| 0033376088804000 | Rp 5,338,791,331 | |
| 0748659885805000 | - | |
| 0820755080803000 | - | |
| 0029742111801000 | - | |
| 0762603264803000 | - | |
| 0812014439803000 | - | |
| 0810474437803000 | - | |
| 0652240474803000 | - | |
| 0749663381803000 | - | |
| 0805648474807000 | - | |
| 0915476592803000 | - | |
| 0941792442803000 | - | |
| 0954241774807000 | - | |
| 0026874032803000 | - | |
| 0943307496803000 | - | |
| 0656429628805000 | - | |
| 0835635228803000 | - | |
| 0023510977803000 | - | |
PT Aditama Indonesia Persada | 08*0**8****04**0 | - |
| 0810412205803000 | - | |
| 0018161158803000 | - | |
| 0736969460803000 | - | |
| 0749407094803000 | - | |
| 0416756377803000 | - | |
| 0911551521803000 | - | |
| 0715701249805000 | - | |
PT Star Mitra Sulawesi | 0027021567804000 | - |
| 0020561676806000 | - | |
| 0868958182955000 | - | |
| 0953194420803000 | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Nama Paket : Lanjutan Pembangunan Tanggul Sungai Malili
Lokasi : Kec Malili Kab. Luwu Timur
Tahun : 2023
1. PEKERJAAN PENDAHULUAN
Pekerjaan pendahuluan atau persiapan merupakan tahap paling awal dari proses konstruksi.
Pekerjaan ini meliputi:
➢ Pekerjaa Mobilisasi yaitu pemindahan / penyediaan fasilitas untuk kegiatan konstruksi.
Adapun jenis fasilitas yang di sediakan terbagi menjadi 2 bagian : fasilitas yang bersifat
tetap, seperti base camp dan kantor, serta fasilitas yang bersifat tidak tetap, seperti kendaraan
dan alat-alat berat.
➢ Pagar Pembatas Lokasi merupakan pekerjaan pembatasan wilayah kerja yang tidak dapat
diakses masyarakat umum dengan alasan keselamatan kerja.
➢ Pengukuran dan pemasangan Bouwplank merupakan pekerjaan pengecekan titik-titik
referensi excisting serta penentuan dan pembuatan patok atau titik-titik rencana pekerjaan.
1I. PKERJAAN SMK3
Keselamatan kerja adalah sesuatu yang wajib pada pekerjaan konstruksi. Untuk keselamatan dan
keamanan kerja semua orang yang terlibat di proyek harus mempergunakan helm & sepatu
proyek. Kotak P3K akan selalu ada di proyek dan dipergunakan untuk pertolongan pertama bila
ada kecelakaan kerja. Beberapa unit alat pemadam kebakaran akan kami siapkan pada lokasi
tertentu yang mudah terjangkau. Tali pengaman pada daerah yang berbahaya akan kami
tempatkan untuk memberi rasa aman. Jaring pengaman akan dibuat di sekeliling bangunan. Hal
ini dimaksudkan untuk menjaga dan mengamankan lokasi rumah penduduk yang berada disekitar
proyek.
III. PEKERJAAN STRUKTUR
DIVISI I
I. Pekerjaan Penimbunan Dan Peninggian Bibir Sungai
❖ Penghamparan Timbunan
a. Timbunan harus ditempatkan ke permukaan yang telah disiapkan dan disebar dalam
lapisan yang merata yang bila dipadatkan akan memenuhi toleransi tebal yang disyaratkan.
Bilamana timbunan dihampar lebih dari satu lapis, lapisan-lapisan tersebut sedapat
mungkin di bagi rata sehingga sama tebal.
b. Tanah timbunan umumnya diangkut langsung dari lokasi sumber bahan ke permukaan
yang telah disiapkan pada saat cuaca cerah dan disebarkan. Penumpukan tanah timbunan
untuk persediaan, terutama selama musim hujan. biasanya tidak diperkenankan, terutama
selama musim hujan.
c. Lapisan penopang di atas tanah lunak termasuk tanah rawa harus dihampar sesegera
mungkin dan tidak lebih dari tiga hari setelah persetujuan penggalian atau pembersihan
dan pengupasan oleh Direksi Pekerjaan. Lapisan penopang dapat dihampir satu lapis atau
beberapa lapis dengan tebal antara 0,5 sampai 1,0 meter sesuai dengan kondisi lapangan
dan sebagaimana diperintahkan atau disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
• Pemadatan Timbunan
a) Segera setelah penempatan dan penghamparan timbunan, setiap lapis harus dipadatkan
dengan peralatan pemadat yang memandai dan disetujui Direksi Pekerjaan sampai
mencapai kepadatan yang disyaratkan
b) Pemadatan timbunan tanah harus dilaksanakan hanya bilamana kadar air bahan berada
dalam rentang 3 % di bawah kadar air optimum sampai 1 % di atas kadar air optimum.
Kadar air optimum harus didefinisikan sebagai kadar air pada kepadatan kering maksimum
yang diperoleh bilamana tanah dipadatkan sesuai dengan SNI 03-1742-1989.
c) Seluruh timbunan batu harus ditutup dengan satu lapisan atau lebih setebal 20 cm dari
bahan bergradasi menerus dan tidak mengandung batu yang lebih besar dari 5 cm serta
mampu mengisi rongga-rongga batu pada bagian atas timbunan batu tersebut lapis penutup
ini harus dilalsanakan sampai mencapai kepadatan timbunan tanah yang disyaratkan.
d) Setiap lapisan timbunan yang dihampar harus dipadatkan seperti yang disyaratkan, diuji
kepadatannya dan harus diterima oleh Direksi Pekerjaan sebelum lapisan berikutnya
dihampar.
e) Timbunan harus dipadatkan mulai dari tepi luar dan bergerak menuju ke arah area
sedemikian rupa sehingga setiap ruas akan menerima jumlah usaha pemadatan yang sama.
Bilamana memungkinkan, lalu lintas alat-alat konstruksi dapat dilewatkan di atas pekerjan
timbunan dan lajur yang dilewati harus terus menerus divariasi agar dapat menyebarkan
pengaruh usaha pemadatan dari lalu lintas tersebut.
f) Bahan untuk timbunan pada tempat-tempat yang sulit dimasuki oleh alat pemadat normal
harus dihampar dalam lapisan mendatar dengan tebal gembur tidak lebih dari 10 cm dan
seluruhnya dipadatkan dengan menggunakan pemadat mekanis.
g) Timbunan pada lokasi yang tidak dapat dicapai dengan peralatan pemadat mesin gilas
harus dihampar dalam lapisan horizontal dengan tebal gembur tidak lebih dari 10 cm dan
dipadatkan dengan penumbuk loncat mekanis atau timbris (tamper) manual dengan berat
statis minimum 10 kg. pemadatan di bawah maupun di tepi pipa harus mendapat perhatian
khusus untuk mencegah timbulnya rongga-rongga dan untuk menjamin bahwa pipa
terdukung sepenuhnya.
2 Pekerjaan Tanah Dan Pondasi Poer/Pile Cab
2.1 Pek. Galian Tanah Pondasi Poer/Pile Cab
Galian tanah adalah pekerjaan yang dilaksanakan dengan membuat lubang di tanah
membentuk pola tertentu untuk keperluan pondasi bangunan. Galian tanah yang dibuat
harus dilakukan sesuai perencanaan dan mencapai lapisan tanah yang keras. Jika
dibutuhkan, tanah tersebut juga perlu dipadatkan agar kondisinya lebih kokoh serta
mampu menahan beban bangunan dengan baik
Cara Pelaksanaan :
➢ Gali tanah sesuai lebar pondasi poor bagian bawah dan kedalaman rencana
➢ Gali sisi-sisi miringnya sehinga dicapai sudut kemiringan yang tepat
➢ Tanah hasil galian diletakkan di pinggir galian diluar bouwplank, yang nantinya
untuk pekerjaan pengurugan kembali.
➢ Cek posisi, lebar, kedalaman, dan kerapiannya, sesuai dengan rencana
2.2 Urugan Kembali Bekas Galian
Pekerjaan ini dilakukan setelah pekerjaan pondasi poor sudah selesai dilakukan. Pekerjaan
ini merupakan pengurugan kembali tanah galian pondasi sehingga tanah bekas galian
pondasi tidak tampak lagi, kalau misalkan tanah tersebut masih sisa kemudian tanahnya
digunakan untuk meratakan bagian dalam bangunan.
Cara Pelaksanaan :
➢ Untuk penimbunan tanah Pondasi Poer, tanah setelah digali dapat diurug kembali pada
lobang-lobang bekas galian sesuai petunjuk dari Direksi. Penimbunan dengan lapisan
pasir Dengan ketebalan 4 cm dilakukan secara teknis yaitu harus dilakukan lapis demi
lapis, dimana setiap lapisnya 20 cm lalu disiram hingga betul-betul basah kemudian
dipadatkan dengan alat pemadat selam 4 kali pemadatan begitulah seterusnya hinga
mencapai ketinggian yang direncanakan kemudian diatasnya ditutup dengan kerikil.
➢ Pemadatan dilakukan dengan tenaga manusia sampai kepadatan yang diinginkan
tercapai.
2.3 Urugan Pasir Alas Pondasi Poer/Pile Cab
Urugan pasir alas dilakukan pada pekerjaan pondasi Poer, maka perlu diikuti langkah-lanngkah
sebagai berikut :
➢ Pasir urug diangkut dari sumber bahan
➢ Pasir urug diratakan pada dasar galian dan disiram air untuk mendapatkan kelembaban
yang optimum untuk pemadatan.
➢ Padatkan pasir urug tersebut dengan memakai alat stamper.
➢ jika diperlukan ulangi langkah satu dan dua sehingga didapatkan tebal pasir urug
seperti yang direncanakan.
2.4 Pondasi Poer/Pile Cab, Uk 120 x 120 Cm, T = 50 Cm
Pek Beton Lantai Kerja, Tbl. 5 Cm
Pekerjaan beton untuk lantai kerja ini dipakai mutu beton Fc’ 7,4 Mpa (K-100) atau
sesuai dokumen lelang. dengan menggunakan concrete mixer,. Mutu karakteristik
merupakan syarat mengikat. Untuk menjamin kesaman mutu beton, kontraktor
dianjurkan menggunakan mix concrete untuk pekerjaan Plat Beton.
a. Campuran tambahan untuk beton (concrete admixture), bilamana dianggap perlu
tambahan untuk beton dapatdipergunakan concrete admixture. Penggunaan
tersebut akan dengan persetujuan Ahli / Konsultan Pengawas / Manajemen
Konstruksi.
b. Pengadukan Mix concrete semua pengandukan jenis beton akan dilakukan dengan
mesin pengaduk berkapasitas sesuaispesifikasi yang dibutuhkan. Setiap kali
membuat adukan pengadukan akan rata hingga warna dankekentalannya sama
c. Takaran perbandingan campuran semua bahan akan ditakar menurut perbandingan
berat, bukan perbandingan isi
Pekerjaan Cor Beton K300
Asumsi Pekerjaan menggunakan alat berat (cara mekanik)
Pelaksanaan pengecoran.
a. Sebagai persiapan, lokasi pengecoran dibersihkan dari sampah, potongan kayu,
bendrat, paku dan sampah lainnya dengan penghisap debu, kompressor dan atau air.
b. Bekisting dilumuri mould oil hingga rata. Kebocoran bekisting telah dicek dan
disumbat. Sambungan dengan pengecoran sebelumnya telah disiram dengan calbond
atau air semen serta bekisting dibebaskan dari genangan air. Sebelum instruksi
pengecoran segala persetujuan yang diperlukan telah diurus dan disetujui oleh
direksi/owner dan pengawas pekerjaan.
c. Untuk struktuk bawah ( Sloof dan pondasi poer ) penuangan dilakukan secara
mekanik, dengan cara beton dari truck mixer dituang ke bak penampungan pada
concrete pump untuk selanjutnya dituangkan langsung ke tempat bekisting (untuk
lokasi yang tidak memerlukan concrete pump dapat langsung dituang dari truck mixer
melalui talang cor). Tinggi jatuh beton pada saat pengecoran tidak lebih dari 1,5 meter
agar tidak terjadi pemisahan antara batu pecah yang berat dengan pasta beton,
(segregasi).
d. Pemadatan dibantu dengan vibrator mekanikal type tertentu dalam jumlah yang
memadai. Selang vibrator dibenamkan sampai batas kedalaman beton sebelumnya dan
agar tidak terjadi kantong udara. Vibrator tidak mengenai tulangan atau penutup
(shutter) kecuali penutup dari beton
e. Lama penggetaran pada suatu tempat
yang sama secara manual dapat
dideteksi dengan indera pendengaran.
Jika alat vibrator di dalam beton
frekwensi suara yang dihasilkan rendah
dan semakin meninggi. Saat frekwensi
suara yang dihasilkan konstan
dimungkinkan pemadatan sudah cukup.
Atau ditentukan sesuai dengan spesifikasi teknis dalam dokumen lelang.
f. Selanjutnya dilakukan perawatan beton sesuai spesifikasi teknis.
Pekerjaan Penulangan Beton Besi Ulir
Baja tulangan dan sengkang yang telah dipotong dan dibengkokan dibawa ke lapangan untuk
dipasang pada posisi sesuai dengan gambar pelaksanaan. Kegiatan yang dilakukan pada
pekerjaan pemasangan tulangan yaitu :
➢ Pemeriksaan diameter, panjang dan bentuk tulangan sebelum baja tulangan tersebut
terpasang
➢ Jarak antar tulangan serta jumlah tulangan, baik untuk tulangan lentur maupun tulangan
geser
➢ Sengkang dipasang secara manual. Pemasangan sengkang dilakukan dengan kawat beton
➢ Memastikan daerah-daerah dan ukuran panjang penyaluran, sambungan lewatan dan
panjang penjangkaran sesuai yang direncanakan
➢ Pemeriksaan tebal selimut beton dengan memasang tahu beton sebagai acuan sesuai tebal
tebal selimut beton yang akan di cor
➢ Pembesian kolom dalam pemasangan ini harus diikutsertakan dalam pengecoran karena
merupakan satu kesatuan dengan pembesian kolom
Pekerjaan Bekisting
Bekisting pondasi Poer dibuat sebagai acuan pembentukan dimensi beton pondasi yang
diinginkan sesuai gambar, bekisting pondasi ini menggunakan Kayu kelas III dan diberi
tembiring usuk 4/6 dan stut menggunakan kayu 4/6 cm dengan ketentuan sebegai berikut
:
a. Bekisting harus dibuat dan dipasang sesuai dengan bentuk, ukuran dan posisi
seperti yang disyratkan pada gambar
b. Bekisting harus cukup kuat untuk memikul tekanan atau beban yang diakibatkan
oleh beton basah, beban pelaksanaan dan beban-beban lainnya
c. Bekisting harus cukup kaku (stabil) artinya harus dapat menghasilkan bentuk yang
tetap bag struktur beton sesuai yang direncanakan
d. Perencanaan bekisting harus didasarkan oleh kemudahan pemasangan, kemudahan
pembongkaran, kecepatan pemasangan dan biaya yang efisien.
e. Sambungan bekisting harus baik sehingga tidak rusak/bocor pada saat pelaksanaan
pengecoran dan juga tidak merusak beton
f. Bahan bekisting harus terbuat dari bahan yang tidak menyerap air semen dan juga
tidak merusak beton
g. Pemasangan bekisting harus benar-benar sesuai dengan gambar rencana baik
secara vertical maupun horizontal
h. Bekisting ini digunakan untuk 2 kali pemakaian.
3 Pekerjaan Steak Poer Beton/Kolom (K1)
3.1 Pekerjaan Steak Poer Beton (K1), Uk. 50 x 50 Cm
Pek. Cor Beton K300
Asumsi Pekerjaan menggunakan alat berat (cara mekanik)
Pelaksanaan pengecoran.
➢ Sebagai persiapan, lokasi pengecoran dibersihkan dari sampah, potongan kayu,
bendrat, paku dan sampah lainnya dengan penghisap debu, kompressor dan atau air.
➢ Bekisting dilumuri mould oil hingga rata. Kebocoran bekisting telah dicek dan
disumbat. Sambungan dengan pengecoran sebelumnya telah disiram dengan calbond
atau air semen serta bekisting dibebaskan dari genangan air. Sebelum instruksi
pengecoran segala persetujuan yang diperlukan telah diurus dan disetujui oleh
direksi/owner dan pengawas pekerjaan.
➢ Untuk penuangan dilakukan secara mekanik, dengan cara beton dari truck mixer
dituang ke bak penampungan pada concrete pump untuk selanjutnya dituangkan
langsung ke tempat bekisting (untuk lokasi yang tidak memerlukan concrete pump
dapat langsung dituang dari truck mixer melalui talang cor). Tinggi jatuh beton pada
saat pengecoran tidak lebih dari 1,5 meter agar tidak terjadi pemisahan antara batu
pecah yang berat dengan pasta beton, (segregasi).
➢ Pemadatan dibantu dengan vibrator mekanikal type tertentu dalam jumlah yang
memadai. Selang vibrator dibenamkan sampai batas kedalaman beton sebelumnya dan
agar tidak terjadi kantong udara. Vibrator tidak mengenai tulangan atau penutup
(shutter) kecuali penutup dari beton
➢ Lama penggetaran pada suatu tempat yang sama secara manual dapat dideteksi dengan
indera pendengaran. Jika alat vibrator di dalam beton frekwensi suara yang dihasilkan
rendah dan semakin meninggi. Saat frekwensi suara yang dihasilkan konstan
dimungkinkan pemadatan sudah cukup. Atau ditentukan sesuai dengan spesifikasi
teknis dalam dokumen lelang.
➢ Selanjutnya dilakukan perawatan beton sesuai spesifikasi teknis.
Pekerjaan Penulangan Beton Besi Ulir
Baja tulangan dan sengkang yang telah dipotong dan dibengkokan dibawa ke lapangan untuk
dipasang pada posisi sesuai dengan gambar pelaksanaan. Kegiatan yang dilakukan pada
pekerjaan pemasangan tulangan yaitu :
➢ Pemeriksaan diameter, panjang dan bentuk tulangan sebelum baja tulangan tersebut
terpasang
➢ Jarak antar tulangan serta jumlah tulangan, baik untuk tulangan lentur maupun tulangan
geser
➢ Sengkang dipasang secara manual. Pemasangan sengkang dilakukan dengan kawat beton
➢ Memastikan daerah-daerah dan ukuran panjang penyaluran, sambungan lewatan dan
panjang penjangkaran sesuai yang direncanakan
➢ Pemeriksaan tebal selimut beton dengan memasang tahu beton sebagai acuan sesuai tebal
tebal selimut beton yang akan di cor
➢ Pembesian kolom steak poer dalam pemasangan ini harus diikutsertakan dalam
pengecoran karena merupakan satu kesatuan dengan pembesian kolom.
Pekerjaan Bekisting 2x Pemakaian
Bekisting untuk Steak Poer beton dibuat sebagai acuan pembentukan dimensi beton
pondasi yang diinginkan sesuai gambar, bekisting pondasi ini menggunakan Kayu kelas
III dan diberi tembiring usuk 4/6 dan stut menggunakan kayu 4/6 cm dengan ketentuan
sebegai berikut :
1. Bekisting harus dibuat dan dipasang sesuai dengan bentuk, ukuran dan posisi
seperti yang disyratkan pada gambar
2. Bekisting harus cukup kuat untuk memikul tekanan atau beban yang diakibatkan
oleh beton basah, beban pelaksanaan dan beban-beban lainnya
3. Bekisting harus cukup kaku (stabil) artinya harus dapat menghasilkan bentuk yang
tetap bag struktur beton sesuai yang direncanakan
4. Perencanaan bekisting harus didasarkan oleh kemudahan pemasangan, kemudahan
pembongkaran, kecepatan pemasangan dan biaya yang efisien.
5. Sambungan bekisting harus baik sehingga tidak rusak/bocor pada saat pelaksanaan
pengecoran dan juga tidak merusak beton
6. Bahan bekisting harus terbuat dari bahan yang tidak menyerap air semen dan juga
tidak merusak beton
7. Pemasangan bekisting harus benar-benar sesuai dengan gambar rencana baik
secara vertical maupun horizontal
8. Bekisting pada pekerjaan steak poer beton ini digunakan untuk 2 kali pemakaian.
4 Pekerjaan Sloef Beton
Pek. Sloef Beton S1, Uk. 30 x 50 Cm
Pek. Cor Beton K300
Pelaksanaan pengecoran.
➢ Sebagai persiapan, lokasi pengecoran dibersihkan dari sampah, potongan kayu,
bendrat, paku dan sampah lainnya dengan penghisap debu, kompressor dan atau
air.
➢ Bekisting dilumuri mould oil hingga rata. Kebocoran bekisting telah dicek dan
disumbat. Sambungan dengan pengecoran sebelumnya telah disiram dengan
calbond atau air semen serta bekisting dibebaskan dari genangan air. Sebelum
instruksi pengecoran segala persetujuan yang diperlukan telah diurus dan disetujui
oleh direksi/owner dan pengawas pekerjaan.
➢ Untuk penuangan dilakukan secara mekanik, dengan cara beton dari truck mixer
dituang ke bak penampungan pada concrete pump untuk selanjutnya dituangkan
langsung ke tempat bekisting (untuk lokasi yang tidak memerlukan concrete pump
dapat langsung dituang dari truck mixer melalui talang cor). Tinggi jatuh beton
pada saat pengecoran tidak lebih dari 1,5 meter agar tidak terjadi pemisahan antara
batu pecah yang berat dengan pasta beton, (segregasi).
➢ Pemadatan dibantu dengan vibrator mekanikal type tertentu dalam jumlah yang
memadai. Selang vibrator dibenamkan sampai batas kedalaman beton sebelumnya
dan agar tidak terjadi kantong udara. Vibrator tidak mengenai tulangan atau
penutup (shutter) kecuali penutup dari beton
➢ Lama penggetaran pada suatu tempat yang sama secara manual dapat dideteksi
dengan indera pendengaran. Jika alat vibrator di dalam beton frekwensi suara yang
dihasilkan rendah dan semakin meninggi. Saat frekwensi suara yang dihasilkan
konstan dimungkinkan pemadatan sudah cukup. Atau ditentukan sesuai dengan
spesifikasi teknis dalam dokumen lelang.
➢ Selanjutnya dilakukan perawatan beton sesuai spesifikasi teknis.
Pek. Penulangan Beton Besi Ulir
Baja tulangan dan sengkang yang telah dipotong dan dibengkokan dibawa ke lapangan
untuk dipasang pada posisi sesuai dengan gambar pelaksanaan. Kegiatan yang dilakukan
pada pekerjaan pemasangan tulangan yaitu :
➢ Pemeriksaan diameter, panjang dan bentuk tulangan sebelum baja tulangan tersebut
terpasang
➢ Jarak antar tulangan serta jumlah tulangan, baik untuk tulangan lentur maupun tulangan
geser
➢ Sengkang dipasang secara manual. Pemasangan sengkang dilakukan dengan kawat beton
➢ Memastikan daerah-daerah dan ukuran panjang penyaluran, sambungan lewatan dan
panjang penjangkaran sesuai yang direncanakan
➢ Pemeriksaan tebal selimut beton dengan memasang tahu beton sebagai acuan sesuai tebal
tebal selimut beton yang akan di cor
➢ Pembesian Slof dalam pemasangan ini harus diikutsertakan dalam pengecoran karena
merupakan satu kesatuan dengan pembesian Slof
Pekerjaan Bekisting 2x Pemakaian
Uraian Pelaksanaan Pekerjaan :
Bekisting untuk Slof beton dibuat sebagai acuan pembentukan dimensi beton Slof yang
diinginkan sesuai gambar, bekisting Slof ini menggunakan Kayu kelas III dan diberi
tembiring usuk 4/6 dan stut menggunakan kayu 4/6 cm dengan ketentuan sebegai berikut
:
➢ Bekisting harus dibuat dan dipasang sesuai dengan bentuk, ukuran dan posisi
seperti yang disyaratkan pada gambar rencana
➢ Bekisting harus cukup kuat untuk memikul tekanan atau beban yang diakibatkan
oleh beton basah, beban pelaksanaan dan beban-beban lainnya
➢ Bekisting harus cukup kaku (stabil) artinya harus dapat menghasilkan bentuk yang
tetap bag struktur beton sesuai yang direncanakan
➢ Perencanaan bekisting harus didasarkan oleh kemudahan pemasangan, kemudahan
pembongkaran, kecepatan pemasangan dan biaya yang efisien.
➢ Sambungan bekisting harus baik sehingga tidak rusak/bocor pada saat pelaksanaan
pengecoran dan juga tidak merusak beton
➢ Bahan bekisting harus terbuat dari bahan yang tidak menyerap air semen dan juga
tidak merusak beton
➢ Pemasangan bekisting harus benar-benar sesuai dengan gambar rencana baik
secara vertical maupun horizontal
➢ Bekisting pada pekerjaan steak poer beton ini digunakan untuk 2 kali pemakaian.
5 Pekerjaan Balok Beton
Pek. Cor Beton (Readymix) K300
Asumsi Pekerjaan menggunakan alat berat (cara mekanik)
Pelaksanaan pengecoran.
➢ Sebagai persiapan, lokasi pengecoran dibersihkan dari sampah, potongan kayu,
bendrat, paku dan sampah lainnya dengan penghisap debu, kompressor dan atau
air.
➢ Bekisting dilumuri mould oil hingga rata. Kebocoran bekisting telah dicek dan
disumbat. Sambungan dengan pengecoran sebelumnya telah disiram dengan
calbond atau air semen serta bekisting dibebaskan dari genangan air. Sebelum
instruksi pengecoran segala persetujuan yang diperlukan telah diurus dan disetujui
oleh direksi/owner dan pengawas pekerjaan.
➢ Untuk penuangan dilakukan secara mekanik, dengan cara beton dari truck mixer
dituang ke bak penampungan pada concrete pump untuk selanjutnya dituangkan
langsung ke tempat bekisting (untuk lokasi yang tidak memerlukan concrete pump
dapat langsung dituang dari truck mixer melalui talang cor). Tinggi jatuh beton
pada saat pengecoran tidak lebih dari 1,5 meter agar tidak terjadi pemisahan antara
batu pecah yang berat dengan pasta beton, (segregasi).
➢ Pemadatan dibantu dengan vibrator mekanikal type tertentu dalam jumlah yang
memadai. Selang vibrator dibenamkan sampai batas kedalaman beton sebelumnya
dan agar tidak terjadi kantong udara. Vibrator tidak mengenai tulangan atau
penutup (shutter) kecuali penutup dari beton
➢ Lama penggetaran pada suatu tempat yang sama secara manual dapat dideteksi
dengan indera pendengaran. Jika alat vibrator di dalam beton frekwensi suara yang
dihasilkan rendah dan semakin meninggi. Saat frekwensi suara yang dihasilkan
konstan dimungkinkan pemadatan sudah cukup. Atau ditentukan sesuai dengan
spesifikasi teknis dalam dokumen lelang.
➢ Selanjutnya dilakukan perawatan beton sesuai spesifikasi teknis.
Pek. Penulangan Beton Besi Ulir
Uraian pelaksanaan pekerjaan
Baja tulangan dan sengkang yang telah dipotong dan dibengkokan dibawa ke lapangan untuk
dipasang pada posisi sesuai dengan gambar pelaksanaan. Kegiatan yang dilakukan pada
pekerjaan pemasangan tulangan yaitu :
➢ Pemeriksaan diameter, panjang dan bentuk tulangan sebelum baja tulangan tersebut
terpasang
➢ Jarak antar tulangan serta jumlah tulangan, baik untuk tulangan lentur maupun tulangan
geser
➢ Sengkang dipasang secara manual. Pemasangan sengkang dilakukan dengan kawat beton
➢ Memastikan daerah-daerah dan ukuran panjang penyaluran, sambungan lewatan dan
panjang penjangkaran sesuai yang direncanakan
➢ Pemeriksaan tebal selimut beton dengan memasang tahu beton sebagai acuan sesuai tebal
tebal selimut beton yang akan di cor
➢ Pembesian Balok dalam pemasangan ini harus diikutsertakan dalam pengecoran karena
merupakan satu kesatuan dengan pembesian Balok
Pekerjaan Bekisting 2x Pemakaian
Uraian Pelaksanaan Pekerjaan :
Bekisting untuk Balok beton dibuat sebagai acuan pembentukan dimensi beton Balok yang
diinginkan sesuai gambar, bekisting Slof ini menggunakan Kayu kelas III dan diberi
tembiring usuk 4/6 dan stut menggunakan kayu 4/6 cm dengan ketentuan sebegai berikut
:
➢ Bekisting harus dibuat dan dipasang sesuai dengan bentuk, ukuran dan posisi
seperti yang disyaratkan pada gambar rencana
➢ Bekisting harus cukup kuat untuk memikul tekanan atau beban yang diakibatkan
oleh beton basah, beban pelaksanaan dan beban-beban lainnya
➢ Bekisting harus cukup kaku (stabil) artinya harus dapat menghasilkan bentuk yang
tetap bag struktur beton sesuai yang direncanakan
➢ Perencanaan bekisting harus didasarkan oleh kemudahan pemasangan, kemudahan
pembongkaran, kecepatan pemasangan dan biaya yang efisien.
➢ Sambungan bekisting harus baik sehingga tidak rusak/bocor pada saat pelaksanaan
pengecoran dan juga tidak merusak beton
➢ Bahan bekisting harus terbuat dari bahan yang tidak menyerap air semen dan juga
tidak merusak beton
➢ Pemasangan bekisting harus benar-benar sesuai dengan gambar rencana baik
secara vertical maupun horizontal
➢ Bekisting pada pekerjaan steak poer beton ini digunakan untuk 2 kali pemakaian.
DIVISI II
1 Pekerjaan Urugan Pasir Bawah Lantai
Urugan pasir alas dilakukan pada pekerjaan bawah lantai, maka perlu diikuti langkah-langkah
sebagai berikut :
➢ Pasir urug diangkut dari sumber bahan
➢ Pasir urug diratakan pada dasar galian dan disiram air untuk mendapatkan kelembaban
yang optimum untuk pemadatan.
➢ Padatkan pasir urug tersebut dengan memakai alat stamper.
➢ jika diperlukan ulangi langkah satu dan dua sehingga didapatkan tebal pasir urug
seperti yang direncanakan.
2 Pekerjaan Beton Lantai Kerja, Tbl. 5 Cm (K100)
Uraian Pelaksanaan Pekerjaan
Pekerjaan beton untuk lantai kerja ini dipakai mutu beton Fc’ 7,4 Mpa (K-100) atau
sesuai dokumen lelang. dengan menggunakan concrete mixer,. Mutu karakteristik
merupakan syarat mengikat. Untuk menjamin kesaman mutu beton, kontraktor
dianjurkan menggunakan mix concrete untuk pekerjaan Plat Beton.
➢ Campuran tambahan untuk beton (concrete admixture), bilamana dianggap perlu
tambahan untuk beton dapatdipergunakan concrete admixture. Penggunaan
tersebut akan dengan persetujuan Ahli / Konsultan Pengawas / Manajemen
Konstruksi.
➢ Pengadukan Mix concrete semua pengandukan jenis beton akan dilakukan dengan
mesin pengaduk berkapasitas sesuaispesifikasi yang dibutuhkan. Setiap kali
membuat adukan pengadukan akan rata hingga warna dankekentalannya sama
➢ Takaran perbandingan campuran semua bahan akan ditakar menurut perbandingan
berat, bukan perbandingan isi
II.3 Pek. Plat Beton Anjungan
Pek. Cor Beton K-300
Asumsi Pekerjaan menggunakan alat berat (cara mekanik)
Pelaksanaan pengecoran.
➢ Sebagai persiapan, lokasi pengecoran dibersihkan dari sampah, potongan kayu,
bendrat, paku dan sampah lainnya dengan penghisap debu, kompressor dan atau
air.
➢ Bekisting dilumuri mould oil hingga rata. Kebocoran bekisting telah dicek dan
disumbat. Sambungan dengan pengecoran sebelumnya telah disiram dengan
calbond atau air semen serta bekisting dibebaskan dari genangan air. Sebelum
instruksi pengecoran segala persetujuan yang diperlukan telah diurus dan disetujui
oleh direksi/owner dan pengawas pekerjaan.
➢ Untuk Plat Beton penuangan dilakukan secara mekanik, dengan cara beton dari
truck mixer dituang ke bak penampungan pada concrete pump untuk selanjutnya
dituangkan langsung ke tempat bekisting (untuk lokasi yang tidak memerlukan
concrete pump dapat langsung dituang dari truck mixer melalui talang cor). Tinggi
jatuh beton pada saat pengecoran tidak lebih dari 1,5 meter agar tidak terjadi
pemisahan antara batu pecah yang berat dengan pasta beton, (segregasi).
➢ Pemadatan dibantu dengan vibrator mekanikal type tertentu dalam jumlah yang
memadai. Selang vibrator dibenamkan sampai batas kedalaman beton sebelumnya
dan agar tidak terjadi kantong udara. Vibrator tidak mengenai tulangan atau
penutup (shutter) kecuali penutup dari beton
➢ Lama penggetaran pada suatu tempat yang sama secara manual dapat dideteksi
dengan indera pendengaran. Jika alat vibrator di dalam beton frekwensi suara yang
dihasilkan rendah dan semakin meninggi. Saat frekwensi suara yang dihasilkan
konstan dimungkinkan pemadatan sudah cukup. Atau ditentukan sesuai dengan
spesifikasi teknis dalam dokumen lelang.
➢ Selanjutnya dilakukan perawatan beton sesuai spesifikasi teknis.
Pek. Penulangan Beton Wiremesh M.10 (1 rangkap)
Uraian Pelaksanaan :
Tahap-tahap pelaksanaan pekerjaan:
a) Pembesian Menggunakan Wiremash M-10
b) Pembesian Wiremesh dibuat 1 rangkap
c) Mengukur Wiremesh tersebut sesuai dengan luas bidang yang telah diperhitungkan
dengan matang, lalu potong sesuai ukuran yanga da pada gambar rencana.
d) jika ukuran luasannya ternyata masih kurang,cukup ditambahkan wiremesh dengan
overlap kurang lebih 15 cm.
4 Pekerjaan Balok Beton B1, Uk. 30 x 60 Cm
Pekerjaan Cor Beton K300
Asumsi Pekerjaan menggunakan alat berat (cara mekanik)
Pelaksanaan pengecoran.
➢ Sebagai persiapan, lokasi pengecoran dibersihkan dari sampah, potongan kayu,
bendrat, paku dan sampah lainnya dengan penghisap debu, kompressor dan atau
air.
➢ Bekisting dilumuri mould oil hingga rata. Kebocoran bekisting telah dicek dan
disumbat. Sambungan dengan pengecoran sebelumnya telah disiram dengan
calbond atau air semen serta bekisting dibebaskan dari genangan air. Sebelum
instruksi pengecoran segala persetujuan yang diperlukan telah diurus dan disetujui
oleh direksi/owner dan pengawas pekerjaan.
➢ Untuk struktuk balok dilakukan secara mekanik, dengan cara beton dari truck
mixer dituang ke bak penampungan pada concrete pump untuk selanjutnya
dituangkan langsung ke tempat bekisting.
➢ Pemadatan dibantu dengan vibrator mekanikal type tertentu dalam jumlah yang
memadai. Selang vibrator dibenamkan sampai batas kedalaman beton sebelumnya
dan agar tidak terjadi kantong udara. Vibrator tidak mengenai tulangan atau
penutup (shutter) kecuali penutup dari beton
➢ Lama penggetaran pada suatu tempat yang sama secara manual dapat dideteksi
dengan indera pendengaran. Jika alat vibrator di dalam beton frekwensi suara yang
dihasilkan rendah dan semakin meninggi. Saat frekwensi suara yang dihasilkan
konstan dimungkinkan pemadatan sudah cukup. Atau ditentukan sesuai dengan
spesifikasi teknis dalam dokumen lelang.
➢ Selanjutnya dilakukan perawatan beton sesuai spesifikasi teknis.
Pek. Penulangan Beton Besi Ulir
Baja tulangan dan sengkang yang telah dipotong dan dibengkokan dibawa ke lapangan
untuk dipasang pada posisi sesuai dengan gambar pelaksanaan. Kegiatan yang dilakukan
pada pekerjaan pemasangan tulangan yaitu :
➢ Pemeriksaan diameter, panjang dan bentuk tulangan sebelum baja tulangan tersebut
terpasang
➢ Jarak antar tulangan serta jumlah tulangan, baik untuk tulangan lentur maupun tulangan
geser
➢ Sengkang dipasang secara manual. Pemasangan sengkang dilakukan dengan kawat beton
➢ Memastikan daerah-daerah dan ukuran panjang penyaluran, sambungan lewatan dan
panjang penjangkaran sesuai yang direncanakan
➢ Pemeriksaan tebal selimut beton dengan memasang tahu beton sebagai acuan sesuai tebal
tebal selimut beton yang akan di cor
➢ Pembesian Pekerjaan Balok Beton B1, Uk. 30 x 60 Cm dalam pemasangan ini harus
diikutsertakan dalam pengecoran karena merupakan satu kesatuan dengan pembesian
balok.
Pekerjaan Bekisting 2x Pemakaian
Bekisting untuk balok beton dibuat sebagai acuan pembentukan dimensi beton balok yang
diinginkan sesuai gambar, bekisting Balok ini menggunakan Kayu kelas III dan diberi
tembiring usuk 4/6 dan stut menggunakan kayu 4/6 cm dengan ketentuan sebegai berikut
:
➢ Bekisting harus dibuat dan dipasang sesuai dengan bentuk, ukuran dan posisi
seperti yang disyaratkan pada gambar rencana
➢ Bekisting harus cukup kuat untuk memikul tekanan atau beban yang diakibatkan
oleh beton basah, beban pelaksanaan dan beban-beban lainnya
➢ Bekisting harus cukup kaku (stabil) artinya harus dapat menghasilkan bentuk yang
tetap bag struktur beton sesuai yang direncanakan
➢ Perencanaan bekisting harus didasarkan oleh kemudahan pemasangan, kemudahan
pembongkaran, kecepatan pemasangan dan biaya yang efisien.
➢ Sambungan bekisting harus baik sehingga tidak rusak/bocor pada saat pelaksanaan
pengecoran dan juga tidak merusak beton
➢ Bahan bekisting harus terbuat dari bahan yang tidak menyerap air semen dan juga
tidak merusak beton
➢ Pemasangan bekisting harus benar-benar sesuai dengan gambar rencana baik
secara vertical maupun horizontal
➢ Bekisting pada pekerjaan Balok Beton B1, Uk. 30 x 60 Cm beton ini digunakan
untuk 2 kali pemakaian.
DIVISI III
A. Pekerjaan Sheet Pile dan Konstruksi
1. Pekerjaan Beton Caping dan Balok
1.1 Pekerjaan Struktur Beton Caping Dan Balok, Uk 60 x 80 Cm
Pekerjaan Cor Beton K300
Asumsi Pekerjaan menggunakan alat berat (cara mekanik)
Pelaksanaan pengecoran.
➢ Sebagai persiapan, lokasi pengecoran dibersihkan dari sampah, potongan kayu,
bendrat, paku dan sampah lainnya dengan penghisap debu, kompressor dan atau
air.
➢ Bekisting dilumuri mould oil hingga rata. Kebocoran bekisting telah dicek dan
disumbat. Sambungan dengan pengecoran sebelumnya telah disiram dengan
calbond atau air semen serta bekisting dibebaskan dari genangan air. Sebelum
instruksi pengecoran segala persetujuan yang diperlukan telah diurus dan disetujui
oleh direksi/owner dan pengawas pekerjaan.
➢ Untuk struktuk balok dilakukan secara mekanik, dengan cara beton dari truck
mixer dituang ke bak penampungan pada concrete pump untuk selanjutnya
dituangkan langsung ke tempat bekisting.
➢ Pemadatan dibantu dengan vibrator mekanikal type tertentu dalam jumlah yang
memadai. Selang vibrator dibenamkan sampai batas kedalaman beton sebelumnya
dan agar tidak terjadi kantong udara. Vibrator tidak mengenai tulangan atau
penutup (shutter) kecuali penutup dari beton
➢ Lama penggetaran pada suatu tempat yang sama secara manual dapat dideteksi
dengan indera pendengaran. Jika alat vibrator di dalam beton frekwensi suara yang
dihasilkan rendah dan semakin meninggi. Saat frekwensi suara yang dihasilkan
konstan dimungkinkan pemadatan sudah cukup. Atau ditentukan sesuai dengan
spesifikasi teknis dalam dokumen lelang.
➢ Selanjutnya dilakukan perawatan beton sesuai spesifikasi teknis.
Pek. Penulangan Beton Besi Ulir
Baja tulangan dan sengkang yang telah dipotong dan dibengkokan dibawa ke lapangan
untuk dipasang pada posisi sesuai dengan gambar pelaksanaan. Kegiatan yang dilakukan
pada pekerjaan pemasangan tulangan yaitu :
➢ Pemeriksaan diameter, panjang dan bentuk tulangan sebelum baja tulangan tersebut
terpasang
➢ Jarak antar tulangan serta jumlah tulangan, baik untuk tulangan lentur maupun
tulangan geser
➢ Sengkang dipasang secara manual. Pemasangan sengkang dilakukan dengan kawat
beton
➢ Memastikan daerah-daerah dan ukuran panjang penyaluran, sambungan lewatan dan
panjang penjangkaran sesuai yang direncanakan
➢ Pemeriksaan tebal selimut beton dengan memasang tahu beton sebagai acuan sesuai
tebal tebal selimut beton yang akan di cor
➢ Pembesian Beton Caping dan Balok ini dalam pemasangan ini harus diikutsertakan
dalam pengecoran karena merupakan satu kesatuan dengan pembesian Caping dan
balok.
Pekerjaan Bekisting 2x Pemakaian
Bekisting untuk beton caping dan balok dibuat sebagai acuan pembentukan dimensi beton
balok yang diinginkan sesuai gambar, bekisting Balok ini menggunakan Kayu kelas III
dan diberi tembiring usuk 4/6 dan stut menggunakan kayu 4/6 cm dengan ketentuan
sebegai berikut :
➢ Bekisting harus dibuat dan dipasang sesuai dengan bentuk, ukuran dan posisi
seperti yang disyaratkan pada gambar rencana
➢ Bekisting harus cukup kuat untuk memikul tekanan atau beban yang diakibatkan
oleh beton basah, beban pelaksanaan dan beban-beban lainnya
➢ Bekisting harus cukup kaku (stabil) artinya harus dapat menghasilkan bentuk yang
tetap bag struktur beton sesuai yang direncanakan
➢ Perencanaan bekisting harus didasarkan oleh kemudahan pemasangan, kemudahan
pembongkaran, kecepatan pemasangan dan biaya yang efisien.
➢ Sambungan bekisting harus baik sehingga tidak rusak/bocor pada saat pelaksanaan
pengecoran dan juga tidak merusak beton
➢ Bahan bekisting harus terbuat dari bahan yang tidak menyerap air semen dan juga
tidak merusak beton
➢ Pemasangan bekisting harus benar-benar sesuai dengan gambar rencana baik
secara vertical maupun horizontal
➢ Bekisting pada pekerjaan beton caping dan balok beton ini digunakan untuk 2 kali
pemakaian.
2 Pekerjaan Sheet Pile Beton
Pengadaan Sheet Pile Beton Type FPC - 220.10 S-A Mutu Beton K-700 (P=11,95 m)
Metode Kerja :
- Untuk memudahkan transportasi material ke lokasi pekerjaan maka jalan kerja perlu
dibentuk dan dibuat sisi rencana turap beton yang berupa timbunan batu kapur tebal 30 cm
yang di padatkan.
- Sheet pile adalah produk pabrikasi dengan spesifikasi sesuai standar spesifikasi
yang ditentukan oleh pengangkutan dari site dengan mengguanakan crawler crane 15 Ton
( Service Crane ).
- Dalam pekerjaaan pengadaan Sheet pile hal-hal yang harus diperhatikan adalah
Handling Method.
- Beton mempunyai kuat karakteristik yang sudah memenuhi untuk melawan tegangan
tekan tapi lemah terhadap tegangan tarik dan tegangan lentur.
- Cara mengangkat material Sheet pile, pengangkatan dibuat dengan 2 atau 4 titik angkat.
Dalam hal 2 titik angkat, kedudukan seling baja harus berada pada 2/10 dari total panjang
dari kedua ujung tiang
Pemasangan Sheet Pile Beton (P=11,95 m)
1. Lakukan perhitungan analisis untuk mengecek kedalaman Sheet pile dan Mini Pile yang tertanam
berdasarkan type sheet pile yang dipakai dan data tanah hasil soil investigation. (Cek
Perhitungan).
2. Pengukuran area pemancangan sheet pile dengan menggunakan theodolite.
3. Lakukan penumpukkan sheet pile sedekat mungkin dengan lokasi pemancangan sehingga dapat
dijangkau langsung oleh Crawler Crane, sehingga penggunaan Crane service dapat
diminimalkan.
4. Untuk mendapatkan hasil pemancangan yang lurus dapat dilakukan dengan pemasangan guide
Wall terlebih dahulu
5. Lakukan pemancangan sheet pile sesuai urutan yang telah ditentukan dengan
menggunakan Crawler Crane 35/45 Ton + Vibro Hammer 60 KVa dan Genset 250 Kva.
Pastikan pemancangan pertama tegak lurus, karena akan berpengaruh terhadap ketegakan
sheet pile berikutnya. Pemancangan hanya sampai elevasi + 1.00 m’ di atas level rencana,
karena connecting antar sheet pile dapat mengakibatkan sheet pile yang telah terpancang
amblas sewaktu pemancangan sheet pile sebelahnya.
Setelah 10~15 sheet pile pemancangan dapat dilanjutkan sampai elevasi rencana dan
pemancangan dapat dilanjutkan sesuai urutan yang sama.
Kecenderungan sheet pile selalu miring ke arah pemancangan (membentuk kipas) akibat
getaran vibro & pemancangan tidak tegak lurus, hal ini dapat diatasi dengan alat bantu katrol
untuk menarik sheet pile menjadi lurus setelah selesai pemancangan.
Pekerjaan Reiling Pagar
Bahan :
• Besi Pipa Hitam BS Medium A, Dia. 3"
• Besi Pipa Hitam BS Medium A, Dia. 2"
• Besi Plat 10 mm 120x240 cm
• Pengecatan Cat Anti Karat
• Cat Meni
• Cat Besi
• Cat Besi
• Kuas
• Pengencer/Minyak Cat
Pelaksanaan :
➢ Marking as & elevasi untuk posisi railing sesuai gambar kerja.
➢ Tentukan letak tiang railing sesuai gambar kerja.
➢ Pasang tiang railing pada awal lantai atasnya.
➢ Tarik benang antara kedua tiang railing.
➢ Pasang tiang railing sesuai jarak yang telah ditentukan.
➢ Matikan dudukan Tiang Railing.
➢ Pasang railing horizontal dengan menumpu pada tiang. ratakan & haluskan
sambungan serta bersihkan railing tangga yang telah terpasang.
➢ Cek ketegakan tiang, kemudian matikan dengan dynabolt
➢ Sebelum mulai pengerjaan dengan pengecatan, semua perlengkapan, fixtures dan
sejenisnya harus disingkirkan dan baru dikembalikan lagi setelah pekerjaan selesai.
Seluruh pelaksanaan pekerjaan cat harus sesuai dengan persyaratan yang tercantum dalam
PTI (Peraturan Cat Indonesia) 1961.
➢ Cat besi sebelumnya membersihkan permukaan besi dari karat, sisa-sisa permukaan
mengelas, lemak, minyak dan kotoran lain.
V. PEKERJAAN TAMBAHAN
V.1 Pekerjaan Pembuatan Outlet Drainase ke Sungai
Pemasangan Beton Precast U Ditch G 5Ton, Uk. 120x120x120 cm
Pemasangan BETON PRACETAK U-DITCH
▪ Beton pracetak U-ditch yang sudah berumur lebih dari 7 hari dari fabrikasi dikirim ke lokasi dan
di stok di lokasi dekat pemasangan.
▪ Pemindahan BETON PRACETAK U-DITCH dari stock yard ke tempat pemasangan
menggunakan forklift dengan kapasitas sesuai berat material. Biasanya kapasitan forklift yang
harus disediakan adalah 2 x berat material.
▪ Pemasangan BETON PRACETAK U-DITCH menggunakan excavator atau crane tergantung pada
berat material yang diangkat. Biasanya kapasitas crane atau excavator = 5 x berat material yang
diangkat. Pemasangan dilakukan setelah cor lantai kerja berumur minimal 1 hari.
▪ Di atas BETON PRACETAK U-DITCH sebaiknya dipasang caping beam dari beton cor di tempat,
berfungsi untuk menjaga posisi beton pracetak u-dtich agar tidak bergeser ke kiri atau ke kanan
oleh desakan tanah setelah pengurugan kembali.
▪ Pengelasan plat penyambung antar beton pracetak u-dtich
▪ Pekerjaan nat, Spasi antar BETON PRACETAK U-DITCH ditutup dengan spesi.
V.2 Pekerjaan Beton
Pek. Cor Beton K-300
Pelaksanaan pengecoran.
➢ Sebagai persiapan, lokasi pengecoran dibersihkan dari sampah, potongan kayu,
bendrat, paku dan sampah lainnya dengan penghisap debu, kompressor dan atau
air.
➢ Bekisting dilumuri mould oil hingga rata. Kebocoran bekisting telah dicek dan
disumbat. Sambungan dengan pengecoran sebelumnya telah disiram dengan
calbond atau air semen serta bekisting dibebaskan dari genangan air. Sebelum
instruksi pengecoran segala persetujuan yang diperlukan telah diurus dan disetujui
oleh direksi/owner dan pengawas pekerjaan.
➢ Untuk Plat Beton penuangan dilakukan secara mekanik, dengan cara beton dari
truck mixer dituang ke bak penampungan pada concrete pump untuk selanjutnya
dituangkan langsung ke tempat bekisting (untuk lokasi yang tidak memerlukan
concrete pump dapat langsung dituang dari truck mixer melalui talang cor). Tinggi
jatuh beton pada saat pengecoran tidak lebih dari 1,5 meter agar tidak terjadi
pemisahan antara batu pecah yang berat dengan pasta beton, (segregasi).
➢ Pemadatan dibantu dengan vibrator mekanikal type tertentu dalam jumlah yang
memadai. Selang vibrator dibenamkan sampai batas kedalaman beton sebelumnya
dan agar tidak terjadi kantong udara. Vibrator tidak mengenai tulangan atau
penutup (shutter) kecuali penutup dari beton
➢ Lama penggetaran pada suatu tempat yang sama secara manual dapat dideteksi
dengan indera pendengaran. Jika alat vibrator di dalam beton frekwensi suara yang
dihasilkan rendah dan semakin meninggi. Saat frekwensi suara yang dihasilkan
konstan dimungkinkan pemadatan sudah cukup. Atau ditentukan sesuai dengan
spesifikasi teknis dalam dokumen lelang.
➢ Selanjutnya dilakukan perawatan beton sesuai spesifikasi teknis.
Pekerjaan Penulangan Beton Besi Ulir
Baja tulangan dan sengkang yang telah dipotong dan dibengkokan dibawa ke lapangan
untuk dipasang pada posisi sesuai dengan gambar pelaksanaan. Kegiatan yang dilakukan
pada pekerjaan pemasangan tulangan yaitu :
➢ Pemeriksaan diameter, panjang dan bentuk tulangan sebelum baja tulangan tersebut
terpasang
➢ Jarak antar tulangan serta jumlah tulangan, baik untuk tulangan lentur maupun
tulangan geser
➢ Sengkang dipasang secara manual. Pemasangan sengkang dilakukan dengan kawat
beton
➢ Memastikan daerah-daerah dan ukuran panjang penyaluran, sambungan lewatan dan
panjang penjangkaran sesuai yang direncanakan
➢ Pemeriksaan tebal selimut beton dengan memasang tahu beton sebagai acuan sesuai
tebal tebal selimut beton yang akan di cor
➢ Pembesian Beton dalam pemasangan ini harus diikutsertakan dalam pengecoran
karena merupakan satu kesatuan.
Pekerjaan Bekisting 2x Pemakaian
Bekisting Beton dibuat sebagai acuan pembentukan dimensi beton pondasi yang
diinginkan sesuai gambar, bekisting pondasi ini menggunakan Kayu kelas III dan diberi
tembiring usuk 4/6 dan stut menggunakan kayu 4/6 cm dengan ketentuan sebegai berikut:
➢ Bekisting harus dibuat dan dipasang sesuai dengan bentuk, ukuran dan posisi seperti yang
disyratkan pada gambar
➢ Bekisting harus cukup kuat untuk memikul tekanan atau beban yang diakibatkan oleh
beton basah, beban pelaksanaan dan beban-beban lainnya
➢ Bekisting harus cukup kaku (stabil) artinya harus dapat menghasilkan bentuk yang tetap
bag struktur beton sesuai yang direncanakan
➢ Perencanaan bekisting harus didasarkan oleh kemudahan pemasangan, kemudahan
pembongkaran, kecepatan pemasangan dan biaya yang efisien.
➢ Sambungan bekisting harus baik sehingga tidak rusak/bocor pada saat pelaksanaan
pengecoran dan juga tidak merusak beton
➢ Bahan bekisting harus terbuat dari bahan yang tidak menyerap air semen dan juga tidak
merusak beton
➢ Pemasangan bekisting harus benar-benar sesuai dengan gambar rencana baik secara
vertical maupun horizontal
➢ Bekisting ini digunakan untuk 2 kali pemakaian
PEKERJAAN PENATAAN ANJUNGAN
PEKERJAAN PEDESTRIAN
Pekerjaan Lantai
a. Jenis Material
➢ Lantai Granit infinity 60 x 60 cm Motif dan Kasar
➢ Lantai Batu Alam Andesit Bakar
➢ Lantai Ubin Pengarah Difable
➢ Lantai Batu Refleksi
Pekerjaan Lantai menggunakan material dengan kualitas yang baik yang telah
cukup kering dengan permukaan yang rata yang dipasang diatas lantai kerja.
b. Teknis Pelaksanaan
➢ Adukan dasar dengan minimal 1,5 cm sebagai perata permukaan dengan kepala
pemasangan ( patok ) tiap 2 cm. Adukan harus rata, penuh dan tidak berongga.
❖ Adukan menggunakan komposisi 1 Ps : 3 Ps
➢ Pemasangan
❖ Adukan perekat untuk lantai harus betul-betul padat/penuh agar tidak terdapat
rongga-rongga dibawah keramik yang dapat melemahkan kontruksi.
Sambungan antara keramik dengan keramik harus sama lebarnya, lurus dan
harus diisi dengan air semen yang warnanya sesuai dengan warna keramik.
Hasil pasangan akhir harus rata tidak bergelombang dan waterpass.
❖ Pekerjaan yang telah selesai tidak boleh ada yang retak, noda dan cacat-cacat
lainnya. Apabila terjadi cacat pada lantai, maka bagian cacat tersebut harus
dibongkar sampai berbentuk bujur sangkar dan pasangan baru harus rata
dengan sekitarnya.
❖ Pasangan keramik lantai dimulai dari sudut bangunan yang siku.
❖ Permukaan pasangan keramik harus datar dan waterpass pada lantai.
❖ Tarikan benang dipasang tiap rencana 3 keramik ke arah panjang dan 6 keramik
ke arah lebar, benang juga berfungsi sebagai acuan peil lantai.
❖ Pengecekan kemiringan permukaan lantai keramik dan nat dilakukan untuk
setiap 1 m2 pemasangan.
❖ Pengisian nat dilakukan setelah 2 x 24 jam dan gunakan lap selalu untuk
membersihkan adukan yang tercecer.
c. Hasil akhir
➢ Permukaan harus rata dan lebar nat harus sama serta lurus.
➢ Keramik yang retak harus diganti.
Pekerjaan Pengecatan
a. Pekerjaan Pengecatan beton untuk tempat duduk.
b. Cat Tembok
Cat tembok menggunakan merk Nippon.
Cat tembok untuk dinding yang diplaster, bidang – bidang beton.
Pengecatan dinding harus dilakukan menurut proses sebagai berikut
Membersihkan bidang tembok yang akan dicat.
Mengecat tembok 2 kali, sehingga menghasilkan bidang pengecatan
yang merata sama dan tidak terdapat belang–belang atau noda – noda
mengelupas.
Pengecatan dengan cat tembok emulsi sampai rata, minimal 2 kali.
Warna yang digunakan ditentukan oleh pihak Direksi Teknis.
Pekerjaan Tanaman:
2..1 Pohon Ketapang Kencana
Pohon Ketapang Kencana diadakan dengan ketinggian Minimal 2,5 sampai dengan 3
Meter di tanam sesuai gambar rencana dengan jaminan/garansi Tumbuh sampai minimal
waktu masa pemeliharaan berakhir.
2..2 Pohon Tabebuya Kuning
Pohon Tabebuya Kuning diadakan dengan ketinggian Minimal 2,5 sampai dengan 3 Meter
di tanam kombninasi dengan Pohon Ketapang Kencana sesuai dengan petunjuk Direksi
dengan jaminan/garansi Tumbuh sampai minimal waktu masa pemeliharaan berakhir.
2..3 Pohon Palm Raja
Pohon Palm Raja diadakan dengan ketinggian kurang lebih 2 Meter di tanam di tanah
subur dengan pupuk sesuai kebutuhan dengan jaminan/garansi tumbuh sampai minimal
waktu masa pemeliharaan berakhir.
2..4 Tanaman Rumput Gajah Mini
Tanaman ini ditanam sesuai dengan luasan yang pada gambar kerja dan sesuai petunjuk
Direksi Teknis dengan jaminan/garansi Tumbuh sampai minimal waktu masa
pemeliharaan berakhir.
Pekerjaan Ayunan
Pekerjaan Ayunan dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi dan gambar kerja pada
dokumen perencanaan.
Pekerjaan Pemasangan Pipa Pembuang PVC 4” Dan Accessoriesnya
1. Sebelum pekerjaan pemasangan pipa dimulai, dimensi penempatan pipa harus
diperiksa terlebih dahulu oeleh direksi/pengawas lapangan yang kemudian
disahkan dengan berita acara pemeriksaan
2. Pemasangan pipa dan accessoriesnya harus dilakukan dengan hati-hati agar pipa
dan accesoriessnya tidak rusak, kemudian sebelum penyambungan pipa
dilaksanakan, seleuruh kotoran harus segera dibersihkan/dihilangkan dari tempat
penyambungan setelah itu harus diteliti kedudukan kedua pipa yang akan
disambung tersebut apakah sudah berada pada satu garis lurus.
3. Melakukan pengetasan pemanfaatan system perpipaan yang telah dikerjakan
4. Setelah pekerjaan pemasangan pipa telah selesai secara keseluruhan agar
dibuatkan berita acara pemeriksaan dari pengawas lapangan
Pekerjaan Pemotongan Beton (Concrete Cutting)
Pekerjaan Pemotongan Beton dilakukan dengan menggunakan alat pemotong beton
dengan dimensi sesuai dengan gambar kerja pada dokumen perencanaan.
Pemasangan Tiang Lampu Pipa GIP 4" + Armatur Motif
Pemasangan Tiang Lampu menggunakan Pipa GIP 4" Medium A dan menggunakan
Armatur Motif sesuai dengan spesifikasi petunjuk direksi teknis.
Pemasangan Bangku Besi Taman
Pekerjaan Bangku Besi Taman diadakan sesuai dengan petunjuk direksi.
Pas. Baut Angker L Dia.19
Pekerjaan Baut Angker L Dia.19 dengan panjang 60 cm dilaksanakan untuk mengikat
bangunan baru agar kokoh pada tempatnya.
Pekerjaan Elektrikal
Pekerjaan Elektrikal dilaksanakan oleh tenaga elektrikal dengan kualifikasi minimal Ahli
Muda Elektrikal dengan item pekerjaan sebagai berikut:
a. Pekerjaan Panel + Accessories
b. Pemasangan Batang Konduktor / Grouding Rod Ø 5/8", Kawat BC Ø 6 mm2
c. Pekerjaan Jaringan Kabel Daya NYFGBY 4x6 mm2
d. Pekerjaan Jaringan Kabel Instalasi Penghantar NYM 3x2,5 mm2 + Accessories
e. Pemasangan Stop Kontak Outdoor
f. Pasang Baru Daya Listrik 5000 Watt + Biaya UJL + Biaya SLO
Pekerjaan Tempat Sampah
Pekerjaan Tempat Sampah terbuat dari bahan beton bertulang finishing granit 60x60cm
dengan dilengkapi dengan bak tempat sampah kualitas baik dengan Pintu Besi Plat
Stainless 304 dilaksanakan sesuai dengan dan gambar kerja pada dokumen perencanaan.
Pekerjaan Tempat Duduk Beton
Pekerjaan Tempat Duduk Beton terbuat dari Beton dengan mutu K-175 finishing keramik
motif sedang Tempat duduk beton “I Love U” finishing Cat kualitas Baik dilaksanakan
sesuai dengan dimensi gambar kerja dan petunjuk Direksi.
Perkerasan Aspal
Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair
Uraian Pelaksanaan:
- Aspal dan Minyak Flux dicampur dan dipanaskan sehingga menjadi campuran aspal
cair
- Permukaan yang akan dilapis dibersihkan dari debu dan kotoran dengan Air
Compressor
- Campuran aspal cair disemprotkan dengan Asphalt Distributor ke atas permukaan yang
akan dilapis.
Laston Lapis Antara (AC-WC)
Uraian Pelaksanaan:
- Agregat dan aspal dicampur dan dipanaskan dengan dengan AMP untuk dimuat
langsung ke dalam Dump Truck dan diangkut ke lokasi pekerjaan
- Campuran panas AC dihampar dengan Finisher dan dipadatkan dengan Tandem &
Pneumatic Tire Roller
- Selama pemadatan, sekelompok pekerja akan merapikan tepi hamparaan dengan
menggunakan Alat Bantu
Bahan anti pengelupasan
Uraian Pelaksanaan:
- Bahan anti pengelupasan ditambahkan dalam bentuk cairan di timbang 0,30 % dari
Aspal (Kuantitas ACWC) sesaat sebelum dilakukan proses pencampuran di pugmil
Pekerjaan Pembersihan dan Finishing
Setelah Pekerjaan dinyatakan telah selesai maka sisa – sisa material harus dibersihkan dari
lokasi Proyek.
Pekerjaan Pembersihan
➢ Semua sisa bahan – bahan, setelah pekerjaan selesai harus diangkut keluar lokasi.
➢ Setelah pekerjaan dianggap selesai maka semua bangunan yang masih kotor harus
dibersihkan / dicuci.| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 22 February 2022 | Paket V Peningkatan Jalan Ruas Tanah Karaeng - Allu | Kab. Gowa | Rp 9,717,312,660 |
| 18 June 2021 | Peningkatan Jalan Allu-Bisangka-Lombupeo Dan Jalan Tolo-Pannyawakkang Dak Reguler | Kab. Jeneponto | Rp 9,079,826,400 |
| 22 February 2022 | Peningkatan Jalan Ruas Tole-Tole - Landangi | Kab. Luwu Timur | Rp 8,377,068,000 |
| 25 May 2022 | Lanjutan Pembangunan Tanggul Sungai Malili | Kab. Luwu Timur | Rp 8,025,000,000 |
| 19 May 2021 | Paket V (Dau) Terdiri Dari 7 Ruas Di Kecamatan Bontonompo, Bontonompo Selatan, Dan Bajeng Barat | Kab. Gowa | Rp 5,831,967,750 |
| 5 June 2022 | Lanjutan Gadis 2 | Kab. Enrekang | Rp 4,150,000,000 |
| 22 April 2021 | Paket IV Dak Fisik Sd | Kota Palopo | Rp 4,059,649,162 |
| 4 June 2021 | Pembangunan Jalan Paket 7 (Tujuh) Bm | Kab. Luwu Timur | Rp 3,800,000,000 |
| 24 June 2021 | Pembangunan Kantor Camat Marusu Kec. Marusu | Kab. Maros | Rp 3,000,000,000 |
| 7 March 2022 | Pengaspalan Jalan Borong-Borong - Kassi Loe (Dak) | Kab. Pangkajene Kepulauan | Rp 3,000,000,000 |