| Reason | |||
|---|---|---|---|
CV Mzm Konstruksi | 09*8**2****19**0 | Rp 4,586,000,000 | - |
CV Mitra Mandiri | 0029315371128000 | - | - |
| 0012006847115000 | Rp 3,806,577,973 | Surat izin Laik Operasi (SILO) Untuk Kendaraan Motor Grader dan Pneumatic Tire Roller Tidak Valid, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas Nama Andi Yansah Selaku yang Menandatangani Surat izin Tersebut sudah tidak menjabat lagi Pada Periode Maret 2025. | |
| 0947346896121000 | - | - | |
| 0754245132119000 | - | - | |
| 0702785866113000 | - | - | |
| 0623877149119000 | - | - | |
CV Rancang Cipta Jaya | 00*8**6****19**0 | - | - |
| 0917409021116000 | - | - | |
CV Prima Teknika Utama | 09*6**5****19**0 | - | - |
| 0317559029119000 | - | - | |
CV Olo Bosque | 06*7**1****25**0 | - | - |
| 0942255191121000 | - | - | |
CV Barawi Adi Karsa | 03*4**9****19**0 | - | - |
CV Abadi Nusantara Mandiri | 05*3**9****19**0 | - | - |
| 0869405357119000 | - | - | |
| 0925944696121000 | - | - | |
| 0316432962119000 | - | - | |
Hakey Jaya Konstruksi | 04*0**0****19**0 | - | - |
PT Benua Cipta Sumatera | 02*4**6****11**0 | - | - |
| 0211489877119000 | - | - | |
CV Wulandari | 0210887825119000 | - | - |
| 0425702024119000 | - | - | |
| 0848653291122000 | - | - | |
| 0024936510121000 | - | - | |
CV Js Group | 08*3**6****19**0 | - | - |
CV Al Araf | 10*0**0****63**7 | - | - |
CV Stabat Group | 01*9**6****19**0 | - | - |
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
Rekonstruksi/Peningkatan Struktur Ruas Jalan JL. Batu Katak - Batu Jonjong Kec. Bahorok
(DBH Sawit 2025)
LINGKUP PEKERJAAN
DIVISI 1. UMUM
1.2 Mobilisasi
SKh-1.22. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK)
DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK
3,1 Galian biasa
3,2 Timbunan Pilihan dari sumber galian (Tutup Lubang)
DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR
5.1.(1) Lapis Pondasi Agregat Kelas A
DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL
6.1 (1) Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair/Emulsi
6.3(5a) Laston Lapis Aus (AC-WC)
6.3.(8) Bahan anti pengelupasan
DIVISI 7. STRUKTUR
7,1 Beton struktur fc' 20 Mpa
DIVISI 9. PEKERJAAN HARIAN & PEKERJAAN LAIN-LAIN
9,2 Marka jalan termoplastik
DIVISI 10. PEKERJAAN PEMELIHARAAN KINERJA
10.1.(21) Pembersihan Drainase
10.1.(22) Pengendalian Tanaman
DIVISI 1. UMUM
1.2 Mobilisasi
Kegiatan mobilisasi mencakup pekerjaan, sebagai berikut :
- Pengangkutan peralatan konstruksi sesuai dengan daftar peralatan yang akan
digunakan untuk mengerjakan proyek.
- Mobilisasi juga meliputi demobilisasi dari tempat kerja oleh kontraktor pada akhir
kontrak, kontraktor harus menyerahkan program mobilisasi kepada konsultan pengawas
untuk diperiksa dan kemudian diajukan ke pemimpin proyek untuk disetujui dan akan
dinyatakan (persetujuannya) sebelum tanggal permulaan berlakunya Kontrak.
A. Sewa Tanah
Sewa tanah pada masyarakat untuk pembuatan base camp, kantor kerja, barak
karyawan, gudang dan lain-lain.
B. Peralatan
Peralatan yang akan digunakan untuk melaksanakan pekerjaan ini:
No Jenis Alat dan Kapasitas Jumlah
1 ASPHALT FINISHER 1 Unit
2 COMPRESSOR 4000-6500 L\M 1 Unit
3 MOTOR GRADER >100 HP 1 Unit
4 TANDEM ROLLER 6-8 T. 1 Unit
5 TIRE ROLLER 8-10 T. 1 Unit
6 VIBRATORY ROLLER 5-8 T. 1 Unit
Semua peralatan seperti yang tercantum pada tabel di atas dimobilisasi menuju site
(lokasi kerja).
C. Kantor Lapangan dan Fasilitas
1. Papan Proyek
Papan nama proyek digunakan sebagai identitas atau informasi mengenai proyek.
Papan nama dibuat dua buah dan ditempatkan pada awal dan akhir proyek,papan
nama terbuat dari plywood dan kayu kaso dengan pondasi adukan semen, pasir
dan split.
2. Dokumen Kontrak
Pembuatan Dokumen Kontrak yang merupakan gabungan dari beberapa Dokumen
Penetapan Pemenang, Dokumen Perusahaan, Surat Perjanjian Pemborongan dll.
Dijilid menjadi satu dan dirangkap sesuai dengan kebutuhan.
D. Mobilisasi Fasilitas Laboratorium
Ruang Laboratorium (sesuai Gambar)
E. Mobilisasi Personil
Personil Sesuai Struktur Organisasi
F. Manajemen dan Keselamatan lalu lintas
Penyedia jasa harus menyediakan tenaga Koordinator Manajemen dan Keselamatan Lalu
Lintas (KMKL) yang memadai.
KMKL harus secara aktif berparstisipasi dalam semua rapat regular maupun khusus
dengan direksi pekerja. KMKL harus siap dihubungi pada setiap saat (24 jam perhari, 7
hari per minggu) melalui komunikasi bergerak untuk mengatasi kesulitan –kesulitan,
keadaan darurat dan hal-hal lain terkait lalu lintas dan manajemen keselamatan selama
periode pelaksanaan.
Tugas –tugas KMKL harus mencakup berikut ini:
1. Memahami persyaratan kontrak tual, termasuk denah, spesifikasi, dan lingkungan
di mana pekerjaan sipil akan dilaksanakan.
2. Menginspeksi rutin terhadap kondisi dan keefektifan dari pengaturan lalu lintas
yang di gunakan dalam kegiatan dan memastikan bahwa perlengkapan tersebut
berfungsi sebagai mana mestinya, bersih, dapat dilihat dan memenuhi
spesifikasi,denah serta peraturan-peraturan setempat.
3. Meninjau dan mengantisipasi kebutuhan atas pengaturan lalu lintas yang sesuai,
memberi pendapat kepada direksi pekerjaan tentang hal-hal terkait, dan
memastikan bahwa RMKL telah diimplemntasikan untuk pergerakan lalu lintas
yang aman dan efisiensi.
4. Mengkoordinasikan pemeliharaan dari pengoperasian lalu lintas dengan direksi
pekerjaan.
5. Melakukan rapat keselamatan lalu lintas dengan penyedia jasa sebelum
pelaksanaan dimulai, dan rapat berkala yang dianggap perlu atau sebagaimana
diperintahkan oleh direksi pekerja. Direksi pekerjaan harus diberitahu sebelumnya
untuk menghadiri rapat-rapat ini.
Urutan Kerja Keselamatan Lalu lintas Yang Perlu Diperhatikan Oleh Penyedia Jasa.
1. Penyedia jasa menyiapkan perlengkapan keselamatan jalan selama periode konstruksi sesui
ketentuan.
2. Buat rencana kerja manajemen lalu lintas sesui schedule pekerjaan dan di koordinasikan dengan
seluruh personil yang terkait.
3. Kelompok kerja pengatur lalu lintas selama konstruksi menggunakan tenaga pengatur dan flagman
dengan 3 shiff.
4. Pengalihan arus lalu lintas harus ijin PPK dan pihak terkait.
5. Semua rambu lintas harus jelas dan terbaca oleh pengguna jalan.
G. Demobilisasi
Semua alat kerja yang digunakan pada akhir/finishing pelaksanaan pekerjaan segera
dilakukan demobilisasi kembali.Setelah semua Pelaksanaan pekerjaan selesai maka
kontraktor akan melakukan pembersihan akhir dimana barak kerja, kantor direksi dan
lain-lain akan di bongkar dan diangkut ke luar lokasi menurut petunjuk direksi.
Pembersihan ini dikerjakan pada semua lini yang terjadi akibat efek dari pelaksanaan
pekerjaan. Pihak pelaksana bersama-sama konsultan pengawas/Direksi, dan PPK
melakukan serah terima pekerjaan. Dalam jangka waktu masa pemeliharaan selama
waktu yang telah ditentukan segala sesuatu yang terjadi dari hasil pekerjaan tersebut
menjadi tanggung jawab pelaksana dan harus dilakukan perawatan.
DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK
3.1 (1) Galian Biasa
Penggalian tanah dilaksanakan menurut kelandaian, garis dan elevasi yang ditentukan
dalam Gambar atau ditunjukkan oleh Direksi Pekerjaan dan mencakup pembuangan
material/bahan dalam bentuk apapun yang dijumpai, termasuk tanah, batu, batu bata,
beton, pasangan batu, bahan organik dan bahan perkerasan lama yang sudah tidak dipakai
lagi.
Penggalian tanah dilakukan dengan alat berat yaitu Excavator untuk daerah galian tanah
yang dalam. Untuk lahan/daerah yang tidak bisa dijangkau oleh alat berat
(Excavator/Bulldozer/Motor Grader), lakukan penggalian secara manual.
Muat hasil galian ke atas Dump Truck, angkut dan buang hasil galian tersebut keluar
area/lokasi kerja.
Lakukan penggalian dan pembuangan secara berulang, sampai batas galian dan elevasi
yang sudah ditentukan.
Pada permukaan galian/pemotongan harus dibersihkan dari segala bahan yang lepas yang
akan menjadi berbahaya setelah pekerjaan selesai. Permukaan lereng hasil
galian/pemotongan agar diusahakan dalam keadaan stabil
3.2.(2a) Timbunan Pilihan dari sumber galian (Tutup Lubang)
Pekerjaan Timbunan Pilihan dari Sumber Galian dikerjakan untuk penutupan lubang pada
badan jalan. Pekerjaan penutupan lubang pada badan jalan merupakan pekerjaan tahap awal
sebelum menghampar Agregat Kelas A dikerjakan.
Urutan pelaksanaan :
1. Sebelum pekerjana dimulai, terlebih dahulu mempersiapkan gambar design dari data-data awal
yang diambil pada saat survey dan gambar design lokasi in diajukan dan disetujui direksi pekerjaan
terlebih dahulu yaitu dengan gambar penampang melintang yang menunjukkan elevasi permukaan
tiap titik.
2. Setelah gambar penampang melintang disetujui, kemudian dilaksanakan pemasangan patok-patok
elevasi.
3. Disamping persiapan dilokasi pekerjaan, persiapan material dipersiapkan dengan dimulai dari
pengajuan pembuatan JMD dari balai pengujian dan pengendalian dinas dengan mengirim rencana
agregat hasil pengolahan Stone Cruiser yang ada di base camp.
4. Kemudian dari hasil JMD yang telah disetujui oleh balai pengujian dilanjutkan dengan pembuatan
JMF dilaboraturium, setelah diperoleh hasil komposisi dari agregat campuran dari material,
dilaksanakan trial mix dan kemudian hasil dari trial mix diuji dengan mengacu kepada JMD. setelah
selesai semua hasil dibuat report dan ditandatangani bersama-sama, kemudian dilakukan
pengolahan materila untuk pengiriman kelokasi pekerjaan.
5. Material yang telah diolah dibase camp kemudian dikirim kelokasi pekerjaan dengan menggunakan
Dump Truck yang telah disediakan.
6. Stelah materila sampai dilokasi, dilanjutkan penghamparan dengan menggunakan motor grader
yang dihampar secara layer perlayer. Kemudian hasil hamparan dipadatkan langsung dengan
mengggunakan alat pemadat Vibro Roller dengan jumlah lintasan yang telah disepakati dan
dilanjutkan dengan menggunakan alat pemadat PTR agar diperoleh hasil hamparan yang
butirannya tidak lepas. pada saat proses pemadatan ini diikuti penyiraman dengan menggunakan
Water Tank. Pemadatan berlangsung sampai dengan elevasi dan panjang hamparan yang telah
ditentukan oleh direksi pekerjaan.
7. Setelah pencapaian sesuai dengan elevasi pada gambar design, pengecekan elevasi yang
dilaksanakan bersama, setelah hasil pengecekan elevasi dilanjutkan dengan melakukan pengujian
kepadatan Base lapis pertama sampai dipadatkan dengan CBR minimal 60%. dan setiap jarak
100m, pengujian CBR dilakukan sampai panjang yang diinginkan selesai.
DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR
5.1.(1) Lapis Pondasi Agregat Kelas A
Pekerjaan Agregat Kelas A dikerjakan setelah pekerjaan Agregat Kelas B/material lapisan
lainnya selesai dikerjakan. untuk Pekerjaan Badan Jalan adalah meliputi penghamparan dan
pemadatan agregat base pada badan jalan sepanjang link pekerjaan.
Urutan pelaksanaan :
1. Sebelum pekerjana dimulai, terlebih dahulu mempersiapkan gambar design dari data-data awal
yang diambil pada saat survey dan gambar design lokasi in diajukan dan disetujui direksi pekerjaan
terlebih dahulu yaitu dengan gambar penampang melintang yang menunjukkan elevasi permukaan
tiap titik.
2. Setelah gambar penampang melintang disetujui, kemudian dilaksanakan pemasangan patok-patok
elevasi.
3. Disamping persiapan dilokasi pekerjaan, persiapan materila dipersiapkan dengan dimulai dari
pengajuan pembuatan JMD dari balai pengujian dan pengendalian dinas dengan mengirim rencana
agregat hasil pengolahan Stone Cruiser yang ada di base camp.
4. Kemudian dari hasil JMD yang telah disetujui oleh balai pengujian dilanjutkan dengan pembuatan
JMF dilaboraturium, setelah diperoleh hasil komposisi dari agregat campuran dari material,
dilaksanakan trial mix dan kemudian hasil dari trial mix diuji dengan mengacu kepada JMD. setelah
selesai semua hasil dibuat report dan ditandatangani bersama-sama, kemudian dilakukan
pengolahan materila untuk pengiriman kelokasi pekerjaan.
5. Material yang telah diolah dibase camp kemudian dikirim kelokasi pekerjaan dengan menggunakan
Dump Truck yang telah disediakan.
6. Stelah materila sampai dilokasi, dilanjutkan penghamparan dengan menggunakan motor grader
yang dihampar secara layer perlayer dengan tebal hamparan yang telah ditentukan/direncanakan.
kemudian hasil hamparan dipadatkan langsung dengan mengggunakan alat pemadat Vibro Roller
dengan jumlah lintasan yang telah disepakati dan dilanjutkan dengan menggunakan alat pemadat
PTR agar diperoleh hasil hamparan yang butirannya tidak lepas. pada saat proses pemadatan ini
diikuti penyiraman dengan menggunakan Water Tank. Pemadatan berlangsung sampai dengan
elevasi dan panjang hamparan yang telah ditentukan oleh direksi pekerjaan.
7. Setelah pencapaian sesuai dengan elevasi pada gambar design, pengecekan elevasi yang
dilaksanakan bersama, setelah hasil pengecekan elevasi wajib dilakukan pengetesan
ketebalan (Test Feet) agregat Kelas A dan dilanjutkan dengan melakukan pengujian
kepadatan Base lapis pertama sampai dipadatkan dengan CBR minimal 60%. dan setiap jarak
100m, pengujian CBR dilakukan sampai panjang yang diinginkan selesai.
Lapis pondasi agregat kelas A dihampar diatas badan jalan yang ada yang sudah rata.
DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL
6.1 (1) Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair/Emulsi
Lapis resap pengikat (prime coat) adalah lapis tipis aspal cair yang dilaksanakan setelah
Pekerjaan Menghampar Agregrat Kls. A selesai atau sudah padat dengan ketentuan-ketuan
Speksipikasi yang telah di tentukan serta telah di setujui oleh Direksi Teknis dan pengawas,
yang adapun pekerjaan tersebut diatas diletakkan di atas lapis Agregrat Kls. A sebelum lapis
berikutnya dihampar. Aspal cair ini dapat meresap ke dalam lapis pondasi mengisi rongga dan
memperkeras permukaan serta mengikat lapis pondasi dan lapis permukaan. Hal pertama
yang dilakukan adalah memanaskan aspal yang ada di dalam mobil aspal spayer yang telah
dibuka di bagian badan tersebut. Pemanasan aspal ini tidak boleh terlalu panas karena dapat
menyebabkan kebakaran dan sifat kelengketan dan kelenturan aspal menjadi rusak.
6.3(5a) Laston Lapis Aus (AC-WC)
Setelah selesai penyemproten Lapis Resap Pengikat ( Prime Coat ) pada permukaan Agregat
Kelas A maka dilanjutkan pekerjaan Laston Lapis Aus ( AC – WC ) dimana Pekerjaan ini
pencampuran bahan agregat dengan aspal dilakukan di base camp AMP sesuai dengan
spesipikasi teknis, kemudian AC-WC di tuang ke dumtruck lalu ditutup dengan terpal untuk
menahan suhu AC-WC tetap setabil lalu dikirim sampai ke lokasi pekerjaan yang telah Periksa
pastikan aspalt distributor dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan alat aspalt
sprayer dapat berfungsi dengan baik.
Periksa dan pastikan nozel-nozel pada aspalt sprayer dan aspal distributor tidak mampet dan
dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan rollerbars tidak macet, dapat berputar
dengan baik. Periksa dan pastikan hopper dapat di gerakkan buka tutup dan dapat berfungsi
dengan baik. Periksa dan pastikan permukaan plat screed rata, mulus di lengkapi alat
pemanas dan berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan alat penumbuk (tamper) dan
vibrator (pemadat getar) pada screed dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan
pengatur tebal manual hamparan dapat di naikkan dan di turunkan dan dapat berfungsi
dengan baik. Periksa dan pastikan bila finisher di lengkapi dengan alat Pengatur tebal
otomatis.
Periksa dan pastikan alat sensor dan kelengkapannya dapat berfungsi dengan baik. Periksa
dan pastikan sendi ( crown ) pada as plat sceed dapat membentuk untuk kemiringan jalan
sesuai kebutuhan. Periksa dan pastikan pintu pengatur, feeders dan ulir penyebar (screw)
masing-masing dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan bahwa finisher dan ulir
penyebar di lengkapi sambungan screed. Periksa dan pastikan dump truck dalam kondisi baik
dan layak jalan. Periksa dan pastikan lantai bak rata dan bersih dari kotoran. Periksa dan
pastikan hidrolik dump truck berfungsi dengan baik. Stapkan terpal untuk penutup dump truck
dan pastikan terpal dalam keadaan baik. Periksa dan pastikan alat pemeriksa ketebalan dalam
kondisi baik Periksa dan pastikan termometer untuk pemeriksaan campuran aspalt
menunjukkan angka yang benar dan telah di kalibrasi. Siapkan alat bantu lainnya seperti:
blencong, mistar pengrata, gerobak dorong, kaso, dan benang. Siapkan rambu pengaman lalu
lintas secukupnya sesuai kebutuhan. Peralatan mekanik seperti finisher alat penghampar dan
alat alat pemadat . bahan di tuang ke bak finisher dari dumtruck, finisher menghampar
campuran aspal panas ke permukaan lapis pondasi pada ketebalan diatas rata rata ketebalan
padat dan hasil penggelaran didiamkan pada suhu yang telah di tetapkan kemudian di
padatkan dengan mesin gilas roda besi , penggilasan sedemikan rupa hingga mendapatkan
kerataan dan kepadatan yang di tetapkan dan akhir pemadatan mengunakan mesin gilas roda
karet yang disesuaikan dengan spesipikai teknis.
6.3.(8) Bahan anti pengelupasan
Aditif kelekatan dan anti pengelupasan (anti striping agent) harus ditambahkan dalam bentuk
cairan kedalam campuran agregat dengan mengunakan pompa penakar (dozing pump) pada
saat proses pencampuran basah di pugmil.
Kuantitas pemakaian aditif anti striping dalam rentang 0,2% - 0,3 % terhadap berat aspal.
Anti striping harus digunakan untuk semua jenis aspal tetapi tidak boleh tidak digunakan pada
aspal minyak yang bermuatan positif. Jenis aditif yang digunakan haruslah yang disetujui
Direksi Pekerjaan. Penyediaan aditif dibayar terpisah dari pekerjaan aspal.
DIVISI 7. STRUKTUR
7,1 Beton struktur fc' 20 Mpa
Campuran beton yang dibuat untuk perkerasan beton semen harus memiliki kelecakan yang
baik agar memberikan kemudahan dalam pengerjaaan tanpa terjadi segregasi atau bliding
dan setelah beton mengeras memenuhi kriteria kekuatan, keawetan, kedap air dan
keselamatan berkendaraan.
a) kadar air dan kandungan udara;
Kadar air harus dijaga serendah mungkin (dalam batas kemudahan kerja) untuk mendapatkan
beton yang padat dan awet dengan kandungan udara yang sesuai dengan persyaratan.
b) Mutu Agregat;
c) Bahan Tambah (Admixtures);
Bahan tambah baru boleh digunakan hanya apabila sudah dilakukan penilaian dan pengujian
lapangan yang teliti.
d) Kekesatan.
Faktor air semen yang rendah sangat membantu dalam mempertahankan kekesatan
permukaan perkerasan beton.
Pengecoran
Pengecoran beton harus dilakukan secara hati-hati agar tidak terjadi segregasi. Tinggi jatuh
adukan beton harus diperhatikan antara 0,90 m – 1,50 m tergantung dari konsistensi adukan.
Apabila dalam pengecoran digunakan mesin pengaduk di tempat, penuangan adukan beton
dapat dilakukan menggunakan baket (bucket) dan talang. Untuk beton tanpa tulangan
adukan beton dapat dituangkan di atas permukaan yang telah disiapkan di depan mesin
penghampar. Harus diusahakan agar penumpahan adukan beton dari satu adukan ke adukan
berikutnya berlangsung secara berkesinambungan sebelum terjadi pengikatan akhir (final
setting).
Pengecoran pada cuaca panas
Bila pelaksanaan perkerasan dilakukan pada cuaca panas dan bila temperatur beton basah
(fresh concrete) di atas 240 C, pencegahan penguapan harus dilakukan. Air harus dilindungi
dari panas sinar matahari, dengan cara melakukan pengecatan tanki air dengan warna putih
dan mengubur pipa penyaluran atau dengan cara lain yang sesuai. Temperatur agregat kasar
diturunkan dengan menyemprotkan air. Pengecoran beton harus dihentikan bila temperatur
beton pada saat dituangkan lebih dari 320 C. Kehilangan kadar air yang cepat dari permukaan
perkerasan akan menghasilkan kekakuan yang lebih awal dan mengurangi waktu yang
tersedia untuk menyelesaikan pekerjaan akhir. Dalam keadaan seperti ini tidak diperbolehkan
menambahkan air ke permukaan pelat. Pada kondisi yang sangat terpaksa berkurangnya
kadar air bisa diimbangi dengan melakukan pengkabutan.
Penghamparan
Ada dua metoda penghamparan beton semen.
a) Metoda Menerus;
Pada metoda ini beton dicor secara menerus. Sambungan-sambungan melintang dapat dibuat
ketika beton masih basah atau dengan cara digergaji sebelum retak susut terjadi.
b) Metoda Panel - Berselang.
Pada metoda ini beton dicor dengan sistem panel-panel berselang. Panel-panel yang kosong
di antara panel-panel yang sudah dicor, pengecorannya dikerjakan setelah 4 – 7 hari
berikutnya. Pada pekerjaan besar harus disediakan penghampar jenis dayung (paddle) atau
ulir (auger), atau ban berjalan, maupun jenis wadah (hopper) dan ulir, kecuali apabila
digunakan penghampar acuan gelincir. Pada mesin penghampar acuan gelincir, peralatan
penghampar biasanya sudah menyatu. Semua peralatan harus dioperasikan secara seksama.
Pada pekerjaan yang lebih kecil, penghamparan dapat dilakukan dengan cara manual. Beton
harus dihampar dengan ketebalan yang sesuai dengan tipe dan kapasitas alat pemadat.
Apabila perkerasan beton menggunakan tulangan, pemasangan tulangan harus diperkuat oleh
dudukan kemudian beton dicor dan dipadatkan dari atas.
Pemadatan
Adukan beton harus dipadatkan dengan sebaik-baiknya. Ada dua metoda untuk memadatkan
beton yaitu : pemadatan dengan tangan dan pemadatan dengan getaran.
a) Pemadatan dengan tangan (hand tamping);
Alat ini biasanya digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan kecil. Alat ini dapat dibuat dari balok
kayu berukuran 22,5 x 7,5 mm2 dengan panjang sesuai lebar jalur yang dicor. Bagian bawah
tepi balok kayu diperkuat dengan pelat besi tebal 5 mm seperti diperlihatkan pada Gambar 3.
Untuk memadatkan beton, mula-mula alat ini dipasang mendatar di atas permukaan beton,
kemudian diangkat dan dijatuhkan secara berulang-ulang. Setelah pemadatan selesai, alat ini
bisa sekaligus dipakai untuk meratakan dan merapikan permukaan beton.
Pembentukan tekstur permukaan
Setelah beton dipadatkan, permukaan beton harus diratakan dan dirapihkan dengan alat
perata Beton yang masih dalam keadaan plastis diberi tekstur untuk memberikan kekesatan
permukaan. Permukaan yang kasar bisa dicapai dengan beberapa cara. Ini termasuk
penarikan karung goni (burlap), penyikatan dengan kawat atau paku dan pembuatan alur.
Perlindungan
Setelah beton dicor dan dipadatkan, hingga berumur beberapa hari, beton harus dilindungi
terhadap kerusakan yang disebabkan oleh faktor lingkungan.
a) Pencegahan Retak Susut Plastis;
Retak susut plastis adalah retak yang terjadi pada permukaan beton basah dan pada saat
masih plastis. Penyebab utama dari retak tipe ini adalah pengeringan permukaan beton yang
terlalu cepat yang dipengaruhi oleh kelembaban relatif, temperatur beton dan kecepatan
angin.udara serta Tingkat penguapan akan sangat tinggi bila kelembaban relatif kecil,
temperatur beton lebih tinggi dari temperatur udara, dan bila angin bertiup pada permukaan
beton. Bilamana terjadi kombinasi panas, cuaca kering dan angin yang kencang akan
mengakibatkan hilangnya kelembaban yang lebih cepat dibandingkan dengan pengisian
kembali rongga oleh proses aliran air. Pengeringan yang cepat juga terjadi pada cuaca dingin,
jika temperatur beton pada saat pengecoran adalah lebih tinggi dari pada temperatur udara.
Jika laju penguapan air lebih dari 1,0 kg/m2 per jam, pencegahan harus dilakukan untuk
menghindari terjadinya retak susut plastis. Besarnya laju penguapan dapat diestimasi dengan
menggunakan nomogram seperti diperlihatkan pada Gambar 7.
Prosedur untuk meminimalkan retak akibat susut plastis :
– Buat pelindung angin untuk mengurangi pengaruh angin dan atau sinar matahari
terhadap permukaan beton semen
– Kendalikan perbedaan temperatur yang berlebihan antara beton dan udara baik cuaca
panas maupun dingin
– Hindari keterlambatan penyelesaian akhir setelah pengecoran beton
– Rencanakan waktu antara pengecoran dan permulaan perawatan dengan
memperhatikan prosedur pelaksanaan, apabila terjadi keterlambatan, lindungi beton
dengan penutup sementara
– Lindungi beton selama beberapa jam pertama setelah pengecoran dan pembuatan
tekstur permukaan untuk meminimalkan penguapan
b) Perlindungan terhadap hujan;
– Untuk melindungi beton belum berusia 12 jam, harus ditutup dengan bahan seperti
plastik, terpal atau bahan lain yang sesuai.
c) perlindungan terhadap kerusakan permukaan.
– Perkerasan harus dilindungi terhadap lalu-lintas umum dan proyek, dengan pemasangan
rambu lalu-lintas, penerangan lampu, penghalang, dan lain sebagainya.
Perawatan
Perawatan perlu dilakukan dengan seksama karena sangat menentukan mutu akhir beton.
Setelah pelaksanaan akhir dan pengteksturan seluruh permukaan beton harus dirawat. Salah
satu perawatan yang baik adalah dengan cara penyemprotan bahan larutan yang sesuai,
seperti pigmen putih (white-pigmented), bahan dasar resin (resin-based) atau bahan dasar
karet klorinat (chlorinated-rubber-base), selaput kompon yang sesuai dengan ASTM C309.
Kompon harus disemprotkan dengan jumlah 0,3 ltr/m2 (3,75 m2/ltr) untuk tebal pelat ≥ 12,5
cm dan 0,2 ltr/m2 (2,5 m2/ltr) untuk tebal pelat < 12,5 cm. Bidang-bidang tepi perkerasan
harus segera dilapisi paling lambat 60 menit setelah acuan dibongkar. Apabila pada masa
perawatan terjadi kerusakan lapisan perawatan, maka lapisan perawatan tersebut harus
segera diperbaiki. Metoda perawatan yang lain seperti dengan lembaran plastik putih dapat
dilakukan bilamana perawatan dengan selaput kompon tidak memungkinkan. Penempatan
lembaran plastik putih harus dilaksanakan pada saat permukaan beton masih basah. Jika
permukaan terlihat kering sebelum beton mengeras, harus dibasahi dengan cara pengkabutan
sebelum lembaran plastik tersebut dipasang. Sambungan lembaran penutup harus dipasang
tumpang tindih selebar 50 cm dan harus dibebani sedemikian rupa sehingga tetap lekat
dengan permukaan perkerasan beton. Lembaran penutup harus dilebihkan pada tepi
perkerasan beton dengan lebar yang cukup sehingga dapat menutup sisi samping dari
permukaan pelat beton setelah acuan samping dibuka. Lembaran tersebut hendaknya masih
berada pada tempatnya selama waktu perawatan. Penggunaan karung goni yang lembab
untuk menutup permukaan beton dapat dipergunakan, lembar penutup harus diletakkan
sedemikian rupa sehingga menempel pada permukaan beton, tetapi tidak boleh diletakkan
sebelum beton cukup mengeras guna mencegah pelekatan. Penutup harus dipertahankan
dalam keadaan basah dan pada tempatnya selama minimal 7 hari.
DIVISI 9. PEKERJAAN HARIAN & PEKERJAAN LAIN-LAIN
9,2 Marka jalan termoplastik
Pelaksanaan Pengecatan /Aplikasi Marka Jalan Thermoplastic Sebelum pekerjaan dimulai
pelaksana terlebih dahulu memperlihatkan bahan material dan hasil uji lab dari bahan yang
akan di pakai. Selanjutnya pekerjaan didahulu pre-marking yaitu membuat design marka
sesuai hasil survey mempergunakan cat road line paint atau cat yang mudah hilang. Setelah
pre-marking atau pembuatan marka memakai kwas cat road line terbentuk dan telah disetujui
oleh KPA/PPK/Satgas. maka dilanjutkan pengecatan thermoplastic. Pelaksanaan pengecatan
thermo mempergunakan alat khusus cat thermoplastic yakni terdiri dari 2 mesin pokok yaitu
Pre Haeter alat memasak tepung thermoplastic dan mesin aplikasi. Setelah cat mencair
dengan di panasi mempergunakan gas elpiji pada tengki pre heater dengan suhu antara 190
ºC s/d 220 ºC, lalu di tuangkan kepada mesin aplikasi. Didalam mesin aplikasi telah dipasang /
disiapkan cetakan sesuai ukuran yang akan di cat untuk garis centre line baik yang putus-
putus atau tidak putus juga garis tepi dengan lebar 12 cm sedangkan untuk Zebra Cross
dengan
lebar 30 cm ketebalan cat yakni 3 mm. Glass Beads di tempatkan pada mesin aplikasi dengan
sistim penaburan secara otomatis sehingga pada saat cat termoplastik di gelar maka butiran
glass beads keluar secara merata dan serentak. Sebelum aplikator menggelar cat
thermoplastic lokasi lalu lintas agar diamankan terlebih dahulu, dengan memasang rambu
kerja (portable) yang dapat di pindah-pindah, juga dibantu oleh petugas pemberi isyarat
peringatan bahwa di jalan sedang dilaksanakan pengecatan marka jalan, jika terjadi antrian
yang panjang maka pengecatan di tunda terlebih dahulu atau dengan sistim buka tutup arus
lalu lintas. Selanjutnya lahan yang akan di cat di bersihkan dari kotoran – kotoran yang
melekat pada lokasi pengecatan misalkan debu, tanah, oli, solar dan air sehingga lokasi betul-
betul kering dan bersih. Kemudian barulah pelaksanaan pegelaran cat / aplikasi
dilaksanakan yaitu sesuai dengan garis / tanda pada saat pre marking. Sebaiknya setelah 5-
15 menit setelah aplikasi maka barulah di perbolehkan dilalui oleh kendaraan, jika terjadi turun
hujan maka pengecatan / aplikasi di hentikan sedangkan bahan-bahan material dan peralatan
di amankan agar tidak terkena air hujan.
DIVISI 10. PEKERJAAN PEMELIHARAAN KINERJA
10.1.(21) Pembersihan Drainase
Pekerjaan pembersihan drainase adalah pekerjaan yang mencakup identifikasi, pembersihan
dan perapihan pada drainase dan saluran. Pekerjaan pemeliharaan kinerja drainase jalan
antara lain:
a) Pemeliharaan kinerja selokan, gorong-gorong, box culvert, dan saluran pembuang, serta
saluran air sementara maupun permanen harus dijadwalkan sedemikian rupa sehingga aliran
air yang lancar dapat dijaga selama Masa Kontrak.
b) Selokan dan saluran air lama maupun yang baru diperbaiki harus dijaga agar bebas dari
semua bahan yang lepas, sampah, endapan dan pertumbuhan tanaman yang tidak
dikehendaki yang mungkin akan menghalangi aliran air permukaan. Pemeliharaan semacam
itu harus dilaksanakan secara teratur berdasarkan rutinitas dan segera setelah aliran
permukaan akibat hujan lebat telah berhenti mengalir.
c) Selama periode hujan lebat, Unit Pengendali Mutu harus melakukan monitoring di lapangan
dan mencatat setiap sistem drainase yang kurang berfungsi akibat penyumbatan atau karena
hal lain setelah terjadinya hujan.
d) Setiap kelainan pada drainase dicatat pada saat tersebut, seperti luapan air, kekurangan
kapasitas, erosi, alinyemen struktur drainase yang kurang tepat atau rancangan lainnya yang
kurang cocok, harus dicatat dan diambil langkah perbaikan jika dimungkinkan
e) Pada lokasi yang harus bebas dari tumbuh-tumbuhan meliputi di sekitar ujung gorong-
gorong, terusan gorong-gorong, saluran air yang dilapisi, kerb, seluruh permukaan yang
dilabur dan lantai jembatan.
10.1.(22) Pengendalian Tanaman
Pekerjaan kinerja pengendalian tanaman antara lain:
a. Penyedia harus melaksanakan pengendalian tanaman atau tumbuhtumbuhan di
sepanjang Ruang Milik Jalan, yang kiranya dapat mengganggu jarak pandang bagi
pengguna jalan untuk keselamatan dalam berlalu-lintas selama periode pelaksanaan
b. Lokasi yang harus bebas dari tanaman di sekitar ujung goronggorong, terusan gorong-
gorong, saluran air yang dilapisi, kerb, sekitar rambu, guardrails, patok pengarah, tiang
lampu, bahu jalan, seluruh permukaan yang dilabur, bangunan bawah jembatan dan
deck jembatan.
c. Tumbuh-tumbuhan yang diijinkan tinggi maksimum 10cm di sekitar patok-patok
pengarah jalan dan rambu-rambu lalu lintas, ujung saluran melintang jalan, guardrails,
tiang-tiang lampu, median yang ditinggikan, pulau-pulau untuk lalu-lintas dan trotoar
termasuk tepi deck jembatan. Sedangkan tumbuh-tumbuhan yang diijinkan mempunyai
tinggi minimal 2,5cm dan maksimum 10cm pada lokasi median jalan yang direndahkan,
tebing tepi jalan (di luar Ruang Manfaat Jalan), taman di tempat istirahat dan sekitarnya
d. Pada daerah timbunan dan galian jalan harus mencakup pemotongan rumput, semak-
semak, dan pohon-pohon kecil yang tingginya sudah mencapai lebih dari 10cm dan/atau
untuk memperbaiki penampilan di dalam atau di samping jalan yang dibangun atau
memperbaiki jarak pandang pada tikungan selama periode pelaksanaan dan pekerjaan
lain yang mencakup perbaikan lereng yang tidak stabil.
e. Penyedia harus memperhitungkan kuantitas pelaksanaan pengendalian tanaman
tersebut diatas selama periode pelaksanaan, yang harus dilaksanakan setiap saat
hingga memenuhi kinerja yang disyaratkan