| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0028094464711000 | Rp 3,852,735,611 | - | |
| 0028845428712000 | Rp 3,994,800,000 | - | |
| 0941591661711000 | Rp 4,100,000,032 | - | |
PT Bumi Batara Sakti | 09*2**5****04**0 | - | - |
| 0020508891706000 | Rp 3,349,524,800 | Badan Usaha tidak melampirkan pengalaman pekerjaan konstruksi dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir | |
| 0628548059713000 | - | - | |
| 0663160968712000 | - | - | |
| 0656586559712000 | - | - | |
| 0017668039712000 | - | - | |
| 0727752701712000 | - | - | |
| 0315694687701000 | - | - | |
| 0025493990713000 | - | - | |
| 0021110630712000 | - | - | |
| 0902460922711000 | - | - | |
| 0628332066711000 | - | - | |
| 0939047056713000 | - | - | |
CV Chezii Jaya Mandiri | 06*5**9****11**0 | - | - |
| 0398602698711000 | - | - | |
| 0028096402711000 | - | - | |
| 0728588484713000 | - | - | |
| 0743324386712000 | - | - | |
Trijaya Permana | 00*7**7****12**0 | - | - |
| 0926257130711000 | - | - | |
| 0028848547712000 | - | - | |
CV Putra Perkasa Mentaya | 06*6**1****12**0 | - | - |
CV Kubu Raya Sejahtera | 00*7**5****01**0 | - | - |
| 0851552778712000 | - | - | |
| 0625196514711000 | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN KONSTRUKSI
I. NAMA PEKERJAAN : REHAB GEDUNG KANTOR PUSKESMAS BAPINANG
II. LOKASI PEKERJAAN : Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur
III. URAIAN PEKERJAAN : Metode Pelaksanaan
Metode Pelaksanaan Pekerjaan ini wajib dilaksanakan berdasarkan Spesifikasi Teknis
Rehab Gedung Kantor Puskesmas Bapinang. Metode pelaksanaan dibuat dengan sasaran hasil
akhir pekerjaan akan sesuai dengan apa yang tertulis didalam dokumen kontrak dan dapat
dipertanggung jawabkan yaitu:
a. Tepat waktu
b. Tepat kuantitas, dan
c. Tepat kualitas (mutu);
yang kami uraikan sebagai berikut:
1. NAMA DAN TEMPAT PEKERJAAN
Pekerjaan : Rehab Gedung Kantor Puskesmas Bapinang
Tahun Anggaran : 2024
Lokasi : Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur
2. LINGKUP PEKERJAAN
Secara Rekapitulasi, lingkup pekerjaan adalah sebagai berikut:
A. PEKERJAAN PENDAHULUAN
I. PEKERJAAN PERSIAPAN & PEMBERSIHAN
B. PEKERJAAN UTAMA
II. PEKERJAAN TANAH, PONDASI DAN STRUKTUR
III. PEKERJAAN PASANGAN DINDING
IV. PEKERJAAN PENUTUP LANTAI
V. PEKERJAAN KUSEN PINTU DAN JENDELA
VI. PEKERJAAN TOILET DAN PLUMBING
VII. PEKERJAAN PLAFOND
VIII. PEKERJAAN PENGECATAN
IX. PEKERJAAN ELEKTRIKAL
X. PEKERJAAN ATAP
XI. PEKERJAAN LAIN – LAIN
URAIAN METODE PELAKSANAAN
Tahap pelaksanaan merupakan tahapan untuk mewujudkan setiap rencana yang dibuat oleh pihak
perencana. Pelaksanaan pekerjaan merupakan tahap yang sangat penting dan membutuhkan
pengaturan serta pengawasan pekerjaan yang baik sehingga diperoleh hasil yang baik, tepat pada
waktunya, dan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya.
Tahap pelaksanaan pekerjaan merupakan tahap yang menentukan berhasil tidaknya suatu proyek,
oleh karena itu perlu dipersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknis pekerjaan,
rencana kerja, serta tenaga pelaksana khususnya tenaga ahli yang profesional yang dapat mengatur
pekerjaan dengan baik serta dapat mengambil keputusan-keputusan mengenai masalah-masalah
yang ditemui di lapangan.
Dalam pelaksanaan fisik suatu proyek bisa saja timbul masalah-masalah yang tidak terduga dan tidak
dapat diatasi oleh satu pihak saja. Untuk itulah diperlukan adanya rapat koordinasi untuk
memecahkan dan menyelesaikan masalah bersama-sama. Dalam rapat koordinasi dihadiri oleh:
• Konsultan Pengawas
• Koordinator dan para pelaksana
• Pihak pemilik (owner) jika diperlukan
• Pihak perencana jika diperlukan
Hal-hal yang dibahas dan diselesaikan dalam rapat koordinasi meliputi:
• Kemajuan (progress) pekerjaan di lapangan
• Masalah-masalah dan solusinya menyangkut pelaksanaan di lapangan
• Realisasi pelaksanaan pekerjaan yang telah dicapai dibandingkan dengan time schedule yang
telah direncanakan
• Masalah administrasi yang menyangkut kelengkapan dokumen kontrak
• Sasaran yang akan dicapai untuk jangka waktu ke depan
Dalam tahap pelaksanaan, semua pelaksanaan pekerjaan di lapangan mengikuti rencana yang telah
dibuat oleh pihak perencana. Antara lain gambar rencana dan segala detailnya, jenis material, dan
dokumen lainnya. Tahap selanjutnya kontraktor mengerjakan shop drawing sebagai gambar
pelaksanaan dengan ruang lingkup serta detail yang lebih sempit kemudian untuk tahap akhir
kontraktor membuat as built drawing sebagai gambar akhir sesuai dengan yang ada di lapangan
yang digunakan sebagai laporan akhir.
MATERIAL
Didalam pelaksanaan suatu proyek, diperlukan adanya pengelolaan bahan dan peralatan yang baik
untuk menunjang kelancaran pekerjaan. Penyimpangan terhadap bahan-bahan bangunan perlu
mendapat perhatian khusus mengingat adanya bahan-bahan bangunan yang sangat peka terhadap
kondisi lingkungan, seperti semen dan juga baja tulangan yang peka terhadap pengaruh air dan
udara sekitar. Pengaturan dan penyimpangan bahan-bahan dan peralatan dalam proyek menjadi
tanggung jawab bagian logistik dan gudang.
Mengingat rencana pekerjaan Proyek Pembangunan yang dibatasi oleh waktu, diusahakan
penempatan material yang tepat dan seefisien mungkin sehingga dapat mempercepat dan
mempermudah pekerjaan. Di samping itu, penempatan material yang baik dan tertata rapi akan
mendukung efektifitas kerja dan keselamatan kerja.
1. Pasir (Agregat Halus)
Pasir digunakan untuk pekerjaan non struktural seperti pekerjaan pembuatan lantai kerja, plesteran,
dan digunakan untuk campuran adukan beton yang dikerjakan di lapangan. Agregat halus yang
digunakan sebagai bahan pengisi pada proyek ini harus memenuhi beberapa syarat berikut:
• Butiran – butiran pasir kasar, tajam dan keras, harus bersifat kekal ( tidak hancur karena
pengaruh cuaca ).
• Pasir terdiri dari butir – butir yang beraneka ragam.
• Pasir tidak boleh mengandung zat organik terlalu banyak.
• Pasir laut tidak boleh digunakan di dalam semua mutu beton, kecuali dengan menggunakan
petunjuk – petunjuk dari lembaga pemeriksaan bahan – bahan yang diakui.
• Mendapat persetujuan dari pengawas lapangan.
2. Agregat Kasar
Agregat kasar berupa butir – butir yang beraneka ragam besarnya dan apabila diayak harus
memenuhi kriteria sisa di atas ayakan 31,5 mm harus 0 % berat, sisa di atas ayakan 4 mm harus
berkisar antara 90 % sampai 98 % berat dan selisih antara sisa – sisa kumulatif di atas dua ayakan
yang berurutan adalah maksimum 60 % dan minimum 10 % berat.
Adapun syarat – syarat dari agregat kasar adalah sebagai berikut:
• Agregat kasar untuk beton dapat berupa kerikil sebagai hasil desintegrasi alami dari batuan
– batuan atau berupa batu pecah yang diperoleh dari pemecahan batu.
• Agregat kasar harus terdiri dari butir – butir yang keras dan tidak berpori.
• Agregat kasar tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 1 %.
• Agregat kasar tidak boleh mengandung mengandung zat – zat yang dapat merusak beton.
3. Semen
Semen digunakan sebagai bahan pengikat dalam pekerjaan konstruksi, antara lain digunakan untuk
pekerjaan pasangan lantai, beton rabat, kolom praktis, dll. Dalam proyek ini digunakan Semen Gresik
/ Holcim yang telah disetujui oleh pengawas. Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan
persediaan semen:
• Sebelum diangkut ke lapangan untuk digunakan, semen harus dijaga agar tidak lembab.
• Dalam pengangkutan semen harus terlindung dari hujan dan zak (kantong) asli dari
pabriknya dalam keadaan tertutup rapat.
• Tinggi tumpukan maksimum tidak lebih dari 2 m atau maksimal 10 zak. Hal ini untuk
menghindari rusaknya semen yang berada pada tumpukan yang paling bawah akibat beban
yang berat dalam waktu yang cukup lama sebelum digunakan sebagai bahan bangunan.
• Karena penimbunan semen dalam waktu yang lama juga akan mempengaruhi mutu semen,
maka diperlukan adanya pengaturan penggunaan semen secara teliti. Sehingga dalam hal ini
semen lama harus dipergunakan terlebih dahulu.
4. Air
Air untuk pembuatan dan perawatan beton tidak boleh mengandung minyak, asam, alkali, garam –
garam, bahan – bahan organis atau bahan – bahan lain yang merusak beton dan baja tulangan.
Dalam hal ini sebaiknya dipakai air bersih yang dapat diminum. Bilamana mungkin menggunakan
air PDAM.
Gambar. bahan campuran beton
D. Kendali mutu
Pengendalian mutu dalam suatu proyek merupakan hal yang penting, sebab akan menentukan
kualitas dari hasil pelaksanaan apakah telah sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.
Tinjauan pengendalian dalam proyek yang harus diperhatikan adalah: pengendalian mutu bahan
dan peralatan, pengendalian tenaga kerja, pengendalian waktu, teknis, biaya serta pengendalian
kesehatan keselamatan kerja (K3).
Pengendalian Mutu Bahan
Kualitas bahan dalam pekerjaan sangat menentukan untuk bisa mencapai ketentuan dalam
spesifikasi yang telah direncanakan, sehingga pengendalian mutu bahan sangatlah penting akan
keberhasilan pembangunan dalam suatu proyek.
Standard yang ditetapkan oleh konsultan perencana untuk standard mutu bahan dalam
pembangunan Gedung Puskesmas Bapinang, menggunakan dari American Concrete Institute (ACI),
American Standard for Testing and Material (ASTM), Standard Nasional Indonesia (SNI).
1. Agregat
Untuk agregat yang akan digunakan untuk bahan beton dari pihak kontraktor akan dilakukan
uji lab apakah memenuhi syarat atau tidak dan dari pihak pelaksana akan meminta hasil tes
tersebut. Jika dilakukan secara kasat mata, untuk mengetahui pasir tersebut bagus dengan cara
menggenggam jika menggumpal berarti pasir tersebut tidak bagus.
2. Semen Portland
Pada semen porland butiran-butiran tidak boleh mengumpal keras, untuk penyimpanannya
tidak boleh dalam keadaan lembab untuk lebih menjaga semen tetap baik maka diberi bantalan
kayu sebagai tempat dibawahnya.
3. Besi
Merupakan material yang sangat penting dalam beton bertulang, sehingga perlu dijaga mutu dan
kualitasnya. Untuk mengetahui mutu besi baik maka harus memenuhi syarat-syarat sebagi berikut :
Bebas dari kotoran-kotoran, lapisan minyak, karat, dan tidak retak atau mengelupas.
• Mempunyai penampang yang sama rata.
• Ukuran disesuaikan dengan shop drawing.
• Akan dilakukan tensile test untuk sampel baja tulangan utama di Lab Uji Bahan milik DPUPR
setempat
Untuk tempat penyimpan sebaiknya diberi bantalan kayu dan tempat yang kering unruk
menghindari karat.
4. Beton
Untuk pengujian mutu beton dilakukan dengan cara slump tes untuk pengujian dilapangan dan uji
kuat tekan jika hasil slump sesuai spesifikasi. Untuk pengujian Crushing Test dilakukan oleh Lab.
Beton di Dinas Teknis setempat.
a. Uji Slump
Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui kadar air beton yang berhubungan dengan mutu beton.
Pengujian dengan menggunakan kerucut Abrams, sebagai berikut:
• Menyiapkan kerucut abrans dengan diameter atas 10 cm, bawah 20 cm dan tinggi 30 cm
yang diletakkan pada bidang datar namun tidak menyerap air.
• Adukan beton yang akan diuji dimasukkan dalam tiga lapis sambil ditusuk 25 kali dengan
tongkat baja agar adukan menjadi padat.
• Setelah kerucut dibuka, kemudian diukur pada 3 tempat kemudian diambil rata-rata
• Setelah kerucut dibuka, kemudian diukur pada 3 tempat kemudian diambil rata-rata
• Adukan beton yang tidak sesuai dengan nilai slump rencana akan direject.
• Uji Kuat Tekan (Crushing Test)
Tes uji kuat tekan ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton karakteristik (kuat tekan
maksimum yang dapat diterima oleh beton sampai beton mengalami kehancuran). Cara
pengujiannya:
• Menyiapkan silinder berdiameter 15cm dengan tinggi 30 cm, atau kubus bersisi 15cm, yang
telah diolesi pelumas pada bagian dalam.
• Kemudian adukan beton dimasukkan ke silinder dalam tiga lapis sambil ditusuk-tusuk
hingga 30 kali.
• Cetakan yang telah diberi kode itu kemudian didiamkan 24 jam dan direndam dalam air
(curing) selama 7 hari. Setelah itu barulah diuji dengan crushing test.
2. Pengendalian Mutu Peralatan
Perawatan akan peralatan merupakan hal yang penting untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
Peran mekanik akan sangat berguna untuk mencegah tertundanya pekerjaan akibat dari kerusakan
peralatan. Akan tetapi jika kerusakan sudah tidak dapat ditangani oleh para mekanik, maka peralatan
tersebut akan dikirim ke bengkel pusat.
Untuk menghindari penundaan waktu maka pelaksana harus mempunyai cadangan yang dapat
digunakan secara cepat seperti ketika pengecoran dilaksanakan, concrete pump yang digunakan
sebanyak 4 buah dengan ditambah 1 buah concrete pump dalam keadaan stanby.
3. Pengendalian Tenaga Kerja
Tenaga kerja dalam suatu proyek merupakan hal yang mutlak. Penempatan tenaga kerja yang sesuai
dengan jumlah dan kemampuannya dapat menunjang tercapainya efisiensi dalam suatu pekerjaan
proyek, oleh karena itu diperlukan suatu pengendalian mutu tenaga kerja. Pemilihan mandor untuk
melaksanakan pekerjaan secara borongan haruslah tepat. Maka tim pelaksana harus hati-hati dalam
pemilihan mandor, sebab akan menentukan mutu sekaligus ketepatan waktu selesai proyek.
Setiap tenaga kerja yang dibawa oleh para mandor haruslah sudah mempunyai pengalaman yang
sesuai dengan keahliannya, seperti pembesian, pembobokan, bekisting hingga pengecoran.
4. Pengendalian Waktu Pelaksanaan
Untuk menghindari adanya keterlambatan pelaksanaan maka perlunya pengendalian waktu yang
berdasarkan pada time schedule pekerjaan. Keterlambatan pekerjaan pada suatu proyek akan
berpengaruh pada cost. Maka untuk mempermudah pelaksaan dilapangan, manager sebaiknya
membuat schedule yang lebih sederhana akan tetapi tetap mengacu pada time schedule yang
dikeluarkan oleh engineering sebab tidak semua paham akan pembacaan master schedule. Agar
dapat berlangsung tepat waktu, maka time schedule digunakan sebagai kontrol untuk mengatur
tingkat prestasi pekerjaan dengan lamanya pelaksanaannya. Sehingga pekerjaan apa yang harus
dikerjakan lebih dahulu dan kapan harus dimulai dapat terjadwal dengan baik, sehingga
kemungkinan keterlambatan dapat diperkecil.
Manfaat dari time schedule antara lain:
• Sebagai pedoman kerja bagi pelaksana terutama menyangkut batasan waktu dan
pelaksanaan tiap pekerjaan yang dilaksanakan.
• Sebagai koordinasi bagi pimpinan proyek terhadap semua pelaksanaan pekerjaan.
• Sebagai tolak ukur kemajuan pekerjaan di setiap harinya, sehingga progress report setiap
waktu dapat dilihat.
• Sebagai evaluasi tahap akhir dari setiap pelaksanaan pekerjaan.
Setiap item pekerjaan pada time schedule mempunyai prosentase bobot sendiri-sendiri sedangkan
Time schedule menyatakan pembagian waktu terperinci untuk setiap jenis pekerjaan, mulai dari
permulaan sampai akhir pekerjaan sehingga kumulatif prosentase bobot pekerjaan ini akan
membentuk kurve S. Untuk kurva S terdiri dari kurva S rencana dan kurva S realisasi. Fungsi kurva
S adalah:
• Menentukan waktu penyelesaian tiap bagian pekerjaan proyek.
• Menentukan besarnya biaya pelaksanaan proyek.
• Mengetahui progress pekerjaan yang dihasilkan dilapangan dengan perencanaan, sehingga
dapat menjadi bahan evaluasi.
5. Pengendalian Teknis Pekerjaan
Pada pelaksanaana dilapangan biasanya akan mengalami problem pada item pekerjaaan tertentu.
Pengendalian Teknis Pekerjaan menunjukkan tahap untuk pengawasan dan kontrol terhadap kualitas
pekerjaan. Hal ini memerlukan suatu menajemen kualitas agar hasil pekerjaan dapat tercapai mutu
sesuai rencana proyek. Jika permasalahan yang dihadapi memerlukan perhitungan teknis maka
pihak engineering akan membuat metode repair yang kemudian akan diajukan terlebih dahulu
kepada konsultan perencana. Namun apabila problem yang dihadapi tidak memerlukan perhitungan
teknis seperti melendutnya bekisting, biasanya dari pihak pelaksana dan dibantu oleh konsultan
pengawas akan segera mencari pemecahannya.Dalam pengendalian mutu ini peran QC (Quality
Control) akan sangat berperan, QC akan mendampingi supervisor dalam pelaksanaan dilapangan.
Untuk pengendalian teknis memerlukan analisis permasalahan yang timbul dilapangan sesuai yang
diamati, begitu juga langkah yang akan diambil sebagai penyelesaian dari problem yang ada.
6. Progress Report
Pengendalian hasil pekerjaan di lapangan dimaksudkan untuk mengetahui perkembangan dan
permasalahan di proyek melalui laporan kemajuan dan koordinasi proyek. Laporan kemajuan proyek
dikerjakan secara berkala untuk mengetahui sejauh mana kemajuan dari proyek itu.
a. Laporan Harian
Laporan harian dibuat setiap hari secara tertulis oleh pihak pelaksana proyek dalam melakukan
tugasnya dan dalam mempertanggungjawabkan terhadap apa yang telah dilaksanakan serta untuk
mengetahui hasil kemajuan pekerjaannya apakah sesuai dengan rencana atau tidak. Laporan ini
dibuat untuk memberikan informasi bagi pengendali proyek dan pemberi tugas melalui direksi
tentang perkembangan proyek. Dengan adanya laporan harian ini, maka segala kegiatan proyek yang
dilakukan tiap hari dapat dipantau.
Laporan harian berisikan data – data antara lain:
1) Waktu dan jam kerja
2) Pekerjaan yang telah dilaksanakan maupun yang belum
3) Keadaan cuaca
4) Bahan – bahan yang masuk ke lapangan
5) Peralatan yang tersedia di lapangan
6) Jumlah tenaga kerja di lapangan
7) Hal – hal yang terjadi di lapangan
b. Laporan Mingguan
Laporan mingguan bertujuan untuk memperolah gambaran kemajuan pekerjaan yang telah dicapai
dalam satu minggu yang bersangkutan, disusun berdasarkan laporan harian selama satu minggu
tersebut. Laporan mingguan berisikan antara lain:
1) Jenis pekerjaan yang telah diselesaikan.
2) Volume dan prosentase pekerjaan dalam satu minggu itu.
3) Catatan – catatan lain yang diperlukan.
Prosentase pekerjaan yang telah dicapai sampai dengan minggu tersebut dapat diketahui dengan
memperhitungkan semua laporan mingguan yang telah dibuat, ditambah dengan bobot prestasi
pekerjaan yang telah diselesaikan pada minggu itu. Dari prosentase pekerjaan yang telah dicapai
pada minggu ini kemudian dibandingkan dengan prosentase pekerjaan yang telah dicapai pada
minggu yang bersangkutan, maka akan diketahui prosentase keterlambatan atau kemajuan yang
telah diperoleh. Laporan mingguan tidak dapat dipisahkan dengan time schedule pelaksanaan
pekerjaan yang telah disusun oleh pihak Kontraktor Utama dengan persetujuan Project Manager.
c. Laporan Bulanan
Laporan bulanan pada prinsipnya sama dengan laporan mingguan, yaitu untuk memberikan
gambaran tentang kemajuan proyek. Untuk tujuan itu dibuatlah rekapitulasi laporan mingguan
maupun laporan harian dengan dilengkapi foto – foto pelaksanaan pekerjaan selama bulan yang
bersangkutan. Laporan bulanan dilaporkan kepada Pemilik Proyek (Owner).
d. Rapat Koordinasi Bulanan
Rapat koordinasi bulanan diadakan dengan dihadiri oleh panitia pembangunan, Owner,
Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas dan Kontraktor Utama. Dalam rapat ini dibahas hal
– hal yang berhubungan dengan pelaksanaan serta masalah – masalah teknis yang timbul di
lokasi proyek dan perkembangan proyek yang sedang berjalan serta koordinasi masing – masing
unsur proyek yang terlibat langsung.
7. Pengendalian Biaya
Perlunya pengendalian biaya adalah untuk dapat mengetahui jumlah biaya dengan realisasi
pekerjaan. Fungsi dari pengendalian biaya agar dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) tidak
membengkak dalam pelaksanaannya. Jikapun adanya pembengkakan maka perlunya evaluasi biaya.
Salah satu penyebab terjadinya pembengkakan biaya adalah adanya kesalahan dalam pelaksanaan
dilapangan sehingga membutuhkan perbaikan yang tentu saja menambah biaya dari segi biaya
material maupun tenaga kerja, maka untuk menghindari adanya pembengkakan biaya yaitu dengan
cara melakukan pelaksanaan dilapangan dengan baik dan hati-hati.
Pengendalian biaya ini biasanya dilakukan dengan membuat rekapitulasi biaya yang telah
dikeluarkan. Setiap dilakukan pembelian material, bagian logistic mencatat jumlah material yang
dibeli dan besarnya biaya yang dikeluarkan. Sedangkan pengendalian biaya tenaga kerja dilakukan
dengan memeriksa daftar presensi pekerja selam satu minggu dan besarnya biaya yang dikeluarkan
untuk membayar gaji pekerja. Besar total biaya ini yang akan selalu dikontrol dan dievaluasi sebagai
pengendalian biaya. Selain itu, total biaya yang telah dikeluarkan ini juga dapat digunakan untuk
menyusun kurva-S realisasi dan untuk mengestimasi prosentase pekerjaan proyek yang telah dicapai.
8. Pengendalian K3
Jaminan keselamatan dan kesehatan kerja sangat diperlukan untuk melindungi para pekerja dari
segala kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Perlindungan tenaga kerja dalam suatu proyek
dimaksudkan agar tenaga kerja dapat bekerja dengan aman dalam melakukan pekerjaannya. Target
K3 sendiri adalah ‘zero accident’ selama pelakasanaan di lapangan sehingga perlunya penyusunan:
a. Safety Plan
Identifikasi bahaya kerja, dan penanggulangannya, rencana penempatan alat-alat
pengamanan seperti pagar pengaman, jarring pada tangga dan tepi bangunan, railing serta
rambu-rambu K3 serta rencana penempatan alat-alat kebakaran (tabung pemadam api), dan
lain-lain.
b. Security Plan
Prosedur keluar masuk bahan proyek, prosedur penerimaan tamu, identifikasi daerah rawan
di wilayah sekitar proyek, dan prosedur komunikasi di proyek.
c. House Keeping
lokasi penempatan dan jumlah toilet pekerja, tempat sementara penimbunan material bekas,
pengaturan kantor, jalan sementara, gudang, barak pekerja dan lain-lain.
Pada proyek Rehab Gedung Kantor Puskesmas Bapinang, hal – hal tentang kesejahteraan dan
keselamatan kerja sudah diperhatikan, yaitu dengan adanya alat – alat, perlengkapan, dan
fasilitas yang berhubungan dengan masalah kesejahteraan dan keselamatan kerja.
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
Sebelum memulai semua aktivitas pekerjaan pada proyek ini, pihak kontraktor membuat suatu alur
organisasi dan rencana kerja yang telah diatur sesuai kebutuhan pada saat pelaksanaan pekerjaan.
Kegiatan ini dilakukan supaya pada saat pelaksanaan tidak terjadi kebingungan apabila ada masalah
yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan.
A. PEKERJAAN PERSIAPAN
Sebelum melaksanakan pekerjaan persiapan pihak kontraktor melalui tenaga ahlinya melakukan
survey ulang pada site lokasi pekerjaan, ini dilakukan untuk membuat sebuah tatanan/alur site yang
dituangkan pada gambar shop drawing supaya pada saat pelaksanaan pekerjaan tidak
terjadi/mengurangi kemburadulan dan saling mengganggu aktivitas antara pelaksanaan pekerjaan
dan aktivitas disekitar proyek. Apabila gambar sudah dibuat maka dikonsultasikan dengan pihak
konsultan pengawas serta pihak-pihak terkait untuk mendapat persetujuan.
1. MOBILISASI PERALATAN DAN PERSONIL
Setelah penandatanganan Kontrak, peralatan dan personil lapangan akan segera didatangkan sesuai
dengan jadwal pekerjaan yang tercantum dalam time schedulle. Hal-hal yang berkaitan seperti:
• Lokasi penempatan alat
• Lokasi pendirian base camp / gudang / kantor lapangan
• Supply air bersih, dan sanitasi septic tank, resapan dll
• Sambungan listrik PLN, dan telepon / internet telkom
• Ijin-ijin dari otoritas setempat
• Ijin pengangkutan material dari dinas perhubungan dan satlantas
• Dan sebaginya
Akan dilaksanakan dengan koordinasi yang baik oleh kontraktor
2. PAPAN NAMA PROYEK
Papan nama proyek bertujuan untuk menginformasikan kepada masyarakat perihal pekerjaan yang
sedang dilaksanakan. Bahan yang digunakan untuk membuat papan nama proyek yaitu terdiri dari
papan atau besi plat tebal min. 0,5 cm dan berlapis vinyl/outdoor print dengan rangka pipa besi
berdiameter 1” dan didirikan tegak setinggi minimal 240 cm dengan warna untuk tulisan berwarna
hitam dengan dasar berwarna putih dan sebagai pondasi menggunakan coor beton yang ditanam
pada tanah sedalam 50 cm. Papan nama proyek diletakkan pada tempat yang mudah dilihat umum.
Papan nama proyek memuat:
• Nama Program
• Pemilik Kegiatan
• Harga Borongan
• Lokasi Pekerjaan
• Nama Konsultan Pengawas
• Nama Kontraktor Pelaksana
• Jangka Waktu Pelaksanaan
• Dan hal-hal yang dikira perlu
3. PENGUKURAN & BOWPLANK
Sebelum pelaksanaan pekerjaan, kontraktor pelaksana melakukan pengukuran ulang bersama
konsultan pengawas untuk menentukan titik ketinggian dan sudut bangunan. Pengukuran
menggunakan alat yang bisa dipertanggung jawabkan seperti theodolith, water pass dan alat ukur
lainnya. Pengukuran ulang di lapangan dapat digunakan sebagai acuan untuk membuat MC 0
apabila ada perbedaan antara perencanaan dengan kondisi lapangan. Pemasangan bouwplank harus
ditimbang air terlebih dahulu supaya dapat ditentukan ketinggian lantai. Pemasangan bouwplank
menggunakan papan kayu UK. 2/20 cm dengan tiang menggunakan balok kayu uk. 5/7 cm.
Pekerjaan pengukuran dan pemasangan bouwplank sesuai arahan konsultan pengawas.
4. PEKERJAAN PEMBUATAN GUDANG DAN BEDENG KERJA
Bangsal kerja berfungsi sebagai sarana dan prasarana pendukung dengan asumsi perhitungan
kebutuhan ruang dengan sirkulasinya per orang adalah 80-90 cm2. Adapun fungsi bangsal kerja
yang lain, antara lain:
• Bangsal kerja merupakan persyaratan wajib K3 pada setiap pelaksanaan pekerjaan proyek.
• Item-item pada bangsal kerja antara lain:
1. Bangsal kerja harus memiliki pintu minimal berjumlah 2 Bh dengan uk. Minimal 160 cm2
dan jendela sebagai ventilasi minimal berjumlah 4 Bh sebagai pencahayaan dan penghawaan
alami.
2. Lantai pada bangsal kerja tidak boleh berhubungan langsung dengan tanah dan harus rapat.
• Material – material pada bangsal kerja antara lain:
1. Atap : Rangka kayu Kl. III dengan penutup seng + bubungan
2. Dinding : Papan kayu Kl. III dengan paku bersifat rapat dan rapi
3. Lantai n : Papan kayu Kl. III dengan paku bersifat rapat dan tidak
berhubungan langsung dengan tanah min. 10 cm dari permukaan tanah.
4. Pintu : Papan kayu Kl. III uk. 80 x 200 cm
5. Ventilasi : Papan kayu Kl. III uk. 60 x 60 cm
6. Sarana pendukung : Pemasangan lampu + instalasi listrik sebagai sarana pendukung
harus rapi dan aman.
• Pembuatan MCK
Pembuatan MCK berfungsi sebagai sarana dan prasarana pendukung para pekerja pada suatu
proyek yang sedang berlangsung. MCK ini digunakan sebagai tempat mandi, buang air dan
semua kebutuhan yang menyangkut kesehatan jasmani para pekerja/semua pihak yang terlibat
pada pekerjaan.
• Fasilitas bangsal kerja
Dalam bangsal kerja disediakan alat-alat penunjang keselematan seperti kotak P3K sebagai
tempat obat-obatan dan alat pemadam kebakaran minimal 3 tabung.
5. PEKERJAAN PEMBERSIHAN AWAL DAN AKHIR
Pekerjaan pembersihan dibagi menjadi 2 tahap yaitu pekerjaan pembersihan awal dan akhir:
• Pekerjaan pembersihan awal
Pekerjaan pembersihan awal dilaksanakan dengan cara mengumpulkan pada satu tempat hasil
sisa material yang digunakan. Penentuan posisi pengumpulan material dikonsultasikan dengan
konsultan pengawas. Penentuan posisi penempatan material tidak mengganggu pelaksanaan
pekerjaan dan tidak mengganggu aktivitas sekitar proyek.
• Pekerjaan pembersihan akhir
Pekerjaan pembersihan akhir dilaksanakan dengan cara membuang sisa material yang sudah
tidak digunakan lagi ke luar lokasi proyek.
6. PEMASANGAN PAGAR PENGAMAN KELILING
Pagar keliling bertujuan mengamankan site dari area diluar proyek. Pagar dibuat dari rangka
kayu bulat dengan penutup seng. Dibagian depan dibuat pintu dan pos jaga di sebelah dalamnya.
7. PEMBUATAN JEMBATAN / JALAN SEMENTARA (BILA DIPERLUKAN)
Kontraktor akan membuat jembatan atau perkerasan / penstabilan jalan masuk jika diangap
perlu. Biaya pembuatan merupakan tanggung jawab kontraktor, karena tidak ada di dalam BQ
namun jika diperlukan pekerjaan ini akan dikerjakan.
B. PEKERJAAN TANAH
Sebelum memulai pekerjaan tanah pihak kontraktor melalui tenaga ahlinya membuat suatu gambar
shop drawing yang berhubungan dengan pekerjaan tanah dan kemudian dikonsultasikan dengan
pihak konsultan pengawas untuk diminta persetujuan. Setelah gambar shop drawing telah selesai
dan disetujui oleh pihak konsultan pengawas, maka pihak kontraktor baru bisa melaksanakan
pekerjaan tersebut.
1. PEKERJAAN GALIAN TANAH
Pekerjaan galian tanah menggunakan alat galli manual dengan panduan patok yang telah dibuat
terlebih dahulu pada saat pekerjaan pengukuran dan pasang bouwplank. Pelakasanaan penggalian
menggunakan alat berat dimaksudkan untuk mempercepat pelaksanaan penggalian tanah pondasi
dan saluran serta untuk mengantisipasi apabila ada sampah berat yang tertimbun dalam tanah.
Pada pekerjaan penggalian tanah adapun hal-hal yang harus diperhatikan, antara lain:
• Lebar galian tanah
• Kedalaman galian tanah
• Posisi galian tanah
• Sampah-sampah dalam tanah, dll
Apabila hal tersebut telah dilakukan pengecekan dan disetujui oleh konsultan pengawas maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan selanjutnya, apabila masih ada kekurangan maka
pihak kontraktor akan memperbaiki.
2. PEKERJAAN PANCANG KAYU GALAM
Pekerjaan pancang kayu galam dilakukan dengan memperhatikan bahan kayu galam diameter 10-
12cm panjang 6m, yang ditumbuk ke dalam tanah sesuai dengan konfigurasi pada masing-masing
tipe footplate. Alat pancang yang digunakan harus dapat memastikan kelurusan pancangan kayu
sesuai dengan gambar kerja.
3. PEKERJAAN URUGAN PASIR PADAT
Pekerjaan urugan pasir padat bawah bangunan dilaksanakan setelah pekerjaan tanah padat
peninggian site telah selesai dan disetujui oleh konsultan pengawas. Material pengurugan pasir harus
benar-benar bersih dalam hal ini dari bersih campuran sampah dan campuran tanah, apabila ada
maka harus segera dibersihkan. Setelah dilakukan pengurugan, pasir urugan dipadatkan
menggunakan stemper sambil disiram air sampai pada tingkat kepadatan yang diinginkan.
Pada pekerjaan ini, adapun hal yang harus diperhatikan antara lain adalah:
• Material yang digunakan
• Tingkat kepadatan
• Kebersihan material
• Ketebalan timbunan
Apabila hal tersebut telah dilakukan pengecekan dan disetujui oleh konsultan pengawas maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan selanjutnya, apabila masih ada kekurangan maka
pihak kontraktor akan memperbaiki.
4. PEKERJAAN TANAH PADAT PENINGGIAN SITE
Pekerjaan tanah padat dilaksanakan setelah pekerjaan pondasi batu belah, foot plat dan sloof telah
selesai dilaksanakan. Pelaksanaan peninggian tanah padat menggunakan tanah baru yang
didatangkan dari luar lokasi. Pekerjaan peninggian tanah padat dibagi menjadi 2 item pekerjaan
yaitu pekerjaan pengurugan dan pemadatan per 20 cm disertai penyiraman menggunakan air secara
bertahap dan berulang sampai pada tingkat kepadatan yang diinginkan. Material tanah yang
digunakan harus bersih, tidak bercampur dengan sampah dan disetujui oleh pihak konsultan.
Pekerjaan pemadatan tanah menggunakan bantuan alat stemper supaya proses pemadatan tanah
dapat maksimal. Pada pekerjaan tanah padat peninggian site ini ada beberapa hal yang harus
diperhatikan antara lain:
• Material yang digunakan
• Tingkat kepadatan
• Kebersihan material
• Ketebalan timbunan
Apabila hal tersebut telah dilakukan pengecekan dan disetujui oleh konsultan pengawas maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan selanjutnya, apabila masih ada kekurangan maka
pihak kontraktor akan memperbaiki.
C. PEKERJAAN PONDASI
Sebelum memulai pekerjaan pondasi pihak kontraktor melalui tenaga ahlinya membuat suatu
gambar shop drawing yang berhubungan dengan pekerjaan pondasi dan kemudian dikonsultasikan
dengan pihak konsultan pengawas untuk diminta persetujuan. Setelah gambar shop drawing telah
selesai dan disetujui oleh pihak konsultan pengawas,
D. PEKERJAAN BETON DAN STRUKTUR
Sebelum memulai pekerjaan beton pihak kontraktor melalui tenaga ahlinya membuat suatu gambar
shop drawing yang berhubungan dengan pekerjaan beton dan kemudian dikonsultasikan dengan
pihak konsultan pengawas untuk diminta persetujuan. Setelah gambar shop drawing telah selesai
dan disetujui oleh pihak konsultan pengawas, maka pihak kontraktor baru bisa melaksanakan
pekerjaan tersebut.
1. PEKERJAAN MEMBUAT BETON MUTU K100 dan K175 (non-struktural)
Sebelum melaksanakan pembuatan beton mutu K100 dan K175, pihak kontraktor akan mengambil
sampel berupa pasir dan batu yang terdapat disekitar lokasi dan dibawa ke balai pengujian untuk
mendapatkan laporan DMF/Job mix design sebagai acuan dalam membuat beton mutu K100/K175,
karena disini pembuatan beton menggunakan alat bantu molen mixer. Untuk pengaplikasiannya
beton mutu K100/K175 sesuai dengan yang tertera pada gambar shop drawing. Sebagai contoh
apabila pengaplikasiannya pada coor lantai bangunan, maka metode yang akan digunakan adalah
sebagai berikut:
Pelaksanaan coor lantai dilaksanakan apabila urugan pasir sudah benar-benar padat dan disetujui
oleh konsultan setelah itu akan dilaksanakan pemasangan jarring kawat (wermesh) pada permukaan
pasir padat bawah bangunan. Apabila pasangan wermesh telah selesai maka baru bisa dilakukan
pekerjaan coor lantai bangunan, adukan yang dibuat sesuai dengan DMF yang diberikan oleh balai
pengujian yang sebelumnya telah dilakukan pengujian terlebih dahulu.
Pengaplikasiannya menggunakan alat bantu dalam hal meratakan coor lantai dan menggunakan
artco dalam hal membawa adukan beton.
• Batu yang digunakan
• Pasir yang digunakan
• Perbandingan adukan beton (Sesuai dengan DMF dari balai pengujian)
• Instalasi yang berada dibawah lantai bangunan
Apabila hal tersebut telah dilakukan pengecekan dan disetujui oleh konsultan pengawas maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan selanjutnya, apabila masih ada kekurangan maka
pihak kontraktor akan memperbaiki.
2. PEKERJAAN MEMBUAT PONDASI BETON BERTULANG
Umum: Semua pekerjaan beton struktural (menggunakan baja tulangan) memakai standart mutu K-
225, sesuai dengan ketentuan dalam SNI beton bertulang indonesia. Takaran perbandingan antara
semen: pasir: kerikil mengacu pada analisa harga satuan pekerjaan yang diajukan
Pengujian: sesuai dengan SNI, maka semua beton struktur harus diambil sampel secara kontinyu,
yakni minimal 3 sampel kubus untuk tiap 5 m3 beton ready mix / site mix. Pengujian harus
dilakukan di laboratorium uji sesuai persetujuan Direksi. Untuk besi tulangan polos dan ulir harus
dilakukan pengujian tarik (tensile test) untuk tiap jenis ukuran di laboratorium yang disetujui Direksi
Pada pelaksanaan pekerjaan pondasi beton bertulang ini, metode antara pekerjaan bekisting pondasi,
pembesian pondasi dan pengecoran tidak dapat terpisahkan karena pekerjaan pondasi beton
bertulang adalah satu kesatuan, adapun metode yang digunakan adalah sebagai berikut:
Pertama-tama pada pelaksanaan pekerjaan pondasi foot plat adalah pengecekan ukuran galian tanah
pondasi apakah sudah sesuai apa belum dengan gambar shop drawing dan apabila ada longsor pada
dinding galian, maka akan dibersihkan terlebih dahulu sampai pihak konsultan menyetujuinya.
Sambil berjalannya proses pengecekan dan pembersihan galian apabila ada dinding yang longsor,
pihak kontraktor membagi pekerja dalam melaksanakan pekerjaan yang lainnya seperti pekerjaan
pembesian dan pekerjaan bekisting secara bersamaan pada tempat yang berbeda dalam hal ini pihak
kontraktor membagi antara pekerjaan pembesian dan pekerjaan bekisting.
a. Metode pekerjaan pembesian pondasi foot plat
Pekerjaan pembesian menggunakan metode manual menggunakan alat sesuai dengan keperluan
yang dibutuhkan. Pekerjaan pembesian dilaksanakan oleh pekerja yang sudah berpengalaman
dibawah pelaksana teknis dari pihak kontraktor. Tahap pertama pembesian pondasi adalah pekerjaan
pelurusan besi yang digunakan pada pondasi foot plat sesuai dengan gambar shop drawing. Setelah
pekerjaan pelurusan selesai maka dilanjutkan pada pekerjaan pemotongan besi sesuai dengan
kebutuhan/sesuai dengan gambar shop drawing. Ukuran pemotongan besi mengacu pada ukuran
yang terdapat pada gambar shop drawing, pekerjaan pembesian dilakukan dengan rapi dan sisa-sisa
potongan besi dikumpulkan dan digunakan untuk stek pada kolom yang berhubungan langsung
dengan pasangan dinding sebagai penguat pasangan dinding. Setelah pekerjaan pemotongan besi
untuk pondasi telah selesai maka dilanjutkan pada tahap pembengkokan besi sesuai dengan ukuran
yang tercantum pada gambar shop drawing, pembengkokan besi memiliki sudut bengkok yang sama
dan rapi. Setelah pembengkokan besi selesai maka dilanjutkan pada tahap perakitan pembesian
untuk pondasi, pekerjaan perakitan dilakukan dengan menata besi sesuai dengan gambar shop
drawing dan diikat dengan kawat beton.
Adapun hal-hal yang diperhatikan pada pekerjaan pembesian pondasi adalah sebagai berikut :
• Ukuran besi
• Tingkat kekencangan ikatan kawat
• Tingkat kerapian
• Jumlah pembesian pondasi
Apabila hal tersebut telah dilakukan pengecekan dan disetujui oleh konsultan pengawas maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan selanjutnya, apabila masih ada kekurangan maka
pihak kontraktor akan memperbaiki.
b. Metode Pekerjaan Bekisting Pondasi Foot Plat
Pekerjaan bekisting pondasi foot plat menggunakan metode manual yang menggunakan gergaji kayu,
palu, alat ukur dan alat bantu lainnya yang dikira perlu. Sebelum melaksanakan pekerjaan bekisting,
pihak pelaksana kontraktor mengecek ukuran-ukuran yang akan digunakan pada bekisting pondasi.
Tahap pertama pada pekerjaan bekisting adalah pekerjaan pemotongan material bekisting sesuai
ukuran yang terdapat pada gambar shop drawing. Pemotongan dilakukan dengan rapi dan
dilaksanakan oleh tukang kayu yang sudah berpengalaman. Setelah pekerjaan pemotongan telah
selesai dilaksanakan dan ukuran sudah sesuai maka dilanjutkan pada pekerjaan perangkaian
bekisting. Pekerjaan perangkaian dilaksanakan dengan metode manual yaitu dengan palu dan paku
serta alat bantu lainnya yang dikira perlu. Setelah pekerjaan pondasi telah selesai dilaksanakan maka
dilanjutkan pada tahap pengecekan. Pengecekan bekisting pondasi meliputi ukuran panjang, lebar
dan tinggi bekisting apakah sudah sesuai atau belum. Apabila sudah dan disetujui oleh konsultan
maka dilajutkan pada tahap selanjutnya.
c. Metode Pekerjaan Pengecoran Pondasi Foot Plat
Sebelum melaksanakan pekerjaan pengecoran ada beberapa item pekerjaan yang harus dilaksanakan
terlebih dahulu, yaitu pekerjaan pemasangan bekisting dan pembesian pada lubang galian pondasi.
Setelah bekisting dan pembesian telah selesai dilaksanakan maka dilanjutkan pada pengecekan titik-
titik pasangan pondasi. Pengecekan titik-titik pondasi meliputi pengecekan kelurusan, posisi dan
kedudukan pondasi. Setelah semua telah dikira sudah pas dan disetujui oleh konsultan maka dapat
dilanjutkan pada tahap selanjutnya yaitu pekerjaan pengecoran pondasi. Sebelum melaksanakan
pekerjaan pengecoran, pembesian pada pondasi dipasang stek besi yang digunakan untuk
menyambung pembesian pada kolom. Pemberian stek besi pada kolom sesuai dengan kebutuhan besi
yang digunakan pada kolom. Setelah semua terpasang dan kuat, maka sudah bisa dilaksanakan
pekerjaan pengecoran. Proses pengaplikasian pengecoran menggunakan beton ready mix yang
dipesan terlebih dahulu dengan mutu beton sesuai dengan spek teknis perencanaan dan dibantu
tenaga manusia pada saat proses penuangan beton pada pondasi.
Pada proses pengecoran pondasi adapun hal-hal yang harus diperhatikan, antara lain:
• Test slump
• Keadaan tanah (Berair atau tidak)
• Keadaan cuaca (Hujan atau panas)
• Mutu beton
Apabila hal tersebut telah dilakukan pengecekan dan disetujui oleh konsultan pengawas maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan selanjutnya, apabila masih ada kekurangan maka
pihak kontraktor akan memperbaiki.
3. PEKERJAAN MEMBUAT SLOOF BETON BERTULANG
Pada pelaksanaan pekerjaan sloof beton bertulang ini, metode antara pekerjaan bekisting sloof,
pembesian sloof dan pengecoran tidak dapat terpisahkan karena pekerjaan sloof beton bertulang
adalah satu kesatuan, adapun metode yang digunakan adalah sebagai berikut:
Pertama-tama pada pelaksanaan pekerjaan sloof adalah pengecekan posisi dan jalur-jalur
pemasangan sloof struktur dan membandingkan dengan gambar shop drawing apakah sudah sesuai
atau belum. Sambil berjalannya waktu pengecekan, tenaga ahli dari pihak kontraktor membagi
pekerja dalam melaksanakan pekerjaan yang lainnya seperti pekerjaan pembesian dan pekerjaan
bekisting secara bersamaan pada tempat yang berbeda dalam hal ini pihak kontraktor membagi
antara pekerjaan pembesian dan pekerjaan bekisting.
a. Metode pekerjaan pembesian sloof beton bertulang
Sebelum melaksanakan pekerjaan pembesian, tenaga ahli dari pihak kontraktor mengecek gambar
shop drawing sebelum member arahan pada pekerja dalam melaksanakan pekerjaan pembesian.
Setelah dilakukan pengecekan maka tenaga ahli dari pihak kontraktor memberikan arahan pada
pekerja dalam melaksanakan pekerjaan pembesian. Pekerjaan pembesian sloof beton bertulang
dibagi menjadi 2 bagian yaitu pembesian tulangan utama dan pembesian beugel.
• Pembesian tulangan utama pada sloof beton bertulang
Pada pembesian tulangan utama yaitu dilaksanakan dengan metode pelurusan terlebih dahulu
tanpa harus dilakukan pemotongan, ini karena pekerjaan pemotongan tulangan utama
dilakukan pada saat pekerjaan perakitan telah selesai.
• Pembesian tulangan beugel pada sloof beton bertulang
Pada pembesian tulangan beugel yaitu dengan metode pelurusan terlebih dahulu. Setelah
pekerjaan pelurusan tulangan untuk beugel selesai dilaksanakan maka dilaksanakan pekerjaan
pemotongan besi beugel sesuai dengan kebutuhan dalam hal ini adalah mengacu pada gambar
shop drawing. Setelah pemotongan tulangan besi beugel selesai diaksanakan maka dilanjutkan
pada tahap pembengkokan, pembengkokan besi beugel dilakukan secara rapi dengan ukuran
sama. Setelah pembesian tulangan utama dan pembuatan beugel telah selesai dilaksanakan maka
dilanjutkan pada tahap selanjutnya yaitu pekerjaan perakitan tulangan sloof beton bertulang.
• Perakitan pembesian tulangan pada sloof beton bertulang
Setelah semua pekerjaan pembesian, dalam hal ini adalah tulangan utama dan tulangan beugel
telah selesai maka dilanjutkan pada tahap perakitan pembesian sloof struktur. Perakitan
dilaksanakan secara serentak, maksudnya adalah perakitan tulang sloof struktur dilakukan oleh
banyak pekerja supaya mempercepat pekerjaan perakitan.
Setelah tahapan pekerjaan pembesian tulangan sloof beton bertulang telah selesai maka dilanjutkan
pada tahap pengukuran lapangan, dalam hal ini adalah pekerjaan pengukuran kebutuhan panjang
sloof. Apabila sudah ditentukan dan sesuai dengan gambar acuan maka sudah bisa dilakukan
pemotongan tulangan besi sloof beton bertulang. Apabila kepanjangan dipotong dan apabila
kependekan bisa disambung dengan tambahan penguat berupa stek besi sesuai kebutuhan. Setelah
kebutuhan tulangan sloof beton bertulang telah selesai dilaksanakan maka dilanjutkan pada tahap
pemasangan tulangan pada posisinya masing-masing dengan mengaitkan pada besi stek yang sudah
terpasang terlebih dahulu pada pondasi batu belah.
Adapun hal-hal yang diperhatikan dalam pekerjaan pembesian sloof beton bertulang antara lain:
• Ukuran besi
• Tingkat kekencangan ikatan kawat
• Tingkat kerapian
Apabila hal tersebut telah dilakukan pengecekan dan disetujui oleh konsultan pengawas maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan selanjutnya, apabila masih ada kekurangan maka
pihak kontraktor akan memperbaiki.
b. Metode pekerjaan bekisting sloof beton bertulang
Pelaksanaan pekerjaan bekisting sloof struktur menggunakan metode manual yaitu dengan bantuan
alat berupa gergaji kayu, palu, alat ukur dan alat bantu lainnya yang dikira perlu. Sebelum
melaksanakan pekerjaan pemotongan material bekisting, tenaga ahli dari pihak kontraktor mengecek
ukuran sloof beton bertulang yang akan digunakan dan menyampaikan pada para pekerja. Setelah
dilakukan pengecekan dan teah disampaikan ukuran-ukuran, maka dilanjutkan pada tahap
pemotongan material bekisting sesuai dengan kebutuhan. Apabila pemotongan material bekisting
telah selesai maka dilanjutkan pada tahap perakitan, pekerjaan perakitan sloof beton bertulang pada
pekerjaan ini hanya memberi pengaku pada tiap sisi material bekisting karena bekisting pada
pekerjaan sloof beton bertulang pada proyek ini hanya menggunakan dua sisi bekisting yang
kemudian diberi pengunci.
c. Metode pekerjaan pengecoran sloof beton bertulang
Sebelum melaksanakan pekerjaan pengecoran ada beberapa item pekerjaan yang harus dilaksanakan
terlebih dahulu, yaitu pekerjaan pemasangan bekisting dan pembesian pada posisinya. Setelah
bekisting dan pembesian telah selesai dilaksanakan maka dilanjutkan pada pengecekan posisi dan
kelurusan pasangan pembesian serta pasangan bekisting karena hal ini akan berpengaruh pada hasil
akhir pengecoran. Setelah semua telah dikira sudah pas dan disetujui oleh konsultan maka dapat
dilanjutkan pada tahap selanjutnya yaitu pekerjaan pengecoran sloof. Sebelum melaksanakan
pekerjaan pengecoran, pembesian pada sloof dipasang stek besi yang digunakan untuk menyambung
pembesian pada kolom praktis. Pemberian stek besi pada sloof sesuai dengan kebutuhan besi yang
digunakan pada kolom praktis. Setelah semua terpasang dan kuat, maka sudah bisa dilaksanakan
pekerjaan pengecoran. Proses pengaplikasian pengecoran menggunakan beton ready mix yang
dipesan terlebih dahulu dengan mutu beton sesuai dengan spek teknis perencanaan dan dibantu
tenaga manusia pada saat proses penuangan beton pada sloof.
Pada proses pengecoran sloof adapun hal-hal yang harus diperhatikan, antara lain:
• Test slump
• Tingkat kelurusan pasangan besi dan bekisting
• Keadaan cuaca (Hujan atau panas)
• Mutu beton
Apabila hal tersebut telah dilakukan pengecekan dan disetujui oleh konsultan pengawas maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan selanjutnya, apabila masih ada kekurangan maka
pihak kontraktor akan memperbaiki.
4. PEKERJAAN MEMBUAT KOLOM BETON BERTULANG (semua ukuran sesuai gambar)
Pada pelaksanaan pekerjaan kolom beton bertulang ini, metode antara pekerjaan bekisting kolom,
pembesian kolom dan pengecoran tidak dapat terpisahkan karena pekerjaan kolom beton bertulang
adalah satu kesatuan, adapun metode yang digunakan adalah sebagai berikut:
Pertama-tama pada pelaksanaan pekerjaan kolom adalah pengecekan posisi sesuai ukuran kolom
struktur yang digunakan dan membandingkan dengan gambar shop drawing apakah sudah sesuai
atau belum. Sambil berjalannya waktu pengecekan, tenaga ahli dari pihak kontraktor membagi
pekerja dalam melaksanakan pekerjaan yang lainnya seperti pekerjaan pembesian dan pekerjaan
bekisting secara bersamaan pada tempat yang berbeda dalam hal ini pihak kontraktor membagi
antara pekerjaan pembesian dan pekerjaan bekisting.
a. Metode pekerjaan pembesian kolom beton bertulang
Sebelum melaksanakan pekerjaan pembesian, tenaga ahli dari pihak kontraktor mengecek gambar
shop drawing sebelum memberi arahan pada pekerja dalam melaksanakan pekerjaan pembesian.
Setelah dilakukan pengecekan maka tenaga ahli dari pihak kontraktor memberikan arahan pada
pekerja dalam melaksanakan pekerjaan pembesian. Pekerjaan pembesian kolom beton bertulang
dibagi menjadi 2 bagian yaitu pembesian tulangan utama dan pembesian beugel.
• Pembesian tulangan utama pada kolom beton bertulang
Pada pembesian tulangan utama yaitu dilaksanakan dengan metode pelurusan terlebih
dahulu dan dilanjutkan pada pekerjaan pemotongan sesuai dengan kebutuhan dengan
mengacu pada gambar shop drawing.
• Pembesian tulangan beugel pada kolom beton bertulang
Pada pembesian tulangan kolom yaitu dengan metode pelurusan terlebih dahulu. Setelah
pekerjaan pelurusan tulangan untuk beugel selesai dilaksanakan maka dilaksanakan
pekerjaan pemotongan besi beugel sesuai dengan kebutuhan dalam hal ini adalah mengacu
pada gambar shop drawing. Setelah pemotongan tulangan besi beugel selesai diaksanakan
maka dilanjutkan pada tahap pembengkokan, pembengkokan besi beugel dilakukan secara
rapi dengan ukuran sama sesuai ukuran masing-masing kolom. Setelah pembesian tulangan
utama dan pembuatan beugel telah selesai dilaksanakan maka dilanjutkan pada tahap
selanjutnya yaitu pekerjaan perakitan tulangan kolom beton bertulang.
• Perakitan pembesian tulangan pada kolom beton bertulang
Setelah semua pekerjaan pembesian, dalam hal ini adalah tulangan utama dan tulangan
beugel telah selesai maka dilanjutkan pada tahap perakitan pembesian kolom struktur.
Perakitan dilaksanakan secara serentak, maksudnya adalah perakitan tulangan kolom
struktur dilakukan oleh banyak pekerja dan dibagi sesuai ukuran yang dibutuhkan supaya
mempercepat pekerjaan perakitan.
Adapun hal-hal yang diperhatikan dalam pekerjaan pembesian kolom beton bertulang antara lain:
• Ukuran besi
• Tingkat kekencangan ikatan kawat
• Tingkat kerapian
Apabila hal tersebut telah dilakukan pengecekan dan disetujui oleh konsultan pengawas maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan selanjutnya, apabila masih ada kekurangan maka
pihak kontraktor akan memperbaiki.
b. Metode pekerjaan bekisting kolom beton bertulang
Pekerjaan bekisting kolom beton bertulang menggunakan metode manual yang menggunakan
gergaji kayu, palu, alat ukur dan alat bantu lainnya yang dikira perlu. Sebelum melaksanakan
pekerjaan bekisting, pihak pelaksana kontraktor mengecek ukuran-ukuran yang akan digunakan
pada bekisting kolom beton bertulang. Tahap pertama pada pekerjaan bekisting adalah pekerjaan
pemotongan material bekisting sesuai ukuran yang terdapat pada gambar shop drawing. Pemotongan
dilakukan dengan rapi dan dilaksanakan oleh tukang kayu yang sudah berpengalaman. Setelah
pekerjaan pemotongan telah selesai dilaksanakan dan ukuran sudah sesuai maka dilanjutkan pada
pekerjaan perangkaian bekisting. Pekerjaan perangkaian dilaksanakan dengan metode manual yaitu
dengan palu dan paku serta alat bantu lainnya yang dikira perlu. Setelah pekerjaan pondasi telah
selesai dilaksanakan maka dilanjutkan pada tahap pengecekan. Pengecekan bekisting kolom beton
bertulang meliputi ukuran panjang, lebar, tinggi dan kekuatan bekisting apakah sudah sesuai atau
belum. Apabila sudah dan disetujui oleh konsultan maka dilajutkan pada tahap selanjutnya.
c. Pekerjaan pengecoran kolom beton bertulang
Sebelum melaksanakan pekerjaan pengecoran ada beberapa item pekerjaan yang harus dilaksanakan
terlebih dahulu, yaitu pekerjaan pemasangan bekisting dan pembesian pada posisinya. Setelah
bekisting dan pembesian telah selesai dilaksanakan maka dilanjutkan pada pengecekan posisi dan
kelurusan pasangan pembesian serta pasangan bekisting karena hal ini akan berpengaruh pada hasil
akhir pengecoran. Setelah semua telah dikira sudah pas dan disetujui oleh konsultan maka dapat
dilanjutkan pada tahap selanjutnya yaitu pekerjaan pengunci pasangan pada bekisting supaya pada
saat pengecoran tidak mengalami perubahan posisi dan tingkat kelurusannya. Sebelum
melaksanakan pekerjaan pengecoran, pembesian pada kolom beton bertulang dipasang stek besi
yang digunakan untuk memperkuat pasangan dinding. Setelah semua terpasang dan kuat, maka
sudah bisa dilaksanakan pekerjaan pengecoran. Proses pengaplikasian pengecoran menggunakan
beton ready mix yang dipesan terlebih dahulu dengan mutu beton sesuai dengan spek teknis
perencanaan dan dibantu tenaga manusia pada saat proses penuangan beton pada kolom beton
bertulang.
Pada proses pengecoran kolom beton bertulang adapun hal-hal yang harus diperhatikan, antara lain:
• Test slump
• Tingkat kelurusan pasangan besi dan bekisting
• Keadaan cuaca (Hujan atau panas)
• Mutu beton
Apabila hal tersebut telah dilakukan pengecekan dan disetujui oleh konsultan pengawas maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan selanjutnya, apabila masih ada kekurangan maka
pihak kontraktor akan memperbaiki.
5. PEKERJAAN MEMBUAT BALOK BETON BERTULANG (semua ukuran dan elevasi sesuai
gambar)
Sebelum melaksanakan pekerjaan balok beton bertulang, tenaga ahli dari pihak kontraktor mengecek
posisi dan melakukan survey lapangan berkaitan pasangan balok beton bertulang. setelah melakukan
pengecekan maka tenaga ahli dari pihak kontraktor akan menyampaikan kepada para pekerja
tentang posisi dan memberikan arahan-arahan kepada para pekerja. Pekerjaan pemasangan balok
beton bertulang dilaksanakan berbarengan dengan pemasangan dinding bata akan tetapi sebelum
pemasangan dinding bata selesai karena posisi balok beton ini berada pada posisi tengah pasangan
dinding bata. Adapun metode pemasangan balok beton bertulang ini adalah sebegai berkut :
• Pada tahap awal pekerjaan ini adalah mengecek elevasi pemasangan sesuai lapangan
• Sambil berjalannya pengecekan, pekerjaan pembesian juga dilaksanakan sesuai dengan
gambar shop drawing
• Setelah pembesian selesai, maka dilakukan pekerjaan pemasangan pembesian pada posisi
yang sudah ditentukan
• Apabila pembesian telah terpasang pada posisi yang sudah ditentukan maka dilanjutkan pada
pekerjaan pemasangan bekisting
• Pemasangan bekisting hanya pada posisi samping karena pada posisi bawah sudah terdapat
pasangan bata
• Setelah semua pekerjaan tersebut selesai dan sudah dilaksanakan pengecekan maka
dilanjutkan pada pekerjaan pengecoran
• Sebelum pengecoran pasangan besi balok beton bertulang diberi pasangan stek besi sebagai
persiapan pada pekerjaan kanopi beton (Apabila ada)
• Setelah stek besi terpasang dan sudah diikat dengan kuat maka dilanjutkan pekerjaan
pengecoran
• Pekerjaan pengecoran menggunakan alat bantu berupa artco, ember dan untuk memadatkan
dibantu menggunakan alat vibrator
• Pembuatan adukan beton menggunakan mixer molen dengan mutu sesuai dengan spek
teknis
6. PEKERJAAN MEMBUAT PLAT BETON BERTULANG / PLAT TANGGA (ukuran dan elevasi
sesuai gambar)
Sebelum melaksanakan pekerjaan plat beton kanopi beton bertulang ini, tenaga ahli dari pihak
kontraktor akan mengecek lapangan dan membandingkan dengan keadaan lapangan. Apabila sudah
dilakukan pekerjaan pengecekan maka dilanjutkan pada pekerjaan selanjutnya bila sudah tidak ada
yang salah dan sesuai dengan gambar shop drawing. Adapun metode pekerjaan pembuatan plat
beton kanopi bertulang yang akan kami gunakan adalah sebagai berikut :
• Pada tahap pertama adalah membuat pasangan bekisting sesuai dengan ukuran plat kanopi
beton bertulang
• Setelah bekisting selesai maka dilanjutkan pada tahap pemasangan bekisting pada titik dan
posisi elevasi yang sudah ditentukan sesuai dengan gambar shop drawing
• Setelah pemasangan bekisting plat beton kanopi selesai dilaksanakan dan sudah sesuai maka
dilanjutkan pada tahap perakitan pembesian menyesuaikan pasangan stek besi yang sudah
terpasang pada saat pemasangan balok beton bertulang/balok latai
• Setelah pekerjaan pembesian telah selesai dilaksanakan maka dilanjutkan pada pekerjaan
pengecoran plat kanopi beton bertulang
• Pekerjaan pengaplikasian pengecoran menggunakan alat secukupnya yaitu artco, ember,
cetok dan alat-alat lain sesuai dengan kebutuhan
Pada proses pengecoran plat kanopi beton bertulang adapun hal-hal yang harus diperhatikan, antara
lain:
• Test slump
• Tingkat kelurusan pasangan besi dan bekisting
• Keadaan cuaca (Hujan atau panas)
• Mutu beton
Apabila hal tersebut telah dilakukan pengecekan dan disetujui oleh konsultan pengawas maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan selanjutnya, apabila masih ada kekurangan maka
pihak kontraktor akan memperbaiki.
7. PEKERJAAN MEMBUAT PLAT BETON TALANG / KANOPI
Sebelum melaksanakan pekerjaan plat beton talang bertulang ini, tenaga ahli dari pihak kontraktor
akan mengecek lapangan dan membandingkan dengan keadaan lapangan. Apabila sudah dilakukan
pekerjaan pengecekan maka dilanjutkan pada pekerjaan selanjutnya bila sudah tidak ada yang salah
dan sesuai dengan gambar shop drawing. Adapun metode pekerjaan pembuatan plat beton talang
yang akan kami gunakan adalah sebagai berikut:
• Pada tahap pertama adalah membuat pasangan bekisting sesuai dengan ukuran plat beton
talang
• Setelah bekisting selesai maka dilanjutkan pada tahap pemasangan bekisting pada titik dan
posisi elevasi yang sudah ditentukan sesuai dengan gambar shop drawing
• Setelah pemasangan bekisting plat beton talang selesai dilaksanakan dan sudah sesuai maka
dilanjutkan pada tahap perakitan pembesian menyesuaikan pasangan stek besi yang sudah
terpasang pada saat pemasangan balok beton bertulang atau dinding
• Setelah pekerjaan pembesian telah selesai dilaksanakan maka dilanjutkan pada pekerjaan
pengecoran plat beton talang
• Pekerjaan pengaplikasian pengecoran menggunakan alat secukupnya yaitu artco, ember,
cetok dan alat-alat lain sesuai dengan kebutuhan
8. PEKERJAAN KOLOM PRAKTIS
Pekerjaan pada kolom praktis dilaksanakan setelah semua pekerjaan pada struktur utama telah
selesai, pekerjaan kolom praktis bisa dilaksanakan secara bebarengan dengan pekerjaan pemasangan
dinding ½ bata. Pekerjaan kolom praktis dilaksanakan sesuai dengan titik – titik pada gambar
kerja/bestek. Pekerjaan kolom praktis pertama-tama adalah pekerjaan pembesian yang pada
sebelumnya telah disediakan stek-stek besi sebagai penyambungan, pembesian pada kolom praktis
menggunakan besi sesuai dengan spek teknis. Pemasangan bekisting pada kolom praktis bisa hanya
menggunakan 2 sisi penahan karena pada 2 sisi lainnya sudah ada pasangan dinding. Campuran
beton pada kolom praktis menggunakan camp. Sesuai dengan spek teknis, adukan beton pada kolom
praktis menggunakan molen dan cara penuangannya pada bekisting menggunakan manual yaitu
menggunakan ember kecil. Pengecoran kolom praktis harus menyesuaikan ketinggian pasangan
dinding bata. Karena kolom praktis berfungsi sebagai pengaku pada pasangan dinding bata yang
mengharuskan adukan beton pada kolom praktis harus menyatu dengan pasangan dinding bata.
Pada pekerjaan kolom praktis diberi stek pada sisi yang akan dipasang dinding bata. Pekerjaan kolom
praktis sesuai arahan dari konsultan pengawas dengan mengacu pada spek teknis
E. PEKERJAAN DINDING PASANGAN
Sebelum memulai pekerjaan pasangan dinding pihak kontraktor melalui tenaga ahlinya membuat
suatu gambar shop drawing yang berhubungan dengan pekerjaan pasangan dinding dan kemudian
dikonsultasikan dengan pihak konsultan pengawas untuk diminta persetujuan. Setelah gambar shop
drawing telah selesai dan disetujui oleh pihak konsultan pengawas, maka pihak kontraktor baru bisa
melaksanakan pekerjaan tersebut.
1. PEKERJAAN PASANGAN DINDING ½ BATA UKURAN 5X10X20
Sebelum pelaksanaan pemasangan dinding ½ bata, tenaga ahli dari pihak kontraktor melakukan
pengecekan terlebih dahulu dengan acuan dari gambar shop drawing berkaitan dengan posisi
pemasangan dinding dan titik-titik pemasangan balok praktis. Apabila telah dilakukan pengecekan
maka tenaga ahli dari pihak kontraktor segera memberikan informasi dan memberikan arahan
kepada para pekerja. Pelaksanaan pekerjaan pemasangan dinding dilaksanakan oleh pekerja yang
sudah berpengalaman. Pembuatan adukan beton menggunakan semen instant mengacu pada spek
teknis perencanaan. Adapun metode pelaksanaan pemasangan dinding ½ bata antara lain sebagai
berikut:
• Pastikan bata sesuai dengan spesifikasi dan telah mendapat persetujuan pengawas.
• Material yang digunakan: untuk perekat bata, dan untuk plasteran. Jenis / tipe nya berbeda,
mengacu pada RKS. Untuk acian juga dengan acian sesuai RKS
• Mengecek posisi penempatan dinding yang akan dikerjakan dan mengecek kondisi sloof
penempatan dinding apakah sudah pada kondisi baik.
• Jika terdapat kotoran atau lumpur pada sloof dibersihkan supaya pengikatan dinding dengan
sloof terikat dengan baik.
• Jika kondisi sloof dan kolom sudah baik, kemudian membuat garis benang pada bagian
dinding yang akan dipasangkan. Untuk garis lurus secara horizontal dilakukan pembuatan
benang pada salah satu sisi bagian pinggir bata yang akan dipasang, dilakukan dengan
penarikan benang dari ujung ke ujung dinding. Untuk ketegakan dibuat garis tegak lurus
secara vertical terhadap benang horizontal yang sudah dibuat, pembuatan garis vertical
dapat dibuat pada kolom yang ada ataupun pembuatan mal bantu dikedua ujung dinding
yang akan dipasangkan.
• Jika benang horizontal pada pemasangan awal sudah terpasang kemudian mulai memasang
bata pada kedua ujung bagian dinding yang akan dipasangkan, kemudian dilanjutkan mulai
satu demi satu hingga tercapai sambungan dari ujung keujung. Melakukan pengecekan
leveling diatas batu bata yang sudah terpasang dan pastikan semua pasangan bata semuanya
dalam keadan rata.
• Jika saat pemasangan terdapat perbedaan ketinggian bata, maka untuk mendapatkan
kerataan dilakukan dengan memukul ujung bata dengan pelan sampai bata tetap rata,
pemukulan dapat dilakukan dengan kondisi adukan masih dalam keadaan basah. Jika
adukan/mortar sudah kering maka mortar diambil dan diganti dengan adukan/mortar baru.
• Jika bata sudah dipasangkan dalam beberapa rangkaian, kadang adukan/mortar ada yang
berlebih atau sampai meleleh hingga keluar dari sisi pinggir pasangan, jika itu terjadi adukan
berlebih segera di ratakan dengan menggunakan sendok semen supaya permukaan tetap
rata.
• Setelah mendapatkan beberapa tingkatan pasangan bata yang sudah dipasangkan yang telah
terhubung dari ujung keujung bagian dinding yang dipasangkan, kemudian menarik garis
horizontal dari ujung keujung pada garis vertical yang dibuat untuk mendapatkan ketegakan
dinding. Pemasangan benang horizontal dapat dilakuakn setiap 60 cm.
• Pada tahap pemasangan dinding ½ bata ini, pelaksanaan pekerjaan kolom praktis dan balok
praktis juga berbarengan dilaksanakan.
Pada proses pemasangan dinding ½ bata adapun hal-hal yang harus diperhatikan, antara lain:
• Kondisi material
• Tingkat kelurusan pasangan
• Tingkat kerapian pasangan
• Campuran mortar yang digunakan
Apabila hal tersebut telah dilakukan pengecekan dan disetujui oleh konsultan pengawas maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan selanjutnya, apabila masih ada kekurangan maka
pihak kontraktor akan memperbaiki.
F. PEKERJAAN PLESTERAN
Sebelum memulai pekerjaan plasteran dinding pihak kontraktor melalui tenaga ahlinya membuat
suatu gambar shop drawing yang berhubungan dengan pekerjaan plesteran dinding dan kemudian
dikonsultasikan dengan pihak konsultan pengawas untuk diminta persetujuan. Setelah gambar shop
drawing telah selesai dan disetujui oleh pihak konsultan pengawas, maka pihak kontraktor baru bisa
melaksanakan pekerjaan tersebut.
1. PEKERJAAN PLESTERAN DINDING
Sebelum pelaksanaan pekerjaan plesteran dinding, tenaga ahli dari pihak kontraktor melakukan
pengecekan terlebih dahulu dengan acuan dari gambar shop drawing berkaitan dengan letak
pekerjaan plesteran pada dinding. Apabila telah dilakukan pengecekan maka tenaga ahli dari pihak
kontraktor segera memberikan informasi dan memberikan arahan kepada para pekerja. Pelaksanaan
pekerjaan plesteran dinding dilaksanakan oleh pekerja yang sudah berpengalaman. Pembuatan
adukan plasteran menggunakan molen mixer dengan campuran sesuai dengan kebutuhan masing-
masing mengacu pada spek teknis perencanaan dan sesuai petunjuk gambar. Adapun metode
pekerjaan plesteran dinding antara lain sebagai berikut:
• Basahi dinding terlebih dulu sampai tidak terlihat kantong-kantong air.
• Beri lapisan kamprot sampai rata dengan campuran yang telah ditentukan, Buang butiran-
butiran kamprotan yang melekat tidak sempurna dengan alat penggaruk secara horizontal.
• Buat lajur kepala dengan jarak dan ketebalan sesuai ketentuan, Sbb:
• Lekatkan lapis badan plesteran dengan menggunakan sendok aduk.
• Ratakan permukaan dengan mistar perata dan bila terdapat lubang-lubang isi kembali
dengan adukan.
• Padatkan dan ratakan permukaan plesteran dengan roskam kayu berlapis kain laken (felt).
• Biarkan sampai batas waktu tertentu atau sampai tidak terjadi keretakan.
• Bersihkan permukaan plesteran dari kotoran dan debu yang menempel dengan sikat halus
atau kain basah.
• Rawat plesteran yang sudah selesai sesuai ketentuan.
Pada proses pekerjaan plesteran dinding, adapun hal-hal yang diperhatikan, antara lain:
• Campuran mortar
• Tingkat kerataan pasangan mortar
• Tingkat kerapian pasangan
Apabila hal tersebut telah dilakukan pengecekan dan disetujui oleh konsultan pengawas maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan selanjutnya, apabila masih ada kekurangan maka
pihak kontraktor akan memperbaiki.
G. PEKERJAAN PENUTUP LANTAI DAN DINDING
Sebelum memulai pekerjaan penutup lantai dan dinding, pihak kontraktor melalui tenaga ahlinya
membuat suatu gambar shop drawing yang berhubungan dengan pekerjaan penutup lantai dan
dinding yang kemudian dikonsultasikan dengan pihak konsultan pengawas untuk diminta
persetujuan. Setelah gambar shop drawing telah selesai dan disetujui oleh pihak konsultan pengawas,
maka pihak kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan tersebut.
1. PEKERJAAN PEMASANGAN LANTAI
Pekerjaan pemasangan lantai dan dinding keramik meliputi pemasangan keramik uk. 60x60 cm, dan
lantai KM/WC keramik 40x40 sesuai gambar, baik material keramik dengan permukaan halus atau
kasar. Sebelum melaksanakan pekerjaan pemasangan lantai, pihak kontraktor menyediakan minimal
3 sampel material yang akan digunakan kepada pihak owner dan konsultan untuk dilakukan
pemilihan. Apabila telah ditentukan salah satu dari ketiga sampel, maka pihak kontraktor sudah bisa
mengadakan material yang sudah disetujui oleh pihak owner dan konsultan. Setelah material
didatangkan dan siap untuk dilaksanakan, tenaga ahli dari pihak kontraktor akan mengecek
pasangan lantai granito berkaitan dengan tipe granito yang akan dipasang pada tiap ruang mengacu
pada gambar shop drawing. Pelaksanaan pekerjaan pasangan dilaksanakan setelah pekerjaan
dinding, plafond, atap dan semua pekerjaan yang berada diatas pasangan telah selesai dilaksanakan.
Adapun tahapan dalam metode pelaksanakan pasangan lantai adalah sebagai berikut:
• Lantai /dinding dasarnya/permukaan dibersihkan dari kotoran/debu dan disiram terlebih
dahulu sebelum ditebar adukan pasangan
• Buat adukan untuk pasang granito menggunkan molen mixer
• Pasang benang untuk bantuan mendapatkan pasangan permukaan granito yang rata dan
garis siar/nat yang lurus
• Buat kepalaan adukan dengan jarak 1-2 m agar adukan yang ditebar permukaannya yang
rata/flat
• Untuk area pasang tegak (dinding) harus dibantu dengan paku-paku untuk acuan / ganjal
untuk mendapat permukaan yang rata / vertikal
• Tebar adukan secara merata untuk menghindarkan terjadi rongga
• Pasang granito kepalaan untuk tanda start awal pemasangan pada adukan yang sudah
ditebar dengan perekat acian. Kemudian dilanjutkan pemasangan granito lantai lainnya
dengan acuan kepalaan pasangan granito yang telah dibuat
• Pada saat pemasangan, tekan atau pukul dengan palu karet untuk mendapatkan permukaan
lantai yang rata
• Cek kerataan permukaan pasangan lantai dengan waterpass.
• Setelah pemasangan lantai selesai, biarkan beberapa saat untuk mengeluarkan udara yang
ada dalam adukan pasangan lantai. Setelah itu baru dilanjutkan dengan pekerjaan
perapihan/finish garis siar/nat.
• Pekerjaan terakhir adalah pembersihan permukaan lantai dari kotoran termasuk berupa
acian dan mortar pemasangan lantai granite
Pada proses pekerjaan pemasangan lantai granito, adapun hal-hal yang diperhatikan, antara lain:
• Campuran mortar
• Tingkat kerataan pasangan lantai
• Tingkat kerapian pasangan
• Jarak antar pasangan keramik
Apabila hal tersebut telah dilakukan pengecekan dan disetujui oleh konsultan pengawas maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan selanjutnya, apabila masih ada kekurangan maka
pihak kontraktor akan memperbaiki.
2. PEKERJAAN PEMASANGAN PLINT LANTAI
Sebelum melaksanakan pekerjaan pemasangan plint lantai, pihak kontraktor menyediakan minimal
3 sampel material yang akan digunakan kepada pihak owner dan konsultan untuk dilakukan
pemilihan. Apabila telah ditentukan salah satu dari ketiga sampel, maka pihak kontraktor sudah bisa
mengadakan material yang sudah disetujui oleh pihak owner dan konsultan. Setelah material
didatangkan dan siap untuk dilaksanakan, tenaga ahli dari pihak kontraktor akan mengecek
pasangan plint lantai mengacu pada gambar shop drawing. Adapun tahapan dalam metode
pelaksanakan pasangan plint lantai adalah sebagai berikut:
• Dinding yang akan dipasang plint pada bagian bawah jangan diplester + aci dahulu agar
tidak ada pekerjaan bobokan.
• Rendam plint granito dalam air.
• Pasang plint granito pada dinding yang sudah di marking dengan perekat menggunakan
acian.
• Pada saat pemasangan, tekan plint atau pukul dengan palu karet untuk mendapatkan
permukaan yang rata.
• Cek kerataan pasangan plint dengan waterpass.
• Grouting/isi nat antara plint keramik dengan semen khusus grouting nat.
Pada proses pekerjaan pemasangan plint, adapun hal-hal yang diperhatikan antara lain:
• Tingkat kerataan pasangan
• Tingkat kerapian pasangan
Apabila hal tersebut telah dilakukan pengecekan dan disetujui oleh konsultan pengawas maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan selanjutnya, apabila masih ada kekurangan maka
pihak kontraktor akan memperbaiki.
3. PEKERJAAN PEMASANGAN DINDING KM/WC 40x40
Sebelum melaksanakan pekerjaan pemasangan dinding KM/WC, pihak kontraktor menyediakan
minimal 3 sampel material yang akan digunakan kepada pihak owner dan konsultan untuk
dilakukan pemilihan. Apabila telah ditentukan salah satu dari ketiga sampel, maka pihak kontraktor
sudah bisa mengadakan material yang sudah disetujui oleh pihak owner dan konsultan. Setelah
material didatangkan dan siap untuk dilaksanakan, tenaga ahli dari pihak kontraktor akan mengecek
pasangan plint lantai mengacu pada gambar shop drawing. Adapun tahapan dalam metode
pelaksanakan pasangan plint lantai adalah sebagai berikut:
• Dinding yang akan dipasang plint granito pada bagian bawah jangan diplester + aci dahulu
agar tidak ada pekerjaan bobokan.
• Rendam plint granito dalam air.
• Pasang plint granito pada dinding yang sudah di marking dengan perekat menggunakan
acian.
• Pada saat pemasangan, tekan plint atau pukul dengan palu karet untuk mendapatkan
permukaan yang rata.
• Cek kerataan pasangan plint dengan waterpass.
• Grouting/isi nat antara plint keramik dengan semen khusus grouting nat.
Pada proses pekerjaan pemasangan plint, adapun hal-hal yang diperhatikan antara lain:
• Tingkat kerataan pasangan
• Tingkat kerapian pasangan
Apabila hal tersebut telah dilakukan pengecekan dan disetujui oleh konsultan pengawas maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan selanjutnya, apabila masih ada kekurangan maka
pihak kontraktor akan memperbaiki.
H. PEKERJAAN PEMASANGAN PINTU DAN JENDELA KACA
Sebelum memulai pekerjaan pemasangan kusen dan pintu, pihak kontraktor melalui tenaga ahlinya
membuat suatu gambar shop drawing yang berhubungan dengan pekerjaan pemasangan kusen dan
pintu yang kemudian dikonsultasikan dengan pihak konsultan pengawas untuk diminta persetujuan.
Setelah gambar shop drawing telah selesai dan disetujui oleh pihak konsultan pengawas, maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan tersebut.
1. PEKERJAAN PEMASANGAN PINTU KACA TEMPERED TEBAL 12 MM LENGKAP AKSESORI
Pekerjaan pemasangan pintu utama meliputi pekerjaan pengadaan dan pemasangan pintu sesuai
dengan yang dipersyaratkan. Pada pekerjaan ini, tahapan sampai pada pemasangan dibagi menjadi
3 tahap, berikut penjelasan masing-masing tahapan:
a. Pengadaan material pintu + Accesoris
Sebelum pengadaan material untuk pembuatan pintu pada kode pintu P1, pihak kontraktor akan
memberikan minimal 3 sample material + accesoris yang akan digunakan kepada pihak
konsultan dan owner untuk dilakukan pemilihan material sesuai keinginan. Setelah semua
material yang dikehendaki sudah ditentukan, maka pihak kontraktor akan melakukan
pengadaan material sesuai dengan keinginan pihak owner dan konsultan.
b. Perakitan material pintu + Accesoris
Setelah semua material yang diperlukan sudah disiapkan, maka sudah siap untuk dilaksanakan
pekerjaan perakitan pintu sesuai dengan gambar shop drawing. Pekerjaan perakitan pintu
menjadi satu kesatuan dengan pekerjaan accesoris yang dipakai pada pemasangan pintu P1
sesuai dengan yang tercantum dalam dokumen lelang. Adapun metode yang digunakan pada
perakitan pintu P1 yang akan kami gunakan adalah sebagai berikut:
• Mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan
• Mengecek kembali ukuran antara shop drawing dengan kondisi lapangan, apabila
terjadi perbedaan maka akan segera disesuaikan
• Memotong material kaca sesuai dengan gambar shop drawing yang sudah disesuaikan
dengan kondisi lapangan
• Menyiapkan accesoris yang diperlukan pada pintu P1 misalnya fitting, handle, engsel
tanam/floor hinges, stiker kaca sandblast, kunci tanam dll
• Setelah pekerjaan pemotongan kaca, pengadaan material accesoris dan semua alat bantu
yang dibutuhkan telah siap, maka sudah siap juga untuk pelaksanaan pekerjaan
perakitan pintu kaca tempered
• Pekerjaan perakitan dilaksanakan oleh pekerja yang sudah berpengalaman
• Setelah pekerjaan perakitan telah selesai, maka dilanjutkan pada pengecekan hasil
pekerjaan, apabila masih ada kekurangan maka pihak kontraktor akan segera
memperbaiki
c. Pemasangan pintu jadi
Setelah hasil perakitan pintu kaca tempered selesai dan disetujui oleh konsultan, maka pihak
kontraktor akan segera melaksanakan pekerjaan pemasangan pada titik-titik yang sudah
tercantum pada gambar shop drawing. Adapun metode pemasangan pintu kaca tempered yang
akan kami gunakan adalah sbb:
• Mempersiapkan alat-alat bantu yang dibutuhkan
• Mengukur titik lubang paada lantai untuk pemasangan engsel tanam/floor hinges
• Setelah pengukuran selesai maka dilanjutkan pada pekerjaan membuat lubang pada lantai
sebagai tempat pemasangan engsel tanam/floor hinges
• Ukuran lubang disesuaikan dengan ukuran engsel tanam/floor hinges dan diberikan
restan 10% untuk pemberian adukan semen sebagai pengunci pasangan engsel
tanam/floor hinges
• Setelah engsel tanam/floor hinges selesai dan sudah kering, maka dilanjutkan pada
pemasangan pintu kaca tempered
• Setelah pintu kaca tempered terpasang, maka dilakukan pekerjaan penyetelan daun pintu
(buka dan tutup) sesuai dengan kecepatan yang diinginkan
2. PEKERJAAN MEMBUAT DAN MEMASANG DAUN PINTU Alumunium
Pekerjaan memasang panel pintu alumunium dengan panel kaca pada pintu tersebut meliputi
pekerjaan pengadaan dan pemasangan panel pintu. Berikut penjelasan 3 tahapan tersebut beserta
metode pelaksanaan yang akan kami gunakan:
a. Pengadaan material daun pintu
Dalam hal ini, pengadaan material panel alumunium, penutup kaca dan model disesuaikan
dengan gambar shop drawing.
b. Pekerjaan perakitan daun pintu alumunium
Sebelum melaksanakan perakitan panel, tenaga ahli dari pihak kontraktor akan melakukan
pengecekan terkait ukuran dan bentuk pintu panel sesuai gambar shop drawing. Adapun
tahapan dan metode pembuatan pintu panel adalah sebagai berikut:
• Mempersiapkan alat-alat yang diperlukan
• Mengecek ulang ukuran dan bentuk pintu panel sesuai dengan shop drawing
• Tahapan pembuatan pintu panel alumunium meliputi dua tahap yaitu pekerjaan
pembuatan rangka panel dan pemasangan kaca pintu.
• Setelah pengecekan ukuran pintu, maka dilanjutkan pada pekerjaan pemotongan
material rangka alumunium dan panel kaca pintu
• Setelah semua material dipotong sesuai dengan ukuran pada gambar shop drawing
maka dilanjutkan pada tahap pemasangan material
• Setelah rangka panel alumunium terpasang dengan sempurna, maka dilanjutkan
dengan memasang kaca.
c. Pekerjaan pemasangan daun pintu alumunium. Adapun metode pemasangan daun pintu
yang akan kami gunakan adalah sebagai berikut:
• Mempersiapkan alat-alat bantu yang diperlukan
• Pekerjaan pemasangan daun pintu dilaksanakan setelah semua pekerjaan finishing pada
gedung selesai
• Masukkan/pasang daun pintu pada kusennya, stel sampai masuk dengan toleransi
kelonggaran 3 – 5 mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
• Lepaskan daun pintu, pasang/tanam engsel daun pintu pada tiang daun pintu (sisi tebal)
dengan jarak dari sisi bagian bawah 30 cm, dari sisi bagian atas 25 cm (untuk pintu
dengan 2 engsel) dan pada bagian tengah (untuk pintu dengan 3 engsel).
• Masukkan/pasang lagi daun pintu pada kusennya, stel sampai baik kedudukannya,
kemudian beri tanda pada tiang kusen pintu tempat engsel yang sesuai dengan engsel
pada daun pintu.
• Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun pintu dengan cara melepas pennya,
kemudian pasang/tanam pada tiang kusen.
• Pasang kembali daun pintu pada kusennya dengan memasangkan engselnya, kemudian
masukkan pennya sampai pas, sehingga terpasanglah daun pintu pada kusen pintunya.
• Coba daun pintu dengan cara membuka dan menutup.
• Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun pintu dengan cara melepaskan pen
• Stel lagi sampai daun pintu dapat membuka dan menutup dengan baik, rata dan lurus
dengan kusen
3. PEKERJAAN MEMASANG ENGSEL PINTU
Sebelum melaksanakan pekerjaan pengadaan material engsel pintu, pihak kontraktor menyediakan
minimal 3 bentuk engsel pintu kepada pihak konsultan dan owner untuk dimintai persetujuan terkait
bentuk dan warna yang dikehendaki pihak owner dan konsultan. Setelah mendapat persetujuan dari
pihak owner dan kosultan, pihak kontraktor akan segera mengadakan material sesuai dengan pilihan
pihak owner dan konsultan. Pekerjaan pemasangan engsel pintu meliputi pekerjaan pengadaan
material dan pemasangan. Adapun metode pemasangan engsel pintu yang akan kami gunakan
adalah sebagai berikut :
• Menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan
• Menandai posisi tinggi pintu dan lebar pintu untuk pemilihan ukuran engsel yang
tepat/menandai sesuai dengan shop drawing
• Setelah disesuaikan, dilakukan pengukuran tebal pintu dan kusen untuk dimulai
pemasangan engsel pada pasangan pintu kayu
• Coak pintu dan kusen yang sudah di ukur
• Pasang engsel di pintu untuk penyetingan
• Setelah itu pasang engsel di kusen dan pintu
• Kencangkan mur yang sudah terdapat di dalam kemasan engsel
4. PEKERJAAN MEMASANG ESPAGNOLET
Sebelum melaksanakan pekerjaan pengadaan material espagnolet, pihak kontraktor menyediakan
minimal 3 bentuk espagnolet kepada pihak konsultan dan owner untuk dimintai persetujuan terkait
bentuk dan warna yang dikehendaki pihak owner dan konsultan. Setelah mendapat persetujuan dari
pihak owner dan kosultan, pihak kontraktor akan segera mengadakan material sesuai dengan pilihan
pihak owner dan konsultan. Pekerjaan pemasangan espagnolet meliputi pekerjaan pengadaan
material dan pemasangan. Adapun metode pemasangan espagnolet yang akan kami gunakan adalah
sebagai berikut:
• Menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan
• Menandai posisi pemasangan espagnolet
• Setelah disesuaikan, maka dilanjutkan pekerjaan pemasangan espagnolet sesuai dengan shop
drawing
• Pasang espagnolet di pintu dan kosen untuk penyetingan apabila hanya menggunakan
pasangan 1 daun pintu apabila menggunakan 2 pintu maka akan dipasang pada masing-
masing pintu dengan posisi lubang pengunci dipasang pada lantai yang sudah ditandai dan
dilubangi
• Setelah penyetelan pasangan espagnolet sudah pas maka dilakukan pekerjaan selanjutnya
• Kencangkan mur yang sudah terdapat di dalam kemasan engsel
5. PEKERJAAN MEMASANG DOOR CLOSER
Sebelum melaksanakan pekerjaan pengadaan material door closer, pihak kontraktor menyediakan
minimal 3 bentuk door closer kepada pihak konsultan dan owner untuk dimintai persetujuan terkait
bentuk dan warna yang dikehendaki pihak owner dan konsultan. Setelah mendapat persetujuan dari
pihak owner dan kosultan, pihak kontraktor akan segera mengadakan material sesuai dengan pilihan
pihak owner dan konsultan. Pekerjaan pemasangan door closer meliputi pekerjaan pengadaan
material dan pemasangan. Adapun metode pemasangan door closer yang akan kami gunakan adalah
sebagai berikut :
• Menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan
• Menentukan posisi pemasangan door closer
• Menandai lobang pasangan angkur door closer menggunakan mall dari material door closer
yang digunakan
• Setelah ditandai, dilanjutkan pada pekerjaan pemasangan door closer setelah pas maka
dilanjutkan pada pekerjaan pengencangan angkur untuk penyetelan pemasangan door closer
5.Setelah door closer dipasang pada daun pintu, dilanjutkan pemasangan gagang door closer pada
kosen pintu
6.Setelah semua terpasang maka dilanjutkan pada pekerjaan pengetesan terlebih dahulu, apabila
sudah pas maka dilanjutkan pada pekerjaan pengencangan angkur secara maksimal
6. PEKERJAAN MEMASANG HANDLE PINTU
Sebelum melaksanakan pekerjaan pengadaan material handle pintu, pihak kontraktor menyediakan
minimal 3 bentuk handle pintu kepada pihak konsultan dan owner untuk dimintai persetujuan
terkait bentuk dan warna yang dikehendaki pihak owner dan konsultan. Setelah mendapat
persetujuan dari pihak owner dan kosultan, pihak kontraktor akan segera mengadakan material
sesuai dengan pilihan pihak owner dan konsultan. Pekerjaan pemasangan handle pintu meliputi
pekerjaan pengadaan material dan pemasangan. Adapun metode pemasangan handle pintu yang
akan kami gunakan adalah sebagai berikut :
• Mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan
• Menandai posisi pemasangan handle menggunakan lubang angkur pada handle sebagai mall
pasangan angkur
• Pasangan handle menyesuaikan as silinder handle denga pasangan kunci tanam
• Setelah disesuaikan, dilanjutkan pada pekerjaan pemasangan handle pintu
• Setelah terpasang handle pintu, dilakukan pengecekan handle pintu yang sudah terpasang
• Apabila sudah pas, maka handle pintu sudah siap digunakan
• Apabila masih ada kekurangan maka pihak kontraktor segera memperbaiki
7. PEKERJAAN MEMASANG ENGSEL JENDELA
Sebelum melaksanakan pekerjaan pengadaan material engsel jendela, pihak kontraktor menyediakan
minimal 3 bentuk engsel jendela kepada pihak konsultan dan owner untuk dimintai persetujuan
terkait bentuk dan warna yang dikehendaki pihak owner dan konsultan. Setelah mendapat
persetujuan dari pihak owner dan kosultan, pihak kontraktor akan segera mengadakan material
sesuai dengan pilihan pihak owner dan konsultan. Pekerjaan pemasangan engsel jendela meliputi
pekerjaan pengadaan material dan pemasangan. Adapun metode pemasangan engsel jendela yang
akan kami gunakan adalah sebagai berikut:
• Menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan
• Menandai posisi pemasangan engsel pada daun jendela
• Setelah disesuaikan, dilakukan pengukuran tebal jendela dan kusen untuk dimulai
pemasangan engsel pada pasangan jendela kayu
• Pasang engsel di jendela untuk penyetingan
• Setelah itu pasang engsel di kusen dan jendela
• Kencangkan mur yang sudah terdapat di dalam kemasan engsel
8. PEKERJAAN MEMASANG KUNCI SELOT JENDELA
Sebelum melaksanakan pekerjaan pengadaan material kunci selot jendela, pihak kontraktor
menyediakan minimal 3 bentuk kunci selot jendela kepada pihak konsultan dan owner untuk
dimintai persetujuan terkait bentuk dan warna yang dikehendaki pihak owner dan konsultan. Setelah
mendapat persetujuan dari pihak owner dan konsultan, pihak kontraktor akan segera mengadakan
material sesuai dengan pilihan pihak owner dan konsultan. Pekerjaan pemasangan kunci selot
jendela meliputi pekerjaan pengadaan material dan pemasangan.
Adapun metode pemasangan kunci selot jendela yang akan kami gunakan adalah sebagai berikut:
• Menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan
• Menandai posisi pemasangan kunci selot pada daun jendela dan menandai lobang pengunci
pada kusen jendela
• Setelah disesuaikan, maka dilanjutkan pemasangan kunci selot pada daun jendela
menggunakan mur
• Lubangi kosen tempat pengunci pada titik yang sudah ditandai
• Setelah semua terpasang maka dilanjutkan pada tahap pengecekan pasangan kunci selot
jendela
• Apabila pasangan masih ada yang tidak sesuai maka pihak kontraktor akan segera
memperbaiki
9. PEKERJAAN MEMASANG PEGANGAN JENDELA
Sebelum melaksanakan pekerjaan pengadaan material pegangan jendela, pihak kontraktor
menyediakan minimal 3 bentuk pegangan jendela kepada pihak konsultan dan owner untuk dimintai
persetujuan terkait bentuk dan warna yang dikehendaki pihak owner dan konsultan. Setelah
mendapat persetujuan dari pihak owner dan konsultan, pihak kontraktor akan segera mengadakan
material sesuai dengan pilihan pihak owner dan konsultan. Pekerjaan pemasangan pegangan jendela
meliputi pekerjaan pengadaan material dan pemasangan. Adapun metode pegangan kunci selot
jendela yang akan kami gunakan adalah sebagai berikut:
a. Menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan
b. Menandai posisi pemasangan handle jendela pada daun jendela
c. Setelah disesuaikan, maka dilanjutkan pemasangan handle jendela pada daun jendela
menggunakan mur
d. Setelah semua terpasang maka dilanjutkan pada tahap pengecekan pasangan kunci
pegangan jendela
e. Apabila pasangan masih ada yang tidak sesuai maka pihak kontraktor akan segera
memperbaiki
10. PEKERJAAN MEMASANG KAIT ANGIN JENDELA
Sebelum melaksanakan pekerjaan pengadaan material kait angin jendela, pihak kontraktor
menyediakan minimal 3 bentuk kait angin jendela kepada pihak konsultan dan owner untuk dimintai
persetujuan terkait bentuk dan warna yang dikehendaki pihak owner dan konsultan. Setelah
mendapat persetujuan dari pihak owner dan konsultan, pihak kontraktor akan segera mengadakan
material sesuai dengan pilihan pihak owner dan konsultan. Pekerjaan pemasangan kait angin jendela
meliputi pekerjaan pengadaan material dan pemasangan. Adapun metode kait angin kunci selot
jendela yang akan kami gunakan adalah sebagai berikut:
a. Menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan
b. Menandai posisi pemasangan kait angin jendela pada daun jendela dan kaitan kait angin
pada kosen kayu
c. Setelah disesuaikan, maka dilanjutkan pemasangan handle jendela pada daun jendela
menggunakan mur dan kaitan kait angin dengan cara memasangkan mur angkur pada kosen
d. Setelah semua terpasang maka dilanjutkan pada tahap pengecekan pasangan kait angin
jendela
e. Apabila pasangan masih ada yang tidak sesuai maka pihak kontraktor akan segera
memperbaiki
11. PEKERJAAN MEMBUAT DAN PEMASANGAN KOSEN JENDELA - ALMUNIUM
Pekerjaan pemasangan kosen jendela almunium meliputi pekerjaan pengadaan dan pemasangan
kosen jendela almunium sesuai dengan yang dipersyaratkan Pada pekerjaan ini, tahapan sampai pada
pemasangan dibagi menjadi 3 tahap, berikut penjelasan masing-masing tahapan:
a. Pengadaan material kosen jendela + Accesoris
Sebelum pengadaan material untuk pembuatan jendela pada kode jendela, pihak kontraktor
akan memberikan minimal 3 sample material + accesoris yang akan digunakan kepada pihak
konsultan dan owner untuk dilakukan pemilihan material sesuai keinginan. Setelah semua
material yang dikehendaki sudah ditentukan, maka pihak kontraktor akan melakukan
pengadaan material sesuai dengan keinginan pihak owner dan konsultan.
b. Perakitan material kosen jendela + Accesoris
Setelah semua material yang diperlukan sudah disiapkan, maka sudah siap untuk
dilaksanakan pekerjaan perakitan kosen jendela allumunium sesuai dengan gambar shop
drawing. Pekerjaan perakitan kosen jendela allumunium menjadi satu kesatuan dengan
pekerjaan accesoris yang dipakai pada pemasangan jendela allumunium sesuai dengan yang
tercantum dalam dokumen lelang. Adapun metode yang digunakan pada perakitan jendela
allumunium yang akan kami gunakan adalah sebagai berikut:
• Mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan
• Mengecek kembali ukuran antara shop drawing dengan kondisi lapangan, apabila
terjadi perbedaan maka akan segera disesuaikan
• Memotong material kosen sesuai dengan gambar shop drawing yang sudah disesuaikan
dengan kondisi lapangan
• Menyiapkan accesoris yang diperlukan untuk perakitan kosen allumunium pada jendela
• Setelah pekerjaan pemotongan material kosen allumunium, pengadaan material
accesoris dan semua alat bantu yang dibutuhkan telah siap, maka sudah siap juga untuk
pelaksanaan pekerjaan perakitan kosen jendela allumunium
• Pekerjaan perakitan dilaksanakan oleh pekerja yang sudah berpengalaman
• Setelah pekerjaan perakitan telah selesai, maka dilanjutkan pada pengecekan hasil
pekerjaan, apabila masih ada kekurangan maka pihak kontraktor akan segera
memperbaiki
c. Pemasangan kosen allumunium
Setelah hasil perakitan jendela allumunium selesai dan disetujui oleh konsultan, maka pihak
kontraktor akan segera melaksanakan pekerjaan pemasangan pada titik-titik yang sudah
tercantum pada gambar shop drawing. Adapun metode pemasangan kosen jendela
allumunium yang akan kami gunakan adalah sbb:
• Mempersiapkan alat-alat bantu yang dibutuhkan
• Pemasangan kosen allumunium dilaksanakan setelah pekerjaan finishing pada gedung
telah selesai dikerjakan akan tetapi pada openingan jangan dicat dulu, supaya silent
pemasangan allumunium bisa lebih rekat dan rapat
• Pemasangan kosen allumunium dengan metode pemasangan angkur bolt yang dikaitka
pada dinding
• Setelah pasangan kosen sudah dipasang angkur maka dilakukan pekerjaan pengecekan
berkaitan kelurusan dan kekuatannpasangan kosen
• Setelah dicek sudah pas maka dilaksanakan pekerjaan pekerjaan selanjutnya yaitu
pemasangan daun jendela allumunium
• Apabila ada pekerjaan yang dikira belum pas, pihak kontraktor akan segera
memperbaiki
12. PEKERJAAN MEMBUAT DAN PEMASANGAN DAUN JENDELA KACA RANGKA ALUMUNIUM
LENGKAP
Pekerjaan pemasangan daun jendela meliputi pekerjaan pengadaan dan pemasangan daun jendela
sesuai dengan yang dipersyaratkan Pada pekerjaan ini, tahapan sampai pada pemasangan dibagi
menjadi 3 tahap, berikut penjelasan masing-masing tahapan:
a. Pengadaan material daun jendela + Accesoris
Sebelum pengadaan material untuk pembuatan jendela pada kode jendela, pihak kontraktor
akan memberikan minimal 3 sample material + accesoris yang akan digunakan kepada pihak
konsultan dan owner untuk dilakukan pemilihan material sesuai keinginan. Setelah semua
material yang dikehendaki sudah ditentukan, maka pihak kontraktor akan melakukan
pengadaan material sesuai dengan keinginan pihak owner dan konsultan.
b. Perakitan material daun jendela + Accesoris
Setelah semua material yang diperlukan sudah disiapkan, maka sudah siap untuk
dilaksanakan pekerjaan perakitan kosen jendela allumunium sesuai dengan gambar shop
drawing. Pekerjaan perakitan daun jendela allumunium menjadi satu kesatuan dengan
pekerjaan accesoris yang dipakai pada pemasangan daun jendela allumunium sesuai dengan
yang tercantum dalam dokumen lelang. Adapun metode yang digunakan pada perakitan
daun jendela allumunium yang akan kami gunakan adalah sebagai berikut:
Mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan
• Mengecek ulang ukuran dan bentuk jendela sesuai dengan shop drawing
• Tahapan pembuatan jendela meliputi dua tahap yaitu pekerjaan pembuatan rangka
jendela dan pemotongan kaca
• Setelah pengecekan ukuran jendela, maka dilanjutkan pada pekerjaan pemotongan
material rangka allumunium dan kaca
• Setelah semua material dipotong sesuai dengan ukuran pada gambar shop drawing
maka dilanjutkan pada perakitan
• Setelah semua dilaksanakan maka dilanjutkan pada pekerjaan perakitan dan penyetelan
rangka jendela
• Setelah perakitan dan penyetelan rangka jendela selesai, maka dilanjutkan pada
pekerjaan pemasangan kaca jendela
• Daun jendela karena mamakai material kaca, maka pemasangan pada sisi tepi kaca
diberi silent sebagai perekat kaca jendela
• Setelah semua sudah dilaksanakan maka dilanjutkan pada tahap perakitan keseluruhan
daun jendela dalam hal ini antara rangka dan kaca jendela
c. Pemasangan daun allumunium
Setelah hasil perakitan jendela allumunium selesai dan disetujui oleh konsultan, maka pihak
kontraktor akan segera melaksanakan pekerjaan pemasangan pada titik-titik yang sudah
tercantum pada gambar shop drawing. Adapun metode pemasangan daun jendela
allumunium yang akan kami gunakan adalah sbb:
• Mempersiapkan alat-alat bantu yang dibutuhkan
• Pemasangan daun jendela allumunium dilaksanakan setelah pekerjaan pemasangan
kosen allumunium telah terpasang
• Pemasangan daun jendela allumunium dilakukan bersamaan dengan pasangan
accesoris dari daun jendela allumunium
• Setelah pemasangan daun jendela dan accesorisnya telah terpasang maka dilanjutkan
pada pekerjaan pengecekan pasangan, pekerjaan pengecekan pasangan meliputi
pengaturan buka dan tutup pasangan daun jendela allumunium
• Apabila pasangan masih kurang sesuai, maka pihak kontraktor akan segera
memperbaiki
13. PEKERJAAN PEMASANGAN KACA JENDELA
Pekerjaan pemasangan kaca jendela meliputi pekerjaan pengadaan dan pemasangan kaca jendela
sesuai dengan yang dipersyaratkan Pada pekerjaan ini, tahapan sampai pada pemasangan dibagi
menjadi 3 tahap, berikut penjelasan masing-masing tahapan:
a. Pengadaan material kaca jendela + Accesoris
Sebelum pengadaan material untuk pembuatan jendela pada kode jendela, pihak kontraktor
akan memberikan minimal 3 sample material yang akan digunakan kepada pihak konsultan
dan owner untuk dilakukan pemilihan material sesuai keinginan. Setelah semua material
yang dikehendaki sudah ditentukan, maka pihak kontraktor akan melakukan pengadaan
material sesuai dengan keinginan pihak owner dan konsultan.
b. Perakitan material kaca jendela + Accesoris
Setelah semua material yang diperlukan sudah disiapkan, maka sudah siap untuk
dilaksanakan pekerjaan perakitan kaca jendela allumunium sesuai dengan gambar shop
drawing. Pekerjaan perakitan kaca jendela allumunium menjadi satu kesatuan dengan
pekerjaan accesoris yang dipakai pada pemasangan kaca jendela allumunium sesuai dengan
yang tercantum dalam dokumen lelang. Adapun metode yang digunakan pada perakitan kaca
jendela allumunium yang akan kami gunakan adalah sebagai berikut:
• Mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan
• Mengecek kembali ukuran antara shop drawing dengan kondisi lapangan, apabila
terjadi perbedaan maka akan segera disesuaikan
• Memotong material kaca sesuai ukuran rangka yang sudah dipotong
• Menyiapkan accesoris yang diperlukan untuk pemasangan kaca pada jendela
• Setelah pekerjaan pemotongan material kaca jendela, pengadaan material accesoris dan
semua alat bantu yang dibutuhkan telah siap, maka sudah siap juga untuk pelaksanaan
pekerjaan kaca jendela allumunium
• Pekerjaan perakitan dilaksanakan oleh pekerja yang sudah berpengalaman
• Setelah pekerjaan perakitan telah selesai, maka dilanjutkan pada pengecekan hasil
pekerjaan, apabila masih ada kekurangan maka pihak kontraktor akan segera
memperbaiki
c. Pemasangan kaca allumunium
Setelah hasil perakitan kaca jendela allumunium selesai dan disetujui oleh konsultan, maka
pihak kontraktor akan segera melaksanakan pekerjaan pemasangan pada titik-titik yang
sudah tercantum pada gambar shop drawing. Adapun metode pemasangan kaca jendela
allumunium yang akan kami gunakan adalah sbb:
• Mempersiapkan alat-alat bantu yang dibutuhkan
• Pemasangan kaca pada kosen allumunium dilaksanakan setelah pasangan kosen
allumunium telah terpasang dengan baik
• Pemasangan kaca pada kosen allumunium dilaksanakan oleh pekerja yang sudah
berpengalaman
• Setelah kaca terpasang pada kosen maka dilanjutkan pada pasangan pengunci kaca
• Setelah pasangan kaca pada kosen telah selesai, maka dilanjutkan pada pemasangan
sealant pada tepi sisi antara kaca dan kosen
• Apabila ada pekerjaan yang dikira belum pas, pihak kontraktor akan segera
memperbaiki
I. PEKERJAAN PEMASANGAN PLAFOND
Sebelum memulai pekerjaan pemasangan plafond, pihak kontraktor melalui tenaga ahlinya membuat
suatu gambar shop drawing yang berhubungan dengan pekerjaan pemasangan plafond yang
kemudian dikonsultasikan dengan pihak konsultan pengawas untuk diminta persetujuan. Setelah
gambar shop drawing telah selesai dan disetujui oleh pihak konsultan pengawas, maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan tersebut.
1. PEKERJAAN PEMASANGAN RANGKA LANGIT-LANGIT HOLLOW
Sebelum melaksanakan pekerjaan pemasangan rangka langit-langit hollow, tenaga ahli dari pihak
kontraktor akan mengecek pasangan rangka langit-langit hollow berkaitan dengan model
pemasangan dan ukuran rangka mengacu pada gambar shop drawing. Pelaksanaan pekerjaan
rangka langit-langit hollow dilaksanakan setelah pekerjaan atap dan pekerjaan pemasangan rangka
langit-langit hollow dilaksanakan secara bersamaan dengan pemasangan instalasi-instalasi sesuai
dengan gambar shop drawing. Adapun tahapan dalam metode pelaksanakan pasangan rangka
hollow adalah sebagai berikut :
• Langkah pertama dan terpenting dari pemasangan rangka adalah mengukur garis ketinggian
plafon sekeliling ruangan yang hendak dipasang rangka. Kita dapat menggunakan pengukur
waterpas pada beberapa titik di sekeliling ruangan. Gambar garis untuk menyatukan titik-
titik tersebut.
• Langkah berikutnya adalah pemasangan wall angle (siku metal) sebagai penyangga metal
furing. Tempatkan siku metal pada tanda garis. Selalu mulai dengan dinding dengan luas
terpanjang. Bor siku metal dengan jarak antar baut/sekrup 60 cm (Sesuai gambar). Pastikan
siku dibaut dengan kencang agar kuat menyangga metal furing.
• Teruskan pemasangan siku metal pada bagian dinding yang lain. Harap diperhatikan bahwa
pada sudut dinding, siku metal sebaiknya dipasang saling tindih sepanjang 60 cm (Sesuai
gambar). Bentuk siku metal menjadi L di ujung dengan menggunakan gunting hollow.
Kencangkan juga semua pada daerah metal yang bertindihan tersebut.
• Setelah siku metal terpasang, beri garis dengan pensil atau spidol untuk setiap 60 cm (Sesuai
gambar) sebagai tanda bagi pemasangan metal furing atau hollow.
• Potong metal furing sesuai dengan panjang yang direncanakan dan tempatkan di atas siku
metal. Kencangkan dengan paku sekrup.
• Rangka utama (main channel atau C channel) digantungkan pada kawat penggantung
dengan menggunakan U clamp dan ditempatkan di atas metal furing dengan posisi
menyilang. Kaitkan persilangan kedua jenis metal tersebut dengan menggunakan channel
clamp.
• Tahap terakhir dari pemasangan rangka adalah penguatan rangka tersebut dengan
pemasangan bracket dan hanger.
• Penggunaan kawat penggantung (rod hanger) dan besi bracket (angle clip) merupakan
asesoris yang paling umum digunakan dalam suspended ceiling.
Pada proses pekerjaan pemasangan rangka hollow, adapun hal-hal yang diperhatikan antara lain:
• Elevasi rencana ketinggian plafond
• Tingkat kerataan pasangan
• Tingkat kerapian pasangan
• Tingkat kekuatan pasangan dalam hal ini pasangan sekrup dan dan penggantung
Apabila hal tersebut telah dilakukan pengecekan dan disetujui oleh konsultan pengawas maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan selanjutnya, apabila masih ada kekurangan maka
pihak kontraktor akan memperbaiki.
2. PEKERJAAN PEMASANGAN LANGIT-LANGIT KALSIBOARD DAN GYPSUM
Sebelum melaksanakan pekerjaan pemasangan material penutup langit-langit, tenaga ahli dari pihak
kontraktor akan mengecek pasangan penutup langit-langit berkaitan dengan model pemasangan
pada gambar shop drawing. Pelaksanaan pekerjaan penutup langit-langit dilaksanakan setelah
pekerjaan pasangan rangka hollow telah selesai dilaksanakan dan semua instalasi yang berada diatas
plafond telah selesai terpasang. Metode pemasangan penutup langit-langit/plafond adalah sebagai
berikut:
• Untuk gypsum dan kalciboard, pertemuan diatur secara menyilang
• Sebelum pemasangan sekrup pastikan bor sekrup disesuaikan benar, sehingga kepala sekrup
hanya masuk sedikit kedalam permukaan lembaran gypsum dan kalciboard
• Tekan ujung sekrup perlahan ke dalam permukaan lembaran gypsum dan kalciboard
sebelum menjalankan mesin bor untuk memasukkan sekrup
• Sekrup berfungsi sebagai titik perkuatan dipasang pada jarak maksimal 30 cm
• Setelah lembaran gypsum dan kalciboard terpasang semua, cek leveling permukaan plafond
• Untuk gypsum dan kalciboard, sambungan antara pertemuan diberi textile tape dan di
compound kemudian digosok dengan ampelas untuk mendapatkan permukaan yang rata
• Tutup semua kepala sekrup dengan compound lalu gosok dengan ampelas sampai
mendapatkan permukaan yang halus atau sampai mendapat persetujuan dari konsultan
pengawas
Pada proses pekerjaan pemasangan plafond gypsum dan kalciboard, adapun hal-hal yang
diperhatikan antara lain:
• Tingkat kerataan pasangan
• Tingkat kerapian pasangan
• Pada posisi sambungan garus rapi dan halus
Apabila hal tersebut telah dilakukan pengecekan dan disetujui oleh konsultan pengawas maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan selanjutnya, apabila masih ada kekurangan maka
pihak kontraktor akan memperbaiki.
3. PEKERJAAN PEMASANGAN LIST PLAFOND GYPSUM PROFIL
Sebelum melaksanakan pekerjaan pemasangan list gypsum profil, tenaga ahli dari pihak kontraktor
akan mengecek pasangan list gypsum profil berkaitan dengan model pemasangan pada gambar shop
drawing. Pelaksanaan pekerjaan list gypsum profil dilaksanakan setelah pekerjaan pasangan plafond
telah selesai dilaksanakan. Metode pemasangan list gypsum adalah sebagai berikut:
• Ukur panjang area yang ingin dipasang list. Memastikan ukuran tepat karena jika meleset
beberapa centimeter saja bisa berpengaruh pada saat pemasangan list yang lain (terutama
bagian sambungan pojok)
• Setelah itu, potong list yang akan dipasang sesuai dengan ukuran tadi dengan menggunakan
cutter atau gergaji besi
• Selanjutnya membuat “perekat” dari compound untuk menempelkan list pada dinding yang
akan dipasang. Sediakan air, bubuk compound, wadah, dan kape. Bubuk compound
diletakkan di suatu wadah (biasanya potongan papan gypsum atau potongan tripleks).
Dikarenakan compound setelah terkena air cepat mengeras (kurang lebih 10 menit), maka
saat pencampuran diusahakan agar air yang dicampur sedikit demi sedikit sambil diaduk
pelan-pelan
• “Perekat” yang sudah jadi selanjutnya dioleskan ke list yang telah dipotong tadi. Oleskan
“perekat” tersebut secara merata agar semua bagian list dapat menempel pada dinding dan
plafond secara merata
• Kemudian tempelkan list yang sudah diolesi “perekat” tersebut ke dinding dan plafond yang
akan dipasang. Ratakan list tersebut sesuai dengan ukuran tadi (usahakan diberi tanda
tempat yang akan ditempel list)
• Setelah list tertempel pada dinding dan plafond, selanjutnya merapikan bagian atas dan
bawah list dengan kape karena biasanya pada saat penempelan, ada bekas “perekat” yang
keluar. Perapihan dapat dilakukan dengan amplas atau kape (alat untuk membersihkan sisa–
sisa kerak perekat yang menempel pada list plafond. Apabila pada sambungan list ingin
terlihat rapi, usahakan agar tidak sampai keliatan. Caranya dengan menambah “perekat”
atau membuat motif, seolah-olah list tersebut terlihat menyambung
Pada proses pekerjaan pemasangan list plafond gypsum, adapun hal-hal yang diperhatikan antara
lain:
• Tingkat kerataan pasangan
• Tingkat kerapian pasangan
• Pada posisi sambungan garus rapi dan halus
• Pertemuan pada sudut bangunan
Apabila hal tersebut telah dilakukan pengecekan dan disetujui oleh konsultan pengawas maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan selanjutnya, apabila masih ada kekurangan maka
pihak kontraktor akan memperbaiki.
J. PEKERJAAN PENUTUP ATAP
Pekerjaan penutup atap dilaksanakan setelah semua pekerjaan pasangan dinding bata dan balok
beton struktur telah selesai dilaksanakan. Sebelum pihak kontraktor pelaksana melaksanakan
pekerjaan penutup atap, tenaga ahli dari pihak kontraktor melakukan survey dan pengukuran sesuai
lapangan dan menterjemahkan ke dalam bentuk gambar shop drawing. Setelah gambar shop
drawing selesai, maka gambar shop drawing dikonsultasikan kepada konsultan pengawas untuk
dimintai persetujuan. Apabila semua gambar sudah disetujui maka tenaga ahli dari pihak kontraktor
akan segera menyampaikan dan memberikan arahan kepada para pekerja untuk segera
melaksanakan pekerjaan tersebut. Pelaksanaan pekerjaan penutup atap menggunakan alat
secukupnya dan seperlunya. Berikut penjelasan kami tentang metode pelaksanaan pekerjaan yang
termasuk pekerjaan penutup atap sesuai dengan penawaran.
1. PEKERJAAN MEMBUAT DAN MEMASANG RANGKA BAJA RINGAN
Sebelum melakukan pengadaan material, pihak kontraktor akan menyediakan sampel material dan
dikonsultasikan kepada pihak konsultan untuk dimintai petunjuk pengadaan material. Pengadaan
material dapat segera dilaksanakan apabila sudah ada persetujuan dari konsultan. Setelah semua
material tercukupi beserta aksesorisnya maka akan dilaksanakan pemasangan. Adapun metode
pemasangan rangka atap baja yang kami gunakan adalah sebagai berikut:
• Tenaga ahli pihak kontraktor akan menyampaikan kepada pekerja tentang ukuran dan model
pemasangan sesuai gambar shop drawing
• Memperisapkan lahan dan tempat untuk pelaksanaan pabrikasi dan mengecek lokasi yang
akan dipasang rangka atap baja
• Pengukuran lokasi pemasangan berdasarkan rencana gambar yang sudah dibuat sebelumnya
• Proses perangkaian rangka atap dilaksankan dibawah
• Pemasangan masing-masing profil baja sesaui dengan rencana sebelumnya pada titik yang
sudah ditentukan, dimensi / penampang profil baja sesuai dengan gambar kerja
• Check sambungan apakah sudah benar-benar bagus pada masing-masing bidang
• Pekerjaan pemasangan penutup atap baru dapat dilaksanakan setelah rangka atap baja sudah
terpasang 100% dan kuat menahan beban atap diatasnya
Pada proses pekerjaan pemasangan rangka atap baja ringan, adapun hal-hal yang diperhatikan
antara lain:
• Kesesuaian sudut yang digunakan
• Kekuatan sambungan
• Jarak setiap rangka
• Material yang digunakan
Apabila hal tersebut telah dilakukan pengecekan dan disetujui oleh konsultan pengawas maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan selanjutnya, apabila masih ada kekurangan maka
pihak kontraktor akan memperbaiki.
2. PEKERJAAN MEMASANG ATAP MULTIROOF
Sebelum melakukan pengadaan material, pihak kontraktor akan menyediakan sampel material dan
dikonsultasikan kepada pihak konsultan untuk dimintai petunjuk pengadaan material. Pengadaan
material dapat segera dilaksanakan apabila sudah ada persetujuan dari konsultan. Setelah semua
material tercukupi beserta aksesorisnya maka akan dilaksanakan pemasangan. Adapun metode
pemasangan penutup atap MULTIROOF yang kami gunakan adalah sebagai berikut:
• Pekerjaan pemasangan atap sudah bisa dilaksanakan setelah pekerjaan pemasangan rangka
atap telah selesai dan mendapat persetujuan dari konsultan pengawas.
• Pasang dudukan pengunci pada gording rangka atap yang sudah terpasang. Sekrupkan
dudukan pengunci. Gunakan bor listrik sebagai alat bantu penyekrupan.
• Pasang lembaran atap bitumen bergelombang (MULTIROOF) di atas dudukan pengunci tadi.
Luruskan posisi dan cantelkan. Jika sudah pas, tekan dengan kaki hingga terkunci. Cara yang
sama dilakukan untuk lembaran penutup atap berikutnya.
• Lakukan pemasangan penutup bagian tepi dengan gambar dan bentuk yang sudah
ditentukan. Pemasangan dilakukan dengan bantuan pengunci dan bor listrik khusus.
• Gunakan sealant gun untuk sambungan nok. Pengeleman dilakukan pada nok bagian bawah
dan atas. Tempel keduanya dengan cara ditekan. Setelah kering, sekrup dengan alat bor
listrik pada sambungan sehingga terkunci.
Pada proses pekerjaan pemasangan penutup atap metal, adapun hal-hal yang diperhatikan antara
lain:
• Kesamaan bentuk dan warna dari material
• Kerapatan pasangan penutup atap
• Kerataan pada pasangan
Apabila hal tersebut telah dilakukan pengecekan dan disetujui oleh konsultan pengawas maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan selanjutnya, apabila masih ada kekurangan maka
pihak kontraktor akan memperbaiki.
3. PEKERJAAN MEMASANG NOK ATAP MULTIROOF
Sebelum melakukan pengadaan material, pihak kontraktor akan menyediakan sampel material dan
dikonsultasikan kepada pihak konsultan untuk dimintai petunjuk pengadaan material. Pengadaan
material dapat segera dilaksanakan apabila sudah ada persetujuan dari konsultan. Setelah semua
material tercukupi beserta aksesorisnya maka akan dilaksanakan pemasangan. Adapun metode
pemasangan nok yang kami gunakan adalah sebagai berikut :
• Pekerjaan pemasangan bubungan atap MULTIROOF dilaksanakan setelah pekerjaan penutup
atap telah selesai
• Pekerjaan pemasangan bubungan terdapat pada atas nok dan atas jurai, pemasangan
bubungan atap metal berfungsi sebagai penutup lubang sambungan atap antara sisi yang
satu dengan sisi yang lain
• Pekerjaan pemasangan bubungan atap dilaksanakan dengan metode sekrup dikarenakan
menggunakan rangka atap dari baja ringan
Pada proses pekerjaan pemasangan nok atap metal, adapun hal-hal yang diperhatikan antara lain:
• Kesamaan bentuk dan warna dari material
• Kerapatan pasangan penutup atap
• Kerataan pemasangan
Apabila hal tersebut telah dilakukan pengecekan dan disetujui oleh konsultan pengawas maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan selanjutnya, apabila masih ada kekurangan maka
pihak kontraktor akan memperbaiki.
4. PEKERJAAN MEMASANG LISTPLANK WOODPLANK / NUSAPLANK
Sebelum melakukan pengadaan material, pihak kontraktor akan menyediakan sampel material dan
dikonsultasikan kepada pihak konsultan untuk dimintai petunjuk pengadaan material. Pengadaan
material dapat segera dilaksanakan apabila sudah ada persetujuan dari konsultan. Setelah semua
material tercukupi beserta aksesorisnya maka akan dilaksanakan pemasangan. Pemasangan listplank
dilaksanakan berbarengan setelah rangka atap sudah jadi dan belum terpasang penutup atap pada
bagian ujung bawahnya. Adapun metode pemasangan listplank/woodplank yang kami gunakan
adalah sebagai berikut:
• Menggunakan benang untuk memastikan kelurusan pemasangan
• Memasang papan lisplank satu per satu dengan celah antara listplank kurang lebih 4 mm
• Lisplank diaplikasikan 1 trap sesuai desain
• Tempel papan listplank menggunakan sekrup
• Cara penyusunan papan listplank dibuat zig-zag yaitu ujung papan trap pertama dan trap
kedua tidak segaris. Hal ini diperlukan untuk menambah kekuatan sambungan dan
menyamarkan sambungan
• Tidak dibenarkan rangka tepi plafon menggantung langsung pada papan lisplank, kecuali
pada rangka penunjang lisplank/woodplank
Pada proses pekerjaan pemasangan listplank/woodplank, adapun hal-hal yang diperhatikan antara
lain:
• Kerapian pada sambungan
• Kelurusan pada sambungan listplank
Apabila hal tersebut telah dilakukan pengecekan dan disetujui oleh konsultan pengawas maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan selanjutnya, apabila masih ada kekurangan maka
pihak kontraktor akan memperbaiki.
1. PEKERJAAN PEMASANGAN ALUMUNIUM COMPOSIT PANEL (ACP)
Cara Pasang Rangka ACP ialah sebagai berikut:
Pembuatan rangka dudukan ACP
a. Jika Konstruksi Rangka Dudukan ACP dipasang pada Dinding yang terbuat dari pasangan
Batubata, maka Dinding Batubata tersebut harus diplester terlebih dahulu. Minimal diplester tanpa
Aci, atau sanggup juga di-aci. Supaya Konstruksi Rangka ini tetap Kuat Mengikat ketika menahan
Beban Rangka itu sendiri dan Beban ACP nantinya, serta Tahan Lama.
b. Jika Konstruksi Rangka Dudukan ACP dipasang pada Dinding Beton atau Beton Bertulang, maka
dinding tersebut tidak perlu diplester lagi, silahkan eksklusif dipasang.
c. Rangka Dudukan ACP, sebaiknya memakai material Metal atau Logam yang berkualitas baik, sehingga
tidak gampang Korosi (berkarat) dan tidak gampang rusak akhir korosi tersebut.
Seperti Gambar dibawah ini : A ialah Alumanium, dan B ialah Besi Hollow yang di-Cat (dengan
ketebalan material Logam yang memadai untuk menahan Beban Sendiri Rangka tersebut dan ACP yang
akan dipasang pada Rangka tersebut.
Dalam hal ini, sebaiknya tidak memakai materi menyerupai Rangka Furring Gypsum Galvanis. Karena
materi ini tidak tahan terhadap Cuaca, Panas Matahari, Air Hujan, dan Kelembaban, sehingga sangat
gampang Korosi (berkarat). Korosi ini akan cepat sekali merusak Furring tersebut. Seperti Gambar
dibawah ini.
d. Lakukan Marking pada Dinding Batubata (dalam hal ini, Contoh Pemasangan dilakukan pada Dinding
Batubata yang telah diplester). Jarak Horizontal-nya kita misalkan 60cm dan Jarak Vertikal-nya juga
60cm. Seperti Gambar dibawah ini.
e. Lakukan Pemasangan Rangka Dudukan ACP, pola disini memakai Besi Hollow 40x40.
Pemasangan Besi Hollow ini sanggup dilakukan dengan 2 cara, yaitu:
f. Satu-persatu Besi Hollow (yang telah dipasang Bracket) eksklusif dikunci pada dinding tersebut
memakai Dynabolt,. Besi Hollow lainnya sanggup di-join dengan sistem Pengelasan hingga semua
terpasang. Seperti sanggup dilihat pada kedua Gambar dibawah ini.
g. Bisa juga semua Besi Hollow difabrikasi terlebih dahulu (dengan sistem Pengelasan), dan dipasang
Bracket pada tempat-tempat tertentu. Kemudian sekaligus dipasang pada Dinding tersebut.
Seperti Gambar dibawah ini.
h. Setelah semua Besi Hollow terpasang, lakukan Pengecekan Ulang terhadap kekuatan pasangan
Dynabolt dan Pengelasan. Hal ini diharapkan untuk memastikan Kekuatan Rangka Dudukan tersebut
sebelum Alumanium Composit Panel (ACP) dipasang pada Rangka tersebut.
Tahapan Pekerjaan Fabrikasi ACP
a. Ukur Rangka Dudukan ACP yang telah tersedia, untuk memilih Ukuran PotonganLembaran ACP yang
akan dibentuk. Pada Gambar dibawah ini sanggup dilihat, ukuran Jarak As Besi Hollow 40x40 (sebagai
Dudukan ACP) yakni = 60cm x 60cm.
b. Karena ukuran Jarak As Besi Hollow 40x40 (sebagai Dudukan ACP) = 60cm x 60cm. Kita sanggup
merencanakan Ukuran Potongan Lembaran ACP = 64cm x 64cm, ibarat Gambar dibawah ini.
Gunakan Mesin Potong Plat Alumanium untuk melaksanakan pemotongan.
c. Setelah Lembaran ACP final dipotong dengan ukuran = 64cm x 64cm, lakukan proses Routing pada
Lembaran ACP tersebut, biar nanti sanggup ditekuk sebesar 90 derajat. Sesuaikan ukuran Routing
ibarat Gambar kedua dibawah ini, yaitu = 59cm x 59cm pada bab "tengah" dan 2,5cm pada bab
"keliling".
(Proses Routing memakai Mata Pisau Router 90 derjat)
d. Setelah proses Routing selesai, Potong ke 4 Sudut (yang diarsir warna Biru) ibarat Gambar diatas. Lalu
buang bab yang berwarna Biru tersebut, ibarat Gambar dibawah ini.
e. Lalu tekuk ke 4 sisi bab ACP yang lebar 2,5cm tersebut keatas, sebesar 90 derajat, ibarat Gambar
dibawah ini.
f. Setelah ACP terbentuk ibarat Gambar diatas, buat Bracket dengan memakai Potongan Plat Siku
Alumanium yang telah disediakan sebelumnya (seperti Gambar dibawah ini), untuk mengunci ke 4
sudut yang ditunjukkan pada Gambar diatas.
g. Kunci ke 4 sudut yang ditunjukkan pada Gambar dibawah ini, memakai Bracket yang telah disediakan
sebelumnya. Penguncian memakai Paku Rivert (Paku Keling).
h. Setelah ke 4 Bracket diatas terpasang, kita perlu memasang Bracket lagi pada ke 4 sudut tersebut. Yaitu
Bracket yang nantinya akan dipakai untuk mengunci (menyatukan) Lembaran ACP pada Rangka
Dudukan ACP. Panjang Bracket tidak harus 5 cm, tapi diubahsuaikan dengan Bobot Lembaran ACP
yang akan dipikulnya, sanggup 6 cm atau 7 cm.
i. Buat Bracket memakai Plat Siku Alumanium (atau Plat Siku dari Besi) ibarat Gambar dibawah ini. Lalu
pasang Bracket tersebut pada Lembaran ACP dengan memakai Paku Rivert (Paku Keling). Setiap sudut
Lembaran ACP dipasang 2 buah Bracket. Jika dihitung Jumlah Bracket ini = 8 buah (per-setiap 1
Lembar ACP yang difabrikasi),alasannya setiap Sudut dipasang 2 buah Bracket. Hal penting yang perlu
diperhatikan adalah: Posisi 8 buah Bracket tersebut. Posisi 8 buah Bracket tersebut harus diatur
sedemikian rupa biar tidak tumpang tindih dengan Bracket pada Lembaran ACP ke-2, ke-3, ke-4, dan
seterusnya, yang dipasang disamping Kiri, Kanan, Atas, dan Bawah, dari masing-masing Lembaran
ACP tersebut.
j. Pekerjaan Fabrikasi Lembaran ACP selesai. Kita sanggup menciptakan Jumlahnya sesuai dengan
kebutuhan, untuk menutup seluruh Rangka Dudukan ACP yang ada.
Tahapan Memasang Lembaran ACP pada Rangka Hollow:
a. Tentukan dan sediakan terlebih dahulu Sekrup Pengunci yang akan dipakai untuk menyatukan
Bracket Lembaran ACP pada Rangka Dudukan-nya.
b. Lakukan Pemasangan Lembaran ACP pada Rangka Dudukan memakai Sekrup Pengunci, dengan
dukungan Mesin Bor dan Mata Obeng Positif, ibarat 2 buah Gambar dibawah ini.
c. Lakukan Penguncian pada ke-8 Bracket yang ada, ibarat Gambar dibawah ini.
d. Lakukan Pemasangan Lembaran ACP pada lembaran-lembaran berikutnya, hingga semua Rangka
Dudukan terpasang oleh Lembaran ACP tersebut. Seperti Gambar dibawah ini.
e. Setelah semua Rangka Dudukan terpasang oleh Lembaran ACP, maka selesai-lah Proses Pemasangan
Lembaran ACP ini.
Cara Memberikan Sealant pada sela Lembaran ACP:
a. Rekatkan Kertas Lem (A) pada Lembaran ACP.
b. Selipkan (masukkan) Flexible Gasket (B) kedalam sela Lembaran ACP tersebut dengan proteksi Kape/
Sekrap (C), ibarat pada Gambar dibawah ini. Flexible Gasket yang masuk kedalam sela Lembaran ACP
harus cukup kedalaman-nya untuk menawarkan ruang bagi Sealant yang akan diaplikasi-kan diatas
Flexible Gasket tersebut.
c. Aplikasi-kan Sealant (D) pada sela Lembaran ACP yang telah dipasang Flexible Gasket tersebut,
dengan proteksi Sealant Gun (E) biar pekerjaan menjadi lebih mudah.
d. Lalu rapikan Sealant tersebut dengan memakai Kape/ Sekrap (F) yang ujungnya telah dimodifikasi
menjadi Melengkung, ibarat Gambar dibawah ini.
e. Setelah proses merapikan Sealant dengan Kape selesai, lepaskan Kertas Lem (A) dari permukaan
Lembaran ACP tersebut.
f. Agar lebih mudah, proses melepaskan Kertas Lem tersebut harus segera dilakukan pada ketika Sealant
masih dalam keadaan Basah (setengah kering). Seperti terlihat pada Gambar dibawah ini.
g. Setelah semua pekerjaan Pemberian Sealant diatas selesai, lakukan Pembersihan pada semua
permukaan ACP yang ada. Baik itu berupa sisa kotoran Sealant yang menempel, melepaskan Plastik
lapisan Pelindung Permukaan ACP, dan sebagainya.
K. PEKERJAAN PENGECATAN
Sebelum melaksanakan seluruh pekerjaan pengecatan, pihak kontraktor akan membuat sebuah
gambar shop drawing yang sudah berwarna supaya pihak owner dan konsultan dapat
memperkirakan warna apa yang diingiinkan. Setelah warna disetujui maka pihak kontraktor akan
menyediakan minimal 3 sample lalu diserahkan kepada konsultan dan pihak owner untuk dimintai
persetujuan. Apabila warna sudah disetujui maka pihak kontraktor akan segera mendatangkan
material cat yang akan digunakan. Berikut penjelasan kami tentang metode pelaksanaan pekerjaan
yang termasuk pekerjaan pengecatan sesuai dengan penawaran.
1. PEKERJAAN PENGECATAN BIDANG LOGAM
Sebelum pengaplikasian cat pada material logam, permukaan logam diamplas terlebih dahulu dan
apabil ada yang berlubang maka akan didempul lebih dulu lalu diamplas sampai benar-benar halus.
Apabila sudah diamplas, maka akan dilanjutkan lagi pada tahap pembersihan permukaan kayu dari
debu dan kotoran yang masih menempel sampai benar-benar bersih. Metode pengaplikasian cat
logam adalah menggunakan sprayer, adapun metode yang digunakan adalah sebagai berikut:
• Menutup lapisan sisi dinding yang berhubungan langsung dengan pasangan kusen kayu
menggunakan solasi kertas (Apabila pengaplikasian pengecatan setelah material kayu
terpasang)
• Apabila pengaplikasian cat dilaksanakan sebelum pemasangan, maka material logam yang
akan dicat harus diganjal pada bagian bawahnya dan tidak boleh berhubungan langsung
dengan tanah
• Nozzle pada alat sprayer dicek terlebih dahulu dan tingkat keenceran cat juga diperhatikan
sesuai dengan petunjuk sebelum proses pengaplikasian pengecatan
• Setelah semua dilaksanakan maka tinggal proses pengaplikasiannya saja yaitu dengan cara
semprot menggunakan alat sprayer
Pada proses pekerjaan pengecatan kayu, adapun hal-hal yang diperhatikan antara lain:
• Kerapian hasil pengecatan
• Tebal dan tipisnya hasil pengecatan (Harus rata)
Apabila hal tersebut telah dilakukan pengecekan dan disetujui oleh konsultan pengawas maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan selanjutnya, apabila masih ada kekurangan maka
pihak kontraktor akan memperbaiki.
2. PEKERJAAN PENGECATAN TEMBOK BARU
Metode pelaksanaan pengecatan tembok baru yang akan kami gunakan adalah sebagai berikut :
• Aplikasi pengecatan dengan menggunakan roll dan untuk bagian sudut menggunakan kuas.
• memastikan permukaan dinding dalam keadaan kering tidak lembab
• Proteksi area kerja dengan plastic/kertas terutama untuk menghindari tumpahan cat
• Permukaan dinding dibersihkan dahulu sebelum di cat, yaitu dengan diampelas, sikat kawat
atau gurinda jenis mangkok (bila ada plesteran + aci yang tidak rata)
• Setelah permukaan dinding bersih, diberi lapisan plamir dinding supaya pori-pori/lubang-
lubang kecil dan retak-retak halus tertutup
• Setelah plamir kering, permukaan dinding diampelas lagi agar mendapatkan permukaan
yang bersih/halus
• Untuk dinding luar terlebih dahulu diberi lapisan alkali untuk anti jamur/lumut. Kemudian
dilakukan pengecatan finish untuk dinding 2 (dua) lapis dengan menggunakan cat dinding
emultion sesuai spek teknis
• Pengulangan cat dilakukan setelah lapisan cat sebelumnya telah kering
Pada proses pekerjaan pengecatan tembok baru, adapun hal-hal yang diperhatikan antara lain:
• Kerapian hasil pengecatan
• Tebal dan tipisnya hasil pengecatan (Harus rata)
Apabila hal tersebut telah dilakukan pengecekan dan disetujui oleh konsultan pengawas maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan selanjutnya, apabila masih ada kekurangan maka
pihak kontraktor akan memperbaiki.
3. PEKERJAAN PENGECATAN PLAFOND BARU
Metode pelaksanaan pengecatan plafond baru yang akan kami gunakan adalah sebagai berikut :
• Memastikan permukaan plafond gypsum dan GRC sudah dalam keadaan rata
• Proteksi area kerja dengan plastik terutama pada bagian lantai dan pintu/jendela untuk
menghindari tumpahan cat
• Permukaan plafond dibersihkan dahulu dari debu dan kotoran dengan diampelas
• Setelah diberi lapisan cat dasar, dilakukan pengecatan finish untuk permukaan plafond 2
(dua) lapis dengan menggunakan jenis cat emultion sesuai spek teknis
• Pengulangan cat dilakukan setelah lapisan cat sebelumnya telah kering
Pada proses pekerjaan pengecatan plafond baru, adapun hal-hal yang diperhatikan antara lain:
• Kerapian hasil pengecatan
• Tebal dan tipisnya hasil pengecatan (Harus rata)
Apabila hal tersebut telah dilakukan pengecekan dan disetujui oleh konsultan pengawas maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan selanjutnya, apabila masih ada kekurangan maka
pihak kontraktor akan memperbaiki.
L. PEKERJAAN SANITASI GEDUNG
Pekerjaan sanitasi gedung dilaksanakan sesuai dengan waktu yang dibutuhkan, dalam hal ini
pelaksanaan masing-masing pekerjaan yang termasuk pekerjaan sanitasi gedung waktunya berbeda-
beda, seperti pemasangan instalasi pipa pembuangan ataupun instalasi pipa air bersih. Pada pipa
pembuangan pipa 4” misalnya dilaksanakan sebelum pekerjaan pengecoran lantai karena pipa
pembuangan akan disembunyikan supaya tidak mengganggu pandangan serta pemasangan pipa air
bersih dipasang setelah pasangan dinding bata selesai. Untuk lebih jelasnya kami akan menjelaskan
satu persatu metode pelaksanaan yang kami gunakan dalam pelaksanaan pekerjaan sanitasi gedung.
Setiap kali akan melaksanakan pemasangan instalasi, tenaga ahli dari pihak kontraktor membuat
gambar shop drawing yang kemudian akan dijadikan sebagai acuan pelaksanaan kerja. Berikut
penjabaran masing-masing metode pada pekerjaan sanitasi gedung.
1. PEKERJAAN PEMASANGAN PIPA PVC TIPE AW Ø 4”
Pelaksanaan pekerjaan pemasangan pipa PVC tipe AW 4” dilaksanakan sebelum pekerjaan
pengecoran lantai karena pipa 4” apabila dibuat terlihat akan mengganggu pandangan. Sebelum
melaksanakan pekerjaan pemasangan pipa tipe AW dia. 4”, tenaga ahli dari pihak kontraktor akan
mengecek jalur-jalur instalasi pipa baik itu pembuangan ataupun instalasi air bersih. Pekerjaan
pemasangan pipa PVC tipe AW 4” termasuk pekerjaan pengadaan dan pemasangan beserta accesoris
pelengkapnya. Pemasangan pipa PVC tipe AW 4” dilaksanakan oleh pekerja plumbing yang sudah
berpengalaman dan diawasi oleh tenaga ahli dari pihak kontraktor. Perakitan pasangan pipa sesuai
dengan gambar shop drawing dan dilem dengan kuat untuk mencegah kebocoran pada saat
pemakaian. Kemiringan pemasangan pipa PVC tipe AW dia. 4” menyesuaiakan lapangan.
2. PEKERJAAN PEMASANGAN PIPA PVC TIPE AW Ø 2”
Pelaksanaan pekerjaan pemasangan pipa PVC tipe AW 2” dilaksanakan sebelum pekerjaan
pengecoran lantai karena pipa 2” apabila dibuat terlihat akan mengganggu pandangan. Sebelum
melaksanakan pekerjaan pemasangan pipa tipe AW dia. 2”, tenaga ahli dari pihak kontraktor akan
mengecek jalur-jalur instalasi pipa baik itu pembuangan ataupun instalasi air bersih. Pekerjaan
pemasangan pipa PVC tipe AW 2” termasuk pekerjaan pengadaan dan pemasangan beserta accesoris
pelengkapnya. Pemasangan pipa PVC tipe AW 2” dilaksanakan oleh pekerja plumbing yang sudah
berpengalaman dan diawasi oleh tenaga ahli dari pihak kontraktor. Perakitan pasangan pipa sesuai
dengan gambar shop drawing dan dilem dengan kuat untuk mencegah kebocoran pada saat
pemakaian. Kemiringan pemasangan pipa PVC tipe AW dia. 2” menyesuaiakan lapangan
3. PEKERJAAN PEMASANGAN PIPA PVC TIPE AW Ø 1,5”
Pelaksanaan pemasangan pipa PVC tipe AW dia. 1,5” dilaksanakan setelah pekerjaan sanitasi dalam
gedung selesai, pipa PVC dia. 1,5” digunakan sebagai pipa induk dari penampungan air dan
kemudian dibagi ke pipa uk. ¾” yang merupakan pipa sanitasi dalam gedung. Pekerjaan pemasangan
pipa PVC tipe AW dia. 1,5” meliputi pengadaan material dan pemasangan beserta accesorisnya.
Pemasangan pipa 1,5” dilaksanakan sesuai mengikuti jalur-jalur yang tertera dalam gambar shop
drawing. Pengeleman pemasangan harus kuat supaya pada saat pemakaian tidak terjadi kebocoran
pipa.
4. PEKERJAAN PEMASANGAN PIPA PVC TIPE AW Ø 3/4”
Pelaksanaan pemasangan pipa PVC tipe AW dia. 3/4” dilaksanakan setelah pekerjaan pemasangan
dinding bata telah selesai dilaksanakan dalam hal ini sebelum ada pekerjaan plesteran dan acian pada
dinding, ini dimaksudkan supaya tidak terjadi pekerjaan berulang misalnya apabila plesteran terlebih
dahulu maka terpaksa pihak kontraktor harus memongkar plesteran terlebih dahulu sebelum
pemasangan pipa PVC dia. ¾” dan setelah pasangan pipa terpasang maka pihak kontraktor juga
harus melakukan pekerjaan plesteran kembali untuk menutupi pasanga instalasi pipa. Jalur
pemasangan instalsi pipa PVC dia. ¾” sesuai dengan gambar shop drawing.
5. PEKERJAAN PEMASANGAN CLOSET
Sebelum melaksanakan pemasangan closed duduk dan urinoir, tenaga ahli dari pihak kontraktor
akan menyediakan minimal 3 sampel yang kemudian akan dikonsultasikan kepada pihak owner dan
konsultan untuk meminta persetujuan. Apabila dari salah satu sample telah ditentukan maka pihak
kontraktor sudah bisa mengadakan material sesuai dengan pilihan pihak owner. Adapun metode
pemasangan yang akan kami gunakan adalah sebagai berikut :
• Klosed jongkok yang akan dipasang akan kami ajukan dulu shop drawing nya, sesuai dengan
posisi outlet / inlet yang ada dalam spek teknis barangnya dari pabrik
• buat mal / acuan & tentukan posisi kloset pada kamar mandi dan
pastikan posisi ujung pipa 4" tsbkemiringan pipa harus diatur agar cukup untuk mengalirkan
kotoran / air kotor ke pipa pembuangan menuju tangki STP
• posisi pipa supply air bersih harus sesuai dengan posisi kran pengatur air dari klosed /
urinoir.
• Buat adukan 1 PC: 3 PS untuk melekatkan closet pada dudukannya dan pastikan pipa
pembuangan terhubung dan tidak bocor dengan insulasi karet bawaan klosed
• Sebelum adukan kering, atur kedataran closet dgn waterpas
Setelah adukan kering lakukan percobaan penyiraman
• Setelah dilakukan percobaan berupa penyiraman maka selanjutnya dilaksanakan pekerjaan
pemasangan lantai keramik pada KM/WC
• Apabila setelah dilakukan pengecekan tapi terjadi buntu maka akan segera diperbaiki
6. PEKERJAAN PEMASANGAN WASTAFEL
Sebelum melakukan pemasangan wastafel, harus terlebih dahulu pemasangan meja untuk dudukan
westafel harus sudah jadi terlebih dulu dan pekerjaan instalasi air baik air bersih dan kotor sudah
selesai. Berikut adalah metode pemasangan wastafel dan kran air yang akan kami gunakan adalah
sebagai berikut:
• Letakkan mal/cetakan diatas meja westafle untuk dilubangi.
• Pasang mal/cetakan pada bagian bawah meja. Beri tanda untuk di bor.
• Bor bagian bawah meja menggunakan mata bor 15 mm dengan kedalaman 13 mm bila
ketebalan marbliten 15 mm.
• Aduk resin dan hardener hingga merata, lalu tuang pada lubang yang sudah di bor, segera
masukkan nut TSP 0225 WN. Perhatikan lubang nut jangan sampai kemasukan kotoran.
• Keempat nut setelah terpasang.
• Pasang baut pada nut setelah kering.
• Berikan silicone pada bibir westafle.
• Angkat dan tempelkan westafle pada marblite kemudian pasang bracket selanjutnya
kencangkan mur.
• Westafle selesai terpasang dengan baik dan benar.
Pada proses pekerjaan pemasangan westafle, adapun hal-hal yang diperhatikan antara lain:
• Kerapian hasil pemasangan
• Instalasi pipa
• Kerapatan pemasangan dalam hal ini tidak boleh ada yang bocor
Apabila hal tersebut telah dilakukan pengecekan dan disetujui oleh konsultan pengawas maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan selanjutnya, apabila masih ada kekurangan maka
pihak kontraktor akan memperbaiki.
7. PEKERJAAN PEMASANGAN KRAN AIR WASTAFEL
Sebelum melaksanakan pengadaan barang, pihak kontraktor akan menyediakan minimal 3 sample
untuk dikonsultasikan kepada pihak owner dan konsultan. Apabila sudah ada keputusan maka pihak
kontraktor sudah dapat melakukan pengadaan barang sesuai pilihan dari pihak owner dan
konsultan. Pemasangan kran air westafle dilaksanakan setelah pekerjaan pemasangan westafle telah
selesai dilaksanakan. Pemasangan kran air westafle adalah dengan menyambungkan pipa instalasi
air bersih kepada dudukan yang sudah terdapat pada westafle itu sendiri dengan diatambah selotip
pada drat pasangan kran air. Setelah terpasang maka akan dilakukan pengecekan apakah bocor apa
tidak dan apibila masih ada pekerjaan yang belum maksimal maka akan segera diperbaiki.
8. PEKERJAAN PEMASANGAN KRAN AIR
Sebelum melaksanakan pengadaan barang, pihak kontraktor akan menyediakan minimal 3 sample
untuk dikonsultasikan kepada pihak owner dan konsultan. Apabila sudah ada keputusan maka pihak
kontraktor sudah dapat melakukan pengadaan barang sesuai pilihan dari pihak owner dan
konsultan. Adapun metode yang akan kami gunakan dalam pemasangan kran air adalah sebagai
berikut:
• Hal yang pertama adalah sebelum mamasang kran pastikan bahwa instalasi tembok dan pipa
sudah benar-benar selesai dikerjakan hal ini untuk menghidari Kran anda rusak oleh
benturan dan goresan.
• Hal yang kedua adalah memastikan air yang akan dialirkan sudah besih dari kotoran
maupun sisa material bangunan. Biasa dilakukan dengan mengalirkan air ke intalasi pipa
beberapa saat. Hal ini berfungsi untuk menjamin kebersihan air serta menghidari kran anda
tersumbat.
• Hal yang ketiga adalah memastikan kran yang akan anda pasang memiliki tipe drat yang
sama. Bila ternyata beda dan anda sudah terlanjur membeli Kran tersebut kita bisa
menggunakan Joint atau Connector yang dua dratnya sesuai dengan unjung kran dan ujung
pipa.
Pada proses pekerjaan pemasangan kran air, adapun hal-hal yang diperhatikan antara lain:
• Kerapian hasil pemasangan
• Instalasi pipa
• Kerapatan pemasangan drat kran air
Apabila hal tersebut telah dilakukan pengecekan dan disetujui oleh konsultan pengawas maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan selanjutnya, apabila masih ada kekurangan maka
pihak kontraktor akan memperbaiki.
9. PEKERJAAN PEMASANGAN BAK CUCI STAINLESS
Sebelum melaksanakan pengadaan barang, pihak kontraktor akan menyediakan minimal 3 sample
untuk dikonsultasikan kepada pihak owner dan konsultan. Apabila sudah ada keputusan maka pihak
kontraktor sudah dapat melakukan pengadaan barang sesuai pilihan dari pihak owner dan
konsultan. Pemasangan bak cuci stainless bersamaan dengan pekerjaan plat meja bak cuci stainless.
Dalam hal ini setelah pemasangan bekisting dan pembesian plat meja bak cuci, dipasang bak cuci
stainless terlebih dahulu sebelum dilaksanakan pekerjaan pengecoran plat meja bak cuci. Sebelum
pemasangan bak cuci, diperhatikan terlebih dahulu posisi pipa air pembuangan supaya pada saat
pengerasan plat beton meja bak cuci tidak terjadi pembobokan atau pembengkokan paksa pipa
pembuangan karena semua instalasi sudah tertanam pada beton. Setelah semua terpasang maka
dilanjutkan pada pekerjaan pengecekan meliputi:
• Bocor tidaknya pasangan bak cuci ataupun pada instalasi pipa
• Kerapian pemasangan
Apabila hal tersebut telah dilakukan pengecekan dan disetujui oleh konsultan pengawas maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan selanjutnya, apabila masih ada kekurangan maka
pihak kontraktor akan memperbaiki.
10. PEKERJAAN PEMASANGAN FLOOR DRAIN
Sebelum melaksanakan pengadaan barang, pihak kontraktor akan menyediakan minimal 3 sample
untuk dikonsultasikan kepada pihak owner dan konsultan. Apabila sudah ada keputusan maka pihak
kontraktor sudah dapat melakukan pengadaan barang sesuai pilihan dari pihak owner dan
konsultan. Adapun metode yang akan kami gunakan dalam pelaksanaan pemasangan floor drain
adalah sebagai berikut:
• Floor drain yang digunakan adalah semutu dengan merk Dalam negeri, metal verchroom,
lubang diameter 2 inchi dilengkapi dengan siphon dan penutup berengsel.
• Floor drain dipasang ditempat-tempat sesuai dengan gambar untuk itu.
• Floor drain yang dipasang telah diseleksi dengan baik, tanpa cacat dan telah disetujui oleh
Pemilik Pekerjaan.
• Pada tempat-tempat yang telah dipasang floor drain, penutup lantai harus dilubangi dengan
rapih, menggunakan pahat kecil dengan bentuk dan ukuran sesuai dengan ukuran floor
drain tersebut.
• Hubungan saringan metal dengan beton/lantai menggunakan perekat beton kedap air.
• Setelah floor drain terpasang, pasangan harus rapi waterpass, dibersihkan dari noda-noda
semen dan tidak ada kebocoran.
Pada proses pekerjaan pemasangan floor drain, adapun hal-hal yang diperhatikan antara lain:
• Kemiringan pasangan lantai harus mengarah ke floor drain
• Posisi floor drain harus lebih rendah dari lantai
Apabila hal tersebut telah dilakukan pengecekan dan disetujui oleh konsultan pengawas maka pihak
kontraktor baru bisa melaksanakan pekerjaan selanjutnya, apabila masih ada kekurangan maka
pihak kontraktor akan memperbaiki.
11. PEKERJAAN PEMBUATAN BAK KONTROL
Pekerjaan pembuatan bak control dilaksanakan setelah instalasi pembuangan air kotor selesai
dilaksanakan. Pembuatan bak control menggunakan material sesuai dengan spek teknis. Pembuatan
bak control difungsikan sebagai pengaman apabila ada barang-barang berharga jatuh sebelum
masuk ke saluran pembuangan. Posisi dan ukuran bak control sesuai dengan gambar shop drawing.
12. PEKERJAAN PEMBUATAN BAK SEPTIC
Langkah-langkah pembuatan septic tank:
• Siapkan galian tanah dengan ukuran 10% lebih besar dari kapasitas rencana.
• Timbun dasar galian dengan pasir urug secukupnya, ratakan dan padatkan.
• Mulailah memasang dinding bata untuk septictank dan resapan
• Mengatur kedudukan pipa inlet septictank terhadap pipa outlet dari KM/WC.
• Atur kedudukan pipa outlet resapan ke arah drainase.
• Lakukan pengurugan tanah disisi luar septictank dengan air secara bersamaan dan
• Pastikan ketinggian urugan tanah dan air pada septictank dan resapan hingga rata dengan
permukaan bawah pipa outlet.
• Pastikan semua bagian sudah terpasang dengan baik.
Bila diperlukan lebih baik permukaan tanah ditutup dengan beton bertulang.
Septic tank berkaitan erat dengan aktivitas biologis seluruh penghuni gedung. Agar tidak mudah
penuh dan mampat, diperlukan rancangan yang tepat. Rancangan dan pemeliharaan yang tidak
tepat, dapat membuat septic tank tidak berfungsi dengan baik.
Septic tank adalah sistem sanitasi yang terdiri dari pipa saluran dari kloset, bak penampungan
kotoran cair dan padat, bak resapan, serta pipa pelepasan air bersih dan udara. Agar septic tank tidak
mudah penuh dan mampat, perlu diperhatikan hal-hal berikut:
• Kemiringan pipa
Kemiringan menentukan lancar tidaknya proses pembuangan limbah. Selisih ketinggian
kloset dan permukaan air bak penampung kotoran, sebaiknya sebesar mungkin. Agar
mengalir lancar, kemiringan pipa minimal 2%, artinya setiap 100cm terdapat perbedaan
ketinggian 2cm.
• Bak harus kuat dan kedap air
Dinding, dasar, dan penutup bak utama harus kedap air, agar limbah tidak mencemari
lingkungan. Bak endapan dan resapan sebaiknya memiliki dasar berupa campuran kerikil
dan pasir.
M. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK ARUS KUAT DAN ARUS LEMAH
Sebelum pihak kontraktor pelaksana melaksanakan semua pekerjaan elektrikal, tenaga ahli dari
pihak kontraktor melakukan survey dan pengukuran sesuai lapangan dan menterjemahkan ke dalam
bentuk gambar shop drawing. Setelah gambar shop drawing selesai, maka gambar shop drawing
dikonsultasikan kepada konsultan pengawas untuk dimintai persetujuan. Apabila semua gambar
sudah disetujui maka tenaga ahli dari pihak kontraktor akan segera menyampaikan dan memberikan
arahan kepada para pekerja untuk segera melaksanakan pekerjaan tersebut. Pelaksanaan pekerjaan
elektrikal menggunakan alat secukupnya dan seperlunya. Dalam hal pengadaan material yang akan
digunakan, pihak kontraktor menyediakan minimal 3 sample untuk dikonsultasikan kepada
konsultan. Berikut penjelasan kami tentang metode pelaksanaan pekerjaan yang termasuk pekerjaan
elektrikal sesuai dengan penawaran.
PEKERJAAN INSTALASI STOP KONTAK, KOTAK-KONTAK, SACHKELAR DAN INSTALASI TITIK LAMPU
Metode pada pemasangan instalasi adalah sebagai berikut:
• Semua hantaran (kabel) yang ditarik dalam pipa/cabelduct harus diusahakan tidak tampak
dari luar (tertanam)
• Pemasangan sparing-sparing listrik yang melintas di plat, balok, kolom beton harus dipasang
terlebih dahulu sebelum pengecoran, kabel diusahakan dimasukkan bersamaan dengan
pemasangan sparing
• Pipa yang dipasang pada dinding dilaksanakan sebelum pekerjaan plesteran dan acian
dikerjakan
• Penempatan sambungan/percabangan harus ditempatkan di daerah yang mudah dicapai
untuk perbaikan (perawatan)
• Sambungan harus menggunakan klem/isolasi kabel supaya terlindung dengan baik sehingga
tidak tersentuh atau menggunakan lasdop dan ditempatkan pada Te Dos.
• Lekukan/belokan pipa harus beradius > 3 kali diameter pipa dan harus rata (untuk
memudahkan penarikan kabel).
• Jaringan arde harus dipasang tersendiri/terpisah dengan arde penangkal petir (Apabila ada
penangkal petir)
• Pada hantaran di atas langit-langit, harus diklem pada bagian bawah plat/balok atau pada
balok kayu rangka langit-langit.
• Untuk hantaran/tarikan kabel yang menyusur dinding bata/beton pada shaft harus diklem
atau dengan papan dan kabel trey bila jaringan terlalu rumit (banyak)
• Apabila ada kekurangan pada hasil pemasangan yang disampaikan oleh konsultan, akan
langsung ditindak lanjuti
1. PEKERJAAN PEMASANGAN STOP KONTAK
Pekerjaan pemasangan stop kontak dilaksanakan setelah pekerjaan pemasangan instalasi
telah selesai dilaksanakan. Pekerjaan pemasangan stop kontak menggunakan alat seperlunya
dan sesuai kebutuhan. Stop kontak dipasang sesuai dengan gambar shop drawing dalam hal
ini adalah posisi dan titik pemasangan. Pemasangan stop kontak dilaksanakan oleh pekerja
yang sudah berpengalaman.
2. PEKERJAAN PEMASANGAN SACHKELAR
Pekerjaan pemasangan sachkelar dilaksanakan setelah pekerjaan pemasangan instalasi telah
selesai dilaksanakan. Pekerjaan pemasangan sachkelar menggunakan alat seperlunya dan
sesuai kebutuhan. sachkelar dipasang sesuai dengan gambar shop drawing dalam hal ini
adalah posisi dan titik pemasangan. Pemasangan sachkelar dilaksanakan oleh pekerja yang
sudah berpengalaman.
3. PEKERJAAN PEMASANGAN LAMPU RML 2x18watt
Sebelum pekerjaan pemasangan lampu RML, pihak kontraktor minimal menyediakan 3
sample bentuk lampu kepada pihak owner dan konsultan untuk dimintai petunjuk pilihan
material lampu yang akan digunakan. Setelah ada persetujuan dari pihak owner dan
konsultan, pihak kontraktor sudah bisa mendatangkan material sesuai pilihan dari owner
dan konsultan. Pemasangan titik lampu sesuai dengan gambar shop drawing, ini
diakarenakan pemasangan titik lampu berkaitan dengan kebutuhan setiap ruangan. Pada
item pekerjaan ini, sudah termasuk pengadaan material dan pemasangan sampai lampu
menyala.
5. PEKERJAAN PEMASANGAN LAMPU DOWNLIGHT LED 21 Watt
Sebelum pekerjaan pemasangan lampu downligt, pihak kontraktor minimal menyediakan 3
sample bentuk lampu kepada pihak owner dan konsultan untuk dimintai petunjuk pilihan
material lampu yang akan digunakan. Setelah ada persetujuan dari pihak owner dan
konsultan, pihak kontraktor sudah bisa mendatangkan material sesuai pilihan dari owner
dan konsultan. Pemasangan titik lampu sesuai dengan gambar shop drawing, ini
diakarenakan pemasangan titik lampu berkaitan dengan kebutuhan setiap ruangan. Pada
item pekerjaan ini, sudah termasuk pengadaan material dan pemasangan sampai lampu
menyala.
6. PEKERJAAN PEMASANGAN BOX PANEL
Sebelum pekerjaan pemasangan box panel, pihak kontraktor minimal menyediakan 3 sample
bentuk box panel kepada pihak owner dan konsultan untuk dimintai petunjuk pilihan
material lampu yang akan digunakan. Setelah ada persetujuan dari pihak owner dan
konsultan, pihak kontraktor sudah bisa mendatangkan material sesuai pilihan dari owner
dan konsultan. Pemasangan titik box panel sesuai dengan gambar shop drawing. Pada item
pekerjaan ini, sudah termasuk pengadaan material dan perakitan sampai instalasi bisa
digunakan. Pemasangan box panel adalah dengan metode mananam box panel pada dinding
dan kemudian diangkur sebagai pengikat untuk pemasangan box panel. Perakitan instalasi
dari box panel dilaksanakan oleh pekerja yang sudah berpengalaman menggunakan
peralatan secukupnya. Setelah box panel terpasang dan selesai tahap perakitannya maka
dilakukan pada tahap pengetesan. Apabila ditest belum menyala maka akan dilakukan
pengecekan kembali sampai dapat digunakan sesuai dengan fungsinya.
T. PEKERJAAN PELAPORAN KEMAJUAN PEKERJAAN
Pekerjaan pelaporan kemajuan pekerjaan menjadi tanggung jawab pihak kontraktor
pelaksana dan dilakukan setiap harinya. Pekerjaan pelaporan kemajuan pekerjaan meliputi
dokumentasi, back up data, laporan harian, laporan mingguan, laporan bulanan dan data-
data lain apabila dibutuhkan pihak owner atau konsultan.
U. PEKERJAAN PEMBERSIHAN AKHIR
Pekerjaan pembersihan akhir berupa pembersihan bekas-bekas andang kerja, bekas gudang
material, bekas barak kerja dan beserta sisa-sisa atau bekas bongkaran yang akan
mengganggu kenyamanan pada saat bangunan telah difungsikan. Semua bekas-bekas atau
sisa-sisa yang telah dibersihkan selanjutnya akan dikumpulkan dan pada tahap selanjutnya
akan dilakukan pekerjaan pembuangan ke luar lokasi.
N. PEKERJAAN LAIN-LAIN
1. Lingkup pekerjaannya adalah pekerjaan administrasi/dokumentasi, biaya
keamanan/jaga malam, obat-obatan/P3K. Penjelasan masing-masing lingkup pekerjaan
ini telah dijabarkan pada masing-masing pasal di atas, kecuali pekerjaan administrasi
proyek berupa:
2. Laporan berkala mengenai pekerjaan secara keseluruhan dan segala sesuatunya yang
berhubungan dengan pekerjaan tersebut dalam kontrak.
3. Catatan yang jelas mengenai kemajuan pekerjaan yang telah dilaksanakan dan jika
diminta oleh Direksi Pekerjaan/Pemilik untuk keperluan pemeriksaan sewaktu-waktu
dapat diserahkan.
4. Dokumen Foto:
Kontraktor diwajibkan membuat dokumen foto-foto, sebelum pekerjaan dimulai sampai
pada pekerjaan selesai 100 % dan tiap tahap permintaan angsuran disertai keterangan
lokasi, arah pengambilan dan tahap pelaksanaan pembangunan serta disusun secara
rapih dan diketahui oleh Direksi Pekerjaan/Pemilik dan Pengelola Teknis.
Hal – hal yang belum masuk ataupun belum diatur dalam persyaratan teknis ini akan
dibahas lebih lanjut pada saat pelaksanaan pekerjaan di lapangan atas dasar
persetujuan Direksi Teknis Konsultan Perencana – Konsultan Pengawas dan Pelaksana
yang akan dituangkan di dalam Berita Acara Lapangan.
STANDA TEKNIS
Calon penyedia wajib menyusun metode pelaksanaan tersebut dengan mengacu pada
standar teknis baku yang berlaku pada ketentuan yang ada. Hal ini untuk meyakinkan
bahwa penyedia memang betul memahami cara kerja yang benar.
IV. PERSYARATAN KUALIFIKASI
a. Persyaratan administrasi/Legalitas
Memenuhi kentetuan peeraturan perundang-undangan untuk menjalankan
kegiatan/usaha :
1. Memiliki sertifikat Nomor Induk Berusaha (NIB) KBLI 41015 dengan
Subklasifikasi BG008 (19/14) jasa peleksana konstruksi bangunan Kesehatan
atau BG005 (6/21) konstruksi Gedung Kesehatan;
2. Memiliki NPWP dan telah memenuhi kewajiban pelaporan perpajakan/SPT
Tahun 2023;
3. Memiliki akta pendirian perusahaan dan akta perubahan perusahaan (apabila
ada perubahan);
4. Menyetujui pernyataan pakta integritas;
5. Menyetujui surat pernyataan peserta.
b. Persyaratan kualifikasi
1. Memiliki pengalaman paling kurang 1 (satu) pekerjaan konstruksi dalam kurun
waktu 4 (empat) tahun terakhir, baik di lingkungan pemerintah maupun swasta
termasuk pengalaman subkontrak;
2. Memenuhi Sisa Kemampuan Paket (SKP) dengan perhitungan;
3. Untuk kualifikasi Usaha Kecil yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun:
(1) Dalam hal Penyedia belum memiliki pengalaman, ketentuan huruf a)
dikecualikan untuk pengadaan dengan nilai paket sampai dengan paling
banyak Rp. 2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah).
(2) Harus mempunyai 1 (satu) pengalaman pada bidang yang sama, untuk
pengadaan dengan nilai paket pekerjaan paling sedikit di atas Rp.
2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling
banyak Rp. 15.000.000.000,00 (lima belas miliar rupiah).
V. GAMBAR RENCANA KERJA
Gambar Rencana Kerja yang dipergunakan adalah gambar yang terlampir dalam
Dokumen Pengadaan/Kontrak.
VI. SPESIFIKASI BAHAN
Seluruh bahan yang dipakai untuk pelaksanaan pekerjaan ini harus sesuai dengan
ketentuan yang tercantum dalam Spesifikasi Teknis, dan harus mengutamakan
penggunaan bahan, peralatan dan jasa produksi dalam negeri.
VII. JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN
1. Jadwal pelaksanaan pekerjaan yang dipakai sebagai pedoman adalah jadwal
yang telah disesuaikan dengan tanggal terbitnya Surat Perintah Mulai Kerja.
2. Pelaksanaan pekerjaan selama 180 ( Seratus delapan puluh ) hari kalender
terhitung dari tanggal mulai kerja sesuai dengan SPMK.
VIII. PERALATAN DAN PERSONIL
Peralatan dan personil yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan pekerjaan
dan harus disediakan penyedia jasa adalah sesuai dengan persyaratan peralatan dan
personil yang telah ditentukan. Peralatan yang dibutuhkan untuk menunjang
pelaksanaan pekerjaan dan harus disediakan penyedia jasa adalah:
a. DAFTAR KEBUTUHAN ALAT MINIMAL
No. Jenis Kapasitas Jumlah Keterangan
Peralatan
Kondisi
1. Dump Truck 2-4 m3 1 Unit Baik
2. Concrete Mixer 0.3-0.6 2Unit Baik
m3
3. Stamper 5,5 HP 1 Buah Baik
4. Scaffolding 3 Set Baik
b. KETENTUAN ALAT
Dalam hal penyediaan alat, Penyedia wajib mengikuti ketentuan – ketentua sebagai berikut:
1. Semua alat dalam kondisi baik dan dapat berfungsi dengan baik dan maksimal dalam proses
pelaksanaan.
2. Alat diprioritaskan milik sendiri, tetapi masih diperbolehkan untuk memakai alat sewa
dengan ketentuan wajib melampirkan Bukti sewa alat yang di pergunakan. Dalam hal ini
penyedia harus wajib dan bersedia menyiapkan bukti kepemilikan/bukti sewa alat, dan
pada saat pra kontrak / pre award meeting apabila PA/KPA/PPK meminta klarifikasi
alat, penyedia dapat menunjukan alat tersebut dan dapat membuktikan kebenaran status
peralatan tersebut.
3. Pada saat pelaksanaan dilapangan, penyedia wajib melaksanakan pekerjaan
menggunakan alat yang telah ditawarkan sesuai jenis pekerjaannya, PA/KPA/PPK atau yang
mewakili dan konsultan Pengawas berhak untuk meminta pekerjaan dihentikan apabila
pelaksanaan tidak memakai alat sesuai dengan standart yang telah disepakati atau memakai
alat dengan kondisi dibawah standart dalam daftar peralatan minim
4. Apabila terjadi kerusakan alat dan pekerjaan belum selesai, penyedia harus melaporkan
kepada PA/KPA/PPK/Direksi pengawas terkait penggantian alat. Dan kerusakan alat
ditanggung oleh penyedia.
5. Apabila ada penggantian alat akibat rusak, alat pengganti harus sesuai dengan daftar
setandart minimum yang dipersyaratkan.
6. Dalam hal ini penyedia diperbolehkan memakai alat dengan kapasitas diatas standart
minimum spesifikasi dan performa lebih bagus sepanjang tidak menimbulkan
dampak negatif terhadap pelaksanaan pekerjaan dan tidak ada penambahan biaya dalam
hal penggantian alat.
c. DAFTAR KEBUTUHAN PERSONIL MANAJERIAL
*) Untuk pekerjaan konstruksi (Pengadaan Langsung/Tender) dengan klasifikasi usaha kecil
Kontraktor wajib menyediakan personil sesuai:
No Posisi / Jabatan Kualifikasi Jml. Pengalaman
. Org.
1. Pelaksana : SKT Pelaksana Lapangan
- Pelaksana Pekerjaan Gedung TS052/ 1 2 Tahun
Bangunan SKT Pelaksana Bangunan
Gedung/Pekerjaan Gedung TS051 atau SKK
Gedung Pelaksana Pekerjaan
2. - Petugas K3 Gedung Jenjang 4 (empat). 1 0 Tahun
Sertifikat Pelatihan K3
Konstruksi
URAIAN PEKERJAAN
Pelaksana Pelaksana Bangunan Gedung/Pekerjaan Gedung adalah seorang
pelaksana Lapangan Pekerjaan Gedung atau Pelaksana Pekerjaan
Bangunan Gedung yang bertugas sebagai Pelaksana Lapangan.
Tugas Pelaksana Lapangan antara lain:
• bertanggung jawab langsung kepada PPK dan direktur
perusahaan
• bertugas di lapangan menyusun laporan kemajuan pekerjaan
pemeliharaan
• bertugas melaksanakan eksekusi pekerjaan fisik dilapangan,
termasuk di dalamnya memastikan ketersediaan logistik material,
tenaga kerja, proses kerja dan keamanan pelaksanaan proyek.
• Pelaksana wajib hadir dilapangan selama proyek pekerjaan
berlangsung.
• Pelaksana bangunan gedung wajib mengerti dan memahami
kualitas serta kuantitas pelaksanaan pekerjaan.
Petugas K3 Di dalam organisasi Pengguna Jasa dan/atau Organisasi Penyedia
Jasa yang telah mengikuti pelatihan / sosialisasi K3 Konstruksi.
Tugas Petugas K3 Konstruksi antara lain:
• Menerapkan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang
dan terkait K3 Konstruksi
• Mengelola program K3
• Mengevaluasi prosedur dan instruksi kerja penerapan ketentuan
K3
• Melakukan sosialisasi, penerapan dan pengawasan pelaksanaan
program, prosedur kerja dan instruksi kerja K3
• Mengelola laporan penerapan SMK3 dan pedoman teknis K3
konstruksi
• Mengelola penanganan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja
serta keadaan darura