| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0851695858728000 | Rp 7,799,643,785 | - | |
| 0020461273721000 | Rp 7,763,090,250 | Tidak Hadir Klarifikas Teknis | |
CV Nafis Konstruksi | 02*7**3****28**0 | - | - |
CV Adiguna Pratama | 05*4**0****54**0 | - | - |
| 0023746639728000 | - | - | |
CV Dafa Rizky Anur | 0032073298728000 | - | - |
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
BIDANG BINA MARGA
Jl. Sendawar III Komplek Perkantoran Kabupaten Kutai Barat
SENDAWAR
SPESIFIKASI TEKNIS
JASA KONSTRUKSI
KEGIATAN :
LANJUTAN PEMBANGUNAN JALAN KAMP SEKOLAQ
MULIAQ- KAMPUNG LELENG
SUMBER DANA :
APBD-P KABUPATEN KUTAI BARAT
TAHUN ANGGARAN 2025
URAIAN PEKERJAAN
LANJUTAN PEMBANGUNAN JALAN KAMP SEKOLAQ MULIAQ- KAMPUNG LELENG
Divisi 1 – Umum;
1. Mobilisasi dan Demobilisasi
Keperluan – Keperluan untuk pelaksanaan pekerjaan berupa peralatan, tenaga kerja dan lain-lain yang
mendukung pekerjaan sudah dimobilisasi pada minggu awal jadwal pelaksanaan pekerjaan, Khususnya
alat dan bahan kebutuhan yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan awal, sehingga tidak
mengganngu rencana pekerjaan selanjutnya. Kebutuhan alat digunakan sesuai dengan sepesifikasi
pekerjaan, bila terdapat perubahan pelaksanaan pekerjaan yang mengakibatkan perubahan alat harus
mendapat persetujuan direksi.
2. Serobong Kerja
Serobong kerja dibuat setelah mobilisasi peralatan dan personil,
3. Plank Nama Proyek
Plank Nama Proyek berisi data-data informasi dan warna sesuai dengan standar dari Pengawas, dan
dipasang sejak awal pelaksanaan proyek.
4. Pengukuran
Sebelum melaksanakan pekerjaan, terlebih dulu dilakukan kembali pengukuran dan pemberian
tanda/patok-patok STA baik untuk menentukan panjang maupun detail melintang. Pengukuran
dilaksanakan dengan alat ukur Teodolite dan Water pass atau Total station untuk penggambaran profil
memanjang dan melintang, dan digunakan untuk menyesuaikan dengan gambar desain.
5. Pengamanan Lalu-Lintas
Selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi, pengamanan akan arus lalu lintas
6. Administrasi dan Dokumentasi
Pelaporan dan dokumentasi pelaksanaan pekerjaan, akan secara kontinyu tiap bulan
Divisi 3 – Pekerjaan Tanah dan Geosintetik
3.3.(1) Penyiapan Badan Jalan (Manual)
- Setelah pengukuran levelling selesai pekerja merapikan dan meratakanpermukaan eksisting sesuai hasil pengukuran.
- Sekelompok pekerja akan membantu membersihkan top subgrade
3.2 Penyiapan Badan Jalan (Mekanis)
- Excavator memuat ke dalam dump truck
- Dump truck mengangkut ke lokasi timbunan dari tempat galian
- Material dihampar dengan cara manual
- Hamparan di siram dengan air lalu di padatkan dengan vibrator roller
3.4 Pembersihan dan Pengupasan Lahan (Mekanis) Excavator mini
- Excavator membersihkan areal tanah yang tertutup semak belukar dan pepohonan dan meratakan area badan
jalan yang rusak sesuai kebutuhan.
-
Excavator membongkar akar dan mengisi lubang-lubangnya dengan tanah.
- Selanjutnya Semua bahan hasil perintisan ditumpuk diluar badan jalan
- Tidak melakukan kegiatan pembakaran lahan (ZERO BURNING)
Divisi 5 – Perkerasan Berbutir dan Perkerasan Beton Semen
1. Beton Fc’ 21 Mpa (semen portland tipe 1,2,3,4 dan 5 (PCC) )
◦ Persiapan dilapangan sudah disetujui
◦ Semen, pasir, batu pecah dan air dicampur dan diaduk menjadi beton dengan menggunakan batching
plant
◦ Beton dibawa ke lapangan dengan menggunakan truck mixer agigator lalu di tuangkan di titik
pengecoran
◦ Beton harus dipadatkan dengan penggetar mekanis (Concrete Vibrator) dari dalam atau dari luar yang
telah disetujui. Bilamana diperlukan, dan bilamana disetujui oleh Pengawas Pekerjaan, penggetaran
harus disertai penusukan secara manual dengan alat yang cocok untuk menjamin pemadatan yang
tepat dan memadai. Penggetar tidak boleh digunakan untuk memindahkan campuran beton dari satu
titik ke titik lain di dalam acuan
◦ Pengecoran beton dilaksanakan secara terus menerus hingga batas sambungan pelaksanaan
(construction joint) yang telah disetujui oleh Direksi pekerjaan.
◦ Setelah pengecoran selesai, segera dilakukan perawatan dalam masa proses pengerasan beton.
◦ Selama proses pengerasan beton, beberapa orang pekerja akan memelihara proses pengerasan dengan
cara menyiramkan air ke permukaan beton atau menutupi dengan bahan yang menyerap air (karung
goni) untuk menjaga suhu beton.
◦ Setelah Pengeringan beton, segera dipotong dengan concrete cutter pada sambungan memanjang dan
melintang sebagaimana tertuang dalam gambar dan segera diisi aspal sebagai bahan penutup
sambungan.
2. Baja Tulangan
◦ Pekerjaan dilakukan secara manual
◦ Lokasi pekerjaan dilaksanakan ditempat yang telah disiapkan
◦ Besi tulangan dipotong dengan bar cutter dan dibengkokkan sesuai dengan gambar rencana desain.
◦ Besi tulangan dirangkai dan disusun kemudian diikat dengan menggunakan kawat beton (bendrat).
Perapihan rangkaian tulangan akan dilaksanakan sebelum pengecoran dilaksanakan dan begisting
◦
telah terpasang.
3. Pekerjaan Bekisting
◦ Pekerjaan dilakukan secara manual
◦ Lokasi pekerjaan dilaksanakan ditempat yang telah disiapkan
◦ Kayu perancah serta plywood dipotong sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan serta harus sesuai
dengan gambar rencana.
◦ Semua bahan kemudian di rangkai sesuai dengan gambar rencana
◦ Yang perlu diperhatikan adalah dalam merangkai bekisting harus dibuat sebaik mungkin, agar pada
saat di lakukan pengecoran bekisting tidak terbongkar.
◦ Bekisting yang sudah di rangkai kemudian di pasang pada posisi dinding saluran yang akan di cor,
dan di perkuat dengan suai-suai penahan agar tidak rusak pada saat pengecoran dilakukan.
◦ Perapihan bekisting setelah pemasangan.
4. Pekerjaan Pipa PVC
◦ Diameter Pipa PVC yang digunakan sesuai dengan keterangan gambar rencana
◦ Pipa dipotong dengan panjang sesuai dengan ukuran yang tertera pada gambar rencana.
◦ Pada kedua Ujung pipa dibungkus dengan Lakban