| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0021961719728000 | Rp 1,920,000,000 | - | |
| 0030689061116000 | - | - | |
| 0027121912701000 | - | - | |
| 0654192855814000 | Rp 1,679,079,634 | Peserta tidak hadir dan / tidak memberikan tanggapan atas permintaan klarifikasi yang disampaikan Pokja Pemilihan. Sesuai Dokumen Pemilihan BAB. III. IKP. Huruf E. Angka 29 Point 29.12 Dalam Hal Klarifikasi dilakukan kepada Peserta, Peserta yang tidak hadir atau tidak memberikan tanggapan atas permintaan klarifikasi, maka menggugurkan penawaran. | |
CV Laros Kontraktor | 06*0**5****26**0 | - | - |
| 0810412205803000 | - | - | |
| 0605475441729000 | - | - | |
| 0021188420728000 | - | - | |
CV Putro Edy Gemilang | 09*5**8****28**0 | - | - |
Ameera Djaya Abadi | 04*0**4****21**0 | - | - |
| 0935694406728000 | - | - | |
| 0936589415741000 | - | - | |
| 0025036799728000 | - | - | |
| 0664000403722000 | - | - | |
| 0839267739103000 | - | - | |
| 0933519860724000 | - | - | |
| 0033169533824000 | - | - | |
CV King Atlas Konstruksi | 00*6**0****22**0 | - | - |
| 0428473037814000 | - | - | |
| 0531905123728000 | - | - | |
| 0764373916627000 | - | - | |
| 0536785314728000 | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Jasa Kontruksi Terkait Lanjutan Peningkatan Jaringan Irigasi
Permukaan Daerah Irigasi UPT I Kec. Sebulu yaitu :
II. PEKERJAAN PERSIAPAN
a. Stake out Posisi Saluran Irigasi di Lokasi Pekerjaan
Metode Pelaksanaan Mutual Check (MC 0 – MC 100) :
- Peralatan untuk melaksanakan pengukuran awal diadakan sesuai
dengan kebutuhan terdiri dari waterpass, roll meter dll;
- Pengukuran awal (MC. 0) dilaksanakan bersama dengan Direksi
Pekerjaan dan atau Konsultan Pengawas untuk menentukan benck
mark dan peil ketinggian serta pemasangan patok-patok acuan untuk
pelaksanaan pekerjaan;
- Berdasarkan data hasil pengukuran awal dan data dokumen yang
ada sebelumnya kemudian dibuat gambar kerja (shop drawing) yang
akan menjadi acuan dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan;
- Selama pelaksanaan pekerjaan pengukuran dilaksanakan secara
berkala sesuai kemajuan pekerjaan di lapangan untuk melakukan
evaluasi terhadap ukuran dan dimensi – dimensi yang tertuang dalam
gambar kerja, serta dilakukan perhitungan volume untuk evaluasi
kemajuan pekerjaan terhadap schedule pelaksanaan pekerjaan yang
telah disepakati bersama;
- Pengukuran akhir (MC. 100) dilakukan setelah pekerjaan selesai
dan dibandingkan dengan gambar kerja yang dijadikan acuan dalam
pelaksanaan pekerjaan di lapangan;
- Penyimpangan – penyimpangan yang terjadi terhadap gambar
kerja dicatat;
- Hasil pengukuran akhir kemudian ditindaklanjuti dengan
pembuatan back up data perhitungan volume dan as built drawing.
Metode Pelaksanaan Dokumentasi :
- Dokumentasi terdiri dari foto dokumentasi dan laporan – laporan
yang dibuat terdiri dari laporan harian, mingguan dan bulanan sesuai
dengan kebutuhan dan petunjuk Direksi Pekerjaan.
- Dokumentasi dibuat berdasarkan hasil pengukuran dan
pengamatan yang dilakukan secara berkala seiring dengan kemajuan
pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
- Penyimpangan – penyimpangan yang terjadi dari gambar kerja
diukur dan dicatat kemudian dilaporkan dan dibahas pada waktu tertentu
atau saat meeting dengan Direksi Pekerjaan.
- Dokumetasi dan pelaporan kepada Direksi Pekerjaan
dilaksanakan secara berkala dalam bentuk Bulanan atau sesuai
petunjuk Direksi Pekerjaan.
b. Pekerjaan Mobilisasi dan Demobilisasi
Metode Pelaksanaan :
- Peralatan yang akan digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan
dilapangan yaitu excavator dan peralatan lainnya di muat ke truck
kemudian di angkut ke lokasi pekerjaan.
- Peralatan yang dimobilisasi dapat dilakukan secara bertahap
sesuai kebutuhan dan rencana pelaksanaan pekerjaan.
- Material untuk membangun fasilitas pendukung di lokasi pekerjaan
diadakan secukupnya.
- Bangunan fasilitas pendukung yang terdiri dari kantor direksi,
gudang kemudian dibangun di area dekat dengan lokasi pekerjaan atau
pada stockpile pekerjaan.
- Personil inti sesuai struktur organisasi proyek yang telah disetujui
oleh Direksi Pekerjaan di datangkan ke lokasi pekerjaan.
- Demobilisasi peralatan dilakukan secara bertahap sesuai dengan
tahapan selesainya pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
III. PEKERJAAN TANAH
a. Pekerjaan galian tanah dan buangan tanah secara mekanis
Metode Pelaksanaan :
- Sebelum melaksanakan pekerjaan, pihak pelaksana pekerjaan
(kontraktor) mengajukan ijin pelaksanaan pekerjaan dan ijin persetujuan
material/bahan berikut gambar shop drawing terlebih dahulu kepada
pihak konsultan pengawas atau direksi. Pekerjaan dapat dilaksanakan
setelah ijin pelaksanaan pekerjaan disetujui;
- Peralatan atau excavator yang akan digunakan untuk pelaksanaan
pekerjaan galian tanah di datangkan ke lokasi pekerjaan;
- Pengukuran dan pemasangan patok dilaksanakan mengacu pada
gambar kerja (shop drawing) untuk acuan pelaksanaan pekerjaan;
- Penggalian kemudian dilaksanakan dengan menggunakan
excavator mengacu pada patok yang telah dipasang dengan lebar dan
kedalaman galian masing – masing sesuai dengan gambar kerja (shop
drawing);
- Hasil galian ditempatkan sementara pada sisi kiri atau kanan area
penggalian dan ditempatkan secara baik oleh excavator sehingga tidak
memungkinkan untuk terjadinya longsoran kembali kedalam bekas
penggalian atau hasil galian langsung di rapikan di area saluran;
IV. PEKERJAAN PASANGAN
a. Pasangan Batu Gunung
Metode Pelaksanaan :
- Pelaksanaan pekerjaan pengukuran dan pemasangan bouwplank;
- Pembersihan lokasi pekerjaan
- Pengadaan bahan material pekerjaan pasangan batu seperti batu,
pasir, dan semen ke lokasi pekerjaan. Bahan yang digunakan harus
sesuai dengan yang disyaratkan.
- Bahan material ditempatkan tidak jauh dan mudah dijangkau dari
lokasi pekerjaan.
- Jika diperlukan perlu disiapkan tempat penyimpanan khusus untuk
bahan tau material, terutama untuk bahan semen agar penyimpanan
semen dapat dilakukan dengan benar.
- Pembuatan galian untuk pasangan batu sesuai dengan yang
ditunjukkan oleh gambar rencana. Pekerjaan dapat dilakukan secara
manual atau menggunakan alat berat untuk menggali seperti excavator.
- Dasar galian dibuat rata dan diberi landasan dari adukan semen
dengan pasir setebal minimal 3 cm sebelum meletakkan batu pada
lapisan yang pertama.
- Batu dengan ukuran yang besar diletakkan pada lapisan dasar
atau lapisan yang pertama dan pada sudut sudut dari pasangan batu
tersebut.
- Batu dipasang dengan muka terpanjang secara mendatar dan
untuk muka batu yang tampak atau berada paling luar dipasang sejajar
dengan muka dinding batu yang terpasang.
- Batu yang digunakan dibersihkan dan dibasahi sampai merata
selama beberapa saat agar air dapat meresap. Setiap rongga atau celah
antar batu diisi dengan bahan adukan dari semen dan pasir sesuai
dengan komposisi campuran yang ditentukan.
- Bahan adukan atau mortar dapat disiapkan menggunakan alat
concrete mixer atau secara manual. Untuk mengetahui jumlah
kebutuhan pasir dan semen anda dapat mengunjungi artikel lain
mengenai cara mengetahui jumlah kebutuhan batu, pasir, dan semen
untuk pasangan batu.
- Setiap 2 meter dari panjang pasangan batu dibuat lubang
sulingan. Kecuali ditentukan lain oleh gambar atau direksi pekerjaan.
Lubang sulingan dapat dibuat dengan memasang pipa pvc yang
berdiameter 50 mm.
- Setiap sambungan antar batu pada permukaan dikerjakan hampir
rata dengan permukaan pekerjaan tetapi tidak menutup permukaan
batu.
- Pembersihan lokasi pekerjaan dari sisa sisa material pelaksanaan.
- Jika diperlukan permukaan pasangan batu dapat diberi lapisan
acian untuk memperhalus permukaan dari pasangan batu.
-
b. Pekerjaan pancang galam diameter 8 panjang 2 meter
Metode Pelaksanaan :
- Sebelum melaksanakan pekerjaan, pihak pelaksana pekerjaan
(kontraktor) mengajukan ijin pelaksanaan pekerjaan dan ijin persetujuan
material/bahan berikut gambar shop drawing terlebih dahulu kepada
pihak konsultan pengawas atau direksi. Pekerjaan dapat dilaksanakan
setelah ijin pelaksanaan pekerjaan disetujui;
- Pihak pelaksana pekerjaan (kontraktor) menyiapkan material kayu
galam diameter 8 cm dengan panjang 2 meter di area lokasi pekerjaan;
- Pekerja menempatkan posisi pancang pada titik pekerjaan sesuai
dengan gambar rencana;
- Pancang galam ditumbuk dengan menggunakan alat Manual;
- Kedalaman pancang yang tertimbun di dalam tanah sedalam ± 1
meter dan yang muncul di atas permukaan tanah tidak lebih dari 20 cm
dan diusahakan bagian atas pancang sejajar dengan elevasi tanah yang
sudah di gali, apabila pancang ulin < dari 1 meter atau lebih yang masuk
ke dalam tanah diperbolehkan asal sudah pada posisi tanah keras;
- Pancang galam di pasang tegak lurus serta teratur memanjang
saluran yang direncanakan;
- Pengukuran hasil pancang dilakukan secara bertahap untuk
menjaga ketepatan ukuran jumlah pancang sesuai gambar kerja.
c. Plesteran
Metode Pelaksanaan :
- Pasir yang digunakan harus yang baik dan telah disetujui Direksi.;
- Spesi/adukan pekerjaan plesteran harus dari campuran semen
dan pasir dengan perbandingan volume 1 pc : 3 psr dengan
menggunakan concrete mixer;
- Pekerjaan plesteran dikerjakan secara dua lapis sampai ketebalan
1 cm. Apabila tidak diperintahkan lain pasangan harus diplester pada
bagian atas dari dinding, ujung-ujung saluran pasangan, dan untuk 0,10
m dibawah trepi atas dinding atau sesuai dengan yang tertera dalam
gambar
- Pekerjaan Plesteran 1 : 3 harus rata, lurus, halus dan rapi
sehingga bagian atas dari dinding, ujung-ujung saluran pasangan batu
permukaan tertutup.
V. PEKERJAAN DEWATERING
a. Kisdam Penahan Air
Metode Pelaksanaan :
- Sebelum melaksanakan pekerjaan, pihak pelaksana pekerjaan
(kontraktor) mengajukan ijin pelaksanaan pekerjaan dan ijin persetujuan
material/bahan berikut gambar shop drawing terlebih dahulu kepada
pihak konsultan pengawas atau direksi. Pekerjaan dapat dilaksanakan
setelah ijin pelaksanaan pekerjaan disetujui;
- Menyiapkan Karung dan mngisi dengan Pasir dan mengikat
bagian atas karung.
- Karung yang berisi pasir di susun dibagian saluran untuk
menghambat aliran air di area asaluran.- Pembuatan galian untuk
pasangan batu sesuai dengan yang ditunjukkan oleh gambar rencana.
Pekerjaan dapat dilakukan secara manual atau menggunakan alat berat
untuk menggali seperti excavator.
- Dasar galian dibuat rata dan diberi landasan dari adukan semen
dengan pasir setebal minimal 3 cm sebelum meletakkan batu pada
lapisan yang pertama.
- Batu dengan ukuran yang besar diletakkan pada lapisan dasar
atau lapisan yang pertama dan pada sudut sudut dari pasangan batu
tersebut.
- Batu dipasang dengan muka terpanjang secara mendatar dan
untuk muka batu yang tampak atau berada paling luar dipasang sejajar
dengan muka dinding batu yang terpasang.
- Batu yang digunakan dibersihkan dan dibasahi sampai merata
selama beberapa saat agar air dapat meresap. Setiap rongga atau celah
antar batu diisi dengan bahan adukan dari semen dan pasir sesuai
dengan komposisi campuran yang ditentukan.
- Bahan adukan atau mortar dapat disiapkan menggunakan alat
concrete mixer atau secara manual. Untuk mengetahui jumlah
kebutuhan pasir dan semen anda dapat mengunjungi artikel lain
mengenai cara mengetahui jumlah kebutuhan batu, pasir, dan semen
untuk pasangan batu.
- Setiap 2 meter dari panjang pasangan batu dibuat lubang
sulingan. Kecuali ditentukan lain oleh gambar atau direksi pekerjaan.
Lubang sulingan dapat dibuat dengan memasang pipa pvc yang
berdiameter 50 mm.
- Setiap sambungan antar batu pada permukaan dikerjakan hampir
rata dengan permukaan pekerjaan tetapi tidak menutup permukaan
batu.
- Pembersihan lokasi pekerjaan dari sisa sisa material pelaksanaan.
- Jika diperlukan permukaan pasangan batu dapat diberi lapisan
acian untuk memperhalus permukaan dari pasangan batu.
-
b. Pekerjaan pancang galam diameter 8 panjang 2 meter
Metode Pelaksanaan :
- Sebelum melaksanakan pekerjaan, pihak pelaksana pekerjaan
(kontraktor) mengajukan ijin pelaksanaan pekerjaan dan ijin persetujuan
material/bahan berikut gambar shop drawing terlebih dahulu kepada
pihak konsultan pengawas atau direksi. Pekerjaan dapat dilaksanakan
setelah ijin pelaksanaan pekerjaan disetujui;
- Pihak pelaksana pekerjaan (kontraktor) menyiapkan material kayu
galam diameter 8 cm dengan panjang 2 meter di area lokasi pekerjaan;
- Pekerja menempatkan posisi pancang pada titik pekerjaan sesuai
dengan gambar rencana;
- Pancang galam ditumbuk dengan menggunakan alat Manual;
- Kedalaman pancang yang tertimbun di dalam tanah sedalam ± 1
meter dan yang muncul di atas permukaan tanah tidak lebih dari 20 cm
dan diusahakan bagian atas pancang sejajar dengan elevasi tanah yang
sudah di gali, apabila pancang ulin < dari 1 meter atau lebih yang masuk
ke dalam tanah diperbolehkan asal sudah pada posisi tanah keras;
- Pancang galam di pasang tegak lurus serta teratur memanjang
saluran yang direncanakan;
- Pengukuran hasil pancang dilakukan secara bertahap untuk
menjaga ketepatan ukuran jumlah pancang sesuai gambar kerja.
c. Plesteran
Metode Pelaksanaan :
- Pasir yang digunakan harus yang baik dan telah disetujui Direksi.;
- Spesi/adukan pekerjaan plesteran harus dari campuran semen
dan pasir dengan perbandingan volume 1 pc : 3 psr dengan
menggunakan concrete mixer;
- Pekerjaan plesteran dikerjakan secara dua lapis sampai ketebalan
1 cm. Apabila tidak diperintahkan lain pasangan harus diplester pada
bagian atas dari dinding, ujung-ujung saluran pasangan, dan untuk 0,10
m dibawah trepi atas dinding atau sesuai dengan yang tertera dalam
gambar
- Pekerjaan Plesteran 1 : 3 harus rata, lurus, halus dan rapi
sehingga bagian atas dari dinding, ujung-ujung saluran pasangan batu
permukaan tertutup.
V. PEKERJAAN DEWATERING
a. Kisdam Penahan Air
Metode Pelaksanaan :
- Sebelum melaksanakan pekerjaan, pihak pelaksana pekerjaan
(kontraktor) mengajukan ijin pelaksanaan pekerjaan dan ijin persetujuan
material/bahan berikut gambar shop drawing terlebih dahulu kepada
pihak konsultan pengawas atau direksi. Pekerjaan dapat dilaksanakan
setelah ijin pelaksanaan pekerjaan disetujui;
- Menyiapkan Karung dan mngisi dengan Pasir dan mengikat
bagian atas karung.
- Karung yang berisi pasir di susun dibagian saluran untuk
menghambat aliran air di area asaluran.