CV Ashab El Khandaq | 01*5**7****19**0 | Rp 2,821,262,000 |
CV Melfas | 06*5**5****19**0 | - |
CV Almagada Jaya Perkasa | 01*9**3****21**0 | - |
| 0964847255117000 | - | |
| 0608439808119000 | - | |
| 0022795447119000 | - | |
| 0026260281122000 | - | |
CV Rancang Cipta Jaya | 00*8**6****19**0 | - |
PT Sumber Sarana Primatama | 06*0**3****25**0 | - |
| 0840158042101000 | - | |
| 0926907734101000 | - | |
| 0210746095113000 | - | |
| 0012006847115000 | - | |
| 0024936510121000 | - |
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
: Pengaspalan Jalan dengan Hotmix di Ruas Jalan Sp. Selesai - Sp. Mancang Kec. Selesai
LINGKUP PEKERJAAN
DIVISI 1. UMUM
1.2 Mobilisasi
SKh-1.22. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK)
DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK
3.1.(7) Galian Perkerasan Beraspal dengan Cold Milling Machine
3.2.(2a) Timbunan Pilihan dari sumber galian (Bahu)
3.2.(2a) Timbunan Pilihan dari sumber galian (Tutup Lubang)
DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR
5.1.(1) Lapis Fondasi Agregat Kelas A
DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL
6.1 (1) Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair/Emulsi
6.1 (2a) Lapis Perekat - Aspal Cair/Emulsi
6.3(5a) Laston Lapis Aus (AC-WC)
6.3(6a) Laston Lapis Antara (AC-BC)
6.3.(8) Bahan anti pengelupasan
DIVISI 1. UMUM
1.2 Mobilisasi
Kegiatan mobilisasi mencakup pekerjaan, sebagai berikut :
- Pengangkutan peralatan konstruksi sesuai dengan daftar peralatan yang akan digunakan untuk
mengerjakan proyek.
- Mobilisasi juga meliputi demobilisasi dari tempat kerja oleh kontraktor pada akhir kontrak,
kontraktor harus menyerahkan program mobilisasi kepada konsultan pengawas untuk diperiksa dan
kemudian diajukan ke pemimpin proyek untuk disetujui dan akan dinyatakan (persetujuannya)
sebelum tanggal permulaan berlakunya Kontrak.
A. Sewa Tanah
Sewa tanah pada masyarakat untuk pembuatan base camp, kantor kerja, barak karyawan, gudang
dan lain-lain.
B. Peralatan
Peralatan yang akan digunakan untuk melaksanakan pekerjaan ini:
No Jenis Alat dan Kapasitas Jumlah
1 ASPHALT FINISHER 1 Unit
2 COMPRESSOR 4000-6500 L\M 1 Unit
3 MOTOR GRADER >100 HP 1 Unit
4 TANDEM ROLLER 6-8 T. 1 Unit
5 TIRE ROLLER 8-10 T. 1 Unit
6 VIBRATORY ROLLER 5-8 T. 1 Unit
Semua peralatan seperti yang tercantum pada tabel di atas dimobilisasi menuju site (lokasi kerja).
C. Kantor Lapangan dan Fasilitas
1. Papan Proyek
Papan nama proyek digunakan sebagai identitas atau informasi mengenai proyek. Papan
nama dibuat dua buah dan ditempatkan pada awal dan akhir proyek,papan nama terbuat dari
plywood dan kayu kaso dengan pondasi adukan semen, pasir dan split.
2. Dokumen Kontrak
Pembuatan Dokumen Kontrak yang merupakan gabungan dari beberapa Dokumen Penetapan
Pemenang, Dokumen Perusahaan, Surat Perjanjian Pemborongan dll. Dijilid menjadi satu dan
dirangkap sesuai dengan kebutuhan.
D. Mobilisasi Fasilitas Laboratorium
Ruang Laboratorium (sesuai Gambar)
E. Mobilisasi Personil
Personil Sesuai Struktur Organisasi
F. Manajemen dan Keselamatan lalu lintas
Penyedia jasa harus menyediakan tenaga Koordinator Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas
(KMKL) yang memadai.
KMKL harus secara aktif berparstisipasi dalam semua rapat regular maupun khusus dengan direksi
pekerja. KMKL harus siap dihubungi pada setiap saat (24 jam perhari, 7 hari per minggu) melalui
komunikasi bergerak untuk mengatasi kesulitan –kesulitan, keadaan darurat dan hal-hal lain terkait
lalu lintas dan manajemen keselamatan selama periode pelaksanaan.
Tugas –tugas KMKL harus mencakup berikut ini:
1. Memahami persyaratan kontrak tual, termasuk denah, spesifikasi, dan lingkungan di mana
pekerjaan sipil akan dilaksanakan.
2. Menginspeksi rutin terhadap kondisi dan keefektifan dari pengaturan lalu lintas yang di
gunakan dalam kegiatan dan memastikan bahwa perlengkapan tersebut berfungsi sebagai
mana mestinya, bersih, dapat dilihat dan memenuhi spesifikasi,denah serta peraturan-
peraturan setempat.
3. Meninjau dan mengantisipasi kebutuhan atas pengaturan lalu lintas yang sesuai, memberi
pendapat kepada direksi pekerjaan tentang hal-hal terkait, dan memastikan bahwa RMKL
telah diimplemntasikan untuk pergerakan lalu lintas yang aman dan efisiensi.
4. Mengkoordinasikan pemeliharaan dari pengoperasian lalu lintas dengan direksi pekerjaan.
5. Melakukan rapat keselamatan lalu lintas dengan penyedia jasa sebelum pelaksanaan dimulai,
dan rapat berkala yang dianggap perlu atau sebagaimana diperintahkan oleh direksi pekerja.
Direksi pekerjaan harus diberitahu sebelumnya untuk menghadiri rapat-rapat ini.
Urutan Kerja Keselamatan Lalu lintas Yang Perlu Diperhatikan Oleh Penyedia Jasa.
1. Penyedia jasa menyiapkan perlengkapan keselamatan jalan selama periode konstruksi sesui ketentuan.
2. Buat rencana kerja manajemen lalu lintas sesui schedule pekerjaan dan di koordinasikan dengan seluruh
personil yang terkait.
3. Kelompok kerja pengatur lalu lintas selama konstruksi menggunakan tenaga pengatur dan flagman dengan 3
shiff.
4. Pengalihan arus lalu lintas harus ijin PPK dan pihak terkait.
5. Semua rambu lintas harus jelas dan terbaca oleh pengguna jalan.
G. Demobilisasi
Semua alat kerja yang digunakan pada akhir/finishing pelaksanaan pekerjaan segera dilakukan
demobilisasi kembali.Setelah semua Pelaksanaan pekerjaan selesai maka kontraktor akan
melakukan pembersihan akhir dimana barak kerja, kantor direksi dan lain-lain akan di bongkar dan
diangkut ke luar lokasi menurut petunjuk direksi. Pembersihan ini dikerjakan pada semua lini yang
terjadi akibat efek dari pelaksanaan pekerjaan. Pihak pelaksana bersama-sama konsultan
pengawas/Direksi, dan PPK melakukan serah terima pekerjaan. Dalam jangka waktu masa
pemeliharaan selama waktu yang telah ditentukan segala sesuatu yang terjadi dari hasil pekerjaan
tersebut menjadi tanggung jawab pelaksana dan harus dilakukan perawatan.
DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK
3.1.(7) Galian Perkerasan Beraspal dengan Cold Milling Machine
1. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan untuk galian perkerasan beraspal tanpa cold milling machine ini meliputi semua
pekerjaan galian (pengerukan) pada badan jalan, hasil galian diangkut pada lokasi yang telah
ditentukan, pembersihan hasil galian
2. Persiapan Pekerjaan
- Menentukan titik dan luasan area yang akan digali
- Melakukan demarking atau menandai area galian di permukaan aspal.
- Memastikan rambu keselamatan dan jalur kerja sudah terpasang dengan benar.
- Menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan seperti jack hammer, dump truck, kompresor, dan alat
pelindung diri (APD).
3. Uraian Pekerjaan
- Memotong permukaan aspal lama menggunakan mesin cutter jika diperlukan untuk membatasi
area yang akan digali
- Melakukan pengerukan material aspal lama dengan menggunakan jack hammer atau alat gali
lainnya
4. Pengangkutan dan Pembersihan
- Mengangkut material hasil galian menggunakan dump truck untuk dibawa ke lokasi pembuangan
yang telah ditentukan.
- Membersihkan sisa galian di area kerja dengan kompresor untuk memastikan semua material telah
dihilangkan
5. Pembuangan dan Perapian
- Membuang hasil galian ke lokasi yang telah ditentukan sesuai dengan spesifikasi proyek.
- Memastikan area galian rapi dan siap untuk pekerjaan selanjutnya, seperti penimbunan atau
pelapisan aspal baru
3.2.(2a) Timbunan Pilihan dari sumber galian (Bahu)
Pekerjaan Timbunan Pilihan dari Sumber Galian dikerjakan di bahu jalan. Pekerjaan Bahu Jalan
dikerjakan setelah semua tahapan pekerjaan pengaspalan selesai dikerjakan. Untuk Pekerjaan bahu
Jalan adalah meliputi penghamparan dan pemadatan agregat base pada badan jalan sepanjang link
pekerjaan.
3.2.(2a) Timbunan Pilihan dari sumber galian (Tutup Lubang)
Pekerjaan Timbunan Pilihan dari Sumber Galian dikerjakan untuk penutupan lubang pada badan jalan.
Pekerjaan penutupan lubang pada badan jalan merupakan pekerjaan tahap awal sebelum menghampar
Agregat Kelas A dikerjakan.
Urutan pelaksanaan :
1. Sebelum pekerjana dimulai, terlebih dahulu mempersiapkan gambar design dari data-data awal yang diambil
pada saat survey dan gambar design lokasi in diajukan dan disetujui direksi pekerjaan terlebih dahulu yaitu
dengan gambar penampang melintang yang menunjukkan elevasi permukaan tiap titik.
2. Setelah gambar penampang melintang disetujui, kemudian dilaksanakan pemasangan patok-patok elevasi.
3. Disamping persiapan dilokasi pekerjaan, persiapan material dipersiapkan dengan dimulai dari pengajuan
pembuatan JMD dari balai pengujian dan pengendalian dinas dengan mengirim rencana agregat hasil
pengolahan Stone Cruiser yang ada di base camp.
4. Kemudian dari hasil JMD yang telah disetujui oleh balai pengujian dilanjutkan dengan pembuatan JMF
dilaboraturium, setelah diperoleh hasil komposisi dari agregat campuran dari material, dilaksanakan trial mix
dan kemudian hasil dari trial mix diuji dengan mengacu kepada JMD. setelah selesai semua hasil dibuat
report dan ditandatangani bersama-sama, kemudian dilakukan pengolahan materila untuk pengiriman kelokasi
pekerjaan.
5. Material yang telah diolah dibase camp kemudian dikirim kelokasi pekerjaan dengan menggunakan Dump
Truck yang telah disediakan.
6. Stelah materila sampai dilokasi, dilanjutkan penghamparan dengan menggunakan motor grader yang
dihampar secara layer perlayer. Kemudian hasil hamparan dipadatkan langsung dengan mengggunakan alat
pemadat Vibro Roller dengan jumlah lintasan yang telah disepakati dan dilanjutkan dengan menggunakan alat
pemadat PTR agar diperoleh hasil hamparan yang butirannya tidak lepas. pada saat proses pemadatan ini
diikuti penyiraman dengan menggunakan Water Tank. Pemadatan berlangsung sampai dengan elevasi dan
panjang hamparan yang telah ditentukan oleh direksi pekerjaan.
7. Setelah pencapaian sesuai dengan elevasi pada gambar design, pengecekan elevasi yang dilaksanakan
bersama, setelah hasil pengecekan elevasi dilanjutkan dengan melakukan pengujian kepadatan Base lapis
pertama sampai dipadatkan dengan CBR minimal 60%. dan setiap jarak 100m, pengujian CBR dilakukan
sampai panjang yang diinginkan selesai.
DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR
5.1.(1) Lapis Fondasi Agregat Kelas A
Pekerjaan Agregat Kelas A dikerjakan setelah pekerjaan Agregat Kelas B/material lapisan lainnya selesai
dikerjakan. untuk Pekerjaan Badan Jalan adalah meliputi penghamparan dan pemadatan agregat base
pada badan jalan sepanjang link pekerjaan.
Urutan pelaksanaan :
1. Sebelum pekerjana dimulai, terlebih dahulu mempersiapkan gambar design dari data-data awal yang diambil
pada saat survey dan gambar design lokasi in diajukan dan disetujui direksi pekerjaan terlebih dahulu yaitu
dengan gambar penampang melintang yang menunjukkan elevasi permukaan tiap titik.
2. Setelah gambar penampang melintang disetujui, kemudian dilaksanakan pemasangan patok-patok elevasi.
3. Disamping persiapan dilokasi pekerjaan, persiapan materila dipersiapkan dengan dimulai dari pengajuan
pembuatan JMD dari balai pengujian dan pengendalian dinas dengan mengirim rencana agregat hasil
pengolahan Stone Cruiser yang ada di base camp.
4. Kemudian dari hasil JMD yang telah disetujui oleh balai pengujian dilanjutkan dengan pembuatan JMF
dilaboraturium, setelah diperoleh hasil komposisi dari agregat campuran dari material, dilaksanakan trial mix
dan kemudian hasil dari trial mix diuji dengan mengacu kepada JMD. setelah selesai semua hasil dibuat
report dan ditandatangani bersama-sama, kemudian dilakukan pengolahan materila untuk pengiriman kelokasi
pekerjaan.
5. Material yang telah diolah dibase camp kemudian dikirim kelokasi pekerjaan dengan menggunakan Dump
Truck yang telah disediakan.
6. Stelah materila sampai dilokasi, dilanjutkan penghamparan dengan menggunakan motor grader yang
dihampar secara layer perlayer dengan tebal hamparan yang telah ditentukan/direncanakan. kemudian hasil
hamparan dipadatkan langsung dengan mengggunakan alat pemadat Vibro Roller dengan jumlah lintasan
yang telah disepakati dan dilanjutkan dengan menggunakan alat pemadat PTR agar diperoleh hasil hamparan
yang butirannya tidak lepas. pada saat proses pemadatan ini diikuti penyiraman dengan menggunakan Water
Tank. Pemadatan berlangsung sampai dengan elevasi dan panjang hamparan yang telah ditentukan oleh
direksi pekerjaan.
7. Setelah pencapaian sesuai dengan elevasi pada gambar design, pengecekan elevasi yang dilaksanakan
bersama, setelah hasil pengecekan elevasi dilanjutkan dengan melakukan pengujian kepadatan Base lapis
pertama sampai dipadatkan dengan CBR minimal 60%. dan setiap jarak 100m, pengujian CBR dilakukan
sampai panjang yang diinginkan selesai.
Lapis pondasi agregat kelas A dihampar diatas badan jalan yang ada yang sudah rata.
DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL
6.1 (1) Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair/Emulsi
Lapis resap pengikat (prime coat) adalah lapis tipis aspal cair yang dilaksanakan setelah Pekerjaan
Menghampar Agregrat Kls. A selesai atau sudah padat dengan ketentuan-ketuan Speksipikasi yang telah
di tentukan serta telah di setujui oleh Direksi Teknis dan pengawas, yang adapun pekerjaan tersebut
diatas diletakkan di atas lapis Agregrat Kls. A sebelum lapis berikutnya dihampar. Aspal cair ini dapat
meresap ke dalam lapis pondasi mengisi rongga dan memperkeras permukaan serta mengikat lapis
pondasi dan lapis permukaan. Hal pertama yang dilakukan adalah memanaskan aspal yang ada di dalam
mobil aspal spayer yang telah dibuka di bagian badan tersebut. Pemanasan aspal ini tidak boleh terlalu
panas karena dapat menyebabkan kebakaran dan sifat kelengketan dan kelenturan aspal menjadi rusak.
6.1 (2a) Lapis Perekat - Aspal Cair/Emulsi
Setelah pekerjaan AC-BC selesai dilaksanakan dan Sebelum laston Lapis Aus AC-WC Levelling dihampar
pada existing jalan, untuk merekatkan antara permukaan aspal yang ada dengan yang baru (AC-WC )
digunakan bahaan lapis perekat yang disemprotkan dengan menggunakan apal spayer. Lapis perekat
berfungsi untuk memberikan daya ikat antara aspal yang ada dengan aspal baru dan disemprotkan pada
permukaan beraspal yang kering dan bersih. Bahan lapis perekat adalah aspal cair yang cepat menyerap
atau aspal keras pen 80/100 atau pen 60/70 yang dicairkan dengan 25 sampai 30 bagian minyak tanah
per 100 bagian aspal. Pemakaiannya berkisar antar 0,25 liter/m2 sampai 0,30 liter/m2. Lebih tipis
dibandingkan dengan pemakaian lapis resap pengikat.
6.3(5a) Laston Lapis Aus (AC-WC)
Setelah selesai penyemproten Lapis Resap Pengikat ( Prime Coat ) pada permukaan Agregat Kelas A
maka dilanjutkan pekerjaan Laston Lapis Aus ( AC – WC ) dimana Pekerjaan ini pencampuran bahan
agregat dengan aspal dilakukan di base camp AMP sesuai dengan spesipikasi teknis, kemudian AC-WC di
tuang ke dumtruck lalu ditutup dengan terpal untuk menahan suhu AC-WC tetap setabil lalu dikirim
sampai ke lokasi pekerjaan yang telah Periksa pastikan aspalt distributor dapat berfungsi dengan baik.
Periksa dan pastikan alat aspalt sprayer dapat berfungsi dengan baik.
Periksa dan pastikan nozel-nozel pada aspalt sprayer dan aspal distributor tidak mampet dan dapat
berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan rollerbars tidak macet, dapat berputar dengan baik. Periksa
dan pastikan hopper dapat di gerakkan buka tutup dan dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan
pastikan permukaan plat screed rata, mulus di lengkapi alat pemanas dan berfungsi dengan baik. Periksa
dan pastikan alat penumbuk (tamper) dan vibrator (pemadat getar) pada screed dapat berfungsi dengan
baik. Periksa dan pastikan pengatur tebal manual hamparan dapat di naikkan dan di turunkan dan dapat
berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan bila finisher di lengkapi dengan alat Pengatur tebal
otomatis.
Periksa dan pastikan alat sensor dan kelengkapannya dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan
sendi ( crown ) pada as plat sceed dapat membentuk untuk kemiringan jalan sesuai kebutuhan. Periksa
dan pastikan pintu pengatur, feeders dan ulir penyebar (screw) masing-masing dapat berfungsi dengan
baik. Periksa dan pastikan bahwa finisher dan ulir penyebar di lengkapi sambungan screed. Periksa dan
pastikan dump truck dalam kondisi baik dan layak jalan.
Periksa dan pastikan lantai bak rata dan bersih dari kotoran. Periksa dan pastikan hidrolik dump truck
berfungsi dengan baik. Stapkan terpal untuk penutup dump truck dan pastikan terpal dalam keadaan
baik. Periksa dan pastikan alat pemeriksa ketebalan dalam kondisi baik Periksa dan pastikan termometer
untuk pemeriksaan campuran aspalt menunjukkan angka yang benar dan telah di kalibrasi. Siapkan alat
bantu lainnya seperti: blencong, mistar pengrata, gerobak dorong, kaso, dan benang. Siapkan rambu
pengaman lalu lintas secukupnya sesuai kebutuhan.
Peralatan mekanik seperti finisher alat penghampar dan alat alat pemadat . bahan di tuang ke bak
finisher dari dumtruck, finisher menghampar campuran aspal panas ke permukaan lapis pondasi pada
ketebalan diatas rata rata ketebalan padat dan hasil penggelaran didiamkan pada suhu yang telah di
tetapkan kemudian di padatkan dengan mesin gilas roda besi , penggilasan sedemikan rupa hingga
mendapatkan kerataan dan kepadatan yang di tetapkan dan akhir pemadatan mengunakan mesin gilas
roda karet yang disesuaikan dengan spesipikai teknis.
6.3(6a) Laston Lapis Antara (AC-BC)
Setelah selesai penyemproten Lapis Perekat ( take Coat ) pada permukaan AC - WC maka dilanjutkan
pekerjaan Laston Lapis Antara ( AC – BC ) dimana Pekerjaan ini pencampuran bahan agregat dengan
aspal dilakukan di base camp AMP sesuai dengan spesipikasi teknis, kemudian AC-BC di tuang ke
dumtruck lalu ditutup dengan terpal untuk menahan suhu AC-BC tetap setabil lalu dikirim sampai ke
lokasi pekerjaan yang telah Periksa pastikan aspalt distributor dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan
pastikan alat aspalt sprayer dapat berfungsi dengan baik.
Periksa dan pastikan nozel-nozel pada aspalt sprayer dan aspal distributor tidak mampet dan dapat
berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan rollerbars tidak macet, dapat berputar dengan baik. Periksa
dan pastikan hopper dapat di gerakkan buka tutup dan dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan
pastikan permukaan plat screed rata, mulus di lengkapi alat pemanas dan berfungsi dengan baik. Periksa
dan pastikan alat penumbuk (tamper) dan vibrator (pemadat getar) pada screed dapat berfungsi dengan
baik. Periksa dan pastikan pengatur tebal manual hamparan dapat di naikkan dan di turunkan dan dapat
berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan bila finisher di lengkapi dengan alat Pengatur tebal
otomatis.
Periksa dan pastikan alat sensor dan kelengkapannya dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan
sendi ( crown ) pada as plat sceed dapat membentuk untuk kemiringan jalan sesuai kebutuhan. Periksa
dan pastikan pintu pengatur, feeders dan ulir penyebar (screw) masing-masing dapat berfungsi dengan
baik. Periksa dan pastikan bahwa finisher dan ulir penyebar di lengkapi sambungan screed. Periksa dan
pastikan dump truck dalam kondisi baik dan layak jalan.
Periksa dan pastikan lantai bak rata dan bersih dari kotoran. Periksa dan pastikan hidrolik dump truck
berfungsi dengan baik. Stapkan terpal untuk penutup dump truck dan pastikan terpal dalam keadaan
baik. Periksa dan pastikan alat pemeriksa ketebalan dalam kondisi baik Periksa dan pastikan termometer
untuk pemeriksaan campuran aspalt menunjukkan angka yang benar dan telah di kalibrasi. Siapkan alat
bantu lainnya seperti: blencong, mistar pengrata, gerobak dorong, kaso, dan benang. Siapkan rambu
pengaman lalu lintas secukupnya sesuai kebutuhan.
Peralatan mekanik seperti finisher alat penghampar dan alat alat pemadat . bahan di tuang ke bak
finisher dari dumtruck, finisher menghampar campuran aspal panas ke permukaan lapis pondasi pada
ketebalan diatas rata rata ketebalan padat.
6.3.(8) Bahan anti pengelupasan
Aditif kelekatan dan anti pengelupasan (anti striping agent) harus ditambahkan dalam bentuk cairan
kedalam campuran agregat dengan mengunakan pompa penakar (dozing pump) pada saat proses
pencampuran basah di pugmil.
Kuantitas pemakaian aditif anti striping dalam rentang 0,2% - 0,3 % terhadap berat aspal. Anti striping
harus digunakan untuk semua jenis aspal tetapi tidak boleh tidak digunakan pada aspal minyak yang
bermuatan positif. Jenis aditif yang digunakan haruslah yang disetujui Direksi Pekerjaan. Penyediaan
aditif dibayar terpisah dari pekerjaan aspal.