| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0028485605124000 | Rp 398,400,000 | Tidak Hadir Pada Saat Pembuktian Kualifikasi | |
| 0317059749124000 | Rp 493,617,994 | - | |
| 0023178320113000 | - | - | |
| 0855995700122000 | - | - | |
| 0026891630101000 | - | - | |
| 0725672810122000 | - | - | |
| 0317559029119000 | - | - | |
CV Basado Maszefalina | 07*2**5****28**9 | - | - |
CV Awna Bertuah | 04*2**6****22**0 | - | - |
CV Sandean Najogi | 05*4**0****21**0 | - | - |
| 0015320526122000 | - | - | |
| 0839219672119000 | - | - |
METODE PELAKSANAAN
A. DIVISI 1. UMUM
1. MOBILISASI
a. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi semua acara mobilisasi peralatan dan personil yang di perlukan dan semua falitas
pendukung selama dalam masa pelaksanaan pekerjaan serta melaksanakan demobilisasi kembali
terhadap semua terhadap semua peralatan dan personil pada ketika pekerjaan selesai.
b. Persiapan Pekerjaan
➢ Mengirim program kerja (workplan) termasuk metoda kerja, schedule, perlatan, personil kerja
dan gambar kerja yang akan digunakan, untuk memperoleh persetujuan dari Konsultan sebelum
pekerjaan dimulai.
➢ Memberitahu Konsultan secara tertulis paling sedikit 24 jam sebelum tanggal
dilakukannya pelaksanaan pekerjaan
c. Tahapan Pekerjaan
d. Metode Pelaksanaan
➢ Peralatan merupakan hal yang sangat vital dalam pelaksanaan suatu pekerjaan konstruksi maka
ketepatan waktu mobilisasi sangat penting untuk dijadwalkan dengan baik
➢ Mobilisasi alat dilakukan sehabis menerima ijin dari Direksi atau maksimal 7 hari sehabis menerima
surat perintah mulai kerja (SPMK).
➢ Peralatan yang dipakai akan diubahsuaikan dengan kebutuhan pelaksanaan. Peralatan tersebut di
atas di simpan di lokasi pekerjaan dan di jaga sehingga sanggup dipergunakan pada waktunya tanpa
ada hambatan yang sanggup mengganggu pekerjaan, misalkan terjadi kerusakan pada alat yang
akan digunakan.
➢ Demobilisasi alat akan dilakukan sehabis semua pekerjaan selesai.
2. KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
a. Lingkup Pekerjaan
Bagian ini mengatur mengenai pelaksanaan program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3l) dalam
pelaksanaan pekerjaan.
b. Pedoman Standar
➢ Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
➢ Keputusan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. Kep. 1135/MEN/1987 tentang Bendera Keselamatan Dan
Kesehatan Kerja
➢ Keputusan Menteri Tenaga Kerja R.I. No.: Kep.245/MEN/1990 tentang Hari Keselamatan Dan
Kesehatan Kerja Nasional
➢ Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. Per.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
c. Kesehatan Keselamatan Kerja
➢ Dari permulaan hingga penyelesaian pekerjaan dan selama masa pemeliharaan, Kontraktor
bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan pekerja, material dan peralatan teknis
serta konstruksi.
➢ Wajib menjaga keselamatan kerja di ruang kerja dengan melengkapi
dengan perlengkapan keselamatan kerja seperti safety line, rambu - rambu, papan promosi
keselamatan, dan lain - lain.
➢ Wajib menjamin keselamatan tenaga kerja yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan dari
segala kemungkinan yang terjadi dengan memenuhi aturan dan ketentuan kesehatan
dan keselamatan kerja yang berlaku (Jamsostek).
➢ Menyediakan obat-obatan menurut syarat-syarat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK)
yang selalu dalam keadaan siap
digunakan di lapangan, untuk mengatasi segala kemungkinan musibah bagi semua petugas dari
pekerja lapangan.
➢ Setiap pekerja diwajibkan menggunakan sepatu pada waktu bekerja dan di
lokasi harus disediakan Alat Pelindung Diri (APO) berupa safety belt, safety
helmet, masker/kedok las terutama untuk dipakai pada pekerjaan pemasangan kuda-kuda baja
dan pekerjaan yang beresiko tertimpa benda keras.
➢ Menyediakan air bersih, kamar mandi dan WC yang layak dan
bersih bagi semua petugas dan pekerja. Membuat tempat penginapan di
lapangan pekerjaan untuk para pekerja tidak diperkenankan, kecuali atas ijin PPK.
➢ Apabila terjadi kecelakaan, sesegera mungkin memberitahukan kepada Konsultan
danmengambil tindakan yang perlu untuk keselamatan korban korban kecelakaan itu.
d. Prosedur Operasional Standar (SOP) Kesehatan Keselamatan Kerja (K3)
➢ Membuat SOP Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
➢ SOP diajukan kepada Konsultan untuk dievaluasi.
➢ Menyampaikan laporan pelaksanaan SOP kepada Direktur Keselamatan, Ditjen
Perkeretaapian, Direktur Prasarana Ditjen Perkeretaapian, PPK, dan Konsultan.
e. Metrik Program K3L
➢ Safety Health and Environmental Induction Kegiatan ini dilaksanakan setiap ada tamu ataupun
pekerja baru yang memasuki wilayah kerja proyek
➢ Safety Health and Environmental Talk Program ini bertujuan untuk sosialisasi dan pembahasan
mengenai seluruh permasalahan penerapan K-3L dan Lingkungan selama masa pelaksanaan proyek.
Pelaksanaan Safety talk setiap 1 minggu sekali
➢ Safety Health and Environmental Patrol / Inspection Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin,
bertujuan untuk memonitor pelaksanaan K-3L di seluruh lingkungan proyek dan menjaga konsistensi
pelaksanaan K-3L.
➢ Safety Health and Environmental Meeting Program SHE meeting dilaksanakan seminggu sekali
dimana dalam kegiatan ini membahas permasalahan dan kejadian yang terjadi dan rencana tindak
lanjut untuk memperbaikinya serta membahas permasalahan yang mungkin terjadi serta langkah-
langkah pencegahannya.
➢ Safety Health and Environmental Audit Program ini dilaksanakan insidental bertujuan
untuk melakukan audit terhadap kedisiplinan dalam pelaksanaan standar K-3L di lingkungan proyek
terhadap peraturan yang diberlakukan dalam lingkungan perusahaan.
➢ Safety Health and Environmental Trainning Pelatihan terhadap seluruh komponen proyek yaitu
karyawan, subkon, mandor dan seluruh pekerja mengenai K-3L, P3K dan respon terhadap keadaan
darurat
➢ Housekeeping Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari bertujuan untuk menjaga kebersihan,
kerapihan, kenyamanan di lingkungan kerja.\
B. DIVISI 2. PEMASANGAN PIPA
1. GALIAN UNTUK PEMASANGAN PIPA
Pekerjaan ini adalah pekerjaan utama. Tahap-tahap pelaksanaan pekerjaan ini sebagai berikut :
a. Pekerjaan Persiapan
➢ Detail hasil pengukuran kedalaman untuk penampang pemasangan/perletakan pipa, harus diberikan
kepada konsultan dan direksi untuk diperiksa dan disetujui sebelum pekerjaan dilakukan.
➢ Pengajuan kesiapan kerja dan jadwal pelaksanaan diperlukan untuk memastikan setiap pelaksanaan
pekerjaan mendapatkan pengawasan dan dilakukan sesuai rencana yang disetujui.
➢ Melaksanakan pembersihan sebelum dimulainya proyek, selama pekerjaan berlangsung dan sebelum
selesainya proyek.
➢ Menyiapkan dan medatangkan peralatan yang dibutuhkan di lokasi pekerjaan. Peralatan tersebut
disiapkan sesuai dengan analisa harga satuan pekerjaan.
➢ Pengukuran dan peberian stack out pada area yang akan dikerjakan.
b. Tahap Pelaksanaan
➢ Pengerukan kedalaman galian sesuai gambar rencana kerja.
➢ Kanal, sungai dan sumber air yang berdekatan dengan lokasi galian tidak boleh diganggu tanpa
persetujuan direksi pekerjaan. Namun bila pekerjaan tidak dapat dihindari, kanal,sungai atau sumber
air yang tercemar harus dikembalikan pada kondisi semula.
➢ Bilamana terdapat utilitas atau bangunan lain disekitar lokasi pekerjaan, maka pelaksana harus
mengupayakan untuk dilakukan relokasi atau penanganan secara khusus agar tidak berdampak pada
gangguan publik.
➢ Seluruh bahan hasil galian diletak/taruh sesuai petunjuk direksi pekerjaan, agar dapat mencegah
dampak lingkungan yang mungkin terjadi.
c. Pekerjaan Akhir
Pengukuran untuk pekerjaan ini dilakukan untuk pembayaran dalam satuan meter kubik. Dan perbaikan
penampang harus dilakukan bilamana terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian penampang dengan garis
elevasi dalam gambar kerja.
Pembersihan akhir dan perapian area galian dan Pengembalian perlatan dan demobilisai alat berat.
2. PEMASANGAN DAN PENYAMBUNGAN PIPA PVC SNI SCJ S-12,5 DIA. 3” Max Tekanan 10 Bar
a. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan ini mencakup pemasangan dan penyambungan pipa serta perapihan hasil pekerjaan.
b. Persiapan Pekerjaan
➢ Mengirim program kerja (workplan) termasuk metoda kerja, schedule, perlatan, personil kerja
dan gambar kerja yang akan digunakan, untuk memperoleh persetujuan dari Konsultan dan Direksi
sebelum pekerjaan dimulai.
➢ Mengajukan persetujuan penggunaan bahan material.
➢ Memberitahu konsultan secara tertulis paling sedikit 24 jam sebelum tanggal
dilakukannya pelaksanaan pekerjaan (Request For Work).
c. Uraian Pekerjaan
➢ Sebelum pemasangan penyambungan pipa, pastikan area yang akan di jadikan tempat perletakan
pipa untuk dilakukan penyambungan bersih.
➢ Pengukuran dan pembersihan area spigot agar ketika dilakukan pengeleman pada area sambungan
hasil akan menjadi maksimal.
➢ Pengeleman secara merata pada permukaan yang akan dilakukan penyambungan.
d. Pemeriksaan
Cek apakah hasil akhir pemasangan flange pada sambungan pipa PVC sudah sesuai dengan yang
direncanakan. Lakukan koordinasi dengan bagian pengecekan untuk melakukan pengendalian posisi pipa
PVC akan di letakkan di bagian mana. Pastikan dilakukan pengecekan akhir ketika pipa pvc sudah
tersambung dan sudah terpasang.
C. DIVISI 3. PEKERJAAN PEMASANGAN AKSESORIES
1. GATE VALVE DIA. 3”
Menyiapkan gate valve yang sesuai dengan hasil perencanaan dan memastikan kondisi gate valve yang akan di
pasang dalam keadaan baik/bagus dan tidak ada cacat pada bagian flange bawaannya.
Berikut tahapan pelaksanaan pekerjaan pemasangan gate valve :
a. Persiapan
➢ Cek ulang Permintaan (Request) Pekerjaan & data pendukungnya.
➢ Menyerahkan Gambar detail penampang melintang (Shop Drawing) kepada Direksi Pekerjaan.
➢ Cek dan amati ulang kesiapan alat, pastikan tidak ada perubahan dari kesiapan yang telah dilakukan.
➢ Cek ulang kesiapan tenaga kerja, jumlah dan kualifikasinya pastikan tidak ada perubahan dari
kesiapan yang telah dilakukan.
➢ Pastikan ada penanggung jawab dari penyedia jasa untuk mengatasi kondisi khusus.
b. Uraian Pekerjaan.
➢ Sebelum melakukan pemasangan gate valve pada area yang telah di tentukan, pastikan
wilayah/area yang akan dipasang gate valve sudah sesuai dengan rencana.
➢ Menyiapkan area yang bersih untuk perletakan pipa agar lebih mudah dalam pemasangan gate
valve.
➢ Memastikan pasangan flange pada sisi lain yang akan di pasang gate valve sudah sesuai dan sudah
kuat.
➢ Proses pemasangan baut dilakukan bersamaan agar tidak terjadi timpang pada bagian permukaan
gate valve dan flange.
➢ Pemberian paking pada area tengah kuncian antara gate valve dan flange.
➢ Kunci bagian baut secara bergiliran dan beriringan hingga gate valve dan flange sudah rata dan
rapat.
c. Pemeriksaan
➢ Cek apakah hasil akhir pemasangan gate valve sudah sesuai dengan yang direncanakan.
➢ Lakukan koordinasi dengan bagian pengecekan untuk melakukan pengendalian posisi gate valve
.Pastikan dilakukan pengecekan akhir ketika gate valve sudah terpasang.
2. GILBOUT JOIN DIA. 3”
Menyiapkan gilbout join yang sesuai dengan hasil perencanaan dan memastikan kondisi gilbout join yang akan
di pasang dalam keadaan baik/bagus dan tidak ada cacat pada bagian sisi-sisi bawaannya.
Berikut tahapan pelaksanaan pekerjaan pemasangan gilbout join :
a. Persiapan
➢ Cek ulang Permintaan (Request) Pekerjaan & data pendukungnya.
➢ Menyerahkan Gambar detail penampang melintang (Shop Drawing) kepada Direksi Pekerjaan.
➢ Cek dan amati ulang kesiapan alat, pastikan tidak ada perubahan dari kesiapan yang telah dilakukan.
➢ Cek ulang kesiapan tenaga kerja, jumlah dan kualifikasinya pastikan tidak ada perubahan dari
kesiapan yang telah dilakukan.
➢ Pastikan ada penanggung jawab dari penyedia jasa untuk mengatasi kondisi khusus.
b. Uraian Pekerjaan.
➢ Sebelum melakukan pemasangan gilbout join pada area yang telah di tentukan, pastikan
wilayah/area yang akan dipasang gilbout join sudah sesuai dengan rencana.
➢ Menyiapkan area yang bersih untuk perletakan pipa agar lebih mudah dalam pemasangan gilbout
join.
➢ Memastikan potongan pipa yang akan di disambung gilbout join sudah dalam keadaan potongannya
rata.
➢ Proses pemasangan baut dilakukan bersamaan agar tidak terjadi timpang pada bagian penguncian
gilbout join.
➢ Kunci bagian baut secara bergiliran dan beriringan hingga gilbout join sudah rata dan rapat.
c. Pemeriksaan
➢ Cek apakah hasil akhir pemasangan gilbout join sudah sesuai dengan yang direncanakan. Lakukan
koordinasi dengan bagian pengecekan untuk melakukan pengendalian posisi gilbout join .Pastikan
dilakukan pengecekan akhir ketika gilbout join sudah terpasang.
3. FLANGE SOCKET DIA. 3”
Menyiapkan Flange socket yang sesuai dengan hasil perencanaan dan memastikan kondisi gilbout join yang
akan di pasang dalam keadaan baik/bagus dan tidak ada cacat pada bagian sisi-sisi bawaannya.
Berikut tahapan pelaksanaan pekerjaan pemasangan Flange socket :
a. Persiapan
➢ Cek ulang Permintaan (Request) Pekerjaan & data pendukungnya.
➢ Menyerahkan Gambar detail penampang melintang (Shop Drawing) kepada Direksi Pekerjaan.
➢ Cek dan amati ulang kesiapan alat, pastikan tidak ada perubahan dari kesiapan yang telah dilakukan.
➢ Cek ulang kesiapan tenaga kerja, jumlah dan kualifikasinya pastikan tidak ada perubahan dari
kesiapan yang telah dilakukan.
➢ Pastikan ada penanggung jawab dari penyedia jasa untuk mengatasi kondisi khusus.
b. Uraian Pekerjaan.
➢ Sebelum melakukan pemasangan Flange socket pada area yang telah di tentukan, pastikan
wilayah/area yang akan dipasang Flange socket sudah sesuai dengan rencana.
➢ Menyiapkan area yang bersih untuk perletakan pipa agar lebih mudah dalam pemasangan Flange
socket.
➢ Memastikan kondisi pipa yang akan di disambung Flange socket sudah dalam keadaan baik/tidak
pecah.
➢ Proses pemasangan Flange socket dilakukan setelah dilakukan pengeleman secara menyeluruh pada
area pipa maupun pada area soket flange.
➢ Gabungkan antara pipa dan flange socket sampai keduanya rapat.
c. Pemeriksaan
Cek apakah hasil akhir pemasangan Flange socket sudah sesuai dengan yang direncanakan. Lakukan
koordinasi dengan bagian pengecekan untuk melakukan pengendalian posisi Flange socket .Pastikan dilakukan
pengecekan akhir ketika Flange socket sudah terpasang.
4. TEE PVC DIA. 3”
Menyiapkan TEE PVC yang sesuai dengan hasil perencanaan dan memastikan TEE PVC join yang akan di pasang
dalam keadaan baik/bagus dan tidak ada cacat pada bagian sisi-sisi bawaannya.
Berikut tahapan pelaksanaan pekerjaan pemasangan TEE PVC:
a. Persiapan
➢ Cek ulang Permintaan (Request) Pekerjaan & data pendukungnya.
➢ Menyerahkan Gambar detail penampang melintang (Shop Drawing) kepada Direksi Pekerjaan.
➢ Cek dan amati ulang kesiapan alat, pastikan tidak ada perubahan dari kesiapan yang telah dilakukan.
➢ Cek ulang kesiapan tenaga kerja, jumlah dan kualifikasinya pastikan tidak ada perubahan dari
kesiapan yang telah dilakukan.
➢ Pastikan ada penanggung jawab dari penyedia jasa untuk mengatasi kondisi khusus.
b. Uraian Pekerjaan.
➢ Sebelum melakukan pemasangan TEE PVC pada area yang telah di tentukan, pastikan wilayah/area
yang akan dipasang TEE PVC sudah sesuai dengan rencana.
➢ Menyiapkan area yang bersih untuk perletakan pipa agar lebih mudah dalam pemasangan TEE PVC.
➢ Memastikan kondisi pipa yang akan di disambung TEE PVC sudah dalam keadaan baik/tidak pecah.
➢ Proses pemasangan TEE PVC dilakukan setelah dilakukan pengeleman secara menyeluruh pada area
pipa maupun pada area TEE PVC.
➢ Gabungkan antara pipa dan TEE PVC sampai keduanya rapat.
c. Pemeriksaan
Cek apakah hasil akhir pemasangan TEE PVC sudah sesuai dengan yang direncanakan. Lakukan koordinasi
dengan bagian pengecekan untuk melakukan pengendalian posisi TEE PVC .Pastikan dilakukan pengecekan
akhir ketika TEE PVC sudah terpasang.
5. ELBOW PVC DIA. 3”
Menyiapkan ELBOW yang sesuai dengan hasil perencanaan dan memastikan ELBOW join yang akan di pasang
dalam keadaan baik/bagus dan tidak ada cacat pada bagian sisi-sisi bawaannya.
Berikut tahapan pelaksanaan pekerjaan pemasangan ELBOW:
a. Persiapan
➢ Cek ulang Permintaan (Request) Pekerjaan & data pendukungnya.
➢ Menyerahkan Gambar detail penampang melintang (Shop Drawing) kepada Direksi Pekerjaan.
➢ Cek dan amati ulang kesiapan alat, pastikan tidak ada perubahan dari kesiapan yang telah dilakukan.
➢ Cek ulang kesiapan tenaga kerja, jumlah dan kualifikasinya pastikan tidak ada perubahan dari
kesiapan yang telah dilakukan.
➢ Pastikan ada penanggung jawab dari penyedia jasa untuk mengatasi kondisi khusus.
b. Uraian Pekerjaan.
➢ Sebelum melakukan pemasangan ELBOW pada area yang telah di tentukan, pastikan wilayah/area
yang akan dipasang ELBOW sudah sesuai dengan rencana.
➢ Menyiapkan area yang bersih untuk perletakan pipa agar lebih mudah dalam pemasangan ELBOW.
➢ Memastikan kondisi pipa yang akan di disambung ELBOW sudah dalam keadaan baik/tidak pecah.
➢ Proses pemasangan ELBOW dilakukan setelah dilakukan pengeleman secara menyeluruh pada area
pipa maupun pada area ELBOW.
➢ Gabungkan antara pipa dan ELBOW sampai keduanya rapat.
c. Pemeriksaan
Cek apakah hasil akhir pemasangan ELBOW sudah sesuai dengan yang direncanakan. Lakukan koordinasi
dengan bagian pengecekan untuk melakukan pengendalian posisi ELBOW. Pastikan dilakukan pengecekan
akhir ketika ELBOW sudah terpasang.
6. STOP KRAN DIA. 3”
Menyiapkan STOP KRAN yang sesuai dengan hasil perencanaan dan memastikan STOP KRAN join yang akan di
pasang dalam keadaan baik/bagus dan tidak ada cacat pada bagian sisi-sisi bawaannya.
Berikut tahapan pelaksanaan pekerjaan pemasangan STOP KRAN:
a. Persiapan
➢ Cek ulang Permintaan (Request) Pekerjaan & data pendukungnya.
➢ Menyerahkan Gambar detail penampang melintang (Shop Drawing) kepada Direksi Pekerjaan.
➢ Cek dan amati ulang kesiapan alat, pastikan tidak ada perubahan dari kesiapan yang telah dilakukan.
➢ Cek ulang kesiapan tenaga kerja, jumlah dan kualifikasinya pastikan tidak ada perubahan dari
kesiapan yang telah dilakukan.
➢ Pastikan ada penanggung jawab dari penyedia jasa untuk mengatasi kondisi khusus.
b. Uraian Pekerjaan.
➢ Sebelum melakukan pemasangan STOP KRAN pada area yang telah di tentukan, pastikan
wilayah/area yang akan dipasang STOP KRAN sudah sesuai dengan rencana.
➢ Menyiapkan area yang bersih untuk perletakan pipa agar lebih mudah dalam pemasangan STOP
KRAN.
➢ Memastikan kondisi pipa yang akan di disambung STOP KRAN sudah dalam keadaan baik/tidak pecah.
➢ Proses pemasangan STOP KRAN dilakukan setelah dilakukan pengeleman secara menyeluruh pada
area pipa maupun pada area STOP KRAN.
➢ Gabungkan antara pipa dan STOP KRAN sampai keduanya rapat.
c. Pemeriksaan
Cek apakah hasil akhir pemasangan STOP KRAN sudah sesuai dengan yang direncanakan. Lakukan
koordinasi dengan bagian pengecekan untuk melakukan pengendalian posisi STOP KRAN. Pastikan
dilakukan pengecekan akhir ketika STOP KRAN sudah terpasang.
Demikian metode pelaksanaan yang kami paparkan diatas, apabila ada kata atau kalimat yang tidak berkenan, kami mohon
maaf sebesar-besarnya. Terima kasih.| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 9 May 2022 | Pembangunan Penyediaan Air Baku Kota Gunung Sitoli | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 7,000,000,000 |
| 27 June 2015 | Peningkatan Jaringan Irigasi Di Padang Merbau | Rp 1,344,000,000 | |
| 30 April 2015 | Pembangunan Spam Kec. Sungai Kanan Dan Kp. Rakyat Kab. Labusel | Rp 760,220,000 | |
| 27 June 2024 | Perluasan Spam Jaringan Perpipaan Di Kecamatan Secanggang (Dak) | Kab. Langkat | Rp 400,000,000 |
| 20 July 2016 | Pembangunan Reservoir Simarsasar Desa Tanjung Bunga Kecamatan Pangururan | Kab. Samosir | Rp 400,000,000 |
| 18 August 2015 | Pembangunan Sarana Air Bersih Di Desa Mela Kec. Tapian Nauli | Rp 330,000,000 | |
| 31 August 2015 | Pengadaan Dan Pemasangan Jaringan Distribusi Air Minum Kelurahan Pinang Mancung | Rp 308,000,000 | |
| 31 August 2015 | Pengadaan Dan Pemasangan Jaringan Distribusi Air Minum Kel Lalang | Rp 242,000,000 |