| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0395822851711000 | Rp 1,274,614,271 | - | |
| 0028845428712000 | Rp 1,282,170,000 | - | |
| 0762492635712000 | Rp 1,435,298,948 | Personel a/n ALI RAHMAN tidak memenuhi persyaratan pada Lembar Data Pemilihan (LDP) Poin E pada Dokumen Pemilihan Nomor 6979/DP/POKJA-KOTIM/2024 untuk pengalaman pelaksana lapangan yang mensyaratkan pengalaman selama 2 tahun | |
CV Kubu Raya Sejahtera | 00*7**5****01**0 | - | - |
CV Putra Perkasa Mentaya | 06*6**1****12**0 | - | - |
| 0957077936711000 | - | - | |
| 0625196514711000 | - | - | |
| 0028094464711000 | - | - | |
| 0663160968712000 | - | - | |
| 0656586559712000 | - | - | |
| 0017668039712000 | - | - | |
| 0727752701712000 | - | - | |
| 0025493990713000 | - | - | |
| 0021110630712000 | - | - | |
| 0939047056713000 | - | - | |
CV Chezii Jaya Mandiri | 06*5**9****11**0 | - | - |
| 0014069827712000 | - | - | |
| 0743324386712000 | - | - | |
Trijaya Permana | 00*7**7****12**0 | - | - |
| 0628548059713000 | - | - | |
| 0028848547712000 | - | - | |
| 0926257130711000 | - | - | |
| 0851552778712000 | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN KONSTRUKSI
I. NAMA PEKERJAAN : PEMBANGUNAN GEDUNG PSC-119
II. LOKASI PEKERJAAN : Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin
Timur
III. URAIAN PEKERJAAN : Metode Pelaksanaan
Metode Pelaksanaan Pekerjaan ini wajib dilaksanakan berdasarkan Spesifikasi Teknis
Rehab Gedung Kantor Pembangunan PSC-119. Metode pelaksanaan dibuat dengan sasaran hasil
akhir pekerjaan akan sesuai dengan apa yang tertulis didalam dokumen kontrak dan dapat
dipertanggung jawabkan.
Secara Rekapitulasi, lingkup pekerjaan adalah sebagai berikut:
A. PEKERJAAN PENDAHULUAN
B. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK)
C. PEKERJAAN STRUKTUR BETON
D. PEKERJAAN LANTAI
E. PEKERJAAN DINDING
F. PEKERJAAN PINTU & JENDELA
G. PEKERJAAN ATAP
H. PEKERJAAN UTILITAS
I. PEKERJAAN PLAFOND
J. PEKERJAAN MENARA TANGKI AIR BETON
K. PEKERJAAN SEPTICTANK & SUMUR RESAPAN
L. PEKERJAAN LAINNYA
M. PEKERJAAN SALURAN
N. PEKERJAAN PENGECATAN
Adapun uraian metode pelaksanaan pekerjaan sebagai berikut :
A. PEKERJAAN PENDAHULUAN
1. Papan Nama Kegiatan.
Penyedia Jasa/Kontraktor harus memasang papan nama kegiatan di lokasi tempat dimana
kegiatan dilaksanakan.
2. Pengukuran dan Pasang Bouwplank
Penyedia Jasa/Kontraktor harus melakukan pengukuran terkait bangunan yang akan
dikerjakan, pengukuran dilaksanakan dengan menggunakan meteran ataupun waterpass untuk
mengetahui elevasi ketinggian. Pasang bouwplank dilakukan ketika pengukuran telah selesai,
pemasangan bouwplank bertujuan untuk menentukan batas – batas yang dikerjakan.
3. Pembersihan Sebelum dan Sesudah Pekerjaan
Pembersihan Sebelum dan Sesudah Pekerjaan adalah salah suatu kegiatan dari pekerjaan yaitu
melakukan pembersihan sebelum dimulainya pekerjaan dan setelah pekerjaan telah selesai
dikerjakan. Seperti membersihkan rumput atau barang yang tidak digunakan dan
membersihkan sisa material serta alat dan bahan di area lokasi pekerjaan.
4. Pekerjaan Pembongkaran
Setelah papan nama kegiatan dipasang, kontraktor pelaksana terlebih dahulu melaksanakan
pekerjaan pembongkaran. Ada 2 buah bangunan kayu eksisting dengan luas 1 bangunan sekitar
45-50 m2. Bangunan ini harus dibongkar total terlebih dahulu sebelum melanjutkan pekerjaan
lainnya.
B. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK)
Keselamatan Konstruksi adalah segala kegiatan keteknikan untuk mendukung Pekerjaan
Konstruksi dalam mewujudkan pemenuhan Standar Keamanan,Keselamatan, Kesehatan, dan
Keberlanjutan yang menjamin keselamatan publik dan keselamatan lingkungan. Manajemen
Keselamatan Konstruksi sangat penting dalam proyek karena menyangkut nyawa manusia.
Penerapan Keselamatan Kerja harus diawasi dengan ketat.
Sebelum pekerjaan dimulai, kontraktor harus menyediakan APD (Alat Pelindung Diri) dan APK
(Alat Pelindung Kerja) bagi seluruh pekerja dilapangan sehingga memenuhi unsur Keselamatan
dan Kesehatan Kerja (K3).
Ketentuan umum Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3) adalah sebagai berikut:
1. Keselamatan kerja adalah tanggung jawab moril baik karyawan maupun pimpinan
perusahaan;
2. Penanggung jawab dalam pelaksanaan K3 di proyek adalah Petugas/Pelaksana K-3, dengan
memastikan melakukan inspeksi secara berkala;
3. Setiap personil/pekerja harus diberikan penjelasan/pelatihan/breefing mengenai K3 yang
sesuai dengan lingkup dan tugasnya;
2. Setiap area tempat kerja yang mempunyai resiko dan kemungkinan terjadinya bahaya, harus
menyediakan petunjuk - petunjuk / informasi - informasi yang tepat cara penanganan dan
pencegahan bahaya - bahaya yang mungkin terjadi;
3. Setiap karyawan harus disediakan kebutuhan akan alat-alat pelindung diri (APD), dilatih
bagaimana cara menggunakan, dan digunakan pada tempat yang seharusnya antara lain:
a. Spanduk (banner);
b. Pembatas Area (RestrictedArea).
c. Topi Pelindung (Safety Helmet);
d. Pelindung Pernafasan dan Mulut (Masker)
e. Sarung Tangan Keselamatan (Safety Gloves);
f. Sepatu Keselamatan (Safety Shoes);
g. Rompi Keselamatan (Safety Vest);
C. PEKERJAAN STRUKTUR BETON
1. Pondasi Telapak
Galian Tanah Biasa
- Untuk timbunan bekas galian pondasi, digunakan tanah bekas galian pondasi. Untuk
timbunan bawah lantai digunakan tanah dan pasir urugan harus bersih dari kotoran-
kotoran dan akar-akar kayu, serta sampah lainnya.
- Galian pondasi dilaksanakan setelah bouwplank dengan penandaan sumbu ke sumbu selesai
diperiksa.
- Galian tanah dilaksanakan harus mencapai kedalaman yang telah direncanakan sesuai
dengan gambar rencana.
- Galian dilakukan secara manual dengan menggunakan cangkul dan alat bantu lainnya.
- Setelah mencapai elevasi yang ditentukan pekerjaan dilanjutkan dengan pemancangan
gelam dan penimbunan dan pemadatan.
Pekerjaan Cerucuk Kayu Galam
- Material galam yang digunakan adalah yang lurus dan mempunyai diameter antara 8 s/d
10 cm dan panjang 3.8 m.
- Dalam memancang galam menggunakan tenaga manual dengan dibantu dengan beberapa
pekerja untuk memegang dan memindahkan kayu galam agar jarak antar kayu gelam dapat
lebih akurat sesuai dengan jarak yang telah ditentukan.
- Apabila dalam pemancangan terjadi patah sebelum panjang @ 3.8 m, masuk seluruhnya
maka harus dicabut dan diganti dengan yang baru.
- Jarak antara titik pancang satu dengan yang lain adalah 20 cm s/d 25 cm (seperti dalam
gambar rencana).
Urugan Pasir
- Material pasir diangkut menggunakan dump truck, dan ditempatkan (ditumpuk) pada posisi
yang sudah ditentukan serta aman dan tidak mengganggu akses operasional pekerjaan.
- Penambahan pasir urug dilakukan setelah pekerjaan pancang cerucuk galam selesai.
- Tebal pasir urug harus sesuai dengan gambar kerja.
- Pasir dihampar dengan bantuan tenaga pekerja.
- Penambahan pasir urug dilakukan sebagai landasan cor beton pada pekerjaan lantai kerja.
Lantai Kerja
- Persiapan material kerja, antara lain : semen PC, pasir, split dan air.
- Persiapan alat bantu kerja, antara lain : concrete mixer, meteran, waterpass, cangkul, talang
cor, ember, sendok semen, raskam, benang, selang air, dll.
- Pengukuran untuk menentukan leveling lantai kerja.
- Untuk lantai kerja dibawah pondasi dibuat dengan ketebalan sesuai rencana.
- Buat adukan untuk lantai kerja dengan campuran adukan 1PC : 3Psr : 5Krl
- Pastikan bahwa lokasi yang akan dipasang lantai kerja sudah terdapat urugan pasir dengan
ketebalan yang sesuai rencana dan telah diratakan.
- Bersihkan lokasi yang akan dipasang lantai kerja dari sampah atau kotoran.
- Tuangkan adukan lantai kerja ke area melalui talang cor atau ember.
- Adukan lantai kerja diratakan dengan menggunakan cangkul maupun sendok
adukan/raskam hingga ketinggian yang telah ditentukan.
Pembesian
- Perakitan penulangan, dengan melakukan pengukuran dan pemotongan besi sesuai ukuran
yang ada pada gambar kerja. Perakitan tulangan dilakukan di luar tempat pengecoran di
lokasi proyek agar setelah dirakit dapat langsung dipasang. Besi yang dipakai untuk proyek
ini mutu dan diameter (spesifikasi) disesuaikan dengan gambar kerja. Merakit satu per satu
bentuk dari tipe tulangan pondasi dengan kawat pengikat agar kokoh dan tulangan tidak
terlepas.
- Setelah merakit tulangan pondasi telapak/footplat, maka untuk pemasangan tulangan
dilakukan dengan cara manual karena tulangan untuk pondasi setempat ini tidak terlalu
berat dan kedalaman pondasi ini juga tidak terlalu dalam.
Bekisting Pondasi
- Pemasangan bekisting dilaksanakan sebelum pengecoran dimulai, pembuatan bekisting
dilakukan di area lokasi pekerjaan.
- Bekisting menggunakan bahan dari kayu bekisting kelas III dan perkuatan balok kayu 5/7,
bekisting dibuat kuat dan kokoh untuk menghindari kebocoran.
- Sebelum menempatkan besi wajib ditambahkan beton decking yang akan menjadi selimut
beton, tebal beton decking sesuai dengan gambar rencana
Beton K-225
- Mutu beton yang digunakan yaitu K-225
- Pelaksanaan pengecoran harus sesuai dengan komposisi K-225 atau berdasarkan JMF (Job
Mix Formula) yang telah disetujui.
- Bahan-bahan adukan dimasukan ke dalam molen (concrete mixer) dengan urutan: pertama
masukan pasir, kedua semen PC, ketiga batu split dan biarkan tercampur kering dahulu dan
baru kemudian ditambahkan air secukupnya.
- Setelah adukan benar-benar tercampur sempurna kurang lebih selama 4-10 menit tabung
mollen (mixer) dibalikan dan tuangkan ke dalam kotak spesi/ember.
- Hasil dari pengecoran dimasukkan/dituangkan ke dalam lubang galian tanah yang sudah
diletakan tulangan dengan bantuan alat sendok spesi dan dilakukan bertahap sedikit demi
sedikit atau diratakan dan dipadatkan dengan vibrator agar tidak ada ruangan yang kosong
dan kerikil/split yang berukuran kecil sampai yang besar dapat masuk kecelah-celah
tulangan.
- Setelah melakukan pengecoran, metoda yang mudah digunakan untuk curing/perawatan
beton dalam hal ini adalah penyiraman langsung dengan air bersih secara rutin.
- Setelah selesai masa pemeliharaan beton dan bekistingnya telah dibongkar, maka akan
dilakukan pengurugan kembali dengan tanah bekas galian serta disisakan beberapa cm
untuk sambungan kolom.
2. Kolom Neut
- Setelah Pondasi tapak selesai dilanjutkan pembesian yang akan dijadikan sebagai kolom neut.
- besi untuk kolom neut harus mengikat pada pondasi telapak, tujuannya agar pondasi dan
kolom neut dapat menyatu, sehingga pondasi menjadi kuat.
- Tinggi dan lebar kolom neut menyesuaikan dengan gambar rencana.
- Pengecoran kolom neut dilakukan ketika pondasi telapak sudah memenuhi umur dari beton,
atau sudah cukup kuat.
- Neut kolom beton bertulang, neut kolom yang digunakan berukuran 25/25 cm mengunakan
tulangan pokok Ø 10 mm sebanyak 4 batang, sedangkan tulangan begel Ø 8 mm dengan
jarak 15 cm
- Tulangan harus bersih dari karat, minyak, gemuk dan lain – lain yang dapat mengurangi
daya lekatan terhadap beton Tulangan harus dibentuk / dibengkokan sesuai dengan bentuk
dan ukuran pada gambar detail dan dijamin tidak akan berubah kedudukannya pada saat
dilakukan pengecoran, kolom neut dicor dengan mutu beton K-225.
3. Sloof
- Menyiapkan Papan Bekisting, Besi Beton, dan Job Mix Design dan Job Mix Formula untuk
pekerjaan sloof.
- Setelah komponen bekisting dan besi serta celah bekisting dirapatkan dan mendapatkan
persetujuan dari direksi, maka dilakukanlah pengecoran beton sesuai dengan jenis beton
yang diinginkan. Untuk hasil pengecoran merata harus dibantu dengan menggunakan alat
concreate vibrator.
- Setelah perlengkapan disiapkan, bisa dilaksanakan perakitan besi. Perakitan besi dilakukan
diarea kerja sesuai dengan gambar rencana.
- Sebelum pemasangan besi dilaksanakan, agar dipasang terlebih dahulu beton decking,
tujuan di pasang beton decking ini untuk menjaga selimut beton agar tidak berubah atau
bergeser besi dan beton selama proses pengecoran.
- Pemasangan bekisting dilaksanakan setelah pembesian selesai.
- Perlu adanya pemasangan pipa support pada bekisting yang bertujuan untuk menjaga
bekisting agar tetap horizontal dan untuk mendapatkan hasil yang sempurna maka bekisting
tidak boleh miring atau goyang pada saat pengecoran.
- Pada saat pengecoran perlu adanya concrete vibrator agar dapat meminimalisir rongga
udara yang terjebak di dalam beton dan membuat konstruksi jadi lebih kokoh.
4. Kolom Beton
- Persiapan material, peralatan dan tenaga kerja.
- Pengukuran dan penentuan as kolom, Titik-titik dari as kolom diperoleh dari hasil
pengukuran dan pematokan. Hal ini disesuaikan dengan gambar yang telah direncanakan.
- Setelah perlengkapan disiapkan, bisa dilaksanakan perakitan besi. Perakitan besi dilakukan
diarea kerja sesuai dengan gambar rencana.
- Kolom beton bertulang berukuran 18/18 cm mengunakan tulangan pokok Ø 10 mm
sebanyak 4 batang, sedangkan tulangan begel Ø 8 mm dengan jarak 15 cm
- Pemasangan bekisting kolom dilaksanakan apabila pelaksanaan pembesian tulangan telah
selesai dilaksanakan.
- Bekisting menggunakan bahan dari kayu bekisting kelas III dan perkuatan balok kayu 5/7,
bekisting dibuat kuat dan kokoh untuk menghindari kebocoran.
- Perlu adanya memberi pelumas pada bekisting agar ketika proses pembongkaran bekisting,
bekisting tidak lengket dengan beton.
- Pada pemasangan bekisting perlu ada nya kayu tambahan agar beton pada kolom tidak
berubah posisi
- Sebelum dilaksanakan pengecoran, kolom yang akan dicor harus benar-benar bersih dari
kotoran agar tidak membahayakan konstruksi dan menghindari kerusakan beton.
- Penuangan beton dilakukan secara bertahap, hal ini dilakukan untuk menghindari
terjadinya segregasi yaitu pemisahan agregat yang dapat mengurangi mutu beton. Selama
proses pengecoran berlangsung, pemadatan beotn menggunakan vibrator. Hal tersebut
dilakukan untuk menghilangkan rongga-rongga udara serta untuk mencapai pemadatan
yang maksimal.
- Setelah kolom mencapai umur nya, bekisting bisa dilepas, bekisting dibongkar dengan hati-
hati agar tidak merusak beton.
- Setelah dilaksanakan pengecoran, maka untuk menjaga agar mutu beton tetap terjaga
dilakukan perawatan beton. Perawatan beton yang dilakukan adalah dengan
menyiram/membasahi beton 2 kali sehari selama 1 minggu.
- Mutu beton yang digunakan yaitu K-225
- Pelaksanaan pengecoran harus sesuai dengan komposisi K-225 atau berdasarkan JMF (Job
Mix Formula) yang telah disetujui.
5. Ring Balok 10/15
- Persiapan material, peralatan dan tenaga kerja.
- Pengukuran dan penentuan perletakan ring balok, hal ini disesuaikan dengan gambar yang
telah direncanakan.
- Setelah perlengkapan disiapkan, bisa dilaksanakan perakitan besi. Perakitan besi dilakukan
diarea kerja sesuai dengan gambar rencana.
- Kolom beton bertulang berukuran 12/17 cm mengunakan tulangan pokok Ø 10 mm
sebanyak 4 batang, sedangkan tulangan begel Ø 8 mm dengan jarak 15 cm
- Pemasangan bekisting ring balok dilaksanakan apabila pelaksanaan pembesian tulangan
telah selesai dilaksanakan.
- Bekisting menggunakan bahan dari kayu bekisting kelas III dan perkuatan balok kayu 5/7,
bekisting dibuat kuat dan kokoh untuk menghindari kebocoran.
- Perlu adanya memberi pelumas pada bekisting agar ketika proses pembongkaran bekisting,
bekisting tidak lengket dengan beton.
- Bekisting diberikan skoor dari kayu reng 3/4 sebagai penguat tekanan saat coran
dituangkan, antar skoor diberi jarak sekitar 30cm dengan skoor lainnya.
- Pemasangan skoor dapat menggunakan paku sebagai perekatnya, kemudian paku dipakukan
dengan menggunakan palu.
- Sebelum dilaksanakan pengecoran, ring balok yang akan dicor harus benar-benar bersih
dari kotoran agar tidak membahayakan konstruksi dan menghindari kerusakan beton.
- Penuangan beton dilakukan secara bertahap, hal ini dilakukan untuk menghindari
terjadinya segregasi yaitu pemisahan agregat yang dapat mengurangi mutu beton. Selama
proses pengecoran berlangsung, pemadatan beotn menggunakan vibrator. Hal tersebut
dilakukan untuk menghilangkan rongga-rongga udara serta untuk mencapai pemadatan
yang maksimal.
- Setelah ring balok mencapai umur nya, bekisting bisa dilepas, bekisting dibongkar dengan
hati-hati agar tidak merusak beton.
- Setelah dilaksanakan pengecoran, maka untuk menjaga agar mutu beton tetap terjaga
dilakukan perawatan beton. Perawatan beton yang dilakukan adalah dengan
menyiram/membasahi beton 2 kali sehari selama 1 minggu.
- Pengecoran beton dilakukan menggunakan mutu beton K225 dengan komposisi 1 Pc : 2 Ps :
3 Krl.
- Pelaksanaan pengecoran harus sesuai dengan komposisi K-225 atau berdasarkan JMF (Job
Mix Formula) yang telah disetujui.
D. PEKERJAAN LANTAI
1. Penimbunan Tanah Urug Lantai
- Setelah dilakukan pekerjaan pondasi dilanjutkan dengan pekerjaan penimbunan,
penghamparan dan pemadatan.
- Penimbunan tanah dilakukan untuk meninggikan elevasi permukaan lantai
- Penimbunan tanah urug dilakukan secara manual dengan bantuan pekerja
- Tinggi urugan tanah disesuaikan dengan gambar rencana.
- Kadar air optimum yang terdapat pada tanah urug tidak lebih dari 2 %, apabila kadar air
optimum ≥ 2 % maka tanah akan susah dipadatkan
- Pemadatan dilakukan dengan menggunakan stamper dengan 2 x pemadatan, 1 x pemadatan
dengan tebal 20 cm dan 1 x pemadatan dengan tebal 14 cm
- Setelah pemadatan selesai dilakukan, perlu dilakukan pengujian tes pit untuk melihat tebal
urugan tanah apakah sudah sesuai dengan rencana.
2. Urugan Pasir
- Material pasir diangkut menggunakan dump truck, dan ditempatkan (ditumpuk) pada posisi
yang sudah ditentukan serta aman dan tidak mengganggu akses operasional pekerjaan.
- Penambahan pasir urug dilakukan setelah pekerjaan pemadatan tanah urug selesai.
- Tebal pasir urug harus sesuai dengan gambar kerja.
- Pasir dihampar dengan bantuan tenaga pekerja.
- Penambahan pasir urug dilakukan sebagai landasan cor beton pada pekerjaan lantai.
3. Pengecoran Lantai Beton K-100
- Persiapan material kerja, antara lain : semen PC, pasir, split dan air.
- Persiapan alat bantu kerja, antara lain : concrete mixer, meteran, waterpass, cangkul, talang
cor, ember, sendok semen, raskam, benang, selang air, dll.
- Semua alat kerja diperiksa kelayakan pakai baik secara rutin ataupun sebelum pengecoran.
- Untuk kondisi pengecoran pada malam hari, penerangan harus sudah disiapkan dilokasi cor.
- Untuk mengantisipasi turunnya hujan tenda harus sudah dipasang sebelum pengecoran
dengan mengarahkan jatuhnya air hujan di luar area yang dicor agar tidak merusak beton
yang baru dituang.
- Buat adukan untuk lantai kerja dengan campuran adukan 1PC : 2Psr : 3Krl
- Pastikan bahwa lokasi yang akan dilaksanakan pengecoran sudah terdapat urugan pasir
dengan ketebalan yang sesuai rencana dan telah diratakan.
- Tuangkan adukan lantai beton ke area melalui talang cor atau ember.
- Setelah adukan dituang, lantai diratakan dengan alat bantu lainnya.
- Untuk balok dan lantai, karena area yang dicor cukup luas, dan permukaan yang terbuka,
setelah didapat area yang cukup luas dan beton sudah mengeras (setting time terpenuhi)
curing sudah harus dilakukan dengan menyemprotkan dengan alat penyemprot air langsung
kepermukaan beton.
4. Pemasangan Keramik 60 x 60 Polished dan Unpolished
- Bahan yang digunakan meupakan jenis keramik permukaan halus (polished)
- Sebelum pemasangan keramik, keramik perlu di basahi air di permukaan kasar agar spesi
dan keramik bisa menyatu dengan baik
- Sebelum pemasangan keramik pada permukaan lantai yang di cor di beri spesi untuk
merekatkan antara keramik dengan lantai cor
- Pada saat pemasangan keramik, keramik dipukul perlahan dengan palu karet, tujuannya
agar spesi di bawah keramik bisa mengisi celah di bawah keramik
- Ketika ada rongga di bawah keramik, maka keramik akan cepat retak dan pecah.
- Setelah pemasangan keramik selesai, maka kontraktor perlu mengisi celah – celah keramik,
pemasangan nat keramik juga berfungsi sebagai penghalang agar serangga maupun cacing
tidak muncul pada sela – sela keramik.
- Untuk pasangan dinding keramik pada kamar mandi, dilakukan penambahan spesi dengan
tebal 1 cm dengan keramik polished.
- Untuk lantai keramik pada kamar mandi menggunakan keramik unpolished, ukuran
keramik mengacu pada gambar.
- Setelah pasangan keramik selesai, sisa semen yang menempel pada permukaan lantai harus
dibersihkan.
5. Pemasangan Keramik 25 x 25 Unpolished
- Bahan yang digunakan meupakan jenis keramik permukaan kasar (unpolished)
- Sebelum pemasangan keramik, keramik perlu di basahi air di permukaan kasar agar spesi
dan keramik bisa menyatu dengan baik
- Sebelum pemasangan keramik pada permukaan lantai yang di cor di beri spesi untuk
merekatkan antara keramik dengan lantai cor
- Pada saat pemasangan keramik, keramik dipukul perlahan dengan palu karet, tujuannya
agar spesi di bawah keramik bisa mengisi celah di bawah keramik
- Ketika ada rongga di bawah keramik, maka keramik akan cepat retak dan pecah.
- Setelah pemasangan keramik selesai, maka kontraktor perlu mengisi celah – celah keramik,
pemasangan nat keramik juga berfungsi sebagai penghalang agar serangga maupun cacing
tidak muncul pada sela – sela keramik.
- Untuk pasangan dinding keramik pada kamar mandi, dilakukan penambahan spesi dengan
tebal 1 cm dengan keramik polished.
- Untuk lantai keramik pada kamar mandi menggunakan keramik unpolished, ukuran
keramik mengacu pada gambar.
- Setelah pasangan keramik selesai, sisa semen yang menempel pada permukaan lantai harus
dibersihkan.
6. Pemasangan Keramik 25 x 40 Dinding
- Bahan yang digunakan meupakan jenis keramik permukaan halus (polished)
- Sebelum pemasangan keramik, keramik perlu di basahi air di permukaan kasar agar spesi
dan keramik bisa menyatu dengan baik
- Sebelum pemasangan keramik pada permukaan dinding bata di beri spesi untuk merekatkan
antara keramik dengan lantai cor
- Pada saat pemasangan keramik, keramik dipukul perlahan dengan palu karet, tujuannya
agar spesi di bawah keramik bisa mengisi celah di bawah keramik
- Ketika ada rongga di bawah keramik, maka keramik akan cepat retak dan pecah.
- Setelah pemasangan keramik selesai, maka kontraktor perlu mengisi celah – celah keramik,
pemasangan nat keramik juga berfungsi sebagai penghalang agar serangga maupun cacing
tidak muncul pada sela – sela keramik.
- Untuk pasangan dinding keramik pada kamar mandi, dilakukan penambahan spesi dengan
tebal 1 cm dengan keramik polished.
- Setelah pasangan keramik selesai, sisa semen yang menempel pada permukaan lantai harus
dibersihkan.
7. Pasangan Bata Merah Tebal 1/2 Bata
- Persiapan Peralatan dan material
- Pengukuran dan pemasangan benang sesuai ukuran pada gambar rencana.
- Bata merah direndam dulu (sampai gelembung udaranya hilang) sebelum dipakai untuk
mengurangi penyerapan air.
- Memasang bata merah pada jalur marking serta jalur benang acuan yang telah dipasang
pada profil kayu pada ujung jalur dinding lapis demi lapis sampai setinggi 1 m dengan
menggunakan adukan 1 pc : 4ps
- Pada pelaksanaannya, adukan semen pasir tersebut diaplikasikan secara merata ke
permukaan bata merah.
- Kemudian bata merah disusun di atas adukan mortar tersebut sambil terus diperiksa kerataan
pasangannya. Kemudian bata merah dipukul perlahan sampai mencapai elevasi yang
diinginkan.
E. PEKERJAAN DINDING
1. Pasangan Rolag Bata Merah Tebal 1 Bata
- Persiapan Peralatan dan material
- Pengukuran dan pemasangan benang sesuai ukuran pada gambar rencana.
- Melakukan pencampuran semen dan pasir dengan perbandingan 1: 4 dan menambahkan
air secukupnya
- Mengambil spesi menggunakan sendok spesi kemudian meletakkannya pada balok / Sloof
- Menyusun bata penyanggah untuk membantu dalam penyusunan Rollag
- Mulai menyusun Rollag dengan rapi.
- Mengecek kedataran dengan menggunakan waterpass
- Setelah pemasangan Rollag selesai melanjutkan pemasangan bata di samping kiri dan kanan
rollag datar.
- Melanjutkan pemasangan dinding bata diatasnya.
2. Pasangan Bata Merah Tebal 1/2 Bata
- Persiapan Peralatan dan material
- Pengukuran dan pemasangan benang sesuai ukuran pada gambar rencana.
- Bata merah direndam dulu (sampai gelembung udaranya hilang) sebelum dipakai untuk
mengurangi penyerapan air.
- Memasang bata merah pada jalur marking serta jalur benang acuan yang telah dipasang
pada profil kayu pada ujung jalur dinding lapis demi lapis sampai setinggi 1 m dengan
menggunakan adukan 1 pc : 4ps
- Pada pelaksanaannya, adukan semen pasir tersebut diaplikasikan secara merata ke
permukaan bata merah.
- Kemudian bata merah disusun di atas adukan mortar tersebut sambil terus diperiksa kerataan
pasangannya. Kemudian bata merah dipukul perlahan sampai mencapai elevasi yang
diinginkan.
3. Plesteran Dinding
- Setelah pasangan dinding telah kering, maka bisa di lanjutkan proses plesteran pada dinding
- Sebelum plesteran dikerjakan, basahi permukaan pasangan dinding batako hingga jenuh air
- Pekerjaan plesteran harus tepat pada sudut sikunya serta harus tegak lurus
- Campuran untuk plesteran yang digunakan adalah 1 PC : 4 PS
- Dinding batako kemudian di plester dengan ketebalan 15 mm,
- Buat kepalaan plesteran dengan jarak sekitar 1 m dan lebar 5 cm sebagai acuan plesteran
dengan alat bantu unting – unting untuk loting dan waterpass
- Kemudian di ratakan permukaan yang telah diplester dengan alat jidar sampai permukaan
rata sesuai dengan ketebalan yang dingiinkan.
- Gunakan alat waterpass untuk mengecek plesteran agar plesteran tegak lurus.
- Kemudian plester permukaan dinding mengikuti acuan yang telah dibuat.
- Setelah plester dinding selesai, lakukan perawatan / curing dengan cara dibasahi permukaan
plesteran dengan air.
4. Acian Dinding
- Setelah plesteran dinding kering, maka bisa dilanjutkan proses pengacian dinding
- Basahi permukaan dinding yang telah diplester dengan air, agar acian menempel dan tidak
mengelupas.
- Setelah permukaan dibasahi dengan air di beri lapisan acian
- Campuran acian terdiri dari semen dan air
- Campuran acian tidak boleh terlalu kental ataupun terlalu encer, campuran yang bagus
adalah campuran yang bertekstur seperti pasta.
- Tebal pada acian dinding berkisar 1 – 3 mm atau sesuai dengan gambar kerja.
- Ratakan permukaan plesteran yang sudah di beri acian.
- Untuk mendapatkan hasil yang bagus, sebelum kering gosok permukaan acian
menggunakan busa / spon.
F. PEKERJAAN PINTU & JENDALA
1. Pekerjaan Kusen, Pintu, Jendela, Kaca dan Accessoris
- Pada pekerjaan pintu baru dan kusen kayu yang digunakan adalah kayu kelas I dan ukuran
yang digunakan menyesuaikan pada gambar perencanaan.
- Untuk pekerjaan jendela baru dan kusen kayu menggunakan kayu Kelas I
- Siapkan alat dan materi secukupnya di daerah yang kondusif dan gampang dijangkau.
- Pengajaun jenis material materi yang dipakai kepada direksi.
- Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal kusen terhadap as bouwplank untuk
memilih kedudukan kusen.
- Pasang angkur pada kusen secukupnya.
- Dirikan kusen dan tentukan tinggi kedudukan kusen pintu.
- Setel kedudukan kusen pintu sehingga bangun tegak dengan memakai unting-unting.
- Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan kokoh.
- Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur sehingga kedudukan menjadi kokoh.
- Cek kembali kedudukan kusen pintu, apakah sudah sesuai pada tempatnya, ketinggian dan
ketegakan dari kusen.
- Bersihkan daerah sekelilingnya
- Kaca bening tebal 5 mm dipasang pada kusen dan daun jendela pada saat pabrikasi
pengerjaan jendela
- Pada pekerjaan accessoris kusen ini yang dimaksud adalah pelengkap pintu dan jendela
termasuk handle pintu dll.
G. PEKERJAAN ATAP
1. Pemasangan Rangka Atap Baja Ringan
- Menyiapkan gambar rencana atap dan perletakkan kuda- kuda, dan tidak diperkenankan
menggunakan gambar draft sebagai panduan.
- Menyiapkan semua peralatan perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja, dan
memperhatikan petunjuk tentang persyaratan melaksanakan pekerjaan di atas ketinggian
(lihat belahan keselamatan kerja).
- Menyiapkan semua perlengkapan untuk pemasangan kuda-kuda, antara lain: bor dan
hexagonal socket, meteran, selang air (waterpass), alat penyiku, mesin pemotong, gergaji
besi, palu, dan sebagainya.
- Memastikan seluruh permukaan atas ring balok dalam keadaan rata dan siku, dengan
menggunakan selang air (waterpass) dan penyiku sebagai alat bantu.
- Memastikan bahwa rangkaian ring balok telah mengikat semua belahan bangunan dan
tersambung secara benar (monolith) dengan kolom yang ada di bawahnya.
- Memberi tanda posisi perletakan kuda-kuda (truss), sesuai dengan gambar rencana atap.
Mengukur jarak antar kuda-kuda.
- Mengangkat kuda-kuda secara hati-hati, biar tidak mengakibatkan kerusakan pada
rangkaian kuda-kuda yang telah selesai dirakit .
- Memastikan posisi kiri dan kanan (L-R) kuda-kuda tidak terbalik. Sisi kanan dan kiri kuda-
kuda sanggup ditentukan dengan teladan posisi dikala pekerja melihat kuda-kuda, dengan
lisan web sanggup dilihat oleh pekerja. Bagian di sebelah kiri pekerja disebut sisi kiri,
sedangkan yang berada di sebelah kanannya ialah sisi kanan.
- Mengontrol posisi berdirinya kuda-kuda biar tegak lurus dengan ringbalok menggunakan
benang dan lot (unting-unting)
- Mengencangkan kuda-kuda dengan plat L (L bracket), dengan menggunakan 4 buah screw
12 – 14 x 20 HEX.
- Mengencangkan plat L dengan ring balok menggunakan dynabolt, dan menambahkan balok
penopang sementara, biar posisi kuda-kuda tidak berubah.
- Mengulangi langkah ke-1 hingga ke-6 untuk mendirikan semua kuda-kuda, sesuai dengan
posisinya dalam gambar kerja.
- Memeriksa ulang jarak antar kuda-kuda dari as ke as (maksimum 1,2 meter).
- Memeriksa kedataran (leveling) semua puncak kuda-kuda (Apex), dan memastikan garis
nok mempunyai ketinggian yang sama (datar).
- Memasang bracing (pengikat) sebagai perkuatan, bila bekerja beban angin. Bracing
dipasang di atas top-chord dan di bawah reng.
- Memasang Reng Baja Ringan dengan Profil Reng, dipasang diatas Kuda-kuda Baja Ringan,
dengan jarak pemasangan diadaptasi dengan Jenis Atap Penutup yang hendak dipakai.
2. Penutup Atap Galvalum Gelombang
- Menyiapkan gambar rencana atap dan perletakkan reng baja ringan, dan tidak
diperkenankan menggunakan gambar draft sebagai panduan.
- Penutup atap menggunakan atap Galvalum Gelombang berpasir.
- Bubungan atap menggunakan tipe standar dan dipasang setelah penutup atap selesai.
- Material yang digunakan untuk pekerjaan listplank menggunakan bahan semen fiber merk
Nusawood plank.
- Sisi miring atap rata (tidak bergelombang).
- Seluruh metode pemasangan harus sesuai dengan petunjuk produk yang digunakan dan
diperlihatkan dalam shop drawing.
- Pemasangan lembaran galvalum, nok, dan komponen lain yang diperlukan sesuai instruksi
produk.
- Pemasangan atap galvalum beserta detail seperti pekerjaan penutup sudut, pengakhiran
pada punggung gelombang, pengakhiran tepi harus mengikuti petunjuk dari produk yang
digunakan sehingga terjamin dari kebocoran.
H. PEKERJAAN UTILITAS
Pekerjaan Utilitas
- Persiapan peralatan, bahan dan tenaga ahli pekerjaan elektrikal.
- Pada pekerjaan instalasi titik lampu, stok kontak, pemasangan MCB dan saklar mengacu
pada gambar perencanaan, untuk lampu yang digunakan yaitu 19 watt dan 7 watt dengan
merk Phillip.
- Kabel vertical ditanam pada dinding dengan perlindungan pipa conduit yang mana pipa
conduit ditanam dalam dinding sebelum pekerjaan plesteran, supaya tidak mudah berubah
ketika dinding diplester.
- Kabel horizontal diletakan ditray yang tergantung pada plat lantai atau dengan pipa conduit
nyang diklem ke plat lantai dengan jarak 1m.
- Pekerjaan conduit saklar, stop kotak dan panel dikerjakan sebelum plesteran dan acian
dikerjakan agar ada koordinasi antara pekerjaan ME dan finishing jadi halus rapih.
- Perkerjaan pemasangan fitting dan armature menunggu kabel dites ketahanannya agar tidak
terjadi bongkar pasang.
- Pekerjaan pemasangan fitting, lampu serta komponen lainnya membutuhkan koordinasi
antara pekerjaan ME dan pekerjaan plafon.
- Untuk komponen elektrikal yang tidak dipasangkan di plafon dapat dilakukan dengan
persetujuan direksi.
- Penyambungan sparingan akan dilakukan serapih mungkin dan apabila ada pekerjaan
sparingan yang tertinggal akan dilakukan pekerjaan coring.
- Panel utama dan panel pembagi listrik dipasang pada dinding yang telah ditentukan rata dan
tidak miring.
- Semua pasangan instalasi listrik memiliki arde utama pada panel yang berhubungan dengan
Swicth grounding system.
- Pemasangan arde / grounding sistem harus memenuhi spesifikasi teknis yang diaturkan.
- Semua kabel yang masuk ke dalam panel harus diberi tanda sesuai kegunaannya dan lubang
dilindungi karet agar debu tidak dapat masuk. Kabel dia 16mm2 harus diberi sepatu kabel
pada panel.
- Pada pintu bagian dalam dari pada setiap panel dibuatkan diagram instalasinya termasuk
daya cadangan yang sudah direncanakan, serta pada komponen MCB di buat notasi/tanda.
- Tes ketahanan kabel sebesar 2 ohm dan grounding serta fitting dan armature selam -/+ 1 x
24 jam
- Pada pekerjaan instalasi air bersih menggunakan pipa uk. 3/4” dan 1/2 ‘’. Untuk air kotor
menggunakan pipa uk. 2’’ dan pipa uk. 4’’ yang mengacu pada gambar yang telah disetujui.
- Pemasangan closet duduk, kran air bahan stainless, bak air bahan PVC dan floor drain bahan
stainless mengikuti gambar rencana yang telah disetujui.
I. PEKERJAAN PLAFOND
Pekerjaan Plafond
- Sebelum memasang rangka plafond terlebih dahulu pekerjaan instalasi listrik terpasang,
- Pembuatan rangka plafond menggunakan material besi hollow galvalum
- Jarak rangka plafond harus sesuai dengan gambar rencana yang telah disetujui oleh direksi.
- Tentukan elevasi plavond dan buat garis sipatan pada dinding & as sumbu ruangan
- Pasang rangka tepi (steel hollow) dan wall angle profil L/ moulding profil W sebagai list tepi
tepat pada sipatan
- Tentukan jarak penempatan kait penggantung
- Pasang benang untuk pedoman penentuan titik paku penggantung untuk menjamin
kelurusan
- Pasang paku kait dan rod/penggantung
- Dilanjutkan dengan memasang rangka plafond, lakukan juga pengecekan kedataran posisi
rangka dengan waterpass. Rangka hollow tulangan utama menggunakan ukuran 4×4
sedangkan untuk tumpuan plafon rangka hollow ukuran 4×2. Setiap rangka diikat dengan
menggunakan screw # 1/8 dengan menggunakan bor / obeng.
- Jarak pemasangan tulangan utama (hollow 4×4) dan tulangan tumpuan (hollow 2×4) harus
sesuai spesifikasi.
- Pasang plafon pvc secara perlahan dan sekrup antara plafon dengan rangka plafon
- Cek kerapihan dan kerataan bidang plafond
- Pasang list plafon pvc setelah plafond terpasang, pada pemasangan sudut list plafon usahan
dipotong secara rapi.
J. PEKERJAAN MENARA AIR BETON
1. Pondasi Telapak
Galian Tanah Biasa
- Untuk timbunan bekas galian pondasi, digunakan tanah bekas galian pondasi. Untuk
timbunan bawah lantai digunakan tanah dan pasir urugan harus bersih dari kotoran-
kotoran dan akar-akar kayu, serta sampah lainnya.
- Galian pondasi dilaksanakan setelah bouwplank dengan penandaan sumbu ke sumbu selesai
diperiksa.
- Galian tanah dilaksanakan harus mencapai kedalaman yang telah direncanakan sesuai
dengan gambar rencana.
- Galian dilakukan secara manual dengan menggunakan cangkul dan alat bantu lainnya.
- Setelah mencapai elevasi yang ditentukan pekerjaan dilanjutkan dengan pemancangan
gelam dan penimbunan dan pemadatan.
Pekerjaan Cerucuk Kayu Galam
- Material galam yang digunakan adalah yang lurus dan mempunyai diameter antara 8 s/d
10 cm dan panjang 3.8 m.
- Dalam memancang galam menggunakan tenaga manual dengan dibantu dengan beberapa
pekerja untuk memegang dan memindahkan kayu galam agar jarak antar kayu gelam dapat
lebih akurat sesuai dengan jarak yang telah ditentukan.
- Apabila dalam pemancangan terjadi patah sebelum panjang @ 3.8 m, masuk seluruhnya
maka harus dicabut dan diganti dengan yang baru.
- Jarak antara titik pancang satu dengan yang lain adalah 20 cm s/d 25 cm (seperti dalam
gambar rencana).
Urugan Pasir
- Material pasir diangkut menggunakan dump truck, dan ditempatkan (ditumpuk) pada posisi
yang sudah ditentukan serta aman dan tidak mengganggu akses operasional pekerjaan.
- Penambahan pasir urug dilakukan setelah pekerjaan pancang cerucuk galam selesai.
- Tebal pasir urug harus sesuai dengan gambar kerja.
- Pasir dihampar dengan bantuan tenaga pekerja.
- Penambahan pasir urug dilakukan sebagai landasan cor beton pada pekerjaan lantai kerja.
Lantai Kerja
- Persiapan material kerja, antara lain : semen PC, pasir, split dan air.
- Persiapan alat bantu kerja, antara lain : concrete mixer, meteran, waterpass, cangkul, talang
cor, ember, sendok semen, raskam, benang, selang air, dll.
- Pengukuran untuk menentukan leveling lantai kerja.
- Untuk lantai kerja dibawah pondasi dibuat dengan ketebalan sesuai rencana.
- Buat adukan untuk lantai kerja dengan campuran adukan 1PC : 3Psr : 5Krl
- Pastikan bahwa lokasi yang akan dipasang lantai kerja sudah terdapat urugan pasir dengan
ketebalan yang sesuai rencana dan telah diratakan.
- Bersihkan lokasi yang akan dipasang lantai kerja dari sampah atau kotoran.
- Tuangkan adukan lantai kerja ke area melalui talang cor atau ember.
- Adukan lantai kerja diratakan dengan menggunakan cangkul maupun sendok
adukan/raskam hingga ketinggian yang telah ditentukan.
Pembesian
- Perakitan penulangan, dengan melakukan pengukuran dan pemotongan besi sesuai ukuran
yang ada pada gambar kerja. Perakitan tulangan dilakukan di luar tempat pengecoran di
lokasi proyek agar setelah dirakit dapat langsung dipasang. Besi yang dipakai untuk proyek
ini mutu dan diameter (spesifikasi) disesuaikan dengan gambar kerja. Merakit satu per satu
bentuk dari tipe tulangan pondasi dengan kawat pengikat agar kokoh dan tulangan tidak
terlepas.
- Setelah merakit tulangan pondasi telapak/footplat, maka untuk pemasangan tulangan
dilakukan dengan cara manual karena tulangan untuk pondasi setempat ini tidak terlalu
berat dan kedalaman pondasi ini juga tidak terlalu dalam.
Bekisting Pondasi
- Pemasangan bekisting dilaksanakan sebelum pengecoran dimulai, pembuatan bekisting
dilakukan di area lokasi pekerjaan.
- Bekisting menggunakan bahan dari kayu bekisting kelas III dan perkuatan balok kayu 5/7,
bekisting dibuat kuat dan kokoh untuk menghindari kebocoran.
- Sebelum menempatkan besi wajib ditambahkan beton decking yang akan menjadi selimut
beton, tebal beton decking sesuai dengan gambar rencana
Beton K-225
- Mutu beton yang digunakan yaitu K-225
- Pelaksanaan pengecoran harus sesuai dengan komposisi K-225 atau berdasarkan JMF (Job
Mix Formula) yang telah disetujui.
- Bahan-bahan adukan dimasukan ke dalam molen (concrete mixer) dengan urutan: pertama
masukan pasir, kedua semen PC, ketiga batu split dan biarkan tercampur kering dahulu dan
baru kemudian ditambahkan air secukupnya.
- Setelah adukan benar-benar tercampur sempurna kurang lebih selama 4-10 menit tabung
mollen (mixer) dibalikan dan tuangkan ke dalam kotak spesi/ember.
- Hasil dari pengecoran dimasukkan/dituangkan ke dalam lubang galian tanah yang sudah
diletakan tulangan dengan bantuan alat sendok spesi dan dilakukan bertahap sedikit demi
sedikit atau diratakan dan dipadatkan dengan vibrator agar tidak ada ruangan yang kosong
dan kerikil/split yang berukuran kecil sampai yang besar dapat masuk kecelah-celah
tulangan.
- Setelah melakukan pengecoran, metoda yang mudah digunakan untuk curing/perawatan
beton dalam hal ini adalah penyiraman langsung dengan air bersih secara rutin.
- Setelah selesai masa pemeliharaan beton dan bekistingnya telah dibongkar, maka akan
dilakukan pengurugan kembali dengan tanah bekas galian serta disisakan beberapa cm
untuk sambungan kolom.
2. Sloof
- Menyiapkan Papan Bekisting, Besi Beton, dan Job Mix Design dan Job Mix Formula untuk
pekerjaan sloof.
- Setelah komponen bekisting dan besi serta celah bekisting dirapatkan dan mendapatkan
persetujuan dari direksi, maka dilakukanlah pengecoran beton sesuai dengan jenis beton
yang diinginkan. Untuk hasil pengecoran merata harus dibantu dengan menggunakan alat
concreate vibrator.
- Setelah perlengkapan disiapkan, bisa dilaksanakan perakitan besi. Perakitan besi dilakukan
diarea kerja sesuai dengan gambar rencana.
- Sebelum pemasangan besi dilaksanakan, agar dipasang terlebih dahulu beton decking,
tujuan di pasang beton decking ini untuk menjaga selimut beton agar tidak berubah atau
bergeser besi dan beton selama proses pengecoran.
- Pemasangan bekisting dilaksanakan setelah pembesian selesai.
- Perlu adanya pemasangan pipa support pada bekisting yang bertujuan untuk menjaga
bekisting agar tetap horizontal dan untuk mendapatkan hasil yang sempurna maka bekisting
tidak boleh miring atau goyang pada saat pengecoran.
- Pada saat pengecoran perlu adanya concrete vibrator agar dapat meminimalisir rongga
udara yang terjebak di dalam beton dan membuat konstruksi jadi lebih kokoh.
3. Kolom Beton
- Persiapan material, peralatan dan tenaga kerja.
- Pengukuran dan penentuan as kolom, Titik-titik dari as kolom diperoleh dari hasil
pengukuran dan pematokan. Hal ini disesuaikan dengan gambar yang telah direncanakan.
- Setelah perlengkapan disiapkan, bisa dilaksanakan perakitan besi. Perakitan besi dilakukan
diarea kerja sesuai dengan gambar rencana.
- Kolom beton bertulang berukuran 18/18 cm mengunakan tulangan pokok Ø 10 mm
sebanyak 4 batang, sedangkan tulangan begel Ø 8 mm dengan jarak 15 cm
- Pemasangan bekisting kolom dilaksanakan apabila pelaksanaan pembesian tulangan telah
selesai dilaksanakan.
- Bekisting menggunakan bahan dari kayu bekisting kelas III dan perkuatan balok kayu 5/7,
bekisting dibuat kuat dan kokoh untuk menghindari kebocoran.
- Perlu adanya memberi pelumas pada bekisting agar ketika proses pembongkaran bekisting,
bekisting tidak lengket dengan beton.
- Pada pemasangan bekisting perlu ada nya kayu tambahan agar beton pada kolom tidak
berubah posisi
- Sebelum dilaksanakan pengecoran, kolom yang akan dicor harus benar-benar bersih dari
kotoran agar tidak membahayakan konstruksi dan menghindari kerusakan beton.
- Penuangan beton dilakukan secara bertahap, hal ini dilakukan untuk menghindari
terjadinya segregasi yaitu pemisahan agregat yang dapat mengurangi mutu beton. Selama
proses pengecoran berlangsung, pemadatan beotn menggunakan vibrator. Hal tersebut
dilakukan untuk menghilangkan rongga-rongga udara serta untuk mencapai pemadatan
yang maksimal.
- Setelah kolom mencapai umur nya, bekisting bisa dilepas, bekisting dibongkar dengan hati-
hati agar tidak merusak beton.
- Setelah dilaksanakan pengecoran, maka untuk menjaga agar mutu beton tetap terjaga
dilakukan perawatan beton. Perawatan beton yang dilakukan adalah dengan
menyiram/membasahi beton 2 kali sehari selama 1 minggu.
- Mutu beton yang digunakan yaitu K-225
- Pelaksanaan pengecoran harus sesuai dengan komposisi K-225 atau berdasarkan JMF (Job
Mix Formula) yang telah disetujui.
4. Plat Lantai
- Kontraktor menyiapkan bekisting untuk pekerjaan plat lantai.
- Pembesian plat lantai dilakukan diatas bekisting.
- Scaffolding disiapkan untuk menopang bekisting pada balok dan lantai
- Agar beton tidak menempel pada bekisting disarankan mengolesi oli / minyak bekisting
- Pengecekan perlu dilakukan untuk memastikan bahwa bekisting siap digunakan
- Selanjutnya dilakukan pembesian plat lantai.
- Penggunakan alat concrete vibrator perlu untuk mencegah terbentuknya rongga – rongga
udara.
- Pembongkaran bekisting bisa dilaksanakan ketika beton sudah mencapai umur atau minimal
21 hari setelah pengecoran
- Selanjutnya dilakukan perawatan pada beton.
- Memakai APD Lengkap (Helm, Rompi, Safety Shoes / Booth Safety)
- Tangki air yang digunakan berkapasitas 1200 L
K. PEKERJAAN SEPTICTANK & SUMUR RESAPAN
1. Pasang Bio Septictank Kap. 1000 ltr + Perlengkapan
- Pemasangan Bioseptictank kapasitas. 1000 ltr + perlengkapan nya mengacu pada gambar
kerja.
- Sumur resapan untuk air kotor dengan material buis beton diameter 90 cm 3 susun +
penutup mengikuti arahan dari pelaksana lapangan atau sesuai dengan gambar rencana.
Lapisan Di dalam sumur resapan terdiri dari lapisan ijuk, batu koral 1 /2 cm, 2 / 3 cm,
dan pasir, sesuai gambar rencana.
L. PEKERJAAN LAINNYA
1. Pemasangan ACP
- Perakitan rangka untuk ACP dilakukan dilokasi pekerjaan, rangka ACP tediri dari besi
hollow dan besi plat.
- Setelah pembuatan rangka baja selesai, pemasangan ACP bisa dilakukan
- ACP di skrup menggunakan Bor elektrik
- Setelah pemasangan ACP selesai, maka celah ACP di beri Sealent Silikon untuk
merekatkan ACP.
2. Ornamen Krawangan Bahan GRC ebal 3,5 cm
- Perlengkapan untuk memasang GRC harus sudah siap termasuk scaffolding dan alat
bantu manual lainnya, termasuk GRC nya.
- Setelah perlengkapan disiapkan, pihak kontraktor harus mengecek penempatan posisi
GRC agar tidak ada kesalahan.
- Krawangan GRC dinaikkan / ditempatkan sesuai dengan posisi yang sudah di tentukan
dengan stailing dengan bantuan tali tambang.
- Setelah Krawangan GRC ditempatkan diposisi, pihak kontraktor harus mengecek tingka
kelurusan dengan bantuan lot gantung.
- Setelah pemasangan selesai, maka dilakukan finishing terhadap Krawangan GRC
3. Tulisan Huruf Timbul dengan Akrilik & Neon Box Akrilik
- Dinding perlu dilubangi agar kabel bisa masuk ke dalam untuk lampu LED
- Setting ukuran jarak setiap huruf akrilik
- Aplikasikan tulisan huruf timbul akrilik di dinding
- Pasang dudukan lampu LED yang disekrup pada dinding
- Pemasangan Lampu Neon Box Akrilik dengan tukang yang berpengalaman.
4. Pasangan Batu Alam
- Bahan penutup yang digunakan merupakan jenis batu alam
- Sebelum pemasangan, batu alam perlu dibasahi air di permukaan kasar agar spesi dan
batu alam bisa menyatu dengan baik
- Sebelum pemasangan batu alam pada permukaan dinding bata di beri spesi untuk
merekatkan antara batu alam dengan lantai cor
- Pada saat pemasangan, batu alam dipukul perlahan dengan palu karet, tujuannya agar
spesi di bawah batu alam bisa mengisi celah di bawah keramik
- Setelah pemasangan batu alam selesai, maka kontraktor perlu mengisi celah – celah batu
alam, pemasangan nat batu alam juga berfungsi sebagai penghalang agar serangga
maupun cacing tidak muncul pada sela – sela batu alam.
- Setelah pasangan batu alam selesai, sisa semen yang menempel pada permukaan lantai
harus dibersihkan.
M. PEKERJAAN SALURAN
Pada pekerjaan saluran ini pertama – tama lakukan pengukuran, pasang bouwplank dan
pasang benang agar pekerjaan saluran itu lurus dan sesuai ukuran. Kemudian lakukan galian
tanah dan pengecoran lantai kerja saluran dengan mutu beton K-100. Setelah itu pekerjaan
pasangan 1/2 bata merah dengan campuran 1 pasir 4 semen. Lakukan pekerjaan plesteran
dan acian sebagai finishing akhir kemudian pasang grill saluran dari bahan besi. Dimensi
pekerjaan saluran sesuai gambar rencana.
N. PEKERJAAN PENGECATAN
1. Pengecatan Dinding
Dalam pengecatan dinding meliputi pengecatan dinding interior dan eksterior (dinding
luar). Metode pelaksanaan pekerjaan nya antara lain :
- Siapkan bahan, alat dan tenaga kerja, pengecatan dinding menggunakan cat Vinilex
- Buat request pekerjaan dan diajukan kepada Konsultan Pengawas.
- Gosok permukaan cat lama, untuk cat dinding baru bisa diaplikasikan dengan
membersihkan permukaannya terlebih dahulu
- Bahan – bahan yang terdapat diruangan bersihkan terlebih dahulu agar proses
pengecatan dapat berjalan dengan lancar.
- Untuk dinding yang retak / kurang rata harus di sekrap terlebih dahulu baru dapat
diplamir, untuk bagian dinding depan menggunakan sealer.
- Haluskan permukaan yang di plamur / sealer dengan menggunakan amplas.
- Aduk cat sesuai dengan petunjuk dari pabrik
- Lakukan pengecatan dasar dengan alat rol pada bidang yang luas dan dengan kuas
untuk bidang yang sempit.
- Jika cat dasar sudah kering, maka bisa dilanjutkan dengan pengecatan ulang dan
dilanjutkan sampai finish dan hasilnya merata.
- Setelah cat dasar selesai baru cat finishing agar hasil nya bisa maksimal.
2. Pengecatan Kayu
- Pengecatan kayu ini meliputi pekerjaan kusen pintu, jendela dan listplank
- Bersihkan permukaan kayu dengan amplas dan bersihkan sisa debu yang ada pada
kayu
- Campur cat dengan cairan perlarut.
- Lakukan pengecatan dengan cat dasar kayu yang diencerkan dengan thinner. cat
dasar berguna untuk melapisi permukaan kayu agar plamur kayu menempel dengan
baik dan menyatu.
- Penyapuan cat dilakukan searah serat kayu dengan menggunakan kuas.
- Setelah itu tutup cat dasar dengan menggunakan plamur kayu tujuannya agar pori –
pori dapat tertutup.
- Permukaan kayu yang sudah di plamur, kemudian di amplas dengan amplas sedang,
pekerjaan ini dilaksanakan setelah lapisan plamur kayu benar – benar kering.
- Setelah lapisan plamur di amplas, lakukan pengecatan ulang dengan dengan
komposisi lebih encer
- Tahap terakhir pengecatan dengan cat finishing 2 lapis, pengecatan finishing ini bisa
dilakukan setelah cat dasar benar – benar kering.
IV. PERSYARATAN KUALIFIKASI PENYEDIA
a. Persyaratan administrasi/Legalitas
Memenuhi kentetuan peeraturan perundang-undangan untuk menjalankan kegiatan/usaha
:
1. Memiliki sertifikat Nomor Induk Berusaha (NIB) KBLI 41015 dengan Subklasifikasi
BG008 (19/14) jasa peleksana konstruksi bangunan Kesehatan atau BG005 (6/21)
konstruksi Gedung Kesehatan;
2. Memiliki NPWP dan telah memenuhi kewajiban pelaporan perpajakan/SPT Tahun
2023;
3. Memiliki akta pendirian perusahaan dan akta perubahan perusahaan (apabila ada
perubahan);
4. Menyetujui pernyataan pakta integritas;
5. Menyetujui surat pernyataan peserta.
b. Persyaratan kualifikasi
1. Memiliki pengalaman paling kurang 1 (satu) pekerjaan konstruksi dalam kurun waktu
4 (empat) tahun terakhir, baik di lingkungan pemerintah maupun swasta termasuk
pengalaman subkontrak;
2. Memenuhi Sisa Kemampuan Paket (SKP) dengan perhitungan;
3. Untuk kualifikasi Usaha Kecil yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun:
(1) Dalam hal Penyedia belum memiliki pengalaman, ketentuan huruf a) dikecualikan
untuk pengadaan dengan nilai paket sampai dengan paling banyak Rp.
2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah).
(2) Harus mempunyai 1 (satu) pengalaman pada bidang yang sama, untuk pengadaan
dengan nilai paket pekerjaan paling sedikit di atas Rp. 2.500.000.000,00 (dua miliar
lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp. 15.000.000.000,00 (lima
belas miliar rupiah).
V. GAMBAR RENCANA KERJA
Gambar Rencana Kerja yang dipergunakan adalah gambar yang terlampir dalam Dokumen
Pengadaan/Kontrak.
VI. SPESIFIKASI BAHAN
Seluruh bahan yang dipakai untuk pelaksanaan pekerjaan ini harus sesuai dengan ketentuan
yang tercantum dalam Spesifikasi Teknis, dan harus mengutamakan penggunaan bahan,
peralatan dan jasa produksi dalam negeri.
VII. JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN
1. Jadwal pelaksanaan pekerjaan yang dipakai sebagai pedoman adalah jadwal yang telah
disesuaikan dengan tanggal terbitnya Surat Perintah Mulai Kerja.
2. Pelaksanaan pekerjaan selama 140 ( Seratus empat puluh ) hari kalender terhitung dari
tanggal mulai kerja sesuai dengan SPMK.
VIII. PERALATAN DAN PERSONIL
Peralatan dan personil yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan pekerjaan dan harus
disediakan penyedia jasa adalah sesuai dengan persyaratan peralatan dan personil yang telah
ditentukan. Peralatan yang dibutuhkan untuk menunjang pelaksanaan pekerjaan dan harus
disediakan penyedia jasa adalah:
a. DAFTAR KEBUTUHAN ALAT MINIMAL
No. Jenis Kapasitas Jumlah Keterangan
Peralatan
Kondisi
1. Concrete 0,3–0,6 1 unit Kondisi
Mixer M3 Baik
2. Pick Up 1,25 ton 1 unit Kondisi
Baik
3. Stamper 5,5 PH 1 unit Kondisi
Baik
4. Concrete Vibrator 5.000 1 unit Kondisi
vpm/ 80 Baik
hz
b. KETENTUAN ALAT
Dalam hal penyediaan alat, Penyedia wajib mengikuti ketentuan – ketentua sebagai berikut:
1. Semua alat dalam kondisi baik dan dapat berfungsi dengan baik dan maksimal dalam
proses pelaksanaan.
2. Alat diprioritaskan milik sendiri, tetapi masih diperbolehkan untuk memakai alat sewa
dengan ketentuan wajib melampirkan Bukti sewa alat yang di pergunakan
3. Dalam hal ini penyedia harus wajib dan bersedia menyiapkan bukti kepemilikan/bukti
sewa alat, dan pada saat pra kontrak / pre award meeting apabila PA/KPA/PPK
meminta klarifikasi alat, penyedia dapat menunjukan alat tersebut dan dapat
membuktikan kebenaran status peralatan tersebut.
4. Pada saat pelaksanaan dilapangan, penyedia wajib melaksanakan pekerjaan
menggunakan alat yang telah ditawarkan sesuai jenis pekerjaannya, PA/KPA/PPK atau
yang mewakili dan konsultan Pengawas berhak untuk meminta pekerjaan dihentikan
apabila pelaksanaan tidak memakai alat sesuai dengan standart yang telah disepakati
atau memakai alat dengan kondisi dibawah standart dalam daftar peralatan minimum.
5. Apabila terjadi kerusakan alat dan pekerjaan belum selesai, penyedia harus melaporkan
kepada PA/KPA/PPK/Direksi pengawas terkait penggantian alat. Dan kerusakan alat
ditanggung oleh penyedia.
6. Apabila ada penggantian alat akibat rusak, alat pengganti harus sesuai dengan daftar
setandart minimum yang dipersyaratkan.
7. Dalam hal ini penyedia diperbolehkan memakai alat dengan kapasitas diatas standart
minimum spesifikasi dan performa lebih bagus sepanjang tidak menimbulkan
dampak negatif terhadap pelaksanaan pekerjaan dan tidak ada penambahan biaya
dalam hal penggantian alat.
c. DAFTAR KEBUTUHAN PERSONIL MANAJERIAL
*) Untuk pekerjaan konstruksi (Pengadaan Langsung/Tender) dengan klasifikasi usaha kecil
Kontraktor wajib menyediakan personil sesuai:
No Posisi / Jabatan Kualifikasi Jml. Pengalaman
. Org.
1. Pelaksana : SKT Pelaksana Lapangan
- Pelaksana Pekerjaan Gedung TS052/
1 2 Tahun
Bangunan SKT Pelaksana Bangunan
Gedung/Pekerjaan Gedung TS051 atau SKK
Gedung Pelaksana Pekerjaan
Gedung Jenjang 4 (empat).
2. Sertifikat Pelatihan K3 1 0 Tahun
- Petugas K3
Konstruksi
URAIAN PEKERJAAN
Pelaksana Pelaksana Bangunan Gedung/Pekerjaan Gedung adalah seorang pelaksana
Lapangan Pekerjaan Gedung atau Pelaksana Pekerjaan Bangunan Gedung
yang bertugas sebagai Pelaksana Lapangan.
Tugas Pelaksana Lapangan antara lain:
• bertanggung jawab langsung kepada PPK dan direktur perusahaan
• bertugas di lapangan menyusun laporan kemajuan pekerjaan
pemeliharaan
• bertugas melaksanakan eksekusi pekerjaan fisik dilapangan, termasuk
di dalamnya memastikan ketersediaan logistik material, tenaga kerja,
proses kerja dan keamanan pelaksanaan proyek.
• Pelaksana wajib hadir dilapangan selama proyek pekerjaan berlangsung.
• Pelaksana bangunan gedung wajib mengerti dan memahami kualitas
serta kuantitas pelaksanaan pekerjaan.
Petugas K3 Di dalam organisasi Pengguna Jasa dan/atau Organisasi Penyedia Jasa yang
telah mengikuti pelatihan / sosialisasi K3 Konstruksi.
Tugas Petugas K3 Konstruksi antara lain:
• Menerapkan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang dan
terkait K3 Konstruksi
• Mengelola program K3
• Mengevaluasi prosedur dan instruksi kerja penerapan ketentuan K3
• Melakukan sosialisasi, penerapan dan pengawasan pelaksanaan
program, prosedur kerja dan instruksi kerja K3
• Mengelola laporan penerapan SMK3 dan pedoman teknis K3 konstruksi
• Mengelola penanganan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja serta
keadaan darurat.