SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN KONSTRUKSI
* Ketentuan penggunaan/pengujian bahan/material yang diperlukan berasal dari dalam negeri atau dari luar negeri, dan
diselaraskan dengan persentase bagian/komponen dalam negeri terhadap keseluruhan pekerjaan;
* Spesifikasi Bahan sebagaimana tercantum dalam gambar rencana dan Bill of Quantity (BQ);
* Spesifikasi Teknis pekerjaan mengacu pada Spesifikasi Umum 2018 untuk pekerjaan konstruksi Jalan dan Jembatan;
- Divisi 1 – Umum
- Divisi 3 – Pekerjaan Tanah dan Geosintetik
- Divisi 5 – Perkerasan Berbutir dan Perkerasan Beton Semen
Divisi 1 – Umum;
1. Mobilisasi dan Demobilisasi
Keperluan – Keperluan untuk pelaksanaan pekerjaan berupa peralatan, tenaga kerja dan lain-lain yang mendukung pekerjaan
sudah dimobilisasi pada minggu awal jadwal pelaksanaan pekerjaan, Khususnya alat dan bahan kebutuhan yang diperlukan
untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan awal, sehingga tidak mengganngu rencana pekerjaan selanjutnya. Kebutuhan alat
digunakan sesuai dengan spesifikasi pekerjaan, bila terdapat perubahan pelaksanaan pekerjaan yang mengakibatkan
perubahan alat harus mendapat persetujuan direksi.
2. Serobong Kerja
Serobong kerja dibuat setelah mobilisasi peralatan dan personil,
3. Plank Nama Proyek dan Gambar Kerja
Plank Nama Proyek berisi data-data informasi dan warna sesuai dengan standar dari Pengawas, dan dipasang sejak awal
pelaksanaan proyek. Gambar kerja telah disetujui oleh PPK untuk pelaksanaan di lapangan.
4. Pengukuran
Sebelum melaksanakan pekerjaan, terlebih dulu dilakukan kembali pengukuran dan pemberian tanda/patok-patok STA baik
untuk menentukan panjang maupun detail melintang. Pengukuran dilaksanakan dengan alat ukur T0 dan Water pass untuk
penggambaran profil memanjang dan melintang, dan digunakan untuk menyesuaikan dengan gambar desain.
5. Pengamanan Lalu-Lintas
Selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi, pengamanan akan arus lalu lintas
6. Administrasi dan Dokumentasi
Pelaporan dan dokumentasi pelaksanaan pekerjaan, akan secara kontinyu tiap bulan
Divisi 3 – Pekerjaan Tanah dan Geosintetik
1. Penyiapan Badan Jalan (manual)
◦ Pekerjaan dilakukan secara manual menggunakan alat bantu : sekop, cangkul dan alat bantu lainnya
◦ Mengukur panjang dan lebar jalan yang akan dikerjakan
◦ Meratakan permukaan jalan dan menimbun jalan yang akan dikerjakan
Divisi 5 – Perkerasan Berbutir dan Perkerasan Beton Semen
1. Beton Fc’21 Mpa, Semen PCC Tipe 1 (Ex. Tonasa)
◦ Menggunakan alat ( Batching Plant )
◦ Lokasi sesuai panjang penanganan
◦ Semua material, Pasir, agregat kasar, dan semen disiapkan dilokasi batching plant
◦ Semua material pasir, batu pecah, semen air dicampur dan diaduk dengan menggunakan batching plant
◦ Material jadi dituangkan kedalam Truck Mixer untuk dibawa ke lokasi pekerjaan.
◦ Sebelum pengecoran dilakukan, terlebih dahulu dipasangi bekisting dan plastic cor dengan baik
◦ Campuran beton dituang kedalam cetakan begisting yang telah disiapkan setelah pembesian selesai dilaksanakan.
◦ Beton harus dipadatkan dengan penggetar mekanis (Concrete Vibrator) dari dalam atau dari luar yang telah
disetujui. Bilamana diperlukan, dan bilamana disetujui oleh Pengawas Pekerjaan, penggetaran harus disertai
penusukan secara manual dengan alat yang cocok untuk menjamin pemadatan yang tepat dan memadai.
Penggetar tidak boleh digunakan untuk memindahkan campuran beton dari satu titik ke titik lain di dalam acuan
◦ Pengecoran beton dilaksanakan secara terus menerus hingga batas sambungan pelaksanaan (construction joint)
yang telah disetujui oleh Direksi pekerjaan.
◦ Setelah pengecoran selesai, segera dilakukan perawatan dalam masa proses pengerasan beton.
◦ Selama proses pengerasan beton, beberapa orang pekerja akan memelihara proses pengerasan dengan cara
menyiramkan air ke permukaan beton atau menutupi dengan bahan yang menyerap air untuk menjaga suhu
beton.
2. Baja Tulangan
◦ Pekerjaan dilakukan secara manual
◦ Lokasi pekerjaan dilaksanakan ditempat yang telah disiapkan
◦ Besi tulangan dipotong dan dibengkokkan sesuai dengan gambar rencana desain.
◦ Besi tulangan dirangkai dan disusun kemudian diikat dengan menggunakan kawat beton (bindrat).
◦ Perapihan rangkaian tulangan akan dilaksanakan sebelum pengecoran dilaksanakan dan begisting telah terpasang.
3. Pekerjaan Bekisting
◦ Pekerjaan dilakukan secara manual
◦ Lokasi pekerjaan dilaksanakan ditempat yang telah disiapkan
◦ Kayu perancah serta plywood dipotong sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan serta harus sesuai dengan
gambar rencana.
◦ Semua bahan kemudian dirangkai sesuai dengan gambar rencana
◦ Yang perlu diperhatikan adalah dalam merangkai bekisting harus dibuats ebaik mungkin, agar pada saat dilakukan
pengecoran bekisting tidak terbongkar.
◦ Bekisting yang sudah dirangkai kemudian dipasang pada posisi dinding saluran yang akan dicor, dan diperkuat
dengan suai-suai penahan agar tidak rusak pada saat pengecoran dilakukan.
◦ Perapihan bekisting setelah pemasangan.
Metode kerja/ prosedur pelaksanaan pekerjaan agar menggambarkan alur pelaksanaan yang benar, terpola dalam
rencana alur kerja (NWP);