| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0728588484713000 | Rp 438,598,000 | - | |
Attaya Karya | 07*4**4****04**0 | Rp 378,500,000 | Daftar isian personel manajerial yang diajukan sudah digunakan pada pekerjaan lain |
| 0029170313713000 | - | - | |
| 0940717291713000 | - | - | |
| 0909986820713000 | - | - | |
CV Dian Nusantra Construction | 02*0**8****13**0 | - | - |
| 0025498551713000 | - | - | |
| 0439046939713000 | - | - | |
CV Naka Konstruksi | 02*9**8****01**0 | - | - |
| 0029171741713000 | - | - | |
| 0014069371713000 | - | - | |
| 0722727484703000 | - | - | |
CV Kubu Raya Sejahtera | 00*7**5****01**0 | - | - |
| 0015797046713000 | - | - | |
| 0030342026722000 | - | - | |
| 0029172970713000 | - | - | |
| 0916914369713000 | - | - | |
CV Kenzo | 06*5**7****13**0 | - | - |
Setya Mandiri | 0846856464711000 | - | - |
| 0032205155713000 | - | - |
URAIAN TEKNIK DAN METODE PELAKSANAAN
A. KETENTUAN UMUM
1. Semua pekerjaan yang terdapat dalam gambar bestek tapi tidak dinyatakan dalam
RKS ini atau sebaliknya, akan tetapi menyangkut pekerjaan bangunan ini, maka
penyedia wajib menyelesaikan sesuai petunjuk Pengawas Lapangan / Pihak Direksi.
2. Selain Bestek ringkas ini, semua ketentuan-ketentuan administrasi pemeriksaan
bahan dan mutu pekerjaan serta ketentuan-ketentuan lain dari pemerintah yang
menyangkut pelaksanaan pekerjaan pembangunan termasuk pula sebagai
pedoman penyelenggara pekerjaan yang harus ditaati oleh penyedia. Satu dan lain-
lain menurut petunjuk Unsur Teknis yang tidak bertentangan dengan uraian dan
syarat-syarat ini.
B. SPESIFIKASI METODE KONSTRUKSI/ METODE PELAKSANAAN/METODE KERJA
1. PEKERJAAN PENDAHULUAN
a. Pekerjaan Persiapan
1) Segala sesuatunya menyangkut kelancaran pekerjaan palaksanaan harus
telah disiapkan di lokasi sebelum melaksanakan pekerjaan.
2) Jadwal terinci, Time schedule, mobilisasi peralatan dan tenaga kerja,serta
kelengkapan administrasi lapangan harus disiapkan sebelum memulai
pekerjaan.
3) Demi kelancaran kegiatan sebelumnya penyedia harus memperhatikan
penempatan bahan / material dan lalu lintas.
4) Situasi dan Ukuran
a. Penyedia wajib meneliti situasi lapangan, terutama keadaan tanah, sifat
dan luasan pekerjaan serta hal-hal lain yang dapat mempengaruhi
pekerjaan penawaran kontraktor.
b. Kelalaian atau kekurangan telitian kontraktor dalam hal ini tidak dijadikan
alasan untuk mengajukan tuntutan.
c. Penyedia bertanggung jawab atas tepatnya pelaksanaan pekerjaan
menurut bentuk ukuran-ukuran dan mutu yang tercantum dalam rencana
kerja dan Syarat-syarat (RKS) pekerjaan ini.
d. Penyedia berkewajiban mencocokkan ukuran-ukuran satu sama lain dan
segera melaporkan kepada Direksi bilamana terdapat ketidak cocokan
ukuran-ukuran didalam gambar-gambar RKS ini, dan tidak
diperkenangkan membetulkan kesalahan-kesalahan ukuran / gambar-
gambar sebelum berkonsultasian dari Direksi.
e. Apabila terdapat ketidaksesuaian ukuran-ukuran, maka pengukuran
bersama dijadikan patokan.
f. Letak titik duga (titik nol) sebagaimana dinyatakan dalam gambar atau
sesuai kesepakatan dalam peninjauan lokasi.
g. Titik peil ini harus ditetapkan dengan membuat patok permanen yang
selama dalam pelaksanaan tidak boleh bergesar/berubah.
h. Untuk selanjutnya patok permanen tersebut harus menjadi dasar bagi
setiap ukuran dan kedalaman.
i. Atas persetujuan Direksi, penentuan titik lainnya dilakukan oleh
pemborong dilapangan dengan alat ukur optic yang sudah diTera
kebenarannya dan harus selalu berpedoman pada titik duga patok (peil
nol).
j. Untuk Bangunan rehabilitasi sebelum kontraktor memulai pekerjaan
terlebih dahulu mengambil Foto kondisi 0% nol.
2. PEKERJAAN PEMBERSIHAN
Spesifikasi teknis yang jelas sangat penting untuk memastikan bahwa pembersihan
lokasi dilakukan dengan aman, efisien, dan sesuai dengan persyaratan yang
ditetapkan. Selain itu, penting untuk memastikan bahwa proses pembersihan lokasi
mematuhi semua peraturan dan peraturan yang berlaku untuk menjaga
keselamatan pekerja dan lingkungan, Berikut adalah spesifikasi teknik untuk
pekerjaan pembongkaran :
1) Persiapkan area kerja dengan membersihkan area sekitarnya dan memasang
pembatas untuk memastikan keselamatan pengunjung dan pekerja.
Koordinasi dengan pihak pengelola untuk memastikan minimnya dampak
pada aktivitas masyarakat
2) Penebangan pohon/pembersihan harus tuntas sampai pada akar-akarnya
sehingga tidak merusak struktur tanah
3) Setelah pembongkaran selesai, bersihkan area secara menyeluruh dari sisa-
sisa bata dan limbah. Buang limbah sesuai dengan pedoman dan peraturan
yang berlaku
4) Lakukan pemeriksaan akhir untuk memastikan bahwa area kerja telah
dibersihkan dengan benar dan tidak ada sisa material yang tersisa
5) Pastikan bahwa area sudah siap untuk tahap konstruksi atau penggunaan
selanjutnya
3. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3)
1) Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi
– Memenuhi ketentuan Keselamatan Konstruksi
– Menggunakan tenaga kerja kompeten bersertifikat;
– Menggunakan peralatan yang memenuhi standar kelaikan;
– Menggunakan material yang memenuhi standar mutu;
– Menggunakan teknologi yang memenuhi standar kelaikan;
– Melaksanakan Standar Operasi dan Prosedur (SOP); dan
– Memenuhi 9 (sembilan) komponen biaya penerapan SMKK
2) Penyedia Jasa harus menyiapkan peralatan keselamatan kerja yang berguna
meminimalisir resiko kecelakaan yang terjadi selama pelaksanaan
pekerjaan. Peralatan keselamatan kerja yang digunakan harus sesuai
dengan pekerjaan yang dilaksanakan. Karena Peralatan kerja merupakan
kewajiban yang harus dipenuhi oleh pihak Penyedia Jasa maka dari itu
Penyedia Jasa wajib membuat Rancangan Ketentuan keselamatan Kerja (K3)
dalam pelaksanaannya.
3) Penyediaan sarana pendukung K3, seperti :
– Rambu – rambu K3.
– Papan waktu pelaksanaan pekerjaan.
– Pengurusan Jamsostek.
– Koordinasi pelaksanaan sistem manejemen K3 dengan instansi
terkait.
– Penyediaan Satuan Pengaman Proyek.
– Penetapan Pengendalian Risiko K3 dengan memakai APD (helm,
sepatu safety, sarung tangan,masker,dan Rompi Keselamatan)
4) Dari permulaan hingga penyelesaian pekerjaan dan selama masa
pemeliharaan, Penyedia Jasa bertanggung jawab atas keselamatan dan
keamanan pekerja, material dan peralatan teknis serta konstruksi.
5) Wajib menjamin keselamatan tenaga kerja yang terlibat dalam pelaksanaan
pekerjaan dari segala kemungkinan yang terjadi dengan memenuhi aturan
dan ketentuan kesehatan dan keselamatan kerja yang berlaku (Jamsostek).
6) Menyediakan obat – obatan menurut syarat – syarat Pertolongan Pertama
Pada Kecelakaan (PPPK) yang selalu dalam keadaan siap digunakan di
lapangan, untuk mengatasi segala kemungkinan musibah bagi semua
petugas dari pekerja lapangan.
7) Setiap pekerja diwajibkan menggunakan sepatu pada waktu bekerja
dan di lokasi harus disediakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa safety
belt, safety helmet, masker/kedok las terutama untuk dipakai pada
pekerjaan yang beresiko tertimpa benda keras.
8) Bilamana terjadi musibah atau kecelakaan di lapangan yang memerlukan
perawatan serius, Penyedia Jasa harus segera membawa korban ke Rumah
Sakit terdekat dan melaporkan kejadian tersebut pada Pemberi Tugas.
9) Pemantauan dan evaluasi
Pengendalian pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3 dilakukan mengacu pada
kegiatan yang dilaksanakan pada bagian Operasi keselamatan konstruksi
berdasarkan upaya pengendalian pada bagian Perencanaan keselamatan
konstruksi dan Dukungan keselamatan konstuksi. Peningkatan kinerja
keselamatan konstruksi dilakukan dengan melakukan pemantauan,
pengawasan, pelatihan dan pembahasan rapat SMK3 secara periodik serta
dengan melaksanakan audit secara menyeluruh dimulai pada tahap
pelaksanaan serta penyelesaian proyek
A. PEKERJAAN PAGAR DEPAN
1. PEKERJAAN TANAH
Meliputi pekerjaan penggalian (Cut) dan penimbungan (Fill) antara lain penimbunan
kembali galian pondasi, penimbunan tanah manual, pemadatan lapis demi lapis,
sehingga titik peil sesuai dengan gambar rencana.
a. Galian Tanah dan Urugan Pasir
Pelaksanaan galian tanah sebagai berikut :
1) Sebelum melaksanakan penggalian, posisi galian dan ukuran seperti
tertera dalam gambar sudah dipastikan benar dan harus mendapat
persetujuan Direksi / Pengawas lapangan.
2) Penggalian tanah dapat dimulai setelah pemasangan bouwplank dan
patok-patok disetujui Direksi / Pengawas lapangan.
3) Dasar galian 30 cm, dan jika pada galian terdapat akar-akar kayu,
kotoran-kotoran dan bagian-bagian tanah yang longgar (tidak padat),
maka bagian ini harus dikeluarkan seluruhnya kemudian lubang yang
terjadi diisi dengan pasir urug.
4) Jika terdapat air menggenang dalam parit/galian pondasi harus
dipompa keluar, sehingga pada waktu pemasangan pondasi
parit/galian pondasi dalam keadaan kering
5) Apabila terjadi kesalahan dalam penggalian tanah untuk dasar pondasi
sehingga dicapai kedalaman yang melebihi apa yang tertera dalam
gambar, maka kelebihan dari pada galian harus diurug kembali dengan
material yang disetujui oleh Direksi/Direksi Teknik. Biaya akibat
pekerjaan tersebut menjadi beban penyedia.
6) Pastikan area galian sudah siap untuk dimulai pekerjaan urugan pasir.
Ini termasuk membersihkan area dari vegetasi, menghapus material
tambahan seperti batu atau akar pohon.
7) Tentukan tinggi urugan pasir yang diperlukan untuk mengisi galian
pondasi dengan benar, dalam hal ini tinggi urugan pasir 5 cm Ini dapat
dilakukan dengan mengukur kedalaman galian dan menyesuaikan
tingkat pasir sesuai dengan desain kanstin yang ditentukan
2. PEKERJAAN BETON DAN PASANGAN
Pekerjaan beton dan pasangan merujuk pada proses konstruksi yang melibatkan
penggunaan beton (Kolom, Sloof dan balok), Pas. Plesteran dan Acian serta material
lain untuk membangun struktur bangunan yang melibatkan penggunaan mortar
atau semen sebagai bahan pengikat . Berikut adalah penjelasan singkat tentang
kedua jenis pekerjaan ini:
a. Pondasi Batu Belah 1pc:4ps
1) Persiapan Lokasi
– Tentukan dan tandai lokasi pondasi menggunakan benang dan
patok sesuai dengan gambar kerja
– Bersihkan area dari tanaman, batu-batu besar, dan material
lain yang mengganggu
2) Bahan dan Alat
– Batu Belah
– Semen Portland
– Pasir Pasang
– Air
– Kayu Bekisting
– Alat Pertukangan (Sekop, cangkul, ember dan waterpass)
3) Metode Pelaksanaan
– Lakukan penggalian tanah sesuai dengan ukuran dan
kedalaman yang telah ditentukan dalam gambar kerja
– Pastikan dasar galian rata dan padat. Gunakan waterpass
untuk memastikan dasar galian berada pada level yang sama
– Siapkan campuran mortar dengan perbandingan 1 bagian
semen dan 4 bagian pasir. Tambahkan air secukupnya untuk
mendapatkan konsistensi yang tepat
– Pasang batu belah pertama di sudut-sudut dan sepanjang garis
pondasi, pastikan batu terpasang kuat dan stabil. Gunakan
waterpass untuk memastikan batu berada dalam posisi yang
tepat
– Oleskan mortar pada batu dan susun batu berikutnya dengan
posisi berseling (tidak segaris) untuk meningkatkan kekuatan
– Setiap lapisan batu harus dilapisi dengan mortar. Pastikan
semua rongga terisi penuh dengan mortar untuk menghindari
kekosongan yang dapat melemahkan pondasi
b. Pek. Dinding Bata Merah
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan area kerja dari kotoran, puing, dan material yang
tidak diperlukan
– Pastikan pondasi atau sloof yang akan menjadi dasar dinding
bata merah sudah kering dan kuat
2) Bahan dan Alat
– Semen Portland
– Pasir Pasang
– Air
– Bata Merah
– cangkul, sekop, mistar, meteran, ember
3) Metode Pelaksanaan
– Rendam bata merah dalam air selama beberapa menit sebelum
digunakan. Ini bertujuan untuk meningkatkan daya lekat
mortar pada bata
– Buat campuran mortar dengan perbandingan 1 bagian semen
dan 4 bagian pasir. Tambahkan air secukupnya untuk
mendapatkan konsistensi yang tepat
– Mulailah pemasangan bata dari sudut-sudut dinding. Letakkan
bata pertama di atas sloof atau pondasi dengan posisi yang
tepat
– Oleskan mortar pada bata dan letakkan bata berikutnya.
Pastikan setiap bata berada pada posisi yang benar dengan
menggunakan waterpass
– Pasang bata berikutnya dengan pola berseling (tidak segaris)
untuk meningkatkan kekuatan dinding
– Oleskan mortar pada setiap permukaan bata yang akan
bersentuhan dengan bata lainnya (atas dan samping). Pastikan
mortar terdistribusi merata
– Lanjutkan pemasangan bata hingga mencapai ketinggian yang
diinginkan
– Basahi dinding secara berkala selama beberapa hari untuk
memastikan mortar mengering dan mengeras dengan baik. Ini
juga membantu mencegah retakan akibat pengeringan yang
terlalu cepat
c. Pek. Beton 1pc:2ps:3kr
Pekerjaan ini meliputi pengecoran beton dengan perbandingan
campuran 1pc:2ps:3kr yang meliputi Pekerjaan Sloof 15/20, Kolom
20/20 dan Ring Balok 11/15 dengan spesifikasi teknis sebagai berikut
ini :
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan area kerja dari kotoran, puing, dan material lain yang
tidak diperlukan
– Pastikan area kerja siap dan sesuai dengan spesifikasi teknis
2) Bahan dan Alat
– Semen Portland
– Pasir Pasang
– Air
– Agregat 10-20 mm
– Baja Tulangan
– Kawat Beton
– Bekisting
– Cetok, cangkul, sekop, mistar, meteran, ember
3) Pemasangan Bekisting
– Pasang bekisting sesuai dengan bentuk dan ukuran beton yang
akan dicor. Pastikan bekisting kokoh dan tidak bocor
– Gunakan penguat atau penahan bekisting agar tidak bergeser
selama pengecoran
– Lapisi bekisting dengan minyak bekisting atau plastik untuk
memudahkan pelepasan setelah beton mengeras
4) Pekerjaan Pembesian
– Ukur dan potong baja tulangan sesuai dengan panjang yang
dibutuhkan berdasarkan gambar kerja
– Pastikan semua potongan besi beton memiliki ukuran yang tepat
dan sesuai spesifikasi
– Bengkokkan baja tulangan sesuai dengan bentuk dan ukuran
yang diperlukan. Gunakan mesin bending atau tang pembengkok
untuk menghasilkan bengkokan yang tepat
– Susun baja tulangan di tempat yang telah ditentukan dalam
bekisting
– Pastikan jarak antar tulangan (spacing) sesuai dengan spesifikasi
teknis dan gambar kerja
– Ikat setiap pertemuan antar tulangan dengan kawat pengikat.
Gunakan tang pengikat untuk memastikan ikatan kuat dan tidak
mudah lepas
5) Metode Pelaksanaan
– Campurkan semen, pasir, dan air dalam perbandingan yang
tepat sesuai dengan spesifikasi teknis 1pc:2ps:3kr, Pastikan
campuran memiliki konsistensi yang baik dan homogeny
– Campurkan bahan di tempat yang bersih atau di mixer beton
– Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil terus mengaduk
hingga mencapai konsistensi yang diinginkan. Perbandingan air
biasanya sekitar 0.5 bagian dari berat semen, tetapi dapat
disesuaikan tergantung kondisi lapangan dan kebutuhan
– Tuangkan beton ke dalam bekisting secara bertahap. Pastikan
beton menyebar merata
– Gunakan vibrator beton untuk memadatkan beton dan
menghilangkan udara yang terperangkap. Pastikan tidak ada
rongga udara dalam beton
– Ratakan permukaan beton dengan cetok atau alat perata lainnya
dan haluskan permukaan beton sesuai dengan spesifikasi yang
diinginkan
– Lindungi beton dari pengeringan yang terlalu cepat dengan
menutupi permukaan beton menggunakan plastik atau bahan
pelapis lainnya
– Basahi beton secara berkala selama periode curing (biasanya 7
hari) untuk memastikan proses hidrasi berjalan optimal dan
beton mencapai kekuatan yang diinginkan
– Lepaskan bekisting setelah beton mencapai kekuatan awal yang
cukup. Waktu pelepasan bekisting biasanya 1-2 hari, tetapi bisa
lebih lama tergantung pada kondisi cuaca dan jenis beton
d. Pek. Plesteran dan Acian
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan area sekitar dari tanaman, puing-puing, atau benda
lain yang mengganggu
– Tentukan batas-batas area yang akan direhabilitasi dan
pastikan akses mudah ke lokasi
– Bersihkan permukaan dari debu, kotoran, atau lapisan
sebelumnya yang masih menempel. Pastikan permukaan kering
dan bebas dari kontaminan sebelum proses plesteran dimulai
2) Bahan Baku dan Peralatan
– Semen Portland
– Pasir Pasang / Pasir Halus
– Air
– Alat pencampur (pengaduk, atau alat lainnya)
– Trovel (sejenis alat untuk meratakan)
3) Metode pelaksanaan
– Siapkan adukan plester yang konsistensinya mudah dikerjakan
dan dapat menempel kuat pada permukaan ornament 1pc:4ps.
Gunakan campuran yang tepat sesuai dengan petunjuk direksi
– Aplikasikan plester secara merata ke permukaan menggunakan
trowel atau alat aplikator yang sesuai. Pastikan plester meresap
dengan baik dan tidak ada celah kosong
– Bentuk dan rapihkan plester sesuai dengan desain dan ukuran
yang ditentukan. Gunakan alat spatula atau alat pemahat kecil
untuk menyempurnakan detail dan pola
– Biarkan plester mengering secara alami sesuai dengan petunjuk
waktu kering yang direkomendasikan. Pastikan lingkungan
sekitar tetap kering dan terlindungi dari hujan atau
kelembaban berlebihan
– Setelah plester benar-benar kering, siapkan campuran acian
sesuai dengan petunjuk direksi. Pastikan campuran acian
memiliki konsistensi yang tepat untuk aplikasi yang mudah
– Oleskan acian ke permukaan plester dengan gerakan yang
seragam menggunakan kuas atau alat aplikator yang sesuai.
Pastikan lapisan acian merata dan tidak ada bagian yang
kosong
– Setelah acian diterapkan, rapihkan permukaan dengan alat
finishing seperti spons atau kain lembut untuk mencapai
tekstur yang diinginkan. Pastikan juga tepian ornament terlihat
rapi dan bersih
– Biarkan acian mengering sepenuhnya sesuai dengan petunjuk
waktu kering yang direkomendasikan sebelum melakukan
langkah-langkah selanjutnya
– Setelah plesteran dan acian selesai, bersihkan area dari sisa-
sisa material dan debu menggunakan alat pembersih yang
sesuai
e. Pek. Ornament Profilan
1) Persiapan Lokasi
– Tandai lokasi pemasangan ornamen menggunakan meteran
dan pensil
– Desain ornamen disesuaikan dengan konsep pagar dalam
gambar kerja/bestek
2) Bahan Baku dan Peralatan
– Semen Portland
– Pasir Pasang / Pasir Halus
– Air
– Alat pencampur (pengaduk, atau alat lainnya)
– Trovel (sejenis alat untuk meratakan)
– Meteran dan pensil
– Cetakan ornamen (jika menggunakan cetakan)
3) Metode pelaksanaan
– Campurkan semen dan pasir dengan perbandingan 1:3,
tambahkan air secukupnya
– Tuang adukan ke dalam cetakan ornamen yang telah disiapkan
– Ratakan dan ketuk perlahan agar tidak ada rongga udara
– Diamkan selama 24 jam hingga kering
– Tempelkan ornamen dengan campuran semen dan lem perekat
diatas pilar, dan Pastikan ornamen sejajar dan presisi dengan
penggaris siku
– Biarkan mengering sebelum dilakukan finishing
f. Pek. Pasang Buis Beton dia. 30 cm
1) Persiapan Lokasi
– Tentukan lokasi pemasangan sesuai dengan gambar
perencanaan
– Pastikan kemiringan saluran sesuai standar, 1–2% (1–2 cm per
meter panjangnya) untuk drainase agar air mengalir lancar.
2) Bahan Baku dan Peralatan
– Cangkul dan sekop (untuk penggalian tanah)
– Pasir Pasang / Pasir Halus
– Air
– Waterpass atau selang air (untuk mengecek kemiringan)
– Trovel (sejenis alat untuk meratakan)
– Buis beton diameter 30 cm
3) Metode pelaksanaan
– Lakukan penggalian dengan kedalaman yang sesuai kebutuhan
(lebih besar dari diameter buis, sekitar 40–50 cm)
– Lebar galian minimal 50 cm untuk memudahkan pemasangan
– Pastikan dasar galian rata dan memiliki kemiringan yang sesuai
– Urug dasar galian dengan pasir setebal 5–10 cm agar buis beton
tidak langsung bersentuhan dengan tanah
– Jika tanah lembek, tambahkan lapisan batu split untuk
memperkuat pondasi
– Letakkan buis beton satu per satu pada jalur yang telah
disiapkan.
– Pastikan sambungan antar buis terpasang dengan baik dan
sejajar
– Gunakan mortar semen-pasir di bagian sambungan untuk
mencegah kebocoran.
– Timbun secara bertahap dan padatkan setiap lapisan agar tidak
terjadi penurunan tanah
6. PEKERJAAN PENGECATAN
Spesifikasi teknik untuk pekerjaan pengecatan menguraikan prosedur dan standar
yang harus diikuti dalam proses pengecatan struktur, permukaan, atau elemen
bangunan. Berikut adalah spesifikasi umum untuk pekerjaan pengecatan meliputi
Pengecatan Tembok dan pengecatan struktur pagar.
Ketentuan-ketentuan dalam melaksanakan pekerjaan seperti yang dijelaskan
sebagai berikut :
a. Persiapan Lokasi
1) Pastikan permukaan yang akan dicat bersih dari debu, kotoran, dan
kontaminan lainnya. Gunakan alat pembersih seperti sikat, penghisap
debu, atau air bertekanan untuk membersihkan permukaan secara
menyeluru
2) Perbaiki kerusakan atau cacat pada permukaan seperti retakan,
lubang, atau kerusakan struktural lainnya sebelum pengecatan.
Gunakan bahan pengisi yang sesuai dan biarkan mengering
sepenuhnya sebelum pengecatan
3) Lindungi permukaan yang tidak ingin dicat dengan menggunakan kain
penutup atau pelindung plastik
b. Bahan baku dan Peralatan
1) Cat Tembok Setara NODROP
2) Kuas
3) Amplas
4) Air
5) Tinner
c. Metode Pelaksanaan
1) Siapkan cat sesuai dengan petunjuk pabrikan. Pastikan cat tercampur
dengan baik dan konsisten
2) Gunakan alat yang tepat seperti Kuas, rol cat, atau sprayer untuk
mengaplikasikan cat
3) Pastikan untuk memilih warna cat yang diinginkan dan sesuai dengan
estetika ruangan atau area yang akan dicat
4) Aplikasikan cat dengan gerakan yang rata dan konsisten untuk hasil
pengecatan yang merata dan professional
5) Jika diperlukan, aplikasikan lapisan cat tambahan setelah lapisan
pertama kering sepenuhnya. Pastikan setiap lapisan diberikan waktu
yang cukup untuk mengering sebelum aplikasi lapisan berikutnya
6) Jika cat yang digunakan terlalu kental, Anda mungkin perlu
menambahkan pengencer cat untuk membuatnya lebih mudah
diaplikasikan
7) Ikuti petunjuk pengenceran yang disediakan oleh produsen cat untuk
mendapatkan perbandingan yang tepat antara cat dan pengencer
8) aplikasikan cat dalam 2 (dua)x lapisan untuk mendapatkan penutupan
yang sempurna dan warna yang lebih intens
9) Gunakan kuas kecil untuk menjangkau area yang sulit diakses atau
untuk mengecat tepi dan sudut dengan presisi
10) Pastikan untuk menutupi semua bagian permukaan dengan cat yang
merata, termasuk sudut dan lipatan
11) Lindungi permukaan yang baru dicat dari kontaminasi atau kerusakan
selama proses pengeringan. Gunakan tanda peringatan atau
penghalang fisik jika diperlukan
12) Bersihkan semua peralatan dan alat yang digunakan dengan air dan
sabun segera setelah selesai menggunakan mereka. Ini akan
membantu memperpanjang umur peralatan dan menjaga kualitas cat
B. PEKERJAAN PAGAR SAMPING
1. PEKERJAAN TANAH
Meliputi pekerjaan penggalian (Cut) dan penimbungan (Fill) antara lain penimbunan
kembali galian pondasi, penimbunan tanah manual, pemadatan lapis demi lapis,
sehingga titik peil sesuai dengan gambar rencana.
a. Galian Tanah dan Urugan Pasir
Pelaksanaan galian tanah sebagai berikut :
1) Sebelum melaksanakan penggalian, posisi galian dan ukuran seperti
tertera dalam gambar sudah dipastikan benar dan harus mendapat
persetujuan Direksi / Pengawas lapangan.
2) Penggalian tanah dapat dimulai setelah pemasangan bouwplank dan
patok-patok disetujui Direksi / Pengawas lapangan.
3) Dasar galian 30 cm, dan jika pada galian terdapat akar-akar kayu,
kotoran-kotoran dan bagian-bagian tanah yang longgar (tidak padat),
maka bagian ini harus dikeluarkan seluruhnya kemudian lubang yang
terjadi diisi dengan pasir urug.
4) Jika terdapat air menggenang dalam parit/galian pondasi harus
dipompa keluar, sehingga pada waktu pemasangan pondasi
parit/galian pondasi dalam keadaan kering
5) Apabila terjadi kesalahan dalam penggalian tanah untuk dasar pondasi
sehingga dicapai kedalaman yang melebihi apa yang tertera dalam
gambar, maka kelebihan dari pada galian harus diurug kembali dengan
material yang disetujui oleh Direksi/Direksi Teknik. Biaya akibat
pekerjaan tersebut menjadi beban penyedia.
6) Pastikan area galian sudah siap untuk dimulai pekerjaan urugan pasir.
Ini termasuk membersihkan area dari vegetasi, menghapus material
tambahan seperti batu atau akar pohon.
7) Tentukan tinggi urugan pasir yang diperlukan untuk mengisi galian
pondasi dengan benar, dalam hal ini tinggi urugan pasir 5 cm Ini dapat
dilakukan dengan mengukur kedalaman galian dan menyesuaikan
tingkat pasir sesuai dengan desain kanstin yang ditentukan
2. PEKERJAAN BETON DAN PASANGAN
Pekerjaan beton dan pasangan merujuk pada proses konstruksi yang melibatkan
penggunaan beton (Kolom, Sloof dan balok), Pas. Plesteran +Acian dan material lain
untuk membangun struktur bangunan yang melibatkan penggunaan mortar atau
semen sebagai bahan pengikat . Berikut adalah penjelasan singkat tentang kedua
jenis pekerjaan ini:
a. Pondasi Batu Belah 1pc:4ps
1) Persiapan Lokasi
– Tentukan dan tandai lokasi pondasi menggunakan benang dan
patok sesuai dengan gambar kerja
– Bersihkan area dari tanaman, batu-batu besar, dan material
lain yang mengganggu
2) Bahan dan Alat
– Batu Belah
– Semen Portland
– Pasir Pasang
– Air
– Kayu Bekisting
– Alat Pertukangan (Sekop, cangkul, ember dan waterpass)
3) Metode Pelaksanaan
– Lakukan penggalian tanah sesuai dengan ukuran dan
kedalaman yang telah ditentukan dalam gambar kerja
– Pastikan dasar galian rata dan padat. Gunakan waterpass
untuk memastikan dasar galian berada pada level yang sama
– Siapkan campuran mortar dengan perbandingan 1 bagian
semen dan 4 bagian pasir. Tambahkan air secukupnya untuk
mendapatkan konsistensi yang tepat
– Pasang batu belah pertama di sudut-sudut dan sepanjang garis
pondasi, pastikan batu terpasang kuat dan stabil. Gunakan
waterpass untuk memastikan batu berada dalam posisi yang
tepat
– Oleskan mortar pada batu dan susun batu berikutnya dengan
posisi berseling (tidak segaris) untuk meningkatkan kekuatan
– Setiap lapisan batu harus dilapisi dengan mortar. Pastikan
semua rongga terisi penuh dengan mortar untuk menghindari
kekosongan yang dapat melemahkan pondasi
b. Pek. Dinding Bata Merah
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan area kerja dari kotoran, puing, dan material yang
tidak diperlukan
– Pastikan pondasi atau sloof yang akan menjadi dasar dinding
bata merah sudah kering dan kuat
2) Bahan dan Alat
– Semen Portland
– Pasir Pasang
– Air
– Bata Merah
– cangkul, sekop, mistar, meteran, ember
3) Metode Pelaksanaan
– Rendam bata merah dalam air selama beberapa menit sebelum
digunakan. Ini bertujuan untuk meningkatkan daya lekat
mortar pada bata
– Buat campuran mortar dengan perbandingan 1 bagian semen
dan 4 bagian pasir. Tambahkan air secukupnya untuk
mendapatkan konsistensi yang tepat
– Mulailah pemasangan bata dari sudut-sudut dinding. Letakkan
bata pertama di atas sloof atau pondasi dengan posisi yang
tepat
– Oleskan mortar pada bata dan letakkan bata berikutnya.
Pastikan setiap bata berada pada posisi yang benar dengan
menggunakan waterpass
– Pasang bata berikutnya dengan pola berseling (tidak segaris)
untuk meningkatkan kekuatan dinding
– Oleskan mortar pada setiap permukaan bata yang akan
bersentuhan dengan bata lainnya (atas dan samping). Pastikan
mortar terdistribusi merata
– Lanjutkan pemasangan bata hingga mencapai ketinggian yang
diinginkan
– Basahi dinding secara berkala selama beberapa hari untuk
memastikan mortar mengering dan mengeras dengan baik. Ini
juga membantu mencegah retakan akibat pengeringan yang
terlalu cepat
c. Pek. Beton 1pc:2ps:3kr
Pekerjaan ini meliputi pengecoran beton dengan perbandingan
campuran 1pc:2ps:3kr yang meliputi Pekerjaan Sloof 11/20, Kolom
Praktis 11/11, Ring Balk 11/15 dengan spesifikasi teknis sebagai
berikut ini :
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan area kerja dari kotoran, puing, dan material lain yang
tidak diperlukan
– Pastikan area kerja siap dan sesuai dengan spesifikasi teknis
2) Bahan dan Alat
– Semen Portland
– Pasir Pasang
– Air
– Agregat 10-20 mm
– Baja Tulangan
– Kawat Beton
– Bekisting
– Cetok, cangkul, sekop, mistar, meteran, ember
3) Pemasangan Bekisting
– Pasang bekisting sesuai dengan bentuk dan ukuran beton yang
akan dicor. Pastikan bekisting kokoh dan tidak bocor
– Gunakan penguat atau penahan bekisting agar tidak bergeser
selama pengecoran
– Lapisi bekisting dengan minyak bekisting atau plastik untuk
memudahkan pelepasan setelah beton mengeras
4) Pekerjaan Pembesian
– Ukur dan potong baja tulangan sesuai dengan panjang yang
dibutuhkan berdasarkan gambar kerja
– Pastikan semua potongan besi beton memiliki ukuran yang tepat
dan sesuai spesifikasi
– Bengkokkan baja tulangan sesuai dengan bentuk dan ukuran
yang diperlukan. Gunakan mesin bending atau tang pembengkok
untuk menghasilkan bengkokan yang tepat
– Susun baja tulangan di tempat yang telah ditentukan dalam
bekisting
– Pastikan jarak antar tulangan (spacing) sesuai dengan spesifikasi
teknis dan gambar kerja
– Ikat setiap pertemuan antar tulangan dengan kawat pengikat.
Gunakan tang pengikat untuk memastikan ikatan kuat dan tidak
mudah lepas
5) Metode Pelaksanaan
– Campurkan semen, pasir, dan air dalam perbandingan yang
tepat sesuai dengan spesifikasi teknis 1pc:2ps:3kr, Pastikan
campuran memiliki konsistensi yang baik dan homogeny
– Campurkan bahan di tempat yang bersih atau di mixer beton
– Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil terus mengaduk
hingga mencapai konsistensi yang diinginkan. Perbandingan air
biasanya sekitar 0.5 bagian dari berat semen, tetapi dapat
disesuaikan tergantung kondisi lapangan dan kebutuhan
– Tuangkan beton ke dalam bekisting secara bertahap. Pastikan
beton menyebar merata
– Gunakan vibrator beton untuk memadatkan beton dan
menghilangkan udara yang terperangkap. Pastikan tidak ada
rongga udara dalam beton
– Ratakan permukaan beton dengan cetok atau alat perata lainnya
dan haluskan permukaan beton sesuai dengan spesifikasi yang
diinginkan
– Lindungi beton dari pengeringan yang terlalu cepat dengan
menutupi permukaan beton menggunakan plastik atau bahan
pelapis lainnya
– Basahi beton secara berkala selama periode curing (biasanya 7
hari) untuk memastikan proses hidrasi berjalan optimal dan
beton mencapai kekuatan yang diinginkan
– Lepaskan bekisting setelah beton mencapai kekuatan awal yang
cukup. Waktu pelepasan bekisting biasanya 1-2 hari, tetapi bisa
lebih lama tergantung pada kondisi cuaca dan jenis beton
d. Pek. Plesteran dan Acian
3) Persiapan Lokasi
– Bersihkan area sekitar dari tanaman, puing-puing, atau benda
lain yang mengganggu
– Tentukan batas-batas area yang akan direhabilitasi dan
pastikan akses mudah ke lokasi
– Bersihkan permukaan dari debu, kotoran, atau lapisan
sebelumnya yang masih menempel. Pastikan permukaan kering
dan bebas dari kontaminan sebelum proses plesteran dimulai
4) Bahan Baku dan Peralatan
– Semen Portland
– Pasir Pasang / Pasir Halus
– Air
– Alat pencampur (pengaduk, atau alat lainnya)
– Trovel (sejenis alat untuk meratakan)
4) Metode pelaksanaan
– Siapkan adukan plester yang konsistensinya mudah dikerjakan
dan dapat menempel kuat pada permukaan ornament 1pc:4ps.
Gunakan campuran yang tepat sesuai dengan petunjuk direksi
– Aplikasikan plester secara merata ke permukaan menggunakan
trowel atau alat aplikator yang sesuai. Pastikan plester meresap
dengan baik dan tidak ada celah kosong
– Bentuk dan rapihkan plester sesuai dengan desain dan ukuran
yang ditentukan. Gunakan alat spatula atau alat pemahat kecil
untuk menyempurnakan detail dan pola
– Biarkan plester mengering secara alami sesuai dengan petunjuk
waktu kering yang direkomendasikan. Pastikan lingkungan
sekitar tetap kering dan terlindungi dari hujan atau
kelembaban berlebihan
– Setelah plester benar-benar kering, siapkan campuran acian
sesuai dengan petunjuk direksi. Pastikan campuran acian
memiliki konsistensi yang tepat untuk aplikasi yang mudah
– Oleskan acian ke permukaan plester dengan gerakan yang
seragam menggunakan kuas atau alat aplikator yang sesuai.
Pastikan lapisan acian merata dan tidak ada bagian yang
kosong
– Setelah acian diterapkan, rapihkan permukaan dengan alat
finishing seperti spons atau kain lembut untuk mencapai
tekstur yang diinginkan. Pastikan juga tepian ornament terlihat
rapi dan bersih
– Biarkan acian mengering sepenuhnya sesuai dengan petunjuk
waktu kering yang direkomendasikan sebelum melakukan
langkah-langkah selanjutnya
– Setelah plesteran dan acian selesai, bersihkan area dari sisa-
sisa material dan debu menggunakan alat pembersih yang
sesuai
3. PEKERJAAN PENGECATAN
Spesifikasi teknik untuk pekerjaan pengecatan menguraikan prosedur dan standar
yang harus diikuti dalam proses pengecatan struktur, permukaan, atau elemen
bangunan. Berikut adalah spesifikasi umum untuk pekerjaan pengecatan meliputi
Pengecatan Tembok dan pengecatan struktur pagar.
Ketentuan-ketentuan dalam melaksanakan pekerjaan seperti yang dijelaskan
sebagai berikut :
a. Persiapan Lokasi
1) Pastikan permukaan yang akan dicat bersih dari debu, kotoran, dan
kontaminan lainnya. Gunakan alat pembersih seperti sikat, penghisap
debu, atau air bertekanan untuk membersihkan permukaan secara
menyeluru
2) Perbaiki kerusakan atau cacat pada permukaan seperti retakan,
lubang, atau kerusakan struktural lainnya sebelum pengecatan.
Gunakan bahan pengisi yang sesuai dan biarkan mengering
sepenuhnya sebelum pengecatan
3) Lindungi permukaan yang tidak ingin dicat dengan menggunakan kain
penutup atau pelindung plastik
b. Bahan baku dan Peralatan
1) Cat Tembok Setara NODROP
2) Kuas
3) Amplas
4) Air
5) Tinner
c. Metode Pelaksanaan
1) Siapkan cat sesuai dengan petunjuk pabrikan. Pastikan cat tercampur
dengan baik dan konsisten
2) Gunakan alat yang tepat seperti Kuas, rol cat, atau sprayer untuk
mengaplikasikan cat
3) Pastikan untuk memilih warna cat yang diinginkan dan sesuai dengan
estetika ruangan atau area yang akan dicat
4) Aplikasikan cat dengan gerakan yang rata dan konsisten untuk hasil
pengecatan yang merata dan professional
5) Jika diperlukan, aplikasikan lapisan cat tambahan setelah lapisan
pertama kering sepenuhnya. Pastikan setiap lapisan diberikan waktu
yang cukup untuk mengering sebelum aplikasi lapisan berikutnya
6) Jika cat yang digunakan terlalu kental, Anda mungkin perlu
menambahkan pengencer cat untuk membuatnya lebih mudah
diaplikasikan
7) Ikuti petunjuk pengenceran yang disediakan oleh produsen cat untuk
mendapatkan perbandingan yang tepat antara cat dan pengencer
8) aplikasikan cat dalam 2 (dua)x lapisan untuk mendapatkan penutupan
yang sempurna dan warna yang lebih intens
9) Gunakan kuas kecil untuk menjangkau area yang sulit diakses atau
untuk mengecat tepi dan sudut dengan presisi
10) Pastikan untuk menutupi semua bagian permukaan dengan cat yang
merata, termasuk sudut dan lipatan
11) Lindungi permukaan yang baru dicat dari kontaminasi atau kerusakan
selama proses pengeringan. Gunakan tanda peringatan atau
penghalang fisik jika diperlukan
12) Bersihkan semua peralatan dan alat yang digunakan dengan air dan
sabun segera setelah selesai menggunakan mereka. Ini akan
membantu memperpanjang umur peralatan dan menjaga kualitas cat
B. PEKERJAAN GERBANG MASUK
1. PEKERJAAN BETON DAN PASANGAN
Pekerjaan beton dan pasangan merujuk pada proses konstruksi yang melibatkan
penggunaan beton (Pondasi, Kolom, Sloof dan balok), Pas. Plesteran+Acian dan
material lain untuk membangun struktur bangunan yang melibatkan penggunaan
mortar atau semen sebagai bahan pengikat . Berikut adalah penjelasan singkat
tentang kedua jenis pekerjaan ini:
a. Pondasi Batu Belah 1pc:4ps
1) Persiapan Lokasi
– Tentukan dan tandai lokasi pondasi menggunakan benang dan
patok sesuai dengan gambar kerja
– Bersihkan area dari tanaman, batu-batu besar, dan material
lain yang mengganggu
2) Bahan dan Alat
– Batu Belah
– Semen Portland
– Pasir Pasang
– Air
– Kayu Bekisting
– Alat Pertukangan (Sekop, cangkul, ember dan waterpass)
3) Metode Pelaksanaan
– Lakukan penggalian tanah sesuai dengan ukuran dan
kedalaman yang telah ditentukan dalam gambar kerja
– Pastikan dasar galian rata dan padat. Gunakan waterpass
untuk memastikan dasar galian berada pada level yang sama
– Siapkan campuran mortar dengan perbandingan 1 bagian
semen dan 4 bagian pasir. Tambahkan air secukupnya untuk
mendapatkan konsistensi yang tepat
– Pasang batu belah pertama di sudut-sudut dan sepanjang garis
pondasi, pastikan batu terpasang kuat dan stabil. Gunakan
waterpass untuk memastikan batu berada dalam posisi yang
tepat
– Oleskan mortar pada batu dan susun batu berikutnya dengan
posisi berseling (tidak segaris) untuk meningkatkan kekuatan
– Setiap lapisan batu harus dilapisi dengan mortar. Pastikan
semua rongga terisi penuh dengan mortar untuk menghindari
kekosongan yang dapat melemahkan pondasi
b. Pek. Beton 1pc:2ps:3kr
Pekerjaan ini meliputi pengecoran beton dengan perbandingan
campuran 1pc:2ps:3kr yang meliputi Pekerjaan Footplat, Pekerjaan
Kolom 20/20, Kolom 20/40 dan Balok 25/50 dengan spesifikasi teknis
sebagai berikut ini :
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan area kerja dari kotoran, puing, dan material lain yang
tidak diperlukan
– Pastikan area kerja siap dan sesuai dengan spesifikasi teknis
2) Bahan dan Alat
– Semen Portland
– Pasir Pasang
– Air
– Agregat 10-20 mm
– Baja Tulangan
– Kawat Beton
– Bekisting
– Cetok, cangkul, sekop, mistar, meteran, ember
3) Pemasangan Bekisting
– Pasang bekisting sesuai dengan bentuk dan ukuran beton yang
akan dicor. Pastikan bekisting kokoh dan tidak bocor
– Gunakan penguat atau penahan bekisting agar tidak bergeser
selama pengecoran
– Lapisi bekisting dengan minyak bekisting atau plastik untuk
memudahkan pelepasan setelah beton mengeras
4) Pekerjaan Pembesian
– Ukur dan potong baja tulangan sesuai dengan panjang yang
dibutuhkan berdasarkan gambar kerja
– Pastikan semua potongan besi beton memiliki ukuran yang tepat
dan sesuai spesifikasi
– Bengkokkan baja tulangan sesuai dengan bentuk dan ukuran
yang diperlukan. Gunakan mesin bending atau tang pembengkok
untuk menghasilkan bengkokan yang tepat
– Susun baja tulangan di tempat yang telah ditentukan dalam
bekisting
– Pastikan jarak antar tulangan (spacing) sesuai dengan spesifikasi
teknis dan gambar kerja
– Ikat setiap pertemuan antar tulangan dengan kawat pengikat.
Gunakan tang pengikat untuk memastikan ikatan kuat dan tidak
mudah lepas
5) Metode Pelaksanaan Pengecoran
– Campurkan semen, pasir, dan air dalam perbandingan yang
tepat sesuai dengan spesifikasi teknis 1pc:2ps:3kr, Pastikan
campuran memiliki konsistensi yang baik dan homogeny
– Campurkan bahan di tempat yang bersih atau di mixer beton
– Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil terus mengaduk
hingga mencapai konsistensi yang diinginkan. Perbandingan air
biasanya sekitar 0.5 bagian dari berat semen, tetapi dapat
disesuaikan tergantung kondisi lapangan dan kebutuhan
– Tuangkan beton ke dalam bekisting secara bertahap. Pastikan
beton menyebar merata
– Gunakan vibrator beton untuk memadatkan beton dan
menghilangkan udara yang terperangkap. Pastikan tidak ada
rongga udara dalam beton
– Ratakan permukaan beton dengan cetok atau alat perata lainnya
dan haluskan permukaan beton sesuai dengan spesifikasi yang
diinginkan
– Lindungi beton dari pengeringan yang terlalu cepat dengan
menutupi permukaan beton menggunakan plastik atau bahan
pelapis lainnya
– Basahi beton secara berkala selama periode curing (biasanya 7
hari) untuk memastikan proses hidrasi berjalan optimal dan
beton mencapai kekuatan yang diinginkan
– Lepaskan bekisting setelah beton mencapai kekuatan awal yang
cukup. Waktu pelepasan bekisting biasanya 1-2 hari, tetapi bisa
lebih lama tergantung pada kondisi cuaca dan jenis beton
c. Pek. Dinding Bata Merah
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan area kerja dari kotoran, puing, dan material yang
tidak diperlukan
– Pastikan pondasi atau sloof yang akan menjadi dasar dinding
bata merah sudah kering dan kuat
2) Bahan dan Alat
– Semen Portland
– Pasir Pasang
– Air
– Bata Merah
– cangkul, sekop, mistar, meteran, ember
3) Metode Pelaksanaan
– Rendam bata merah dalam air selama beberapa menit sebelum
digunakan. Ini bertujuan untuk meningkatkan daya lekat
mortar pada bata
– Buat campuran mortar dengan perbandingan 1 bagian semen
dan 4 bagian pasir. Tambahkan air secukupnya untuk
mendapatkan konsistensi yang tepat
– Mulailah pemasangan bata dari sudut-sudut dinding. Letakkan
bata pertama di atas sloof atau pondasi dengan posisi yang
tepat
– Oleskan mortar pada bata dan letakkan bata berikutnya.
Pastikan setiap bata berada pada posisi yang benar dengan
menggunakan waterpass
– Pasang bata berikutnya dengan pola berseling (tidak segaris)
untuk meningkatkan kekuatan dinding
– Oleskan mortar pada setiap permukaan bata yang akan
bersentuhan dengan bata lainnya (atas dan samping). Pastikan
mortar terdistribusi merata
– Lanjutkan pemasangan bata hingga mencapai ketinggian yang
diinginkan
– Basahi dinding secara berkala selama beberapa hari untuk
memastikan mortar mengering dan mengeras dengan baik. Ini
juga membantu mencegah retakan akibat pengeringan yang
terlalu cepat
d. Pek. Plesteran dan Acian
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan area sekitar dari tanaman, puing-puing, atau benda
lain yang mengganggu
– Tentukan batas-batas area yang akan direhabilitasi dan
pastikan akses mudah ke lokasi
– Bersihkan permukaan dari debu, kotoran, atau lapisan
sebelumnya yang masih menempel. Pastikan permukaan kering
dan bebas dari kontaminan sebelum proses plesteran dimulai
2) Bahan Baku dan Peralatan
– Semen Portland
– Pasir Pasang / Pasir Halus
– Air
– Alat pencampur (pengaduk, atau alat lainnya)
– Trovel (sejenis alat untuk meratakan)
3) Metode pelaksanaan
– Siapkan adukan plester yang konsistensinya mudah dikerjakan
dan dapat menempel kuat pada permukaan ornament 1pc:4ps.
Gunakan campuran yang tepat sesuai dengan petunjuk direksi
– Aplikasikan plester secara merata ke permukaan menggunakan
trowel atau alat aplikator yang sesuai. Pastikan plester meresap
dengan baik dan tidak ada celah kosong
– Bentuk dan rapihkan plester sesuai dengan desain dan ukuran
yang ditentukan. Gunakan alat spatula atau alat pemahat kecil
untuk menyempurnakan detail dan pola
– Biarkan plester mengering secara alami sesuai dengan petunjuk
waktu kering yang direkomendasikan. Pastikan lingkungan
sekitar tetap kering dan terlindungi dari hujan atau
kelembaban berlebihan
– Setelah plester benar-benar kering, siapkan campuran acian
sesuai dengan petunjuk direksi. Pastikan campuran acian
memiliki konsistensi yang tepat untuk aplikasi yang mudah
– Oleskan acian ke permukaan plester dengan gerakan yang
seragam menggunakan kuas atau alat aplikator yang sesuai.
Pastikan lapisan acian merata dan tidak ada bagian yang
kosong
– Setelah acian diterapkan, rapihkan permukaan dengan alat
finishing seperti spons atau kain lembut untuk mencapai
tekstur yang diinginkan. Pastikan juga tepian ornament terlihat
rapi dan bersih
– Biarkan acian mengering sepenuhnya sesuai dengan petunjuk
waktu kering yang direkomendasikan sebelum melakukan
langkah-langkah selanjutnya
– Setelah plesteran dan acian selesai, bersihkan area dari sisa-
sisa material dan debu menggunakan alat pembersih yang
sesuai
2. PEKERJAAN KAYU
Meliputi pekerjaan Pek. Kuda-kuda ulin 5/10, Gording Ulin 5/10, Rangka Atap
Kayu Klas II, Penutup Atap, Rangka Plafond kayu klas II, Plafond Nusaboard 3,5
mm dan list profil klas II dengan spesifikasi teknik dan metode pelaksanaan
pekerjaan sebagai berikut :
a. Pek. Kuda-kuda Ulin dan Gording Kayu Ulin 5/10
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan area kerja dari debu, kotoran, dan material lainnya
– Pastikan lokasi pemasangan kuda-kuda dalam keadaan rata dan kokoh
2) Bahan baku dan Peralatan
– kayu ulin ukuran 5/10 cm
– Paku, sekrup, atau baut (sesuai kebutuhan)
– Meteran, waterpss, Bor listrik
– Palu, Pahat Kayu
3) Metode Pelaksanaan
– Potong kayu ulin sesuai dengan dimensi dan desain kuda-kuda yang
telah direncanakan
– Susun bagian-bagian kuda-kuda di tanah terlebih dahulu untuk
memastikan semua bagian sesuai dengan desain
– Mulailah dengan pemasangan tiang utama (king post) dan batang miring
(rafter) pada kuda-kuda
– Sambungkan setiap bagian menggunakan paku, sekrup, atau baut
panjang. Pastikan setiap sambungan kuat dan kokoh
– Gunakan plat besi dan baut untuk memperkuat sambungan
– Angkat kuda-kuda yang sudah dirakit ke posisi yang diinginkan
menggunakan tangga atau scaffolding. Ini memerlukan beberapa orang
untuk memastikan keamanan dan kestabilan selama pengangkatan
– Tempatkan kuda-kuda pada posisi yang benar dan pastikan tegak lurus
serta sejajar dengan bantuan waterpass
– Kencangkan kuda-kuda pada balok pengikat atau rangka menggunakan
paku, sekrup, atau baut panjang. Pastikan kuda-kuda terpasang dengan
kokoh dan tidak bergeser
– Gunakan penguat tambahan seperti balok silang (cross brace) jika
diperlukan untuk meningkatkan stabilitas struktur
– Tentukan dan tandai posisi gording pada kuda-kuda atau balok utama
sesuai dengan jarak yang telah direncanakan
– Gunakan waterpass untuk memastikan tanda-tanda tersebut lurus dan
rata
– Letakkan gording pada posisi yang telah ditandai di atas kuda-kuda atau
balok utama
– Pasang gording dengan paku, sekrup, atau baut. Pastikan setiap
sambungan kuat dan kokoh
– Gunakan plat besi dan baut untuk memperkuat sambungan pada titik
pertemuan antara gording dan kuda-kuda atau balok utama
– Jika gording memerlukan sambungan karena panjangnya melebihi satu
batang kayu, buat sambungan yang kuat dan pastikan sambungan
tersebut berada di atas kuda-kuda atau balok utama untuk memberikan
dukungan tambahan
b. Rangka Atap dan Penutup Atap metal
1) Persiapan Lokasi
– Pastikan area kerja aman untuk pekerjaan. Identifikasi dan hilangkan
bahaya potensial seperti kabel listrik terbuka, struktur yang goyah, atau
benda-benda tajam
– Lakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi kuda-kuda dan gording.
– Pastikan peralatan dan material diturunkan atau dibawa ke area kerja
dengan aman, karena berada di lokasi yang tinggi
2) Bahan baku dan Peralatan
– Kasau Kayu Klas II 5/7
– Reng Kayu Klas II 3/5
– Penutup Atap metal classic 0,25 mm
– Lisplank Ulin 2/18
– Bubungan atap metal
– Alat Pertukangan (Gergaji, Palu, Bor listrik dan mata bor, meteran)
– Screw
3) Metode Pelaksanaan
– Tentukan dan tandai posisi kasau 5/7 pada gording sesuai dengan jarak
yang telah direncanakan
– Gunakan waterpass untuk memastikan tanda-tanda tersebut lurus dan
rata.
– Letakkan kasau pada posisi yang telah ditandai di atas balok utama atau
gording
– Pasang kasau dengan paku, sekrup, atau baut panjang. Pastikan setiap
sambungan kuat dan kokoh
– Tentukan dan tandai posisi reng pada kasau sesuai dengan jarak yang
telah direncanakan untuk penutup atap
– Biasanya jarak antar reng adalah sekitar 30-40 cm, tergantung pada
jenis dan ukuran penutup atap yang akan digunakan
– Letakkan reng secara horizontal di atas kasau pada posisi yang telah
ditandai, Pasang reng dengan paku atau sekrup. Pastikan setiap
sambungan kuat dan kokoh
– Gunakan waterpass untuk memastikan reng terpasang lurus dan rata
– Letakkan lisplank Ulin 2/20 pada posisi yang telah ditandai, gunakan
paku, sekrup, atau baut untuk mengencangkan lisplank pada struktur
bangunan. Pastikan setiap sambungan kuat dan kokoh
– Mulai pemasangan atap dari sisi bawah atap, biasanya dari ujung bawah
ke atas. Tempatkan lembaran atap metal dengan tumpang tindih sekitar
15-20 cm untuk mencegah kebocoran
– Kencangkan lembaran atap metal menggunakan baut atau sekrup
khusus untuk atap metal. Pastikan setiap sambungan rapat dan kokoh
– Pasang bubungan atap metal dengan mengamankannya menggunakan
sekrup atau paku khusus untuk atap metal. Pastikan sekrup atau paku
dipasang dengan jarak yang konsisten, sekitar 30-40 cm antar
sekrup/paku
– Mulailah pemasangan dari satu sisi atap dan bergerak ke arah yang
berlawanan, menumpuk tiap potongan bubungan sekitar 10 cm di atas
yang sebelumnya untuk memastikan perlindungan terhadap air
– Pemasangan harus rapi dan memenuhi syarat-syarat sehingga tidak
berakibat bocor. Apabila terjadi kebocoran setelah pemasangannya,
maka bagian yang bocor tersebut harus dibongkar dan dipasang baru
c. Rangka Plafond Kayu Klas II
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan ruangan dari furnitur dan barang-barang lainnya untuk
memberikan ruang yang cukup untuk bekerja dan mencegah kerusakan
pada barang-barang tersebut
– Tutup lantai dengan kain penutup atau perlindungan plastik untuk
melindunginya dari debu, kotoran, atau kerusakan selama proses
instalasi
– Gunakan pena atau krayon untuk menandai lokasi titik-titik instalasi di
dinding dan langit-langit sesuai dengan rencana desain
2) Bahan Baku dan Peralatan
– Kayu Klas II 5/5
– Paku Kayu
– Alat Pertukangan (Gergaji, Palu, Bor dan mata bor, meteran)
– Level Air
3) Metode Pelaksanaan
– Potong kayu ukuran 5x5 cm sesuai dengan panjang yang dibutuhkan
untuk balok utama, pastikan setiap potongan rata dan sesuai dengan
ukuran yang telah ditentukan
– Pasang bagian kayu 5/5 ke dalam posisi yang tepat menggunakan baut,
paku, atau sistem pengikat lainnya. Pastikan bagian baru terpasang
dengan kuat dan kokoh
– Gunakan baut tambahan atau pengikat lainnya untuk memperkuat
sambungan antara bagian lama dan baru rangka plafon
– Gunakan level air untuk memeriksa kesejajaran dan tingkat rangka
plafon setelah perbaikan selesai dilakukan. Pastikan rangka plafon
dalam posisi yang lurus dan rata
– Setelah semua rangka plafond selesai dilakukan, periksa kembali
seluruh rangka plafon untuk memastikan tidak ada bagian yang
terlewatkan
e. Plafond Nusaboard dan List Profil Kayu Klas II
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan area sekitar plafon dari perabotan atau barang-barang
lainnya
– Tutup lantai dengan perlindungan seperti kain penutup atau plastik
untuk melindungi permukaan dari kerusakan atau kotoran selama
proses kerja
2) Bahan baku dan Peralatan
– Nusaboard 3,5 mm
– List Profil
– Sekrup atau paku khusus untuk serat semen
– Compound
– Bor listrik, obeng, dan alat pemotong Nusaboard (gergaji atau cutter)
– Meteran
– Sealant atau perekat tahan air
3) Metode Pelaksanaan
– Ukur luas area plafon yang akan dipasangi Nusaboard
– Potong lembaran Nusaboard sesuai ukuran yang telah diukur. Pastikan
potongan rapi dan sesuai dengan ukuran rangka plafond
– Pasang rangka plafon dengan jarak antar rangka 60 cm. pastikan kayu
dalam kondisi kering dan tidak mudah lapuk, pastikan rangka terpasang
kuat dan rata
– Mulailah pemasangan dari satu sudut plafon. Angkat lembaran
Nusaboard dan letakkan pada posisi yang tepat di atas rangka
– Pastikan lembaran Nusaboard sejajar dengan rangka dan tidak ada
bagian yang menggantung
– Gunakan sekrup atau paku khusus untuk serat semen dengan jarak
antar sekrup/paku sekitar 20-30 cm. Mulailah dari tengah lembaran
dan bergerak ke arah tepi untuk menghindari keretakan
– Saat menyambung dua lembaran Nusaboard, pastikan sambungan
berada di atas rangka untuk memberikan dukungan tambahan
– Gunakan sealant atau perekat tahan air pada sambungan untuk
mencegah kebocoran air dan memastikan sambungan rapat
– Tutup sambungan antar lembaran dengan compound atau plester serat
semen untuk memberikan hasil akhir yang rapi dan rata
– permukaan plafon dapat dicat atau diberi finishing lainnya sesuai
kebutuhan desain interior
3. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
Pekerjaan Instalasi Listrik melibatkan instalasi dan penyelesaian aksesori seperti
Kabel NYM (2x1,5) dan Lampu LED. Berikut adalah spesifikasi teknis dan metode
pelaksanaan umum untuk pekerjaan tersebut
a. Persiapan Lokasi
1) Tentukan di mana lampu LED dan stop kontak akan dipasang.
Pertimbangkan ketinggian dan sudut instalasi untuk mendapatkan
pencahayaan yang optimal
b. Bahan Baku dan Peralatan
1) Lampu LED 12 Watt
2) Fixture dan Perangkat Penyangga
3) Kabel Listrik NYM 2x1,5
4) Pipa Conduit
5) Tang Potong Kabel
6) Obeng
7) Pelindung diri
c. Metode Pelaksanaan
1) Pilih fixture atau perangkat penyangga yang sesuai dengan lampu LED
yang akan diinstal. Pastikan fixture tersebut cocok dengan lingkungan
instalasi (misalnya, tahan air untuk pemasangan di luar ruangan)
2) Pastikan pasokan listrik dimatikan sebelum memulai instalasi. Lakukan
pemotongan daya untuk sirkuit yang akan digunakan
3) Tentukan jalur kabel dari panel listrik ke titik-titik lampu dan saklar,
Pasang pipa conduit di sepanjang jalur tersebut untuk melindungi kabel
4) Sambungkan kabel listrik dari lampu LED 12 Watt ke pasokan listrik yang
tersedia di lokasi pemasangan. Pastikan untuk mengikuti instruksi yang
disediakan oleh produsen lampu LED dan perangkat penyangganya
5) Setelah instalasi selesai, aktifkan kembali pasokan listrik dan uji lampu
LED untuk memastikan bahwa semuanya berfungsi dengan baik
6) Jika diperlukan, sesuaikan posisi atau sudut pencahayaan lampu LED
untuk mendapatkan hasil yang diinginkan
7) Setelah lampu LED terpasang dan diuji dengan baik, pastikan untuk
menutup kembali segala perangkat penyangga atau fixture dengan benar.
Jika ada pipa penyembunyi kabel yang digunakan, pastikan kabel
dirapihkan dan dipasang dengan aman
8) Pastikan semua koneksi listrik diamankan dengan baik dan tidak ada kabel
yang terpapar atau terjepit. Pastikan juga bahwa fixture dan lampu LED
terpasang dengan kuat dan aman.
9) Setelah Anda yakin bahwa instalasi selesai dengan benar dan aman,
hidupkan kembali pasokan listrik ke sirkuit yang relevan dan pastikan
lampu LED berfungsi dengan baik
4. PEKERJAAN PENGECATAN
Spesifikasi teknik untuk pekerjaan pengecatan menguraikan prosedur dan standar
yang harus diikuti dalam proses pengecatan struktur, permukaan, atau elemen
bangunan. Berikut adalah spesifikasi umum untuk pekerjaan pengecatan meliputi
Pengecatan Tembok dan pengecatan struktur pagar.
Ketentuan-ketentuan dalam melaksanakan pekerjaan seperti yang dijelaskan
sebagai berikut :
a. Persiapan Lokasi
1) Pastikan permukaan yang akan dicat bersih dari debu, kotoran, dan
kontaminan lainnya. Gunakan alat pembersih seperti sikat, penghisap
debu, atau air bertekanan untuk membersihkan permukaan secara
menyeluru
2) Perbaiki kerusakan atau cacat pada permukaan seperti retakan,
lubang, atau kerusakan struktural lainnya sebelum pengecatan.
Gunakan bahan pengisi yang sesuai dan biarkan mengering
sepenuhnya sebelum pengecatan
3) Lindungi permukaan yang tidak ingin dicat dengan menggunakan kain
penutup atau pelindung plastik
b. Bahan baku dan Peralatan
1) Cat Tembok Setara NODROP
2) Kuas
3) Amplas
4) Air
5) Tinner
c. Metode Pelaksanaan
1) Siapkan cat sesuai dengan petunjuk pabrikan. Pastikan cat tercampur
dengan baik dan konsisten
2) Gunakan alat yang tepat seperti Kuas, rol cat, atau sprayer untuk
mengaplikasikan cat
3) Pastikan untuk memilih warna cat yang diinginkan dan sesuai dengan
estetika ruangan atau area yang akan dicat
4) Aplikasikan cat dengan gerakan yang rata dan konsisten untuk hasil
pengecatan yang merata dan professional
5) Jika diperlukan, aplikasikan lapisan cat tambahan setelah lapisan
pertama kering sepenuhnya. Pastikan setiap lapisan diberikan waktu
yang cukup untuk mengering sebelum aplikasi lapisan berikutnya
6) Jika cat yang digunakan terlalu kental, Anda mungkin perlu
menambahkan pengencer cat untuk membuatnya lebih mudah
diaplikasikan
7) Ikuti petunjuk pengenceran yang disediakan oleh produsen cat untuk
mendapatkan perbandingan yang tepat antara cat dan pengencer
8) aplikasikan cat dalam 2 (dua)x lapisan untuk mendapatkan penutupan
yang sempurna dan warna yang lebih intens
9) Gunakan kuas kecil untuk menjangkau area yang sulit diakses atau
untuk mengecat tepi dan sudut dengan presisi
10) Pastikan untuk menutupi semua bagian permukaan dengan cat yang
merata, termasuk sudut dan lipatan
11) Lindungi permukaan yang baru dicat dari kontaminasi atau kerusakan
selama proses pengeringan. Gunakan tanda peringatan atau
penghalang fisik jika diperlukan
12) Bersihkan semua peralatan dan alat yang digunakan dengan air dan
sabun segera setelah selesai menggunakan mereka. Ini akan
membantu memperpanjang umur peralatan dan menjaga kualitas cat
5. LAPORAN-LAPORAN
1) Penyedia Jasa harus menyerahkan laporan - laporan tertulis sesuai petunjuk
Direksi dalam Formulir yang ditentukan.
2) Rencana Kerja Harian, Mingguan dan Bulanan Penyedia Jasa harus
diserahkan pada Direksi. Rencana Mingguan yang sudah disetujui oleh
Direksi setiap akhir Mingguan dan untuk Minggu berikutnya. Rencana
tersebut harus sudah termasuk pekerjaan tanah,pekerjaan konstruksi
lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan, pengadaan
bahan, pengangkutan dan peralatan dan lain-lain yang diminta Direksi.
Penyedia Jasa harus menyerahkan rangkap rencana kerja harian secara
tertulis semua kemajuan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap hari
maupun untuk hari-hari berikutnya. Rencana kerja harus mencakup
pekerjaan tanah, pekerjaan konstruksi dan kegiatan lain yang berhubungan
dengan pelaksanaan pekerjaan.
3) Rapat Bersama Untuk membicarakan Kemajuan Pekerjaan Rapat tetap
antara Direksi dengan Penyedia Jasa diadakan seminggu sekali pada waktu
yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Maksud dari rapat ini
membicarakan kemajuan pekerjaan yang sedang dilakukan,pekerjaan yang
diusulkan untuk minggu selanjutnya dan membahas permasalahan yang
timbul agar dapat segera diperoleh solusinya untuk diselesaikan.
4) Laporan-laporan harus berisi hal-hal sebagai berikut :
5) Laporan bulanan, mingguan dan harian yang berisi kemajuan pekerjaan fisik
setiap macam pekerjaan yang tercantum dalam Anggaran Biaya dan estimasi
kemajuan kerja, inventarisasi prasarana dan sarana harian yang digunakan,
personal serta jumlah tenaga kerja, waktu kerja, persoalan – persoalan yang
timbul selama pekerjaan berlangsung, serta langkah – langkah penyelesaian
yang telah dilakukan.
6) Gambar shop drawing berisi tentang gambar pengukuran awal existing
sebelum memulai pekerjaan dari titik start project sampai dengan titik akhir
project yang dilakukan bersama dengan tim direksi teknis/supervisi dan
pihak – pihak yang bersangkutan dengan pelaksanaan pekerjaan tersebut.
7) Gambar asbuild drawing berisi tentang gambar pengukuran akhir pekerjaan
setelah selesai dilaksanakan yang dilakukan dan diukur bersama dengan tim
direksi teknis / supervisi.
8) Back up data volume berisi tentang volume akhir dari setiap macam
pekerjaan yang tercantum dalam Anggaran Biaya setelah pekerjaan selesai
dilaksanakan yang dilakukan dan diukur bersama dengan tim direksi
teknis/supervisi.
9) Dokumentasi pelaksanaan pekerjaan ini memuat dari hasil pekerjaan yang
telah dikerjakan dan diserahkan sesuai dengan item pekerjaan pada tim
direksi teknis/supervisi..
6. MASA PEMELIHARAAN
Selama masa pemeliharaan Kontraktor Pelaksana berkewajiban untuk mengganti
material yang tidak berfungsi dengan baik, dan bertanggung jawab atas semua
kekurangan dari item pekerja yang telah dikerjakan.