PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
BIDANG CIPTA KARYA
Jl. Komplek Perkantoran III Kabupaten Kutai barat
SENDAWAR
PROGRAM :
BIDANG CIPTA KARYA
RENCANA KERJA DAN SYARAT SYARAT
KEGIATAN :
Peningkatan Jalan Kuburan RT. 15 Pasoq
Kelurahan Simpang Raya
SUMBER DANA :
APBD KAB. KUTAI BARAT
TAHUN ANGGARAN 2024
CV. KANIGARA TEKNIK
SPESIFIKASI UMUM 2018
SEKSI 1.2
MOBILISASI
1.2.1 UMUM
1) Uraian
Lingkup kegiatan mobilisasi yang diperlukan dalam Kontrak ini akan tergantung pada
jenis dan volume pekerjaan yang harus dilaksanakan, sebagaimana disyaratkan di
bagian-bagian lain dari Dokumen Kontrak, dan secara umum harus memenuhi berikut:
a) Ketentuan Mobilisasi untuk semua Kontrak
i) Penyewaan atau pembelian sebidang lahan yang diperlukan untuk base camp
Penyedia Jasa dan kegiatan pelaksanaan.
ii) Mobilisasi semua Personil Penyedia Jasa sesuai dengan struktur organisasi
pelaksana yang telah disetujui oleh Pengawas Pekerjaan termasuk para
tenaga kerja yang diperlukan dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan
dalam Kontrak termasuk, tetapi tidak terbatas, Koordinator Manajemen dan
Keselamatan Lalu Lintas (KMKL) sesuai dengan ketentuan yang
disyaratkan dalam Seksi 1.8, Personil Ahli K3 atau Petugas K3 sesuai
dengan ketentuan yang disyaratkan dalam Seksi 1.19 dari Spesifikasi ini, dan
Manajer Kendali Mutu (Quality Control Manager, QCM) sesuai dengan
ketentuan yang disyaratkan dalam Seksi 1.21 dari Spesifikasi ini.
iii) Mobilisasi dan pemasangan instalasi konstruksi dan semua peralatan sesuai
dengan daftar peralatan yang tercantum dalam Penawaran yang diperlukan
selama pelaksanaan Pekerjaan, dari suatu lokasi asal ke tempat pekerjaan di
mana peralatan tersebut akan digunakan menurut Kontrak ini.
iv) Penyediaan dan pemeliharaan base camp Penyedia Jasa, termasuk kantor
lapangan, tempat tinggal, bengkel, gudang, ruang laboratorium beserta
peralatan ujinya, dan sebagainya.
v) Perkuatan jembatan eksisting untuk pengangkutan alat-alat berat (jika
diperlukan).
vi) Mobilisasi personil inti dan peralatan utama dapat dilakukan secara bertahap
sesuai dengan kebutuhan lapangan yang disepakati dalam Rapat Persiapan
Pelaksanaan (Pre Construction Meeting) yang disebutkan dalam Pasal 1.2.2
dalam Spesifikasi ini yang kemudian dituangkan dalam Adendum.
vii) Lahan, base camp termasuk kantor lapangan, tempat tinggal, bengkel,
gudang, ruang laboratorium beserta perlengkapan dan peralatan ujinya, dan
semua fasilitas dan sarana lainnya yang disediakan oleh Penyedia Jasa untuk
mobilisasi menurut Seksi ini tetap menjadi milik Penyedia Jasa setelah
Kontrak berakhir.
Ketentuan periode mobilisasi Fasilitas dan Pelayanan Pengendalian Mutu tetap
sesuai Pasal 1.2.1.3) alinea pertama di bawah ini.
/V
1 - 4
SPESIFIKASI UMUM 2018
b) Ketentuan Mobilisasi Kantor Lapangan dan Fasilitasnya untuk Pengawas
Pekerjaan
Kebutuhan ini akan disediakan dalam Kontrak lain.
c) Ketentuan Mobilisasi Fasilitas Pengendalian Mutu
Penyediaan dan pemeliharaan laboratorium uji mutu bahan dan pekerjaan di
lapangan harus memenuhi ketentuan yang disyaratkan dalam Seksi 1.4 dari
Spesifikasi ini. Gedung laboratorium, perlengkapan dan peralatannya, yang
dipasok menurut Seksi ini, akan tetap menjadi milik Penyedia Jasa pada waktu
kontrak berakhir.
d) Kegiatan Demobilisasi untuk Semua Kontrak
Pembongkaran tempat keija oleh Penyedia Jasa pada saat akhir Masa Pelaksanaan,
termasuk pemindahan semua instalasi, peralatan dan perlengkapan dari tanah milik
Pemerintah dan pengembalian kondisi tempat kerja menjadi kondisi seperti semula
sebelum Tanggal Mulai Kerja dari Pekerjaan. Dalam hal ini, pemindahan instalasi,
peralatan dan perlengkapan dari tanah milik Pemerintah tidak akan mengurangi
kewajiban Penyedia Jasa untuk menyediakan semua sumber daya yang diperlukan
selama Masa Pemeliharaan seperti keuangan, manajemen, peralatan, tenaga kerja
dan bahan.
2) Pekerj aan Seksi Lain yang Berkaitan dengan Seksi Ini
a) Syarat-syarat Kontrak Pasal-pasal yang
berkaitan
b) Kantor Lapangan dan Fasilitasnya Seksi 1.3
c) Pelayanan Pengujian Laboratorium Seksi 1.4
d) Kajian Teknis Lapangan Seksi 1.9
e) Jadwal Pelaksanaan Seksi 1.12
f) Pemeliharaan Jalan Yang Berdekatan dan Bangunan Seksi 1.14
Pelengkapnya
g) Pekerjaan Pembersihan Seksi 1.16
h) Pengamanan Lingkungan Hidup Seksi 1.17
i) Keselamatan dan Kesehatan Kerja Seksi 1.19
3) Periode Mobilisasi
Kecuali ditentukan lain sebagaimana yang disebutkan dalam Pasal 1.2.1.1).a).vi) maka
seluruh mobilisasi harus diselesaikan dalam jangka waktu 60 hari terhitung mulai tanggal
mulai kerja, kecuali penyediaan Fasilitas dan Pelayanan Pengendalian Mutu yang terdiri
dari tenaga ahli, tenaga terampil, dan sumber daya uji mutu lainnya yang siap digunakan
sesuai dengan tahapan mobilisasi yang disetujui (jika ada), harus diselesaikan dalam waktu
paling lama 45 hari.
4) Pengajuan Kesiapan Kerja
Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Pengawas Pekerjaan suatu program mobilisasi
menurut detail dan waktu yang disyaratkan dalam Pasal 1.2.2 dari Spesifikasi ini.
Bilamana perkuatan bangunan pelengkap antara lain jembatan eksisting atau pembuatan
jembatan darurat atau pembuatan timbunan darurat pada jalan yang berdekatan dengan
lokasi kegiatan, diperlukan untuk memperlancar pengangkutan peralatan, instalasi atau
/ V
1 - 5
SPESIFIKASI UMUM 2018
bahan milik Penyedia Jasa, detail pekerjaan darurat ini juga harus diserahkan bersama
dengan program mobilisasi sesuai dengan ketentuan Seksi 1.14 dari Spesifikasi ini.
1.2.2 PROGRAM MOBILISASI
1) Dalam waktu paling lambat 7 hari setelah Tanggal Mulai Kerja, Rapat Persiapan
Pelaksanaan (Pre Construction Meeting) harus dilaksanakan dan dihadiri Wakil Pengguna
Jasa, Pengawas Pekerjaan, dan Penyedia Jasa untuk membahas semua hal baik yang teknis
maupun yang non teknis dalam kegiatan ini.
Agenda dalam rapat harus mencakup namun tidak terbatas pada berikut ini:
a) Pendahuluan
b) Sinkronisasi Struktur Organisasi dan Rincian Tugas dan Tanggung Jawab:
i) Wakil Pengguna Jasa.
ii) Penyedia Jasa.
iii) Pengawas Pekerjaan.
c) Masalah-masalah Lapangan:
i) Ruang Milik Jalan (RUMIJA).
ii) Sumber-sumber Bahan.
iii) Lokasi Base Camp.
d) Wakil Penyedia Jasa.
e) Tatacara pengajuan survei, permohonan pemeriksaan pekerjaan, dan pengukuran
hasil pekerjaan.
f) Proses persetujuan hasil pengukuran, hasil pengujian, dan hasil pekerjaan.
g) Dokumen Akhir Pelaksanaan Pekerjaan (Final Construction Documents)
h) Rencana Kerja:
i) Bagan Jadwal Pelaksanaan kontrak yang menunjukkan waktu dan urutan
kegiatan utama yang membentuk Pekerjaan, termasuk jadwal pengadaan
bahan yang dibutuhkan untuk Pekerjaan.
ii) Rencana Mobilisasi.
iii) Rencana Relokasi.
iv) Rencana Keselamatan dan Kesehatan KerjaKonstruksi (RK3K).
v) Program Mutu dalam bentuk Rencana Mutu Kontrak (RMK).
vi) Rencana Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas (RMKL).
vii) Rencana Manajemen Rantai Pasok Sumber Daya (RMRP)
viii) Rencana Inspeksi dan Pengujian.
ix) Rencana Kerja Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan (RKPPL)
yang disusun berdasarkan Dokumen Upaya/Rencana Pengelolaan dan
Pemantauan Lingkungan (jika ada), atau sekurang-kurangnya mengacu
pada standar dan prosedur pengelolaan lingkungan yang berlaku khusus
untuk kegiatan tersebut.
i) Komunikasi dan korespondensi.
1 - 6
SPESIFIKASI UMUM 2018
j) Rapat Pelaksanaan dan jadwal pelaksanaan pekerjaan.
k) Pelaporan dan pemantauan.
2) Dalam waktu 14 hari setelah Rapat Persiapan Pelaksanaan, Penyedia Jasa harus
menyerahkan Program Mobilisasi (termasuk program perkuatan bangunan pelengkap antara
lain jembatan, bila ada) dan Jadwal Kemajuan Pelaksanaan kepada Pengawas Pekerjaan
untuk dimintakan persetujuannya.
3) Kecuali disebutkan lain dalam Spesifikasi Khusus, program mobilisasi harus menetapkan
waktu untuk semua kegiatan mobilisasi yang disyaratkan dalam Pasal 1.2.1.1) dan harus
mencakup informasi tambahan berikut:
a) Lokasi base camp Penyedia Jasa dengan denah lokasi umum dan denah detail di
lapangan yang menunjukkan lokasi kantor Penyedia Jasa, bengkel, gudang,
mesin pemecah batu, instalasi pencampur aspal, atau instalasi pencampur beton,
dan laboratorium bilamana fasilitas tersebut termasuk dalam Lingkup Kontrak.
b) Jadwal pengiriman peralatan yang menunjukkan lokasi asal dari semua peralatan
yang tercantum dalam Daftar Peralatan yang diusulkan dalam Penawaran,
bersama dengan usulan cara pengangkutan dan jadwal kedatangan peralatan di
lapangan.
c) Setiap perubahan pada peralatan maupun personil yang diusulkan dalam
Penawaran harus memperoleh persetujuan dari Pengawas Pekerjaan.
d) Suatu daftar detail yang menunjukkan struktur yang memerlukan perkuatan agar
aman dilewati alat-alat berat, usulan metodologi pelaksanaan dan jadwal tanggal
mulai dan tanggal selesai untuk perkuatan setiap struktur.
e) Suatu jadwal kemajuan yang lengkap dalam format bagan balok (bar chart) yang
menunjukkan tiap kegiatan mobilisasi utama dan suatu kurva kemajuan untuk
menyatakan persentase kemajuan mobilisasi.
1.2.3 PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN
Pengukuran
1)
Pengukuran kemajuan mobilisasi akan ditentukan oleh Pengawas Pekerjaan atas dasar
jadwal kemajuan mobilisasi yang lengkap dan telah disetujui seperti yang diuraikan dalam
Pasal 1.2.2.2) diatas.
2) Dasar Pembayaran
Mobilisasi harus dibayar atas dasar lump sum menurut jadwal pembayaran yang diberikan
di bawah, di mana pembayaran tersebut merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan
dan pemasangan semua peralatan, dan untuk semua pekerja, bahan, perkakas, dan biaya
lainnya yang perlu untuk menyelesaikan pekerjaan yang diuraikan dalam Pasal 1.2.1.1) dari
Spesifikasi ini. Walaupun demikian Pengawas Pekerjaan dapat, setiap saat selama
pelaksanaan pekerjaan, memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah peralatan yang
dianggap perlu tanpa menyebabkan perubahan harga lump sum untuk Mobilisasi.
/ V
1 - 7
SPESIFIKASI UMUM 2018
Pembayaran biaya lump sum ini akan dilakukan dalam tiga angsuran sebagai berikut:
a) 50 % (lima puluh persen) bila mobilisasi 50 % selesai (tidak termasuk instalasi
konstruksi), dan fasilitas serta pelayanan pengujian laboratorium telah lengkap
dimobilisasi menurut tahapannya.
b) 20 % (dua puluh persen) bila semua peralatan utama berada di lapangan dan semua
fasilitas pengujian laboratorium telah lengkap dimobilisasi dan diterima oleh
Pengawas Pekeijaan.
c) 30 % (tiga puluh persen) bila seluruh demobilisasi selesai dilaksanakan.
Bilamana Penyedia Jasa tidak menyelesaikan mobilisasi sesuai dengan salah satu dari kedua
batas waktu yang disyaratkan dalam Pasal 1.2.1.3) atau keterlambatan setiap tahapan
mobilisasi peralatan utama dan personil inti yang terkait terhadap jadwalnya sesuai Pasal
1.2.1.1).a).vi), maka jumlah yang disahkan Pengawas Pekerjaan untuk pembayaran adalah
persentase angsuran penuh dari harga lump sum Mobilisasi dikurangi sejumlah dari 1 %
(satu persen) nilai angsuran tersebut untuk setiap keterlambatan satu hari dalam
penyelesaian sampai maksimum 50 (lima puluh) hari.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
1.2 Mobilisasi Lump Sum
/ V
1 - 8
SPESIFIKASI UMUM 2018
SEKSI 1.19
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
1.19.1 UMUM
1) Uraian Pekerjaan
a) Seksi ini mencakup ketentuan-ketentuan penanganan keselamatan dan kesehatan
kerja (K3) konstruksi kepada setiap orang yang berada di tempat kerja yang
berhubungan dengan pemindahan bahan baku, penggunaan peralatan kerja
konstruksi, proses produksi dan lingkungan sekitar tempat kerja.
b) Penanganan K3 mencakup penyediaan sarana pencegah kecelakaan kerja dan
perlindungan kesehatan kerja konstruksi maupun penyediaan personil yang
kompeten dan organisasi pengendalian K3 Konstruksi sesuai dengan tingkat
risiko yang ditetapkan oleh Pengawas Pekerjaan.
c) Penyedia Jasa harus mengikuti ketentuan-ketentuan pengelolaan K3 yang tertuang
dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
No.02/PRT/M/2018 atau perubahannya (jika ada) tentang Pedoman Sistem
Manjemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang
Pekerjaan Umum dan Pedoman Pelaksanaan K3 untuk Konstruksi Jalan dan
Jembatan No. 004/BM/2006, serta peraturan terkait lainnya.
d) Semua fasilitas dan sarana lainnya yang disiapkan oleh Penyedia Jasa menurut
Seksi ini tetap menjadi milik Penyedia Jasa setelah Kontrak berakhir.
2) Pekerjaan Seksi Lain yang Berkaitan dengan Seksi Ini
Ketentuan Pasal 1.17.1.2) dari Spesifikasi ini harus berlaku.
1.19.2 SISTEM MANAJEMEN K3 KONSTRUKSI
a) Penyedia Jasa harus membuat, menerapkan, dan memelihara prosedur untuk
identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendaliannya secara
berkesinambungan sesuai dengan Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Konstruksi (RK3K) yang telah disetujui oleh Pengawas Pekerjaan sebagaimana
dijelaskan dalam Seksi 1.2 Mobilisasi.
b) Penyedia Jasa wajib melengkapi RK3K dengan rencana penerapan K3 Konstruksi
untuk seluruh tahapan pekerjaan.
c) Penyedia Jasa wajib mempresentasikan RK3K pada rapat persiapan pelaksanaan
pekerjaan konstruksi untuk disahkan dan ditanda tangani oleh Wakil Pengguna Jasa
sesuai ketentuan Permen PUPR No.02/PRT/M/2018 atau perubahannya (jika ada)
tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum.
d) Penyedia Jasa harus melibatkan Ahli K3 Konstruksi pada paket pekerjaan dengan
potensi risikotinggi dan harus melibatkan Petugas K3 Konstruksi pada paket
pekerjaan dengan potensi bahaya rendah. Identifikasi dan potemsi bahaya K3
ditetapkan oleh Wakil Pengguna Jasa.
/ V
1 - 83
SPESIFIKASI UMUM 2018
e) Pekerjaan dengan tingkat risiko tinggi seperti pekerjaan pengelasan, masuk
tempat tertutup/terbatas (confined space), isolasi peralatan (lockout/tagout),
penggalian, bekerja di ketinggian, pekerjaan listrik, memerlukan izin khusus
yang dibuat oleh Penyedia Jasa dan disetujui oleh Pengawas Pekerjaan.
f) Ahli K3 adalah seseorang yang mempunyai sertifikat dari yang berwenang dan
sudah berpengalaman sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun dalam pelaksanaan K3
Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum yang dibuktikan dengan referensi pengalaman
kerja. Petugas K3 adalah petugas di dalam organisasi Penyedia Jasa yang telah
mengikuti pelatihan/sosialisasi K3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum. Aplikasi
ahli K3 atau petugas K3 akan merujuk Permen PUPR No.02/PRT/M/2018 atau
perubahannya (jika ada).
g) Penyedia Jasa harus membentuk Panitia Pembina K3 (P2K3) bila:
i) Mengelola pekerjaan yang mempekerjakan tenaga kerja dengan jumlah
paling sedikit 100 orang atau nilai kontrak di atas Rp 100.000.000.000,-
(seratus milyar rupiah) atau sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
ii) Mengelola pekerjaan yang mempekerjakan tenaga kerja kurang dari 100
orang, akan tetapi menggunakan bahan, proses dan instalasi yang
mempunyai risiko yang besar akan terjadinya peledakan, kebakaran,
keracunan dan penyinaran radioaktif.
P2K3 (Panitia Pembina K3) adalah badan pembantu di perusahaan dan tempat kerja
yang merupakan wadah kerjasama antara pengusaha dan tenaga kerja untuk
mengembangkan kerja sama saling pengertian dan partisipasi efektif dalam
penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Unsur P2K3 terdiri dari Ketua,
Sekretaris dan Anggota. Ketua P2K3 adalah pimpinan puncak organisasi Penyedia
Jasa dan Sekretaris P2K3 adalah Ahli K3 Konstruksi.
h) Penyedia Jasa harus membuat Laporan Rutin Kegiatan P2K3 ke Dinas Tenaga
Kerja setempat dan tembusannya disampaikan kepada Pengawas Pekerjaan.
i) Penyedia Jasa haras melaksanakan Audit Internal K3 Konstruksi bidang Pekerjaan
Umum.
j) Penyedia Jasa bersama dengan Pengawas Pekerjaan melakukan inspeksi K3
Konstruksi secara periodik dalam mingguan dan/atau bulanan.
k) Penyedia Jasa segera melakukan tindakan perbaikan yang diperlukan terhadap
ketidaksesuaian yang ditemukan pada saat inspeksi K3 Konstruksi. Hasil inspeksi
K3 Konstruksi disampaikan oleh Penyedia Jasa kepada Pengawas Pekerjaan.
l) Penyedia Jasa haras melakukan tinjauan ulang terhadap RK3K (pada bagian yang
memang perlu dilakukan kaji ulang) secara berkesinambungan selama pelaksanaan
pekerjaan konstruksi berlangsung.
1.19.3 K3 KANTOR LAPANGAN DAN FASILITASNYA
1) Fasilitas Mandi dan Cuci
Penyedia Jasa haras menyediakan fasilitas cuci yang memadai dan sesuai dengan pekerjaan
yang dilakukan untuk seluruh tenaga kerja konstruksi. Fasilitas cuci termasuk penyediaan
air panas dan zat pembersih untuk kondisi berikut ini:
1 - 84
SPESIFIKASI UMUM 2018
a) Jika tenaga kerja berisiko terpapar kontaminasi kulit yang diakibatkan oleh zat
beracun, zat yang menyebabkan infeksi dan iritasi atau zat sensitif lainnya;
b) Jika tenaga kerja menangani bahan kulit yang sulit dicuci jika menggunakan air
dingin;
c) Jika tenaga kerja harus membersihkan seluruh badannya;
d) Jika tenaga kerja terpapar pada kondisi panas atau dingin yang berlebih, atau
bekerja pada kondisi basah yang tidak biasa sehingga menyebabkan para tenaga
kerja harus membersihkan seluruh badannya, maka Penyedia Jasa harus
menyediakan pancuran air (shower) dengan jumlah yang memadai;
e) Untuk kondisi normal, Penyedia Jasa harus menyediakan pancuran air untuk mandi
dengan jumlah sekurang-kurangnya satu untuk setiap 15 orang.
2) Fasilitas Sanitasi
a) Penyedia Jasa harus menyediakan toilet yang memadai baik toilet khusus pria
maupun toilet khusus wanita yang diperkerjakan di dalam atau di sekitar tempat
kerja serta tempat sampah dengan kapasitas yang memadai.
b) Jika Penyedia Jasa mempekerjakan sampai dengan 30 orang tenaga kerja, maka
persyaratan minimumnya adalah: 1 toilet terdiri dari 1 kloset
c) Jika Penyedia Jasa mempekerjakan wanita, toilet harus disertai fasilitas
pembuangan pembalut wanita.
d) Toilet pria dan wanita harus dipisahkan dengan dinding tertutup penuh. Toilet harus
mudah diakses, mempunyai penerangan dan ventilasi yang cukup, dan terlindung
dari cuaca. Jika toilet berada di luar, harus disediakan jalur jalan kaki yang baik
dengan penerangan yang memadai di sepanjang jalur tersebut. Toilet harus dibuat
dan ditempatkan sedemikian rupa sehinga dapat menjaga privasi orang yang
menggunakannya dan terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan.
e) Penyedia Jasa dapat menyediakan satu toilet jika: jumlah pria dan setiap jumlah
wanita kurang dari 10 orang; toilet benar-benar tertutup; mempunyai kunci dalam;
tersedia fasilitas pembuangan pembalut wanita; tidak terdapat urinal di dalam toilet
tersebut.
f) Dalam segala hal toilet harus menyediakan sekurang-kurangnya air bersih dengan
debit yang cukup dan lancar, sistem plumbing yang memisahkan air bersih dan air
kotor serta pembuangannya melalui saluran drainase dengan sanitasi baik.
3) Air Minum
Penyedia Jasa harus menyediakan pasokan air minum yang memadai bagi seluruh tenaga
kerja dengan persyaratan:
a) Mudah diakses oleh seluruh tenaga kerja dan diberi label yang jelas sebagai air
minum;
b) Kontainer untuk air minum harus memenuhi standar kesehatan yang berlaku;
/ V
1 - 85
SPESIFIKASI UMUM 2018
c) Jika disimpan dalam kontainer, kontainer harus: bersih dan terlindungi dari
kontaminasi dan panas; harus dikosongkan dan diisi air minum setiap hari dari
sumber yang memenuhi standar kesehatan.
4) Fasilitas Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)
a) Peralatan P3K harus tersedia dalam seluruh kendaraan konstruksi dan di tempat
kerja. Standar isi kotak P3K tercantum dalam Lampiran II Peraturan Menteri
Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia No. PER.15/MEN/VIII/
2008 atau perubahannya (jika ada) tentang Pertolongan Pertama Pada
Kecelakaan di Tempat Kerja.
b) Di tempat kerja harus selalu terdapat tenaga kerja yang sudah terlatih dan/atau
bertanggung jawab dalam Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.
5) Akomodasi untuk Makan dan Baju
a) Akomodasi yang memadai bagi tenaga kerja harus disediakan oleh Penyedia Jasa
sebagai tempat untuk makan, istirahat, dan perlindungan dari cuaca.
b) Akomodasi tersebut harus mempunyai lantai yang bersih, dilengkapi meja dan
kursi, serta fornitur lainnya untuk menjamin tersedianya tempat istirahat makan dan
perlindungan dari cuaca.
c) Tempat sampah harus disediakan terpisah terdiri dari tempat sampah organik, non
organik dan limbah B3, dikosongkan dan dibersihkan secara periodik.
d) Tempat ganti baju untuk tenaga kerja dan tempat penyimpanan pakaian yang tidak
digunakan selama bekerja harus disediakan. Setiap tenaga kerja harus disediakan
lemari penyimpan pakaian (locker).
6) Penerangan
a) Penerangan harus disediakan di seluruh tempat kerja, termasuk di ruangan, jalan,
jalan penghubung, tangga dan gang. Semua penerangan harus dapat dinyalakan
ketika setiap orang melewati atau menggunakannya.
b) Penerangan tambahan harus disediakan untuk pekerjaan detail, proses berbahaya,
atau jika menggunakan mesin.
c) Penerangan darurat yang memadai juga harus disediakan.
7) Pemeliharaan Fasilitas
Penyedia Jasa harus menjamin terlaksananya pemeliharaan fasilitas-fasilitas yang
disediakan dalam kondisi bersih dan higienis, serta dapat diakses secara nyaman oleh
pekerja.
8) Ventilasi
a) Seluruh tempat kerja harus mempunyai aliran udara yang bersih.
b) Pada kondisi tempat kerja yang sangat berdebu misalnya tempat pemotongan
beton, penggunaan bahan kimia berbahaya seperti perekat, dan pada kondisi
/ V
1 - 86
SPESIFIKASI UMUM 2018
lainnya, Penyedia Jasa harus menyediakan alat pelindung nafas seperti respirator
dan pelindung mata.
1.19.4 KETENTUAN BEKERJA PADA TEMPAT TINGGI
1) Bekerja di tempat kerja yang tinggi harus dilakukan hanya oleh tenaga kerja yang
mempunyai pengetahuan, pengalaman dan mempunyai sumberdaya yang dibutuhkan
untuk menyelesaikan pekerjaan dengan selamat.
2) Keselamatan kerja untuk bekerja pada tempat tinggi dapat menggunakan satu atau
beberapa pelindung sebagai berikut: terali pengaman lokasi kerja, jaring pengaman,
sistem penangkap jatuh.
3) Pengamanan di sekeliling pelataran kerja atau tempat kerja
a) Terali pengaman lokasi kerja harus dibuat sepanj ang tepi lantai kerj a atau tempat
kerja yang terbuka sesuai dengan Pasal 1.19.4 dari Spesifikasi ini.
b) Jika pelataran kerja atau tempat kerja berada di atas jalan umum dan jika ada
bahaya material atau barang lain jatuh pada pengguna jalan, maka daerah di
bawah pelataran kerja atau tempat kerja harus dibebaskan dari akses orang atau
dapat digunakan jaring pengaman.
4) Terali Pengaman Lokasi Kerja
Jika terali pengaman lokasi kerja digunakan di sekeliling bangunan, atau bukaan di atap,
lantai, atau lubang lift, maka terali pengaman harus memenuhi syarat:
a) 900 - 1100 mm dari lantai kerja;
b) Mempunyai batang tengah (mid-rail);
c) Mempunyai papan bawah (toeboard) j ika terdapat risiko j atuhnya alat kerj a atau
material dari atap/tempat kerja.
5) Jaring Pengaman
a) Tenaga kerja yang memasang jaring pengaman harus dilindungi dari bahaya
jatuh. Sebaiknya digunakan kendaraan khusus (mobile work platform) saat
memasang jaring pengaman. Akan tetapi jika peralatan mekanik tersebut tidak
tersedia maka tenaga kerja yang memasang jaring harus dilindungi dengan tali
pengaman (safety harness) yang dikaitkan ke tali keselamatan (safety line) atau
menggunakan perancah (scaffolding).
b) Jaring pengaman harus dipasang sedekat mungkin pada sisi dalam area kerja.
c) Jaring pengaman harus dipasang dengan jarak bersih yang cukup dari permukaan
lantai/tanah sehingga jika seorang tenaga kerja jatuh pada jaring tidak akan
terjadi kontak dengan permukaan lantai/tanah.
/ V
1 - 87
SPESIFIKASI UMUM 2018
6) Sistem Pengaman Jatuh Individu (Individual Fall Arrest System)
a) Sistem pengaman jatuh individu (individualfa ll arrest system) termasuk sistem
rel inersia (inertia reel system), safety harness dan tali statik. Tenaga kerja yang
diharuskan menggunakan alat ini haras dilatih terlebih dahulu.
b) Jenis sabuk pinggang tidak boleh digunakan untuk pekeijaan atap.
c) Tenaga kerja yang menggunakan safety harness tidak diperbolehkan bekerja
sendiri. Tenaga kerja yang jatuh dan tergantung pada safety harness haras
diselamatkan paling lambat 20 menit sejak terjatuh.
d) Perhatian haras diberikan pada titik angker untuk tali statik, jalur rel inersia,
dan/atau jaring pengaman.
7) Tangga
Jika tangga akan digunakan, maka Penyedia Jasa haras:
a) Memilih jenis tangga yang sesuai dengan pekerjaan yang akan dilakukan;
b) Menyediakan pelatihan penggunaan tangga;
c) Mengikat bagian atas dan bawah tangga untuk mencegah kecelakaan akibat
bergesernya tangga;
d) Tempatkan tangga sedekat mungkin dengan pekerjaan;
e) Jika tangga digunakan untuk naik ke lantai kerja di atas, pastikan bahwa tangga
berada sekurang-kurangnya 1m di atas lantai kerja.
8) Perancah (scaffolding)
a) Perancah dengan tinggi lebih dari 5 m dari permukaan hanya dapat dibangun
oleh orang yang mempunyai kompetensi sebagai scaffolder.
b) Seluruh perancah harus diinspeksi oleh petugas yang berkompeten pada saat
sebelum digunakan, sekurang-kurangnya seminggu sekali saat digunakan,
setelah cuaca buruk atau gangguan lain yang dapat mempengaruhi stabilitasnya,
jika perancah tidak pernah digunakan dalam jangka waktu lama. Hasil inspeksi
harus dicatat, termasuk kerusakan yang diperbaiki saat inspeksi. Catatan tersebut
harus ditandatangani oleh petugas yang melakukan inspeksi.
c) Petugas yang melakukan inspeksi harus memastikan bahwa :
i) Tersedia akses yang cukup pada lantai kerja perancah.
ii) Semua komponen tiang diletakkan di atas fondasi yang kuat dan
dilengkapi dengan plat dasar. Jika perlu, gunakan alas kayu atau cara
lainnya untuk mencegah tiang bergeser dan/atau tenggelam.
iii) Perancah telah terhubung dengan bangunan/struktur dengan kuat
sehingga dapat mencegah runtuhnya perancah dan menjaga agar
ikatannya cukup kuat.
/ V
1 - 88
SPESIFIKASI UMUM 2018
iv) Jika beberapa pengikat telah dipindahkan sejak perancah didirikan,
maka ikatan tambahan atau cara lainnya untuk mengganti harus
dilakukan.
v) Perancah telah diperkaku (bracing) dengan cukup untuk menjamin
stabilitas.
vi) Tiang, batang, pengaku (bracing), atau strut belum diindahkan.
vii) Papan lantai keija telah dipasang dengan benar, papan harus bersih dari
cacat dan telah tersusun dengan baik.
viii) Seluruh papan harus diikat dengan benar agar tidak terjadi pergeseran.
ix) Tersedia pagar pengaman dan toeboard di setiap sisi di mana suatu
orang dapat jatuh.
x) Jika perancah didesain dan dibangun untuk menahan beban material,
pastikan bahwa bebannya disebarkan secara merata.
xi) Tersedia penghalang atau peringatan untuk mencegah orang
menggunakan perancah yang tidak lengkap.
1.19.5 ELEKTRIKAL
1) Pasokan listrik
Alat elektrik portabel yang dapat digunakan di situasi lembab hanyalah alat yang
memenuhi syarat:
i) Mempunyai pasokan yang terisolasi dari pembumian atau grounding (earth)
dengan voltase antar konduktor tidak lebih dari 230 volt.
ii) Mempunyai sirkuit pembumian (earth) yang termonitor di mana pasokan listrik
pada alat akan secara otomatis terputus jika terjadi kerusakan pada pembumian
earth.
iii) Alat mempunyai insulasi ganda.
iv) Mempunyai sumber listrik yang dihubungkan dengan pembumian (earth)
sedemikian rupa sehingga voltase ke pembumian (earth) tidak akan melebihi 55
volt AC; atau
v) Mempunyai alat pengukur arus sisa (residual).
2) Supply Switchboard sementara
Seluruh supply switchboard yang digunakan di lokasi pekerjaan harus menjadi perhatian
utama dan harus:
i) Jika ditempatkan di luar ruangan, harus dibuat sedemikian rupa sehingga tidak
akan terganggu oleh cuaca.
ii) Dilengkapi dengan pintu dan kunci. Pintu harus dirancang dan dan ditempel
sedemikian rupa sehingga tidak akan merusak kabel lentur yang tersambung
dengan panel dan harus dapat melindungi switch dari kerusakan mekanis. Pintu
harus diberi tanda: HARAP SELALU DITUTUP.
iii) Mempunyai slot yang terinsulasi di bagian bawah.
/ V
1 - 89
SPESIFIKASI UMUM 2018
iv) Ditempelkan pada dinding permanen atau struktur yang didesain khusus untuk
ini.
v) Jika ditempel, pastikan menempel dengan baut.
3) Inspeksi peralatan
Seluruh alat dan perlengkapan kelistrikan harus diinspeksi sebelum digunakan untuk
pertama kali dan setelahnya sekurang-kurangnya tiap tiga bulan. Seluruh alat dan
perlengkapan kelistrikan harus mempunyai tanda identifikasi yang menginformasikan
tanggal terakhir inspeksi dan tanggal inspeksi selanjutnya.
4) Jarak Aman dari Saluran Listrik
Alat crane, excavator, rig pengebor, atau plant mekanik lainnya, struktur atau perancah
tidak boleh berada kurang dari 4 m di bawah saluran listrik udara tanpa izin tertulis dari
pemilik saluran listrik. Jarak aman bebas minimum vertikal dari konduktor mengikuti
Permen ESDM No:18 Tahun 2015 atau perubahannya (jika ada), sebagaimana Tabel
1.19.5.1).
Tabel 1.19.5.1) Jarak Aman bebas Minimum Vertikal Konduktor
SU T T S U T E T S U T T A S
L ok asi
66 k V (m) 150 k V (m) 275 k V (m) 500 k V (m) 25 0 kV(m) 500 k V (m)
1. L ap an g an te rb u k a ata u d aerah terb u k a 7,5 8,5 10,5 12,5 7 12,5
2. D aerah d en g a n k ea d a a n terten tu , antara
lainnya:
- B an g u n an , je m b a ta n 4,5 5 7 9 6 9
- T an am an /tu m b u h an , h u ta n p erk eb u n an 4,5 5 7 9 6 9
- Jalan /jalan ray a/rel k e re ta api 8 9 11 15 10 15
- L ap an g an u m u m 12,5 13,5 15 18 13 17
- S U T T lain, S aluran U d a ra T egangan 3 4 5 8,5 6 7
R e n d a h (S U T R ), saluran u d a ra
k o m unikasi, a n te n a dan k ereta gantung
- T itik tertin g g i tian g k ap al p a d a 3 4 6 8,5 6 10
k ed u d u k a n a ir p asan g /tertin g g i p ad a
la lu lin tas air
1.19.6 MATERIAL DAN KIM IA BERBAHAYA
1) Alat Pelindung Diri (APD)
Penyedia Jasa bertanggung jawab untuk menyediakan alat pelindung diri bagi pekeijanya
dengan ketentuan:
a) Seluruh tenaga kerja dan personil lainnya yang terlibat harus dilatih cara
penggunaan alat pelindung diri dan harus memahami alasan penggunaannya.
/ V
1 - 90
SPESIFIKASI UMUM 2018
b) Jika dipandang tidak praktis untuk melindungi bagian atas dan jika ada risiko
terluka dari objek jatuh, maka Penyedia Jasa menyediakan helm pelindung dan
seluruh personil yang terlibat di lapangan harus menggunakannya.
c) Perlindungan mata harus digunakan jika terdapat kemungkinan kerusakan mata
akibat pekerjaan las, atau dari serpihan material seperti potongan gergaji kayu,
atau potongan beton.
d) Sepatu yang digunakan harus mampu melindungi kaki pekerja. Gunakan sepatu
dengan ujung besi di bagian jari kaki.
e) Pelindung kebisingan harus digunakan j ika tingkat kebisingan tinggi.
f) Sarung tangan akan diperlukan pada beberapa pekerjaan.
g) Perlindungan pernafasan harus disediakan untuk tenaga kerja yang terekspos
pada bahaya seperti asbes, asap dan debu kimia.
2) Bahaya pada Kulit
a) Setiap tenaga kerja harus melapor jika mendapatkan masalah kulit, terutama di
tangan akibat penggunaan bahan berbahaya.
b) Tangan dan mata tenaga kerja harus dilindungi terhadap kontak dengan semen.
Usahakan kontak dengan semen seminimum mungkin. Penggunaan krim
pelindung dapat mengurangi risiko kerusakan kulit.
c) Sedapat mungkin, pakaian pelindung harus digunakan selama pekerjaan.
Pakaian ini termasuk baju lengan panjang, sarung tangan dan sepatu pelindung.
d) Penyedia Jasa harus menyediakan fasilitas untuk mandi dan mengganti pakaian
seperti tertulis pada Pasal 1.19.3 dari Spesifikasi ini.
e) Alat pelindung pernapasan harus digunakan selama proses pemeraman beton di
mana debu mulai terbentuk.
3) Penggunaan Bahan Kimia
a) Penyedia Jasa harus mempunyai prosedur yang mengatur tata cara menangani
bahan kimia atau zat berbahaya dengan sehat, tata cara penyimpanan, tata cara
pembuangan limbah.
b) Seluruh bahan kimia harus disimpan di kontainer asalnya dalam suatu tempat
yang aman dan berventilasi baik.
c) Seluruh tenaga kerja harus dilatih jika menangani bahan kimia atau zat
berbahaya termasuk tindakan darurat yang perlu dilakukan jika terjadi masalah.
d) Penyedia Jasa yang menggunakan material mengandung B3 pada pekerjaan jalan
dan/atau jembatan wajib menyusun dokumen pengelolaan, termasuk di dalamnya
adalah pengangkutan, penyimpanan, pengumpulan, pemanfaatan, dan/atau
pengolahan material tersebut, dan diajukan kepada Kementerian Lingkungan
Hidup dan Kehutanan (LHK) atau Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD).
/ V
1 - 91
SPESIFIKASI UMUM 2018
e) Dafitar B3 yang dapat dipergunakan, dilarang, maupun terbatas penggunaannya
mengacu pada Lampiran I dan II Peraturan Pemerintah No.74 Tahun 2001 atau
perubahannya (jika ada) tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun.
4) Pemotongan dan Pengelasan dengan Gas Bertekanan Tinggi
a) Penyedia Jasa harus memperhatikan potensi bahaya sebagai berikut:
i) Kebakaran akibat kebocoran bahan bakar (propana, asetilen), biasanya
dari kerusakan pada selang atau pada sambungan selang.
ii) Ledakan tabung akibat kebocoran oksigen dari selang atau alat pijar
pemotong.
iii) Menghisap asap berbahaya dari pelaksanaan pekeijaanlas.
iv) Kebakaran dari material yang mudah terbakar di sekeliling tempat las.
b) Penanganan Tabung Gas
i) Tabung gas tidak boleh digelindingkan di permukaan tanah atau
ditangani dengan kasar. Jika memungkinkan, gunakan troli dengan
mengikat tabung dengan rantai.
ii) Tabung gas tidak boleh ditempatkan berdiri bebas sendiri untuk
mencegah j atuhnya tabung.
iii) Tabung gas harus diberi waktu beberapa saat ketika diposisikan berdiri
sebelum digunakan.
iv) Tabung gas dan katup manifold harus ditutup ketika tidak digunakan
sesuai prosedur.
c) Penyimpanan Tabung dan Aksesorinya
i) Seluruh selang dan aksesoris pemotong harus dilepas ketika pekerjaan
selesai dan disimpan jauh dari tabung.
ii) Tabung harus disimpan dalam posisi jauh dari bahan mudah terbakar
dan sumber api.
iii) Penyimpanan tabung kosong harus terpisah dari tabung gas yang diisi
penuh.
iv) Dalam penyimpanan, oksigen harus dipisahkan dari gas bahan bakar dan
bahan yang mudah terbakar dan cairan setidaknya 7 meter atau memiliki
penghalang tidak mudah terbakar (noncombustible) setinggi lima kaki.
v) Alat pemadam api tidak boleh lebih dekat dari 8 meter, tetapi tidak lebih
dari 50 meter, dari tempat penyimpanan gas bahan bakar.
vi) Silinder harus dijauhkan dari sumber panas.
d) Peralatan
i) Hanya selang yang memenuhi standar yang dapat digunakan. Selang
harus diperiksa setiap hari untuk memeriksa potensi kerusakan.
ii) Selang yang digunakan harus sependek mungkin. Jika selang harus
disambung akibat adanya bagian yang rusak, gunakan hose coupler dan
hoseclamps.
/ V
1 - 92
SPESIFIKASI UMUM 2018
iii) Jika terjadi kebocoran dan tidak bisa dihentikan, tabung harus
dipindahkan ke tempat aman dan dalam udara terbuka dan segera kontak
suppliernya.
iv) Selang oksigen harus memiliki warna yang berbeda dari selang untuk
saluran gas bahan bakar (oksigen - hijau; bahan bakar - merah).
v) Pastikan penahan flashback dipasang pada kedua regulator (saluran
oksigen dan saluran bahan bakar) atau di garis inlettorch.
e) Peralatan Pemadam Kebakaran dan Alat Pelindung
i) Bahan mudah terbakar harus dipindahkan dari daerah kerja dan alat
pemadam yang memadai harus disediakan oleh Penyedia Jasa.
ii) Tenaga kerja harus menggunakan pelindung mata dan pakaian
pelindung untuk melindungi dari api, sarung tangan kulit lengan
panjang, helm, serta perlengkapan pelindung lainnya.
1.19.7 PENGGUNAAN ALAT-ALAT BERMESIN
1) Umum
Seluruh alat-alat bermesin harus dilengkapi dengan manual penggunaan dan keselamatan
yang salinannya dapat diakses secara mudah oleh operator atau pengawas lapangan.
2) Alat Pemaku dan Stapler Otomatis dan Portabel
Jika Penyedia Jasa menggunakan pemaku dan stapler otomatis dan portabel, maka
ketentuan keselamatan di bawah ini harus dipenuhi:
a) Alat tidak boleh diarahkan pada orang, walaupun alat tersebut memiliki
pengaman.
b) Pemicu pada alat pemaku dan stapler tidak boleh ditekan kecuali ujung alat
diarahkan pada suatu permukaan benda yang aman.
c) Perhatian khusus harus diberikan jika memaku di daerah tepi suatu benda.
d) Jika sumber tenaga alat pemaku dan stapler otomatis menggunakan tenaga
pneumatik, tidak diperkenankan menggunakan sumber gas yang berbahaya dan
mudah terbakar.
e) Alat yang rusak tidak boleh digunakan.
f) Pelindung pendengaran dan pelindung mata yang sesuai harus digunakan saat
menggunakan alat tersebut.
3) Alat Portabel Bermesin (Portable Power Tools)
a) Gergaji mesin, mesin pengaduk beton, alat pemotong beton dan alat bermesin
lainnya harus dilengkapi dengan alat pengaman sepanjang waktu.
b) Penyedia Jasa harus memenuhi ketentuan keselamatan berikut:
i) Setiap operator harus telah dilatih untuk menggunakan alat-alat
tersebut di atas.
/ V
1 - 93
SPESIFIKASI UMUM 2018
ii) Gunakan hanya alat dan metoda yang tepat untuk setiap jenis pekerjaan
yang dilakukan.
iii) Alat atau mesin yang rusak tidak boleh digunakan.
iv) Alat pemotong haras terj aga ketaj amannya.
v) Pelindung pendengaran dan pelindung mata yang sesuai haras
digunakan saat menggunakan alat tersebut.
vi) Daerah di sekitar alat atau mesin haras bersih.
vii) Kabel penyambung (extension) haras ditempatkan sedemikian rupa agar
terhindar dari kerusakan dari peralatan dan material.
viii) Penerangan tambahan harus diberikan ketika menggunakan alat atau
mesin tersebut.
4) Alat Kerekan (Hoist) Pengangkat Material dan Orang
a) Alat pengangkat material dan orang harus didirikan oleh orang yang
berkompeten.
b) Operator harus orang yang terlatih dan diberikan izin khusus untuk menjalankan
alat.
c) Alat pengangkat harus berada di atas fondasi yang kokoh dan diikat pada
bangunan atau struktur.
d) Akses untuk operator dan personil yang melakukan pemeliharaan harus aman.
e) Keranjang alat pengangkat mempunyai ketinggian minimum 2 m, dengan sisi
dan pintu tertutup penuh (solid) atau ditutup dengan ram kawat dengan diameter
kawat minimum 3 mm dan dengan bukaan maksimum 9 mm. Keranjang alat
pengangkat harus ditutup dengan atap sekurang-kurangnya dari papan kayu atau
plywood dengan tebal minimal 18 mm.
f) Tinggi pintu keranjang minimum 2 m dan mempunyai kunci yang aman. Pintu
solid harus mempunyai panel yang tembus pandang.
g) Jarak dari lantai keranjang ke permukaan tanah tidak boleh lebih dari 50 mm.
h) Keranjang alat pengangkat harus mempunyai mekanisme pengunci elektro-
mekanik yang hanya dapat dibuka dari keranjang dan hanya dapat dibuka ketika
keranjang berada di permukaan tanah serta dapat mencegah alat pengangkat
sedang aktif ketika keranjang sedang dibuka.
i) Pengangkatan dikendalikan di dalam keranjang alat pengangkat.
j) Semua bagian dari metal harus dihubungkan ke bumi (earth).
k) Alat penyelamat harus ada untuk menghentikan keranjang jika jatuh atau
bergerak terlalu cepat.
l) Keterangan pabik pembuat, model dan kapasitas beban harus ditempel dalam
keranjang.
m) Harus tersedia suatu mekanisme untuk keadaan darurat dan untuk mengeluarkan
orang yang terjebak dalam keranjang.
/ V
1 - 94
SPESIFIKASI UMUM 2018
n) Harus tersedia alarm darurat di dalam keranjang.
o) Jika memungkinkan, sediakan alat komunikasi antara operator dan personil yang
bekerja.
5) Crane dan Alat Pengangkat
a) Tidak dibenarkan melakukan pekerjaan pemindahan atau pengangkatan
barang/material dengan risiko gangguan fisik terhadap tenaga kerja tanpa
menggunakan alat pengangkat.
b) Pekerjaan pemindahan atau pengangkatan barang-barang/material dengan
perbedaan ketinggian lebih dari 5 m dan berat lebih dari 500 kg harus
menggunakan crane, excavator atau forklift.
c) Pengoperasian pesawat angkat dan angkut dapat dibantu oleh petugas pesawat
angkat dan angkut yang mempunyai Lisensi K3 dan buku kerja sesuai jenis dan
kualifikasinya. Persyaratan kompetensi petugas pengangkatan merujuk kepada
Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.PER. 09/Men/VII/2010
tentang Operator dan Petugas Pesawat Angkat dan Angkut;
d) Asisten operator harus dilatih untuk memberikan sinyal pada operator dan untuk
mengikatkan beban secara benar dan mengetahui kapasitas pengangkatan crane.
e) Menaikan, menurunkan dan mengangkat muatan dengan pesawat pengangkat
harus diatur dengan sandi isyarat yang seragam dan yang benar-benar
dimengerti.
f) Apabila lebih dari seorang tenaga kerja yang bekerja pada peralatan angkat
operator harus bekerja berdasarkan isyarat hanya dari satu orang yang ditunjuk;
g) Sebelum dilakukan pengangkatan, beban yang telah ditentukan oleh operator
yang dapat diangkat.
h) Tali serat sebelum dipakai harus diperiksa dan selama dalam pemakaian untuk
mengangkat tali harus diperiksa sesering mungkin dan sekurang-kurangnya 3
bulan;
i) Tali baja harus diperiksa pada waktu pemasangan pertama dan setiap hari oleh
operator serta sekurang-kurangnya satu kali dalam seminggu oleh tenaga yang
berkeahlian khusus Pesawat Angkat dan Angkut dari Perusahaan;
j) Tali baja dilarang digunakan jika terdapat kawat yang putus, aus atau karat sesuai
dengan ketentuan
k) Crane harus berdiri/berpijak di atas landasan yang kokoh.
l) Persyaratan pemakaian dan kelaikan peralatan kerja pengangkatan merujuk
kepada Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.
PER.05/MEN/1985 atau perubahannya (jika ada) tentang Pesawat Angkat
Angkut, serta peraturan terkait lainnya.
m) Semua crane harus dilengkapi dengan perlengkapan keselamatan yang secara
otomatis dapat memberi tanda peringatan yang j elas, apabila kapasitas angkatnya
melampaui yang diizinkan.
/ V
1 - 95
SPESIFIKASI UMUM 2018
n) Crane harus diperiksa setiap minggu, dan diperiksa secara menyeluruh setiap 12
bulan oleh orang yang berkompeten. Hasil inspeksi harus dicatat.
o) Gigi pengangkat harus dalam kondisi baik dan telah diperiksa secara
menyeluruh.
p) Alat kendali (tuas, saklar, dan sebagainya) harus diberi keterangan yang jelas.
q) Harus disediakan ruang yang cukup untuk pelaksanaan pengangkatan yang
aman.
r) Setiap jib crane dengan kapasitas lebih dari 1 ton harus mempunyai indikator
beban aman (safe load indicator) yang diperiksa setiap minggu.
s) Kait (hook) harus dilengkapi dengan kunci pengaman (latch).
1.19.8 PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN
1) Pembayaran yang diberikan kepada Penyedia Jasa harus mencakup seluruh biaya untuk
penanganan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) termasuk biaya untuk Ahli K3
Konstruksi pada paket pekerjaan yang mempunyai risiko K3 tinggi dan sedang atau Petugas
K3 Konstruksi pada setiap paket pekerjaan yang mempunyai risiko K3 rendah.
2) Pekerjaan keselamatan dan kesehatan kerja dibayar atas dasar lump sum menurut daftar
pembayaran yang terdapat dibawah ini, yang dibayar secara angsuran atas dasar bulanan,
secara proporsional berdasarkan kemajuan pekerjaan yang diterima. Jumlah ini harus
dipandang sebagai kompensasi penuh untuk penyediaan semua bahan, peralatan, tenaga
kerja, metode dan biaya lainnya yang dianggap perlu untuk melaksanakan pekerjaan
yang sebagaimana mestinya.
3) Pengawas Pekerjaan akan memberi surat peringatan secara bertahap kepada Penyedia Jasa
apabila Penyedia Jasa menyimpang dari ketentuandalam Seksi 1.19 ini dengan cara
memberi surat peringatan ke-1 dan ke-2. Apabila peringatan ke-2 tidak ditindaklanjuti,
maka setiap adanya kejadian dan/atau kelalaian akibat tidak dilaksanakannya ketentuan
dalam Seksi 1.19 ini maka pemotongan pembayaran akan diterapkan sebagaimana yang
diuraikan dalam Pasal 1.6.2.4) dari Spesifikasi ini.
Nomor M ata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
1.19 Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lump Sum
/V
1 - 96
SPESIFIKASI UMUM 2018
SEKSI 3.3
PENYIAPAN BADAN JALAN
3.3.1 UMUM
1) Uraian
a) Pekerjaan ini mencakup penyiapan, penggaruan dan pemadatan permukaan
tanah dasar atau permukaan jalan kerikil lama untuk penghamparan, Lapis
Fondasi Agregat, Lapis Fondasi Jalan Tanpa Penutup Aspal, Stabilisasi
Tanah (Soil Stabilization) atau Lapis Fondasi Beraspal di daerah jalur lalu
lintas (termasuk jalur tempat perhentian dan persimpangan) dan di daerah
bahu jalan baru yang bukan di atas timbunan baru akibat pelebaran lajur
lalu lintas.
b) Penyiapan tanah dasar ini juga termasuk bagian dari pekerjaan yang
dipersiapkan untuk dasar lapis fondasi bawah (sub-base) perkerasan di
daerah galian. Tanah dasar harus mencakup seluruh lebarjalur lalu lintas dan
bahu jalan dan pelebaran setempat atau daerah-daerah terbatas semacam itu
sebagaimana ditunjukkan dalam Gambar.
Pekerjaan penyiapan tanah dasar harus diperiksa, diuji dan diterima oleh
pengawas Pekerjaan sebelum lapisan di atasnya akan dilaksanakan.
c) Untuk jalan kerikil, pekerjaan dapat juga mencakup perataan berat dengan
motor grader untuk perbaikan bentuk dengan atau tanpa penggaruan dan
tanpa penambahan bahan baru.
d) Pekerjaan ini meliputi galian minor atau penggaruan serta pekerjaan
timbunan minor yang diikuti dengan pembentukan, pemadatan, pengujian
tanah atau bahan berbutir, dan pemeliharaan permukaan yang disiapkan
sampai bahan perkerasan ditempatkan di atasnya, yang semuanya sesuai
dengan Gambar dan Spesifikasi ini atau sebagaimana yang diperintahkan
oleh Pengawas Pekerjaan.
2) Pekerjaan Seksi Lain yang Berkaitan dengan Seksi Ini
a) Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas Seksi 1.8
b) Kajian Teknis Lapangan Seksi 1.9
c) Pemeliharaan Jalan Samping dan Bangunan Pelengkapnya Seksi 1.14
d) Pengamanan Lingkungan Hidup Seksi 1.17
e) Keselamatan dan Kesehatan Kerja Seksi 1.19
f) Manajemen Mutu Seksi 1.21
g) Galian Seksi 3.1
h) Timbunan Seksi 3.2
i) Lapis Fondasi Agregat Seksi 5.1
j) Perkerasan Berbutir Tanpa Penutup Aspal Seksi 5.2
k) Stabilisasi Tanah (Soil Stabilization) Seksi 5.4
l) Campuran Aspal Panas Seksi 6.3
m) Pemeliharaan Kinerja Jalan : Seksi 10.1
/V
3 - 31
SPESIFIKASI UMUM 2018
3) Toleransi Dimensi
a) Elevasi akhir setelah pemadatan tidak boleh lebih tinggi 2 sentimeter atau
lebih rendah 3 sentimeter dari yang disyaratkan atau disetujui.
b) Seluruh permukaan akhir harus cukup rata dan seragam serta memiliki
kelandaian yang cukup untuk menjamin pengaliran air permukaan dan
mempunyai kemiringan melintang sesuai rancangan dengan toleransi ± 0,5%.
4) Standar Rujukan
Standar rujukan yang relevan adalah yang diberikan dalam Pasal 3.2.1.4) dari
Spesifikasi ini.
5) Pengajuan Kesiapan Kerja
a) Pengajuan yang berhubungan dengan Galian, Pasal 3.1.1.4), dan Timbunan,
Pasal 3.2.1.5) harus dibuat masing-masing untuk seluruh Galian dan
Timbunan yang dilaksanakan untuk Penyiapan Badan Jalan.
b) Penyedia Jasa harus menyerahkan dalam bentuk tertulis kepada Pengawas
Pekerjaan segera setelah selesainya suatu ruas pekerjaan dan sebelum setiap
persetujuan yang dapat diberikan untuk penghamparan bahan lain di atas
tanah dasar atau permukaan jalan, berikut ini :
i) Hasil pengujian kepadatan seperti yang disyaratakan dalam Pasal
3.3.3.2) di bawah ini.
ii) Hasil pengujian pengukuran permukaan dan data survei yang
menun-jukkan bahwa toleransi permukaan yang disyaratkan dalam
Pasal 3.3.1.3) dipenuhi.
6) Jadwal Kerja
a) Gorong-gorong, tembok kepala dan struktur minor lainnya di bawah elevasi
tanah dasar atau permukaan jalan, termasuk pemadatan sepenuhnya atas
bahan yang dipakai untuk penimbunan kembali, harus telah selesai sebelum
dimulainya pekerjaan pada tanah dasar atau permukaan jalan. Seluruh
pekerjaan drainase harus berada dalam kondisi berfungsi sehingga menjamin
keefektifan drainase, dengan demikian dapat mencegah kerusakan tanah
dasar atau permukaan jalan oleh aliran air permukaan.
b) Bilamana permukaan tanah dasar disiapkan terlalu dini tanpa segera diikuti
oleh penghamparan lapis fondasi bawah, maka permukaan tanah dasar dapat
menjadi rusak. Oleh karena itu, luas pekerjaan penyiapan tanah dasar yang
tidak dapat dilindungi pada setiap saat harus dibatasi sedemikian rupa
sehingga daerah tersebut yang masih dapat dipelihara dengan peralatan yang
tersedia dan Penyedia Jasa harus mengatur penyiapan tanah dasar dan
penempatan bahan perkerasan di mana satu dengan lainnya berjarak cukup
dekat.
7) Kondisi Tempat Kerja
Ketentuan dalam Pasal 3.1.1.7) dan 3.2.1.7), yang berhubungan dengan kondisi
tempat kerja yang disyaratkan, masing-masing untuk Galian dan Timbunan, harus
3 - 32
SPESIFIKASI UMUM 2018
juga berlaku bilamana berhubungan dengan semua pekerjaan Penyiapan Badan Jalan,
bahkan pada tempat-tempat yang tidak memerlukan galian maupun timbunan.
8) Perbaikan Terhadap Penyiapan Badan Jalan yang Tidak Memenuhi Ketentuan
a) Ketentuan yang ditentukan dalam Pasal 3.1.1.8) dan 3.2.1.8) yang
berhubungan dengan perbaikan Galian dan Timbunan yang tidak memenuhi
ketentuan, harus juga berlaku bilamana berhubungan dengan semua
pekerjaan Penyiapan Badan Jalan, bahkan untuk tempat-tempat yang tidak
memerlukan galian atau timbunan.
b) Penyedia Jasa harus memperbaiki dengan biaya sendiri atas setiap alur
(rutting) atau gelombang yang terj adi akibat kelalaian tenaga kerja atau lalu
lintas atau oleh sebab lainnya dengan membentuk dan memadatkannya
kembali, menggunakan mesin gilas dengan ukuran dan jenis yang diperlukan
untuk pekerjaan perbaikan ini.
c) Penyedia Jasa harus memperbaiki, dengan cara yang diperintahkan oleh
Pengawas Pekerjaan, setiap kerusakan pada tanah dasar yang mungkin
terjadi akibat pengeringan, retak, atau akibat banjir atau akibat kejadian alam
lainnya.
9) Pengembalian Bentuk Pekerjaan Setelah Pengujian
Ketentuan dalam Pasal 3.2.1.9) harus berlaku.
10) Pengendalian Lalu Lintas
a) Pengendalian Lalu Lintas harus memenuhi ketentuan dalam Seksi 1.8
Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas.
b) Penyedia Jasa harus bertanggungjawab atas seluruh konsekuensi dari lalu
lintas yang diijinkan melewati tanah dasar, dan Penyedia Jasa harus melarang
lalu lintas yang demikian bilamana Penyedia Jasa dapat menyediakan sebuah
jalan alih (detour) atau dengan pelaksanaan setengah lebar jalan.
3.3.2 BAHAN
Tanah dasar dapat dibentuk dari Timbunan Biasa, Timbunan Pilihan, Lapis fondasi
Agregat atau Drainase Porous, atau tanah asli di daerah galian. Bahan yang digunakan
dalam setiap hal haruslah sesuai dengan yang diperintahkan Pengawas Pekerjaan, dan
sifat-sifat bahan yang disyaratkan untuk bahan yang dihampar dan membentuk tanah
dasar haruslah seperti yang disyaratkan dalam Spesifikasi.
3.3.3 PELAKSANAAN PENYIAPAN BADAN JALAN
1) Penyiapan Tempat Kerja
a) Pekerjaan galian yang diperlukan untuk membentuk tanah dasar harus
dilaksanakan sesuai dengan Pasal 3.1.2.1) dari Spesifikasi ini.
b) Seluruh Timbunan yang diperlukan harus dihampar sesuai dengan Pasal
3.2.3 dari Spesifikasi ini.
3 - 33
SPESIFIKASI UMUM 2018
2) Pemadatan Tanah Dasar
a) Tanah dasar harus dipadatkan sesuai dengan ketentuan yang relevan dari
Pasal 3.2.3.3) dari Spesifikasi ini.
b) Ketentuan pemadatan dan jaminan mutu untuk tanah dasar diberikan dalam
Pasal 3.2.4 dari Spesifikasi ini.
3) Daya Dukung Tanah Dasar di Daerah Galian
Tanah Dasar pada setiap tempat haruslah mempunyai daya dukung minimum
sebagaimana yang diberikan dalam Gambar, atau sekurang-kurangnya mempunyai
CBR minimum 6 % jika tidak disebutkan. Pekeijaan penyiapan tanah dasar baru
dilaksanakan bila pekerjaan lapis fondasi agregat atau perkerasan sudah akan segera
dilaksanakan.
3.3.4 PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN
1) Pengukuran untuk Pembayaran
Daerah jalur lalu lintas eksisting yang memerlukan rekonstruksi, akan ditetapkan
sebagai lokasi yang ditingkatkan dan penyiapan badan jalan akan dibayar menurut
Seksi ini. Juga penyiapan tanah dasar di daerah galian untuk jalur lalu lintas dan bahu
jalan.
2) Dasar Pembayaran
Kuantitas dari pekerjaan Penyiapan Badan Jalan, diukur seperti ketentuan di atas,
akan dibayar per satuan pengukuran sesuai dengan harga yang dimasukkan dalam
Daftar Kuantitas dan Harga untuk Mata Pembayaran seperti terdaftar di bawah ini, di
mana harga dan pembayaran tersebut sudah mencakup kompensasi penuh untuk
seluruh pekerjaan dan biaya lainnya yang telah dimasukkan untuk keperluan
pembentukan pekerjaan penyiapan tanah dasar seperti telah diuraikan dalam Seksi
ini.
Nomor M ata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
33.(1) Penyiapan Badan Jalan Meter Persegi
3 - 34
SPESIFIKASI UMUM 2018
5) Jadwal Kerja
Perluasan setiap pembersihan dan pengupasan pada setiap operasi harus dibatasi
sepadan dengan pemeliharaan permukaan yang terekspos agar tetap dalam kondisi
yang keras (sound), dengan mempertimbangkan akibat dari pengeringan,
perendaman akibat hujan, dan gangguan dari operasi pekerjaan berikutnya.
6) Kondisi Tempat Kerja
Seluruh permukan yang terekspos hasil pembersihan dan pengupasan harus dijaga
agar bebas dari air dan Penyedia Jasa harus menyediakan semua bahan, perlengkapan,
dan tenaga kerja yang diperlukan untuk pengeringan (pemompaan), pengalihan
saluran air, dan pembuatan drainase sementara. Pompa siap pakai di lapangan harus
senantiasa dipelihara sepanjang waktu untuk menjamin bahwa tak akan terj adi
gangguan dalam pengeringan dengan pompa.
3.4.2 PELAKSANAAN
1) Pembersihan dan Pengupasan
Pembersihan dan pengupasan lahan untuk semua tanaman/pohon yang berdiameter
kurang dari 15 cm diukur 1 meter dari muka tanah, harus dilaksanakan sampai
batas-batas sebagaimana yang ditunjukkan dalam Gambar atau sebagaimana
diperintahkan Pengawas Pekerjaan. Di luar daerah yang tersebut di atas,
pembersihan dan pengupasan dapat dibatasi sampai pemotongan tanaman yang
tumbuh di atas tanah sebagaimana yang diperintahkan oleh Pengawas Pekerjaan.
Pada daerah galian, semua tunggul dan akar harus dibuang sampai kedalaman tidak
kurang dari 50 cm di bawah permukaan akhir dari tanah dasar.
Pada daerah di bawah timbunan, di mana tanah humus atau bahan yang tidak
dikendaki dibuang atau yang ditetapkan untuk dipadatkan, semua tunggul dan akar
harus dibuang sampai kedalaman sekurang-kurangnya 30 cm di bawah permukaan
tanah asli atau 30 cm di bawah alas dari lapis permukaan yang paling bawah.
Pengupasan saluran dan selokan diperlukan hanya sampai kedalaman yang
diperlukan untuk penggalian yang diusulkan dalam daerah tersebut.
2) Pembuangan Tanah Humus
Pada daerah di bawah timbunan badan jalan yang ditetapkan oleh Pengawas
Pekerjaan, Penyedia Jasa harus menyingkirkan semua tanah humus dan
membuangnya di lahan yang berdekatan atau diperintahkan.
Secara umum tanah humus hanya termasuk pembuangan tanah yang cukup subur
yang mendorong atau mendukung tumbuhnya tanaman.
Tidak ada pembuangan tanah humus yang keluar dari lokasi yang ditetapkan
dengan kedalaman yang kurang dari 30 cm diukur secara vertikal atau
sebagaimana yang diperintahkan oleh Pengawas Pekerjaan, dan tanah humus itu
harus dibuang terpisah dari galian bahan lainnya.
fb 7k
3 - 36
SPESIFIKASI UMUM 2018
Pembuangan tanah humus yang melebihi sebagaimana yang ditentukan dalam
Pasal 3.4.2.1) spesifikasi ini, harus dibayar sebagaimana yang disebutkan dalam
Galian Biasa dalam Seksi 3.1.dari Spesifikasi ini.
3) Pemotongan Pohon
Bilamana diperlukan untuk mencegah kerusakan terhadap struktur, bangunan
(property) lainnya atau untuk mencegah bahaya atau gangguan terhadap lalu lintas,
bila diperlukan, pohon yang telah ditetapkan untuk ditebang harus dipotong mulai
dari atas ke bawah. Penyedia Jasa harus menimbun kembali lubang-lubang yang
disebabkan oleh pembongkaran tunggul dan akar-akarnya dengan bahan yang cocok
dan disetujui oleh Pengawas Pekerjaan. Pekerjaan penimbunan kembali ini tidak
dibayar tersendiri, tetapi harus dipandang sebagai kewajiban Penyedia Jasa yang telah
diperhitungkan dalam Harga Kontrak untuk Pemotongan Pohon.
Semua pohon, tunggul, akar, dan sampah lainnya yang diakibatkan oleh operasi ini
harus dibuang oleh Penyedia Jasa di luar Ruang Milik Jalan (Rumija) atau di lokasi
yang ditunjuk oleh Pengawas Pekerjaan.
3.4.3 PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN
1) Pengukuran untuk Pembersihan dan Pengupasan
Kuantitas pembersihan dan pengupasan lahan akan dibayar sesuai dengan
Spesifikasi ini atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Pengawas Pekerjaan
haruslah jumlah meter persegi dari pekerjaan pembersihan dan pengupasan lahan
yang diterima dalam batas-batas yang diperintahkan oleh Pengawas Pekerjaan.
Pembersihan dan pengupasan yang diperlukan untuk struktur permanen akan
diukur untuk pembayaran.
Pembersihan dan pengupasan untuk jalur pengangkutan, jalur pelayanan dan
semua konstruksi sementara tidak akan diukur untuk pembayaran.
2) Pengukuran untuk Pemotongan Pohon
Kuantitas pemotongan dan pembuangan pohon termasuk batang dan akar-akarnya
akan diukur untuk pembayaran sebagai jumlah pohon yang benar-benar dipotong
dan diterima oleh Pengawas Pekerjaan.
3) Dasar Pembayaran
(a) Kuantitas pembersihan dan pengupasan, apakah terdapat air atau tidak
pada setiap kedalaman, ditetapkan sebagaimana yang disebutkan di atas,
akan dibayar dengan Harga Kontrak per meter persegi untuk Mata
Pembayaran yang didaftar di bawah dan ditunjukkan dalam Daftar
Kuantitas dan Harga, di mana harga dan pembayaran tersebut harus
merupakan kompensasi penuh untuk semua pekerja, peralatan,
perlengkapan dan semua biaya lain yang perlu atau digunakan untuk
pelaksanaan yang sebagaimana mestinya untuk pekerjaan yang diuraikan
dalam Pasal ini.
(b) Pemotongan dan pembuangan setiap pohon yang sama atau lebih besar dari
diameter 15 cm yang diukur 1 meter dari permukaan tanah, sesuai dengan
3 - 37
SPESIFIKASIUMUM 2018
S E K S I 5 .3
P E R K E R A S A N B E T O N S E M E N
5.3.1 U M U M
1) Uraian
Pekerjaan ini meliputi pembuatan Perkerasan Beton Semen (Perkerasan Kaku) dan
Lapis Fondasi Bawah yang dilaksanakan sesuai dengan dengan ketebalan dan bentuk
penampang melintang seperti yang ditunjukkan dalam Gambar.
Pekerjaan Seksi Lain Yang Berkaitan Dengan Seksi Ini
2)
a) Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas : Seksi 1.8
b) Kajian Teknis Lapangan : Seksi 1.9
c) Bahan dan Penyimpanan : Seksi 1.11
d) Pemeliharaan Jalan Samping dan Bangunan Pelengkapnya : Seksi 1.14
e) Pengamanan Lingkungan Hidup : Seksi 1.17
f) Keselamatan dan Kesehatan Kerja : Seksi 1.19
g) Manajemen Mutu : Seksi 1.21
h) Lapis Fondasi Agregat : Seksi 5.1
i) Stabilisasi Tanah (Soil Stabilization) : Seksi 5.4
j) Lapis Fondasi Agregat Semen (CTB dan CTSB) : Seksi 5.5
k) Beton dan Beton Kineija Tinggi : Seksi 7.1
l) Baja Tulangan : Seksi 7.3
Toleransi Dimensi
3)
a) Ketentuan yang disyaratkan dalam Pasal 5.3.5.12) harus digunakan.
b) Ketentuan yang disyaratkan dalam Pasal 5.3.9 harus digunakan.
Standar Rujukan
4)
Ketentuan yang disyaratkan dalam Pasal 7.1.1.6) dari Spesifikasi ini harus digunakan
dengan tambahan berikut:
Standar Nasional Indonesia (SNI) :
SNI 1966:2008 Cara uji penentuan batas plastis dan indeks plastisitas tanah.
SNI 1967:2008 Cara uji penentuan batas cair tanah.
SNI 4431:2011 Cara uji kuat lentur beton normal dengan dua titik
pembebanan.
SNI 03-4432-1997 Spesifikasi karet spon siap pakai sebagai bahan pengisi siar
muai pada perkerasan beton dan konstruksi bangunan.
SNI 03-4814-1998 Spesifikasi bahan penutup sambungan beton tipe elastis
tuang panas.
SNI 03-4815-1998 Spesifikasi pengisi siar muai siap pakai untuk perkerasan dan
bangunan beton.
SNI 03-6820-2002 Spesifikasi agregat halus untuk pekerjaan adukan dan
plesteran dengan bahan dasar semen.
SNI 03-6827-2002 Metode pengujian waktu ikat awal semen portland dengan
menggunakan alat vicat untuk pekerjaan sipil.
5 - 17
SPESIFIKASIUMUM 2018
S N I 0 3 -6 9 6 9 -2 0 0 3 : M e to d e p e n g u jia n u n tu k p e n g u k u r a n p a n ja n g b e to n in ti h a s il
p e n g e b o r a n .
A A S H T O :
A A S H T O M 3 3 - 9 9 ( 2 0 1 2 ) Preformed Expansion Joint Filler fo r Concrete
(Bituminous Type).
A A S H T O M 8 0 -1 3 Coarse Aggregate fo r Portland Cement Concrete.
A A S H T O M 1 9 4 M /M 1 9 4 -1 3 Chemical Admixtures fo r Concrete.
A S T M :
A S T M C 3 0 9 -1 1 Standard Specification fo r Liquid Membrane
Forming Compounds fo r Curing Concrete.
A S T M D 2 6 2 8 - 9 1 ( 2 0 1 6 ) Standard Specification fo r Preformed
Polychloroprene Elastomeric Joint Seals fo r
Concrete Pavements.
A S T M D 4 7 9 1 -1 0 Standard Test Method fo r Flat Particles,
Elongated Particles, or Flat and Elongated
Particles in Coarse Aggregate.
5) P e n g a ju a n K e s ia p a n K e r ja
P e n y e d ia J a s a h a r a s m e n g a ju k a n rin c ia n p r o p o s a l R e n c a n a P e n g e n d a lia n M u tu u n tu k
a s p e k p e k e r ja a n in i s e s u a i d e n g a n S e k si 1.21 d a ri S p e s ifik a s i d a n j u g a s e m u a k e te n tu a n
y a n g d is y a r a tk a n d a la m P a s a l 7 .1 .1 .7 ).a ), b ) d a n e) d a ri S p e s ifik a s i in i.
6) C u a c a Y a n g D iiz in k a n U n tu k B e k e r ja
K e te n tu a n tin g k a t p e n g u a p a n y a n g d is y a r a tk a n d a la m P a s a l 7 .1 .1 .9 ) d a ri S p e s ifik a s i in i
h a r a s d ig u n a k a n .
7) P e r b a ik a n T e r h a d a p P e r k e r a s a n B e to n S e m e n d a n L a p is F o n d a s i B a w a h B e to n K u ru s
Y a n g T id a k M e m e n u h i K e te n tu a n
K e te n tu a n y a n g d is y a r a tk a n d a la m P a s a l 7 .1 .1 .1 0 ) .a ) s a m p a i d e n g a n d ) d a ri S p e s ifik a s i
in i h a r a s d ig u n a k a n .
8) J a d w a l K e r ja d a n P e n g e n d a lia n L a lu L in ta s
a) K e te n tu a n y a n g d is y a r a tk a n d a la m P a s a l 5 .5 .8 h a r a s d ig u n a k a n .
b ) P e n g e n d a lia n L a lu L in ta s h a r a s m e m e n u h i k e te n tu a n S e k si 1.8, M a n a je m e n
d a n K e s e la m a ta n L a lu L in ta s.
9) P e m a s o k a n B e to n C a m p u ra n S ia p P a k a i (Ready M ix)
B e to n y a n g d ip a s o k s e b a g a i C a m p u ra n S ia p P a k a i (Ready M ix) o le h p e m a s o k y a n g
b e r a d a d i lu a r k e g ia ta n p e k e r ja a n h a r a s m e m e n u h i k e te n tu a n S N I 4 4 3 3 :2 0 1 6 . K e c u a li
d is e b u tk a n la in d a la m K o n tr a k m a k a “p e m b e li” d a la m S N I 4 4 3 3 :2 0 1 6 h a r u s la h
P e n y e d ia Ja sa . S y a r a t- s y a r a t U m u m d a ri K o n tr a k d a n k e te n tu a n - k e te n tu a n d a ri
S p e s ifik a s i S e k si 5.3 a k a n d id a h u lu k a n d a r ip a d a S N I 4 4 3 3 :2 0 1 6 . P e n e r a p a n S N I
4 4 3 3 :2 0 1 6 tid a k m e m b e b a s k a n P e n y e d ia J a s a d a ri s e tia p k e w a jib a n n y a d a la m K o n tr a k
in i.
5 - 18
SPESIFIKASIUMUM 2018
5 .3 .2 B A H A N
1) M u tu P e r k e r a s a n B e to n S e m e n
B a h a n p o k o k u n tu k m u tu p e r k e r a s a n b e to n s e m e n h a r u s s e s u a i d e n g a n k e te n tu a n S e k si
7.1 d a ri S p e s ifik a s i in i, k e c u a li j i k a d is e b u tk a n la in d a la m S e k si ini.
2) A g r e g a t H a lu s u n tu k P e r k e r a s a n B e to n S e m e n
A g r e g a t h a lu s h a ru s m e m e n u h i S N I 0 3 - 6 8 2 0 - 2 0 0 2 d a n P a s a l 7 .1 .2 .3 ) d a ri S p e s ifik a s i
s e la in y a n g d is e b u tk a n d i b a w a h in i. A g r e g a t h a lu s h a ru s te r d ir i d a ri b a h a n y a n g b e rs ih ,
k e r a s , b u tir a n y a n g ta k d ila p is i a p a p u n d e n g a n m u tu y a n g s e ra g a m , d a n h a ru s :
a) M e m p u n y a i u k u r a n y a n g le b ih k e c il d a ri a y a k a n A S T M N o . 4 (4 ,7 5 m m ).
b ) S e k u r a n g - k u r a n g n y a te r d ir i d a ri 5 0 % (te rh a d a p b e r a t) p a s ir a la m .
c) J ik a d u a je n i s a g r e g a t h a lu s a ta u le b ih d ic a m p u r, m a k a s e tia p s u m b e r h a ru s
m e m e n u h i k e te n tu a n - k e te n tu a n d a la m S e k s i in i.
d ) S e tia p f r a k s i a g r e g a t h a lu s b u a ta n h a r u s te r d ir i d a ri b a tu p e c a h y a n g m e m e n u h i
P a s a l 5 .3 .2 .3 ) d a n h a r u s la h b a h a n y a n g n o n - p la s tis j i k a d iu ji s e s u a i S N I 1966:
2 0 0 8 .
T a b e l 5 .3 .2 .1 ) S ifa t- s if a t A g r e g a t H a lu s
Sifat M etoda Pengujian Ketentuan
B e r a t Isi L e p a s S N I 0 3 -4 8 0 4 -1 9 9 8 m in im u m 1 .2 0 0 k g /m 3
P e n y e r a p a n o le h A ir S N I 1 9 6 9 :2 0 1 6 m a k s im u m 5 %
3) A g r e g a t K a s a r u n tu k P e r k e r a s a n B e to n S e m e n
A g r e g a t k a s a r h a ru s m e m e n u h i A A S H T O M 8 0 -1 3 d a n P a s a l 7 .1 .2 .3 ) d a ri S p e s ifik a s i
s e la in d a ri y a n g d is e b u tk a n d i b a w a h in i. T e r a k b e s i d a ri ta n u r tin g g i (air cooled blast
furnace slag) y a n g d id in g in k a n d e n g a n u d a r a d a p a t d ig u n a k a n te ta p i te r a k b e s i d a ri
p r o s e s p e m u r n ia n b a ja (steel-plant slag) tid a k d a p a t d ig u n a k a n .
T a b e l 5 .3 .2 .2 ) S ifa t - S ifa t A g r e g a t K a s a r
Sifat-sifat M etoda Pengujian Ketentuan
K e h ila n g a n a k ib a t A b ra s i S N I 2 4 1 7 :2 0 0 8 tid a k m e la m p a u i 4 0 % u n tu k 5 0 0
L o s A n g e le s p u ta r a n
B e r a t Isi L e p a s S N I 0 3 -4 8 0 4 -1 9 9 8 m in im u m 1 .2 0 0 k g /m 3
B e r a t J e n is S N I 1 9 7 0 :2 0 1 6 m in im u m 2,1
air cooled blastfurnace slag:
P e n y e r a p a n o le h A ir S N I 1 9 7 0 :2 0 1 6
m a k s . 6 %
la in n y a : m a k s . 2 ,5 %
B e n tu k p a r tik e l p ip ih d a n
A S T M D 4 7 9 1 -1 0 m a k s im u m 2 5 %
lo n jo n g d e n g a n ra s io 3:1
B id a n g P e c a h , te r ta h a n
S N I 7 6 1 9 :2 0 1 2 m in im u m 9 5 /9 0 :)
a y a k a n N o .4
5 - 19
SPESIFIKASIUMUM 2018
C atatan :
1) 95/90 m e n u n ju k k an b a h w a 9 5% ag re g a t k a sa r m em p u n y ai m u k a b id an g p ec a h satu atau leb ih dan
90% ag reg at k a sa r m em o u n y ai m u k a b idang p ecah d u a atau lebih.
4 ) S e m e n d a n A b u T e rb a n g
S e m e n P o r tla n d B ia s a ( Ordinary Portland Cement, O P C ) T ip e 1 a ta u T ip e 3, Portland
Pozzolana Cement (P P C ) h a ru s m e m e n u h i P a s a l 7 .1 .2 .1 ) d a ri S p e s ifik a s i in i.
A b u T e r b a n g h a r u s m e m e n u h i S N I 2 4 6 0 :2 0 1 4 .
A b u T e rb a n g m a k s im u m y a n g d a p a t d ig u n a k a n a d a la h 25 % d a ri b e ra t b a h a n p e n g ik a t
h a n y a u n tu k p e m a k a ia n Ordinary Portland Cement (OPC) T ip e I d a n tid a k d a p a t
d ig u n a k a n u n tu k p e m a k a ia n s e m e n Portland Pozzolana Cement (PPC).
5) A ir
A ir h a r u s m e m e n u h i s p e s ifik a s i P a s a l 7 .1 .2 .2 ).
6) B a ja T u la n g a n
B a ja tu la n g a n h a ru s s e s u a i d e n g a n k e te n tu a n S e k si 7.3 d a ri S p e s ifik a s i in i, d a n d e ta iln y a
te r c a n tu m d a la m G a m b a r.
7) M e m b r a n K e d a p A ir
M e m b r a n y a n g k e d a p a ir d i b a w a h p e r k e r a s a n h a ru s b e r u p a le m b a r a n polyethene
d e n g a n te b a l 125 m ik r o n a ta u y a n g d is e tu ju i o le h P e n g a w a s P e k e ija a n . B ila d ip e r lu k a n
s a m b u n g a n , m a k a h a r u s d ib u a t t u m p a n g tin d ih s e k u r a n g - k u r a n g n y a 3 0 0 m m .
8) B a h a n T a m b a h
B a h a n ta m b a h k im ia w i (admixture) y a n g d ig u n a k a n h a ru s se su a i d e n g a n A A S H T O
M 1 9 4 M /M 1 9 4 -1 3 . B a h a n ta m b a h y a n g m e n g a n d u n g calcium chloride, calciumformate,
d a n triethanolamine tid a k b o le h d ig u n a k a n .
K o n d is i b e rik u t h a ru s d ip en u h i:
a) U n tu k k o m b in a s i 2 (d u a ) a ta u le b ih b a h a n ta m b a h a n , k o m p a tib ila s b a h a n
ta m b a h a n te r s e b u t h a ru s d in y a ta k a n d e n g a n se rtifik a t te rtu lis d a ri p a b rik n y a .
b ) U n tu k c a m p u ra n d e n g a n a b u te rb a n g (fly ash) k u ra n g d a ri 5 0 k g /m 3, k o n trib u si
a lk a li to ta l (d in y a ta k a n d e n g a n N a 2O e k iv a le n ) d a ri s e m u a b a h a n ta m b a h a n y a n g
d ig u n a k a n p a d a c a m p u ra n tid a k b o le h m e le b ih i 0 ,2 0 k g /m 3.
Superplasticizer/hinge range water reducer d a p a t d ig u n a k a n a ta s p e rs e tu ju a n te rtu lis d a ri
P e n g a w a s P e k e rja a n .
9) B a h a n u n tu k P e r a w a ta n
B a h a n m e m b r a n u n tu k p e r a w a ta n h a r u s la h c a ir a n b e r p ig m e n p u tih y a n g m e m e n u h i
A S T M C 3 0 9 -1 1 a ta u b a h a n /m e to d a la in y a n g d is e tu ju i P e n g a w a s P e k e rja a n . B a h a n
m e m b r a n ta n p a w a r n a a ta u b e n in g tid a k a k a n d is e tu ju i.
5 - 20
SPESIFIKASIUMUM 2018
10) Bahan Penutup Sambungan (Joint Sealer) dan Bahan Pengisi Sambungan (Joint Filler)
a) Bahan penutup yang dituang untuk sambungan harus memenuhi ketentuan SNI
03-4814-1998.
b) Bahan pengisi yang dibentuk sebelumnya untuk sambungan harus memenuhi
ketentuan-ketentuan AASHTO M33-99(2012), SNI 03-4432-1997, SNI 03
4815-1998, atau ASTM D2628-91(2016), sebagaimana yang disebutkan dalam
Gambar atau oleh Pengawas Pekerjaan dan harus dilubangi untuk memberikan
tempat untuk ruji jika disyaratkan dalam Gambar. Bahan pengisi untuk setiap
sambungan harus dikerjakan dalam selembar tunggal untuk lebar dan
kedalaman yang diperlukan untuk sambungan kecuali jika disetujui lain oleh
Pengawas Pekerjaan. Bilamana penggunaan lebih dari selembar disetujui untuk
suatu sambungan, tepi-tepi lembaran harus diikat dengan rapat, dan dipasang
dengan akurat terhadap bentuk, dengan cara distapler atau cara pengikat handal
lainnya yang dapat diterima Pengawas Pekerjaan.
11) Beton
a) Bahan Pokok Campuran
Persetujuan untuk proporsi bahan pokok campuran harus didasarkan pada hasil
percobaan campuran (trial mix) yang dibuat oleh Penyedia Jasa sesuai
ketentuan Seksi 7.1 dari spesifikasi ini.
Agregat kasar dan halus harus sesuai dengan ketentuan Seksi 7.1 dari
Spesifikasi ini. Untuk menentukan rasio agregat kasar dan agregat halus,
proporsi agregat halus harus dipertahankan seminimum mungkin. Akan tetapi,
sekurang-kurangnya 40% agregat dalam campuran beton terhadap berat
haruslah agregat halus yang didefinisikan sebagai agregat yang lolos ayakan
4,75 mm.
Agregat gabungan tidak boleh mengandung bahan yang lebih halus dari 0,075
mm sebesar 2% kecuali bahan pozolan. Penyedia Jasa boleh memilih agregat
kasar sampai ukuran maksimum 38 mm, asalkan : campuran tersebut tidak
mengalami segregasi; kelecakan yang memadai untuk instalasi yang digunakan
dapat dicapai dan kerataan permukaan yang disyaratkan tetap dapat
dipertahankan. Menurut pendapatnya, Pengawas Pekerjaan dapat meminta
Penyedia Jasa untuk mengubah ukuran agregat kasar yang telah dipilih oleh
Penyedia Jasa.
Tindakan-tindakan tambahan, termasuk penurunan ukuran maksimum agregat,
dapat dilakukan untuk mengendalikan segregasi dari beton dalam acuan
gelincir (slipform) yang berasal oleh truk terakhir.
Ketika proporsi takaran yang sesuai telah diputuskan dan disetujui, proporsi-
proporsi tersebut hanya dapat diubah dengan persetujuan Pengawas Pekerjaan.
b) Kadar Bahan Pengikat untuk Perkerasan Beton Semen
Berat semen yang disertakan dalam setiap meter kubik beton yang terpadatkan
untuk Perkerasan Beton Semen tidak boleh kurang dari jumlahsemen untuk
keperluan pencapaian durabilitas beton dan tidak lebih dari jumlah semen yang
akan mengakibatkan suhu beton yang tinggi. Ketentuan jumlah semen
5 - 21
SPESIFIKASIUMUM 2018
m in im u m d a n ju m la h s e m e n m a k s im u m h a m s te r c a n tu m d a la m d o k u m e n
r a n c a n g a n c a m p u r a n b e to n s e s u a i d e n g a n k o n d is i lin g k u n g a n p e k e r ja a n d a n
d is e tu ju i o le h P e n g a w a s P e k e rja a n .
c) K e k u a ta n
K e te n tu a n m in im u m u n tu k k u a t le n tu r p a d a u m u r 2 8 h a ri u n tu k P e rk e r a s a n
B e to n S e m e n d ib e r ik a n d a la m ta b e l b e r ik u t in i :
T a b e l 5 .3 .2 .3 ) K u a t L e n tu r M in im u m u n tu k P e r k e r a s a n B e to n S e m e n
U r a i a n M e t o d a P e n g u j i a n N ila i
K u a t L e n tu r p a d a u m u r 2 8 h a r i (1) u n tu k S N I 4 4 3 1 :2 0 1 1 4 ,7 (3)
B e to n P e r c o b a a n C a m p u ra n (2) m in . (M P a )
K u a t L e n tu r p a d a u m u r 2 8 h a r i (1) u n tu k S N I 4 4 3 1 :2 0 1 1 4 ,5 (3)
p a d a P e r k e r a s a n B e to n S e m e n (2)
( p e n g e n d a lia n p ro d u k s i) m in . (M P a )
C atatan :
(1 ) : B e to n u n tu k P erk erasan B e to n S em en F a s t T ra ck p a d a u m u r 8 ja m dan 24 ja m sesuai
den g an m ata p e m b ay a ran yang d iu raik an p a d a P a sa l 5.3.10.2)
(2 ) : U k u ran b a lo k u ji 500 m m x 150 m m x 150 m m den g an ja ra k a n ta r p e rletak an 45 0 m m
dan m asing-m asing ja ra k k an tilev er 25 m m
(3 ) : B e to n u n tu k P e rk e ra sa n B eto n S em en dalam p ek e rja a n p erm a n e n haru s m em enuhi
k eten tu an k u a t le n tu r m in im u m u n tu k B e to n P erk erasan yang d ib erik an d alam T ab el
5.3.2.3). N ila i k u a t te k a n m in im u m u n tu k pro d u k si d a p a t d isesu aik an berd asark an
p e rb an d in g an n ila i k u a t le n tu r dan k u a t te k a n yang d icap a i u n tu k serangkaian p en g u jian
yang tid a k ku ran g dari 16 pen g u jian , 8 p en g u jian u n tu k k u a t te k a n dan 8 p en g u jia n u n tu k
k u a t le n tu r p a d a ran can g an yang disetujui. P e n y esu aian N ila i K u a t T ek an m in im u m
u n tu k pen g en d alian p ro d u k si yang d ib erik an d alam T abel 5.3 .2 .3 ) akan m en g ik u ti
p e rin ta h a ta u p ersetu ju a n dari P en g aw as P ekerjaan.
U n tu k k e k u a ta n y a n g te r ja d i p a d a 7 h a r i, s e m e n ta r a d is y a r a tk a n 8 0 % d a ri k u a t
le n tu r la p a n g a n y a n g te rja d i. P e n g a w a s P e k e r ja a n d a p a t, m e n u r u t p e n d a p a tn y a ,
p a d a s e tia p s a a t s e b e lu m a ta u s e la m a k e g ia ta n b e to n p e r k e r a s a n , m e n a ik k a n
a ta u m e n u r u n k a n k e k u a ta n m in im u m y a n g te r ja d i p a d a u m u r 7 h a ri.
K u a t te k a n r a ta - r a ta L a p is F o n d a s i B a w a h B e to n K u ru s p a d a u m u r 2 8 h a r i d a ri
p r o d u k s i h a r ia n 8 0 - 1 1 0 k g / c m 2.
d ) K o n s is te n s i u n tu k P e r k e r a s a n B e to n S e m e n
K o n s is te n s i b e to n h a r u s d ite n tu k a n d e n g a n m e n g u k u r s lu m p s e s u a i d e n g a n S N I
1 9 7 2 :2 0 0 8 . P e n y e d ia J a s a h a r u s m e n g u s u lk a n s lu m p u n tu k s e tia p c a m p u r a n
b e to n d e n g a n re n ta n g :
- 25 - 38 m m u n tu k b e to n y a n g a k a n d ib e n tu k d e n g a n a c u a n b e r ja la n
(slipform)
- 38 - 75 m m u n tu k b e to n y a n g a k a n d ih a m p a r s e c a r a m a n u a l ( a c u a n -te ta p )
R a s io a ir b e b a s - s e m e n u n tu k k o n d is i a g r e g a t j e n u h k e r in g p e rm u k a a n h a ru s
d ite n tu k a n d e n g a n b e r d a s a r k a n k e b u tu h a n u n tu k m e n c a p a i k e k u a ta n d a n
5 - 22
SPESIFIKASIUMUM 2018
durabilitas beton. Nilai rasio air bebas-semen harus tercantum dalam dokumen
rancangan campuran beton yang disetujui oleh Pengawas Pekerjaan.
Keseragaman Campuran Beton
e)
Sifat-sifat campuran beton harus sesuai dengan tabel berikut ini :
Tabel 5.3.2.(4) Parameter Keseragaman Beton
Ketentuan, Ditunjukkan
sebagai Perbedaan
Pengujian Maksimum yang
diizinkan pada Hasil
Pengujian dari Benda Uji
yang diambil dari Dua
Lokasi dalam Takaran
Beton
Berat per meter kubik yang dihitung berdasarkan bebas 16
rongga udara (kg/m3)
Kadar rongga udara, volume % dari beton 1
Slump (mm) 25
Kadar Agregat Kasar, berat porsi dari setiap benda uji 6
yang tertahan ayakan No.4 (4,75 mm), %
Berat Isi mortar bebas udara (tidak kurang dari 3 silinder 1,6
akan dicetak dan diuji untuk tiap-tiap benda uji)
berdasarkan rata-rata dari pengujian semua benda uji
yang akan dibandingkan, %
Kuat tekan rata-rata pada umur 7 hari untuk setiap benda 7,5
uji, berdasarkan kuat rata-rata dari pengujian semua
benda uji yang dibandingkan, %.
f) Pengambilan Benda Uji (Sampling)
Untuk tujuan dari Pasal 5.3.2 dan Pasal 5.3.10 ini, suatu lot akan didefinisikan
sebagai sampai 50 m3untuk yang dibentuk dengan acuan bergerak dan sampai
30 m3untuk yang dibentuk dengan acuan tetap.
Untuk setiap lot, dua pasang benda uji balok harus dicetak untuk penguj ian kuat
lentur, sepasang yang pertama untuk 7 hari dan sepasang lainnya pada umur 28
hari.
Bilamana hasil pengujian kuat lentur di atas tidak mencapai 90% dari kuat
lentur yang disyaratkan dalam Tabel 5.3.2.3) maka pengambilan benda uji inti
(core) di lapangan,minimum 4 benda uji, untuk pengujian kuat tekan dapat
dilakukan. Jika kuat tekan benda uji inti (core) yang diperoleh ini mencapai
kuat tekan yang diperoleh dari campuran beton yang sama, yang digunakan
untuk pengujian kuat lentur sebelumnya, maka produk beton ini dapat diterima
untuk pembayaran.
5 - 23
SPESIFIKASIUMUM 2018
5 .3 .3 P E R A L A T A N
1) U m u m
P e r a la ta n h a ru s m e m e n u h i k e te n tu a n d a la m S e k s i 7.1 d a ri S p e s ifik a s i in i.
P e n g h a m p a r a n d a p a t d ila k u k a n b a ik d e n g a n m e n g g u n a k a n a c u a n b e r g e r a k (slip form)
m a u p u n a c u a n te ta p fix e d form ).
2 ) M e s in P e n g h a m p a r d a n P e m b e n tu k (Spreading and Finishing Machines)
M e s in p e n g h a m p a r h a r u s d ir a n c a n g s e d e m ik ia n h in g g a d a p a t m e n g u r a n g i s e g re g a s i
p a d a c a m p u r a n b e to n . M e s in p e m b e n tu k (finishing machines) h a r u s d ile n g k a p i d e n g a n
s e p a tu m e lin ta n g ( tranverse screeds) y a n g d a p a t b e r g e r a k b o la k - b a lik (oscillating type)
a ta u a la t la in y a n g s e r u p a u n tu k m e m a d a tk a n (stricking off) b e to n s e b a g a im a n a
d is y a r a tk a n d a la m P a s a l 5 .3 .5 d a ri S p e s ifik a s i in i.
3) K e n d a r a a n P e n g a n g k u t
P e n g h a n ta r je n is a g ita to r ( p e n g g o y a n g b o la k - b a lik ) a ta u p e n c a m p u r h a r u s m a m p u
m e n u a n g k a n b e to n d e n g a n k o n s is te n s i a d u k a n y a n g d is y a ra tk a n . B e to n u n tu k y a n g
d ib e n tu k d e n g a n a c u a n b e r g e r a k d a p a t d ia n g k u t d e n g a n dump truck s e s u a i p e r s e tu ju a n
P e n g a w a s P e k e rja a n . C a m p u ra n b e to n y a n g d ia n g k u t d e n g a n dump tru c k h a ru s
d ir a n c a n g k h u s u s u n tu k tu ju a n in i.
4 ) P e n c a m p u r a n B e to n
P e m a s o k a n B e to n S ia p P a k a i d iiz in k a n u n tu k p e n g h a m p a r a n d e n g a n a c u a n te ta p f x e d
form) s e s u a i d e n g a n h a s il d e m o n s tr a s i y a n g d ila k u k a n o le h P e n y e d ia J a s a b a h w a
k e c e p a ta n p e n g h a n ta r a n , m u tu , d a n k e s in a m b u n g a n y a n g d is y a r a tk a n d a p a t d ip e n u h i
o le h p e m a s o k b e to n sia p p a k a i. A la t p e n c a m p u r te ta p (stationary mixer) y a n g
m e m p u n y a i k a p a s ita s g a b u n g a n tid a k k u r a n g d a ri 6 0 m e te r k u b ik p e r j a m h a ru s
d ile n g k a p i p e n g h a m p a r d e n g a n a c u a n b e r g e r a k k e c u a li j i k a d a p a t d itu n ju k k a n b a h w a
k e c e p a ta n p e n g h a n ta r a n , m u tu , d a n k e s in a m b u n g a n y a n g d is y a r a tk a n d a p a t d ip e n u h i
o le h p e m a s o k b e to n sia p p a k a i.
5) V ib r a to r (P e n g g e ta r)
V ib r a to r , u n tu k m e n g g e ta r k a n s e lu r u h le b a r p e r k e r a s a n b e to n , d a p a t b e r u p a je n is
“surface pan” a ta u je n i s “ internal” d e n g a n ta b u n g c e lu p (immersed tube) a ta u “multiple
spuds". V ib r a to r d a p a t d ip a s a n g p a d a m e s in p e n g h a m p a r a ta u m e s in p e m b e n tu k , a ta u
d a p a t j u g a d ip a s a n g p a d a k e n d a r a a n (p e ra la ta n ) k h u s u s . V ib r a to r tid a k b o le h
m e n y e n tu h ra k ita n s a m b u n g a n , p e r le n g k a p a n u n tu k m e m in d a h k a n b e b a n (load transfer
devices), ta n a h d a s a r d a n a c u a n (form) s a m p in g . F r e k u e n s i v ib r a to r “surface pan"" tid a k
b o le h k u r a n g d a ri 3 5 0 0 im p u ls p e r m e n it (5 8 H z ), d a n F r e k u e n s i v ib r a to r in te rn a l tid a k
b o le h k u r a n g d a ri 5 0 0 0 im p u ls p e r m e n it (83 H z ) u n tu k v ib r a to r ta b u n g d a n tid a k k u ra n g
d a ri 7 0 0 0 im p u ls p e r m e n it (1 1 7 H z ) u n tu k “vibrator sp u d ".
B ila vibrator spud, b a ik d ija la n k a n d e n g a n ta n g a n m a u p u n d ip a s a n g p a d a m e s in
p e n g h a m p a r (spreader) a ta u p e m b e n tu k (finishing), y a n g d ig u n a k a n d i d e k a t a c u a n ,
f r e k u e n s in y a tid a k b o le h k u r a n g d a ri 3 5 0 0 im p u ls p e r m e n it (5 8 H z ).
5 - 24
SPESIFIKASIUMUM 2018
Gergaii Beton
6)
Bilamana sambungan yang dibentuk dengan penggergajian (saw joints) disyaratkan,
Penyedia Jasa harus menyediakan peralatan gergaji dalam jumlah dan kapasitas yang
memadai dan mampu menyelesaikan penggergajian dengan tepi pisau berintan yang
didinginkan dengan air atau dengan gurinda (abrasive wheel) sesuai ukuran yang
ditentukan. Penyedia Jasa harus menyediakan paling sedikit 1 gergaji yang siap pakai
(standby). Sebuah pisau gergaji cadangan harus disediakan di tempat kerja setiap saat
selama kegiatan penggergajian. Penyedia Jasa harus menyediakan fasilitas penerangan
yang memadai untuk penggergajian di malam hari. Seluruh peralatan ini harus berada
di tempat kerja sebelum dan selama pekerjaan perkerasan beton.
Acuan
7)
Acuan samping yang lurus harus terbuat dari logam dengan ketebalan tidak kurang dari
5 mm dan harus disediakan dalam ruas-ruas dengan panjang tidak kurang dari 3 m.
Acuan ini sekurang-kurangnya mempunyai kedalaman sama dengan ketebalan
perkerasan jalan tanpa adanya sambungan horisontal, dan lebar dasar acuan tidak
kurang dari kedalamnya. Acuan yang dapat disesuaikan (fleksibel) atau lengkung
dengan radius yang sesuai harus digunakan untuk tikungan dengan radius 30,0 m atau
kurang. Acuan yang dapat disesuaikan (fleksibel) atau lengkung harus dirancang
sedemikian hingga dapat diterima oleh Pengawas Pekerjaan. Acuan harus dilengkapi
dengan sarana yang memadai untuk keperluan pemasangan, sehingga bila telah
terpasang acuan tersebut dapat menahan, tanpa adanya lentingan atau penurunan, segala
benturan dan getaran dari alat pemadat dan pembentuk. Batang flens (flange braces)
harus dilebihkan keluar dari dasar tidak kurang dari % tinggi acuan. Acuan yang
permukaan atasnya miring, bengkok, terpuntir atau patah harus disingkirkan dari tempat
pekerjaan. Acuan bekas yang diperbaiki tidak boleh digunakan sebelum diperiksa dan
disetujui oleh Pengawas Pekerjaan. Permukaan atas acuan tidak boleh berbeda lebih
dari 3 mm dalam 3 meter dan pada kaki tegaknya tidak boleh lebih dari 6 mm. Acuan
ini harus dilengkapi juga dengan pengunci ujung-ujung bagian yang bersambungan.
5 .3 .4 SAMBUNGAN (JOINTS)
Sambungan harus dibuat dengan tipe, ukuran dan pada lokasi seperti yang ditentukan
dalam Gambar. Semua sambungan harus dilindungi agar tidak kemasukan bahan yang
tidak dikehendaki sebelum ditutup dengan bahan pengisi.
Sambungan memanjang dari Lapis Fondasi Bawah Beton Kurus harus digeser
sekurang-kurangnya 20 cm dari sambungan memanjang dari perkerasan beton yang
dikerjakan.
Sambungan konstruksi melintang dari Lapis Fondasi Bawah Beton Kurus harus
dibentuk pada akhir kegiatan harian dan harus membentuk permukaan melintang yang
benar-benar tegak.
1) Sambungan Memanjang untuk Perkerasan Beton Semen
Batang baja ulir dengan panjang, ukuran, dan jarak seperti yang disyaratkan harus
diletakkan tegak lurus dengan sambungan memanjang memakai peralatan mekanis atau
dipasang dengan besi penahan (chair) atau penahan lainnya yang disetujui untuk
mencegah pergeseran. Batang pengikat (tie bars) tersebut tidak boleh dicat atau dilapisi
aspal atau bahan lain atau dimasukkan dalam tabung atau sleeves kecuali untuk
5 - 25
SPESIFIKASIUMUM 2018
k e p e r lu a n s a m b u n g a n p a d a p e le b a r a n la n ju ta n . B ila m a n a d itu n ju k k a n d a la m G a m b a r
d a n b ila la ju r p e r k e r a s a n y a n g b e r s e b e la h a n d ila k s a n a k a n te r p is a h , a c u a n s a m p in g
te r b u a t d a ri b a ja h a ru s d ig u n a k a n u n tu k m e m b e n tu k lid a h d a n a lu r (keyway) s e p a n ja n g
s a m b u n g a n k o n s tru k s i. B a ja p e n g ik a t, k e c u a li y a n g te r b u a t d a ri b a ja re l, d a p a t
d ib e n g k o k k a n d e n g a n s u d u t te g a k te r h a d a p a c u a n d a ri la ju r p e r ta m a y a n g d ila k s a n a k a n
d a n d ilu r u s k a n k e m b a li s a m p a i p o s is i te r te n tu s e b e lu m b e to n la ju r y a n g b e r s e b e la h a n
d ih a m p a r k a n a ta u s e b a g a i p e n g g a n ti b a ja p e n g ik a t y a n g d ib e n g k o k k a n d a p a t d ig u n a k a n
2 b a ta n g b a ja p e n g ik a t y a n g d is a m b u n g .
S a m b u n g a n m e m a n ja n g a c u a n (longitudinalform joint) te r d ir i d a ri lid a h d a n a lu r y a n g
te g a k lu ru s p e r m u k a a n te p i p e r k e r a s a n . S a m b u n g a n te r s e b u t h a r u s d ib e n tu k d e n g a n
p e r a la ta n s e c a ra m e k a n is m a u p u n s e c a r a m a n u a l s a m p a i m e m e n u h i u k u r a n d a n g a ris
y a n g d itu n ju k k a n d a la m G a m b a r, s e w a k tu b e to n m a s ih d a la m ta h a p p la s tis . A lu r in i
h a r u s d iis i d e n g a n b a h a n p r a c e ta k y a n g m e m a n ja n g a ta u d iis i d e n g a n b a h a n p e n u tu p
y a n g d ite n tu k a n
S a m b u n g a n m e m a n ja n g te n g a h (longitudinal centre joint) h a ru s d ib u a t s e d e m ik ia n r u p a
s e h in g g a u ju n g n y a b e r h u b u n g a n d e n g a n s a m b u n g a n m e lin ta n g ( transverse joint), b ila
a d a .
S a m b u n g a n m e m a n ja n g h a s il p e n g g e r g a jia n (longitudinal sawn joint) h a ru s d ila k u k a n
d e n g a n p e m o to n g b e to n y a n g d is e tu ju i s a m p a i k e d a la m a n , le b a r d a n g a ris y a n g
d itu n ju k k a n d a la m G a m b a r. G a ris b a n tu a ta u a la t b a n tu h a r u s d ig u n a k a n u n tu k
m e n ja m in h a s il p e m o to n g a n s a m b u n g a n m e m a n ja n g s e s u a i d e n g a n g a ris y a n g
d itu n ju k a n d a la m G a m b a r, d a n h a r u s d ig e rg a ji s e b e lu m b e r a k h ir n y a m a s a p e r a w a ta n
b e to n , a ta u s e g e r a s e s u d a h n y a s e b e lu m p e r a la ta n a ta u k e n d a r a a n d ip e rb o le h k a n
m e lin ta s i p e r k e r a s a n b e to n b a r u te r s e b u t. D a e r a h y a n g h a r u s d ig e rg a ji h a ru s d ib e r s ih k a n
d a n j i k a p e r lu s a m b u n g a n te r s e b u t h a ru s s e g e r a d iis i d e n g a n b a h a n p e n u tu p (sealer).
S a m b u n g a n m e m a n ja n g tip e s is ip a n p e r m a n e n (longitudinal permanent insert tipe
joint) h a r u s d ib e n tu k d e n g a n m e m a s a n g b a h a n le n tu r y a n g m e m a n ja n g (strip) y a n g
tid a k b e r e a k s i s e c a r a k im ia w i d e n g a n b a h a n - b a h a n k im ia d a la m b e to n . L e b a r b a h a n
m e m a n ja n g (s trip ) in i h a ru s c u k u p u n tu k m e m b e n tu k b id a n g y a n g d ip e r le m a h d e n g a n
k e d a la m a n y a n g d itu n ju k k a n d a la m G a m b a r. S a m b u n g a n d e n g a n tip e b id a n g y a n g
d ip e r le m a h (weaken plane type joint) tid a k p e r lu d ip o to n g (d ig e rg a ji). K e te b a la n b a h a n
m e m a n ja n g (strip) tid a k b o le h k u r a n g d a ri 0,5 m m d a n h a r u s d is is ip k a n m e m a k a i
p e r a la ta n m e k a n ik s e h in g g a b a h a n d a p a t d ip a s a n g s e c a r a m e n e r u s (tid a k te rp u tu s ).
B a g ia n p e rm u k a a n b a h a n m e m a n ja n g h a r u s a ta s d ite m p a tk a n d i b a w a h p e r m u k a a n
p e r k e r a s a n y a n g te la h s e le s a i s e b a g a im a n a d itu n ju k k a n d a la m G a m b a r.
B a h a n m e m a n ja n g (strip) y a n g d is is ip k a n in i tid a k b o le h d ib e n tu k u la n g d a ri p o s is i
v e r tik a l s e la m a p e m a s a n g a n a ta u k a r e n a k e g ia ta n p e k e r ja a n p e n y e le s a ia n y a n g
d ila k s a n a k a n p a d a b e to n . A lin y e m e n s a m b u n g a n h a r u s s e ja ja r d e n g a n g a ris s u m b u ja l a n
d a n h a ru s b e b a s d a ri k e tid a k te r a tu ra n s e te m p a t. A la t p e m a s a n g a n m e k a n ik h a ru s
m e n g g e ta r k a n b e to n s e la m a b a h a n m e m a n ja n g te r s e b u t d is is ip k a n , s e d e m ik ia n r u p a
a g a r b e to n y a n g te r g e ta r k e m b a li r a ta s e p a n ja n g te p i b a h a n m e m a n ja n g (strip) te r s e b u t
ta n p a m e n im b u lk a n s e g r e g a s i a ta u ro n g g a u d a ra .
2 ) S a m b u n g a n E k s p a n s i M e lin ta n g ( Transverse Expansion Joint)
Filler ( b a h a n p e n g is i) u n tu k s a m b u n g a n e k s p a n s i (expansion jointfiller) h a ru s m e n e ru s
d a ri a c u a n k e a c u a n , d ib e n tu k sa m p a i ta n a h d a s a r d a n d ib e n tu k p a d a lid a h a lu r
s e p a n ja n g a c u a n . Filler s a m b u n g a n p ra c e ta k (preform joint filler) h a ru s d is e d ia k a n
5 - 26
SPESIFIKASIUMUM 2018
d e n g a n p a n ja n g s a m a d e n g a n le b a r s a tu la ju r. Filler y a n g r u s a k a ta u y a n g s u d a h
d ip e rb a ik i tid a k b o le h d ig u n a k a n , k e c u a li b ila d is e tu ju i P e n g a w a s P e k e ija a n .
3) Filler s a m b u n g a n in i h a r u s d ite m p a tk a n p a d a p o s is i v e rtik a l. A la t b a n tu a ta u p e m e g a n g
y a n g d is e tu ju i h a ru s d ig u n a k a n u n tu k m e n ja g a a g a r filler te ta p p a d a g a ris d a n a lin y e m e n
y a n g s e m e s tin y a , s e la m a p e n g h a m p a r a n d a n p e n y e le s a ia n p e k e r ja a n b e to n . S a m b u n g a n
y a n g te la h s e le s a i tid a k b o le h b e r b e d a le b ih d a ri 5 m m p a d a a lin e m e n h o ris o n ta l
te r h a d a p s u a tu g a r is lu ru s . B ila filler s a m b u n g a n a d a la h b a g ia n - b a g ia n y a n g d ira k it,
m a k a d i a n ta r a u n it- u n it y a n g b e r s e b e la h a n tid a k b o le h te r d a p a t c e la h . S u m b a t a ta u
g u m p a la n b e to n tid a k d ip e r k e n a n k a n d i m a n a p u n d a la m r o n g g a e k s p a n s i.
4 ) S a m b u n g a n S u s u t M e lin ta n g ( Transverse Contraction Joint)
S a m b u n g a n in i te r d ir i d a ri b id a n g y a n g d ip e r le m a h d e n g a n m e m b e n tu k a ta u m e m b u a t
a lu r d e n g a n p e m o to n g a n p a d a p e rm u k a a n p e r k e r a s a n , d is a m p in g itu b ila m a n a
d itu n ju k k a n d a la m G a m b a r j u g a h a r u s m e n c a k u p p e r le n g k a p a n u n tu k m e m in d a h k a n
b e b a n (load transfer assemblies).
a) S a m b u n g a n S u s u t L a ju r M e lin ta n g ( Transverse Strip Contraction Joints)
S a m b u n g a n in i h a r u s d ib e n tu k d e n g a n m e m a s a n g b a g ia n la ju r m e lin ta n g (strip)
s e b a g a im a n a d itu n ju k k a n G a m b a r.
b ) A lu r y a n g D ib e n tu k (Formed Grooves)
A lu r in i h a r u s d ib u a t d e n g a n m e n e k a n k a n p e r le n g k a p a n y a n g d is e tu ju i k e
d a la m b e to n y a n g m a s ih p la s tis . P e r le n g k a p a n te r s e b u t h a ru s te ta p d i te m p a t
s e k u r a n g - k u r a n g n y a s a m p a i b e to n m e n c a p a i ta h a p p e n g e r a s a n a w a l, d a n
k e m u d ia n h a ru s d ile p a s ta n p a m e r u s a k b e to n d i d e k a tn y a , k e c u a li b ila m a n a
p e r le n g k a p a n te r s e b u t m e m a n g d ir a n c a n g u n tu k te ta p te r p a s a n g p a d a
s a m b u n g a n .
c) S a m b u n g a n S u s u t G e r g a jia n (Sawn Contraction Joint)
S a m b u n g a n in i h a ru s d ib e n tu k d e n g a n m e m b u a t a lu r d e n g a n g e r g a ji b e to n p a d a
p e r m u k a a n p e r k e r a s a n d e n g a n le b a r, k e d a la m a n , j a r a k d a n g a r is s e s u a i d e n g a n
y a n g d itu n ju k k a n d a la m G a m b a r. S e te la h s e tia p s a m b u n g a n d ig e rg a ji, b e k a s
g e r g a jia n d a n p e r m u k a a n b e to n y a n g b e r s e b e la h a n h a ru s d ib e rs ih k a n .
P e n g g e r g a jia n u n tu k m e m b e n tu k s a m b u n g a n h a ru s d ila k u k a n s e s e g e r a
m u n g k in s e te la h b e to n c u k u p m e n g e r a s a g a r p e n g e r g a jia n d a p a t d ila k u k a n
d e n g a n h a s il y a n g r a p ih ta n p a m e n im b u lk a n k e r e ta k a n , d a n u m u m n y a tid a k
k u r a n g d a ri 4 j a m te ta p i d a la m s e g a la h a l tid a k le b ih d a ri w a k tu ik a t a k h ir
(u m u m n y a s e k ita r 10 j a m te r g a n tu n g je n i s s e m e n n y a ) s e te la h p e m a d a ta n a k h ir
b e to n , d ia m b il m a n a y a n g le b ih p e n d e k w a k tu n y a . S e m u a s a m b u n g a n h a ru s
d ib e n tu k d e n g a n p e m o to n g a n s e b e lu m te r ja d i r e ta k s u s u t y a n g tid a k te r k e n d a li.
B ila p e rlu , k e g ia ta n p e n g g e r g a jia n h a ru s d ila k u k a n s ia n g d a n m a la m d a la m
c u a c a a p a p u n . P e n g g e r g a jia n u n tu k m e m b e n tu k s a m b u n g a n h a ru s
d ita n g g u h k a n b ila m a n a k e r e ta k a n te r ja d i p a d a a ta u d e k a t lo k a s i g e r g a jia n p a d a
s a a t s e b e lu m d ig e rg a ji. P e n g g e r g a jia n u n tu k m e m b e n tu k s a m b u n g a n tid a k
b o le h d ila n ju tk a n b ila m a n a k e r e ta k a n m e lu a s d i d e p a n g e rg a ji. B ila m a n a te r ja d i
k o n d is i e k s tr im s e d e m ik ia n h in g g a tid a k la h p r a k tis u n tu k m e n c e g a h k e r e ta k a n
d e n g a n p e n g g e r g a jia n y a n g le b ih d in i, a lu r s a m b u n g a n k o n tr a k s i h a r u s d ib u a t
5 - 27
SPESIFIKASIUMUM 2018
s e b e lu m b e to n m e n c a p a i p e n g e r a s a n ta h a p a w a l s e b a g a im a n a d is e b u tk a n d i
a ta s. S e c a r a u m u m , s e tia p s a m b u n g a n h a r u s h a r u s d ib e n tu k d e n g a n
p e n g g e r g a jia n y a n g b e r u r u ta n d a n te ra tu r.
d ) S a m b u n g a n S u s u t M e lin ta n g y a n g D ib e n tu k D e n g a n A c u a n ( Transverse
Formed Contraction Joints)
S a m b u n g a n in i h a r u s m e m e n u h i k e te n tu a n P a s a l 5 .5 .4 .1 ) u n tu k s a m b u n g a n
m e m a n ja n g y a n g d ib e n tu k d e n g a n a c u a n (longitudinalform ed joints).
e) S a m b u n g a n K o n s tr u k s iM e lin ta n g (Transverse Construction Joints)
S a m b u n g a n in i h a ru s d ib u a t b ila p e k e ija a n b e to n b e r h e n ti le b ih d a ri 3 0 m e n it.
( s e b e lu m te r ja d in y a p e n g ik a ta n a w a l) .S a m b u n g a n k o n s tr u k s i m e lin ta n g tid a k
b o le h d ib u a t p a d a j a r a k k u r a n g d a ri 1,8 m e te r d a ri s a m b u n g a n m u a i,
s a m b u n g a n s u s u t, a ta u b id a n g y a n g d ip e r le m a h la in n y a . B ila m a n a d a la m w a k tu
p e n g h e n tia n te r s e b u t c a m p u r a n b e to n b e lu m c u k u p u n tu k m e m b u a t p e r k e r a s a n
s e p a n ja n g m in im u m 1,8 m e te r , m a k a k e le b ih a n b e to n p a d a s a m b u n g a n
s e b e lu m n y a h a r u s d ip o to n g d a n d ib u a n g s e s u a i d e n g a n y a n g d ip e r in ta h k a n
P e n g a w a s P e k e rja a n . D a la m s e g a la h a l s a m b u n g a n k o n s tr u k s i m e lin ta n g tid a k
b o le h k u r a n g d a ri s e p e r tig a p a n ja n g s e g m e n .
5) P e r le n g k a p a n P e m in d a h a n B e b a n (Load Transfer Devices)
B ila d ig u n a k a n ru ji (dowel), m a k a h a r u s d ip a s a n g s e ja ja r d e n g a n p e r m u k a a n d a n g a ris
s u m b u p e r k e r a s a n b e to n , d e n g a n m e m a k a i p e n a h a n a ta u p e r le n g k a p a n lo g a m la in n y a
y a n g d ib ia r k a n te r tin g g a l d a la m p e r k e ra s a n .
U ju n g dowel h a ru s d ip o to n g d e n g a n ra p i a g a r p e r m u k a a n n y a ra ta . B a g ia n s e tia p dowel
y a n g d ib e ri p e lu m a s s e b a g a im a n a y a n g d itu n ju k k a n d a la m G a m b a r , h a ru s d ila p is i
sa m p a i m e r a ta d e n g a n b a h a n a s p a l a ta u b a h a n p e lu m a s y a n g d is e tu ju i, a g a r b a g ia n
dowel te r s e b u t tid a k a d a m e le k a t p a d a b e to n . P e n u tu p ( s e lu b u n g ) dowel d a ri P V C a ta u
lo g a m y a n g d is e tu ju i P e n g a w a s P e k e rja a n , h a ru s d ip a s a n g p a d a s e tia p b a ta n g dowel
h a n y a d ig u n a k a n d e n g a n s a m b u n g a n e k s p a n s i. P e n u tu p a ta u s e lu b u n g te r s e b u t h a ru s
b e r u k u r a n p a s d e n g a n dowel d a n u ju n g n y a y a n g te r tu tu p h a ru s k e d a p air.
S e b a g a i p e n g g a n ti ra k ita n dowel p a d a s a m b u n g a n k o n tr a k s i, b a ta n g dowel b is a
d ile ta k k a n d a la m s e lu r u h k e te b a la n p e r k e r a s a n d e n g a n p e r le n g k a p a n m e k a n ik y a n g
d is e tu ju i P e n g a w a s P e k e rja a n .
S e b e lu m m e n g h a m p a r b e to n , to le r a n s i a lin y e m e n d a ri m a s in g - m a s in g dowel p a d a
lo k a s i m a n a p u n s e b a g a im a n a y a n g d iu k u r p a d a ra k ita n dowel h a r u s la h ± 2 m m u n tu k
d u a p e r t i g a j u m la h dowel d a la m s a m b u n g a n , ± 4 m m u n tu k s a tu d a ri s is a s e p e rtig a
ju m la h dowel d a la m s a m b u n g a n , d a n ± 2 m m a n ta r dowel y a n g b e r d a m p in g a n d a la m
a ra h v e r tik a l m a u p u n h o r is o n ta l. P a d a s a a t p e n g e c o r a n p o s is i dowel h a ru s b is a d ija m in
tid a k b e ru b a h .
6) P e n u tu p S a m b u n g a n (Sealing Joint)
S a m b u n g a n h a r u s d itu tu p , d e n g a n b a h a n p e n u tu p y a n g m e m e n u h i P a s a l 5 .3 .2 .9 ) d a ri
S p e s ifik a s i in i, s e g e r a m u n g k in s e te la h p e r io d e p e r a w a ta n b e to n b e r a k h ir d a n s e b e lu m
p e r k e r a s a n d ib u k a u n tu k la lu lin ta s , te r m a s u k p e r a la ta n P e n y e d ia Ja s a . S e b e lu m d itu tu p ,
s e tia p s a m b u n g a n h a r u s d ib e r s ih k a n d a ri b a h a n y a n g tid a k d ik e h e n d a k i, te r m a s u k b a h a n
p e r a w a ta n (membrane curing compound) d a n p e r m u k a a n s a m b u n g a n h a r u s b e r s ih d a n
k e r in g k e tik a d iis i d e n g a n b a h a n p e n u tu p .
5 - 28
SPESIFIKASIUMUM 2018
Bahan penutup (joint sealer) yang digunakan pada setiap sambungan harus memenuhi
detail yang ditunjukan dalam Gambar atau sebagaimana yang diperintahkan Pengawas
Pekerjaan.
Bahan penutup yang digunakan secara panas harus diaduk selama pemanasan untuk
mencegah terjadinya pemanasan setempat yang berlebihan. Penuangan harus dilakukan
sedemikian hingga bahan penutup tersebut tidak tumpah pada permukaan beton yang
terekspos. Setiap kelebihan bahan penutup pada permukaan beton harus segera
disingkirkan dan permukaan perkerasan dibersihkan. Penggunaan pasir atau bahan lain
sebagai bahan peresap terhadap bahan penutup ini tidak diperkenankan.
5 .3 .5 P E L A K S A N A A N
1) Umum
Sebelum mulai pekerjaan beton semua pekerjaan lapis fondasi bawah, selongsong
(ducting) dan kerb yang berdekatan harus sudah selesai dan disetujui Pengawas
Pekerjaan.
Survei elevasi harus dilakukan pada lapis fondasi bawah dan setiap lokasi yang lebih
tinggi 5 mm dari elevasi rancangan harus diperbaiki sebelum dilakukannya setiap
pekerjaan berikutnya.
2) Acuan dan Alat Pengendali Elevasi
Acuan dan alat pengendali elevasi (jenis kawat atau lainnya) harus dipasang
secukupnya di muka bagian perkerasan yang sedang dilaksanakan agar diperoleh
kinerja dan persetujuan atas semua kegiatan yang diperlukan pada atau berdekatan
dengan garis-garis acuan. Acuan harus dipasang pada tempatnya dengan menggunakan
sekurang-kurangnya 3 paku untuk setiap ruas sepanjang 3 m. Sebuah paku harus
diletakkan pada setiap ujung sambungan. Bagian-bagian acuan harus kokoh dan tidak
goyah. Perbedaan permukaan acuan dari garis yang sebenarnya tidak boleh lebih dari 5
mm. Acuan harus dibuat sedemikian rupa sehingga tahan, tanpa terlihat adanya
lentingan atau penurunan, terhadap benturan dan getaran dari peralatan pemadat dan
penyelesaian. Acuan harus bersih dan dilapisi pelumas sebelum beton dihamparkan.
Ceceran beton yang tertumpah pada permukaan beton yang telah selesai dihampar harus
disingkirkan dengan cara yang disetujui.
Alinyemen dan elevasi kelandaian acuan harus diperiksa dan bila perlu diperbaiki oleh
Penyedia Jasa segera sebelum beton dicor. Bilamana acuan berubah posisinya atau
kelandaiannya tidak stabil, maka harus diperbaiki dan diperiksa ulang.
Bagaian atas acuan dan alat pengendali elevasi harus dipasang dengan toleransi elevasi
tidal melampaui -10 mm sampai + 10 mm relatif terhadap rancangan elevasi permukaan
yang telah selesai. Lagipula, acuan dan alat pengendali elevasi harus dipasang
sedemikian hingga tidak ada satu titikpun pada ketebalan pelat beton yang setelah
pengecoran dan pemadatan akan kurang dari tebal rancangan.
3) Pengecoran Beton
Beton harus dicor dengan ketebalan sedemikian rupa sehingga pekerjaan pemindahan
sedapat mungkin dihindari. Kecuali truk pencampur, truk pengaduk, atau alat angkutan
lainnya yang dilengkapi dengan alat penumpah beton tanpa menimbulkan segregasi
5 - 29
SPESIFIKASIUMUM 2018
bahan, beton harus dituangkan ke dalam alat penghampar dan dihamparkan secara
mekanis sedemikian rupa untuk mencegah segregasi. Penghamparan harus dilakukan
secara menerus di antara sambungan melintang tanpa sekatan sementara.
Penghamparan secara manual diperlukan harus dilakukan dengan memakai sekop
bukan perlengkapan perata (rakes). Tenaga kerja tidak boleh menginjak hamparan
beton yang masih baru dengan memakai sepatu yang dilekati oleh tanah atau kotoran
lainnya.
Bilamana beton yang dicor bersambungan dengan lajur perkerasan yang telah selesai
terlebih dahulu, dan peralatan mekanik harus dijalankan di atas lajur tersebut, kekuatan
beton lajur itu harus sudah mencapai sekurang-kurangnya 90% dari kekuatan yang
ditentukan untuk beton 28 hari. Bilamana hanya peralatan penyelesaian yang akan
melewati lajur yang ada, penghamparan pada lajur yang bersebelahan dapat dilakukan
setelah umur beton tersebut mencapai 3 hari.
Beton harus dipadatkan secara merata pada tepi dan sepanjang acuan, sepanjang dan
pada kedua sisi setiap sambungan, dengan menggunakan vibrator yang dimasukkan ke
dalam beton. Vibrator tidak boleh menyentuh langsung perlengkapan sambungan atau
sisi acuan. Vibrator tidak boleh digunakan lebih dari 5 detik pada setiap tempat.
Beton harus dituangkan sedekat mungkin dengan sambungan ekspansi dan sambungan
kontraksi tanpa merusaknya, tetapi tidak dituangkan langsung dari corong curah atau
penampung (hopper) ke arah perlengkapan sambungan kecuali jika penampung
(hopper) tersebut telah ditempatkan sedemikian rupa sehingga penumpahan beton tidak
menggeser posisi sambungan.
Ceceran beton yang tertumpah pada permukaan beton yang telah selesai dihampar harus
disingkirkan dengan cara yang disetujui.
4) Pemasangan Baja Tulangan
Setelah beton dituangkan, beton harus dibentuk agar memenuhi penampang melintang
yang ditunjukan dalam Gambar. Bilamana perkerasan beton bertulang dihampar dalam
dua lapis, lapis bawah harus digetar dan dipadatkan sampai panjang dan kedalaman
tertentu sehingga anyaman kawat baja atau hamparan baja tulangan dapat diletakkan di
atas beton dengan tepat. Baja tulangan harus langsung diletakkan di atas hamparan
beton tersebut, sebelum lapisan atasnya dituangkan, digetar dan dihampar. Lapis bawah
beton yang sudah dituang lebih dari 30 menit tanpa diikuti penghamparan lapis atas
harus dibongkar dan diganti dengan beton yang baru atas biaya Penyedia Jasa. Bilamana
perkerasan beton dibuat langsung dalam satu lapisan, baja tulangan harus diletakkan
dengan kaku sebelum pengecoran beton, atau dapat dihampar pada kedalaman sesuai
dengan yang ditunjukkan dalam Gambar pada beton yang masih dalam tahap plastis,
setelah terhampar, dengan memakai peralatan mekanik atau vibrator.
Sambungan antara anyaman kawat baja, kawat baja pertama dari anyaman kawat baja
harus berada pada anyaman kawat baja yang lengkap sebelumnya, dan bagian yang
tumpang tindih (overlap) tidak kurang dari 450 mm.
Baja tulangan harus bebas dari kotoran, minyak, cat, gemuk, dan karat yang akan
mengganggu kelekatan baja dengan beton.
5 - 30
SPESIFIKASIUMUM 2018
5) Penyelesaian dengan Mesin
Beton harus didistribusi atau disebar sesegera mungkin setelah beton dicor, dibentuk
dan diratakan dengan mesin pembentuk (finishing machine). Mesin harus melintas
setiap bagian permukaan jalan beberapa kali dengan interval yang diperlukan untuk
memperoleh kepadatan yang sebagimana mestinya dan menghasilkan tekstur
permukaan yang rata. Kegiatan yang berlebihan di atas permukaan beton harus
dihindarkan. Bagian atas acuan harus tetap bersih dan gerakan mesin di atas acuan harus
dijaga agar jangan sampai bergetar, goyah atau getaran lainnya yang cenderung
mempengaruhi presisi akhir.
Pada lintasan pertama mesin pembentuk (finishing machine), beton di depan screed
harus dibuat rata pada keseluruhan jalur yang dikerjakan.
6) Penyelesaian Dengan Tangan
Bila perkerasan beton relatif kecil atau bentuknya tidak beraturan, atau dengan
persetujuan Pengawas Pekerjaan jika tempat kerja sangat terbatas untuk dilaksanakan
dengan metode seperti yang disebutkan dalam Pasal 5.3.5.5) di atas, beton harus
didistribusi dan dihampar dengan tangan tanpa segregasi atau pra-pemadatan.
Beton yang dipadatkan dengan balok vibrator harus digetar sampai level tertentu
sehingga setelah kandungan udara dibuang melalui pemadatan, permukaan beton lebih
tinggi daripada acuan samping. Beton harus dipadatkan dengan balok pemadat dari baja
atau dari kayu keras beralas baja dengan lebar tidak kurang dari 75 mm, tinggi tidak
kurang dari 225 mm, dan daya penggerakannya tidak kurang dari 250 watt per meter
lebar perkerasan beton. Balok diangkat dan digerakkan maju sedikit demi sedikit
dengan jarak tidak lebih dari lebar balok. Sebagai alternatif, pemadat vibrasi berbalok
ganda dengan daya yang sama dapat juga digunakan. Bilamana ketebalan beton
melebihi 200 mm, atau bila diperintahkan oleh Pengawas Pekerjaan, untuk
menyempurnakan pemadatan dapat dilakukan vibrasi internal tambahan pada seluruh
lebar perkerasan. Setelah setiap 1,5 m panjang perkerasan beton dipadatkan, balok
vibrasi harus dikembalikan sejarak 1,5 m untuk mengulang lagi dengan pelan-pelan
pada permukaan yang sudah dipadatkan itu untuk memperhalus permukaan.
Permukaan beton kemudian harus diratakan dengan paling sedikit 2 kali lintasan mistar
lurus pengupas dengan panjang pisau tidak kurang dari 1,8 m. Bilamana permukaan
beton koyak karena mistar lurus (straight-edge), karena permukaan tidak rata, balok
vibrasi harus digunakan lagi, lalu diikuti lagi dengan mistar lurus pengupas.
Bilamana penghamparan perkerasan beton bertulang harus dilaksanakan dalam dua
lapis, lapis pertama harus dihamparkan, dibentuk dan dipadatkan sampai level tertentu
sehingga baja tulangan setelah terpasang mempunyai tebal pelindung yang cukup.
Segera setelah pemasangan baja tulangan maka lapis atas beton harus dituangkan dan
diselesaikan.
7) Penyetrika (Floating)
Setelah dibentuk dan dipadatkan, selanjutnya beton harus diperhalus, diperbaiki dan
dipadatkan lagi dengan bantuan alat-alat penyetrika, dengan salah satu metode berikut
ini :
5 - 31
SPESIFIKASIUMUM 2018
a) Metoda Manual
Penyetrika memanjang yang dijalankan manual dengan panjang tidak kurang
dari 350 mm dan lebar tidak kurang dari 150 mm, dilengkapi dengan pengaku
agar tidak melentur atau melengkung. Penyetrika memanjang dijalankan dari
atas jembatan yang dipasang membentang di kedua sisi acuan tapi tanpa
menyentuh beton, digerakkan seperti gerakan menggergaji, sementara
penyetrika selalu sejajar dengan garis sumbu jalan (centreline), dan bergerak
berangsur-angsur dari satu sisi perkerasan ke sisi lain. Gerakan maju sepanjang
garis sumbu jalan harus berangsur-angsur dengan pergeseran tidak lebih dari
setengah panjang penyetrika. Setiap kelebihan air atau cairan harus dibuang ke
luar sisi acuan pada setiap lintasan.
b) Metoda Mekanik
Penyetrika mekanik harus dari rancangan yang disetujui Pengawas Pekerjaan
dan harus dalam keadaan dapat dijalankan dengan baik. Penyetrika harus
disesuaikan dengan akurat terhadap punggung jalan yang dikehendaki dan
disesuaikan dengan mesin penyelesaian melintang (transverse finishing
machine).
Sebagai alternatif dari penyetrika mekanis yang disebutkan di atas, Penyedia
Jasa dapat menggunakan mesin yang mencakup pemotong, penyetrika dan
penghalus, yang dipasang pada dan dikendalikan melalui rangka yang kaku.
Rangka ini dijalankan dengan alat beroda 4 atau lebih, yang bertumpu pada
acuan samping.
Bilamana diperlukan, setelah penyetrikaan dengan salah satu metode di atas,
untuk menutup dan menghaluskan lubang-lubang pada permukaan beton dapat
digunakan penyetrika dengan tangkai yang panjang, dengan panjang pisau
tidak kurang dari 1,5 m dan lebar 150 mm. Penyetrika bertangkai ini tidak boleh
digunakan pada seluruh permukaan beton sebagai pengganti atau pelengkap
salah satu metode penyetrikaan di atas. Bila pembentukan dan pemadatan
dikerjakan tangan dan punggung jalan tidak mungkin dikerjakan dengan
penyetrika longitudinal, permukaan harus digaru secara melintang dengan
penyetrika bertangkai. Perhatian khusus harus diberikan pada punggung jalan
selama kegiatan penyetrikaan ini. Setelah penyetrikaan, setiap kelebihan air dan
sisa beton yang ada di permukaan harus dibuang dari permukaan perkerasan
dengan mistar lurus pengupas sepanjang 3,0 m atau lebih. Setiap geseran harus
dilintasi lagi dengan setengah panjang mistar lurus pengupas.
8) Memperbaiki Permukaan
Setelah penyetrikaan selesai dan kelebihan air dibuang, sementara beton masih plastis,
bagian-bagian yang ambles harus segera diisi dengan beton baru, dibentuk, dipadatkan
dan diselesaikan (finishing) lagi. Lokasi yang menonjol harus dipotong dan diselesaikan
(finishing) lagi. Perhatian khusus harus diberikan untuk memastikan bahwa permukaan
sambungan memenuhi kerataan yang disyaratkan. Perbaikan permukaan harus
dilanjutkan sampai seluruh permukaan didapati bebas dari perbedaan tinggi pada
permukaan dan perkerasan beton memenuhi kelandaian dan penampang melintang yang
diperlukan.
5 - 32
SPESIFIKASIUMUM 2018
Perbedaan tinggi permukaan menurut pengujian mistar lurus (straightedge) tidak boleh
melebihi toleransi yang ditentukan dalam Pasal 5.3.5.12) dari Spesifikasi ini.
9) Membentuk Tepian
Segera setelah beton dibentuk dan dipadatkan, tepi perkerasan beton di sepanjang acuan
dan pada sambungan harus diselesaikan dengan perkakas (edging tool) untuk
membentuk permukaan seperempat lingkaran yang halus dengan radius tertentu,
bilamana tidak ditentukan lain pada Gambar, adalah 12 mm.
10) Penyelesaian Permukaan
Setelah sambungan dan tepian selesai dikerjakan, dan sebelum bahan perawatan pada
permukaan perkerasan beton digunakan, permukaan beton harus dikasarkan dengan
disikat tegak lurusdengan garis sumbu (centreline) jalan.
Pengkasaran ini dilakukan dengan menggunakan sikat kawat dengan lebar tidak kurang
dari 450 mm. Sikat tersebut harus terdiri dari dua baris kawat dengan panjang kawat
100 mm dan ukuran kawat per 32 gauge serta jarak kawat dari as ke as adalah 25 mm.
Kedua baris kawat harus mempunyai susunan berselang-seling (zig-zag) sehingga jarak
kawat pada baris kedua dengan kawat pada baris pertama adalah 12,5 mm. Masing-
masing baris harus mempunyai 14 kawat dan harus diganti bila panjang kawat
terpendek telah mencapai 90 mm. Kedalaman tekstur rata-rata tidak boleh kurang dari
3 mm.
11) Survei Elevasi Permukaan
Dalam 24 jam setelah pengecoran, Penyedia Jasa harus melakukan survei elevasi
permukaan dari lapis permukaan dan tebal lapisan.
Elevasi setiap titik dari lapis permukaan Lapis Fondasi Bawah Beton Kurus tidak boleh
berbeda lebih dari 10 mm di bawah atau 10 mm di atas elevasi rancangan (-10, +10
mm) dan untuk Perkerasan Beton Semen juga tidak boleh berbeda lebih dari 10 mm di
bawah atau 10 mm di atas elevasi rancangan (-10, +10 mm).
Lapis Pondai Bawah Beton Kurus harus mempunyai lereng melintang sama dengan
lereng melintang rancangan dengan toleransi ± 0,3 %.
12) Menguji Permukaan
Begitu beton mengeras, permukaan Lapis Fondasi Bawah Beton Kurus atau Perkerasan
Beton Semen harus diuji dengan memakai mistar lurus (straight-edges) sepanjang 3,0
m. Lokasi yang menunjukan ketinggian lebih dari 3 mm tapi tidak lebih dari 12,5 mm
sepanjang 3,0 m, itu harus ditandai dan segera diturunkan elevasinya dengan gurinda
yang telah disetujui, sampai elevasinya tidak melampaui 3 mm bilamana diuji ulang
dengan mistar lurus sepanjang 3,0 m. Bilamana penyimpangan penampang melintang
terhadap yang semestinya malampaui 12,5 mm, perkerasan beton harus dibongkar dan
diganti oleh Penyedia Jasa atas biaya sendiri.
Setiap lokasi atau ruas yang dibongkar tidak boleh kurang dari 3,0 m panjangnya atau
tidak boleh kurang dari lebar lajur yang terkena pembongkaran. Bilamana diperlukan
dalam membongkar dan mengganti suatu bagian perkerasan, setiap bagian yang tersisa
dari pembongkaran perkerasan beton dekat sambungan yang panjangnya kurang dari
3,0 m, harus ikut dibongkar dan diganti.
5 - 33
SPESIFIKASIUMUM 2018
13) Perawatan (Curing)
Permukaan Perkerasan Beton Semen yang terekspos harus segera dirawat dengan
penyemprotan bahan perawatan yang disetujui, sesuai dengan Pasal 5.3.2.8) dari
Spesifikasi ini, disemprot segera setelah permukaan tersebut selesai dikasarkan dengan
sikat sesuai dengan kondisi berikut ini :
a) Bahan perawatan harus dalam bentuk lapisan yang menerus dan tak terputus,
dan disemprotkan dengan merata dalam 2 kali penyemprotan :
i) Pertama-tama dalam waktu 15 menit setelah kondisi air permukaan
“tidak begitu mengkilap”, dan
ii) Yang kedua 10 sampai 30 menit setelah itu atau sebagaimana
disarankan pabrik pembuatnya.
b) Pada permukaan dengan acuan tetap, penyemprotan pertama haruslah dalam 30
menit setelah penggarukan dan yang kedua haruslah 15 sampai 45 menit
sesudahnya.
c) Alat penyemprot yang dapat beijalan penuh merupakan prasyarat untuk
penghamparan perkerasan.
d) Masing-masing penyemprotan harus dengan kadar yang sesuai dengan
sertifikat pengujian untuk perawatan yang efisien, harus memenuhi nilai
minimum 0,20 ltr/m2, kecuali bahwa:
Untuk lokasi yang disemprot selain dengan alat penyemprot mekanik, kadar
penyemprotan harus lebih tinggi 25% dari kadar yang disebutkan dalam
sertifikat pengujian untuk perawatan yang efisien, harus memenuhi nilai
minimum 0,20 ltr/m2. Lokasi ini termasuk permukaan untuk sambungan dan
ruas-ruas dengan tepiacuan bergerak yang ditunjang oleh acuan sementara pada
saat penyemprotan awal.
e) Setiap ruas yang penyemprotannya tidak memenuhi syarat harus disemprot
ulang dalam waktu 6 (enam) jam dengan kadar penyemprotan yang telah diuji
tidak kurang dari kekurangan dua kali penyemprotan semula.
f) Lapisan perawatan harus dipertahankan utuh dalam bentuk selaput (membrane)
yang menerus dan tidak patah sampai kekuatan lapangan mencapai 70%
kekuatan rancangan. Setiap kerusakan selaput perawatan (curing membrane)
harus diperbaiki dengan penyemprotan manual pada lokasi yang cacat.
Sebagai tambahan, apabila melakukan penghamparan pada segmen baru baik arah
melintang atau arah memanjang, maka pada perkerasan beton yang telah dicor
sebelumnya dengan umur kurang dari 7 hari harus dilakukan penyemprotan ulang
minimum 2 m pada sisi yang bersebelahan baik melintang atau memanjang, dan dapat
diperluas pada lokasi yang sering dilalui orang selama pengecoran pada sambungan
konstruksi.
Untuk perkerasan beton semen fa st track, setelah permukaan beton cukup keras, bila
diperlukan permukaan dapat ditutup dengan lembaran penutup insulasi dalam Tabel
5.3.5.1) di bawah ini.
5 - 34
SPESIFIKASIUMUM 2018
Tabel 5.3.5.1) Penggunaan Penutup Insulasi
W a k t u P e m b u k a a n T e r h a d a p L a l u L i n t a s ( ja m )
T e m p e r a t u r (°C )
8 2 4
10 - 18 Ya Ya
18 - 27 Ya Tidak
> 27 Tidak Tidak
Lapis Fondasi Bawah Beton Kurus yang saat selesai dikerjakan harus segera dirawat
paling tidak sampai 70% kekuatan yang disyaratkan tercapai. Perawatan permukaan
harus dilaksanakan dengan salah satu metoda berikut:
a) Penutupan dengan lembaran plastik yang kedap sampai lapis perkerasan
berikutnya dihampar, tertambat kokoh terhadap tiupan pada permukaan dan
mempunyai sambungan tumpang tindih sekurang-kurangnya 300 mm dan
dipasang sedemikian hingga kadar air di bawahnya tidak menguap keluar.
b) Seluruh permukaan disemprot dengan merata dengan bahan perawatan
berpigmen putih.
c) Pengabutan yang berkesinambungan menutup seluruh permukaan dan
mempertahankan kondisi kadar air yang permanen selama seluruh durasi
perioda perawatan. Perawatan dengan pembasahan yang sebentar-sebentar
tidak dapat diterima.
14) Membongkar Acuan
Kecuali bila ditentukan lain, acuan tidak boleh dibongkar dari beton yang baru dicor
sebelum mencapai waktu paling sedikit 12 jam. Acuan harus dibongkar dengan hati-
hati agar tidak rusak perkerasan beton. Setelah acuan dibongkar, bagian sisi perkerasan
beton harus dirawat (curing) sesuai dengan Pasal 5.3.5.13) di atas.
Lokasi keropos yang kecil harus dibersihkan, dibasahi dan ditambal dengan adukan
semen kental dengan perbandingan 1 semen dan 2 agregat halus. Penambalan tidak
boleh dilakukan sampai lokasi yang keropos diperiksa dan metoda penambalan
disetujui Pengawas Pekeijaan.
Lokasi yang banyak keroposnya dianggap pekerjaan yang cacat mutu dan harus
dibongkar dan diganti. Setiap lokasi atau ruas yang dibongkar tidak boleh kurang dari
3,0 m panjangnya atau kurang dari lebar seluruh lajur yang terkena pembongkaran.
Bilamana diperlukan dalam membongkar dan mengganti suatu bagian perkerasan,
setiap bagian yang tersisa dari pembongkaran perkerasan beton dekat sambungan yang
panjangnya kurang dari 3,0 m, harus ikut dibongkar dan diganti.
5 .3 .6 P A N J A N G P E R C O B A A N
Penyedia Jasa harus menyediakan instalasi, peralatan dan menunjukkan metode
pelaksanaan pekerjaan dengan melakukan penghamparan percobaan dengan panjang
tidak kurang dari 30 m di luar lokasi kegiatan pekerjaan, kecuali jika terdapat
keterbatasan lokasi atau sebab lainnya maka atas izin Pengawas Pekerjaan dapat
dilakukan penghamparan percobaan di dalam lokasi kegiatan pekerjaan. Percobaan
tambahan dapat diperintahkan oleh Pengawas Pekerjaan, bilamana percobaan pertama
5 - 35
SPESIFIKASIUMUM 2018
d in ila i tid a k m e m e n u h i k e te n tu a n . B ila m a n a P e n g a w a s P e k e r ja a n m e n e r im a
p e n g h a m p a r a n p e r c o b a a n in i s e b a g a i b a g ia n d a ri p e k e r ja a n , m a k a p e n g h a m p a r a n
p e r c o b a a n in i a k a n d iu k u r d a n d ib a y a r s e b a g a i b a g ia n d a ri P e k e rja a n . T id a k a d a
p e m b a y a r a n u n tu k p e n g h a m p a r a n p e r c o b a a n y a n g d ila k s a n a k a n d i lu a r k e g ia ta n
p e k e rja a n .
S e te la h p e rc o b a a n p e r ta m a d is e tu ju i o le h P e n g a w a s P e k e rja a n , m a k a p e r c o b a a n
s e p a n ja n g m in im u m 150 m te ta p i tid a k le b ih d a ri 3 0 0 m h a r a s d ila k u k a n d i d a e r a h k e r ja
p e rm a n e n . P e k e r ja a n in i h a r a s m e n u n ju k k a n s e lu ru h a s p e k p e k e r ja a n d a n h a r a s
m e n c a k u p s e tia p tip e s a m b u n g a n y a n g d ig u n a k a n d a la m P e k e rja a n .
P e n y e d ia J a s a h a r a s m e n y e r a h k a n k e p a d a P e n g a w a s P e k e r ja a n , p a lin g la m b a t sa tu
b u la n s e b e lu m ta n g g a l p e la k s a n a a n p e r c o b a a n p e rta m a , u r a ia n te r in c i te n ta n g in s ta la s i,
p e r a la ta n d a n m e to d e p e la k s a n a a n p e k e r ja a n . P e r u b a h a n p a d a in s ta la s i tid a k
d ip e r k e n a n k a n b a ik s e la m a p e n g h a m p a r a n p e r c o b a a n in i a ta u b ila p e r k e r a s a n b e to n
s e d a n g d ih a m p a r d i d a e r a h k e r ja p e rm a n e n .
P e n y e d ia J a s a tid a k b o le h m e la n ju tk a n m e n g h a m p a r k a n p e r k e r a s a n b e to n se b a g a i
p e k e r ja a n p e r m a n e n s e b e lu m m e n d a p a t p e r s e tu ju a n te r h a d a p h a s il p e r c o b a a n , a ta u
m e n d a p a t iz in d a ri P e n g a w a s P e k e r ja a n u n tu k m e la k s a n a k a n p e n g h a m p a r a n p e r c o b a a n
la n ju ta n .
A g a r p e n g h a m p a r a n p e r c o b a a n la n ju ta n d is e tu ju i, p a n ja n g j a l a n h a r a s m e m e n u h i
S p e s ifik a s i ta n p a a d a p e k e r ja a n p e rb a ik a n .
B ila m a n a h a s il p e n g h a m p a r a n p e r c o b a a n la n ju ta n tid a k m e m e n u h i S p e s ifik a s i,
P e n y e d ia J a s a h a r a s m e n y ia p k a n lo k a s i p e rc o b a a n y a n g la in . P e n g h a m p a r a n p e r c o b a a n
y a n g tid a k m e m e n u h i S p e s ifik a s i h a r a s d ib o n g k a r, k e c u a li b ila d ite n tu k a n la in o le h
P e n g a w a s P e k e rja a n .
P e n g h a m p a r a n p e r c o b a a n d i lu a r lo k a s i k e r ja p e r m a n e n m u n g k in tid a k d ip e r lu k a n
b ila m a n a j u m la h p e k e r ja a n p e r k e r a s a n b e to n s a n g a t te r b a ta s , s e p e rti d i te m p a t
p e m b e r h e n tia n b u s d a n s e b a g a in y a . K e b u tu h a n p e n g h a m p a r a n p e r c o b a a n s e m a ta -m a ta
a ta s p e tu n ju k P e n g a w a s P e k e rja a n .
5 .3 .7 P E R L I N D U N G A N T E R H A D A P P E R K E R A S A N
P e n y e d ia J a s a h a r a s m e lin d u n g i p e r k e r a s a n d a n p e r le n g k a p a n n y a d a ri la lu lin ta s u m u m
d a n la lu lin ta s k e g ia ta n p e k e rja a n . P e r lin d u n g a n in i m e lip u ti p e n y e d ia a n te n a g a
p e n g a tu r la lu lin ta s , p e m a s a n g a n d a n p e m e lih a r a a n ra m b u p e r in g a ta n , la m p u
p e n e r a n g a n , je m b a ta n d i a ta s p e r k e r a s a n b e to n , a ta u ja l a n a lih , d a n s e b a g a in y a .
S e tia p k e r u s a k a n p a d a p e r k e r a s a n , y a n g te r ja d i s e b e lu m p e r s e tu ju a n a k h ir, h a r a s
d ip e rb a ik i a ta u d ig a n ti, s e b a g a im a n a y a n g d ip e r in ta h k a n o le h P e n g a w a s P e k e rja a n
5 .3 .8 P E M B U K A A N T E R H A D A P L A L U L I N T A S
P e n g a w a s P e k e r ja a n h a r a s m e n e n tu k a n k a p a n P e r k e r a s a n B e to n S e m e n d a p a t d ib u k a
u n tu k la lu lin ta s . P e r k e r a s a n b e to n tid a k b o le h d ib u k a u n tu k la lu lin ta s s e b e lu m h a s il
p e n g u jia n te r h a d a p b e n d a u ji y a n g d ic e ta k d a n d ir a w a t s e s u a i d e n g a n S N I 4 8 1 0 :2 0 1 3
m e n c a p a i 9 0 % d a ri k u a t le n tu r m in im u m (45 k g /c m 2). S e b e lu m d ib u k a u n tu k la lu lin ta s ,
5 - 36
SPESIFIKASIUMUM 2018
perkerasan beton harus dibersihkan dan penutup (sealing) sambungan harus telah
selesai dikerjakan.
Baik peralatan maupun lalu lintas, termasuk kendaraan kegiatan pekerjaan tidak
diperkenankan melewati permukaan Lapis Fondasi Bawah Beton Kurus yang telah
selesai sampai beton tersebut mencapai paling tidak 70% dari kekuatan yang
disyaratkan.
Setelah masa perawatan maka peralatan dan kendaraan yang diperlukan untuk
pekerjaan lanjutan diperkenankan melewati permukaan Lapis Fondasi Bawah Beton
Kurus.
Lapis Fondasi Bawah Beton Kurus harus dipelihara sebagaimana mestinya sebelum
lapis perkerasan berikutnya dihampar. Setiap kerusakan sebagai akibat dari sebab
apapun harus diperbaiki dengan penggantian lokasi yang bersangkutan dengan biaya
Penyedia Jasa.
5 .3 .9 T O L E R A N S I K E T E B A L A N P E R K E R A S A N
Tebal perkerasan beton aktual umumnya akan ditentukan dengan perbedaan elevasi
hasil survei sebelum dan sesudah perkerasan beton semen dicor. Bilamana setiap lokasi
yang tebal betonnya berbeda dengan yang dihitung dari dua kali survei elevasi,
Pengawas Pekerjaan dapat meminta pengambilan benda uji inti untuk menetapkan tebal
beton aktual pada lokasi tersebut. Bilamana pengambilan benda uji inti ini diperlukan,
tebal perkerasan pada lokasi ini ditentukan dari hasil rata-rata pengukuran dengan
sigmat terhadap benda uji inti yang diambil sesuai dengan SNI 03-6969-2003.
Dalam perhitungan tebal rata-rata perkerasan, pengukuran yang melampaui lebih dari 5
mm dari tebal yang disyaratkan akan dipandang sebagai tebal yang disyaratkan
ditambah 5 mm.
Lokasi yang kurang sempurna dengan kekurangan tebal yang lebih dari 12,5 mm akan
dievaluasi oleh Pengawas Pekerjaan, dan jika keputusannya terhadap lokasi yang
kurang sempurna ini memerlukan pembongkaran, maka perkerasan tersebut harus
dibongkar dan diganti dengan beton yang tebalnya sesuai dengan yang ditunjukkan
dalam Gambar.
5 .3 .1 0 P E N G U K U R A N D A N P E M B A Y A R A N
Pengukuran untuk Pembayaran
1)
Kuantitas yang dibayar dengan mata pembayaran tersebut di bawah ini adalah jumlah
meter kubik Perkerasan Beton Semen, Perkerasan Beton Semen dengan Anyaman
Tulangan Tunggal dan Lapis Fondasi Bawah Beton Kurus dan Penyesuaian Harga pada
pekerjaan yang telah selesai di tempat untuk pekerjaan permanen dan disetujui. Lebar
yang diukur adalah lebar perkerasan yang ditunjukkan dalam penampangan melintang
tipikal dalam Gambar. Lokasi-lokasi tambahan seperti jalur ramp, atau sebagaimana
diperintahkan tertulis oleh Pengawas Pekerjaan. Panjang haruslah sebagaimana yang
ditunjukkan dalam Gambar atau sebagaimana yang diukur oleh Pengawas Pekerjaan,
yaitu sepanjang garis sumbu setiap badan jalan. Tebal haruslah tebal rata-rata aktual
yang diterima
5 - 37
SPESIFIKASIUMUM 2018
Sambungan, ruji (dowel), batang pengikat (tie bar) dan baja tulangan yang diperlukan
untuk pekerjaan dalam Seksi ini tidak boleh diukur terpisah untuk pembayaran
Perkerasan hasil penghamparan percobaan yang dilaksanakan di luar daerah pekerjaan
permanen tidak boleh diukur untuk pembayaran.
Pengukuran pengurangan untuk pekerjaan yang tidak memenuhi pada Perkerasan Beton
Semen Portland harus dilakukan sesuai dengan berikut ini:
a) Ketebalan Kurang
Bilamana tebal rata-rata Perkerasan Beton Semen untuk setiap lot tebalnya
kurang sampai lebih dari 5 mm, tetapi tidak lebih dari 12,5 mm, suatu
pemotongan akan dilakukan, ditentukan sebagai produksi dari kuantitas
rancangan Perkerasan Beton Semen atau Perkarasan Beton Semen dengan
Anyaman Tulangan Tunggal pada lot ini, pengurangan kuantitas sesuai dengan
pengukuran aktual di lapangan dan pengurangan harga satuan dilakukan
dengan Tabel 5.3.10.1) :
Bilamana kekurangan tebal perkerasan lebih dari 12,5 mm dan ditetapkan oleh
Pengawas Pekerjaan bahwa lokasi yang kurang sempurna tersebut tidak perlu
dibongkar dan diganti, maka tidak ada pembayaran untuk lokasi yang ditinggal.
Tidak ada pembayaran tambahan yang dilakukan atau tambahan kuantitas yang
diukur untuk setiap tebal perkerasan yang melampaui tebal yang ditunjukkan
dalam Gambar.
Tabel 5.3.10.1) Kekurangan Tebal Perkerasan Beton
Kekurangan Tebal rata-rata ditentukan Pengurangan
dengan benda uji inti atau survey elevasi (persen Harga Satuan)
dalam lot tersebut
0 to 5 mm 0 persen
6 to 8 mm 20 persen
9 to 10 mm 28 persen
11 to 12,5 mm 32 persen
>12,5 mm Baik dibongkar maupun
ditinggal tanpa pembayaran
b) Kekuatan Kurang
Jika kekuatan yang memenuhi perkerasan beton dalam setiap lot tidak tercapai,
tetapi semua aspek lainnya memenuhi spesifikasi, Pengawas Pekerjaan dapat,
menurut pendapatnya menerima perkerasan beton tersebut dengan penyesuaian
berikut :
Jika kuat lentur dalam 28 hari untuk setiap lot kurang dari 90% dari kuat lentur
beton minimum yang disyaratkan maka lot yang diwakili pengujian balok ini
harus dibongkar dan diganti.
Beton dengan kuat lentur dalam 28 hari mulai 90% sampai dengan 100% dari
kuat lentur beton minimum yang disyaratkan dapat diterima dengan
5 - 38
SPESIFIKASIUMUM 2018
pengurangan 4% Harga Satuan untuk Perkerasan Beton Semen untuk setiap 1
kg/cm2 (0,1 MPa) atau bagian daripadanya, kekurangan kekuatan tersebut
diterapkan terhadap kuantitas rencana dalam lot tersebut dan Harga Satuan.
c) Ketebalan dan Kekuatan Kurang
Bilamana ketebalan dan kekuatan perkerasan beton kurang dari yang
disyaratkan tetapi masih dalam batas-batas toleransi sesuai Pasal 5.3.10.1).a)
dan 5.3.10.1).b) maka pengurangan pembayaran dilakukan sesuai Tabel
5.3.10.1) dikalikan dengan faktor pengurangan kekuatan sebagaimana Pasal
5.3.10.1) .b). Kriteria penerimaan untuk pembayaran diatur dalam Pasal
5.3.2.11).f).
2) Dasar Pembayaran
a) Umum
Kuantitas Perkerasan Beton Semen, Perkerasan Beton Semen dengan Anyaman
Tulangan Tunggal dan Lapis Fondasi Bawah Beton Kurus yang diterima
ditentukan sebagaimana disyaratkan di atas akan dibayar dengan harga kontrak
per meter kubik di mana harga dan pembayaran tersebut merupakan
kompensasi penuh untuk pengadaan dan pengecoran semua bahan, termasuk,
tidak dibatasi, beton semen portland, baja tulangan, acuan, ruji (dowel), batang
pengikat (tie bar), bahan sambungan dan lembar membrane, panjang percobaan
yang dilakukan di luar lokasi kegiatan, perawatan, pengambilan benda uji inti
untuk penyesuaian harga akibat tebal yang kurang, dan semua bahan, pekerja,
peralatan dan keperluan lainnya untuk menyelesaikan pekerjaan sebagaimana
ditunjukkan dalam Gambar atau diperintahkan oleh Pengawas Pekerjaan.
b) Penyesuaian Harga
Jumlah penyesuaian akan dihitung oleh Pengawas Pekerjaan untuk setiap lot
Perkerasan Beton Semen yang tunduk terhadap kekuatan dan tebal yang
disyaratkan. Jumlah dari semua penyesuaian tersebut akan ditetapkan dan
tercakup dalam Sertifikat Pembayaran sebagai pengurangan terhadap mata
pembayaran terkait.
N o m o r M a t a U r a i a n S a t u a n
P e m b a y a r a n P e n g u k u r a n
5.3.(1a) Perkerasan Beton Semen Meter Kubik
5.3.(1b) Perkerasan Beton Semen Fast Track 8 jam Meter Kubik
5.3.(1c) Perkerasan Beton Semen Fast Track 24 jam Meter Kubik
5.3.(2a) Perkerasan Beton Semen dengan Anyaman Meter Kubik
Tulangan Tunggal
5.3.(2b) Perkerasan Beton Semen Fast Track 8 jam dengan Meter Kubik
Anyaman Tulangan Tunggal
5 - 39
SPESIFIKASIUMUM 2018
N o m o r M a t a U r a i a n S a t u a n
P e m b a y a r a n P e n g u k u r a n
5.3.(2c) Perkerasan Beton Semen Fast Track 24 jam Meter Kubik
dengan Anyaman Tulangan Tunggal
5.3.(3) Lapis Fondasi Bawah Beton Kurus Meter Kubik
/V
5 - 40