| 0905317178201000 | Rp 8,642,569,062 | |
| 0538589813327000 | - | |
| 0824761092311000 | - | |
| 0625640016311000 | - | |
CV A2r | 08*7**7****27**0 | - |
PEMERINTAH KABUPATEN LEBONG
DINAS PEKERJAAN UMUM PENATAAN RUANG DAN PERHUBUNGAN
Jl. Raya Kompleks Perkantoran Tubei- Lebong
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN KONSTRUKSI
PAKET PENGADAAN PENINGKATAN/REKONSTRUKSI JALAN EMBONG URAM-
TURAN LALANG (DAK)
SATUAN KERJA BIDANG BINA MARGA DINAS PEKERJAAN UMUM, PENATAAN
RUANG & PERHUBUNGAN KABUPATEN LEBONG
PROGRAM PROGRAM PENYELENGGARAAN JALAN
KEGIATAN PENYELENGGARAAN JALAN KABUPATEN/KOTA
SUB KEGIATAN REKONSTRUKSI JALAN
KODE REKENING 5.2.04.01.01.0003
PPK BUSTARI, S.Sos ST
ID RUP ……..
TAHUN ANGGARAN 2024
SPESIFIKASI FUNGSI UMUM Dapat diambil dari output/ tujuan pada TOR
dokumen anggaran
Spesifikasi kinerja bangunan 1. Lulus uji mutu beton….
2. Lulus uji slum beton…
A. URAIAN SPESIFIKASI TEKNIS
1. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi:
a. Semen PC
Semen menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI 7064-2014).
b. Pasir Pasang
Memiliki Karakter tidak mudah hancur, tidak mengandung lumpur, pasir tidak terlalu
banyak mengandung bahan organik, susunan pasir harus beraneka ragam.
c. Sirtu Timbunan
Timbunan yang digunakan harus terdiri dari bahan tanah berpasir (Sandcley/Padas)
yang memenuhi persyaratan.
d. Agregat A, Agregat Pecah Mesin 5-10 & 10-20, Agregat pecah mesin 0-5
Untuk lapis pondasi agregat kelas A diperlukan agregat kasar yang mempunyai
paling sedikit 1 bidang pecah yang diperoleh asal industri pemecah batu dan
mempunyai ukuran 5-40 mm menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI
No:1737-1989-F).
e. Aspal Emulsi css-1
Digunakan sebagai lapisan pondasi atas maupun lapisan permukaan campuran ini
memiliki nilai struktural hampir setara dengan hotmix menggunakan Standar
Nasional Indonesia (SNI 03-6832).
f. Bahan Anti Pengelupasan
Sebagai pelekatan antara agregat dan aspal yang dapat mempengaruhi stabilitas
campuran beraspal dan umur pelayanan perkerasan beraspal menggunakan
Standar Nasional Indonesia (SNI 8139:2015).
g. Plastizier
Bahan kimia tambahan yang digunakan secara khusus untuk meningkatkan kualitas
beton dengan cara mengurangi kadar air semen.
h. Baja Tulangan Polos
Menggunakan material besi polos dengan ukuran Ø 12 mm yang menggunakan
Standar Nasional Indonesia berstandar (SNI 2052:2017).
2. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan:
a. Truck Water Tanker Kapasitas 3000-4500 L, 120 HP 1 (Satu) Unit
b. Vibratory Roller Minimal 5-8 Ton 1 (Satu) Unit
c. Compressor Minimal Free Air Delivery 5 m3/min 1 (Satu) Unit
d. Asphalt Sprayer Minimal 850 Liter 1 (Satu) Unit
e. Aspal Finisher Minimal 166 HP,Paving width 2,5-5 m 1 (Satu) unit
f. Tyre Roller Minimal 8-10 Ton 1 (Satu) Unit
g. Pedestrian Roller Minimal 2-3 Ton 1 (Satu) Unit
3. Spesifikasi Proses/Kegiatan:
Perkiraan jangka waktu penyelesaian pekerjaan PENINGKATAN/REKONSTRUKSI
JALAN EMBONG URAM-TURAN LALANG (DAK) dimulai dari tahap Persiapan sampai
dengan Pelaporan adalah 150 (Seratus Lima Puluh) Hari Kalender.
Waktu Pelaksanaan
No Uraian Pekerjaan Ket
Bln I Bln II Bln III Bln IV Bln V
1 DIVISI 1. UMUM
2 DIVISI 2. DRAINASE
3 DIVISI 3. PEKERJAAN
TANAH DAN
GEOSINTETIK
4 DIVISI 5. PERKERASAN
BERBUTIR
5 DIVISI 6. PERKERASAN
ASPAL
6 DIVISI 7. STRUKTUR
4. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja
DIVISI 1. UMUM
1) Mobilisasi
Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi semua acara mobilisasi peralatan dan personil yang di
perlukan dan semua fasilitas pendukung selama dalam masa pelaksanaan
pekerjaan serta melaksanakan demobilisasi kembali terhadap semua terhadap
semua peralatan dan personil pada ketika pekerjaan selesai.
Persiapan Pekerjaan
1) Mengirim program kerja (workplan) termasuk metoda kerja, schedule,
perlatan, personil kerja dan gambar kerja yang akan digunakan, untuk
memperoleh persetujuan dari Konsultan sebelum pekerjaan dimulai.
2) Memberitahu Konsultan secara tertulis paling sedikit 24 jam sebelum tanggal
dilakukannya pelaksanaan pekerjaan.
3) Tahapan Pekerjaan.
Metode pelaksanaan
1) Peralatan merupakan hal yang sangat vital dalam pelaksanaan suatu
pekerjaan konstruksi maka ketepatan waktu mobilisasi sangat penting untuk
dijadwalkan dengan baik.
2) Mobilisasi alat dilakukan sehabis menerima ijin dari Direksi.
3) Peralatan yang dipakai akan diubahsuaikan dengan kebutuhan pelaksanaan.
Peralatan tersebut di atas di simpan di lokasi pekerjaan dan di jaga sehingga
sanggup dipergunakan pada waktunya tanpa ada hambatan yang sanggup
mengganggu pekerjaan, misalkan terjadi kerusakan pada alat yang akan
digunakan.
4) Demobilisasi alat akan dilakukan sehabis semua pekerjaan selesai.
2) Managemen dan Keselamatan Lalu Lintas
Dalam melaksanakan pekerjaan Peningkatan Jalan setiap tahapan pekerjaan yang
akan dilaksanakan mulai dari awal sampai dengan akhir kegiatan di lapangan
diusahakan tidak mengganggu arus lalu lintas. Aktivitas arus lalu lintas yang
terhambat akibat adanya kegiatan proyek akan merugikan pengguna jalan
raya. Agar dalam pelaksanaan pekerjaan tidak terjadi kerugian dipihak pengguna
jalan, maka manajemen lalu lintas dapat dilaksanakan dengan cara sebagai berikut :
Menyiapkan perlengkapan keselamatan jalan selama periode konstruksi sesuai
ketentuan.
Membuat rencana kerja manajemen lalu lintas sesuai schedule pekerjaan dan
koordinasikan dengan seluruh personil yang terkait.
Mengatur secara tepat jadwal pelaksanaan setiap jenis pekerjaan di lapangan.
Memasang rambu-rambu di sekitar lokasi pekerjaan, dan menempatkannya
secara tepat dan benar.
Menempatkan petugas pengatur lalu lintas untuk mengatur dan mengarahkan
arus lalu lintas.
Peralatan Keselamatan Lalu Lintas :
Rambu penghalang lalu lintas jenis plastik
Rambu peringatan
Peralatan komunikasi dan lainnya
Pada saat pekerjaan, rambu-rambu diletakkan sepanjang daerah galian, tujuannya
agar kendaraan atau orang tidak masuk atau terperosok ke dalam daerah galian.
Rambu-rambu yang dipasang haruslah mempunyai cat dengan pantulan cahaya,
guna menghindari kecelakaan di malam hari.
3) Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Ruang lingkup Sistem Manajemen K3
Untuk menjaga Kesehatan dan keselamatan kerja dari karyawan proyek, direksi
pekerjaan dan pengguna jalan maka perlu diterapkan manajemen K3. Berikut
manajemen K3 yang patut diperhatikan pada masing-masing item pekerjaan :
a. Menyediakan pedoman, prosedur dan petunjuk kerja aman.
b. Sebelum bekerja diwajibkan memperhatikan alat-alat keselamatan Kerja/APD
yang harus digunakan (safety shoes, sarung tangan, pakaian kerja).
c. Bekerja harus memperhatikan instruksi/petunjuk kerja yang ada serta instruksi
K3.
d. Pasang dan Patuhi segala rambu-rambu keselamatan.
e. Lakukan safety meeting/safety talk sesuai dengan ketentuan.
f. Pastikan alat bantu kerja dalam kondisi baik dan aman.
g. Bila ditemukan kondisi dan tindakan bahaya segera laporkan kepada petugas K3
dan tim K3.
h. Lakukan safety induksi baik kepada subkontraktor maupun tamu-tamu yang
memasuki area proyek.
i. Membuat izin kerja khusus untuk pekerjaan lembur dan pekerjaan yang
mempunyai resiko bahaya tinggi.
Umum
Pada pekerjaan ini identifikasi jenis bahaya dan resiko K3 adalah Lalu Lintas Rawan
terhadap Kemacetan, dan Kecelakaan
Pengendalian resiko K3 adalah :
a. Memasang Rambu-rambu saat menaikkan/menurunkan alat berat.
b. Memasang Rambu-rambu peringatan pada area kerja.
c. Petugas dan pekerja Memakai APD yang lengkap pada saat mobilisasi.
d. Menugaskan petugas flagman untuk pengamanan dan pengendalian Lalu lintas.
4) Managemen Mutu
Manajemen Mutu sangat diperlukan untuk menjaga mutu hasil pekerjaan sesuai
dengan spesifikasi. Dalam pengendalian mutu, tim manajemen mutu harus selalu
memonitor proses pekerjaan mulai pengawasan pengadaan material, peralatan,
personil hingga pelaksanaan pekerjaan sampai selesai. Pekerjaan ini meliputi
Persiapan Personil
Personil yang kompeten di bidang Manajemen Mutu.
Pengawasan Mutu Material, Peralatan, dan Personil
Pengawasan mulai dari material, peralatan, dan tenaga kerja hinga pelaksanaan
pekerjaan akan mampu meningkatkan nilai mutu hasil pekerjaan.
Pembuatan Laporan
Membuat laporan secara berkala selama masa pelaksanaan pekerjaan sebagai
bahan evaluasi perbaikan secara rutin dalam setiap kegiatan pekerjaan. Hasil
pekerjaan yang efektif, tepat mutu, tepat biaya dan tepat waktu
5) Pengukuran dan Pembayaran
Pengesahan Pembayaran:
Dalam batas waktu seperti tersebut di atas, pengawasan pekerjaan harus
menghitung jumlah bersih (netto) Sertifikat Bulanan dengan cara pemotongan
sejumlah yang disyaratkan dalam syarat-syarat kontrak dari jumlah total (gross
sum) yang diusulkan oleh Penyedia Jasa atau jumlah yang disetujui lain atau jumlah
yang telah di ubah sebagaimana di tetapkan oleh pengawasan Pekerjaan, dan di
teruskan kepada Pengguna Jasa untuk pelaksanaan proses pembayaran, dan
salinannya harus di sampaikan kepada penyedia jasa.
DIVISI 2. DRAINASE
1) Pasangan Batu dengan Mortar
Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan ini mencakup penggalian, pengadaan material, pemasangan
bowplank, pasangan batu, plester dan aci serta perapihan hasil pekerjaan.
Persiapan Pekerjaan
a. Mengirim program kerja (workplan) termasuk metoda kerja, schedule,
perlatan, personil kerja dan gambar kerja yang akan digunakan, untuk
memperoleh persetujuan dari Konsultan dan Direksi sebelum pekerjaan
dimulai.
b. Mengajukan persetujuan penggunaan bahan material.
c. Memberitahu konsultan secara tertulis pelaksanaan pekerjaan (Request For
Work).
Uraian Pekerjaan
a. Sebelum pemasangan batu harus di bersihkan dan di basahi sampai merata
dan dalam waktu yang cukup untuk memungkinkan penyerapan air
mendekati titik jenuh.
b. Menghamparkan pasir urug pada landasan yang berhubungan pada tanah
dasar setebal 5 cm.
c. Landasan yang akan menerima setiap batu harus di basahi dan selanjutnya
landasan dari adukan harus disebar pada sisi batu yang bersebelahan
dengan batu yang akan di pasang.
d. Landasan dari adukan baru paling sedikit 3 cm tebalnya harus di pasang
pada pondasi yang disiapkan sesaat sebelum penempatan masing-masing
batu pada lapisan pertama. Batu besar pilihan harus di gunakan untuk lapis
dasar dan pada bagian sudut-sudut.
e. Batu harus di pasang dengan muka yang terpanjang mendatar dan muka
yang tampak harus di pasang sejajar dengan muka dinding dari batu yag
terpasang.
2) Pengukuran dan Pembayaran
Pengesahan Pembayaran:
Dalam batas waktu seperti tersebut di atas, pengawasan pekerjaan harus
menghitung jumlah bersih (netto) Sertifikat Bulanan dengan cara pemotongan
sejumlah yang disyaratkan dalam syarat-syarat kontrak dari jumlah total (gross
sum) yang diusulkan oleh Penyedia Jasa atau jumlah yang disetujui lain atau jumlah
yang telah di ubah sebagaimana di tetapkan oleh pengawasan Pekerjaan, dan di
teruskan kepada Pengguna Jasa untuk pelaksanaan proses pembayaran, dan
salinannya harus di sampaikan kepada penyedia jasa.
DIVISI 3 – PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK
1) Galian Struktur dengan kedalaman 0-2 meter
Pekerjaan galian biasa dapat dilaksanakan untuk pekerjaan galian tebing, galian
pelebaran badan jalan, dan lain-lain.
Alat yang digunakan :
Excavator
Dump Truck
Alat Bantu
Tahap Persiapan :
Menyiapkan gambar kerja yang sudah disetujui.
Pemasangan rambu-rambu keselamatan pekerja dan lalu lintas.
Persiapan tenaga kerja dan peralatan yang diperlukan.
Pemasangan patok-patok profil sesuai gambar rencana.
Menyedia kan petugas untuk mengawasi pekerjaan, flagman, dan tenaga harian.
Tahap Penggalian :
Excavator bekerja melakukan penggalian sesuai dengan gambar rencana.
Tanah bekas galian akan dibuang ke disposal area menggunakan dump truk.
Perapian dan pembersihan sisa-sisa galian pada badan jalan dilakukan tenaga
harian.
2) Timbunan Pilihan Dari Sumber Galian
Tahap Persiapan :
Menyiapkan stok material, mempunyai CBR minimum 6 % setelah perendaman 4
hari, bila dipadatkan sampai 100 % kepadatan kering maksimum.
Penandaan dan pengukuran lokasi kerja, sehingga kebutuhan timbunan yang
diperlukan dapat di estimasi sebelumnya.
Persiapan rambu – rambu pekerjaan.
Menyediakan petugas untuk mengawasi pekerjaan, flagman, dan tenaga harian.
Tahap Penimbunan :
Material timbunan digali dengan excavator dan didatangkan dengan
menggunakan dump truck.
Material timbunan diratakan dengan menggunakan motor grader
Penyiraman material yang sudah dihampar dengan menggunakan water tanker
dan kemudian dipadatkan dengan vibratory roller.
Pelaksanaan pekerjaan ini tidak boleh dilakukan saat turun hujan. Material yang
tertumpah di luar area timbunan yang dapat menimbulkan resiko kecelakaan,
akan dibersihkan secara manual dengan tenaga manusia.
Alat yang digunakan :
Excavator
Motor grader
Vibratory roller
Water tanker
Dump Truck
Alat bantu
3) Penyiapan Badan Jalan
Pekerjaan ini mencakup penyiapan, penggaruan dan pemadatan permukaan tanah
dasar atau permukaan jalan kerikil lama untuk penghamparan Lapis Pondasi
Aggregat, Lapis Pondasi Jalan Tanpa Penutup Aspal, Stabilisasi Tanah atau lapis
Pondasi Beraspal di daerah jalur lalu lintas dan di daerah bahu jalan baru yang
bukan di atas timbunan baru akibat pelebaran jalur lalu lintas.
Pekerjaan ini dilaksanakan bila pekerjaan lapis pondasi aggregat atau perkerasan
sudah akan segera dilaksanakan.
Tahap Persiapan :
Menyiapkan rambu – rambu pekerjaan.
Menyediakan petugas untuk mengawasi pekerjaan, flagman, dan tenaga harian.
Tahap Pelaksanaan :
Penggaruan dan perataan dilakukan dengan menggunakan motor grader , dan
dilanjutkan dengan pemadatan dengan menggunakan vibratory roller.
Pemadatan tidak boleh dilakukan saat turun hujan atau kadar air 3% di bawah
kadar air optimum atau 1% di atas kadar air optimum.
Alat yang digunakan :
Motor Grader
Vibratory roller
Alat bantu
4) Pengukuran dan Pembayaran
Pengesahan Pembayaran:
Dalam batas waktu seperti tersebut di atas, pengawasan pekerjaan harus
menghitung jumlah bersih (netto) Sertifikat Bulanan dengan cara pemotongan
sejumlah yang disyaratkan dalam syarat-syarat kontrak dari jumlah total (gross
sum) yang diusulkan oleh Penyedia Jasa atau jumlah yang disetujui lain atau jumlah
yang telah di ubah sebagaimana di tetapkan oleh pengawasan Pekerjaan, dan di
teruskan kepada Pengguna Jasa untuk pelaksanaan proses pembayaran, dan
salinannya harus di sampaikan kepada penyedia jasa.
DIVISI 5 – PERKERASAN BERBUTIR
1) Lapis Pondasi Aggregat Kelas A
Material yang digunakan pada pekerjaan ini disesuaikan dengan Disain Mix
Formula dan Job Mix Formula yang telah disetujui, diaduk.
Lapis pondasi aggregat yang digunakan sudah tercampur merata dibawa ke
lokasi pekerjaan dengan menggunakan dump truck dan dihampar pada kadar air
dalam rentang yang di syaratkan (3 % dibawah kadar air optimum sampai
dengan 1 % di atas kadar air optimum). Droping material dan penghamparan
tidak boleh dilakukan saat turun hujan.
Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan motor grader. Bila lapis
pondasi aggregat kelas A akan dihampar langsung di atas permukaan aspal
lama yang tidak dalam kondisi rusak/bila dinilai perlu, maka dilakukan
penggaruan/pengaluran pada permukaan aspal lama untuk meningkatkan
tahanan gesernya.
Penggilasan dengan vibratory roller dimulai dari sepanjang tepi dan bergerak
sedikit demi sedikit ke arah sumbu jalan dalam arah memanjang. Pada bagian
yang ber-superelevasi, penggilasan dimulai dari bagian yang rendah dan
bergerak sedikit demi sedikit kebagian yang lebih tinggi.
Untuk mendapatkan rentang kadar air yang diperlukan (jika kadar air setelah
pengadukan berkurang di bawah rentang 3% kadar air optimum), agar
mendapatkan kepadatan maksimum digunakan water tanker untuk membasahi
material yang telah dihampar. Proses penggilasan dilanjutkan sampai seluruh
bekas roda mesin gilas hilang dan lapisan tersebut terpadatkan secara merata.
Material yang terdapat pada tempat yang tidak bisa terpadatkan dengan mesin
gilas akan dipadatkan dengan alat pemadat lain yang disetujui.
Pengujian yang dilakukan adalah tes sand cone: untuk menentukan nilai kepadatan
lapangan, untuk Agregat kelas A minimal 100 % dari kepadatan kering maksimum
modifikasi (SNI 1743 : 2008 metoda D).
Bahan yang digunakan adalah Agregat Kelas A
Alat yang digunakan :
Wheel Loader
Motor Grader
Vibratory roller
Dump truk
Water tank truck
Alat Bantu
2) Pengukuran dan Pembayaran
Pengesahan Pembayaran:
Dalam batas waktu seperti tersebut di atas, pengawasan pekerjaan harus
menghitung jumlah bersih (netto) Sertifikat Bulanan dengan cara pemotongan
sejumlah yang disyaratkan dalam syarat-syarat kontrak dari jumlah total (gross
sum) yang diusulkan oleh Penyedia Jasa atau jumlah yang disetujui lain atau jumlah
yang telah di ubah sebagaimana di tetapkan oleh pengawasan Pekerjaan, dan di
teruskan kepada Pengguna Jasa untuk pelaksanaan proses pembayaran, dan
salinannya harus di sampaikan kepada penyedia jasa.
DIVISI 6 – PERKERASAN ASPAL
1) Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair / Emulsi
Lapis Resap Pengikat dilaksanakan di atas permukaan pondasi tanpa bahan
pengikat lapis pondasi agregat, sedangkan Lapis Perekat dilaksanakan di atas
existing laston lama dan di atas laston baru.
Tahap Persiapan :
Bersihkan kotoran dan sisa-sisa material di atas lahan eksisting yang akan disiram
Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair/Lapis Perekat - Aspal Cair. Buang kotoran dan
debu dengan compressor, jika perlu dibantu secara manual dengan sapu/sikat.
Pastikan kondisi permukaan dalam keadaan bersih dan kering. Selain itu
penyemprotan Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair/Lapis Perekat - Aspal Cair
dilakukan secara hati-hati dengan memperhatikan kondisi lahan sehingga tidak
mengotori fasilitas umum yang ada disekitar lokasi pekerjaan.
Tahap Pelaksanaan :
Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair digunakan pada permukaan pondasi tanpa bahan
pengikat lapis pondasi aggregat dan pada kondisi permukaan yang kering atau
mendekati kering, sedangkan Lapis Perekat - Aspal Cair digunakan di atas
permukaan berbahan pengikat pada permukaan yang benar-benar kering.
Penyemprotan Lapis Resap Pengikat dan Lapis Perekat tidak boleh dilaksanakan
waktu angin kencang, hujan atau akan turun hujan. Atur ketinggian nozzle dan
kecepatan kendaraan agar didapatkan ketebalan sesuai dengan spesifikasi teknis.
Lakukan pemasangan paper test di atas permukaan lahan untuk mengetahui jumlah
pemakaian per m2. Pada bagian bekas paper test harus dilakukan penyiraman Lapis
Resap Pengikat - Aspal Cair/Lapis Perekat - Aspal Cair kembali. Lakukan
penyiraman secara menerus sampai seluruh permukaan terpasang Lapis Resap
Pengikat - Aspal Cair/Lapis Perekat - Aspal Cair.
Pengujian yang dilakukan :
Paper Test
Bahan yang digunakan :
Aspal
Kerosene
Proporsi campuran dan koefisien pemakaian yang digunakan sesuai dengan
spesifikasi campuran.
Alat yang digunakan :
Compressor
Asphalt Distributor
2) Lapis Perekat – Aspal Cair/Emulsi
Lapis Perekat (Tack Coat), di hampar diatas permukaan berbahan pengikat seperti
lapisan Penetrasi Macadam, Laston, Lataston, dll). Berikut tahapan-tahapan
pekerjaan Lapis Perekat (Tack Coat) :
Persiapan :
a) Pastikan untuk pelaksanaan Tack Coat (Lapis Perekat), pengaspalan telah
disetujui.
b) Cek ulang Permintaan (Request) Pekerjaan & data pendukungnya.
c) Cek ulang ketersediaan material, pastikan tidak ada perubahan
d) Cek dan amati ulang kesiapan alat, pastikan tidak ada perubahan dari kesiapan
yang telah dilakukan.
e) Cek ulang kesiapan tenaga kerja, jumlah dan kualifikasinya pastikan tidak ada
perubahan dari kesiapan yang telah dilakukan.
f) Pastikan bangunan milik masyarakat dan umum dilindungi dari efek
penyemprotan aspal.
g) Pastikan ada penanggung jawab dari penyedia jasa untuk mengatasi kondisi
khusus.
h) Pastikan ada pengendalian Keselamatan dan Kecelakaan Kerja (K3).
i) Pastikan ada kesiapan pengendalian lalu-lintas.
j) Pastikan ada kesiapan penanganan lingkungan.
Penyiapan Formasi Pekerjaan:
a) Cek kerusakan bagian yang akan menjadi dasar penghamparan telah diperbaiki.
b) Pastikan permukaan bersih dan bebas dari material lepas.
Penyemprotan :
a) Pastikan suhu memenuhi syarat untuk penyemprotan
b) Pastikan penyemprotan merata, jika menggunakan Sprayer diperlukan tenaga
operator yang terampil.
c) Pastikan dan amati apakah penyemprotan merata dengan melakukan uji coba
kemampuan tenaga operator.
d) Penyemprotan harus dihentikan jika ada ketidak sempurnaan, lakukan perbaikan
pada alat peyemprot.
e) Pastikan penyemprotan dimulai 5,0 m sebelum areal penyemprot an agar
aplikasi konstan.
f) Batasi pemakaian bahan pada tangki, tidak kurang dari 10% volume yang tersisa
pada tangki
Pengukuran:
a) Lakukan pengukuran sisa bahan yang disemprotkan, setiap kali telah melakukan
penyemprotan, dengan tongkat celup.
b) Lakukan pengukuran dengan menggunakan 3 kertas resap diletak kan dengan
jarak sama, pada areal penyemprotan sepanjang 200 m, pada lokasi dengan
letak≥ 10 m dari awal, dan > 0,50 m dari tepi.
c) Timbang berat terhampar pada kertas resap.
Pemeriksaan:
a) Cek hasil penyemprotan apakah merata?
b) Periksa tempat tempat yang mengidentifikasikan adanya genangan aspal
berlebih.
c) Amati bagian tepi, apakah ada bagian yang menunjukkan kekurangan
penebaran.
Cek kesesuaian :
a) Penyemprotan merata?
b) Jumlah berat terhampar permeter persegi sesuai?.
c) Ada tempat-tempat yang mengindikasikan genangan aspal?
d) Jika ada indikasi terjadinya kekurangan maka lakukan langkah verifikasi.
Perbaikan :
a) Lakukan penyemprotan tambahan pada bagian yang menunjukkan kurangnya
aplikasi penebaran.
b) Jika hasil penyemprotan menunjukkan kekurangan material yang disemprotkan,
lakukan penyemprotan ulang dengan tambahan yang memadai.
Peralatan :
a) Aspal distributor
b) Aspal sparyer
c) Compressor
d) Alat bantu lainnya
3) Laston Lapis Antara (AC-BC), dan Bahan Anti Pengelupasan
Pekerjaan ini mencakup Laston Lapis Antara (AC-BC). Pencampuran material
dilaksanakan di Asphalt Mixing Plant (AMP) sesuai dengan job mix, dimana kadar
aspal, rongga udara, stabilitas, kelenturan dan keawetan sudah disesuaikan dengan
desain lalu lintas rencana.
Tahapan persiapan :
a) Tahap awal adalah melakukan pembuatan Design Mix Formula (DMF), dibuat
beberapa variasi campuran, aduk dan panaskan sampel sampai tercampur
merata, kemudian lakukan pembuatan briket sampel dan dilakukan test
properties (marshall test dll) untuk masing-masing variasi tersebut.
b) Melaksanakan trial mix untuk menentukan satu variasi campuran sebagai dasar
untuk Job Mix Formula (JMF). Setelah ditetapkan komposisi campuran yang
dipakai, dilakukan setting asphalt mixing plant baik itu coldbin dan hotbin untuk
masing-masing material, sesuaikan dengan hasil Job Mix Formula (JMF),
sehingga material yang masuk ke mixer perbandingannya benar-benar sesuai
dengan JMF. Untuk memperoleh void sesuai dengan Job Mix Formula
ditambahkan material filler (pengisi) berupa semen, kapur atau abu terbang.
Untuk menambah kelekatan aspal, ditambahkan material anti pengelupasan (anti
stripping agent), dengan komposisi 0,2 - 0,4% terhadap berat aspal.
c) Tes hasil produksi asphalt mixing plant sesuai dengan parameter spesifikasi, jika
sudah sesuai maka dapat dilanjutkan untuk produksi masing-masing item di atas.
Tahapan Pelaksanaan :
a) Material yang digunakan dimasukkan ke dalam coldbin yang berbeda sesuai
dengan ukurannya masing-masing, dan bukaan pintu coldbin dikalibrasi dan
diatur agar bisa memenuhi gradasi sesuai dengan JMF yang telah ditetapkan.
b) Penambahan filler dilakukan melalui filler elevator, sedangkan penambahan zat
additif berupa anti stripping agent diinjeksikan ke timbangan aspal (bitumen
weigher). Laston hasil produksi asphalt mixing plant (suhu 135-150 0C) diangkut
dengan dump truck dan ditutup rapat dengan terpal untuk menjaga
suhu/temperatur saat dalam perjalanan.
c) Sebelum penghamparan, lahan harus dibersihkan dari bahan yang lepas dengan
compressor atau dengan sapu secara manual. Siapkan lahan yang telah
dibersihkan dengan menyemprotkan lapisan perekat.
d) Untuk menghampar Laston minimal harus ada 3 dump truck atau lebih yang
stand by di lapangan agar peralatan penghampar dapat bekerja secara terus
menerus, jika jumlah material telah cukup, tuangkan material pada (suhu 130-
1500C) dari dump truck kedalam hopper asphalt finisher. Pastikan sebelum
penghamparan, sepatu (screed) alat penghampar telah dipanaskan. Hampar
material material dengan asphalt finisher, atur kecepatan dan ketebalan
hamparan, sesuaikan dengan hasil trial pavement dan desain. Bilamana
pekerjaan yang dilaksanakan lebih dari satu lajur, penghamparan harus dimulai
dari lajur yang lebih rendah menuju lajur yang lebih tinggi. Mesin vibrasi pada
alat penghampar harus dijalankan selama penghamparan dan pembentukan.
Penampung alat penghampar (hopper) tidak boleh dikosongkan, suhu sisanya
harus dijaga tidak kurang dari temperatur yang disyaratkan. Butiran kasar tidak
boleh ditebarkan di atas material yang telah dihampar karena dapat
menyebabkan segregasi. Pastikan ketebalan hamparan sudah sesuai dengan
yang disyaratkan dengan menggunakan tongkat/stick pengukur.
e) Lakukan pemadatan awal (breakdown) dengan tandem roller (roda baja) sesuai
dengan hasil trial pavement (suhu 125-145 0C). Basahi roda tandem roller
dengan air secukupnya agar material tidak lengket di roda. Untuk kondisi 2 lajur
atau lebih lakukan pemadatan dimulai dari sambungan memanjang kemudian
dilanjutkan dari tepi luar ke arah sumbu jalan.
f) Lakukan pemadatan antara (intermediate) dengan Pneumatic Tyre Roller (PTR)
(suhu 100-125 0C). Atur jumlah lintasan (sesuai hasil trial pavement) dan
kecepatan agar didapatkan kepadatan sesuai spesifikasi. Basahi roda PTR
dengan minyak nabati secukupnya agar material Laston tidak lengket ke roda,
untuk menghilangkan bekas ban PTR pada permukaan Laston, dapat dilakukan
perataan permukaan dengan melintaskan tandem roller dengan sekali lintasan
(pemadatan akhir suhu >95 0C). Untuk menjaga kerataan permukaan laston
peralatan berat tidak boleh berhenti lama di atas permukaan yang baru selesai
dikerjakan, sampai seluruh permukaan tersebut dingin. Lakukan kegiatan diatas
berulang sampai seluruh material terhampar. Kerataan permukaan diukur
dengan menggunakan mistar lurus sepanjang 3 m yang dilaksanakan secara
tegak lurus dan sejajar dengan sumbu jalan.
Pengujian yang dilakukan :
a) Core drill
b) Ekstraksi
c) Marshall test
d) Density test
Alat yang digunakan adalah :
a) Wheel loader
b) Asphalt Mixing Plant
c) Genset
d) Dump truck
e) Asphalt finisher
f) Tandem roller
g) Pneumatic tyre roller
h) Water tank truck
i) Mistar perata sepanjang 3 m
j) Thermometer
k) Pengukur ketebalan yg telah dikalibrasi
l) Alat Bantu
Bahan yang digunakan :
a) Agregat kasar
Fraksi yang digunakan adalah yang tertahan ayakan no. 4 (4,75 mm) dalam
keadaan bersih, keras, awet dan bebas dari material lempung atau dari bahan
yang tidak diinginkan lainnya.
Agregat kasar dengan abrasi maksimal 40 %, untuk 500 putaran mesin Los
Angeles.
Agregat kasar dengan kelekatan terhadap aspal 95 %
Agregat kasar dengan butir pecah minimum 95/90*
Agregat kasar dengan jumlah material pipih lonjong maksimal 10 %
b) Agregat halus
Harus terdiri dari pasir atau hasil pengayakan batu pecah dan terdiri dari bahan
yang lolos ayakan no. 4 (4,75 mm)
Agregat halus dengan kadar lempung maksimal 1 %
Uji kadar rongga tanpa pemadatan minimum 45 %
Aggregat lolos ayakan no.200 maksimum 10 %
c) filler (semen)
bahan pengisi yang ditambahkan yaitu semen dengan komposisi 1% - 2%
terhadap berat campuran.
d) Zat additif
zat additif dimasukkan dalam bentuk cairan ke dalam campuran Agregat dengan
menggunakan pompa penakar (dozing pump) pada saat proses pencampuran
basah di pugmil. Kuantitas pemakaian aditif berada dalam rentang 0,2% - 0,4%
terhadap berat aspal.
e) Aspal
pengujian titik lembek dan pengujian penetrasi harus selalu dilakukan setiap kali
kedatangan aspal atau sesuai perintah direksi.
4) Pengukuran dan Pembayaran
Pengesahan Pembayaran:
Dalam batas waktu seperti tersebut di atas, pengawasan pekerjaan harus
menghitung jumlah bersih (netto) Sertifikat Bulanan dengan cara pemotongan
sejumlah yang disyaratkan dalam syarat-syarat kontrak dari jumlah total (gross
sum) yang diusulkan oleh Penyedia Jasa atau jumlah yang disetujui lain atau jumlah
yang telah di ubah sebagaimana di tetapkan oleh pengawasan Pekerjaan, dan di
teruskan kepada Pengguna Jasa untuk pelaksanaan proses pembayaran, dan
salinannya harus di sampaikan kepada penyedia jasa.
DIVISI 7 – STRUKTUR
1) Beton Struktur, fc’ 20 mpa
Tahap pelaksanaan
a) Bahan-bahan untuk campuran beton (semen, pasir, agregat kasar dan air)
b) Material (pasir, semen, agregat kasar) pencampuran dilakukan menggunakan
concerete pan mixer.
c) Bersihkan lantai kerja, selanjutnya pasang pembesian dan bekisting.
Pembesian, bekisting dan benda-benda lain (pipa) yang dimasukkan ke dalam
beton harus diikat kuat sehingga tidak bergeser pada saat pengecoran.
d) Adukan beton menggunakan concerete mixer dan dituang ke dalam cetakan.
e) Padatkan adukan beton secara merata menggunakan Concerete Vibrator.
f) Permukaan beton dibentuk dan diratakan perlahan-lahan menggunakan Towel
dan dilanjutkan menggunakan mistar lurus sampai permukaan menjadi rata dan
halus.
g) Perawatan dilakukan dengan menutupi permukaan beton menggunakan karung
basah.
h) Setelah minimal 12 jam pada saat pengecoran bekisting dibongkar.
Tenaga:
a) Pekerja Biasa
b) Tukang
c) Mandor
d) Bahan
e) Semen
f) Pasir Beton
g) Agregat Kasar
h) Bekisting
i) Paku
Alat yang dibutuhkan :
a) Concrete Mixer
b) Concrete Vibrator
c) Water Tanker
d) Alat Bantu
2) Pasangan Batu
Pekerjaan ini mencakup pembuatan struktur yang dibuat dari Pasangan Batu.
Tahap Persiapan :
Pada tahap ini akan disiapkan rambu-rambu dan material yang akan digunakan di
lokasi pekerjaan. Hanya material yang disetujui oleh direksi pekerjaan akan
digunakan dalam pekerjaan. Selain itu formasi lokasi yang akan dilapisi harus
disetujui oleh direksi pekerjaan, sebelum pekerjaan pasangan batu dilaksanakan.
Tahap Pelaksanaan :
a) Landasan dari adukan baru paling sedikit 3 cm tebalnya harus dipasang pada
fondasi yang disiapkan sesaat sebelum penempatan masing-masing batu pada
lapisan pertama. Batu besar pilihan (ukuran batu dari arah mana pun tidak
kurang dari 15 cm) harus digunakan untuk lapis dasar dan pada sudut-sudut.
Pengelompokan batu yang berukuran sama harus dihindari.
b) Sebelum pemasangan, batu harus dibersihkan dan dibasahi sampai merata dan
dalam waktu yang cukup untuk memungkinkan penyerapan air mendekati titik
jenuh.
c) Adukan beton yang digunakan minimal mempunyai kuat tekan 50 Kg/Cm2 pada
umur 28 hari dengan benda uji mortar 50 mm x 50 mm x 50 mm.
d) Dinding dari pasangan batu akan dilengkapi dengan lubang sulingan dengan
diameter 50 mm dan jarak antar sumbu tidak lebih dari 2 m. Pada struktur
dinding penahan yang menerus, dibuat dilatasi tidak lebih dari 20 m panjang
struktur, dengan lebar 30 mm.
Alat yang dibutuhkan :
a) Concrete Mixer
b) Water Tanker
c) Alat Bantu
3) Pengukuran dan Pembayaran
Pengesahan Pembayaran:
Dalam batas waktu seperti tersebut di atas, pengawasan pekerjaan harus
menghitung jumlah bersih (netto) Sertifikat Bulanan dengan cara pemotongan
sejumlah yang disyaratkan dalam syarat-syarat kontrak dari jumlah total (gross
sum) yang diusulkan oleh Penyedia Jasa atau jumlah yang disetujui lain atau jumlah
yang telah di ubah sebagaimana di tetapkan oleh pengawasan Pekerjaan, dan di
teruskan kepada Pengguna Jasa untuk pelaksanaan proses pembayaran, dan
salinannya harus di sampaikan kepada penyedia jasa.
B. PENUTUP
Semua ketentuan yang belum tercantum dalam di dalam persyaratan ini akan
dijelaskan kemudian.
Bahan-bahan yang dipergunakan harus berkualitas baik sesuai dengan persyaratan.
Semua sisa-sisa bahan bangunan/alat-alat bantu harus dikeluarkan dari
kompleks/lokasi pekerjaan segera setelah pekerjaan selesai atas biaya kontraktor.
1) Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi:
Jabatan dalam pekerjaan Pengalaman Sertifikat Kompetensi
No
yang akan dilaksanakan Kerja (tahun) Kerja
1 Pelaksana 2 tahun Pelaksana Lapangan
Pekerjaan Jalan (TS028)
atau Pelaksana Lapangan
Pekerjaan Jalan Jenjang 4.
2 Ahli K3 Konstruksi/ Ahli 0 tahun Sertifikat Pelatihan K3
Keselamatan Konstruksi /
Petugas Keselamatan
Konstruksi
2) Persyaratan Teknis lainnya.
a) Dukungan untuk peralatan Asphalt Mixing Plant (AMP) dengan Kapasitas Mixer Unit
Minimal 1000 Kg/Batch, dilengkapi dengan Sertifikat Laik Operasi yang masih
berlaku dan bukti kepemilikan peralatan AMP yang sah;
b) Dukungan Quarry dan pernyataan kesanggupan menyediakan material sesuai
dengan spesifikasi dan volume yang dibutuhkan dalam pekerjaan, dilengkapi
dengan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Batuan yang masih
berlaku, dan dukungan untuk peralatan stone crusher dengan Kapasitas Produksi
Minimal 60 Ton/jam, dilengkapi dengan bukti kepemilikan peralatan stone crusher
yang sah; Surat Dukungan dan Pernyataan ketersediaan stok Asphalt dari supplier
atau distributor minimal sesuai dengan volume pekerjaan;
c) Dukungan Aspal dan pernyataan kesanggupan menyediakan aspal dari supplier
atau distributor sesuai dengan spesifikasi dan volume yang dibutuhkan dalam
pekerjaan.
No Jenis Kapasitas Jumlah Status Kepemilikan
1 Dump Truck 3900 cc 3 Unit Milik Sendiri/ Sewa/ Sewa Beli
2 Dump Truck 7000 cc 1 Unit Milik Sendiri/Sewa/Sewa Beli
3 Wheel Loader 1,5 M3 1 Unit Milik Sendiri/Sewa/Sewa Beli
4 Tandem Roller 6-8 Ton 1 Unit Milik Sendiri/Sewa/Sewa Beli
5 Concrete Vibrator 5 HP 1 Unit Milik Sendiri/Sewa/Sewa Beli
6 Concrete Mixer Molen 0,3-0,6 M3 1 Unit Milik Sendiri/Sewa/Sewa Beli
7 Generator Set 135 KVA 1 Unit Milik Sendiri/Sewa/Sewa Beli
C. KETERANGAN GAMBAR
1. Peta Lokasi
2. Lay out
3. Potongan memanjang
4. Potongan melintang
5. Detail-detail konstruksi
1) Penjelasan RKS dan Gambar
a) Kontraktor wajib meneliti semua gambar serta Rencana Kerja dan Syarat-syarat
(RKS) termasuk tambahan dan perubahannya yang dicantumkan dalam Berita
Acara Penjelasan (Aanwijzing).
b) Bila gambar tidak sesuai dengan Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS), maka
yang mengikat /berlaku adalah ketentuan yang ada dalam RKS. Bila suatu gambar
tidak cocok dengan gambar yang lain, maka gambar dengan skala besar yang
berlaku.
c) Bila perbedaan-perbedaan tersebut menimbulkan keragu-raguan sehingga dalam
pelaksanaan menimbulkan kesalahan maka kontraktor wajib menanyakan kepada
Pengawas Lapangan, dan kontraktor harus mengikuti keputusannya.
2) Uraian pekerjaan, identifikasi bahaya, dan penetapan tingkat Risiko Keselamatan
Konstruksi pada Pekerjaan Konstruksi.
PENILAIAN RESIKO
IDENTIFIKASI SKALA
NO PEKERJAAN TINGKAT
BAHAYA KEKERAPAN KEPARAHAN PRIORITAS
RESIKO
I DIVISI 1. UMUM
1 Mobilisasi Kecelakaan Kecil 3
akibat
operasional
alat berat
2 Manajemen dan Meminimalkan Kecil 3
Keselamatan Lalu kecelakaan
Lintas Lalu Lintas
3 Keselamatan dan Meminimalkan Kecil 3
Kesehatan Kerja kecelakaan
pekerja
4 Manajemen Mutu Tidak Kecil 3
mengutamakan
kualitas
pekerjaan
II DIVISI 2. DRAINASE
1 Pasangan Batu Terkena Mortar Kecil 3
dengan Mortar dan batu jatuh,
terkena
pecahan batu
III DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH DAN GEOSENTETIK
1 Galian Struktur Terkena Alat Kecil 3
dengan kedalaman gali (cangkul,
0-2 meter balencong)
lereng galian
longsor
2 Timbunan Pilihan Pekerja Kecil 3
dari sumber galian tertimpa alat
kerja/material
3 Penyiapan Badan Kecelakaan Kecil 3
Jalan akibat
operasional
alat berat
IV DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR DAN PERKERASAN BETON SEMEN
1 Lapis Pondasi Tertimbun Kecil 3
Agregat Kelas A longsoran,
terkena alat
pemadat
V DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL
1 Lapis Resap Terkena Kecil 3
Pengikat - Aspal material (aspal
Cair/Emulsi panas, api
pembakaran
aspal)
2 Laston Lapis Antara Terkena Kecil 3
(AC-BC) material (aspal
panas, api
pembakaran
aspal)
PENILAIAN RESIKO
IDENTIFIKASI SKALA
NO PEKERJAAN TINGKAT
BAHAYA KEKERAPAN KEPARAHAN PRIORITAS
RESIKO
4 Bahan Anti Terkena Kecil 3
Pengelupasan material (aspal
panas, api
pembakaran
aspal)
5 Lapis Resap Terkena Kecil 3
Pengikat - Aspal material (aspal
Cair/Emulsi panas, api
pembakaran
aspal)
VI DIVISI 7. STRUKTUR
1 Beton Struktur, fc’ Terkena Kecil 3
20 Mpa material
(serpihan batu
besar)
2 Beton fc15 Mpa Terkena Kecil 3
(bahu jalan) material
(serpihan batu
besar)
3 Baja Tulangan Terkena Kecil 3
Polos, BjTP-280 material besi
dan alat
4 Pasangan Batu Terkena Kecil 3
mortar dan
batu jatuh,
terkena
pecahan batu
5 Pembongkaran Terkena batu Kecil 3
Pasangan Batu jatuh, terkena
pecahan batu
3) Informasi Lainnya
a) Penjelasan Umum Kegiatan
a. Latar Belakang
Latar Belakang Guna memenuhi kebutuhan akan infrastruktur irigasi yang
memadai dan terpeliharanya dengan baik dan dalam rangka menunjang
peningkatan swasembada pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan
masyarakat Lebong pada umumnya menindak lanjuti hal di atas maka
Pemerintah kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu melalui Program
Penyelenggaraan Jalan Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan
Ruang dan Perhubungan pada Tahun Anggaran 2024 maka dianggarkan dana
melalui DAK Tahun Anggaran 2024:
b. Maksud dan Tujuan
Terlaksananya Pekerjaan Fisik sesuai dengan gambar dan spesifikasi yang telah
ditetapkan pada Pekerjaan Embong Uram-Turan Lalang (DAK) , pada Bidang
Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan
Kabupaten Lebong, dengan keluaran:
Meningkatnya infrastruktur jalan sebagai penunjang transportasi bagi lalu lintas
orang dan barang dilingkungan Embong Uram-Turan Lalang (DAK) khususnya
dan Kabupaten Lebong umumnya dalam rangka menunjang pertumbuhan
ekonomi bagi masyarakat.
Meningkatkan Sarana dan Prasarana transportasi jalan yang ada menjadi
lebih baik / memadai sehingga diharapkan dapat menunjang perekonomian
masyarakat secara luas.
Dapat terlaksananya kegiatan fisik sesuai dengan gambar dan spesifikasi
teknis yang telah ditetapkan.
c. Ruang Lingkup
Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah Peningkatan/Rekonstruksi Jalan
Embong Uram-Turan Lalang (DAK).
b) Pejabat Pembuat Komitmen
Nama : BUSTARI,S.Sos,ST
Pangkat/Golongan : Penata Tk.I/III.d
NIP. : 19700826 200604 1 002
Jabatan : Kepala Bidang Bina Marga Selaku Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK)
Mengetahui/Menyetujui Ditetapkan di TUBEI
Plt.Kepala Pada tanggal 16 April 2024
PUPR-HUB Kab.Lebong
Selaku Pengguna Anggaran (PA) Kepala Bidang Bina Marga
Selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)/
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
ARMAN YUNIZAR, ST
NIP.19730616 200604 1 003.
BUSTARI.S.Sos,ST
NIP. 19700826 200604 1 002