METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
Pemeliharaan Periodik Jalan Sta.Ka. Kuala Bingai - Bts Kota Madya Binjai Kec. Binjai
LINGKUP PEKERJAAN
DIVISI 1. UMUM
1.2 Mobilisasi
SKh-1.22. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK)
DIVISI 10. PEKERJAAN PEMELIHARAAN KINERJA
10.1.(9) Perbaikan Campuran Aspal Panas
DIVISI 1. UMUM
1.2 Mobilisasi
Kegiatan mobilisasi mencakup pekerjaan, sebagai berikut :
- Pengangkutan peralatan konstruksi sesuai dengan daftar peralatan yang akan digunakan untuk mengerjakan
proyek.
- Mobilisasi juga meliputi demobilisasi dari tempat kerja oleh kontraktor pada akhir kontrak, kontraktor harus
menyerahkan program mobilisasi kepada konsultan pengawas untuk diperiksa dan kemudian diajukan ke
pemimpin proyek untuk disetujui dan akan dinyatakan (persetujuannya) sebelum tanggal permulaan
berlakunya Kontrak.
A. Sewa Tanah
Sewa tanah pada masyarakat untuk pembuatan base camp, kantor kerja, barak karyawan, gudang dan lain-
lain.
B. Peralatan
Peralatan yang akan digunakan untuk melaksanakan pekerjaan ini:
No Jenis Alat dan Kapasitas Jumlah
1 ASPHALT FINISHER 1 Unit
2 COMPRESSOR 4000-6500 L\M 1 Unit
3 MOTOR GRADER >100 HP 1 Unit
4 TANDEM ROLLER 6-8 T. 1 Unit
5 TIRE ROLLER 8-10 T. 1 Unit
6 VIBRATORY ROLLER 5-8 T. 1 Unit
Semua peralatan seperti yang tercantum pada tabel di atas dimobilisasi menuju site (lokasi kerja).
C. Kantor Lapangan dan Fasilitas
1. Papan Proyek
Papan nama proyek digunakan sebagai identitas atau informasi mengenai proyek. Papan nama dibuat
dua buah dan ditempatkan pada awal dan akhir proyek,papan nama terbuat dari plywood dan kayu
kaso dengan pondasi adukan semen, pasir dan split.
2. Dokumen Kontrak
Pembuatan Dokumen Kontrak yang merupakan gabungan dari beberapa Dokumen Penetapan
Pemenang, Dokumen Perusahaan, Surat Perjanjian Pemborongan dll. Dijilid menjadi satu dan dirangkap
sesuai dengan kebutuhan.
D. Mobilisasi Fasilitas Laboratorium
Ruang Laboratorium (sesuai Gambar)
E. Mobilisasi Personil
Personil Sesuai Struktur Organisasi
F. Manajemen dan Keselamatan lalu lintas
Penyedia jasa harus menyediakan tenaga Koordinator Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas (KMKL) yang
memadai.
KMKL harus secara aktif berparstisipasi dalam semua rapat regular maupun khusus dengan direksi pekerja.
KMKL harus siap dihubungi pada setiap saat (24 jam perhari, 7 hari per minggu) melalui komunikasi bergerak
untuk mengatasi kesulitan –kesulitan, keadaan darurat dan hal-hal lain terkait lalu lintas dan manajemen
keselamatan selama periode pelaksanaan.
Tugas –tugas KMKL harus mencakup berikut ini:
1. Memahami persyaratan kontrak tual, termasuk denah, spesifikasi, dan lingkungan di mana pekerjaan
sipil akan dilaksanakan.
2. Menginspeksi rutin terhadap kondisi dan keefektifan dari pengaturan lalu lintas yang di gunakan dalam
kegiatan dan memastikan bahwa perlengkapan tersebut berfungsi sebagai mana mestinya, bersih,
dapat dilihat dan memenuhi spesifikasi,denah serta peraturan-peraturan setempat.
3. Meninjau dan mengantisipasi kebutuhan atas pengaturan lalu lintas yang sesuai, memberi pendapat
kepada direksi pekerjaan tentang hal-hal terkait, dan memastikan bahwa RMKL telah diimplemntasikan
untuk pergerakan lalu lintas yang aman dan efisiensi.
4. Mengkoordinasikan pemeliharaan dari pengoperasian lalu lintas dengan direksi pekerjaan.
5. Melakukan rapat keselamatan lalu lintas dengan penyedia jasa sebelum pelaksanaan dimulai, dan rapat
berkala yang dianggap perlu atau sebagaimana diperintahkan oleh direksi pekerja. Direksi pekerjaan
harus diberitahu sebelumnya untuk menghadiri rapat-rapat ini.
Urutan Kerja Keselamatan Lalu lintas Yang Perlu Diperhatikan Oleh Penyedia Jasa.
1. Penyedia jasa menyiapkan perlengkapan keselamatan jalan selama periode konstruksi sesui ketentuan.
2. Buat rencana kerja manajemen lalu lintas sesui schedule pekerjaan dan di koordinasikan dengan seluruh personil yang
terkait.
3. Kelompok kerja pengatur lalu lintas selama konstruksi menggunakan tenaga pengatur dan flagman dengan 3 shiff.
4. Pengalihan arus lalu lintas harus ijin PPK dan pihak terkait.
5. Semua rambu lintas harus jelas dan terbaca oleh pengguna jalan.
G. Demobilisasi
Semua alat kerja yang digunakan pada akhir/finishing pelaksanaan pekerjaan segera dilakukan demobilisasi
kembali.Setelah semua Pelaksanaan pekerjaan selesai maka kontraktor akan melakukan pembersihan akhir
dimana barak kerja, kantor direksi dan lain-lain akan di bongkar dan diangkut ke luar lokasi menurut
petunjuk direksi. Pembersihan ini dikerjakan pada semua lini yang terjadi akibat efek dari pelaksanaan
pekerjaan. Pihak pelaksana bersama-sama konsultan pengawas/Direksi, dan PPK melakukan serah terima
pekerjaan. Dalam jangka waktu masa pemeliharaan selama waktu yang telah ditentukan segala sesuatu yang
terjadi dari hasil pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab pelaksana dan harus dilakukan perawatan.
Urutan pelaksanaan :
1. Sebelum pekerjana dimulai, terlebih dahulu mempersiapkan gambar design dari data-data awal yang diambil pada saat
survey dan gambar design lokasi in diajukan dan disetujui direksi pekerjaan terlebih dahulu yaitu dengan gambar
penampang melintang yang menunjukkan elevasi permukaan tiap titik.
2. Setelah gambar penampang melintang disetujui, kemudian dilaksanakan pemasangan patok-patok elevasi.
3. Disamping persiapan dilokasi pekerjaan, persiapan material dipersiapkan dengan dimulai dari pengajuan pembuatan
JMD dari balai pengujian dan pengendalian dinas dengan mengirim rencana agregat hasil pengolahan Stone Cruiser
yang ada di base camp.
4. Kemudian dari hasil JMD yang telah disetujui oleh balai pengujian dilanjutkan dengan pembuatan JMF dilaboraturium,
setelah diperoleh hasil komposisi dari agregat campuran dari material, dilaksanakan trial mix dan kemudian hasil dari
trial mix diuji dengan mengacu kepada JMD. setelah selesai semua hasil dibuat report dan ditandatangani bersama-
sama, kemudian dilakukan pengolahan materila untuk pengiriman kelokasi pekerjaan.
5. Material yang telah diolah dibase camp kemudian dikirim kelokasi pekerjaan dengan menggunakan Dump Truck yang
telah disediakan.
6. Stelah materila sampai dilokasi, dilanjutkan penghamparan dengan menggunakan motor grader yang dihampar secara
layer perlayer. Kemudian hasil hamparan dipadatkan langsung dengan mengggunakan alat pemadat Vibro Roller dengan
jumlah lintasan yang telah disepakati dan dilanjutkan dengan menggunakan alat pemadat PTR agar diperoleh hasil
hamparan yang butirannya tidak lepas. pada saat proses pemadatan ini diikuti penyiraman dengan menggunakan Water
Tank. Pemadatan berlangsung sampai dengan elevasi dan panjang hamparan yang telah ditentukan oleh direksi
pekerjaan.
7. Setelah pencapaian sesuai dengan elevasi pada gambar design, pengecekan elevasi yang dilaksanakan bersama, setelah
hasil pengecekan elevasi dilanjutkan dengan melakukan pengujian kepadatan Base lapis pertama sampai dipadatkan
dengan CBR minimal 60%. dan setiap jarak 100m, pengujian CBR dilakukan sampai panjang yang diinginkan selesai.
DIVISI 10. PEKERJAAN PEMELIHARAAN KINERJA
10.1.(9) Perbaikan Campuran Aspal Panas
1 Persiapan Area
- Identifikasi dan Penandaan: Tentukan area jalan yang rusak dan tandai batas area yang akan
diperbaiki.
- Pemotongan dan Pembongkaran: Potong dan bongkar lapisan aspal yang rusak menggunakan alat
pemotong aspal (asphalt cutter) dan jackhammer.
- PPembersihan Lokasi: Bersihkan area yang telah dibongkar dari sisa-sisa aspal, debu, dan kotoran
lainnya. Pastikan area kering sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.
2 Aplikasi Lapisan Perekat (Tack Coat):
- Penyemprotan: Semprotkan lapisan aspal cair (tack coat) secara merata pada area yang telah
dibersihkan untuk meningkatkan daya rekat antara lapisan lama dan lapisan baru.
3 Penghamparan Campuran Aspal Panas:
- Pengangkutan: Campuran aspal panas yang telah diproduksi di Asphalt Mixing Plant (AMP) diangkut ke
lokasi perbaikan menggunakan dump truck.
- Penghamparan: HAmpar campuran aspal panas secara merata pada area yang telah diberi tack coat
menggunakan alat penghampar (asphalt finisher).
- Perataan: Ratakan permukaan campuran aspal yang baru dihamparkan dengan alat perata (finisher)
untuk memastikan permukaan yang rata dan sesuai dengan desain.
4 Pemadatan
- Pemadatan Awal: Padatkan campuran aspal panas yang baru dihamparkan dengan alat pemadat
beroda baja (vibratory roller) untuk menghilangkan pori-pori udara dan mencapai kepadatan yang
diinginkan.
- Pemadatan Akhir: Lakukan pemadatan akhir untuk memastikan permukaan jalan padat dan rata.
5 Perapihan dan Perawatan:
- Perapihan Tepi: Pekerja merapikan tepi perbaikan untuk memastikan sambungan yang rapi.
- Pendinginan dan Pengerasan: Biarkan campuran aspal panas mendingin dan mengeras sebelum jalur
dibuka untuk lalu lintas.
Catatan
- Suhu campuran aspal panas saat penghamparan harus dijaga dalam rentang temperatur yang direkomendasikan untuk
memastikan kualitas perbaikan yang baik.
- Penting untuk mengikuti prosedur keselamatan kerja selama seluruh proses perbaikan untuk mencegah kecelakaan.
- Pastikan semua peralatan yang digunakan berfungsi dengan baik dan dalam kondisi prima.