| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0391067741125000 | Rp 987,240,810 | Tidak Menyampaikan Perizinan Berusaha | |
Pratamakaryanusantara | 06*3**9****16**0 | - | - |
| 0769438078121000 | - | - | |
| 0811534858116000 | - | - | |
| 0022598130127000 | - | - | |
| 0635354699121000 | - | - | |
CV Inti Berlian Bersama | 0316802636416000 | - | - |
CV Bersinar Abadi Sentosa | 05*7**6****25**0 | - | - |
| 0746280775122000 | - | - | |
| 0314009697121000 | - | - |
METODA PELAKSANAAN
Pembangunan Jembatan di Dusun Paya Mambang Desa Mandalasena Kecamatan Silangkitang
LINGKUP PEKERJAAN
Pembangunan Jembatan di Dusun Paya Mambang Desa Mandalasena Kecamatan Silangkitang
adalah struktur beton bertulang, jangka waktu pelaksanaan selama 110 (seratus sepuluh) hari kalender ada pun
lingkup pekerjaan tersebut meliputi :
1. DIVISI 1. UMUM
1.2 Mobilisasi;
1.8 Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas;
1.19 Keselamatan dan Kesehatan Kerja;
1.20.(2) Sondir Termasuk Laporan
2. DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK
3.1.(5) Galian Struktur dengan kedalaman 2 - 4 meter
3.2.(1a) Timbunan Biasa dari Sumber Galian
3.2.(2a) Timbunan Pilihan dari Sumber Galian
3. DIVISI 7. STRUKTUR
7.1 (5a) Beton struktur, fc’30 MPa
7.1 (7a) Beton Struktur, fc’20 MPa
7.1 (10) Beton, fc’10 Mpa
7.3 (1) Baja Tulangan Polos-BjTP 280
7.3 (2) Baja Tulangan Sirip BjTS 280
7.6(19b) Tiang Bor Beton, diameter 400 mm
7.9(1) Pasangan Batu
7.11.(6) Sambungan Siar Muai Expansion Joint Tipe Baja Bersudut, Lebar 50 mm
7.12.(3) Landasan Elastomerik Karet Sintetis
7.13.(1) Sandaran (Railing)
7.14.1 Papan Nama Jembatan
7.16(3b) Pipa Drainase PVC diameter 100 mm
Ketentuan dan Syarat-syarat
Pembahasan Metoda pelaksanaan pekerjaan ini mengambil beberapa ketentuan antara lain :
1. Dalam melaksanakan pekerjaan akan di mulai selambat lambat nya 7 (Tujuh) hari dari tanggal
penyerahan lapangan atau yang di awali dengan melakukan Pre Cost Meeting (PCM).
2. Lokasi dalam melaksanakan kegiatan pekerjaan yang akan di laksanakan lokasinya harus sudah di
periksa tanah dan pengukuran di lapangan untuk pembuatan gambar rencana (Soft Drawing) yang di
setujui oleh direksi lapangan (pihak pengguna jasa).
3. Peralatan kapasitas peralatan yang digunakan seperti terlihat di dalam analisa teknis yang merupakan
bagian dari analisa harga satuan.
4. Bahan/material bahan dan material yang digunakan semua telah memenuhi persyaratan teknis yang
tertera di dalam spesifikasi teknis berlaku.
1. Mobilisasi
Kegiatan mobilisasi mencakup pekerjaan, sebagai berikut :Pengangkutan peralatan konstruksi sesuai dengan
daftar peralatan yang akandigunakan untuk mengerjakan proyek diantaranya:
1. DUMP TRUCK 3 - 4 M3
2. EXCAVATOR 80-140 HP
3. BORE PILE MACHINE 20 HP
4. CONCRETE VIBRATOR 5,5 HP
5. WATER PUMP 70-100 mm.
6. CONCRETE MIXER (0,3-0,6 M3)
7. Vibratory Roller 5-8 T.
8. Motor Grader >100 HP
9. Water Tanker 3000-4500 L
2. Kantor
Pembuatan kantor kerja dibuat di sekitar lokasi kerja, dimana konstruksi yangdigunakan adalah konstruksi dari
kayu kls II dan penutup atap seng Bjls 0,30. Kantor kerjadibuat sebagai tempat membuat laporan dan
kelengkapan administrasi proyek selamapekerjaan berjalan. Ataupun dialihkan dengan menyewa rumah
penduduk untuk dijadikansebagai kantor sementara pelaksanaan pekerjaan.
3. Gudang dan Lain-lain
Pembuatan gudang,dan lain-lain dibuat di sekitar lokasi kerja, dimana konstruksiyang digunakan adalah
konstruksi dari kayu kls II dan penutup atas seng Bjls 0,30. Gudangdan lain-lain dibuat sebagai tempat
penyimpanan material dan peralatan kerja dan jugasebagai fasilitas penunjang pekerjaan selama pekerjaan
dikerjakan.
4. Mobilisasi lainnya
Pembuatan Kantor kerja dibuat di sekitar lokasi kerja, dimana konstruksi yangdigunakan adalah konstruksi dari
kayu kls II dan penutup atap seng Bjls 0,30 K. Kantor kerjadibuat sebagai tempat membuat laporan dan
kelengkapan administrasi proyek selamapekerjaan berjalan. Ataupun dialihkan dengan menyewa rumah
penduduk untuk dijadikansebagai kantor sementara pelaksanaan pekerjaan.
5. Papan Nama Proyek
Papan nama proyek digunakan sebagai identitas atau informasi mengenai proyek.Papan nama dibuat dua
buah dan ditempatkan pada awal dan akhir proyek,papan namaterbuat dari plywood dan kayu kaso dengan
pondasi adukan semen, pasir dan split.
6. Manajemen Dan Keselamatan Lalu Lintas.
Pelaksanaan pekerjaan diproyek ini dikelola oleh tenaga-tenaga yangberkompeten dan yang telah
berpengalaman dalam penangananproyek-proyek, khususnya dibidang jembatan untuk menjamin
keberhasilanpelaksanaan pekerjaan sesuai harapan semua pihak terkait.Dalam pelaksanaan proyek, perlu
diperhatikan keselamatan kerja yang baik, ataukeselamatan kepada pekerja maupun keselamatan kepada
masyarakat yang melintas di lokasi jembatan yang sedang dikerjakan. Sehingga penyedia jasa harus
menyediakan perlengkapan jalansementara sesuai Rencana Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas
(RMKL), perlengkapan jalan/jembatan sementara dapat berupa.1. Rambu panah berkedip.2 Rambu tetap
informasi pengalihan/pengatur lalu lintas.3 Rambu portable informasi pengalihan/pengaturan lalu lintas.4
Rambu penghalang lalu lintas jenis plastic.5 Rambu peringatan.6 Rambu petunjuk.7 Peralatan komunikasi dan
lainnya.Penyediaan dan penempatan alat pemberi isyarat lalu lintas dan rambu lalu lintassementara sekurang-
kurangnya harus sesuai dengan pedoman perambuan sementara untukpekerjaan jalan. No. Pd-T-12-2003,
dan panduan teknis 3, keselamatan dilokasi pekerjaan jalan, dan peraturan menteri perhubungan No. PM
13/2014 tentang rambu lalu lintas.Perlengkapan jalan sementara yang rusak oleh sebab apapun selama
periodepelaksanaan harus diperbaiki atau diganti segera, termasuk pengecetan jika perlu olehpenyedia jasa
dengan biaya sendiri.Bila tidak diperlukan lagi , perlengkapan jalan sementara harus disingkirkan dari
daerahkerja.Perlengkapan jalan sementara harus dibuat sedemikian hingga tidak merusakkendaraan yang
melalui atau melukai pengguna jalan jika tertabrak dan harus tetap stabildan berdiri di tempat ketika diterpa
angin maupun getaran akibat lalu lintas kendaraan lewat.
7. Sondir Termasuk Laporan
Tes Sondir Tanah dilaksanakan untuk mengetahui perlawanan Penetrasi Konus dan hambatan lekat tanah.
Perlawanan penetrasi konus tanah perlawanan tanah tanah terhadap ujung konus yang dinyatakan dalam
gaya persatuan luas
Tujuna Sondir Secara Umum adalah untuk mengetahui kekauatan tiap kedalaman dan stratifikasi tanah
secara pendekatan. Uji ini dilakukan untuk mengetahui elevasi lapisan keras (Hard layer) dan homogenitas
tanah dalam arah lateral. Hasil cone Penetration test disajikan dalam bentuk diagram sondir yang mencatat
nilai tahan konus dan friksi selubung, kemudian digunakan untuk menghitung daya dukung pondasi yang
diletakkan pada tanah tersebut.
DIVISI III
1. Galian Struktur dengan kedalaman 2-4 meter
Galian struktur dengan kedalaman 2-4 m’ meter dilaksanakan dengan menggunakan alatmekanis
Excavator. Sebelum dilakukan penggalian terlebih dahulu dilaksanakanpengukuran dan pemasangan
bouwplank untuk menentukan kedalaman galian. Pengukurandilaksanakan dengan menggunakan alat
ukur dengan mempedomani gambar rencana atauatas petunjuk dari direksi lapangan dan konsultan
pengawas.Penggalian menggunakan alat berat ( Excavator) kemudian hasil galian diangkut keluarlokasi
dengan menggunakan dump truck dan dibuangkeluar lokasi yang telah ditentukan dan perapian galian
dilaksanakan oleh sekelompok pekerja.
2. Timbunan Biasa dari Sumber Galian.
Timbunan biasa dari sumber galian adalah pekerjaan penimbunan dimana timbunandiambil dari sumber
galian (Quarry) yang memenuhi syarat teknis dan sudah disetujui olehdireksi untuk menjadi timbunan
biasa. Material diangkut ke dump truck oleh excavatorkemudian dibawa ke lokasi penimbunan kemudian
dihampar oleh motor grader dandipadatkan dengan vibrator roller, dan pada saat pemadatan material
timbunan disiram airdengan menggunakan water tanker truck secukupnya untuk mendapatkan
kepadatanmaksimal. Sekelompok pekerja merapikan pekerjaan dengan menggunakan alat bantu.Perlu
diperhatikan juga :
1. Timbunan tidak boleh ditempatkan, dihampar atau dipadatkan sewaktu hujan, danpemadatan tidak boleh
dilaksanakan setelah hujan atau bilamana kadar air bahan diluarrentang yang diisyaratkan.
2. Timbunan yang diklasifikasikan sebagai Timbunan Biasa harus terdiri dari bahanTimbunan yang disetujui
oleh direksi lapangan.
3. Timbunan Biasa dari sumber galian tidak boleh terdiri dari bahan timbunan yangmengandung organik
daun daunan, rumputan dan akar.
4. Segera setelah penempatan dan penghamparan timbunan, setiap lapis harus dipadatkandengan
peralatan pemadat yang memadai dan disetujui Direksi pekerjaan sampaimencapai kepadatan yang
diisyaratkan.
5. Setiap lapisan timbunan yang dihampar harus dipadatkan seperti yang diisyaratkan,diuji kepadatan dan
harus diterima oleh direksi pekerjaan sebelum lapisanberikutnya dihampar.
3. Timbunan Pilihan dari Sumber Galian
Pekerjaan Timbunan Pilihan dari Sumber Galian denganuraianpekerjaansebagaiberikut :
Material Sirtu dilansir dari Quarry kelokasi pekerjaan dengan menggunakan dump truck.
Material Sirtu dituang/ditumpuk padajarak-jarakdanjumlahtertentudisepanjang lokasipekerjaan.
Material Sirtu dihampar dengan menggunakan Grader.
Tebal Sirtusesuai dengan gambar kerja, makaakandihampar 1 kali lapisandenganketebalan yang
diharapkan, dimanasetelahdilakukanpemadatansesuaidengankoefisienpemadatan yang
disyaratkandalamspesifikasibahan.
Setelahpenghamparan Sirtu selesaidandisetujuiDireksiPekerjaan,
dilakukanpemadatandenganmesingilas 3 roda, lapisan Sirtu disiramkan air dengan kadar tertentu
(spesifikasi teknis) dengan Truck Tangki Air (sebelum pelaksanaan pemadatan).
Water tanker
Pemadatan material Sirtu hanyabolehdilakukanbilakadar air optimum rentang 1-3%
Operasi penggilasan akandimulai dari sepanjang tepi dan bergerak sedikit demi sedikit ke arah
sumbu jalan, dalam arah memanjang. Pada bagian yang ber ”superelevasi”, penggilasan akan
dimulai dari bagian yang rendah dan bergerak sedikit demi sedikit ke bagian yang lebih tinggi.
Operasi penggilasan akandilakukan sampai seluruh bekas roda mesin gilas hilang dan lapisan
tersebut terpadatkan secara merata.
Selama pemadatan sekelompok pekerja akan merapikan tepi hamparan dan level permukaan
dengan menggunakan alat-alat bantu.
Dasar pembayaran pekerjaan Timbunan Pilihan dari Sumber Galian dalam M3 (meter kubik).
Water tanker
- Kecepatan alat harus diperhatikan agar sesuai dengan elevasi dan excisting badan jalan dan tidak
membahayakan pengguna jalan.
DIVISI 7 STRUKTUR
1. Bor file terpasang, Diameter 40 cm;
Pekerjaan ini harus mencakup penyediaan dan bor file di cor ditempat sesuai dengan spesifikasi dan
bagaimana yang ditunjukkan dalam gambar, atau perintah dari direksi lapangan. Jenis dan dimensi
sumuran sebagaimana yang ditentukan dalam gambar bestek, pondasi bor file dibuat memenuhi
ketentuan dimensi dan fungsinya, dengan mempertimbangkan kondisi pelaksanaan yang diberikan.
a. Cetakan untuk pondasi bor file yang di cor ditempat harus memenuhi garis dan elevasi yang tepat,
kedap air dan tidak boleh dibuka paling sedikit 3 hari setelah pengecoran. Beton harus di cord an
dirawat sesuai dengan spesifikasi ini.
b. Penurunan bor file tidak boleh dimulai paling sedikit 7 hari setelah pengecoran atau sampai pengujian
menunjukkan bahwa kuat tekan beton mencapai 70 % dari kuat tekan rancangan 28 hari.
c. Pengisian bor file harus diisi dengan:
1. bagian pondasi bor file beton kedap air fc. 20 M.pa.
2. pada bagian atas dipasang besi angker untuk pengikat antara sumuran dengan abutmen
jembatan.
2. Beton Mutu rendah fc’ 10 Mpa
Sebelum pekerjaan ABT jembatan terlebih dahulu, membuat lantai kerja yaitu Beton mutu f’c 10
Mpa digunakan pada lantai kerja jembatan. Sebelum melaksanakan pekerjaan ini, penyedia jasa harus
menyerahkan JMF dan JMD campuran beton kepada Konsultan Pengawas atau Direksi Lapangan.
Agregat beton fc’10 MPa dicampur sesuai dengan komposisinya agregat kasar,pasir beton, semen
dicampur dalam concrete mixer sesuai komposisi mix design yang disetujui oleh direksi lapangan dan
konsultan, kemudian dicampur dengan air secukupnya. Sebelum pengecoran dimulai bekisting sudah
terpasang dengan baik sesuai gambar dokumen kontrak.Selama pengecoran sekelompok pekerja
membantu merapikan dan memadatkan dengan concrete vibrator.
3. Baja Tulangan Polos-BjTP 280
Pengadaan Material Baja Tulangan
Material yang digunakan untuk pekerjaan pembesian kontruksi jalan pada umumnya adalah baja tulangan
polos. Material berasal dari supplier dan diangkut ke lokasi proyek menggunakan truk. Material yang telah
sampai ke lokasi proyek terlebih dahulu untuk memeriksa mutu dan kualitas seperti yang sudah
ditetapkan.
Apabila mutunya sesuai dengan spesifikasi, maka material baja tulangan akan disimpan. Jika tidak sesuai,
maka material akan dikembalikan ke supplier.
Penyimpanan Besi Beton
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahap penyimpanan besi beton antara lain :
• Tumpukan besi jangan sampai bersentuhan dengan tanah. Oleh karena itu besi harus diganjal dengan
balok beton atau balok kayu yang dijadikan sebagai dasar dan alas.
• Besi harus berjarak miminal 5 cm dari logam yang lain.
• Besi harus terlindung dari kotoran, karat, benturan, dan minyak.
Berikut merupakan beberapa cara pelaksanaan dalam tahap penyimpanan :
• Setiap bendel besi harus terdiri dari satu jenis besi (bentuk dan diameter).
• Maksimum berat setiap bendel disesuaikan dengan kapasitas crane.
• Jarak antar ikatan adalah sekitar 2 m.
Pemotongan dan Pembengkokan Besi Beton
Tahapan ini juga biasa disebut dengan fabrikasi. Pada proses fabrikasi ini akan dilakukan pembengkokan
dan pemotongan pada baja tulangan untuk kemudian dirakit sesuai desain dan spesifikasi yang
dibutuhkan. Untuk pemotongan digunakan mesin Bar Cutter, sedangkan untuk pembengkokan digunakan
mesin Bar Bender. Dengan cara ini, maka akan dibuat berbagai jenis tulangan, seperti sengkang, cakar
ayam, rangkaian tulangan balok, pelat, dan lainya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemotongan dan pembengkokkan besi tulangan adalah
sebagai berikut :
• Gunakanlah meja yang kuat dan rata.
• Siapkanlah gambar acuan.
• Cek diameter besi.
• Cek kembali besi-besi yang telah dibengkokkan.
• Cek ukuran mandrel agar benar-benar pas. Ukuran mandrel harus dalam radius >2D untuk besi
kekuatan rendah dan >3D untuk besi kekuatan tinggi.
• Jika ada besi yang susah dibengkokkan, maka boleh dipanaskan dengan persetujuan engineer.
• Ikuti perubahan jadwal pembesian dan dapatkan dokumen terbaru.
Pemasangan Besi Beton
Material yang telah difabrikasi akan dirakit oleh para pekerja sehingga membentuk komponen struktur
seperti kolom, balok, pelat, atau shear wall. Kemudian, material yang telah dirakit akan di pindahkan
dengan menggunakan tower crane dari lokasi perakitan ke lokasi pemasangan.
Pemasangan komponen tulangan dilakukan dengan para pekerja yang bertugas melakukan pemasangan
tulangan.Pemasangan dilakukan dengan hati-hati agar akurat dan tidak terjadi dislokasi.
Dalam pemasangan besi beton terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hal-hal yang perlu
diperhatikan adalah sebagai berikut :
• Besi harus bersih dari kotoran dan minyak.
• Perletakan tulangan pembesian harus diatur sehingga ada ruang tersedia untuk proses
pemadatan beton.
• Jika ada besi yang perlu disambung, maka harus ada overlapping yang sesuai perhitungan atau
spesifikasi teknis
• Suatu ketika mungkin perlu merakit tulangan dahulu di luar bekisting, baru kemudian rangkaian besi
diletakkan sesuai posisinya.
• Alur proses penyimpanan hingga pemasangan harus direncanakan agar efektif dan efisien.
Pengecekan Tulangan
Setelah seluruh tulangan terpasang, maka perlu dilakukan pengecekan tulangan oleh tim Quality Control
apakah jumlah dan posisi tulangan sudah terpasang dengan benar sesuai dengan gambar rencana.
4. Beton Mutu Sedang fc’ 20 Mpa
Beton mutu sedang f’c 20 Mpa digunakan pada dinding dan trotoar jembatan. Sebelum melaksanakan
pekerjaan ini, penyedia jasa harus menyerahkan JMF dan JMD campuran beton kepada Konsultan
Pengawas atau Direksi Lapangan. Agregat beton fc’20 MPa dicampur sesuai dengan komposisinya
agregat kasar, pasir beton, semen dicampur dalam concrete pan mixer/batching plant sesuai komposisi
mix design yang disetujui oleh direksi lapangan dan konsultan, kemudian dicampur dengan air
secukupnya. Campuran beton mutu sedang fc 20 MPa kemudian diangkut dengan truck mixer ke lokasi
pengecoran. Sebelum pengecoran dimulai bekisting sudah terpasang dengan baik sesuai gambar
dokumen kontrak.Selama pengecoran sekelompok pekerja membantu merapikan dan memadatkan
dengan concrete vibrator.Selain itu juga perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut
1. Penyedia jasa harus mengirimkan rancangan campuran mix desain untuk mutu betonyang akan
digunakan sebelum pekerjaan beton dimulai.
2. Penyedia jasa harus mengirim gambar detail untuk seluruh perancah/bekesting yangakan digunakan dan
harus memperoleh persetujuan direksi pekerjaan.
3. Acuan kerja atau bekesting dari kayu balok dan multilplex 12 mm, pembuatanbekesting sesuai dengan
gambar rencana dilaksanakan oleh tukang dan pekerja dibawah arahan mandor dan pelaksana.
4. Acuan harus dibuat sedemikian sehingga dapat dibongkar tanpa merusak beton.
5. Kayu yang tidak diserut permukaannya tidak dapat digunakan untuk permukaan betonyang terexpos.
6. Lapis beton struktur mutu sedang fc’ 20 MPa dicampur di Concrete Pan Mixer/BatchingPlant sesuai
dengan mix desain yang telah disepakati bersama.
7. Persetujuan atau proporsi bahan pokok campuran harus didasarkan pada percobaancampuran (trial mix)
yang dibuat oleh penyedia jasa dan disetujui oleh konsultan dandireksi lapangan.
8. Material pasir beton, semen, agregat kasar dimasukkan ke Concrete Pan Mixer atau Batching Plant
dengan menggunakan Excavator kemudian campuran material tersebutdimasukkan ke dalam truck mixer.
9. Pengangkutan beton struktur mutu sedang fc’ 20 MPa dengan menggunakan truckmixer atau penghantar
jenis agitator (penggoyang bolak - balik) dan harus mampumenuangkan beton dengan konsistensi adukan
yang diisyaratkan.
10.Setelah pembesian struktur selesai, maka bekesting dapat dibuat sesuai dengan gambar rencana.
11.Sebelum memulai pengecoran seluruh kotoran yang berada dalam bekesting harusdibersihkan.
12.Beton harus dicor sedemikian rupa sehingga terhindar dari segregasi partikel kasar danhalus dari
campuran beton harus dicor dalam cetakan tidak boleh melampaui 1 meterdari tempat awal kerja.
13.Beton tidak boleh jatuh bebas kedalam cetakan dengan ketinggian lebih dari 150 cm.
14.Beton harus dipadatkan dengan penggetar mekanis/Concrete Vibrator, penggetar harus dibatasi waktu
penggunaannya sehingga menghasilkan pemadatan yang diperlukan tanpa menyebabkan terjadinya
segregasi pada agregat.
15.Beton mutu sedang fc’ 20 MPa harus segera dirawat, setelah finishing selesai seluruh permukaan
disemprot air merata kontinyu, dan kondisi kelembaban dijaga agar tetap selama masa perawatan.
Penyemprotan air dengan mengguanakan water tanker truck dan ditutup dengan karung goni atau curing
compound.
5. Landasan Elastomerik Karet Sintetis
Sebelum pengecoran Gelagar Jembatan terlebuh dahulu pemasangan Elastomerik Karet sintetis yang
diletakkan di bawah gelagar jembatan, sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan.
6. Baja Tulangan Sirip-BjTP 280
Pengadaan Material Baja Tulangan
Material yang digunakan untuk pekerjaan pembesian kontruksi jalan pada umumnya adalah baja tulangan
polos. Material berasal dari supplier dan diangkut ke lokasi proyek menggunakan truk. Material yang telah
sampai ke lokasi proyek terlebih dahulu untuk memeriksa mutu dan kualitas seperti yang sudah
ditetapkan.
Apabila mutunya sesuai dengan spesifikasi, maka material baja tulangan akan disimpan. Jika tidak sesuai,
maka material akan dikembalikan ke supplier.
Penyimpanan Besi Beton
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahap penyimpanan besi beton antara lain :
• Tumpukan besi jangan sampai bersentuhan dengan tanah. Oleh karena itu besi harus diganjal dengan
balok beton atau balok kayu yang dijadikan sebagai dasar dan alas.
• Besi harus berjarak miminal 5 cm dari logam yang lain.
• Besi harus terlindung dari kotoran, karat, benturan, dan minyak.
Berikut merupakan beberapa cara pelaksanaan dalam tahap penyimpanan :
• Setiap bendel besi harus terdiri dari satu jenis besi (bentuk dan diameter).
• Maksimum berat setiap bendel disesuaikan dengan kapasitas crane.
• Jarak antar ikatan adalah sekitar 2 m.
Pemotongan dan Pembengkokan Besi Beton
Tahapan ini juga biasa disebut dengan fabrikasi. Pada proses fabrikasi ini akan dilakukan pembengkokan
dan pemotongan pada baja tulangan untuk kemudian dirakit sesuai desain dan spesifikasi yang
dibutuhkan. Untuk pemotongan digunakan mesin Bar Cutter, sedangkan untuk pembengkokan digunakan
mesin Bar Bender. Dengan cara ini, maka akan dibuat berbagai jenis tulangan, seperti sengkang, cakar
ayam, rangkaian tulangan balok, pelat, dan lainya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemotongan dan pembengkokkan besi tulangan adalah
sebagai berikut :
• Gunakanlah meja yang kuat dan rata.
• Siapkanlah gambar acuan.
• Cek diameter besi.
• Cek kembali besi-besi yang telah dibengkokkan.
• Cek ukuran mandrel agar benar-benar pas. Ukuran mandrel harus dalam radius >2D untuk besi
kekuatan rendah dan >3D untuk besi kekuatan tinggi.
• Jika ada besi yang susah dibengkokkan, maka boleh dipanaskan dengan persetujuan engineer.
• Ikuti perubahan jadwal pembesian dan dapatkan dokumen terbaru.
Pemasangan Besi Beton
Material yang telah difabrikasi akan dirakit oleh para pekerja sehingga membentuk komponen struktur
seperti kolom, balok, pelat, atau shear wall. Kemudian, material yang telah dirakit akan di pindahkan
dengan menggunakan tower crane dari lokasi perakitan ke lokasi pemasangan.
Pemasangan komponen tulangan dilakukan dengan para pekerja yang bertugas melakukan pemasangan
tulangan.Pemasangan dilakukan dengan hati-hati agar akurat dan tidak terjadi dislokasi.
Dalam pemasangan besi beton terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hal-hal yang perlu
diperhatikan adalah sebagai berikut :
• Besi harus bersih dari kotoran dan minyak.
• Perletakan tulangan pembesian harus diatur sehingga ada ruang tersedia untuk proses
pemadatan beton.
• Jika ada besi yang perlu disambung, maka harus ada overlapping yang sesuai perhitungan atau
spesifikasi teknis
• Suatu ketika mungkin perlu merakit tulangan dahulu di luar bekisting, baru kemudian rangkaian besi
diletakkan sesuai posisinya.
• Alur proses penyimpanan hingga pemasangan harus direncanakan agar efektif dan efisien.
Pengecekan Tulangan
Setelah seluruh tulangan terpasang, maka perlu dilakukan pengecekan tulangan oleh tim Quality Control
apakah jumlah dan posisi tulangan sudah terpasang dengan benar sesuai dengan gambar rencana.
7. Beton struktur, fc’30 Mpa;
Beton mutu sedang pada pekerjaan ini digunakan untuk pada lantai jembatan.Sebelum melaksanakan
pekerjaan ini, penyedia jasa harus menyerahkan JMF dan JMDcampuran beton kepada Konsultan
Pengawas atau Direksi Lapangan.Agregat beton fc’30MPa dicampur sesuai dengan komposisinya agregat
kasar, pasir beton, semen dicampur dalamconcrete pan mixer/batching plant sesuai komposisi mix design
yang disetujui oleh direksilapangan dan konsultan pengawas, kemudian dicampur dengan air secukupnya.
Campuranbeton mutu sedang fc’ 30MPa kemudian diangkut dengan truck mixer ke lokasi
pengecoran.Sebelum pengecoran dimulai perlu diperhatikan lahan, bekisting dan pembesian lantai
jembatan telah terpasang atau siap dengan baik sesuai gambar rencana pada dokumenkontrak. Selama
proses pengecoran sekelompok pekerja membantu merapikan danmemadatkan dengan concrete
vibrator.Selain itu juga perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut.
1. Penyedia jasa harus mengirimkan rancangan campuran mix desain untuk mutu betonyang akan
digunakan sebelum pekerjaan beton dimulai.
2. Penyedia jasa harus mengirim gambar detail untuk seluruh perancah/bekesting yangakan digunakan dan
harus memperoleh persetujuan direksi lapangan.
3. Acuan kerja atau bekesting dari kayu balok dan multilplex 12 mm, pembuatanbekesting sesuai dengan
gambar rencana dilaksanakan oleh tukang dan pekerja dibawah arahan mandor dan pelaksana.
4. Acuan harus dibuat sedemikian sehingga dapat dibongkar tanpa merusak beton.
5. Kayu yang tidak diserut permukaannya tidak dapat digunakan untuk permukaan betonyang terexpos.
6. Lapis beton struktur mutu sedang fc’ 30 MPa dicampur di Concrete Pan Mixer/BatchingPlant sesuai
dengan mix desain yang telah disepakati bersama.
7. Persetujuan atau proporsi bahan pokok campuran harus didasarkan pada percobaancampuran (trial mix)
yang dibuat oleh penyedia jasa dan disetujui oleh konsultanpengawas dan direksi lapangan.
8. Material pasir beton, semen, agregat kasar dimasukkan ke Concrete Pan Mixer atauBatching Plant
dengan menggunakan Excavator kemudian campuran material tersebutdimasukkan ke dalam truck mixer.
9. Pengangkutan beton struktur mutu sedang fc’ 30 MPa dengan menggunakan truckmixer atau penghantar
jenis agitator (penggoyang bolak - balik) dan harus mampumenuangkan beton dengan konsistensi adukan
yang diisyaratkan.
10. Setelah pembesian struktur selesai, maka bekesting dapat dibuat sesuai dengan gambarrencana.
11. Sebelum memulai pengecoran seluruh kotoran yang berada dalam bekesting harusdibersihkan.
9. Sandaran (Railing)
Setelah pengecoran lantai jembatan selesai, maka selanjutnya pemsangan sandaran railing jembatan
sesuai dengan ukuran dan gambar dan persetujuan dari pengawas dan konsultan.
10. Papan Nama Jembatan
Setelah jembatan selesai, maka selanjutnya pemsangan Papan nama jembatan sesuai dengan ukuran
dan gambar dan persetujuan dari pengawas dan konsultan.
PEKERJAAN SERAH TERIMA HASIL PEKERJAAN DAN PEMBAYARAN
Mengadakan Pertemuan dengan pihak Direksi Pekerjaan untuk mengetahui apakah pekerjaan tersebut
telah sesuai dengan bestek dan dapat disetujui oleh Direksi Lapangan,sebaiknya dikonsultasikan
terlebih dahulu dengan Direksi Lapangan, Sebelum diserahkansepenuhnya olehpihak pemilikproyek
dan pembuatan berita acara serah terima hasil pekerjaan.
Membuat Laporan Harian
Semua kemajuan pekerjaan dilapangan harus dicatat dalam laporan harian, pembuatan laporan
harian harus dilakukan opname sertiap hari setelah selesai item pekerjaan tersebut.
Membuat Laporan Mingguan.
Laporan mingguan diperoleh dari laporan harian yang telah disetujui pengawas lapangan selama
semingggu ddan kemudian hasil laporan tersebut disetujui Direksi Pekerjaan.
Membuat Laporan bulanan.
Laporan Bulanan memuat kemajuan fisik pekerjaan ,dimana laporan tersebut memuatlaporan fisikyang
memuat presentase kemajuan pekerjaan ,dan dilampirkan denganpeta situasidan schedule sessuai
dengan kemajuan dilapangan.Laporan tersebutdisetujui oleh Direksi Lapangan.
PEKERJAAN AKHIR DAN PEMELIHARAAN
Demobilisasi peralatan, tenaga kerja dan pembersihan lapangan, sebelum dinyatakan bahwa pekerjaan
tersebut selesai menurut direksi dan Pejabat pembuat Komitmen dan selanjutnya akan ditempatkan personil yang
akan memantau lokasi pekerjaan selama masa pemeliharaan jika ditemukankerusakan selamamasa
pemeliharaan akan dilaksnakan perbaikan kembalidengan sebaik-baiknya sesuai dengan petunjuk direksi teknik.
PENUTUP
Semua ukuran-ukuran yang tercantum dalam gambar design akan diteliti / diperhatikan dengan seksama
terhadap perhitungan detail dan sambungan dari bagian-bagian konstruksi pekerjaan sehinggamenghasil
pekerjaan yang baik dan rapi, dan apabila nantinya ditemukan keraguan pada ukuran-ukuran dalam gambar akan
dilakukan konfirmasi dan petunjuk dari direksi pekerjaan.Meskipun didalam metoda pelaksanaan pekerjaan ini
telah dicoba untuk mendapakan suatu pendekatan masalah terhadap pekerjaan yang akan dilaksanakanseakurat
mungkin, namun kami yakin bahwa didalam aplikasi dilapangan nantinya mungkin saja terjadi pergeseran
maupunperubahan dikarenakan faktor-faktor tak -terduga yang kerapkali muncul, baik mengenai jadwal waktu
pelaksanaan maupun akibat alami seperti cuacayang sangat menentukan.Terhadap kemungkinan tersebut akan
diambil tindakan antisipasi secara profesional dan proporsional.
Demikian metode pelaksanaan pekerjaan ini kami ajukan untuk menjadi bahan pertimbangan bagi panitia
pelelangan pekerjaan, sebelumnya kami ucapkan terima kasih.
Kotapinang, Juli 2024
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
dto
M. JUDIN SALAM, ST
NIP : 19791230 201001 1 015