| 0400004958713000 | Rp 695,600,000 | |
| 0317447944713000 | - | |
| 0940717291713000 | - | |
Azam Bersatu | 08*3**5****13**0 | - |
| 0807255088713000 | - | |
| 0024550923713000 | - | |
| 0653100560422000 | - | |
| 0029172004713000 | - | |
Arung Semesta | 06*9**0****13**0 | - |
| 0841195126713000 | - | |
| 0617313663713000 | - |
U RAIAN SIN G KAT PEKERJ AAN
KEGIATAN : PENYELENGGARAAN JALAN KABUPATEN/ KOTA
SUB KEGIATAN : REKONSTRUKSI JALAN
PEKERJAAN : REKONSTRUKSI JALAN TUMENGGUNG CIKRA NEGARA
KELURAHAN BARU
LOKASI : KECAMATAN ARUT SELATAN
TAHUN ANGGARAN : 2023
A. UMUM
1. PENDAHULUAN
Pada setiap pembangunan proyek kostruksi jalan sebagai Penyedia Jasa
diharuskan memahami secara menyeluruh tentang bagaimana tahapan pelaksanaan
proyek yang akan dilaksanakan. Dimana setiap proyek memiliki kondisi dan kesulitan
yang berbeda-beda sehingga perlu tatacara pelaksanaan yang berbeda pula. Sedangkan
dalam kontrak kerja Penyedia Jasa diberikan batas waktu tertentu untuk menyelesaikan
proyek secara tepat waktu. Disamping itu biaya pelaksanaan dan mutu hasil kerja turut
dipertimbangkan agar tercapai target penyelesaian yang optimal. Oleh karena itu sebagai
acuan Penyedia Jasa dalam melaksanakan pekerjaan perlu memahami tahapan metode
pelaksanaan konstruksi yang tepat dan berkesinambungan dengan mempelajari rincian
volume yang terdapat di Daftar Kuantitas Dan Harga serta Gambar Kerja yang tersedia.
2. RUANG LINGKUP KEGIATAN
Kegiatan Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota ini merupakan kegiatan yang
berada di Lingkup SKPD-DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG Kabupaten
Kotawaringin Barat Tahun Anggaran 2023.
3. LINGKUP PEKERJAAN
Secara garis besar lingkup pekerjaan yang dilaksanakan dalam pelaksanaan
Pekerjaan pada Sub Kegiatan Rekonstruksi terbagi menjadi beberapa sub item pekerjaan.
Berikut dapat dijabarkan item-item pekerjaan adalah sebagai berikut :
1) DIVISI 1. UMUM
1.2. Mobilisasi
Ls Papan Nama Pekerjaan
Ls Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK)
2) DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH
3.3.(1) Penyiapan Badan Jalan
3.2.(1a) Timbunan Tanah Biasa Bahu Jalan
3) DIVISI 5. PEKERJAAN BERBUTIR
5.2,(2) Lapis Pondasi Agregat Tanpa Penutup Aspal
5.1.(1) Lapis Pondasi Aggregat Kelas A
5.1.(2) Lapis Pondasi Aggregat Kelas B
4) DIVISI 6. PEKERJAAN BERBUTIR
6.1.(1) Lapis Resap Pengikat-Aspal Cair/Emulsi
6.3.(4) Lataston Lapis Pondasi (HRS-BASE)
B. PELAKSANAAN PEKERJAAN PENINGKATAN JALAN
1. BAGAN ALIR PEKERJAAN
SP MK P ER SI AP AN
1. Job Mix Formula
2. Material dan Penyimpanan
3. Jadwal Pelaksanaan
4. Pengukuran Lapangan (MC-0)
5. Mobilisasi Personil
Tidak Sesuai
6. Mobilisasi Peralatan
7. Mobilisasi Tenaga Kerja
Perhitungan Ulang
Pengecekan Kuantitas dan Gambar
Rencana Justifikasi Teknis
SHO P DR AWI NG Addendum
P EL AK SANAAN
P EK ER J AAN
1. Pekerjaan Tanah
2. Pekerjaan Perkerasan Berbutir
3. Pekerjaan Perkerasan Aspal
4. Pekerjaan Struktur
5. Pekerjaan Harian & Pekerjaan
Lain-Lain
6. Pekerjaan Pemeliharaan
Kinerja
DO K U MEN
ADMI N I ST R ASI
1. Back Up Data Quantity
2. Back Up Data Quality
3. Asbuild Drawing
4. Foto Dokumentasi
5. Laporan Harian, Mingguan,
dan Bulanan
6. Dan Dokumen lain yang
dipersyaratkan
P H O Masa Pemeliharaan
Selesai
2. URAIAN PEKERJAAN
a. DIVISI 1. PENDAHULUAN
Pekerjaan mobilisasi atau persiapan adalah pekerjaan awal yang meliputi
kegiatankegiatan pendahuluan untuk mendukung permulaan proyek meliputi antara
lain :
1) Pembuatan Job Mix Formula
Sebelum pekerjaan utama dilaksanakan terlebih dahulu dilaksanakan
pengambilan sampel bahan dari quary yang berdekatan dengan lokasi pekerjaan
dan telah disetujui bersama pihak direksi teknis dan konsultan pengawas teknis,
diantaranya yaitu : batu, pasir, semen dan aspal dibawa ke laboratorium Job Mix
Formula/Job Mix Desain yang akan dipakai sebagai acuan kerja dalam
pelaksanaan proyek.
2) Kantor Lapangan dan Fasilitas (Direksi Keet)
Tahap berikutnya menentukan lokasi bascamp, pembuatan kantor lapangan dan
fasilitasnya dilokasi proyek dan kemudian dilanjutkan dengan mobilisasi
perlatan sesua dengan tahapan pelaksanaan pekerjaan.
3) Pengaturan Arus Transportasi Dan Pemeliharaan Arus Lalu Lintas
Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, pengaturan arus lalu lintas
transportasi dilakukan dengan pembuatan tanda-tanda lalu lintas yang memadai
disetiap kegiatan lapangan. Bila diperlukan dapat ditempatkan petugas pemberi
isyarat yang bertugas mengatur arus lalu lintas pada saat pelaksanaan.
4) Rekayasa Lapangan
Dengan petunjuk Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas survey/rekayasa
lapangan dilaksanakan untuk menentukan kondisi fisik dan strucktural dari
pekerjaan dan fasilitas yang ada dilokasi pekerjaan, sehingga diungkinkan untuk
mengadakan peninjauan ulang terhadap rancangan kerja yang telah diberikan
system dan tatacara survey dikordinasikan dengan direksi teknis.
5) Material dan Penyimpanan
Bahan material yang akan digunakan dalam pekerjaan harus menemui
spesifikasi dan standar yang berlaku, baik ukuran, type maupun ketentuan
lainnya sesuai petunjuk Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas. Semua material
yang akan digunakan untuk proses pembuatan Tanah Timbunan dan bahan
material yang terdapat dalam spesifikasi telah mendapat persetujuan dari pihak
Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas.
6) Jadwal Pelaksanaan
Jadwal pelaksanaan dibuat pihak kontraktor, diajukan kepada Direksi Teknis
untuk dibahas dan mendapat persetujuan pada saat dilaksanakan rapat
pendahuluan (Pre construction Meeting/PCM).
7) Pelaksanaan Mobilisasi Peralatan
Dalam pelaksanaan proyek ini mobilisasi peralatan utama meliputi :
a) Alat Bantu
b) Motor Greader
c) Vibratory Roller
8) Papan Nama Pekerjaan
a) Papan Nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi mengenai
proyek.
b) Papan nama proyek dibuat dengan ukuran atas persetujuan Direksi
Pekerjaan.
c) Bahan yang dipakai : kayu kasau, plywood, paku, semen dan lain-lain
d) Papan mana proyek dipasang dipangkal dan ujung lokasi pekerjaan
e) Papan nama dipelihara selama pelaksanaan proyek
9) Mobilisasi Personil
Mobilisasi personil inti pada pelaksanaan pekerjaan ini meliputi penugasan
tenaga ahli maupun tenaga pendukung dan para pekerja dalam melaksanakan
pekerjaan tersebut baik dilokasi sesuai kebutuhan yang disyaratkan dalam
kontrak pelaksanaan pekerjaan
METO DE P ELA K SA NA A N P EK ER JA A N
DIVISI 3.
PEKERJAAN TANAH
A. PENYIAPAN BADAN JALAN
Pekerjaan ini mencakup penggarukan, penyiapan dan pemadatan permukaan tanah
dasar atau permukaan jalan kerikil lama untuk penghamparan Lapis Pondasi Agregat,
Lapis Pondasi Agregat pada galian pelebaran badan jalan. Pelaksanaan pekerjaan
penyiapan badan jalan ini prosedurnya sebagai berikut :
Asumsi
Menggunakan Alat Berat (Cara Mekanik)
Kapasitas kerja sesuai kapasitas alat yang disyaratkan
Kemiringan sesuai petunjuk Direksi Teknis
Urutan Kerja/ Metode Kerja :
Tanah yang sudah digali dan ditimbun dipadatkan lalu dibentuk
penampang jalan sesuai dengan elevasi jalan yang direncanakan
Tanah eksisting sepanjang jalan lokasi pekerjaan diratakan menggunakan
alat motor grader dan dipadatkan menggunakan vibratory roller dibentuk
penampang jalan sesuai dengan elevasi jalan yang direncanakan
Pekerjaan ini dilakukan berulang dengan beberapa lintasan dan overlay
blade diikuti pengecekan elevasi kemiringan dan kerataan badan jalan
Pekerjaan ini dilakukan menggunakan motor grader dan vibro roller.
Dilakukan pemadatan dengan vibro terlebih dahulu kemudian motor
grader membentuk penampang jalan. Setelah itu dipadatkan kembali
dengan vibro roller. Begitu seterusnya hingga terbentuk kemiringan
penampang yang direncanakan atau yang disyaratkan berdsarkan
spesifikasi teknis.
Gambar. Pekerjaan Penyiapan Badan Jalan
B. PEKERJAAN TIMBUNAN TANAH
Pekerjaan ini mencakup pengadaan, pengangkutan, penghamparan dan pemadatan
tanah atau bahan berbutir yang disetujui untuk pembuatan timbunan, untuk
penimbunan kembali galian pipa atau struktur dan untuk timbunan umum yang
diperlukan untuk membentuk dimensi timbunan sesuai dengan garis, kelandaian, dan
elevasi penampang melintang yang disyaratkan atau disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
a) Pengajuan Kesiapan Kerja
Untuk setiap timbunan yang akan dibayar menurut ketentuan Seksi dari
Spesifikasi ini, Penyedia Jasa harus menyerahkan pengajuan kesiapan di bawah ini
kepada Direksi Pekerjaan sebelum setiap persetujuan untuk memulai pekerjaan
disetujui oleh Direksi Pekerjaan:
Gambar detil penampang melintang yang menunjukkan permukaan yang
telah dipersiapkan untuk penghamparan timbunan
Hasil pengujian kepadatan yang membuktikan bahwa pemadatan pada
permukaan yang telah disiapkan untuk timbunan yang akan dihampar
cukup memadai, bilamana diperlukan menurut Pasal 3.2.3.1).b) di bawah
ini.
Penyedia Jasa harus menyerahkan hal-hal berikut ini kepada Direksi Pekerjaan
paling lambat 14 hari sebelum tanggal yang diusulkan untuk penggunaan pertama
kalinya sebagai bahan timbunan:
Dua contoh masing-masing 50 kg untuk setiap jenis bahan, satu contoh
harus disimpan oleh Direksi Pekerjaan untuk rujukan selama Periode
Kontrak
Pernyataan tentang asal dan komposisi setiap bahan yang diusulkan untuk
bahan timbunan, bersama-sama dengan hasil pengujian laboratorium
yang menunjukkan bahwa sifat-sifat bahan tersebut memenuhi ketentuan
yang disyaratkan Pasal 3.2.2.
Penyedia Jasa harus menyerahkan hal-hal berikut ini dalam bentuk tertulis kepada
Direksi Pekerjaan segera setelah selesainya setiap ruas pekerjaan, dan sebelum
mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan, tidak diperkenankan menghampar
bahan lain di atas pekerjaan timbunan sebelumnya :
Hasil pengujian kepadatan seperti yang disyaratkan dalam Pasal 3.2.4
Hasil pengukuran permukaan dan data survei yang menunjukkan bahwa
toleransi permukaan yang disyaratkan dalam Pasal 3.2.1.3) dipenuhi
b. Prosedur Pelaksanaan Pekerjaan
Sebelum pekerjaan dimulai, terlebih dahulu mempersiapkan gambar design dari
data-data awal yang diambil pada saat joint survey dan gambar design lokasi ini
diajukan dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan terlebih dahulu yaitu dengan
gambar penampang melintang yang menunjukkan elevasi permukaan tiap titik.
Setelah gambar design penampang melintang disetujui, kemudian dilaksanakan
pemasangan patok-patok elevasi (bowplang).
Sebelum material didatangkan dari quarry yang telah disepakati bersamasama
dengan Direksi, diadakan pengujian sample material selected terlebih dahulu. Dan
setelah pengujian material telah disetujui oleh Direksi dan kemudian dituangkan
ke dalam report hasil investigasi dan menjadi pegangan untuk pelaksanaan
pengiriman material untuk pekerjaan.
Setelah itu, material dari quarry dikirim ke lokasi dengan memakai dump truk, dan
pada lokasi telah tersedia peralatan penghamparan dan pemadatan serta water
tank untuk menjaga pada saat penghamparan material tetap dalam kadar air yang
telah disepakati bersama dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
Material dihampar dengan Motor Grader secara per layer dengan tebal hampar
maksimum 20 cm dan kemudian diikuti dengan pemadatan oleh Vibro Roller yang
juga telah disepakati jumlah lintasan pemadatan dan disetujui oleh Direksi
Pekerjaan. Kemudian, apabila penghamparan dilaksanakan pada saat terik
matahari yang mengakibatkan material menjadi kering dan terburai oleh
hembusan angina maka segera dilakukan penyiraman air dengan water tank.
Kemudian setelah penghamparan telah tercapai 200 m’ maka dilakukan test
kepadatan dengan menggunakan alat Sandcone.
Jika hasil test sudah sesuai lanjutkan pekerjaan lain.
c. Peralatan Yang Digunakan
Motor Grader
Vibro Roller
Dump Truck
Water Tank
METO DE P ELA K SA NA A N P EK ER JA A N
DIVISI 5.
PEKERJAAN PERKERASAN BERBUTIR
A. LAPIS PONDASI AGREGAT TANPA PENUTUP ASPAL
Lapis Pondasi Agregat Tanpa Penutup Aspal adalah merupakan campuran agregat
halus dan kasar yang dapat memenuhi gradasi sesuai dengan Spesifikasi.
Proses Pencampuran bahan untuk memenuhi ketentuan yang disyaratkan harus
dikerjakan di lokasi instalasi pemecah batu Quaary yang disetujui, dengan
menggunakan pemasok mekanis yang telah dikalibrasi untuk memperoleh aliran
yang menerus dari komponen-komponen campuran dengan proporsi yang benar dan
dalam keadaan apapun tidak dibenarkan melakukan pencampuran di lapangan.
Whell Loader memuat Lapis Pondasi Agregat Tanpa Penutup Aspal ke dalam Dump
Truck di Base Camp Mojokerto dan diangkut ke lokasi pekerjaan dengan Dump Truck
lalu dihampar dengan Motor Grader/bulldozer, hamparan agregat dibasahi dengan
Water Tanker sebelum dan sesudah pemadatan dengan Vibro Roller dan selama
pemadatan sekelompok pekerja akan merapikan tepi hamparan dan level
permukaan dengan alat bantu kereta dorong, sekop dan garpu.
Dari lokasi Quarry tersebut, dilaksanakan pengambilan contoh material (sampling )
pada beberapa titik untuk dilakukan pengujian di laboratorium. Jenis tes yang
dilaksanakan meliputi dan tidak terbatas pada:
- Batas Cair dengan Alat Casagrande (SNI 03-1967-1990)
- Pengunjian Batas Plastis (SNI 03-1966-1990)
- Keausan Agregat dengan Mesin LA (SNI 03-1966-1990)
- Kepadatan Berat Untuk Tanah (SNI 03-1743 1989)
- Gumpalan Lempung dan Butir-Butir Mudah Pecah dalam Agregat (SK SNI M
–01- 1994-03)
- Kepadatan Lapangan dg Konus Pasir (SNI 03-2827-1992)
- Kepadatan Berat Untuk Tanah (SNI 03-1743-1989)
- Pengujian CBR Laboratprium (SNI 03-1744-1989)
Selanjutnya dilakukan pembuatan Job Mix Formula, sehingga didapat komposisi
material yang akan dipergunakan. Berikutnya juga dilakukan Trial Compaction, guna
mengetahui berapa jumlah lintasan masing – masing alat yang akan digunakan, untuk
mendapatkan nilai kepadatan sesuai dengan Spesifikasi.
1) Jenis Peralatan yang digunakan sebagai berikut :
- Wheel Loader/Excavator
- Dump truck
- Motor Grader
- Vibro Roller
- Water Tank
- Alat Bantu
2) Staking Out/ Pengukuran Ulang Lapangan
Staking Out dilapangan untuk menentukan:
- Patok Referensi. (elevasi dan koordinat)
- Patok Centre Line
- Patok Batas Lapis Pondasi Agregat Tanpa Penutup Aspal
3) Penyiapan Tempat Kerja
- Pengendalian lalu lintas sesuai ketentuan agar kegiatan tidak terganggu
- Pembuatan patok sebagai tanda ketinggian atau elevasi sesuai gambar
rencana
- Bilamana lapis pondasi agregat akan dihampar pada perkerasan atau bahu
jalan lama, semua kerusakan yang terjadi pada perkerasan atau bahu
jalan diperbaiki terlebih dahulu sampai mendapatkan persetujuan dari
Direksi Pekerjaan
- Bilamana lapis pondasi agregat akan dihampar pada suatu lapisan
perkerasan lama atau tanah dasar baru yang disiapkan, maka lapisan ini
diselesaikan terlebih dahulu hingga mendapatkan persetujuan dari Direksi
Pekerjaan
- Bilamana lapis pondasi agregat akan dihampar langsung di atas permukaan
perkerasan aspal lama, maka dilakukan penggarukan atau pengaluran pada
permukaan perkerasan aspal lama agar diperoleh tahanan geser yang lebih
baik.
4) Pemeriksaan Kadar Air (Water Content)
Pemeriksaan kadar air material Lapis Pondasi Agregat Tanpa Penutup Aspal
dilaksanakan dengan ketentuan:
- Apabila kadar air material berada dalam batas toleransi yang disyaratkan
(biasanya diukur dari kadar air optimum) material dapat langsung dihampar
dan dipadatkan
- Apabila kadar air melebihi batas toleransi yang diijinkan, material
dikeringkan terlebih dulu dengan cara dihampar (diangin-anginkan) sampai
kadar air mencapai toleransi tersebut
- Apabila kadar air material lebih kecil dari batas toleransi yang diijinkan,
material dihampar dan disiram dengan air untuk menaikkan kadar air
5) Approval Material Lapis Pondasi Agregat Tanpa Penutup Aspal
6) Penghamparan Material Lapis Pondasi Agregat Tanpa Penutup Aspal
Penghamparan material dilaksanakan dengan menggunakan Motor Grader. Pada
penghamparan material ini yang perlu diperhatikan adalah:
- Kondisi cuaca saat pelaksanaan
- Pengaturan jarak bongkar material agar didapatkan ketebalan yang rata,
karena akan terjadi segregasi material bila terlalu banyak pengaturan untuk
penambahan atau pengurangan sesuai tebal rencana
- Bila penghamparan agregat dilakukan lebih dari satu lapis, maka dibuat
ketebalan yang sama. Tetapi ketebalan ideal dalam penghamparan adalah
sebesar dua kali ukuran maksimum agregat
- Bila terjadi segregasi, maka lakukan segera perbaikan dengan menambah
atau mengganti dengan material yang baru.
Operasi penghamparan harus dimulai dari sepanjang tepi dan bergerak sedikit
demi sedikit ke arah sumbu jalan, dalan arah memanjang. Pada bagian yang
ber”superelevasi”, penggilasan harus dimulai dari bagian yang rendah dan
bergerak sedikit demi sedikit ke bagian yang lebih tinggi. Operasi
penggilasan harus dilanjutkan sampai seluruh bekas roda mesin gilas hilang
dan lapis tersebut terpadatkan secara merata. Tebal padat minimum untuk
pelaksanakan setiap lapisan harus dua kali ukuran terbesar agregat lapis
pondasi. Tebal padat maksimum tidak boleh melebihi 15 cm, kecuali
diperintahkan lain oleh Direksi Pekerjaan.
7) Pemadatan
Pemadatan (compaction ) dilaksanakan dengan menggunakan Vibro
Roller/Smooth drum , dimulai dari bagian tepi ke bagian tengah. Setelah
pemadatan satu pas selesai, alat pemadat dipindahkan ke sebelahnya dengan
overlapping 1/8 lebar drum dan seterusnya hingga mencakup seluruh area
pemadatan. Langkah tersebut diulang kembali hingga jumlah passing
pemadatan setiap lintasan mencapai jumlah passing tertentu (Sesuai hasil
Trial).
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada tahap ini adalah:
- Lapis pondasi agregate paling atas yang diselesaikan setiap section
pemadatan harus dibuat sedemikian rupa sehingga memiliki kemiringan
sesuai spesifikasi. Hal ini dimaksudkan agar air hujan cepat terbuang
keluar area timbunan pilihan dan tidak meninggalkan genangan yang
dapat mengganggu pekerjaan pada lapis diatasnya
- Apabila kadar air material kurang maka ditambahkan air dengan cara
menyemprotkan air dari truck tangki air, Banyaknya air yang disemprotkan
harus diperhitungkan agar tidak berlebihan
- Patok referensi elevasi lapis pondasi agregate, centre line , batas-batas
lapis pondasi agregate dan patok kemiringan agar dibuat dengan jelas,
diupdate sesuai dengan elevasi lapis pondasi agregate yang telah
diselesaikan dan dijaga keberadaannya untuk memudahkan pemeriksaan
dan pengontrolan pekerjaan
- Untuk lokasi lapis pondasi agregate yang tidak dapat dijangkau dengan
Vibro Roller/Smooth drum , digunakan Baby Roller atau Stamper
disesuaikan dengan kondisi lapangan, misalnya pada pertemuan timbunan
dengan struktur jembatan, box culvert, dan lain-lain.
Pada lokasi lapis pondasi agregate harus dibuatkan temporary drain
sedemikian rupa sehingga setiap terjadi hujan saluran tersebut dapat
menampung air dan berfungsi dengan baik sehingga tidak mengakibatkan
genangan atau kelongsoran yang dapat menghambat pelaksanaan pekerjaan.
8) Pengujian
Suatu program pengujian rutin pengendalian mutu bahan dilaksanakan untuk
mengendalikan ketidakseragaman bahan yang dibawa ke lokasi pekerjaan.
Pengujian yang dilakukan meliputi :
- Pengujian kadar air agregat untuk kontrol penghamparan
- Pengujian indeks plastisitas 5 pengujian /1000 m3
- Pengujian gradasi partikel 5 pengujian /1000 m3
- Pengujian Kepadatan Lapangan dengan alat Konus Pasir < 200 m
C. PENUTUP
Untuk melaksanakan pekerjaan dalam butir tersebut diatas, berlaku dan mengikat pula :
1. Gambar bestek yang dibuat Konsultan Perencana yang sudah disahkan oleh
Pemberi Tugas termasuk juga gambar – gambar detail yang diselesaikan oleh
Kontraktor dan sudah disahkan/disetujui oleh pengawas.
2. Rencana Kerja dan Syarat – Syarat ( RKS ).
3. Surat Perintah Kerja ( SPK ).
4. Surat Penawaran beserta lampiran – lampirannya.
5. Jadwal Pelaksanaan ( Tentative Time Schedule ).
6. Kontrak / Surat Perjanjian Pemborongan.
7. Instruksi – instruksi Direksi dan Pengawas.
Pangkalan Bun, 22 Mei 2023
KEPALA BIDANG BINA MARGA SELAKU PPK
PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT
H E R T O , S T
NIP. 19660202 1999303 1 014| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 15 February 2024 | Rekonstruksi Jalan H. Sanusi | Kab. Kotawaringin Barat | Rp 480,770,000 |