| 0026272898915000 | Rp 1,763,003,695 | |
| 0813756871101000 | - | |
| 0836919498657000 | - | |
CV Leny Mandiri | 07*4**2****15**0 | - |
| 0011127685915000 | - | |
CV Putra Kelana | 00*5**5****11**0 | - |
PT Multikons Global Indonesia | 03*6**6****43**0 | - |
| 0940302219911000 | - | |
| 0747584944911000 | - | |
| 0820573509911000 | - | |
| 0015140387915000 | - | |
| 0026531780912000 | - | |
| 0023929813915000 | - | |
| 0746137355914000 | - | |
| 0815342316914000 | - | |
| 0031168040915000 | - | |
| 0801173998915000 | - | |
CV Jos Architect | 04*2**8****15**0 | - |
| 0018908244915000 | - | |
CV Lestari Karya Utama | 05*8**2****14**0 | - |
| 0017057597912000 | - | |
Ananta Nusantara | 09*2**6****02**0 | - |
| 0031086374911000 | - | |
Arcikon | 03*7**8****11**0 | - |
CV Beringin Lestari | 04*3**6****15**0 | - |
| 0706984655915000 | - | |
CV Rezeki Mulia | 0746549674915000 | - |
2024
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PEMBANGUNAN
GEDUNG KANTOR
PEMERINTAH
R E N C A N A K E R J A D A N S Y A R A T - S Y A R A T ( R K S )
P E M B A N G U N A N G E D U N G K A N T O R P E M E R I N T A H
SPESIFIKASI TEKNIS
A. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Jangka waktu Pekerjaan konstruksi Pembangunan Gedung Kantor Pemerintah
direncanakan selama 150 (seratus lima puluh) hari kalender, terhitung sejak kontrak
dan SPMK ditandatangani dengan perkiraan bulan April s/d Agustus 2024, dengan
masa pemeliharaan pekerjaan konstruksi selama 180 (seratus delapan puluh) hari
kalender atau 6 (enam) bulan.
B. JABATAN KERJA KONSTRUKSI/ PERSONIL
Tenaga ahli yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi, adalah
sebagai berikut :
Pengalaman
No Jabatan Jumlah Pendidikan Keterampilan
Minimal
1 Ahli Sipil 1 Org S1 Teknik Sipil SKK 5 Tahun
2 Ahli Arsitek 1 Org S1 Arsitektur SKK 3 Tahun
3 Ahli Elektrikal 1 Org S1 Teknik Elektro SKK 3 Tahun
Semua personil harus menyampaikan:
• Bukti keahlian SKK
• Ijazah
• KTP
• NPWP (untuk personil Tenaga Ahli)
• Referensi Kerja dari Pengguna Jasa (PPK/PA/Pemberi Tugas)
C. PERALATAN KONSTRUKSI (JENIS KAPASITAS DAN JUMLAH)
Pelaksana menyediakan peralatan yang memadai jumlahnya serta berfungsi
dengan baik yang macamnya sesuai dengan tahapan pelaksanaan masing-
masing komponen konstruksinya.
Peralatan yang harus disediakan oleh Penyedia untuk pekerjaan ini adalah
sebagai berikut :
1 | C V . S E M E S T A D E S A I N 2 0 2 4
R E N C A N A K E R J A D A N S Y A R A T - S Y A R A T ( R K S )
P E M B A N G U N A N G E D U N G K A N T O R P E M E R I N T A H
No Nama Kapasitas Jumlah Kepemilikan
1 Compressor 1 HP 1 Unit
2 Concrete Mixer 0,5 M3 1 Unit
3 Concrete Vibrator 1 Unit
Milik/Sewa
4 Stamper 1 Unit
5 Dump Truck 7 M3 2 Unit
2 | C V . S E M E S T A D E S A I N 2 0 2 4
R E N C A N A K E R J A D A N S Y A R A T - S Y A R A T ( R K S )
P E M B A N G U N A N G E D U N G K A N T O R P E M E R I N T A H
D. METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
1. PEKERJAAN PERSIAPAN
a. Mobilisasi
Mobilisasi bertujuan untuk mengadakan/ mendatangkan peralatan, personil, dan
perlengkapan untuk melaksanakan semua item pekerjaan di lapangan, dan
mengembalikan pada keadaan yang diinginkan sesuai dengan gambar kerja.
b. Demobilisasi
Pekerjaan ini merupakan pekerjaan pengembalian dan pemindahan peralatan
yang telah dipergunakan. Dan mengembalikan kondisi lapangan yang telah
digunakan sebgai tempat penyimpanan alat, barak pekerja, gudang, dan lain
sebaginya kembali ke kondisi awal.
c. Administrasi dan Pelaporan
Penyedia Jasa Konstruksi harus menyiapkan administrasi pelaksanaan pekerjaan
antara lain : Request, Gambar Shop Drawing, laporan harian pelaksanaan ,
laporan mingguan, prestasi fisik pekerjaan, Time schedule pekerjaan dan foto-
foto kemajuan pekerjaan dibuat sesuai dengan laporan prestasi pekerjaan,
sekurang-kurangnya pada saat dilakukan opname kemajuan pekerjaan.
d. Pemasangan Bowplank
Pekerjaan ini biasanya dilakukan seiring atau setelah pekerjaan pengukuran
dilakukan. Pemasangan Bouwplank (Pematokan) dilaksanakan bersama-sama
oleh Pihak Proyek, Perencana Pengawas, Pelaksana dan dibuat Berita Acara
Pematokan. Bowplank terbuat dari papan yang bagian atasnya dipakukan
pada patok kayu persegi 5/7 cm yang tertanam dalam tanah cukup kuat. Untuk
menentukan ketinggian papan bouwplank secara rata bagian atasnya dari
papan bowplank harus di waterpass (horizontal dan siku), sedangkan untuk
mengukur dari titik As ke As antar ruangan digunakan meteran. Setiap
titikpengukuran ditandai dengan paku dan dicat dengan cat merah dan ditulis
ukuran pada papan bouwplank agar mudah di cek kembali. Pemasangan
papan bowplank dilaksanakan pada jarak 1,5 m dari As sekeliling bangunan dan
dipakukan pada patok – patok yang terlebih dahulu ditancapkan kedalam
tanah.
3 | C V . S E M E S T A D E S A I N 2 0 2 4
R E N C A N A K E R J A D A N S Y A R A T - S Y A R A T ( R K S )
P E M B A N G U N A N G E D U N G K A N T O R P E M E R I N T A H
e. Pekerjaan Pembongkaran
Pekerjaan pembongkaran meliputi pembongkaran/ pembersihan/ pemindahan
konstruksi keluar dari site terhadap semua hal yang dinyatakan oleh Konsultan
Pengawas/Perencana dan Tim Teknis tidak akan digunakan lagi, maupun yang
dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan diantaranya: Pembongkaran dan
pembersihan lokasi/eksisting serta pembersihan material yang ada di lokasi.
Setiap pembongkaran harus dilakukan dengan baik sehingga siap untuk dapat
dilaksanakan pemasangan baru sesuai gambar kerja.
f. Pembersihan Lokasi
Site harus dibersihkan terlebih dahulu dari pembongkaran bangunan lama.
Barang hasil bongkaran dan pembersihan harus dikeluarkan dari site di
tempat/lokasi tertentu yang ditunjukan oleh konsultan pengawas. Pada
dasarnya, barang bongkaran tersebut ada beberapa material yang masih
digunakan dan ada yang tidak dapat dipakai lagi dalam pekerjaan, kecuali
apabila dinyatakan lain oleh konsultan pengawas.
g. Penyediaan Air Kerja
Penyedia harus menyediakan air bersih untuk proyek, pengadaan air bersih
tersebut dapat dari PAM bilamana mungkin atau dengan membuat sumur gali
atau sumur bor atau dari sumber lain yang berdekatan, dengan syarat air
tersebut harus memenuhi persyaratan untuk pembangunan seperti persyaratan
yang tercantum dalam SK. SNI. S-04-1989-F.
h. Penyediaan Listrik Kerja
Penyedia harus menyediakan listrik untuk proyek, penyediaan listrik kerja tersebut
dapat dariPLN bilamana mungkin atau dengan membuat sambungan dari
gedung yang terdekat.
i. Papan Nama Proyek
Papan nama kegiatan dipasang pada patok kayu yang kuat, ditanam dalam
tanah dengan ketinggian 2 meter. Ukuran Papan Nama Proyek adalah 80 x 120
cm, terbuat dari bahan multiplek tebal 9 mm, dicat dasar warna putih, tulisan
warna hitam, besar huruf disesuaikan. Letak pemasangan Papan Nama pada
lokasi proyek dan redaksi papan nama agar dibuat sebagai berikut :
- Kop Pemda pada bagian paling kiri atas
- Judul Kegiatan
4 | C V . S E M E S T A D E S A I N 2 0 2 4
R E N C A N A K E R J A D A N S Y A R A T - S Y A R A T ( R K S )
P E M B A N G U N A N G E D U N G K A N T O R P E M E R I N T A H
- Nilai Kegiatan
- No. Kontrak
- Masa Kontrak
- Sumber Biaya
- Pelaksana
- Konsultan Pengawas
j. Pagar pengaman
Pemborong wajib membuat pagar pengaman di sekeliling areal site, dengan
menggunakan seng atau gedeg atau bahan lainnya dengan ketinggian
minimal 2 meter. Penempatan pagar pengaman supaya dikoordinasikan
dengan pihak Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis.
k. Kantor Direksi
Kantor Direksi dengan luas sekitar 9 m2 (atau disesuaikan dengan kondisi yang
memungkinkan di lapangan) untuk kegiatan atau ruang kerja Direksi Teknis atau
pengawas, rapat - rapat rutin lapangan dan lain - lain, dengan perlengkapan
sebagai berikut :
- Meja rapat lengkap kursi untuk lebih kurang 15 orang
- 2 stel meja tulis dan tempat duduk
- Almari atau rak penyimpan alat - alat Kantor atau pengawasan
- Papan tulis atau white board ukuran 90 x 120 cm
- Sepatu karet, rompi dan helm proyek
- Kotak P3K beserta isinya.
l. Program Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (RK3)
Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 5/PRT/M/2014 tentang
Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (RK3) serta Peraturan Menteri
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 2/PRT/M/2018 tentang
Pengganti Permen PU No. 5/2018, maka pelaksana wajib menyelenggarakan
Program K3 dengan ketentuan sebagai berikut:
- Pekerjaan harus memiliki petugas K3 yang memiliki lisensi Ahli K3 Konstruksi
sesuai dengan Pemenaker RI Nomor: PER.04/MEN/1987 tentang P2K3 serta
Tata cara penunjukan Ahli K3 dan surat Dirjen Binwasnaker RI No.
Kep.20/DJPPK/VI/2004 tentang Sertifikat Kompetensi K3 bidang Konstruksi
Bangunan dengan ketentuan sebagai berikut:
5 | C V . S E M E S T A D E S A I N 2 0 2 4
R E N C A N A K E R J A D A N S Y A R A T - S Y A R A T ( R K S )
P E M B A N G U N A N G E D U N G K A N T O R P E M E R I N T A H
• proyek dengan tenaga kerja > 100 orang atau pelaksanaan > 6
bulan harus memiliki 1 orang Ahli Utama K3, 1 orang AK3 Muda dan
2 orang AK3 Muda Konstruksi
• proyek dengan tenaga kerja < 100 orang atau pelaksanaan < 6
bulan harus memiliki 1 orang AK3 Madya dan 1 orang AK3 Muda
Konstruksi
• proyek dengan tenaga kerja < 25 orang atau pelaksanaan < 3
bulan harus memiliki 1 orang AK3 Muda Konstruksi
- memastikan Rencana K3 Proyek sudah dibuat sesuai dengan standar dan
dikirimkan kepada pihak yang berkepentingan. Rencana K3 proyek harus
disetujui Pinpinan dan dimutakhirkan setiap ada perubahan
- memastikan seluruh alat berat dan peralatan yang digunakan memiliki
sertifikasi yang masih berlaku
• harus dilakukan inspeksi pramobilisasi sebelum diizinkan memasuki
lokasi kegiatan
• alat harus diinspeksi oleh instansi pemerintah yang berwenang
sebelum digunakan (periksa uji)
• pastikan umur alat sesuai dengan persyaratan
- memastikan perlindungan terhadap pihak ke-3 dan lingkungan sekitar
sudah direncanakan dengan aman. seluruh area konstruksi harus tertutup
pagar pengaman selama masa konstruksi, dipastikan tidak ada benda
jatuh keluar area
- memastikan seluruh alat berat dioperasikan oleh operator yang memiliki
SIO (surat izin operasi) dan masih berlaku, hanya operator yang memiliki
SIO yang boleh mengoperasikan alat berat
- dalam kondisi berbahaya harus mampu menghentikan pekerjaan. Lapor
kepada penanggung jawab pekerjaan atau departemen terkait dan
lakukan rapat persiapan (TBM) kembali
- melaksanakan inspeksi alat berat dan peralatan setiap akan digunakan
dan melaksanakan inspeksi rutin K3
- membuat laporan berkala Kinerja K3 dan dilaporkan kepada pihak yang
berwenang dan pihak yang berkepentingan. Laporan ke instansi
pemerintah yang berwenang dan unit K3 setiap minggu, memuat Kinerja
K3, daftar alat berat dan operator, rencana, dan aktual K3
6 | C V . S E M E S T A D E S A I N 2 0 2 4
R E N C A N A K E R J A D A N S Y A R A T - S Y A R A T ( R K S )
P E M B A N G U N A N G E D U N G K A N T O R P E M E R I N T A H
- pemakaian alat pelindung diri dalam proyek wajib bagi semua personil
yang ada di dalam proyek. alat-alat pelindung diri perorangan terdiri dari:
• Pelindung kepala
• Pelindung kaki
• Pelindung mata
• Pelindung wajah
• Pelindung badan/jatuh dari ketinggian
• Pelindung tangan
• Pelindung pendengaran
• Pelindung pernafasan
• Pakaian pelindung
• Pakaian kerja dan kartu identitas
2. PEKERJAAN TANAH
Metode Pekerjaan galian
a. Galian Tanah
• Pekerjaan ini meliputi seluruh pekerjaan galian pondasi seperti yang
disebutkan/ditunjukkan dalam gambar atau sesuai dengan petunjuk
Pengawas, termasuk di dalamnya adalah pekerjaan galian untuk pondasi,
saluran-saluran dan pekerjaan-pekerjaan lain sesuai gambar.
• Semua bekas-bekas pondasi bangunan lama, batu, jaringan jalan / aspal,
akar dan pohon-pohon yang terdapat di bagian pondasi yang akan
dilaksanakan dibongkar dan dibuang. Bekas-bekas pipa saluran yang
tidak terpakai disumbat. Biaya untuk pekerjaan ini sudah diperhitungkan
dalam biaya penawaran.
• Penyedia melaporkan hasil pekerjaan penggalian tanah yang telah
selesai, dan menurut pendapatnya sudah dapat digunakan untuk
pemasangan pondasi, khususnya pondasi telapak, kepada Pengawas
untuk dimintakan persetujuannya. Semua pekerjaan yang dilaksanakan
tanpa persetujuan Pengawas, dapat mengakibatkan dibongkarnya
kembali pekerjaan tersebut. Pekerjaan pembongkaran dan pemasangan
kembali pondasi atau pondasi telapak adalah menjadi tanggung jawab
Penyedia .
• Penggalian dilakukan pada bagian-bagian yang lebih tinggi dari elevasi
tanah yang direncanakan untuk ketinggian dasar struktur dan dasar
7 | C V . S E M E S T A D E S A I N 2 0 2 4
R E N C A N A K E R J A D A N S Y A R A T - S Y A R A T ( R K S )
P E M B A N G U N A N G E D U N G K A N T O R P E M E R I N T A H
pondasi, dan bila ada juga untuk parit pipa serta saluran drainase. Hasil- hasil
galian diangkut ke tempat-tempat dimana diperlukan pengurugan, bila
memang memenuhi syarat sebagai tanah urug, atau ke tempat lain yang
disetujui Pengawas. Dalam hal ini Penyedia hendaknya menyediakan satu
tempat yang disetujui Pengawas untuk menampung tanah hasil galian, yang
setelah mencapai jumlah tertentu, segera disingkirkan ke tempat lain
yang ditunjuk oleh Pengawas.
• Galian tanah baru bisa dimulai setelah pemasangan patok atau bouwplank
disetujui Pengawas.
• Penggalian sesuai dengan garis dan elevasi yang telah tertera pada gambar
Rencana.
• Kemiringan sisi galian membentuk sudut kemiringan yang aman dengan
memperhatikan stabilitas kemiringan lereng untuk jenis tanah di lokasi kerja.
Untuk penentuan sudut kemiringannya, disamping perlu mempelajari
Laporan Penyelidikan Tanah terdahulu, juga perlu meninjau karakteristik
visual lapisan tanah yang dijumpai di lokasi kerja.
• Penyedia menjaga pengaruh-pengaruh luar kepada lubang galian seperti
air tanah, hujan, air permukaan, kelongsoran, lumpur yang masuk, maupun
juga benda-benda lain yang tidak diinginkan. Biaya untuk pekerjaan ini
sudah diperhitungkan dalam biaya penawaran.
• Jika ada kerusakan-kerusakan yang terjadi akibat hal-hal tersebut di atas,
maka penyedia bertanggung jawab penuh atas segala kerusakan tersebut
dan memperbaikinya kembali sesuai dengan instruksi Pengawas.
• Untuk galian-galian yang memotong saluran-saluran di bawah tanah,
baik itu berupa kabel listrik, telekomunikasi, saluran air dan sebagainya,
maka Penyedia bertanggung jawab penuh agar tidak terjadi
gangguan/kerusakan pada saluran-saluran tersebut, untuk kemudian segera
melapor kepada Pengawas, dan bila diperlukan, memindahkannya ke
tempat yang disetujui Pengawas.
• Penyimpanan/pembuangan tanah galian tidak boleh mengganggu
kedudukan patok-patok/bouwplank, atau bagian-bagian yang tidak
diperbolehkan terganggu kedudukannya.
8 | C V . S E M E S T A D E S A I N 2 0 2 4
R E N C A N A K E R J A D A N S Y A R A T - S Y A R A T ( R K S )
P E M B A N G U N A N G E D U N G K A N T O R P E M E R I N T A H
b. Metode Pekerjaan urugan tanah
Pekerjaan urugan tanah dilakukan setelah pondasi selesai dan telah mengeras.
Tanah hasil galian dikembalikan lagi, dan digunakan untuk menimbun pondasi.
Tanah tersebut dipadatkan lapis demi lapis baik dengan cara manual atau
menggunakan alat stamper.
Selain itu urugan tanah juga dilakukan pada permukaan lantai. Bagian lantai
yang perlu ditinggikan di urug dengan tanah urug. Tanah urug yang dipakai
dapat berasal dari hasil galian ataupun tanah urug yang didatangkan. Tanah
dihamparkan kemudian dipadatkan lapis demi lapis hingga didapatkan
kepadatan dan ketebalan yang sesuai dengan spesifikasi teknis.
c. Metode Pekerjaan urugan pasir
Metode Pekerjaan Permukaan tanah yang sudah digali diatasnya diberikan pasir
urug, kemudian dipadatkan dengan menggunakan alat stamper. Urugan pasir ini
berfungsi untuk menstabilkan permukaan tanah asli dan menyebarkan beban.
Urugan Pasir dipadatkan perlapis hingga mencapai ketebalan Urugan Pasir yang
sesuai dengan gambar kerja dan spesifikasi teknis yang ada yaitu sekitar 5 cm.
d. Urugan dan Penimbunan Tanah
• Bila akan ada penimbunan tanah, terlebih dahulu harus dilakukan
pengupasan lapisan atas tanah (stripping) minimal setebal 30 cm dengan
tujuan untuk menghilangkan lapisan rumput, sisa-sisa akar tanaman, tanah
humus dan benda-benda lainnya yang dapat mengganggu kekuatan tanah.
• Penyedia harus selalu menyediakan pompa air untuk menghindari genangan
air dan lumpur di tempat kerja.
• Tanah urug harus bebas dari kotoran. Hasil dari pengurugan harus padat dan
mencapai peil yang dibutuhkan.
• Galian dan urugan (cut & fill) pada tapak harus dilakukan secermat mungkin
untuk menghindari adanya pekerjaan ulangan.
• Urugan dilakukan lapis demi lapis dengan tebal maksimum lapisan 30 cm dan
setiap lapis dipadatkan secara mekanis, dengan menggunakan Stamper.
• Setelah seluruh pengurugan selesai, hasil pengurugan harus berada dalam
kondisi baik, padat dan stabil. Apabila hasil urugan belum baik, maka
pengurugan harus diulang sampai mendapat persetujuan Konsultan
Pengawas dan Direksi.
9 | C V . S E M E S T A D E S A I N 2 0 2 4
R E N C A N A K E R J A D A N S Y A R A T - S Y A R A T ( R K S )
P E M B A N G U N A N G E D U N G K A N T O R P E M E R I N T A H
• Urugan dengan tenaga manusia hanya dapat dilakukan untuk daerah -
daerah urugan yang tidak akan menerima beban besar. Pemadatan
dilakukan dengan stamper. Pemadatan dilakukan pada setiap lapis yang
tebalnya tidak lebih dari 15 cm.
• Kepadatan yang disyaratkan untuk kosntruksi tanah urug adalah :
Lapisan tanah lebih dari 30 cm di bawah permukaan sub grade, harus
mencapai 90% dari kepadatan (kering) maksimum.Lapisan tanah kurang dari
30 cm di bawah permukaan sub grade, tanah dasar tanpa kolusi dan tanah
dasar berkolusi dengan indeks plastis kurang dari 25 cm, harus mencapai 100%
kepadatan (kering) maksimum.Tanah dasar berkolusi dengan indeks plastis
sama dengan atau lebih besar dari 25 cm, terlebih dahulu harus diturunkan
indeks plastisnya.Selama pemadatan berlangsung, kadar air harus dijaga agar
tidak lebih besar dari 2% kadar air optimum.
e. Galian Tanah Lebih dan Galian Salah
Apabila kedalaman tanah galian melebihi dari yang ditentukan atau galian
tanah yang tidak pada tempatnya, maka Penyedia wajib mengurug kelebihan
atau kesalahan galian tersebut dengan bahan yang sesuai dengan syarat
pengisian bahan pondasi atau sesuai dengan spesifikasi pondasi sampai batas
kedalaman atau keadaan yang dikehendaki.
3. PASANGAN dan PLESTERAN
Lingkup Pekerjaan meliputi :
• Pekerjaan pasangan pondasi batu kali
• Pekerjaan pasangan batu kosongan
• Pekerjaan pasangan trasram
• Pekerjaan pasangan dinding bata
• Pekerjaan pasangan rolag bata
• Pekerjaan plesteran
• Pekerjaan acian
Metode pekerjaan :
a. Pekerjaan Pasangan Batu Kali
• Persiapan Pondasi
10 | C V . S E M E S T A D E S A I N 2 0 2 4
R E N C A N A K E R J A D A N S Y A R A T - S Y A R A T ( R K S )
P E M B A N G U N A N G E D U N G K A N T O R P E M E R I N T A H
Pondasi untuk struktur pasangan batu disiapkan sesuai dengan syarat (lihat
Seksi Galian). Terkecuali disyaratkan lain atau ditunjukkan pada Gambar,
dasar pondasi untuk struktur dinding penahan tegak lurus, atau bertangga
yang juga tegak lurus terhadap muka dari dinding.
• Pemasangan Batu
Landasan dari adukan baru paling sedikit 3 cm tebalnya dipasang pada
pondasi yang disiapkan sesaat sebelum penempatan masing-masing batu
pada lapisan pertama. Batu besar pilihan digunakan untuk lapis dasar dan
pada sudut-sudut. Perhatian diberikan untuk menghindarkan
pengelompokkan batu yang berukuran sama. Batu dipasang dengan muka
yang terpanjang mendatar dan muka yang tampak dipasang sejajar dengan
muka dinding dari batu yang terpasang. Batu ditangani sedemikian hingga
tidak menggeser atau memindahkan batu yang telah terpasang. Peralatan
yang cocok disediakan untuk memasang batu yang lebih besar dari ukuran
yang dapat ditangani oleh dua orang. Menggelindingkan atau
menggulingkan batu pada pekejaan yang baru dipasang tidak
diperkenankan
• Penempatan Adukan
Sebelum pemasangan, batu dibersihkan dan dibasahi sampai merata dan
dalam waktu yang cukup sehingga untuk memungkinkan penyerapan air
mendekati titik jenuh. Landasan yang akan menerima setiap batu juga harus
dibasahi dan selanjutnya landasan dari adukan disebar pada sisi batu yang
bersebelahan dengan batu yang akan dipasang. Tebal dari landasan
adukan pada rentang antara 2 cm sampai 5 cm dan merupakan kebutuhan
minimum untuk menjamin bahwa seluruh rongga antara batu yang dipasang
terisi penuh. Banyaknya adukan untuk landasan yang ditempatkan pada
suatu waktu haruslah dibatasi sehingga batu hanya dipasang pada adukan
baru yang belum mengeras. Bilamana batu menjadi longgar atau lepas
setelah adukan mencapai pengerasan awal, maka batu tersebut dibongkar,
dan adukannya dibersihkan dan batu tersebut dipasang lagi dengan adukan
yang baru.
• Ketentuan Lubang Sulingan dan Delatasi
Dinding dari pasangan batu dilengkapi dengan lubang sulingan. Kecuali
ditunjukkan lain pada Gambar atau diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan,
11 | C V . S E M E S T A D E S A I N 2 0 2 4
R E N C A N A K E R J A D A N S Y A R A T - S Y A R A T ( R K S )
P E M B A N G U N A N G E D U N G K A N T O R P E M E R I N T A H
lubang sulingan ditempatkan dengan jarak antara tidak lebih dari 2 m dari
sumbu satu ke sumbu lainnya dan berdiameter 50 mm. Pada struktur panjang
yang menerus seperti dinding penahan tanah, maka delatasi dibentuk untuk
panjang struktur tidak lebih dari 20 m. Delatasi 30 mm lebarnya dan
diteruskan sampai seluruh tinggi dinding. Batu yang digunakan untuk
pembentukan sambungan dipilih sedemikian rupa sehingga membentuk
sambungan tegak yang bersih dengan dimensi yang disyaratkan di atas.
• Pekerjaan Akhir Pasangan Batu
- Sambungan antar batu pada permukaan dikerjakan hampir rata dengan
permukaan pekerjaan, tetapi tidak sampai menutup batu, sebagaimana
pekerjaan dilaksanakan.
- Terkecuali disyaratkan lain, permukaan horisontal dari seluruh pasangan
batu dikerjakan dengan tambahan adukan tahan cuaca setebal 2 cm,
dan dikerjakan sampai permukaan tersebut rata, mempunyai lereng
melintang yang dapat menjamin pengaliran air hujan, dan sudut yang
dibulatkan. Lapisan tahan cuaca tersebut dimasukkan ke dalam dimensi
struktur yang disyaratkan.
- Segera setelah batu ditempatkan, dan sewaktu adukan masih baru,
seluruh permukaan batu dibersihkan dari bekas adukan.
- Permukaan yang telah selesai dirawat seperti yang disyaratkan untuk
Pekerjaan Beton dalam Pasal 7.1.5.(4) dari Spesifikasi ini.
- Bilamana pekerjaan pasangan batu yang dihasilkan cukup kuat, dan
dalam waktu yang tidak lebih dini dari 14 hari setelah pekerjaan pasangan
selesai dikerjakan, penimbunan kembali dilaksanakan seperti
disyaratkan, atau seperti diperintahkan oleh pihak Pengawas.
b. Pekerjaan Pasangan Batu Kosong
• Tempatkan batu yang akan dipasang disamping galian pasangan batu
kosong. Pastikan material tidak menyebabkan longsor ke dalam galian.
• Pasang benang untuk mengatur ketinggian dan kelandaian pasangan batu
agar diperoleh hasil yang sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam gambar
kerja.
• Hamparkan pasir urug secara merata dan padat pada galian setebal 5 cm
atau sesuai gambar atau instruksi direksi/konsultan pengawas.
12 | C V . S E M E S T A D E S A I N 2 0 2 4
R E N C A N A K E R J A D A N S Y A R A T - S Y A R A T ( R K S )
P E M B A N G U N A N G E D U N G K A N T O R P E M E R I N T A H
• Pasang Batu mulai dari dari salah satu sisi menuju ke sisi yang lain secara
melintang kemudian memanjang atau sesuai tingkat kemudahan
pelaksanaan pekerjaan. Pasangan batu dimulai dari sisi yang lebih rendah
kearah yang lebih tinggi agar tidak terjadi longsor atau pasangan batu
menjadi roboh.
• Pastikan pasangan batu saling mengunci satu sama lain, jika diperlukan,
tambahkan batu dengan ukuran yang lebih kecil agar diperoleh perkuatan
tambahan.
c. Pekerjaan pasangan trasram
• Dinding trasram adalah dinding plester tahan air yang dibuat dari campuran
semen dan pasir untuk diaplikasikan pada dinding batu bata.
• Adapun berikut perbandingan material pembuatan dinding trasram:
1 semen : 6 pasir
1 semen : 2 pasir
1 semen : 3 pasir
• Umumnya, bagian dinding ini terletak tepat di atas sloof atau balok beton
bertulang yang diletakkan di atas pondasi bangunan sebagai alas
didirikannya dinding serta kolom.
• Lokasi penerapannya biasanya tepat di atas sloof dengan ketinggian 0,20
meter di bawah kantai dan 0,20 meter di atas lantai.
• Namun, ada juga penerapan pada ruangan-ruangan atau konstruksi tertentu
yang membutuhkan penambahan plester anti air secara khusus.Contohnya
seperti kamar mandi yang memang kondisi ruangannya selalu lembap dan
memiliki intensitas interaksi dengan air yang tinggi.Umumnya, trasram pada
kamar mandi dibuat setinggi 1,5 meter.
• Selain itu, plester trasram juga bisa diaplikasikan pada dinding kolam renang
untuk mencegah kebocoran.
d. Pekerjaan pasangan Dinding Bata
• Pekerjaan pasangan dinding bata harus terkontrol waterpass baik arah vertikal
maupun horizontal. Setiap 8 (delapan) baris bata harus dipasang angker besi
terhadap kolom beton. Pelaksanaan pasangan dinding bata tidak boleh
melebihi ketinggian 1 meter setiap hari.
• Pasangan bata yang sudah selesai dipasang harus terus menerus dibasahi
selama 14 hari.
13 | C V . S E M E S T A D E S A I N 2 0 2 4
R E N C A N A K E R J A D A N S Y A R A T - S Y A R A T ( R K S )
P E M B A N G U N A N G E D U N G K A N T O R P E M E R I N T A H
• Seluruh pekerjaan pasangan dan pelesteraan yang tidak lurus, berombak dan
retak-retak harus dibongkar dan diperbaiki, atas biaya penyedia.
e. Pekerjaan pasangan Rolag Bata
• pastikan struktur tanah di mana pondasi dibangun dalam keadaan baik
• lakukan perencanaan pondasi terlebih dahulu sehingga tidak ada pekerjaan
bongkar pasang nantinya
• pilih jenis pondasi yang sesuai dengan struktur bangunan yang akan dibangun
• perencaan harus didasari beberapa aspek, seperti fungsi bangunan, jenis
tanah, kedalaman tanah, pendukung pondasi, serta biaya
• gunakan pondasi ini untuk kebutuhan pembatas antara satu dengan area
lainnya saja, bukan sebagai penopang utama bangunan
f. Pekerjaan Pasangan Plesteran dan Acian
• Permukaan dinding yang akan diplester dibersihkan dari kotoran, debu,
partikel lain.
• Pencampuran air secara bertahap dan diaduk sampai rata selama 3-4 menit.
• Pekerjaan plesteran dapat dilaksanakan bilamana pekerjaan pasangan telah
selesai dipasang
• Dinding pasangan batu bata yang akan diplester, sebelumnya selalu disirami
air sampai jenuh selama 3 hari, agar adukan plesteran dapat melekat dengan
baik pada dinding.
• Plesteran halus (acian) dapat dilaksanakan sesudah plesteran berumur 8 hari
(kering benar).
• Pasangan kepala plesteran dibuat pada jarak 100 cm, dipasang tegak lurus
dan menggunakan potongan kecil kayu, untuk patokan kerataan dinding,
potongan kayu tersebut dilepas apabila kepala plesteran telah mengering.
• Ketebalan plesteran mencapai ketebalan permukaan dinding/kolom yang
dinyatakan dalam gambar. Tebal plesteran 1-3 mm.
• Seluruh pertemuan bidang plesteran dengan keliling kusen dibuat tali air
ukuran 5 x 5 mm, atau 6 x 6 mm atau sesuai permintaan, hasil pengerjaan lurus,
rata, rapih, baik dan tidak bergelombang.
• Untuk permukaan yang datar, mempunyai toleransi lengkung atau cembung
tidak melebihi 5mm untuk setiap jarak 200 cm. Jika melebihi, berkewajiban
memperbaikinya dengan biaya atas tanggungan Penyedia .
14 | C V . S E M E S T A D E S A I N 2 0 2 4
R E N C A N A K E R J A D A N S Y A R A T - S Y A R A T ( R K S )
P E M B A N G U N A N G E D U N G K A N T O R P E M E R I N T A H
• Kelembaban plesteran dijaga sehingga pengeringan berlangsung wajar,
tidak terlalu tiba-tiba dan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat
kering dan dilindungi dari terik matahari langsung dengan bahan penutup
yang dapat mencegah penguapan air secara cepat. Jika terjadi keretakan
sebagai akibat pengeringan yang tidak baik, atau akibat lainnya, maka
plesteran tersebut dibongkar dan diperbaiki sampai dinyatakan dapat
diterima oleh Pengawas / Pengawas dengan biaya atas tanggungan Pihak
Penyedia . Selama 7 (tujuh) hari setelah pengacian selesai penyedia selalu
menyiram dengan air sampai jenuh sekurang kurangnya 1 kali sehari. Sudut-
sudut luar dinding : - Seluruh sudut vertical, dikerjakan dengan baik, tegak dan
lurus.
• Pekerjaan finishing (pengecatan) dapat dilakukan apabila plesteran telah
berumur lebih dari 21 (dua puluh satu) hari, dan plesteran tersebut sudah
benar-benar dalam keadaan kering.
4. PEKERJAAN BETON
Lingkup Pekerjaan beton site mix/readymix meliputi :
a. Footplat 150 x 150 (K250)
b. Footplat 120 x 150 (K250)
c. Footplat 120 x 120 (K250)
d. Kolom 30 x 30 (K250)
e. Kolom 25 x 25 (K250)
f. Kolom 20 x 40 (K250)
g. Sloof 20 x 40(K250)
h. Sloof 15 x 20(K250)
i. Balok 20 x 40 (K250)
j. Ring Balok anak 11 x 20(K250)
k. Kolom praktis 11 x 11 cm (K125)
l. Balok Latai 11 x 15 (K125)
m. Lantai kerja 10cm Bawah Pondasi (K125)
n. Plat Sun Shading 80mm (K125)
o. Plat Lantai 12cm (K250)
Langkah teknis pada pekerjaan struktur beton adalah sebagai berikut:
15 | C V . S E M E S T A D E S A I N 2 0 2 4
R E N C A N A K E R J A D A N S Y A R A T - S Y A R A T ( R K S )
P E M B A N G U N A N G E D U N G K A N T O R P E M E R I N T A H
• Penentuan As
Titik-titik dari as diperoleh dari hasil pengukuran dan pematokan. Hal ini
disesuaikan dengan gambar yang telah direncanakan. Cara
menentukan as membutuhkan alat-alat seperti: theodolit, meteran, tinta, sipatan
dll.
Proses pelaksanaan:
a. Penentuan as kolom dengan Theodolit dan waterpass berdasarkan shop
drawing dengan menggunakan acuan yang telah ditentukan bersama
dari titik BM (Bench Mark)
b. Buat as kolom dari garis pinjaman
c. Pemasangan patok as bangunan/kolom (tanda berupa garis dari sipatan).
• Pembesian
Proses pekerjaan pembesian dalam proyek ini adalah sebagai berikut:
a. Pembesian atau perakitan tulangan dilakukan di site
b. Besi yang digunakan adalah besi polos dengan diameter 6,8,10,12,19
c. Perakitan tulangan harus sesuai dengan gambar kerja.
d. Selanjutnya adalah pemasangan tulangan utama. Sebelum pemasangan
sengkang, terlebih dahulu dibuat tanda pada tulangan utama dengan
kapur.
e. Selanjutnya adalah pemasangan sengkang, setiap pertemuan antara
tulangan utama dan sengkang diikat oleh kawat dengan sistem silang.
• Pemasangan Bekisting
Pemasangan bekisting dilaksanakan apabila pelaksanaan pembesian tulangan
telah selesai dilaksanakan.
Berikut ini adalah uraian singkat mengenai proses pembuatan bekisting kolom.
a. Bersihkan area kolom dan marking posisi bekisting kolom.
b. Membuat garis pinjaman dengan menggunakan sipatan dari as kolom
sebelumnya sampai dengan kolom berikutnya.
c. Setelah mendapat garis pinjaman, lalu buat tanda kolom pada lantai
sesuai dengan dimensi kolom yang akan dibuat, tanda ini berfungsi
sebagai acuan dalam penempatan bekisting kolom.
d. Marking sepatu kolom sebagai tempat bekisting
e. Pasang sepatu kolom pada tulangan utama atau tulangan sengkang.
16 | C V . S E M E S T A D E S A I N 2 0 2 4
R E N C A N A K E R J A D A N S Y A R A T - S Y A R A T ( R K S )
P E M B A N G U N A N G E D U N G K A N T O R P E M E R I N T A H
f. Pasang sepatu kolom dengan marking yang ada.
g. Atur kelurusan bekisting kolom dengan memutar push pull.
h. Setelah tahapan diatas telah dikerjakan, maka kolom tersebut siap dicor.
• Pengecoran
Langkah kerja pekerjaan pengecoran adalah sebagai berikut:
a. Persiapan pengecoran
Sebelum dilaksanakan pengecoran, yang akan dicor harus benar-benar
bersih dari kotoran agar tidak membahayakan konstruksi dan menghindari
kerusakan beton.
b. Pelaksanaan pengecoran
Pengecoran dilakukan secara manual dengan menggunakan molen.
Penuangan beton dilakukan secara bertahap, hal ini dilakukan untuk
menghindari terjadinya segregasi yaitu pemisahan agregat yang dapat
mengurangi mutu beton. Selama proses pengecoran berlangsung,
pemadatan beotn menggunakan vibrator. Hal tersebut dilakukan untuk
menghilangkan rongga-rongga udara serta untuk mencapai pemadatan
yang maksimal.
• Pembongkaran bekisting
Setelah pengecoran selesai, maka dapat dilakukan pembongkaran bekisting.
Proses pembongkarannya adalah sebagai berikut:
a. Setelah beton berumur 8 jam, maka bekisting sudah dapat dibongkar.
b. Pertama-tama, kayu dipukul-pukul dengan menggunakan palu agar
lekatan beton pada kayu dapat terlepas.
c. Kendorkan push pull (penyangga bekisting), lalu lepas push pull.
d. Kendorkan paku yang ada pada bekisting, sehingga rangkaian/panel
bekisting terlepas.
• Perawatan Beton
Perawatan beton setelah pengecoran adalah dengan sistem kompon, yaitu
dengan disiram 3 kali sehari selama 3 hari.
Pemeliharaan Balok dan Pelat (Curing)
17 | C V . S E M E S T A D E S A I N 2 0 2 4
R E N C A N A K E R J A D A N S Y A R A T - S Y A R A T ( R K S )
P E M B A N G U N A N G E D U N G K A N T O R P E M E R I N T A H
Setelah dilaksanakan pengecoran, maka untuk menjaga agar mutu beton tetap
terjaga dilakukan perawatan beton. Perawatan beton yang dilakukan adalah
dengan menyiram/membasahi beton 2 kali sehari selama 1 minggu.
4. PEKERJAAN PENUTUP LANTAI DAN DINDING
Pekerjaan keramik
• Granit Lantai 60 x 60
• Keramik Lantai Kamar Mandi 25 x 25
• Keramik Dinding Kamar Mandi 25 x 40
• Plint Lantai 10 x 60
• Lantai Keramik HT 30 x 30
Metode Pelaksanaan:
- Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
- Pahami gambar kerja, pola pemasangan, dll.
- Sortir keramik agar memperoleh keseragaman (ukuran dan warna)
- Rendam keramik yang akan dipasang ke dalam bak air selama ± 1 jam.
- Keramik dianginkan dengan cara diletakkan pada tempat dudukan/tatakan
keramik setelah proses perendaman selesai.
- Tentukan garis dasar pasangan serta peil dari lantai. Penentuan peil ini untuk
seluruh kesatuan peil didalam ruangan.
- Pasang benang arah horizontal dan vertikal pada lantai sesuai elevasi pada
gambar kerja.
- Mulailah memasang keramik lantai ke arah vertikal dan horisontal sesuai
dengan benang yang sudah di seting terhadap ruangan,
- Setelah keramik kepalaan selesai deikerjakan, anda bisa memasang keramik
pada seluruh bidang lantai ruangan.
- Semua step nozing menggunakan ex pabrikan dengan ukuran dan material
yang disesuai dengan gambar.
- Dan setelah semua keramik lantai terpasang dan adukannya sudah kering,
maka sudah bisa untuk dicor nad.
- Langkah terakhir adalah membersihkan permukaan keramik dari kotoran sisa
adukan dan sisa cor nad.
Pelaksanaan pekerjaan pasang dinding batu andesit
18 | C V . S E M E S T A D E S A I N 2 0 2 4
R E N C A N A K E R J A D A N S Y A R A T - S Y A R A T ( R K S )
P E M B A N G U N A N G E D U N G K A N T O R P E M E R I N T A H
- Permukaan dinding dibersihkan dari kotoran/debu dan disiram terlebih dahulu
sebelum ditebar adukan pasangan batu andesit
- Pasang benang untuk bantuan mendapatkan pasangan permukaan dinding
batu andesit yang rata dan garis siar/nat yang lurus
- Buat adukan untuk melekatkan batu andesit
- Rendam batu andesit terlebih dahulu dalam air
- Uat kepalaan pemasangan batu andesit selanjutnya pada permukaan
dinding dengan acuan pasangan kepalaan batu andesit yang telah dibuat
- Tekan dengan tangan atau pukul dengan palu karet agar mendapatkan
permukaan pasangan batu andesit yang rata
- Batu andesit dipasang pada dinding sampai dengan ketinggian yang
direncanakan
- Cek dengan waterpass untuk kerataan pemasangan batu andesit
- Setelah pemasangan batu andesit selesai, biarkan beberapa saat untuk
mengeluarkan udara yang ada dalam adukan pasangan batu andesit.
Setelah itu baru dilanjutkan dengan pekerjaan perapihan/finish garis siar/nat
- Pekerjaan terakhir adalah pembersihan permukaan pasangan batu andesit
dari sisa adukan semen
5. PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA
Material:
• Kusen Alum 3" t=0,8 mm Coating White (Jendela)
• Kusen Alum 4" t=0,8 mm Coating White (Pintu)
• Railling bahan stainless silinder d=5cm
• Kaca jendela bening tebal 5mm
• Pintu toilet alum
• Roster 45 x 20 dan 20 x 20 merk Local kualitas baik
Metode Pelaksanaan :
- Sebelum memulai pelaksaan Penyedia diwajibkan meneliti gambar-gambar
dan kondisi dilapangan (ukuran dan peil lubang dan membuat contoh jadi
untuk semua detail sambungan dan profil aluminium yang berhubungan
dengan sistem konstruksi bahan lain.
- Prioritas proses fabrikasi, harus sudah siap sebelum pekerjaan dimulai,
dengan membuat lengkap dahulu shop drawing dengan petunjuk
19 | C V . S E M E S T A D E S A I N 2 0 2 4
R E N C A N A K E R J A D A N S Y A R A T - S Y A R A T ( R K S )
P E M B A N G U N A N G E D U N G K A N T O R P E M E R I N T A H
Perencana/Konsultan Pengawas meliputi gambar denah, lokasi, merk,
kualitas, bentuk, ukuran.
- Semua frame/kusen baik untuk dinding, jendela dan pintu dikerjakan
secara fabrikasi dengan teliti sesuai dengan ukuran dan kondisi lapangan
agar hasilnya dapat dipertanggung jawabkan.
- Pemotongan aluminium hendaknya dijauhkan dari material besi
untuk menghindarkan penempelan debu besi pada
permukaannya. Didasarkan untuk mengerjakannya pada tempat yang
aman dengan hati-hati tanpa menyebabkan kerusakan pada
permukaannya.
- Pengelasan dibenarkan menggunakan non-activated gas (argon)
dari arahbagian dalam agar sambungannya tidak tampak oleh mata.
- Akhir bagian kusen harus disambung dengan kuat dan teliti dengan
sekrup, rivet, stap dan harus cocok.
- Pengelasan harus rapi untuk memperoleh kualitas dan bentuk yang sesuai
dengan gambar.
- Angkur-angkur untuk rangka/kusen aluminium terbuat dari
steel plate setebal 2 - 3 mm dan ditempatkan pada interval 600 mm.
- Penyekrupan harus dipasang tidak terlihat dari luar dengan sekrup anti
karat/stainless steel, sedemikian rupa sehingga hair line dari tiap sambungan
harus kedap air dan memenuhi syarat kekuatan terhadap air sebesar 1.000
kg/cm2.
- Celah antara kaca dan sistem kusen aluminium harus ditutup oleh sealant.
- Disyaratkan bahwa kusen aluminium dilengkapi oleh kemungkinan-
kemungkinan sebagai berikut:
a. Dapat menjadi kusen untuk dinding kaca mati.
b. Dapat cocok dengan jendela geser, jendela putar, dan lain-lain.
c. Sistem kusen dapat menampung pintu kaca frameless.
d. Untuk sistem partisi, harus mampu moveable dipasang tanpa harus
dimatikan secara penuh yang merusak baik lantai maupun langit-langit.
e. Mempunyai accessories yang mampu mendukung kemungkinan
diatas.
- Untuk fitting hard ware dan reinforcing materials yang mana kusen
aluminium akan kontak dengan besi, tembaga atau lainnya maka
20 | C V . S E M E S T A D E S A I N 2 0 2 4
R E N C A N A K E R J A D A N S Y A R A T - S Y A R A T ( R K S )
P E M B A N G U N A N G E D U N G K A N T O R P E M E R I N T A H
permukaan metal yang bersangkutan harus diberi lapisan chormium untuk
menghindari kontak korosi.
- Toleransi pemasangan kusen aluminium disatu sisi dinding adalah 10 - 25
mm yang kemudian diisi dengan beton ringan/grout.
- Khusus untuk pekerjaan jendela geser aluminium agar diperhatikan
sebelum rangka kusen terpasang.
- Permukaan bidang dinding horizontal (pelubangan dinding) yang melekat
pada ambang bawah dan atas harus waterpass.
- Untuk memperoleh kedap terhadap kebocoran udara
terutama pada ruang yang dikondisikan hendaknya ditempatkan mohair
dan jika perlu dapat digunakan synthetic rubber atau bahan dari synthetic
resin.
- Penggunaan ini pada swing door dan double door.
- Sekeliling tepi kusen yang terlihat berbatasan dengan dinding agar diberi
sealant supaya kedap air dan kedap suara.
- Tepi bawah ambang kusen exterior agar dilengkapi flashing untuk penahan air
hujan.
Pekerjaan relling Tangga
- Sebelum melaksanakan pemotongan Besi, maka terlebih dahulu
mengadakan penelitian mengenai ukuran untuk tiap bagian fungsi
- Relling Pengaman dan reling Tangga dengan design, bentuk dan ukuran
sesuai gambar rencana
- Pemasangan Relling Pengaman dan reling Tangga dilakukan dengan cara
pengelasan, harus rata dan benar
- Pada saat pemasangan pembautan atau pengelasan harus benar benar kuat
posisi railing sesuai dengan gambar kerja.
- jika terjadi kerusakan cat besi atau gompel segera diperbaiki
6. PEKERJAAN FASADE DAN PLAFOND
Bahan dan Material :
• Penyediaan ACP perforated dipersyaratkan mempunyai Surat dukungan dari
principle atau distributor diserta dengan surat penunjukan distributor resmi.
• Warna harus dimintakan persetujuan terlebih dahulu kepada Owner (pengguna).
21 | C V . S E M E S T A D E S A I N 2 0 2 4
R E N C A N A K E R J A D A N S Y A R A T - S Y A R A T ( R K S )
P E M B A N G U N A N G E D U N G K A N T O R P E M E R I N T A H
• Bahan tahan terhadap perubahan warna, cuaca, tahan benturan,tidak retak
dan kusam.
• Tebal Material : 4,00 mm
• Tebal Alumunium : 0,30 mm
• Coating / Lapisan Luar : PVDF (untuk eksterior)
• Merk setara Seven / Alucobon / Goodsense
• Ukuran produk : 1220 x 2440mm dan 1220 x 4880mm
• Tahan terhadap : cuaca udara kering atau lembab
• Partisi Kalsiboard Kalsiboard 120 x 240 x 3,5mm untuk kamar dengan rangka Baja
Metal Hollow 40.40.2mm
• Plafond Gypsumboard 120 x 240 x 0,9mm dengan rangka Baja Metal Hollow
40.40.2mm Semen Compound Plafond Exterior (selasar dan tirisan) –
Moistureshield/Tahan Cuaca/ Water resistant
Syarat Pelaksanaan:
- Pelaksanaan harus dilaksanakan oleh tenaga ahli yang berpengalaman
dalam pemasangan Penutup Alumunium
- Sebelum pelaksanaan pekerjaan terlebih dahulu melakukan pengukuran dan
penentuan titikmula dan lintasan-lintasan pelaksanaan.
- Pelaksana terlebih dahulu mempersiapkan peralatan bantu pemasangan
Alumunium
- Composite Panel berikut rangkanya berupa schafolding, dan sebagainya
secara memadai danaman.
- Pemasangan rangka Hollow menggunakan dimensi yang sesuai aturan
dengan pola rangka sesuai dengan pola pada gambar.
- Pemasangan penutup atap harus memperhatikan jarak tumpang tindih
(Overlap) yangdipersyaratkan oleh pabrik pembuat
- Pemotongan dan pelipatan/penekukan material allumunium composite panel
harusmenggunakan peralatan potong / penekuk dan prosedur pelaksanaan
yang direkomendasikan oleh pabrik pembuat.
- Setelah rangka hollow telah terpasang secara kuat dan aman serta sesuai
dengan polanya,maka pelaksana dapat melakukan pemasangan
allumunium composite panel.Pemasangannya harus mengikuti prosedur yang
telah ditentukan oleh pabrik pembuat.
22 | C V . S E M E S T A D E S A I N 2 0 2 4
R E N C A N A K E R J A D A N S Y A R A T - S Y A R A T ( R K S )
P E M B A N G U N A N G E D U N G K A N T O R P E M E R I N T A H
- Saat proses pemasangan, lapisan pelindung allumunium composite panel
dilarangdibuka/dilepas. Hal ini berguna melindungi permukaan luar material
agar terhindar dari goresanatau hal lain yang berakibat merusak warna dan
permukaan material tersebut. Setelah prosespemasangan material tersebut
selesai, lapisan pelindung tersebut boleh dibuka danselanjutnya dilakukan
proses pemeliharaan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Metode Pelaksanaan:
- Pekerjaan harus dilakukan oleh Sub kontraktor yang bergerak dibidang
pemasanganAlumunium Composite Panel, diperbolehkan berbadan hukum
ataun perseorangan, yang padaintinya harus melampirkan pengalaman
pekerjaan dan foto2 dokumentasi tentang pengalamanpekerjaan yang
bersangkutan.
- Dinding pasangan batu bata yang telah diplester rata dipasang rangka besi
plat dengan tebal10 mm untuk dudukan dan gantungan rangka lain yang
ditempel alumunium composit panel.Besi plat dudukan rangka ini di dinabolt
ke dinding untuk menempelkannya.
- Selanjutnya rangka hollow galvanish ukuran 40x40x1mm dirangkai dengan
modul sesuaidengan gambar membentuk kotak.
- Selanjutnya Alumunium Composite Panel digelar di rangka tersebut dengan
di-fisher di bagian sisinya dan pada bagian bawah rangka, alumuium
composit ditekuk kedalam dan dipisherdibagian dalam ke rangka hollow.
- Kemudian rangka hollow yang sudah terpasang alumunium composit tadi di
pasang pada besiplat dan dipisher sebagai penguatnya.
- Bagian sambungan antar panel digunakan sealent sebagai penutup, dengan
membentuk natyang berdimensi 1 cm. Serta bersihkan permukaan panel dari
sealent dengan menggunakanlap bersih agar sealent tidak menempel di
panel.
- Pada bagian panel yang menonjol digunakan hollow yang agak panjang.
- Sedangkan untuk kolom yang terpasang panel system kerjanya sama seperti
pada dinding tetapi mengeliling sesuai dengan bentuk kolom yang ditutupi.
• Penutup Plafond Giypsum Board 9 mm
Pada umumnya pemasangan plafond akan berhenti pada batas tertentu
yang berupa dinding atau lisplank.
23 | C V . S E M E S T A D E S A I N 2 0 2 4
R E N C A N A K E R J A D A N S Y A R A T - S Y A R A T ( R K S )
P E M B A N G U N A N G E D U N G K A N T O R P E M E R I N T A H
a. Tentukan peil plafond pada dinding atau lisplank;
b. Waterpaskan ketingglan tersebut pada seluruh batas pasangan
plafond
c. Pasang rangka plafond pada dinding atau lisplank dengan
menggunakan baut.
d. Tentukan arah tulangan pokok dan pasang tulangan pokok tiap 120 cm
dengan rangka hollow
e. Selanjutnya pasangan tulangan pembagi, yang terbuat dari rangka
hollow dengan jarak tiap 60cm;
f. Rangka plafond yang sudah siap ditutup, digantung dengan root atau
hollow dalam kondisl lurus dan waterpas;
• Pemasangan 1 m2 Rangka Besi Hollow 40.40.2 mm Modul 60/60 cm Untuk
Plafon
a. Rangka langit-langit hollow/ furing channel dengan penggantung
suspension clip yang dilengkapi dengan mur dan klem, penggantung-
penggantung suspension clip terikat kuat pada beton, dinding atau
rangka baja yang ada.
b. Rangka langit-langit dipasang setelah sisi bagian bawah diratakan,
pemasangan sesuai dengan pola yang ditunjukkan/disebutkan dalam
gambar dengan memperlihatkan modul pemasangan penutup langit-
langit yang dipasangnya.
c. Bidang pemasangan bagian rangka langit-langit harus rata, tidak
cembung, kaku dan kuat, kecuali bila dinyatakan lain, misal permukaan
merupakan bidang miring/tegak sesuai dengan yang ditunjukkan
dalam gambar.
d. Bahan penutup langit-langit adalah gypsum dengan mutu bahan
seperti yang telah dipersyaratkan dengan pola pemasangan sesuai
dengan yang ditunjukkan dalam gambar
e. Jarak pemasangan antara unit-unit penutup langit-langit harus presisi
dan tidak kelihatan atau sesuai yang ditunjukkan dalam gambar.
f. Hasil pemasangan penutup, langit-langit harus rata, tidak melendut.
g. Seluruh pertemuan antara permukaan langit-langit dan dinding
dipasang list profil dari gypsum dengan bentuk dan ukuran sesuai
gambar.
24 | C V . S E M E S T A D E S A I N 2 0 2 4
R E N C A N A K E R J A D A N S Y A R A T - S Y A R A T ( R K S )
P E M B A N G U N A N G E D U N G K A N T O R P E M E R I N T A H
7. PEKERJAAN PLUMBING
Sumber air bersih
Bahan dan Material :
• Kloset Duduk porcelain
• Pipa Air Bersih PVC 1/2" tipe AW + Acesories merk Rucika atau setara
• Pipa Air Bersih dari sumur bor ke torn PVC 1" tipe AW + Acesories merk Rucika atau
setara
• Pipa Distribusi PVC 3/4" tipe AW + Acesories merk Rucika atau setara
• Pipa Air limbah dan hujan PVC 3" tipe AW + Acesories merk Rucika atau setara
• Pipa Air Kotor PVC 4" tipe AW + Acesories merk Rucika atau setara
• Septictank & Peresapan (Buis 2 x 2 * dia. 80 cm + penutup)
• Bak kontrol 45 x 45 tinggi 50
• Tandon air kapasitas 1200 liter merk penguin atau setara
• Pompa submersible 1HP merk shimizu atau setara
• Kran Dia. 3/4".Kran air bahan stainless steel ex. Local kualitas baik
• Floor Drain Stainless ex. Local kualitas baik
Syarat Pelaksanaan:
- Semua material harus memenuhi ukuran, standard dan mudah didapatkan di
pasaran, kecuali bila ditentukan lain.
- Semua peralatan dalam keadaan lengkap dengan segala perlengkapan,
sesuai dengan yang telah disediakan oleh pabrik untuk masing-masing tipe
yang dipilih.
- Barang yang dipakai adalah dari produk yang telah disediakan oleh pabrik
untuk masing-masing type yang dipilih.
- Semua bahan sebelum dipasang harus ditunjukkan kepada Pengawas beserta
persyaratan/ketentuan pabrik untuk mendapatkan persetujuan. Bahan yang
tidak disetujui harus diganti tanpa biaya tambahan.
- Jika dipasang perlu diadakan penukaran/penggantian bahan, pengganti
harus disetujui Pengawas berdasarkan contoh yang dilakukan Penyedia.
- Sebelum pemasangan dimulai, Penyedia harus meneliti gambar-gambar yang
ada dan kondisi di lapangan, termasuk mempelajari bentuk, pola,
penempatan, pemasangan sparing-sparing, cara pemasangan dan detail-
detail sesuai gambar.
25 | C V . S E M E S T A D E S A I N 2 0 2 4
R E N C A N A K E R J A D A N S Y A R A T - S Y A R A T ( R K S )
P E M B A N G U N A N G E D U N G K A N T O R P E M E R I N T A H
- Bila ada kelainan dalam hal ini apapun antara gambar dengan lapangan,
gambar dengan spesifikasi dan sebagainya, maka Penyedia harus segera
melaporkannya kepada Pengawas.
- Penyedia tidak dibenarkan memulai pekerjaan di suatu tempat bila ada
kelainan/perbedaan di tempat itu sebelum kelainan tersebut diselesaikan.
- Selama pelaksanaan harus selalu diadakan pengujian/pemeriksaan untuk
kesempurnaan hasil pekerjaan dan fungsinya.
- Penyedia wajib memperbaiki/mengulangi/mengganti bila ada kerusakan
yang terjadi selama masa pelaksanaan dan masa garansi, atas biaya
Penyedia, selama kerusakan bukan disebabkan oleh tindakan Pemilik.
Metode Pelaksanaan:
- Penyedia diminta untuk memperlihatkan contoh-contoh bahan yang akan
dipakai kepada Pengawas untuk disetujui.
- Contoh-contoh yang telah disetujui akan dipakai sebagai pedoman/standar
bagi Pengawas untuk menerima/memeriksa bahan yang dikirim ke lapangan
oleh Penyedia.
- Penyedia harus minta ijin kepada Pengawas tentang cara, waktu dan letak
pemasangan peralatan sanitair pada Toilet, Pantry dan lain-lain.
- Pemasangan harus kuat, rapi dan bersih
- Bila dianggap perlu, Penyedia wajib mengadakan test terhadap bahan-
bahan tersebut pada laboratorium yang ditunjuk Pengawas, baik mengenai
komposisi, kekuatan maupun aspek-aspek yang ditimbulkannya. Untuk itu
Penyedia harus menunjukkan syarat rekomendasi dari lembaga resmi yang
ditunjuk tersebut sebelum memulai pekerjaan.
- Semua bahan untuk pekerjaan ini harus ditinjau dan diuji baik pada
pembuatan, pengerjaan maupun pelaksanaan di lapangan oleh Pengawas
atas tanggungan Penyedia tanpa biaya tambahan.
- Bila Pengawas memandang perlu pengujian dengan teknik yang telah
disetujui, maka segala biaya dan fasilitas yang dibutuhkan untuk terlaksananya
pekerjaan tersebut adalah tanggung jawab Penyedia.
8. PEKERJAAN ELEKTRIKAL
Bahan dan Material:
• Titik Lampu
26 | C V . S E M E S T A D E S A I N 2 0 2 4
R E N C A N A K E R J A D A N S Y A R A T - S Y A R A T ( R K S )
P E M B A N G U N A N G E D U N G K A N T O R P E M E R I N T A H
• Saklar ganda dan tunggal
• Stop Kontak
• Stop Kontak AC
• Pemasangan Lampu LED 8w dan 15w ex. Philips
Metode Pelaksanaan:
- Penyedia harus menutup dan merapikan kembali setiap galian atau
bobokan yang dilakukan pada Konstruksi bangunan, yang disebabkan
pekerjaan instalasi penerangan/ stop kontak. Untuk menghindari sejauh
mungkin pekerjaan pembobokan maka semua inserts, sleeves, receways atau
openings harus telah dipersiapkan dan dipasang dalam tahap pekerjaan
kontruksi atau finishing.
- sambungan-sambungan baik dalam group maupun cabang-cabang, kecuali
pada outlet kotak-kotak penghubung yang bisa dicapai. Sambungan pada
kabel harus dibuat kuat secara mekanis maupun secara elektris, dengan
caracara "Solderless Connector". Semua sambungan kabel baik di dalam
junction box, panel ataupun tempat lainnya harus mempergunakan
connector yang terbuat dari tembaga yang diisolasi dengan porselen atau
bakelite ataupun PVC, yang diameternya disesuaikan dengan diameter
kabel.
- Sakalar pada umumnya dipasang inbow kecuali disebutkan lain pada
gambar. Jika tidak ditentukan lain, saklar-saklar tersebut bingkainya harus
dipasang rata pada tembok setinggi 150 cm di atas lantai yang sudah jadi
kecuali ditentukan lain oleh Konsultan Pengawas.
- Semua pasangan stop kontak dengan tegangan kerja 220 harus diberi saluran
ke tanah (grounding). Stop kontak harus dipasang rata dengan permukaan
dinding dengan ketinggian 30 cm dari atas lantai yang sudah jadi atau sesuai
petunjuk Konsultan Pengawas.
9. PEKERJAAN PENGECATAN
• Cat tembok exterior dan cat tembok interior merk setara Jotun/Dulux
- Sebelum dikerjakan, semua bahan harus ditunjukkan kepada Pengawas
beserta ketentuan/persyaratan jaminan pabrik untuk mendapatkan
27 | C V . S E M E S T A D E S A I N 2 0 2 4
R E N C A N A K E R J A D A N S Y A R A T - S Y A R A T ( R K S )
P E M B A N G U N A N G E D U N G K A N T O R P E M E R I N T A H
persetujuannya. Bahan yang tidak disetujui harus diganti tanpa biaya
tambahan.
- Jika dipandang perlu diadakan penukaran/penggantian, bahan pengganti
harus disetujui oleh Pengawas berdasarkan contoh yang diajukan Penyedia.
- Untuk pekerjaan cat di daerah terbuka, jangan dilakukan dalam keadaan
cuaca lembab dan hujan atau keadaan angin berdebu, yang akan
mengurangi kualitas pengecatan dalam keadaan terlindung dari basah dan
lembab ataupun debu.
- Permukaan bahan yang akan dicat harus benar-benar sudah dipersiapkan
untuk pengecatan, sesuai persyaratan pabrik cat dan bahan yang
bersangkutan. Permukaan yang akan dicat harus benar-benar kering, bersih
dari debu, lemak/minyak dan noda-noda yang melekat.
- Setiap pengecatan yang akan dimulai pada suatu bidang, harus mendapat
persetujuan dari Pengawas. Sebelum memulai pengecatan, Penyedia wajib
melakukan percobaan untuk disetujui Pengawas.
- Penyedia tidak diperkenankan memulai suatu pekerjaan di suatu tempat bila
ada kelainan/perbedaan di tempat itu sebelum kelainan tersebut
diselesaikan.
- Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar dan lain-lainnya, maka
Penyedia harus segera melaporkannya kepada Pengawas .
- Penyedia wajib memperbaiki/mengulangi/mengganti kerusakan yang terjadi
selama masa pelaksanaan dan masa garansi, atas beban biaya Penyedia,
selama kerusakan bukan disebabkan oleh tindakan Pemberi Tugas.
- Lakukan pengecatan dengan cara terbaik, yang sesuai dengan prosedur dan
teknik pengecatan Jotun. Dilakukan kecuali spesifikasi lain. Jadi urutan
pengecatan, penggunaan lapisan-lapisan dasar dan tebal lapisan penutup
minimal sama dengan persyaratan pabrik. Pengecatan harus rata, tidak
bertumpuk, tidak bercucuran atau ada bekas - bekas yang menunjukkan
tanda-tanda sapuan atau semprotan dan roller.
- Kesiapan dinding dalam aplikasi cat harus didasarkan pada evaluasi pabrik
cat yang dipilih atau ditunjuk.
- Sapukan semua dasar dengan cat dasar memakai kuas.
Penyemprotan hanya diijinkan dilakukan bila disetujui Pengawas .
- Pengecatan kembali dilakukan bila ada cat dasar atau cat akhir yang kurang
menutupi, atau lepas. Pengulangan pengecatan dilakukan sebagaimana
28 | C V . S E M E S T A D E S A I N 2 0 2 4
R E N C A N A K E R J A D A N S Y A R A T - S Y A R A T ( R K S )
P E M B A N G U N A N G E D U N G K A N T O R P E M E R I N T A H
ditunjukkan oleh Pengawas, serta harus mengikuti petunjuk dan spesifikasi yang
dikeluarkan pabrik yang bersangkutan.
- Pembersihan permukaan harus mendapat persetujuan. Pekerjaan termasuk
penggunaan ongkos, pencucian dengan air, maupun pembersihan dengan
kain kering.
- Kerapian pekerjaan cat ini dituntut untuk tidak mengotori dan menggangu
pekerjaan finishing lain, atau pekerjaan lain yang sudah terpasang. Pekerjaan
yang tidak sempurna diulang dan diperbaiki atas tanggungan Penyedia.
• Cat Plafond Gypsum merk setara Jotun/Dulux
Sebelum dilakukan pengecatan pada permukaan langit-langit harus diperhatikan
mengenai:
- Profil yang diminta sesuai dengan gambar sudah dilakukan, berdasarkan peil-
peil yang ditentukan.
- Permukaan langit-langit harus datar dan sempurna sesuai dengan pola yang
telah ditentukan.
- Pada permukaan langit-langit tidak terjadi lubang-lubang atau cacat lain.
- Seluruh bidang pengecatan sudah bersih dari segala noda atau
kotoran/debu.
- Tekstur hasil penyemprotan cat harus merata.
- Pada permukaan langit-langit yang sudah siap untuk dicat
10. PEKERJAAN ATAP
Bahan dan Material:
• Rangka atap baja ringan Baja Hollow 80.40.6 mm
• Penutup atap multiroof
Metode Pelaksanaan:
- Koordinasi Kerja: Pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti gambar, uraian
dan persyaratan pekerjaan, spesifikasi serta patunjuk Direksi/Konsultan
Pengawas. Diperlukan koordinasi kerja dengan disiplin lain terutama yang
bersangkutan dengan pekerjaan pemasangan, baik jadwal pekerjaan
maupun posisi meletakkan peralatan ditempat.
29 | C V . S E M E S T A D E S A I N 2 0 2 4
R E N C A N A K E R J A D A N S Y A R A T - S Y A R A T ( R K S )
P E M B A N G U N A N G E D U N G K A N T O R P E M E R I N T A H
- Pemasangan Bahan: Semua peralatan sebelum dan sesudah dipasang harus
disetujui Direksi/Konsultan Pengawas dan dijaga dari kerusakan atau hilang
sebelum masa penyerahan tiba. Pada saat pemasangan peralatan,
perhatikan semua ukuran, peil, pola dan syarat lain untuk pemasangan pada
rangka atap. Peralatan harus dipasang dengan rapi sesuai dengan pola yang
tertera pada gambar. Pemasangan rangka atap harus dilakukan dengan hati-
hati. Sambungan antar pipa menggunakan sambungan las. Setelah rangka
atap selesai dipasang kemudian dipasang gording sesuai gambar kerja yang
dilanjutkan dengan pemasangan penutup atap.
30 | C V . S E M E S T A D E S A I N 2 0 2 4
R E N C A N A K E R J A D A N S Y A R A T - S Y A R A T ( R K S )
P E M B A N G U N A N G E D U N G K A N T O R P E M E R I N T A H
31 | C V . S E M E S T A D E S A I N 2 0 2 4