| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0032946063713000 | Rp 233,238,559 | Tidak Hadir Pembuktian Kualifikasi sesuai dengan jadwal yang telah di tentukan | |
| 0533775375713000 | Rp 245,000,000 | Tidak Hadir Pembuktian Kualifikasi sesuai dengan jadwal yang telah di tentukan | |
| 0015805435713000 | Rp 278,170,000 | Tidak Hadir Pembuktian Kualifikasi sesuai dengan jadwal yang telah di tentukan | |
| 0722394210713000 | Rp 287,746,766 | - | |
Setya Mandiri | 0846856464711000 | - | - |
CV Caroline | 03*7**3****52**0 | - | - |
| 0938847605706000 | - | - | |
| 0728588484713000 | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
K/L/D/I : Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat
SKPD : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Kabupaten Kotawaringin Barat
Nama KPA : DIEN FAHRIYANDY
Program : Pengelolaan Pendidikan Sekolah Dasar
Kegiatan : Pembangunan Ruang Guru/Kepala Sekolah/TU
Pekerjaan : Konstruksi Pembangunan Ruang Guru/Kepala
Sekolah/TU SD Negeri 7 Madurejo
Lokasi : Kecamatan Arut Selatan
Nilai Pagu : Rp. 288.000.000,00
Nilai HPS : Rp. 288.000.000,00
Tahun Anggaran
2024
URAIAN S INGKAT PEKERJAAN
PROGRAM : PENGELOLAAN PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR
KEGIATAN : PEMBANGUNAN RUANG GURU/KEPALA SEKOLAH/TU
PEKERJAAN : KONSTRUKSI PEMBANGUNAN RUANG GURU/KEPALA
SEKOLAH/TU SD NEGERI 7 MADUREJO
LOKASI : KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT
TAHUN ANGGARAN : 2024
A. UMUM
1. PENDAHULUAN
Pada setiap pembangunan proyek konstruksi gedung sebagai Penyedia Jasa
diharuskan memahami secara menyeluruh tentang bagaimana tahapan pelaksanaan
proyek yang akan dilaksanakan. Di mana setiap proyek memiliki kondisi dan kesulitan
yang berbeda-beda sehingga perlu tata cara pelaksanaan yang berbeda pula. Sedangkan
dalam kontrak kerja Penyedia Jasa diberikan batas waktu tertentu untuk
menyelesaikan proyek secara tepat waktu. Di samping itu biaya pelaksanaan dan mutu
hasil kerja turut dipertimbangkan agar tercapai target penyelesaian yang optimal. Oleh
karena itu sebagai acuan Penyedia Jasa dalam melaksanakan pekerjaan perlu
memahami tahapan metode pelaksanaan konstruksi yang tepat dan berkesinambungan
dengan mempelajari rincian volume yang terdapat di Daftar Kuantitas Dan Harga serta
Gambar Kerja yang tersedia.
2. RUANG LINGKUP KEGIATAN
Kegiatan Pembangunan Ruang Guru/Kepala Sekolah/TU ini merupakan kegiatan
yang berada di Lingkup SKPD-DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Kabupaten
Kotawaringin Barat Tahun Anggaran 2024.
3. LINGKUP PEKERJAAN
Secara garis besar lingkup pekerjaan yang dilaksanakan dalam pelaksanaan
Pekerjaan pada Sub Kegiatan Rekonstruksi terbagi menjadi beberapa sub item
pekerjaan.
Berikut dapat dijabarkan item-item pekerjaan adalah sebagai berikut :
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Pembuatan dan Pemasangan Papan Nama Pekerjaan
2. Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK)
A. Alat Pelindung Diri
▪ Helm Pelindung (Safety Helmet)
▪ Sarung Tangan (Safety Gloves)
▪ Sepatu Keselamatan (Rubber Safety Shoes)
▪ Rompi Keselamatan (Safety Vest)
B. Fasilitas Sarana Kesehatan dan penanggulangan bencana
▪ Peralatan P3K (Minimal: Kotak P3K, Obat Luka, Perban)
C. Rambu – rambu
▪ Rambu Peringatan
▪ Rambu Informasi
II. PEKERJAAN PEMBONGKARAN
1. Pek. Pembongkaran Lantai Beton
III. PEKERJAAN TANAH
1. Pek. Galian Tanah Pondasi
2. Pek. Galian Tanah Bawah Lantai
3. Pek. Urugan Tanah Kembali
4. Pek. Urugan Pasir Bawah Pondasi
5. Pek. Urugan Pasir Bawah Lantai
IV. PEKERJAAN PONDASI
1. Pek. Beton Lantai Kerja Footplate Fc’ 10 Mpa
2. Pek. Pondasi Footplate FP1
a. Penulangan Footplate
b. Bekisting Footplate
c. Beton Footplate Fc’ 20 Mpa
3. Pek. Pondasi Footplate FP2
a. Penulangan Footplate
b. Bekisting Footplate
c. Beton Footplate Fc’ 20 Mpa
V. PEKERJAAN STRUKTUR
1. Pek. Sloof 20/40 Beton Bertulang (Fc’ 20 Mpa)
a. Penulangan Sloof
b. Bekisting Sloof
c. Beton Sloof Fc’ 20 Mpa
2. Pek. Kolom 25/25 Beton Bertulang (Fc’ 20 Mpa)
a. Penulangan Kolom
b. Bekisting Kolom
c. Beton Kolom Fc’ 20 Mpa
3. Pek. Balok Induk 20/40 Beton Bertulang (Fc’ 20 Mpa)
a. Penulangan Balok
b. Bekisting Balok
c. Beton Balok Fc’ 20 Mpa
4. Pek. Pelat Lantai
a. Penulangan Pelat Lantai
b. Bekisting Pelat Lantai
c. Beton Pelat Lantai Fc’ 20 Mpa
5. Pek. Beton Lantai Fc’ 15 MPa
VI. PEKERJAAN PASANGAN
1. Pek. Dinding Batako Campuran 1SP : 4PP
2. Pek. Pas. Pintu Kayu
a. Pek. Kusen Kayu Kelas I
b. Pek. Daun Pintu Kayu Kelas II
3. Pek. Pas. Jendela Kayu
a. Pek Kusen Kayu Kelas I
b. Pek. Daun Jendela Kayu Kelas II
4. Pek. Kaca Mati 5 mm
5. Pek. Ventilasi Kayu Kelas I
VII. PEKERJAAN PENGECATAN
1. Pek. Pengecatan Kusen, Pintu, Jendela, dan Jalusi
VIII. PEKERJAAN LISTRIK & AKSESORIS LAINNYA
1. Pek. Pemasangan Titik Instalasi Lampu Saklar dan Stop Kontak
2. Pek. Pemasangan Lampu LED 19 watt
3. Pek. Pemasangan Saklar Ganda
4. Pek. Pemasangan Stop Kontak
5. Pek. Pemasangan MCB 6 A
6. Pek. Pemasangan Kunci Tanam
7. Pek. Pemasangan Engsel Pintu
8. Pek. Pemasangan Grendel Jendela
9. Pek. Pemasangan Engsel Jendela
10. Pek. Pemasangan Kait Angin Jendela
B. PELAKSANAAN PEKERJAAN PENINGKATAN JALAN
1. BAGAN ALIR PEKERJAAN
S P M K P E R S I A P A N
1. Material dan Penyimpanan
2. Jadwal Pelaksanaan
3. Pengukuran Lapangan (MC-0)
4. Mobilisasi Personil
Tidak Sesuai
5. Mobilisasi Peralatan
6. Mobilisasi Tenaga Kerja
Perhitungan Ulang
Pengecekan Kuantitas dan Gambar
Rencana Justifikasi Teknis
S H O P D R A W I N G Addendum
P E L A K S A N A A N
P E K E R J A A N
1. Pekerjaan Persiapan
2. Pekerjaan Pembongkaran
3. Pekerjaan Tanah
4. Pekerjaan Pondasi
5. Pekerjaan Struktur
6. Pekerjaan Pasangan
7. Pekerjaan Pengecatan
8. Pekerjaan Listrik & Aksesoris
Lainnya
D O K U M E N
A D M I N I S T R A S I
1. Back Up Data Quantity
2. Back Up Data Quality
3. Asbuild Drawing
4. Foto Dokumentasi
5. Laporan Harian, Mingguan,
dan Bulanan
6. Dan Dokumen lain yang
dipersyaratkan
P H O
Masa Pemeliharaan
Selesai
2. URAIAN PEKERJAAN
a. PENDAHULUAN
Pekerjaan mobilisasi atau persiapan adalah pekerjaan awal yang meliputi kegiatan
pendahuluan untuk mendukung permulaan proyek meliputi antara lain:
1) Rekayasa Lapangan
Dengan petunjuk Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas survey/rekayasa
lapangan dilaksanakan untuk menentukan kondisi fisik dan strucktural dari
pekerjaan dan fasilitas yang ada di lokasi pekerjaan, sehingga dimungkinkan
untuk mengadakan peninjauan ulang terhadap rancangan kerja yang telah
diberikan system dan tata cara survey dikordinasikan dengan direksi teknis.
2) Material dan Penyimpanan
Bahan material yang akan digunakan dalam pekerjaan harus menemui
spesifikasi dan standar yang berlaku, baik ukuran, type maupun ketentuan
lainnya sesuai petunjuk Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas. Semua
material yang akan digunakan untuk proses Tanah Timbunan, Semen, Asphalt,
Pasir dan bahan material beton lainnya yang terdapat dalam spesifikasi telah
mendapat persetujuan dari pihak Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas.
3) Jadwal Pelaksanaan
Jadwal pelaksanaan dibuat pihak kontraktor, diajukan kepada Direksi Teknis
untuk dibahas dan mendapat persetujuan pada saat dilaksanakan rapat
pendahuluan (Pre construction Meeting/PCM).
4) Pelaksanaan Mobilisasi Peralatan
Dalam pelaksanaan proyek ini mobilisasi peralatan utama meliputi :
a) Alat Bantu
5) Papan Nama Pekerjaan
a) Papan Nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi mengenai
proyek.
b) Papan nama proyek dibuat dengan ukuran atas persetujuan Direksi
Pekerjaan.
c) Bahan yang dipakai : kayu kasau, plywood, paku, semen dan lain-lain
d) Papan mana proyek dipasang dipangkal dan ujung lokasi pekerjaan
e) Papan nama dipelihara selama pelaksanaan proyek
6) Mobilisasi Personil
Mobilisasi personil inti pada pelaksanaan pekerjaan ini meliputi penugasan
tenaga ahli maupun tenaga pendukung dan para pekerja dalam melaksanakan
pekerjaan tersebut baik di lokasi sesuai kebutuhan yang disyaratkan dalam
kontrak pelaksanaan pekerjaan
M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
PEKERJAAN PEMBONGKARAN
A. PEMBONGKARAN LANTAI BETON
1. PERSIAPAN
a. Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan.
b. Approval material yang akan digunakan.
c. Persiapan lahan kerja.
d. Persiapan material kerja
e. Persiapan alat bantu kerja, antara lain : meteran, waterpass, gerinda, benang,
dll
2. PELAKSANAAN PEMBONGKARAN LANTAI
a. Siapkan peralatan yang diperlukan
b. Melakukan pengukuran dengan menggunakan theodolit
c. Menandai hasil pengukuran dengan menggunakan sipatan yang diberi tinta
d. Cutting pelat beton dengan gerinda sesuai dengan garis sipatan, supaya hasil
pembongkaran lantai rapi
e. Hancurkan beton menggunakan jack drill sampai mencapai bawah tanah
f. Buang beton yang telah dihancurkan ke tempat yang telah ditentukan
g. Cek posisi, lebar dan kerapiannya sesuai dengan rencana
M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
PEKERJAAN TANAH
A. PEKERJAAN GALIAN TANAH
Alat-alat yang perlu dipersiapkan :
1. Cangkul
2. Meteran
3. Waterpass
4. Theodolit
5. Belincong
6. Pengki
7. Benang
8. Selang air
9. Patok kayu
10. Cat putih
11. Mesin pompa air
Langkah-langkah yang harus dikerjakan :
1. Buatlah gambar shop drawing terlebih dahulu untuk pekerjaan galian tanah
kemudian ajukan gambar tersebut untuk direalisasikan.
2. Lakukan persiapan kerja termasuk penyiapan alat-alat pembantu pelaksanaan
pekerjaan.
3. Tentukan posisi titik ukur tetap selanjutnya lakukan pengukuran terhadap ukuran
dan elevasi galian tanah.
4. Berikan tanda pada hasil pengukuran memakai patok kayu yang dicat putih.
5. Pelaksanaan galian tanah dilakukan menggunakan cangkul dan belincong.
6. Pasanglah patok kayu dan benang sebagai acuan untuk mendukung proses
penggalian tanah.
7. Galilah tanah dengan berdasar pada patok dan benang yang sudah dipasang
sebelumnya.
8. Buang sisa galian tanah ke tempat yang tidak mengganggu kelancaran pekerjaan.
9. Lakukan penggalian tanah ini hingga mencapai ukuran lebar dan kedalaman
sesuai perencanaan.
10. Periksa kedalaman galian tanah setiap ukuran tertentu menggunakan theodolit.
11. Keluarkan air yang muncul di dalam galian tanah memakai mesin pompa khusus
supaya tidak menghambat pekerjaan.
12. Singkirkan benda-benda yang ditemukan selama penggalian seperti sampah,
potongan kayu, dan bebatuan.
B. URUGAN PASIR & TIMBUNAN TANAH
Tahapan Persiapan:
1. Dalam tahapan persiapan ini, pastinya Anda harus meninjau langsung area yang
hendak diurug. Peninjauan ini sangat diperlukan untuk melihat spesifikasi tanah
dan luas area yang hendak diurug. Berdasarkan spesifikasi tanah yang sudah
diidentifikasi, selanjutnya bisa ditentukan jenis tanah yang akan dipakai sebagai
urug. Dari peninjauan ini pula dapat diketahui perkiraan volume tanah urug yang
dibutuhkan. Volume kebutuhan tanah urug memang tidak bisa dipastikan dengan
tepat sebab ada faktor penyusutan tanah yang harus dipertimbangkan. Meskipun
begitu, perkiraan kebutuhan volume tanah urug bisa ditentukan kurang lebih 120%
dari volume gambar dengan memasukkan faktor susut sekitar 20%.
2. Tahapan berikutnya adalah tahapan pengurugan yang diawali dengan
membersihkan area yang hendak diurug dari berbagai sampah. Setelah itu,
pasanglah batasan-batasan dan patok. Kemudian tarik benang dari patok ke patok.
Tujuan pemasangan benang ini adalah untuk mendapatkan permukaan tanah yang
rata sesuai dengan ketinggian yang diharapkan. Jika sudah, barulah pengurugan
tanah bisa dimulai. Sebaiknya lakukan pengurugan tanah lapis demi lapis sesuai
dengan ketentuan. Misalnya saja masing-masing lapis setinggi 40cm. Pada setiap
lapisan tersebut, lakukan pemadatan sebelum ditambahkan dengan material urug
untuk lapisan berikutnya.
3. Saat pekerjaan pengurugan sudah selesai dikerjakan, jangan abaikan tahapan yang
terakhir yakni tahapan pemeriksaan. Tahapan ini penting dilakukan supaya
pekerjaan pengurugan tanah benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan standar kelayakan.
Tahapan pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan batas urugan, kemiringan tanah urugan,
jenis tanah urugan, kepadatan urugan, sistem proteksi dan dewatering.
M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
PEKERJAAN PONDASI & STRUKTUR BETON
B. PEKERJAAN BETON BERTULANG, PONDASI, SLOOF, KOLOM, RINGBALK
1. Pekerjaan Bekisting
▪ Bekisting dipasang sesuai dengan bentuk dan ukuran sloof, balok dan kolom
sesuai gambar perencanaan. Bekesting dibuat secara kokoh agar bentuk sloof,
balok dan kolom tidak berubah dan tetap pada kedudukannya pada saat di cor.
▪ Sebelum pengecoran, permukaan bekisting harus bebas dari kotoran
(misalnya: serbuk gergaji, potongan kayu, tanah dsb). Permukaan dalam
bekisting sebaiknya dilapisi pelumas agar bekisting mudah dibongkar tanpa
merusak permukaan beton.
▪ Setelah pengecoran, proses pengerasan beton tidak boleh terganggu dari
benturan benda keras selama minimal 3x24 jam.
▪ Pembongkaran bekisting hanya dapat dilakukan setelah beton mencapai
kekerasan tertentu. Pembongkaran bekisting kolom dapat dilakukan setelah
beton mencapai waktu 3 sampai 7 hari. Sedangkan untuk pembongkaran
bekisting balok dan plat lantai dapat dilakukan setelah beton mencapai
waktu 21 sampai 28 hari.
2. Pekerjaan Pembesian
▪ Perakitan besi tulangan sesuai dengan gambar diameter tulangan, jumlah
dan jarak pasang sesuai ketentuan yang diatur dalam SNI 2847:2013.
▪ Tulangan beton harus diikat dengan kawat beton (bendraat) untuk menjaga
ketebalan selimut beton maka antara tulangan dan bekisting dipasang beton
tahu (decking) tebal ± 2 cm.
▪ Setiap sambungan konstruksi (stek) yang direncanakan untuk dilanjutkan,
maka pembesiannya harus dilebihkan minimal 40 x d (bentangan)
3. Pekerjaan Pengecoran
▪ Pengecoran beton struktural disarankan menggunakan mesin pengaduk
(molen) dan beton readymix,, beton non struktural dapat dilakukan secara
manual. Dengan mutu beton sesuai ketentuan.
▪ Jika secara manual, harus dilakukan dalam wadah pengadukan, tidak boleh
langsung di atas tanah.
▪ Sebelum pengecoran, bekisting harus dibersihkan dan disiram air bersih
terlebih dahulu. Kekentalan beton harus diawasi.
▪ Pengecoran harus merata, dan cukup padat dengan cara menggunakan
penggetar (vibrator) atau memukul bagian luar begesting 5 s.d 10 kali agar
beton dapat mengisi setiap bagian dari rangka.
▪ Jika terjadi pemberhentian pengecoran pada balok dan lantai maka harus
berhenti pada jarak 1/5 bentang dan dapat dilanjutkan jika sudah diberi
pasta semen (air semen) pada bagian permukaan yang akan dilanjutkan
M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
PEKERJAAN DINDING DAN PASANGAN
A. PEKERJAAN DINDING PASANGAN BATAKO
Metode pelaksanaan pekerjaan pasangan dinding batako dapat diuraikan sebagai
berikut :
a. Memebersihkan area yang akan dipasang dinding batako
b. Buat marking jalur-jalur dinding dua sisi setelah dinding dan tanda posisi kolom
praktis
c. Batako direndam dulu sebelum dipakai untuk mengurangi penyerapan air
d. Memasang batako pada jalur marking serta benang acuanyang telah dipasang
e. Adukan semen pasir diaplikasikan secara merata kepermukaan batako
f. Batako disusun di atas adukan mortar tersebut terus diperiksa kerekatan
pasangannya
g. Tinggi pasangan batak o mencapai 1m kemudian lanjutkan dengan cor beton
kolom praktis
h. Periksa selalu kelurusan serta vertikal pasangan batako
B. PEKERJAAN KUSEN DAN KACA
1. PERSIAPAN
a. Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pintu, kusen dan
jendela aluminium.
b. Approval material yang akan digunakan.
c. Persiapan lahan kerja.
d. Persiapan material kerja, antara lain : kusen,, sekrup, fisher, engsel, sealant,
dll.
e. Persiapan alat bantu kerja, antara lain : cutting well/gerinda, bor, gergaji,
waterpass, meteran, unting-unting, reevet, gun sealant, selang air, cutter, dll.
2. PEMASANGAN KUSEN
a. Kusen dipasang setelah kondisi lapangan siap yaitu pekerjaan plesteran dan
acian sudah selesai.
b. Sebelum kusen dimatikan ke dinding, harus dicek dahulu elevasi dan
kesikuan kusen dengan alat bantu waterpass/unting-unting. Apabila tidak
lurus maka diganjal dengan bahan dari hardboard, sehingga lebih kuat dan
tahan lama.
M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
PEKERJAAN PENGECATAN
A. PENGECATAN KUSEN PINTU, JENDELA, DAN JALUSI
1. PEKERJAAN PERSIAPAN
a. Mengirim program kerja (workplan) termasuk metoda kerja,
schedule, peralatan, personil kerja pekerjaan dimulai.
b. Memberitahu Konsultan secara tertulis paling sedikit 24 jam sebelum
tanggal dilakukannya pelaksanaan pekerjaan
c. Menyediakan tangga pijakan untuk pengecatan
d. Menyediakan alat-alat keselamatan K3 dan rambu-rambu peringatan
2. URAIAN PEKERJAAN
a. Sebelum melaksanakan pekerjaan pengecatan permukaan bidang harus
rata dan dibersihkan terlebih dahulu.
b. Permukaan dinding dihaluskan dahulu dengan memakai amplas kasar.
c. Untuk menutupi permukaan yang berpori dilakukan pekerjaan plamir.
d. Permukaan dihaluskan dengan memakai amplas halus.
e. Melakukan pengecatan.
f. Pengecatan dengan cat pelapis (Emulis) 2 kali lapisan
M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK & AKSESORIS
1. PEKERJAAN PERSIAPAN
a. Mengirim program kerja (workplan) termasuk metoda kerja,
schedule, peralatan, personil kerja pekerjaan dimulai.
b. Memberitahu Konsultan secara tertulis paling sedikit 24 jam sebelum
tanggal dilakukannya pelaksanaan pekerjaan
c. Menyediakan tangga pijakan untuk pemasangan instalasi listrik
d. Menyediakan alat-alat keselamatan K3 dan rambu-rambu peringatan
2. URAIAN PEKERJAAN
a. Semua hantaran (kabel) yang ditarik dalam pipa / cabelduct harus
diusahakan tidak tampak dari luar (tertanam)
b. Pemasangan pipa harus dilaksanakan sebelum pengecoran.
c. Pemasangan sparing-sparing listrik yang melintas di plat, balok, kolom
betonharus dipasang terlebih dahulu sebelum pengecoran, kabel
diusahakan dipasang pada dinding yang dilaksanakan sebelum pekerjaan
plesteran dan acian dikerjakan.
d. Penempatan sambungan/percabangan harus ditempatkan di daerah yang
mudah dicapai untuk perbaikan (perawatan).
e. Sambungan harus menggunakan klem / isolasi kabel supaya terlindung
dengan baik sehingga tidak tersentuh atau menggunakan lasdop dan
ditempatkan pada Te Dos.
f. Lekukan/belokan pipa harus beradius > 3 kali diameter pipa dan harus
rata (untuk memudahkan penarikan kabel).
g. Jaringan arde harus dipasang tersendiri / terpisah dengan arde penangkal
petir.
• tidak boleh ada sambungan
• dihubungkan dengan elektroda pentanahan
• ditanam sampai minimal mencapai air tanah
h. Pada hantaran di atas langit-langit, harus diklem pada bagian bawah plat /
balok atau pada balok kayu rangka langit-langit.
i. Untuk hantaran/tarikan kabel yang menyusur dinding/beton pada shaft
harus diklem atau dengan papan dan kabeltrey bila jaringan terlalu rumit
(banyak).
j. Pemasangan stop kontak setinggi > 40 cm dari lantai, saklar dipasang
setinggi 150 cm dari lantai (bila tidak ditentukan spesifikasinya).
k. Pemasangan stop kontak dan saklar harus rata dengan dinding.
l. Box / kotak Panel bodynya harus diarde, untuk menghindari adanya arus.
Pangkalan Bun, 9 September 2024
Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Kotawaringin Barat
Tahun Anggaran 2024
DIEN FAHRIYANDY, ST, M.P.Sc, M.Eng
NIP. 19781227 200501 1 011| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 23 December 2019 | Jalan Simpang Kadipi Atas - Makarti Jaya | Kab. Kotawaringin Barat | Rp 1,271,222,500 |
| 26 May 2025 | Dak - Konstruksi Pembangunan Pustu Kelurahan Mendawai Seberang | Kab. Kotawaringin Barat | Rp 1,238,381,000 |
| 12 November 2019 | Peningkatan Jalan Lingkungan Jl. Puspa Indah Dan Jl. Tora Kec. Arsel | Kab. Kotawaringin Barat | Rp 853,440,000 |
| 28 May 2019 | Rehab Sedang/Berat Gedung Kantor | Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat | Rp 710,522,000 |
| 12 March 2020 | Pembangunan Tangki Septik Individual Kel. Baru Dan Desa Terantang Kec. Arsel | Kab. Kotawaringin Barat | Rp 650,000,000 |
| 20 May 2025 | Rehabilitasi Jembatan Jembatan Sei Boyun | Kab. Kotawaringin Barat | Rp 548,838,000 |
| 20 August 2024 | Jalan Natai Arahan, Malijo | Kab. Kotawaringin Barat | Rp 465,117,000 |
| 19 May 2025 | Pembangunan Jembatan Type Box Culvert Desa Sungai Dau | Kab. Kotawaringin Barat | Rp 463,944,000 |
| 1 July 2019 | (Dak Reguler) Pembangunan Ruang Bersalin Puskesmas Arut Utara | Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat | Rp 373,900,000 |
| 27 May 2019 | Pembangunan Embung Desa Pangkalan Dewa Kecamatan Pangkalan Lada | Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat | Rp 350,000,000 |