PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
BIDANG BINA MARGA
Jl. Sendawar III Komplek Perkantoran Kabupaten Kutai Barat
SENDAWAR
SPESIFIKASI TEKNIS
JASA KONSTRUKSI
KEGIATAN :
Peningkatan Jalan Ongko Asa - Ombau Asa Kecamatan Barong
Tongkok
SUMBER DANA :
APBD KABUPATEN KUTAI BARAT
TAHUN ANGGARAN 2023
URAIAN PEKERJAAN
Peningkatan Jalan Ongko Asa - Ombau Asa Kecamatan Barong Tongkok
Divisi 1 – Umum;
1. Mobilisasi dan Demobilisasi
Keperluan – Keperluan untuk pelaksanaan pekerjaan berupa peralatan, tenaga kerja dan lain-lain
yang mendukung pekerjaan sudah dimobilisasi pada minggu awal jadwal pelaksanaan pekerjaan,
Khususnya alat dan bahan kebutuhan yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan awal,
sehingga tidak mengganngu rencana pekerjaan selanjutnya. Kebutuhan alat digunakan sesuai dengan
sepesifikasi pekerjaan, bila terdapat perubahan pelaksanaan pekerjaan yang mengakibatkan
perubahan alat harus mendapat persetujuan direksi.
2. Serobong Kerja
Serobong kerja dibuat setelah mobilisasi peralatan dan personil,
3. Plank Nama Proyek
Plank Nama Proyek berisi data-data informasi dan warna sesuai dengan standar dari Pengawas, dan
dipasang sejak awal pelaksanaan proyek.
4. Pengukuran
Sebelum melaksanakan pekerjaan, terlebih dulu dilakukan kembali pengukuran dan pemberian
tanda/patok-patok STA baik untuk menentukan panjang maupun detail melintang. Pengukuran
dilaksanakan dengan alat ukur Teodolite dan Water pass atau Total station untuk penggambaran
profil memanjang dan melintang, dan digunakan untuk menyesuaikan dengan gambar desain.
5. Pengamanan Lalu-Lintas
Selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi, pengamanan akan arus lalu lintas
6. Administrasi dan Dokumentasi
Pelaporan dan dokumentasi pelaksanaan pekerjaan, akan secara kontinyu tiap bulan
Divisi 3 – Pekerjaan Tanah dan Geosintetik
1. Penyiapan Badan Jalan
-
Motor Grader meratakan permukaan tanah
-
Vibro Roller memadatkan permukaan yang telah dipotong/diratakan oleh Motor Grader
-
Sekelompok pekerja akan membantu meratakan badan jalan dengan alat bantu
Divisi 5 – Perkerasan Berbutir dan Perkerasan Beton Semen
1. Beton Fc’ 20 Mpa (K. 250) (semen portland tipe 1,2,3,4 dan 5 (PCC) )
◦ Persiapan dilapangan sudah disetujui
◦ Menggunakan alat manual ( Concrete Mixer )
◦ Lokasi sesuai panjang penanganan
◦ Semua material, Pasir, agregat kasar, plastik dan semen disiapkan dilokasi pengecoran
Semua material pasir, batu pecah, semen air dicampur dan diaduk dengan menggunakan
◦
Concrete mixer (molen)
◦ Tuang adukan/campuran langsung dan dibantu dengan menggunakan alat bantu gerobak dorong
dituangkan ke dalam bekisting jalan
◦ Sebelum pengecoran dilakukan, terlebih dahulu dipasangi bekisting dan plastic cor dengan baik
Campuran beton dituang kedalam cetakan begisting yang telah disiapkan setelah pembesian
◦ selesai dilaksanakan.
◦ Beton harus dipadatkan dengan penggetar mekanis (Concrete Vibrator) dari dalam atau dari luar
yang telah disetujui. Bilamana diperlukan, dan bilamana disetujui oleh Pengawas Pekerjaan,
penggetaran harus disertai penusukan secara manual dengan alat yang cocok untuk menjamin
pemadatan yang tepat dan memadai. Penggetar tidak boleh digunakan untuk memindahkan
campuran beton dari satu titik ke titik lain di dalam acuan
◦ Pengecoran beton dilaksanakan secara terus menerus hingga batas sambungan pelaksanaan
(construction joint) yang telah disetujui oleh Direksi pekerjaan.
◦ Setelah pengecoran selesai, segera dilakukan perawatan dalam masa proses pengerasan beton.
◦ Selama proses pengerasan beton, beberapa orang pekerja akan memelihara proses pengerasan
dengan cara menyiramkan air ke permukaan beton atau menutupi dengan bahan yang menyerap
air (karung goni) untuk menjaga suhu beton.
◦ Setelah Pengeringan beton, segera dipotong dengan concrete cutter pada sambungan memanjang
dan melintang sebagaimana tertuang dalam gambar dan segera diisi aspal sebagai bahan penutup
sambungan.
2. Baja Tulangan
◦ Pekerjaan dilakukan secara manual
◦ Lokasi pekerjaan dilaksanakan ditempat yang telah disiapkan
◦ Besi tulangan dipotong dengan bar cutter dan dibengkokkan sesuai dengan gambar rencana
◦ dBeessai itnu.langan dirangkai dan disusun kemudian diikat dengan menggunakan kawat beton
(Pbeernadprihata)n. rangkaian tulangan akan dilaksanakan sebelum pengecoran dilaksanakan dan
◦ begisting telah terpasang.
3. Pekerjaan Bekisting
◦ Pekerjaan dilakukan secara manual
◦ Lokasi pekerjaan dilaksanakan ditempat yang telah disiapkan
◦ Kayu perancah serta plywood dipotong sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan serta harus
sesuai dengan gambar rencana.
◦ Semua bahan kemudian di rangkai sesuai dengan gambar rencana
◦ Yang perlu diperhatikan adalah dalam merangkai bekisting harus dibuat sebaik mungkin, agar
pada saat di lakukan pengecoran bekisting tidak terbongkar.
◦ Bekisting yang sudah di rangkai kemudian di pasang pada posisi dinding saluran yang akan di
cor, dan di perkuat dengan suai-suai penahan agar tidak rusak pada saat pengecoran dilakukan.
◦ Perapihan bekisting setelah pemasangan.
4. Pekerjaan Pipa PVC
◦ Diameter Pipa PVC yang digunakan sesuai dengan keterangan gambar rencana
◦ Pipa dipotong dengan panjang sesuai dengan ukuran yang tertera pada gambar rencana.
◦ Pada kedua Ujung pipa dibungkus dengan Lakban