PEMERINTAH
KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
DINAS PEKERJAAN UMUM
PROGRAM : PENYELENGGARAAN JALAN
KEGIATAN : PENYELENGGARAAN JALAN KABUPATEN/KOTA
SUB KEGIATAN : REKONSTRUKSI JALAN
PEKERJAAN : LANJUTAN PENINGKATAN KAPASITAS STRUKTUR JALAN
MENUJU PANTAI SAMPAYO
LOKASI : KECAMATAN MARANG KAYU
TAHUN ANGGARAN
2024
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
LANJUTAN PENINGKATAN KAPASITAS STRUKTUR JALAN MENUJU PANTAI SAMPAYO
a. DIV. 1 UMUM
b. DIV. 2 SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONTRUKSI (SMKK)
c. DIV.3 PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK
d. DIV. 5 PERKERASAN BERBUTIR & BETON SEMEN
e. DIV. 7 STRUKTUR
• Lapisan Agregat Kelas B
• Beton f’s 3,8 Mpa
• Tulangan Beton
• Pasangan Batu
• Pengadaan dan Pemancangan Balok 8/8
1. METODE PELAKSANAAN
DIVISI 1 – UMUM
➢ Mobilisasi Dan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3)
a) Mobilisasi dilaksanakan paling lambat dalam waktu 7(Tujuh) Hari setelah
Rapat Persiapan Pelaksanaan.Penyedia Jasa harus menyerahkan Program
Mobilisasi Peralatan dan Jadwal Pelaksanaan kepada Direksi Pekerjaan
untuk dimintakan persetujuannya.
b) Item pekerjaan diatas antara lain :
a) Pembuatan Job Mix Desain/Job Mix Formula,
b) Penyiapan Kantor Lapangan dan Fasilitasnya,
c) Pengaturan Arus Lalu Lintas Transportasi,
d) Rekayasa Lapangan/Pengukuran Ulang,
e) Pelaksanaan Mobilisasi Peralatan, Personil, dan Tenaga Kerja,
f) Pembuatan Papan Nama Proyek, dan
g) Menyiapkan Peralatan K3.
2. METODE PELAKSANAAN
DIVISI 5 – PEKERJAAN BERBUTIR
LAPIS PONDASI AGREGAT KELAS B
Pekerjaan ini harus meliputi pemasokan, pemrosesan, pengangkutan,
penghamparan, pembasahan dan pemadatan agregat di atas permukaan yang telah
SPESIFIKASI TEKNIS
LANJUTAN PENINGKATAN KAPASITAS STRUKTUR JALAN MENUJU PANTAI SAMPAYO
disiapkan dan telah diterima sesuai dengan detail yang ditunjukkan dalam Gambar,
dan memelihara lapis fondasi agregrat atau lapis drainase yang telah selesai sesuai
dengan yang disyaratkan. Pemrosesan harus meliputi, bila perlu, pemecahan,
pengayakan, pemisahan, pencampuran dan kegiatan lainnya yang perlu untuk
menghasilkan suatu bahan yang memenuhi ketentuan dari Spesifikasi ini mengacu
pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 untuk Pekerjaan Konstruksi Jalan dan
Jembatan (Revisi 2) (No. 16.1/SE/Db/2020).
Pekerjaan ini termasuk penambahan lebar perkerasan eksisting sampai
lebar jalur lalu lintas yang diperlukan dan juga pekerjaan bahu jalan, yang
ditunjukkan pada Gambar. Pekerjaan harus mencakup penggalian dan
pembuangan bahan yang ada, penyiapan tanah dasar, dan penghamparan serta
pemadatan bahan dengan garis dan dimensi yang ditunjukkan dalam Gambar.
Bahan Lapis Fondasi Agregat harus dipilih dari sumber yang disetujui
pengawas pekerjaan dan mengacu kepada Bahan dan Penyimpanan, dari
Spesifikasi ini mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 untuk Pekerjaan
Konstruksi Jalan dan Jembatan (Revisi 2) (No. 16.1/SE/Db/2020). Setiap lapis
harus dihampar pada suatu kegiatan dengan takaran yang merata agar
menghasilkan tebal padat yang diperlukan dalam toleransi yang disyaratkan.
Bilamana akan dihampar lebih dari satu lapis, maka lapisan- lapisan tersebut harus
diusahakan sama tebalnya.
Pemadatan harus dilakukan hanya bila kadar air dari bahan berada dalam
rentang 3 % di bawah kadar air optimum sampai 1% di atas kadar air optimum, di
mana kadar air optimum adalah seperti yang ditetapkan oleh kepadatan kering
maksimum modifikasi (modified) yang ditentukan oleh SNI 1743:2008, Kegiatan
penggilasan harus dimulai dari sepanjang tepi dan bergerak sedikit demi sedikit ke
arah sumbu jalan, dalam arah memanjang. Pada bagian yang ber”superelevasi”,
pengilasan harus dimulai dari bagian yang rendah dan bergerak sedikit demi
sedikit ke bagian yang lebih tinggi. Kegiatan penggilasan harus dilanjutkan sampai
seluruh bekas roda mesin gilas hilang dan lapis tersebut terpadatkan secara
merata. Untuk menghindari dari kecelakan kerja seperti dijatuhi bahan agregat,
terjepit pada dump truck yang lagi menuangkan bahan agregat, pada saat
pekerjaan ini berlangsung petugas pengatur lalu lintas,
Pelaksana Lapangan, bersama dengan pengawas lapangan harus selalu
memberikan arahan kepada setiap pekerja agar selalu menggunakan APD dan APK,
SPESIFIKASI TEKNIS
LANJUTAN PENINGKATAN KAPASITAS STRUKTUR JALAN MENUJU PANTAI SAMPAYO
memasang rambu – rambu pengaman, dan selalu memperhatikan sesama pekerja
maupun pengguna jalan yang melintas pada saat alat bekerja.
PEKERJAAN BETON SEMEN FS 3,8 MPA
Pekerjaan Beton jalan ini terdiri dari beberapa item berikut :
- Pekerjaan Polytene (plastik cor) / Bond Breaker
Sebelum melakukan pemasangan besi tulangan untuk dudukan dowel terlebih
dahulu dilakukan pemasangan Polytene (plastik cor) yang akan dihamparkan
memanjang sejajar bekisting dimana sebagian dari plastik tersebut akan
menutup bekisting sehingga celah-celah pada bagian bawah bekisting
tertutup. Sehingga pada waktu pelaksanaan pengecoran air semen tidak akan
keluar dari adukan beton yang baru dicor.
- Pekerjaan Pembesian
Setelah tulangan dudukan, tie bar dan dowel telah terpasang kemudian akan
dilanjutkan dengan pengececoran. Sebelum melakukan pengecoran akan
diajukan Surat Pemberitahuan Pengececoran / membuat Request Pekerjaan
kepada pengawas/direksi untuk mendapatkan izin untuk melakukan
pengecoran. Bila telah mendapat izin pengecoran dari pengawas/direksi
maka dengan segera akan dilakukan pengecoran, dengan beton readymix yang
akan didatangkan dari supplier. Sebelum melakukan pengecoran terlebih
dahulu akan dipersiapkan segala peralatan dan perlengkapan yang
dibutuhkan pada saat pengecoran antara lain genenator set, concrete vibrator,
garukan, jidar dan kabel-kabel serta lampu-lampu penerangan.
- Pekerjaan Pengecoran Beton
Pekerjaan Beton Semi Mekanis, Air pada campuran beton dimasukan ke dalam
truck mixer pada awal campuran kemudian memasukkan Aggregat Kasar,
Halus dan Semen yang telah lolos uji spesifikasi kedalam mixer sesuai dengan
berat yang sudah di buat pada Job Mix Design yang tertera pada Rencana Mutu
Kontrak. Selama proses pengadukan truck mixer kecepatan putaran drum
tidak kurang dari 4 putaran / menit. Proses pengeluaran adukan dari drum
truck mixer tidak boleh melebihi 45 menit. Kemudian adukan pada Truk mixer
dituang ke dalam kotak (mal) yang telah disiapkan lalu diratakan secara
manual kemudian selanjutnya diratakan, pemadatan dibantu dengan
menggunakan concrete vibrator beton. Pada saat pengecoran truk mixer akan
SPESIFIKASI TEKNIS
LANJUTAN PENINGKATAN KAPASITAS STRUKTUR JALAN MENUJU PANTAI SAMPAYO
dipandu untuk mundur hingga mencapai awal dari pengecoran/opritan dan
jika telah mencapai lokasi pengecoran kemudian adukan beton tersebut
dituang dari truk mixer secara berlahan-lahan kemudian bahan adukan coran
tersebut akan diambil sebagian untuk melakukan pengujian slump beton
kemudian dan sampel benda uji silinder/kubus beton. Kemudian dilanjutkan
dengan pengecoran dimana adukan beton tersebut akan dituang dari truk
mixer dan kemudian ditarik dengan mengunakan alat bantu sambil
dipadatkan dengan menggunakan concrete vibrator kemudian diratakan
dengan menggunakan jidar hingga mendapatkan permukaan yang rata.
- Finishing
Setelah sambungan dan tepian selesai, dan sebelum bahan perawatan (curing)
dilakukan, permukaan beton harus dikasarkan dengan disikat melintang garis
sumbu (centre line) jalan, atau dengan cara pembuatan alur (grooving) pada
arah melintang atau memanjang jalan. Pengkasaran yang dilakukan dengan
menggunakan sikat kawat selebar tidak kurang dari 45 cm, dan panjang kawat
sikat dalam keadaan baru adalah 10 cm dengan masing-masing untaian terdiri
dari 32 kawat. Sikat hams terdiri dari 2 baris untaian kawat, yang diatur
berselang-seling sehingga jarak masing-masing pusat untaian maksimum 1
cm. Sikat harus diganti bila bulu terpendek panjangnya sampai 9 cm.
Kedalaman tekstur rata-rata tidak boleh kurang dari 0,75 mm.
- Perawatan dan Perlindungan Beton
Perawatan
Setelah penyelesaian akhir selesai dan lapisan air menguap dari permukaan
atau segera setelah pelekatan dengan beton tidak terjadi maka seluruh
permukaan beton harus segera ditutup dan dirawat sesuai dengan metode
yang disetujui. Dalam semua hal, dimana perawatan memerlukan penggunaan
air / curing compound. Biasanya masa perawatan dilakukan selama 7 hari,
tetapi waktu tersebut dapat diperpendek bila 70 % kekuatan tekan atau lentur
beton dapat dicapai lebih awal.
Perawatan dengan Lembar Goni atau Terpal
Permukaan dan bidang tegak beton harus seluruhnya ditutup dengan lembar
goni / terpal. Sebelum ditutup, lembar penutup harus dibuat jenuh air. Lembar
penutup harus diletakkan sedemikian rupa sehingga menempel dengan
permukaan beton, tetapi tidak boleh diletakkan sebelum beton cukup
SPESIFIKASI TEKNIS
LANJUTAN PENINGKATAN KAPASITAS STRUKTUR JALAN MENUJU PANTAI SAMPAYO
mengeras guna mencegah pelekatan. Selama masa perawatan, lembar
penutup harus tetap dalam keadaan basah dan tetap pada tempatnya.
Perlindungan Perkerasan Yang Sudah Selesai
Perkerasan yang sudah selesai dan perlengkapannya harus dilindungi dari
lalu-lintas umum dan lalu-lintas pelaksanaan. Perlindungan ini termasuk
penyediaan petugas untuk mengatur lalu-lintas, memasang dan memelihara
rambu peringatan, lampulampu, rintangan, dan jembatan penyeberangan.
Setiap kerusakan yang terjadi pada perkerasan sebelum dibuka untuk lalu-
lintas umum harus diperbaiki atau diganti.
Perlindungan terhadap hujan
Untuk melindungi beton yang belum cukup keras terhadap pengaruh hujan,
maka setiap saat harus tersedia bahan untuk melindungi beton tersebut,
seperti lembar goni, terpal, kertas perawat atau lembar plastik. Disamping itu
apabila digunakan metoda acuan gelincir maka harus direncanakan
penanggulangan darurat untuk melindungi permukaan dan tepi. Apabila
diperkirakan akan segera turun hujan maka semua petugas harus mengambil
tindakan yang perlu guna memberikan perlindungan menyeluruh kepada
beton yang belum keras.
Pembukaan dan Pembatasan Lalu-lintas
Perkerasan yang sudah jadi harus dilindungi terhadap kerusakan akibat
operasi dan lalu-lintas pelaksanaan sampai saat penyerahan hasil pekerjaan.
Perkerasan yang dilewati peralatan pelaksanaan harus tetap bersih, dan
ceceran beton atau bahan lainnya harus segera disingkirkan. Lalu-lintas
umum harus dicegah masuk dengan memasang rintangan dan rambu-rambu
sampai beton berumur paling sedikit 14 hari atau lebih lama bila diperlukan
untuk memperoleh kekuatan cukup. Lalu-lintas tidak diijinkan masuk selama
sambungan belum ditutup.