggunakan 2 buah screw
c. Nok atap dan Lisplank menggunakan bahan metal ex
Tatalogam.
Nok Gelombang Metal ex
Tatalogam
Lisplank Metal ex Tatalogam
IV. Pekerjaan Arsitektur
1. Pekerjaan Pasangan Dinding
Material pasangan dinding menggunakan bata ringan dengan Panjang (L) = 60 cm, Tinggi (H) = 20 cm
dan Tebal (T) = 7.5 cm yang direkatkan dengan semen instan khusus untuk bata ringan (Thinbed) dengan
ketebalan maksimal 3 mm. Cara menyusun pasangan bata ringan dengan di zigzag.
Bata ringan tebal 7,5 cm
Detail pemasangan bata ringan disusun zigzag
Setelah rangka dinding terpasang bata ringan, selanjutnya dinding bata ringan ditutup dengan semen
instan (Render) dengan ketebalan 5mm tetapi sebelumnya permukaan rangka dinding yang akan di
render dibungkus terlebih dahulu dengan kawat ayam dan dipaku per jarak 10 cm agar semen dapat
menempel dengan sempurna pada rangka dinding.
Kawat ayam dipaku
Render
per jarak 10 cm
Ilustrasi pemasangan kawat ayam dan render
2. Pekerjaan Lantai
a. Pekerjaan lantai dilakukan dengan di plester atau di
plur, kemudian dilapisi oleh aci halus.
b. Material yang digunakan adalah Pasir, Semen, Air,
dan Tanah urugan (opsional). Alat bantu kerja antara
lain Waterpas, Benang, Paku dan Meteran.
c. Sebelum di plur terlebih dahulu diukur elevasi tanah
dan dipastikan keadaan tanah rata dan padat, Jika
belum maka bisa diratakan dahulu dengan tanah
urug, pasir, atau dengan pecahan bangunan yang
dihancurkan kemudian dipadatkan.
Lantai Plester/Plur
3. Pekerjaan Pintu dan Jendela
a. Melakukan pengecekan dan pengukuran dilapangan
untuk opening yang akan dipasang kusen sesuai
dengan gambar. Berikut ukurannya:
Pintu Plat + Kusen (P1) = 0,88 x 2,2 m
Pintu WC Alumunium (P2) = 0,65 x 1,85 m
Jendela Alumunium (J1) = 0,4 x 1,6 m
Roster (R) = 0,3 x 0,2 m
b. Kusen jendela menggunakan bahan alumunium,
sedangkan kusen pintu menggunakan baja Galvanis.
Kusen difabrikasi di lokasi proyek kemudian dipasang
setelah kondisi lapangan siap yaitu pekerjaan Render
sudah selesai.
c. Saat pemasangan, kusen diberikan Sealent yang
berfungsi untuk merekatkan alumunium ke dinding
agar mencegah kebocoran.
d. Terdapat 3 jendela dan 5 pintu.
Roster
Jendela
Pintu
Detail Sambungan Hollow ke Kuda-Kuda
4. Pekerjaan Plafond
a. Pekerjaan plafond dilaksanakan setelah pekerjaan
titik lampu selesai. Pekerjaan plafond mengacu pada
gambar kerja dengan ketinggian 2,77 m dari lantai.
b. Bahan plafond yang digunakan adalah PVC,
kemudian untuk rangka plafond menggunakan hollow
dengan ukuran 15 x 30 mm.
c. Jarak antar hollow arah vertikal yaitu 60 cm,
sedangkan untuk arah horizontal adalah 120 cm.
d. Pemasangan hollow dengan cara di sambung ke
rangka kuda-kuda menggunakan screw.
e. List plafond menggunakan Profile L Galvalum ex Tatalogam.
Kuda-kuda
Hollow 15 x 30
mm
Screw
Plafond PVC
Profile L Galvalum ex Tatalogam
5. Pekerjaan Cat
a. Sebelum dilakukan pengecatan, dinding terlebih dahulu di amplas
agar permukaan dinding rata dan halus.
b. Pengecatan dinding secara manual dengan 2 lapisan, yaitu cat
dasar dan cat finish.
c. Untuk dinding dalam kamar mandi menggunakan Cat Aquaproof.
V. Pekerjaan MEP
1. Pekerjaan Instalasi Listrik
a. Pekerjaan instalasi listrik yaitu dengan cara Outbow, titik lampu dikerjakan sebelum pekerjaan pemasangan plafond.
Instalasi listrik dipasang sesuai dengan gambar kerja, yaitu:
Titik Lampu = 6 titik
Stop Kontak = 3 buah
Saklar Double = 1 buah
Saklar Single = 3 buah
MCB 4A = 1 buah
b. Ketinggian saklar dari lantai yaitu 120 cm dan tinggi stop kontak adalah 45 cm.
c. Kabel yang digunakan adalah NYM 2x2.5 dilapisi dengan pipa listrik 5/8”.
d. Pipa listrik diperkuat oleh Klem agar terlihat rapih dan kokoh pada dinding.
2. Pekerjaan Sanitari
Untuk instalasi sanitari dengan cara Outbow, yaitu :
a. Instalasi Air Bersih
Pipa air bersih dihubungkan dengan sumber air yang sudah ada (existing) dari warga menggunakan pipa PVC 1/2”,
jarak sumber air dengan cubluk minimal 10 m.
b. Instalasi Air Kotor
- Pembuangan air kotor dari Floor Drain menggunakan pipa PVC 3” kemudian dihubungkan ke Parit
- Pembuangan air kotor dari Kloset menggunakan pipa PVC 4” kemudian dihubungkan ke Cubluk.
- Pelapis dinding tanah Cubluk menggunakan 2
buah buis beton dengan tinggi = 50 cm dan
diameter = 80 cm, kemudian di buat pegangan
tutup buis beton agar memudahkan untuk
maintenance.
- Jarak Kloset ke Cubluk menyesuaikan dengan
kondisi lapangan.