| Reason | |||
|---|---|---|---|
CV Barokah Makmur Abadi | 03*4**3****13**0 | Rp 1,239,109,744 | Tidak bisa menunjukkan Berita Acara Serah Terima (BAST) asli pengalaman Pekerjaan |
| 0844622894122000 | Rp 1,463,272,117 | - | |
| 0724180179121000 | - | - | |
CV Tambarmalem Konstruksi | 05*4**6****19**0 | - | - |
| 0639946979119000 | - | - | |
CV Wulandari | 0210887825119000 | Rp 1,199,840,000 | Surat Perjanjian Sewa Peralatan untuk Pick Up berbeda dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) |
| 0210261178121000 | Rp 1,199,840,000 | Daftar Peralatan Utama yang dilampirkan Bar Cutter Strike 32 mm tidak sesuai dengan persyaratan Peralatan Utama didalam Lembar Data Pemilihan (alat yang dipersyaratkan Cutting Wheel) | |
| 0210757662113000 | Rp 1,412,612,064 | Sertifikat Standart untuk KBLI (F - 41015) Konstruksi Gedung Kesehatan belum terverifikasi | |
CV Karya Bakti Sejati | 05*6**4****19**0 | - | - |
| 0210865416119000 | - | - | |
| 0022794192119000 | - | - | |
| 0017906967125000 | - | - | |
| 0022793665119000 | - | - | |
CV Finika | 00*3**1****22**0 | - | - |
CV Salwa | 06*4**3****19**0 | - | - |
| 0023742224119000 | - | - | |
CV Alif Production | 09*1**9****19**0 | - | - |
| 0942255191121000 | - | - | |
| 0614642783118000 | - | - | |
| 0424444123119000 | - | - | |
CV Basado Maszefalina | 07*2**5****28**9 | - | - |
| 0022788749119000 | - | - | |
| 0824698211124000 | - | - | |
PT Maha Akbar Sejahtera | 09*4**8****21**0 | - | - |
| 0633492574128000 | - | - | |
CV Bahtera Amaris Kencana | 09*0**2****21**0 | - | - |
| 0745220293119000 | - | - | |
CV Elang Laut Group | 04*1**5****19**0 | - | - |
| 0705339406121000 | - | - | |
CV Bersatu Berjaya | 00*9**2****19**0 | - | - |
| 0425702024119000 | - | - | |
| 0018516435117000 | - | - | |
CV Dams Power Engineering | 02*2**0****19**0 | - | - |
| 0313501744128000 | - | - | |
| 0437950280125000 | - | - | |
| 0940226582113000 | - | - | |
| 0941332991121000 | - | - | |
| 0941334732119000 | - | - | |
| 0916137359119000 | - | - | |
CV Al Maarif Mandiri | 00*1**5****19**0 | - | - |
CV Diva Rizky Perdana | 03*7**7****19**0 | - | - |
CV Js Group | 08*3**6****19**0 | - | - |
| 0830042792119000 | - | - | |
| 0314728494125000 | - | - | |
| 0312952336113000 | - | - | |
| 0639840735119000 | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Pekerjaan : Pembangunan Gedung PSC 119 (Dak Fisik)
Apabila perusahaan kami memenangkan lelang ini maka sebelum pekerjaan dilapangan dimulai
akan dilakukan pengurusan administrasi oleh Pelaksana sebagai dasar hukum untuk pelaksanaan
pekerjaan yaitu meliputi Surat Perintah Kerja, Surat Perintah mulai kerja dan Surat penyerahan
lapangan kerja. setelah itu dilakukan :
A. PEKERJAAN PERSIAPAN
1,1 Pembersihan Lapangan
Pembersihan lapangan atau lokasi kerja serta perataan area dilakukan oleh pekerja dan Tukang
dibawah arahan dan komando Site Manager, dengan membersihkan seluruh area pekerjaan,
membersihkan sampah dan akar pohon apabila ada serta memberi patok batas pada area
pekerjaan agar tahapan pekerjaan selanjutnya dapat dilaksanakan. Apabila pada area pekerjaan
terdapat pipa-pipa air atau listrik maka akan dikoordinasikan dengan konsultan pengawas dan
owner terhadap pemindahan atau intruksi lain untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
RK3K
RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA
1. Terkena Alat Kerja - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja
2. Terjatuh ke lubang - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
1,2 Administrasi & Dokumentasi
Pada tahapan ini dilakukan proses administrasi meliputi surat menyurat, arsip file, pelaporan setiap
aspek pekerjaan baik laporan harian, mingguan, dan bulanan dan juga Pelaporan progrees kemajuan
pekerjaan dilapangan dan lain lain serta untuk dokumentasi ialah dilakukan pengambilan foto untuk
tahapan setiap pekerjaan dilapangan pada masa pelakasanaan pekerjaan.
1,3 Papan Nama Proyek
Untuk papan nama proyek akan dilakukan pengesetan pada printing grafika dan akan diprint sebagai
spanduk dan dipasangkan pada tiang kayu Penyangga dengan baik. Papan nama proyek dengan
dimensi yang disesuaikan yang memuat tentang identitas proyek, terlebih dahulu dipasang sebagai
tanda dimulainya pekerjaan. Untuk patok penunjuk arah akan dibuat dari kayu dan diberi tanda
penunjuk arah. bentuk papan nama proyek dapat dilihat pada gambar berikut :
Papan nama proyek biasanya berisikan tulisan :
1. Nama Pekerjaan
2. Sumber Dana
3. Nilai Pekerjaan
4. Nama Kontraktor Pelaksana
5. Nama Konsultan Pengawas
6. Nama Instansi
7. Nama Consultant Perencana 8. Nama subtansi/ Dinas
1,4 Pengukuran dan Pemasangan Bowplank
Pada tahapan pekerjaan ini termasuk untuk Pengukuran akan dilakukan kembali pengukuran awal
(MC-0) apabila dibutuhkan terhadap pekerjaan. Pengukuran diukur berdasarkan titik penentuan
sesuai dengan gambar rencana dan intruksi pengawas dan Owner. Untuk pemasangan Bowplank
dipasang dengan jarak dan ukuran tertentu dengan menggunakan kayu sembarang serta paku kayu.
Pengukuran dan pemasangan bouwplank titik duga (peil + 00) ditentukan bersama - sama Kontraktor
dan Konsultan Pengawas dan Owner. Patok - patok berukuran minimal 5/7 cm dan papan bouwplank
3/20 cm dengan panjang ukuran lebih dari 4 m dan diambil dari kayu kualitas baik. Papan patok
dipasang kayu keras dan tidak berubah posisinya, tanda – tanda dan sumbu akan di pasang secara
teliti dan jelas, dicat dengan cat menie (Apabila dianjurkan).
RK3K
RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA
1. Terkena Alat Kerja - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja
2. Terjatuh - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
B. PEKERJAAN TANAH DAN PONDASI
Bangunan Utama
a. Pondasi Type TA
1,1 Galian Tanah Pondasi Tapak
Untuk pekerjaan galian pondasi maka galian pondasi tapak terlebih dahulu dilakukan setelah pondasi
tapak baru dilakukan galian tanah pondasi batu gunung. Pekerjaan galian dilaksanakan secara open
cut, dilakukan oleh Tukang Gali dengan kemiringan 1 : 0,5 (Sesuai dengan gambar kerja). Juru ukur
akan memberikan patok-patok panduan serta berapa kedalaman galian yang harus dicapai. Material
hasil galian sebagian ditempatkan/distok disamping galian untuk timbunan kembali, jarak penempatan
hasil galian untuk timbunan harus aman, tidak akan terjadi longsor dan masuk kedalam lubang galian.
Hasil galian yang berlebih, atau yang tidak dapat dipakai untuk timbunan kembali dimuat langsung ke
Dumptruk untuk dibuang ke Disposal area. Bak dumptruck harus ditutupi dengan terpal/plastik agar
tanah yang dibawa tidak berceceran. Kesemuanya ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya
dampak lingkungan yang dapat ditimbulkan akibat aktifitas pekerjaan Galian.
Berikut Urutan metode pelaksanaan :
- Juru Ukur akan melakukan pengukuran untuk menentukan titik ukur terhadap titik elevasi galian
tanah
- Tukang menandai hasil pengukuran dengan menggunakan patok kayu yang diberi warna cat
- Tukang memasang patok dan benang untuk acuan galian.
- Tukang menggali tanah dengan acuan patok dan benang yang telah dipasang
- Galian tanah untuk pondasi dilakukan sampai kedalaman dan lebar sesuai rencana.
- Pada setiap periode tertentu kedalaman galian tanah selalu diperiksa dengan menggunakan alat
ukur manual atau dengan Survey Equipment.
- Bila ada genangan air dalam galian maka disediakan pompa air untuk menguras air dipompa ke
luar, sehingga tidak mengganggu proses pekerjaan.
RK3K
RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA
1. Terkena Alat Kerja - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja
2. Terjatuh - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
1,2 Urugan Tanah Kembali
Metode Pelaksanaan :
Urugan tanah kembali dikerjakan setelah pekerjaan konstruksi pondasi selesai dikerjakan. Tukang atau
pekerja akan mengurug tanah ke bekas lubang galian secara menyeluruh dan merata. Untuk urugan
pondasi dapat digunakan tanah hasil galian pondasi atau material lain yang disetujui oleh Konsultan
supervisi dan Owner. Tanah Humus atau tanah hasil pembersihan lapangan tidak digunakan sebagai
urugan pondasi. Tanah urugan pondasi dipadatkan dengan alat pemadat atau alat lain yang disetujui
oleh Konsultan Pengawas Dan Owner.
RK3K
RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA
1. Terkena Alat Kerja - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja
2. Terjatuh - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
1,3 Pas. Pasir Urug
Untuk urugan pasir akan dilakukan setelah galian tanah untuk pondasi dilakukan, pada lantai galian
Tukang akan menghampar pasir urug dengan ketebalan sesuai dengan bestek dan gambar rencana,
pekerja akan memastikan pasir dalam keadaan tidak tercampur dengan batu atau tanah, setelah pasir
dihampar akan akan dilakukan pengukuran ketebalan agar sesuai dengan ukuran dan dimensi yang
dipersyaratkan. Urugan Pasir dilakukan dengan menyeluruh dan merata mengikuti dimensi galian agar
padat dan rapat. Berikut urutan metode pelaksanaan :
- Pada dasar galian pondasi dihampar pasir urug padat dengan ketebalan sesuai gambar kerja
- Pasir diratakan dengan menggunakan tarikan kayu dan selalu dikontrol ketebalan dari pasir
tersebut
- Pasir dibasahi dengan air agar pasir benar-benar padat dan rata
- Tukang memeriksa urugan pasir urug agar benar-benar padat dan ketebalan sesuai dengan bestek
RK3K
RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA
1. Terkena Alat Kerja - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja
2. Terjatuh - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
1,4 Pas. Lantai Kerja
Metode Pelaksanaan :
- Tukang membuat alur dan patokan area pengecoran
- Pekerja Dan Tukang membuat adukan beton cor segar
- Beton cor dihampar ke area pengecoran
- Pengecoran dilakukan dengan merata dan menyeluruh\
- Setelah beton dihampar maka akan diukur kebalan beton cor sesuai dengan gambar kerja
RK3K
RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA
1. Terkena Alat Kerja - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja
2. Terjatuh - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
1,5 Pondasi Tapak
1,6 Stik Kolom Pedestal
Untuk metode pelaksanaan beton bertulang dirangkum sebagai berikut :
- Beton Cor
Metode pelaksanaan Pekerjaan Pengecoran :
a. Bahan :
- Semen Portland
- Kerikil
- Pasir
- Air
- Additive ( jika diperlukan )
- Bonding Agent
- Goni basah.
b. Peralatan :
- Alat Pencampur beton ( Concrete mixer )
- Alat angkat/Lift barang (Jika Diperlukan)
- Concrete vibrator (Jika Diperlukan)
- Kereta sorong
- Peralatan Tukang
c. Metode
1) Pencampuran beton.
Sebelum melakukan pencampuran beton, akan dibuat mix design beton yang akan dibuat (jika
diperlukan). Hal ini meliputi penyelidikan Laboratorium terhadap bahan-bahan sesuai standar
yang diminta dalam spesifikasi, antara lain PBI, ASTM, AASTHO, BS. Setelah persiapan mix
design disetujui, dan diadakan uji campuran ( trial mix ) sudah berhasil, maka material dapat
diorder sesuai dengan yang telah disetujui oleh Pengawas/Pemilik Proyek.
2) Pelaksanaan pengecoran beton.
Setelah besi dan bekisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan pada lokasi
pengecoran untuk menghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidak-sempurnaan hasil
pengecoran. Juru ukur (surveyor) dengan menggunakan survey Equipment melakukan
pengukuran dan marking area untuk titik penempatan, ukuran (dimensi) serta leveling dari
poer, dan tapak pondasi. Dengan menggunakan check list pengecoran, surat ijin pengecoran
diajukan kepada Pengawas. Setelah diadakan pengecekan oleh tim Pemberi tugas, dan ijin
pengecoran telah ditanda tangani, maka pengecoran dapat segera dilaksanakan. Tukang
membuat adukan beton segar yang dicampur di lapangan (site mix) menggunakan Concrete
Mixer atau Molen Beton sesuai dengan prosedur pencampuran, diangkut dengan memakai alat
angkut baik kereta sorong atau lainnya dan kemudian dituang ke dalam media cor atau area
pengecoran. Pada saat pengecoran adukan beton diratakan dan dipadatkan dengan alat atau
manual sehingga beton cor dapat padat dan tersebar menyeluruh ke semua rongga atau sudut
didalam cetakan atau area cor.
Bahan dan Alat yang digunakan :
- Alat Perkakas Tukang / Alat Bantu
- Semen, Air, Pasir Beton, Kerikil, Kereta Sorong, Concrete Mixer, Pompa air Dll.
Tenaga Kerja :
- Pekerja - Tukang
- Mandor - Kepala Tukang - Juru Ukur
- Besi Beton Polos
Metode pelaksanaan Pekerjaan Besi Beton :
a. Bahan :
- Besi beton
- Kawat beton
b. Peralatan :
- Bar Cutter
- Bar Bender
- Alat Angkat/Transport
- Peralatan Tukang
c. Metode
- Fabrikasi :
Fabrikasi besi beton dilakukan di Work shop Besi, setelah Shop drawing Pembesian & Bending
schedule disetujui. Pemotongan dilakukan dengan Bar cutter, kemudian pembengkokan sesuai
Shop drawing dilakukan dengan menggunakan Bar bender. Pekerjaan perakitan besi (fabrikasi)
dilaksanakan oleh Tukang Besi yang ahli. Besi dipotong dan dibentuk sesuai dengan gambar
kerja. Besi dirangkai atau dirakit dan diikat dengan kawat beton. Pelaksana Lapangan dan
pengawas lapangan akan memeriksa dan mengontrol setiap rakitan bentuk tulangan besi dan
ukuran besi agar sesuai dengan Gambar kerja serta spesifikasi teknis. Besi-besi yang telah
difabrikasi ditempatkan pada lokasi stock yard besi yang telah disediakan terlebih dahulu dan
terlindung dari air hujan, dan diberi label pada setiap jenisnya.
- Pemasangan :
Setelah fabrikasi selesai, besi beton yang akan dipasang diangkut ke lokasi pekerjaan.
Pemasangan dilakukan sesuai dengan Shop drawing. Diameter besi dan jarak antar besi dicheck
dengan benar, agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan pembongkaran pasangan besi.
Tukang besi memasang besi dan mengikat besi dengan kawat beton sesuai dengan petunjuk
kerja dalam gambar kerja. Pengawas lapangan dan Tukang memeriksa pasangan besi tepasang
dengan baik dan kokoh dan memenuhi dimensi ukuran yang sesuai dengan gambar kerja.
- Papan Bekisting
Metode pelaksanaan Pekerjaan Bekisting :
a. Bahan :
- Papan kayu kelas III, Multipleks
- Kayu balok sembarang keras, Kayu Bekisting, Minyak Bekisting
- Paku
b. Peralatan :
- Alat potong
- Scaffolding
- Pipe Support
- Peralatan Tukang
c. Metode
- Fabrikasi :
Bekisting untuk pondasi sebelum diaplikasikan sebagai acuan, difabrikasi terlebih dahulu
di workshop kayu, dibuat panel-panel sesuai dengan shop drawing. Papan kayu di
potong dan dibentuk dengan ukuran sebagai mal (bekisting). Papan kayu yang telah
dipotong dirakit membentuk mal pondasi dan diberi tanda untuk masing-masing siku
pemasangan.
- Pemasangan :
Bekisting yang telah difabrikasi diangkut ke lokasi pemasangan, dan segera dipasang sesuai
dengan posisinya yang tertera di shop drawing. Bekisting yang telah dipasang pada area
cor pondasi kemudian di paku agar terpasang dengan kuat dan kokoh. Bekisting dipasang
dengan kokoh, kuat, tidak bocor, tidak ngeplin, bersih dari kotoran kayu-kayu lepas,
sampah-sampah dll. Pengawas lapangan dan Tukang memeriksa pemasangan bekisting
telah terpasang dengan baik dan kuat serta kokoh.
RK3K
RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA
1. Terkena Alat Kerja - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja
2. Terjatuh - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
b. Pondasi Menerus
1,1 Galian Tanah Pondasi
1,2 Urugan Tanah Kembali
1,3 Pas. Pasir Alas
Untuk item pekerjaan ini metode pelaksanaan seperti yg telah dijelaskan seperti diatas
1,4 Pas Batu Aanstamping
Pada pekerjaan ini dilakukan sebelum pondasi dilaksanakan. Untuk pekerjaan ini batu aanstamping
(Batu Kosong) yang digunakan bisa Batu Gunung / Kali atau batu yang di sarankan sesuai dengan
spesifikasi teknis yang dipergunakan harus berkualitas baik dari jenis yang keras, tidak berlubang dan
forius, dengan ukuran maksimal 25 cm. Tukang Batu akan menghampar batu ke dalam galian dengan
ketebalan pasangan batu sesuai dengan gambar kerja dan menyeluruh sesuai dengan dimensi galian.
Batu Gunung /Kali harus bersih dan tidak boleh mengadung atau menempel tanah dan lumut pada
permukaannya. Untuk keperluan pasangan Aanstamping/batu kali ukuran maksimal batu kali adalah
10 cm. Batu diletakkan dibawah pondasi dilakukan oleh pekerja. Setelah batu ditempatkan maka
diukur ketebalan batu tersebut.
RK3K
RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA
1. Terkena Alat Kerja - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja
2. Terjatuh - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
1,5 Pas. Batu Gunung 1 : 5
Pekerjaan galian dilaksanakan secara open cut, dengan kemiringan 1 : 0,5 (Sesuai dengan gambar
kerja). Juru ukur akan memberikan patok-patok panduan serta berapa kedalaman galian yang
harus dicapai. Material hasil galian sebagian ditempatkan/distok disamping galian untuk timbunan
kembali, jarak penempatan hasil galian untuk timbunan harus aman, tidak akan terjadi longsor dan
masuk kedalam lubang galian. Hasil galian yang berlebih, atau yang tidak dapat dipakai untuk
timbunan kembali dimuat langsung ke Dumptruk untuk dibuang ke Disposal area. Bak dumptruck
harus ditutupi dengan terpal/plastik agar tanah yang dibawa tidak berceceran. Kesemuanya ini
dimaksudkan untuk mencegah terjadinya dampak lingkungan yang dapat ditimbulkan akibat
aktifitas pekerjaan Galian.
Berikut Urutan metode pelaksanaan :
- Juru Ukur akan melakukan pengukuran untuk menentukan titik ukur terhadap titik elevasi galian
tanah
- Tukang menandai hasil pengukuran dengan menggunakan patok kayu yang diberi warna cat
- Tukang memasang patok dan benang untuk acuan galian.
- Tukang menggali tanah dengan acuan patok dan benang yang telah dipasang
- Galian tanah untuk pondasi dilakukan sampai kedalaman dan lebar sesuai rencana.
- Pada setiap periode tertentu kedalaman galian tanah selalu diperiksa dengan menggunakan alat
ukur manual atau dengan Survey Equipment.
- Bila ada genangan air dalam galian maka disediakan pompa air untuk menguras air dipompa ke
luar, sehingga tidak mengganggu proses pekerjaan.
RK3K
RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA
C. PEKERJAAN BETON BERTULANG
a. Bangunan Utama
1,1 Sloof 15/20 cm'
1,2 Kolom 40/40 cm'
1,3 Kolom 15/30 cm'
1,4 Kolom 15/15 cm'
1,5 Kolom 12/12 cm'
1,6 Ring Balok 15/20 cm'
1,7 Ring Balok 10/15 cm'
Untuk metode pelaksanaan beton bertulang dirangkum sebagai berikut :
- Beton Cor
Metode pelaksanaan Pekerjaan Pengecoran :
a. Bahan :
- Semen Portland
- Kerikil
- Pasir
- Air
- Additive ( jika diperlukan )
- Bonding Agent
- Goni basah.
b. Peralatan :
- Alat Pencampur beton ( Concrete mixer )
- Alat angkat/Lift barang (Jika Diperlukan)
- Concrete vibrator (Jika Diperlukan)
- Kereta sorong
- Peralatan Tukang
c. Metode
1) Pencampuran beton.
Sebelum melakukan pencampuran beton, akan dibuat mix design beton yang akan dibuat (jika
diperlukan). Hal ini meliputi penyelidikan Laboratorium terhadap bahan-bahan sesuai standar
yang diminta dalam spesifikasi, antara lain PBI, ASTM, AASTHO, BS. Setelah persiapan mix
design disetujui, dan diadakan uji campuran ( trial mix ) sudah berhasil, maka material dapat
diorder sesuai dengan yang telah disetujui oleh Pengawas/Pemilik Proyek.
2) Pelaksanaan pengecoran beton.
Setelah besi dan bekisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan pada lokasi
pengecoran untuk menghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidak-sempurnaan hasil
pengecoran. Juru ukur (surveyor) dengan menggunakan survey Equipment melakukan
pengukuran dan marking area untuk titik penempatan, ukuran (dimensi) serta leveling dari
poer, dan tapak pondasi. Dengan menggunakan check list pengecoran, surat ijin pengecoran
diajukan kepada Pengawas. Setelah diadakan pengecekan oleh tim Pemberi tugas, dan ijin
pengecoran telah ditanda tangani, maka pengecoran dapat segera dilaksanakan. Tukang
membuat adukan beton segar yang dicampur di lapangan (site mix) menggunakan Concrete
Mixer atau Molen Beton sesuai dengan prosedur pencampuran, diangkut dengan memakai alat
angkut baik kereta sorong atau lainnya dan kemudian dituang ke dalam media cor atau area
pengecoran. Pada saat pengecoran adukan beton diratakan dan dipadatkan dengan alat atau
manual sehingga beton cor dapat padat dan tersebar menyeluruh ke semua rongga atau sudut
didalam cetakan atau area cor.
Bahan dan Alat yang digunakan :
- Alat Perkakas Tukang / Alat Bantu
- Semen, Air, Pasir Beton, Kerikil, Kereta Sorong, Concrete Mixer, Pompa air Dll.
Tenaga Kerja :
- Pekerja - Tukang
- Mandor - Kepala Tukang - Juru Ukur
- Besi Beton Ulir Dan Polos
Metode pelaksanaan Pekerjaan Besi Beton :
a. Bahan :
- Besi beton
- Kawat beton
b. Peralatan :
- Bar Cutter
- Bar Bender
- Alat Angkat/Transport
- Peralatan Tukang
c. Metode
- Fabrikasi :
Fabrikasi besi beton dilakukan di Work shop Besi, setelah Shop drawing Pembesian & Bending
schedule disetujui. Pemotongan dilakukan dengan Bar cutter, kemudian pembengkokan sesuai
Shop drawing dilakukan dengan menggunakan Bar bender. Pekerjaan perakitan besi (fabrikasi)
dilaksanakan oleh Tukang Besi yang ahli. Besi dipotong dan dibentuk sesuai dengan gambar
kerja. Besi dirangkai atau dirakit dan diikat dengan kawat beton. Pelaksana Lapangan dan
pengawas lapangan akan memeriksa dan mengontrol setiap rakitan bentuk tulangan besi dan
ukuran besi agar sesuai dengan Gambar kerja serta spesifikasi teknis. Besi-besi yang telah
difabrikasi ditempatkan pada lokasi stock yard besi yang telah disediakan terlebih dahulu dan
terlindung dari air hujan, dan diberi label pada setiap jenisnya.
- Pemasangan :
Setelah fabrikasi selesai, besi beton yang akan dipasang diangkut ke lokasi pekerjaan.
Pemasangan dilakukan sesuai dengan Shop drawing. Diameter besi dan jarak antar besi dicheck
dengan benar, agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan pembongkaran pasangan besi.
Tukang besi memasang besi dan mengikat besi dengan kawat beton sesuai dengan petunjuk
kerja dalam gambar kerja. Pengawas lapangan dan Tukang memeriksa pasangan besi tepasang
dengan baik dan kokoh dan memenuhi dimensi ukuran yang sesuai dengan gambar kerja.
- Papan Bekisting
Metode pelaksanaan Pekerjaan Bekisting :
a. Bahan :
- Papan kayu kelas III, Multipleks
- Kayu balok sembarang keras, Kayu Bekisting, Minyak Bekisting
- Paku
b. Peralatan :
- Alat potong
- Scaffolding
- Pipe Support
- Peralatan Tukang
c. Metode
- Fabrikasi :
Bekisting untuk pondasi sebelum diaplikasikan sebagai acuan, difabrikasi terlebih dahulu
di workshop kayu, dibuat panel-panel sesuai dengan shop drawing. Papan kayu di
potong dan dibentuk dengan ukuran sebagai mal (bekisting). Papan kayu yang telah
dipotong dirakit membentuk mal pondasi dan diberi tanda untuk masing-masing siku
pemasangan.
- Pemasangan :
Bekisting yang telah difabrikasi diangkut ke lokasi pemasangan, dan segera dipasang sesuai
dengan posisinya yang tertera di shop drawing. Bekisting yang telah dipasang pada area
cor pondasi kemudian di paku agar terpasang dengan kuat dan kokoh. Bekisting dipasang
dengan kokoh, kuat, tidak bocor, tidak ngeplin, bersih dari kotoran kayu-kayu lepas,
sampah-sampah dll. Pengawas lapangan dan Tukang memeriksa pemasangan bekisting
telah terpasang dengan baik dan kuat serta kokoh.
RK3K
RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA
1. Terkena Alat Kerja - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja
2. Terjatuh - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
D. PEKERJAAN KAMAR MANDI DAN SANITASI AIR
a. Pek. Kamar Mandi
1,1 Pas. Batu Bata Trasram 1 : 2
1,2 Pas. Batu Bata 1 : 4
1,3 Plesteran 1 : 2
1,4 Plesteran Batu Bata 1 : 4
1,5 Lantai Granit 60x 60 cm'
1,6 Bak Air Fiber
1,7 Kran Air 1/2 "
1,8 Floor Drain + Aksesories
1,9 Kloset Jongkok (Terpasang)
Untuk metode pelaksanaan beton bertulang dirangkum sebagai berikut :
Berikut metode pelaksanaan Pasangan Batu Bata :
a. Sediakan bak yang diisi air untuk merendam batu bata yang akan dipasang (± 10 menit )
b. Buat tarikan benang tiap ± 7 lapis bata.
c. Pemasangan kaso 5/7 di dua ujung lokasi secara tegak lurus
d. Tinggi pasangan bata maximum yang diperbolehkan terhadap sesuai dengan gambar dan
rencana dan syarat-syarat pekerjaan
e. sebelum pelaksanaan pasangan dimulai, pasangan batu bata sebaiknya disiram.
f. Tebal adukan pengikat tidak kurang dari 10 mm dan adukan harus padat sedemikian rupa
sehingga membentuk sambungan yang lurus.
g. Kemudian pekerja / Tukang memasang batu bata hingga menyusun seperti gambar kerja dan
direkat dengan adukan beton
h. Tukang memastikan susunan pasangan batu bata sejajar, kokoh dan rapi
i. Juru Ukur melakukan pengukuran agar pasangan bata terpasang dengan sejajar dan Sesuai
Bestek
RK3K
RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA
1. Terkena Alat Kerja - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja
2. Terjatuh - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
Berikut metode pelaksanaan plasteran dan acian :
a. Tukang membasahi permukaan pasangan bata sampai basah dan merata
b. Pekerja memaasang tarikan benang vertikal dan horisontal untuk caplakan kepalaan.
- Cek tarikan benang
c. Tukang membuat kepalaan vertikal jarak 1 m’, biarkan sampai kepalaan mengeras min ± 1
hari.
- Cek kepalaan dan sparing ME
d. Plester di antara kepalaan, lalu ratakan dan padatkan dengan jidar alumunium mak. 3 m’.
- Cek plesteran
e. Perawatan Plester kasar dengan penyiraman selama min. 3 hari, sebelum diaci.
f. Acian dinding plaster satu bidang sekaligus pada satu kali pengacian.
g. Ratakan dan padatkan acian menggunakan roskam baja sampai benar-benar rata dan halus.
RK3K
RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA
1. Terkena Alat Kerja - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja
2. Terjatuh - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
Metode Pelaksanaan granit :
a. Pemasangan granit untuk pola, tipe dan ukurannya harus sesuai dengan gambar kerja dan
petunjuk Pengawas Lapangan.
b. Setelah dasar lantai siap, maka keramik yang akan dipasang diseleksi sesuai dengan warna-
warna yang sama. Apabila diperlukan pemotongan dilaksanakan dengan rapi dengan
memakai mesin pemotong dan pinggirannya diasah dengan batu pengasah.
c. Sebelum pemasangan, keramik harus direndam air hingga tercapai kondisi jenuh air untuk
menghindari pengeringan adukan mortar/spesi yang terlalu cepat.
d. Keramik dipasang dengan menggunakan adukan mortar 1 PC : 4 Pasir dalam perbandingan
volume. Pemasangan dengan jalur-jalur (joints) yang lurus dan apabila terjadi
ketidakteraturan jalur diisi dengan pasta semen. Sesudah cukup kering keramik dicuci
dengan lap basah sampai bersih, dan apabila ada bagian-bagian yang lepas harus cepat
diperbaiki.
e. Selama pemasangan dan sebelum kering yang cukup, lantai harus dihindari dari injakan dan
gangguan lain. Kotoran-kotoran dan lainnya yang menempel pada permukaan lantai harus
segera dibersihkan sebelum menjadi kering.
f. Untuk pemasangan dinding keramik metode pelaksanaannya sama hanya saja keramik
yang pasang pada bidang dinding.
g. Untuk pemasangan bon bon keramik diselaraskan dengan potongan dan pola pasangan
keramik bak garis dan dimensi keramik
RK3K
RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA
1. Terkena Alat Kerja - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja
2. Terjatuh - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
1,6 Bak Air Fiber
1,7 Kran Air 1/2 "
1,8 Floor Drain + Aksesories
1,9 Kloset Jongkok (Terpasang)
Untuk item pekerjaan ini akan dipasangkan pada titik pasang setelah instalasi pemipaan selesai
terpasang.
b. Pek. Sanitasi Air
1,1 Septic Tanck
1,2 Pipa Air bersih
1,3 Pipa Air Kotor
1,4 Pipa Pembuangan Air Besar
1,5 Bak Kontrol
1,6 Sumur Cincin dia. 90 cm (+ 12 cincin)
Untuk metode pelaksanaan dirangkum sebagai berikut :
Pipa, Sambungan dan Aksesories Lainnya untuk Air Bersih dan air kotor
Untuk pekerjaan ini akan dilakukan pembelian atau pengadaan Pipa PVC beserta acsesoris ini
sesuai dengan spesifikasi teknis dan dipasangkan dalam instalasi air bersih dan dipasang sesuai
dengan gambar kerja. Pemasangan kran air dipasang pada titik pemasangan, dan floor drain
dipasang pada titik pemasangan di area kamar mandi.
Instalasi Air Bersih dan Kotor
Metode Pelaksanaan :
- Tukang pipa akan memeriksa jaringan untuk instalasi pipa
- Tukang memasang pipa ke titik-titik pemasangan
- Apabila dibutuhkan dilakukan pembobokan untuk menyambung pemasangan pipa
- Pipa dipasang dan disambung dengan menggunakan lem perekat pipa pada tiap
sambungan dan tiap pemasangan aksesoris pipa
- Untuk wastafel kloset jongkok dipasang pada saat bersamaan dengan pemasangan
keramik sedangkan kran air, bak fiber air dan water tank dipasang pada saat pekerjaan
dinding atau lantai telah selesai dikerjakan.
Metode pembuatan Septick Tank dan Peresapan :
- Pekerja Melakukan Galian Tanah, usahakan secepat mungkin untuk mulai memasang
dinding batu bata, sebab dikhawatirkan air akan semakin penuh. Sebagaimana telah
diketahui bahwa cara memasang dinding batu bata untuk septic tank hampir sama caranya
dengan dinding rumah.
- Pasang bagian dasar dengan pasangan satu bata, beri alas dengan nat adukan semen dan
pasir. Pasangan berikutnya adalah pola setengah bata sebagaimana memasang dinding
rumah. Ukuran 2,2 meter dibagi menjadi dua bagian, sehingga terdapat penyekat. Ruang
pertama berfungsi sebagai penampung limbah padat, dan ruang kedua berfungsi sebagai
penampung cairan limbah. Pada bagian tengah penyekat diberi lubang kecil agar terdapat
ruang resapan.
- Dinding dan lantai septic tank diplester kecuali pada ruangan resapan.
- Jika pemasangan batu bata telah selesai, sisakan sekitar 12 cm dari permukaan tanah untuk cor
beton.
- Siapkan besi behel 8 mm sebanyak 5 batang, potong menjadi seukuran lebar dan
panjang septic tank, bariskan dan susun dengan jarak 10 cm, kemudian diikat dengan
kawat.
- Siapkan papan pada bagian atas pasangan bata, letakkan anyaman besi tadi, tutup sisi luar
dengan papan setebal 10 cm.
- Lakukan pengecoran dengan menggunakan semen, pasir, dan koral. Perbandingan 1 : 2 : 3.
Ketebalan coran maksimal adalah 10 cm. Beri lubang pada bagian atas ruang limbah cair dan
pasang dengan tutup yang terbuat dari pipa PVC. Biasanya dapat dibeli di toko material
bangunan.
- Tahap berikutnya adalah menyambung semua pipa pembuangan limbah padat dari kloset ke
septic tank. Timbun dengan tanah.
- Usahakan letak kloset harus lebih tinggi dari septic tank, agar kotoran dapat dengan mudah
masuk ke dalam septic tank
- Untuk pembuatan bak kontrol pekerja akan melakukan galian tanah sesuai dengan ukuran
bak kontrol
- Pekerja akan memasang pasangan bata dan memplaster pasangan bata
- Pada bak kontrol dipasang pipa sebagai kontrol terhadap jaringan instalasi pipa
RK3K
RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA
1. Terkena Alat Kerja - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja
2. Terjatuh - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
E. PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN
1,1 Pas. Batu Bata Trasraam 1 : 2
1,2 Pas. Batu Bata 1 : 4
1,3 Plesteran 1 : 2
1,4 Plesteran Batu Bata 1 : 4
1,5 Plasteran Acian Kolom/Balok
Untuk item pekerjaan ini metode pelaksanaan telah dijelaskan seperti diatas
F. PEKERJAAN TANAH DAN LANTAI
a. Lantai Ruangan Elv. 0 + 0.00
1,1 Timbunan Tanah Bawah Lantai
1,2 Urugan Pasir Bawah Lantai T = 10 cm'
1,3 Beton Cor T = 5 cm'
1,4 Acian Lantai
b. Lantai Parkir Elv. 0 - 0.05
1,1 Timbunan Tanah Bawah Lantai
1,2 Urugan Pasir Bawah Lantai T = 10 cm'
1,3 Beton Cor T = 5 cm'
1,4 Acian Lantai
Untuk item pekerjaan ini metode pelaksanaan telah dijelaskan seperti diatas
G. PEK. PASANGAN KUSEN PINTU DAN JENDELA
1 Daun Pintu Kaca rangka Aluminium
2 Pintu Kaca Tempered rangka aluminium
3 Daun pintu plywood rangka Aluminium
4 Daun Aluminium Kusen Aluminium KM
5 Jendela Kaca polos rangka aluminium
6 Kusen kaca mati
7 Aksesoris pintu dan jendela
Untuk item pekerjaan ini akan dirangkum metode pelaksanaan sebagai berikut :
- Tukang Alumunium mengukur detil bidang (Lubang) ukuran untuk pemasangan kusen
setelah pekerjaan dilapangan selesai seperti plasteran dinding dan acian.
- Kusen alumunium di pabrikasi (dirakit) di workshop perakitan
- Setelah kusen dirakit maka di bawa ke lokasi pekerjaan dan dipasang ke lubang pasang
kusen dengan alat bantu dan diberi protection tape sebagai tanda untuk memudahkan pada
saat mematikan alumunium ke dinding
- Sebelum kusen dimatikan ke dinding, dicek dahulu elevasi dan kesikuan kusen alumunium
dengan alat bantu waterpass/unting-unting. Apabila tidak lurus maka diganjal dengan bahan
dari hardboard, sehingga lebih kuat dan tahan lama
- Untuk mencegah kebocoran maka hubungan antara alumunium dengan dinding di isi
silicone sealant
- Setelah kusen aluminium terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan frame untuk
pintu/jendela, kaca dan hardwere. Frame pintu/jendela dipasang pada kusen dengan
menggunakan penggantung engsel yang disekrup ke kusen.
- Untuk daun pintu dan jendela juga terlebih dahulu dirakit di worshop dan kemudian dibawa
ke lokasi pekerjaan untuk dipasang
- Daun Pintu dan Jendela yang dipasang sesuai dengan deskripsi dalam spesifikasi teknis.
Untuk kaca bening pada Pintu dan Jendela dipasang bersamaan dengan pemasangan Frame
Pintu Dan Jendela Alumunium.
- Engsel pintu dipasang pada saat pemasangan frame pintu dan jendela sebagai pengait
antara kusen dan frame
- Untuk, Kunci Tanam, Grendel Dan Pegangan Pintu dipasang setelah keseluruhan kusen dan
frame alumunium terpasang. Barang tersebut dipasang sesuai dengan spesikasi teknis dan
dipasang pada lubang pasang masing-masing dengan baut skrup sebagai pengikat.
RK3K
RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA
1. Terkena Alat Kerja - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja
2. Terjatuh - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
Penutup Atap Genteng Metal
Metode Pelaksanaan :
Pemasangan atap dilakukan yaitu atap dipakukan langsung pada gording dengan menggunakan
paku ulir (paku khusus untuk atap). Tiap sambungan diberi tindisan sesuai dengan spesifikasi
pabrik. Alur atap harus dipasang merata (tidak bolak balik), sehingga hasil akhir pasangan akan
rapi. Bubungan ditutup dengan seng bubungan. Tindisan antara satu lembaran bubungan dengan
lembaran bubungan lainnya harus sesuai dengan persyaratan pabrik minimal 10 cm. Pemasangan
harus rapi dan memenuhi syarat-syarat sehingga tidak mengakibatkan kebocoran.
RK3K
RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA
1. Terkena Alat Kerja - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja
2. Terjatuh - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
I. PEKERJAAN RANGKA DAN PENUTUP ATAP
1,1 Rangka Atap Baja Ringan Zincalume
1,2 Penutup Atap Span Dek 0.30 setara(Muliadek Type 700)
1,3 Rabung Seng Genteng Metal 0.35
1,4 Calisplank
Rangka Kuda-kuda Baja Ringan
Metode Pelaksanaan :
Pada tahapan pertama pekerjaan akan dilakukan pengadaan baja ringan rangka atap yang dipesan
sesuai dengan spek teknis dan gambar kerja. Tukang atau pekerja akan mengukur pemasangan
rangka sebagai rangka atap. Setelah diukur maka tukang atau pekerja akan merakit rangka baja
sesuai dengan bentuk gambar kerja. Setelah perakitan selesai maka rangka baja atap dinaikkan ke
atas bangunan sebagai kuda-kuda penopang atap. Rangka baja ringan akan dipasang dan diikat
dengan paku atau baut pengikat khusus.
Bahan dan Alat yang digunakan :
- Alat Perkakas Tukang
- Alat-alat bantu
- Kuda-kuda baja ringan, paku, baut
Tenaga Kerja :
- Pekerja / Tukang Baja Ringan
RK3K
RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA
1. Terkena Alat Kerja - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja
2. Terjatuh - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
Penutup Atap Genteng Metal
Metode Pelaksanaan :
Pemasangan atap dilakukan yaitu atap dipakukan langsung pada gording dengan menggunakan
paku ulir (paku khusus untuk atap). Tiap sambungan diberi tindisan sesuai dengan spesifikasi
pabrik. Alur atap harus dipasang merata (tidak bolak balik), sehingga hasil akhir pasangan akan
rapi. Bubungan ditutup dengan seng bubungan. Tindisan antara satu lembaran bubungan dengan
lembaran bubungan lainnya harus sesuai dengan persyaratan pabrik minimal 10 cm. Pemasangan
harus rapi dan memenuhi syarat-syarat sehingga tidak mengakibatkan kebocoran.
Bahan dan Alat yang digunakan :
- Alat Perkakas Tukang
- Alat-alat bantu
- Peutup atap baja ringan, paku, baut
Tenaga Kerja :
- Pekerja / Tukang Baja Ringan
RK3K
RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA
1. Terkena Alat Kerja - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja
2. Terjatuh - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
Rabung Genteng Metal 0,30 mm
Metode Pelaksanaan :
Pemasangan Bubungan (Rabung) dilakukan dengan Tindisan antara satu lembaran bubungan
dengan lembaran bubungan lainnya harus sesuai dengan persyaratan pabrik minimal 10 cm.
Pekerja memasang rabung dengan susunan mengarah lurus rapi dan dipasang dengan baut atau
paku khusus.
Bahan dan Alat yang digunakan :
- Alat Perkakas Tukang
- Alat-alat bantu
- Rabung, paku, baut
Tenaga Kerja :
- Pekerja / Tukang Baja Ringan
RK3K
RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA
1. Terkena Alat Kerja - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja
2. Terjatuh - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
Calisplank
Metode Pelaksanaan :
Pada tahapan pekerjaan ini akan dilakukan pengetaman papan untuk listplank pada ketam kayu
kemudian papan yang telah sesuia ukurannya akan dipasang oleh pekerja dan tukang pada area
pemasangan listplank dengan panjang dan ukuran listplank sesuai dengan gambar kerja, listplank
dipaku pada kayu dengan kuat dan kokoh agar tidak terlepas.
Bahan dan Alat yang digunakan :
- Alat Perkakas Tukang
- Alat-alat bantu
- Kayu Listplank, Paku, Baut
Tenaga Kerja :
- Pekerja / Tukang
RK3K
RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA
1. Terkena Alat Kerja - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja
2. Terjatuh - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
J. PEKERJAAN LANGIT-LANGIT
1,1 Rangka Plafond
1,2
Plafond Plywood T = 9 mm
1,3 List Profil
Untuk item pekerjaan ini metode pelaksanaan dirangkum sebagai berikut :
a. Tentukan elevasi plafond dan buat garis
sipatan pada dinding & as sumbu ruangan.
b. Tentukan jarak penempatan kait
pengantung
c. Pasang benang untuk pedoman
penentuan titik paku penggantung untuk
menjamin kelurusan.
d. Pasang pakuakait dan rod/penggantung.
e. Pasang rangka utama
f. Pasang rangka pembagi.
g. Pasang dan kencangkan klip / rod.
h. Pasang panel Plafond
i. Cek kerapihan dan kerataan bidang
plafond.
j. Tutup sambungan antara panel dengan
paper tape dan diampelas dan difinishing
dengan cat.
k. Setelah plafond dan atap seslesai maka
akan dipasang list profil pada sudut atau
siku pasangan plafond dengan dinding
sesuai dengan gambar kerja.
RK3K
RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA
1. Terkena Alat Kerja - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja
2. Terjatuh - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
K. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
1 Stop Kontak
2 Instlasi titik penerangan, instalasi termasuk kabel
NYA 2,5 mm dalam pipa PVC fitting lampu dan
kelengkapan instalasi terpasang
3 Instalasi titik Stop kontak, instalasi termasuk kabel
NYA 2,5 mm dalam pipa PVC, kotak kontak dan
kelengkapan instalasi terpasang.
4 Box Panel MCB
Untuk item pekerjaan ini metode pelaksanaan dirangkum sebagai berikut :
1. Metode Pemasangan Instalasi Kabel Saklar, Fitting Lampu & Stop Kontak
a. Bahan :
- Saklar
- Stop kontak
- Grid switch
b. Peralatan :
- Bor Tangan
- Tang, Obeng dll
- Water pas
c. Metode
Marking jalur konduit pada dinding
Bobok dinding bata, jangan lupa gunakan cutter
Pasang conduit & inbow dos
Tunggu sampai dinding difinish.
Sambungkan saklar, stop kontak dengan instalasinya
Pasang saklar & stop kontak, gunakan waterpass agar rata.
2. Metode Pemasangan Armatur Lampu
a. Bahan :
- Armatur
- Kawat gantungan
b. Peralatan :
- Tang, Obeng dll
- Benang
c. Metode
1) TL Resseced Mounted
Marking plafon denngan kapur / spidol
Lubangi plafon sesuai markingan, untuk akustik koordinasikan dengan rangka
plafon
Pasang kawat gantungan
Pasang lampu dengan melepas kap lampu
kencangkan kawat gantungan
Sambung ke instalasi
Pemasangan TL setelah kondisi proyek aman dari pencurian.
2) TL Ceiling Mounted
Marking plafon denngan kapur / spidol, dan pasang kawat gantunngan
Tarik kabel instalasi & kawat gantungan ke luar plafon
Pasang lampu jika plafon telah finish
Gunakan skrup untuk pengikat lampu
Untuk Box panel distribusi dipasang / ditempatkan pada lokasi sesuai dengan
gambar kerja
RK3K
RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA
1. Terkena Alat Kerja - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja
2. Terjatuh - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
L. PEKERJAAN PENGECATAN
1,1 Cat Tembok (L/D)
1,2 Cat Plafond
Untuk item pekerjaan ini metode pelaksanaan dirangkum sebagai berikut :
a. Cek , apakah permukaan Dinding, Plafond, listpalnk, sudah rata ?
b. Jika permukaan sudah rata, laksanakan pengecatan dasar dengan alat bantu pada
bidang yang luas & kwas untuk bidang yang sempit ( sulit ).
c. Jika cat dasar tersebut sudah kering, laksanakan pengecatan finish ( Jumlah pelapisan cat
sesuai dengan Spesifikasi ).
d. C e k , apakah pengecatan finish tersebut sudah rata ?
e. Apabila sudah rata, bersihkan cat- cat yang mengotori bahan-bahan / pekerjaan lain yang
seharusnya tidak terkena cat.
f. Untuk engecatan plafond. Lembaran Plafond akan dicat terlebih dahulu sebelum pemasangan
g. Untuk pengecatan plafond gunakan alat bantu seperti rol dan lainnya pada sisi yang tidak bias
dicat sebelum pemasangan
h. Untuk pengecatan listplank juga lembaran listplank akan dicat sebelumnya sebelum
pemasangan dilakukan.
RK3K
RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA
1. Terkena Alat Kerja - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja
2. Terjatuh - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
M. PEKERJAAN SARANA DAN PRASARANA
Emergency Kit Selempang
1,1
Tas selempang bahu P3K first emergency kit
merah + Isi tipe C lengkap
Emergency Kit Ransel
1,2
Tas P3K merah jumbo + isi tipe B first aid kit
emergency kit - tas only
Meja Pimpinan
1,3
Meja kayu tipe MD 1911 bahan : kayu finising
melamine
Ukuran p x l x t : 180 x 90 x 75 cm
Kursi Pimpinan dan Dokter Konsulen PSC 119
1,4
Kursi tipe KD-901-1 kursi hidrolik bisa dinaik
turunkan dudukan
M. PEKERJAAN SARANA DAN PRASARANA
sandaran empuk kulit sintetik, kaki besi kuat
ergonomis, muat beban 120 Kg
Meja Dokter Konsultan
1,5
Meja kantor 1 biro, kayu solid ukuran : 160 x
80 x 77 cm, warna dark brown
Meja Petugas
1,6
Meja Kantor OST 1080 UOD 7066 ukuran : 160 x
75 x 75
Kursi Petugas
1,7
Boston HAP 1 UNO ukuran : 68 x 68 x 115-122
cm
Meja Rapat
1,8
Paket meja rapat euro kaki besi, panjang 556 cm,
kapasitas 20+ orang
Kursi Rapat
1,9
Kursi rapat / kursi susun Futura FTR 405,
sandaran / dudukan : busa
Rangka sandaran dan dudukan : playwood
rangka pipa oval finishing nickel chrome plating
Sofa Tamu + Meja
1,10
Soffa tamu kursi kantor 221 hitam full kulit oscar
ukuran : panjang 110-120 cm, lebar 70 cm
Bed Petugas
1,11
Protektor silikon 90 x 200 / 100 x 200, mattress
protector 50 x 80
Velbed
1,12
Velbed alumunium lipat
Lemari Obat
1,13
Lemari obat 2 pintu
Lemari Arsip
1,14
Importa SC-A8 BT MS, lemari arsip 3 pintu,
lemari besi 3 pintu| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 26 May 2023 | Lanjutan Pembangunan Rs Rujukan Regional Langsa | Aceh | Rp 10,226,146,000 |
| 14 April 2023 | Rehabilitasi Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara | Universitas Sumatera Utara | Rp 7,166,970,000 |
| 4 August 2022 | Pembangunan Asrama Usb Sman Plus Besitang Langkat | Provinsi Sumatera Utara | Rp 6,021,000,000 |
| 25 July 2022 | Pembangunan Rumah Dinas Wakil Bupati Nias Utara | Kab. Nias Utara | Rp 3,792,096,000 |
| 21 June 2022 | Pengadaan Pekerjaan Rehabilitasi/Renovasi Mess Parapat Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara | Provinsi Sumatera Utara | Rp 2,183,760,000 |
| 22 April 2022 | Pembangunan Gedung Ruang Picu | Kab. Serdang Bedagai | Rp 2,150,000,000 |
| 4 June 2022 | Belanja Bangunan Gedung Kantor Rehabilitasi Rawat Inap Termasuk Ruang Isolasi | Kota Pagar Alam | Rp 1,500,000,000 |
| 5 October 2021 | Pembangunan Gedung Sarana Kesehatan (Ruang Pcr) | Kab. Banyuasin | Rp 770,000,000 |
| 12 August 2021 | Pembangunan Ruang Nicu/Picu | Kab. Serdang Bedagai | Rp 700,000,000 |