PENGAWASAN
PEMELIHARAAN
BENDUNG
DAERAH IRIGASI
KEWENANGAN KABUPATEN
DINAS SUMBER DAYA AIR
KABUPATEN LAMPUNG TENGAH
Latar Belakang
Bendung merupakan salah satu infrastruktur sumber daya air yang berfungsi untuk
menaikkan muka air sungai sehingga dapat dialirkan ke saluran irigasi maupun untuk
keperluan lain seperti penyediaan air baku dan pengendalian banjir lokal. Seiring
waktu, bendung mengalami penurunan kinerja akibat faktor alam, sedimentasi, dan
kerusakan konstruksi. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan pemeliharaan yang rutin
dan berkesinambungan. Dalam pelaksanaannya, pengawasan memegang peranan
penting untuk memastikan seluruh pekerjaan pemeliharaan dilaksanakan sesuai
spesifikasi teknis, metode kerja, serta standar mutu yang berlaku.
Maksud dan Tujuan
Maksud:
Mengawasi pelaksanaan pemeliharaan bendung agar pekerjaan berlangsung sesuai
standar teknis dan menghasilkan konstruksi yang berfungsi optimal
Tujuan:
1. Menjamin mutu hasil pekerjaan pemeliharaan.
2. Mengendalikan ketepatan metode, waktu, dan biaya pelaksanaan.
3. Menjaga keberlanjutan fungsi bendung dalam melayani kebutuhan irigasi dan
masyarakat.
4. Memberikan masukan teknis apabila terdapat hambatan atau kerusakan di
lapangan.
Ruang Lingkup Pengawasan
Pemeriksaan dokumen dan rencana kerja pelaksanaan.
Pengawasan pekerjaan galian sedimen, pasangan batu, plesteran, dan acian.
Pengendalian mutu material yang digunakan.
Monitoring progres pekerjaan dibandingkan dengan jadwal.
Penyusunan laporan pengawasan harian, mingguan, dan akhir.
Metodologi Pengawasan
Inspeksi Lapangan: Pemeriksaan langsung pada lokasi pekerjaan pemeliharaan
bendung.
Uji Material dan Visual: Memastikan material sesuai standar (semen, pasir, batu,
dan air).
Pengukuran dan Dokumentasi: Melakukan pengukuran teknis, foto lapangan, dan
pencatatan progres.
Koordinasi Rutin: Rapat teknis dengan pelaksana lapangan untuk evaluasi
kendala.
Evaluasi Hasil: Analisis pekerjaan dibandingkan spesifikasi teknis dan
memberikan rekomendasi.
Rencana Pelaksanaan Kendali Mutu
Pengawasan pemeliharaan bendung irigasi bertujuan menjaga kualitas pekerjaan
agar sesuai spesifikasi teknis dan standar mutu. Kendali mutu dilakukan dengan:
- Menyusun rencana mutu pekerjaan (RMP).
- Mengendalikan kualitas material yang masuk ke lokasi.
- Mengawasi metode kerja yang diterapkan pelaksana.
- Melakukan uji hasil pekerjaan sesuai standar teknis.
- Menyusun laporan mutu dan evaluasi hasil pengawasan
Pengawasan Terhadap Proses Pekerjaan Galian Sedimen
Sedimentasi pada bendung dapat mengakibatkan kurangnya kapasitas tampungan,
menganggu aliran air kesaluran dan naiknya muka air yang akanmenimbulkan banjir
disekitar bendung. Oleh karena itu, penggalian sedimen harus dilakukan baik
dilakukan secara manual atau mekanis. Pengawasan mencakup:
- Mengawasi lokasi, volume, dan kedalaman galian sesuai desain.
- Memastikan sedimen dibuang ke tempat aman agar tidak kembali masuk ke alur
sungai.
- Menjamin galian tidak mengganggu stabilitas konstruksi bendung.
- Mengawasi keselamatan kerja selama proses penggalian.
Pengawasan Terhadap Pekerjaan Pasangan Batu
Pasangan batu berfungsi memperkuat dinding saluran. Pengawasan dilakukan pada:
- Memeriksa mutu batu (padat, tidak retak, dan ukuran memadai).
- Mengawasi adukan mortar sesuai komposisi yang ditetapkan.
- Mengontrol kerapian pasangan batu, ikatan antar batu, dan arah pemasangan.
- Memastikan adanya perendaman batu sebelum dipasang untuk meningkatkan
daya lekat.
Pengawasan Terhadap Pekerjaan Plesteran dan Acian
Plesteran dan acian berfungsi melapisi pasangan batu agar kedap air dan
meningkatkan kekuatan struktur. Pengawasan dilakukan pada:
- Memeriksa mutu campuran plester dan acian.
- Mengontrol ketebalan plester sesuai spesifikasi teknis.
- Memastikan permukaan rata, halus, dan bebas dari retak rambut.
- Mengawasi proses pengeringan agar hasil acian menempel sempurna.
Hasil yang Diharapkan dari Pengawasan Pemeliharaan
Bendung
- Bendung tetap berfungsi optimal sebagai pengatur debit dan muka air.
- Pekerjaan pemeliharaan terlaksana sesuai standar mutu dan spesifikasi teknis.
- Efisiensi biaya dan waktu dalam pemeliharaan.
- Adanya laporan hasil pengawasan yang dapat dijadikan acuan untuk kegiatan
pemeliharaan berikutnya.
Penutup
Pengawasan pemeliharaan bendung merupakan kegiatan yang vital dalam menjaga
keberlangsungan fungsi bendung. Dengan pengawasan yang ketat, pekerjaan dapat
terlaksana sesuai standar teknis, hasil konstruksi lebih terjamin mutunya, serta
manfaat bendung dapat terus dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.