| Reason | |||
|---|---|---|---|
CV Caroline | 03*7**3****52**0 | Rp 247,530,666 | Tidak Hadir Pembuktian Kualifikasi |
| 0838632859713000 | Rp 249,538,000 | - | |
Setya Mandiri | 0846856464711000 | - | - |
| 0722394210713000 | Rp 203,704,640 | Tidak Melampirkan Daftar Personil Manajerial dan Bukti Kepemilikan yang di beriakan tidak sesuai dengan Peralatan yang di syaratkan | |
| 0728588484713000 | Rp 224,075,000 | Tidak Melampirkan Daftar Personil Manajerial dan tidak melampirkan bukti kepemilikan alat tukang cat | |
| 0841195126713000 | - | - | |
| 0015805088712000 | - | - |
SPESIFIKASI TEKNIS
URAIAN PEKERJAAN
A. SPESIFIKASI PROSES/KEGIATAN
1. Identitas
a. Unit Organisasi/SKPD : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotawaringin
Barat
b. Program : Program Pengelolaan Pendidikan.
c. Kegiatan : Pengelolaan Pendidikan Sekolah Dasar.
d. Nama Paket Pekerjaan : Konstruksi Pembangunan Laboratorium Komputer SDN 1
Kenambui
e. ID RUP : 48276770
2. Struktur Organisasi Pekerjaan
a. Nama PA : JAMRI,S.Pd
b. Nama PPK : DIEN FAHRIYANDY, S.T, M.P.Sc, M.Eng
c. Nama PPTK : MUHAMMAD DIYANTO, S.Kom
B. SPESIFIKASI METODE KONSTRUKSI/ METODE PELAKSANAAN/METODE KERJA
1. PEKERJAAN PENDAHULUAN
a. Pekerjaan Persiapan
1) Segala sesuatunya menyangkut kelancaran pekerjaan palaksanaan harus telah
disiapkan di lokasi sebelum melaksanakan pekerjaan.
2) Jadwal terinci, Time schedule, mobilisasi peralatan dan tenaga kerja,serta
kelengkapan administrasi lapangan harus disiapkan sebelum memulai pekerjaan.
3) Demi kelancaran kegiatan sebelumnya penyedia harus memperhatikan
penempatan bahan / material dan lalu lintas.
4) Situasi dan Ukuran
a. Penyedia wajib meneliti situasi lapangan, terutama keadaan tanah, sifat dan
luasan pekerjaan serta hal-hal lain yang dapat mempengaruhi pekerjaan
penawaran kontraktor.
b. Kelalaian atau kekurangan telitian kontraktor dalam hal ini tidak dijadikan
alasan untuk mengajukan tuntutan.
c. Penyedia bertanggung jawab atas tepatnya pelaksanaan pekerjaan menurut
bentuk ukuran-ukuran dan mutu yang tercantum dalam rencana kerja dan
Syarat-syarat (RKS) pekerjaan ini.
d. Penyedia berkewajiban mencocokkan ukuran-ukuran satu sama lain dan
segera melaporkan kepada Direksi bilamana terdapat ketidak cocokan ukuran-
ukuran didalam gambar-gambar RKS ini, dan tidak diperkenangkan
membetulkan kesalahan-kesalahan ukuran / gambar-gambar sebelum
berkonsultasian dari Direksi.
e. Apabila terdapat ketidaksesuaian ukuran-ukuran, maka pengukuran bersama
dijadikan patokan.
f. Letak titik duga (titik nol) sebagaimana dinyatakan dalam gambar atau sesuai
kesepakatan dalam peninjauan lokasi.
g. Titik peil ini harus ditetapkan dengan membuat patok permanen yang selama
dalam pelaksanaan tidak boleh bergesar/berubah.
h. Untuk selanjutnya patok permanen tersebut harus menjadi dasar bagi setiap
ukuran dan kedalaman.
i. Atas persetujuan Direksi, penentuan titik lainnya dilakukan oleh pemborong
dilapangan dengan alat ukur optic yang sudah diTera kebenarannya dan harus
selalu berpedoman pada titik duga patok (peil nol).
j. Untuk Bangunan rehabilitasi sebelum kontraktor memulai pekerjaan terlebih
dahulu mengambil Foto kondisi 0% nol.
2. PEKERJAAN PEMBERSIHAN
Spesifikasi teknis yang jelas sangat penting untuk memastikan bahwa pembongkaran
dilakukan dengan aman, efisien, dan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.
Selain itu, penting untuk memastikan bahwa proses pembongkaran mematuhi semua
peraturan dan peraturan yang berlaku untuk menjaga keselamatan pekerja dan
lingkungan, Berikut adalah spesifikasi teknik untuk pekerjaan pembongkaran :
1) Persiapkan area kerja dengan membersihkan area sekitarnya dan memasang
pembatas untuk memastikan keselamatan pengunjung dan pekerja. Koordinasi
dengan pihak pengelola untuk memastikan minimnya dampak pada aktivitas
masyarakat
SPESIFIKASI TEKNIS
2) Penebangan pohon/pembersihan harus tuntas sampai pada akar-akarnya
sehingga tidak merusak struktur tanah
3) Setelah pembongkaran selesai, bersihkan area secara menyeluruh dari sisa-sisa
bata dan limbah. Buang limbah sesuai dengan pedoman dan peraturan yang
berlaku
4) Lakukan pemeriksaan akhir untuk memastikan bahwa area kerja telah
dibersihkan dengan benar dan tidak ada sisa material yang tersisa
5) Pastikan bahwa area sudah siap untuk tahap konstruksi atau penggunaan
selanjutnya
3. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3)
1) Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi
– Memenuhi ketentuan Keselamatan Konstruksi
– Menggunakan tenaga kerja kompeten bersertifikat;
– Menggunakan peralatan yang memenuhi standar kelaikan;
– Menggunakan material yang memenuhi standar mutu;
– Menggunakan teknologi yang memenuhi standar kelaikan;
– Melaksanakan Standar Operasi dan Prosedur (SOP); dan
– Memenuhi 9 (sembilan) komponen biaya penerapan SMKK
2) Penyedia Jasa harus menyiapkan peralatan keselamatan kerja yang berguna
meminimalisir resiko kecelakaan yang terjadi selama pelaksanaan pekerjaan.
Peralatan keselamatan kerja yang digunakan harus sesuai dengan pekerjaan
yang dilaksanakan. Karena Peralatan kerja merupakan kewajiban yang harus
dipenuhi oleh pihak Penyedia Jasa maka dari itu Penyedia Jasa wajib membuat
Rancangan Ketentuan keselamatan Kerja (K3) dalam pelaksanaannya.
3) Penyediaan sarana pendukung K3, seperti :
– Rambu – rambu K3.
– Papan waktu pelaksanaan pekerjaan.
– Pengurusan Jamsostek.
– Koordinasi pelaksanaan sistem manejemen K3 dengan instansi terkait.
– Penyediaan Satuan Pengaman Proyek.
– Penetapan Pengendalian Risiko K3 dengan memakai APD (helm, sepatu
safety, sarung tangan,masker,dan Rompi Keselamatan)
4) Dari permulaan hingga penyelesaian pekerjaan dan selama masa pemeliharaan,
Penyedia Jasa bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan pekerja,
material dan peralatan teknis serta konstruksi.
5) Wajib menjamin keselamatan tenaga kerja yang terlibat dalam pelaksanaan
pekerjaan dari segala kemungkinan yang terjadi dengan memenuhi aturan dan
ketentuan kesehatan dan keselamatan kerja yang berlaku (Jamsostek).
6) Menyediakan obat – obatan menurut syarat – syarat Pertolongan Pertama Pada
Kecelakaan (PPPK) yang selalu dalam keadaan siap digunakan di lapangan,
untuk mengatasi segala kemungkinan musibah bagi semua petugas dari
pekerja lapangan.
7) Setiap pekerja diwajibkan menggunakan sepatu pada waktu bekerja dan di
lokasi harus disediakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa safety belt, safety
helmet, masker/kedok las terutama untuk dipakai pada pekerjaan yang
beresiko tertimpa benda keras.
8) Bilamana terjadi musibah atau kecelakaan di lapangan yang memerlukan
perawatan serius, Penyedia Jasa harus segera membawa korban ke Rumah
Sakit terdekat dan melaporkan kejadian tersebut pada Pemberi Tugas.
9) Pemantauan dan evaluasi
Pengendalian pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3 dilakukan mengacu pada
kegiatan yang dilaksanakan pada bagian Operasi keselamatan konstruksi
berdasarkan upaya pengendalian pada bagian Perencanaan keselamatan
konstruksi dan Dukungan keselamatan konstuksi. Peningkatan kinerja
keselamatan konstruksi dilakukan dengan melakukan pemantauan,
pengawasan, pelatihan dan pembahasan rapat SMK3 secara periodik serta
dengan melaksanakan audit secara menyeluruh dimulai pada tahap
pelaksanaan serta penyelesaian proyek
4. PEKERJAAN TANAH
Meliputi pekerjaan penggalian (Cut) dan penimbungan (Fill) antara lain penimbunan
kembali galian pondasi, penimbunan tanah manual, pemadatan lapis demi lapis,
sehingga titik peil sesuai dengan gambar rencana.
a. Galian Tanah dan Urugan Pasir
Pelaksanaan galian tanah sebagai berikut :
SPESIFIKASI TEKNIS
1) Sebelum melaksanakan penggalian, posisi galian dan ukuran seperti tertera
dalam gambar sudah dipastikan benar dan harus mendapat persetujuan
Direksi / Pengawas lapangan.
2) Penggalian tanah dapat dimulai setelah pemasangan bouwplank dan patok-
patok disetujui Direksi / Pengawas lapangan.
3) Dasar galian 30 cm, dan jika pada galian terdapat akar-akar kayu, kotoran-
kotoran dan bagian-bagian tanah yang longgar (tidak padat), maka bagian
ini harus dikeluarkan seluruhnya kemudian lubang yang terjadi diisi
dengan pasir urug.
4) Jika terdapat air menggenang dalam parit/galian pondasi harus
dipompa keluar, sehingga pada waktu pemasangan pondasi
parit/galian pondasi dalam keadaan kering
5) Apabila terjadi kesalahan dalam penggalian tanah untuk dasar pondasi
sehingga dicapai kedalaman yang melebihi apa yang tertera dalam gambar,
maka kelebihan dari pada galian harus diurug kembali dengan material
yang disetujui oleh Direksi/Direksi Teknik. Biaya akibat pekerjaan
tersebut menjadi beban penyedia.
6) Pastikan area galian sudah siap untuk dimulai pekerjaan urugan pasir. Ini
termasuk membersihkan area dari vegetasi, menghapus material tambahan
seperti batu atau akar pohon.
7) Tentukan tinggi urugan pasir yang diperlukan untuk mengisi galian pondasi
dengan benar, dalam hal ini tinggi urugan pasir 5 cm Ini dapat dilakukan
dengan mengukur kedalaman galian dan menyesuaikan tingkat pasir sesuai
dengan desain kanstin yang ditentukan
5. PEKERJAAN BETON DAN PASANGAN
Pekerjaan beton dan pasangan merujuk pada proses konstruksi yang melibatkan
penggunaan beton (Pondasi, Kolom, Sloof dan balok), Pas. Keramik dan material lain
untuk membangun struktur bangunan yang melibatkan penggunaan mortar atau
semen sebagai bahan pengikat . Berikut adalah penjelasan singkat tentang kedua jenis
pekerjaan ini:
a. Pondasi Batu Belah 1pc:4ps
1) Persiapan Lokasi
– Tentukan dan tandai lokasi pondasi menggunakan benang dan
patok sesuai dengan gambar kerja
– Bersihkan area dari tanaman, batu-batu besar, dan material lain
yang mengganggu
2) Bahan dan Alat
– Batu Belah
– Semen Portland
– Pasir Pasang
– Air
– Kayu Bekisting
– Alat Pertukangan (Sekop, cangkul, ember dan waterpass)
3) Metode Pelaksanaan
– Lakukan penggalian tanah sesuai dengan ukuran dan kedalaman
yang telah ditentukan dalam gambar kerja
– Pastikan dasar galian rata dan padat. Gunakan waterpass untuk
memastikan dasar galian berada pada level yang sama
– Siapkan campuran mortar dengan perbandingan 1 bagian semen
dan 4 bagian pasir. Tambahkan air secukupnya untuk
mendapatkan konsistensi yang tepat
– Pasang batu belah pertama di sudut-sudut dan sepanjang garis
pondasi, pastikan batu terpasang kuat dan stabil. Gunakan
waterpass untuk memastikan batu berada dalam posisi yang tepat
– Oleskan mortar pada batu dan susun batu berikutnya dengan
posisi berseling (tidak segaris) untuk meningkatkan kekuatan
– Setiap lapisan batu harus dilapisi dengan mortar. Pastikan semua
rongga terisi penuh dengan mortar untuk menghindari kekosongan
yang dapat melemahkan pondasi
b. Pek. Dinding Bata Merah
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan area kerja dari kotoran, puing, dan material yang tidak
diperlukan
– Pastikan pondasi atau sloof yang akan menjadi dasar dinding bata
merah sudah kering dan kuat
2) Bahan dan Alat
SPESIFIKASI TEKNIS
– Semen Portland
– Pasir Pasang
– Air
– Bata Merah
– cangkul, sekop, mistar, meteran, ember
3) Metode Pelaksanaan
– Rendam bata merah dalam air selama beberapa menit sebelum
digunakan. Ini bertujuan untuk meningkatkan daya lekat mortar
pada bata
– Buat campuran mortar dengan perbandingan 1 bagian semen dan 4
bagian pasir. Tambahkan air secukupnya untuk mendapatkan
konsistensi yang tepat
– Mulailah pemasangan bata dari sudut-sudut dinding. Letakkan
bata pertama di atas sloof atau pondasi dengan posisi yang tepat
– Oleskan mortar pada bata dan letakkan bata berikutnya. Pastikan
setiap bata berada pada posisi yang benar dengan menggunakan
waterpass
– Pasang bata berikutnya dengan pola berseling (tidak segaris) untuk
meningkatkan kekuatan dinding
– Oleskan mortar pada setiap permukaan bata yang akan
bersentuhan dengan bata lainnya (atas dan samping). Pastikan
mortar terdistribusi merata
– Lanjutkan pemasangan bata hingga mencapai ketinggian yang
diinginkan
– Basahi dinding secara berkala selama beberapa hari untuk
memastikan mortar mengering dan mengeras dengan baik. Ini juga
membantu mencegah retakan akibat pengeringan yang terlalu cepat
c. Pek. Beton K-250
Pekerjaan ini meliputi pengecoran beton dengan perbandingan campuran K-
250 yang meliputi Pekerjaan Kolom 30/30, Balok 30/60, Balok 30/40,
Balok 20/30 dan Plat Beton K-250 dengan spesifikasi teknis sebagai berikut
ini :
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan area kerja dari kotoran, puing, dan material lain yang
tidak diperlukan
– Pastikan area kerja siap dan sesuai dengan spesifikasi teknis
2) Bahan dan Alat
– Semen Portland
– Pasir Pasang
– Air
– Agregat 10-20 mm
– Baja Tulangan
– Kawat Beton
– Bekisting
– Cetok, cangkul, sekop, mistar, meteran, ember
3) Pemasangan Bekisting
– Pasang bekisting sesuai dengan bentuk dan ukuran beton yang akan
dicor. Pastikan bekisting kokoh dan tidak bocor
– Gunakan penguat atau penahan bekisting agar tidak bergeser
selama pengecoran
– Lapisi bekisting dengan minyak bekisting atau plastik untuk
memudahkan pelepasan setelah beton mengeras
4) Pekerjaan Pembesian
– Ukur dan potong baja tulangan sesuai dengan panjang yang
dibutuhkan berdasarkan gambar kerja
– Pastikan semua potongan besi beton memiliki ukuran yang tepat dan
sesuai spesifikasi
– Bengkokkan baja tulangan sesuai dengan bentuk dan ukuran yang
diperlukan. Gunakan mesin bending atau tang pembengkok untuk
menghasilkan bengkokan yang tepat
– Susun baja tulangan di tempat yang telah ditentukan dalam
bekisting
– Pastikan jarak antar tulangan (spacing) sesuai dengan spesifikasi
teknis dan gambar kerja
– Ikat setiap pertemuan antar tulangan dengan kawat pengikat.
Gunakan tang pengikat untuk memastikan ikatan kuat dan tidak
mudah lepas
SPESIFIKASI TEKNIS
5) Pemeriksaan dan Pengujian
– Slump Test: Lakukan pengujian slump untuk memastikan beton
memiliki workability yang sesuai dengan spesifikasi
– Pemeriksaan Material: Pastikan bahwa material yang digunakan
dalam ready mix sesuai dengan spesifikasi mutu K250
– Uji Kuat Tekan: Setelah beton mengeras, ambil sampel untuk uji
kuat tekan (pada umur 7, 14, dan 28 hari) untuk memastikan beton
mencapai kekuatan K250 sesuai spesifikasi
6) Metode Pelaksanaan
– Beton ready mix dikirim ke lokasi menggunakan truk mixer. Pastikan
beton dalam keadaan segar dan tidak terjadi segregasi selama
transportasi
– Mulai pengecoran dari titik terjauh ke arah pintu keluar agar tidak
terperangkap di dalam area pengecoran
– Gunakan pompa beton atau bucket untuk menyalurkan beton ke
lokasi yang akan dicor
– Tuangkan beton ke dalam bekisting secara bertahap. Pastikan beton
menyebar merata
– Gunakan vibrator beton untuk memadatkan beton dan
menghilangkan udara yang terperangkap. Pastikan tidak ada rongga
udara dalam beton
– Ratakan permukaan beton dengan cetok atau alat perata lainnya dan
haluskan permukaan beton sesuai dengan spesifikasi yang
diinginkan
– Lindungi beton dari pengeringan yang terlalu cepat dengan menutupi
permukaan beton menggunakan plastik atau bahan pelapis lainnya
– Basahi beton secara berkala selama periode curing (biasanya 7 hari)
untuk memastikan proses hidrasi berjalan optimal dan beton
mencapai kekuatan yang diinginkan
d. Pek. Rabat Beton 1pc:3ps:5kr
1) Persiapan Lokasi
– Tentukan lokasi rabat beton yang akan dibangun sesuai dengan
rencana konstruksi yang meliputi keliling bangunan dan parit
keliling bangunan
– Bersihkan area yang akan dibangun parit dari material-material
yang tidak diinginkan, seperti rumput, batu, atau sampah
2) Bahan dan Alat
– Semen Portland
– Pasir Pasang
– Air
– Agregat 10-20 mm
– cangkul, sekop, mistar, meteran, ember
3) Metode Pelaksanaan
– Campurkan semen, pasir, dan air dalam perbandingan yang tepat
sesuai dengan spesifikasi teknis 1pc:3ps:5kr, Pastikan campuran
memiliki konsistensi yang baik dan homogeny
– Buat fondasi atau alas yang padat dan rata untuk menopang
struktur rabat
– Lanjutkan proses pembuatan barisan semen, pasir, dan kerikil
hingga mencapai ketinggian yang diinginkan
– Setelah mencapai ketinggian yang diinginkan, lakukan finishing
pada bagian atas struktur rabat dengan meratakan atau memotong
rabat jika diperlukan
– Biarkan struktur rabat mengering dan mengeras selama beberapa
hari sebelum diberi beban atau digunakan
e. Pek. Plesteran dan Acian
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan area sekitar dari tanaman, puing-puing, atau benda lain
yang mengganggu
– Tentukan batas-batas area yang akan direhabilitasi dan pastikan
akses mudah ke lokasi
– Bersihkan permukaan dari debu, kotoran, atau lapisan sebelumnya
yang masih menempel. Pastikan permukaan kering dan bebas dari
kontaminan sebelum proses plesteran dimulai
2) Bahan Baku dan Peralatan
– Semen Portland
SPESIFIKASI TEKNIS
– Pasir Pasang / Pasir Halus
– Air
– Alat pencampur (pengaduk, atau alat lainnya)
– Trovel (sejenis alat untuk meratakan)
3) Metode pelaksanaan
– Siapkan adukan plester yang konsistensinya mudah dikerjakan dan
dapat menempel kuat pada permukaan ornament 1pc:4ps.
Gunakan campuran yang tepat sesuai dengan petunjuk direksi
– Aplikasikan plester secara merata ke permukaan menggunakan
trowel atau alat aplikator yang sesuai. Pastikan plester meresap
dengan baik dan tidak ada celah kosong
– Bentuk dan rapihkan plester sesuai dengan desain dan ukuran
yang ditentukan. Gunakan alat spatula atau alat pemahat kecil
untuk menyempurnakan detail dan pola
– Biarkan plester mengering secara alami sesuai dengan petunjuk
waktu kering yang direkomendasikan. Pastikan lingkungan sekitar
tetap kering dan terlindungi dari hujan atau kelembaban
berlebihan
– Setelah plester benar-benar kering, siapkan campuran acian sesuai
dengan petunjuk direksi. Pastikan campuran acian memiliki
konsistensi yang tepat untuk aplikasi yang mudah
– Oleskan acian ke permukaan plester dengan gerakan yang seragam
menggunakan kuas atau alat aplikator yang sesuai. Pastikan
lapisan acian merata dan tidak ada bagian yang kosong
– Setelah acian diterapkan, rapihkan permukaan dengan alat
finishing seperti spons atau kain lembut untuk mencapai tekstur
yang diinginkan. Pastikan juga tepian ornament terlihat rapi dan
bersih
– Biarkan acian mengering sepenuhnya sesuai dengan petunjuk
waktu kering yang direkomendasikan sebelum melakukan langkah-
langkah selanjutnya
– Setelah plesteran dan acian selesai, bersihkan area dari sisa-sisa
material dan debu menggunakan alat pembersih yang sesuai
f. Pasang Keramik 40x40
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan permukaan lantai dari debu, kotoran, minyak, atau
material lainnya
– Pastikan permukaan lantai rata. Jika perlu, ratakan dengan plester
semen
2) Bahan dan Alat
– Keramik 40x40
– Semen Portland
– Pasir Pasang
– Air
– Alat Pemotong Keramik
– Waterpass
– Palu karet
– Nat Keramik
3) Metode Pelaksanaan
– Tentukan titik awal pemasangan keramik, biasanya dari tengah
ruangan atau salah satu sudut yang paling terlihat
– Gunakan penggaris dan meteran untuk menarik garis panduan
pada lantai agar pemasangan keramik tetap lurus dan rapi
– Campurkan semen dan pasir dengan perbandingan 1:3 (1 bagian
semen dan 3 bagian pasir) dan tambahkan air secukupnya hingga
adukan homogen
– Oleskan adukan semen atau perekat keramik ke area yang akan
dipasang keramik dengan ketebalan sekitar 5-10 mm
– Tempelkan keramik pertama sesuai dengan garis panduan. Tekan
keramik dengan lembut dan ketok menggunakan palu karet untuk
memastikan keramik menempel dengan baik dan rata
– Pasang nier (tile spacer) di antara keramik untuk menjaga jarak
antar keramik yang konsisten
– Gunakan waterpass untuk memastikan semua keramik terpasang
rata, Lakukan penyesuaian jika ada keramik yang tidak rata
SPESIFIKASI TEKNIS
dengan cara menekan atau mengangkat dan menambahkan
adukan semen di bawahnya
– Setelah semua keramik terpasang dan adukan semen atau perekat
keramik mengering (biasanya setelah 24 jam), lakukan pengisian
nat
– Setelah nat mengering, bersihkan seluruh permukaan keramik
dengan kain basah untuk menghilangkan sisa-sisa debu dan
kotoran
g. Pasang Washtafel
1) Persiapan Lokasi
– Tentukan lokasi pemasangan wastafel dan pastikan area tersebut
bersih dan rata
– Pastikan saluran air bersih (inlet) dan saluran pembuangan (outlet)
sudah tersedia di lokasi yang sesuai
2) Bahan dan Alat
– Washtafel
– Bracket atau penyangga wastafel (jika diperlukan)
– Sealant
– Baut dan Mur
– Meteran, Bor Listrik
– Waterpass
– Pipa Pembuangan
– Gergaji Pipa
3) Metode Pelaksanaan
– Gunakan meteran untuk menentukan tinggi wastafel dari lantai,
biasanya sekitar 80-85 cm untuk kenyamanan penggunaan
– Gunakan waterpass untuk memastikan tanda-tanda tersebut lurus
dan rata, Tandai titik pemasangan bracket atau penyangga wastafel
di dinding dengan pensil atau spidol
– Bor lubang di titik-titik yang sudah ditandai untuk memasang
bracket atau penyangga wastafel
– Pasang bracket atau penyangga menggunakan baut dan mur yang
sesuai. Pastikan penyangga terpasang kuat dan rata
– Letakkan wastafel di atas bracket atau penyangga yang sudah
terpasang
– Gunakan sealant atau silikon di sepanjang tepi wastafel yang
bersentuhan dengan dinding untuk mencegah kebocoran
– Pasang fitting dan selang fleksibel ke keran wastafel dan Pasang
pipa pembuangan pada bagian bawah wastafel
– Buka stop kran dan periksa aliran air melalui wastafel. Pastikan
tidak ada kebocoran pada sambungan selang fleksibel dan pipa
pembuangan
– Bersihkan sisa-sisa sealant atau silikon yang berlebihan dengan
kain basah
6. PEKERJAAN KAYU
Meliputi pekerjaan Kusen Ulin 5/11, Pek. Kuda-kuda ulin 5/10, Rangka Plafond kayu
klas II, Plafond Nusaboard 3,5 mm, Daun Pintu dan Daun Jendela dengan spesifikasi
teknik dan metode pelaksanaan pekerjaan sebagai berikut :
a. Pek. Kusen Ulin 5/11
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan area di mana kusen akan dipasang dari debu, kotoran, dan
material lainnya
– Pastikan dinding atau tembok yang akan dipasangi kusen dalam keadaan
rata dan kokoh
2) Bahan baku dan Peralatan
– Kusen kayu ulin ukuran 5/11 cm
– Paku, sekrup, atau baut (sesuai kebutuhan)
– Meteran, waterpss, Bor listrik
– Palu, Pahat Kayu
3) Metode Pelaksanaan
– Ukur dimensi bukaan pintu atau jendela di mana kusen akan dipasang
SPESIFIKASI TEKNIS
– Letakkan bagian bawah kusen (ambang) terlebih dahulu pada posisi yang
tepat di bukaan pintu atau jendela
– Pastikan ambang kusen rata menggunakan waterpass. Sesuaikan dengan
menambahkan atau mengurangi material di bawah ambang kusen jika
diperlukan
– Pasang bagian samping kusen (tiang kusen) pada posisi yang tepat,
memastikan bahwa sudut antara ambang dan tiang kusen adalah 90
derajat. Gunakan waterpass untuk memastikan tegak lurus
– Pasang bagian atas kusen (palang kusen) setelah kedua tiang kusen
dipasang dengan benar. Pastikan semua sudut rata dan tegak lurus
– Gunakan paku, sekrup, atau baut untuk mengencangkan kusen pada
dinding atau tembok. Pastikan kusen terpasang kokoh dan tidak bergeser
d. Rangka Plafond Kayu Klas II
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan ruangan dari furnitur dan barang-barang lainnya untuk
memberikan ruang yang cukup untuk bekerja dan mencegah kerusakan
pada barang-barang tersebut
– Tutup lantai dengan kain penutup atau perlindungan plastik untuk
melindunginya dari debu, kotoran, atau kerusakan selama proses instalasi
– Gunakan pena atau krayon untuk menandai lokasi titik-titik instalasi di
dinding dan langit-langit sesuai dengan rencana desain
2) Bahan Baku dan Peralatan
– Kayu Klas II 5/5
– Paku Kayu
– Alat Pertukangan (Gergaji, Palu, Bor dan mata bor, meteran)
– Level Air
3) Metode Pelaksanaan
– Potong kayu ukuran 5x5 cm sesuai dengan panjang yang dibutuhkan untuk
balok utama, pastikan setiap potongan rata dan sesuai dengan ukuran yang
telah ditentukan
– Pasang bagian kayu 5/5 ke dalam posisi yang tepat menggunakan baut,
paku, atau sistem pengikat lainnya. Pastikan bagian baru terpasang dengan
kuat dan kokoh
– Gunakan baut tambahan atau pengikat lainnya untuk memperkuat
sambungan antara bagian lama dan baru rangka plafon
– Gunakan level air untuk memeriksa kesejajaran dan tingkat rangka plafon
setelah perbaikan selesai dilakukan. Pastikan rangka plafon dalam posisi
yang lurus dan rata
– Setelah semua rangka plafond selesai dilakukan, periksa kembali seluruh
rangka plafon untuk memastikan tidak ada bagian yang terlewatkan
e. Plafond Nusaboard dan List Profil Kayu Klas II
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan area sekitar plafon dari perabotan atau barang-barang lainnya
– Tutup lantai dengan perlindungan seperti kain penutup atau plastik untuk
melindungi permukaan dari kerusakan atau kotoran selama proses kerja
2) Bahan baku dan Peralatan
– Nusaboard 3,5 mm
– List Profil
– Sekrup atau paku khusus untuk serat semen
– Compound
– Bor listrik, obeng, dan alat pemotong Nusaboard (gergaji atau cutter)
– Meteran
– Sealant atau perekat tahan air
3) Metode Pelaksanaan
– Ukur luas area plafon yang akan dipasangi Nusaboard
– Potong lembaran Nusaboard sesuai ukuran yang telah diukur. Pastikan
potongan rapi dan sesuai dengan ukuran rangka plafond
– Pasang rangka plafon dengan jarak antar rangka 60 cm. pastikan kayu
dalam kondisi kering dan tidak mudah lapuk, pastikan rangka terpasang
kuat dan rata
– Mulailah pemasangan dari satu sudut plafon. Angkat lembaran Nusaboard
dan letakkan pada posisi yang tepat di atas rangka
– Pastikan lembaran Nusaboard sejajar dengan rangka dan tidak ada bagian
yang menggantung
SPESIFIKASI TEKNIS
– Gunakan sekrup atau paku khusus untuk serat semen dengan jarak antar
sekrup/paku sekitar 20-30 cm. Mulailah dari tengah lembaran dan bergerak
ke arah tepi untuk menghindari keretakan
– Saat menyambung dua lembaran Nusaboard, pastikan sambungan berada
di atas rangka untuk memberikan dukungan tambahan
– Gunakan sealant atau perekat tahan air pada sambungan untuk mencegah
kebocoran air dan memastikan sambungan rapat
– Tutup sambungan antar lembaran dengan compound atau plester serat
semen untuk memberikan hasil akhir yang rapi dan rata
– permukaan plafon dapat dicat atau diberi finishing lainnya sesuai
kebutuhan desain interior
f. Pintu Ulin dan Jendela Ulin
1) Persiapan Lokasi
– Ukur dan pastikan dimensi pintu dan bingkai pintu sesuai dengan ukuran
yang diinginkan
– Bersihkan area kerja dan pastikan lantai rata untuk memudahkan
pemasangan
2) Bahan baku dan Peralatan
– Meteran dan Pensil
– Gergaji Tangan
– Pahat, Palu dan Obeng
– Compound
– Waterpass
– Pintu dan Jendela Ulin
– Sekrup dan Paku
– Aksesoris Pintu dan Jendela ( Engsel, Grendel, Hak Angin, handle, Kunci
Tanam dll)
3) Metode Pelaksanaan
– Angkat pintu dan pasangkan ke rangka dengan mengaitkan engsel.
Gunakan bantuan untuk memegang pintu agar tidak jatuh
– Cek apakah pintu dapat dibuka dan ditutup dengan baik. Pastikan pintu
sejajar dan tidak bergesekan dengan lantai atau rangka
– Pasang kunci dan handle pintu sesuai dengan petunjuk pemasangan.
Pastikan kunci berfungsi dengan baik
– Angkat jendela dan pasangkan ke rangka dengan mengaitkan engsel.
Gunakan bantuan untuk memegang jendela agar tidak jatuh
– Cek apakah jendela dapat dibuka dan ditutup dengan baik. Pastikan jendela
sejajar dan tidak bergesekan dengan rangka
– Pasang kunci jendela dan handle sesuai dengan petunjuk pemasangan.
Pastikan kunci berfungsi dengan baik
– Gunakan sealant atau dempul kayu untuk menutup celah antara rangka
dan dinding jika ada
g. Pek. Jalusi Ulin
4) Persiapan Lokasi
– Ukur dan pastikan dimensi jalusi dan bingkai jalusi sesuai dengan ukuran
yang diinginkan
– Bersihkan area kerja dan pastikan lantai rata untuk memudahkan
pemasangan
– Tentukan desain jalusi yang diinginkan, termasuk dimensi dan jarak antar
jalusi
5) Bahan baku dan Peralatan
– Meteran dan Pensil
– Gergaji Tangan
– Pahat, Palu dan Obeng
– Bor Listrik
– Waterpass
– Jalusi Kayu Ulin
– Sekrup dan Paku
– Lem Kayu
6) Metode Pelaksanaan
– Gunakan pensil atau spidol untuk menandai posisi jalusi pada dinding atau
frame tempat jalusi akan dipasang
– Pasang frame atau struktur penyangga jalusi sesuai dengan tanda yang
telah dibuat
– Gunakan paku atau sekrup untuk memperkuat sambungan antara frame
dengan kusen atau struktur penyangga lainnya
SPESIFIKASI TEKNIS
– Pasang jalusi satu per satu pada frame yang telah dipasang, Letakkan setiap
jalusi dengan jarak yang seragam antara satu dengan yang lain
– Gunakan paku atau sekrup untuk memperkuat sambungan antara jalusi
dengan frame, Pastikan setiap jalusi terpasang dengan kokoh dan sejajar
7. PEKERJAAN KUNCI DAN PENGGANTUNG
Pekerjaan aksesoris pintu dan jendela melibatkan instalasi dan penyelesaian aksesori
seperti gagang pintu, kunci, engsel, dan kaca. Berikut adalah spesifikasi teknis dan
metode pelaksanaan umum untuk pekerjaan tersebut :
a. Bahan Baku dan Peralatan
– Kunci Tanam setara GERBER
– Grendel Lokal 2”
– Engsel Pintu setara GERBER 5”
– Engsel Jendela setara GERBER 3”
– Hak Angin
– Tarikan Jendela
– Alat-alat dasar seperti obeng, palu, gergaji, pengukur, dan pemutar baut
– Alat khusus seperti alat pemotong kaca (jika diperlukan), dan alat
pemasangan aksesoris pintu/jendela
b. Metode Pelaksanaan
– Lakukan pengukuran yang akurat untuk memastikan semua aksesoris pintu
dan jendela sesuai dengan dimensi yang tepat
– Tentukan lokasi yang tepat untuk pemasangan handle pintu
– Gunakan alat yang tepat untuk melubangi pintu dan memasang gagang
dengan baut yang sesuai
– Tentukan lokasi yang tepat untuk pemasangan kunci pintu
– Pastikan kunci terpasang dengan aman dan berfungsi dengan baik
– Tentukan lokasi yang tepat untuk pemasangan engsel pada pintu/jendela
– Ukur dengan teliti jarak antara titik pemasangan hak angin dengan
sambungan atau titik referensi lain pada jendela
– Pasang hak angin pada jendela menggunakan baut atau sekrup yang sesuai
dengan lubang yang telah dibor. Pastikan hak angin terpasang dengan kokoh
dan sejajar
– Gunakan bor atau alat yang sesuai untuk membuat lubang di dinding atau
bingkai jendela sesuai dengan ukuran dan posisi tarikan, Pasang tarikan
pada jendela menggunakan baut atau sekrup yang sesuai dengan lubang
yang telah dibor. Pastikan tarikan terpasang dengan kokoh dan sejajar
– Lakukan pengukuran yang tepat untuk memastikan kaca sesuai dengan
ukuran jendela atau pintu
– Gunakan alat pemotong kaca untuk memotong kaca sesuai dengan ukuran
yang diinginkan
– Bersihkan area kerja dari debu, sisa-sisa material, dan bekas tumpahan cat
atau sealant
– Pastikan untuk mematuhi petunjuk penggunaan dan instalasi yang diberikan
oleh produsen untuk setiap aksesoris pintu dan jendela yang digunakan
– Pastikan pekerjaan dilakukan oleh tenaga terlatih dan berpengalaman untuk
menghindari kesalahan yang mungkin terjadi dan untuk memastikan
keamanan serta keandalan instalasi
8. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
Pekerjaan Instalasi Listrik melibatkan instalasi dan penyelesaian aksesori seperti Kabel
NYM (3x2,5), NYM (2x1,5), Saklar, stop kontak dan Lampu LED. Berikut adalah
spesifikasi teknis dan metode pelaksanaan umum untuk pekerjaan tersebut
a. Persiapan Lokasi
1) Tentukan di mana lampu LED dan stop kontak akan dipasang. Pertimbangkan
ketinggian dan sudut instalasi untuk mendapatkan pencahayaan yang optimal
b. Bahan Baku dan Peralatan
1) Lampu LED 12 Watt
2) Stop Kontak
3) Fixture dan Perangkat Penyangga
4) Kabel Listrik NYM 2x1,5
5) Kabel Listrik NYM 3x2,5
6) Pipa Conduit
7) Tang Potong Kabel
SPESIFIKASI TEKNIS
8) Obeng
9) Pelindung diri
c. Metode Pelaksanaan
1) Pilih fixture atau perangkat penyangga yang sesuai dengan lampu LED yang
akan diinstal. Pastikan fixture tersebut cocok dengan lingkungan instalasi
(misalnya, tahan air untuk pemasangan di luar ruangan)
2) Pastikan pasokan listrik dimatikan sebelum memulai instalasi. Lakukan
pemotongan daya untuk sirkuit yang akan digunakan
3) Tentukan jalur kabel dari panel listrik ke titik-titik lampu dan saklar, Pasang
pipa conduit di sepanjang jalur tersebut untuk melindungi kabel
4) Sambungkan kabel listrik dari lampu LED 12 Watt ke pasokan listrik yang
tersedia di lokasi pemasangan. Pastikan untuk mengikuti instruksi yang
disediakan oleh produsen lampu LED dan perangkat penyangganya
5) Setelah instalasi selesai, aktifkan kembali pasokan listrik dan uji lampu LED
untuk memastikan bahwa semuanya berfungsi dengan baik
6) Jika diperlukan, sesuaikan posisi atau sudut pencahayaan lampu LED untuk
mendapatkan hasil yang diinginkan
7) Setelah lampu LED terpasang dan diuji dengan baik, pastikan untuk menutup
kembali segala perangkat penyangga atau fixture dengan benar. Jika ada pipa
penyembunyi kabel yang digunakan, pastikan kabel dirapihkan dan dipasang
dengan aman
8) Pastikan semua koneksi listrik diamankan dengan baik dan tidak ada kabel
yang terpapar atau terjepit. Pastikan juga bahwa fixture dan lampu LED
terpasang dengan kuat dan aman.
9) Setelah Anda yakin bahwa instalasi selesai dengan benar dan aman, hidupkan
kembali pasokan listrik ke sirkuit yang relevan dan pastikan lampu LED
berfungsi dengan baik
10) Tentukan jalur kabel dari panel listrik ke titik-titik stop kontak
11) Pasang pipa conduit di sepanjang jalur tersebut untuk melindungi kabel, Tarik
kabel melalui pipa conduit hingga mencapai titik stop kontak
12) Pasang kotak stop kontak di dinding pada lokasi yang telah direncanakan
13) Sambungkan kabel ke terminal stop kontak sesuai dengan kode warna: hitam
atau merah untuk fasa (live), biru untuk netral (neutral), dan kuning/hijau
untuk ground
9. PEKERJAAN PENGECATAN
Spesifikasi teknik untuk pekerjaan pengecatan menguraikan prosedur dan standar
yang harus diikuti dalam proses pengecatan struktur, permukaan, atau elemen
bangunan. Berikut adalah spesifikasi umum untuk pekerjaan pengecatan meliputi
Pengecatan Tembok, Pengecatan Plafond, Pengecatan Kilap Kayu dan Coating batu
alam.
Ketentuan-ketentuan dalam melaksanakan pekerjaan seperti yang dijelaskan sebagai
berikut :
a. Persiapan Lokasi
1) Pastikan permukaan yang akan dicat bersih dari debu, kotoran, dan
kontaminan lainnya. Gunakan alat pembersih seperti sikat, penghisap
debu, atau air bertekanan untuk membersihkan permukaan secara
menyeluru
2) Perbaiki kerusakan atau cacat pada permukaan seperti retakan, lubang,
atau kerusakan struktural lainnya sebelum pengecatan. Gunakan bahan
pengisi yang sesuai dan biarkan mengering sepenuhnya sebelum
pengecatan
3) Lindungi permukaan yang tidak ingin dicat dengan menggunakan kain
penutup atau pelindung plastik
b. Bahan baku dan Peralatan
1) Cat Tembok Setara NODROP
2) Cat Kayu setara Avian
3) Cat Plafond setara VINILEX
4) Kuas
5) Amplas
6) Air
7) Tinner
c. Metode Pelaksanaan
1) Siapkan cat sesuai dengan petunjuk pabrikan. Pastikan cat tercampur
dengan baik dan konsisten
2) Gunakan alat yang tepat seperti Kuas, rol cat, atau sprayer untuk
mengaplikasikan cat
SPESIFIKASI TEKNIS
3) Pastikan untuk memilih warna cat yang diinginkan dan sesuai dengan
estetika ruangan atau area yang akan dicat
4) Aplikasikan cat dengan gerakan yang rata dan konsisten untuk hasil
pengecatan yang merata dan professional
5) Jika diperlukan, aplikasikan lapisan cat tambahan setelah lapisan
pertama kering sepenuhnya. Pastikan setiap lapisan diberikan waktu yang
cukup untuk mengering sebelum aplikasi lapisan berikutnya
6) Jika cat yang digunakan terlalu kental, Anda mungkin perlu
menambahkan pengencer cat untuk membuatnya lebih mudah
diaplikasikan
7) Ikuti petunjuk pengenceran yang disediakan oleh produsen cat untuk
mendapatkan perbandingan yang tepat antara cat dan pengencer
8) aplikasikan cat dalam 2 (dua)x lapisan untuk mendapatkan penutupan
yang sempurna dan warna yang lebih intens
9) Gunakan kuas kecil untuk menjangkau area yang sulit diakses atau untuk
mengecat tepi dan sudut dengan presisi
10) Pastikan untuk menutupi semua bagian permukaan dengan cat yang
merata, termasuk sudut dan lipatan
11) Lindungi permukaan yang baru dicat dari kontaminasi atau kerusakan
selama proses pengeringan. Gunakan tanda peringatan atau penghalang
fisik jika diperlukan
12) Bersihkan semua peralatan dan alat yang digunakan dengan air dan
sabun segera setelah selesai menggunakan mereka. Ini akan membantu
memperpanjang umur peralatan dan menjaga kualitas cat
10. LAPORAN-LAPORAN
1) Penyedia Jasa harus menyerahkan laporan - laporan tertulis sesuai petunjuk
Direksi dalam Formulir yang ditentukan.
2) Rencana Kerja Harian, Mingguan dan Bulanan Penyedia Jasa harus diserahkan
pada Direksi. Rencana Mingguan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap akhir
Mingguan dan untuk Minggu berikutnya. Rencana tersebut harus sudah
termasuk pekerjaan tanah,pekerjaan konstruksi lainnya yang berhubungan
dengan pelaksanaan pekerjaan, pengadaan bahan, pengangkutan dan peralatan
dan lain-lain yang diminta Direksi. Penyedia Jasa harus menyerahkan rangkap
rencana kerja harian secara tertulis semua kemajuan yang sudah disetujui oleh
Direksi setiap hari maupun untuk hari-hari berikutnya. Rencana kerja harus
mencakup pekerjaan tanah, pekerjaan konstruksi dan kegiatan lain yang
berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan.
3) Rapat Bersama Untuk membicarakan Kemajuan Pekerjaan Rapat tetap antara
Direksi dengan Penyedia Jasa diadakan seminggu sekali pada waktu yang telah
disetujui oleh kedua belah pihak. Maksud dari rapat ini membicarakan
kemajuan pekerjaan yang sedang dilakukan,pekerjaan yang diusulkan untuk
minggu selanjutnya dan membahas permasalahan yang timbul agar dapat
segera diperoleh solusinya untuk diselesaikan.
4) Laporan-laporan harus berisi hal-hal sebagai berikut :
5) Laporan bulanan, mingguan dan harian yang berisi kemajuan pekerjaan fisik
setiap macam pekerjaan yang tercantum dalam Anggaran Biaya dan estimasi
kemajuan kerja, inventarisasi prasarana dan sarana harian yang digunakan,
personal serta jumlah tenaga kerja, waktu kerja, persoalan – persoalan yang
timbul selama pekerjaan berlangsung, serta langkah – langkah penyelesaian
yang telah dilakukan.
6) Gambar shop drawing berisi tentang gambar pengukuran awal existing sebelum
memulai pekerjaan dari titik start project sampai dengan titik akhir project yang
dilakukan bersama dengan tim direksi teknis/supervisi dan pihak – pihak yang
bersangkutan dengan pelaksanaan pekerjaan tersebut.
7) Gambar asbuild drawing berisi tentang gambar pengukuran akhir pekerjaan
setelah selesai dilaksanakan yang dilakukan dan diukur bersama dengan tim
direksi teknis / supervisi.
8) Back up data volume berisi tentang volume akhir dari setiap macam pekerjaan
yang tercantum dalam Anggaran Biaya setelah pekerjaan selesai dilaksanakan
yang dilakukan dan diukur bersama dengan tim direksi teknis/supervisi.
9) Dokumentasi pelaksanaan pekerjaan ini memuat dari hasil pekerjaan yang telah
dikerjakan dan diserahkan sesuai dengan item pekerjaan pada tim direksi
teknis/supervisi..
11. MASA PEMELIHARAAN
SPESIFIKASI TEKNIS
Selama masa pemeliharaan Kontraktor Pelaksana berkewajiban untuk mengganti
material yang tidak berfungsi dengan baik, dan bertanggung jawab atas semua
kekurangan dari item pekerja yang telah dikerjakan.
Demikian disusun, maka Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas dan Penyedia Jasa
hendaknya memeriksa dan mempelajari semua bahan yang telah diterima dan mencari
bahan masukan yang diperlukan dalam upaya mengoptimalkan penyelesaian pekerjaan ini.
Pangkalan Bun, 24 Juni 2024
Dibuat dan ditetapkan oleh :
Pejabat Pembuat Komitmen
DIEN FAHRIYANDY, S.T, M.P.Sc, M.Eng
NIP. 19781227 200501 1 011