| 0741580765124000 | Rp 898,668,547 | |
| 0314009697121000 | - | |
| 0317133536121000 | - | |
| 0415217223121000 | - | |
| 0312175920127000 | - | |
| 0955192828113000 | - | |
| 0311826366113000 | - | |
| 0536397458127000 | - | |
| 0952569531128000 | - | |
| 0026260281122000 | - | |
CV Riahdo Bangun Perkasa | 10*1**1****24**0 | - |
| 0312156987113000 | - | |
CV Miriel Indo Arta | 08*0**0****22**0 | - |
| 0958687311121000 | - | |
CV Robema Las Ganda | 10*1**1****33**1 | - |
CV Shangrila Kirana Pratama | 10*1**1****23**2 | - |
CV Gemilang Soaloon | 01*4**5****24**0 | - |
| 0021068242127000 | - | |
CV Bahtera Amaris Kencana | 09*0**2****21**0 | - |
| 0705339406121000 | - | |
| 0020197570127000 | - | |
Roy Abadi Sejahtera | 05*8**1****25**0 | - |
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
Nama Pekerjaan : RENOVASI/REHABILITASI RUANGAN -Ruang Cytotoxic Drugs Safety Cabinet (DAK 2025)
Apabila perusahaan kami memenangkan lelang ini maka sebelum pekerjaan dilapangan dimulai akan dilakukan
pengurusan administrasi oleh Pelaksana sebagai dasar hukum untuk pelaksanaan pekerjaan yaitu meliputi Surat
Perintah Kerja, Surat Perintah mulai kerja dan Surat penyerahan lapangan kerja. setelah itu dilakukan :
I. PEKERJAAN PENDAHULUAN
1. Pembersihan Lapangan
Metode Pelaksanaan :
Pada tahapan ini dilaksanakan persiapan awal pekerjaan seperti mobilisasi perlatan dan personil kerja penentuan
titik nol atau awal titik mula pekerjaan. Selanjutnya Pembersihan lapangan atau lokasi kerja serta perataan area
dilakukan oleh pekerja dan Tukang dibawah arahan dan komando Site Manager, dengan membersihkan seluruh
area pekerjaan, membersihkan sampah dan akar pohon serta di angkut Keluar Area dengan Menggunakan Dump
Truck dengan Kapasitas 3,5T/106 Hp, memberi patok batas pada area pekerjaan agar tahapan pekerjaan selanjutnya
dapat dilaksanakan. Apabila pada area pekerjaan terdapat pipa-pipa air atau listrik maka akan dikoordinasikan
dengan konsultan pengawas dan owner terhadap pemindahan atau intruksi lain untuk kelancaran pelaksanaan
pekerjaan. Pada saat pembersihan lapangan yang awal mula pekerjaan ini sebagai persiapan untuk tahapan
pekerjaan selanjutnya dihadirkan seluruh personil inti tenaga ahli dan personil kerja sebagai tahapan untuk
melakukan koordinasi antar personil dalam mengoptimalkan kinerja seluruh personil kerja.
2. Papan Nama Proyek
Untuk papan nama proyek akan dilakukan pengesetan pada printing grafika dan akan diprint sebagai spanduk dan
dipasangkan pada tiang kayu Penyangga dengan baik. Papan nama proyek dengan dimensi yang disesuaikan yang
memuat tentang identitas proyek, terlebih dahulu dipasang sebagai tanda dimulainya pekerjaan. Untuk patok penunjuk
arah akan dibuat dari kayu dan diberi tanda penunjuk arah. bentuk papan nama proyek dapat dilihat pada gambar berikut
:
Papan nama proyek biasanya berisikan tulisan :
1. Nama Pekerjaan
2. Sumber Dana
3. Nilai Pekerjaan
4. Nama Kontraktor Pelaksana
5. Nama Instansi
6. Tahun Anggaran
Papan Nama Proyek
3. Pengukuran dan Pemasangan Bowplank
➢ Metode Pelaksanaan :
Pada tahapan pekerjaan ini termasuk untuk Pengukuran akan dilakukan kembali pengukuran awal (MC-0) apabila
dibutuhkan terhadap pekerjaan. Pengukuran diukur berdasarkan titik penentuan sesuai dengan gambar rencana dan
intruksi pengawas dan Owner. Untuk pemasangan Bowplank dipasang dengan jarak dan ukuran tertentu dengan
menggunakan kayu sembarang serta paku kayu. Pengukuran dan pemasangan bouwplank titik duga (peil + 00)
ditentukan bersama - sama Kontraktor dan Konsultan Pengawas dan Owner. Patok - patok berukuran minimal 5/7 cm
dan papan bouwplank 3/20 cm dengan panjang ukuran lebih dari 4 m dan diambil dari kayu kualitas baik. Papan patok
dipasang kayu keras dan tidak berubah posisinya, tanda – tanda dan sumbu akan di pasang secara teliti dan jelas, dicat
dengan cat menie (Apabila dianjurkan).
4. Pek. Administrasi dan Dokumentasi
Pada tahapan ini dilakukan proses administrasi meliputi surat menyurat, arsip file, pelaporan setiap aspek pekerjaan
baik laporan harian, mingguan, dan bulanan dan juga Pelaporan progrees kemajuan pekerjaan dilapangan dan lain lain
serta untuk dokumentasi ialah dilakukan pengambilan foto untuk tahapan setiap pekerjaan dilapangan pada masa
pelakasanaan pekerjaan.
5. Perlengkapan RK3
Untuk item pekerjaan ini akan disediakan perlenkapan rk3 sesuai dengan aturan dan manajemen RK3 baik perlatan
dan obat-obatan pertolongan pertama.
II. PEKERJAAN PEMBANGUNAN R.LABORATORIUM KOMPUTER
A. Pekerjaan Tanah
1. Pekerjaan Galian Tanah Pondasi
Untuk pekerjaan galian pondasi maka galian pondasi tapak terlebih dahulu dilakukan setelah pondasi tapak baru
dilakukan galian tanah pondasi batu gunung. Pekerjaan galian dilaksanakan secara open cut, dilakukan oleh Tukang
Gali dengan kemiringan 1 : 0,5 (Sesuai dengan gambar kerja). Juru ukur akan memberikan patok-patok panduan serta
berapa kedalaman galian yang harus dicapai. Material hasil galian sebagian ditempatkan/distok disamping galian untuk
timbunan kembali, jarak penempatan hasil galian untuk timbunan harus aman, tidak akan terjadi longsor dan masuk
kedalam lubang galian. Hasil galian yang berlebih, atau yang tidak dapat dipakai untuk timbunan kembali dimuat
langsung ke Dumptruk Kapasitas 3,5 T/106Hp untuk dibuang ke Disposal area. Bak dumptruck harus ditutupi dengan
terpal/plastik agar tanah yang dibawa tidak berceceran. Kesemuanya ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya
dampak lingkungan yang dapat ditimbulkan akibat aktifitas pekerjaan Galian.
Berikut Urutan metode pelaksanaan :
- Juru Ukur akan melakukan pengukuran untuk menentukan titik ukur terhadap titik elevasi galian tanah
- Tukang menandai hasil pengukuran dengan menggunakan patok kayu yang diberi warna cat
- Tukang memasang patok dan benang untuk acuan galian.
- Tukang menggali tanah dengan acuan patok dan benang yang telah dipasang
- Galian tanah untuk pondasi dilakukan sampai kedalaman dan lebar sesuai rencana.
- Pada setiap periode tertentu kedalaman galian tanah selalu diperiksa dengan menggunakan alat ukur manual atau
dengan Survey Equipment.
- Bila ada genangan air dalam galian maka disediakan pompa air untuk menguras air dipompa ke luar, sehingga tidak
mengganggu proses pekerjaan.
2. Pek. Timbunan Tanah
➢ Metode Pelaksanaan :
Timbunan tanah dikerjakan setelah pekerjaan konstruksi pondasi dan Sloof selesai dikerjakan. Tukang atau pekerja
akan mengurug tanah ke bekas lubang galian secara menyeluruh dan merata. Untuk urugan pondasi dapat digunakan
tanah hasil galian pondasi atau material lain yang disetujui oleh Konsultan supervisi dan Owner. Tanah Humus atau
tanah hasil pembersihan lapangan tidak digunakan sebagai urugan pondasi, Adapun Tanah yang diambil dari
Kotapinang yang memiliki Izin Galian C yang diangkut menggunakan Dumptruk Kapasitas 3,5 T/106Hp Menuju Ke
lokasi Pekerjaan. Tanah urugan pondasi dipadatkan dengan alat pemadat atau alat lain yang disetujui oleh Konsultan
Pengawas Dan Owner.
Peralatan :
- Kereta sorong
- Peralatan Tukang
3. Urugan Pasir Bawah Pondasi
Untuk urugan pasir akan dilakukan setelah galian tanah untuk pondasi dilakukan, pada lantai galian Tukang akan
menghampar pasir urug dengan ketebalan sesuai dengan bestek dan gambar rencana, pekerja akan memastikan pasir
dalam keadaan tidak tercampur dengan batu atau tanah, setelah pasir dihampar akan akan dilakukan pengukuran
ketebalan agar sesuai dengan ukuran dan dimensi yang dipersyaratkan. Urugan Pasir dilakukan dengan menyeluruh dan
merata mengikuti dimensi galian agar padat dan rapat. Berikut urutan metode pelaksanaan :
- Pada dasar galian pondasi dihampar pasir urug padat dengan ketebalan sesuai gambar kerja
- Pasir diratakan dengan menggunakan tarikan kayu dan selalu dikontrol ketebalan dari pasir tersebut
- Pasir dibasahi dengan air agar pasir benar-benar padat dan rata
- Tukang memeriksa urugan pasir urug agar benar-benar padat dan ketebalan sesuai dengan bestek
4. Pas. Lantai Kerja Cor 1 : 3 : 5
1) Pencampuran beton.
Sebelum melakukan pencampuran beton, akan dibuat mix design beton yang akan dibuat (jika diperlukan). Hal ini
meliputi penyelidikan Laboratorium terhadap bahan-bahan sesuai standar yang diminta dalam spesifikasi, antara lain
PBI, ASTM, AASTHO, BS. Setelah persiapan mix design disetujui, dan diadakan uji campuran ( trial mix ) sudah
berhasil, maka material dapat diorder sesuai dengan yang telah disetujui oleh Pengawas/Pemilik Proyek.
2) Pelaksanaan pengecoran beton.
Setelah besi Dipotong Menggunakan Gerinda Tangan dengan Kapasitas berat 2900 gram sesuai dengan kebutuhan dan
bekisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan pada lokasi pengecoran untuk menghilangkan kotoran-
kotoran penyebab ketidak-sempurnaan hasil pengecoran. Juru ukur (surveyor) dengan menggunakan survey Equipment
melakukan pengukuran dan marking area untuk titik penempatan, ukuran (dimensi) serta leveling dari poer, dan tapak
pondasi. Dengan menggunakan check list pengecoran, surat ijin pengecoran diajukan kepada Pengawas. Setelah
diadakan pengecekan oleh tim Pemberi tugas, dan ijin pengecoran telah ditanda tangani, maka pengecoran dapat segera
dilaksanakan. Tukang Menyiapkan Pompa Air Dengan Kapasitas 27/61 Liter Permenit sehingga Air dapat memenuhi
Kebutuhan Terhadap membuat adukan beton segar yang dicampur di lapangan (site mix) menggunakan Concrete
Mixer atau Molen Beton atau Ready Mix Kapasitas 0,25 m3/10hpsesuai dengan prosedur pencampuran, diangkut
dengan memakai alat angkut baik kereta sorong atau lainnya dan kemudian dituang ke dalam media cor atau area
pengecoran. Pada saat pengecoran adukan beton diratakan dan dipadatkan dengan alat atau manual sehingga beton cor
dapat padat dan tersebar menyeluruh ke semua rongga atau sudut didalam cetakan atau area cor.
B. Pekerjaan Pondasi
1. Pondasi Menerus Batu Padas
Pekerjaan galian dilaksanakan secara open cut, dengan kemiringan 1 : 0,5 (Sesuai dengan gambar kerja). Juru ukur
akan memberikan patok-patok panduan serta berapa kedalaman galian yang harus dicapai. Material hasil galian
sebagian ditempatkan/distok disamping galian untuk timbunan kembali, jarak penempatan hasil galian untuk
timbunan harus aman, tidak akan terjadi longsor dan masuk kedalam lubang galian. Hasil galian yang berlebih, atau
yang tidak dapat dipakai untuk timbunan kembali dimuat langsung ke Dumptruk Kapasitas 3,5 T/106Hp untuk
dibuang ke Disposal area. Bak dumptruck harus ditutupi dengan terpal/plastik agar tanah yang dibawa tidak
berceceran. Kesemuanya ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya dampak lingkungan yang dapat ditimbulkan
akibat aktifitas pekerjaan Galian.
Berikut Urutan metode pelaksanaan :
- Juru Ukur akan melakukan pengukuran untuk menentukan titik ukur terhadap titik elevasi galian tanah
- Tukang menandai hasil pengukuran dengan menggunakan patok kayu yang diberi warna cat
- Tukang memasang patok dan benang untuk acuan galian.
- Tukang menggali tanah dengan acuan patok dan benang yang telah dipasang
- Galian tanah untuk pondasi dilakukan sampai kedalaman dan lebar sesuai rencana.
- Pada setiap periode tertentu kedalaman galian tanah selalu diperiksa dengan menggunakan alat ukur manual atau
dengan Survey Equipment.
- Bila ada genangan air dalam galian maka disediakan pompa air untuk menguras air dipompa ke luar, sehingga tidak
mengganggu proses pekerjaan
2. Pondasi Umpak Beton Bertulang
- Beton Coor K 175
- Besi Beton D 12 mm
Metode pelaksanaan Pekerjaan Pengecoran :
a. Bahan :
- Semen Portland
- Kerikil
- Pasir
- Air
b. Peralatan :
- Alat Pencampur beton
- Kereta sorong
- Peralatan Tukang
c. Metode
1) Pencampuran beton.
Pencampuran beton dilakukan sesuai dengan mutu beton yang diinginkan. Hal ini meliputi penyelidikan terhadap
bahan-bahan sesuai standar yang diminta dalam spesifikasi. Setelah persiapan disetujui, dan diadakan uji
campuran ( trial mix ) sudah berhasil, maka material dapat diorder sesuai dengan yang telah disetujui oleh
Pengawas/Pemilik Proyek.
2) Pelaksanaan pengecoran beton.
Setelah besi Dipotong Menggunakan Gerinda Tangan dengan Kapasitas berat 2900 gram sesuai dengan
kebutuhan dan bekisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan pada lokasi pengecoran untuk
menghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidak-sempurnaan hasil pengecoran. Setelah diadakan pengecekan
oleh tim Pemberi tugas, dan ijin pengecoran telah diijinkan, maka pengecoran dapat segera dilaksanakan. Tukang
Menyiapkan Pompa Air Dengan Kapasitas 27/61 Liter Permenit sehingga Air dapat membuat adukan beton segar
yang dicampur di lapangan (site mix) menggunakan Concrete Mixer atau Molen Beton Kapasitas 0,25
m3/10hpsesuai dengan prosedur pencampuran, diangkut dengan memakai alat angkut baik kereta sorong atau
lainnya dan kemudian dituang ke dalam media cor atau area pengecoran. Pada saat pengecoran adukan beton
diratakan dan dipadatkan dengan alat atau manual sehingga beton cor dapat padat dan tersebar menyeluruh ke
semua rongga atau sudut didalam cetakan atau area cor.
➢ Bahan dan Alat yang digunakan :
- Alat Perkakas Tukang / Alat Bantu
- Semen, Air, Pasir Beton, Kerikil, Kereta Sorong, Concrete Mixer, Pompa air Dll.
➢ Tenaga Kerja :
- Pekerja
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
C. Pekerjaan Beton Bertulang
1 Sloof Beton Bertulang Uk. 15 x 20 Cm
- Beton Cor K.175
'- Besi Beton D 12 mm
- Papan Bekisting
2 Kolom Praktis Beton Bertulang Uk. 11x11cm
3 Balok Beton Bertulang 15x15cm ( Untuk Teras )
- Beton Cor K.175
'- Besi Beton D 12 mm /Memotong Besi dengan
Gerinda Tangan
- Besi Beton Ø 6 mm/Memotong Besi dengan
Gerinda Tangan
- Papan Bekisting (1 x pakai)
4 Ring Balok Beton Bertulang Uk. 10x15cm
Untuk item pekerjaan ini metode pelaksanaannya dirangkum sebagai berikut :
- Beton Cor
Metode pelaksanaan Pekerjaan Pengecoran :
a. Bahan :
- Semen Portland
- Kerikil
- Pasir
- Air
b. Peralatan :
- Alat Pencampur beton
- Alat Angkat
- Concrete vibrator (Jika Diperlukan)
- Kereta sorong
- Peralatan Tukang
c. Metode
1) Pencampuran beton.
Pencampuran beton dilakukan sesuai dengan mutu beton yang diinginkan. Hal ini meliputi penyelidikan terhadap
bahan-bahan sesuai standar yang diminta dalam spesifikasi. Setelah persiapan disetujui, dan diadakan uji
campuran ( trial mix ) sudah berhasil, maka material dapat diorder sesuai dengan yang telah disetujui oleh
Pengawas/Pemilik Proyek.
2) Pelaksanaan pengecoran beton.
Setelah besi Dipotong Menggunakan Gerinda Tangan dengan Kapasitas berat 2900 gram sesuai dengan
kebutuhan dan bekisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan pada lokasi pengecoran untuk
menghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidak-sempurnaan hasil pengecoran. Setelah diadakan pengecekan
oleh tim Pemberi tugas, dan ijin pengecoran telah diijinkan, maka pengecoran dapat segera dilaksanakan. Tukang
Menyiapkan Pompa Air Dengan Kapasitas 27/61 Liter Permenit sehingga Air dapat membuat adukan beton segar
yang dicampur di lapangan (site mix) menggunakan Concrete Mixer atau Molen Beton Kapasitas 0,25 m3/10hp
sesuai dengan prosedur pencampuran, diangkut dengan memakai alat angkut baik kereta sorong atau lainnya
dan kemudian dituang ke dalam media cor atau area pengecoran. Pada saat pengecoran adukan beton diratakan
dan dipadatkan dengan alat atau manual sehingga beton cor dapat padat dan tersebar menyeluruh ke semua
rongga atau sudut didalam cetakan atau area cor.
➢ Bahan dan Alat yang digunakan :
- Alat Perkakas Tukang / Alat Bantu
- Semen, Air, Pasir Beton, Kerikil, Kereta Sorong, Concrete Mixer, Pompa air Dll.
➢ Tenaga Kerja :
- Pekerja - Tukang
- Mandor - Kepala Tukang
Berikut Diagram Contoh Pelaksanaan Pengecoran Tapak Pondasi
Berikut Diagram Contoh Pelaksanaan Pengecoran Kolom
Diagram Pekerjaan Pengecoran Sloof
D. Pekerjaan Pasangan Bata dan Plesteran
1 Pasangan Dinding 1 : 4
2 Plesteran Dinding 1 : 4
3 Acian
Berikut metode pelaksanaan Pasangan Batu Bata :
a. Sediakan bak yang diisi air untuk merendam batu bata Foam yang akan dipasang (± 10 menit )
b. Buat tarikan benang tiap ± 7 lapis bata.
c. Pemasangan kaso 5/7 di dua ujung lokasi secara tegak lurus
d. Tinggi pasangan bata maximum yang diperbolehkan terhadap sesuai dengan gambar dan rencana dan syarat-
syarat pekerjaan
e. sebelum pelaksanaan pasangan dimulai, pasangan batu bata sebaiknya disiram.
f. Tebal adukan pengikat tidak kurang dari 10 mm dan adukan harus padat sedemikian rupa sehingga
membentuk sambungan yang lurus.
g. Kemudian pekerja / Tukang memasang batu bata hingga menyusun seperti gambar kerja dan direkat dengan
adukan beton
h. Tukang memastikan susunan pasangan batu bata sejajar, kokoh dan rapi
i. Juru Ukur melakukan pengukuran agar pasangan bata terpasang dengan sejajar dan Sesuai Bestek
Berikut metode pelaksanaan plasteran dan acian :
a. Tukang membasahi permukaan pasangan bata sampai basah dan merata
b. Pekerja memaasang tarikan benang vertikal dan horisontal untuk caplakan kepalaan.
- Cek tarikan benang
c. Tukang membuat kepalaan vertikal jarak 1 m’, biarkan sampai kepalaan mengeras min ± 1 hari.
- Cek kepalaan dan sparing ME
d. Plester di antara kepalaan, lalu ratakan dan padatkan dengan jidar alumunium mak. 3 m’.
- Cek plesteran
e. Perawatan Plester kasar dengan penyiraman selama min. 3 hari, sebelum diaci.
f. Acian dinding plaster satu bidang sekaligus pada satu kali pengacian.
g. Ratakan dan padatkan acian menggunakan roskam baja sampai benar-benar rata dan halus.
E. Pekerjaan Lantai
1. Lantai Keramik Gedung Uk. 40x40 cm .
Untuk item pekerjaan ini telah dijelaskan metode pelaksanaannya seperti diatas
Item pekerjaan ini metode pelaksanaan dirangkum sebagai berikut :
a. Pemasangan keramik untuk pola, tipe dan ukurannya harus sesuai dengan gambar kerja dan petunjuk
Pengawas Lapangan.
b. Buat adukan beton tumbuk untuk lapisan perekat dasar keramik
c. Setelah dasar lantai siap, maka keramik yang akan dipasang diseleksi sesuai dengan warna-warna yang
sama. Apabila diperlukan pemotongan dilaksanakan dengan rapi dengan memakai mesin pemotong
Gerinda tangan berkapasitas 4100 nb dan pinggirannya diasah dengan batu pengasah.
d. Sebelum pemasangan, keramik harus direndam air hingga tercapai kondisi jenuh air untuk menghindari
pengeringan adukan mortar/spesi yang terlalu cepat.
e. Keramik dan stepnozing keramik dipasang dengan menggunakan adukan mortar 1 PC : 4 Pasir dalam
perbandingan volume. Pemasangan dengan jalur-jalur (joints) yang lurus dan apabila terjadi
ketidakteraturan jalur diisi dengan pasta semen. Sesudah cukup kering keramik dicuci dengan lap basah
sampai bersih, dan apabila ada bagian-bagian yang lepas harus cepat diperbaiki.
Selama pemasangan dan sebelum kering yang cukup, lantai harus dihindari dari injakan dan gangguan lain.
Kotoran-kotoran dan lainnya yang menempel pada permukaan lantai harus segera dibersihkan sebelum menjadi
kering. Pemasangan keramik lantai dilakukan lurus dan rata sesuai dengan petunjuk gambar kerja
2. Lantai Vinyl
1. Bersihkan semua kotoran (debu, pasir, minyak, cat atau kotoran lainnya ) yang ada pada lantai, sapu dan
pel , permukaan harus benar- benar bersih dan kering.
2. Bersihkan dan keringkan permukaan yang lembab dan basah.
3. Pastikan permukaan lantai benar-benar rata dan tidak bergelombang.
4. Untuk bangunan dengan konstruksi lantai yang baru adalah penting untuk memastikan semen acian
lantai benar-benar kering sempurna dibutuhkan waktu kurang lebih 2 minggu untuk memastikan
permukaan tidak berembun atau adanya reaksi kimia pada permukaan semen.
5. Letakan produk dan adhesive/lem selama 48 jam dalam temperature ruangan yang sama.
6. Pakailah adhesive/lem yang direkomendasikan oleh perusahaan.
Ada 2 jenis lem yang dapat diaplikasikan yaitu:
1. Lem putih
Jenis lem ini di gunakan untuk LVT yang semi - permanent pemasangannya karena sifat daya rekatnya
yg mudah terangkat sehingga cocok untuk bongkar pasang jika anda ingin memindahkan LVT yang
telah terpasang pada ruangan lain.
2. Lem kuning
Jenis lem ini direkomendasikan untuk yang permanent pemasangannya karena memiliki daya rekat
yang kuat.
PEMASANGAN
1. Siapkan alat-alat:
· Pisau cutter
· Penggaris
· Meteran
· Palu karet
· Adhesive/Lem
2. Pastikan nomor/lot number setiap produk terpasang dengan seri yang sama.
3. Buatlah garis tengah untuk menentukan pusat awal pemasangan.
4. Oleskan adhesives/lem secukupnya pada produk dan media lantai kurang lebih adalah 0.3 - 0.45 kg
per meter.
5. Setelah produk & media diolesi adhesives diamkan selama +/- 10 menit setelah itu produk boleh
dipasang.
6. Tekan secara merata dan pukul pukul dengan palu karet sehingga lantai benar benar menempel, beri
jarak 1mm dari dinding.
7. Karena bahan adhesives mudah terbakar maka hindarilah percikan api
8. Bersihkan sisa adhesive segera dengan menggunakan alcohol atau alkali water.
9. Setelah instalasi tidak dianjurkan dicuci atau pel basah selama 2 hari.
10. Setelah instalasi tidak dianjurkan meletakan, memindahkan furniture atau barang berat selama 48
jam.
PERAWATAN
1. Kebersihan sehari-hari: Bersihkan tumpahan cairan sesegera mungkin, sapu secara teratur , bilas
dengan air bersih dan keringkan jangan menggunakan cairan pembersih dengan bahan yg dapat merusak
lantai.
2. Untuk melindungi lantai dari kebotakan, luka sobek dalam memindahkan barang, letakan
mattress/keset dibawah barang tersebut sebelum memindahkan atau menggeser.
3. Gunakan doormat/keset didepan pintu untuk melindungi dari debu dan lainnya .
4. Gunakan produk poles hanya jika anda ingin lantai terlihat lebih berkilau.
5. Lantai yang terjaga dan perawatan yang teratur tentunya akan menghasilkan lantai yang bersih dan
awet hingga 15 tahun.
F. Pekerjaan Kosen, Pintu dan Jendela
1. Kusen Pintu dan Jendela dari Bahan Alumunium Yang Berkwalitas Baik, diketam dan diamplas dengan
rapi dan bersih serta dicat sesuai dengan petunjuk pengawas lapangan, Sesuai dengan ukuran pada desain
atau gambar kerja
2. Jalusi dari bahan kayu yang berkwalitas baik, diketam dan diamplas dengan rapi dan bersih serta dicat
sesuai dengan petunjuk pengawas lapangan, Sesuai dengan ukuran pada desain atau gambar kerja
3. Pintu terbuat dari bahan HPL berukuran 2.10x80 cm, menggunakan bahan kayu yang berkwalitas baik,
diketam dan diamplas dengan rapi dan bersih serta dicat sesuai dengan petunjuk pengawas lapangan,
Sesuai dengan ukuran pada desain atau gambar kerja
4. Ukuran jendela 100x200cm dan menggunakan kaca dengan Ketebalan 5 mm.
5. Kunci tanam berkwalitas baik
6. Engsel Pintu
7. Engsel Jendela
8. Sloot Pintu
9. Sloot Jendela
10. Hak Angin
11. Handle Jendela
Berikut Metode pelaksanaan pemasanngan Kusen
G. Pekerjaan Rangka Dan Plafond
1. Rangka Plafond Menggunakan Furing dari bahan alumunium
2. Diikat menggunakan baut
3. Dipasang sesuai dengan desain pada gambar kerja
4. Plafond yang digunakan dari bahan pvc
H. Pekerjaan Rangka Atap Baja Ringan
1 Rangka Baja Ringan
2 Pasangan Atap Spandek t = 0.30
Pada tahapan pertama pekerjaan akan dilakukan pengadaan baja ringan rangka atap yang dipesan sesuai dengan
spek teknis dan gambar kerja. Tukang atau pekerja akan mengukur pemasangan rangka sebagai rangka atap. Setelah
diukur maka tukang atau pekerja akan merakit rangka baja sesuai dengan bentuk gambar kerja. Setelah perakitan
selesai maka rangka baja atap dinaikkan ke atas bangunan sebagai kuda-kuda penopang atap. Rangka baja ringan
akan dipasang dan diikat dengan paku atau baut pengikat khusus. Pemasangan atap dilakukan yaitu atap dipakukan
langsung pada gording dengan menggunakan paku ulir (paku khusus untuk atap). Tiap sambungan diberi tindisan
sesuai dengan spesifikasi pabrik. Alur atap harus dipasang merata (tidak bolak balik), sehingga hasil akhir pasangan
akan rapi. Bubungan ditutup dengan seng bubungan. Tindisan antara satu lembaran bubungan dengan lembaran
bubungan lainnya harus sesuai dengan persyaratan pabrik minimal 10 cm. Pemasangan harus rapi dan memenuhi
syarat-syarat sehingga tidak mengakibatkan kebocoran.
Pemasangan Bubungan (Rabung) dilakukan dengan Tindisan antara satu lembaran bubungan dengan lembaran
bubungan lainnya harus sesuai dengan persyaratan pabrik minimal 10 cm. Pekerja memasang rabung dengan
susunan mengarah lurus rapi dan dipasang dengan baut atau paku khusus.
Pada tahapan pekerjaan listplank akan dilakukan pengetaman papan untuk listplank pada ketam kayu kemudian
papan yang telah sesuia ukurannya akan dipasang oleh pekerja dan tukang pada area pemasangan listplank dengan
panjang dan ukuran listplank sesuai dengan gambar kerja, listplank dipaku pada kayu dengan kuat dan kokoh agar
tidak terlepas.
I. Pekerjaan Pengecatan
1. Cat Dinding
2. Cat Plafond
3. Cat Kusen, Pintu dan Jendela
4. Cat Lisplank
Berikut metode pelaksanaannya :
a. Cek , apakah permukaan Dinding, Atau area yang akan dicat sudah rata
b. Jika permukaan sudah rata, laksanakan pengecatan dasar dengan alat bantu pada bidang yang
luas & kwas untuk bidang yang sempit ( sulit ).
c. Jika cat dasar tersebut sudah kering, laksanakan pengecatan finish ( Jumlah pelapisan cat sesuai dengan
Spesifikasi ).
d. C e k , apakah pengecatan finish tersebut sudah rata
e. Apabila sudah rata, bersihkan cat- cat yang mengotori bahan-bahan / pekerjaan lain yang seharusnya
tidak terkena cat.
f. Untuk pengecatan area ketinggian gunakan alat bantu seperti rol dan lainnya pada sisi yang tidak bias dicat
sebelum pemasangan
J. Pekerjaan Diding HPL
Agar hasil pemasangan HPL optimal dan tahan lama, diperlukan teknik pemasangan HPL yang tepat dan
benar. Artikel ini akan membahas langkah-langkah dan teknik yang tepat dalam pemasangan HPL.
1. Persiapan Alat dan Bahan
Langkah pertama dalam pemasangan dindng HPL adalah mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
Berikut adalah daftar alat dan bahan yang umum digunakan:
• Lembaran HPL
• Papan dasar (misalnya MDF, plywood, atau particle board)
• Lem kontak (contact adhesive)
• Rol lem atau kuas
• Cutter atau gergaji HPL
• Penggaris besi
• Kertas amplas
• Mesin router (opsional)
• Penggaris siku
• Masker dan sarung tangan
• Playwood
2. Memotong Lembaran HPL
Sebelum memotong, ukur permukaan yang akan dilapisi dengan HPL dengan cermat. Setelah itu, tandai
lembaran HPL sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan menggunakan penggaris besi dan pensil.
Potong HPL menggunakan cutter atau gergaji HPL. Pastikan potongan dilakukan dengan hati-hati untuk
menghindari retakan atau pecah pada HPL.
3. Menyiapkan Papan Dasar/Playwood
Papan dasar harus dalam kondisi bersih, kering, dan rata. Amplas permukaan papan dasar untuk memastikan
tidak ada kotoran atau ketidaksempurnaan yang dapat mengganggu proses penempelan HPL.
Pastikan semua tepi papan dasar telah diamplas dengan baik untuk memudahkan penempelan HPL.
4. Mengaplikasikan Lem Kontak
Aplikasikan lem kontak pada kedua permukaan, yaitu lembaran HPL dan papan dasar. Gunakan rol lem atau
kuas untuk memastikan lem terdistribusi secara merata. Perhatikan untuk tidak mengoleskan lem terlalu tebal
karena bisa menyebabkan permukaan tidak rata.
Biarkan lem mengering selama beberapa menit sesuai dengan petunjuk yang tertera pada kemasan lem kontak,
biasanya sekitar 10-15 menit atau hingga lem tidak lagi lengket saat disentuh.
5. Menempelkan Lembaran HPL
Setelah lem mengering, letakkan lembaran HPL pada papan dasar dengan hati-hati. Untuk meminimalkan
kesalahan penempatan, Anda bisa menggunakan teknik “dry fitting” terlebih dahulu, yaitu menempatkan HPL
tanpa lem untuk memastikan kesesuaian.
Mulai dari satu sisi, tempelkan HPL secara perlahan sambil menekan dengan kuat menggunakan rol atau
tangan untuk menghindari munculnya gelembung udara. Pastikan seluruh permukaan HPL menempel
sempurna pada papan dasar.
6. Pemangkasan dan Finishing
Setelah HPL menempel sempurna, potong kelebihan HPL yang menonjol menggunakan mesin router atau
cutter. Amplas tepi HPL dengan kertas amplas halus untuk mendapatkan hasil akhir yang rapi dan
menghilangkan ketajaman pada tepi HPL.
Untuk hasil terbaik, gunakan mesin router dengan mata pisau yang sesuai untuk memotong HPL.
7. Pembersihan dan Inspeksi Akhir
Setelah semua proses selesai, bersihkan permukaan HPL dari sisa-sisa lem atau debu dengan kain bersih.
Periksa seluruh permukaan untuk memastikan tidak ada cacat atau gelembung udara.
Jika ditemukan gelembung udara kecil, Anda dapat menggunakan jarum halus untuk melepaskannya dan
menekan permukaan tersebut dengan kuat
IV. PEKERJAAN AKHIR
Setelah seluruh rangkaian item pekerjaan selesai dikerjakan maka akan dilakukan pembersihan seluruh area
pekerjaan meliputi pembersihan sisa-sisa material di area dan juga pembersihan terhadap halaman area pekerjaan.
Setelah pembersihan dilakukan maka akan dilakukan demobilisasi seluruh struktur pekerjaan baik meliputi personil
pekerja dan juga peralatan pekerjaan. Semua pekerjaan yang telah dikerjakan akan dicek kembali sesuai dengan
Gambar kerja dan juga sesuai dengan spesifikasi Teknis.
Kotapinang, 17 Juli 2025
Plh. DIREKTUR
UPT. RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD)
KOTAPINANG
KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN
SELAKU PENGGUNA ANGGARAN
Dto,
dr. HASANA LIZA, M.KM
NIP.19800424 201001 2 008