| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0732195961122000 | Rp 2,357,600,000 | Tidak menghadiri Pembuktian Kualifikasi | |
| 0417367463122000 | Rp 2,902,795,000 | - | |
| 0725672810122000 | - | - | |
| 0026260281122000 | - | - | |
| 0028746378121000 | Rp 2,887,449,785 | Pihak pemberi dukungan tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan | |
| 0022012314121000 | Rp 2,357,600,000 | Setelah dilakukan klarifikasi kepada pihak pemberi dukungan dimana pihak pemberi dukungan tidak dapat menunjukkan/memperlihatkan surat penunjukan sebagai distributor dari Produsen (PT FUMIRA) | |
CV Naga Hitam | 04*4**1****19**0 | - | - |
CV Arazka Putra | 06*3**6****11**0 | - | - |
| 0022794374119000 | - | - | |
| 0016996423121000 | - | - | |
| 0920947827111000 | - | - | |
| 0840341762121000 | - | - | |
| 0639840735119000 | - | - | |
| 0022794192119000 | - | - | |
| 0938183845113000 | - | - | |
| 0941461493121000 | - | - | |
CV Indha Konstruksi | 05*3**1****19**0 | - | - |
CV Bersatu Berjaya | 00*9**2****19**0 | - | - |
| 0030606578124000 | - | - | |
PT Stabat Maju Perkasa | 08*5**9****19**0 | - | - |
| 0210777371119000 | - | - | |
| 0815037825119000 | - | - | |
| 0945223022121000 | - | - | |
| 0023742224119000 | - | - | |
| 0924586092124000 | - | - | |
| 0314728494125000 | - | - | |
| 0014713093119000 | - | - | |
CV Dian Rian | 00*2**9****19**0 | - | - |
| 0023178320113000 | - | - | |
PT Yura Mitra Mandiri | 09*8**2****07**0 | - | - |
| 0412026320119000 | - | - | |
| 0535479992221000 | - | - | |
| 0869405357119000 | - | - | |
| 0763876570121000 | - | - | |
| 0311911754124000 | - | - | |
| 0032351421301000 | - | - | |
| 0022791990119000 | - | - | |
| 0941334732119000 | - | - | |
| 0022006423122000 | - | - | |
| 0920416039122000 | - | - | |
CV Js Group | 08*3**6****19**0 | - | - |
| 0859021644119000 | - | - | |
| 0830042792119000 | - | - |
METODE PELAKSANAAN
REHABILITASI GEDUNG SERBAGUNA MANUNGGAL LANGKAT BERSERI
BAB I
GAMBARAN UMUM
I. PEKERJAAN PENDAHULUAN
Latar belakang pelaksanaan Pembangunan REHABILITASI GEDUNG SERBAGUNA
MANUNGGAL LANGKAT BERSERI adalah untuk meningkatkan mutu Terhadap kegiatan dalam
sarana olahraga baik yang akan dilakukan dalam ajang keseharian dalam berolahraga maupun dalam
petandingan olahraga nantinya.
Dengan ini perlu adanya peningkatan Sarana fasilitas penunjang sehingga mutu Pelayanan Terhadap
Masyarakat di Provinsi Sumatera Utara khususnya di Kabupaten Langkat dapat terpenuhi.
II. INFORMASI TEKNIS
Nama Paket Pekerjaan : REHABILITASI GEDUNG SERBAGUNA MANUNGGAL
LANGKAT BERSERI
Lingkup Pekerjaan : PEKERJAAN LANTA - I
A. PEKERJAAN PERSIAPAN
B. PEKERJAAN BONGKARAN
C. PEKERJAAN TANGGA
D. PEKERJAAN KAMAR MANDI
E. PEKERJAAN PENUTUP LANTAI
F. PEKERJAAN LANGIT - LANGIT ( PLAFOND )
G. PEKERJAAN PENGECATAN
H. PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA
I. PEKERJAAN AREA VIP
J. PEKERJAAN RAILING AREA DIFABLE
K. PEKERJAAN ELEKTRIKAL
PEKERJAAN LANTA - II
A. PEKERJAAN RENOVASI KAMAR MANDI UMUM
B. PEKERJAAN LANGIT - LANGIT ( PLAFOND )
C. PEKERJAAN PENUTUP ATAP
D. PEKERJAAN PENGECATAN
E. PEKERJAAN RENOVASI AREA BANGKU PENONTON
F. PEKERJAAN RAILING AREA PENONTON
G. PEKERJAAN ELEKTRIKAL
Masa Pelaksanaan : 105 hari kalender
Lokasi Pekerjaan : Kabupaten Langkat
Sumber Dana : APBD , Tahun Anggaran 2024
I. KONSEP DASAR PEMIKIRAN
Konsep dasar pemikiran yang melandasi metode ini didasarkan pada pengamatan yang dilaksanakan
dari hasil peninjauan ke lokasi pekerjaan serta pengalaman pekerjaan sejenis yang telah
kerjakan/selesaikan dan standar-standar external yang berlaku secara kontraktual.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan konsep dasar pemikiran yang akan
dipakai baik secara umum maupun pada masing-masing pekerjaan, antara lain :
Jangka waktu pelaksanaan selama 105 hari kalender
Kondisi lokasi Pekerjaan
Pengangkutan material pabrikan menuju lokasi pekerjaan
Kompleksitas pekerjaan terhadap dilokasi pekerjaan
Pendatangan alat-alat kerja ke lokasi pekerjaan
Penerapan Manajemen Sistem Manajemen Mutu, Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan
Lingkungan lokasi kerja
IV. LOKASI PROYEK
Pekerjaan REHABILITASI GEDUNG SERBAGUNA MANUNGGAL LANGKAT BERSERI
terletak di Kabupaten Langkat. Lokasi kegiatan dapat dicapai melalui perjalanan darat.
BAB II
DESKRIPSI KEGIATAN
I. STRATEGI PELAKSANAAN PEKERJAAN
Pada pelaksanaan pekerjaan “REHABILITASI GEDUNG SERBAGUNA MANUNGGAL
LANGKAT BERSERI” terdapat beberapa hal yang diperhatikan untuk menunjang lancarnya
pembangunan tersebut. Sebelum memasuki strategi pelaksanaan pekerjaan, terlebih dahulu
diidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi jalannya pembangunan tersebut.
Kesuksesan pekerjaan dapat dilihat dari beberapa kriteria, antara lain :
Terselesainya Pekerjaan Dengan Tepat Waktu
Keseluruhan Bangunan baik itu pekerjaan Struktur, Arsitektur, Mekanikal, elektrikal dan
Sarana Penunjang memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan.
Efesiensi Biaya
Zero Accident
Pelaksanaan Kegiatan Ramah Lingkungan
Opini Pelanggan yang Positif
Dalam melaksanakan Pekerjaan tersebut diatas diperlukan perhatian khusus agar kegiatan berjalan
dengan lancar serta mencapai target kesuksesan, antara lain :
1. Lokasi pekerjaan dapat diakses dengan mudah, namun kondisi lingkungan harus tetap
dijaga agar tidak terlalu mengganggu aktifitas area sekeliling existing. Potensi konflik
dengan lingkungan di sekitar kegiatan sanga rendah, karena banguna yang dikerjakan tidak
besinggungan dengan bangunan lain disekitarnya. Namun penyedia tetap harus menjaga
koordinasi dengan pihak-pihak terkait, sehingga dapat terjalin hubungan yang harmonis
serta meminimalisir potensi konflik.
2. Masa pelaksanaan pekerjaan 105 hari kalender, cukup singkat sementara item pekerjaan
cukup banyak. Oleh karena itu diperlukan penjadwalan yang baik terutama keterkaitan
antar pekerjaan, personil yang cakap dengan jumlah yang cukup untuk melakukan
pengawasan terhadap pekerjaan serta jumlah pekerja yang mampu menyelesaikan
pekerjaan tersebut dalam waktu yang telah ditentukan.
3. Penyedia Jasa melakukan Purchase & Order, oleh karena itu setelah mendapatkan
persetujuan dari Owner segera dilakukan proses PO agar pelaksanaan pekerjaan tidak
terhambat.
4. Penerapan prosedur pelaksanaan pekerjaan yang disiplin, tidak seperti Tool Box Meeting,
Safety Induction, pelaporan rutin (harian, mingguan dan bulanan), Dokumentasi, dan lain-
lain.
Setelah kita mengetahui permasalahan dalam pekerjaan REHABILITASI GEDUNG
SERBAGUNA MANUNGGAL LANGKAT BERSERI agar selesai dengan baik dan waktu
yang tepat sesuai dengan Rencana Kerja (Bestek), maka kita dapat menemukan mitigasi terhadap
masalah-masalah tersebut.
II. SITE MANAGEMENT
Untuk mengolah lahan pekerjaan di lokasi pekerjaan dibutuhkan ketepatan dalam pengambilan
penempatan Site Management yang benar. Dalam REHABILITASI GEDUNG SERBAGUNA
MANUNGGAL LANGKAT BERSERI yang diperlukan dalam Pekerjaan tersebut adalah sebagai
berikut :
1. Serobong Kerja
2. Barak Kerja
3. Kamar Mandi
4. Gudang Kerja
5. Workshop
I.MANAGEMENT DAN KESELAMATAN LALULINTAS
Tujuan pekerjaan ini adalah untuk menjamin arus lalu lintas tetap berjalan di sekitar lokasi
pekerjaan, pengaturan lalu lintas harus dilakukan untuk mendukung alur pelaksanaan pekerjaan
yang baik. Konsep umum dari manajemen dan keselamatan lalu lintas sebagai berikut :
1. Managemen dan keselamatan lalu lintas bertujuan meminimalisirkan gangguan lalu lintas
akibat aktifitas pekerjaan proyek, dengan demikian maka tingkat kemacetan lalu lintas
dapat dikendalikan dan demikian sebaliknya.
2. Pemantauan system secara berkala dengan melihat trend lalu lintas yang ada berdasarkan
kemajuan pelaksanaan.
3. Rambu lalu lintas, sinyal, peringatan, pagar pembatas dll, akan dipasang pada lokasi
pekerjaan konstruksi maupun daerah rawan lainnya. Disamping itu koordinasi dengan
pihak terkait akan dilaksanakan secara berkala untuk mencari solusi agar kelancaran lalu
lintas tetap terjamin.
4. Penempatan tiagman pada lokasi pekerjaan maupun daerah rawan lainnya untuk
menghindari terjadinya kecelakaan akibat aktifitas proyek.
5. Pembersihan kotoran akibat aktivitas proyek (sampah, tanah dll) untuk menghindari
tingkat resiko terjadinya kecelakaan akibat kotoran tersebut.
Peran Manajemen lalu lintas tersebut antara lain :
a. Bagaimana mengisolasi area kontruksi dari lalu lintas umum yang ada
b. Mengidentifikasi dan mengatur wilayah kerja
c. Sosialisasi kepada pengguna jalan melalui media antara lain spanduk, informasi radio
dll.
d.Pemeliharaan jalan umum keluar masuk kendaraan alat berat di lokasi proyek.
Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai, rencana manajemen lalu lintas harus disetujui oleh
Pengguna Jasa dan terkoordinasi dengan pihak-pihak sebagai berikut :
1. Kepolisian
2. Dinas DLLAJ
3. Instansi lainnya yang terkait
Fasilitas Bantu Pengaturan Lalju Lintas
Penyedia Jasa akan menyediakan fasilitas bantu untuk pengaturan sementara lalu lintas yang
diperlukan pada saat mobilisasi material dan alat seperti :
1) Rambu-rambu
Agar jalan akses masuk ke kawasan lokasi kerja dapat terkontrol dengan baik, perlu diberikan
rambu-rambu yang jelas tentang keluar masuk area proyek. Rambu- rambu tersebut harus dapat
terlihat dengan jelas dan tidak terhalang oleh pepohonan ataupun objek lainnya.
1) Petugas Bendera
Penyedia Jasa akan menyediakan dan menempatkan petugas bendera di tempat kegiatan
pelaksanaan yang mengganggu arus lalu lintas, terutama pada pengaturan lalu lintas satu arah.
IV. MANAGEMENT PENGADAAN MATERIAL
Dalam keberlangsungan sebuah proyek maka pengelolaan material dominan menjadi penting demi
lancarnya pekerjaan yang akan di kerjakan. Untuk itu sebelum melakukan pengerjaan proyek,
sebaiknya dilakukan identifikasi pengelolaan material dominan.
Dalam REHABILITASI GEDUNG SERBAGUNA MANUNGGAL LANGKAT BERSERI ini
dapat diidentifikasi beberapa material dominan beserta asalnya yang perlu diperhatikan jadwal
pengadaannya.
V. STRUKTUR ORGANISASI PROYEK DAN PERSONIL PROYEK
Pelaksanaan Pekerjaan atas tugas-tugas yang diberikan akan dilakukan sepenuhnya oleh tenaga-
tenaga profesional dari tenaga tetap perusahaan sendiri.
Pengalaman kami menunjukkan bahwa penggunaan sepenuhnya tenaga “in house dan permanen”
dari Pelaksana sendiri sangat membantu dalam menjamin “Team Work” yang baik dari Penyedia
Jasa.
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PERSONIL INTI:
1. PELAKSANA BANGUNAN GEDUNG
Didalam pekerjaan kontruksi, seorang Pelaksana Bangunan Gedung Lapangan sangat berperan
penting sebab tercapainya dan suksesnya suatu pekerjaan kontruksi itu tergantung atau kapasitas
kinerja seorang Pelaksana Bangunan Gedung untuk itu, peran seorang Pelaksana Lapangan itu
sangat berpengaruh.
Seorang Pelaksana Lapangan harus orang yang memiliki keahlian khusus atau yang sudah
berpengalaman dibidang kontruksi dan mengetahui apa tugas dari seorang Pelaksana Lapangan itu
sendiri. paling tidak dapat berkontribusi bagi pekerjaannya. dalam hal ini, Pelaksana Lapngan harus
dipegang oleh orang-orang yang memiliki kedisplinan yang tinggi dan bekerja secara maksimal.
Tugas dan tanggung jawab Pelaksana Lapangan adalah sebagai berikut :
Membuat rencana kerja dan anggaran konstruksi
Mengendalikan seluruh kegiatan konstruksi
Melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait
Membangun komunikasi internal dan eksternal
Menetapkan kebutuhan sumber daya
Menentukan alternatif mencapai target
Menyetujui rencana dan metode kerja
Menunjuk pemasok dan subkontraktor
Tercapainya sasaran biaya, mutu,waktu, K3 dan lingkungan
Efisiensi dan efektifitas penggunaan sumber daya
Terkoordinasinya semua pihak terkait
Kepuasan Owner selaku Pengguna Jasa
Menyerahkan Draft Laporan Yang Memenuhi Persyaratan Specifikasi (Bestek Dan
Gambar Bestek)
Menyerahkan Produk Yang Memenuhi Persyaratan Jadwal Penyerahan Dalam Kontrak.
Mencapai Sasaran Keuntungan Perusahaan Untuk Kontrak Yang Bersangkutan.
Mengidentifikasi Sumber-Sumber Daya Manusia Yang Diperlukan Untuk Mencapai
Sasaran Proyek.
Menyetujui Rencana Anggaran Biaya Proyek.
Merencanakan Cash Flow Proyek.
Pengendalian Tingkat Biaya Umum Proyek.
Mempertimbangkan Laba/Rugi, Denda Dan Perangsang (Insentif) Suatu Proyek.
Membuat Kontrak Kerja Dengan Para Subcon/Supplier Yang Berhubungan Dengan
Pekerjaaan Proyek.
Mengadakan Pertemuan Dan Perundingan Dengan Para Staf, Para Subcon Dan Para
Supplier Yang Ada Hubungannya Dengan Pelaksanaan Pekerjaan Proyek.
Membuat Jadwal (Time Schedule) Pelaksanaan Pekerjaan Proyek.
Wewenang Mengambil Keputusan Meliputi Keputusan Teknik, Keputusan Komersial,
Keputusan Administrasi,Keputusan Keuangan.
Memberi Laporan Yang Sejelas-Jelasnya Semua Persoalan Secara Cepat Ke Direksi.
2. PETUGAS K3 KONSTRUKSI
Uraian Tugas Dan Tanggung Jawab Tenaga Ahli K3 Konstruksi. Peranan K3 Konstruksi adalah
dapat menyusun program K3 serta penerapannya dalam konstruksi. Berikut adalah beberapa tugas
dan tanggung jawab Tenaga Ahli K3 Konstruksi diantaranya adalah :
Uraian Tugas Dan Tanggung Jawab Tenaga Ahli K3 Konstruksi Klasifikasi Ahli K3 Konstruksi
Terbagi Menjadi 3 Bagian
Ahli K3 Konstruksi Muda
Uraian Tugas Dan Tanggung Jawab Tenaga Ahli K3 Konstruksi Muda adalah sebagai berikut :
1. Menerapkan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang dan terkait K3 Konstruksi
2. Mengkaji dokumen kontrak dan metode kerja pelaksanaan konstruksi
3. Merencanakan dan menyusun program K3
4. Membuat prosedur kerja dan instruksi kerja penerapan ketentuan K3
5. Melakukan sosialisasi, penerapan dan pengawasan pelaksanaan program, prosedur kerja dan
instruksi kerja K3
6. Melakukan evaluasi dan membuat laporan penerapan SMK3 dan pedoman teknis K3
konstruksi
7. Mengusulkan perbaikan metode kerja pelaksanaan konstruksi berbasis K3, jika diperlukan
8. Melakukan penanganan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja serta keadaan darurat
Ahli K3 Konstruksi Madya
Uraian Tugas Dan Tanggung Jawab Tenaga Ahli K3 Konstruksi Madya adalah sebagai berikut :
1. Menerapkan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang dan terkait K3 Konstruksi
2. Mengelola dokumen kontrak dan metode kerja pelaksanaan konstruksi
3. Mengelola program K3
4. Mengevaluasi prosedur dan instruksi kerja penerapan ketentuan K3
5. Melakukan sosialisasi, penerapan dan pengawasan pelaksanaan program, prosedur kerja dan
instruksi kerja K3
6. Mengelola laporan penerapan SMK3 dan pedoman teknis K3 konstruksi
7. Mengelola metode kerja pelaksanaan konstruksi berbasis K3, jika diperlukan
8. Mengelola penanganan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja serta keadaan darurat
Ahli K3 Konstruksi Utama
Uraian Tugas Dan Tanggung Jawab Tenaga Ahli K3 Konstruksi Utama adalah sebagai berikut :
1. Menerapkan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang dan terkait K3 Konstruksi
2. Mengevaluasi dokumen kontrak dan metode kerja pelaksanaan konstruksi
3. Mengevaluasi program K3 Mengevaluasi prosedur dan instruksi kerja penerapan ketentuan K3
4. Melakukan sosialisasi, penerapan dan pengawasan pelaksanaan program, prosedur kerja dan
instruksi kerja K3
5. Melakukan evaluasi dan membuat laporan penerapan SMK3 dan pedoman teknis K3
konstruksi
6. Mengevaluasi perbaikan metode kerja pelaksanaan konstruksi berbasis K3, jika diperlukan
7. Mengevaluasi penanganan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja serta keadaan darurat.
3. DRAFMAN SIPIL
Tenaga ahli yang akan melaksanakan pekerjaan ini disesuaikan dengan muatan materi pekerjaan,
sehingga tenaga ahli yang terpilih adalah tenaga ahli yang menguasai dan berpengalaman dengan
pekerjaan sejenis.
Dalam menjalankan tugasnya, tenaga ahli diatur melalui mekanisme job description yang sesuai
dengan bidang keahliannya. Adapun kualifikasi dan kebutuhan tenaga ahli yang ditugaskan untuk
melaksanakan pekerjaan ini adalah :
Chief Draftman
Tugas dan Tanggung jawab Chief Draftman Adalah Sebagai Berikut :
1. Mengkoordinir seluruh kegiatan penggambaran
2. Membantu editing data untuk penggambaran Topografi dan bathimetri serta detail desain.
3. Mengarahkan team draftman dan memberi petunjuk tentang aturan
4. penggambaran yang telah ditentukan didalam KAK.
5. Memeriksa gambar-gambar yang telah diediting
6. Bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan Penggambaran
4. MANDOR PLAMBING
Berikut adalah Uraian Tugas Pelaksana Lapangan Pekerjaan Plumbing yang antara lain adalah :
1. Menerima pekerjaan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan plambing dengan
memahami gambar rencana, spesifikasi teknik dan persyaratan lainya.
2. Menyiapkan Gambar kerja (shop drawing)
3. Menyiapkan dan mengatur penggunaan bahan, peralatan serta perlengkapan pekerjaan
plambing
4. Menyiapkan dan mengatur tenaga kerja dalam melaksanakan pekerjaan plambing
(merakit, memasang alat plambing dan perlengkapannya, memotong dan menyambung
berbagai jenis pipa serta memasang pompa)
5. Memeriksa kualitas pekerjaan, menguji sistem plambing, desinfeksi dan kegiatan lain yang
berhubungan dengan itu
6. Mengadakan pemeriksaan dan pengukuran hasil pekerjaan dilapangan
7. Membuat laporan berkala tentang pelaksanaan kegiatan pekerjaan dilapangan
8. Merawat alat kerja serta menjaga ketertiban, keselamatan dan kesehatan kerja.
9. Menyiapkan Gambar Terpasang (as Built Drawing).
5. TUKANG KAYU BEKISTING
Uraian Tugas Tukang Bekisting Kayu Konstruksi. Profesi ini diharuskan dapat Merakit dan
memasang Perancah dan bekisting, Rangka atap kuda-kuda, tangga dan railing, konstruksi lantai dan
penutupnya, dinding kayu serta memasang dan menyetel kusen pintu dan jendela, Rangka Plafon
dan penutup plafon berdasarkan gambar kerja, spesifikasi teknik dan instruksi kerja.
Tugas Dan Tanggungjawab Tukang Kayu Begisting Konstruksi
Melaksanakan Persyaratan Kesehatan dan Keselamatan Kerja & Lingkungan (K3L), serta Peraturan
Perundang-undangan yang terkait dengan Pelaksanaan Pekerjaan
1. Menerima dan menerapkan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan
pelaksanaan pekerjaan
2. Menyiapkan terselenggaranya keselamatan kerja
3. Menerapkan keselamatan kerja pada pelaksanaan pekerjaa
4. Menegakkan tanggungjawab keselamatan diri sendiri dan orang lain Melakukan
Komunikasi
Timbal Balik di Tempat Kerja
1. Menerima dan menyampaikan informasi
2. Melakukan komunikasi dengan pihak terkai
3. Bekerja sama dengan pihak terkait
4. Berperan serta dalam proses rapat terbatas Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan
Listrik
1. Mengenali peralatan manual dan peralatan listrik
2. Memilih peralatan manual
3. Menggunakan peralatan manual
4. Memilih peralatan listrik
5. Menggunakan peralatan listrik
Membereskan dan memelihara peralatan Melaksanakan Pekerjaan Persiapan Konstruksi Kayu
1. Menyiapkan dan memilih bahan/ komponen untuk proses konstruksi
2. Menyiapkan tempat kerja yang layak untuk pekerjaan konstruksi kayu
3. Menyiapkan peralatan yang tepat untuk pekerjaan konstruksi
4. Memilih, memotong dan/atau membelah dan mendistribusikan bahan/ komponen
5. Merapikan pekerjaan Membuat Komponen Konstruksi Kayu
6. Melaksanakan persiapan membuat komponen bangunan
7. Menggambarkan pola pada bahan
8. Memotong dan membentuk komponen sesuai peruntukannya
9. Menghaluskan bahan/komponen
10. Menyiapkan untuk perakitan Memasang Perancah dan Bekisting Kayu
11. Melaksanakan pekerjaan persiapan pemasangan perancah
12. Memasang perancah
13. Merakit bekisting kolom dengan mengutamakan keamanan
14. Memasang bekisting kolom dan/atau dinding
15. Memasang bekisting balok dan pelat lantai
Membereskan tempat kerja Memasang Rangka Plafon dan Penutup Plafon
1. Melaksanakan pekerjaan persiapan pemasangan rangka plafon
2. Membuat pola plafon
3. Memasang rangka plafon
4. Memasang penutup plafon
5. Merapikan tempat kerja
Merakit Kuda-kuda dan Memasang Rangka Atap
1. Melaksanakan persiapan perakitan kuda-kuda
2. Menyambung balok kayu
3. Membuat sambungan pada titik simpul
4. Merakit kuda-kuda
5. Mendirikan kuda-kuda
6. Memasang gording, kaso dan reng (rangka atap)
7. Merapikan tempat kerja
Memasang dan Menyetel Kusen, Daun Pintu dan Jendela
1. Melaksanakan persiapan pemasangan kusen
2. Memasang kusen pintu/ jendela baik pada konstruksi dinding yang sedang berjalan dan
dinding yang sudah ada
3. Memasang engsel dan daun pintu/jendela pada kusen
4. Memasang kunci dan perlengkapannya pada daun pintu dan jendela
5. Membereskan pekerjaan dan tempat kerja Merakit dan Memasang Tangga serta Railing
Kayu RELATED:
Tugas Mekanik Asphalt Mixing Plant (AMP)
Tugas Ahli Penanggulangan Kehilangan Air Spam
Tugas Ahli Deteksi Kebocoran dan Uji Coba (Comissioning) Jaringan Pemipaan SPAM
1. Melaksanakan persiapan pembuatan tangga dan railing kayu
2. Merakit tangga
3. Memasang tangga
4. Menyiapkan pemasangan railing tangga
5. Memasang railing tangga
6. Menyelesaikan pekerjaan tangga dan railing kayu
7. Merapikan tempat kerja
Merakit dan Memasang Konstruksi Lantai Kayu
1. Memasang rangka lantai
2. Memasang papan lantai kayu
3. Menyelesaikan pekerjaan memasang penutup lantai
Membereskan tempat kerja Memasang Lantai Parket
1. Menyiapkan komponen parket
2. Memasang parket
3. Membersihkan tempat kerja
Merakit dan Memasang Dinding Kayu
1. Melaksanakan persiapan memasang rangka dan penutup dinding kayu
2. Memasang rangka dinding
3. Memasang penutup dinding kayu
4. Melakukan pekerjaan finishing
5. Membersihkan tempat kerja
6. PELAKSANA TUKANG COR
1. Menerapkan Undang-Undang Jasa Konstruksi (UUJK), system manajemen keselamatan dan
kesehatan kerja (SMK3) dan Lingkungan terkait dengan pelaksanaan pekerjaan pemasangan
beton Precast. Deskripsi pekerjaan tersebut adalah berhubungan dengan penetahuan,
keterampilan dan sikap kerja yang diperlukan untuk menerapkan undang- undang jasa konstruksi
(UUJK), system manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) dan lingkungan terkait
dengan pelaksanaan pekerjaan pemasangan beton precast dibangunan gedung mulai dari
bangunan bawah (Pondasi Pile Cap) sampai dengan Bangunan Atas (atap).
2. Melakukan Komunikasi Dan kerjasama di tempat kerja yang antara lain adalah Menerima
Informasi dari sumber yang benar dan meyampaikan informasi kealamat yang tepat secara
efisien di tempat kerja, Mengidentifikasi peran dan tujuan kelompok. Serta dapat Menggunakan
alat Komunikasi.
3. Memberikan Penjelasan Gambar Kerja, Jadwal (Schedule) Kerja, Metode dan prosedur Kerja.
Yang antara lain adalah menjelasakan gambar kerja, menjelaskan jadwal (schedule) kerja, dan
menjelaskan metode dan prosedur kerja.
4. Membuat Recana kerja Harian dan mingguan yang antara lain adalah Menghitung kebutuhan
material dan peralatan yang akan digunakan, menghitung kebutuhan tenaga kerja. Dan Membuat
rencana kerja harian dan mingguan
5. Mengkoordinasikan Persiapan Pekerjaan Pemasangan Beton Precast yang antara lain adalah
menyiapkan tenaga kerja sesuai dengan tahapan pelaksanaan pekerjaan, membuat ajuan
permintaan kebutuhan material dan peralatan. Mengatur penempatan material beton precast,
peralatan kerja dan peralatan K3 dan lingkungan. Menjelaskan susunan cara pemasangan beton
precast yang akan dlaksanakan sesuai dengan gambar pelaksanaan. Menjelaskan kembali bentuk-
bentuk komponen beton precast serta bagian-bagiannya. Melaksanakan kembali instruksi kerja
yang diberikan oleh atasan (mandor pelaksana). Dan Melakukan koordinasi antar unit-unit
internal proyek.
6. Melakukan Pengawasan dan mengkoordinasikan pelaksanaan Pemasangan Beton Precast yang
antara lain adalah melakukan persiapan pengawasan, melaksanakan pekerjaan pemasangan beton
precast berdasarkan gambar kerja. Melaksanakan pengawasan pekerjaan sesuai dengan cara
(metode) kerja. Melaksanakan pengawasan pekerjaan berdasarkan jadwal (schedule) kerja. Dan
Mengkoordinasikan pekerjaan dengan pihak-pihak terkait.
7. Memeriksa, mengevaluasi dan melaporkan hasil pekerjaan pemasangan beton Precast yang
antara lain adalah memeriksa hasil pekerjaan pemasangan beton precast,
melakukan evaluasi hasil pelaksanaan pekerjaan, Serta membuat laporan harian dan mingguan.
8. Menangani Perjanjian Kontrak Kerja yang antara lain adalah melakukan negosasi untuk
mendapatkan pekerjaan, antara lain adalah melakukan negosiasi untuk mendapatkan pekerjaan,
menguasai isi kontrak / perjanjian kerja. Serta Melaksanakan dan menyelesaiakan
kontrak/perjanjian kerja sesuai dengan jadwal yang telah disepakati.
7. PELAKSANA TUKANG LISTRIK JARINGAN TENAGA RENDAH
Tugas Instalator Jaringan Listrik. Memasang kabel listrik tegangan rendah, menengah dan tinggi
antara stasiun pusat pembangkit tenaga listrik substasiun dan konsumen:
Memasang isolator dan alat perlengkapan lainnya ; merentang isolator dan alat perlengkapan
lainnya : merentang kabel antara tiang dan tiang, tiang dan bangunan : menyambung kabel dan
perlengkapan lainnya ; memperbaiki kabel dan perlengkapan lainnya.
Uraian Pekerjaan Instalator Jaringan Listrik
1. Mensurvey Lokasi Jaringan Listrik dan Gardu distribusi sesuai dengan gambar
perencanaan.
2. Memasang tiang / tower transmisi dan accessoriesnya
3. Menyambung kabel tanah 3 Inti dan 4 Inti dalam sambungan lurus dan sambungan cabang
4. Memasang ABS, recloser, sectionalizer, lengkap dengan panel control atau panel pembagi
5. Memasang konstruksi gardu tiang gardu beton dan gardu patrol
6. Memasang Transformator pada gardu distribusi tegangan menengah
7. Memasang Arrester Cut-Out dan penyambungannya
8. Memasang pentanahan body dan pentanahan arrester
9. Menguji dan mengetes gardu distribusi jaringan TM
10. Membuat Gambar Revisi Jaringan tegangan rendah, tegangan menengah dan gardu
distribusi
11. Membuat laporan pekerjaan
8. ADMINTRASI PROYEK
1. Memimpin semua aktifitas dalam bidang Administrasi, Keuangan dan Umum
2. Mencatat dan menata semua karyawan yang di Proyek
3. Membantu Kepala Proyek untuk mencatat transaksi keuangan di Proyek.
4. Membantu Kepala Proyek untuk mencatat dan menyimpan surat keluar dan masuk di
Proyek.
5. Bertanggung jawab penuh semua aktifitas Administrasi, Keuangan dan Umum.
6. Bertanggung jawab penuh kelangsungan sernua aktifitas karyawan di Proyek
7. Bertangung jawab penuh terhadap bukti dan pencatatan transaksi keuangan di Proyek.
Memberikan masukan kepada, Kepala Proyek tentang kondisi keungan di Proyek
9. LOGISTIK
Tugas Logistik Proyek :
Mencari dan mensurvey data jumlah material beserta harga bahan dari beberapa supplier atau
toko material bangunan sebagai data untuk memilih harga bahan termurah dan memenuhi
standar kualitas yang telah ditetapkan.
Melakukan pembelian barang atau alat ke supplier atau toko bahan bangunan dengan
melaksanakan seleksi sebelumnya sehingga bisa mendapatkan harga material termurah pada
supplier terpilih. 3.
Menyediakan dan mengatur tempat penyimpanan material yang sudah didatangkan ke area
proyek sehingga dapat tertata rapi dan terkontrol dengan baik jumlah pendatangan dan
pemakaianya. 4.
Membuat label keterangan pada barang yang disimpan untuk menghindari kesalahan
penggunaan akibat tertukar dengan barang lain. 5.
Melakukan pencatatan kelluar masuknya barang serta bertanggung jawab atas pendatangan dan
ketersediaan material yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pembangunan. 6.
Mengelola persediaan barang dalam jumlah yang cukup pada waktu material tersebut
diperlukan dengan biaya termurah serta memenuhi persyaratan mutu spesifikasi bahan dalam
kontrak konstuksi. 7.
Membuat dan menyusun laporan material sesuai dengan format yang sudah menjadi standar
perusahaan kontraktor . 8.
Membuat berita acara mengenai penerimaan atau penolakan material setelah melalui control
kualitas bahan oleh quality qontrol. 9.
Menyusun macam-macam laporan logistic yang diminta oleh perusahaan. 10.
Berkoordinasi dengan pelaksana lapangan dan bagian teknik proyek mengenai jumlah dan
schedule pendatangan bahan yang dibutuhkan pada masing-masing waktu pelaksanaan
pembangunan.
BAB III
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
1. METODEUMUM
Untuk melaksanakan Pekerjaan REHABILITASI GEDUNG SERBAGUNA MANUNGGAL
LANGKAT BERSERI perlu dibuat garis besar jadwal pelaksanaan pekerjaan yang menjelaskan
tahapan-tahapan pelaksanaan pekerjaan secara umum sekaligus untuk menghindarkan rework dan
repair yang berlebihan pada akhir proyek.
Pada awal proyek, penyedia jasa akan melaksanakan mobilisai untuk peralatan, material dan
personil yang ditugaskan. Bulan pertama proyek akan diisi dengan kegiatan-kegiatan persiapan
seperti :
Penyedia fasilitas lapangan
Join Survey
Pendatangan alat kerja
Purchase and Order material dominan dan kritis, seperti besi beton dan lain-lain. PO besi
beton dapat dilakukan bertahap, namun harus sesuai dengan bar bending schedule.
Secara umum, mayoritas pekerjaan terpusat di Gedung Olahraga kab. Langkat. Pekerjaan struktur
tambahan sebagai predecessor (Pekerjaan Pendahuan) dari item pekerjaan selanjutnya (Struktur,
Arsitektur, Mekanikal dan Elektrikal,) direncanakan dengan baik dengan toleransi keterlambatan
sedikit mungkin, hal ini dimaksudkan untuk mengendalikan waktu pelaksanaan agar tidak
melampaui batas yang telah ditetapkan.
2. JENIS PERALATAN DAN KAPASITAS
Sebelum Melakukan Pekerjaan Alangkah BaiknyaPihak Pelaksana Mempersiapkan Jenis Peralatan
Yang akan digunakan. Adapun peralatan yang akan digunakan adalah sebagai berikut:
DAFTAR PERALATAN YANG DIPERLUKAN
Pick Up : 1 Unit
Dumtruk : 1 Unit
Mesin molen Kap. 5o Kg : 1 Unit
Kereta Sorong : 5 Unit
Motor Crane : 1 Unit
Scafolding 1,7x 1,2 : 50 Set
Jekhammer : 1 Set
Peralatan Pertukangan : 8 Set
3. FUNGSI PERALATAN KERJA
1. MOBIL PICKUP
Mobil Pickup Double Cab pada awal mulanya banyak dimanfaatkan oleh perusahaan- perusahaan
dalam bidang jasa konstruksi untuk melakukan kegiatan operasional bagi para pekerja Bangunan
dan juga di gunakan untuk mengangkut material bangunan untuk di bawa ke lokasi pekerjaan.
Keunggulan dan ketangguhan mobil pick up memang tidak dapat diragukan lagi, mobil ini memang
dirancang untuk mampu memasuki lokasi proyek yang luas maupun sempit dalam berbagai iklim
dan medan yang sulit dan ekstrim seperti jalanan berlumpur dan banjir sekalipun.
2. DUMTRUK
Mobil Dumtruk dimanfaatkan untuk mengangkut material – material yang lebih berat baik material
pekerjaan pembangnan maupun sisa hasil bongkara.
3. MESIN PENGADUK/MOLEN
Fungsi Molen sudah barang tentu untuk mebuat adukan, baik untuk keperluan pasangan maupun
plesteran, pasir dan semen diaduk sampui merata menurut campuran tertentu dengan
menggunakan cangkul atau pengaduk beton. Nah berikut saya paparkan bagian-bagian yang terdapat
pada sebuah Molen.
Tabung Aduk :
Tabung aduk berupa bejana berbentuk silinder dengan bagian bawah tertutup dan lapisan atas
berbentuk kerucut terpancung. Pada ujung atas kerucut terdapat lubang mulut tabung aduk untuk
memasukkan bahan-bahan susun adukan beton dan untuk menumpahkan adukan beton setelah
selesai dicampur. Di dalam tabung aduk terdapat daun-daun yang membantu mencampur bahan-
bahan susunannya.
Motor :
Motor gerak yang ditempatkan pada kerangka mesin aduk berguna untuk menggerakkan tabung
aduk hingga tabung aduk dapat berputar.
Roda Molen :
Roda molen berguna saat memindahkan molen dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Kerangka :
Merupakan tubuh dari mesin yang dilengkapi dengan roda dan batang tarik mesin hingga mesinnya
dapat dengan mudah dipindah-pindahkan.
Roda Pembalik Tabung :
Roda pembalik berguna untuk mengubah kedudukan tabung aduk pada waktu diisi bahan-bahan
susun dan ketika untuk menumpahkan hasil adukan.
Batang Tarik Mesin :
Batang tarik berupa besi yang berguna untuk memudahkan memindahkan molen. Kunci Roda
Pembalik :
Kunci ini berguna untuk mengunci roda pembalik tabung aduk agar dapat dipindah ke
tempat lain. Bila mesin ini tidak digunakan untuk menarik, batang dapat dimasukkan ke
dalamkerangka mesin, dan bila akan digunakan untuk menarik maka batang
dikeluarkan/dipanjangkan.
Nah setelah kita mengenal bagian-bagian mesin molen maka perlu juga kita perhatikan perawatanya.
Seperti halnya mesin yang lain, Molen membutuhkan perawatan agar kinerjanya dapat maksimal
dan dapat digunakan dalam waktu yang lama. Berikut beberapa item yang perlu diperhatikan dalam
perawatan molen :
Setelah mesin selesai digunakan mesin dibersihkan dengan air hingga sisa-sisa adukan yang melekat
pada mesin hilang.
Mesin dikeringkan sampai betul-betul kering, bebas dari air (tidak basah).
Diolesi dengan minyak (oli) terutama bagian-bagian yang berputar, misalnya poros/as, gigi-gigi
tabung atau gigi-gigi roda pembalik agar tidak berkarat.
Kemudian disimpan di tempat yang terlindung dari hujan, bila perlu diberi penutup.
4. KERETA SORONG
Kereta Sorong berfungsi sebagai alat percepatan jalannya pekerjaan, kereta sorong digunakan untuk
mengangkut material dari site penumpukan material ke lokasi pekerjaan.
5. MOTOR CRANE
Motor Crane digunakan sebagai pengangkuan material dari bawah ke atas bangunan atau pun
sebaliknya dari atas ke bawah. Contoh dalam pekerjaan ini ialah menurunkan sisa hasil bongkaran
atap dari atas ke bawah dan menaikan material atap yang akan dipasang dari bawah ke atas
bangunan.
6. SCAFOLDING
Scafolding adalah suatu struktur sementara yang berfungsi untuk menyangga manusia dan material
dalam konstruksi atau perbaikan gedung dan bangunan-bangunan besar/ kecil lainnya. Biasanya
scaffolding berbentuk suatu sistem modular dari pipa atau tabung logam, meskipun juga dapat
menggunakan bahan-bahan lain. Scaffolding mempunyai jenis dan ukuran yang berbeda beda
menurut fungsinya dan area yang akan digunakan . Untuk melihat berbagai jenis scaffolding anda
dapat melihat pada bagian jenis scaffolding. Scaffolding mempunyai beberapa bagian yang terpisah
pisah dan harus dirangkai dulu sebelum diguinakan. Untuk perangakaian scaffolding sangat
dianjurkan menngunakan orang yang sudah ahli agar aman.
Terdapat dua fungsi scaffolding secara umum yaitu fungsi scaffolding sebagai support dan fungsi
scaffolding sebagai access seperti yang sudah dijelaskan di atas, di mana fungsi scaffolding sebagai
support adalah menyediakan tatakan elevasi yang mampu menahan suatu beban tertentu pada
sebuah area tertentu atau area konstruksi bangunan.
Sedangkan fungsi scaffolding sebagai access adalah dapat menjadi akomodasi bagi para pekerja
konstruksi bangunan melalui tiga pendekatan, yaitu Independent self, scaffolding scaffold self dan
supporting scaffold trust out atau cantilever scaffold.
Pengertian sebagai inti dari pendekatan ketiga fungsi tersebut adalah sebagai penunjang aktifitas
pekerjaan bagi para pekerja konstruksi bangunan gedung-gedung besar dan bertingkat, dengan
jaminan tingkat keamanan untuk para pekerja yang diperhitungkan melalui penggunaan scaffolding
atau struktur penyangga yang aman untuk digunakan
7. JEKHAMER
Jekhamer digukan untuk membongkar atau membobok beton bertulang yang dianggap tidak
digunakan sesuai gambar kerja. Dalam hal ini jekhamer digunakan untuk membobok tangga.
8. PERALATAN PERTUKANGAN
Alat Utama merupakan peralatan utama yang digunakan oleh tukang dalam melakukan pekerjaannya
agar suatu pekerjaan dapat sesuai prosedur dan ketentuan yang disyaratkan.
Alat Pendukung adalah peralatan yang membantu pekerjaan agar mencapai mutu yang baik dengan
standar kerapian yang tinggi.
Selanjutnya untuk mendapatkan hasil yang baik sesuai dengan kebutuhan dan untuk menjaga
peralatan tetap awet serta baikperlu dilakukan tetap bisa diperggunakan sesuai kebutuhan.
Banyak macam macam alat untuk aplikasi pekerjaan konstruksi bangunan dan biasanya mereka
membuat peraklatan tukang bangunan itu senduiri yang apabila selesai pekerjaaanya langsung
dibuang.
Kualitas pengerjaan akhir konstruksi bangunan tergantung dari:
-Kualitas bahan materi yang digunakan
-Kemampuan individual tukang bangunan
-Alat bantu tukang
Beberapa nama peralatan pertukangan:
• Cetok
• Cangkul
• Tang
• Catut
• Bor
• Palu
• Tatah
• Gergaji
• Waterpass
• Skrap
• Obeng
• Palu Kayu
• Ember
• Sepatu boot
• Helem proyek
• Kaos tangan
• Meteran
• Penggaris siku siku dll
Penjelasan:
1. Peralatan Utama
a. Palu/ Martil untuk memaku paku pada bagian yang akan dikerjakan
b. Pahat Batu: untuk membelah batu yang keras atau mem bersihkan bekas adukan pada
dinding
c. Sikat adukan: bekas adukann yang menempel di dinding terlebih dahulu agar pekerjaan
plesteran dapat memperoleh hasil yang baik dan rapi
d. Trowel: meratakan adukan
e. Sendok semen: untuk mrengaduk bermacam macam mortar seperti pasangan bata dan
plester semprot
f. Palu karet: untuk merekatkan bata sehingga sambungan lebih kuat dan tipis tanpa
memecah bata ringan tersebut.
g. Roskam/cetok: Untuk aplikasi perekat bata
h. Roskam Kayu: Untuk aplikasi plester
i. Jidar: Untuk apklikasi plester yang rata diantar kepalaan/? Jidar yang baik adalah jidar
yang terbuat dari alumunium
j. Roskam besi: Untuk aplikasi acian dan skimcoat yang halus serta tipis.
k. Trowel Finishing
l. Alat pekerjaan beton > pengaduk dan pencampur beton (sejenis cangkul kecil)
m. Alat pekerjaan Pemasangan lantai > Trowel bergerigi
n. Alat Pemotong Keramik > Kakak tua, alat pemotong manual, alat pemotong mekanik,
pengisi celah ubin
a. Alat Bantu Kerja
1. Contoh: saringan pasir, Gerobak adukan
b. Peralatan penunjang
Contoh:
-Unting Unting
-Penyipat dan benang
-Alat ukur: untuk mengukur ketebalan dan panjang > waterpass
-Bor tangan: untuk membuat lubang pada benda kayu secara manual
Dll
METODE PELAKSANAAN
REHABILITASI GEDUNG SERBAGUNA MANUNGGAL LANGKAT BERSERI
ITEM PEKERJAAN YANG AKAN DILAKSANAKAN:
PEKERJAAN LANTA - I
L. PEKERJAAN PERSIAPAN
M. PEKERJAAN BONGKARAN
N. PEKERJAAN TANGGA
O. PEKERJAAN KAMAR MANDI
P. PEKERJAAN PENUTUP LANTAI
Q. PEKERJAAN LANGIT - LANGIT ( PLAFOND )
R. PEKERJAAN PENGECATAN
S. PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA
T. PEKERJAAN AREA VIP
U. PEKERJAAN RAILING AREA DIFABLE
V. PEKERJAAN ELEKTRIKAL
PEKERJAAN LANTA - II
H. PEKERJAAN RENOVASI KAMAR MANDI UMUM
I. PEKERJAAN LANGIT - LANGIT ( PLAFOND )
J. PEKERJAAN PENUTUP ATAP
K. PEKERJAAN PENGECATAN
L. PEKERJAAN RENOVASI AREA BANGKU PENONTON
M. PEKERJAAN RAILING AREA PENONTON
N. PEKERJAAN ELEKTRIKAL
A. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Pemasangan Papan Nama Proyek
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: MOBIL PICK UP
: PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 1 HARI
Pemasangan Papan Nama Proyek dipasang ditempat yang dapat dilihat oleh semua pihak baik
itu dari kalangan proyek itu sendiri ataupun dari masyarakat umum. Tujuannya agar dapat
diketahui secara umum siapa yang mengerjakan dan yang mengawasi proyek tersebut dan berapa
dana yang dianggarkan untuk proyek tersebut. Seiring pembersihan lokasi dibuat papan nama
proyek, papan nama proyek ini dipasang pada tempat yang mudah dilihat dengan mencantumkan
data-data proyek antara lain nama proyek, pekerjaan, lokasi, nilai proyek, waktu pelaksanaan,
pengawas pelaksana proyek, dll.
2. Pembersihan Awal Dan Akhir
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: MOBIL PICK UP
: PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 3 HARI
Sebelum Pekerjaan dimulai terlebih dahulu dilakukan pembersihan lokasi dari sampah,
rumput, dan berbagai hal lain yang dapat mengganggu pelaksanaan pekerjaan. Pembersihan
dilakukan dengan menggunakan bantuan mobil Pick Up sebagai alat tempat mengumpulkan
sampah. Sampah – sampah yang dihasilkan dari pekerjaan ini dikumpulkan disuatu tempat yang
telah disetujui oleh pengawas, kemudian baru diangkut dengan menggunakan Pick Up untuk
dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir.
3. Pekerjaan Pengukuran Kembali
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 1 HARI
Pekerjaan ini biasanya dilaksanakan bersama–sama oleh Pihak Proyek, Perencana,
Pengawas, Pelaksana dan dibuat Berita Acara Pematokan.
Pengukuran kembali mengunakan alat berupa meteran untuk mengukur dari titik As ke As
bangunan.
Setelah pekerjaan pembersihan lapangan, pemasangan papan nama pekerjaan, barulah dilakukan
pengukuran lokasi. Hal ini bertujuan untuk menentukan letak bangunan, elevasi dan titik ikat
(Bench Mark).
4. Pekerjaan SMK3
TENAGA : SELURUH PEKERJA dan yang berhubungan dengan pembangunan pekerjaan
ALAT : tertera dalam kontrak dan RAB
DURASI : Sampai Pekerjaan Selesai
Segala hal yang menyangkut jaminan sosial dan keselamatan para pekerja, Kontraktor harus
menjamin sesuai dengan peraturan yang berlaku. Oleh karena itu Kontraktor harus
mengikutkan pekerja sebagai peserta Asuransi Sosial Tenaga Kerja ( ASTEK ) sesuai dengan
Peraturan Pemerintah yang berlaku.
Pada pekerjaan-pekerjaan yang mengandung resiko bahaya jatuh, maka Kontraktor harus
menyediakan sabuk pengaman kepada pekerja tersebut. Untuk melaksanakan Pertolongan
Pertama Pada Kecelakaan (P3K), maka Kontraktor harus menyediakan sejumlah obat-obatan
dan perlengkapan medis lainnya yang siap dipakai apabila diperlukan.
Bila terjadi musibah atau kecelakaan dilapangan yang memerlukan perawatan yang serius,
maka Kontraktor/Pelaksana harus segara membawa korban ke Rumah Sakit yang terdekat dan
Pelaksanaan K3 & Protokol Corona Virus 2019 ( Covid'19) yang wajib dipenuhi antara lain
adalah : seluruh yang eruang dalam kontrak dan RAB.
5. SCAFOLDING
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: MOBIL PICK UP
DURASI : 45 HARI
Mendatangkan (mobilisasi) alat dan mengembalikannya kembali (demobilisasi)
Pekerjaan ini bertujuan untuk pembersiahan, pengecatan dinding dan lain sebagainnya
selama dibutuhkannya dalam proses pekerjaan sampai pekerjaan ini di nyatakan selesai,
Pemberitahukan dan permintaan persetujuan terhadap jenis / kapasitas yang akan
digunakan kepada konsultan pengawas lapangan oleh kontraktor
Sebelum dilakukan mobilisasi, kontraktor harus memberitahukan dan meminta persetujuan
terhadap jenis / kapasitas Scafolding yang akan digunakan kepada konsultan pengawas
lapangan.
Segala resiko yang diakibatkan oleh pekerjaan menjadi tanggung jawab kontraktor.
B. PEKERJAAN BONGKARAN
I. Pekerjaan Lantai I dan II
I.1. PEKERJAAN TANGGA
TENAGA : PEKERJA AHLI
: TUKANG AHLI
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: DUMTUK
: JEKHAMER
: PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 7 HARI
Sebelum melakukan pekerjaan terlebih dahulu memberikan pemaparan metode pelaksaaan
pembongkaran kepada konsultan pengawas dan direksi.
Pekerjaan pembongkaran tangga dilakukan apabila pekerjaan tangga akan dilakukan
Pekerjaan ini dilakukan dengan membobok struktur tangga eksisting yang sesuai
perencanaan
Pembesian tangga eksisting pada bagian atas digunakan untuk join pembesian tangga yang
di rencanakan
Pembobokan dilakukan termasuk pada bagian tangga dan plat lantai 2 yang di anggap
perlu untuk pekuatan tangga.
Pekerjaan ini dilakukan dengan sangat hati – hati, agar tidak terjadi kerusakan pada bagian
struktur lainnya.
Pekerjaan dilakukan dengan pekerja profesional atau sudah berpengalaman di bidangnya
Apabila terjadi kerusakan pada struktur yang tidak diinginkan maka menjadi tanggung
jawab pelaksana pekerjaan.
I.2. PEKERJAAN KAMAR MANDI
TENAGA : PEKERJA AHLI
: TUKANG AHLI
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: DUMTUK
: JEKHAMER
: PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 7 HARI
Sebelum melakukan pekerjaan terlebih dahulu memberikan pemaparan metode pelaksaaan
pembongkaran kepada konsultan pengawas dan direksi.
Pekerjaan pembongkaran lantai dan dinding keramik, sekat dinding dilakukan apabila
pekerjaan akan dilakukan
Pekerjaan ini dilakukan dengan membobok lantai dan dinding keramik, sekat dinding
eksisting yang sesuai perencanaan
Pekerjaan ini dilakukan dengan sangat hati – hati, agar tidak terjadi kerusakan pada bagian
struktur lainnya.
Pekerjaan dilakukan dengan pekerja profesional atau sudah berpengalaman di bidangnya
Apabila terjadi kerusakan pada struktur yang tidak diinginkan maka menjadi tanggung
jawab pelaksana pekerjaan.
I.3. PEKERJAAN LANGIT - LANGIT ( PLAFOND )
TENAGA : PEKERJA AHLI
: TUKANG AHLI
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: DUMTUK
: PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 7 HARI
Sebelum melakukan pekerjaan terlebih dahulu memberikan pemaparan metode pelaksaaan
pembongkaran kepada konsultan pengawas dan direksi.
Pekerjaan pembongkaran plafond dilakukan apabila pekerjaan akan dilakukan
Pekerjaan ini dilakukan dengan pembongkaran plafond eksisting yang sesuai perencanaan
Pekerjaan ini dilakukan dengan sangat hati – hati, agar tidak terjadi kerusakan pada bagian
struktur lainnya.
Pekerjaan dilakukan dengan pekerja profesional atau sudah berpengalaman di bidangnya
Apabila terjadi kerusakan pada struktur yang tidak diinginkan maka menjadi tanggung
jawab pelaksana pekerjaan.
I.4. PEKERJAAN PENUTUP ATAP
TENAGA : PEKERJA AHLI
: TUKANG AHLI
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: DUMTUK
: MOTOR CRANE
: PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 14 HARI
Sebelum melakukan pekerjaan terlebih dahulu memberikan pemaparan metode pelaksaaan
pembongkaran kepada konsultan pengawas dan direksi.
Pekerjaan pembongkaran atap dilakukan apabila pekerjaan akan dilakukan
Pekerjaan ini dilakukan dengan pembongkaran atap eksisting yang sesuai perencanaan
Pekerjaan ini dilakukan dengan sangat hati – hati, agar tidak terjadi kerusakan pada bagian
lainnya.
Pekerjaan sisa hasil bongkaran diturunkan dengan menggunakan alat motor crane,
dilakukan secara hati – hati dan di simpan menggunakan pengangkuan Dumtruk.
Pekerjaan dilakukan dengan pekerja profesional atau sudah berpengalaman di bidangnya
Apabila terjadi kerusakan pada struktur yang tidak diinginkan maka menjadi tanggung
jawab pelaksana pekerjaan.
C. PEKERJAAN TANAH
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: MOBIL PICK UP
: PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 1 HARI
Pekerjaan galian tanah pondasi menggunakan cangkul. Galian tanah pondasi diperlukan
untuk perletakan pondasi.
Penggalian dilakukan sesuai dengan Gambar Rencana Pondasi dan telah mendapat
persetujuan dari pengawas. Bidang Horizontal galian tanah harus mempunyai jarak yang lebih besar
dari lebar pondasi, hal ini berfungsi untuk memungkinkan pemasangannya, penopangan dll.
Kedalaman galian harus sesuai dengan gambar rencana.
Tanah hasil galian ditumpuk ditempat yang telah ditentukan oleh pengawas, karena tanah
tersebut akan dipakai kembali.
Gunakan mobil pick up untuk mengangkut material yang jauh dari lokasi.
D. PEKERJAAN PONDASI
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: MOBIL PICK UP
: MOLEN
: ALKON
: PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 21 HARI
Meliputi pemasangan pondasi bangunan dan entrance yang dicantumkan dalam gambar diikuti
berdasarkan tinggi peil dan dimensi ukuran dan berdasarkan petunjuk Direksi / Pengawas
Lingkup
Pondasi yang dipasang berasal dari material batu kali yang bermutu baek yang tidak
mengandung lumpur.
Ketentuan-ketentuanPondasi yang dipasang berasal dari material batu kali yang bermutu baek
Ketentuan-ketentuan dalam melaksanakan pekerjaan seperti yang dijelaskan sebagai berikut :
1. Pasangan pondasi batu kosong tebalnya dibuat minimum 20 cm atau sesuai gambar rencana.
2. Untuk pondasi dipake batu kali yang berkualitas baek, keras, tidak polos dan permukaannya
tajam. Batu kali yang dipakai harus dipecah-pecah Menggunakan Palu sehingga diameternya
antar 30 cm dan minimum 10 cm. Pasangan batu kali untuk pondasi ini harus dipasang dengan
adukan 1 pc : 4 psr yang diaduk matang menggunakan molen . Ukuran kedalaman, dan lebar
pondasi batu kali dibuat sesuai gambar rencana. Gunakan alkon untuk mengisi air dari sumber
air ke bak penampungan yang akan di gunakan untuk mengaduk material campuran.
3. Batu kali harus disusun sedemikian rupa sehingga dudukannya kokoh serta terikat baik satu
sam lainnya dengan adukan. Untuk keperluan kemudahan pemasangan pipa saluran air bersih
( jika ada ) dan lain-lain yang menembus pondasi dapat dipasang bahan lunak yang mudah
dibuka. Dimensi pondasi batu kali disesuaikan dengan gambar rencana. Tidak diperkenangkan
melakukan pelubangan pada sloof dan pondasi.
4. Gunakan mobil pickup untuk mengangkut material yang jauh dari lokasi.
E. PEKERJAAN BETON BERTULANG
Pekerjaan ini menghimpun seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan beton seperti :
I. Pekerjaan Lantai I dan II
I.1. PEKERJAAN TANGGA
* Pekerjaan Pondasi Tapak
* Pekerjaan Balok Beton Bertulang Uk. 30 x 40 cm
* Pekerjaan Tangga Beton Bertulang
*
I.2. PEKERJAAN KAMAR MANDI
* Pekerjaan Lantai Kerja Mutu 8,3 Mpa ( K - 100 )
* Pekerjaan Sloof Beton Bertulang Uk. 15 x 20 cm
* Pekerjaan Kolom Praktis Beton Bertulang
* Pekerjaan Balok Praktis Beton Bertulang
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: MOBIL PICK UP
: MOLEN
: GENSET
: ALKON
: PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 14 HARI
Pekerjaan sloof dilakukan setelah pondasi Batu Kali selesai di kerjakan. Pada dasarnya
pelaksanaan Sloof beton terlebih dahulu di adakan pelaksanaan
pekerjaan tulangan besi dan pembekistingan dirakit terlebih dahulu sesuai dengan Shop
Drawing. Setelah itu barulah campuran beton dituangkan yang di aduk menggunakan mesin
pengaduk ( molen ), campuran beton yang digunakan sama dengan campuran yang telah di
tentukan pada RKS. mutu beton sesuai gambar kerja/bestek BOQ yang dikeluarkan oleh
Perencana. Campuran beton tersebut terlebih dahulu telah dilakukan Job Mix Design dan nilai
Slump tes-nya sesuai dengan Spesifikasi Teknis.
Dalam pelaksanaan pekerjaan ini perlu adanya persetujuan dari pengawas. Proses pelaksanaan
pekerjaan ini sebagai berikut :
Pekerjaan Pembesian Sloof. Fabrikasi pembesian dilakukan ditempat fabrikasi yaitu dengan cara
memotong motong besi menggunakan pemotong besi. Setelah di potong potong maka di bentuk
pola sesuai dengan gambar. Besi yang digunakan yaitu besi Ø12 sebagai tulangan utama dan
besi Ø8 sebagai sengkang (begel). Besi ini dirakit dan dibentuk sesuai dengan Shop Drawing.
Pembuatan Bekisting. Bekisting dibuat dari multiplex 9mm yang di potong sesuai ukuran
menggunakan gergaji dan yang diperkuat dengan kayu usuk 4/6 dan diberi skur-skur penahan
agar tidak mudah roboh.
Melakukan Kontrol Kualitas. Ada 2 kontrol kualitas yang dilakukan. Kontrol kualitas pertama
yaitu Kontrol Kualitas Sebelum dilakukan pengecoran meliputi kontrol kualitas terhadap posisi
dan kondisi bekisting, posisi dan penempatan pembesian, jarak antar tulangan, panjang
penjangkaran.
Kontrol Kualitas kedua yaitu Kontrol kualitas saat pengecoran. Pada saat berlangsungnya
pengecoran, campuran dari Molen diambil sampelnya. Sampel diambil menurut ketentuan yang
tercantum dalam Spesifikasi.
Pekerjaan Kontrol kualitas ini akan dilakukan bersama–sama dengan Konsultan Pengawas untuk
selanjutnya dibuat Berita Acara pengesahan kontrol kualitas
Kegiatan pengecoran.
Pengecoran dilakukan secara langsung dan menyeluruh yaitu mengaduk campuran dengan molen
kemudian di tuang ke dalam bekisting.
Kegiatan Curing (perawatan)
Curing (perawatan) dilakukan sehari (24 jam) setelah pengecoran selesai dilakukan dengan
dibasahi air dan dijaga/dikontrol untuk tetap dalam keadaan basah.
Gunakan genset bila terjadi pemadaman aliran listrik untuk menghidupkan peralatan yang
menggunakan tenaga listrik.
Jika material jauh dari lokasi gunakan mobil pick up untuk mengangkutnya.
F. PEKERJAAN LANTAI DAN DINDING
1. Pekerjaan Pasangan Batu Bata 1 pc : 4 ps Dan Batu Roster
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: MOBIL PICK UP
: MOLEN
: SCAFOLDING
: ALKON
: PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 35 HARI
Metode pelaksanaan pekerjaan pasangan dinding bata dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Pertama dilakukan persiapan dengan cara membersihkan area yang akan dipasang dinding
bata merah, menghitung volume pekerjaan dan kebutuhan material yang dibutuhkan.
2. Buat marking jalur-jalur dinding dua sisi setelah dinding dan dibuat tanda posisi kolom
praktis, ring balok, dan lubang kusen.
3. Bata merah direndam dulu (sampai gelembung udaranya hilang) sebelum dipakai untuk
mengurangi penyerapan air.
4. Memasang bata merah pada jalur marking serta jalur benang acuan yang telah dipasang pada
profil kayu pada ujung jalur dinding lapis demi lapis Menggunakan Cetok dengan
menggunakan adukan 1 pc : 4 ps yang di aduk menggunakan molen untuk pasangan dinding
biasa.
5. Pada pelaksanaannya, adukan semen pasir tersebut diaplikasikan secara merata ke permukaan
bata merah.
6. Kemudian bata merah disusun di atas adukan mortar tersebut sambil terus diperiksa kerataan
pasangannya. Kemudian bata merah dipukul perlahan Menggunakan Cetok sampai mencapai
elevasi yang diinginkan.
7. Periksa kelurusan serta vertikal pasangan bata merah, apabila sudah benar dan sesuai dengan
yang diinginkan maka lanjutkan pemasangan Kusen jendela, kusen daun pintu ( Pekerjaan
Selanjutnya ) kemudian di lanjutkan lagi pasangan batanya sampai selesai dengan bantuan
scaffolding sebagai andang atau staiger untuk berpijak pada tempat yang sulit di jangkau.
8. Alkon di gunakan untuk mengisi air dari sumber air ke bak penampungan yang di gunakan
untuk mengaduk campuran.
Mobil di siapkan jika setiap saat ada material yang jauh dari lokasi yang akan di angkut ke
lokasi kerja.
2. Pekerjaan Plesteran Dan Acian 1 pc + 4 ps
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: MOBIL PICK UP
: MOLEN
: SCAFOLDING
: ALKON
: PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 28 HARI
1. Setelah pemasangan bata dan pemasangan kusen selesai Selanjutnya dilakukan pekerjaan
plesteran yaitu Plesteran Dinding dan kolom yang dimulai dengan jalan membuat kepalaan
plesteran pada sisi vertical jarak 2 m sesuai dengan ketebalan yang diinginkan dengan bantuan
unting-unting pada sisi horizontal pada elevasi plafond atau diujung atas dinding dengan
bantuan benang.
2. Sebelum melakukan pekerjaan plesteran, pasangan bata merah disiram / dibasahi dengan air
yang di pompa menggunakan alkon, kemudian dilakukan pekerjaan plesteran pada dinding
secara merata, menggunakan adukan mortar 1 pc : 4ps yang di aduk menggunakan molen
untuk pasangan dinding.Ketebalan plesteran adalah sampai 10 – 15 mm atau sampai
ketebalan yang ditentukan.
Setelah plesteran kering dan rata sesuai dengan yang diinginkan kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan
acian menggunakan acian semen. Sesudah pekerjaan acian selesai, permukaan dinding difinish dengan
plamur tembok. Untuk dasaran/plamur tembok jika diperlukan dan hanya dipergunakan pada ruangan interior
yang permukaannya tidak rata atau retak-retak. Dinding yang telah selesai di aci dan diplamur kemudian
diampelas, sehingga memberikan permukaan dinding tembok yang halus, licin dan rapi
3. Pasang Lantai Dan Dinding Granit 60 x 60 cm
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: MOBIL PICK UP
: GENSET 10 KVA
: MOLEN
: PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 14 HARI
Pasangan Keramik 60 X 60 cm SANDIMAS ( dalam ruangan ) Penjelasan Umum
Meliputi pemasangan Lantai Dalam, titik peil mengikuti gambar rencana. Warna dan motif
berdasarkan petunjuk Direksi / konsultan pengawas.
Ruang Lingkup
Lantai yang dipergunakan berkualitas baik sesuai gambar rencana atau petunjuk direksi / konsultan
pengawas.
C. Ketentuan-ketentuan dalam melaksanakan pekerjaan seperti yang dijelaskan sebagai berikut
:
Pemasangan Lantai Dan Dinding sesuai dengan petunjuk Direksi Pelaksana.
Pekerjaan pemasangan Keramik lantai baru diperkenankan untuk dipasang setelah semua
Pekerjaan-pekerjaan dinding/plesteran dan plafond telah selesai dikerjakan. Sebelum
pemasangan keramik lantai, harus direndam dalam air sampah jenuh.
Lantai keramik yang dipasang tidak boleh ada cat berupa : retak-retak, gelombang-
gelombang, berlubang, noda, permukaan cembung atau cekung. Sisi ubin keramik harus siku,
penyimpangan kesikuan ubin tidak boleh lebih besar dari 0,5 cm setiap jarak 10 cm ke kanan
dank ke kiri.
Bahan lantai dan dinding gedung digunakan keramik 60 x 60 cm ( dalam )sedangkan pada
jenis keramik kualitas KW 1, Warna keramik disesuaikan dengan petunjuk Direksi.
Pemasangan lantai keramik harus dikerjakan oleh tukang yang benar-benar ahli dan harus
menghasilkan penyelesaian yang rapih dan naad yang lurus. Naad harus diisi dengan bahan
grouting / pasta semen / okker yang warnanya disesuiakan dengan warna keramik yang
dipakai. Pengisian naad dilakukan paling cepat 24 jam setelah keramik
dipasang serta celah-celah keramik atau satu sama lain harus dibersihkan terlebih dahulu dari
kotoran yang menghambat masuknya cairan bahan pengisi. Segera setelah pengisian naad
dengan semen, permukaan lantai harus segera dibersihkan agar tidak terdapat noda bekas
semen.
Pemasangan keramik yang tidak rapih, bergelombang, naad tidak lurus dan sebagainya akibat
dari pemasangan yang tidak baik harus dibongkar/diganti sehingga memuaskan Direksi.
Adapun Tata cara pemasangannya adalah:
1. Siapkan Keramik 60 x 60 cm dan rendam di air.
2. Siapkan adukan yang di aduk dengan mesin molen yaitu dengan campuran 1 pc : 4 ps.
3. Tarik benang dan kemudia as bangunan di ambil dari depan pintu yaitu titik as pintu utama
ruangan.
4. Kemudian memulai menghamparkan adukan tadi ke lantai kemudian di taburi semen kering
ke atas adukan tadi.
5. Pasang keramik 60 x 60 cm tadi di atas adukan yang telah di beri semen kering dan di ketok
ketok menggunakan palu karet agar dapat terpasang dengan kuat.
6. Jika terdapat sudut atau ujung ujung lantai yang besaran keramiknya lebih kecil dari ukuran
keramik aslinya maka perlu di potong menggunakan mesin pemotong dengan tenaga listrik/
genset.
7. Setelah semua pasangan keramik sudah kering dan cukup kuat kemudian beri nad pada sisi sisi
sambungan pada setiap pasangan keramik.
8. Bersihkan dengan kain lap.
9. Gunakan genset jika terjadi pemadaman lampu untuk menyalakan peralatan yang
menggunakan tenaga listrik.
Jika material jauh dari lokasi gunakan mobil pick up untuk mengangkut material agar dekat ke
lokasi kerja.
G. PEKERJAAN DAUN DAN PENGGANTUNG
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pintu, Kusen dan Jendela Alumunium
Pintu, Kusen dan Jendela merupakan komponen penting dalam sebuah bangunan. Pada proyek-
proyek besar biasanya mempunyai jumlah pintu yang banyak, sehingga pelaksanan
pekerjaan ini dilapangan memerlukan metode pelaksanaan yang tepat. Adapun metode
pelaksanaan pekerjaan pintu, kusen dan jendela, adalah sebagai berikut :
Persiapan
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pintu, kusen dan jendela
aluminium.
Approval material yang akan digunakan.
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain : alumunium kusen, alumunium frame, hardware,
sekrup, fisher, engsel, sealant, baut dynabolt, dll.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : cutting well/gerinda, bor, gergaji, waterpass,
meteran, unting-unting, reevet, gun sealant, selang air, cutter, dll.
Pengukuran
Lakukan pengecekan dan pengukuran dilapangan untuk opening yang akan dipasang kusen
aluminium apakah sudah sesuai dengan gambar kerja atau belum.
Fabrikasi kusen alumunium
Kusen dan frame alumunium difabrikasi di lokasi proyek untuk memudahkan apabila ada
perbaikan.
Alumunium dipotong dan di sambung/dirangkai menggunakan sekrup galvanis.
Alumunium yang sudah di fabrikasi di proteksi dengan menggunakan protection tape (blue
sheet) dan diberi tanda untuk memudahkan waktu pemasangan.
Pemasangan kusen alumunium dan frame
Kusen alumunium yang telah difabrikasi dipasang setelah kondisi lapangan siap yaitu
pekerjaan plesteran dan acian sudah selesai. Sistem pemasangan dengan di screw fisher
menggunakan fisher S8.
Sebelum kusen dimatikan ke dinding, harus dicek dahulu elevasi dan kesikuan kusen
alumunium dengan alat bantu waterpass/unting-unting. Apabila tidak lurus maka diganjal
dengan bahan dari hardboard, sehingga lebih kuat dan tahan lama.
Untuk mencegah kebocoran maka hubungan antara alumunium dengan dinding di isi silicone
sealant.
Setelah kusen aluminium terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan frame untuk
pintu/jendela, kaca dan hardwere. Frame pintu/jendela dipasang pada kusen dengan
menggunakan penggantung engsel yang disekrup ke kusen.
Pemasangan hardware dikerjakan setelah kondisi lapangan benar-benar aman dan tidak ada
lagi pekerjaan yang dapat merusak kusen dan alumunium dan daunnya.
Proteksi
Proteksi plastik (blue sheet) pada bagian kusen alumunium dapat dilepas, apabila lokasi
pekerjaan sudah benar-benar bersih dari kotoran dan tidak ada lagi pekerjaan yang dapat
merusak aluminium tersebut.
- Kaca bening 5 mm asahimas
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MOBIL PICK UP
: PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 1 HARI
Metode Pemasangan kaca tebal 5 mm asahimas
1. Menyiapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah dijangkau.
2. Ukur besaran frame daun jendela.
3. Potong kaca sesuai dengan ukuran.
4. Tempelkan kaca pada daun jendela yang telah di temple sementara tadi pada kusen dan
tempelkan juga kaca pada kusen yang menggunakan kaca mati
5. Tempelkan les kayu pada daun jendela dan kusen yang menggunakan kaca mati yang telah
terpasang kaca tadi kemudian di paku menggunakan palu.
Gunakan mobil pick up jika material jauh dari lokasi.
- pasang kusen aluminium
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : MOBIL PICK UP
: PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 5 HARI
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pintu, Kusen dan Jendela Alumunium
Pintu, Kusen dan Jendela merupakan komponen penting dalam sebuah bangunan. Pada proyek-
proyek besar biasanya mempunyai jumlah pintu yang banyak, sehingga pelaksanan
pekerjaan ini dilapangan memerlukan metode pelaksanaan yang tepat. Adapun metode
pelaksanaan pekerjaan pintu, kusen dan jendela, adalah sebagai berikut :
Persiapan
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pintu, kusen dan jendela
aluminium.
Approval material yang akan digunakan.
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain : alumunium kusen, alumunium frame, hardware,
sekrup, fisher, engsel, sealant, baut dynabolt, dll.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : cutting well/gerinda, bor, gergaji, waterpass,
meteran, unting-unting, reevet, gun sealant, selang air, cutter, dll.
Pengukuran
Lakukan pengecekan dan pengukuran dilapangan untuk opening yang akan dipasang kusen
aluminium apakah sudah sesuai dengan gambar kerja atau belum.
Fabrikasi kusen alumunium
Kusen dan frame alumunium difabrikasi di lokasi proyek untuk memudahkan apabila ada
perbaikan.
Alumunium dipotong dan di sambung/dirangkai menggunakan sekrup galvanis.
Alumunium yang sudah di fabrikasi di proteksi dengan menggunakan protection tape (blue
sheet) dan diberi tanda untuk memudahkan waktu pemasangan.
Pemasangan kusen alumunium dan frame
Kusen alumunium yang telah difabrikasi dipasang setelah kondisi lapangan siap yaitu
pekerjaan plesteran dan acian sudah selesai. Sistem pemasangan dengan di screw fisher
menggunakan fisher S8.
Sebelum kusen dimatikan ke dinding, harus dicek dahulu elevasi dan kesikuan kusen
alumunium dengan alat bantu waterpass/unting-unting. Apabila tidak lurus maka diganjal
dengan bahan dari hardboard, sehingga lebih kuat dan tahan lama.
Untuk mencegah kebocoran maka hubungan antara alumunium dengan dinding di isi silicone
sealant.
Setelah kusen aluminium terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan frame untuk
pintu/jendela, kaca dan hardwere. Frame pintu/jendela dipasang pada kusen dengan
menggunakan penggantung engsel yang disekrup ke kusen.
Pemasangan hardware dikerjakan setelah kondisi lapangan benar-benar aman dan tidak ada
lagi pekerjaan yang dapat merusak kusen dan alumunium dan daunnya.
Proteksi
Proteksi plastik (blue sheet) pada bagian kusen alumunium dapat dilepas, apabila lokasi
pekerjaan sudah benar-benar bersih dari kotoran dan tidak ada lagi pekerjaan yang dapat
merusak aluminium tersebut.
- Kaca bening 5 mm asahimas
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: MOBIL PICK UP
: PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 1 HARI
Metode Pemasangan kaca tebal 5 mm asahimas
6. Menyiapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah dijangkau.
7. Ukur besaran frame daun jendela.
8. Potong kaca sesuai dengan ukuran.
9. Tempelkan kaca pada daun jendela yang telah di temple sementara tadi pada kusen dan
tempelkan juga kaca pada kusen yang menggunakan kaca mati
10. Tempelkan les kayu pada daun jendela dan kusen yang menggunakan kaca mati yang telah
terpasang kaca tadi kemudian di paku menggunakan palu.
Gunakan mobil pick up jika material jauh dari lokasi.
- Kaca bening 8 mm asahimas
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: MOBIL PICK UP
: PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 2 HARI
Metode Pemasangan kaca tebal 8 mm asahimas
Menyiapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah dijangkau.
Ukur besaran frame daun jendela.
Potong kaca sesuai dengan ukuran.
Tempelkan kaca pada daun jendela yang telah di temple sementara tadi pada kusen dan
tempelkan juga kaca pada kusen yang menggunakan kaca mati
Tempelkan les kayu pada daun jendela dan kusen yang menggunakan kaca mati yang telah
terpasang kaca tadi kemudian di paku menggunakan palu.
o Gunakan mobil pick up jika material jauh dari lokasi.
- pasang daun pintu aluminium
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: MOBIL PICK UP
: PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 1 HARI
Metode Pemasangan daun Pintu
INGKUP PEKERJAAN
Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk melaksanakan
pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.
Pekerjaan ini meliputi pembuatan daun pintu dan jendela panil kaca seperti yang ditunjukkan
dalam gambar.
PEKERJAAN YANG BERHUBUNGAN
a. Pekerjaan Kaca dan Cermin
b. Pekerjaan Alat Penggantung dan Pengunci
c. Pekerjaan Sealant.
STANDAR
ANSI (American National Standard Institute, USA) A 134.1 - Specification for Aluminium
Window ASTM : E 330
SII : Standard Industri Indonesia
PENYIMPANAN
Penimbunan bahan-bahan pintu ditempat pekerjaan harus ditempatkan pada ruang/tempat dengan
sirkulasi udara yang baik, tidak terkena cuaca langsung dan terlindung dari kerusakan dan
kelembaban.
PERSETUJUAN
a. Shop drawing :
Harus memperhatikan dengan jelas dimensi, sistim konstruksi, hubungan-hubungan antar
komponen, cara peng-angkuran dan lokasinya, penempatan hardware, dan detail-detail pemasangan.
Harus memperhatikan kesesuaiannya dengan gambar rencana dan spesifikasi.
Shop drawing harus dikoordinasikan dengan “Ironmongery” guna ketepatan perkuatan- perkuatan
yang diperlukan serta lokasi dari hadware tersebut.
Shop drawing harus memperlihatkan juga detail-detail pemasangan kaca, gasket, serta sealant.
b. Contoh bahan :
Kontraktor harus menyerahkan 3 set contoh semua bahan yang memperlihatkan tekstur, finishing
dan warna.
Sampul profil-profl extruded panjangnya minimum 300 mm. Untuk aluminium sheet, ukuran 300 x
300 mm2, ketebalan sesuai dengan yang akan dipakai.
Semua sampul harus diberi tanda yang memperlihatkan ketebalan, jenis alloy, warna dn pekerjaan
dimana bahan tersebut akan dipakai.
B. BAHAN/PRODUKBAHAN RANGKA
Dari bahan aluminium framing system, dari produk, dalam negeri yang ex. YKK, Alcan setara
disetujui Perencana/Konsultan Management Konstruksi.
Bentuk dan ukuran profil disesuaikan terhadap shop drawing yang telah disetujui
Perencana/Konsultan Management Konstruksi.
Pewarnaan Natural aluminum anodize sesuaikan dengan ketentuan pabrik, atau kalau diperlukan
warna harus dikoordinasikan dengan Perencana dan MK .
Nilai batas deformasi yang diijinkan 2 mm.
Bahan yang diproses di pabrik harus diseleksi terlebih dahulu dengan seksama sesuai dengan bentuk
toleransi, ukuran, ketebalan, kesikuan, kelengkungan, pewarnaan yang disyaratkan oleh
Perencana/Konsultan Management Konstruksi.
Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan syarat-syarat dari pekerjaan
aluminium serta memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan.
Daun pintu dengan konstruksi panel kaca rangka aluminium, seperti yang ditunjukkan dalam
gambar, termasuk bentuk dan ukurannya.
PENJEPIT KACA
Digunakan penjepit kaca dari bahan karet yang bermutu baik dan memenuhi persyaratan yang
ditentukan dari pabrik, pemasangan disyaratkan hanya 1 (satu) sambungan serta harus kedap air.
BAHAN PANIL DAUN PINTU, JENDELA, PARTISI.
Semua bahan untuk pintu kaca interior Frame less menggunakan :
Tempered Glass tebal 5,8 dan 12 mm.
Semua bahan kaca yang digunakan harus bebas noda dan cacat, bebas sulfida maupun bercak-
bercak lainnya, dari produk PT. Asahimas Jaya Safety Glass.
C. PELAKSANAAN
Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambar-gambar yang ada
dan kondisi dilapangan (ukuran dan lubang-lubang bukaan), termasuk mempelajari bentuk, pola,
layout/penempatan, caraa pemasangan, mekanisme dan detail-detail sesuai gambar.
Harus diperhatikan semua sambungan siku untuk rangka aluminium dan penguat lain yang
diperlukan hingga terjamin kekuatannya dengan memperhatikan/menjaga kerapihan terutamaa
untuk bidang-bidang tampak tidak boleh ada cacat berkas penyetelan.
Semua ukuran harus sesuai gambar dan merupakan ukuran jadi. Daun pintu.
a. Jika diperlukan, harus menggunakan sekrup galvanized atas persetujuan Perencana/Konsultan
Management Konstruksi tanpa meninggalkan bekas cacat pada permukaan yang tampak.
b. Untuk daun pintu panel kaca setelah dipasang harus rata dan tidak bergelombang dan tidak
melintir.
- pasang daun jendela aluminium
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: MOBIL PICK UP
: PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 1 HARI
Metode Pemasangan daun jendela INGKUP PEKERJAAN
Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk melaksanakan
pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.
Pekerjaan ini meliputi pembuatan daun pintu dan jendela panil kaca seperti yang ditunjukkan
dalam gambar.
PEKERJAAN YANG BERHUBUNGAN
a. Pekerjaan Kaca dan Cermin
b. Pekerjaan Alat Penggantung dan Pengunci
c. Pekerjaan Sealant.
STANDAR
ANSI (American National Standard Institute, USA)
A 134.1 - Specification for Aluminium Window
ASTM : E 330
SII : Standard Industri Indonesia
PENYIMPANAN
Penimbunan bahan-bahan pintu ditempat pekerjaan harus ditempatkan pada ruang/tempat dengan
sirkulasi udara yang baik, tidak terkena cuaca langsung dan terlindung dari kerusakan dan
kelembaban.
PERSETUJUAN
a. Shop drawing :
Harus memperhatikan dengan jelas dimensi, sistim konstruksi, hubungan-hubungan antar
komponen, cara peng-angkuran dan lokasinya, penempatan hardware, dan detail-detail pemasangan.
Harus memperhatikan kesesuaiannya dengan gambar rencana dan spesifikasi.
Shop drawing harus dikoordinasikan dengan “Ironmongery” guna ketepatan perkuatan- perkuatan
yang diperlukan serta lokasi dari hadware tersebut.
Shop drawing harus memperlihatkan juga detail-detail pemasangan kaca, gasket, serta sealant.
b. Contoh bahan :
Kontraktor harus menyerahkan 3 set contoh semua bahan yang memperlihatkan tekstur, finishing
dan warna.
Sampul profil-profl extruded panjangnya minimum 300 mm. Untuk aluminium sheet, ukuran 300 x
300 mm2, ketebalan sesuai dengan yang akan dipakai.
Semua sampul harus diberi tanda yang memperlihatkan ketebalan, jenis alloy, warna dn pekerjaan
dimana bahan tersebut akan dipakai.
B. BAHAN/PRODUK BAHAN RANGKA
Dari bahan aluminium framing system, dari produk, dalam negeri yang ex. YKK, Alcan setara
disetujui Perencana/Konsultan Management Konstruksi.
Bentuk dan ukuran profil disesuaikan terhadap shop drawing yang telah disetujui
Perencana/Konsultan Management Konstruksi.
Pewarnaan Natural aluminum anodize sesuaikan dengan ketentuan pabrik, atau kalau diperlukan
warna harus dikoordinasikan dengan Perencana dan MK .
Nilai batas deformasi yang diijinkan 2 mm.
Bahan yang diproses di pabrik harus diseleksi terlebih dahulu dengan seksama sesuai dengan bentuk
toleransi, ukuran, ketebalan, kesikuan, kelengkungan, pewarnaan yang disyaratkan oleh
Perencana/Konsultan Management Konstruksi.
Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan syarat-syarat dari pekerjaan
aluminium serta memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan.
Daun pintu dengan konstruksi panel kaca rangka aluminium, seperti yang ditunjukkan dalam
gambar, termasuk bentuk dan ukurannya.
PENJEPIT KACA
Digunakan penjepit kaca dari bahan karet yang bermutu baik dan memenuhi persyaratan yang
ditentukan dari pabrik, pemasangan disyaratkan hanya 1 (satu) sambungan serta harus kedap air.
BAHAN PANIL DAUN PINTU, JENDELA, PARTISI.
Semua bahan untuk pintu kaca interior Frame less menggunakan :
Tempered Glass tebal 5,8 dan 12 mm.
Semua bahan kaca yang digunakan harus bebas noda dan cacat, bebas sulfida maupun bercak-
bercak lainnya, dari produk PT. Asahimas Jaya Safety Glass.
C. PELAKSANAAN
Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambar-gambar yang ada
dan kondisi dilapangan (ukuran dan lubang-lubang bukaan), termasuk mempelajari bentuk, pola,
layout/penempatan, caraa pemasangan, mekanisme dan detail-detail sesuai gambar.
Harus diperhatikan semua sambungan siku untuk rangka aluminium dan penguat lain yang
diperlukan hingga terjamin kekuatannya dengan memperhatikan/menjaga kerapihan terutamaa
untuk bidang-bidang tampak tidak boleh ada cacat berkas penyetelan.
Semua ukuran harus sesuai gambar dan merupakan ukuran jadi. Daun pintu.
a. Jika diperlukan, harus menggunakan sekrup galvanized atas persetujuan Perencana/Konsultan
Management Konstruksi tanpa meninggalkan bekas cacat pada permukaan yang tampak.
b. Untuk daun pintu panel kaca setelah dipasang harus rata dan tidak bergelombang dan tidak
melintir.
H. PEKERJAAN PLFOND
1. PEKERJAAN RANGKA PLAPON GIPSUM
- Pasang rangka HOLOW 30 MM X 30 MM DAN FURING
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: MOBIL PICK UP
: GENSET 10 KVA
: SCAFOLDING
: PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 14 HARI
Adapun Tata Cara Pembuatannya Adalah sebagai berikut:
1. Buat marking elevasi, as dan jarak penggantung rangka plafon sesuai dengan
shopdrawing. (untuk menentukan ketinggian plafond).
2. Pasang benang nylon dua sisi dan sejajarsebagai pedoman kelurusan & ketinggian rangka,
sesuai elevasi yang telah dibuat.
3. Kemudian potong potong kayu 5/7 menggunakan gergaji sesuai ukuran gambar kerja
4. Pasang rangka plafond (yang telah dihaluskan, dimeni & dipotong) sesuai marking yang
telah dibuat.
5. Periksa kelurusan dan kerataan rangkamenggunakan waterpass & siku besi.
6. Gunakan scaffolding sebagai tempat pijakan pada saat memasang rangka plapon.
7. Gunakan genset jika terjadi pemadaman lampu untuk menyalakan peralatan yang
menggunakan tenaga listrik.
Jika material jauh dari lokasi gunakan mobil pick up untuk mengangkut material agar dekat ke
lokasi kerja.
Pasang Penutup gypsum 9 mm
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: MOBIL PICK UP
: GENSET 10 KVA
: SCAFOLDING
: PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 7 HARI
1. Potong panel plafond gypsum dengan gergaji sesuai shop drawing.
2. Haluskan bekas potongan gypsum dengan amplas.
3. Pasang panel plafond Gipsum tersebut dengan mengatur kelurusan & kerapatan nad plafond
dan kerataan plafond
4. Pemasangan plafond dimulai dari tepi(mengikuti gambar kerja) dan diperkuat dengan paku
yang diketok dengan palu besi.
5. Cek kerataan permukaan plafond yang sudah jadi dengan waterpass.
6. Rapikan & haluskan permukaan plafond Gypsum yang telah terpasang dengan amplas
sampai rata / licin.
7. Bersihkan permukaan yang telah diamplas dengan kain lap.
8. Gunakan scaffolding sebagai tempat pijakan pada saat memasang penutup plapon.
1. Gunakan genset jika terjadi pemadaman lampu untuk menyalakan peralatan yang
menggunakan tenaga listrik.
2. Jika material jauh dari lokasi gunakan mobil pick up untuk mengangkut material agar dekat
ke lokasi kerja.
I. PEKERJAAN ATAP
1. Pasang atap Longspan Galvanis FUMIRA Tbl. 0,4
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: MOBIL PICK UP
: SCAFOLDING
: GENSET 10 kva
: PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 7 HARI
1. Pemasangan Atap Longspan Galvanis FUMIRA Tbl. 0,4
Pemasangan Atap Longspan yang harus diperhatikan adalah bagian sisi samping sambungan
atapnya, sebagai timpahan atap.
Pemotongan Hanya dapat dilakukan dengan memakai gunting besi yang dipotong hanya bisa
dilakukan untuk bagian atas genteng dimana gording terpasang nantinya
Gunkan scaffolding untu pijakan naik ke kuda kuda
Mobil di gunakan untuk mengangkut material atap yang jauh dari lokasi
Genset di gunakan jika terjadi pemadaman listrik secara tiba iba mati listrik
3. Pasang Bubungan Atap Longspan Galvanis FUMIRA Tbl. 0,4
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: MOBIL PICK UP
: SCAFOLDING
: GENSET 10 kva
: PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 7 HARI
1. Pemasangan nok Atap Longspan
Memasang bubungan yaitu dengan cara memasang nok pada bagian atas dan bagian bagian
yang akan di pasang bubungan yaitu dengan cara menempelkan di atas bagian tersebut
kemudian kuatkan dengan paku ulit menggunakan martil/palu.
Gunakan genset jika terjadi pemadaman lampu untuk menyalakn peralatan kerja yang
menggunakan tenaga listrik
Gunakan mobil pic up untuk mengangkut material yang jauh dari lokasi.
4. Pasang LitsPlank GRC
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: MOBIL PICK UP
: SCAFOLDING
: GENSET 10 kva
: PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 7 HARI
1. Pemasangan Litsplank GRC yaitu di kerjakan jika seluruh pekerjaan atap dan penutup selesai
adapun tata cara pemasangannya adalah :
Potong kayu GRC uk. 2/20 cm dengan gergaji pemotong sesuai ukuran
Kemudian pasangkan kayu kaso yang telah di potong menggunakan gergaji di selah selah
ujung baja ringan dan paku menggunakan palu
Kemudian pasang GRC uk. 2/20 pada kaso tadi
Kuatkan lits plank tadi dengan menggunakan paku dengan cara di pukul pukul menggunakan
palu sekuat mungkin agar tidak mudah lepas
Gunakan genset 10 kva jika terjadi pemadaman lampu untuk menyalakan peralatan kerja
yang menggunakan tenaga listrik
Gunakan mobil pick up untuk mengangkut material yang jauh dari lokasi.
J. PEKERJAAN PENGECATAN
1. Cat Tembok NIPPON
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : PERALATAN PERTUKANGAN
: SCAFOLDING PEKERJAAN CAT
Penjelasan Umum
1. Meliputi bahan/ material yang bermutu baik, serta tenaga yang terampil untuk mendapatkan
hasil yang baik.Ruang Lingkup
2. Lingkup pekerjaan ini meliputi seluruh permukaan yang kelihatan seperti yang disebutkan /
ditunjuk dalam gambar untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan petunjuk Direksi/
konsultan pengawas.
Ketentuan-ketentuan dalam melaksanakan pekerjaan seperti yang dijelaskan sebagai berikut :
1. Pengecatan tembok
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan cat dinding.
Approval material yang akan digunakan.
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain : cat dinding emultion, plamir dinding, sealer, alkali
(anti jamur), ampelas, air , dll.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : steiger, roll, bak rool, kuas, kape, dll.
Aplikasi pengecatan dengan menggunakan roll dan untuk bagian
sudut menggunakan kuas.
Pastikan dahulu permukaan dinding dalam keadaan kering tidak lembab.
Proteksi area kerja dengan plastic terutama untuk menghindari tumpahan cat.
Permukaan dinding dibersihkan dahulu sebelum di cat, yaitu dengan diampelas, sikat
kawat atau gurinda jenis mangkok (bila ada plesteran + aci yang tidak rata).
Setelah permukaan dinding bersih, diberi lapisan plamir dinding supaya pori- pori/lubang-
lubang kecil dan retak-retak halus tertutup.
Setelah plamir kering, permukaan dinding diampelas lagi agar mendapatkan permukaan yang
bersih/halus.
Selanjutnya permukaan dinding diberi lapisan dasar sealer (untuk pengikat cat). Apabila
setelah disealer timbul retak rambut, maka dilakukan plamir ulang dan diampelas.
Untuk dinding luar terlebih dahulu diberi lapisan alkali untuk anti jamur/lumut. Kemudian
dilakukan pengecatan finish untuk dinding minimal 2 (dua) lapis dengan menggunakan cat
dinding emultion.
Pengulangan cat dilakukan setelah lapisan cat sebelumnya telah kering.
Cat yang di gunakan adalah NIPPON
2. Cat Plapon NIPPON
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : PERALATAN PERTUKANGAN
: SCAFOLDING
Pengecatan plapon
Pastikan permukaan plapon yang akan di cat dalam keadaan rata.
Proteksi area kerja dengan plastic terutama pada bagian lantai dan pintu/jendela untuk
menghindari tumpahan cat.
Permukaan plafond dibersihkan dahulu dari debu dan kotoran dengan diampelas.
Gunakan scaffolding untuk menjangkau tempat yang tinggi.
Kemudian permukaan plafond diberi lapisan dasar sealer (untuk pengikat cat).
Setelah diberi lapisan sealer, dilakukan pengecatan finish untuk permukaan plafond minimal 2
(dua) lapis dengan menggunakan jenis cat emultion.
Pengulangan cat dilakukan setelah lapisan cat sebelumnya telah kering.
Cat yang di gunakan adalah cat NIPPON.
K. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
- Lampu Down light + Instalasi
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: MOBIL PICK UP
: GENSET 10 KVA
: SCAFOLDING
: PERALATAN PERTUKANGAN
Saya dapat sedikit ilmu cara memasang lampu downlight ini dari seorang teman yang kebetulan
sedang memasang lampu jenis ini pada proyek plafon yang saya kerjakan, saya perhatikan
cara pasangnya, Setelah Anda memilih jenis dan ukuran diameter lampu downlight. Anda
dapat memasang/mengganti sendiri kap lampu downlight di plafon, meskipun Anda seorang
yang belum paham soal listrik. Dengan catatan, kabel dan stop kontak telah tersedia dan siap
dihidupkan. Jangan lupa ketika hendak memasang kap lampu ini harus mematikan sekring
atau MCB pada kWH meter agar tidak “kesetrum” atau terjadi arus pendek.
1. Jika plafon telah terpasang dan telah dicat dengan rapi, tandai beberapa sudut atau titik plafon
yang akan dipasang kap lampu.
2. Atur jarak antar lampu, dan jarak list plafon dengan kap lampu downlight.
3. Ukur diameter lubang kap lampu bagian dalam ring atau bibir kap lampu dibuka.
4. Buat lingkaran sesuai dengan ukuran kap lampu downlight. Lubangi dengan menggunakan
pisau cutter yang tajam. Jangan terlalu besar atau terlalu kecil. Biasanya membuat lubang
lampu ini pada plaon gypsum akan lebih mudah.
5. Sambungkan kedua kabel sesuai dengan warnanya, (api biasanya berwarna merah, dan
massa biasanya berwarna biru atau hitam).
6. Gunakan isolasi yang berkualitas untuk menutup sambungan.
7. Masukkan kabel ke dalam plafon dan pasang kap diplafon pasang tuas pengunci dan bibir kap
lampu.
8. Pasang bola lampu, biasanya menggunakan lampu sl 18 watt.
9. Pemasangan telah selesai dan silakan menikmati terang dan indahnya plafon di atas plafon.
10. Demikian penjelasan ringkas cara memasang lampu downlight pada plafon, moga manfaat
bagi Anda yang mencari cara pasang lampu, cara pasang lampu downlight, pasang lampu
downlight plafon, ukuran dan jenis lampu downlight. dan ingin memasang sendiri kap lampu
downlight di rumah Anda.
- Saklar Tunggal + Instalasi
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: MOBIL PICK UP
: GENSET 10 KVA
: SCAFOLDING
: PERALATAN PERTUKANGAN
1. Siapkan Kabel dan pipa listrik yang sudah di beli. Spek kabel dan pipa harus sesuai sengan
SPEK TEKNIS BAHAN.
2. Kemudian naik ke atas plapon dan pasang pipa dan kabel sesuai dengan jalur instalasi yang
terdapat pada gambar kerja.
3. Penempatan sambungan/percabangan harus ditempatkan di daerah yang mudah dicapai untuk
perbaikan (perawatan).
4. Sambungan harus menggunakan klem / isolasi kabel supaya terlindung dengan baik sehingga
tidak tersentuh atau menggunakan lasdop dan ditempatkan pada Te Dos.
5. Setiap jalur pipa listrik yang di pasang di beri klam agar tidak bergerak dan di paku dan di
pukul menggunakan palu pada rangka plapon kayu.
6. Gunakan pengaman pijakan yang di landaskan ke kuda kuda agar tidak menginjak palpon yang
sdh terpasang.
7. Julurkan kabel ke bawah masing masing titik ( untuk pekerjaan saklar )
8. Pasang Saklar dan sambungkan Pada Kabel yang telah di julurkan tadi jarak tinggi saklar dari
lantai maksimal adalah 120 cm
9. Gunakan scaffolding sebagai tempat pijakan pada saat memasang instalasi.
10. Gunakan genset jika terjadi pemadaman lampu untuk menyalakan peralatan yang
menggunakan tenaga listrik.
11. Jika material jauh dari lokasi gunakan mobil pick up untuk mengangkut material agar dekat ke
lokasi kerjA
- Saklar Ganda + Instalasi
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: MOBIL PICK UP
: GENSET 10 KVA
: SCAFOLDING
: PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 2 HARI
1. Siapkan Kabel dan pipa listrik yang sudah di beli. Spek kabel dan pipa harus sesuai sengan
SPEK TEKNIS BAHAN.
2. Kemudian naik ke atas plapon dan pasang pipa dan kabel sesuai dengan jalur instalasi yang
terdapat pada gambar kerja.
3. Penempatan sambungan/percabangan harus ditempatkan di daerah yang mudah dicapai untuk
perbaikan (perawatan).
4. Sambungan harus menggunakan klem / isolasi kabel supaya terlindung dengan baik sehingga
tidak tersentuh atau menggunakan lasdop dan ditempatkan pada Te Dos.
5. Setiap jalur pipa listrik yang di pasang di beri klam agar tidak bergerak dan di paku dan di
pukul menggunakan palu pada rangka plapon kayu.
6. Gunakan pengaman pijakan yang di landaskan ke kuda kuda agar tidak menginjak palpon yang
sdh terpasang.
7. Julurkan kabel ke bawah masing masing titik ( untuk pekerjaan saklar )
8. Pasang Saklar dan sambungkan Pada Kabel yang telah di julurkan tadi jarak tinggi saklar
dari lantai maksimal adalah 120 cm
9. Gunakan scaffolding sebagai tempat pijakan pada saat memasang instalasi.
10. Gunakan genset jika terjadi pemadaman lampu untuk menyalakan peralatan yang
menggunakan tenaga listrik.
11. Jika material jauh dari lokasi gunakan mobil pick up untuk mengangkut material agar dekat ke
lokasi kerja.
- Saklar Triple + Instalasi
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: MOBIL PICK UP
: GENSET 10 KVA
: SCAFOLDING
: PERALATAN PERTUKANGAN
1. Siapkan Kabel dan pipa listrik yang sudah di beli. Spek kabel dan pipa harus sesuai sengan
SPEK TEKNIS BAHAN.
2. Kemudian naik ke atas plapon dan pasang pipa dan kabel sesuai dengan jalur instalasi yang
terdapat pada gambar kerja.
3. Penempatan sambungan/percabangan harus ditempatkan di daerah yang mudah dicapai untuk
perbaikan (perawatan).
4. Sambungan harus menggunakan klem / isolasi kabel supaya terlindung dengan baik sehingga
tidak tersentuh atau menggunakan lasdop dan ditempatkan pada Te Dos.
5. Setiap jalur pipa listrik yang di pasang di beri klam agar tidak bergerak dan di paku dan di
pukul menggunakan palu pada rangka plapon kayu.
6. Gunakan pengaman pijakan yang di landaskan ke kuda kuda agar tidak menginjak palpon yang
sdh terpasang.
7. Julurkan kabel ke bawah masing masing titik ( untuk pekerjaan saklar )
8. Pasang Saklar dan sambungkan Pada Kabel yang telah di julurkan tadi jarak tinggi saklar
dari lantai maksimal adalah 120 cm
9. Gunakan scaffolding sebagai tempat pijakan pada saat memasang instalasi.
10. Gunakan genset jika terjadi pemadaman lampu untuk menyalakan peralatan yang
menggunakan tenaga listrik.
Stop kontak + Instalasi
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: MOBIL PICK UP
: GENSET 10 KVA
: SCAFOLDING
: PERALATAN PERTUKANGAN
1. Siapkan Kabel dan pipa listrik yang sudah di beli. Spek kabel dan pipa harus sesuai sengan
SPEK TEKNIS BAHAN.
2. Kemudian naik ke atas plapon dan pasang pipa dan kabel sesuai dengan jalur instalasi yang
terdapat pada gambar kerja.
3. Penempatan sambungan/percabangan harus ditempatkan di daerah yang mudah dicapai untuk
perbaikan (perawatan).
4. Sambungan harus menggunakan klem / isolasi kabel supaya terlindung dengan baik sehingga
tidak tersentuh atau menggunakan lasdop dan ditempatkan pada Te Dos.
5. Setiap jalur pipa listrik yang di pasang di beri klam agar tidak bergerak dan di paku dan di
pukul menggunakan palu pada rangka plapon kayu.
6. Gunakan pengaman pijakan yang di landaskan ke kuda kuda agar tidak menginjak palpon yang
sdh terpasang.
7. Julurkan kabel ke bawah masing masing titik ( untuk pekerjaan Stop Kontak )
8. Pasang Stop Kontak dan sambungkan Pada Kabel yang telah di julurkan tadi jarak tinggi
stop kontak dari lantai maksimal adalah 120 cm
9. Gunakan scaffolding sebagai tempat pijakan pada saat memasang instalasi.
10. Gunakan genset jika terjadi pemadaman lampu untuk menyalakan peralatan yang
menggunakan tenaga listrik.
11. Jika material jauh dari lokasi gunakan mobil pick up untuk mengangkut material agar dekat ke
lokasi kerja.
- Pasang Lampu DOWN LIGHT BOX DAN PANEL
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: MOBIL PICK UP
: GENSET 10 KVA
: SCAFOLDING
: PERALATAN PERTUKANGAN
1. Buka Lampu dari bungkusnya
2. Kemudian pasang lampu pada fighting
3. Tekan tombol on pada saklar untuk memastikan lampu menyala.
- MCB Box + Instalasi
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: MOBIL PICK UP
: GENSET 10 KVA
: SCAFOLDING
: PERALATAN PERTUKANGAN
1. Siapkan Kabel dan pipa listrik yang sudah di beli. Spek kabel dan pipa harus sesuai sengan
SPEK TEKNIS BAHAN.
2. Kemudian naik ke atas plapon dan pasang pipa dan kabel sesuai dengan jalur instalasi yang
terdapat pada gambar kerja.
3. Penempatan sambungan/percabangan harus ditempatkan di daerah yang mudah dicapai untuk
perbaikan (perawatan).
4. Sambungan harus menggunakan klem / isolasi kabel supaya terlindung dengan baik sehingga
tidak tersentuh atau menggunakan lasdop dan ditempatkan pada Te Dos.
5. Setiap jalur pipa listrik yang di pasang di beri klam agar tidak bergerak dan di paku dan di
pukul menggunakan palu pada rangka plapon kayu.
6. Gunakan pengaman pijakan yang di landaskan ke kuda kuda agar tidak menginjak palpon yang
sdh terpasang.
7. Julurkan kabel ke bawah masing masing titik ( untuk pekerjaan MCB )
8. Pasang MCB BOX dan sambungkan Pada Kabel yang telah di julurkan tadi jarak tinggi
MCB BOX dari lantai maksimal adalah 105 cm
9. Gunakan scaffolding sebagai tempat pijakan pada saat memasang instalasi.
10. Gunakan genset jika terjadi pemadaman lampu untuk menyalakan peralatan yang
menggunakan tenaga listrik.
11. Jika material jauh dari lokasi gunakan mobil pick up untuk mengangkut material agar dekat ke
lokasi kerja.
L. PEKERJAAN INSTALASI AIR BESIH DAN KOTOR
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 7 HARI
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pemipaan Instalasi Air Bersih & Air Kotor, adalah sebagai
berikut:
Persiapan
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pemipaan instalasi air bersih dan
air kotor.
Approval material yang akan digunakan.
Persiapan lahan kerja.
Sebelum pekerjaan dilaksanakan, terlebih dahulu material kerja dan alat bantu kerja
disiapkan.
Pemasangan package booster pump (pararel 3 pompa), kapasitas 120 ltr/mnt berikut
accesoriesnya.
Pemasangan roof tank modular sistem bahan FRP, kapasitas evektive 8 m3 berikut
accesoriesnya.
Ukuran Pipa yang digunakan dapat melihat pada gambar dan RAB.
Pekerjaan instalasi plumbing air bersih
Tentukan dan beri tanda jalur instalasi dan titik outletnya.
Pasang pipa PVC kelas AW (diameter sesuai gambar kerja) beserta gate valve, fitting dan
accessories lainnya sesuai dengan tanda yang sudah dibuat.
Untuk pipa yang melintasi lantai (terutama lantai dasar, maka kedalaman pipa harus cukup,
minimal 50 cm supaya tidak mudah pecah.
Pipa yang akan disambung, bagian ujungnya harus dibersihkan dengan ampelas supaya
sambungan dapat lengket dengan kuat.
Khusus untuk sambungan ke sanitary (kran), pipa diberi soket draat luar dan diberi lapisan seal
tape baru disambungkan ke alat sanitair.
Pekerjaan instalasi plumbing air kotor, air bekas dan vent
Pipa air kotor meggunakan pipas PVC kelas AW yang tahan terhadap tekanan 10 bar,
penyambungan pipa menggunakan lem PVC yang kuat sehingga tidak mudah bocor.
Tentukan dan beri tanda jalur instalasi dan titik outletnya.
Pasang pipa PVC kelas AW (diameter sesuai gambar kerja) beserta gate valve, fitting dan
accessories lainnya sesuai dengan tanda yang sudah dibuat.
Pasangan clean out dan accessories lainnya.
Pipa PVC yang horizontal digantung pada plat lantai beton menggunakan besi siku dan pipa
diikat pada besi siku supaya tidak bergerak saat menerima beban air.
Pipa air kotor vertikal ditanam pada dinding, dikerjakan pada saat dinding belum diplester +
aci. Pipa yang ditanam di dinding harus diklem supaya tidak bergerak saat menerima beban air.
Untuk pipa yang melintasi lantai terutama lantai dasar, maka kedalaman pipa harus
cukup, minimal 50 cm supaya tidak mudah pecah.
Pipa yang akan disambung, bagian ujungnya harus dibersihkan dengan ampelas supaya
sambungan dapat lengket dengan kuat.
Untuk lantai dasar, pipa air hujan diberi bantalan yang cukup kuat agar sambungan tidak kendor
akibat beban air hujan yang dapat menyebabkan kebocoran.
Pemasangan vent out untuk instalasi pipa air kotor padat.
Pemasangan roof drain untuk instalasi pipa air hujan.
Buat sumur resapan dan bak kontrol.
Testing dan commissioning
Sebelum disambung ke sanitair semua pipa plumbing harus di test dulu dengan menggunakan
tekanan hydrostatis sebesar 5 – 8 bar selama 24 jam, dimana pada saat itu tidak boleh ada
penurunan tanah.
Khusus untuk instalasi air bersih, sebelum digunakan pipa dibersihkan dahulu (flushing) dari
kotoran yang mungkin masih tersisa dalam pipa. Pembersihan pipa dapat melalui lubang clean
out.
Sebelum test commissioning terlebih dahulu dilakukan test intern yang dimaksudkan apabila
ada kegagalan fungsi dari instalasi dan peralatan yang terpasang dapat segera
ditanggulangi/diperbaiki.
Test commissioning dari fungsi masing-masing peralatan yang terpasang
M. PEKERJAAN SANITASI
pasang klosed jongkok
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: MOBIL PICK UP
: PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 1 HARI
Cara memasang kloset jongkok
Kita kembali kepada topik bahasan utama dalam artikel ini yaitu cara mudah memasang kloset
jongkok.
1. Sebagai langkah awal adalah mempersiapkan lubang pengeluaran atau saluran feset ke arah
septic tank (sekarang banyak digunakan sebagai alat penampungan dan peresapan kotoran,
beda dengan zaman dulu yang masih menggunakan sungai bagi warga yang tinggal di pesisir
sungai. atau kakus sebagai lubang sementara-red). Gunakan pipa PVC atau sejenisnya dengan
ukuran 3 – 4 Inchi, gunakan kualitas standar, misalnya Wavin atau Rucika. Sebenarnya
pemasangan pipa-pipa ini harus telah disiapkan semenjak pembuatan pondasi rumah, jika
membangun rumah baru. Jika belum terpakai, tutup ujungnya dengan kantong plastik yang
kuat dan tahan lama.
2. Menentukan posisi kloset yang telah di tetapkan dalam gambar denah rumah, atau mengubah
posisinya dengan resiko memindahkan atau memasang pipa saluran pembuangan baru.
3. Hal penting yang harus diperhatikan adalah posisi pipa pada bagian kloset harus lebih tinggi
dari septic tank, sehingga kotoran cepat mengalir ke tempat peresapannya. Untuk kloset
jongkok posisinya harus lebih tinggi dari lantai kamar mandi atau keramik.
4. Sebaiknya letakkan kloset pada sebelah kiri bak penampungan air, sehingga mudah ketika
istinja’. Sediakan ruangan sebesar 80 cm persegi untuk menaruh kloset duduk. Ukuran ini
dapat lebih besar sesuai dengan ketersediaan ruang kamar mandi dan kenyamanan seseorang
yang akan menggunakan WC.
5. Pemasangan kloset duduk dapat dilakukan setelah pemasangan keramik lantai kamar mandi
atau sebelumnya. Dua versi ini silakan Anda pilih mana yang lebih mudah.
6. Pasang batu bata sebagai penopang dan dinding bagian bawah kloset. Gunakan adukan pasir
dan semen 3 : 1. Susun batu bata dengan rapat pada bagian pinggir atau dinding. Buat lekukan
berbentuk kotak dengan ukuran lebih kecil dari kloset sebagai penampung ke arah lubang pipa.
Dinding lubang ini harus diplester dengan adukan semen dan pasir 1 : 2, kemudian diaci agar
tidak terjadi rembesan ke pori-pori tanah.
7. Posisi lubang pipa dapat diletakkan di bagian depan atau bawah kloset, atau belakang. Semua
arah dapat di gunakan.
8. Pasang keramik terlebih dahulu agar terbentuk corak keramik yang baik. Kemudian letakkan
kloset di atasnya menggunakan aci atau adukan 1: 2. Pada bagian pinggir atau tepi kloset di
tutup dengan naad.
9. Kelebihan pemasangan kloset setelah proses pasang keramik adalah Anda tidak perlu lagi
menggunakan waterpas sebagai peratanya. Dengan catatan pasangan keramik sudah datar, atau
jika pun miring sedikit, usahakan ke arah depan, dan kanan kiri rata. Jika pemasangan kloset
jongkok dilakukan sebelum memasang keramik, Anda harus menggunakan waterpas untuk
mengukur sifat datarnya.
- pasang klosed duduk
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: MOBIL PICK UP
: PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 1 HARI
1. Buka cover toilet set dan baca petunjuk, dengan begitu akan diketahui jarak dari dinding
belakang kloset ke bagian tengah pipa (jika merek American Standard biasanya 30,5 cm).
2. Persiapan alat yang diperlukan, antara lain: Bor listrik, gergaji besi, meteran ukur, obeng plus
dan obeng minus, Catut atau tang kakaktua, kunci inggris, lem silicon, kunci pipa, kunci 10
dan 12, dynabolt ukuran 10 mm sebanyak 2 buah.
3. Mempersiapkan lubang pembuangan dan pipa suplai air bersih sebelum melakukan
pemasangan kloset. Sebagaimana pernah dijelaskan di atas.
4. Ukur lubang pengunci bowl (untuk merek American Standard berjarak 14,5 cm), tandai dengan
pensil atau sejenisnya, dan lubangi pada sisi kanan dan kiri dengan jarak tersebut dengan
membagi dua titik tengah pipa. Kemudian masukkan dynabolt,
kencangkan menggunakan kunci 12, lepaskan mur-nya.
5. Balik kloset dan pasang wax ring dengan cara menekannya pada bagian sisi lubangnya dan
pastikan lengket pada sisi lubang kloset.
pemasangan wax ring
6. Pasang stop kran, T, flexible hose dan jet shower yang berada pada bagian belakang kloset.
Gunakan kunci inggris untuk mengencangkan drat-nya.
Stop kran, T Drat, dan flexible hose
7. Jika kloset duduk menggunakan tempat duduk yang memiliki bijet, maka T juga harus
dipasang pada bagian belakang juga. Jika kloset dipasang terlebih dahulu akan menyulitkan
Anda ketika akan memasang stop kran.
8. Pasang kloset di atas lubang pipa yang telah dipasang dynabolt pada kedua sisi kanan dan kiri.
Masukkan lubang kaki kloset pas pada dynabolt dan pasang ring dan mur, kemudian
kencangkan dengan kunci 12.
9. Pasang alat-alat dalam tangki/tank trim dan memasangnya pada kloset dengan memasang
rubber tank terlebih dahulu sebagai pencegah bocor dan dudukan tanki.
10. Sambungkan flexible hose pada T dan tank trim dan kencangkan dengan memutar drat
secukupnya.
11. Pengaturan ketinggian air dapat Anda atur sendiri sesuai dengan selera Anda.
12. Tahap berikutnya adalah memasang tutup tangki dan tombol (push button).
13. Kemudian memasang seat cover pada kloset.
14. Lakukan pengetesan jika kloset telah dipasang, apakah terdapat rembesan atau kebocoran pada
tangki dan flexible hose.
- pasang keran air
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR PERALATAN
: MOBIL PICK UP
: PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 1 HARI
Pertama siapkan kran air yang akan kita pasang, seal tape dan tang grip atau kunci pipa. Jika tidak
ada, bisa menggunakan 'kunci inggris'
Pegang kran air yang akan kita pasang dengan tangan kiri
Lilitkan seal tape pada drat kran air toto tersebut searah jarum jam (ctt: lubang kran menghadap
kita) sebanyak 5 sampai 7 lilit.
Kemudian pasang kran tersebut pada shock yang berada di dinding, putar dengan tangan.
Jika kran di putar dengan tangan masih ringan, lepaskan lagi dan silakan anda tambah lilitan seal
tape pada drat tersebut tanpa membuang seal tape lama. Lebih baik lagi jika lilitan lebih tebal
di bagian pangkal.
Pasang kembali dengan tangan hingga terasa berat. Bungus kran dengan kain tebal, fungsinya agar
pada saat di jepit tidak lecet. Gunakan tang grip/kunci pipa/adjustable wrench untuk
memutarnya. 2 kali putaran sudah cukup.
Ingat jika terlanjur kencang tetapi arah kran tidak menghadap bawah, jangan di putar balik sebab
kemungkinan bocor lebih besar. Teruskan 1 putaran lagi.
Namun jika anda khawatir shock pecah, lebih baik bongkar ulang dan pasang seal tape lagi.