| Reason | |||
|---|---|---|---|
CV Dara Biru | 00*3**6****19**0 | - | - |
| 0652602491119000 | - | - | |
| 0917409021116000 | - | - | |
CV At Jaya | 01*9**2****26**0 | - | - |
| 0839219672119000 | - | - | |
| 0962607818128000 | - | - | |
| 0830042792119000 | - | - | |
CV Finika | 00*3**1****22**0 | - | - |
CV Js Group | 08*3**6****19**0 | - | - |
| 0930415765119000 | - | - | |
| 0759722218122000 | - | - | |
Hakey Jaya Konstruksi | 04*0**0****19**0 | - | - |
| 0745220293119000 | - | - | |
| 0940226582113000 | - | - | |
| 0023742224119000 | Rp 11,454,384,800 | Tidak Hadir Pada Saat Pembuktian Kualifikasi | |
| 0022792683119000 | Rp 14,135,200,000 | - | |
CV Diva Rizky Perdana | 03*7**7****19**0 | - | - |
PT Karsa Karta Konstruksi | 09*5**8****21**0 | Rp 13,728,427,485 | Pengalaman Personel Jabatan Pelaksana atas nama Irfan Juliandi Bukan Sebagai Pelaksana Lapangan Pekerjaan Konstruksi, Melainkan Sabagai Ahli K3 Konstruksi |
| 0721873255121000 | Rp 11,454,384,308 | 1.Pengalaman Pekerjaan Yang Dilampirkan Melebihi dari 4 Tahun Terakhir 2.Sertifikat Standar KBLI 42101 Belum Terverifikasi | |
| 0022793665119000 | Rp 11,454,384,800 | Surat Layak Jalan Kendaraan (KIR) yang dilampirkan Bukan Berasal Dari Perusahaan Pendukung AMP dan Telah Habis Masa Berlaku | |
| 0704740943121000 | Rp 13,028,640,338 | Surat Layak Jalan Kendaraan (KIR) yang dilampirkan Telah Habis Masa Berlaku | |
| 0020150371119000 | Rp 11,454,384,800 | Berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan disebutkan bahwa masa berlaku Surat Layak Jalan Kendaraan (KIR) adalah 6 Bulan sedangkan Surat Layak Jalan Kendaraan (KIR) yang dilampirkan masa berlakunya telah melebihi 6 bulan sejak registrasi uji type kendaraan dimaksud yang dilakukan pada tanggal 12 Juni 2022. | |
| 0030986343027000 | Rp 13,745,101,478 | Surat Izin Penambangan Batuan (SIPB) yang Dilampirkan bukan atas nama Perusahaan Pendukung Quarry | |
| 0423665140061000 | - | - | |
| 0639840735119000 | - | - | |
| 0022794192119000 | - | - | |
| 0869405357119000 | - | - | |
| 0029315173128000 | - | - | |
| 0033369521121000 | - | - | |
| 0312952336113000 | - | - | |
CV Bahorok River | 06*6**1****19**0 | - | - |
CV Mzm Konstruksi | 09*8**2****19**0 | - | - |
| 0635354699121000 | - | - | |
| 0853359149124000 | - | - | |
| 0940713555127000 | - | - | |
CV Wulandari | 0210887825119000 | - | - |
| 0317559029119000 | - | - | |
| 0531512051119000 | - | - | |
CV Nusa Daon | 09*0**0****19**0 | - | - |
CV Amanda Berkah Group | 05*6**1****11**0 | - | - |
| 0921445847119000 | - | - | |
CV Mawar Konstruksi | 01*8**8****19**0 | - | - |
| 0022791990119000 | - | - | |
PT Gaol Maju Jaya | 00*1**7****21**0 | - | - |
CV Rancang Cipta Jaya | 00*8**6****19**0 | - | - |
| 0710957648119000 | - | - | |
CV Mahakarya Sumatera Abadi | 03*1**6****19**0 | - | - |
| 0018674101125000 | - | - | |
CV Tambarmalem Konstruksi | 05*4**6****19**0 | - | - |
| 0815037825119000 | - | - | |
| 0023743511119000 | - | - | |
| 0905850202122000 | - | - | |
CV Delima Pertama Nusantara | 03*7**7****11**0 | - | - |
| 0020152641119000 | - | - | |
CV Bento Jaya | 05*3**9****19**0 | - | - |
CV Multi Artha Pena | 09*4**9****19**0 | - | - |
| 0608439808119000 | - | - | |
| 0916137359119000 | - | - | |
| 0718113236113000 | - | - | |
| 0937256972122000 | - | - | |
| 0022006423122000 | - | - | |
| 0023178320113000 | - | - | |
| 0316005248122000 | - | - | |
| 0749903399105000 | - | - | |
CV Bersatu Berjaya | 00*9**2****19**0 | - | - |
| 0739881811119000 | - | - | |
CV Basado Maszefalina | 07*2**5****28**9 | - | - |
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
: Penanganan Long Segment (pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala,
peningkatan/rekonstruksi) Ruas Jalan Sp. Jln Negara - Sp. Sendayan Kec. Babalan - Tematik 04
(DAK)
LINGKUP PEKERJAAN
DIVISI 1. UMUM
1.2 Mobilisasi
1.8 Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas
1.19 Keselamatan dan Kesehatan Kerja
DIVISI 2. DRAINASE
2,1 Galian untuk selokan
2,2 Pasangan batu dengan mortar
DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK
3,1 Galian biasa
3,2 Timbunan Pilihan dari sumber galian (Tutup Lubang)
DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR
5.1.(1) Lapis Pondasi Agregat Kelas A
5.1.(2) Lapis Pondasi Agregat Kelas B
DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL
6.1 (1) Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair/Emulsi
6.3(5a) Laston Lapis Aus (AC-WC)
6.3.(8) Bahan anti pengelupasan
DIVISI 7. STRUKTUR
7,1 Beton struktur fc' 20 Mpa
7,9 Pasangan Batu
DIVISI 9. PEKERJAAN HARIAN & PEKERJAAN LAIN-LAIN
9,2 Marka jalan termoplastik
DIVISI 1. UMUM
1.2 Mobilisasi
Kegiatan mobilisasi mencakup pekerjaan, sebagai berikut :
- Pengangkutan peralatan konstruksi sesuai dengan daftar peralatan yang akan
digunakan untuk mengerjakan proyek.
- Mobilisasi juga meliputi demobilisasi dari tempat kerja oleh kontraktor pada akhir
kontrak, kontraktor harus menyerahkan program mobilisasi kepada konsultan
pengawas untuk diperiksa dan kemudian diajukan ke pemimpin proyek untuk
disetujui dan akan dinyatakan (persetujuannya) sebelum tanggal permulaan
berlakunya Kontrak.
A. Sewa Tanah
Sewa tanah pada masyarakat untuk pembuatan base camp, kantor kerja, barak
karyawan, gudang dan lain-lain.
B. Peralatan
Peralatan yang akan digunakan untuk melaksanakan pekerjaan ini:
No Jenis Alat dan Kapasitas Jumlah
1 ASPHALT FINISHER 1 Unit
2 COMPRESSOR 4000-6500 L\M 1 Unit
3 MOTOR GRADER >100 HP 1 Unit
4 TANDEM ROLLER 6-8 T. 1 Unit
5 TIRE ROLLER 8-10 T. 1 Unit
6 VIBRATORY ROLLER 5-8 T. 1 Unit
Semua peralatan seperti yang tercantum pada tabel di atas dimobilisasi menuju
site (lokasi kerja).
C. Kantor Lapangan dan Fasilitas
1. Papan Proyek
Papan nama proyek digunakan sebagai identitas atau informasi mengenai
proyek. Papan nama dibuat dua buah dan ditempatkan pada awal dan akhir
proyek,papan nama terbuat dari plywood dan kayu kaso dengan pondasi
adukan semen, pasir dan split.
2. Dokumen Kontrak
Pembuatan Dokumen Kontrak yang merupakan gabungan dari beberapa
Dokumen Penetapan Pemenang, Dokumen Perusahaan, Surat Perjanjian
Pemborongan dll. Dijilid menjadi satu dan dirangkap sesuai dengan
kebutuhan.
D. Mobilisasi Fasilitas Laboratorium
Ruang Laboratorium (sesuai Gambar)
E. Mobilisasi Personil
Personil Sesuai Struktur Organisasi
F. Manajemen dan Keselamatan lalu lintas
Penyedia jasa harus menyediakan tenaga Koordinator Manajemen dan
Keselamatan Lalu Lintas (KMKL) yang memadai.
KMKL harus secara aktif berparstisipasi dalam semua rapat regular maupun
khusus dengan direksi pekerja. KMKL harus siap dihubungi pada setiap saat (24
jam perhari, 7 hari per minggu) melalui komunikasi bergerak untuk mengatasi
kesulitan –kesulitan, keadaan darurat dan hal-hal lain terkait lalu lintas dan
manajemen keselamatan selama periode pelaksanaan.
Tugas –tugas KMKL harus mencakup berikut ini:
1. Memahami persyaratan kontrak tual, termasuk denah, spesifikasi, dan
lingkungan di mana pekerjaan sipil akan dilaksanakan.
2. Menginspeksi rutin terhadap kondisi dan keefektifan dari pengaturan lalu
lintas yang di gunakan dalam kegiatan dan memastikan bahwa perlengkapan
tersebut berfungsi sebagai mana mestinya, bersih, dapat dilihat dan
memenuhi spesifikasi,denah serta peraturan-peraturan setempat.
3. Meninjau dan mengantisipasi kebutuhan atas pengaturan lalu lintas yang
sesuai, memberi pendapat kepada direksi pekerjaan tentang hal-hal terkait,
dan memastikan bahwa RMKL telah diimplemntasikan untuk pergerakan lalu
lintas yang aman dan efisiensi.
4. Mengkoordinasikan pemeliharaan dari pengoperasian lalu lintas dengan
direksi pekerjaan.
5. Melakukan rapat keselamatan lalu lintas dengan penyedia jasa sebelum
pelaksanaan dimulai, dan rapat berkala yang dianggap perlu atau
sebagaimana diperintahkan oleh direksi pekerja. Direksi pekerjaan harus
diberitahu sebelumnya untuk menghadiri rapat-rapat ini.
Urutan Kerja Keselamatan Lalu lintas Yang Perlu Diperhatikan Oleh Penyedia Jasa.
1. Penyedia jasa menyiapkan perlengkapan keselamatan jalan selama periode konstruksi sesui
ketentuan.
2. Buat rencana kerja manajemen lalu lintas sesui schedule pekerjaan dan di koordinasikan
dengan seluruh personil yang terkait.
3. Kelompok kerja pengatur lalu lintas selama konstruksi menggunakan tenaga pengatur dan
flagman dengan 3 shiff.
4. Pengalihan arus lalu lintas harus ijin PPK dan pihak terkait.
5. Semua rambu lintas harus jelas dan terbaca oleh pengguna jalan.
G. Demobilisasi
Semua alat kerja yang digunakan pada akhir/finishing pelaksanaan pekerjaan
segera dilakukan demobilisasi kembali.Setelah semua Pelaksanaan pekerjaan
selesai maka kontraktor akan melakukan pembersihan akhir dimana barak kerja,
kantor direksi dan lain-lain akan di bongkar dan diangkut ke luar lokasi menurut
petunjuk direksi. Pembersihan ini dikerjakan pada semua lini yang terjadi akibat
efek dari pelaksanaan pekerjaan. Pihak pelaksana bersama-sama konsultan
pengawas/Direksi, dan PPK melakukan serah terima pekerjaan. Dalam jangka
waktu masa pemeliharaan selama waktu yang telah ditentukan segala sesuatu
yang terjadi dari hasil pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab pelaksana dan
harus dilakukan perawatan.
DIVISI 2. DRAINASE
2,2 Pasangan Batu dengan mortar
Metode pelaksanaan
1. Pekerjaan Plesteran Plesteran dengan campuran 1 pc : 5 ps dipasang pada pasangan
dinding sisi luar dan pada sisi dalam, dengan ketebalan 15 mm dilaksanakan tegak,
lurus, siku dan tidak bergelombang
2. Benangan / Tali Air ( Acian ) • Seluruh akhiran dinding, kolom dan balok yang
tampak (siku bagian luar) harus menghasilkan akhiran yang benar-benar siku, lurus dan
rapi sehingga menghasilkan akhiran dinding, kolom dan balok seperti yang dimaksud
pada gambar rancangan pelaksanaan. • Mortar untuk pekerjaan benangan ini adalah
campuran 1Pc : 3Ps yang diaduk secara benar-benar homogen. • Pekerjaan benangan
dilaksanakan bersamaan dengan pekerjaan acian halus dengan menggunakan bahan
dari adukan air semen (PC) • Pekerjaan benangan harus menghasilkan akhiran yang
benar-benar siku dan lurus.
3. Pembersihan Lokasi Lokasi perletakan bangunan harus bersih dari
tanaman/tumbuhan dan dari bahan bekas bongkaran, apabila belum bersih, maka
Kontraktor wajib untuk membersihkan, dengan menebang pohon-pohon maupun
semak-semak yang ada pada lokasi tersebut dan membuang bekas bongkaran keluar
lokasi pekerjaan. Dalam proses penebangan pohon, kontraktor diharuskan mengajukan
ijin terlebih dahulu kepada Pimpro, Pengawas, Direksi dan atau User terlebih dahulu.
Setelah pekerjaan selesai seluruhnya kontraktor harus membersihkan lokasi pekerjaan
dari sisa sisa bahan.
4. Galian Tanah • Galian tanah untuk pekerjaan Pondasi Batu Kali • Setelah pekerjaan
galian dan pekerjaan pondasi batu kali selesai dilakukan pekerjaan urugan dengan pasir
urug yang ketebalannya sesuai dengan gambar bestek. • Sebelum urugan tanah
kembali dilaksanakaan tanah bekas galian harus dibersihkan dari segala kotoran
potongan kayu sampah dan lainnya yang menyebabkan keroposnya pemadatan tanah.
• Hasil galian diurug kembali.
DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK
3.2.(2a) Timbunan Pilihan dari sumber galian
Pekerjaan Timbunan Pilihan dari Sumber Galian dikerjakan di bahu jalan. Pekerjaan
Bahu Jalan dikerjakan setelah semua tahapan pekerjaan pengaspalan selesai
dikerjakan. Untuk Pekerjaan bahu Jalan adalah meliputi penghamparan dan pemadatan
agregat base pada badan jalan sepanjang link pekerjaan.
3.2.(2a) Timbunan Pilihan dari sumber galian (Tutup Lubang)
Pekerjaan Timbunan Pilihan dari Sumber Galian dikerjakan untuk penutupan lubang
pada badan jalan. Pekerjaan penutupan lubang pada badan jalan merupakan pekerjaan
tahap awal sebelum menghampar Agregat Kelas A dikerjakan.
Urutan pelaksanaan :
1. Sebelum pekerjana dimulai, terlebih dahulu mempersiapkan gambar design dari data-data
awal yang diambil pada saat survey dan gambar design lokasi in diajukan dan disetujui
direksi pekerjaan terlebih dahulu yaitu dengan gambar penampang melintang yang
menunjukkan elevasi permukaan tiap titik.
2. Setelah gambar penampang melintang disetujui, kemudian dilaksanakan pemasangan patok-
patok elevasi.
3. Disamping persiapan dilokasi pekerjaan, persiapan material dipersiapkan dengan dimulai dari
pengajuan pembuatan JMD dari balai pengujian dan pengendalian dinas dengan mengirim
rencana agregat hasil pengolahan Stone Cruiser yang ada di base camp.
4. Kemudian dari hasil JMD yang telah disetujui oleh balai pengujian dilanjutkan dengan
pembuatan JMF dilaboraturium, setelah diperoleh hasil komposisi dari agregat campuran dari
material, dilaksanakan trial mix dan kemudian hasil dari trial mix diuji dengan mengacu
kepada JMD. setelah selesai semua hasil dibuat report dan ditandatangani bersama-sama,
kemudian dilakukan pengolahan materila untuk pengiriman kelokasi pekerjaan.
5. Material yang telah diolah dibase camp kemudian dikirim kelokasi pekerjaan dengan
menggunakan Dump Truck yang telah disediakan.
6. Stelah materila sampai dilokasi, dilanjutkan penghamparan dengan menggunakan motor
grader yang dihampar secara layer perlayer. Kemudian hasil hamparan dipadatkan langsung
dengan mengggunakan alat pemadat Vibro Roller dengan jumlah lintasan yang telah
disepakati dan dilanjutkan dengan menggunakan alat pemadat PTR agar diperoleh hasil
hamparan yang butirannya tidak lepas. pada saat proses pemadatan ini diikuti penyiraman
dengan menggunakan Water Tank. Pemadatan berlangsung sampai dengan elevasi dan
panjang hamparan yang telah ditentukan oleh direksi pekerjaan.
7. Setelah pencapaian sesuai dengan elevasi pada gambar design, pengecekan elevasi yang
dilaksanakan bersama, setelah hasil pengecekan elevasi dilanjutkan dengan melakukan
pengujian kepadatan Base lapis pertama sampai dipadatkan dengan CBR minimal 60%. dan
setiap jarak 100m, pengujian CBR dilakukan sampai panjang yang diinginkan selesai.
DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR
5.1.(1) Lapis Pondasi Agregat Kelas A
Pekerjaan Agregat Kelas A dikerjakan setelah pekerjaan Agregat Kelas B/material
lapisan lainnya selesai dikerjakan. untuk Pekerjaan Badan Jalan adalah meliputi
penghamparan dan pemadatan agregat base pada badan jalan sepanjang link
pekerjaan.
Urutan pelaksanaan :
1. Sebelum pekerjana dimulai, terlebih dahulu mempersiapkan gambar design dari data-data
awal yang diambil pada saat survey dan gambar design lokasi in diajukan dan disetujui
direksi pekerjaan terlebih dahulu yaitu dengan gambar penampang melintang yang
menunjukkan elevasi permukaan tiap titik.
2. Setelah gambar penampang melintang disetujui, kemudian dilaksanakan pemasangan patok-
patok elevasi.
3. Disamping persiapan dilokasi pekerjaan, persiapan materila dipersiapkan dengan dimulai dari
pengajuan pembuatan JMD dari balai pengujian dan pengendalian dinas dengan mengirim
rencana agregat hasil pengolahan Stone Cruiser yang ada di base camp.
4. Kemudian dari hasil JMD yang telah disetujui oleh balai pengujian dilanjutkan dengan
pembuatan JMF dilaboraturium, setelah diperoleh hasil komposisi dari agregat campuran dari
material, dilaksanakan trial mix dan kemudian hasil dari trial mix diuji dengan mengacu
kepada JMD. setelah selesai semua hasil dibuat report dan ditandatangani bersama-sama,
kemudian dilakukan pengolahan materila untuk pengiriman kelokasi pekerjaan.
5. Material yang telah diolah dibase camp kemudian dikirim kelokasi pekerjaan dengan
menggunakan Dump Truck yang telah disediakan.
6. Stelah materila sampai dilokasi, dilanjutkan penghamparan dengan menggunakan motor
grader yang dihampar secara layer perlayer dengan tebal hamparan yang telah
ditentukan/direncanakan. kemudian hasil hamparan dipadatkan langsung dengan
mengggunakan alat pemadat Vibro Roller dengan jumlah lintasan yang telah disepakati dan
dilanjutkan dengan menggunakan alat pemadat PTR agar diperoleh hasil hamparan yang
butirannya tidak lepas. pada saat proses pemadatan ini diikuti penyiraman dengan
menggunakan Water Tank. Pemadatan berlangsung sampai dengan elevasi dan panjang
hamparan yang telah ditentukan oleh direksi pekerjaan.
7. Setelah pencapaian sesuai dengan elevasi pada gambar design, pengecekan elevasi yang
dilaksanakan bersama, setelah hasil pengecekan elevasi wajib dilakukanpengetesan
ketebalan(TestFeet)agregatKelasA dan dilanjutkan dengan melakukan pengujian
kepadatan Base lapis pertama sampai dipadatkan dengan CBR minimal 60%. dan setiap
jarak 100m, pengujian CBR dilakukan sampai panjang yang diinginkan selesai.
Lapis pondasi agregat kelas A dihampar diatas badan jalan yang ada yang sudah rata.
5.3.(2a) Lapis Pondasi Agregat Kelas B
Pekerjaan Agregat Kelas A dikerjakan setelah pekerjaan material lapisan lainnya selesai
dikerjakan. untuk Pekerjaan Badan Jalan adalah meliputi penghamparan dan
pemadatan agregat base pada badan jalan sepanjang link pekerjaan.
Urutan pelaksanaan :
1. Sebelum pekerjana dimulai, terlebih dahulu mempersiapkan gambar design dari data-data
awal yang diambil pada saat survey dan gambar design lokasi in diajukan dan disetujui
direksi pekerjaan terlebih dahulu yaitu dengan gambar penampang melintang yang
menunjukkan elevasi permukaan tiap titik.
2. Setelah gambar penampang melintang disetujui, kemudian dilaksanakan pemasangan patok-
patok elevasi.
3. Disamping persiapan dilokasi pekerjaan, persiapan materila dipersiapkan dengan dimulai dari
pengajuan pembuatan JMD dari balai pengujian dan pengendalian dinas dengan mengirim
rencana agregat hasil pengolahan Stone Cruiser yang ada di base camp.
4. Kemudian dari hasil JMD yang telah disetujui oleh balai pengujian dilanjutkan dengan
pembuatan JMF dilaboraturium, setelah diperoleh hasil komposisi dari agregat campuran dari
material, dilaksanakan trial mix dan kemudian hasil dari trial mix diuji dengan mengacu
kepada JMD. setelah selesai semua hasil dibuat report dan ditandatangani bersama-sama,
kemudian dilakukan pengolahan materila untuk pengiriman kelokasi pekerjaan.
5. Material yang telah diolah dibase camp kemudian dikirim kelokasi pekerjaan dengan
menggunakan Dump Truck yang telah disediakan.
6. Stelah material sampai dilokasi, dilanjutkan penghamparan dengan menggunakan motor
grader yang dihampar secara layer perlayer dengan tebal hamparan yang telah
ditentukan/direncanakan. kemudian hasil hamparan dipadatkan langsung dengan
mengggunakan alat pemadat Vibro Roller dengan jumlah lintasan yang telah disepakati dan
dilanjutkan dengan menggunakan alat pemadat PTR agar diperoleh hasil hamparan yang
butirannya tidak lepas. pada saat proses pemadatan ini diikuti penyiraman dengan
menggunakan Water Tank. Pemadatan berlangsung sampai dengan elevasi dan panjang
hamparan yang telah ditentukan oleh direksi pekerjaan.
7. Setelah pencapaian sesuai dengan elevasi pada gambar design, pengecekan elevasi yang
dilaksanakan bersama, setelah hasil pengecekan elevasi wajib dilakukanpengetesan
ketebalan(TestFeet)agregatKelasB dan dilanjutkan dengan melakukan pengujian
kepadatan Base lapis pertama sampai dipadatkan dengan CBR minimal 60%. dan setiap
jarak 100m, pengujian CBR dilakukan sampai panjang yang diinginkan selesai.
Lapis pondasi agregat kelas A dihampar diatas badan jalan yang ada yang sudah rata.
DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL
6.1 (1) Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair/Emulsi
Lapis resap pengikat (prime coat) adalah lapis tipis aspal cair yang dilaksanakan setelah
Pekerjaan Menghampar Agregrat Kls. A selesai atau sudah padat dengan ketentuan-
ketuan Speksipikasi yang telah di tentukan serta telah di setujui oleh Direksi Teknis dan
pengawas, yang adapun pekerjaan tersebut diatas diletakkan di atas lapis Agregrat Kls.
A sebelum lapis berikutnya dihampar. Aspal cair ini dapat meresap ke dalam lapis
pondasi mengisi rongga dan memperkeras permukaan serta mengikat lapis pondasi dan
lapis permukaan. Hal pertama yang dilakukan adalah memanaskan aspal yang ada di
dalam mobil aspal spayer yang telah dibuka di bagian badan tersebut. Pemanasan
aspal ini tidak boleh terlalu panas karena dapat menyebabkan kebakaran dan sifat
kelengketan dan kelenturan aspal menjadi rusak.
6.3(5a) Laston Lapis Aus (AC-WC)
Setelah selesai penyemproten Lapis Resap Pengikat ( Prime Coat ) pada permukaan
Agregat Kelas A maka dilanjutkan pekerjaan Laston Lapis Aus ( AC – WC ) dimana
Pekerjaan ini pencampuran bahan agregat dengan aspal dilakukan di base camp AMP
sesuai dengan spesipikasi teknis, kemudian AC-WC di tuang ke dumtruck lalu ditutup
dengan terpal untuk menahan suhu AC-WC tetap setabil lalu dikirim sampai ke lokasi
pekerjaan yang telah Periksa pastikan aspalt distributor dapat berfungsi dengan baik.
Periksa dan pastikan alat aspalt sprayer dapat berfungsi dengan baik.
Periksa dan pastikan nozel-nozel pada aspalt sprayer dan aspal distributor tidak
mampet dan dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan rollerbars tidak macet,
dapat berputar dengan baik. Periksa dan pastikan hopper dapat di gerakkan buka tutup
dan dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan permukaan plat screed rata,
mulus di lengkapi alat pemanas dan berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan alat
penumbuk (tamper) dan vibrator (pemadat getar) pada screed dapat berfungsi dengan
baik. Periksa dan pastikan pengatur tebal manual hamparan dapat di naikkan dan di
turunkan dan dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan bila finisher di lengkapi
dengan alat Pengatur tebal otomatis.
Periksa dan pastikan alat sensor dan kelengkapannya dapat berfungsi dengan baik.
Periksa dan pastikan sendi ( crown ) pada as plat sceed dapat membentuk untuk
kemiringan jalan sesuai kebutuhan. Periksa dan pastikan pintu pengatur, feeders dan
ulir penyebar (screw) masing-masing dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan
pastikan bahwa finisher dan ulir penyebar di lengkapi sambungan screed. Periksa dan
pastikan dump truck dalam kondisi baik dan layak jalan.
Periksa dan pastikan lantai bak rata dan bersih dari kotoran. Periksa dan pastikan
hidrolik dump truck berfungsi dengan baik. Stapkan terpal untuk penutup dump truck
dan pastikan terpal dalam keadaan baik. Periksa dan pastikan alat pemeriksa ketebalan
dalam kondisi baik Periksa dan pastikan termometer untuk pemeriksaan campuran
aspalt menunjukkan angka yang benar dan telah di kalibrasi. Siapkan alat bantu lainnya
seperti: blencong, mistar pengrata, gerobak dorong, kaso, dan benang. Siapkan rambu
pengaman lalu lintas secukupnya sesuai kebutuhan.
Peralatan mekanik seperti finisher alat penghampar dan alat alat pemadat . bahan di
tuang ke bak finisher dari dumtruck, finisher menghampar campuran aspal panas ke
permukaan lapis pondasi pada ketebalan diatas rata rata ketebalan padat dan hasil
penggelaran didiamkan pada suhu yang telah di tetapkan kemudian di padatkan
dengan mesin gilas roda besi , penggilasan sedemikan rupa hingga mendapatkan
kerataan dan kepadatan yang di tetapkan dan akhir pemadatan mengunakan mesin
gilas roda karet yang disesuaikan dengan spesipikai teknis.
6.3.(8) Bahan anti pengelupasan
Aditif kelekatan dan anti pengelupasan (anti striping agent) harus ditambahkan dalam
bentuk cairan kedalam campuran agregat dengan mengunakan pompa penakar (dozing
pump) pada saat proses pencampuran basah di pugmil.
Kuantitas pemakaian aditif anti striping dalam rentang 0,2% - 0,3 % terhadap berat
aspal. Anti striping harus digunakan untuk semua jenis aspal tetapi tidak boleh tidak
digunakan pada aspal minyak yang bermuatan positif. Jenis aditif yang digunakan
haruslah yang disetujui Direksi Pekerjaan. Penyediaan aditif dibayar terpisah dari
pekerjaan aspal.
DIVISI 7. STRUKTUR
7,1 Beton struktur fc' 20 Mpa
Campuran beton yang dibuat untuk perkerasan beton semen harus memiliki kelecakan yang
baik agar memberikan kemudahan dalam pengerjaaan tanpa terjadi segregasi atau bliding
dan setelah beton mengeras memenuhi kriteria kekuatan, keawetan, kedap air dan
keselamatan berkendaraan.
a) kadar air dan kandungan udara;
Kadar air harus dijaga serendah mungkin (dalam batas kemudahan kerja) untuk
mendapatkan beton yang padat dan awet dengan kandungan udara yang sesuai
dengan persyaratan.
b) mutu agregat;
c) bahan tambah (Admixtures);
Bahan tambah baru boleh digunakan hanya apabila sudah dilakukan penilaian dan
pengujian lapangan yang teliti.
d) kekesatan.
Faktor air semen yang rendah sangat membantu dalam mempertahankan kekesatan
permukaan perkerasan beton.
Pengecoran
Pengecoran beton harus dilakukan secara hati-hati agar tidak terjadi segregasi. Tinggi
jatuh adukan beton harus diperhatikan antara 0,90 m – 1,50 m tergantung dari konsistensi
adukan.
Apabila dalam pengecoran digunakan mesin pengaduk di tempat, penuangan adukan beton
dapat dilakukan menggunakan baket (bucket) dan talang. Untuk beton tanpa tulangan
adukan beton dapat dituangkan di atas permukaan yang telah disiapkan di depan mesin
penghampar. Harus diusahakan agar penumpahan adukan beton dari satu adukan ke
adukan berikutnya berlangsung secara berkesinambungan sebelum terjadi pengikatan akhir
(final setting).
Pengecoran pada cuaca panas
Bila pelaksanaan perkerasan dilakukan pada cuaca panas dan bila temperatur beton basah
(fresh concrete) di atas 240 C, pencegahan penguapan harus dilakukan. Air harus dilindungi
dari panas sinar matahari, dengan cara melakukan pengecatan tanki air dengan warna putih
dan mengubur pipa penyaluran atau dengan cara lain yang sesuai. Temperatur agregat
kasar diturunkan dengan menyemprotkan air. Pengecoran beton harus dihentikan bila
temperatur beton pada saat dituangkan lebih dari 320 C.
Kehilangan kadar air yang cepat dari permukaan perkerasan akan menghasilkan kekakuan
yang lebih awal dan mengurangi waktu yang tersedia untuk menyelesaikan pekerjaan akhir.
Dalam keadaan seperti ini tidak diperbolehkan menambahkan air ke permukaan pelat. Pada
kondisi yang sangat terpaksa berkurangnya kadar air bisa diimbangi dengan melakukan
pengkabutan.
Penghamparan
Ada dua metoda penghamparan beton semen.
a) metoda menerus;
Pada metoda ini beton dicor secara menerus. Sambungan-sambungan melintang dapat
dibuat ketika beton masih basah atau dengan cara digergaji sebelum retak susut terjadi.
b) metoda panel-berselang.
Pada metoda ini beton dicor dengan sistem panel-panel berselang. Panel-panel yang
kosong di antara panel-panel yang sudah dicor, pengecorannya dikerjakan setelah 4 – 7
hari berikutnya.
Pada pekerjaan besar harus disediakan penghampar jenis dayung (paddle) atau ulir
(auger), atau ban berjalan, maupun jenis wadah (hopper) dan ulir, kecuali apabila
digunakan penghampar acuan gelincir. Pada mesin penghampar acuan gelincir,
peralatan penghampar biasanya sudah menyatu. Semua peralatan harus dioperasikan
secara seksama. Pada pekerjaan yang lebih kecil, penghamparan dapat dilakukan
dengan cara manual.
Beton harus dihampar dengan ketebalan yang sesuai dengan tipe dan kapasitas alat
pemadat.
Apabila perkerasan beton menggunakan tulangan, pemasangan tulangan harus
diperkuat oleh dudukan kemudian beton dicor dan dipadatkan dari atas.
Pemadatan
Adukan beton harus dipadatkan dengan sebaik-baiknya. Ada dua metoda untuk
memadatkan beton yaitu : pemadatan dengan tangan dan pemadatan dengan getaran.
a) pemadatan dengan tangan (hand tamping);
Alat ini biasanya digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan kecil. Alat ini dapat dibuat dari
balok kayu berukuran 22,5 x 7,5 mm2 dengan panjang sesuai lebar jalur yang dicor.
Bagian bawah tepi balok kayu diperkuat dengan pelat besi tebal 5 mm seperti
diperlihatkan pada Gambar 3.
Untuk memadatkan beton, mula-mula alat ini dipasang mendatar di atas permukaan
beton, kemudian diangkat dan dijatuhkan secara berulang-ulang. Setelah pemadatan
selesai, alat ini bisa sekaligus dipakai untuk meratakan dan merapikan permukaan
beton.
Pembentukan tekstur permukaan
Setelah beton dipadatkan, permukaan beton harus diratakan dan dirapihkan dengan alat
perata
Beton yang masih dalam keadaan plastis diberi tekstur untuk memberikan kekesatan
permukaan. Permukaan yang kasar bisa dicapai dengan beberapa cara. Ini termasuk
penarikan karung goni (burlap), penyikatan dengan kawat atau paku dan pembuatan alur
Perlindungan
Setelah beton dicor dan dipadatkan, hingga berumur beberapa hari, beton harus dilindungi
terhadap kerusakan yang disebabkan oleh faktor lingkungan.
a) pencegahan retak susut plastis;
Retak susut plastis adalah retak yang terjadi pada permukaan beton basah dan pada
saat masih plastis.
Penyebab utama dari retak tipe ini adalah pengeringan permukaan beton yang terlalu
cepat yang dipengaruhi oleh kelembaban relatif, temperatur beton dan udara serta
kecepatan angin.
Tingkat penguapan akan sangat tinggi bila kelembaban relatif kecil, temperatur beton
lebih tinggi dari temperatur udara, dan bila angin bertiup pada permukaan beton.
Bilamana terjadi kombinasi panas, cuaca kering dan angin yang kencang akan
mengakibatkan hilangnya kelembaban yang lebih cepat dibandingkan dengan pengisian
kembali rongga oleh proses aliran air. Pengeringan yang cepat juga terjadi pada cuaca
dingin, jika temperatur beton pada saat pengecoran adalah lebih tinggi dari pada
temperatur udara.
Jika laju penguapan air lebih dari 1,0 kg/m2 per jam, pencegahan harus dilakukan untuk
menghindari terjadinya retak susut plastis. Besarnya laju penguapan dapat diestimasi
dengan menggunakan nomogram seperti diperlihatkan pada Gambar 7.
Prosedur untuk meminimalkan retak akibat susut plastis :
− buat pelindung angin untuk mengurangi pengaruh angin dan atau sinar matahari
terhadap permukaan beton semen
− kendalikan perbedaan temperatur yang berlebihan antara beton dan udara baik
cuaca panas maupun dingin
− hindari keterlambatan penyelesaian akhir setelah pengecoran beton
− rencanakan waktu antara pengecoran dan permulaan perawatan dengan
memperhatikan prosedur pelaksanaan, apabila terjadi keterlambatan, lindungi beton
dengan penutup sementara
− lindungi beton selama beberapa jam pertama setelah pengecoran dan pembuatan
tekstur permukaan untuk meminimalkan penguapan
b) perlindungan terhadap hujan;
Untuk melindungi beton belum berusia 12 jam, harus ditutup dengan bahan seperti
plastik, terpal atau bahan lain yang sesuai.
c) perlindungan terhadap kerusakan permukaan.
Perkerasan harus dilindungi terhadap lalu-lintas umum dan proyek, dengan
pemasangan rambu lalu-lintas, penerangan lampu, penghalang, dan lain sebagainya.
Perawatan
Perawatan perlu dilakukan dengan seksama karena sangat menentukan mutu akhir beton.
Setelah pelaksanaan akhir dan pengteksturan seluruh permukaan beton harus dirawat.
Salah satu perawatan yang baik adalah dengan cara penyemprotan bahan larutan yang
sesuai, seperti pigmen putih (white-pigmented), bahan dasar resin (resin-based) atau bahan
dasar karet klorinat (chlorinated-rubber-base), selaput kompon yang sesuai dengan ASTM
C309. Kompon harus disemprotkan dengan jumlah 0,3 ltr/m2 (3,75 m2/ltr) untuk tebal pelat ≥
12,5 cm dan 0,2 ltr/m2 (2,5 m2/ltr) untuk tebal pelat < 12,5 cm.
Bidang-bidang tepi perkerasan harus segera dilapisi paling lambat 60 menit setelah acuan
dibongkar. Apabila pada masa perawatan terjadi kerusakan lapisan perawatan, maka lapisan
perawatan tersebut harus segera diperbaiki.
Metoda perawatan yang lain seperti dengan lembaran plastik putih dapat dilakukan bilamana
perawatan dengan selaput kompon tidak memungkinkan.
Penempatan lembaran plastik putih harus dilaksanakan pada saat permukaan beton masih
basah. Jika permukaan terlihat kering sebelum beton mengeras, harus dibasahi dengan cara
pengkabutan sebelum lembaran plastik tersebut dipasang. Sambungan lembaran penutup
harus dipasang tumpang tindih selebar 50 cm dan harus dibebani sedemikian rupa sehingga
tetap lekat dengan permukaan perkerasan beton. Lembaran penutup harus dilebihkan pada
tepi perkerasan beton dengan lebar yang cukup sehingga dapat menutup sisi samping dari
permukaan pelat beton setelah acuan samping dibuka. Lembaran tersebut hendaknya
masih berada pada tempatnya selama waktu perawatan.
Penggunaan karung goni yang lembab untuk menutup permukaan beton dapat
dipergunakan, lembar penutup harus diletakkan sedemikian rupa sehingga menempel pada
permukaan beton, tetapi tidak boleh diletakkan sebelum beton cukup mengeras guna
mencegah pelekatan. Penutup harus dipertahankan dalam keadaan basah dan pada
tempatnya selama minimal 7 hari.
7,9 Pasangan Batu
DIVISI 9. PEKERJAAN HARIAN & PEKERJAAN LAIN-LAIN
9,2 Marka jalan termoplastik
Pelaksanaan Pengecatan /Aplikasi Marka Jalan Thermoplastic Sebelum pekerjaan dimulai
pelaksana terlebih dahulu memperlihatkan bahan material dan hasil uji lab dari bahan yang
akan di pakai. Selanjutnya pekerjaan didahulu pre-marking yaitu membuat design marka
sesuai hasil survey mempergunakan cat road line paint atau cat yang mudah hilang. Setelah
pre-marking atau pembuatan marka memakai kwas cat road line terbentuk dan telah disetujui
oleh KPA/PPK/Satgas. maka dilanjutkan pengecatan thermoplastic. Pelaksanaan
pengecatan thermo mempergunakan alat khusus cat thermoplastic yakni terdiri dari 2 mesin
pokok yaitu Pre Haeter alat memasak tepung thermoplastic dan mesin aplikasi. Setelah cat
mencair dengan di panasi mempergunakan gas elpiji pada tengki pre heater dengan suhu
antara 190 ºC s/d 220 ºC, lalu di tuangkan kepada mesin aplikasi. Didalam mesin aplikasi
telah dipasang / disiapkan cetakan sesuai ukuran yang akan di cat untuk garis centre line
baik yang putus-putus atau tidak putus juga garis tepi dengan lebar 12 cm sedangkan untuk
Zebra Cross dengan
lebar 30 cm ketebalan cat yakni 3 mm. Glass Beads di tempatkan pada mesin aplikasi
dengan sistim penaburan secara otomatis sehingga pada saat cat termoplastik di gelar maka
butiran glass beads keluar secara merata dan serentak. Sebelum aplikator menggelar cat
thermoplastic lokasi lalu lintas agar diamankan terlebih dahulu, dengan memasang rambu
kerja (portable) yang dapat di pindah-pindah, juga dibantu oleh petugas pemberi isyarat
peringatan bahwa di jalan sedang dilaksanakan pengecatan marka jalan, jika terjadi antrian
yang panjang maka pengecatan di tunda terlebih dahulu atau dengan sistim buka tutup arus
lalu lintas. Selanjutnya lahan yang akan di cat di bersihkan dari kotoran – kotoran yang
melekat pada lokasi pengecatan misalkan debu, tanah, oli, solar dan air sehingga lokasi betul-
betul kering dan bersih. Kemudian barulah pelaksanaan pegelaran cat / aplikasi
dilaksanakan yaitu sesuai dengan garis / tanda pada saat pre marking. Sebaiknya setelah 5-
15 menit setelah aplikasi maka barulah di perbolehkan dilalui oleh kendaraan, jika terjadi turun
hujan maka pengecatan / aplikasi di hentikan sedangkan bahan-bahan material dan peralatan
di amankan agar tidak terkena air
hujan.