| 0926349721113000 | Rp 346,746,762 | |
CV Zidane Wijaya Sakti | 05*3**9****12**0 | - |
| 0753181353121000 | - | |
| 0024438871113000 | - | |
| 0835886920125000 | - | |
| 0901656413124000 | - | |
| 0940226582113000 | - | |
| 0903548824121000 | - | |
| 0759722218122000 | - | |
| 0614642783118000 | - | |
| 0032282576124000 | - | |
| 0928434471122000 | - | |
| 0728995853122000 | - |
METODE PELAKSANAAN
Pembangunan Jalan di Dusun Rintis Menuju Dusun Widodo Desa Rintis Kecamatan Silangkitang
Sesuai dengan item pekerjaan yang tercantum dalam dokumen pengadaan maka dibawah ini kami uraikan
secara ringkas proses pelaksanaan pekerjaan pada paket kegiatan ini.
A. DIVISI 1. UMUM
- Pengukuran Ulang dan rekayasa lapangan.
Pekerjaan dilakukan dengan menggunakan tenaga Ahli. Pekerjaan ini dilaksanakan
pada saat awal dimulainya kontrak, pengukuran ulang dilakukan untuk menentukan
batasan pekerjaan (panjang dan lebar) dan dilanjutkan dengan pematokan, juga
terhadap kondisi fisik dan konstruksi existing yang akan dikerjakan (sesuai dengan
dokumen kontrak).
Survey Geometrik
Pengukuran trase memanjang dan melintang serta kontur dilaksanakan oleh satu team survey
yang terdiri dari 1 orang surveyor dan 2 orang pembantu surveyor.
Untuk melakukan pengukuran ini dipergunakan 1 unit theodolite, dua bak ukur, dan patok-patok
kayu serta cat.
Hasil pengukuran digambarkan pada gambar kerja (Shop Drawing) berupa
1) Long Section
2) Cross Section
3) Poligon
4) Detail
Apabila sudah disetujui Direksi Lapangan dihitung kuantitas pekerjaan dan dibuatkan Daftar
Kuantitas dan Harga Mutual Chek Nol (MC.0)
1. Penyediaan Barak Kerja.
Pengadaan Direksi keet/gudang bahan (dengan cara menyewa) pada lokasi disekitar (tidak jauh dari
proyek). Dalam Direksi keet disediakan kantor, tempat tinggal/barak, gudang peralatan, ruang
laboratorium dan sebagainya( sesuai yang diminta dalam dokumen pelelangan dan gambar rencana ).
Semua Kegiatan, monitoring dan administrasi proyek dikerjakan didalam direksi keet yang dilengkapi
dengan peralatan dan perlengkapan RK3K sesuai dengan yang ditentukan untuk mendukung
Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
2. Papan Pengenal Proyek.
Papan pengenal proyek dibuat dari bahan kayu dan papan yang diberi keterangan (dengan cat) berupa
nama proyek, pemilik proyek, jumlah nilai proyek, lokasi proyek dan lain-lain yang memperjelas
keterangan proyek yang sedang dikerjakan. Dalam pelaksanaannya menggunakan tenaga manusia
dibantu dengan alat pendukung lainnya seperti palu, gergaji, dll. Selanjutnya papan nama diletakkan
pada lokasi sekitar proyek yang mudah untuk dilihat dan dikenali oleh publik.
3. Rambu keselamatan Lalu Lintas
Pengaman lalu lintas dibuat dengan Digital Print dipasang pada tiang-tiang kayu 5/7 sesuai spesifikasi
teknis dan kemudian dipasang pada lokasi yang telah ditentukan dalam pelaksanaan pekerjaan
dengan jumlah yang cukup sesuai dengan instruksi direksi teknis.
Akan disediakan personil khusus untuk mengatur dan mengarahkan lalu lintas selama pekerjaan
lapangan sedang berlangsung.
4. Mobilisasi Personel dan Peralatan
Trasportasi Alat Berat dijadwalkan terlebih dahulu yang berisiketerangan lokasi peralatan, usulan cara
pengangkutan dan jadwal kedatangan peralatan dilapangan. Selanjutnya alat ditempatkan pada lokasi
yang aman (dekat direksi keet) dan dekat dilokasi proyek agar mudah digunakan dalam pekerjaan
nantinya.
Dalam Pelaksanaan Proyek ini mobilisasi peralatan meliputi :
1. Asphalt Finisher 6,0 Ton
2. Asphalt Sprayer 800 liter
3. Compressor 4000-6500 L\M
4. Dump Truck 3 - 4 M3
5. Motor Grader >100 HP
6. Tandem Roller 6-8 T.
7. Tire Roller 8-10 T.
8. Vibratory Roller 5-8 T.
9. Water Tanker 3000-4500 L
10. Asphalt Mixing Plant (AMP)40-60 ton/jam
5. Fasilitas Laboratorium.
Peralatan laboraturium antara lain untuk pemeriksaan material (batuan filler dan aspal)
pemeriksaan campuran aspal beton. Dan alat core drill untuk quality control hasil pelaksanaan di
lapangan.
6. Foto Dokumentasi.
Pemotretan untuk dokumentasi dan pelaporan kemajuan pelaksanaan proyek dilaksanakan dari
progress 0% sampai dengan 100%, dengan tiga phase colour ( 0% - 50% - 100% ) sesuai
spesifikasi.
Awal (0%) diambil sebelum pekerjaan fisik dimulai (Kondisi Existing)
Sedang (50%) diambil pada saat tiap-tiap jenis pekerjaan sedang dikerjakan.
Akhir (100%) diambil setelah tiap-tiap jenis pekerjaan selesai dan sudah diterima oleh Direksi
Pekerjaan sebagai pekerjaan selesai.
Mereport semua kegiatan di lapangan dan dicatat pada buku laporan harian kerja. Menghitung
kebutuhan bahan/material menjadi hal yang sangat penting untuk melaksanakan pekerjaan ini,
maka selama masa pekerjaan persiapan sedang berjalan juga dilakukan penghitungan kebutuhan
bahan/material.
7. Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas
Penyedia menyiapkan perlengkapan keselamatan jalan selama periode.konstruksi sesuai
ketentuan.
Buat rencana kerja manajemen lalu-lintas sesuai schedule pekerjaan dan koordinasikan
dengan seluruh personil yang terkait
Kelompok kerja pengatur lalu-lintas selama konstruksi menggunakan tenaga pengatur dan
flagman dengan 3 shift
Pengalihan arus lalu-lintas harus izin PPK dan pihak terkait Semua rambu harus jelas dan
terbaca oleh Pengguna Jalan.
B. DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH
1. Penyiapan Badan Jalan
Tanah dasar merupakan pondasi perkerasan yang terdapat pada alur lalu-lintas maupun bahu.
Dengan demikian tanah dasar merupakan konstruksi terakhir yang menerima beban kendaraan yang
disalurkan oleh perkerasan.
- Persiapan Bahan dan Peralatan
- Menyiapkan data kerja
- Faktor safety terutama untuk manual excavation perlu mendapat perhatian yang lebih terutama
untuk tenaga kerja yang bekerja di lokasi galian.
- Pemeriksaan alat Grader dan Mesin Gilas 3 roda terhadap kondisi siap untuk dioperasikan
- Membawa gambar kerja untuk mengarahkan pada mandor yang selanjutnya diteruskan kepada
operator supaya dalam pelaksanaan tidak melenceng dari gambar.
- Persiapan tempat Kerja
Merencanakan untuk mengkolerasikan antara scedulle per blok daerah kupasan dengan
jumlah alat berat yang disediakan.
- Pelaksanaan
Motor Grader mengupas dan meratakan permukaan jalan.
Vibrator Roller
Vibrrator Roller memadatkan permukaan yang telah diratakan oleh Grader.
Sekelompok pekerja akan membantu meratakan badan jalan dengan alat bantu.
Dasar pembayaran pekerjaan pemadatan tanah dasar diukur M2 (meter persegi).
- Agar hasil pekerjaan tercapai ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan
pemadatan :
- Pemadatan dilakukan segera setelah dilakukan perataan badan jalan
- dilakukan penyiraman terhadap material tanah dasar dengan menngunakan water tank Untuk
mencapai kadar air optimum sehingga didapatkan kepadatan yang sesuai dengan spesifikasi.
Water tanker
- Kecepatan alat harus diperhatikan agar sesuai dengan elevasi dan excisting badan jalan dan tidak
membahayakan pengguna jalan.
- membahayakan pengguna jalan.
2. Timbunan Pilihan dari Sumber Galian
Pekerjaan Timbunan Pilihan dari Sumber Galian denganuraianpekerjaansebagaiberikut :
Material Sirtu dilansir dari Quarry kelokasi pekerjaan dengan menggunakan dump truck.
Material Sirtu dituang/ditumpuk padajarak-jarakdanjumlahtertentudisepanjang lokasipekerjaan.
Material Sirtu dihampar dengan menggunakan Grader.
Tebal Sirtusesuai dengan gambar kerja, makaakandihampar 1 kali lapisandenganketebalan
yang diharapkan, dimanasetelahdilakukanpemadatansesuaidengankoefisienpemadatan yang
disyaratkandalamspesifikasibahan.
Setelahpenghamparan Sirtu selesaidandisetujuiDireksiPekerjaan,
dilakukanpemadatandenganmesingilas 3 roda, lapisan Sirtu disiramkan air dengan kadar
tertentu (spesifikasi teknis) dengan Truck Tangki Air (sebelum pelaksanaan pemadatan).
Water tanker
Pemadatan material Sirtu hanyabolehdilakukanbilakadar air optimum rentang 1-3%
Operasi penggilasan akandimulai dari sepanjang tepi dan bergerak sedikit demi sedikit ke arah
sumbu jalan, dalam arah memanjang. Pada bagian yang ber ”superelevasi”, penggilasan akan
dimulai dari bagian yang rendah dan bergerak sedikit demi sedikit ke bagian yang lebih tinggi.
Operasi penggilasan akandilakukan sampai seluruh bekas roda mesin gilas hilang dan lapisan
tersebut terpadatkan secara merata.
Selama pemadatan sekelompok pekerja akan merapikan tepi hamparan dan level permukaan
dengan menggunakan alat-alat bantu.
Dasar pembayaran pekerjaan Timbunan Pilihan dari Sumber Galian dalam M3 (meter kubik).
Water tanker
- Kecepatan alat harus diperhatikan agar sesuai dengan elevasi dan excisting badan jalan dan tidak
membahayakan pengguna jalan.
C. DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR
1. Lapis Pondasi Agregat Kelas A
- Persiapan Bahan dan Peralatan
- Persiapan tempat Kerja
- Pelaksanaan
Pekerjaan Lapis Pondasi Agregat Kelas A dengan uraian pekerjaan sebagai berikut :
Material LPA klas A dilansir dari AMP kelokasi pekerjaan dengan menggunakan dump truck.
Material LPA klasAdituang/ditumpuk pada jarak-jarak danjumlah tertentu disepanjang lokasi
pekerjaan.
Material LPA klas A dihampar dengan menggunakan Grader.
Setelah penghamparan LPA klas A selesai dan disetujui Direksi Pekerjaan, dilakukan
pemadatan dengan mesin gilas 3 roda, lapisan klas Adisiramkan air dengan kadar tertentu
(spesifikasi teknis) dengan Truck Tangki Air (sebelum pelaksanaan pemadatan).
Pemadatan material klas A hanya boleh dilakukan bila kadar air optimum rentang 1-3%
Operasi penggilasan akan dimulai dari sepanjang tepi dan bergerak sedikit demi sedikit ke arah
sumbu jalan, dalam arah memanjang. Pada bagian yang ber ”superelevasi”, penggilasan akan
dimulai dari bagian yang rendah dan bergerak sedikit demi sedikit ke bagian yang lebih tinggi.
Operasi penggilasan akan dilakukan sampai seluruh bekas roda mesin gilas hilang dan lapisan
tersebut terpadatkan secara merata.
Selama pemadatan sekelompok pekerja akan merapikan tepi hamparan dan level permukaan
dengan menggunakan alat-alat bantu.
Setelah pemadatan selesai, lapis LPA ditest kepadatannya dengan sand cone dan tes CBR
lapangan bersama direksi sesuai dengan nilai CBR yang disyaratkan dalam spesifikasi, bila
belum memenuhi maka dilakukan kembali pemadatan sampai mencapai nilai CBR dan
kepadatan yang disyaratkan dalam spesifikasi.
Dasar pembayaran pekerjaan LPA klas A diukur dalam M3 (meter kubik).
D. DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL
1. Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair/Emulsi
- Persiapan tempat Kerja
Permukaan yang akan dilapisi dengan perkerasan aspal diratakan, semuabahan yang lepas
atau lunak dibuang dan permukaan dibersihkan dengan compressor dan dibantu dengan
cara manual, bila diperlukan dan atau diperbaiki dengan campuran aspal atau bahan lain
yang disetujui direksi.
- Pelaksanaan
Pertama dilakukan pekerjaan penyemprotan Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair/Emulsi
dengan menggunakan asphalt sprayer.
Lapis resap pengikat ini adalah untuk menambah daya ikat antara lapis pondasi dengan
lapis AC-WC.
Batas permukaan yang akan disemprot oleh setiap lintasan penyemprotan diukur dan
ditandai dengan cat atau benang.
Laston Lapis Aus (AC-WC)
- Persiapan Bahan dan Peralatan.
- Pemeriksaan peralatan berat apakah dalam kondisi siap dioperasikan.
- Peralatan yang dipergunakan untuk pelaksanaan pekerjaan ini adalah :
1. Compressor.
2. Asphalt Sprayer
3. Asphalt Finisher / mesin penghampar
4. Tandem Roller
5. Mesin gilas roda karet.
Agregat dan aspal dicampur didalam asphalt mixing plant dalam keadaan panas, campuran
aspal yang selesai dicampur didalam AMP diangkut dengan dump truck kelapangan.
Tempratur yang diizinkan adalah sebagai berikut :
Suhu Agregat 154⁰ - 174⁰ C
Suhu Asphalt 140⁰ - 160⁰ C
Suhu pencampuran didalam AMP < 165⁰
Suhu camp. Aspal panas diatas Dump Truck > 135⁰
Pada saat dump truck meninggalkan AMP, campuran aspal panas diatas bak dump truck
harus ditutup dengan terpal untuk mencegah penurunan temperature campuran aspal yang
berlebihan.
Penyerahan campuran aspal panas kedalam Asphalt Finisher harus dalam keadaan panas
dengan tempratur antara 120⁰-150⁰ C.
- Distributor aspal mulai bergerak kira-kira 5 meter sebelum daerah yang akan disemprot. Kecepatan
laju dijaga konstan sampai melalui titik akhir.
- Kemudian dicek apakah telah merata (sesuai menurut kerataan yang disyaratkan) untuk
memperoleh kondisi kelengketan yang tepat.
Setelah pekerjaan lapis resap pengikat selesai dan sudah memenuhi syarat yang ditetapkan sesuai
dengan petunjuk direksi pekerjaan, maka segera dilakukan penghamparan Laston (AC-WC)
Penghamparan dilaksanakan setelah pekerjaan persiapan seperti pembersihan permukaan dari bahan
yang lepas atau tidak dikehendaki dengan sapu mekanis, pemasangan rambu-rambu, pengaturan lalu
lintas, peralatan, partok batas, penghamparan lokasi telah dihamparkan lapis resap pengikat.
Sebelum memulai penghamparan, sepatu (screed) alat penghampar dipanaskan, campuran aspal
dihampar dan diratakan sesuai dengan kelandaian elevasi, serta bentuk penampang melintang yang
disyaratkan. Apabila penghamparan dilaksanakan pada malam hari maka harus disediakan
penerangan secukupnya.Ketebalan hamparan diatur pada alat asphalt finisher sesuai dengan
ketebalan yang ditentukan, apabila tebal hamparan lebih dari satu lapis maka toleransi ketebalan
harus memenuhi syarat dan spesifikasi.
Mesin vibrasi pada alat penghampar harus dijalankan selama penghamparan dan pembentukan.
Alat penghampar dioperasikan dengan kecepatan yang tetap agar tidak menyebabkan retak
permukaan, koyakan atau bentuk ketidakteraturan lainnya.Tempatkan Asphat Finisher pada jalur dititik
awal pekerjaan, sebelumnya di stell terlebih dahulu, sehingga mampu menghampar dan membentuk
campuran aspal sesuai dengan garis, kelandaian serta penampang melintang yang diperlukan.Tempat
Dump Truck didepan alat penadah (Hopper) dari Asphalt Finisher lalu tuangkan campuran aspal ke
hopper;Setelah campuran aspal berada didalam hopper dan siap untuk dihamparkan, segera
operasikan asphalt finisher, nyalakan mesin fibrasi selama penghamparan agar campuran aspal
terdistribusi secara merata.Lakukan pemeriksaan ketebalan hasil penghamparan dengan
menggunakan alat ukur sederhana (stick ukur) yang telah ditandai, apabila ketebalan hamparan
gembur tidak memenuhi ketebalan yang disyaratkan stel ulang alat penghampar pada finisher.Para
pekerja akan melakukan perapian tepi hamparan, yang berogga diisi dengan alat garu sampai
hamparan merata.
Tempat-tempat yang tersegregasi, diperbaiki dengan cara menaburkan bahan yang halus (fine) dan
perlahan-lahan diratakan dengan alat perata manual.
Bahan-bahan yang tercecer melebihi lebar rencana, dikumpulkan dalam gerobak dorong dengan
skop dan ditaburkan kembali pada daerah yang kurang sempurna.
Segera isi ulang aspal ke dalam hopper apabila campuran aspal akan habis, jika tersisa campuran
aspal pada hopper suhunya tidak boleh lebih rendah dari suhu penghamparan.
PEKERJAAN PEMADATAN.
Setelah pekerjaan penghamparan selesai kemudian dilakukan pekerjaan pemadatan. Pekerjaan ini
adalah pekerjaan tahap akhir dari rangkaian pekerjaan lapis perkerasan lentur. Pekerjaan dilakukan secara
berulang kali dengan tujuan mendapatkan hasil maksimal.
Alat yang digunakan pada pekerjaan pemadatan ini adalah, Roller Tandem dan Mesin Gilas Roda
Karet.Kecepatan Alat 4 km/jam
Pemadatan dilakukan dari tepi penghamparan ketepi lainnya kemudian bergerak kebagian tengah hamparan,
ini dilakukan dengan tujuan agar permukaan jalan mendapat kemiringan yang ideal dan tidak mengalami
penurunan. Agar campuran aspal tidak melekat pada roda, maka roda tandem Roller dibasahi secukupnya
dengan air.
Pemadatan pertama (Breakdown Rolling) dilaksanakan pada saat tempratur campuran aspal panas antara
100⁰ - 120⁰ C.
Pemadatan antara (Intermadiate Rolling) dilaksanakan pada saat tempratur campuran aspal panas
antara 95⁰ - 110⁰ C.
Pemadatan akhir (Finishing Rolling) dilaksanakan pada saat tempratur campuran aspal panas antara 80⁰ -
95⁰ C.
Setelah pekerjaan penghamparan laston AC-WC dianggap selesai dan sudah diterima oleh direksi pekerjaan,
langkah selanjutnya dilakukan pengujian tebal lapisan serta pemeriksaan komposisi campuran dengan
menggunakan core drill dan density dengan menguji komposisi dan ketebalan hamparan aspal.
PEKERJAAN SERAH TERIMA HASIL PEKERJAAN DAN PEMBAYARAN
Mengadakan Pertemuan dengan pihak Direksi Pekerjaan untuk mengetahui apakah pekerjaan tersebut telah
sesuai dengan bestek dan dapat disetujui oleh Direksi Lapangan,sebaiknya dikonsultasikan terlebih
dahulu dengan Direksi Lapangan, Sebelum diserahkan sepenuhnya oleh pihak pemilik proyek dan
pembuatan berita acara serah terima hasil pekerjaan.
Membuat Laporan Harian
Semua kemajuan pekerjaan dilapangan harus dicatat dalam laporan harian, pembuatan laporan harian harus
dilakukan opname sertiap hari setelah selesai item pekerjaan tersebut.
Membuat Laporan Mingguan.
Laporan mingguan diperoleh dari laporan harian yang telah disetujui pengawas lapangan selama semingggu
ddan kemudian hasil laporan tersebut disetujui Direksi Pekerjaan.
Membuat Laporan bulanan.
Laporan Bulanan memuat kemajuan fisik pekerjaan ,dimana laporan tersebut memuatlaporan fisik yang
memuat presentase kemajuan pekerjaan ,dan dilampirkan dengan peta situasi dan schedule sessuai
dengan kemajuan dilapangan.Laporan tersebutdisetujui oleh Direksi Lapangan.
PEKERJAAN AKHIR DAN PEMELIHARAAN
Demobilisasi peralatan, tenaga kerja dan pembersihan lapangan, sebelum dinyatakan bahwa pekerjaan
tersebut selesai menurut direksi dan Pejabat pembuat Komitmen dan selanjutnya akan ditempatkan personil
yang akan memantau lokasi pekerjaan selama masa pemeliharaan jika ditemukan kerusakan selama masa
pemeliharaan akan dilaksnakan perbaikan kembali dengan sebaik-baiknya sesuai dengan petunjuk direksi
teknik.
PENUTUP
Semua ukuran-ukuran yang tercantum dalam gambar design akan diteliti / diperhatikan dengan seksama
terhadap perhitungan detail dan sambungan dari bagian-bagian konstruksi pekerjaan sehingga menghasil
pekerjaan yang baik dan rapi, dan apabila nantinya ditemukan keraguan pada ukuran-ukuran dalam gambar
akan dilakukan konfirmasi dan petunjuk dari direksi pekerjaan.Meskipun didalam metoda pelaksanaan
pekerjaan ini telah dicoba untuk mendapakan suatu pendekatan masalah terhadap pekerjaan yang akan
dilaksanakan seakurat mungkin, namun kami yakin bahwa didalam aplikasi dilapangan nantinya mungkin saja
terjadi pergeseran maupun perubahan dikarenakan faktor-faktor tak terduga yang kerapkali muncul, baik
mengenai jadwal waktu pelaksanaan maupun akibat alami seperti cuaca yang sangat menentukan.Terhadap
kemungkinan tersebut akan diambil tindakan antisipasi secara profesional dan proporsional.
Demikian metode pelaksanaan pekerjaan ini kami ajukan untuk menjadi bahan pertimbangan bagi panitia
pelelangan pekerjaan, sebelumnya kami ucapkan terima kasih.
Kotapinang, Mei 2024
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
Dto
M. JUDIN SALAM, ST
Nip. 19791230 201001 1 015