| Reason | |||
|---|---|---|---|
CV Ashab El Badr | 03*4**9****19**0 | Rp 10,694,850,000 | - |
| 0703647800127000 | Rp 8,909,749,376 | Tidak melampirkan Jaminan Penawaran | |
| 0022793665119000 | - | - | |
| 0969160498121000 | - | - | |
| 0020150371119000 | Rp 8,630,800,000 | 1.Pada Saat Dilakukan Klarifiikas Kepada Pemilik Alat Yaitu PT KARYA MURNI PERKASA, Dimana Pemilik Alat PT Karya Murni Perkasa Tidak Bisa Menunjukan/ Memperlihatkan Bukti Surat Perjanjian Sewa Peralatan Antara PT KARYA MURNI PERKASA sebagai Pemilik Alat dengan CV ALFIRA SARI Sebagai Penyewa Alat, Artinya Surat Perjanjian Sewa Peralatan Antara PT KARYA MURNI PERKASA dan CV ALFIRA SARI Yang Di Upload/Di Lampirkan Oleh CV ALFIRA SARI Tidak Valid. 2.Pada Dokumen Laporan Hasil Pemeriksaan dan Pengujian Untuk Peralatan Vibrator Roller Model ASC 100 Nomor Seri 2802520 Tidak Valid, Dimana Setelah Dilakukan Klarifikasi Ke PT KARYA MURNI PERKASA Terdapat Perbedaan Data Antara Dokumen Laporan Hasil Pemeriksaan dan Pengujian Vibrator Roller Yang Dimiliki Oleh PT Karya Murni Perkasa Dengan Dokumen Yang Diupload Oleh CV Alfira Sari Pada Poin 7 dan 8 Yaitu Perihal Tanggal Pemeriksaan Berkala dan Masa Berlaku. | |
| 0424444123119000 | Rp 10,539,490,000 | 1.Sertifikat Standard KBLI 42101 Belum Terverifikasi 2.Bukti Kepemilikan dan SILO Untuk Peralatan Motor Greder dan Vibrator Roller Hanya Melampirkan 1 Unit. 3.Surat Pernyataan Yang Dilampirkan Tidak Sesuai Dengan Yang Dipersyaratkan Pada Dokumen Pemilihan. | |
| 0421636226121000 | Rp 9,112,598,032 | Tidak melampirkan Jaminan Penawaran | |
| 0947346896121000 | - | - | |
| 0916868672115000 | - | - | |
CV Rancang Cipta Jaya | 00*8**6****19**0 | - | - |
| 0739881811119000 | - | - | |
| 0633492574128000 | - | - | |
| 0921445847119000 | - | - | |
| 0033369521121000 | - | - | |
| 0940226582113000 | - | - | |
| 0916137359119000 | - | - | |
| 0023742224119000 | - | - | |
PT Karsa Karta Konstruksi | 09*5**8****21**0 | - | - |
| 0023743511119000 | - | - | |
| 0314728494125000 | - | - | |
| 0930415765119000 | - | - | |
CV Bento Jaya | 05*3**9****19**0 | - | - |
| 0749903399105000 | - | - | |
| 0869405357119000 | - | - | |
CV Bersatu Berjaya | 00*9**2****19**0 | - | - |
CV San Vahoda | 05*4**9****28**0 | - | - |
| 0853359149124000 | - | - | |
PT Epithu Logica Sembada | 09*5**4****15**0 | - | - |
| 0635354699121000 | - | - | |
| 0741872196119000 | - | - | |
| 0026895722101000 | - | - | |
| 0847759479101000 | - | - | |
| 0313065815117000 | - | - | |
| 0830042792119000 | - | - | |
CV Bona | 03*2**6****27**0 | - | - |
CV Js Group | 08*3**6****19**0 | - | - |
| 0959419722119000 | - | - | |
| 0704740943121000 | - | - |
METODE PEKERJAAN
Rekonstruksi/Peningkatan Jalan Jurusan Sp.
Kacangan - Perkotaan Kec. Secanggang
(DBH Sawit 2024)
KABUPATEN LANGKAT
PROVINSI SUMATERA UTARA.
PENDAHULUAN
Maksud dari pendahuluan adalah pekerjaan awal dari semua pekerjaan. Metode
Pelaksanaan adalah suatu metode yang dibuat agar pelaksanaan sesuai dengan spesifikasi
teknis, gambar rencana kerja serta kuantitas yang diberikan sehingga bisa terlaksana dengan
optimal. Pada pekerjaan ,setelah melihat kondisi yang ada di Bill of Quantity.
Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan Persiapan adalah pekerjaan awal yang meliputi kegiatan-kegiatan
pendahuluan untuk mendukung permulaan proyek meliputi :
Kantor Lapangan dan Fasilitasnya
Tahap berikutnya penentuan lokasi base camp, pembuatan Kantor Lapangan dan
fasilitasnya dilokasi proyek dan kemudian dilanjutkan dengan mobilisasi peralatan
yang diperlukan sesuai dengan tahapan pelaksaan pekerjaan.
Pengaturan Arus Transportasi dan Pemeliharaan Terhadap Arus Lalu Lintas.
Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, penganturan arus lalu lintas transportasi
dilakukan dengan pembuatan tanda-tanda lalu lintas yang memadai disetiap kegiatan
lapangan. Bila diperlukan dapat ditempatkan petugas pemberi isyarat yang bertugas
mengatur arus lalu lintas pada saat pelaksanaan.
METODE PEKERJAAN
Rekayasa Lapangan
Dengan petunjuk Direksi Teknis survey/rekayasa lapangan dilaksanakan untuk
menentukan kondisi fisik dan struktural dari pekerjaan dan fasilitas yang ada dilokasi
pekerjaan, sehingga dimungkinkan untuk mengadakan peninjauan ulang terhadap
rancangan kerja yang telah diberikan sytem dan tatacara survey dikordinasikan
dengan direksi teknis.
Material dan Penyimpanan
Bahan yang akan digunakan didalam pekerjaan harus menemui spesifikasi dan
standard yang berlaku, baik ukuran, type maupun ketentuan lainnya sesuai petunjuk
Direksi Teknis. Semua material yang akan digunakan untuk proses pembuatan Concrete
diambil dari Quary Sungai yang berada di lokasi setempat.
Jadwal Konstruksi
Jadwal kontruksi dibuat pihak kontraktor, diajukan kepada Direksi Teknis untuk
dibahas dan mendapatkan persetujuan pada saat dilaksanakan rapat pendahuluan (Pre
Construction Meeting/PCM).
Pelaksanaan Mobilisasi Peralatan
Dalam pelaksanaan proyek ini mobilisasi meliputi :
Alat-alat yang digunakan adalah: Dump Truck 8 ton, Excavator, Dump truck 3-4m3,6
ton, Motor Greader, Tandem Roller, Water Tanker Truck, Vibrator Roller, Concrete
Mixer, Wheel Loader, Alat Bantu.
Papan Nama Proyek
a. Papan Nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi mengenai proyek.
b. Papan nama proyek dibuat dengan ukuran atas persetujuan Direksi pekerjaan.
c. Bahan yang dipakai : kayu kaso, baliho dan lain-lain.
d. Papan nama Proyek dipasang dipangkal dan ujung lokasi pekerjaan.
e. Papan nama dipelihara selama pelaksanaan proyek.
METODE PEKERJAAN
Relokasi Utilitas dan Pelayanan antara lain:
Relokasi Utilitas untuk Telkom, PDAM, LISTRIK serta utilitas umum lainnya melalui
beberapa tahapan :
Pendapatan terhadap sarana yang masuk dalam ketentuan relokasi yang
sudah ditetapkan.
Pelaporan terhadap Depertemen terkait.
Pemindahan Utilitas setelah mendapatkan persetujuan dari depertemen
terkait.
Administrasi dan Dokumentasi
Pekerjaan ini dilaksanakan dari awal kontrak proyek berjalan sampai selesai kontrak
proyek dengan bobot pekerjaan.Pekerjaan Dokumentasi ini dilaksanakan dari awal
kontrak proyek berjalan sampai selesai kontrak proyek Pekerjaan dokumentasi harus
bisa menunjukkan foto 0%, 50%, 100%, dan back up data harus sesuai dengan kondisi
lapangan.
Request for inspection / Ijin Tahapan.
Untuk setiap tahapan pekerjaan yang akan dilaksanakan Rekanan/
diwajibkan membuat ijin tahapan pekerjaan yang diajukan kepada
direksi untuk mendapat persetujuan direksi maka peke baru
boleh dilaksanakan.
Administrasi dan Dokumentasi
Pekerjaan ini dilaksanakan dari awal kontrak proyek berjalan sampai selesai kontrak
proyek dengan bobot pekerjaan.Pekerjaan Dokumentasi ini dilaksanakan dari awal
kontrak proyek berjalan sampai selesai kontrak proyek Pekerjaan dokumentasi harus
bisa menunjukkan foto 0%, 50%, 100%, dan back
URAIAN METODE
Metode pelaksanaan pekerjaan yang akan dilaksanakan pada Peningkatan Struktur
Jalan diuraikan sebagai berikut : Pelaksanaan pekerjaan dilapangan dilakukan sepenuhnya
oleh kontraktor pelaksana yang telah ditunjuk dan diawasi langsung oleh konsultan,
METODE PEKERJAAN
pengawas dan Departemen Pekerjaan Umum. Pelaksanaan pekerjaan dilakukan berdasarkan
atas gambar-gambar kerja dan spesifikasi tekhnik umum dan khusus yang telah tercantum
dalam dokumen kontrak, rencana kerja & syarat-syarat (RKS) dan mengikuti perintah atau
petunjuk dari konsultan, sehingga hasil yang dicapai akan sempurna dan sesuai dengan
keinginan pemilik proyek.
Sebelum sesuatu pekerjaan dilaksanakan, perlu disusun dulu langkah – langkah atau tahapan
pelaksanaan pekerjaan. Namun juga dipersiapkan metode – metode dan beberapa peralatan
kerja yang digunakan. Adapun langkah – langkah pelaksanaan pekerjaan tersebut dapat
diuraikan sebagai berikut ini :
URAIAN/ PENJELASAN
Uraian atau penjelasan dari item-item pekerjaan serta Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan
tersebut diatas dapat di lihat di Kurva S.dan untuk uraian dan penjelasanya adalah
sebagai berikut
DIVISI 1
U M U M
U r a i a n
Dalam item pekerjaan umum ini menjelaskan pekerjaan seperti : Mobilisasi dan
Manajemen Keselamatan Lalu Lintas, meliputi pekerjaan pendahuluan untuk mendukung
pekerjaan awal, dalam pekerjaan awal tahapan yang dilakukan seperti
1.2. MOBILISASI.
Lingkup kegiatan mobilisasi yang diperlukan dalam kontrak ini akan tergantung
pada jenis dan volume pekerjaan yang harus dilaksanakan, sebagaimana disyaratkan di
bagian-bagian lain dari Dokumen Kontrak, dan secara umum harus memenuhi berikut:
o Mobilisasi dan Demobilisasi Personil dan Peralatan.
Mobilisasi dan Demobilisasi. Mobilisasi mencakup mobilisasi personil teknik dan
peralatan yang dibutuhkan dalam pekerjaan. semua Personil Penyedia Jasa sesuai
dengan struktur organisasi pelaksana yang telah disetujui oleh Direksi pekerjaan
METODE PEKERJAAN
termasuk para pekerja yang diperlukan dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan
dalam Kontrak termasuk, tetapi tidak terbatas. Koordinator Manajemen dan Keselamatan
Lalu Lintas (KMKL) sesuai dengan ketentuan yang disyaratkan , Personil Ahli K3 atau
Petugas K3 sesuai dengan ketentuan yang disyaratkan dari Spesifikasi ini dan Manajer
Kendali Mutu (Quality Control Manager, QCM) sesuai dengan ketentuan yang
disyaratkan dari Spesifikasi ini. Mobilisasi personil dan peralatan dapat dilakukan
secara bertahap sesuai dengan kebutuhan lapangan namun ketentuan ini hanya berlaku
untuk pentahapan mobilisasi peralatan utama dan personel terkaitnya, dan harus sudah
diatur jadwalnya terlebih dahulu saat tahap pengadaan jasa pemborongannya.
Pengaturan mobilisasi secara bertahap ini tidak menghapuskan denda sesuai akibat
keterlambatan mobilisasi setiap tahapannya sesuai jadwal yang disepakati dan
merupakan bagian yang tidak terpisah dari Kontrak.
Setiap tahapan Mobilisasi peralatan Utama harus terlebih dulu diajukan
permohonan mobilisasinya oleh Penyedia jasa. kepada Direksi pekerjaan paling sedikit
30 hari sebelum tanggal rencana awal mobilisasi setiap peralatan utama tersebut.
Mobilisasi dan pemasangan peralatan sesuai dengan daftar peralatan yang
tercantum dalam penawaran dari suatu lokasi asal ke tempat pekerjaan dimana peralatan
tersebut akan digunakan menurut Kontrak ini. Direksi pekerjaan perlu melakukan
monitoring/ harian atas rencana mobilisasi hingga terlaksananya mobilisasi peralatan
utama beserta personil operator terkait dengan lengkap dan baik. Dalam segala hal.
Mobilisasi personil dan peralatan utama yang dilakukan secara bertahap dan
terjadwal tidak boleh melampaui dua pertiga periode pelaksanaan konstruksinya.
Demobilisasi (Pengembalian untuk Semua) seperti semula Pembongkaran tempat kerja
oleh Penyedia Jasa pada saat akhir kontrak, termasuk pemindahan semua instalasi,
personil, peralatan dan perlengkapan dari tanah milik Pemerintah dan pengembalian
kondisi tempat kerja menjadi kondisi seperti semula atau seperti awal sebelum Pekerjaan
dimulai.
o Pemeriksaan lapangan.
Pengukuran dan Pematokan dilakukan sesuai dengan bestek yang telah disetujui dan
disaksikan oleh PPK, Asisten Teknis, Pengawas dan Konsultan, atau wakilnya di
lapangan. Menyediakan personil ahli teknik untuk memperlancar pelaksanaan pekerjaan
sehingga diperoleh mutu, dan dimensi sesuai yang disyaratkan dalam ketentuan.
METODE PEKERJAAN
Pada awal pelaksanaan pekerjaan, personil tersebut disertakan dalam pelaksanaan
suatu survei lapangan yang lengkap dan menyiapkan laporan hasil survei lapangan untuk
menentukan kondisi fisik struktur jembatan. Laporan survey diserahkan ke Direksi
Pekerjaan untuk direvisi minor jika ada perubahan dari perencanaan awal dan
menyelesaikan serta menerbitkan detail pelaksanaan sebelum kegiatan pelaksanaan
dimulai.
Selanjutnya personil tersebut disertakan dalam pematokan (staking out) dan survei
seluruh proyek. Survei dilaksanakan di bawah pengawasan Asisten Teknis, Pengawas dan
Konsultan atau wakilnya dilapangan, yang menjamin bahwa semua kondisi yang ada
telah dicatat dengan baik dan teliti. Formulir pelaporan kondisi tersebut dalam format
yang dapat diterima Direksi Pekerjaan.
o Pengukuran dan Pematokan kembali.
Pengukuran dan pematokan kembali dilakukan setelah pihak penyedia jasa
menerima Surat Perintah Melaksanakan Pekerjaan (SPMK) dari pihak pengguna jasa
(Pejabat Pembuat Komitmen). Dari pihak penyedia jasa terdiri dari tim teknis yang akan
melakukan pengukuran ulang di lokasi kegiatan dengan melakukan pengukuran terhadap
panjang dan lebar jalan/ jembatan, melakukan pengukuran ulang kondisi eksisting jalan.
Pada tiap – tiap lokasi pembangunan jalan / jembatan dibuat patok pengenal. Setelah
dilakukan pengukuran dan pematokan pihak penyedia jasa meminta persetujuan pihak
pengguna jasa terhadap hasil pematokan yang telah dilakukan untuk dibuat shop drawing
pekerjaan tersebut.
o Pembersihan lokasi pekerjaan.
Setelah shop drawing pekerjaan digambarkan dan mendapat persetujuan dari pihak
Asisten Teknis maka pihak penyedia jasa melakukan pembersihan lokasi pekerjaan.
Lokasi pekerjaan dibersihkan dari sampah-sampah atau bahan lainnya yang dapat
menggangu pelaksanaan pekerjaan.
METODE PEKERJAAN
o Pembuatan direksi keet.
Pembuatan direksi keet ditujukan agar alat – alat pertukangan dapat disimpan
dengan aman di lokasi ruang penyimpanan pada direksi keet, sebagai tempat kerja dari
tim teknis kontraktor agar dapat mengkoordinir pelaksanaan pekerjaan.
o Material dan Penyimpanan.
Bahan / Matrial yang akan digunakan didalam pekerjaan harus menemui spesifikasi
dan standard yang berlaku, baik ukuran, type maupun ketentuan lainnya sesuai petunjuk
Direksi Teknis. Semua material yang akan digunakan untuk proses pembuatan Concrete
diambil dari Quary Sungai yang berada di lokasi setempat.
Penyimpanan bahan harus sedemikian rupa sehingga mutunya terjamin dan
terpelihara.dan jika bahan kita di tumpuk ( stockpiles ) terutama berbagai jenis Agregrat
yang akan di pergunakan juga harus dijaga dari Segredasi dan Kadar Air yang
berlebihan
o Kantor dan Laboratorium Lapangan serta Fasilitasnya.
Tahap berikut ini penentuan lokasi kantor lapangan dan fasilitasnya (basecamp),
pembuatan Kantor Lapangan dan fasilitasnya dilokasi proyek dan kemudian dilanjutkan
dengan mobilisasi peralatan yang diperlukan sesuai dengan tahapan pelaksaan
pekerjaan. Laboratorium Lapangan, yaitu tempat meletakkan peralatan laboratorium
yang setiap saat diperlukan di lapangan agar mutu terjamin, seperti alat Sand Cone,
timbangan dan alat lainnya.
Kantor Lapangan harus sesuai dengan Speksipikasi serta mempertimbangkan aspek
gender. Kantor lapangan juga harus menyediakan ruangan yang dipergunakan untuk
rapat kemajuan Pekerjaan.
o Administrasi dan Dokumentasi.
Pekerjaan administrasi dan dokumen ini seperti Pemasangan Papan Nama Proyek,
Pembuatan Laporan dan Buck Up Data dilaksanakan dari awal kontrak proyek berjalan
sampai selesai kontrak proyek dengan bobot pekerjaan. Pekerjaan Dokumentasi ini
dilaksanakan dari awal kontrak proyek berjalan sampai selesai kontrak proyek Pekerjaan
METODE PEKERJAAN
dokumentasi harus bisa menunjukkan foto 0%, 50%, 100%, dan back up data harus
sesuai dengan kondisi lapangan.
1.8.(1 ). MANAJEMEN KESELAMATAN LALU LINTAS.
Pelaksanaan pekerjaan jalan dan Jembatan harus memperhatikan keselamatan
pengguna jalan dengan penempatan perlengkapan jalan secara jelas sesuai dengan
peraturan. Rambu dan perangkat yang digunakan pada lokasi pekerjaan sangat penting
sebagai alat komunikasi kepada pengguna jalan. Tanda peringatan dipasang di tempat yang
seharusnya, pekerjaan jalan harus dilakukan sesuai dengan Rencana Manajemen
Keselamatan Lalu Lintas ( RMKL ) yang mana pelaksanaa RMKL harus berdasarkan
analisa arus lalu lintas tingkat Makro dan juga Mikro dan tidak hanya terfokus di daerah
konstruksi.
RMKL harus di susun oleh Tenaga Ahli Keselamatan Jalan. Suatu segmen jalan harus
diberi tanda peringatan menyebabkan pengemudi/pengendara waktu malam tidak terkejut
saat jatuh kembali ke permukaan jalan lama dengan kecepatan tinggi.Langkah-langkah
menyediakan rambu yang jelas, dengan delineasi yang tepat dan pembatasan kecepatan
yang jelas, tidak sulit dan dapat dilakukan dengan biaya kecil. Rencana Manajemen dan
Keselamatan Lalu-lintas (RMKL). Bahan dan peralatan
Rambu panah berkedip
Rambu suar berkedip portable
Rambu konstruksi dan pengalihan
Rambu tetap
Penghalang lalu-lintas
Marka sementara
Warning tape
Dalam pekerjaan jalan dan Jembatan Pelaksana/Kontraktor memenuhi ketentuan
keselamatan, menjaga keselamatan semua orang yang berhak ada di lapangan pekerjaan.
menyediakan pagar, penerangan, penjagaan dan pengawasan pekerjan sampai selesai dan
sampai penyerahan, menyediakan fasilitas sementara (jalan, lajur pejalan kaki, penjaga dan
pagar) apabila diperlukan, dalam melaksanakan pekerjaan.Kegiatan malam hari harus
menggunakan penerangan dan/atau sistem reflektif yang disetujui oleh Asisten teknis.
METODE PEKERJAAN
1.2.1. MANAJEMEN MUTU.
Pengendalian Mutu (Quality Control/QC): Proses memeriksa mutu hasil produk atau
jasa pelayanan tertentu dari Penyedia jasa untuk menentukan apakah hasilhasil tersebut
memenuhi standar mutu terkait yang dipersyaratkan di dalam spesifikasi teknis,
memperbaiki kesalahan-kesalahan atas mutu yang diperoleh lebih rendah serta cara-cara
mengidentifikasi untuk menghilangkan sebab-sebab produk atau kinerja jasa pelayanan yang
tidak memenuhi syarat. Proses pemeriksaan dan persetujuan/penolakan mutu produk atau
kinerja jasa pelayanan tertentu ini dilakukan oleh Manajer Kendali Mutu (QCM) yang
disiapkan oleh Penyedia jasa/kontraktor.
Yang bertugas mengontrol dan menjamin secara internal mutu hasil Pelaksanaan
pekerjaan konstruksi oleh wakil Penyedia jasa (General Superintendent/GS) sesuai yang
dipersyaratkan di dalam spesifikasi teknis ini.
Laporan hasil QC dari QCM disampaikan kepada Penyedia jasa dengan tembusan
kepada Asisten Teknis.
Rencana Pengendalian Mutu (QC Plan) harus juga termasuk seksi-seksi yang
merinci metodologi Penyedia Jasa yang berhubungan dengan masing-masing seksi yang
relevan dengan mengacu pada spesifikasi teknis dan gambar desain.
Direksi Teknis atau Pengguna jasa akan menyiapkan dan melaksanakan Rencana Jaminan
Mutu yang merupakan bagian dari keefektifan dan kepercayaan dari Rencana Pengendalian
Mutu Penyedia Jasa. Direksi Pekerjaan mungkin juga melakukan inspeksi acak dan
sistematis dari Pekerjaan dan dokumentasi Pengendalian Mutu Penyedia Jasa.
Tujuan Rencana Jaminan Mutu dan kegiatan-kegiatan inspeksi adalah untuk
memastikan bahwa pembayaran yang dibuat hanya untuk pekerjaan yang telah diterima di
lapangan, dan dapat berdasarkan pengambilan benda uji dan pengujian dalam jumlah yang
terbatas dengan mengacu pada SNI 03-6868-2002: Tata Cara Pengambilan Contoh Uji
Secara Acak untuk Bahan Konstruksi.
METODE PEKERJAAN
DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK
3.1( 1 ) Galian Biasa Dan Galian Biasa Tembok (Segmen 1 dan Segmen 2)
Sebelum kita melaksanakan suatu pekerjaan terlebih dahulu kita harus
mengajukan Request for working kepada Asisten Teknis dan Pengawas Lapangan .
Selanjutnya setelah kita mendapatkan persetujuan dari Asisten Teknis dan
Pengawas Lapangan baru kita lanjutkan pada pekerjaan Tanah dan Geosintetik
yang mencakup Galian Biasa pada pekerjaan Galian Struktur segala jenis tanah
dalam batas pekerjaan yang disebut atau ditunjukkan dalam Gambar untuk
Struktur.
Galian Struktur terbatas untuk galian pelebaran badan jalan dan
tembok penahan, yang disebut dalam spesifikasi ini. Pekerjaan galian Struktur juga
meliputi: penimbunan kembali dengan bahan yang disetujui oleh Asisten Teknis,
pembuangan bahan galian yang tidak terpakai; semua keperluan drainase,
pemompaan, penimbaan, penurapan, penyokong; pembuatan tempat kerja atau
cofferdam beserta pembongkarannya.
Tahapan Pekerjaan :
1. Sebelum melaksanakan pekerjaan galian type ini terlebih dahulu
Penyedia Jasa memberitahu Direksi Pekerjaan bahwa pekerjaan galian
segera dimulai.
2. Semua peralatan dan perlengkapan untuk menggali dan mengangkut
tanah hasil galian disediakan terlebih dulu. Gambar kerja, alat-alat yang
sesuai bestek,
3. Untuk pengangkutan kami membuat jalur kendaraan sendiri dengan
mempertimbangkan keadaan tanah yang ada.
METODE PEKERJAAN
4. Pelaksana membawa gambar kerja untuk mengarahkan pada mandor
yang selanjutnya diteruskan kepada para pekerja supaya dalam
pelaksanaan tidak melenceng dari gambar.
5. Pekerja menggali menggunakan cangkul, gancu bila ada akar atau batu
besar harus diambil, agar dalam pekerjaan pasangan tidak mengganggu.
6. Tanah hasil galian dengan Excavator langsung dibawa/diangkut
menggunakan Bulldozer ke tempat pembuangan yang telah disetujui oleh
Direksi pekerjaan.
7. Galian tanah dibuat dengan kemiringan sesuai dengan gambar kerja dan
petunjuk dari Direksi pekerjaan.
8. Galian dikerjakan dengan hati-hati agar tidak merusak konstruksi/
struktur tanah di bawah tanah yang digali. Apabila dalam pelaksanaan
9. galian terlalu dalam, maka kami akan mengurug kembali bagian yang
terlalu dalam dan dipadatkan sehingga struktur tanah tidak mudah
longsor.
10. Pekerja dilengkapi dengan perlengkapan keamanan, seperti : helm
proyek, sepatu boot, sarung tangan dan safety bel untuk mencegah hal-
hal yang tidak diinginkan (kecelakaan).
11. Jadwal pekerjaan efektif 7 jam kerja dalam 1 hari, dimulai dari pukul
07.00 s/d 16.00 dan bila dipandang perlu karena pekerjaan tidak
memenuhi target pada jadwal pelaksanaan, maka diadakan jam
tambahan/ lembur.
METODE PEKERJAAN
12, .Pelaksana selalu mengawasi pekerjaan yang sedang berlangsung,
sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan cepat dan efisien.
13. .Setelah pekerjaan galian selesai kami memberitahukan kepada Direksi
pekerjaan untuk diadakan pengukuran pekerjaan galian apakah sesuai
dengan rencana kerja, spesifikasi dan RAB.
3.2.(2a1) dan 3.2.(2a2). Timbunan Pilihan dari sumber galian (tutup lubang Segmen 1dan
Segmen 2)
Bebelum pekerjaan Divisi 3 selesai dilaksanakan, maka dilakukan dengan pekerjaan
Timbunan Pilihan dari sumber galian (tutup lubang Segmen 1 dan Segmen 2), kami juga
harus melampirkan request kepada Asisten Teknis dan Pengawas untuk mendapat persetujuan.
Setelah mendapatkan persetujuan maka pekerjaan Divisi 3. Timbunan Pilihan dari sumber
galian (tutup lubang) merupakan Perbaikan tanah dasar dimana Pembangunan terdiri dari
pengadaan, pemrosesan, pengangkutan, penghamparan, penyiraman dengan air, dan
pemadatan agregat batu atau kerikil alami pilihan dalam lapis tanah dasar yang telah
disiapkan.
Penghamparan
Penghamparan material adalah suatu proses meratakan agregat lapis pondasi setelah
proses angkut menggunakan dump truk dari base camp. Penghamparan material agregat tidak
boleh di lakukan apabila cuaca tidak mendukung seperti pada waktu hujan karena kadar air
terlalu tinggi. Pemadatan harus dilakukan hanya bila kadar air dari bahan berada dalam
rentang 3 % di bawah kadar air optimum sampai 1 % di atas kadar air optimum, dimana
kadar air optimum adalah seperti yang ditetapkan oleh kepadatan kering maksimum
(modified) yang ditentukan oleh spesifikasi SNI. Alat untuk menghamparkan material agregat
lapis pondasi menggunakan Motor Grader. Setelah material sudah rata sesuai elevasi dan
ketebalan yang di tentukan proses selanjutnya yaitu di padatkan menggunakan alat pemadat
vibratory roller.
METODE PEKERJAAN
Proses Pelaksanaan Pemadatan Material.
Pemadatan adalah suatu peristiwa bertambahnya berat volume kering oleh beban
dinamis, akibat beban dinamis butir-butir agregat seperti krikil dan pasir merapat satu sama
lain yang saling mengunci sebagai akibat berkurangnya rongga udara. Tujuan pemadatan
dapat tercapai dengan pemilihan bahan agregat, cara pemadatan, pemilihan mesin pemadat,
dan jumlah lintasan atau passing yang sesuai. Pada pekerjaan pemadatan lapis pondasi
agregat di pakai alat pemadat vibratory roller merk Hamm dengan berat 20 ton. Yang perlu di
perhatikan dalam pekerjaan pemadatan yaitu penghamparan yang agak berlubang atau
kurang rata perlu di tambahkan agregat material secara manual agar mendapat hasil yang
padat dan merata.
Proses pekerjaan pemadatan di lapangan yang pertama kali setelah material di
hamparkan secara merata yaitu di padatkan dengan compactor setelah agak merata kemudian
di siram air secara merata dengan menggunakan water tank dengan kapasitas 5000 liter.
Setelah air merata di permukaan agregat yang sudah di padatkan kemudian agregat lapis
pondasi di padatkan lagi dengan vibratory roller sampi merata dan padat. Fungsi penyiraman
ini untuk pemadatan, karena dengan adanya penyiraman air ini rongga-rongga antara
agregat akan terpadatkan dengan sendirinya dan saling mengunci sehingga tidak ada rongga
udara.
3.2.(2a1) dan 3.2.(2a2). Timbunan Pilihan dari sumber galian (Pelebaran Badan Jalan
Segmen 1dan Segmen 2)
Setelah pekerjaan Tutup Lubang Divisi 3 selesai dilaksanakan, maka dilakukan dengan
pekerjaan Timbunan Pilihan dari sumber galian agregat kelas C, kami juga harus
melampirkan request kepada Asisten Teknis dan Pengawas untuk mendapat persetujuan.
Setelah mendapatkan persetujuan maka pekerjaan Divisi 3. Timbunan Pilihan dari sumber
galian (Pelebaran Badan Jalan) merupakan lapisan struktur pertama di atas lapis tanah dasar
dimana Pembangunan Lapis Pondasi Agregrat Kls. C terdiri dari pengadaan, pemrosesan,
pengangkutan, penghamparan, penyiraman dengan air, dan pemadatan agregat batu atau
kerikil alami pilihan dalam lapis tanah dasar yang telah disiapkan.
METODE PEKERJAAN
Penghamparan
Penghamparan material adalah suatu proses meratakan agregat lapis pondasi setelah
proses angkut menggunakan dump truk dari base camp. Penghamparan material agregat tidak
boleh di lakukan apabila cuaca tidak mendukung seperti pada waktu hujan karena kadar air
terlalu tinggi. Pemadatan harus dilakukan hanya bila kadar air dari bahan berada dalam
rentang 3 % di bawah kadar air optimum sampai 1 % di atas kadar air optimum, dimana
kadar air optimum adalah seperti yang ditetapkan oleh kepadatan kering maksimum
(modified) yang ditentukan oleh spesifikasi SNI. Alat untuk menghamparkan material agregat
lapis pondasi menggunakan Motor Grader. Setelah material sudah rata sesuai elevasi dan
ketebalan yang di tentukan proses selanjutnya yaitu di padatkan menggunakan alat pemadat
vibratory roller.
Proses Pelaksanaan Pemadatan Material Agregat Lapis Pondasi.
Pemadatan adalah suatu peristiwa bertambahnya berat volume kering oleh beban
dinamis, akibat beban dinamis butir-butir agregat seperti krikil dan pasir merapat satu sama
lain yang saling mengunci sebagai akibat berkurangnya rongga udara. Tujuan pemadatan
dapat tercapai dengan pemilihan bahan agregat, cara pemadatan, pemilihan mesin pemadat,
dan jumlah lintasan atau passing yang sesuai. Pada pekerjaan pemadatan lapis pondasi
agregat di pakai alat pemadat vibratory roller merk Hamm dengan berat 20 ton. Yang perlu di
perhatikan dalam pekerjaan pemadatan yaitu penghamparan yang agak berlubang atau
kurang rata perlu di tambahkan agregat material secara manual agar mendapat hasil yang
padat dan merata.
Proses pekerjaan pemadatan di lapangan yang pertama kali setelah material di
hamparkan secara merata yaitu di padatkan dengan compactor setelah agak merata kemudian
di siram air secara merata dengan menggunakan water tank dengan kapasitas 5000 liter.
Setelah air merata di permukaan agregat yang sudah di padatkan kemudian agregat lapis
pondasi di padatkan lagi dengan vibratory roller sampi merata dan padat. Fungsi penyiraman
ini untuk pemadatan, karena dengan adanya penyiraman air ini rongga-rongga antara
agregat akan terpadatkan dengan sendirinya dan saling mengunci sehingga tidak ada rongga
udara.
METODE PEKERJAAN
DIVISI 5
PERKERASAN BERBUTIR
'5.1.(2). Lapis Fondasi Agregat Kelas B Segmen 1 dan Segmen 2 (Pelebaran Badan Jalan)
Setelah pekerjaan Pelebaran Divisi 3 selesai dilaksanakan, maka dilakukan dengan
pekerjaan Lapis Fondasi Agregat Kelas B, kami juga harus melampirkan request kepada
Asisten Teknis dan Pengawas untuk mendapat persetujuan. Setelah mendapatkan persetujuan
maka pekerjaan Divisi 5. Lapis Fondasi Agregat Kelas B (Pelebaran Badan Jalan) merupakan
lapisan struktur pertama di atas lapis tanah dasar dimana Pembangunan Lapis Pondasi
Agregrat Kls. B terdiri dari pengadaan, pemrosesan, pengangkutan, penghamparan,
penyiraman dengan air, dan pemadatan agregat batu atau kerikil alami pilihan dalam lapis
tanah dasar yang telah disiapkan.
Penghamparan
Penghamparan material adalah suatu proses meratakan agregat lapis pondasi setelah
proses angkut menggunakan dump truk dari base camp. Penghamparan material agregat tidak
boleh di lakukan apabila cuaca tidak mendukung seperti pada waktu hujan karena kadar air
terlalu tinggi. Pemadatan harus dilakukan hanya bila kadar air dari bahan berada dalam
rentang 3 % di bawah kadar air optimum sampai 1 % di atas kadar air optimum, dimana
kadar air optimum adalah seperti yang ditetapkan oleh kepadatan kering maksimum
(modified) yang ditentukan oleh spesifikasi SNI. Alat untuk menghamparkan material agregat
lapis pondasi menggunakan Motor Grader. Setelah material sudah rata sesuai elevasi dan
ketebalan yang di tentukan proses selanjutnya yaitu di padatkan menggunakan alat pemadat
vibratory roller.
Proses Pelaksanaan Pemadatan Material Agregat Lapis Pondasi.
Pemadatan adalah suatu peristiwa bertambahnya berat volume kering oleh beban
dinamis, akibat beban dinamis butir-butir agregat seperti krikil dan pasir merapat satu sama
lain yang saling mengunci sebagai akibat berkurangnya rongga udara. Tujuan pemadatan
dapat tercapai dengan pemilihan bahan agregat, cara pemadatan, pemilihan mesin pemadat,
dan jumlah lintasan atau passing yang sesuai. Pada pekerjaan pemadatan lapis pondasi
agregat di pakai alat pemadat vibratory roller merk Hamm dengan berat 20 ton. Yang perlu di
METODE PEKERJAAN
perhatikan dalam pekerjaan pemadatan yaitu penghamparan yang agak berlubang atau
kurang rata perlu di tambahkan agregat material secara manual agar mendapat hasil yang
padat dan merata.
Proses pekerjaan pemadatan di lapangan yang pertama kali setelah material di
hamparkan secara merata yaitu di padatkan dengan compactor setelah agak merata kemudian
di siram air secara merata dengan menggunakan water tank dengan kapasitas 5000 liter.
Setelah air merata di permukaan agregat yang sudah di padatkan kemudian agregat lapis
pondasi di padatkan lagi dengan vibratory roller sampi merata dan padat. Fungsi penyiraman
ini untuk pemadatan, karena dengan adanya penyiraman air ini rongga-rongga antara
agregat akan terpadatkan dengan sendirinya dan saling mengunci sehingga tidak ada rongga
udara.
5.1.(1). Lapis Fondasi Agregat Kelas A (Segmen 1 dan Segmen 2)
Setelah pekerjaan Divisi 3 dan Divisi 5 (Pelebaran Badan Jalan) selesai dilaksanakan,
maka dilanjutkan dengan pekerjaan lapis pondasi agregat kelas A, kami juga harus
melampirkan request kepada Asisten Teknis dan Pengawas untuk mendapat persetujuan.
Setelah mendapatkan persetujuan maka pekerjaan Lapis Pondasi Agregrat Kls. A segera
dilaksanakan. adapun Pelaksanaan pekerjaan Lapis Pondasi Agergrat Kls. A sebagai berikut
Dump Truck mengangkut agregat ke lokasi pekerjaan.
Material ditumpuk-tumpuk dan disusun sepanjang lokasi pekerjaan diarahkan oleh
mandor dan pekerja. Motor Grader menghampar tumpukan material LPA klas A menurut
elevasi dan garis kemiringan melintang dan memanjang (sesuai patok per 25 meter sepanjang
pekerjaan).
Menghampar lapis pondasi agregat kelas A adalah mutu lapis pondasi atas untuk
suatu lapisan di bawah lapisan beraspal. Persiapan yang dilakukan dalam pekerjaan ini
adalah kontraktor harus menyiapkan dalam penggunaan setiap bahan untuk pertama kalinya
sebagai lapis pondasi agregat, dua contoh masing-masing 50 kg bahan untuk dilakukan uji
laboratorium terhadap persyaratan bahan, pernyataan perihal asal dan komposisi setiap
bahan yang diusulkan untuk lapis pondasi agregat, dan hasil pengujian laboratorium yang
membuktikan bahwa sifat-sifat bahan yang ditentukan terpenuhi. Kontraktor harus mengirim
berikut di bawah ini dalam bentuk tertulis segera setelah selesainya setiap segment pekerjaan
dan sebelum persetujuan diberikan untuk penghamparan bahan lain di atas Lapis Pondasi
Agregat, hasil pengujian kepadatan dan kadar air seperti yang disyaratkan dan hasil
METODE PEKERJAAN
pengujian pengukuran permukaan dan data hasil survey pemeriksaan yang menyatakan
bahwa toleransi yang disyaratkan dipenuhi.
Lapis pondasi agregat tidak boleh ditempatkan, dihampar, atau dipadatkan
sewaktu turun hujan, dan pemadatan tidak boleh dilakukan setelah hujan atau bila kadar air
bahan jadi tidak berada dalam rentang yang ditentukan. Perbaikan terhadap lapis pondasi
agregat yang tidak memenuhi ketentuan, dilakukan sebagai berikut ini : lokasi hamparan
dengan tebal atau kerataan permukaan yang tidak memenuhi ketentuan toleransi yang
disyaratkan, atau yang permukaannya menjadi tidak rata baik selama pelaksanaan atau
setelah pelaksanaan, harus diperbaiki dengan membongkar lapis permukaan tersebut dan
membuang atau menambahkan bahan sebagaimana diperlukan, kemudian dilanjutkan dengan
pembentukan dan pemadatan kembali.
Lapis pondasi agregat yang terlalu kering untuk pemadatan, dalam hal rentang
kadar air seperti yang disyaratkan, harus diperbaiki dengan menggaru bahan tersebut yang
dilanjutkan dengan penyemprotan air dalam kuantitas yang cukup serta mencampurnya
sampai rata, lapis pondasi agregat yang terlalu basah untuk pemadatan seperti yang
ditentukan dalam rentang kadar air yang disyaratkan, harus diperbaiki dengan menggaru
bahan tersebut secara berulang-ulang pada cuaca kering dengan peralatan yang disetujui
disertai waktu jeda dalam pelaksanaannya.
Alternatif lain, bilamana pengeringan yang memadai tidak dapat diperoleh dengan
cara tersebut di atas, maka bahan tersebut dibuang dan diganti dengan bahan kering yang
memenuhi ketentuan, perbaikan atas lapis pondasi agregat yang tidak memenuhi kepadatan
atau sifat-sifat bahan yang disyaratkan, dapat meliputi pemadatan tambahan, penggaruan
disertai penyesuaian kadar air dan pemadatan kembali, pembuangan dan penggantian bahan,
atau menambah suatu ketebalan dengan bahan tersebut. Pencampuran bahan untuk memenuhi
ketentuan yang disyaratkan harus dikerjakan di lokasi crushing plant atau pencampur yang
disetujui, dengan menggunakan cara mekanis yang telah dikalibrasi untuk memperoleh
campuran dengan proporsi yang benar. Tidak dibenarkan melakukan pencampuran di
lapangan.
Bilamana lapis pondasi agregat akan dihampar pada perkerasan jalan lama,
semua kerusakan yang terjadi pada perkerasan jalan lama harus diperbaiki terlebih dahulu.
Lokasi yang telah disediakan untuk pekerjaan lapisan pondasi agregat, harus disiapkan dan
mendapatkan persetujuan terlebih dahulu. Bilamana lapis pondasi agregat akan dihampar
langsung di atas permukaan perkerasan aspal lama.
METODE PEKERJAAN
Maka harus diperlukan penggaruan atau pengaluran pada permukaan perkerasan
aspal lama agar diperoleh tahanan geser yang lebih baik. Lapis pondasi agregat harus
dibawa ke badan jalan sebagai campuran yang merata dan harus dihampar pada kadar air
dalam rentang yang disyaratkan. Setiap lapis harus dihampar pada suatu operasi dengan
takaran yang merata agar menghasilkan tebal padat yang diperlukan dalam toleransi yang
disyaratkan. Bilamana akan dihampar lebih dari satu lapis, maka lapisan-lapisan tersebut
harus diusahakan sama tebalnya, lapis pondasi agregat harus dihampar dan dibentuk dengan
salah satu metode yang disetujui yang tidak meyebabkan segregasi pada partikel agregat
kasar dan halus. Bahan yang bersegregasi harus diperbaiki atau dibuang dan diganti dengan
bahan yang bergradasi baik.
Segera setelah pencampuran dan pembentukan akhir, setiap lapis harus dipadatkan
menyeluruh dengan alat pemadat yang cocok dan memadai dan disetujui, hingga kepadatan
paling sedikit 100 % dari kepadatan kering maksimum seperti yang ditentukan. Pemadatan
harus dilakukan hanya bila kadar air dari bahan berada dalam rentang 3 % di bawah kadar
air optimum sampai 1 % di atas kadar air optimum, dimana kadar air optimum adalah seperti
yang ditetapkan oleh kepadatan kering maksimum yang ditentukan. Operasi penggilasan
harus dimulai dari sepanjang tepi dan bergerak sedikit demi sedikit ke arah sumbu jalan,
dalam arah memanjang. Operasi penggilasan harus dilanjutkan sampai seluruh bekas roda
mesin gilas hilang dan lapis tersebut terpadatkan secara merata. Bahan sepanjang kerb,
tembok, dan tempat-tempat yang tak terjangkau mesin gilas harus dipadatkan dengan timbris
mekanis atau alat pemadat lainnya yang disetujui.
Jumlah data pendukung pengujian bahan yang diperlukan untuk persetujuan awal
harus mencakup seluruh jenis pengujian yang disyaratkan minimum 3 contoh yang mewakili
sumber bahan yang diusulkan. Setelah persetujuan mutu bahan lapis pondasi agregat yang
diusulkan, seluruh jenis pengujian bahan akan diulangi lagi, bila terdapat perubahan mutu
bahan atau metode produksinya.
Suatu program pengujian rutin pengendalian mutu bahan harus dilaksanakan
untuk mengendalikan ketidakseragaman bahan yang dibawa ke lokasi pekerjaan. Pengujian
lebih lanjut harus dilakukan untuk setiap 1.000 m3 bahan yang diproduksi paling sedikit harus
meliputi tidak kurang dari 5 pengujian indeks plastisitas, 5 pengujian gradasi partikel, dan 1
penentuan kepadatan kering maksimum. Pengujian CBR harus dilakukan dari waktu ke waktu
sesuai kebutuhan. Kepadatan dan kadar air bahan yang dipadatkan harus secara rutin
diperiksa. Pengujian harus dilakukan sampai seluruh kedalaman lapis tersebut pada lokasi
yang ditetapkan, tetapi tidak boleh berselang lebih dari 200 m.
METODE PEKERJAAN
Metoda kerja dari pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi untuk
disetujui
- Sebelum gmelaksanakan pekerjaan ini terlebih dahulu dibuatkan pengujian material (job
mix design) agregat kelas A yang akan digunakan pada saat pelaksanaan sesuai spesifikasi
teknik yang disyaratkan.
- Material agregat kelas A dicampur di base camp dengan menggunakan wheel loader
dengan komposisi sesuai job mix design yang telah disetujui kemudian material agregat
kelas A dibawa kelokasi pekerjaan menggunakan dump truck.
- Material agregat kelas A dihampar dengan alat motor grader dan denagn ketebalan padat
sesuai gambar.
- Hamparan pondasi agregat disiram dengan air dengan menggunakan water tank truck dan
dipadatkan dengan menggunakan vibratory roller dan pemadatan teraknir dengan alat
pneumatic tire roller.
- Selama pemadatan, sekelompok pekerja merapihkan tepi hamparan dan level permukaan
dengan menggunakan alat bantu.
- Setelah pelaksanaan pekerjaan ini dilakukan pengetesan kepadatan lapangan dengan test
SANDCONE untuk mengetahui kepadatan yang disyaratkan dalam spesifikasi teknik.
METODE PEKERJAAN
DIVISI 6.
PERKERASAN ASPAL
6.1.(1.a) Lapis Resap Pengikat – Aspal Cair.
Lapis resap pengikat (prime coat) adalah lapis tipis aspal cair yang dilaksanakan
setelah Pekerjaan Menghampar Agregrat Kls. A selesai atau sudah padat dengan
ketentuan-ketuan Speksipikasi yang telah di tentukan serta telah di setujui oleh Direksi
Teknis dan pengawas, yang adapun pekerjaan tersebut diatas diletakkan di atas lapis
Agregrat Kls. A sebelum lapis berikutnya dihampar. Aspal cair ini dapat meresap ke dalam
lapis pondasi mengisi rongga dan memperkeras permukaan serta mengikat lapis pondasi
dan lapis permukaan. Hal pertama yang dilakukan adalah memanaskan aspal yang ada di
dalam mobil aspal spayer yang telah dibuka di bagian badan tersebut. Pemanasan aspal
ini tidak boleh terlalu panas karena dapat menyebabkan kebakaran dan sifat kelengketan
dan kelenturan aspal menjadi rusak.
Selanjutnya aspal yang sudah cair atau lapis resap pengikat (prime coat)
disemprotkan/disiramkan ke permukaan agregat sehingga merata. Lapis resap pengikat
harus disemprot pada permukaan yang kering atau mendekati kering dan pelaksanaan
penyemprotan tidak boleh dilaksanakan pada saat angin kencang, hujan, atau akan turun
hujan. Sebelum aspal disiramkan, permukaan lapis pondasi terlebih dahulu di bersihkan
dengan Semprotan Angin (Compressor)
Metoda kerja dari pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
o Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi
untuki untuk disetujui
o Permukaan yang akan dilapis dibersihkan dari debu dan kotoran dengan Air
Compressor.
o Bahan dasar berupa aspal dan kerosene dicampur dan dipanaskan sehingga menjadi
campuran aspal cair.
METODE PEKERJAAN
o Campuran aspal cair disemprotkan dengan Asphalt Sprayer ke atas permukaan yang
akan dilapisi.
o Untuk mengetahui kadar lapis perekat per m2 dilakukan paper test dilokasi pekerjaan
6.3.(6a). LASTON LAPIS ANTARA (AC-BC)
Setelah pekerjaan menghampar Lapis resap Pengikat ( Prime Coat ) selesai
dilaksanakan dan sudah mendapatkan izin kita lanjut dengan pekerjaan Menghampar Laston
Lapis Antara ( AC-BC ) yang mana Pencampuran bahan agregat dengan aspal dilakukan di
base camp AMP sesuai dengan spesipikasi teknis, kemudian AC-BC di tuang ke dumtruck lalu
ditutup dengan terpal untuk menahan suhu AC- BC tetap setabil lalu dikirim sampai ke lokasi
pekerjaan yang telah Periksa pastikan aspalt distributor dapat berfungsi dengan baik. Periksa
dan pastikan alat aspalt sprayer dapat berfungsi dengan baik.
Periksa dan pastikan nozel-nozel pada aspalt sprayer dan aspal distributor tidak
mampet dan dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan rollerbars tidak macet, dapat
berputar dengan baik. Periksa dan pastikan hopper dapat di gerakkan buka tutup dan dapat
berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan permukaan plat screed rata, mulus di lengkapi
alat pemanas dan berfungsi dengan baik.
Periksa dan pastikan alat penumbuk (tamper) dan vibrator (pemadat getar) pada
screed dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan pengatur tebal manual hamparan
dapat di naikkan dan di turunkan dan dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan bila
finisher di lengkapi dengan alat pengatur tebal otomatis periksa dan pastikan alat sensor dan
kelengkapannya dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan sendi ( crown ) pada as
plat sceed dapat membentuk untuk kemiringan jalan sesuai kebutuhan. Periksa dan pastikan
pintu pengatur, feeders dan ulir penyebar (screw) masing-masing dapat berfungsi dengan
baik.
Periksa dan pastikan bahwa finisher dan ulir penyebar di lengkapi sambungan
screed. Periksa dan pastikan dump truck dalam kondisi baik dan layak jalan. Periksa dan
pastikan lantai bak rata dan bersih dari kotoran. Periksa dan pastikan hidrolik dump truck
METODE PEKERJAAN
berfungsi dengan baik. Stapkan terpal untuk penutup dump truck dan pastikan terpal dalam
keadaan baik. Periksa dan pastikan alat pemeriksa ketebalan dalam kondisi baik Periksa dan
pastikan termometer untuk pemeriksaan campuran aspalt menunjukkan angka yang benar dan
telah di kalibrasi. Siapkan alat bantu lainnya seperti: blencong, mistar pengrata, gerobak
dorong, kaso, dan benang. Siapkan rambu pengaman lalu lintas secukupnya sesuai kebutuhan.
Peralatan mekanik seperti finisher alat penghampar dan alat alat pemadat . bahan
di tuang ke bak finisher dari dumtruck, finisher menghampar campuran aspal panas ke
permukaan lapis pondasi pada ketebalan diatas rata rata ketebalan padat dan hasil
penggelaran didiamkan pada suhu yang telah di tetapkan kemudian di padatkan dengan mesin
gilas roda besi , penggilasan sedemikan rupa hingga mendapatkan kerataan dan kepadatan
yang di tetapkan dan akhir pemadatan mengunakan mesin gilas roda karet yang disesuaikan
dengan spesipikai teknis.
6.1.(2a) Lapis Perekat – Aspal Cair
Setelah pekerjaan AC-BC selesai dilaksanakan dan Sebelum laston Lapis Aus AC-
WC Levelling dihampar pada existing jalan, untuk merekatkan antara permukaan aspal
yang ada dengan yang baru (AC-WC ) digunakan bahaan lapis perekat yang disemprotkan
dengan menggunakan apal spayer. Lapis perekat berfungsi untuk memberikan daya ikat
antara aspal yang ada dengan aspal baru dan disemprotkan pada permukaan beraspal
yang kering dan bersih. Bahan lapis perekat adalah aspal cair yang cepat menyerap atau
aspal keras pen 80/100 atau pen 60/70 yang dicairkan dengan 25 sampai 30 bagian minyak
tanah per 100 bagian aspal. Pemakaiannya berkisar antar 0,25 liter/m2 sampai 0,30
liter/m2. Lebih tipis dibandingkan dengan pemakaian lapis resap pengikat.
Metode Kerja dari item ini adalah :
o Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi
untur disetujui
o Permukaan yang akan dilapis dibersihkan dari debu dan kotoran lainnya dengan air
compressor.
o Bahan dasar berupa aspal dan karosene dicampur denagn komposisi sesuai
spesifikasi dan dipanaskan sehingga menjadi campuran aspal cair.
METODE PEKERJAAN
o Campuran aspal cair disemprotkan dengan Asphalt Sprayer ke atas permukaan yang
akan dilapisi.
o Untuk mengetahui kadar lapis perekat per m2 dilakukan paper test dilokasi pekerjaan.
6.3.(5a). LASTON LAPIS AUS (AC-WC)
Setelah selesai penyemproten Lapis Perekat ( Tack Coat ) pada permukaan Aspal
yang ada maka dilanjutkan pekerjaan Laston Lapis Aus ( AC – BC ) dimana Pekerjaan ini
pencampuran bahan agregat dengan aspal dilakukan di base camp AMP sesuai dengan
spesipikasi teknis, kemudian AC-WC di tuang ke dumtruck lalu ditutup dengan terpal untuk
menahan suhu AC-WC tetap setabil lalu dikirim sampai ke lokasi pekerjaan yang telah
Periksa pastikan aspalt distributor dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan alat
aspalt sprayer dapat berfungsi dengan baik.
Periksa dan pastikan nozel-nozel pada aspalt sprayer dan aspal distributor tidak
mampet dan dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan rollerbars tidak macet, dapat
berputar dengan baik. Periksa dan pastikan hopper dapat di gerakkan buka tutup dan dapat
berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan permukaan plat screed rata, mulus di lengkapi
alat pemanas dan berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan alat penumbuk (tamper) dan
vibrator (pemadat getar) pada screed dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan
pengatur tebal manual hamparan dapat di naikkan dan di turunkan dan dapat berfungsi
dengan baik. Periksa dan pastikan bila finisher di lengkapi dengan alat Pengatur tebal
otomatis.
Periksa dan pastikan alat sensor dan kelengkapannya dapat berfungsi dengan
baik. Periksa dan pastikan sendi ( crown ) pada as plat sceed dapat membentuk untuk
kemiringan jalan sesuai kebutuhan. Periksa dan pastikan pintu pengatur, feeders dan ulir
penyebar (screw) masing-masing dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan bahwa
finisher dan ulir penyebar di lengkapi sambungan screed. Periksa dan pastikan dump truck
dalam kondisi baik dan layak jalan.
Periksa dan pastikan lantai bak rata dan bersih dari kotoran. Periksa dan pastikan
hidrolik dump truck berfungsi dengan baik. Stapkan terpal untuk penutup dump truck dan
pastikan terpal dalam keadaan baik. Periksa dan pastikan alat pemeriksa ketebalan dalam
kondisi baik Periksa dan pastikan termometer untuk pemeriksaan campuran aspalt
menunjukkan angka yang benar dan telah di kalibrasi. Siapkan alat bantu lainnya seperti:
METODE PEKERJAAN
blencong, mistar pengrata, gerobak dorong, kaso, dan benang. Siapkan rambu pengaman lalu
lintas secukupnya sesuai kebutuhan.
Peralatan mekanik seperti finisher alat penghampar dan alat alat pemadat . bahan
di tuang ke bak finisher dari dumtruck, finisher menghampar campuran aspal panas ke
permukaan lapis pondasi pada ketebalan diatas rata rata ketebalan padat dan hasil
penggelaran didiamkan pada suhu yang telah di tetapkan kemudian di padatkan dengan mesin
gilas roda besi , penggilasan sedemikan rupa hingga mendapatkan kerataan dan kepadatan
yang di tetapkan dan akhir pemadatan mengunakan mesin gilas roda karet yang disesuaikan
dengan spesipikai teknis.
6.3.(8). BAHAN ANTI PENGELUPASAN
Pencampuran bahan agregat dengan aspal ditambah dengan zat adiktif dilakukan di
base camp AMP sesuai dengan spesipikasi teknis, kemudian AC-BC dan AC – WC di tuang ke
dumtruck lalu ditutup dengan terpal untuk menahan suhu AC- BC dan AC – WC tetap setabil
lalu dikirim sampai ke lokasi pekerjaan yang telah Periksa pastikan aspalt distributor dapat
berfungsi dengan baik. Sesuai dengan spesipikasi teknik yang di pakai.
Setelah Pekerjaan Divisi 6 selesai dilaksanakan maka kami Bersama dengan Asisten
Teknik, Pengawas Lapangan dan Konsultan pengawas melakukan pengukuran Panjang, lebar
jalan dan test ketebalan inti ( Test Core Dill ) pengambilan benda uji inti (core), untuk survei
geometrik tambahan ataupun pengujian laboratorium, untuk pencatatan muatan truk, ataupun
tindakan lainnya yang dianggap perlu oleh Direksi Pekerjaan untuk mencari penyebab
dilampauinya toleransi berat harus ditanggung oleh Kontraktor sendiri.
DIVISI 7.
STRUKTUR.
7.9.(1). Pasangan Batu
Setelah selesai pekerjaan Galian Tanah Biasa dan sudah diperiksa oleh
Asisten dan Pengawas selanjutnya pekerjaan Pasangan batu dilaksanakan untuk
pembuatan Tembok Penahan Tanah pada lokasi-lokasi tertentu berfungsi sebagai
dinding pengaman badan jalan. Bahan material yang digunakan batu belah, pasir
pasang dan semen. Lokasi pekerjaan sesuai dengan rencana yang sudah di buat.
METODE PEKERJAAN
Prosedur pekerjaan : Sebelum melakukan pekerjaan harus Dibuat dulu
gambar request dan diserahkan kepada Asisten Teknik untuk disetujui. Menyerahkan
hasil pengujian material (job mix design) yang akan digunakan harus sesuai
Spesifikasi Teknik yang disyaratkan. Menyerahkan daftar peralatan yang akan
digunakan Melakukan peninjauan lapangan bersama-sama direksi apakah lokasi
pekerjaan sudah memenuhi syarat untuk dilaksanakan pekerjaan tersebut.:
a. Pekerjaan ini harus mencakup pembuatan struktur yang ditunjukan dalam
gambar seperti yang diperintahkan Direksi Pekerjaan, yang dibuat dari
Pasangan Batu. Pekerjaan harus meliputi pemasokan semua bahan.
b. Umumnya, pasangan batu harus digunakan hanya untuk struktur seperti dinding
penahan, gorong-gorong pelat, dan tembok kepala gorong-gorong besar dari
pasangan batu yang digunakan untuk menahan beban luar yang cukup besar.
Bilamana fungsi utama suatu pekerjaan sebagai penahan gerusan, bukan sebagai
penahan beban, seperti lapisan selokan, lubang penangkap, lantai gorong-gorong
(spillway apron) atau pekerjaan pelindung lainnya pada lereng atau disekitar
ujung gorong-gorong.
Pencampuran dan Pemasangan
a) Seluruh bahan kecuali air harus dicampur, baik dalam kotak yang rapat atau
dalam alat pencampur adukan yang disetujui, sampai campuran menunjukan
warna yang merata, kemudian air ditambahkan dan pencampuran dilanjutkan
lima sampai sepuluh menit. Jumlah air harus sedemikian sehingga
menghasilkan adukan dengan konsistensi (kekentalan) yang diperlukan
tetapi tidak boleh melebihi 70% dari berat semen yang digunakan.
b) Adukan semen dicampur hanya dalam kuantitas yang diperlukan untuk
penggunaan langsung. Bilamana diperlukan, adukan semen boleh diaduk
kembali dengan air dalam waktu 30 menit dari proses pengadukan awal.
Pengadukan kembali setelah waktu tersebut diperbolehkan
c) Adukan semen yang tidak digunakan dalam 45 menit setelah ait ditambahkan
harus dibuang.
METODE PEKERJAAN
Pemasangan
a) Permukaan yang akan menerima adukan semen harus dibersihkan dari minyak
atau lempung atau bahan terkontaminasi lainnya dan telah dibasahi sampai
merata sebelum adukan semen ditempatkan. Air yang tergenang pada
permukaan harus dikeringkan sebelum penempatan adukan semen.
b) Bilamana digunakan sebagai lapis permukaan, adukan semen harus
ditempatkan pada permukaan yang bersih dan lembab dengan jumlah yang
cukup sehingga menghasilkan tebal adukan minimum 1,5 cm dan harus
dibentuk menjadi permukaan yang halus dan rata.
7.1.( 7a ). Beton strukur, fc’20 MPa bahu (Segmen 1dan Segmen 2)
Setelah pekerjaan Divisi 6 selesai dilaksanakan serta telah diperiksa Asisten Teknis
dan Pengawas selanjutnya terlebih dahulu kita membuat Request for working kepada
Asisten Teknis dan pengawas lapangan setelah mendapatkan izin baru kita melanjutkan
kepekerjaaan Struktur untuk pengecoran Bahu Jalan dengan Beton mutu sedang (20 MPa)
merupakan beton mutu sedang yang bersifat structural yang digunakan untuk perkerasan
beton semen. Dalam kegiatan ini beton mutu sedang diperuntukkan untuk struktur bangunan
bahu jalan. Pekerjaan ini juga sudah termasuk papan perancah untuk bakesting acuan
pengecoran.
Pengecoran tidak boleh dimulai sebelum pekerjaan acuan dan pekerjaan persiapan
seperti yang dirinci dibuat dan disetujui oleh Asisten Teknik. Dan Pengawas
Lapangan Seluruh pemasangan tulangan harus disetujui oleh Asisten Teknik dan
diperlengkapi dengan cukup jumlah tulangan beton sehingga pengecoran dan
pemadatan beton tidak menyebabkan penggeseran tulangan atau menyebabkan
tulangan terIalu dekat dengan permukaan luar beton.
Persiapan-Persiapan
Sebelum mulai pengecoran, semua peralatan, material dan tenaga kerja harus ada
pada pos-pos yang tepat dan peralatan harus dalam kondisi yang bersih dan siap
untuk digunakan. Permukaan dalam acuan harus dibersihkan dari material lepas,
METODE PEKERJAAN
debu serta potongan-potongan kawat/baja. Acuan yang dibuat dari kayu dan yang
mungkin menyerap air harus dibasahi sampai kenyang dengan air.
Pemakaian bahan pembantu untuk memudahkan pembongkaran acuan sesudah beton
mengeras harus dilaksanakan dengan hati-hati sedemikian sehingga tidak akan
mengganggu ikatan antara tulangan baja dan beton. Permukaan beton yang sudah
mengeras didekatnya akan dicor dengan beton yang masih segar harus dibuat kasar,
dan dibersihkan dahulu darl material lepas dan material yang mudah pecah dan telah
disiram dengan air sampai kenyang air.
Sebelum pengecoran beton dimulai, Acuan yang dibuat dapat dari kayu atau baja
dengan sambungan dari adukan yang kedap dan kaku untuk mempertahankan posisi
yang diperlukan selama pengecoran.
Pemadatan dan perawatan, dan acuan dibuat sedemikian sehingga dapat dibongkar
tanpa merusak beton. Segera sebelum beton dimulai, acuan harus dibasahi dengan air
atau diolesi minyak disisi dalamnya dengan minyak yang tidak meninggalkan bekas.
Bahan dan material yang telah disetujui dicampur dan diaduk menggunakan Concrete
Mixer dilokasi pekerjaan, kemudian campuran beton dituang kedalam acuan.
Pelaksanaan Proses Pengecoran
Kecuali bila disetujui oleh Asisten Teknik, maka pengecoran harus dilakukan
pada waktu siang hari. Seandainya diperlukan pengecoran pada waktu malam, semua
penerangan dan peralatan lain yang diperlukan untuk pekerjaan harus dipersiapkan
dengan baik. Pengecoran harus dilakukan segera sesudah proses pengadukan telah
selesai dan sebelum beton telah mengeras. Keterlambatan pada pengecoran akan
diijiinkan dalam batas-batas yang ditetapkan sebelumnya (hal yang darurat), beton
masih dapat dikerjakan tanpa penambahan air.
Pengecoran dan pengerjaan beton harus diakhiri dalam periode 20 menit sesudah
beton telah meninggakan mesin
pengaduk, kecuali apabila digunakan bahan tambahan untuk memperlambat proses
pengerasan beton. Pelaksanaan pengecoran beton harus dilaksanakan sehingga tidak
terjadi pemisahan material. Adukan beton tidak diizinkan untuk ditumpuk dalam
jumlah besar dalam satu tempat yang harus diratakan pada seluruh Acuan kemudian.
Dinding beton harus dituang/dicor dalam lapis horizontal, lapis demi lapis, setiap
lapis pada seluruh panjang.Lantai Jembatan
METODE PEKERJAAN
Peralatan yang digunakan adalah :
Mixer.
Truk Mixer.
Water Tank.
DIVISI 9.
PEKERJAAN HARIAN DAN PEKERJAAN LAIN-LAIN.
9.2.( 1 ). MARKA JALAN TERMOPLASTIK.
Cat untuk Marka Jalan pada pasal ini kata “ CAT “ sering dikonotasikan sebagai bahan
marka jalan jenis termoplastik sebagai cat. Cat yang digunakan haruslah berwarna
putih, kuning seperti yang ditunjukan dalam gambar dan memenuhi Speksifikasi berikut
ini :
A. Marka Jalan termoplastik ( jenis padat bukan serbuk )
Marka jalan harus memilki rata-rata tingkat retro reflektif minimal 200 m cd/m2/lux (
warna putih dan kuning ) sesuai spek pada umur 0-6 bulan setelah aplikasi.pada akhir
tahun 1 rata-rata tingkat retroreflektif minimal 150 mcd/m2/lux sesuai dengan bahan
yang digunakan harus diproduksi oleh pabrikan yang terakreditasi sesuai dengan
Sistem Manajemen Mutu. Serta persyratan bahan yang digunakan tidak boleh lebih
dari 1 tahun dari tanggal Produksi pabrik.
Catatan :
1.Tingkat Retro Reflektif diukur pada siang hari maupun malam hari dengan alat
Retro Reflek tometer.
Pada kondisi jalan kering , pengukuran dilakukan saat 0 = 1 bulan dan pada bulan
keenam setelah diaplikasikan.
2.Medmillicandela.
METODE PEKERJAAN
P elaksanaan P engecatan M arka Jalan
i. Semua bahan cat yang digunakan tanpa pemanasan (bukan term oplastik)harus dicampur
terlebih dahulu menurut petunjuk pabrik pebuatanya. Sebelum digunakan agar suspense
pigmen merata dalam Cat.
ii. Pengecatan tidak boleh dilaksanakan pada suatu permukaan yang baru.Untuk diaspal
kurang dari 1 bulan setelah pelaksanaan lapis permukan kecuali diperintahkan oleh
Pengawas Pekerjaan. Selama masa tunggu yang yang disebutkan diatas, Pengecatan marka
jalan sementara( Pre-Marking ) pada permukaan beraspal harus dilaksanakan segera
setelah pelapisan.
iii. Penyedia jasa harus mengatur dan menandai semua marka jalan pada pada permukaan
Aspal dengan dimensi dan penempatan yang presisi sebelum peleksanaan pekerjaan
Pengecatan marka jalan’
iv. Pengecatan marka jalan dilaksanakan pada garis sumbu, garis lajur, garis tepi, dan Zebra
Cross dengan bantuan mesin mekanis yang disetujui, dan bergerak mesin sendiri, jenis
penyemprotan atau pengecatan otomatis dengan katub mekanis yang dapat membuat garis
putus-putus ( tanpa berhenti dan mulai berjalan Kembali ) dengan hasil yang dapat diterima
Pengawas Pekerjaan, mesin yang digunakan tersebut harus menghasilkan suatu lapisan
yang rata dan seragam dengan tebal basah minimum 0um 08 mm dan untuk cat yang bukan
Cat Thermoplastik dan tebal minimum 1,50 mm untuk cat thermoplastic belum termasuk
butiran kaca ( glass bead ) yang juga ditaburkan secara mekanis dengan garis tepi yang
bersih ( tidak bergerigi ) pada lebar rancangan yang sesuai.maka cat termoplastik
dilaksanakan pada suhu temperature 204 – 218 °C.
v. Bilamana penggunaan mesin tak memungkinkan maka pengawas pekerjaan dapat
mengijinkan untuk pengecatan Marka Jalan dengan cara manual, dikuas, disemprot dan
dicetak dengan sesuai dengan konfigurasi marka jalan jenis cat yang disetujui untuk
penggunaanya.
vi. Butiran kaca ( glass bead ) harus ditaburkan pada permukaan Cat segera setelah
pelaksanaan penyemprotan atau penghamparan pengecatan, bitiran kaca (glass bead )
ditabur dengan kadar 450 gram/m2 untuk semua jenis Cat yang digunakan.
vii. Semua marka jalan harus dilindungi dari lalu lintas sampai marka jalan dapat dilalui oleh
lalu lintas.
viii. Semua marka jalan yang tidak menampilkan hasil yang merata dan memenuhi ketentuan
baik siang maupun malam hari harus diperbaiki oleh Penyedia jasa dengan biaya sendiri.
METODE PEKERJAAN
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Beberapa Papan/ Board/ Spanduk Peringatan
Untuk jenis pekerjaan sebagai berikut diwajibkan menyediakan dan menggunakan :
a) SAFETY BELT untuk ketinggian 2 (dua) meter keatas dan ditepi lantai maupun VOID serta
basket yang diperuntukan bagi jenis pekerjaan tertentu.
b) KACA MATA PELINDUNG atau KEDOK, SARUNG TANGGAN dan Alat Pemadam Api
Ringan (APAR) untuk melakukan Pengelasan serta memakai TAMENG PERCIKAN BUNGA
API LAS / BLANDER (PEMOTONGAN).
c) SARUNG TANGAN untuk jenis Pekerjaan Pembesian
d) MASKER untuk kebersihan dan kesehatan
e) SAFETY HARNESS untuk jenis pekerjaan Climbing & Vertical (Gondola)
f) ALAT PEMADAM API RINGAN ( APAR ) baik dari type dry chemical (serbuk) atau foam
yang masih aktif akan ditempatkan di Direksi Keet dan Gudang.
Bagi setiap Sub Kontraktor serta Pihak Mandor wajib mengisi Formulir Data Pekerja Awal maupun
Perubahan Nama yang telah disediakan dan melaporkan Jumlah Pekerja serta jam kerja dan
rencana lembur setiap harinya kepada Safety Officer.
A. Foto Dokumentasi.
Selama pelaksanaan pekerjaan sampai dengan selesai pekerjaan, penyedia barang/jasa harus
mengadakan foto dokumentasi pada titik pengambilan yang sama pada titik :
• Sebelum dimulai pekerjaan (0%)
• Sedang bekerja (50%)
• Selesai Pekerjaan (100%)
• Album foto dibuat sebanyak 7 album
B. Laporan dan Back Up Data
Merupakan bagian administrasi dari sebuah pekerjaan yang didalamnya tertuang segala sesuatu
yang menyangkut pelaksanaan pekerjaan. Pelaporan ini terdiri dari :
• Laporan Harian, adalah mencatat segala sesuatu yang terjadi dilapangan dan realisasi
aktifitas pekerjaan setiap harinya, laporan ini diperiksa oleh Pejabat Pembuat Komitmen. Laporan
harian ini terdiri dari:
METODE PEKERJAAN
Tugas, penempatan dan jumlah tenaga kerja di lapangan pada saat pekerjaan.
Jenis dan kuantitas bahan yang dipakai dilapangan.
Jenis, jumlah dan kondisi peralatan yang ada dilapangan.
Jenis dan kuantitas pekerjaan yang dilaksanakan dilapangan.
Cuaca dan peristiwa alam lainnya yang mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan.
Catatan lain yang dianggap perlu.
• Laporan Mingguan, adalah rangkuman laporan harian yang berisi hasil kemajuan fisik
pekerjaan perminggunya serta catatan-catatan yang dianggap perlu untuk dilaporkan.
• Laporan Bulanan adalah rangkuman laporan mingguan yang berisi hasil kemajuan fisik
pekerjaan perbulannya serta catatan-catatan yang dianggap perlu untuk dilaporkan.
Untuk melengkapi laporan akan disertakan juga foto-foto dokumentasi pelaksanaan pekerjaan
dilapangan sebagai bukti visual dari pelaksanaan pekerjaan. Setelah pekerjaan dinyatakan selesai,
penyedia barang jasa membuat back up data. Dalam hal ini semua yang telah dikerjakan dilapangan
dibuat laporan dan back up data sesuai dengan hasil perhitungan panjang, lebar dan ketebalan serta
gambar pelaksanaan sesungguhnya dilapangan (As Built Drawing) yang digambar sesuai dengan
hasil akhir pekerjaan.
Finising
Setelah semua Pelaksanaan pekerjaan selesai maka kami Pelaksana akan melakukan pembersihan
akhir dimana barak kerja, kantor direksi dan lain-lain akan dibongkar dan diangkut ke luar lokasi
menurut petunjuk direksi. Pembersihan ini dikerjakan pada semua lini yang terjadi akibat efek dari
pelaksanaan pekerjaan. Pihak pelaksana bersama-sama konsultan pengawas/ Direksi, PPK dan
KPA melakukan serah terima pekerjaan. Dalam jangka waktu masa pemeliharaan selama waktu
.......hari segala sesuatu yang terjadi dari hasil pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab
pelaksana dan harus dilakukan perawatan.
Demikian Metode Pelaksanaan ini secara garis besar yang dapat kami sampaikan sebagai usulan
tentang pekerjaan-pekerjaan yang terlingkup dalam rincian pekerjaan. Methode pelaksanaan yang
lebih detail akan dibuat pada saat pelaksanaan. Tentu saja didalam pelaksanaannya nanti dapat
timbul ide-ide baru, yang disesuaikan dengan dokumen dan gambar-gambar dalam tender. Hal-hal
yang lebih terinci lagi akan dibuat lebih lanjut sebelum dan selama pelaksanaan pekerjaan
nanti.Mudah-mudahan uraian ini dapat memberikan gambaran yang cukup jelas tentang langkah-
langkah yang akan dilakukan dalam pelaksanaan proyek ini.