| Reason | |||
|---|---|---|---|
CV Miriel Indo Arta | 08*0**0****22**0 | - | - |
| 0317559466119000 | Rp 850,491,439 | Bukti Kepemilikan Genset Yang Berbentuk Bon/ Faktur Tidak Valid, Karena Tidak Terdapat Data Penjual Pada Bon/ Faktur Tersebut. | |
| 0923355127124000 | Rp 963,871,512 | Pengalaman Kerja Untuk Personel Ahli Muda K3 Konstruksi Tidak Sesuai Dengan Yang Dipersyaratkan. | |
| 0830042792119000 | Rp 895,212,082 | Nama Penandatangan Pada Surat Perjanjian Sewa Peralatan Kendaraan Pick Up Tidak Sesuai Dengan Nama Pemilik Peralatan. | |
CV Al Maarif Mandiri | 00*1**5****19**0 | - | - |
| 0317559029119000 | - | - | |
| 0745220293119000 | - | - | |
Brandan Jaya | 01*9**3****19**0 | - | - |
| 0702785866113000 | - | - | |
CV Bersatu Berjaya | 00*9**2****19**0 | - | - |
| 0026260281122000 | - | - | |
CV Wulandari | 0210887825119000 | - | - |
| 0413873050128000 | - | - | |
| 0705339406121000 | - | - | |
| 0023742224119000 | - | - | |
CV Js Group | 08*3**6****19**0 | - | - |
CV Kalimasada Karya Nusantara | 01*7**1****19**0 | - | - |
Bhumi Rhosan Sejati | 10*1**1****83**5 | - | - |
| 0942255191121000 | - | - | |
| 0831638523119000 | - | - | |
PT Benua Cipta Sumatera | 02*4**6****11**0 | - | - |
MMEETTOODDEE PPEELLAAKKSSAANNAAAANN PPEEKKEERRJJAAAANN
PEMBANGUNA N UPT PUSKESMAS TELAGAH
KECAMATAN SEI BINGAI
APBD TA HUN ANGGARAN 2025
BAB- 1
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Kegiatan ini merupakan Pekerjaan Pembangunan Baru Bangunan Puskesmas, Pelaksanaan
Metode dan koordinasi yang tepat dalam pelaksanaan Kegiatan ini sangat perlu
diperhatikan demi tercapainya hasil yang cepat, tepat, dan sesuai dengan teknis yang sudah
di anjurkan dalam gambar maupun Spesifikasi Teknis.
2. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dari uraian Metode Pelaksanaan ini adalah untuk menjelaskan secara
garis besar uraian tahapan pelaksanaan dari pekerjaan umum, pekerjaan utama dan
pekerjaan penunjang,sehingga dapat dilihat keterkaitan dari masing-masing pekerjaan
maupun antar pekerjaan terhadap spesifikasi yang telah disyaratkan. Dalam metode ini juga
akan digambarkan pelaksanaan pekerjaan dengan memperkecil gangguan terhadap
lingkungan dan lalu lintas pekerjaan.
3. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan Pembangunan Puskesmas Baru adalah sebagai berikut :
1. Pekerjaan Persiapan
2. Pekerjaan Tanah
3. Pekerjaan Struktur
4. Pekerjaan Dinding dan Plesteran
5. Pekerjaan Kosen dan Daun Pintu/Jendela
6. Pekerjaan Atap dan Plafond
7. Pekerjaan Lantai dan Keramik
8. Pekerjaan Alat Penggantung
9. Pekerjaan Instalasi Listrik
10. Pekerjaan Pengecatan
11. Pekerjaan Sanitasi dan Instalasi Air
12. Pekerjaan Lain-lain
BAB-2
METODE PENYELESAIAN PEKERJAAN
I. Pekerjaan Persiapan
1. Pengukuran
Pada pekerjaan ini, lahan yang akan dikerjakan terlebih dahulu harus diukur kembali untuk
memastikan dimensi bangunan sesuai dengan gambar rencana kerja.
2. Pemasangan Bouwplank
Bouwplank adalah alat bantu tukang untuk membantu siku bangunan ( 90 º) dan elevasi
lantai.
a. Siapkan peralatan dan bahan yang dibutuhkan dan siapkan kayu untuk pembatas.
b. Ukur bagian yang akan dikerjakan.
c. Tancapkan kayu pertama dengan menggunakan palu, kemudian pasang kayu penahan
kayu utama dengan menggunakan paku.
d. Ukur ketinggian batas bouwplank menggunakan meteran, lalu pasang kayu pada
bagian pojok-pojok bidang yang akan dikerjakaan dengan menggunakan unting-unting
supaya tegak.
e. Pasang tali pada batas bouwplank tadi sampai kayu berikutnya. Dan sambungkan tali-
tali tadi sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan.
f. Periksa kembali ketinggian tali-tali tadi agar pas dengan batas.
II. Pekerjaan Tanah
Pekerjaan tanah adalah pekerjaan pengolahan tanah sebelum pelaksanaan pembangunan.
1. Pekerjaan galian tanah
Pekerjaan galian tanah di kerjakan oleh beberapa pekerja galian,dengan menggunakan
scop,cangkul, liggis,pangki dan belicong, dengan ukuran kedalaman disesuaikan
dengan bentuk tanah yang akan direncanakan bangunan,yaitu tidak boleh kurang dari
40 cm pada tanah tanah yang berstruktur keras.
2. Pekerjaan timbunan kembali lubang galian
Pekerjaan ini dilakukan setelah pemasangan pondasi terpasang pada bagian lubang
yang telah digali,penimbunan kembali pada sisi galian yang masih renggang pada sisi
samping pondasi.
3. Pekerjaan pasir urug
Pekerjaan pasir urug dilakukan setelah bagian bangunan akan dikerjakan dibawah lantai
keramik dan dibawah pondasi setebal 5 cm.
Hal. 1
4. Pekerjaan tanah timbun
Pekerjaan tanah timbun dikerjakan setelah pondasi menerus selesai terpasang,pada bagian
depan,belakang,samping kiri dan kanan bangunan,dengan ketinggian sesuai dengan elevasi
pondasi yang telah terpasang dan ditambah dengan pasir bawah lantai setebal 20 cm.
III. Pekerjaan Struktur
a. Gali tanah yang akan di buat pondasi dengan kedalaman yang ditentukan
b. Landasan tanah tersebut diberi anstamping dengan ketinggian sekitar 20cm, dengan
posisi batu tegak.
c. Pasir dan semen di campur dengan menggunakan perbandingan yang ditentukan
kemudian campur dengan air secukupnya sebagai pengikat dengan menggunakan
alat pengaduk molen.
d. Susun batu kali tersebut diatas anstamping dengan tinggi yang ditentukan.
e. Setelah semuanya tercampur dengan baik tuangkan campuran tersebut ke dalam
batu kali yang tersusun tadi sambil di padatkan dengan menggunakan tongkat besi
agar campuran tersebut memadati lobang-lobang yang berada di podasi batu kali
tersebut.
f. Setelah itu tunggu pasangan batu kali tersebut hingga mengeras dan siap untuk di
beri beban di atasnya
Setelah Pekerjaan Pondasi selesai dikerjakan dan sudah dilakukan pengurugan kembali
tanah bekas galian, maka kita akan memulai Pekerjaan Beton Bertulang.
Tahapan Pekerjaan :
a. Untuk melaksanakan proses Pekerjaan Sloof beton dapat dilakukan secara estafet
dengan proses pelaksanaan pekerjaan Pondasi.
b. Pada saat pekerjaan galian tanah pondasi dimulai, dapat pula mulai dilakukan
pemotongan besi beton dan Cetakan Beton Sloof (Begisting) dari papan kayu ukuran
2/20 atau multipleks sesuai dengan ukuran/dimensi dari Sloof dan Kolom beton yang
direncanakan.
c. Setelah sebagaian besar pekerjaan pemotongan besi beton dilakukan, bisa dimulai
dilaksanakan pekerjaan merangkai besi beton menjadi rangka tulangan untuk Sloof
d. Beton kemudian rangka tulangan untuk kolom beton.
e. Setelah Pekerjaan Pondasi mencapai 50%, pekerjaan proses pemasangan Sloof beton
dan kolom beton bisa dimulai.
f. Letakkan rangkaian beton bertulang sloof yang telah dibuat diatas permukaan pondasi.
g. Kemudian pasang Cetakan Beton Sloof (Begisting) diatas rangkaian besi bertulang sloof.
h. Setelah sebagian besar rangkaian besi beton dan begisting sloof terpasang, bisa mulai
dilakukan pemasangan rangkaian besi beton dan begisting untuk kolom.
i. Tahap selanjutnya bisa dimulai pengecoran adukan beton untuk Sloof.
Hal. 2
j. Sedangkan untuk pengecoran kolom, dilakukan secara bertahap bersamaan dengan
pemasangan dinding batu bata.
k. Cetakan (begisting) sloof jangan dibuka dulu sebelum adukan beton benar-benar kering
IV. Pekerjaan Dinding dan Plesteran
1. Pekerjaandinding
a. Pasangan batu bata 1 : 3
Pekerjaanpemasangan dinding batu bata merah yang berkualitas tinggi, akan
disediakan di lokasi pekerjaan dengan jumlah batu bata yang mencukupi untuk
keperluan dinding bangunan, pemasangan batu bata pada dinding dengan adukan
1 (satu) samen : 3 (tiga) pasir ikat dilakukan beberapa orang tukang bata dan
beberapa orang kernet.
b. Plesteran 1 : 3
Pekerjaan ini dilakukan setelah pekerjaan pemasangan batu bata adukan 1 : 3
selesai,pada pekerjaan plesteran harus menyiram pada bagian yang akan di plester
sampai basah.Plesteran ini dikerjakan dengan menggunakan material 1(satu) semen
: 3 (tiga) pasir ikat,dan peralatan lain yang diperlukan tukang.
c. Pasangan batu bata 1 : 4
Pekerjaan pasangan batu bata ini menggunakan bahan material adukan 1 (satu)
semen : 2 (dua) pasir ikat, pemasangan batu bata 1 : 4 ini dilakukan diatas
pasanagan batu bata 1 : 2.
d. Plesteran 1 : 4
Pekerjaan ini dilakukan setelah pekerjaan pemasangan batu bata1 : 4 selesai
dikerjakan.Sebelum diplester terlebih dulu disiram pada bagian yang akan di plester
sampai mempunyai tingkat kebasahan 100 %.Plesteran ini dengan menggunakan
adukan campuran 1 (satu semen : 4 (empat) pasir ikat.
e. Pekerjaan relief beton
Pekerjaan ini dilakukan pada saat pekerjaan plesteran pada bagian lain selesai
dikerjakan.
V. Pekerjaan Kosen dan Daun Pintu/Jendela
1. Pemasangan Kusen Pintu
Cara pemasangan kusen pintu adalah sebagai berikut dalam manajemen Kegiatan;
a. Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah dijangkau.
b. Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal kusen terhadap as bouwplank
untuk menentukan kedudukan kusen.
c. Pasang angker pada kusen secukupnya.
d. Dirikan kusen dan tentukan tinggi kedudukan kusen pintu yaitu 2 meter dari tinggi
bouwplank.
e. Setel kedudukan kusen pintu sehingga berdiri tegak dengan menggunakan unting-
unting.
Hal. 3
f. Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan kokoh.
g. Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur sehingga kedudukan menjadi
kokoh.
h. Cek kembali kedudukan kusen pintu, apakah sudah sesuai pada tempatnya,
ketinggian dan ketegakan dari kusen.
i. Bersihkan tempat sekelilingnya.
2. Pemasangan Kusen Jendela
Cara pemasangan kusen pintu adalah sebagai berikut dalam manajemen Kegiatan;
a. Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah dijangkau.
b. Rentangkan benang selebar setengah ukuran batu bata dari as bouwplank.
c. Pasang bata setengah batu setinggi dasar kusen jendela .
d. Rentangkan benang setinggi 2 meter dari bouwplank.
e. Pasang kusen jendela setinggi benang tersebut.
f. Pasang kusen jendela sampai betul-betul tegak dengan pertolongan unting-
unting.
g. Pasang skur agar kedudukannya stabil dan kuat.
h. Cek kembali posisi kusen jendela sampai terpasang pada keadaan yang benar.
i. Bersihkan tempat sekelilingnya.
3. Pemasangan daun pintu
a. Ukur lebar dan tinggi kusen pintu.
b. Ukur lebar dan tinggi daun pintu.
c. Masukkan/pasang daun pintu pada kusennya, stel sampai masuk dengan toleransi
kelonggaran 3 – 5 mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
d. Lepaskan daun pintu, pasang/tanam engsel daun pintu pada tiang daun pintu (sisi
tebal) dengan jarak dari sisi bagian bawah 30 cm, dan dari sisi bagian atas 25 cm
(untuk pintu dengan 2 engsel), dan pada bagian tengah (untuk pintu dengan 3
engsel)
e. Masukkan/pasang lagi daun pintu pada kusennya, stel sampai baik kedudukannya,
kemudian beri tanda pada tiang kusen pintu tempat engsel yang sesuai dengan
engsel pada daun pintu.
f. Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun pintu dengan cara melepas pennya,
kemudian pasang/tanam pada tiang kusen
g. Pasang kembali daun pintu pada kusennya dengan memasangkan engselnya,
kemudian masukkan pennya sampai pas, sehingga terpasanglah daun pintu pada
kusen pintunya.
h. Coba daun pintu dengan cara membuka dan menutup.
i. Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun pintu dengan cara melepaskan
pen.
j. Stel lagi sampai daun pintu dapat membuka dan menutup dengan baik, rata dan
lurus dengan kusen.
Hal. 4
4. Pemasangan daun jendela
a. Ukur lebar dan tinggi kusen dan daun jendela.
b. Ketam dan potong daun jendela (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi).
c. Masukkan/pasang daun jendela pada kusennya, stel sampai masuk dengan toleransi
kelonggaran 3 – 5 mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
d. Lepaskan daun jendela, pasang/tanam engsel daun jendela pada tiang daun jendela
(sisi tebal) dengan jarak dari sisi bagian bawah 15-20 cm dari bagian tepi (untuk
putaran horizontal) atau engsel ditanam pada bagian ambang atas daun jendela
dengan jarak 15-20 cm dari bagian tepi (untuk putaran vertikal).
e. Masukkan/pasang lagi daun jendela pada kusennya, stel sampai baik kedudukannya,
kemudian beri tanda pada tiang/ambang atas jendela tempat engsel yang sesuai
dengan engsel pada daun jendela.
f. Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun jendela dengan cara melepas pennya,
kemudian pasang/tanam pada tiang/ambang atas kusen
g. Pasang kembali daun jendela pada kusennya dengan memasangkan engselnya,
kemudian masukkan pennya sampai pas, sehingga terpasanglah daun jendela pada
kusen jendelanya.
h. Coba daun jendela dengan cara membuka dan menutup.
i. Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun jendela dengan cara melepaskan
pen.
j. Stel lagi sampai daun jendela dapat membuka dan menutup dengan baik, rata dan
lurus dengan kusen.
5. Pemasangan kaca pada daun pintu/jendela
a. Letakkan daun pintu/jendela dengan posisi alur terletak pada bagian atas. Usahakan
letakkan pada meja yang luasnya minimal sama dengan luas daun pintu. Atau
letakkan pada lantai yang datar.
b. Haluskan seluruh sisi kaca agar tidak tajam.
c. Pasangkan lembaran kaca dengan hati-hati, gunakan selembar karton atau kain
untuk memegang kaca.
d. Pasang paku pada list kayu sebelum dipasang pada keempat sisi daun pintu/jendela.
e. Setelah lis terpasang, perlahan masukkan paku dengan martil.
f. Sebaiknya letakkan selembar kain di atas permukaan kaca yang sedang dipasang lis
kayu. Ini untuk menghindari goresan pada permukaan kaca karena gerakan martil.
VI. Pekerjaan Atap dan Plafond
1. Rangka Atap .
Pemasangan rangka atap ini dilakukan sesuai dengan gambar petunjuk yang terlampir
pada gambar bestek dengan ukuran yang telah ditunjukan pada gambar bestek.
2. Pekerjaan Atap Zincalum atau Metal
Pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang dilakukan setelah pekerjaan Rangka Kayu
Kuda – kudaselesai terpasang pada bangunan,pekerjaan pemasangan atap onduline
Hal. 5
dan genteng metal ini akan dilakukan pemasangan secara berkesinambungan pada
bagian induk atap dan pada bagian sisi lain. Cara pemasangannya akan desesuaikan
dengan Rangka atap Kuda – kuda dengan menggunakan bahan dan peralatan yang
telah dicantumkan pada bill of Quantity yang terdapat dalam kontrak.
3. Pekerjaan Rabung Zincalum atau rabung metal
Pemasangan rabung atap ini akan dilakukan setelah pemasangan atap pada tiap – tiap
bagian selesai terpasang,dengan menggunakan bahan dan peralatan sesuai dengan
kebutuhan
4. Pekerjaan Rangka Plafond
Pemasangan rangka plafond akan dikerjakan oleh tenaga tekhnisi yang berpengalaman
dalam pemasangan rangkaplafond.Pekerjaan ini dilakukan setelah pekerjaan atap selesai
terpasang.Pemasangan rangka plafond ini dengan menggunakan peralatan : bor,paku
tembak,tang,obeng dan penjepit.
5. Pekerjaan pasangan plafond.
Pemasangan plafond ini dikerjakan setelah semua rangka plafond siap
terpasang,sehingga memudahkan untuk menyeimbangkan kekuatan tahanan terhadap
daya tarik pada rangka plafond.
Pemasangan lat atau Profil Sudut dikerjakan setelah pekerjaan pemasangan plafond siap
terpasang pada tiap ruangan bangunan.
VII. Pekerjaan Lantai dan Keramik
a. Pasir di ayak untuk menghilangkan batu-batu kecil.
b. Pasir di campur dengan semen dengan perbandingan 1:8 dan di tambahkan dengan air
secukupnya untuk bahan pengikat.
c. Kemudian setelah semua bahan itu tercampur dengan baik maka campuran tersebut di
taruh di ember untuk memudahkan pekerjaan.
d. Disetiap sudut tembok atau jalur pemasangan di beri tali agar pekerjaan tersebut
menjadi lurus dan rata air.
e. Bahan campuran yang sudah jadi tersebut di masukkan kedalam ember dan
dituangkan di purmukaan lantai yang akan di pasang keramik dengan menggunakan
cetok kira-kira dengan ketebalan sekitar 3cm dan di ratakan.
g. Kemudian keramik tersebut dipasang di atas campuran yang sudah diratakan tadi.
h. Keramik tersebut di keto-ketok dengan menggunakan cetok secara perlahan-lahan agar
tidak ada udara di dalam pemasangan tersebut.
i. Disela-sela keramik ada nat selebar 4mm.
j. Pekerjaan tersebut dilakukan sampai selesai.
k. Setelah pekerjaan tersebut dirasa telah selasai maka bersihkanlah sisa-sisa spesi yang
berada di atas permukaan keramik.
Hal. 6
VIII. Alat Penggantung
1. Engsel atas dipasang +/- 28 cm (as) dari permukaan atas pintu.
Engsel bawah dipasang +/- 32 cm (as) dari permukaan bawah pintu.
Engsel tengah dipasang ditengah-tengah antara kedua engsel tersebut.
2. Untuk pintu toilet, engsel atas dan bawah dipasang +/- 28 cm dari permukaan
pintu, engsel tengah dipasang di tengah-tengah antara kedua engsel tersebut.
3. Penarikan pintu (door pull) dipasang 90 cm (as) dari permukaan lantai.
4. Seluruh perangkat kunci harus bekerja dengan baik, untuk itu harus dilakukan
pengujian secara kasar dan halus.
IX. Pekerjaan Instalasi Listrik
Pemasangan Pekerjaan Instalasi listrik dan tata letak titik lampu/stop kontak serta jenis
armatur lampu yang dipakai harus dikerjakan sesuai dengan gambar Pekerjaan Instalasi
listrik. Sedangkan sistem pemasangan pipa-pipa listrik pada dinding maupun beton harus
ditanam (system inbouw) dan penarikan kabel (jaringan kabel) diatas plafond diikat
dengan isolator khusus dengan 1,00 atau 1,20 m, atau jaringan kabel diatas plafond
tersebut dimasukkan dalam pipa PVC. Khusus untuk instalasi kontak harus dilengkapi
kabel orde (pertanahan) sesuai dengan peraturan yang berlaku (mencapai dan terendam
air tanah).
X. Pekerjaan Pengecatan
1. Pekerjaan Cat kayu
Pekerjaan pengecatan pada kayu dilakukan setelah pemasangan pada bangunan,dan
dilakukan pengeringan terlebih dahulu sebelum dilakukan pengecatan, pengecatan
dilakukan sampai beberapa kali pada bagian kayu ,supayadapatbertahanlebih lama
dan terhindardarikeausanakibat cuaca panas maupun pada saat cuaca
dinginatauhujan
2. Pekerjaan Cat dinding
Pekerjaan pengecatan dinding akan dilakukan dengan menggunakan bahan cat
tembok,pengecatan ini dilakukan setelah dinding digosokan dengan kertas amplas
terlebih dahulu,supaya pori – pori dinding merata,pengecatan dinding tembok
dilakukan mulai dari bagian dinding paling tinggi ke bagian paling rendah
3. Pekerjaan Cat plafond
Pekerjaan pengecatan plafond ini dikerjakan setelah plafond siap terpasang pada
semua bagian ruangan,sehingga memudahkan untuk pembersihan ruangan setelah
pekerjaan pengecatan selesai dikerjakan.Pengecatan plafon Gypsum akan dilakukan
dengan menggunakan bahan warna yang relevan terhadap kontras dalam
ruangan,dengan melapisi beberapa kali pengecatan sampai tampak rapi dan indah.
Hal. 7
XI. Pekerjaan Sanitasi dan Instalasi Air
1. Lingkup Pekerjaan.
a. Termasuk dalam pekerjaan pemasangan sanitair ini adalah penyediaan tenaga
kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang akan digunakan,
sehingga tercapai hasil pekerjaan yang bermutu dan sempurna dalam
pemakaiannya.
b. Pekerjaan pemasangan sanitair ini sesuai dengan yang ditunjukkan dalam
detail gambar, uraian dan syarat-syarat teknis.
1. Closet jongkok adalah produk standar kualitas baik. termasuk accessoriesnya
seperti tercantum dalam brosur. Tipe yang dipakai adalah sesuai dengan yang
diusulkan dalam proposal dan disepakati dalam klarifikasi dan negosiasi. Warna
akan ditentukan kemudian berdasarkan kesepakatan di lapangan.
2. Closet beserta kelengkapan yang dipasang adalah yang telah diseleksi dengan
baik. tidak ada bagian yang gompal, retak atau cacat lainnya dan telah disetujui
Tim Perencanaan dan Pengawasan.
3. Wastefel adalah produk standar kualitas baik. termasuk accessoriesnya seperti
tercantum dalam brosur. Tipe yang dipakai adalah sesuai dengan yang diusulkan
dalam proposal dan disepakati dalam klarifikasi dan negosiasi. Warna akan
ditentukan kemudian berdasarkan kesepakatan di lapangan.
4. Floor drain dan clean out yang digunakan adalah produk standar kualitas baik,
metal vercroom dengan siphon dan penutup berengsel untuk floor drain, dop
vercroom dengan draad untuk clean out.
5. Floor drain dipasang ditempat-tempat sesuai gambar. Pada tempat-tempat yang
akan dipasangan floor drain, penutup lantai harus dilobangi dengan rapih,
mengunakan pahat kecil dengan bentuk dan ukuran sesuai ukuran floor drain
tersebut.
BAB - 2
PENUTUP
Demikian Metodelogi pelaksanaan ini dibuat guna sebagai acuan pekerjaan yang akan
dilaksanakan. Apabila ada keterangan keterangan yang tidak masuk kedalam metode ini
maka kami akan mempertanyakan langsung kepada PPTK ataupun konsultan.
Kegiatan ini akan dikatakan selesai setelah dilakukan pengukuran bersama antara dinas,
konsultan pengawas dan rekanan. Segala pekerjaan dan volume yang tercantum di dalam
kontrak telah selesai di laksanakan, maka dari itu dilakukan serah terima pertama dengan
telah membersihan semua lokasi pekerjaan serta membuat laporan foto dokumentasi
pekerjaan.
Hal. 8