Pembangunan Rumah Dinas Guru Sd Negeri 21 Sibo Sarikan

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 10364459000
Date: 1 September 2025
Year: 2025
KLPD: Kab. Landak
Work Unit: Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Pengadaan Langsung
Contract Type: Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 186,000,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 185,995,000
Winner (Pemenang): CV Ristya Konstruksi
NPWP: 404600405703000
RUP Code: 57260049
Work Location: SD NEGERI 21 SIBO SARIKAN - Landak (Kab.)
Participants: 1
Attachment
METODE PELAKSANAAN                                
                                                                          
                                                                          
1. Umum                                                                   
                                                                          
  Uraian syarat-syarat ini menjelaskan mengenai pemasangan/pelaksanaan pekerjaan konstruksi
  pembangunan secara keseluruhan baik struktur dan perlengkapannya. Pekerjaan ini meliputi :
                                                                          
    Pekerjaan persiapan                                                  
                                                                          
    Pekerjaan Tanah                                                      
    Pekerjaan Beton                                                      
    Pekerjaan penutup lantai                                             
    Pekerjaan Dinding                                                    
    Pekerjaan plafon                                                     
                                                                          
    Pekerjaan Penutup Atap                                               
    Pekerjaan pengecatan                                                 
    Pekerjaan Pintu Dan Jendela                                          
    Pekerjaan Elektrikal                                                 
                                                                          
    Pekerjaan penggantung Dan pengunci                                   
    Pekerjaan Sanitasi                                                   
    Pekerjaaan Cor Selasar                                               
                                                                          
                                                                          
                                                                          
  Dengan demikian pelaksana diwajibkan menyesuaikan pekerjaan sesuai dengan ruang lingkup
  pekerjaan yang dikerjakan. Pekerjaan-pekerjaan yang tidak tercakup dalam spesifikasi dapat
  dilaksanakan berdasarkan Ketentuan-ketentuan praktis yang berlaku di Indonesia atau sesuai
  dengan petunjuk direksi.                                                
                                                                          
2. PEKERJAAN PERSIAPAN                                                    
                                                                          
                                                                          
  a. Pemasangan Plank Proyek                                              
                                                                          
      Pelaksana harus membuat dan memasang plank proyek sesuai dengan luas bangunan ang
       akan di laksanakan.                                                
                                                                          
3. PEKERJAAN TANAH                                                        
  a. Galian tanah                                                         
      Sebelum melaksanakan penggalian, posisi galian dan ukuran seperti tertera dalam gambar
       sudah dipastikan benar dan harus mendapat persetujuan Direksi / Pengawas lapangan.
      Penggalian tanah pondasi dapat dimulai setelah pemasangan bouwplank dan patok-
       patok disetujui Direksi / Pengawas lapangan.                       
      Dasar galian harus mencapai tanah keras, dan jika pada galian terdapat akar-akar
       kayu, kotoran-kotoran dan bagian-bagian tanah yang longgar (tidak padat), maka
       bagian ini harus dikeluarkan seluruhnya kemudian lubang yang terjadi diisi dengan
       pasir urug.                                                        
      Untuk mempertahankan kepadatan muka tanah galian, maka lubang yang sudah siap
       segera dilanjutkan dengan urugan pasir dan batu kosong             
                                                                          
4. PEKERJAAN BETON                                                        
   a. Bahan                                                               
      Portland cament yang digunakan adalah jenis-jenis yang memenuhi ketentuan-
       ketentuan dalam N1-1 atau menurut standart Portland cemen yang digariskan oleh
       Asosiasi Semen Indonesia.                                          
      Penggalian tanah pondasi dapat dimulai setelah pemasangan bouwplank dan patok-
       patok disetujui Direksi / Pengawas lapangan.                       
                                                                          
                                                                          
      Semen yang digunakan harus berkualitas baik dan pada saat digunakan harus dalam
       keadaan fresh (belum mulai mengeras)                               
      Untuk menjaga mutu semen,cara penyimpanan harus mengikuti syarat-syarat
       penyimpangan bahan tersebut.                                       
                                                                          
   b. Air                                                                 
                                                                          
      Yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat PBI 1971. Air tawar yang dipakai
       harus bersih, tidak mengandung minyak, asam alkali bahan-bahan organis dan
       bahan-bahan lain yang dapat menurungkan mutu beton.                
                                                                          
   c. Kerikil/Batu Pecah                                                  
      Kerikil/batu pecah harus mempunyai gradasi yang baik, tidak porous, memenuhi
       syarat kekerasannya.                                               
      Kerikil tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 1% ditentukan terhadap berat
       kering. Apabila kadar lumpur melampaui 1%, maka kerikil harus dicuci.
                                                                          
  d. Pasir                                                                
      Pasir yang dipakai dapat berupa pasir alam, atau pasir buatan yang dihasilkan oleh
       alat-alat pemecah batu. Pasir harus terdiri dari butir-butir yang tajam dan mempunyai
       gradasi yang baik, tidak porous cukup syarat kekerasannya          
      Pasir tidak boleh mengandung lumpur lebuh dari 5% ditentukan terhadap berat
       kering.                                                            
  e. Besi Beton                                                           
      Besi beton harus bersih dari dari lapisan minyak lemak, karat dan bebas dari cacat-
       cacat seperti serpih dan sebagainya, serta berpenampang bulat.     
      Dimensi dan ukuran penempang bulat besi beton / baja tulangan harus sesuai
       dengan petujuk gambar kerja (memenuhi batas toleransi minimal) seperti yang di
       syaratkan dalam PBI 71                                             
      Besi beton / baja tulangan yang tidak memenuhi syarat harus segera dikeluarkan dari
       lokasi pekerjaan dalam waktu 24 jam setelah ada perintah tertulis dari Direksi
      Kawat pengikat harus terbuat daru baja lunak dengan diameter minimal 1mm dan
       tidak bersepuh seng                                                
                                                                          
  f. Kayu                                                                 
      Kayu yang digunakan harus bersifat baik dengan ketentuan bahwa segala sifat dan
       kekurangan-kekurangan yang berhubungan dengan pemakainya tidak akan merusak
       atau mengurangi nilai konstruksi.                                  
      Kualitas dan ukuran kayu yang digunakan disesuaikan dengan gambar kerja yang
       ada. Demikian pula dengan mutu dan kelas kuat kayu yang apabila tidak ditentukan
       lain, maka harus mengikuti syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam PPKI NI-5
      Dihindarkan adanya cacat-cacat kayu antara lain yang berupa putih kayu, pecah-
       pecah, mata kayu yang melintang. Syarat-syarat kelembaban dan toleransi ukuran
       kayu yang dipakai harus memenuhi syarat-syarat dan ketentuan dalam PPKI.
                                                                          
  g. Bekisting                                                            
      Sebelum penulangan beton dikerjakan harus terlebih dahulu dibuat bekesting atau
       pun acuan yang kokoh dan rapat, sehingga air semen tidak bocor.    
      Bekesting harus dibuat sesuai dengan ukuran beton yang akan dilaksanakan.
      Bahan bekesting dapat dibuat dari kayu terenteng tebal 2 cm atau multiplex.
      Pembukaan bekesting ataupun acuan harus teratur dan beton sudah berumur
       minimal 14 (empat belas) hari.                                     
                                                                          
  h. Pembesian                                                            
                                                                          
      Besi beton yang dipakai bermutu U-24. (SI.1). ukuran-ukurannya diameter besi beton
       yang terpasang harus sesuai dengan gambar rencana, sedangkan perubahan
       diameter tulangan harus dengan persetujuan Direksi/Pengawas. Penggatian diameter
       tulangan tidak diperkenankan.                                      
                                                                          
                                                                          
                                                                          
      Besi beton bekas dan yang sudah berkarat tidak diperkenankan dipakai dalam
       konstruksi. Besi beton harus bebas dari sisik, karat dan lain-lain lapisan yang dapat
       mengurangi daya lekatnya pada beton.                               
      Ikatan besi beton harus rapih dan kuat, bahan untuk pengikat adalah kawat beton
       dengan diameter minimum 1mm.                                       
      Untuk mendapatkan jaminan akan kualitas besi yang diminta, maka disamping
       adanya sertifikat dari pabrik, juga diminta harus ada sertifikat dari laboratorium.
                                                                          
  i. Pengecoran Beton                                                     
                                                                          
      Semua pekerjaan konstruksi beti pada bangunan dikerjakan dengan mutu beton K -
       225. Semua pekerjaan konstruksi beton harus memenuhi syarat-syarat PBI 1971
      Pengecoran beton dapat dilakukan setelah cara pemasangan pembesian disetujui
       oleh Direksi Pelaksanaan secara tertulis dan tersedian cukup bahan, perlatan serta
       tenaga kerja.                                                      
                                                                          
                                                                          
5. PEKERJAAN PENUTUP LANTAI DAN DINDING                                   
   a. Bahan                                                               
       Keramik                                                           
       Semen                                                             
       Pasir                                                             
   b. Metode pelaksanaan                                                  
                                                                          
       Lantai dasarnya/permukaan dibersihkan dari kotoran/debu dan disiram terlebih dahulu
        sebelum ditebar adukan pasangan keramik                           
       Rendam keramik terlebih dahulu dalam air hingga jenuh sebelum dipasang
       Buat adukan untuk pasang keramik                                  
       Pasang benang untuk sumbangan mendapat pasangan permukaan keramik yang rata dan
                                                                          
        garis siar/nat yang lurus                                         
       Buat kepalaan adukan dengan jarak 1 - 1.5 m supaya adukan yang ditebar permukaannya
        yang rata/flat                                                    
       Tebar adukan secara merata untuk menghindarkan terjadi rongga     
       Pasang keramik kepalaan untuk tanda star awal pemasangan pada adukan yang sudah
        ditebar dengan perekat acian. Kemudian dilanjutkan pemasangan keramik lantai lainnya
                                                                          
        dengan contoh kepalaan pasangan keramik yang telah dibuat         
       Pada ketika pemasangan, tekan keramik atau pukul dengan palu karet untuk mendapat
        permukaan lantai keramik yang rata                                
       Cek kerataan permukaan pasangan lantai keramik dengan waterpass   
       Setelah pemasangan lantain keramik selesai, biarkan beberapa ketika untuk mengeluarkan
                                                                          
        udara yang ada dalam adukan pasangan lantai keramik. Setelah itu gres dilanjutkan dengan
        pekerjaan perapihan/finish garis siar/nat                         
                                                                          
6. PEKERJAAN DINDING                                                      
   a. Bahan                                                               
       Batako                                                            
       Meteran                                                           
       Benang                                                            
       Waterpass                                                         
   b. Metode pelaksanaan                                                  
       Kemudian pasanglah batako dengan mengunakan jidar yang telah di pasang
       Double cheking ketika dilakukan pemasangan agar bisa memastikan batako terpasang
        dengan lurus                                                      
       Berikan spesi mortal dengan sesuai banyaknya agar bisa rata       
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
7. PEKERJAAN PLAFON                                                       
                                                                          
   a. Bahan                                                               
                                                                          
       Triplek                                                           
       Kayu usuk sebagai rangka                                          
       Paku atau skrup                                                   
       Cat kayu                                                          
                                                                          
       Kompon atau dempul                                                
                                                                          
   b. Metode Pelaksanaan                                                  
                                                                          
      Persiapkan bahan-bahan yang akan dipakai untuk pembuatan plafon triplek seperti triplek,
       kayu rangka plafond, paku, cat dll.                                
      Menyiapkan peralatan kerja pembuatan plafon triplek (benang ukur, palu, gergaji dll).
      Pertama-tama cek terlebih dahulu apakah dinding sudah benar-benar rapi dan siap untuk
                                                                          
       dipasang plafon triplek. Pastikan atap rumah dalam kondisi aman dari bahaya kebocoran air
       hujan yang dapat merusak plafon triplek nantinya.                  
      Gunakan benang dan selang air untuk mengukur kedataran lokasi pemasangan plafon dan
       juga sebagai penentu batasan titik-titik yang akan dipasang rangka plafon.
      Selanjutnya, pemasangan rangka plafon. Aturlah sedemikian rupa sehingga benar-benar
                                                                          
       sesuai dengan ukuran triplek yang direncanakan. Usahakan hingga posisi rapi dan datar
       tidak bergelombang. Potongan triplek yang baik adalah simetris dalam satu ruangan.
      Perlu juga diperhatikan untuk lokasi pemasangan titik lampu, sebaiknya dalam posisi di
       tengah ruangan atau pada titik-titik yang sudah direncanakan dengan baik. Dengan begitu
       plafon nantinya akan terlihat indah.                               
                                                                          
      Pemasangan triplek bisa dimulai setelah rangka plafon selesai dan benar-benar kuat.
      Pekerjaan compound dilakukan untuk menutup cacat kayu pada triplek atau pada nut. Jika
       pemasangan plafon triplek dilakukan dengan rapat tanpa celah antar sambungan.
      Lakukan pengecatan plafon agar plafon triplek yang sudah terpasang terlihat lebih rapi dan
       indah.                                                             
                                                                          
                                                                          
8. PEKERJAAN PENUTUP ATAP                                                 
                                                                          
  a. Bahan                                                                
                                                                          
      Atap Metal                                                         
      Paku                                                               
      Kayu Gording                                                       
      Kayu Kruning ( Rangka kudak – kuda )                               
      Balok Gapit                                                        
      Reng                                                               
      Kaso/Usuk                                                          
      Papan List Plank                                                   
                                                                          
                                                                          
   b. Metode Pelaksanaan                                                  
                                                                          
      Potongan Melintang Rangka Kuda-Kuda Kayu Kruing                    
      Membuat balok pengunci, Siapkan balok kayu untuk balok pengunci dan Buatlah
       cowokan sedalam 2 cm.                                              
      Buatlah lubang pada balok pengnci untuk kedudukan balok mander     
       Menyambung balok tarik Siapkan bahan balok kayu 8/12 sebanyak 2 batang
      Sambungkan balok tersebut untuk balok tarik dengan sambungan kait miring.
                                                                          
                                                                          
                                                                          
      Pasangkan balok pengunci diisi balok pengunci (diatas sambungan yang sudah
       dicowak)                                                           
      Pasang dan pakukan klos diatas kaki kuda-kuda tepatnya dipertengahan dari
       panjang balok tekan.                                               
      Membuat balok sokong, Siapkan balok 8/12 sebanyak 2 batang,        
      Malkan balok tersebut, ujung satu pas pertengahan balok tekan dan ujung yang lain
       pada ujung bawah ander kemudian berilah tanda sebagai batas pembuatan pen.
      Dengan cara yang sama malkan balok sokong yang satunya.            
                                                                          
      Rangkai semua komponen batang kuda-kuda sehingga menjadi konstruksi kuda-
       kuda.                                                              
      Pasanglah balok gapit 6/12 dan perkuatkan dengan baut, sehingga membentuk
       konstruksi akuda-kuda atap kayu.                                   
      Langkah kerja pemasangan usuk/kaso dan reng pada atap pelana antara lain
       Pasanglah semua usuk dengan jarak 40 cm antara satu dan lainnya. Perkuatan
       pertemuan usuk dengan gording dengan cara di paku.                 
      Pasanglah reng dengan jarak sesuai dengan panjang genteng yang akan dipasang.
                                                                          
       Perkuat kedudukanya dengan cara dipaku pada usuk-usuk yng berada di bawahnya.
       Reng paling bawah posisinya dibuat miring yang berbeda dengan yang diatasnya.
      Pasanglah genteng sebagai penutup atap serapi mungkin (lurus arah ke bawah
       kanan kiri). Genteng genteng yang berada diatas bubungan dipotong seperlunya
       menggunakan kaka tua atau alat lainnya.                            
                                                                          
                                                                          
9. PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA                                            
                                                                          
  b. Bahan                                                                
                                                                          
                                                                          
      Kayu cukup kuat dan tua.                                           
      Kayu harus mempunyai tekstur yang sama, serat-serat lurus.         
      Kayu bersih dari retakan-retakan, serangan jamur, pelapukan dan cacat-cacat lain ( mata
       bolong, bengkok, melintir dan sebagainya ).                        
      Kayu dijamin tidak akan retak / pecah / melengkung dalam ruangan.  
                                                                          
      Kayu dipotong menurut ukuran, tegak lurus sesamanya menurut gambar rencana.
                                                                          
  c. Metode Pelaksanaan                                                   
                                                                          
       Periksalah semua ukuran-ukuran yang kritis di lapangan sebelum memulai pekerjaan ini.
                                                                          
        Perbedaan-perbedaan dan hal-hal lain yang tidak memuaskan, akan dapat mempengaruhi
        pekerjaan ini, supaya dilaporkan dan diajukan cara pemecahannya untuk disetujui oleh
        Tenaga Fasilitator Lapangan dan Konsultan Perencana.              
       Pintu-pintu harus mempunyai kerenggangan pada tepi samping, atas dan bawah sebesar
        1,58 mm.                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
10. PEKERJAAN PENGECATAN                                                  
                                                                          
  a. Persyaratan Bahan                                                    
                                                                          
     Produk    : Untuk cat tembok setara dengan Nippon Paint.             
                Untuk cat kilat setara dengan Nippon Paint.               
                                                                          
     Warna     : Ditentukan kemudian.                                     
     Kwalitas  : Baik.                                                    
                                                                          
  b. Metode Pelaksanaan                                                   
                                                                          
    Sebelum memulai dengan pekerjaan pengecatan, semua hardware, accessories, fixtures dan
     sejenisnya harus disingkirkan dulu dan baru dikembalikan lagi setelah pekerjaan selesai. Seluruh
     pelaksanaan pekerjaan cat harus sesuai dengan persyaratan yang tercantum dalam PTI 1961.
                                                                          
    Cat tembok                                                           
     Permukaan bidang dinding dengan plesteran sebelumnya harus dibersihkan dengan cara
     menggosoknya memakai kain yang dibasahi dengan air. Setelah kering diberi dempul/filter coat
     pada tempat-tempat yang berlobang sehingga tertutup, dan permukaannya rata. Sesudah
     kering dan keras lapisan ini digosok dengan ampelas agar halus, licin, kemudian dicat paling
                                                                          
     sedikit 2 (dua) kali dengan roller 20 cm sampai baik atau dengan cara yang telah ditentukan oleh
     pabrik. Selewat minimum 12 jam lapisan cat berikutnya dapat dilaksanakan setelah lapisan
     pertama. Lapisan terakhir adalah cat anti kotor.                     
    Cat Kilat                                                            
     Pengecatan dilakukan dengan cara sesuai petunjuk dari pabriknya atau sebelum pekerjaan
     pengecatan dimulai, permukaan kayu harus diampelas atau digosok dengan batu kambang
                                                                          
     kemudian dibersihkan dari semua kotoran. Setelah diberi cat dasar, lubang-lubang dari bekas
     paku, retak-retak dan cat-cat lain harus didempul dengan warna dempul yang sesuai dengan
     warna cat hingga permukaannya menjadi rata dan halus/licin baru kemudian dicat minimum 2
     (dua) kali. Pengecatan dilakukan ditempat yang bebas dari panas matahari langsung, lapis demi
     lapis dengan jarak waktu minimum 12 jam setelah pengecatan pertama dimulai.
                                                                          
                                                                          
11. PEKERJAAN ELEKTRIKAL                                                  
                                                                          
  a. Bahan                                                                
                                                                          
       Panel dan kotak pembagi                                           
       Saklar dan zekering-zekering                                      
       Alat-alat ukur (voltmeter & Ampre meter)                          
       MCB                                                               
       Stop kontak / stop kontak daya                                    
                                                                          
       Lampu penerangan                                                  
                                                                          
                                                                          
  b. Metode Pelaksanaan                                                   
       Pastikan Semua hantaran (kabel) yang ditarik dalam pipa / cabelduct harus diusahakan
                                                                          
        tidak tampak dari luar (tertanam)                                 
       Pemasangan  pipa   harus   dilaksanakan sebelum  pengecoran.      
        Pemasangan sparing-sparing listrik yang melintas di plat, balok, kolom beton
        harus dipasang terlebih dahulu sebelum pengecoran, kabel diusahakan dimasuk-
        kan bersamaan dengan pemasangan sparing.                          
       Pipa yang dipasang pada dinding dilaksanakan sebelum pekerjaan plesteran
                                                                          
        dan acian dikerjakan.                                             
                                                                          
                                                                          
       Penempatan sambungan/percabangan harus ditempatkan di daerah yang mudah
        dicapai untuk perbaikan (perawatan).                              
       Sambungan harus menggunakan klem / isolasi kabel supaya terlindung dengan
        baik sehingga tidak tersentuh atau menggunakan lasdop dan ditempatkan pada
        Te Dos.                                                           
                                                                          
       Lekukan/belokan pipa harus beradius > 3 kali diameter pipa dan harus rata (untuk
        memudahkan penarikan kabel).                                      
       Jaringan arde harus dipasang tersendiri / terpisah dengan arde penangkal petir.
        –          tidak        boleh        ada         sambungan        
        –       dihubungkan     dengan      elektroda    pentanahan       
                                                                          
        – ditanam sampai minimal mencapai air tanah                       
       Pada hantaran di atas langit-langit, harus diklem pada bagian bawah plat / balok
        atau pada balok kayu rangka langit-langit.                        
       Untuk hantaran/tarikan kabel yang menyusur dinding bata/beton pada shaft harus
        diklem atau dengan papan dan kabeltrey bila jaringan terlalu rumit (banyak).
       Stop             kontak             dan              saklar.      
                                                                          
        Pemasangan stop kontak setinggi > 40 cm dari lantai, saklar dipasang setinggi
        150   cm   dari  lantai (bila tidak  ditentukan spesifikasinya).  
        Pemasangan stop kontak dan saklar harus rata dengan dinding.      
       Box / kotak Panel bodynya harus diarde, untuk menghindari adanya arus.
                                                                          
                                                                          
                                                                          
12. PEKERJAAN PENGUNCI DAN PENGGANTUNG                                    
                                                                          
  c. Bahan                                                                
                                                                          
      Engsel-engsel dari kuningan sekualitas merk RCH Nylon ukuran 4 x 3 atau yang setaraf.
      Kunci pintu dipasang sekualitas merk Yale 2 ( dua ) slaag ( dua kali putar ) atau yang setaraf.
                                                                          
                                                                          
  d. Metode Pelaksanaan                                                   
                                                                          
       Semua pemasangan harus dikerjakan dengan peralatan yang sesuai serta secara baik, rapi
        dan memenuhi syarat teknis dari pabrik, sehingga pintu-pintu & jendela dapat dibuka
        dengan mudah, lancar dan ringan.                                  
       Selama pekerjaan berlangsung harus dijaga agar peralatan kunci dan penutup-penutup
                                                                          
        pegas terlindung dari goresan, kerusakan dan cacat-cacat lain.    
       Sebelum penyerahan pekerjaan, semua pekerjaan kunci dan alat gantungan (hardware)
        harus diminyaki sehingga dapat bekerja dengan baik.               
                                                                          
13. PERABOT RUANG KELAS                                                   
                                                                          
  Bahan :                                                                 
  a. Meja belajar                                                         
  b. Kursi                                                                
  c. Papan tulis                                                          
  d. Lemari buku/Rak buku Kelas                                           
                                                                          
                                                                          
14. PEKERJAAN COR SELASAR                                                 
  Bahan:                                                                  
      Semen                                                              
      Pasir                                                              
      Batu                                                               
      Bekisting                                                          
                                                                          
                                                                          
      Paku                                                               
      Air                                                                
   Metode Pelaksanaan:                                                    
       Lakukan pengurugan pasir sebagai dasar sebelum pemasangan bekisting, pastikan pasir
        dipadatkan dengan baik                                            
       Pasanglah bekisting (cetakan) sesuai bentuk dan ukuran selasar yang di inginkan
       Siapkan campuran beton sesuai spesifikasi yang dibutuhkan, pastikan proporsi campuran
        benar dan merata                                                  
       Tuang beton ke dalam bekisting secara bertahap dan merata         
       Setelah pengecoran selesai ratakan permukaan beton dengan menggunakan perata seperti
        mistar agar permukaan rata dan halus                              
                                                                          
15. PENUTUP                                                               
                                                                          
  a. Semua ketentuan yang belum tercantum di dalam persyaratan ini akan dijelaskan kemudian.
  b. Bahan-bahan yang dipergunakan harus berkualitas baik sesuai dengan persyaratan.
  c. Semua sisa-sisa bahan bangunan / alat-alat bantu harus dikeluarkan dari kompleks /lokasi
     pekerjaan segera setelah pekerjaan selesai atas biaya Pelaksana.     
                                                                          
Demikian persyaratan teknis pekerjaan ini dibuat untuk diketahui dan dilaksanakan sebagaimana
mestinya dengan penuh rasa tanggung jawab.
Tenders also won by CV Ristya Konstruksi
Authority
7 June 2024Pembangunan Lab Komputer Beserta Perabotnya Smpn 4 MenjalinKab. LandakRp 325,127,000
27 June 2023Rehabilitasi Ruang Kelas Beserta Perabotnya Smpn 3 NgabangPemerintah Daerah Kabupaten LandakRp 306,000,000
26 August 2025Pembangunan Pagar Sd Negeri 43 Andeng Dan Sd Negeri 03 AurKab. LandakRp 200,000,000
13 November 2025Belanja Modal Bangunan Air Bersih/Air Baku Lainnya - Jl. Kebangkitan Nasional (Lanjutan)Kota PontianakRp 199,490,472
7 July 2025Pembangunan Perpustakaan Sdn 13 Sungai LaurKab. KetapangRp 194,000,000
10 July 2025Rehabilitasi Sdn 21 Sungai LaurKab. KetapangRp 194,000,000
28 August 2025Peningkatan Jalan Lingkungan Permukiman Desa Randau Limat, Kecamatan Sungai LaurKab. KetapangRp 192,000,000
28 August 2025Rehab Ruang Kelas Beserta Perabotnya Smpn 2 SebangkiKab. LandakRp 160,000,000
27 May 2025Pembangunan Drainase Lingkungan RT. 05 Desa Kalinilam Dusun Bunga Tanjung Kec. Delta PawanKab. KetapangRp 145,500,000
7 August 2025Peningkatan Jalan Lingkungan Permukiman Gg. Pandan 1 Desa Paya Kumang Kec. Delta PawanKab. KetapangRp 144,000,000