URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Sub Kegiatan : Rekonstruksi Jalan
Pekerjaan : Jalan Batu – Pangkalan Bungur
Lokasi : Kecamatan Arut Selatan
Tahun Aggaran : 2023
A. UMUM
1. Pendahuluan
Pada setiap pembangunan proyek kostruksi jalan sebagai Penyedia Jasa
diharuskan memahami secara menyeluruh tentang bagaimana tahapan pelaksanaan
proyek yang akan dilaksanakan. Dimana setiap proyek memiliki kondisi dan kesulitan
yang berbeda-beda sehingga perlu tatacara pelaksanaan yang berbeda pula.
Sedangkan dalam kontrak kerja Penyedia Jasa diberikan batas waktu tertentu untuk
menyelesaikan proyek secara tepat waktu. Disamping itu biaya pelaksanaan dan mutu
hasil kerja turut dipertimbangkan agar tercapai target penyelesaian yang optimal. Oleh
karena itu sebagai acuan Penyedia Jasa dalam melaksanakan pekerjaan perlu
memahami tahapan metode pelaksanaan konstruksi yang tepat dan berkesinambungan
dengan mempelajari rincian volume yang terdapat di Daftar Kuantitas Dan Harga serta
Gambar Kerja yang tersedia.
2. Ruang Lingkup Kegiatan
Kegiatan Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota ini merupakan kegiatan yang
berada di Lingkup SKPD-DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun Anggaran 2023.
3. Lingkup Pekerjaan
Secara garis besar lingkup pekerjaan yang dilaksanakan dalam pelaksanaan
Pekerjaan pada Sub Kegiatan Rekonstruksi terbagi menjadi beberapa sub item
pekerjaan. Berikut dapat dijabarkan item-item pekerjaan adalah sebagai berikut :
1) DIVISI 1. UMUM
1.2. Mobilisasi
Ls Papan Nama Pekerjaan
Ls Pelaksanaan Sistem Manjemen Keselamatan Kontruksi (SMKK )
2) DIVISI 3 PEKERJAAN TANAH
3.1.(1a) Timbunan Tanah
3.3.(1) Penyiapan Badan Jalan
3) DIVISI 5 PERKERASAN BERBUTIR
5.1.(1) Lapis Pondasi Agregat Kelas A
5.1.(2) Lapis Pondasi Agregat Kelas B
4) DIVISI 6 PERKERASAN ASPAL
6.1.(1)(a) Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair
6.3.(4) Lataston Lapis Fondasi (HRS-Base)
5) DIVISI 7 STRUKTUR
7.1 (7a) Beton strukur, fc’20 MPa
7.1 (10) Beton, fc’10 Mpa
7.3.(1) Baja Tulangan Beton
7.6 (1) Fondasi Cerucuk Kayu Galam Ø10-12 cm, Penyediaan dan
Pemancangan
6) DIVISI 9 PEKERJAAN HARIAN & PEKERJAAN LAIN-LAIN
9.2.(1) Marka Jalan Termoplastik
Ls.02.a Pemasangan Pipa Galvanis Dia. 3"
Ls.03.a Pemasangan Tutup Pipa Galvanis Dia. 3"
A.4.7.1.10 Pengecatan Jembatan
B. PELASKANAAN PEKERJAAN PENINGKATAN JALAN
1. BAGAN ALIR PEKERJAAN
PERSIAPAN
SPMK
1. Job Mix Formula
2. Material dan Penyimpanan
3. Jadwal Pelaksanaan
4. Pengukuran Lapangan (MC-0)
5. Mobilisasi Personil
6. Mobilisasi Peralatan
7. Mobilisasi Tenaga Kerja
Tidak Sesuai
Perhitungan Ulang
Pengecekan Kuantitas dan
Gambar Rencana
Addendum
Shoop Drawing
PELAKSANAAN PEKERJAAN
1. Pekerjaan Tanah
2. Pekerjaan Perkerasan
Berbutir
3. Pekerjaan Struktur
4. Pekerjaan Aspal
DOKUMEN ADMINISTRASI
1. Back Up Data Quantity
2. Back Up Data Quality
3. Asbuild Drawing
4. Foto Dokumentasi
5. Laporan Harian, Mingguan
dan Bulanan
6. Dan dokumen lain yang
dipersyaratkan
PHO Masa Pemeliharaan
Selesai
2. URAIAN PEKERJAAN
a. DIVISI 1. PENDAHULUAN
Pekerjaan mobilisasi atau persiapan adalah pekerjaan awal yang meliputi kegiatan-
kegiatan pendahuluan untuk mendukung permulaan proyek meliputi antara lain :
1) Pembuatan Job Mix Formula
Sebelum pekerjaan utama dilaksanakan terlebih dahulu dilaksanakan
pengambilan sampel bahan dari quary yang berdekatan dengan lokasi pekerjaan
dan telah disetujui bersama pihak direksi teknis dan konsultan pengawas teknis,
diantaranya yaitu : batu, pasir, semen dan aspal dibawa ke laboratorium Job Mix
Formula/Job Mix Desain yang akan dipakai sebagai acuan kerja dalam
pelaksanaan proyek.
2) Kantor lapangan dan fasilitasnya
Tahap berikutnya menentukan lokasi bascamp, pembuatan kantor lapangan dan
fasilitasnya dilokasi proyek dan kemudian dilanjutkan dengan mobilisasi perlatan
sesua dengan tahapan pelaksanaan pekerjaan.
3) Pengaturan arus transportasi dan pemeliharaan terhadap arus lalu lintas
Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, pengaturan arus lalu lintas transportasi
dilakukan dengan pembuatan tanda-tanda lalu lintas yang memadai disetiap
kegiatan lapangan. Bila diperlukan dapat ditempatkan petugas pemberi isyarat
yang bertugas mengatur arus lalu lintas pada saat pelaksanaan.
4) Rekayasa lapangan
Dengan petunjuk Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas survey/rekayasa
lapangan dilaksanakan untuk menentukan kondisi fisik dan strucktural dari
pekerjaan dan fasilitas yang ada dilokasi pekerjaan, sehingga diungkinkan untuk
mengadakan peninjauan ulang terhadap rancangan kerja yang telah diberikan
system dan tatacara survey dikordinasikan dengan direksi teknis.
5) Material dan penyimpanan
Bahan material yang akan digunakan dalam pekerjaan harus menemui spesifikasi
dan standar yang berlaku, baik ukuran, type maupun ketentuan lainnya sesuai
petunjuk Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas. Semua material yang akan
digunakan untuk proses pembuatan Lapis Pondasi Agregat Kelas A, B dan S,
Tanah Timbunan, Semen, Asphalt, Pasir dan bahan material yang terdapat dalam
spesifikasi telah mendapat persetujuan dari pihak Direksi Teknis dan Konsultan
Pengawas.
6) Jadwal Pelaksanaan
Jadwal pelaksanaan dibuat pihak kontraktor, diajukan kepada Direksi Teknis untuk
dibahas dan mendapat persetujuan pada saat dilaksanakan rapat pendahuluan
(Pre construction Meeting/PCM).
7) Pelaksanaan Mobilisasi Peralatan
Dalam pelaksanaan proyek ini mobilisasi peralatan utama meliputi :
a) Alat Bantu
b) Concrete Pan Mixer
c) Truck Mixer
8) Papan Nama Pekerjaan
a) Papan Nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi mengenai proyek.
b) Papan nama proyek dibuat dengan ukuran atas persetujuan Direksi
Pekerjaan.
c) Bahan yang dipakai : kayu kasau, plywood, paku, semen dan lain-lain.
d) Papan mana proyek dipasang dipangkal dan ujung lokasi pekerjaan.
e) Papan nama dipelihara selama pelaksanaan proyek.
9) Mobilisasi Personil
Mobilisasi personil inti pada pelaksanaan pekerjaan ini meliputi penugasan tenaga
ahli maupun tenaga pendukung dan para pekerja dalam melaksanakan pekerjaan
tersebut baik dilokasi sesuai kebutuhan yang disyaratkan dalam kontrak
pelaksanaan pekerjaan.
METODE PELAKSANAAN
DIVISI 3.
PEKERJAAN TANAH
A. Penyiapan Badan Jalan
Pekerjaan ini mencakup penggarukan, penyiapan dan pemadatan permukaan tanah
dasar atau permukaan jalan kerikil lama untuk penghamparan Lapis Pondasi
Agregat, Lapis Pondasi Agregat pada galian pelebaran badan jalan. Pelaksanaan
pekerjaan penyiapan badan jalan ini prosedurnya sebagai berikut :
Asumsi
Menggunakan alat berat (cara mekanik)
Kapasitas kerja sesuai kapasitas alat yang disyaratkan
Kemiringan sesuai petunjuk Direksi Teknis.
Urutan kerja/Metode kerja :
Tanah yang sudah digali dan ditimbun dipadatkan lalu dibentuk
penampang jalan sesuai dengan elevasi jalan yang direncanakan.
Tanah eksisting sepanjang jalan lokasi pekerjaan diratakan menggunakan
alat motor grader dan dipadatkan menggunakan vibratory roller dibentuk
penampang jalan sesuai dengan elevasi jalan yang direncanakan
Pekerjaan ini dilakukan berulang dengan beberapa lintasan dan overlay
blade diikuti pengecekan elevasi kemiringan dan kerataan badan jalan.
Pekerjaan ini dilakukan menggunakan motor grader dan vibro roller.
Dilakukan pemadatan dengan vibro terlebih dahulu kemudian motor grader
membentuk penampang jalan. Setelah itu dipadatkan kembali dengan vibro
roller. Begitu seterusnya hingga terbentuk kemiringan penampang yang
direncanakan atau yang disyaratkan berdsarkan spesifikasi teknis.
Gambar. Penyiapan Badan Jalan
METODE PELAKSANAAN
DIVISI 3.
PEKERJAAN TANAH
A. Pekerjaan Timbunan Tanah dari Sumber Galian
Pekerjaan ini mencakup pengadaan, pengangkutan, penghamparan dan
pemadatan tanah atau bahan berbutir yang disetujui untuk pembuatan timbunan,
untuk penimbunan kembali galian pipa atau struktur dan untuk timbunan umum yang
diperlukan untuk membentuk dimensi timbunan sesuai dengan garis, kelandaian, dan
elevasi penampang melintang yang disyaratkan atau disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
a) Pengajuan Kesiapan Kerja
Untuk setiap timbunan yang akan dibayar menurut ketentuan Seksi dari
Spesifikasi ini, Penyedia Jasa harus menyerahkan pengajuan kesiapan di
bawah ini kepada Direksi Pekerjaan sebelum setiap persetujuan untuk
memulai pekerjaan disetujui oleh Direksi Pekerjaan:
Gambar detil penampang melintang yang menunjukkan permukaan
yang telah dipersiapkan untuk penghamparan timbunan;
Hasil pengujian kepadatan yang membuktikan bahwa
pemadatan pada permukaan yang telah disiapkan untuk timbunan
yang akan dihampar cukup memadai, bilamana diperlukan menurut
Pasal 3.2.3.1).b) di bawah ini.
Penyedia Jasa harus menyerahkan hal-hal berikut ini kepada Direksi
Pekerjaan paling lambat 14 hari sebelum tanggal yang diusulkan untuk
penggunaan pertama kalinya sebagai bahan timbunan:
Dua contoh masing-masing 50 kg untuk setiap jenis bahan, satu contoh
harus disimpan oleh Direksi Pekerjaan untuk rujukan selama Periode
Kontrak;
Pernyataan tentang asal dan komposisi setiap bahan yang diusulkan
untuk bahan timbunan, bersama-sama dengan hasil pengujian
laboratorium yang menunjukkan bahwa sifat-sifat bahan tersebut
memenuhi ketentuan yang disyaratkan Pasal 3.2.2.
Penyedia Jasa harus menyerahkan hal-hal berikut ini dalam bentuk
tertulis kepada Direksi Pekerjaan segera setelah selesainya setiap ruas
pekerjaan, dan sebelum mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan, tidak
diperkenankan menghampar bahan lain di atas pekerjaan timbunan
sebelumnya :
Hasil pengujian kepadatan seperti yang disyaratkan dalam Pasal 3.2.4.
Hasil pengukuran permukaan dan data survei yang menunjukkan
bahwa toleransi permukaan yang disyaratkan dalam Pasal 3.2.1.3)
dipenuhi.
b) Prosedure pelaksanaan pekerjaan
Sebelum pekerjaan dimulai, terlebih dahulu mempersiapkan gambar design
dari data-data awal yang diambil pada saat joint survey dan gambar design
lokasi ini diajukan dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan terlebih dahulu yaitu
dengan gambar penampang melintang yang menunjukkan elevasi
permukaan tiap titik.
Setelah gambar design penampang melintang disetujui, kemudian
dilaksanakan pemasangan patok-patok elevasi (bowplang).
Sebelum material didatangkan dari quarry yang telah disepakati bersama-
sama dengan Direksi, diadakan pengujian sample material selected terlebih
dahulu. Dan setelah pengujian material telah disetujui oleh Direksi dan
kemudian dituangkan ke dalam report hasil investigasi dan menjadi
pegangan untuk pelaksanaan pengiriman material untuk pekerjaan.
Setelah itu, material dari quarry dikirim ke lokasi dengan memakai dump
truk, dan pada lokasi telah tersedia peralatan penghamparan dan
pemadatan serta water tank untuk menjaga pada saat penghamparan
material tetap dalam kadar air yang telah disepakati bersama dan disetujui
oleh Direksi Pekerjaan.
Material dihampar dengan Motor Grader secara per layer dengan tebal
hampar maksimum 20 cm dan kemudian diikuti dengan pemadatan oleh
Vibro Roller yang juga telah disepakati jumlah lintasan pemadatan dan
disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Kemudian, apabila penghamparan
dilaksanakan pada saat terik matahari yang mengakibatkan material
menjadi kering dan terburai oleh hembusan angina maka segera dilakukan
penyiraman air dengan water tank.
Kemudian setelah penghamparan telah tercapai 200 m’ maka dilakukan test
kepadatan dengan menggunakan alat Sandcone.
Jika hasil test sudah sesuai lanjutkan pekerjaan lain.
Peralatan yang digunakan :
a. Motor Grader = 1 Unit
b. Vibro Roller = 1 Unit
c. Dump Truck = 3 Unit
d.
Water Tank = 1 Unit
METODE PELAKSANAAN
DIVISI 7
PEKERJAAN STRUKTUR
1. PENDAHULUAN
Pekerjaan Struktur ini akan meliputi semua pengadaan material dan tenaga kerja
untuk produksi serta pelaksanaan pekerjaan beton dan beton bertulang, termasuk uji
kekuatan dan perawatannya, yang akan meliputi antara lain :
a. Material pembentukan beton
b. Pengadaan beton
c. Baja tulangan
d. Pekerjaan beton bertulang
e. Perawatan beton
f. Uji kelayakan dan kekuatan beton
2. BETON MUTU SEDANG F’c 20 Mpa (K-250)
Minimal dengan kuat tekan silinder fc' = 20 MPa, artinya mempunyai kuat tekan hancur
karakteristik sebesar 20 MPa pada benda uji silinder dengan diameter 150 mm dan
tinggi 300 mm, saat umur beton 28 hari. Kuat tekan tersebut di atas adalah lebih
kurang setara dengan mutu beton K-250 pada NI-2, yaitu kuat tekan hancur
karakteristik sebesar 250 kg/cm2 pada benda uji kubus dengan sisi 150 mm, saat umur
beton 28 hari. Kuat tekan karakteristik adalah kuat tekan beton yang sudah
memperhitungkan adanya deviasi secara statistik pada sejumlah benda uji beton, baik
itu silinder maupun kubus, sesuai dengan SKSNI-T15-1991, atau NI-2-1971 dalam hal
benda uji kubus.
Untuk mutu beton fc’ > 20 Mpa atau K250 seluruh komponen bahan beton harus
ditakar menurut berat. Untuk mutu beton fc’ < 20 MPa atau K250 diizinkan ditakar
menurut volume sesuai SNI 03-3976-1995. Bila digunakan semen kemasan dalam
zak, kuantitas penakaran harus sedemikian sehingga kuantitas semen yang
digunakan adalah setara dengan satu satuan atau kebulatan dari jumlah zak
semen. Agregat harus ditimbang beratnya secara terpisah. Ukuran setiap
penakaran tidak boleh melebihi kapasitas alat pencampur.
Pihak Kami sekurang-kurangnya dua minggu sebelum memulai pekerjaan beton
membuat adukan percobaan (trial mixes) dengan menggunakan contoh bahan-bahan
beton (semen, agregat, air dan bahan tambahan) yang akan digunakan nantinya,
untuk menunjukkan bahwa campuran tersebut memenuhi kriteria untuk mencaai mutu
kerja kinerja beton yang diisyaratkan.
Urutan pelaksanaan pekerjaan Beton F’c 20 Mpa (K-250) adalah sebagai berikut :
1. Pengajuan Job Mix Design
2. Trial campuran beton sesuai dengan Job Mix Design
3. Beton secepat mungkin dicorkan setelah pengadukan, dan dilakukan
sedemikian rupa sehingga tidak terjadi pengendapan agregat maupun
bergesernya posisi tulangan atau acuan. Pengecoran dilaksanakan secara
kontinyu dalam satu elemen struktur atau diantara siar pelaksanaan
(construction joint) yang telah disetujui.
4. Pengecoran beton tidak dibenarkan untuk dimulai sebelum acuan/bekisting
dan pemasangan baja tulangan selesai diperiksa dan mendapat persetujuan
Manajemen konstruksi. Sebelum pengecoran dimulai, maka tempat yang
akan dicor terlebih dahulu dibersihkan dari segala kotoran (potongan kayu,
batu, tanah dan lainlain) dan dibasahi dengan air semen.
5. Pengecoran dilakukan secara berlapis dan kontinyu, atau dengan metode
pengecoran yang diusulkan Pihak Kami dan disetujui oleh Manajemen
Konstruksi , dengan memperhatikan cara atau urutan pengecoran terutama
untuk volume pengecoran yang besar (beton massa), agar tidak terjadi
cold joint dan juga menghindari kemungkinan degradasi atau kerusakan
beton akibat panas hindrasi yang ditimbulkan. Untuk itu, sebelum pengecoran
dilaksanakan, Pihak Kami menyampaikan usaha prosedur pengecoran yang
optimum kepada Manajemen Konstruksi, untuk mendapatkan persetujuan
Manajemen Konstruksi .
6. Selama proses pengecoran, perlu dilakukan uji slump dan pengambilan
contoh benda uji, dengan disaksikan persetujuan dari Manajemen Konstruksi.
Prosedur uji slump, jumlah dan cara pengambilan contoh benda uji dan contoh
cetakannya sesuai dengan SKSNl, dan terlebih dahulu mendapat
persetujuan dari Manajemen
7. untuk pengecoran dengan mutu beton yang sama, yang diambil minimal 1
buah benda uji setiap 5 m3 pengecoran beton untuk volume pengecoran yang
kurang dari 300 m3, atau minimal 1 buah setiap 10 m3 pengecoran beton
untuk volume pengecoran yang lebih dari 300 m3, dalam bentuk silinder
berdiameter 150 mm dan tinggi 300 mm.
8. Selama pengecoran berlangsung, beton dipadatkan dengan memakai
vibrator, yang dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak merusak acuan
maupun posisi tulangan. Pihak Kami menyediakan vibrator dalam jumlah yang
cukup untuk menjamin efisiensi pekerjaan tanpa adanya penundaan.
Pemadatan beton secara berlebihan sehingga menyebabkan pengendapan
agregat, kebocoran acuan dan lain sebagainya, dihindarkan.
9. Beton pada umumnya dicor secara berlapis. Lapisan-lapisan ini masing -
masing dipadatkan, dan dijaga sedemikian rupa supaya mempunyai ikatan
yang baik satu sama lain.
10. Beton dirawat (curing) dan dilindungi selama berlangsungnya proses
pengerasan terhadap panas matahari, angin, hujan atau aliran air dan
pengeringan sebelum waktunya.
11. Semua permukaan beton yang terbuka dijaga tetap basah selama minimal
14 hari, dengan cara menyemprotkan air atau menggenangkan air pada
permukaan beton tersebut, atau dengan cara lain yang diusulkan Pihak Kami.
Metode curing lebih dahulu diusulkan dan mendapatkan persetujuan
Manajemen Konstruksi, sebelum proses pengerasan beton.
12. Untuk pengecoran beton pada waktu cuaca panas, curing dan perlindungan
atas beton diperhatikan. Pihak Kami bertanggung jawab atas retaknya beton
karena kelalaian dalam melaksanakan pekerjaan curing ini.
3. PEKERJAAN BETON MUTU RENDAH F’c 10 Mpa (K-125)
Urutan pelaksanaan pekerjaan Beton F’c 10 Mpa (K-125) adalah sebagai berikut :
1. Beton secepat mungkin dicorkan setelah pengadukan, dan dilakukan
sedemikian rupa sehingga tidak terjadi pengendapan agregat maupun
bergesernya posisi tulangan atau acuan. Pengecoran dilaksanakan secara
kontinyu dalam satu elemen struktur atau diantara siar pelaksanaan
(construction joint) yang telah disetujui.
2. Pengecoran beton tidak dibenarkan untuk dimulai sebelum acuan/bekisting
dan pemasangan baja tulangan selesai diperiksa dan mendapat persetujuan
Manajemen konstruksi. Sebelum pengecoran dimulai, maka tempat yang
akan dicor terlebih dahulu dibersihkan dari segala kotoran (potongan kayu,
batu, tanah dan lainlain) dan dibasahi dengan air semen.
3. Pengecoran dilakukan secara berlapis dan kontinyu, atau dengan metode
pengecoran yang diusulkan Pihak Kami dan disetujui oleh Manajemen
Konstruksi , dengan memperhatikan cara atau urutan pengecoran terutama
untuk volume pengecoran yang besar (beton massa), agar tidak terjadi
cold joint dan juga menghindari kemungkinan degradasi atau kerusakan
beton akibat panas hindrasi yang ditimbulkan. Untuk itu, sebelum pengecoran
dilaksanakan, Pihak Kami menyampaikan usaha prosedur pengecoran yang
optimum kepada Manajemen Konstruksi, untuk mendapatkan persetujuan
Manajemen Konstruksi .
4. Selama proses pengecoran, perlu dilakukan uji slump dan pengambilan
contoh benda uji, dengan disaksikan persetujuan dari Manajemen Konstruksi.
Prosedur uji slump, jumlah dan cara pengambilan contoh benda uji dan contoh
cetakannya sesuai dengan SKSNl, dan terlebih dahulu mendapat
persetujuan dari Manajemen
5. Selama pengecoran berlangsung, beton dipadatkan dengan memakai
vibrator, yang dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak merusak acuan
maupun posisi tulangan. Pihak Kami menyediakan vibrator dalam jumlah yang
cukup untuk menjamin efisiensi pekerjaan tanpa adanya penundaan.
Pemadatan beton secara berlebihan sehingga menyebabkan pengendapan
agregat, kebocoran acuan dan lain sebagainya, dihindarkan.
6. Beton pada umumnya dicor secara berlapis. Lapisan-lapisan ini masing -
masing dipadatkan, dan dijaga sedemikian rupa supaya mempunyai ikatan
yang baik satu sama lain.
7. Beton dirawat (curing) dan dilindungi selama berlangsungnya proses
pengerasan terhadap panas matahari, angin, hujan atau aliran air dan
pengeringan sebelum waktunya.
8. Semua permukaan beton yang terbuka dijaga tetap basah selama minimal
14 hari, dengan cara menyemprotkan air atau menggenangkan air pada
permukaan beton tersebut, atau dengan cara lain yang diusulkan Pihak Kami.
Metode curing lebih dahulu diusulkan dan mendapatkan persetujuan
Manajemen Konstruksi, sebelum proses pengerasan beton.
9. Untuk pengecoran beton pada waktu cuaca panas, curing dan perlindungan
atas beton diperhatikan. Pihak Kami bertanggung jawab atas retaknya beton
karena kelalaian dalam melaksanakan pekerjaan curing ini.
4. PEKERJAAN BAJA TULANGAN BJ U24
Pekerjaan ini harus mencakup pengadaan dan pemasangan baja tulangan sesuai
dengan Spesifikasi dan Gambar, atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi
Pekerjaan.
Adapun prosedur pelaksanaan pekerjaan Baja Tulangan BJ U24 :
1. Sebelum penyetelan dan pemasangan baja tulangan dimulai, Pihak Kami
membuat rencana kerja pemotongan dan pembengkokan baja tulangan (bar
bending schedule), yang sebelumnya diserahkan kepada Manajemen
Konstruksi untuk mendapatkan persetujuan.
2. Tulangan bebas dari kotoran-kotoran seperti lemak, karet lepas, tanah, serta
bahan-bahan atau kotoran yang bisa mengurangi daya letaknya.
3. Pembengkokan baja tulangan dilakukan secara hati-hati dan teliti, sesuai
dengan aturan dalam SKSNI. Pembengkokan tersebut dilakukan oleh
tenaga yang ahli, dengan menggunakan alat-alat sedemikian rupa sehingga
tidak menimbulkan cacat, patah dan retak-retak pada batang baja.
4. Pemasangan dan penyetalan tulangan berdasarkan peil-peil yang sesuai
dengan gambar, dan sudah diperhitungkan mengenai toleransi
penurunannya. Pemasangan dilakukan dengan menggunakan pengganjal
jarak selimut beton (beton decking) untuk mendapatkan tebal selimut yang
sesuai dengan gambar. Apabila hal tersebut tidak tercantum di dalam
gambar atau dalam spesifikasi, maka dapat dipakai ketentuan dalam
peraturan yang berlaku. Yang dimaksud dengan selimut beton adalah jarak
minimum yang terdapat antara permukaan dari setiap besi beton termasuk
begel terhadap permukaan beton yang terkecil atau terdekat untuk setiap
bagian dari masing-masing pekerjaan beton.
Adapun ketebalan selimut beton minimum yang disyaratkan adalah :
KONDISI Minimum
(mm)
A Seluruh beton yang 75
di cor
B Balok pondasi, pelat pondasi, 50
poer pondasi,
C Balok, kolom yang 50
berhubungan atau terkena
D Balok, kolom yang tidak 40
berhubungan atau
E Pelat, dinding beton yang 40
berhubungan/
F Pelat, dinding beton yang tidak 25
berhubungan
5. Tulangan dipasang sedemikian rupa sehingga sebelum dan selama
pengecoran tidak akan berubah tempatnya.
6. Ketebalan selimut beton dibuat dengan pengganjal yang umum dipakai
dalam praktek, seperti terbuat dari beton (dengan mutu paling sedikit sama
dengan mutu beton yang akan dicor), dengan jumlah minimum 4 buah setiap
m2 cetakan atau lantai kerja, atau seperti yang diinstruksikan oleh Manajemen
Konstruksi, dan tersebar merata.
METODE PELAKSANAAN
DIVISI 6.
PERKERASAN ASPAL
A. Pekerjaan Laspis Perekat – Aspal Cair
Pekerjaan ini digunakan sebagai Lapis Perekat antara perkerasan beton fc’ 30 MPa
dengan konstruksi diatasnya, sebelum dilakukan penyemprotan aspal dipanaskan
pada tangki Aspal Sprayer dan dicampur dengan Karosin setelah aspal mencapai
suhu yang telah ditetapkan sesuai spesifikasi setelah itu aspal Lapis Resap
Pengikat disemprotkan ke Lapis Pondasi Agregat Klas A dengan ketebalan 0,15
liter / meter persegi.
Dikerjakan secara mekanik dengan urutan kerja sebagai berikut Aspal dan minyak
Flux dicampur dan dipanaskan sehingga menjadi campuran aspal cair Permukaan
yang akan dilapis dibersihkan dari debu dan kotoran dengan Air Compresor. Di
semprotkan dengan merata dengan asphal sprayer pada badan jalan yang akan
dipasang Lapisan Lataston Lapis Aus (HRS-WC) 3,0 cm (gradasi senjang/semi
senjang).
Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini mencakup penyediaan dan penghamparan bahan aspal pada
permukaan yang telah disiapkan sebelumnya untuk pemasangan lapisan
beraspal berikutnya. Dan dihampar diatas permukaan yang beraspal.
Tahapan dan Cara Pelaksanaan
Mulai
Pencampuran Aspal & Kerosin Pembersihan Lokasi Menggunakan
Air Compresor
Penyemprotas Campuran
Aspal Cair/Sprayer
Selesai
Gambar 23. Pelaksanaan Pekerjaan Lapis Perekat – Aspal Cair
Analisa Pengerahan Alat & Material
Alat yang dikerahkan Material yang dikerahkan
• •
Asphalt Sprayer Asphalt
• •
Air Compresor Kerosin/Minyak Tanah
• •
Asphalt Distributor Bahan Lainnya
•
Dump Truck
•
Alat bantu
Analisa Pengerahan Personil & K3
Personil yang dikerahkan Aspek K3
• •
Pelaksana Memasang Rambu Peringatan :
• Petugas K3L Rambu Peringatan :
• Tenaga Kerja “HATI-HATI ADA PEKERJAAN
PENGASPALAN”
•
Menggukana alat pelindung diri
(APD)
- Sarung Tangan
- Helm
- Sepatu Safety
Pengendalian Mutu
•
Mutu yang diharapkan :
Lapisan yang telah terhampar sesuai dengan rencana
•
Pengendalian Mutu :
Tiap 200 m ada 5 penampang, masing 1 penampang ada 3 kertas uji
METODE PELAKSANAAN
DIVISI 6.
PERKERASAN ASPAL
A. Pekerjaan Lataston Lapis Fondasi (HRS-Base)(gradasi senjang/semi senjang)
Pencampuran dilakukan dengan Asphal Mixing Plant, diangkut dengan dump
truck dan dihampar dengan asphal finisher, dipadatkan dengan tandem Roller
dan Pneumatic Tyre Roller. serta dirapikan oleh pekerja dengan alat bantu.
Dilaksanakan sesuai dengan rencana dan atas persetujuan pihak Direksi Teknis
dan Konsultan Pengawas.
Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini mencakup pengadaan lapisan padat yang awet untuk lapis
perata, lapis pondasi atau lapis campuran aspal yang terdiri dari agregat dan
bahan aspal yang dicampur di AMP, serta menghampar dan memadatkan
campuran tersebut diatas pondasi atau permukaan jalan yang telah disiapkan.
Tahapan dan Cara Pelaksanaan
Mulai
Persiapan Alat dan Material
Pencampuran Asphalt+Agregat+Filler+Aditif (Proses di AMP)
Pengangkuta Aspal Kelokasi Pekerjaan
Penghamparan
Pemadatan
Selesai
Gambar 24. Pelaksanaan Pekerjaan HRS-WC
Analisa Pengerahan Alat & Material
Alat yang dikerahkan Material yang dikerahkan
• •
AMP+Laboratorium Asphalt
• •
Wheel Loader Agregat Kasar
• •
Dump Truck Agregat Halus
• •
Asphalt Finisher Filler
• •
Tandem Roller Kerosin/Minyak Tanah
•
Pneumatic Tire Roller
•
Alat Bantu
Analisa Pengerahan Personil & K3
Personil yang dikerahkan Aspek K3
• •
Pelaksana Memasang Rambu Peringatan :
• Petugas K3L Rambu Peringatan :
• Tenaga Kerja “HATI-HATI ADA PEKERJAAN
PENGASPALAN”
•
Menggukana alat pelindung diri
(APD)
- Sarung Tangan
- Helm
- Sepatu Safety
Pengendalian Mutu
•
Mutu yang diharapkan :
- Permukaan yang rata sesuai spesifikasi yang disyaratkan
- Elevasi sesuai dengan yang direncanakan
- Campuran aspal sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan
•
Pengendalian Mutu :
Jenis Metode Banyaknya Spesifikasi Satuan
No Keterangan
Pengujian Pengujian Pengujian Pengujian
Job Mix
1 1
Formula
tiap 250 m3 ada
2 Hot Bin Sleve -
2 pengujian
Extraksi dan tiap 250 m3 ada
3 -
Gradasi 2 pengujian
SNI 06- tiap 200 m3 ada
4 Marshall Test -
2489-1991 2 pengujian
tiap 100 m
%
5 Core Drill Minimal ada 2 > 98
benda uji
A. PENUTUP
Untuk melaksanakan pekerjaan dalam butir tersebut diatas, berlaku dan mengikat pula :
1. Gambar bestek yang dibuat Konsultan Perencana yang sudah disahkan oleh
Pemberi Tugas termasuk juga gambar – gambar detail yang diselesaikan oleh
Kontraktor dan sudah disahkan/disetujui oleh pengawas.
2. Rencana Kerja dan Syarat – Syarat ( RKS ).
3. Surat Perintah Kerja ( SPK ).
4. Surat Penawaran beserta lampiran – lampirannya.
5. Jadwal Pelaksanaan ( Tentative Time Schedule ).
6. Kontrak / Surat Perjanjian Pemborongan.
7. Instruksi – instruksi Direksi dan Pengawas.
Pangkalan Bun, Januari 2023
KEPALA BIDANG BINA MARGA SELAKU KPA
PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT
HERTO, ST
NIP. 19660202 1999303 1 014