| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0741580765124000 | Rp 845,085,418 | - | |
| 0942255191121000 | Rp 794,411,205 | Tidak Memiliki Bukti Kepemilikan Alat Mesin Las. | |
| 0705339406121000 | - | - | |
CV Bahtera Amaris Kencana | 09*0**2****21**0 | - | - |
| 0869209619121000 | - | - | |
| 0401905666125000 | - | - | |
| 0614642783118000 | - | - | |
CV Nuansa Cipta Mandiri | 09*9**9****01**0 | - | - |
| 0021784566125000 | - | - | |
| 0803688514122000 | - | - | |
| 0928819176116000 | - | - | |
| 0724180179121000 | - | - | |
| 0020197570127000 | - | - | |
CV Tak Kusangka Jadi | 10*1**1****11**5 | - | - |
| 0958687311121000 | - | - | |
| 0026260281122000 | - | - |
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
Nama Pekerjaan : P
EMELIHARAAN GEDUNG ATAU BANGUNAN DALAM NEGERI
SPESIFIKASI GEDUNG TIDAK BERTINGKAT
sebelum pekerjaan dilapangan dimulai akan dilakukan pengurusan administrasi oleh Pelaksana
sebagai dasar hukum untuk pelaksanaan pekerjaan yaitu meliputi Surat Perintah Kerja, Surat Perintah mulai
kerja dan Surat penyerahan lapangan kerja. setelah itu dilakukan :
I. PEKERJAAN PENDAHULUAN
1. Pembersihan Lapangan
Metode Pelaksanaan :
Pada tahapan ini dilaksanakan persiapan awal pekerjaan seperti mobilisasi perlatan dan personil kerja
penentuan titik nol atau awal titik mula pekerjaan. Selanjutnya Pembersihan lapangan atau lokasi kerja
serta perataan area dilakukan oleh pekerja dan Tukang dibawah arahan dan komando Site Manager, dengan
membersihkan seluruh area pekerjaan, membersihkan sampah dan akar pohon serta di angkut Keluar Area
dengan Menggunakan Dump Truck dengan Kapasitas 3,5T/106 Hp, memberi patok batas pada area
pekerjaan agar tahapan pekerjaan selanjutnya dapat dilaksanakan. Apabila pada area pekerjaan terdapat
pipa-pipa air atau listrik maka akan dikoordinasikan dengan konsultan pengawas dan owner terhadap
pemindahan atau intruksi lain untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Pada saat pembersihan lapangan
yang awal mula pekerjaan ini sebagai persiapan untuk tahapan pekerjaan selanjutnya dihadirkan seluruh
personil inti tenaga ahli dan personil kerja sebagai tahapan untuk melakukan koordinasi antar personil
dalam mengoptimalkan kinerja seluruh personil kerja.
2. Papan Nama Proyek
Untuk papan nama proyek akan dilakukan pengesetan pada printing grafika dan akan diprint sebagai spanduk
dan dipasangkan pada tiang kayu Penyangga dengan baik. Papan nama proyek dengan dimensi yang
disesuaikan yang memuat tentang identitas proyek, terlebih dahulu dipasang sebagai tanda dimulainya
pekerjaan. Untuk patok penunjuk arah akan dibuat dari kayu dan diberi tanda penunjuk arah. bentuk papan
nama proyek dapat dilihat pada gambar berikut :
Papan nama proyek biasanya berisikan tulisan :
1. Nama Pekerjaan
2. Sumber Dana
3. Nilai Pekerjaan
4. Nama Kontraktor Pelaksana
5. Nama Instansi
6. Tahun Anggaran
Papan Nama Proyek
3. Pengukuran dan Pemasangan Bowplank
Metode Pelaksanaan :
Pada tahapan pekerjaan ini termasuk untuk Pengukuran akan dilakukan kembali pengukuran awal (MC-0)
apabila dibutuhkan terhadap pekerjaan. Pengukuran diukur berdasarkan titik penentuan sesuai dengan gambar
rencana dan intruksi pengawas dan Owner. Untuk pemasangan Bowplank dipasang dengan jarak dan ukuran
tertentu dengan menggunakan kayu sembarang serta paku kayu. Pengukuran dan pemasangan bouwplank titik
duga (peil + 00) ditentukan bersama - sama Kontraktor dan Konsultan Pengawas dan Owner. Patok - patok
berukuran minimal 5/7 cm dan papan bouwplank 3/20 cm dengan panjang ukuran lebih dari 4 m dan diambil
dari kayu kualitas baik. Papan patok dipasang kayu keras dan tidak berubah posisinya, tanda – tanda dan
sumbu akan di pasang secara teliti dan jelas, dicat dengan cat menie (Apabila dianjurkan).
4. Pek. Administrasi dan Dokumentasi
Pada tahapan ini dilakukan proses administrasi meliputi surat menyurat, arsip file, pelaporan setiap aspek
pekerjaan baik laporan harian, mingguan, dan bulanan dan juga Pelaporan progrees kemajuan pekerjaan
dilapangan dan lain lain serta untuk dokumentasi ialah dilakukan pengambilan foto untuk tahapan setiap
pekerjaan dilapangan pada masa pelakasanaan pekerjaan.
5. Perlengkapan RK3
Untuk item pekerjaan ini akan disediakan perlenkapan rk3 sesuai dengan aturan dan manajemen RK3 baik
perlatan dan obat-obatan pertolongan pertama.
II. PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUANG VIV
A. Pekerjaan Tanah
1. Pekerjaan Galian Tanah Pondasi
Untuk pekerjaan galian pondasi maka galian pondasi tapak terlebih dahulu dilakukan setelah pondasi tapak
baru dilakukan galian tanah pondasi batu gunung. Pekerjaan galian dilaksanakan secara open cut, dilakukan
oleh Tukang Gali dengan kemiringan 1 : 0,5 (Sesuai dengan gambar kerja). Juru ukur akan memberikan patok-
patok panduan serta berapa kedalaman galian yang harus dicapai. Material hasil galian sebagian
ditempatkan/distok disamping galian untuk timbunan kembali, jarak penempatan hasil galian untuk timbunan
harus aman, tidak akan terjadi longsor dan masuk kedalam lubang galian. Hasil galian yang berlebih, atau yang
tidak dapat dipakai untuk timbunan kembali dimuat langsung ke Dumptruk Kapasitas 3,5 T/106Hp untuk
dibuang ke Disposal area. Bak dumptruck harus ditutupi dengan terpal/plastik agar tanah yang dibawa tidak
berceceran. Kesemuanya ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya dampak lingkungan yang dapat
ditimbulkan akibat aktifitas pekerjaan Galian.
Berikut Urutan metode pelaksanaan :
- Juru Ukur akan melakukan pengukuran untuk menentukan titik ukur terhadap titik elevasi galian tanah
- Tukang menandai hasil pengukuran dengan menggunakan patok kayu yang diberi warna cat
- Tukang memasang patok dan benang untuk acuan galian.
- Tukang menggali tanah dengan acuan patok dan benang yang telah dipasang
- Galian tanah untuk pondasi dilakukan sampai kedalaman dan lebar sesuai rencana.
- Pada setiap periode tertentu kedalaman galian tanah selalu diperiksa dengan menggunakan alat ukur manual
atau dengan Survey Equipment.
- Bila ada genangan air dalam galian maka disediakan pompa air untuk menguras air dipompa ke luar,
sehingga tidak mengganggu proses pekerjaan.
2. Pek. Timbunan Tanah
Metode Pelaksanaan :
Timbunan tanah dikerjakan setelah pekerjaan konstruksi pondasi dan Sloof selesai dikerjakan. Tukang atau
pekerja akan mengurug tanah ke bekas lubang galian secara menyeluruh dan merata. Untuk urugan pondasi
dapat digunakan tanah hasil galian pondasi atau material lain yang disetujui oleh Konsultan supervisi dan
Owner. Tanah Humus atau tanah hasil pembersihan lapangan tidak digunakan sebagai urugan pondasi, Adapun
Tanah yang diambil dari Kotapinang yang memiliki Izin Galian C yang diangkut menggunakan Dumptruk
Kapasitas 3,5 T/106Hp Menuju Ke lokasi Pekerjaan. Tanah urugan pondasi dipadatkan dengan alat pemadat
atau alat lain yang disetujui oleh Konsultan Pengawas Dan Owner.
Peralatan :
- Kereta sorong
- Peralatan Tukang
3. Urugan Pasir Bawah Pondasi
Untuk urugan pasir akan dilakukan setelah galian tanah untuk pondasi dilakukan, pada lantai galian Tukang
akan menghampar pasir urug dengan ketebalan sesuai dengan bestek dan gambar rencana, pekerja akan
memastikan pasir dalam keadaan tidak tercampur dengan batu atau tanah, setelah pasir dihampar akan akan
dilakukan pengukuran ketebalan agar sesuai dengan ukuran dan dimensi yang dipersyaratkan. Urugan Pasir
dilakukan dengan menyeluruh dan merata mengikuti dimensi galian agar padat dan rapat. Berikut urutan
metode pelaksanaan :
- Pada dasar galian pondasi dihampar pasir urug padat dengan ketebalan sesuai gambar kerja
- Pasir diratakan dengan menggunakan tarikan kayu dan selalu dikontrol ketebalan dari pasir tersebut
- Pasir dibasahi dengan air agar pasir benar-benar padat dan rata
- Tukang memeriksa urugan pasir urug agar benar-benar padat dan ketebalan sesuai dengan bestek
4. Pas. Lantai Kerja Cor 1 : 3 : 5
1) Pencampuran beton.
Sebelum melakukan pencampuran beton, akan dibuat mix design beton yang akan dibuat (jika diperlukan). Hal
ini meliputi penyelidikan Laboratorium terhadap bahan-bahan sesuai standar yang diminta dalam spesifikasi,
antara lain PBI, ASTM, AASTHO, BS. Setelah persiapan mix design disetujui, dan diadakan uji campuran (
trial mix ) sudah berhasil, maka material dapat diorder sesuai dengan yang telah disetujui oleh
Pengawas/Pemilik Proyek.
2) Pelaksanaan pengecoran beton.
Setelah besi Dipotong Menggunakan Gerinda Tangan dengan Kapasitas berat 2900 gram sesuai dengan
kebutuhan dan bekisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan pada lokasi pengecoran untuk
menghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidak-sempurnaan hasil pengecoran. Juru ukur (surveyor) dengan
menggunakan survey Equipment melakukan pengukuran dan marking area untuk titik penempatan, ukuran
(dimensi) serta leveling dari poer, dan tapak pondasi. Dengan menggunakan check list pengecoran, surat ijin
pengecoran diajukan kepada Pengawas. Setelah diadakan pengecekan oleh tim Pemberi tugas, dan ijin
pengecoran telah ditanda tangani, maka pengecoran dapat segera dilaksanakan. Tukang Menyiapkan Pompa
Air Dengan Kapasitas 27/61 Liter Permenit sehingga Air dapat memenuhi Kebutuhan Terhadap membuat
adukan beton segar yang dicampur di lapangan (site mix) menggunakan Concrete Mixer atau Molen Beton
atau Ready Mix Kapasitas 0,25 m3/10hpsesuai dengan prosedur pencampuran, diangkut dengan memakai alat
angkut baik kereta sorong atau lainnya dan kemudian dituang ke dalam media cor atau area pengecoran. Pada
saat pengecoran adukan beton diratakan dan dipadatkan dengan alat atau manual sehingga beton cor dapat
padat dan tersebar menyeluruh ke semua rongga atau sudut didalam cetakan atau area cor.
B. Pekerjaan Pondasi
1. Pondasi Sloop
Pekerjaan galian dilaksanakan secara open cut, dengan kemiringan 1 : 0,5 (Sesuai dengan gambar kerja).
Juru ukur akan memberikan patok-patok panduan serta berapa kedalaman galian yang harus dicapai.
Material hasil galian sebagian ditempatkan/distok disamping galian untuk timbunan kembali, jarak
penempatan hasil galian untuk timbunan harus aman, tidak akan terjadi longsor dan masuk kedalam lubang
galian. Hasil galian yang berlebih, atau yang tidak dapat dipakai untuk timbunan kembali dimuat langsung
ke Dumptruk Kapasitas 3,5 T/106Hp untuk dibuang ke Disposal area. Bak dumptruck harus ditutupi
dengan terpal/plastik agar tanah yang dibawa tidak berceceran. Kesemuanya ini dimaksudkan untuk
mencegah terjadinya dampak lingkungan yang dapat ditimbulkan akibat aktifitas pekerjaan Galian.
Berikut Urutan metode pelaksanaan :
- Juru Ukur akan melakukan pengukuran untuk menentukan titik ukur terhadap titik elevasi galian tanah
- Tukang menandai hasil pengukuran dengan menggunakan patok kayu yang diberi warna cat
- Tukang memasang patok dan benang untuk acuan galian.
- Tukang menggali tanah dengan acuan patok dan benang yang telah dipasang
- Galian tanah untuk pondasi dilakukan sampai kedalaman dan lebar sesuai rencana.
- Pada setiap periode tertentu kedalaman galian tanah selalu diperiksa dengan menggunakan alat ukur manual
atau dengan Survey Equipment.
- Bila ada genangan air dalam galian maka disediakan pompa air untuk menguras air dipompa ke luar,
sehingga tidak mengganggu proses pekerjaan
2. Pondasi Umpak Beton Bertulang
- Beton Coor K 175
- Besi Beton D 12 mm
Metode pelaksanaan Pekerjaan Pengecoran :
a. Bahan :
- Semen Portland
- Kerikil
- Pasir
- Air
b. Peralatan :
- Alat Pencampur beton
- Kereta sorong
- Peralatan Tukang
c. Metode
1) Pencampuran beton.
Pencampuran beton dilakukan sesuai dengan mutu beton yang diinginkan. Hal ini meliputi penyelidikan
terhadap bahan-bahan sesuai standar yang diminta dalam spesifikasi. Setelah persiapan disetujui, dan
diadakan uji campuran ( trial mix ) sudah berhasil, maka material dapat diorder sesuai dengan yang telah
disetujui oleh Pengawas/Pemilik Proyek.
2) Pelaksanaan pengecoran beton.
Setelah besi Dipotong Menggunakan Gerinda Tangan dengan Kapasitas berat 2900 gram sesuai dengan
kebutuhan dan bekisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan pada lokasi pengecoran
untuk menghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidak-sempurnaan hasil pengecoran. Setelah
diadakan pengecekan oleh tim Pemberi tugas, dan ijin pengecoran telah diijinkan, maka pengecoran
dapat segera dilaksanakan. Tukang Menyiapkan Pompa Air Dengan Kapasitas 27/61 Liter Permenit
sehingga Air dapat membuat adukan beton segar yang dicampur di lapangan (site mix) menggunakan
Concrete Mixer atau Molen Beton Kapasitas 0,25 m3/10hpsesuai dengan prosedur pencampuran,
diangkut dengan memakai alat angkut baik kereta sorong atau lainnya dan kemudian dituang ke dalam
media cor atau area pengecoran. Pada saat pengecoran adukan beton diratakan dan dipadatkan dengan
alat atau manual sehingga beton cor dapat padat dan tersebar menyeluruh ke semua rongga atau sudut
didalam cetakan atau area cor.
Bahan dan Alat yang digunakan :
- Alat Perkakas Tukang / Alat Bantu
- Semen, Air, Pasir Beton, Kerikil, Kereta Sorong, Concrete Mixer, Pompa air Dll.
Tenaga Kerja :
- Pekerja
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
C. Pekerjaan Beton Bertulang
1 Sloof Beton Bertulang Uk. 15 x 20 Cm
- Beton Cor K.175
'- Besi Beton D 12 mm
- Papan Bekisting
2 Kolom Praktis Beton Bertulang Uk. 11x11cm
3 Balok Beton Bertulang 15x15cm ( Untuk Teras )
- Beton Cor K.175
'- Besi Beton D 12 mm /Memotong Besi dengan
Gerinda Tangan
- Besi Beton Ø 6 mm/Memotong Besi dengan
Gerinda Tangan
- Papan Bekisting (1 x pakai)
4 Ring Balok Beton Bertulang Uk. 10x15cm
Untuk item pekerjaan ini metode pelaksanaannya dirangkum sebagai berikut :
- Beton Cor
Metode pelaksanaan Pekerjaan Pengecoran :
a. Bahan :
- Semen Portland
- Kerikil
- Pasir
- Air
b. Peralatan :
- Alat Pencampur beton
- Alat Angkat
- Concrete vibrator (Jika Diperlukan)
- Kereta sorong
- Peralatan Tukang
c. Metode
1) Pencampuran beton.
Pencampuran beton dilakukan sesuai dengan mutu beton yang diinginkan. Hal ini meliputi penyelidikan
terhadap bahan-bahan sesuai standar yang diminta dalam spesifikasi. Setelah persiapan disetujui, dan
diadakan uji campuran ( trial mix ) sudah berhasil, maka material dapat diorder sesuai dengan yang telah
disetujui oleh Pengawas/Pemilik Proyek.
2) Pelaksanaan pengecoran beton.
Setelah besi Dipotong Menggunakan Gerinda Tangan dengan Kapasitas berat 2900 gram sesuai dengan
kebutuhan dan bekisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan pada lokasi pengecoran
untuk menghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidak-sempurnaan hasil pengecoran. Setelah
diadakan pengecekan oleh tim Pemberi tugas, dan ijin pengecoran telah diijinkan, maka pengecoran
dapat segera dilaksanakan. Tukang Menyiapkan Pompa Air Dengan Kapasitas 27/61 Liter Permenit
sehingga Air dapat membuat adukan beton segar yang dicampur di lapangan (site mix) menggunakan
Concrete Mixer atau Molen Beton Kapasitas 0,25 m3/10hp sesuai dengan prosedur pencampuran,
diangkut dengan memakai alat angkut baik kereta sorong atau lainnya dan kemudian dituang ke dalam
media cor atau area pengecoran. Pada saat pengecoran adukan beton diratakan dan dipadatkan dengan
alat atau manual sehingga beton cor dapat padat dan tersebar menyeluruh ke semua rongga atau sudut
didalam cetakan atau area cor.
Bahan dan Alat yang digunakan :
- Alat Perkakas Tukang / Alat Bantu
- Semen, Air, Pasir Beton, Kerikil, Kereta Sorong, Concrete Mixer, Pompa air Dll.
Tenaga Kerja :
- Pekerja - Tukang
- Mandor - Kepala Tukang
Berikut Diagram Contoh Pelaksanaan Pengecoran Tapak Pondasi
Berikut Diagram Contoh Pelaksanaan Pengecoran Kolom
Diagram Pekerjaan Pengecoran Sloof
D. Pekerjaan Pasangan Bata dan Plesteran
Pasangan Dinding 1 : 4
1
2 Plesteran Dinding 1 : 4
3 Acian
Berikut metode pelaksanaan Pasangan Batu Bata :
a. Sediakan bak yang diisi air untuk merendam batu bata Foam yang akan dipasang (± 10 menit )
b. Buat tarikan benang tiap ± 7 lapis bata.
c. Pemasangan kaso 5/7 di dua ujung lokasi secara tegak lurus
d. Tinggi pasangan bata maximum yang diperbolehkan terhadap sesuai dengan gambar dan rencana dan
syarat-syarat pekerjaan
e. sebelum pelaksanaan pasangan dimulai, pasangan batu bata sebaiknya disiram.
f. Tebal adukan pengikat tidak kurang dari 10 mm dan adukan harus padat sedemikian rupa sehingga
membentuk sambungan yang lurus.
g. Kemudian pekerja / Tukang memasang batu bata hingga menyusun seperti gambar kerja dan direkat
dengan adukan beton
h. Tukang memastikan susunan pasangan batu bata sejajar, kokoh dan rapi
i. Juru Ukur melakukan pengukuran agar pasangan bata terpasang dengan sejajar dan Sesuai Bestek
Berikut metode pelaksanaan plasteran dan acian :
a. Tukang membasahi permukaan pasangan bata sampai basah dan merata
b. Pekerja memaasang tarikan benang vertikal dan horisontal untuk caplakan kepalaan.
- Cek tarikan benang
c. Tukang membuat kepalaan vertikal jarak 1 m’, biarkan sampai kepalaan mengeras min ± 1 hari.
- Cek kepalaan dan sparing ME
d. Plester di antara kepalaan, lalu ratakan dan padatkan dengan jidar alumunium mak. 3 m’.
- Cek plesteran
e. Perawatan Plester kasar dengan penyiraman selama min. 3 hari, sebelum diaci.
f. Acian dinding plaster satu bidang sekaligus pada satu kali pengacian.
g. Ratakan dan padatkan acian menggunakan roskam baja sampai benar-benar rata dan halus.
E. Pekerjaan Lantai
1. Lantai Keramik Gedung Uk. 40x40 cm .
Untuk item pekerjaan ini telah dijelaskan metode pelaksanaannya seperti diatas
Item pekerjaan ini metode pelaksanaan dirangkum sebagai berikut :
a. Pemasangan keramik untuk pola, tipe dan ukurannya harus sesuai dengan gambar kerja dan
petunjuk Pengawas Lapangan.
b. Buat adukan beton tumbuk untuk lapisan perekat dasar keramik
c. Setelah dasar lantai siap, maka keramik yang akan dipasang diseleksi sesuai dengan warna-warna
yang sama. Apabila diperlukan pemotongan dilaksanakan dengan rapi dengan memakai mesin
pemotong Gerinda tangan berkapasitas 4100 nb dan pinggirannya diasah dengan batu pengasah.
d. Sebelum pemasangan, keramik harus direndam air hingga tercapai kondisi jenuh air untuk
menghindari pengeringan adukan mortar/spesi yang terlalu cepat.
e. Keramik dan stepnozing keramik dipasang dengan menggunakan adukan mortar 1 PC : 4 Pasir
dalam perbandingan volume. Pemasangan dengan jalur-jalur (joints) yang lurus dan apabila terjadi
ketidakteraturan jalur diisi dengan pasta semen. Sesudah cukup kering keramik dicuci dengan lap
basah sampai bersih, dan apabila ada bagian-bagian yang lepas harus cepat diperbaiki.
Selama pemasangan dan sebelum kering yang cukup, lantai harus dihindari dari injakan dan gangguan lain.
Kotoran-kotoran dan lainnya yang menempel pada permukaan lantai harus segera dibersihkan sebelum
menjadi kering. Pemasangan keramik lantai dilakukan lurus dan rata sesuai dengan petunjuk gambar kerja
2. Lantai Vinyl
1. Bersihkan semua kotoran (debu, pasir, minyak, cat atau kotoran lainnya ) yang ada pada lantai,
sapu dan pel , permukaan harus benar- benar bersih dan kering.
2. Bersihkan dan keringkan permukaan yang lembab dan basah.
3. Pastikan permukaan lantai benar-benar rata dan tidak bergelombang.
4. Untuk bangunan dengan konstruksi lantai yang baru adalah penting untuk memastikan semen
acian lantai benar-benar kering sempurna dibutuhkan waktu kurang lebih 2 minggu untuk
memastikan permukaan tidak berembun atau adanya reaksi kimia pada permukaan semen.
5. Letakan produk dan adhesive/lem selama 48 jam dalam temperature ruangan yang sama.
6. Pakailah adhesive/lem yang direkomendasikan oleh perusahaan.
Ada 2 jenis lem yang dapat diaplikasikan yaitu:
1. Lem putih
Jenis lem ini di gunakan untuk LVT yang semi - permanent pemasangannya karena sifat daya
rekatnya yg mudah terangkat sehingga cocok untuk bongkar pasang jika anda ingin
memindahkan LVT yang telah terpasang pada ruangan lain.
2. Lem kuning
Jenis lem ini direkomendasikan untuk yang permanent pemasangannya karena memiliki daya
rekat yang kuat.
PEMASANGAN
1. Siapkan alat-alat:
· Pisau cutter
· Penggaris
· Meteran
· Palu karet
· Adhesive/Lem
2. Pastikan nomor/lot number setiap produk terpasang dengan seri yang sama.
3. Buatlah garis tengah untuk menentukan pusat awal pemasangan.
4. Oleskan adhesives/lem secukupnya pada produk dan media lantai kurang lebih adalah 0.3 -
0.45 kg per meter.
5. Setelah produk & media diolesi adhesives diamkan selama +/- 10 menit setelah itu produk
boleh dipasang.
6. Tekan secara merata dan pukul pukul dengan palu karet sehingga lantai benar benar
menempel, beri jarak 1mm dari dinding.
7. Karena bahan adhesives mudah terbakar maka hindarilah percikan api
8. Bersihkan sisa adhesive segera dengan menggunakan alcohol atau alkali water.
9. Setelah instalasi tidak dianjurkan dicuci atau pel basah selama 2 hari.
10. Setelah instalasi tidak dianjurkan meletakan, memindahkan furniture atau barang berat
selama 48 jam.
PERAWATAN
1. Kebersihan sehari-hari: Bersihkan tumpahan cairan sesegera mungkin, sapu secara teratur ,
bilas dengan air bersih dan keringkan jangan menggunakan cairan pembersih dengan bahan yg
dapat merusak lantai.
2. Untuk melindungi lantai dari kebotakan, luka sobek dalam memindahkan barang, letakan
mattress/keset dibawah barang tersebut sebelum memindahkan atau menggeser.
3. Gunakan doormat/keset didepan pintu untuk melindungi dari debu dan lainnya .
4. Gunakan produk poles hanya jika anda ingin lantai terlihat lebih berkilau.
5. Lantai yang terjaga dan perawatan yang teratur tentunya akan menghasilkan lantai yang bersih
dan awet hingga 15 tahun.
F. Pekerjaan Kosen, Pintu dan Jendela
1. Kusen Pintu dan Jendela dari Bahan Alumunium Yang Berkwalitas Baik, diketam dan diamplas
dengan rapi dan bersih serta dicat sesuai dengan petunjuk pengawas lapangan, Sesuai dengan
ukuran pada desain atau gambar kerja
2. Jalusi dari bahan kayu yang berkwalitas baik, diketam dan diamplas dengan rapi dan bersih serta
dicat sesuai dengan petunjuk pengawas lapangan, Sesuai dengan ukuran pada desain atau gambar
kerja
3. Pintu terbuat dari bahan HPL berukuran 2.10x80 cm, menggunakan bahan kayu yang berkwalitas
baik, diketam dan diamplas dengan rapi dan bersih serta dicat sesuai dengan petunjuk pengawas
lapangan, Sesuai dengan ukuran pada desain atau gambar kerja
4. Ukuran jendela 100x200cm dan menggunakan kaca dengan Ketebalan 5 mm.
5. Kunci tanam berkwalitas baik
6. Engsel Pintu
7. Engsel Jendela
8. Sloot Pintu
9. Sloot Jendela
10. Hak Angin
11. Handle Jendela
Berikut Metode pelaksanaan pemasanngan Kusen
G. Pekerjaan Rangka Dan Plafond
1. Rangka Plafond Menggunakan Furing dari bahan alumunium
2. Diikat menggunakan baut
3. Dipasang sesuai dengan desain pada gambar kerja
4. Plafond yang digunakan dari bahan pvc
H. Pekerjaan Rangka Atap Baja Ringan
1 Rangka Baja Ringan
2 Pasangan Atap Spandek t = 0.30
Pada tahapan pertama pekerjaan akan dilakukan pengadaan baja ringan rangka atap yang dipesan sesuai
dengan spek teknis dan gambar kerja. Tukang atau pekerja akan mengukur pemasangan rangka sebagai
rangka atap. Setelah diukur maka tukang atau pekerja akan merakit rangka baja sesuai dengan bentuk
gambar kerja. Setelah perakitan selesai maka rangka baja atap dinaikkan ke atas bangunan sebagai kuda-
kuda penopang atap. Rangka baja ringan akan dipasang dan diikat dengan paku atau baut pengikat khusus.
Pemasangan atap dilakukan yaitu atap dipakukan langsung pada gording dengan menggunakan paku ulir
(paku khusus untuk atap). Tiap sambungan diberi tindisan sesuai dengan spesifikasi pabrik. Alur atap harus
dipasang merata (tidak bolak balik), sehingga hasil akhir pasangan akan rapi. Bubungan ditutup dengan
seng bubungan. Tindisan antara satu lembaran bubungan dengan lembaran bubungan lainnya harus sesuai
dengan persyaratan pabrik minimal 10 cm. Pemasangan harus rapi dan memenuhi syarat-syarat sehingga
tidak mengakibatkan kebocoran.
Pemasangan Bubungan (Rabung) dilakukan dengan Tindisan antara satu lembaran bubungan dengan
lembaran bubungan lainnya harus sesuai dengan persyaratan pabrik minimal 10 cm. Pekerja memasang
rabung dengan susunan mengarah lurus rapi dan dipasang dengan baut atau paku khusus.
Pada tahapan pekerjaan listplank akan dilakukan pengetaman papan untuk listplank pada ketam kayu
kemudian papan yang telah sesuia ukurannya akan dipasang oleh pekerja dan tukang pada area pemasangan
listplank dengan panjang dan ukuran listplank sesuai dengan gambar kerja, listplank dipaku pada kayu
dengan kuat dan kokoh agar tidak terlepas.
I. Pekerjaan Pengecatan
1. Cat Dinding
2. Cat Plafond
3. Cat Kusen, Pintu dan Jendela
4. Cat Lisplank
Berikut metode pelaksanaannya :
a. Cek , apakah permukaan Dinding, Atau area yang akan dicat sudah rata
b. Jika permukaan sudah rata, laksanakan pengecatan dasar dengan alat bantu pada bidang
yang luas & kwas untuk bidang yang sempit ( sulit ).
c. Jika cat dasar tersebut sudah kering, laksanakan pengecatan finish ( Jumlah pelapisan cat sesuai
dengan Spesifikasi ).
d. C e k , apakah pengecatan finish tersebut sudah rata
e. Apabila sudah rata, bersihkan cat- cat yang mengotori bahan-bahan / pekerjaan lain yang
seharusnya tidak terkena cat.
f. Untuk pengecatan area ketinggian gunakan alat bantu seperti rol dan lainnya pada sisi yang tidak
bias dicat sebelum pemasangan
IV. PEKERJAAN AKHIR
Setelah seluruh rangkaian item pekerjaan selesai dikerjakan maka akan dilakukan pembersihan seluruh area
pekerjaan meliputi pembersihan sisa-sisa material di area dan juga pembersihan terhadap halaman area
pekerjaan. Setelah pembersihan dilakukan maka akan dilakukan demobilisasi seluruh struktur pekerjaan
baik meliputi personil pekerja dan juga peralatan pekerjaan. Semua pekerjaan yang telah dikerjakan akan
dicek kembali sesuai dengan Gambar kerja dan juga sesuai dengan spesifikasi Teknis.
Kotapinang,13 Agustus 2025
PLH
UPT. RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN
SELAKU PENGGUNA ANGGARAN
Dto,
dr. HASANA LISA, M.KM
NIP.19800424 201001 2 008