| 0024550634713000 | Rp 8,010,545,000 | |
| 0015797640713000 | - | |
| 0032205387713000 | - | |
| 0857529937713000 | - | |
| 0807255088713000 | - | |
| 0625933395704000 | - | |
| 0926257130711000 | - | |
CV Chezii Jaya Mandiri | 06*5**9****11**0 | - |
URAIAN S INGKAT PEKERJAAN
PROGRAM : PENATAAN BANGUNAN GEDUNG
KEGIATAN : PENYELENGGARAAN BANGUNAN GEDUNG DIWILAYAH DAERAH
KABUPATEN/KOTA, PEMBERIAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN
(IMB) DAN SERTIFIKAT LAIK FUNGSI BANGUNAN GEDUNG
SUB KEGIATAN : PENGUBAHSUAIAN BANGUNAN GEDUNG UNTUK
KEPENTINGAN STRATEGIS DAERAH KABUPATEN/ KOTA
PEKERJAAN : PENATAAN LINGKUNGAN PANGKALAN BUN PARK
LOKASI : KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT TAHUN
ANGGARAN : 2024
A. UMUM
1. PENDAHULUAN
Pada setiap Peningkatan Prasarana Gedung Serbaguna sebagai Penyedia
Jasa diharuskan memahami secara menyeluruh tentang bagaimana tahapan
pelaksanaan proyek yang akan dilaksanakan. Di mana setiap proyek memiliki
kondisi dan kesulitan yang berbeda-beda sehingga perlu tata cara pelaksanaan yang
berbeda pula. Sedangkan dalam kontrak kerja Penyedia Jasa diberikan batas waktu
tertentu untuk menyelesaikan proyek secara tepat waktu. Di samping itu biaya
pelaksanaan dan mutu hasil kerja turut dipertimbangkan agar tercapai target
penyelesaian yang optimal. Oleh karena itu sebagai acuan Penyedia Jasa dalam
melaksanakan pekerjaan perlu memahami tahapan metode pelaksanaan konstruksi
yang tepat dan berkesinambungan dengan mempelajari rincian volume yang
terdapat di Daftar Kuantitas Dan Harga serta Gambar Kerja yang tersedia.
2. RUANG LINGKUP KEGIATAN
Kegiatan Penyelenggaraan Bangunan Gedung Diwilayah Daerah
Kabupaten/ Kota, Pemberian Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Dan Sertifikat Laik
Fungsi Bangunan
Gedung ini merupakan kegiatan yang berada di Lingkup SKPD-DINAS PEKERJAAN
UMUM DAN PENATAAN RUANG Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun Anggaran
2024.
3. LINGKUP PEKERJAAN
Secara garis besar lingkup pekerjaan yang dilaksanakan dalam pelaksanaan
Pekerjaan pada Sub Pengubahsuaian Bangunan Gedung Untuk Kepentingan
Strategis Daerah Kabupaten/Kota terbagi menjadi beberapa sub item pekerjaan.
Berikut dapat dijabarkan item-item pekerjaan adalah sebagai berikut :
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Papan Nama Kegiatan
2. Mobilisasi dan Demobilisasi
3. Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK)
A. Alat Pelindung Diri
▪ Helm Pelindung (Safety Helmet)
▪ Sarung Tangan (Safety Gloves)
▪ Sepatu Keselamatan (Rubber Safety Shoes)
▪ Rompi Keselamatan (Safety Vest)
B. Fasilitas Sarana Kesehatan dan penanggulangan bencana
▪ Peralatan P3K (Minimal: Kotak P3K, Obat Luka, Perban)
C. Rambu – rambu
▪ Rambu Peringatan
▪ Rambu Informasi
II. PEKERJAAN PAGAR BELAKANG
a. PEKERJAAN FONDASI
1. Pek. Galian Tanah
2. Pek. Pengadaan Cerucuk Galam Ø8-10 Cm
3. Pek. Pemancangan Cerucuk Galam Ø8-10 Cm
4. Pek. Balok Ulin 5/5 Cm
5. Pek. Papan Ulin 2/20 Cm
6. Pek. Fondasi Pasangan Batu Mortar
7. Pek. Fondasi Footplat 80/100
- Beton Struktur Fc'20Mpa
- Pembesian BJTP 280
- Bekisting Fondasi Footplat/ Telapak
b. PEKERJAAN STRUKTUR
1. Pek. Balok Sloof 15/20
▪ Beton Struktur Fc'20Mpa
▪ Pembesian BJTP 280
▪ Bekisting Untuk Sloof
2. Pek. Kolom 20/20
▪ Beton Struktur Fc'20Mpa
▪ Pembesian BJTP 280
▪ Bekisting Untuk Kolom
3. Pek. Ringbalk 15/20
▪ Beton Struktur Fc'20Mpa
▪ Pembesian BJTP 280
▪ Bekisting Untuk Ringbalk
c. PEKERJAAN PASANGAN
1. Pek. Dinding Bata Merah Tebal ½ Batu
2. Pek. Plasteran Dinding
3. Pek. Acian Dinding
III. JALAN LINGKUNGAN
a. PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK
1. Pek. Penyiapan Badan Jalan
b. PEKERJAAN ASPAL
1. Pek. Lapis Perekat - Aspal Cair/Emulsi
2. Pek. Lataston Lapis Aus (HRS-WC)
c. STRUKTUR
1. Pek. Beton strukur, fc’20 MPa
2. Pek. Wiremash M-6
3. Plastik Filter
IV. DRAINASE
a. PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK
1. Pek. Galian Tanah
2. Pek. Pasir Urug
b. STRUKTUR
1. Pek. Beton Mutu Sedang f'c 20 MPa, Slump (100 ± 25) mm
2. Pek. Pembesian BJTP 280
3. Pek. Bekisting Drainase
4. Plastik Filter
V. TOILET
a. PEKERJAAN TANAH
1. Pek. Galian Tanah
2. Pek. Pasir Urug
b. PEKERJAAN FONDASI
1. Pek. Fondasi Batu Belah Mortar Tipe N (5,2 MPa)
2. "Pek. Dinding Bata Merah Tebal ½ Batu dengan Mortar Tipe N,fc’ 5,2 Mpa
c. STRUKTUR
1. Pek. Pekerjaan Sloof
▪ Beton Mutu Sedang f'c 20 MPa, Slump (100 ± 25) mm
▪ Pembesian BJTP 280
▪ Bekisting Untuk Sloof
2. Pek. Pekerjaan Kolom
▪ Beton Mutu Sedang f'c 20 MPa, Slump (100 ± 25) mm
▪ Pembesian BJTP 280
▪ Bekisting Untuk Kolom
3. Pek. Pekerjaan Balok
▪ Beton Mutu Sedang f'c 20 MPa, Slump (100 ± 25) mm
▪ Pembesian BJTP 280
▪ Bekisting Untuk Balok
4. Pek. Pekerjaan Ringbalk
▪ Beton Mutu Sedang f'c 20 MPa, Slump (100 ± 25) mm
▪ Pembesian BJTP 280
▪ Bekisting Untuk Ringbalk
d. PEKERJAAN PASANGAN DAN PENUTUP LANTAI
1. Pek. Dinding Bata Merah Tebal ½ Batu dengan Mortar Tipe N,fc’ 5,2 Mpa
2. Pek. Plesteran Dinding
3. Pek. Acian Dinding
4. Pek. Pasir Urug
5. Pek. Beton Mutu Rendah f'c 15 MPa, Slump (100 ± 25) mm
6. Pek. Lantai Keramik Ukuran 40 cm x 40 cm
7. Pek. Dinding Batu Palimanan Kuning
8. Pek. Ornamen Dinding Balok Ulin 5/10
9. Pek. Pengadaan dan Pemasangan Toilet Cubicle Lengkap Asesoris
(Material Phenolic Tebal 12mm)
e. PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA
1. Pek. Pengadaan dan Pemasangan Kuzen Alumunium 4"
2. Pek. Kusen dan Pintu Besi Hollow
3. Pek. Kaca Bening 5 mm
f. PEKERJAAN PENUTUP ATAP, PLAFOUND, DAN CAT
1. Pek. Rangka Atap Baja Ringan (Canai Dingin) profil C75
2. Pek. Atap Galvalum Tebal 0.25 mm
3. Pek. Kalsiplak
4. Pek. Rangka Langit-langit (Plafon) Besi Hollow 40.40
5. Pek. Penutup Langit-Langit Plafound Kalsiboard 3mm
6. Pek. Pengecatan Dinding Baru
7. Pek. Pengecatan Kalsiplank
g. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
1. Pek. Instalasi Titik Lampu (Downlight) dan Saklar Ganda
2. Pek. Lampu Philips Led 13 Watt
3. Pek. MCB 1 x 16 A - MC 45 A
h. PEKERJAAN INSTALASI AIR BERSIH DAN AIR KOTOR
1. Pek. Pengadaan dan Instalasi Urinoir Setara Toto
2. Pek. Pengadaan dan Instalasi Closed Duduk Setara Toto
3. Pek. Pengadaan dan Instalasi Westafel Setara Toto
4. Pek. Pengadaan dan Instalasi Pipa Air Bersih PVC AW 1"
5. Pek. Pengadaan dan Instalasi Kran Air Stainless Steel 3/4"
6. Pek. Pengadaan dan Instalasi Pipa Air Kotor PVC AW 4"
7. Pek. Pengadaan dan Instalasi Pipa Air Kotor PVC AW 2,5"
8. Pek. Sumur Bor + Casing Pipa PVC AW 4"
9. Mesin Air Submersible 1",Lengkap Asesoris
10. Septictank
▪ Pek. Galian Tanah
▪ Pek. Urugan Tanah Kembali
▪ Pek. Urugan Pasir
▪ Pek. Pasangan Trasram 1/2 Bata
▪ Pek. Plat Beton Bertulang
▪ Pas. Pipa PVC Ø3" AW
▪ Pas. Pipa PVC Type AW Ø2" Untuk Ventilasi
11. Sumur Resapan
▪ Pek. Galian Tanah
▪ Pek. Urugan Tanah Kembali
▪ Pek. Urugan Pasir
▪ Pek. Pasangan Trasram 1/2 Bata
▪ Pek. Bata tanpa Spesi
▪ Pek. Plat Beton Bertulang
▪ Pas. Lapisan Ijuk
▪ Pas. Lapisan Krikil
VI. PENGADAAN DAN PEMASANGAN LAMPU SOROT
a. PEKERJAAN TANAH
1. Pek. Galian Tanah
2. Pek. Pasir Urug
b. PEKERJAAN PONDASI
1. Pek. Pengadaan dan Pemancangan Balok Ulin 10/10cm
2. Pek. Lantai Kerja Beton Mutu Rendah f'c 10 MPa
3. Pek. Fondasi Footplat 150/150
▪ Beton Struktur Fc'20Mpa
▪ Pembesian BJTP 280
▪ Bekisting Untuk Fondasi Telapak
c. PEKERJAAN PEKERJAAN LISTRIK
1. Pek. Pengadaan dan Pemasangan (Instalasi) Tiang Lampu Sorot H15m
Octagonal, Bottom 7", Base Plate 400.400.20mm, Angkur, Breaket 6
Lampu 500Watt, Tangga Panjat, Finishing HDG, MCB, dan Asesoris
Pendukung
2. Sewa Truck Crane (Erection Tiang Lampu)
3. Pek. Pemasangan dan Instalasi Daya Baru 66.000Watt Lengkap Asesoris
+ Box Panel
4. Pek. Pengadaan dan Pemasangan Tiang Listrik Besi Tinggi 7m Dimensi
Pipa 5 - 4 - 2.5 inch
VII. PANGGUNG PLAZA
a. PEKERJAAN TANAH
1. Pek. Galian Tanah
2. Pek. Pasir Urug
b. PEKERJAAN PONDASI
1. Pek. Pengadaan dan Pemancangan Balok Ulin 10/10cm
2. Pek. Lantai Kerja Beton Mutu Rendah f'c 10 MPa
3. Pek. Fondasi Batu Belah Mortar Tipe N (5,2 MPa)
4. Pek. Fondasi Footplat 150/150 dan 100/100
▪ Beton Struktur Fc'30Mpa
▪ Pembesian BJTP 280
▪ Bekisting Untuk Fondasi Telapak
c. PEKERJAAN STRUKTUR
1. Pek. Sloop 20/40
▪ Beton Struktur Fc'30Mpa
▪ Pembesian BJTP 280
▪ Bekisting Untuk Sloof
2. Pek. Balok 20/40
▪ Beton Struktur Fc'30Mpa
▪ Pembesian BJTP 280
▪ Bekisting Untuk Balok
3. Pek. Kolom 50/50
▪ Beton Struktur Fc'30Mpa
▪ Pembesian BJTP 280
▪ Bekisting Untuk Kolom
4. Pek. Kolom 25/25
▪ Beton Struktur Fc'30Mpa
▪ Pembesian BJTP 280
▪ Bekisting Untuk Kolom
5. Pek. Ring Balk 15/20
▪ Beton Struktur Fc'30Mpa
▪ Pembesian BJTP 280
▪ Bekisting Untuk Balok
6. Pek. Pelat Beton 12Cm
▪ Beton Struktur Fc'30Mpa
▪ Pembesian BJTP 280
▪ Bekisting Untuk Pelat Lantai
7. Pekerjaan Kolom Baja Profil
8. Pengadaan dan Pemasangan Anchor Bolt ∅16 (Double Nuts)
9. Base Plat 450 x 450 x 12
10. Pos Kolom WF 400.200.8.13
11. Plat Pengaku, Tebal 10mm
12. Stiffener, Tebal 10mm
13. Pekerjaan Kuda-Kuda Baja Profil
- Kuda-Kuda Utama
▪ WF 400.200.8.13 (KU)
▪ Voute Plat Pengaku, Tebal 10mm
▪ Stiffener, Tebal 10mm
▪ End Plate BJ55 , Tebal 10mm
▪ Mur Baut HTB M16 A490
▪ WF 200.150.6.9 (KS)
▪ Voute Plat Pengaku, Tebal 10mm
▪ Stiffener, Tebal 10mm
▪ End Plate BJ55 , Tebal 10mm
▪ Mur Baut HTB M16 A490
▪ WF 200.150.6.9 (KP)
▪ Voute Plat Pengaku, Tebal 10mm
▪ Stiffener, Tebal 10mm
▪ End Plate BJ55 , Tebal 10mm
▪ Mur Baut HTB M16 A490
▪ WF 200.150.6.9 (RFT)
▪ Voute Plat Pengaku, Tebal 10mm
▪ Stiffener, Tebal 10mm
▪ End Plate BJ55 , Tebal 10mm
▪ Mur Baut HTB M16 A490
▪ UNP 10
▪ Stiffener, Tebal 10mm
- Kuda - Kuda Overstake
▪ WF 200.150.6.9
▪ Stiffener, Tebal 10mm
▪ End Plate BJ55 , Tebal 10mm
▪ Mur Baut HTB M16 A490
▪ WF 200.150.6.9
▪ Stiffener, Tebal 10mm
▪ End Plate BJ55 , Tebal 10mm
Joint-1
▪ WF 400.200.8.13
▪ Stiffener, Tebal 10mm
▪ End Plate BJ55 , Tebal 10mm
Joint-2
▪ WF 400.200.8.13
▪ Stiffener, Tebal 10mm
▪ End Plate BJ55 , Tebal 10mm
14. Pekerjaan Penutup Atap dan Pendukung
▪ Gording CNP 125.50.20
▪ Besi Siku 50.50.5
▪ Trackstang Besi ∅ 10 mm
▪ Breacing ∅ 10 mm
▪ Jarum Keras M-10
▪ Pek. Rangka Tawing Layar CNP 100.50.20 (2,5)
▪ Atap Pelana Rangka Atap Baja Ringan (Canai Dingin) profil C75
▪ Pek. Aluminium Buble Foil
▪ Pek. Playwood 6mm
d. PEKERJAAN PASANGAN DAN PENUTUP LANTAI
1. Pek. Dinding Bata Merah Tebal ½ Batu dengan Mortar Tipe N,fc’ 5,2 Mpa
2. Pek. Plesteran Dinding
3. Pek. Acian Dinding
4. Kolom Praktis Beton Bertulang
5. Lantai Keramik Ukuran 25 cm x 25 cm (Unpolished)
6. Dinding Keramik 25 cm x 45 cm
7. Lantai Keramik Ukuran 60 cm x 60 cm
e. PEKERJAAN PENUTUP ATAP, PLAFOUND, DAN CAT
1. Pek. Pengecatan Dinding Baru
2. Pek. Pengecatan Dinding Lama
3. Pemasangan 1 m2 Rangka Langit-langit (Plafon) Besi Hollow 40.40
4. Pek. Penutup Langit-Langit Plafound Kalsiboard 3mm
5. Pek. Penutup Atap Multi Sirap
6. Pek. Penutup Tawing Layer Kayu Ulin 2/20
7. Pek. Listplank Kayu Ulin 2/20
8. Pek. Pengecatan Bidang Kayu Baru
f. PEKERJAAN INSTALASI AIR BERSIH DAN AIR KOTOR
1. Pek. Pengadaan dan Instalasi Westafel Setara Toto
2. Pek. Pengadaan dan Instalasi Closed Duduk Setara Toto
3. Pek. Pengadaan dan Instalasi Pipa Air Bersih PVC AW 1"
4. Pek. Pengadaan dan Instalasi Kran Air Stainless Steel 3/4"
5. Pek. Pengadaan dan Pemasangan Floor Drain
6. Pek. Pengadaan dan Instalasi Pipa Air Kotor PVC AW 4"
7. Pek. Pengadaan dan Instalasi Pipa Air Kotor PVC AW 2,5"
8. Pek. Sumur Bor + Casing Pipa PVC AW 4"
9. Mesin Air Submersible 1", Lengkap Asesoris
10. Septictank
▪ Pek. Galian Tanah
▪ Pek. Urugan Tanah Kembali
▪ Pek. Urugan Pasir
▪ Pek. Pasangan Trasram 1/2 Bata
▪ Pek. Plat Beton Bertulang
▪ Pas. Pipa PVC Ø3" AW
▪ Pas. Pipa PVC Type AW Ø2" Untuk Ventilasi
11. Sumur Resapan
▪ Pek. Galian Tanah
▪ Pek. Urugan Tanah Kembali
▪ Pek. Urugan Pasir
▪ Pek. Pasangan Trasram 1/2 Bata
▪ Pek. Bata tanpa Spesi
▪ Pek. Plat Beton Bertulang
▪ Pas. Lapisan Ijuk
▪ Pas. Lapisan Krikil
12. Pekerjaan Tandon Air
▪ Pek. Galian Tanah
▪ Pek. Urugan Tanah Kembali
▪ Pek. Urugan Pasir
▪ Pek. Fondasi Footplat 80/80
- Beton Struktur Fc'20Mpa
- Pembesian BJTP 280
- Bekisting Untuk Fondasi Telapak
▪ Pek. Sloof 30/40
- Beton Struktur Fc'20Mpa
- Pembesian BJTP 280
- Bekisting Untuk Sloof
▪ Pek. Kolom 20/20
- Beton Struktur Fc'20Mpa
- Pembesian BJTP 280
- Bekisting Untuk Kolom
▪ Pek. Balok 30/40
- Beton Struktur Fc'20Mpa
- Pembesian BJTP 280
- Bekisting Untuk Balok
▪ Pek. Pelat Beton 12Cm
- Beton Struktur Fc'20Mpa
- Pembesian BJTP 280
- Bekisting Untuk Pelat Lantai
▪ Pek. Pengadaan dan Pemasangan Toren 1200Liter
▪ Pek. Tangga Tandon
g. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
1. Pek. Pengadaan dan Pemasangan MCB CL 16
2. Pek. Instalasi Titik Lampu (Downlight) dan Saklar Ganda/ Tunggal
3. Pek. Pengadaan dan Pemasangan Flod Light 30Watt
4. Pek. Pengadaan dan Pemasangan Lampu Downlight 18 Watt
5. Pek. Pengadaan dan Pemasangan Lampu Downlight 7 Watt
h. PEKERJAAN ORNAMEN DAN LAIN-LAIN
1. Pek. Frame Ornamen ACP Atas
2. Pek. Ornamen Ukiran Bahan Cutting Laser ACP Atas
3. Pek. Ornamen Tameng Bahan Cutting Laser ACP
4. Pek. Ornamen Font Panggung (Bahan Stainless steel)
5. Pek. Ornamen Logo Kobar (Bahan Stainless steel)
6. Pek. Ornamen Burung Tingang (ACP)
7. Pek. Kisi-Kisi Panggung
VIII. GEDUNG UTAMA
a. PEKERJAAN ORNAMEN
b. Pek. Gebyok Kayu Kelas I (Jati)
1. Opening Gebyok
2. Ornamen List Dinding
3. Pek. Tulisan Timbul Bahan Stainless Steel
4. Pek. Ornamen GRC
c. PEKERJAAN KAYU
1. Pek. Rangka Badan Kayu Ulin 10/10 Diserut Rapi (Moulding)
2. Pek. Rangka Badan Kayu Ulin 5/10 Diserut Rapi (Moulding)
3. Pek. Lantai Papan Kayu Ulin Tebal 2 Cm
4. Pek. Dinding Papan Kayu Ulin Tebal 2 Cm
5. Pek. Mur Baut M14
6. Pengadaan dan Pemasangan Meja Ukir Reseptionis (5,4x0,7)m
d. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
1. Pek. Pemasangan Daya Baru 66.000Watt Lengkap Asesoris + Box Panel
2. Pek. Pengadaan dan Pemasangan Tiang Listrik Besi Tinggi 7m Dimensi
Pipa 5 - 4 - 2.5 inch
3. Pek. Pengadaan dan Pemasangan AC Floor Standing 5 PK Panasonic
dan Asesoris
B. PELAKSANAAN PEKERJAAN PENINGKATAN JALAN
1. BAGAN ALIR PEKERJAAN
S P M K P E R S I A P A N
1. Job Mix Formula
2. Material dan Penyimpanan
3. Jadwal Pelaksanaan
4. Pengukuran Lapangan (MC-0)
5. Mobilisasi Personil
Tidak Sesuai
6. Mobilisasi Peralatan
7. Mobilisasi Tenaga Kerja
Perhitungan Ulang
Pengecekan Kuantitas dan Gambar
Rencana Justifikasi Teknis
S H O P D R A W I N G Addendum
P E L A K S A N A A N
P E K E R J A A N
1. Pekerjaan Tanah
2. Pekerjaan Perkerasan Berbutir
3. Pekerjaan Perkerasan Aspal
4. Pekerjaan Struktur
5. Pekerjaan Harian & Pekerjaan
Lain-Lain
6. Pekerjaan Pemeliharaan
Kinerja
D O K U M E N
A D M I N I S T R A S I
1. Back Up Data Quantity
2. Back Up Data Quality
3. Asbuild Drawing
4. Foto Dokumentasi
5. Laporan Harian, Mingguan,
dan Bulanan
6. Dan Dokumen lain yang
dipersyaratkan
P H O Masa Pemeliharaan
Selesai
2. URAIAN PEKERJAAN
a. PENDAHULUAN
Pekerjaan mobilisasi atau persiapan adalah pekerjaan awal yang meliputi
kegiatan pendahuluan untuk mendukung permulaan proyek meliputi antara
lain:
1) Pembuatan Job Mix Formula
Sebelum pekerjaan utama dilaksanakan terlebih dahulu dilaksanakan
pengambilan sampel bahan dari quarry yang berdekatan dengan lokasi
pekerjaan dan telah disetujui bersama pihak direksi teknis dan konsultan
pengawas teknis, diantaranya yaitu : batu, pasir, semen dan aspal dibawa ke
laboratorium Job Mix Formula/Job Mix Desain yang akan dipakai sebagai
acuan kerja dalam pelaksanaan proyek.
2) Kantor Lapangan dan Fasilitas (Direksi Keet)
Tahap berikutnya menentukan lokasi basecamp, pembuatan kantor
lapangan dan fasilitasnya di lokasi proyek dan kemudian dilanjutkan
dengan mobilisasi perlatan sesuai dengan tahapan pelaksanaan pekerjaan.
3) Pengaturan Arus Transportasi Dan Pemeliharaan Arus Lalu Lintas
Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, pengaturan arus lalu lintas
transportasi dilakukan dengan pembuatan tanda-tanda lalu lintas yang
memadai di setiap kegiatan lapangan. Bila diperlukan dapat ditempatkan
petugas pemberi isyarat yang bertugas mengatur arus lalu lintas pada saat
pelaksanaan.
4) Rekayasa Lapangan
Dengan petunjuk Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas survey/rekayasa
lapangan dilaksanakan untuk menentukan kondisi fisik dan strucktural dari
pekerjaan dan fasilitas yang ada di lokasi pekerjaan, sehingga
dimungkinkan untuk mengadakan peninjauan ulang terhadap rancangan
kerja yang telah diberikan system dan tata cara survey dikordinasikan
dengan direksi teknis.
5) Material dan Penyimpanan
Bahan material yang akan digunakan dalam pekerjaan harus menemui
spesifikasi dan standar yang berlaku, baik ukuran, type maupun ketentuan
lainnya sesuai petunjuk Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas. Semua
material yang akan digunakan untuk proses Tanah Timbunan, Semen,
Asphalt, Pasir dan bahan material beton lainnya yang terdapat dalam
spesifikasi telah mendapat persetujuan dari pihak Direksi Teknis dan
Konsultan Pengawas.
6) Jadwal Pelaksanaan
Jadwal pelaksanaan dibuat pihak kontraktor, diajukan kepada Direksi
Teknis untuk dibahas dan mendapat persetujuan pada saat dilaksanakan
rapat pendahuluan (Pre construction Meeting/PCM).
7) Pelaksanaan Mobilisasi Peralatan
Dalam pelaksanaan proyek ini mobilisasi peralatan utama meliputi :
a) Alat Bantu
b) Truck Mixer
c) Asphalt Mixing Plant
d) Asphalt Finisher
e) Tandem Roller
f) P. Tyre Roller
g) Motor Greader
8) Papan Nama Pekerjaan
a) Papan Nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi
mengenai proyek.
b) Papan nama proyek dibuat dengan ukuran atas persetujuan
Direksi Pekerjaan.
c) Bahan yang dipakai : kayu kasau, plywood, paku, semen dan lain-lain
d) Papan mana proyek dipasang dipangkal dan ujung lokasi pekerjaan
e) Papan nama dipelihara selama pelaksanaan proyek
9) Mobilisasi Personil
Mobilisasi personil inti pada pelaksanaan pekerjaan ini meliputi penugasan
tenaga ahli maupun tenaga pendukung dan para pekerja dalam
melaksanakan pekerjaan tersebut baik di lokasi sesuai kebutuhan yang
disyaratkan dalam kontrak pelaksanaan pekerjaan
M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
PEKERJAAN TANAH
A. PEKERJAAN GALIAN TANAH
Alat-alat yang perlu dipersiapkan :
1. Cangkul
2. Meteran
3. Waterpass
4. Theodolit
5. Belincong
6. Pengki
7. Benang
8. Selang air
9. Patok kayu
10. Cat putih
11. Mesin pompa air
Langkah-langkah yang harus dikerjakan :
1. Buatlah gambar shop drawing terlebih dahulu untuk pekerjaan galian
tanah kemudian ajukan gambar tersebut untuk direalisasikan.
2. Lakukan persiapan kerja termasuk penyiapan alat-alat pembantu
pelaksanaan pekerjaan.
3. Tentukan posisi titik ukur tetap selanjutnya lakukan pengukuran terhadap
ukuran dan elevasi galian tanah.
4. Berikan tanda pada hasil pengukuran memakai patok kayu yang dicat putih.
5. Pelaksanaan galian tanah dilakukan menggunakan cangkul dan belincong.
6. Pasanglah patok kayu dan benang sebagai acuan untuk mendukung
proses penggalian tanah.
7. Galilah tanah dengan berdasar pada patok dan benang yang sudah
dipasang sebelumnya.
8. Buang sisa galian tanah ke tempat yang tidak mengganggu kelancaran
pekerjaan.
9. Lakukan penggalian tanah ini hingga mencapai ukuran lebar dan
kedalaman sesuai perencanaan.
10. Periksa kedalaman galian tanah setiap ukuran tertentu menggunakan
theodolit.
11. Keluarkan air yang muncul di dalam galian tanah memakai mesin pompa
khusus supaya tidak menghambat pekerjaan.
12. Singkirkan benda-benda yang ditemukan selama penggalian seperti
sampah, potongan kayu, dan bebatuan.
B. URUGAN PASIR & TIMBUNAN TANAH
Tahapan Persiapan:
1. Dalam tahapan persiapan ini, pastinya Anda harus meninjau langsung area
yang hendak diurug. Peninjauan ini sangat diperlukan untuk melihat
spesifikasi tanah dan luas area yang hendak diurug. Berdasarkan spesifikasi
tanah yang sudah diidentifikasi, selanjutnya bisa ditentukan jenis tanah yang
akan dipakai sebagai urug. Dari peninjauan ini pula dapat diketahui
perkiraan volume tanah urug yang dibutuhkan. Volume kebutuhan tanah
urug memang tidak bisa dipastikan dengan tepat sebab ada faktor
penyusutan tanah yang harus dipertimbangkan. Meskipun begitu, perkiraan
kebutuhan volume tanah urug bisa ditentukan kurang lebih 120% dari
volume gambar dengan memasukkan faktor susut sekitar 20%.
2. Tahapan berikutnya adalah tahapan pengurugan yang diawali dengan
membersihkan area yang hendak diurug dari berbagai sampah. Setelah itu,
pasanglah batasan-batasan dan patok. Kemudian tarik benang dari patok ke
patok. Tujuan pemasangan benang ini adalah untuk mendapatkan
permukaan tanah yang rata sesuai dengan ketinggian yang diharapkan. Jika
sudah, barulah pengurugan tanah bisa dimulai. Sebaiknya lakukan
pengurugan tanah lapis demi lapis sesuai dengan ketentuan. Misalnya saja
masing-masing lapis setinggi 40cm. Pada setiap lapisan tersebut, lakukan
pemadatan sebelum ditambahkan dengan material urug untuk lapisan
berikutnya.
3. Saat pekerjaan pengurugan sudah selesai dikerjakan, jangan abaikan
tahapan yang terakhir yakni tahapan pemeriksaan. Tahapan ini penting
dilakukan supaya
pekerjaan pengurugan tanah benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan
standar kelayakan. Tahapan pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan batas
urugan, kemiringan tanah urugan, jenis tanah urugan, kepadatan urugan,
sistem proteksi dan dewatering.
M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
PEKERJAAN PASANGAN
A. PEKERJAAN DINDING PASANGAN BATA
Metode pelaksanaan pekerjaan pasangan dinding bata dapat diuraikan sebagai
berikut :
1. Memebersihkan area yang akan dipasang dinding bata merah
2. Buat marking jalur-jalur dinding dua sisi setelah dinding dan tanda posisi
kolom praktis
3. Bata merah direndam dulu sebelum dipakai untuk mengurangi penyerapan air
4. Memasang bata merah pada jalur marking serta benang acuanyang
telah dipasang
5. Adukan semen pasir diaplikasikan secara merata kepermukaan bata merah
6. Bata merah disusun di atas adukan mortar tersebut terus diperiksa
kerekatan pasangannya
7. Tinggi pasangan bata merah mencapai 1m kemudian lanjutkan dengan
cor beton kolom praktis
8. Periksa selalu kelurusan serta vertikal pasangan bata merah
B. PLASTERAN DAN ACIAN
1. PERSIAPAN
a. Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan plesteran
dan acian.
b. Approval material yang akan digunakan.
c. Persiapan lahan kerja.
d. Persiapan material kerja, antara lain : semen PC, pasir pasang dan air.
e. Persiapan alat bantu kerja, antara lain : waterpass, meteran, unting-
unting, jidar, raskam, benang, kertas gosok, dll.
2. PELAKSANAAN PEKERJAAN
a. Plesteran biasa menggunakan adukan 1 PC : 4 PP dan plesteran
trasram menggunakan adukan 1PC : 2 PP.
b. Pekerjaan plesteran dinding harus tepat pada sudut sikunya serta
tegak lurus terhadap lantai yang ada di sekitarnya, permukaan rata
tidak bergelombang.
c. Tentukan dahulu titik/jalur pemasangan pekerjaan mekanikal dan
elektrikal.
d. Sebelum diplester, lakukan penyiraman/curring terlebih dahulu
pada permukaan dinding bata untuk menghindarkan keretakan.
e. Buat adukan untuk plesteran dinding bata.
f. Buat kepalaan plesteran dengan jarak sekitar 1 m dan lebar 5 cm,
dengan alat bantu unting-unting untuk loting, waterpass dan jidar
alumunium.
g. Lekatkan adukan plesteran pada permukaan dinding
sekityarnya, kemudian ratakan dengan raskam dan jidar.
h. Perataan plesteran dengan acuan kepalaan yang telah dibuat.
i. Acian dapat dilaksanakan setelah permukaan plesteran sudah kering
(cukup umur).
j. Permukaan plesteran sebelum di aci terlebih dahulu disiram air.
Untuk memperoleh hasil acian yang halus, setelah plesteran diberi
lapisan acian semen, permukaan acian sebelum mengering digosok
dengan menggunakan kertas gosok.
C. PASANGAN KERAMIK
1. PERSIAPAN
a. Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan
lantai keramik.
b. Approval material yang akan digunakan.
c. Persiapan lahan kerja.
d. Persiapan material kerja : Granite tile 60x60 cm Unpolished, Granite
tile 60x60 cm polished, Granite Hitam Bakar Uk. 40/60, semen PC,
pasir, semen grouting nat, air, dll.
e. Persiapan alat bantu kerja, antara lain : gerinda, palu karet, meteran,
waterpass, benang, selang dan air
2. PELAKSANAAN PEKERJAAN PASANGAN KERAMIK
a. Lantai dasarnya/permukaan dibersihkan dari kotoran/debu dan
disiram terlebih dahulu sebelum ditebar adukan pasangan keramik.
b. Rendam keramik terlebih dahulu dalam air hingga jenuh
sebelum dipasang.
c. Buat adukan untuk pasang keramik.
d. Pasang benang untuk sumbangan mendapat pasangan
permukaan keramik yang rata dan garis siar/nat yang lurus.
e. Buat kepalaan adukan dengan jarak 1 - 1.5 m supaya adukan yang
ditebar permukaannya yang rata/flat.
f. Tebar adukan secara merata untuk menghindarkan terjadi rongga.
g. Pasang keramik kepalaan untuk tanda star awal pemasangan pada
adukan yang sudah ditebar dengan perekat acian. Kemudian
dilanjutkan pemasangan keramik lantai lainnya dengan contoh
kepalaan pasangan keramik yang telah dibuat.
h. Pada ketika pemasangan, tekan keramik atau pukul dengan palu karet
untuk mendapat permukaan lantai keramik yang rata.
i. Cek kerataan permukaan pasangan lantai keramik dengan waterpass.
j. Setelah pemasangan lantain keramik selesai, biarkan beberapa ketika
untuk mengeluarkan udara yang ada dalam adukan pasangan lantai
keramik. Setelah itu gres dilanjutkan dengan pekerjaan
perapihan/finish garis siar/nat.
k. Pekerjaan terakhir yaitu pencucian permukaan lantai keramik dari
kotoran.
M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
PEKERJAAN KUZEN DAN PINTU KACA
A. PEKERJAAN KUZEN ALUMUNIUM DAN KACA
1. PERSIAPAN
a. Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pintu,
kusen dan jendela aluminium.
b. Approval material yang akan digunakan.
c. Persiapan lahan kerja.
d. Persiapan material kerja, antara lain : alumunium kusen, alumunium
frame, hardware, sekrup, fisher, engsel, sealant, baut dynabolt, dll.
e. Persiapan alat bantu kerja, antara lain : cutting well/gerinda, bor,
gergaji, waterpass, meteran, unting-unting, reevet, gun sealant, selang
air, cutter, dll.
2. FABRIKASI KUZEN ALUMUNIUM
a. Kusen dan frame alumunium difabrikasi di lokasi proyek untuk
memudahkan apabila ada perbaikan.
b. Alumunium dipotong dan di sambung/dirangkai menggunakan
sekrup galvanis.
c. Alumunium yang sudah di fabrikasi di proteksi dengan menggunakan
protection tape (blue sheet) dan diberi tanda untuk memudahkan
waktu pemasangan.
3. PEMASANGAN KUZEN ALUMUNIUM DAN FRAME
a. Kusen alumunium yang telah difabrikasi dipasang setelah kondisi
lapangan siap yaitu pekerjaan plesteran dan acian sudah selesai.
Sistem pemasangan dengan di screw fisher menggunakan fisher S8.
b. Sebelum kusen dimatikan ke dinding, harus dicek dahulu elevasi dan
kesikuan kusen alumunium dengan alat bantu waterpass/unting-
unting. Apabila tidak lurus maka diganjal dengan bahan dari
hardboard, sehingga lebih kuat dan tahan lama.
c. Untuk mencegah kebocoran maka hubungan antara alumunium
dengan dinding di isi silicone sealant.
d. Setelah kusen aluminium terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan
frame untuk pintu/jendela, kaca dan hardwere. Frame pintu/jendela
dipasang pada kusen dengan menggunakan penggantung engsel yang
disekrup ke kusen.
e. Pemasangan hardware dikerjakan setelah kondisi lapangan benar-
benar aman dan tidak ada lagi pekerjaan yang dapat merusak kusen
dan alumunium dan daunnya.
M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
PEKERJAAN PLAFOUND
A. PEKERJAAN PLAFOUND
1. PERSIAPAN
a. Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan plafound.
b. Approval material yang akan digunakan.
c. Persiapan lahan kerja.
d. Persiapan material kerja, antara lain : Kalsiboard, list gypsum, rangka
hollow galvanis, sekrup, textile tape, compound, air, dll.
e. Persiapan alat bantu kerja, antara lain : cutting well/gerinda, bor,
gergaji, waterpass, meteran, unting-unting, reevet, gun sealant, selang
air, cutter, dll.
f. Material yang dikirim ke proyek terlebih dahulu diperiksa secara
khusus, apakah sudah sesuai dengan spesifikasi, baik jumlah dan
kondisinya harus sesuai dan baik. Tempatkan gypsum board di
tempat yang kering dan jauh dari percikan air hujan atau instalasi
plumbing (pipa air).
2. PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMASANGAN PLAFOUND
a. Level/peil plafond diukur dahulu dengan menggunakan theodolith
dan dibantu menggunakan selang air.
b. Untuk mempermudah pemasangan, titik tetap pengukuran
dipindahkan ke dinding atau kolom dengan ketinggian 1 m dari lantai.
c. Setelah posisi peil plafond didapatkan, pekerjaan awal adalah
pemasangan rangka metal furing pada bagian tepi untuk memperoleh
titik tetap plafond.
d. Dilanjutkan pemasangan rangka hollow pembagi yang digantung ke
plat beton dengan menggunakan paku beton/penggantung.
Perkuatan antara rangka hollow galvanis dengan menggunakan
sekrup.
e. Penempatan jarak rangka hollow galvanis maksimum berjarak 60 cm.
f. Setalah semua rangka hollow galvanis terpasang, lakukan perataan
(leveling) dengan menggunakan tarikan benang, setelah itu
penggantung bisa dimatikan.
g. Setelah rangka hollow galvanis terpasang dengan benar, rata dan kuat
serta instalasi ME sudah terpasang semua, maka lembaran Kalsiboard
dapat mulai dipasang.
h. Untuk Kalsiboard, pertemuan diatur secara menyilang.
i. Sebelum pemasangan sekrup pastikan bor sekrup disesuaikan benar,
sehingga kepala sekrup hanya masuk sedikit ke dalam permukaan
lembaran kalsiboard.
j. Tekan ujung sekrup perlahan ke dalam permukaan lembaran
kalsiboard sebelum menjalankan mesin bor untuk memasukkan
sekrup.
k. Sekrup berfungsi sebagai titik perkuatan dipasang pada jarak
maksimal 30 cm.
l. Untuk Kalsiboard, sambungan antara pertemuan diberi textile tape
dan di compound kemudian digosok dengan ampelas untuk
mendapatkan permukaan yang rata/flat.
m. Tutup semua kepala sekrup dengan compound lalu gosok dengan
ampelas halus.
n. Setelah plafond selesai terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan
list gypsum. Untuk list gypsum dipasang pada pertemuan antara
dinding dan plafond.
M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
PEKERJAAN PENGECATAN
A. PENGECATAN DINDING
1. PEKERJAAN PERSIAPAN
a. Mengirim program kerja (workplan) termasuk metoda kerja,
schedule, peralatan, personil kerja pekerjaan dimulai.
b. Memberitahu Konsultan secara tertulis paling sedikit 24 jam
sebelum tanggal dilakukannya pelaksanaan pekerjaan
c. Menyediakan tangga pijakan untuk pengecatan
d. Menyediakan alat-alat keselamatan K3 dan rambu-rambu peringatan
2. URAIAN PEKERJAAN
a. Sebelum melaksanakan pekerjaan pengecatan permukaan bidang
harus rata dan dibersihkan terlebih dahulu.
b. Permukaan dinding dihaluskan dahulu dengan memakai amplas kasar.
c. Untuk menutupi permukaan yang berpori dilakukan pekerjaan plamir.
d. Permukaan dihaluskan dengan memakai amplas halus.
e. Melakukan pengecatan dengan cat dasar.
f. Pengecatan dengan cat pelapis (Emulis) 2 kali lapisan
B. COATING BATU ALAM
1. CARA MENGGUNAKAN COATING PERNIS BATU ALAM
a. Bersihkan batu dari sisa semen, debu, minyak, cat atau kotoran
lainnya supaya coating dapat meresap dan menempel sempurna
pada permukaan batu alam.
b. Pastikan cuaca panas atau tidak hujan dan batu kering dari air sisa
pembersihan tadi dan harus benar-benar kering.
c. Lapis kan/cat kan coating batu alam pada batu memakai kuas
atau bisa juga di semprot pakai kompresor untuk hasil yang lebih
sempurna.
d. Setelah lapisan pertama telah mengering (15-20 menit) dapat
dilakukan pelapisan berikutnya bila di inginkan, tetapi satu lapis juga
sudah bagus, penggunaan lapisan ke 2 bila menginginkan hasil yang
lebih maksimal. pastikan seluruh batu dilapisi dengan merata supaya
tidak terlihat belang hasilnya.
e. Daya sebar 1 kaleng/1 liter coating bisa melapisi 5-8 mtr2 tergantung
jenis batu dan porositas batu, biasanya untuk batu candi penggunaan
lebih boros karena jenis batu tersebut mempunyai pori-pori yang
banyak dan lebar.
M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
BAJA BERAT
A. PEKERJAAN PERSIAPAN
a. Pengukuran Pekerjaan ini meliputi semua pekerjaan pengukuran
batas/garis dan elevasi persiapan lahan dan pekerjaan pengukuran
lainnya yang ditentuakan dalam Gambar Kerja dan/atau yang
ditentukan Pengawas Lapangan dan termasuk penyediaan team
ukur yang berpengalaman dan peralatan pengukuran lengkap dan
akurat yang memenuhi ketentuan spesifikasi ini yang disedikan
penyedia jasa
b. Penyedia pekerjaan konstruksi harus melaksanakan perhitungan
pengukuran dan pemeriksaan untuk mendapatkan lokasi yang
tepat sesuai Gambar kerja dan harus disetujui Pengawas Lapangan.
Patok/Bench Mark
B. PELAKSANAAN PEMASANGAN BAJA BERAT
a. Selama proses fabrikasi Konsultan / Direksi harus menempatkan
staffnya yang berpengalaman dalam fabrikasi baja secara penuh
untuk mengawasi pelaksanaan fabrikasi di bengkel kerja Kontraktor
b. Pengelasan harus dilaksanakan sesuai AWS atau AISC Specification
dan baru dapat dilaksanakan setelah mendapatkan ijin tertulis dari
Konsultan / Direksi. Pengelasan harus dilakukan dengan las listrik,
bukan dengan las karbit
c. Baut penyambung dan Angkur Posisi lubang-lubang baut harus
benar-benar tepat dan sesuai dengan diameter baut. Jika tidak
disebutkan secara khusus di dalam gambar, maka diameter lubang
baut maksimal 1.60 mm (1/16 inci) lebih besar dari diameter baut.
Kontraktor tidak boleh membuat lubang baru di lapangan tanpa
seijin Konsultan / Direksi
d. Metode PengangkatanSelambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum
pengangkatan dimulai, Kontraktor harus mengajukan secara tertulis
permohonan untuk hal ini. Metode dan skedul pengangkatan
tersebut harus disetujui oleh Konsultan / Direksi
M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
ORNAMEN KAYU
A. PEKERJAAN PERSIAPAN
c. Gambar kerja (shop drawing), as built drawing dan dokumentasi -
Pelaksanaan tiap-tiap jenis pekerjaan diawali dengan pembuatan
usulan disetujui oleh DIreksi sebelum diserahkan ke Konsultan
Pengawas. - Shop Drawing yang telah disetujuin Konsultan Pengawas
didistribusikan ke pelaksana proyek untuk dijadikan acuan
pelaksanaan tiap jenis pekerjaan. - Hasil pelaksanaan tiap-tiap jenis
pekerjaan dituangkan dalam as built drawing - Setiap tahapan suatu
jenis pekerjaan dibuat dokumentasinya untuk keperluan laporan
pelaksanaan proyek
d. Bahan-bahan yang akan digunakan dalam pekerjaan ini harus
disediakan di lokasi pekerjaan terlebih dahulu Peralatan yang
diperlukan pun harus dipersiapkan di lokasi kerja
B. PELAKSANAAN PEMASANGAN PEKRJAAN ORNAMEN KAYU
a. Semua kayu yang dipakai harus kering, berumur tua, lurus dan tidak
retak. Pengukuran di dinding di mana balok kayu akan dipasang.
Penempatan jarak antara balok-balok kayu yang sesuai dengan Shop
Drawing.
b. Penandaan Gunakan pensil untuk menandai titik-titik di dinding di
mana Anda akan memasang ornamen kayu. Pastikan penandaan Anda
akurat dan sesuai dengan dengan Shop Drawing.
c. Pemasangan ornamen Kayu: Gunakan paku kayu atau sekrup untuk
memasang ornamen kayu ke dinding. menggunakan bor untuk
membuat lubang panduan di dinding sebelum memasukkan paku atau
sekrup.
d. Setelah semua ornamen kayu terpasang dengan baik, periksa kembali
pemasangan untuk memastikan semuanya kokoh dan aman. Lanjutkan
dengan finishing atau penutupan dinding di sekitar ornamen kayu, jika
diperlukan., bila dianggap balok kayu melapisi ornamen kayu dengan
lapisan pelindung seperti cat, pelapis kayu, atau bahan pelindung
lainnya
M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
ALUMINIUM COMPOSITE PANEL (ACP)
A. PEKRJAAN PERSIAPAN
a. Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan plafound.
b. Approval material yang akan digunakan.
c. Persiapan lahan kerja.
a. Persiapan material kerja, antara lain : panel aluminium komposit,
aluminium frame, baut dynabolt, sekrup, sealent, dll..
b. Persiapan alat bantu kerja, antara lain : theodolith, waterpass, meteran,
benang, selang karet, alat bor, sealent gun, steiger, dll.
c. Material yang dikirim ke proyek telebih dahulu diperiksa secara
khusus, apakah sudah sesuai dengan spesifikasi, baik jumlah dan
kondisinya harus sesuai dan baik. Tempatkan vinyl di tempat yang
kering dan jauh dari percikan air hujan atau instalasi plumbing (pipa
air).
B. PELAKSANAAN PEMASANGAN PEKRJAAN ALUMINIUM COMPOSITE PANEL (ACP)
a. Lakukan pengecekan dan pengukuran di lapangan (marking area)
untuk area yang akan dipasang alumunium composite panel.
b. Fabrikasi rangka dan alumunium composite panel sesuai ukuran
gambar kerja.
c. Pasang benang untuk acuan pemasangan rangka dan alumunium
composite panel.
d. Pasang dudukan rangka pada area dengan perkuatan baut dynabolt.
e. Pasang rangka alumunium pada dudukan rangka.
f. Cerk kerataan dan kesikuan rangka alumunium terpasang.
g. Pasang alumunium composite panel pada rangka alumunium dengan
perkuatan sekrup.
h. Cek kerataan dan kesikuan pemasangan alumunium composite panel.
i. Perapihan nat antara alumunium composite panel dengan sealant.
j. Setelah pekerjaan selesai, bersihkan pelindung blue sheet pada
alumunium composite panel.
M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
PEKERJAAN JALAN LINGKUNGAN
PEKERJAAN TANAH
A. PENYIAPAN BADAN JALAN
Pekerjaan ini mencakup penggarukan, penyiapan dan pemadatan permukaan tanah
dasar atau permukaan jalan kerikil lama. Pelaksanaan pekerjaan penyiapan badan
jalan ini prosedurnya sebagai berikut :
➢ Asumsi
▪ Menggunakan Alat Berat (Cara Mekanik)
▪ Kapasitas kerja sesuai kapasitas alat yang disyaratkan
▪ Kemiringan sesuai petunjuk Direksi Teknis
➢ Urutan Kerja/ Metode Kerja :
▪ Tanah yang sudah digali dan ditimbun dipadatkan lalu dibentuk
penampang jalan sesuai dengan elevasi jalan yang direncanakan
▪ Tanah eksisting sepanjang jalan lokasi pekerjaan diratakan
menggunakan alat motor grader dan dipadatkan menggunakan
vibratory roller dibentuk penampang jalan sesuai dengan elevasi
jalan yang direncanakan
▪ Pekerjaan ini dilakukan berulang dengan beberapa lintasan dan
overlay blade diikuti pengecekan elevasi kemiringan dan kerataan
badan jalan
▪ Pekerjaan ini dilakukan menggunakan motor grader dan vibro roller.
Dilakukan pemadatan dengan vibro terlebih dahulu kemudian motor
grader membentuk penampang jalan. Setelah itu dipadatkan kembali
dengan vibro roller. Begitu seterusnya hingga terbentuk kemiringan
penampang yang direncanakan atau yang disyaratkan berdsarkan
spesifikasi teknis.
Gambar. Pekerjaan Penyiapan Badan Jalan
M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
PEKERJAAN JALAN BETON
A. BETON FC’20MPA, FC’15 MPA & FC’10MPA
1. TAHAPAN PEMBUATAN JALAN BETON
a. Padatkan permukaan tanah urugan yang akan dibuat jalan raya.
Kemudian atur ketinggiannya sedemikian rupa agar permukaan
tanah tersebut benar-benar rata.
b. Lapisan di atas tanah urugan adalah lapisan batu makadam yang
memiliki ketebalan sekitar 30 cm. Lapisan ini terbuat dari pecahan
batu belah yang berukuran lebih kecil daripada batu untuk pondasi.
c. Selanjutnya lapisan di atas makadam yaitu lapisan sirdam yang juga
dibuat dengan ketebalan sekitar 30 cm. Lapisan ini terdiri atas batu
kerikil dan pasir, di mana pasir digunakan pula untuk mengisi celah-
celah batu di lapisan makadam sehingga tertutup rapat.
d. Lapisan sirdam yang sudah diratakan kemudian ditutup dengan
hamparan plastik sebagai landasan cor beton. Hal ini dimaksudkan
supaya air dari cor beton tidak cepat meresap habis ke dalam tanah
sehingga pengeringan beton bisa berjalan sempurna.
e. Di atas plastik ini selanjutnya dipasangi dengan beton decking
sebagai penyangga wiremesh alias besi tulangan beton. Sebagai
alternatif bisa juga menggunakan besi beton 8 mm yang dibentuk S
lalu diikatkan pada wiremesh atau tulangan cor.
f. Tulangan S tersebut lantas dipasang sebagai pengikat sekaligus
pembatas antara wiremesh pada lapisan bawah dan lapisan atas,
kemudian diikatkan lagi ke kawat beton/bendrat. Hal yang sama juga
berlaku jikalau Anda memakai besi beton anyaman manual.
g. Proses berikutnya ialah pengecoran menggunakan adukan beton
dengan kualitas yang sudah diperhitungkan sebelumnya. Sebagai
contoh, beton K- 450 berketebalan 20 cm mampu menopang beban
dengan bobot hingga mencapai 40 ton.
h. Segera tutup kembali hasil pengecoran ini memakai hamparan plastik
atau sarung goni secara merata. Tujuannya agar proses pengerasan
cor beton dapat berjalan sempurna sehingga kualitasnya tidak
menurun.
i. Sebelum jalan beton tersebut dapat digunakan atau dilintasi
kendaraan, diperlukan perawatan terlebih dahulu sampai jalan benar-
benar mengeras dengan maksimal. Adapun caranya adalah siram
jalan beton mentah tersebut memakai air selama 23 hari berturut-
turut sehingga tidak mengalami dehidrasi alias kekurangan air. Beton
yang mengeras secara
lambat hingga normal terbukti memiliki kualitas dan kekuatan yang
lebih bagus dibandingkan beton yang mengeras terlalu cepat.
M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
PEKERJAAN PERKERASAN ASPAL
A. LAPIS PEREKAT - ASPAL CAIR/EMULSI & LAPIS RESAP PENGIKAT - ASPAL CAIR
Pekerjaan ini digunakan sebagai Lapis Perekat antara perkerasan beton fc’ 20 Mpa
dan diatas Lantai Kerja dengan konstruksi diatasnya, sebelum dilakukan
penyemprotan aspal dipanaskan pada tangki Aspal Sprayer dan dicampur dengan
Karosin setelah aspal mencapai suhu yang telah ditetapkan sesuai spesifikasi
setelah itu aspal Lapis Pengikat Aspal disemprotkan ke perkerasan beton 0,35 liter
/ meter persegi.
Dikerjakan secara mekanik dengan urutan kerja sebagai berikut Aspal dan minyak
Flux dicampur dan dipanaskan sehingga menjadi campuran aspal cair Permukaan
yang akan dilapis dibersihkan dari debu dan kotoran dengan Air Compresor. Di
semprotkan dengan merata dengan asphal sprayer pada badan jalan yang akan
dipasang Lapisan Lataston Lapis Aus (HRS-WC) 3,5 cm (gradasi senjang/semi
senjang).
➢ Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini mencakup penyediaan dan penghamparan bahan aspal pada
permukaan yang telah disiapkan sebelumnya untuk pemasangan lapisan
beraspal berikutnya. Dan dihampar diatas permukaan yang beraspal.
➢ Tahap dan Cara Pelaksanaan
MULAI
PEMBERSIHAN LOKASI
PENCAMPURAN ASPAL & KEROSIN
MENGGUNAKAN AIR
COMPRESOR
PENYEMPROTAN CAMPURAN ASPAL
CAIR/ SPRAYER
SELESAI
Gambar. Pelaksanaan Pekerjaan Lapis Perekat – Aspal Cair/ Emulsi
➢ Analisa Pengerahan Alat & Material
a) Alat yang digunakan
▪ Asphalt Sprayer
▪ Air Compresor
▪ Asphalt Distributor
▪ Dump Truck
▪ Alat bantu
b) Material yang digunakan
▪ Asphalt
▪ Kerosin/Minyak Tanah
▪ Bahan Lainnya
➢ Analisa Pengerahan Personil & K3
a) Mutu yang diharapkan :
Lapisan yang telah terhampar sesuai dengan rencana
b) Pengendalian Mutu:
Tiap 200 m ada 5 penampang, masing 1 penampang ada 3 kertas uji
B. LATASTON LAPIS AUS (HRS-WC)
Pencampuran dilakukan dengan Asphal Mixing Plant, diangkut dengan dump truck
dan dihampar dengan asphal finisher, dipadatkan dengan tandem Roller dan
Pneumatic Tyre Roller. serta dirapikan oleh pekerja dengan alat bantu.
Dilaksanakan sesuai dengan rencana dan atas persetujuan pihak Direksi Teknis dan
Konsultan Pengawas.
➢ Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini mencakup pengadaan lapisan padat yang awet untuk lapis
perata, lapis pondasi atau lapis campuran aspal yang terdiri dari agregat dan
bahan aspal yang dicampur di AMP, serta menghampar dan memadatkan
campuran tersebut diatas pondasi atau permukaan jalan yang telah
disiapkan.
➢ Tahap dan Cara Pelaksanaan
MULAI
PERSIAPAN ALAT DAN MATERIAL
PENCAMPURAN
ASPHALT+AGREGAT+FILLER+ADITIF
(PROSES DI AMP)
PENGANGKUTAN ASPAL KELOKASI
PEKERJAAN
PENGHAMPARAN
PEMADATAN
SELESAI
Gambar. Pekerjaan Lataston Lapis Aus (HRS-WC)
➢ Analisa Pengerahan Alat & Material
a) Alat yang Digunakan
▪ AMP+Laboratorium
▪ Wheel Loader
▪ Dump Truck
▪ Asphalt Finisher
▪ Tandem Roller
▪ Pneumatic Tire Roller
▪ Alat Bantu
b) Material yang digunakan
▪ Asphalt
▪ Agregat Kasar
▪ Agregat Halus
▪ Filler
▪ Kerosin/Minyak Tanah
➢ Analisa Pengerahan Personil & K3
a) Personil yang dikerahkan
▪ Pelaksana
▪ Petugas K3L
▪ Tenaga Kerja
b) Aspek K3
Memasang Rambu Peringatan
c) Menggukana alat pelindung (APD)
▪ Sarung Tangan
▪ Helm
▪ Sepatu Safety
➢ Pengendalian Mutu
a) Mutu yang diharapkan :
▪ Permukaan yang rata sesuai spesifikasi yang disyaratkan
▪ Elevasi sesuai dengan yang direncanakan
▪ Campuran aspal sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan
b) Pengendalian Mutu
C. PENUTUP
Untuk melaksanakan pekerjaan dalam butir tersebut diatas, berlaku dan mengikat
pula :
1. Gambar bestek yang dibuat Konsultan Perencana yang sudah disahkan oleh
Pemberi Tugas termasuk juga gambar – gambar detail yang diselesaikan oleh
Kontraktor dan sudah disahkan/disetujui oleh pengawas.
2. Rencana Kerja dan Syarat – Syarat ( RKS ).
3. Surat Perintah Kerja ( SPK ).
4. Surat Penawaran beserta lampiran – lampirannya.
5. Jadwal Pelaksanaan ( Tentative Time Schedule ).
6. Kontrak / Surat Perjanjian Pemborongan.
7. Instruksi – instruksi Direksi dan Pengawas.