| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0022788749119000 | Rp 12,808,600,000 | - | |
| 0703647800127000 | Rp 11,641,156,302 | Tidak melampirkan Jaminan Penawaran | |
| 0022793665119000 | - | - | |
| 0969160498121000 | - | - | |
| 0020150371119000 | Rp 10,488,135,680 | 1.Pada Saat Dilakukan Klarifiikasi Kepada Pemilik Alat Yaitu PT KARYA MURNI PERKASA, Dimana Pemilik Alat PT Karya Murni Perkasa Tidak Bisa Menunjukan/ Memperlihatkan Bukti Surat Perjanjian Sewa Peralatan Antara PT KARYA MURNI PERKASA sebagai Pemilik Alat dengan CV ALFIRA SARI Sebagai Penyewa Alat, Artinya Surat Perjanjian Sewa Peralatan Antara PT KARYA MURNI PERKASA dan CV ALFIRA SARI Yang Di Upload/Di Lampirkan Oleh CV ALFIRA SARI Tidak Valid. 2.Pada Dokumen Laporan Hasil Pemeriksaan dan Pengujian Untuk Peralatan Vibrator Roller Model ASC 100 Nomor Seri 2802520 Tidak Valid, Dimana Setelah Dilakukan Klarifikasi Ke PT KARYA MURNI PERKASA Terdapat Perbedaan Data Antara Dokumen Laporan Hasil Pemeriksaan dan Pengujian Vibrator Roller Yang Dimiliki Oleh PT Karya Murni Perkasa Dengan Dokumen Yang Diupload Oleh CV Alfira Sari Pada Poin 7 dan 8 Yaitu Perihal Tanggal Pemeriksaan Berkala dan Masa Berlaku. 3.Tidak Melampirkan SIO | |
| 0421636226121000 | Rp 10,999,840,130 | Tidak melampirkan Jaminan Penawaran | |
PT Mitra Niaga | 00*6**5****19**0 | - | - |
CV Rancang Cipta Jaya | 00*8**6****19**0 | - | - |
| 0739881811119000 | - | - | |
| 0903548824121000 | - | - | |
| 0633492574128000 | - | - | |
CV Bersatu Berjaya | 00*9**2****19**0 | - | - |
| 0921445847119000 | - | - | |
| 0033369521121000 | - | - | |
| 0023742224119000 | - | - | |
PT Karsa Karta Konstruksi | 09*5**8****21**0 | - | - |
| 0017367160202000 | - | - | |
| 0023743511119000 | - | - | |
| 0930415765119000 | - | - | |
CV Bento Jaya | 05*3**9****19**0 | - | - |
| 0749903399105000 | - | - | |
| 0869405357119000 | - | - | |
| 0853359149124000 | - | - | |
PT Epithu Logica Sembada | 09*5**4****15**0 | - | - |
| 0710544024119000 | - | - | |
| 0635354699121000 | - | - | |
CV Dian Rian | 00*2**9****19**0 | - | - |
| 0424444123119000 | - | - | |
| 0745220293119000 | - | - | |
| 0026895722101000 | - | - | |
| 0847759479101000 | - | - | |
| 0314728494125000 | - | - | |
| 0313065815117000 | - | - | |
| 0830042792119000 | - | - | |
CV Bona | 03*2**6****27**0 | - | - |
| 0916137359119000 | - | - | |
| 0940226582113000 | - | - | |
Hakey Jaya Konstruksi | 04*0**0****19**0 | - | - |
CV Js Group | 08*3**6****19**0 | - | - |
| 0704740943121000 | - | - | |
| 0916868672115000 | - | - |
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
Rekonstruksi/Peningkatan Jalan Jurusan Sp. Kepala Sungai - Hinai Kiri Kec. Secanggang (DBH
Sawit 2023)
LINGKUP PEKERJAAN
DIVISI 1. UMUM
1.2 Mobilisasi
1.8 Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas
1.19 Keselamatan dan Kesehatan Kerja
DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK
3.1.(1) Galian biasa
3.2.(2a) Timbunan Pilihan dari sumber galian (Tutup Lubang)
3.2.(2a) Timbunan Pilihan dari sumber galian (Badan Jalan)
3.2.(2a) Timbunan Pilihan dari sumber galian (Bahu Jalan)
3.4.(3) Pemotongan Pohon Pilihan diameter > 30 – 50 cm
3.4.(4) Pemotongan Pohon Pilihan diameter > 50 – 75 cm
DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR
5.1.(1) Lapis Pondasi Agregat Kelas A
DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL
6.1 (1) Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair/Emulsi
6.1 (2a) Lapis Perekat - Aspal Cair/Emulsi
6.3(5a) Laston Lapis Aus (AC-WC)
6.3(6a) Laston Lapis Antara (AC-BC)
6.3.(8) Bahan anti pengelupasan
DIVISI 7. STRUKTUR
7.1 (7a) Beton struktur fc' 20 Mpa
7.9.(1) Pasangan Batu
DIVISI 9. PEKERJAAN HARIAN & PEKERJAAN LAIN-LAIN
9.2.(1) Marka jalan termoplastik
DIVISI 10. PEKERJAAN PEMELIHARAAN KINERJA
10.1.(9) Perbaikan Campuran Aspal Panas
DIVISI 1. UMUM
1.2 Mobilisasi
Kegiatan mobilisasi mencakup pekerjaan, sebagai berikut :
- Pengangkutan peralatan konstruksi sesuai dengan daftar peralatan yang akan digunakan untuk
mengerjakan proyek.
- Mobilisasi juga meliputi demobilisasi dari tempat kerja oleh kontraktor pada akhir kontrak,
kontraktor harus menyerahkan program mobilisasi kepada konsultan pengawas untuk diperiksa
dan kemudian diajukan ke pemimpin proyek untuk disetujui dan akan dinyatakan
(persetujuannya) sebelum tanggal permulaan berlakunya Kontrak.
A. Sewa Tanah
Sewa tanah pada masyarakat untuk pembuatan base camp, kantor kerja, barak karyawan,
gudang dan lain-lain.
B. Peralatan
Peralatan yang akan digunakan untuk melaksanakan pekerjaan ini:
No Jenis Alat dan Kapasitas Jumlah
1 ASPHALT FINISHER 1 Unit
2 COMPRESSOR 4000-6500 L\M 1 Unit
3 MOTOR GRADER >100 HP 1 Unit
4 TANDEM ROLLER 6-8 T. 1 Unit
5 TIRE ROLLER 8-10 T. 1 Unit
6 VIBRATORY ROLLER 5-8 T. 1 Unit
Semua peralatan seperti yang tercantum pada tabel di atas dimobilisasi menuju site (lokasi
kerja).
C. Kantor Lapangan dan Fasilitas
1. Papan Proyek
Papan nama proyek digunakan sebagai identitas atau informasi mengenai proyek. Papan
nama dibuat dua buah dan ditempatkan pada awal dan akhir proyek,papan nama terbuat
dari plywood dan kayu kaso dengan pondasi adukan semen, pasir dan split.
2. Dokumen Kontrak
Pembuatan Dokumen Kontrak yang merupakan gabungan dari beberapa Dokumen
Penetapan Pemenang, Dokumen Perusahaan, Surat Perjanjian Pemborongan dll. Dijilid
menjadi satu dan dirangkap sesuai dengan kebutuhan.
D. Mobilisasi Fasilitas Laboratorium
Ruang Laboratorium (sesuai Gambar)
E. Mobilisasi Personil
Personil Sesuai Struktur Organisasi
F. Manajemen dan Keselamatan lalu lintas
Penyedia jasa harus menyediakan tenaga Koordinator Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas
(KMKL) yang memadai.
KMKL harus secara aktif berparstisipasi dalam semua rapat regular maupun khusus dengan
direksi pekerja. KMKL harus siap dihubungi pada setiap saat (24 jam perhari, 7 hari per minggu)
melalui komunikasi bergerak untuk mengatasi kesulitan –kesulitan, keadaan darurat dan hal-hal
lain terkait lalu lintas dan manajemen keselamatan selama periode pelaksanaan.
Tugas –tugas KMKL harus mencakup berikut ini:
1. Memahami persyaratan kontrak tual, termasuk denah, spesifikasi, dan lingkungan di
mana pekerjaan sipil akan dilaksanakan.
2. Menginspeksi rutin terhadap kondisi dan keefektifan dari pengaturan lalu lintas yang di
gunakan dalam kegiatan dan memastikan bahwa perlengkapan tersebut berfungsi
sebagai mana mestinya, bersih, dapat dilihat dan memenuhi spesifikasi,denah serta
peraturan-peraturan setempat.
3. Meninjau dan mengantisipasi kebutuhan atas pengaturan lalu lintas yang sesuai,
memberi pendapat kepada direksi pekerjaan tentang hal-hal terkait, dan memastikan
bahwa RMKL telah diimplemntasikan untuk pergerakan lalu lintas yang aman dan
efisiensi.
4. Mengkoordinasikan pemeliharaan dari pengoperasian lalu lintas dengan direksi
pekerjaan.
5. Melakukan rapat keselamatan lalu lintas dengan penyedia jasa sebelum pelaksanaan
dimulai, dan rapat berkala yang dianggap perlu atau sebagaimana diperintahkan oleh
direksi pekerja. Direksi pekerjaan harus diberitahu sebelumnya untuk menghadiri rapat-
rapat ini.
Urutan Kerja Keselamatan Lalu lintas Yang Perlu Diperhatikan Oleh Penyedia Jasa.
1. Penyedia jasa menyiapkan perlengkapan keselamatan jalan selama periode konstruksi sesui ketentuan.
2. Buat rencana kerja manajemen lalu lintas sesui schedule pekerjaan dan di koordinasikan dengan seluruh
personil yang terkait.
3. Kelompok kerja pengatur lalu lintas selama konstruksi menggunakan tenaga pengatur dan flagman dengan 3
shiff.
4. Pengalihan arus lalu lintas harus ijin PPK dan pihak terkait.
5. Semua rambu lintas harus jelas dan terbaca oleh pengguna jalan.
G. Demobilisasi
Semua alat kerja yang digunakan pada akhir/finishing pelaksanaan pekerjaan segera dilakukan
demobilisasi kembali.Setelah semua Pelaksanaan pekerjaan selesai maka kontraktor akan
melakukan pembersihan akhir dimana barak kerja, kantor direksi dan lain-lain akan di bongkar
dan diangkut ke luar lokasi menurut petunjuk direksi. Pembersihan ini dikerjakan pada semua
lini yang terjadi akibat efek dari pelaksanaan pekerjaan. Pihak pelaksana bersama-sama
konsultan pengawas/Direksi, dan PPK melakukan serah terima pekerjaan. Dalam jangka waktu
masa pemeliharaan selama waktu yang telah ditentukan segala sesuatu yang terjadi dari hasil
pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab pelaksana dan harus dilakukan perawatan.
DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK
3.2.(2a) Timbunan Pilihan dari sumber galian (Bahu Jalan)
Pekerjaan Timbunan Pilihan dari Sumber Galian dikerjakan di bahu jalan. Pekerjaan Bahu Jalan
dikerjakan setelah semua tahapan pekerjaan pengaspalan selesai dikerjakan. Untuk Pekerjaan bahu
Jalan adalah meliputi penghamparan dan pemadatan agregat base pada badan jalan sepanjang link
pekerjaan.
3.2.(2a) Timbunan Pilihan dari sumber galian (Tutup Lubang)
Pekerjaan Timbunan Pilihan dari Sumber Galian dikerjakan untuk penutupan lubang pada badan jalan.
Pekerjaan penutupan lubang pada badan jalan merupakan pekerjaan tahap awal sebelum
menghampar Agregat Kelas A dikerjakan.
Urutan pelaksanaan :
1. Sebelum pekerjana dimulai, terlebih dahulu mempersiapkan gambar design dari data-data awal yang diambil
pada saat survey dan gambar design lokasi in diajukan dan disetujui direksi pekerjaan terlebih dahulu yaitu
dengan gambar penampang melintang yang menunjukkan elevasi permukaan tiap titik.
2. Setelah gambar penampang melintang disetujui, kemudian dilaksanakan pemasangan patok-patok elevasi.
3. Disamping persiapan dilokasi pekerjaan, persiapan material dipersiapkan dengan dimulai dari pengajuan
pembuatan JMD dari balai pengujian dan pengendalian dinas dengan mengirim rencana agregat hasil
pengolahan Stone Cruiser yang ada di base camp.
4. Kemudian dari hasil JMD yang telah disetujui oleh balai pengujian dilanjutkan dengan pembuatan JMF
dilaboraturium, setelah diperoleh hasil komposisi dari agregat campuran dari material, dilaksanakan trial mix
dan kemudian hasil dari trial mix diuji dengan mengacu kepada JMD. setelah selesai semua hasil dibuat
report dan ditandatangani bersama-sama, kemudian dilakukan pengolahan materila untuk pengiriman
kelokasi pekerjaan.
5. Material yang telah diolah dibase camp kemudian dikirim kelokasi pekerjaan dengan menggunakan Dump
Truck yang telah disediakan.
6. Stelah materila sampai dilokasi, dilanjutkan penghamparan dengan menggunakan motor grader yang
dihampar secara layer perlayer. Kemudian hasil hamparan dipadatkan langsung dengan mengggunakan alat
pemadat Vibro Roller dengan jumlah lintasan yang telah disepakati dan dilanjutkan dengan menggunakan alat
pemadat PTR agar diperoleh hasil hamparan yang butirannya tidak lepas. pada saat proses pemadatan ini
diikuti penyiraman dengan menggunakan Water Tank. Pemadatan berlangsung sampai dengan elevasi dan
panjang hamparan yang telah ditentukan oleh direksi pekerjaan.
7. Setelah pencapaian sesuai dengan elevasi pada gambar design, pengecekan elevasi yang dilaksanakan
bersama, setelah hasil pengecekan elevasi dilanjutkan dengan melakukan pengujian kepadatan Base lapis
pertama sampai dipadatkan dengan CBR minimal 60%. dan setiap jarak 100m, pengujian CBR dilakukan
sampai panjang yang diinginkan selesai.
3.2.(2a) Timbunan Pilihan dari sumber galian (Badan Jalan)
Pekerjaan Timbunan Pilihan dari Sumber Galian (Badan Jalan) dikerjakan setelah pekerjaan material
lapisan lainnya selesai dikerjakan. untuk Pekerjaan Badan Jalan adalah meliputi penghamparan dan
pemadatan agregat base pada badan jalan sepanjang link pekerjaan.
Urutan pelaksanaan :
1. Sebelum pekerjana dimulai, terlebih dahulu mempersiapkan gambar design dari data-data awal yang diambil
pada saat survey dan gambar design lokasi in diajukan dan disetujui direksi pekerjaan terlebih dahulu yaitu
dengan gambar penampang melintang yang menunjukkan elevasi permukaan tiap titik.
2. Setelah gambar penampang melintang disetujui, kemudian dilaksanakan pemasangan patok-patok elevasi.
3. Disamping persiapan dilokasi pekerjaan, persiapan materila dipersiapkan dengan dimulai dari pengajuan
pembuatan JMD dari balai pengujian dan pengendalian dinas dengan mengirim rencana agregat hasil
pengolahan Stone Cruiser yang ada di base camp.
4. Kemudian dari hasil JMD yang telah disetujui oleh balai pengujian dilanjutkan dengan pembuatan JMF
dilaboraturium, setelah diperoleh hasil komposisi dari agregat campuran dari material, dilaksanakan trial mix
dan kemudian hasil dari trial mix diuji dengan mengacu kepada JMD. setelah selesai semua hasil dibuat
report dan ditandatangani bersama-sama, kemudian dilakukan pengolahan materila untuk pengiriman
kelokasi pekerjaan.
5. Material yang telah diolah dibase camp kemudian dikirim kelokasi pekerjaan dengan menggunakan Dump
Truck yang telah disediakan.
6. Stelah material sampai dilokasi, dilanjutkan penghamparan dengan menggunakan motor grader yang
dihampar secara layer perlayer dengan tebal hamparan yang telah ditentukan/direncanakan. kemudian hasil
hamparan dipadatkan langsung dengan mengggunakan alat pemadat Vibro Roller dengan jumlah lintasan
yang telah disepakati dan dilanjutkan dengan menggunakan alat pemadat PTR agar diperoleh hasil hamparan
yang butirannya tidak lepas. pada saat proses pemadatan ini diikuti penyiraman dengan menggunakan Water
Tank. Pemadatan berlangsung sampai dengan elevasi dan panjang hamparan yang telah ditentukan oleh
direksi pekerjaan.
7. Setelah pencapaian sesuai dengan elevasi pada gambar design, pengecekan elevasi yang dilaksanakan
bersama, setelah hasil pengecekan elevasi wajib dilakukan pengetesan ketebalan (Test Feet) agregat
dan dilanjutkan dengan melakukan pengujian kepadatan Base lapis pertama sampai dipadatkan dengan CBR
minimal 60%. dan setiap jarak 100m, pengujian CBR dilakukan sampai panjang yang diinginkan selesai.
3.4.(3) Pemotongan Pohon Pilihan diameter > 30 – 50 cm
3.4.(4) Pemotongan Pohon Pilihan diameter > 50 – 75 cm
Penting bagi anda untuk merencanakan penebangan pohon dengan sangat hati-hati. Pohon harus
ditebang dengan aman dan ke arah yang di inginkan
Faktor yang pertama dan terutama mempengaruhi penebangan pohon adalah apakah ada hambatan
besar di area tersebut
1 Rencanakan Penebangan
Mulailah merencanakan pekerjaan penebangan sebelum anda tiba di pohon. Tentukan arah penebangan.
Perhatikan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi penebangan, seperti arah angin, kekuatan angin,
kemiringan dan rintangan disekitar area tersebut
2 Periksa Tinggi Pohon
Seringkali mudah untuk salah memperkirakan panjang pohon. Selalu perkirakan panjang pohon sebelum
menebangnya, terutama di lokasi yang berbahaya dan terbatas, misalnya dekat dengan pohon lain,
bangunan, kabel listrik, dll.
3 Jarak Aman
Sebelum menebang, anda harus memastikan tidak ada orang dalam jarak minimal dua kali tinggi pohon
dari pohon yang akan ditebang.
4 Jatuh ke Arah Jatuh yang Alami Jika Memungkinkan
Kebanyakan pohon memiliki arah alami untuk tumbang. Arah ini dipengaruhi oleh kemiringan pohon,
bentuk cabang. Jika anda tidak yakin dengan kemiringan pohon, menjauhlah sedikit dari pohon dan
periksa dengan penggaris tegak lurus.
5 Bersihkan Semak Belukar
Selalu bersihkan area disekitar pohon agar anda dapat menebangnya tanpa halangan. Bersihkan juga
area di arah penebangan yang dituju.
6 Pangkas Cabang Rendah
Pemangkasan mebuat penebangan lebih aman dengan membuang cabang dan ranting rendah yang
menghalangi. Cara pemangkasan yang paling aman adalah dengan menggunakan rantai penarik dari atas
ke bawah. Gunakan batang pohon sebagai penghalang antara anda dan gergaji.
7 Rencanakan dan Bersihkan Rute Pelarian anda
Jalur penyelamat anda. Saat pohon mulai tumbang, anda harus segera pindah ke tempat yang aman.
Tebang semak-semak yang menghalangi dan pohon-pohon kecil di jalur pelarian anda.
5.1.(1) Lapis Pondasi Agregat Kelas A
Pekerjaan Agregat Kelas A dikerjakan setelah pekerjaan Agregat Kelas B/material lapisan lainnya
selesai dikerjakan. untuk Pekerjaan Badan Jalan adalah meliputi penghamparan dan pemadatan
agregat base pada badan jalan sepanjang link pekerjaan.
Urutan pelaksanaan :
1. Sebelum pekerjana dimulai, terlebih dahulu mempersiapkan gambar design dari data-data awal yang diambil
pada saat survey dan gambar design lokasi in diajukan dan disetujui direksi pekerjaan terlebih dahulu yaitu
dengan gambar penampang melintang yang menunjukkan elevasi permukaan tiap titik.
2. Setelah gambar penampang melintang disetujui, kemudian dilaksanakan pemasangan patok-patok elevasi.
3. Disamping persiapan dilokasi pekerjaan, persiapan materila dipersiapkan dengan dimulai dari pengajuan
pembuatan JMD dari balai pengujian dan pengendalian dinas dengan mengirim rencana agregat hasil
pengolahan Stone Cruiser yang ada di base camp.
4. Kemudian dari hasil JMD yang telah disetujui oleh balai pengujian dilanjutkan dengan pembuatan JMF
dilaboraturium, setelah diperoleh hasil komposisi dari agregat campuran dari material, dilaksanakan trial mix
dan kemudian hasil dari trial mix diuji dengan mengacu kepada JMD. setelah selesai semua hasil dibuat
report dan ditandatangani bersama-sama, kemudian dilakukan pengolahan materila untuk pengiriman
kelokasi pekerjaan.
5. Material yang telah diolah dibase camp kemudian dikirim kelokasi pekerjaan dengan menggunakan Dump
Truck yang telah disediakan.
6. Stelah materila sampai dilokasi, dilanjutkan penghamparan dengan menggunakan motor grader yang
dihampar secara layer perlayer dengan tebal hamparan yang telah ditentukan/direncanakan. kemudian hasil
hamparan dipadatkan langsung dengan mengggunakan alat pemadat Vibro Roller dengan jumlah lintasan
yang telah disepakati dan dilanjutkan dengan menggunakan alat pemadat PTR agar diperoleh hasil hamparan
yang butirannya tidak lepas. pada saat proses pemadatan ini diikuti penyiraman dengan menggunakan Water
Tank. Pemadatan berlangsung sampai dengan elevasi dan panjang hamparan yang telah ditentukan oleh
direksi pekerjaan.
7. Setelah pencapaian sesuai dengan elevasi pada gambar design, pengecekan elevasi yang dilaksanakan
bersama, setelah hasil pengecekan elevasi wajib dilakukan pengetesan ketebalan (Test Feet) agregat
Kelas A dan dilanjutkan dengan melakukan pengujian kepadatan Base lapis pertama sampai dipadatkan
dengan CBR minimal 60%. dan setiap jarak 100m, pengujian CBR dilakukan sampai panjang yang diinginkan
selesai.
Lapis pondasi agregat kelas A dihampar diatas badan jalan yang ada yang sudah rata.
DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL
6.1 (1) Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair/Emulsi
Lapis resap pengikat (prime coat) adalah lapis tipis aspal cair yang dilaksanakan setelah Pekerjaan
Menghampar Agregrat Kls. A selesai atau sudah padat dengan ketentuan-ketuan Speksipikasi yang
telah di tentukan serta telah di setujui oleh Direksi Teknis dan pengawas, yang adapun pekerjaan
tersebut diatas diletakkan di atas lapis Agregrat Kls. A sebelum lapis berikutnya dihampar. Aspal cair ini
dapat meresap ke dalam lapis pondasi mengisi rongga dan memperkeras permukaan serta mengikat
lapis pondasi dan lapis permukaan. Hal pertama yang dilakukan adalah memanaskan aspal yang ada
di dalam mobil aspal spayer yang telah dibuka di bagian badan tersebut. Pemanasan aspal ini tidak
boleh terlalu panas karena dapat menyebabkan kebakaran dan sifat kelengketan dan kelenturan aspal
menjadi rusak.
6.1 (2a) Lapis Perekat - Aspal Cair/Emulsi
Setelah pekerjaan AC-BC selesai dilaksanakan dan Sebelum laston Lapis Aus AC-WC Levelling
dihampar pada existing jalan, untuk merekatkan antara permukaan aspal yang ada dengan yang baru
(AC-WC ) digunakan bahaan lapis perekat yang disemprotkan dengan menggunakan apal spayer.
Lapis perekat berfungsi untuk memberikan daya ikat antara aspal yang ada dengan aspal baru dan
disemprotkan pada permukaan beraspal yang kering dan bersih. Bahan lapis perekat adalah aspal cair
yang cepat menyerap atau aspal keras pen 80/100 atau pen 60/70 yang dicairkan dengan 25 sampai
30 bagian minyak tanah per 100 bagian aspal. Pemakaiannya berkisar antar 0,25 liter/m2 sampai 0,30
liter/m2. Lebih tipis dibandingkan dengan pemakaian lapis resap pengikat.
6.3(5a) Laston Lapis Aus (AC-WC)
Setelah selesai penyemproten Lapis Resap Pengikat ( Prime Coat ) pada permukaan Agregat Kelas A
maka dilanjutkan pekerjaan Laston Lapis Aus ( AC – WC ) dimana Pekerjaan ini pencampuran bahan
agregat dengan aspal dilakukan di base camp AMP sesuai dengan spesipikasi teknis, kemudian AC-
WC di tuang ke dumtruck lalu ditutup dengan terpal untuk menahan suhu AC-WC tetap setabil lalu
dikirim sampai ke lokasi pekerjaan yang telah Periksa pastikan aspalt distributor dapat berfungsi
dengan baik. Periksa dan pastikan alat aspalt sprayer dapat berfungsi dengan baik.
Periksa dan pastikan nozel-nozel pada aspalt sprayer dan aspal distributor tidak mampet dan dapat
berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan rollerbars tidak macet, dapat berputar dengan baik.
Periksa dan pastikan hopper dapat di gerakkan buka tutup dan dapat berfungsi dengan baik. Periksa
dan pastikan permukaan plat screed rata, mulus di lengkapi alat pemanas dan berfungsi dengan baik.
Periksa dan pastikan alat penumbuk (tamper) dan vibrator (pemadat getar) pada screed dapat
berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan pengatur tebal manual hamparan dapat di naikkan dan di
turunkan dan dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan bila finisher di lengkapi dengan alat
Pengatur tebal otomatis.
Periksa dan pastikan alat sensor dan kelengkapannya dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan
pastikan sendi ( crown ) pada as plat sceed dapat membentuk untuk kemiringan jalan sesuai
kebutuhan. Periksa dan pastikan pintu pengatur, feeders dan ulir penyebar (screw) masing-masing
dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan bahwa finisher dan ulir penyebar di lengkapi
sambungan screed. Periksa dan pastikan dump truck dalam kondisi baik dan layak jalan.
Periksa dan pastikan lantai bak rata dan bersih dari kotoran. Periksa dan pastikan hidrolik dump truck
berfungsi dengan baik. Stapkan terpal untuk penutup dump truck dan pastikan terpal dalam keadaan
baik. Periksa dan pastikan alat pemeriksa ketebalan dalam kondisi baik Periksa dan pastikan
termometer untuk pemeriksaan campuran aspalt menunjukkan angka yang benar dan telah di kalibrasi.
Siapkan alat bantu lainnya seperti: blencong, mistar pengrata, gerobak dorong, kaso, dan benang.
Siapkan rambu pengaman lalu lintas secukupnya sesuai kebutuhan.
Peralatan mekanik seperti finisher alat penghampar dan alat alat pemadat . bahan di tuang ke bak
finisher dari dumtruck, finisher menghampar campuran aspal panas ke permukaan lapis pondasi pada
ketebalan diatas rata rata ketebalan padat dan hasil penggelaran didiamkan pada suhu yang telah di
tetapkan kemudian di padatkan dengan mesin gilas roda besi , penggilasan sedemikan rupa hingga
mendapatkan kerataan dan kepadatan yang di tetapkan dan akhir pemadatan mengunakan mesin gilas
roda karet yang disesuaikan dengan spesipikai teknis.
Laston Lapis Antara (AC-BC)
6.3(6a)
Setelah selesai penyemproten Lapis Perekat ( take Coat ) pada permukaan AC - WC maka dilanjutkan
pekerjaan Laston Lapis Antara ( AC – BC ) dimana Pekerjaan ini pencampuran bahan agregat dengan
aspal dilakukan di base camp AMP sesuai dengan spesipikasi teknis, kemudian AC-BC di tuang ke
dumtruck lalu ditutup dengan terpal untuk menahan suhu AC-BC tetap setabil lalu dikirim sampai ke
lokasi pekerjaan yang telah Periksa pastikan aspalt distributor dapat berfungsi dengan baik. Periksa
dan pastikan alat aspalt sprayer dapat berfungsi dengan baik.
Periksa dan pastikan nozel-nozel pada aspalt sprayer dan aspal distributor tidak mampet dan dapat
berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan rollerbars tidak macet, dapat berputar dengan baik.
Periksa dan pastikan hopper dapat di gerakkan buka tutup dan dapat berfungsi dengan baik. Periksa
dan pastikan permukaan plat screed rata, mulus di lengkapi alat pemanas dan berfungsi dengan baik.
Periksa dan pastikan alat penumbuk (tamper) dan vibrator (pemadat getar) pada screed dapat
berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan pengatur tebal manual hamparan dapat di naikkan dan di
turunkan dan dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan bila finisher di lengkapi dengan alat
Pengatur tebal otomatis.
Periksa dan pastikan alat sensor dan kelengkapannya dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan
pastikan sendi ( crown ) pada as plat sceed dapat membentuk untuk kemiringan jalan sesuai
kebutuhan. Periksa dan pastikan pintu pengatur, feeders dan ulir penyebar (screw) masing-masing
dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan bahwa finisher dan ulir penyebar di lengkapi
sambungan screed. Periksa dan pastikan dump truck dalam kondisi baik dan layak jalan.
Periksa dan pastikan lantai bak rata dan bersih dari kotoran. Periksa dan pastikan hidrolik dump truck
berfungsi dengan baik. Stapkan terpal untuk penutup dump truck dan pastikan terpal dalam keadaan
baik. Periksa dan pastikan alat pemeriksa ketebalan dalam kondisi baik Periksa dan pastikan
termometer untuk pemeriksaan campuran aspalt menunjukkan angka yang benar dan telah di kalibrasi.
Siapkan alat bantu lainnya seperti: blencong, mistar pengrata, gerobak dorong, kaso, dan benang.
Siapkan rambu pengaman lalu lintas secukupnya sesuai kebutuhan.
Peralatan mekanik seperti finisher alat penghampar dan alat alat pemadat . bahan di tuang ke bak
finisher dari dumtruck, finisher menghampar campuran aspal panas ke permukaan lapis pondasi pada
ketebalan diatas rata rata ketebalan padat.
6.3.(8) Bahan anti pengelupasan
Aditif kelekatan dan anti pengelupasan (anti striping agent) harus ditambahkan dalam bentuk cairan
kedalam campuran agregat dengan mengunakan pompa penakar (dozing pump) pada saat proses
pencampuran basah di pugmil.
Kuantitas pemakaian aditif anti striping dalam rentang 0,2% - 0,3 % terhadap berat aspal. Anti striping
harus digunakan untuk semua jenis aspal tetapi tidak boleh tidak digunakan pada aspal minyak yang
bermuatan positif. Jenis aditif yang digunakan haruslah yang disetujui Direksi Pekerjaan. Penyediaan
aditif dibayar terpisah dari pekerjaan aspal.
DIVISI 7. STRUKTUR
7,1 Beton struktur fc' 20 Mpa
Campuran beton yang dibuat untuk perkerasan beton semen harus memiliki kelecakan yang
baik agar memberikan kemudahan dalam pengerjaaan tanpa terjadi segregasi atau bliding
dan setelah beton mengeras memenuhi kriteria kekuatan, keawetan, kedap air dan
keselamatan berkendaraan.
a) kadar air dan kandungan udara;
Kadar air harus dijaga serendah mungkin (dalam batas kemudahan kerja) untuk
mendapatkan beton yang padat dan awet dengan kandungan udara yang sesuai
dengan persyaratan.
b) mutu agregat;
c) bahan tambah (Admixtures);
Bahan tambah baru boleh digunakan hanya apabila sudah dilakukan penilaian dan
pengujian lapangan yang teliti.
d) kekesatan.
Faktor air semen yang rendah sangat membantu dalam mempertahankan kekesatan
permukaan perkerasan beton.
Pengecoran
Pengecoran beton harus dilakukan secara hati-hati agar tidak terjadi segregasi. Tinggi
jatuh adukan beton harus diperhatikan antara 0,90 m – 1,50 m tergantung dari konsistensi
adukan.
Apabila dalam pengecoran digunakan mesin pengaduk di tempat, penuangan adukan beton
dapat dilakukan menggunakan baket (bucket) dan talang. Untuk beton tanpa tulangan
adukan beton dapat dituangkan di atas permukaan yang telah disiapkan di depan mesin
penghampar. Harus diusahakan agar penumpahan adukan beton dari satu adukan ke
adukan berikutnya berlangsung secara berkesinambungan sebelum terjadi pengikatan akhir
(final setting).
Pengecoran pada cuaca panas
Bila pelaksanaan perkerasan dilakukan pada cuaca panas dan bila temperatur beton basah
(fresh concrete) di atas 240 C, pencegahan penguapan harus dilakukan. Air harus dilindungi
dari panas sinar matahari, dengan cara melakukan pengecatan tanki air dengan warna putih
dan mengubur pipa penyaluran atau dengan cara lain yang sesuai. Temperatur agregat
kasar diturunkan dengan menyemprotkan air. Pengecoran beton harus dihentikan bila
temperatur beton pada saat dituangkan lebih dari 320 C.
Kehilangan kadar air yang cepat dari permukaan perkerasan akan menghasilkan kekakuan
yang lebih awal dan mengurangi waktu yang tersedia untuk menyelesaikan pekerjaan akhir.
Dalam keadaan seperti ini tidak diperbolehkan menambahkan air ke permukaan pelat. Pada
kondisi yang sangat terpaksa berkurangnya kadar air bisa diimbangi dengan melakukan
pengkabutan.
Penghamparan
Ada dua metoda penghamparan beton semen.
a) metoda menerus;
Pada metoda ini beton dicor secara menerus. Sambungan-sambungan melintang dapat
dibuat ketika beton masih basah atau dengan cara digergaji sebelum retak susut terjadi.
b) metoda panel-berselang.
Pada metoda ini beton dicor dengan sistem panel-panel berselang. Panel-panel yang
kosong di antara panel-panel yang sudah dicor, pengecorannya dikerjakan setelah 4 – 7
hari berikutnya.
Pada pekerjaan besar harus disediakan penghampar jenis dayung (paddle) atau ulir
(auger), atau ban berjalan, maupun jenis wadah (hopper) dan ulir, kecuali apabila
digunakan penghampar acuan gelincir. Pada mesin penghampar acuan gelincir,
peralatan penghampar biasanya sudah menyatu. Semua peralatan harus dioperasikan
secara seksama. Pada pekerjaan yang lebih kecil, penghamparan dapat dilakukan
dengan cara manual.
Beton harus dihampar dengan ketebalan yang sesuai dengan tipe dan kapasitas alat
pemadat.
Apabila perkerasan beton menggunakan tulangan, pemasangan tulangan harus
diperkuat oleh dudukan kemudian beton dicor dan dipadatkan dari atas.
Pemadatan
Adukan beton harus dipadatkan dengan sebaik-baiknya. Ada dua metoda untuk
memadatkan beton yaitu : pemadatan dengan tangan dan pemadatan dengan getaran.
a) pemadatan dengan tangan (hand tamping);
Alat ini biasanya digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan kecil. Alat ini dapat dibuat dari
balok kayu berukuran 22,5 x 7,5 mm2 dengan panjang sesuai lebar jalur yang dicor.
Bagian bawah tepi balok kayu diperkuat dengan pelat besi tebal 5 mm seperti
diperlihatkan pada Gambar 3.
Untuk memadatkan beton, mula-mula alat ini dipasang mendatar di atas permukaan
beton, kemudian diangkat dan dijatuhkan secara berulang-ulang. Setelah pemadatan
selesai, alat ini bisa sekaligus dipakai untuk meratakan dan merapikan permukaan
beton.
Pembentukan tekstur permukaan
Setelah beton dipadatkan, permukaan beton harus diratakan dan dirapihkan dengan alat
perata
Beton yang masih dalam keadaan plastis diberi tekstur untuk memberikan kekesatan
permukaan. Permukaan yang kasar bisa dicapai dengan beberapa cara. Ini termasuk
penarikan karung goni (burlap), penyikatan dengan kawat atau paku dan pembuatan alur
Perlindungan
Setelah beton dicor dan dipadatkan, hingga berumur beberapa hari, beton harus dilindungi
terhadap kerusakan yang disebabkan oleh faktor lingkungan.
a) pencegahan retak susut plastis;
Retak susut plastis adalah retak yang terjadi pada permukaan beton basah dan pada
saat masih plastis.
Penyebab utama dari retak tipe ini adalah pengeringan permukaan beton yang terlalu
cepat yang dipengaruhi oleh kelembaban relatif, temperatur beton dan udara serta
kecepatan angin.
Tingkat penguapan akan sangat tinggi bila kelembaban relatif kecil, temperatur beton
lebih tinggi dari temperatur udara, dan bila angin bertiup pada permukaan beton.
Bilamana terjadi kombinasi panas, cuaca kering dan angin yang kencang akan
mengakibatkan hilangnya kelembaban yang lebih cepat dibandingkan dengan pengisian
kembali rongga oleh proses aliran air. Pengeringan yang cepat juga terjadi pada cuaca
dingin, jika temperatur beton pada saat pengecoran adalah lebih tinggi dari pada
temperatur udara.
Jika laju penguapan air lebih dari 1,0 kg/m2 per jam, pencegahan harus dilakukan untuk
menghindari terjadinya retak susut plastis. Besarnya laju penguapan dapat diestimasi
dengan menggunakan nomogram seperti diperlihatkan pada Gambar 7.
Prosedur untuk meminimalkan retak akibat susut plastis :
− buat pelindung angin untuk mengurangi pengaruh angin dan atau sinar matahari
terhadap permukaan beton semen
− kendalikan perbedaan temperatur yang berlebihan antara beton dan udara baik
cuaca panas maupun dingin
− hindari keterlambatan penyelesaian akhir setelah pengecoran beton
− rencanakan waktu antara pengecoran dan permulaan perawatan dengan
memperhatikan prosedur pelaksanaan, apabila terjadi keterlambatan, lindungi beton
dengan penutup sementara
− lindungi beton selama beberapa jam pertama setelah pengecoran dan pembuatan
tekstur permukaan untuk meminimalkan penguapan
b) perlindungan terhadap hujan;
Untuk melindungi beton belum berusia 12 jam, harus ditutup dengan bahan seperti
plastik, terpal atau bahan lain yang sesuai.
c) perlindungan terhadap kerusakan permukaan.
Perkerasan harus dilindungi terhadap lalu-lintas umum dan proyek, dengan
pemasangan rambu lalu-lintas, penerangan lampu, penghalang, dan lain sebagainya.
Perawatan
Perawatan perlu dilakukan dengan seksama karena sangat menentukan mutu akhir beton.
Setelah pelaksanaan akhir dan pengteksturan seluruh permukaan beton harus dirawat.
Salah satu perawatan yang baik adalah dengan cara penyemprotan bahan larutan yang
sesuai, seperti pigmen putih (white-pigmented), bahan dasar resin (resin-based) atau bahan
dasar karet klorinat (chlorinated-rubber-base), selaput kompon yang sesuai dengan ASTM
C309. Kompon harus disemprotkan dengan jumlah 0,3 ltr/m2 (3,75 m2/ltr) untuk tebal pelat ≥
12,5 cm dan 0,2 ltr/m2 (2,5 m2/ltr) untuk tebal pelat < 12,5 cm.
Bidang-bidang tepi perkerasan harus segera dilapisi paling lambat 60 menit setelah acuan
dibongkar. Apabila pada masa perawatan terjadi kerusakan lapisan perawatan, maka lapisan
perawatan tersebut harus segera diperbaiki.
Metoda perawatan yang lain seperti dengan lembaran plastik putih dapat dilakukan bilamana
perawatan dengan selaput kompon tidak memungkinkan.
Penempatan lembaran plastik putih harus dilaksanakan pada saat permukaan beton masih
basah. Jika permukaan terlihat kering sebelum beton mengeras, harus dibasahi dengan cara
pengkabutan sebelum lembaran plastik tersebut dipasang. Sambungan lembaran penutup
harus dipasang tumpang tindih selebar 50 cm dan harus dibebani sedemikian rupa sehingga
tetap lekat dengan permukaan perkerasan beton. Lembaran penutup harus dilebihkan pada
tepi perkerasan beton dengan lebar yang cukup sehingga dapat menutup sisi samping dari
permukaan pelat beton setelah acuan samping dibuka. Lembaran tersebut hendaknya
masih berada pada tempatnya selama waktu perawatan.
Penggunaan karung goni yang lembab untuk menutup permukaan beton dapat
dipergunakan, lembar penutup harus diletakkan sedemikian rupa sehingga menempel pada
permukaan beton, tetapi tidak boleh diletakkan sebelum beton cukup mengeras guna
mencegah pelekatan. Penutup harus dipertahankan dalam keadaan basah dan pada
tempatnya selama minimal 7 hari.
7,9 Pasangan Batu
DIVISI 9. PEKERJAAN HARIAN & PEKERJAAN LAIN-LAIN
9,2 Marka jalan termoplastik
Pelaksanaan Pengecatan /Aplikasi Marka Jalan Thermoplastic Sebelum pekerjaan dimulai pelaksana
terlebih dahulu memperlihatkan bahan material dan hasil uji lab dari bahan yang akan di pakai.
Selanjutnya pekerjaan didahulu pre-marking yaitu membuat design marka sesuai hasil survey
mempergunakan cat road line paint atau cat yang mudah hilang. Setelah pre-marking atau pembuatan
marka memakai kwas cat road line terbentuk dan telah disetujui oleh KPA/PPK/Satgas. maka dilanjutkan
pengecatan thermoplastic. Pelaksanaan pengecatan thermo mempergunakan alat khusus cat
thermoplastic yakni terdiri dari 2 mesin pokok yaitu Pre Haeter alat memasak tepung thermoplastic dan
mesin aplikasi. Setelah cat mencair dengan di panasi mempergunakan gas elpiji pada tengki pre heater
dengan suhu antara 190 ºC s/d 220 ºC, lalu di tuangkan kepada mesin aplikasi. Didalam mesin aplikasi
telah dipasang / disiapkan cetakan sesuai ukuran yang akan di cat untuk garis centre line baik yang putus-
putus atau tidak putus juga garis tepi dengan lebar 12 cm sedangkan untuk Zebra Cross dengan
lebar 30 cm ketebalan cat yakni 3 mm. Glass Beads di tempatkan pada mesin aplikasi dengan sistim
penaburan secara otomatis sehingga pada saat cat termoplastik di gelar maka butiran glass beads keluar
secara merata dan serentak. Sebelum aplikator menggelar cat thermoplastic lokasi lalu lintas agar
diamankan terlebih dahulu, dengan memasang rambu kerja (portable) yang dapat di pindah-pindah, juga
dibantu oleh petugas pemberi isyarat peringatan bahwa di jalan sedang dilaksanakan pengecatan marka
jalan, jika terjadi antrian yang panjang maka pengecatan di tunda terlebih dahulu atau dengan sistim buka
tutup arus lalu lintas. Selanjutnya lahan yang akan di cat di bersihkan dari kotoran – kotoran yang melekat
pada lokasi pengecatan misalkan debu, tanah, oli, solar dan air sehingga lokasi betul-betul kering dan
bersih. Kemudian barulah pelaksanaan pegelaran cat / aplikasi
dilaksanakan yaitu sesuai dengan garis / tanda pada saat pre marking. Sebaiknya setelah 5-15 menit
setelah aplikasi maka barulah di perbolehkan dilalui oleh kendaraan, jika terjadi turun hujan maka
pengecatan / aplikasi di hentikan sedangkan bahan-bahan material dan peralatan di amankan agar tidak
terkena air
hujan.
DIVISI 10. PEKERJAAN PEMELIHARAAN KINERJA
Galian Perkerasan Beraspal tanpa Cold Milling Machine
Pada awal pelaksanaan kegiatannya juga dapat dilaksanakan pekerjaan Galian Perkerasan Beraspal
dengan menggunakan Compresor dan Jack Hammer dimana pekerjaan ini merupakan galian pada
perkerasan lama. Metoda kerja dari pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi Teknis dan
Pengawas Lapangan untuki untuk disetujui dan selanjutnya melaksanakan pekerjaan Galian dengan
menggunakan Jack Hammer dan Compresor.
Pertama – tama dimana permukaan hotmix yang sudah rusak atau retak-retak di tandai serta di ukur
panjang dan lebar dari Aspal hotmix yang rusak tersebut setelah semua selelai di tandai selanjunya
digali dengan menggunakan alat Jack Hammer & Air Compressor dan dibantu dengan buruh dengan alat
bantu berupa cangkul, singkup, belincong dan lain sebagainya., untuk menangkat/mengorek aspal yang
sudah di gali dengan Jack Hammer tersebut.
Selanjutnya Sisa hasi galian yang ada di dalam lubang tersebut dibersihkan dengan menggunakan Air
Compressor.
Selanjutnya tanah bekas galian dari Jack Hmmer tersebut dimuat kedalam Dump Truk dan diangkut ke
luar lokasi pekerjaan.
Hasil galian dirapihkan oleh sekelompok pekerja sesuai dengan ukuran gambar rencana yang sudah
disetujui oleh direksi Teknis dan Pengawas.
Lapis Perekat – Aspal Cair
Setelah Galian Perkerasan Beraspal tanpa Cold Milling Machine Selanjutnya aspal yang sudah cair atau
Lapis Perekat – Aspal Cair disemprotkan/disiramkan ke permukaan agregat sehingga merata. Lapis
resap pengikat harus disemprot pada permukaan yang kering atau mendekati kering dan pelaksanaan
penyemprotan tidak boleh dilaksanakan pada saat angin kencang, hujan, atau akan turun hujan. Sebelum
aspal disiramkan, permukaan lapis pondasi terlebih dahulu di bersihkan dengan Semprotan Angin
(Compressor)
Metoda kerja dari pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi untuki untuk disetujui
-
Permukaan yang akan dilapis dibersihkan dari debu dan kotoran dengan Air Compressor.
-
Bahan dasar berupa aspal dan kerosene dicampur dan dipanaskan sehingga menjadi campuran aspal
-
cair.
Campuran aspal cair disemprotkan dengan Asphalt Sprayer ke atas permukaan yang akan dilapisi.
-
Untuk mengetahui kadar lapis perekat per m2 dilakukan paper test dilokasi pekerjaan
-
LASTON LAPIS AUS (AC-WC)
Setelah selesai penyemproten Lapis Resap Pengikat – Aspal Cair pada permukaan lalu di tutup dengan
laston lapis aus (AC-WC) Dan Periksa dan pastikan nozel-nozel pada aspalt sprayer dan aspal distributor
tidak mampet dan dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan rollerbars tidak macet, dapat
berputar dengan baik. Periksa dan pastikan hopper dapat di gerakkan buka tutup dan dapat berfungsi
dengan baik. Periksa dan pastikan permukaan plat screed rata, mulus di lengkapi alat pemanas dan
berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan alat penumbuk (tamper) dan vibrator (pemadat getar) pada
screed dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan pengatur tebal manual hamparan dapat di
naikkan dan di turunkan dan dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan bila finisher di lengkapi
dengan alat Pengatur tebal otomatis.
BAHAN ANTI PENGELUPASAN
Pencampuran bahan agregat dengan aspal ditambah dengan zat adiktif dilakukan di base camp AMP
sesuai dengan spesipikasi teknis AC – WC di tuang ke dumtruck lalu ditutup dengan terpal untuk
menahan suhu AC – WC tetap setabil lalu dikirim sampai ke lokasi pekerjaan yang telah Periksa pastikan
aspalt distributor dapat berfungsi dengan baik. Sesuai dengan spesipikasi teknik yang di pakai.