METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
Lanjutan Pengaspalan Jalan dengan Hotmix Dusun Ban Rejo Desa Emplasmen Kw. Mencirim menuju
Dusun VII Suka Jahe Desa Purwobinangun Kec. Sei Bingai
LINGKUP PEKERJAAN
DIVISI 1. UMUM
1.2 Mobilisasi
SKh-1.22. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK)
DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK
3.2.(2a) Timbunan Pilihan dari sumber galian (Tutup Lubang)
DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR
5.1.(1) Lapis Fondasi Agregat Kelas A
DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL
6.1 (1) Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair/Emulsi
6.3(5a) Laston Lapis Aus (AC-WC)
6.3.(8) Bahan anti pengelupasan
DIVISI 1. UMUM
1.2 Mobilisasi
Kegiatan mobilisasi mencakup pekerjaan, sebagai berikut :
- Pengangkutan peralatan konstruksi sesuai dengan daftar peralatan yang akan digunakan
untuk mengerjakan proyek.
- Mobilisasi juga meliputi demobilisasi dari tempat kerja oleh kontraktor pada akhir
kontrak, kontraktor harus menyerahkan program mobilisasi kepada konsultan pengawas
untuk diperiksa dan kemudian diajukan ke pemimpin proyek untuk disetujui dan akan
dinyatakan (persetujuannya) sebelum tanggal permulaan berlakunya Kontrak.
A. Sewa Tanah
Sewa tanah pada masyarakat untuk pembuatan base camp, kantor kerja, barak
karyawan, gudang dan lain-lain.
B. Peralatan
Peralatan yang akan digunakan untuk melaksanakan pekerjaan ini:
No Jenis Alat dan Kapasitas Jumlah
1 ASPHALT FINISHER 1 Unit
2 COMPRESSOR 4000-6500 L\M 1 Unit
3 MOTOR GRADER >100 HP 1 Unit
4 TANDEM ROLLER 6-8 T. 1 Unit
5 TIRE ROLLER 8-10 T. 1 Unit
6 VIBRATORY ROLLER 5-8 T. 1 Unit
Semua peralatan seperti yang tercantum pada tabel di atas dimobilisasi menuju site
(lokasi kerja).
C. Kantor Lapangan dan Fasilitas
1. Papan Proyek
Papan nama proyek digunakan sebagai identitas atau informasi mengenai proyek.
Papan nama dibuat dua buah dan ditempatkan pada awal dan akhir proyek,papan
nama terbuat dari plywood dan kayu kaso dengan pondasi adukan semen, pasir
dan split.
2. Dokumen Kontrak
Pembuatan Dokumen Kontrak yang merupakan gabungan dari beberapa Dokumen
Penetapan Pemenang, Dokumen Perusahaan, Surat Perjanjian Pemborongan dll.
Dijilid menjadi satu dan dirangkap sesuai dengan kebutuhan.
D. Mobilisasi Fasilitas Laboratorium
Ruang Laboratorium (sesuai Gambar)
E. Mobilisasi Personil
Personil Sesuai Struktur Organisasi
F. Manajemen dan Keselamatan lalu lintas
Penyedia jasa harus menyediakan tenaga Koordinator Manajemen dan Keselamatan Lalu
Lintas (KMKL) yang memadai.
KMKL harus secara aktif berparstisipasi dalam semua rapat regular maupun khusus
dengan direksi pekerja. KMKL harus siap dihubungi pada setiap saat (24 jam perhari, 7
hari per minggu) melalui komunikasi bergerak untuk mengatasi kesulitan –kesulitan,
keadaan darurat dan hal-hal lain terkait lalu lintas dan manajemen keselamatan selama
periode pelaksanaan.
Tugas –tugas KMKL harus mencakup berikut ini:
1. Memahami persyaratan kontrak tual, termasuk denah, spesifikasi, dan lingkungan
di mana pekerjaan sipil akan dilaksanakan.
2. Menginspeksi rutin terhadap kondisi dan keefektifan dari pengaturan lalu lintas
yang di gunakan dalam kegiatan dan memastikan bahwa perlengkapan tersebut
berfungsi sebagai mana mestinya, bersih, dapat dilihat dan memenuhi
spesifikasi,denah serta peraturan-peraturan setempat.
3. Meninjau dan mengantisipasi kebutuhan atas pengaturan lalu lintas yang sesuai,
memberi pendapat kepada direksi pekerjaan tentang hal-hal terkait, dan
memastikan bahwa RMKL telah diimplemntasikan untuk pergerakan lalu lintas yang
aman dan efisiensi.
4. Mengkoordinasikan pemeliharaan dari pengoperasian lalu lintas dengan direksi
pekerjaan.
5. Melakukan rapat keselamatan lalu lintas dengan penyedia jasa sebelum
pelaksanaan dimulai, dan rapat berkala yang dianggap perlu atau sebagaimana
diperintahkan oleh direksi pekerja. Direksi pekerjaan harus diberitahu sebelumnya
untuk menghadiri rapat-rapat ini.
Urutan Kerja Keselamatan Lalu lintas Yang Perlu Diperhatikan Oleh Penyedia Jasa.
1. Penyedia jasa menyiapkan perlengkapan keselamatan jalan selama periode konstruksi sesui
ketentuan.
2. Buat rencana kerja manajemen lalu lintas sesui schedule pekerjaan dan di koordinasikan dengan
seluruh personil yang terkait.
3. Kelompok kerja pengatur lalu lintas selama konstruksi menggunakan tenaga pengatur dan flagman
dengan 3 shiff.
4. Pengalihan arus lalu lintas harus ijin PPK dan pihak terkait.
5. Semua rambu lintas harus jelas dan terbaca oleh pengguna jalan.
G. Demobilisasi
Semua alat kerja yang digunakan pada akhir/finishing pelaksanaan pekerjaan segera
dilakukan demobilisasi kembali.Setelah semua Pelaksanaan pekerjaan selesai maka
kontraktor akan melakukan pembersihan akhir dimana barak kerja, kantor direksi dan
lain-lain akan di bongkar dan diangkut ke luar lokasi menurut petunjuk direksi.
Pembersihan ini dikerjakan pada semua lini yang terjadi akibat efek dari pelaksanaan
pekerjaan. Pihak pelaksana bersama-sama konsultan pengawas/Direksi, dan PPK
melakukan serah terima pekerjaan. Dalam jangka waktu masa pemeliharaan selama
waktu yang telah ditentukan segala sesuatu yang terjadi dari hasil pekerjaan tersebut
menjadi tanggung jawab pelaksana dan harus dilakukan perawatan.
DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK
3.2.(2a) Timbunan Pilihan dari sumber galian (Tutup Lubang)
Pekerjaan Timbunan Pilihan dari Sumber Galian dikerjakan untuk penutupan lubang pada
badan jalan. Pekerjaan penutupan lubang pada badan jalan merupakan pekerjaan tahap awal
sebelum menghampar Agregat Kelas A dikerjakan.
Urutan pelaksanaan :
1. Sebelum pekerjana dimulai, terlebih dahulu mempersiapkan gambar design dari data-data awal
yang diambil pada saat survey dan gambar design lokasi in diajukan dan disetujui direksi pekerjaan
terlebih dahulu yaitu dengan gambar penampang melintang yang menunjukkan elevasi permukaan
tiap titik.
2. Setelah gambar penampang melintang disetujui, kemudian dilaksanakan pemasangan patok-patok
elevasi.
3. Disamping persiapan dilokasi pekerjaan, persiapan material dipersiapkan dengan dimulai dari
pengajuan pembuatan JMD dari balai pengujian dan pengendalian dinas dengan mengirim rencana
agregat hasil pengolahan Stone Cruiser yang ada di base camp.
4. Kemudian dari hasil JMD yang telah disetujui oleh balai pengujian dilanjutkan dengan pembuatan
JMF dilaboraturium, setelah diperoleh hasil komposisi dari agregat campuran dari material,
dilaksanakan trial mix dan kemudian hasil dari trial mix diuji dengan mengacu kepada JMD. setelah
selesai semua hasil dibuat report dan ditandatangani bersama-sama, kemudian dilakukan
pengolahan materila untuk pengiriman kelokasi pekerjaan.
5. Material yang telah diolah dibase camp kemudian dikirim kelokasi pekerjaan dengan menggunakan
Dump Truck yang telah disediakan.
6. Stelah materila sampai dilokasi, dilanjutkan penghamparan dengan menggunakan motor grader
yang dihampar secara layer perlayer. Kemudian hasil hamparan dipadatkan langsung dengan
mengggunakan alat pemadat Vibro Roller dengan jumlah lintasan yang telah disepakati dan
dilanjutkan dengan menggunakan alat pemadat PTR agar diperoleh hasil hamparan yang butirannya
tidak lepas. pada saat proses pemadatan ini diikuti penyiraman dengan menggunakan Water Tank.
Pemadatan berlangsung sampai dengan elevasi dan panjang hamparan yang telah ditentukan oleh
direksi pekerjaan.
7. Setelah pencapaian sesuai dengan elevasi pada gambar design, pengecekan elevasi yang
dilaksanakan bersama, setelah hasil pengecekan elevasi dilanjutkan dengan melakukan pengujian
kepadatan Base lapis pertama sampai dipadatkan dengan CBR minimal 60%. dan setiap jarak
100m, pengujian CBR dilakukan sampai panjang yang diinginkan selesai.
DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR
5.1.(1) Lapis Fondasi Agregat Kelas A
Pekerjaan Agregat Kelas A dikerjakan setelah pekerjaan Agregat Kelas B/material lapisan
lainnya selesai dikerjakan. untuk Pekerjaan Badan Jalan adalah meliputi penghamparan dan
pemadatan agregat base pada badan jalan sepanjang link pekerjaan.
Urutan pelaksanaan :
1. Sebelum pekerjana dimulai, terlebih dahulu mempersiapkan gambar design dari data-data awal
yang diambil pada saat survey dan gambar design lokasi in diajukan dan disetujui direksi pekerjaan
terlebih dahulu yaitu dengan gambar penampang melintang yang menunjukkan elevasi permukaan
tiap titik.
2. Setelah gambar penampang melintang disetujui, kemudian dilaksanakan pemasangan patok-patok
elevasi.
3. Disamping persiapan dilokasi pekerjaan, persiapan materila dipersiapkan dengan dimulai dari
pengajuan pembuatan JMD dari balai pengujian dan pengendalian dinas dengan mengirim rencana
agregat hasil pengolahan Stone Cruiser yang ada di base camp.
4. Kemudian dari hasil JMD yang telah disetujui oleh balai pengujian dilanjutkan dengan pembuatan
JMF dilaboraturium, setelah diperoleh hasil komposisi dari agregat campuran dari material,
dilaksanakan trial mix dan kemudian hasil dari trial mix diuji dengan mengacu kepada JMD. setelah
selesai semua hasil dibuat report dan ditandatangani bersama-sama, kemudian dilakukan
pengolahan materila untuk pengiriman kelokasi pekerjaan.
5. Material yang telah diolah dibase camp kemudian dikirim kelokasi pekerjaan dengan menggunakan
Dump Truck yang telah disediakan.
6. Stelah materila sampai dilokasi, dilanjutkan penghamparan dengan menggunakan motor grader
yang dihampar secara layer perlayer dengan tebal hamparan yang telah ditentukan/direncanakan.
kemudian hasil hamparan dipadatkan langsung dengan mengggunakan alat pemadat Vibro Roller
dengan jumlah lintasan yang telah disepakati dan dilanjutkan dengan menggunakan alat pemadat
PTR agar diperoleh hasil hamparan yang butirannya tidak lepas. pada saat proses pemadatan ini
diikuti penyiraman dengan menggunakan Water Tank. Pemadatan berlangsung sampai dengan
elevasi dan panjang hamparan yang telah ditentukan oleh direksi pekerjaan.
7. Setelah pencapaian sesuai dengan elevasi pada gambar design, pengecekan elevasi yang
dilaksanakan bersama, setelah hasil pengecekan elevasi dilanjutkan dengan melakukan pengujian
kepadatan Base lapis pertama sampai dipadatkan dengan CBR minimal 60%. dan setiap jarak
100m, pengujian CBR dilakukan sampai panjang yang diinginkan selesai.
Lapis pondasi agregat kelas A dihampar diatas badan jalan yang ada yang sudah rata.
DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL
6.1 (1) Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair/Emulsi
Lapis resap pengikat (prime coat) adalah lapis tipis aspal cair yang dilaksanakan setelah
Pekerjaan Menghampar Agregrat Kls. A selesai atau sudah padat dengan ketentuan-ketuan
Speksipikasi yang telah di tentukan serta telah di setujui oleh Direksi Teknis dan pengawas,
yang adapun pekerjaan tersebut diatas diletakkan di atas lapis Agregrat Kls. A sebelum lapis
berikutnya dihampar. Aspal cair ini dapat meresap ke dalam lapis pondasi mengisi rongga dan
memperkeras permukaan serta mengikat lapis pondasi dan lapis permukaan. Hal pertama
yang dilakukan adalah memanaskan aspal yang ada di dalam mobil aspal spayer yang telah
dibuka di bagian badan tersebut. Pemanasan aspal ini tidak boleh terlalu panas karena dapat
menyebabkan kebakaran dan sifat kelengketan dan kelenturan aspal menjadi rusak.
6.3(5a) Laston Lapis Aus (AC-WC)
Setelah selesai penyemproten Lapis Resap Pengikat ( Prime Coat ) pada permukaan Agregat
Kelas A maka dilanjutkan pekerjaan Laston Lapis Aus ( AC – WC ) dimana Pekerjaan ini
pencampuran bahan agregat dengan aspal dilakukan di base camp AMP sesuai dengan
spesipikasi teknis, kemudian AC-WC di tuang ke dumtruck lalu ditutup dengan terpal untuk
menahan suhu AC-WC tetap setabil lalu dikirim sampai ke lokasi pekerjaan yang telah Periksa
pastikan aspalt distributor dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan alat aspalt
sprayer dapat berfungsi dengan baik.
Periksa dan pastikan nozel-nozel pada aspalt sprayer dan aspal distributor tidak mampet dan
dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan rollerbars tidak macet, dapat berputar
dengan baik. Periksa dan pastikan hopper dapat di gerakkan buka tutup dan dapat berfungsi
dengan baik. Periksa dan pastikan permukaan plat screed rata, mulus di lengkapi alat
pemanas dan berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan alat penumbuk (tamper) dan
vibrator (pemadat getar) pada screed dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan
pengatur tebal manual hamparan dapat di naikkan dan di turunkan dan dapat berfungsi
dengan baik. Periksa dan pastikan bila finisher di lengkapi dengan alat Pengatur tebal
otomatis.
Periksa dan pastikan alat sensor dan kelengkapannya dapat berfungsi dengan baik. Periksa
dan pastikan sendi ( crown ) pada as plat sceed dapat membentuk untuk kemiringan jalan
sesuai kebutuhan. Periksa dan pastikan pintu pengatur, feeders dan ulir penyebar (screw)
masing-masing dapat berfungsi dengan baik. Periksa dan pastikan bahwa finisher dan ulir
penyebar di lengkapi sambungan screed. Periksa dan pastikan dump truck dalam kondisi baik
dan layak jalan.
Periksa dan pastikan lantai bak rata dan bersih dari kotoran. Periksa dan pastikan hidrolik
dump truck berfungsi dengan baik. Stapkan terpal untuk penutup dump truck dan pastikan
terpal dalam keadaan baik. Periksa dan pastikan alat pemeriksa ketebalan dalam kondisi baik
Periksa dan pastikan termometer untuk pemeriksaan campuran aspalt menunjukkan angka
yang benar dan telah di kalibrasi. Siapkan alat bantu lainnya seperti: blencong, mistar
pengrata, gerobak dorong, kaso, dan benang. Siapkan rambu pengaman lalu lintas
secukupnya sesuai kebutuhan.
Peralatan mekanik seperti finisher alat penghampar dan alat alat pemadat . bahan di tuang ke
bak finisher dari dumtruck, finisher menghampar campuran aspal panas ke permukaan lapis
pondasi pada ketebalan diatas rata rata ketebalan padat dan hasil penggelaran didiamkan
pada suhu yang telah di tetapkan kemudian di padatkan dengan mesin gilas roda besi ,
penggilasan sedemikan rupa hingga mendapatkan kerataan dan kepadatan yang di tetapkan
dan akhir pemadatan mengunakan mesin gilas roda karet yang disesuaikan dengan spesipikai
teknis.
6.3.(8) Bahan anti pengelupasan
Aditif kelekatan dan anti pengelupasan (anti striping agent) harus ditambahkan dalam bentuk
cairan kedalam campuran agregat dengan mengunakan pompa penakar (dozing pump) pada
saat proses pencampuran basah di pugmil.
Kuantitas pemakaian aditif anti striping dalam rentang 0,2% - 0,3 % terhadap berat aspal.
Anti striping harus digunakan untuk semua jenis aspal tetapi tidak boleh tidak digunakan pada
aspal minyak yang bermuatan positif. Jenis aditif yang digunakan haruslah yang disetujui
Direksi Pekerjaan. Penyediaan aditif dibayar terpisah dari pekerjaan aspal.