PEMERINTAH KABUPATEN LEBONG
DINAS PEKERJAAN UMUM PENATAAN
RUANG DAN PERHUBUNGAN
Jl. Raya Kompleks Perkantoran Tubei- Lebong
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN KONSTRUKSI
PAKET PENGADAAN PEMBANGUNAN/PENINGKATAN JALAN LOKAL
SEKABUPATEN LEBONG
SATUAN KERJA BIDANG BINA MARGA DINAS PEKERJAAN UMUM,
PENATAAN RUANG & PERHUBUNGAN KABUPATEN
LEBONG
PROGRAM PROGRAM PENYELENGGARAAN JALAN
KEGIATAN PENYELENGGARAAN JALAN KABUPATEN/KOTA
SUB KEGIATAN PEMBANGUNAN JALAN
KODE REKENING 5.2.04.01.01.0003
PPK BUSTARI, S.Sos ST
ID RUP ……..
TAHUN ANGGARAN 2024
SPESIFIKASI FUNGSI UMUM ……..Dapat diambil dari output/tujuan pada
TOR dokumen anggaran
Spesifikasi kinerja bangunan 1. Lulus uji mutu beton….
2. Lulus uji slum beton…
A. Uraian Spesifikasi Teknis
1. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi:
a. Semen PC SNI 7064-2014
Semen menggunakan Standar Nasional Indonesia.
b. Pasir Pasang
Memiliki Karakter tidak mudah hancur, tidak mengandung lumpur,pasir tidak
terlalu banyak mengandung bahan organik, susunan pasir harus beraneka
ragam.
c. Sirtu Timbunan
Timbunan yang digunakan harus terdiri dari bahan tanah berpasir
(Sandcley/Padas) yang memenuhi persyaratan
d. Agregat A, Agregat Pecah Mesin 5-10 & 10-20, Agregat pecah mesin 0-5
Untuk lapis pondasi agregat kelas A diperlukan agregat kasar yang mempunyai
paling sedikit 1 bidang pecah yang diperoleh asal industri pemecah batu dan
mempunyai ukuran 5-40 mm.
e. Aspal Emulsi css-1
Digunakan sebagai lapisan pondasi atas maupun lapisan permukaan campuran
ini memiliki nilai struktural hampir setara dengan hotmix.
f. Bahan Anti Pengelupasan
Sebagai pelekatan antara agregat dan aspal yang dapat mempengaruhi stabilitas
campuran beraspal dan umur pelayanan perkerasan beraspal.
g. Kayu Perancah
h. Paku Biasa (Campur)
i. Plastizier
Bahan kimia tambahan yang digunakan secara khusus untuk meningkatkan
kualitas beton dengan cara mengurangi kadar air semen
j. Baja Tulangan Polos
Mengunakan material besi polos dengan ukuran Ø 12 mm yang berstandar SNI.
k. Kawat Beton
Menggunakan kawat beton berkualitas baik.
l. Plastik Cor
Menggunakan plastik cor berkualitas baik agar pada saat pengecoran tidak
bersentuhan langsung dengan tanah.
2. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan:
a. Truck Water Tanker Kapasitas 3000-4500 L, 120 HP 1 (Satu) Unit
b. Vibratory Roller Minimal 5-8 Ton 1 (Satu) Unit
c. Compressor Minimal Free Air Delivery 5 m3/min 1 (Satu) Unit
d. Asphalt Sprayer Minimal 850 Liter 1 (Satu) Unit
e. Aspal Finisher Minimal 166 HP,Paving width 2,5-5 m 1 (Satu) unit
f. Tyre Roller Minimal 8-10 Ton 1 (Satu) Unit
g. Pedestrian Roller Minimal 2-3 Ton 1 (Satu) Unit
3. Spesifikasi Proses/Kegiatan:
Waktu Pelaksanaan (Bulan)
No Uraian Pekerjaan
1 2 3 4 5 6 7
1 DIVISI 1. UMUM
2 DIVISI 2. DRAINASE
3 DIVISI3. PEKERJAAN TANAH DAN
GEOSINTETIK
4 DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR
5 DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL
6 DIVISI 7. STRUKTUR
Perkiraan jangka waktu penyelesaian pekerjaan PEMBANGUNAN/PENINGKATAN
JALAN LOKAL SEKABUPATEN LEBONGdimulai dari tahap Persiapan sampai
dengan Pelaporan adalah 210 (Dua Ratus Sepuluh) Hari Kalender.
4. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja
DIVISI 1. UMUM
A. Mobilisasi
- LingkupPekerjaan
Pekerjaan ini meliputi semua acara mobilisasi peralatan dan personil yang
di perlukan dan semua falitas pendukung selama dalam masa pelaksanaan
pekerjaan serta melaksanakan demobilisasi kembali terhadap semua
terhadap semua peralatan dan personil pada ketika pekerjaan selesai.
- Persiapan Pekerjaan
Mengirim program kerja (workplan) termasuk metoda kerja, schedule,
perlatan, personil kerja dan gambar kerja yang akan digunakan, untuk
memperoleh persetujuan dari Konsultan sebelum pekerjaan dimulai.
1) Memberitahu Konsultan secara tertulis paling sedikit 24 jam sebelum
tanggal dilakukannya pelaksanaan pekerjaan
2) Tahapan Pekerjaan
- Metode pelaksanaan
a. Peralatan merupakan hal yang sangat vital dalam pelaksanaan suatu
pekerjaan konstruksi maka ketepatan waktu mobilisasi sangat penting
untuk dijadwalkan dengan baik.
b. Mobilisasi alat dilakukan sehabis menerima ijin dari Direksi .
c. Peralatan yang dipakai akan diubahsuaikan dengan kebutuhan
pelaksanaan. Peralatan tersebut di atas di simpan di lokasi pekerjaan
dan di jaga sehingga sanggup dipergunakan pada waktunya tanpa ada
hambatan yang sanggup mengganggu pekerjaan, misalkan terjadi
kerusakan pada alat yang akan digunakan.
d. Demobilisasi alat akan dilakukan sehabis semua pekerjaan selesai.
B. Managemen dan Keselamatan Lalu Lintas
Dalam melaksanakan pekerjaan Peningkatan Jalan setiap tahapan
pekerjaan yang akan dilaksanakan mulai dari awal sampai dengan akhir kegiatan
di lapangan diusahakan tidak mengganggu arus lalu lintas. Aktivitas arus lalu
lintas yang terhambat akibat adanya kegiatan proyek akan merugikan pengguna
jalan raya. Agar dalam pelaksanaan pekerjaan tidak terjadi kerugian dipihak
pengguna jalan, maka manajemen lalu lintas dapat dilaksanakan dengan cara
sebagai berikut :
Menyiapkan perlengkapan keselamatan jalan selama periode kontruksi
sesuai ketentuan.
Membuat rencana kerja manajemen lalu lintas sesuai schedule pekerjaan
dan koordinasikan dengan seluruh personil yang terkait.
Mengatur secara tepat jadwal pelaksanaan setiap jenis pekerjaan di
lapangan.
Memasang rambu-rambu di sekitar lokasi pekerjaan, dan menempatkannya
secara tepat dan benar.
Menempatkan petugas pengatur lalu lintas untuk mengatur dan
mengarahkan arus lalu lintas.
Peralatan Keselamatan Lalu Lintas :
Rambu penghalang lalu lintas jenis plastik
Rambu peringatan
Peralatan komunikasi dan lainnya
Pada saat pekerjaan, rambu-rambu diletakkan sepanjang daerah galian,
tujuannya agar kendaraan atau orang tidak masuk atau terperosok ke dalam
daerah galian. Rambu-rambu yang dipasang haruslah mempunyai cat dengan
pantulan cahaya, guna menghindari kecelakaan di malam hari.
C. Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Ruang lingkup Sistem Manajemen K3
Untuk menjaga Kesehatan dan keselamatan kerja dari karyawan proyek,
direksi pekerjaan dan pengguna jalan maka perlu diterapkan manajemen K3.
Berikut manajemen K3 yang patut diperhatikan pada masing-masing item
pekerjaan :
a. Menyediakan pedoman, prosedur dan petunjuk kerja aman.
b. Sebelum bekerja diwajibkan memperhatikan alat-alat keselamatan
Kerja/APD yang harus digunakan (safety shoes, sarung tangan, pakaian
kerja).
c. Bekerja harus memperhatikan instruksi/petunjuk kerja yang ada serta
instruksi K3.
d. Pasang dan Patuhi segala rambu-rambu keselamatan.
e. Lakukan safety meeting/safety talk sesuai dengan ketentuan.
f. Pastikan alat bantu kerja dalam kondisi baik dan aman.
g. Bila ditemukan kondisi dan tindakan bahaya segera laporkan kepada
petugas K3 dan tim K3.
h. Lakukan safety induksi baik kepada subkontraktor maupun tamu-tamu
yang memasuki area proyek.
i. Membuat izin kerja khusus untuk pekerjaan lembur dan pekerjaan yang
mempunyai resiko bahaya tinggi.
Umum
Pada pekerjaan ini identifikasi jenis bahaya dan resiko K3 adalah Lalu Lintas
Rawan terhadap Kemacetan, dan Kecelakaan
Pengendalian resiko K3 adalah :
Memasang Rambu-rambu saat menaikkan/menurunkan alat berat.
Memasang Rambu-rambu peringatan pada area kerja.
Petugas dan pekerja Memakai APD yang lengkap pada saat
mobilisasi.
Menugaskan petugas flagman untuk pengamanan dan pengendalian
Lalu lintas.
D. Majemen Mutu
Manajemen Mutu sangat diperlukan untuk menjaga mutu hasil pekerjaan
sesuai dengan spesifikasi. Dalam pengendalian mutu, tim manajemen mutu
harus selalu memonitor proses pekerjaan mulai pengawasan pengadaan
material, peralatan, personil hingga pelaksanaan pekerjaan sampai selesai.
Pekerjaan ini meliputi
- PersiapanPersonil
Personil yang kompeten di bidang Manajemen Mutu.
- Pengawasan Mutu Material, Peralatan, dan Personi
Pengawasan mulai dari material, peralatan, dan tenaga kerja hinga
pelaksanaan pekerjaan akan mampu meningkatkan nilai mutu hasil
pekerjaan.
- PembuatanLaporan
Membuat laporan secara berkala selama masa pelaksanaan pekerjaan
sebagai bahan evaluasi perbaikan secara rutin dalam setiap kegiatan
pekerjaan. Hasil pekerjaan yang efektif, tepat mutu,tepat biaya dan tepat
waktu
DIVISI 2. DRAINASE
a. Pasangan Batu dengan Mortar
LingkupPekerjaan
Lingkup pekerjaan ini mencakup penggalian, pengadaan material,
pemasangan bowplank, pasangan batu, plester dan aci serta
perapihan hasil pekerjaan.
PersiapanPekerjaan
1. Mengirim program kerja (workplan) termasuk metoda kerja,
schedule, perlatan, personil kerja dan gambar kerja yang akan
digunakan, untuk memperoleh persetujuan dari Konsultan dan
Direksi sebelum pekerjaan dimulai.
2. Mengajukan persetujuan penggunaan bahan material.
3. Memberitahu konsultan secara tertulis pelaksanaan
pekerjaan (Request For Work).
UraianPekerjaan
1. Sebelum pemasangan batu harus di bersihkan dan di basahi
sampai merata dan dalam waktu yang cukup untuk memungkinkan
penyerapan air mendekati titik jenuh.
2. Menghamparkan pasir urug pada landasan yang berhubungan
pada tanah dasar setebal 5 cm.
3. Landasan yang akan menerima setiap batu harus di basahi dan
selanjutnya landasan dari adukan harus disebar pada sisi batu yang
bersebelahan dengan batu yang akan di pasang.
4. Landasan dari aduakan baru paling sedikit 3 cm tebalnya harus di
pasang pada pondasi yang disiapkan sesaat sebelum penempatan
masing-masing batu pada lapisan pertama. Batu besar pilihan harus
di gunakan untuk lapis dasar dan pada bagian sudut-sudut.
5. Batu harus di pasang dengan muka yang terpanjang mendatar
dan muka yang tampak harus di pasang seajajar dengan muka
dinding dari batu yag terpasang.
DIVISI 3 – PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK
A. Galian Struktur dengan kedalaman 0-2 meter
Pekerjaan galian biasa dapat dilaksanakan untuk pekerjaan galian tebing, galian
pelebaran badan jalan, dan lain-lain.
Alat yang digunakan :
- Excavator
- Dump Truck
- Alat Bantu
Tahap Persiapan :
- Menyiapkan gambar kerja yang sudah disetujui.
- Pemasangan rambu-rambu keselamatan pekerja dan lalu lintas.
- Persiapan tenaga kerja dan peralatan yang diperlukan.
- Pemasangan patok-patok profil sesuai gambar rencana.
- Menyediakan petugas untuk mengawasi pekerjaan, flagman, dan tenaga harian.
Tahap Penggalian :
- Excavator bekerja melakukan penggalian sesuai dengan gambar rencana.
- Tanah bekas galian akan dibuang ke disposal area menggunakan dump truck
- Perapian dan pembersihan sisa-sisa galian pada badan jalan dilakukan tenaga
harian.
B. TimbunanPilihan Dari Sumber Galian
Tahap Persiapan :
- Menyiapkan stok material, mempunyai CBR minimum 6 % setelah perendaman 4
hari, bila dipadatkan sampai 100 % kepadatan kering maksimum
- Penandaan dan pengukuran lokasi kerja, sehingga kebutuhan timbunan yang
diperlukan dapat
di estimasi sebelumnya.
- Persiapan rambu – rambu pekerjaan.
- Menyediakan petugas untuk mengawasi pekerjaan, flagman, dan tenaga harian
Tahap Penimbunan :
- Material timbunan digali dengan excavator dan didatangkan dengan
menggunaan dump truck.
- Material timbunan diratakan dengan menggunakan motor grader
- Penyiraman material yang sudah dihampar dengan menggunakan water tanker
dan kemudian dipadatkan dengan vibratory roller.
- Pelaksanaan pekerjaan ini tidak boleh dilakukan saat turun hujan. Material yang
tertumpah di luar area timbunan yang dapat menimbulkan resiko kecelakaan,
akan dibersihkan secara manual dengan tenaga manusia.
Alat yang digunakan :
- Excavator
- Motor grader
- Vibratory roller
- Water tanker
- Dump Truck
- Alat bantu
C. Penyiapan Badan Jalan
Pekerjaan ini mencakup penyiapan, penggaruan dan pemadatan permukaan tanah
dasar atau permukaan jalan kerikil lama untuk penghamparan Lapis Pondasi
Aggregat, Lapis Pondasi Jalan Tanpa Penutup Aspal, Stabilisasi Tanah atau lapis
Pondasi Beraspal di daerah jalur lalu lintas dan di daerah bahu jalan baru yang
bukan di atas timbunan baru akibat pelebaran jalur lalu lintas.
Pekerjaan ini dilaksanakan bila pekerjaan lapis pondasi aggregat atau perkerasan
sudah akan segera dilaksanakan.
Tahap Persiapan :
- Menyiapkan rambu – rambu pekerjaan.
- Menyediakan petugas untuk mengawasi pekerjaan, flagman, dan tenaga
harian
Tahap Pelaksanaan :
- Penggaruan dan perataan dilakukan dengan menggunakan motor grader , dan
dilanjutkan dengan pemadatan dengan menggunakan vibratory roller.
- Pemadatan tidak boleh dilakukan saat turun hujan atau kadar air 3% di bawah
kadar air optimum atau 1% di atas kadar air optimum.
Alat yang digunakan :
- Motor Grader
- Vibratory roller
- Alat bantu
DIVISI 5 – PERKERASAN BERBUTIR
A. Lapis Pondasi Aggregat Kelas A
- Material yang digunakan pada pekerjaan ini disesuaikan dengan Disain Mix
Formula dan Job Mix Formula yang telah disetujui, diaduk.
- Lapis pondasi aggregat yang digunakan sudah tercampur merata dibawa ke
lokasi pekerjaan dengan menggunakan dump truck dan dihampar pada kadar air
dalam rentang yang di syaratkan (3 % dibawah kadar air optimum sampai
dengan 1 % di atas kadar air optimum). Droping material dan penghamparan
tidak boleh dilakukan saat turun hujan.
- Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan motor grader. Bila lapis
pondasi aggregat kelas A akan dihampar langsung di atas permukaan aspal
lama yang tidak dalam kondisi rusak/bila dinilai perlu, maka dilakukan
penggaruan/pengaluran pada permukaan aspal lama untuk meningkatkan
tahanan gesernya.
- Penggilasan dengan vibratory roller dimulai dari sepanjang tepi dan bergerak
sedikit demi sedikit ke arah sumbu jalan dalam arah memanjang. Pada bagian
yang ber-superelevasi, penggilasan dimulai dari bagian yang rendah dan
bergerak sedikit demi sedikit kebagian yang lebih tinggi.
- Untuk mendapatkan rentang kadar air yang diperlukan (jika kadar air setelah
pengadukan berkurang di bawah rentang 3% kadar air optimum), agar
mendapatkan kepadatan maksimum digunakan water tanker untuk membasahi
material yang telah dihampar. Proses penggilasan dilanjutkan sampai seluruh
bekas roda mesin gilas hilang dan lapisan tersebut terpadatkan secara merata.
Material yang terdapat pada tempat yang tidak bisa terpadatkan dengan mesin
gilas akan dipadatkan dengan alat pemadat lain yang disetujui.
Pengujian yang dilakukan adalah tes sand cone: untuk menentukan nilai kepadatan
lapangan, untuk Agregat kelas A minimal 100 % dari kepadatan kering maksimum
modifikasi (SNI 1743 : 2008 metoda D) .
Bahan yang digunakan adalah Agregat Kelas A
Alat yang digunakan :
- Wheel Loader
- Motor Grader
- Vibratory roller
- Dump truk
- Water tank truck
- Alat Bantu
DIVISI 6 – PERKERASAN ASPAL
A. Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair / Emulsi
Lapis Resap Pengikat dilaksanakan di atas permukaan pondasi tanpa bahan
pengikat lapis pondasi agregat, sedangkan Lapis Perekat dilaksanakan di atas
existing laston lama dan di atas laston baru.
Tahap Persiapan :
Bersihkan kotoran dan sisa-sisa material di atas lahan eksisting yang akan disiram
Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair/Lapis Perekat - Aspal Cair. Buang kotoran dan
debu dengan compressor, jika perlu dibantu secara manual dengan sapu/sikat.
Pastikan kondisi permukaan dalam keadaan bersih dan kering. Selain itu
penyemprotan Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair/Lapis Perekat - Aspal Cair
dilakukan secara hati-hati dengan memperhatikan kondisi lahan sehingga tidak
mengotori fasilitas umum yang ada disekitar lokasi pekerjaan.
Tahap Pelaksanaan :
Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair digunakan pada permukaan pondasi tanpa bahan
pengikat lapis pondasi aggregat dan pada kondisi permukaan yang kering atau
mendekati kering, sedangkan Lapis Perekat - Aspal Cair digunakan di atas
permukaan berbahan pengikat pada permukaan yang benar-benar kering.
Penyemprotan Lapis Resap Pengikat dan Lapis Perekat tidak boleh dilaksanakan
waktu angin kencang, hujan atau akan turun hujan. Atur ketinggian nozzle dan
kecepatan kendaraan agar didapatkan ketebalan sesuai dengan spesifikasi teknis.
Lakukan pemasangan paper test di atas permukaan lahan untuk mengetahui jumlah
pemakaian per m2. Pada bagian bekas paper test harus dilakukan penyiraman Lapis
Resap Pengikat - Aspal Cair/Lapis Perekat - Aspal Cair kembali. Lakukan
penyiraman secara menerus sampai seluruh permukaan terpasang Lapis Resap
Pengikat - Aspal Cair/Lapis Perekat - Aspal Cair.
Pengujian yang dilakukan :
- Paper Test
Bahan yang digunakan :
- Aspal
- Kerosene
Proporsi campuran dan koefisien pemakaian yang digunakan sesuai dengan
spesifikasi campuran .
Alat yang digunakan :
- Compressor
- Asphalt Distributor
B. Lapis Perekat – Aspal Cair/Emulsi
Lapis Perekat (Tack Coat), di hampar diatas permukaan berbahan pengikat seperti
lapisan Penetrasi Macadam, Laston, Lataston, dll). Berikut tahapan-tahapan
pekerjaan Lapis Perekat (Tack Coat) :
Persiapan :
1. Pastikan untuk pelaksanaan Tack Coat (Lapis Perekat), pengaspalan telah disetujui
.
2. Cek ulang Permintaan (Request) Pekerjaan & data pendukungnya.
3. Cek ulang ketersediaan material, pastikan tidak ada perubahan
4. Cek dan amati ulang kesiapan alat, pastikan tidak ada perubahan dari kesiapan yang
telah dilakukan.
5. Cek ulang kesiapan tenaga kerja, jumlah dan kualifikasinya pastikan tidak ada
perubahan dari kesiapan yang telah dilakukan.
6. Pastikan bangunan milik masyarakat dan umum dilindungi dari efek penyemprotan
aspal.
7. Pastikan ada penanggung jawab dari penyedia jasa untuk mengatasi kondisi khusus.
8. Pastikan ada pengendalian Keselamatan dan Kecelakaan Kerja (K3).
9. Pastikan ada kesiapan pengendalian lalu-lintas.
10. Pastikan ada kesiapan penanganan lingkungan.
Penyiapan Formasi Pekerjaan:
1. Cek kerusakan bagian yang akan menjadi dasar penghamparan telah diperbaiki.
2. Pastikan permukaan bersih dan bebas dari material lepas.
Penyemprotan :
1. Pastikan suhu memenuhi syarat untuk penyemprotan
2. Pastikan penyemprotan merata, jika menggunakan Sprayer diperlukan tenaga
operator yang terampil.
3. Pastikan dan amati apakah penyemprotan merata dengan melakukan uji coba
kemampuan tenaga operator.
4. Penyemprotan harus dihetikan jika ada ketidak sempurnaan, lakukan perbaikan pada
alat peyemprot.
5. Pastikan penyemprotan dimulai 5,0 m sebelum areal penyemprot an agar aplikasi
konstan.
6. Batasi pemakaian bahan pada tangki, tidak kurang dari 10% volume yang tersisa
pada tangki
Pengukuran :
1. Lakukan pengukuran sisa bahan yang disemprotkan, setiap kali telah melakukan
penyemprotan, dengan tongkat celup.
2. Lakukan pengukuran dengan menggunakan 3 kertas resap diletak kan dengan jarak
sama, pada areal penyemprotan sepanjang 200 m, pada lokasi dengan letak≥ 10 m
dari awal, dan > 0,50 m dari tepi.
3. Timbang berat terhampar pada kertas resap.
Pemeriksaan:
1. Cek hasil penyemprotan apakah merata?
2. Periksa tempat tempat yang mengidentifikasikan adanya genangan aspal berlebih.
3. Amati bagian tepi, apakah ada bagian yang menunjukkan kekurangan penebaran.
Cek kesesuaian :
1. Penyemprotan merata?
2. Jumlah berat terhampar permeter persegi sesuai?.
3. Ada tempat-tempat yang mengindikasikan genangan aspal?
4. Jika ada indikasi terjadinya kekurangan maka lakukan langkah verifikasi.
Perbaikan :
1. Lakukan penyemprotan tambahan pada bagian yang menunjukkan kurangnya
aplikasi penebaran.
2. Jika hasil penyemrotan menunjukkan kekurangan material yang disemprotkan,
lakukan penyemprotan ulang dengan tambahan yang memadai.
Peralatan :
- Aspal distributor
- Aspal sparyer
- Compressor
- Alat bantu lainnya
C. Laston Lapis Antara (AC-BC), dan Bahan Anti Pengelupasan
Pekerjaan ini mencakup Laston Lapis Antara (AC-BC). Pencampuran material
dilaksanakan di Asphalt Mixing Plant (AMP) sesuai dengan job mix, dimana kadar
aspal, rongga udara, stabilitas, kelenturan dan keawetan sudah disesuaikan dengan
desain lalu lintas rencana.
Tahapan persiapan :
- Tahap awal adalah melakukan pembuatan Design Mix Formula (DMF),
dibuat beberapa variasi campuran, aduk dan panaskan sampel sampai
tercampur merata, kemudian lakukan pembuatan briket sampel dan
dilakukan test properties (marshall test dll) untuk masing-masing variasi
tersebut.
- Melaksanakan trial mix untuk menentukan satu variasi campuran sebagai
dasar untuk Job Mix Formula (JMF). Setelah ditetapkan komposisi campuran
yang dipakai, dilakukan setting asphalt mixing plant baik itu coldbin dan
hotbin untuk masing-masing material, sesuaikan dengan hasil Job Mix
Formula (JMF), sehingga material yang masuk ke mixer perbandingannya
benar-benar sesuai dengan JMF. Untuk memperoleh void sesuai dengan
Job Mix Formula ditambahkan material filler (pengisi) berupa semen, kapur
atau abu terbang. Untuk menambah kelekatan aspal, ditambahkan material
anti pengelupasan (anti stripping agent), dengan komposisi 0,2 - 0,4%
terhadap berat aspal.
- Tes hasil produksi asphalt mixing plant sesuai dengan parameter spesifikasi,
jika sudah sesuai maka dapat dilanjutkan untuk produksi masing-masing
item di atas.
Tahapan Pelaksanaan :
- Material yang digunakan dimasukkan ke dalam coldbin yang berbeda sesuai
dengan ukurannya masing-masing, dan bukaan pintu coldbin dikalibrasi dan
diatur agar bisa memenuhi gradasi sesuai dengan JMF yang telah
ditetapkan.
- Penambahan filler dilakukan melalui filler elevator, sedangkan penambahan
zat additif berupa anti stripping agent diinjeksikan ke timbangan aspal
(bitumen weigher). Laston hasil produksi asphalt mixing plant (suhu 135-150
0C) diangkut dengan dump truck dan ditutup rapat dengan terpal untuk
menjaga suhu/temperatur saat dalam perjalanan.
- Sebelum penghamparan, lahan harus dibersihkan dari bahan yang lepas
dengan compressor atau dengan sapu secara manual. Siapkan lahan yang
telah dibersihkan dengan menyemprotkan lapisan perekat.
- Untuk menghampar Laston minimal harus ada 3 dump truck atau lebih yang
stand by di lapangan agar peralatan penghampar dapat bekerja secara terus
menerus, jika jumlah material telah cukup, tuangkan material pada (suhu
130-1500C) dari dump truck kedalam hopper asphalt finisher. Pastikan
sebelum penghamparan, sepatu (screed) alat penghampar telah
dipanaskan. Hampar material material dengan asphalt finisher, atur
kecepatan dan ketebalan hamparan, sesuaikan dengan hasil trial pavement
dan desain. Bilamana pekerjaan yang dilaksanakan lebih dari satu lajur,
penghamparan harus dimulai dari lajur yang lebih rendah menuju lajur yang
lebih tinggi. Mesin vibrasi pada alat penghampar harus dijalankan selama
penghamparan dan pembentukan. Penampung alat penghampar (hopper)
tidak boleh dikosongkan, suhu sisanya harus dijaga tidak kurang dari
temperatur yang disyaratkan. Butiran kasar tidak boleh ditebarkan di atas
material yang telah dihampar karena dapat menyebabkan segregasi.
Pastikan ketebalan hamparan sudah sesuai dengan yang disyaratkan
dengan menggunakan tongkat/stick pengukur.
- Lakukan pemadatan awal (breakdown) dengan tandem roller (roda baja)
sesuai dengan hasil trial pavement (suhu 125-145 0C). Basahi roda tandem
roller dengan air secukupnya agar material tidak lengket di roda. Untuk
kondisi 2 lajur atau lebih lakukan pemadatan dimulai dari sambungan
memanjang kemudian dilanjutkan dari tepi luar ke arah sumbu jalan.
- Lakukan pemadatan antara (intermediate) dengan Pneumatic Tyre Roller
(PTR) (suhu 100-125 0C). Atur jumlah lintasan (sesuai hasil trial pavement)
dan kecepatan agar didapatkan kepadatan sesuai spesifikasi. Basahi roda
PTR dengan minyak nabati secukupnya agar material Laston tidak lengket
ke roda, untuk menghilangkan bekas ban PTR pada permukaan Laston,
dapat dilakukan perataan permukaan dengan melintaskan tandem roller
dengan sekali lintasan (pemadatan akhir suhu >95 0C). Untuk menjaga
kerataan permukaan laston peralatan berat tidak boleh berhenti lama di atas
permukaan yang baru selesai dikerjakan, sampai seluruh permukaan
tersebut dingin. Lakukan kegiatan diatas berulang sampai seluruh material
terhampar. Kerataan permukaan diukur dengan menggunakan mistar lurus
sepanjang 3 m yang dilaksanakan secara tegak lurus dan sejajar dengan
sumbu jalan.
Pengujian yang dilakukan :
- Core drill
- Ekstraksi
- Marshall test
- Density test
Alat yang digunakan adalah :
- Wheel loader
- Asphalt Mixing Plant
- Genset
- Dump truck
- Asphalt finisher
- Tandem roller
- Pneumatic tyre roller
- Water tank truck
- Mistar perata sepanjang 3 m
- Thermometer
- Pengukur ketebalan yg telah dikalibrasi
- Alat Bantu
Bahan yang digunakan :
- Agregat kasar
Fraksi yang digunakan adalah yang tertahan ayakan no. 4 (4,75 mm) dalam
keadaan bersih, keras, awet dan bebas dari material lempung atau dari bahan
yang tidak diinginkan lainnya.
Agregat kasar dengan abrasi maksimal 40 %, untuk 500 putaran mesin Los
Angeles
Agregat kasar dengan kelekatan terhadap aspal 95 %
Agregat kasar dengan butir pecah minimum 95/90*
Agregat kasar dengan jumlah material pipih lonjong maksimal 10 %
- Agregat halus
Harus terdiri dari pasir atau hasil pengayakan batu pecah dan terdiri dari
bahan yang lolos ayakan no. 4 (4,75 mm)
Agregat halus dengan kadar lempung maksimal 1 %
Uji kadar rongga tanpa pemadatan minimum 45 %
Aggregat lolos ayakan no.200 maksimum 10 %
- filler (semen)
bahan pengisi yang ditambahkan yaitu semen dengan komposisi 1% - 2% terhadap
berat campuran.
- Zat additif
zat additif dimasukkan dalam bentuk cairan kedalam campuran Agregat dengan
menggunakan pompa penakar (dozing pump) pada saat proses pencampuran basah
di pugmil. Kuantitas pemakaian additif berada dalam rentang 0,2% - 0,4% terhadap
berat aspal.
- Aspal
pengujian titik lembek dan pengujian penetrasi harus selalu dilakukan setiap kali
kedatangan aspal atau sesuai perintah direksi.
DIVISI 7 – STRUKTUR
A. Beton Struktur, fc’ 20 mpa
Tahap pelaksanaan
1. Bahan-bahan untuk campuran beton (semen, pasir, aggregat kasar dan air)
2. Material (pasir, semen, aggregat kasar) pencampuran dilakukan menggunakan
concerete pan mixer.
3. Bersihkan lantai kerja, selanjutnya pasang pmbesian dan bekisting. Pembesian,
bekisting dan benda-benda lain (pipa) yang dimasukkan kedalam beton harus diikat
kuat sehingga tidak bergeser pada saat pengecoran.
4. Adukan beton menggunakan concerete mixer dan dituang ke dalam cetakan.
5. Padatkan adukan beton secara merata menggunakan Concerete Vibrator.
6. Permukaan beton dibentuk dan diratakan perlahan-lahan menggunakan Towel dan
dilanjutkan menggunakan mistar lurus sampai permukaan menjadi rata dan halus.
7. Perawatan dilakukan dengan menutupi permukaan beton menggunakan karung
basah.
8. Setelah minimal 12 jam pada saat pengecoran bekisting dibongkar.
Tenaga:
Pekerja Biasa
Tukang
Mandor
Bahan:
Semen
Pasir Beton
Agregat Kasar
Bekisting
Paku
Alat yang dibutuhkan :
- Concrete Mixer
- Concrete Vibrator
- Water Tanker
- Alat Bantu
B. Pasangan Batu
Pekerjaan ini mencakup pembuatan struktur yang dibuat dari Pasangan Batu.
Tahap Persiapan :
- Pada tahap ini akan disiapkan rambu-rambu dan material yang akan
digunakan di lokasi pekerjaan. Hanya material yang disetujui oleh direksi
pekerjaan akan digunakan dalam pekerjaan. Selain itu formasi lokasi yang
akan dilapisi harus disetujui oleh direksi pekerjaan, sebelum pekerjaan
pasangan batu dilaksanakan.
Tahap Pelaksanaan :
- Landasan dari adukan baru paling sedikit 3 cm tebalnya harus dipasang pada
fondasi yang disiapkan sesaat sebelum penempatan masing-masing batu
pada lapisan pertama. Batu besar pilihan (ukuran batu dari arah manapun
tidak kurang dari 15 cm) harus digunakan untuk lapis dasar dan pada sudut-
sudut. Pengelompokkan batu yang berukuran sama harus dihindari.
- Sebelum pemasangan, batu harus dibersihkan dan dibasahi sampai merata
dan dalam waktu yang cukup untuk memungkinkan penyerapan air
mendekati titik jenuh.
- Adukan beton yang digunakan minimal mempunyai kuat tekan 50 Kg/Cm2
pada umur 28 hari dengan benda uji mortar 50 mm x 50 mm x 50 mm.
- Dinding dari pasangan batu akan dilengkapi dengan lubang sulingan dengan
diameter 50 mm dan jarak antar sumbu tidak lebih dari 2 m. Pada struktur
dinding penahan yang menerus, dibuat dilatasi tidak lebih dari 20 m panjang
struktur, dengan lebar 30 mm.
Alat yang dibutuhkan :
- Concrete Mixer
- Water Tanker
- Alat Bantu
C. PENUTUP
1) Semua ketentuan yang belum tercantum dalam di dalam persyaratan ini akan
dijelaskan kemudian.
2) Bahan-bahan yang dipergunakan harus berkualitas baik sesuai dengan persyaratan.
3) Semua sisa-sisa bahan bangunan/alat-alat bantu harus dikeluarkan dari
kompleks/lokasi pekerjaan segera setelah pekerjaan selesai atas biaya kontraktor.
5. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi:
Jabatan dalam pekerjaan yang Pengalaman Kerja Sertifikat
No
akan dilaksanakan (tahun) Kompetensi Kerja
1 Pelaksana 2 tahun Pelaksana
Lapangan
Pekerjaan Jalan
(TS 028)
2 Ahli K3 Konstruksi/ Ahli 0 tahun Sertifikat Pelatihani
Keselamatan Konstruksi / K3
Petugas Keselamatan Konstruksi
6. Persyaratan Teknis lainnya.
a. Dukungan untuk peralatan Asphalt Mixing Plant (AMP) dengan Kapasitas Mixer Unit
Minimal 1000 Kg/Batch, dilengkapi dengan Sertifikat Laik Operasi yang masih
berlaku dan bukti kepemilikan peralatan AMP yang sah;
b. Dukungan Quarry dan pernyataan kesanggupan menyediakan material sesuai
dengan spesifikasi dan volume yang dibutuhkan dalam pekerjaan, dilengkapi
dengan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Batuan yang masih
berlaku, dan dukungan untuk peralatan stone crusher dengan Kapasitas Produksi
Minimal 60 Ton/jam, dilengkapi dengan bukti kepemilikan peralatan stone crusher
yang sah; Surat Dukungan dan Pernyataan ketersediaan stok Asphalt dari supplier
atau distributor minimal sesuai dengan volume pekerjaan;
c. Dukungan Aspal dan pernyataan kesanggupan menyediakan aspal dari supplier atau
distributor sesuai dengan spesifikasi dan volume yang dibutuhkan dalam pekerjaan
No Jenis Kapasitas Jumlah Status Kepemilikan
Milik Sendiri/Sewa/Sewa
1 Dump Truck 3900 cc 3 Unit Beli
Milik Sendiri/Sewa/Sewa
2 Dump Truck 7000 cc 1 Unit Beli
Milik Sendiri/Sewa/Sewa
3 Wheel Loader 1,5 M3 1 Unit Beli
Milik Sendiri/Sewa/Sewa
4 Tandem Roller 6-8 Ton 1 Unit Beli
Milik Sendiri/Sewa/Sewa
5 Concrete Vibrator 5 HP 1 Unit Beli
Milik Sendiri/Sewa/Sewa
6 Concrete Mixer Molen 0,3-0,6 M3 1 Unit Beli
Milik Sendiri/Sewa/Sewa
7 Generator Set 135 KVA 1 Unit Beli
B. Keterangan Gambar
1. Peta Lokasi
2. Lay out
3. Potongan memanjang
4. Potongan melintang
5. Detail-detail konstruksi
Penjelasan RKS dan Gambar
1) Kontraktor wajib meneliti semua gambar serta Rencana Kerja dan Syarat-syarat
(RKS) termasuk tambahan dan perubahannya yang dicantumkan dalam Berita Acara
Penjelasan (Aanwijzing).
2) Bila gambar tidak sesuai dengan Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS), maka
yang mengikat /berlaku adalah ketentuan yang ada dalam RKS. Bila suatu gambar
tidak cocok dengan gambar yang lain, maka gambar dengan skala besar yang
berlaku.
3) Bila perbedaan-perbedaan tersebut menimbulkan keragu-raguan sehingga dalam
pelaksanaan menimbulkan kesalahan maka kontraktor wajib menanyakan kepada
Pengawas Lapangan, dan kontraktor harus mengikuti keputusannya.
C. Uraian pekerjaan, identifikasi bahaya, dan penetapan tingkat Risiko Keselamatan
Konstruksi pada Pekerjaan Konstruksi.
Penilaian Resiko
Skala
No Pekerjaan Identifikasi Bahaya Tingkat
Kekerapan Keparahan Prioritas
Resiko
1 DIVISI 1. UMUM
Mobilisasi Kecelakaan Kecil 3
akibat
operasional alat
berat
Manajemen dan Menimalkan Kecil 3
Keselamatan kecelakaan Lalu
Lalu Lintas Lintas
Keselamatan Meminimalkan Kecil 3
dan Kesehatan kecelakaan
Kerja pekerja
Manajemen Tidak Kecil 3
Mutu mengutamakan
kualitas pekerjaan
DIVISI 2.
DRAINASE
Pasangan Batu Terkena Mortar Kecil 3
dengan Mortar dan batu
jatuh,terkena
pecahan batu
DIVISI 3.
PEKERJAAN
TANAH DAN
GEOSENTETIK
Galian Struktur Terkena Alat gali Kecil 3
dengan (cangkul,balencong)
kedalaman 0-2 lereng galian
meter longsor
Timbunan Pilihan Pekerja tertimpa Kecil 3
dari sumber alat kerja/material
galian
Penyiapan Badan Kecelakaan akibat Kecil 3
Jalan operasional alat
berat
DIVISI 5.
PERKERASAN
BERBUTIR DAN
PERKERASAN
BETON SEMEN
Lapis Pondasi Tertimbun Kecil 3
Agregat Kelas A longsoran, terkena
alat pemadat
DIVISI 6.
PERKERASAN
ASPAL
Lapis Resap Terkena material Kecil 3
Pengikat - Aspal (aspal panas, api
Cair/Emulsi pembakaran aspal)
Laston Lapis Terkena material Kecil 3
Antara (AC-BC) (aspal panas, api
pembakaran aspal)
Terkena material
Bahan Anti (aspal panas, api
Pengelupasan pembakaran aspal)
Lapis Resap Terkena material Kecil 3
Pengikat - Aspal (aspal panas, api
Cair/Emulsi pembakaran aspal)
DIVISI 7.
STRUKTUR
Beton Struktur, fc’ Terkena material Kecil 3
20 Mpa (serpihan batu besar)
Beton fc15 Mpa Terkena material Kecil 3
(bahu jalan) (serpihan batu besar)
Baja Tulangan Terkena material besi Kecil 3
Polos, BjTP-280 dan alat
Pasangan Batu Terkena mortar dan Kecil 3
batu jatuh, terkena
pecahan batu
Pembongkaran Terkena batu jatuh, Kecil 3
Pasangan Batu terkena pecahan batu
INFORMASI LAINNYA
1. Penjelasan Umum Kegiatan
a. Latar Belakang
Latar Belakang Guna memenuhi kebutuhan akan infrastruktur Jalan yang memadai
dan terpeliharanya dengan baik dan dalam rangka menunjang peningkatan
swasembada pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Lebong pada umumnya menindak lanjuti hal diatas maka Pemerintah kabupetan
Lebong Provinsi Bengkulu melalui Program Penyelenggaraan Jalan Bidang Bina
Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penatan Ruang dan Perhubungan pada Tahun
Anggaran 2024 maka dianggarkan dana melalui DAU Tahun Anggaran 2024 :
b. Maksud dan Tujuan
Terlaksananya Pekerjaan Fisik sesuai dengan gambar dan spesifikasi yang telah
ditetapkan pada Pekerjaan Pngktn/Pemb Jl.Desa Gandung Baru-Lebong Utara,
Jl.Desa Kota Baru-Kec.Uram Jaya,Jl.Gang Amar-Lebong Atas, Gang Kamarudin-
Kec.Uram Jaya, Gang sawah Baru-Talang Leak 1, Jalan baru-ujung
tanjung,Jl.Kuburan-Kec.Uram jaya, Kampung Gandung-Kec.Lebong Utara,Lanjutan
Pelebaran Kec.Uram Jaya, Lapangan Bola Dusun Garut,Puskesmas Rimbo
Pengadang,Raih Kanada-Lebong selatan,Tunggang-lebong utara,Sukaurajo-
Amen,Tanjung Agung-Tubei, Muara Ketayu 1, Muara Ketayu II, Perumahan cita
garden, Talang Ratu., pada Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan
Ruang dan Perhubungan Kabupaten Lebong, dengan keluaran:
Meningkatnya infrastruktur jalan sebagai penunjang transportasi bagi lalu lintas
orang dan barang dilingkungan Pngktn/Pemb Jl.Desa Gandung Baru-Lebong Utara,
Jl.Desa Kota Baru-Kec.Uram Jaya,Jl.Gang Amar-Lebong Atas, Gang Kamarudin-
Kec.Uram Jaya, Gang sawah Baru-Talang Leak 1, Jalan baru-ujung
tanjung,Jl.Kuburan-Kec.Uram jaya, Kampung Gandung-Kec.Lebong Utara,Lanjutan
Pelebaran Kec.Uram Jaya, Lapangan Bola Dusun Garut,Puskesmas Rimbo
Pengadang,Raih Kanada-Lebong selatan,Tunggang-lebong utara,Sukaurajo-
Amen,Tanjung Agung-Tubei, Muara Ketayu 1, Muara Ketayu II, Perumahan cita
garden, Talang Ratu. khususnya dan Kabupaten Lebong umumnya dalam rangka
menunjang pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat.
Meningkatkan SaranadanPrasarana transportasi jalan yang ada menjadi lebih
baik / memadai sehingga diharapkan dapat menunjang perekonomian
masyarakat secara luas.
Dapat terlaksananya kegiatan fisik sesuai dengan gambar dan spesifikasi teknis
yang telah ditetapkan.
c. Ruang Lingkup
Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah Pngktn/Pemb Jl.Desa Gandung Baru-
Lebong Utara, Jl.Desa Kota Baru-Kec.Uram Jaya,Jl.Gang Amar-Lebong Atas, Gang
Kamarudin-Kec.Uram Jaya, Gang sawah Baru-Talang Leak 1, Jalan baru-ujung
tanjung,Jl.Kuburan-Kec.Uram jaya, Kampung Gandung-Kec.Lebong Utara,Lanjutan
Pelebaran Kec.Uram Jaya, Lapangan Bola Dusun Garut,Puskesmas Rimbo
Pengadang,Raih Kanada-Lebong selatan,Tunggang-lebong utara,Sukaurajo-
Amen,Tanjung Agung-Tubei, Muara Ketayu 1, Muara Ketayu II, Perumahan cita
garden, Talang Ratu.
2. Pejabat Pembuat Komitmen
Nama : BUSTARI,S.Sos,ST
Pangkat/Golongan : Penata Tk.I/III.d
NIP. : 19700826 200604 1 002
Jabatan : Kepala Bidang Bina Marga Selaku Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK)
Mengetahui/Menyetujui Ditetapkan di TUBEI
Plt.Kepala Pada tanggal 16 April 2024
PUPR-HUB Kab.Lebong
Selaku Pengguna Anggaran (PA) Kepala Bidang Bina Marga
Selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)/
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
ARMAN YUNIZAR, ST
NIP.19730616 200604 1 003.
BUSTARI.S.Sos,ST
NIP.19700826 200604 1 002