| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0657045340804000 | Rp 299,554,743 | - | |
| 0662301308803000 | Rp 312,152,742 | SBU tidak memenuhi | |
| 0715061248805000 | Rp 298,669,562 | Bukti alat terlampir tidak valid | |
| 0942814674803000 | Rp 305,009,286 | Personil yang diusulkan untuk Pengawas Lapangan bukan Pelaksana Untuk Alat Milik sendiri tidak disertai dengan bukti kepemilikan | |
| 0954946372803000 | - | - | |
| 0912936721803000 | - | - | |
| 0953194420803000 | - | - | |
| 0845791904803000 | - | - | |
| 0729115360803000 | - | - | |
| 0726807225803000 | - | - | |
Dwi Karya Konstruksi | 06*8**7****03**0 | - | - |
| 0028099257803000 | - | - | |
| 0954241774807000 | - | - | |
CV Usaha Konstruksi | 0903365476803000 | - | - |
| 0856172879803000 | - | - | |
| 0810474437803000 | - | - | |
| 0018161158803000 | - | - | |
| 0853672129805000 | - | - | |
| 0028467165803000 | - | - | |
| 0862979481803000 | - | - | |
| 0810113977803000 | - | - | |
| 0030048102955000 | - | - | |
| 0943307496803000 | - | - | |
| 0908032790803000 | - | - | |
| 0661550251803000 | - | - |
PEMERINTAH KABUPATEN LUWU TIMUR
DINAS PARIWISATA KEPEMUDAAN DAN OLAH RAGA
METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN PANGGUNG UPACARA
LAPANGAN SEPAK BOLA
2023
KONSULTAN PERENCANA :
CV. ALIEF ENGINEERING KONSULTAN
DAFTAR ISI
PEKERJAAN PERSIAPAN DAN PENGUKURAN ...................................................................................................1
PEKERJAAN GALIAN DAN URUGAN .................................................................................................................2
PEKERJAAN PONDASI BATU KALI ...................................................................................................................4
PEKERJAAN BETON ........................................................................................................................................5
PEKERJAAN PASANGAN BATU BATA DAN PLESTERAN .................................................................................. 10
PEKERJAAN LANTAI DAN DINDING KERAMIK .............................................................................................. 12
PEKERJAAN RANGKA BESI .......................................................................................................................... 13
PEKERJAAN RANGKA BAJA RINGAN DAN ATAP ......................................................................................... 15
PEKERJAAN LANGIT-LANGIT ........................................................................................................................ 16
PEKERJAAN PENGECATAN ............................................................................................................................ 17
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Panggung Upacara
PEKERJAAN PERSIAPAN DAN PENGUKURAN
Lingkup Pekerjaan
Pek. Pengukuran dan Pasangan Bouwplank
Standar Bahan
Balok kayu 5 x 7
Papan kayu
Paku
Peralatan yang digunakan
Gergaji
Palu
Linggis
Meteran
Selang Timbang
Benang Nilon
Personil yang terlibat
Pelaksana Teknis
Seluruh Mandor
Seluruh Kepala Tukang
Seluruh Pekerja
Metode Pelaksanaan
Sebelum memulai pekerjaan ini, Kontraktor diwajibkan mempelajari dengan seksama
rencana tapak dan titik mula/awal pembangunan dan referensi koordinat, pengukuran
sesuai dengan peteunjuk Konsultan Pengawas atau seperti yang tercantum dalam gambar
kerja.
Bila ada ketidak sesuaian ukuran dilapangan terhadap gambar kerja, Kontraktor
diwajibkan memberitahukan hal tersebut kepada Konsultan Pengawas secara tertulis untuk
mendapatkan cara penyelesaian yang terbaik.
Jumlah BM/patok ukur yang harus dibuat oleh Kontraktor minimum 2 (dua) buah, lokasi
penanaman sesuai petunjuk Konsultan Pengawas sedemikian rupa sehingga tidak
mengganggu dan atau terganggu selama pembangunan berlangsung.
Patok ukur dibuat tertancap kuat di tanah dengan bagian yang muncul diatas muka tanah
cukup untuk memberikan indikasi peil P +/- 0.00 sesuai dengan gambar kerja. Diatasnya
dicantumkan indikasi peil P +/- 0.00 sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas.
Untuk daerah yang mempunyai perbedaan elevasi sangat tajam, diperlukan patok ukur
tambahan yang dapat dipakai sebagai patokan elevasi - elevasi didaerah tersebut.
Patok ukur dibuat permanen, tidak dapat diubah, diberi tanda yang jelas dan dijaga
keutuhannya sampai pembangunan selesai. Pembongkaran hanya dapat dilakukan bila
ada instruksi tertulis dari Konsultan Pengawas.
Bouwplank dipasang pada patok kayu kasau kelas III berukuran 5/7, tertancap ditanah
sehingga tidak dapat digerak-gerakkan atau diubah-ubah, berjarak maksimum 1.50 m
satu dengan yang lainnya.
Patok ukur dibuat permanen, tidak dapat diubah, diberi tanda yang jelas dan dijaga
keutuhannya sampai pembangunan selesai. Pembongkaran hanya dapat dilakukan bila
ada instruksi tertulis dari Konsultan Pengawas.
Bouwplank dipasang pada patok kayu kasau kelas III berukuran 5/7, tertancap ditanah
sehingga tidak dapat digerak-gerakkan atau diubah-ubah, berjarak maksimum 1.50 m
satu dengan yang lainnya.
Sebelum memulai pekerjaan ini, Kontraktor diwajibkan mempelajari dengan seksama
rencana tapak dan titik mula/awal pembangunan dan referensi koordinat, pengukuran
sesuai dengan peteunjuk Konsultan Pengawas atau seperti yang tercantum dalam gambar
kerja.
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Panggung Upacara
Bila ada ketidak sesuaian ukuran dilapangan terhadap gambar kerja, Kontraktor
diwajibkan memberitahukan hal tersebut kepada Konsultan Pengawas secara tertulis untuk
mendapatkan cara penyelesaian yang terbaik.
Jumlah BM/patok ukur yang harus dibuat oleh Kontraktor minimum 2 (dua) buah, lokasi
penanaman sesuai petunjuk Konsultan Pengawas sedemikian rupa sehingga tidak
mengganggu dan atau terganggu selama pembangunan berlangsung.
Patok ukur dibuat tertancap kuat ditanah dengan bagian yang muncul diatas muka tanah
cukup untuk memberikan indikasi peil P +/- 0.00 sesuai dengan gambar kerja. Diatasnya
dicantumkan indikasi peil P +/- 0.00 sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas.
Untuk daerah yang mempunyai perbedaan elevasi sangat tajam, diperlukan patok ukur
tambahan yang dapat dipakai sebagai patokan elevasi - elevasi didaerah tersebut.
Patok ukur dibuat permanen, tidak dapat diubah, diberi tanda yang jelas dan dijaga
keutuhannya sampai pembangunan selesai. Pembongkaran hanya dapat dilakukan bila
ada instruksi tertulis dari Konsultan Pengawas.
Bouwplank dipasang pada patok kayu kasau kelas III berukuran 5/7, tertancap ditanah
sehingga tidak dapat digerak-gerakkan atau diubah-ubah, berjarak maksimum 1.50 m
satu dengan yang lainnya.
Patok ukur dibuat permanen, tidak dapat diubah, diberi tanda yang jelas dan dijaga
keutuhannya sampai pembangunan selesai. Pembongkaran hanya dapat dilakukan bila
ada instruksi tertulis dari Konsultan Pengawas.
Bouwplank dipasang pada patok kayu kasau kelas III berukuran 5/7, tertancap ditanah
sehingga tidak dapat digerak-gerakkan atau diubah-ubah, berjarak maksimum 1.50 m
satu dengan yang lainnya.
Bouwplank dibuat dari papan dengan ukuran tebal 3 cm dan lebar 25 cm dipasang lurus
dan diserut rata pada sisi disebelah atasnya. Tinggi sisi ataspapan bangunan harus sama
satu dengan yang lainnya dan rata/waterpass, kecuali dikehendaki lain oleh Konsultan
Pengawas
Bouwplank dipasang minimum sejarak 2 m dari as pondasi terluar. Apabila kondisi
lapangan tidak memungkinkan, bouwplank diletakkan sesuai dengan petunjuk Konsultan
Pengawas.
Setelah selesai pemasangan bouwplank, Kontraktor harus melaporkan kepada Konsultan
Pengawas untuk mendapatkan persetujuan dan harus menjaga serta memelihara keutuhan
dan ketetapan letak bouwplank selama pembangunan, sampai dinyatakan tidak
diperlukan lagi oleh Konsultan Pengawas.
PEKERJAAN GALIAN DAN URUGAN
Lingkup Pekerjaan
Menyediakan tenaga kerja, peralatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan
pekerjaan ini dengan hasil yang baik dan sempurna.
Pekerjaan ini meliputi
Galian tanah biasa untuk pondasi batu kali
Galian tanah biasa untuk pondasi poerplat
Urugan kembali galian tanah
Urugan/timbunan dan pemadatan peninggi lantai
Urugan pasir di bawah poerplat, di bawah rabat lantai dan pada bagian lain
yang dianggap perlu dan yang ditunjukkan pada gambar kerja
Standar bahan :
Bahan timbunan peninggi lantai berasal dari tanah sisa galian dan urugan kembali
pekerjaan di lokasi, selebihnya menggunakan material yang didatangkan dari
quari yang telah disetujui.
Pasir urug harus pasir yang bersih dari akar-akar, kotoran-kotoran, tidak
mengandung tanah dan tidak mengandung bahan kimia yang dapat merusak
bahan bangunan lainnya.
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Panggung Upacara
Pasir urug harus pasir yang bersih dari akar-akar, kotoran-kotoran, tidak
mengandung tanah dan tidak mengandung bahan kimia yang dapat merusak
bahan bangunan lainnya.
Peralatan yang digunakan
Sekop
Pacul
Linggis
Gerobak
Personil yang terlibat
Pelaksana Teknis
Petugas K3
Seluruh Mandor
Seluruh Kepala Tukang
Seluruh Pekerja
Metode pelaksanaan
Syarat galian
Penggalian harus dilakukan untuk mencapai garis elevasi permukaan dan kedalaman-
kedalaman yang diperlukan untuk pondasi, lantai dan lain-lain yang dipersyaratkan atau
diperlihatkan maupun diindikasikan pada gambar-gambar dengan cara sedemikian rupa
sehingga pekerjaan ini dapat selesai dengan baik sesuai dengan spesifikasi ini.
Penggalian tanah mencakup pemindahan tanah serta batu-batuan lain yang di jumpai
dalam pekerjaan.
Penggalian untuk pondasi harus mempunyai lebar yang cukup untuk pembangunan maupun
memindahkan rangka/bekesting yang diperlukan, dan juga untuk mengadakan
pembersihan.
Kalau terjadi kesalahan dalam penggalian tanah untuk dasar pondasi sehingga dicapai
kedalaman yang melebihi apa yang tertera dalam gambar, maka kelebihan dari pada
galian harus di urug kembali dengan pasir. Biaya akibat pekerjaan tersebut ditanggung
oleh Kontraktor.
Lapisan atau hasil galian daerah pembangunan yang dipakai kembali, ditimbun ditempat
yang ditunjuk dan atas persetujuan Pengawas untuk digunakan dalam pekerjaan urugan
peninggi lantai panggung.
Jika dijumpai akar-akar/bahan yang bisa melapuk pada keadaan yang diperlihatkan
dalam gambar-gambar maka-akar.bahan tersebut harus diangkat dan di urug kembali
dengan pasir selanjutnya dilembabkan dan dipadatkan.
Galian pondasi harus dipadatkan kembali dipadatkan hingga mencapai mencapai
kondisi.
Syarat urugan :
.Bagian-bagian yang harus diurug sampai mencapai ketinggian yang ditentukan, tanah
urugan harus cukup baik, bebas dari sisa (rumput/akar-akar lain-lainya). Pengurugan
harus dilakukan lapis demi lapis tebal maksimal hamparan 30 cm setiap lapisan kemudian
sirtu/tanah tersebut dilembabkan sebelum dilakukan pemadatan Semua urugan kembali
dibawah atau di sekitar bangunan dan perkerasan harus sesuai dengan gambar rencana.
Material untuk pengurugan ini harus memenuhi spesifikasi ini.
Tanah sisa urugan atau tanah yang tidak dapat dipakai harus dibuang keluar site atau
atas petunjuk Kontraktor.
Bagian-bagian yang harus diurug sampai mencapai ketinggian yang ditentukan, tanah
urugan harus cukup baik, bebas dari sisa (rumput/akar-akar lain-lainya). Pengurugan
harus dilakukan lapis demi lapis tebal maksimal hamparan 30 cm setiap lapisan kemudian
sirtu/tanah tersebut dilembabkan sebelum dilakukan pemadatan.
Pemadatan lapisan menggunakan alat stamper minimal Mikasa MTR 80 sampai dengan
level yang diperlukan.
Semua urugan kembali dibawah atau di sekitar bangunan dan perkerasan harus sesuai
dengan gambar rencana. Material untuk pengurugan ini harus memenuhi spesifikasi ini.
Tanah sisa urugan atau tanah yang tidak dapat dipakai harus dibuang keluar site atau
atas petunjuk Kontraktor.
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Panggung Upacara
PEKERJAAN PONDASI BATU KALI
Lingkup pekerjaan
Menyediakan tenaga kerja, peralatan dan alat bantulainnya untuk melaksanakan
pekerjaan ini dengan hasil yang baik dan sempurna.
Pekerjaan ini melingkupi menyediakan tenaga kerja, peralatan dan alat bantu lainnya
yang digunakan agar pekerjaan ini terlaksana baik, pekerjaan ini meliputi:
Pekerjaan pasangan pondasi batu kosong
Pekerjaan pasangan pondasi batu kali
Standar Bahan:
Batu belah/batu kali/gunung dari jenis yang keras tidak keropos, adalah batu
besar yang dibelah-belah menjadi ukuran normal dan harus memenuhi P.U.B.I. (NI-3-
1970).
Batu kali yang digunakan adalah batu pecah, tidak berpori serta mempunyai kekerasan
sesuai dengan syarat-syarat dalam SK. SNI 1991. Ukuran batu kali max. 20 cm.
Pasangan batu belah tersebut harus di kerjakan dengan cara yang terbaik yang, batu
kali/gunung/pecah harus keras dengan permukaan kasar tanpa cacat atau retak.
Bahan batu belah/batu kali/gunung berasaldari quary yang telah disetujui oleh
Pengawas dan direksi
Bahan-bahan yang dipakai, sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-
contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari
Semen yang digunakan harus dari mutu yang terbaik, terdiri dari satu jenis merk dagang
setara semen Tonasa, Dynamit, Tiga roda atau atas persetujuan Konsultan Pengawas dan
pemberi pekerjaan.
Semen yang telah mengeras sebagian/seluruhnya tidak dibenarkan untuk digunakan.
Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih, tajam dan bebas dari bahan-
bahan organis, lumpur, tanah lempung dan sebagainya.
Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak,
asam, alkali dan bahan-bahan lain yang dapat menurunkan mutu pekerjaan.
Peralatan yang digunakan
Concrete Mixer (Molen)
Gerobak
Trowel
Peralatan tukang batu yang sesuai
Personil yang terlibat
Pelaksana Teknis
Seluruh Mandor
Seluruh Kepala Tukang
Seluruh Pekerja
Metode pelaksanaan
Pondasi batu kali menggunakan adukan dengan campuran 1 PC (Portland Cemen : 4 PP
(Pasir Pasang).
Adukan harus mengisi rongga di antara batu kali sedemikian rupa sehingga tidak ada
bagian dari pondasi yang berongga/tidak padat
Setelah pasangan batu belah/batu kali tersebut mencapai 24 jam baru diperbolehkan
melakukan pekerjaan lanjutan.
Adukan 1 PC : 4 PP pasir di pakai untuk seluruh plesteran .
Pekerjaan pemasangan batu kali dilaksanakan sesuai dengan ukuran dan bentuk -bentuk
yang di tunjukan dalam gambar. Tiap-tiap batu harus dipasang penuh dengan adukan
sehingga semua hubungan batu melekat satu dengan yang lainnya dengan sempurna,
semua batu harus di pasang diatas lapisan adukan dan di cetak di tempatnya sehingga
tegak.adukan harus mengisi penuh rongga-rongga antara batu untuk mendapatkan
masa yang kuat dan integral
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Panggung Upacara
PEKERJAAN BETON
Lingkup pekerjaan
Beton bertulang
Beton tak bertulang/cor cabat lantai kerja
Pembesian
Pemasangan beksiting
Tulangan besi, lengkap dengan kawat pengikatnya
Standar bahan
Semen
Yang dimaksud dari semen adalah portland cement seperti yang disebutkan pada
P.B.I. 1971.
Agregat Kasar
Split atau batu pecah/kerikil saring yang dipakai harus sesuai dengan PBI 1971.
Koral tidak diperkenankan untuk dipakai.
Untuk struktur atau pembetonan yang mempunyai volume besar, split yang dipakai
harus ukuran 10 mm sampai dengan 30 mm. Penggunaan batuan lain yang sifatnya
campuran tidak diperkenankan.
Pasir
Pasir yang digunakan harus dari quary yang disetujui oleh pengawas atau pihak
pemberi pekerjaan. Pasir terdiri dari butir-butir yang bersih dan bebas dari bahan-
bahan organis, lumpur dan sebagainya.
Mutu Beton
Kecuali disebutkan lain, mutu beton adalah sebagai berikut :
Pada umur 28 hari, kekuatan karakteristik (150 x 150) mm kubus beton adalah f’c =
16,9 Mpa (K-200) berlaku untuk pondasi, sloof, kolom, balok, dan ring balok.
Untuk lantai kerja yang ketebalannya ditunjukkan dalam gambar maka perbandingan
campurannya adalah 1 : 3 : 6 atau setara dengan beton mutu K 100
Bahan-bahan Tambahan
Bahan-bahan tambahan apapun yang akan dicampurkan pada adukan beton tidak
diperkenankan, kecuali telah ada ketentuan atau keputusan tertulis dari Pengguna
Jasa/Pengawas Lapangan untuk setiap macam bahan tambahan dan dalam hal yang
tertentu pula.
Tulangan/Besi Beton
Besi Ø 16 SNI digunakan sebagai tulangan utama pada pondasi poerplat, kolom
utama.
Besi Ø 10 SNI digunakan sebagai begel pada kolom utama, tulangan utama pada
sloof dan ringbalk.
Besi Ø 8 SNI digunakan pada begel pada sloof dan ringbalk.
Bekisting/mal cetakan
Papan cetakan 2 x 20 cm
Balok 5 x 10
Balok5 x 7
Balok 5 x 5
Paku
Air Kerja
Air yang digunakan dalam air yang bersih, tidak mengandung minyak, garam,
kotoran organik atau bahan – bahan lain yang dapat merusak beton dan besi. Air
untuk adukan dan untuk merawat beton harus bersih dan bebas dari semua kotoran
yang dapat merusak daya lekat semen atau dapat menurunkan mutu beton.
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Panggung Upacara
Peralatan yang digunakan
Peralatan pertukangan dan peralatan bantu yang sesuai
Concrete mixer
Concrete vibrator
Genset
Pompa air
Tandon air
Scafolding/Perancah
Personil yang terlibat
Pelaksana Teknis
Seluruh Mandor
Seluruh Kepala Tukang
Seluruh Pekerja
Metode Pelaksanaan
Pengecoran Beton
Kualitas beton harus di capai dalam pekerjaan struktur betonini adalah (K-200).
Evaluasi penentuan karakteristik ini digunakan ketentuan-ketentuan SNI 2847:2013.
Pemborong harus memberikan jaminan atas kemampuannya membuat kualitas beton
ini dengan memperlihatkan data-data pelaksanaan dilain tempat dengan
mengadakan Trial Mix.
Selama pelaksanaan harus dibuat benda-benda uji menurut ketentuan- ketentuan
dalam SNI 2847
: 2013, mengingat bahwa 32/C faktor yang sesuai disini adalah sekitar 0,52-0,55
maka pemasukan adukan kedalam cetakan benda uji dilakukan menurut SNI 2847 :
2013.
Pemborong harus membuat laporan tertulis atas data-data kualitas beton yang dibuat
dengan disahkan oleh Direksi Lapangan/ Konsultan Pengawas, laporan tersebut harus
dilengkapi dengan harga karakteristiknya.
Pengujian kubus percobaan harus dilakukan di laboratorium yang disetujui olehDireksi
Lapangan/Konsultan PengawasatasbiayaPemborong. Pengujian kubus selanjutnya
secara periodik mengikuti ketentuan-ketentuan dalam SNI 2847 : 2013
Jika perlu digunakan juga pembuatan kubus percobaan umur 7 (tujuh) hari dengan
ketentuan hasilnya tidak boleh kurang dari 65% kekuatan yang diminta pada 28 hari.
Jika hasil tekan benda uji tidak memberikan angka kekuatan yang diminta, maka
harus dilakukan pengujian beton ditempat dengan cara-cara seperti ditetapkan
dalam SNI 2847 : 2013.
Perawatan kubus percobaan tersebut adalah dalam pasir basah yang tidak
tergenang air, selama 7 (tujuh) hari dan selanjutnya dalam udara terbuka.
Pengadukan beton dalam angker tidak boleh kurang dari 75 detik terhitung setelah
seluruh komponen adukan masuk ke dalam mixer.
Penyampaian beton (adukan) dari mixer ke tempat pengecoran harus dilakukan
dengan cara yang tidak mengakibatkan terjadinya degradasi komponen-komponen
beton.
Harus menggunakan vibrator untuk pemadatan beton yang memenuhi ketentuan
dalam SNI 2847
: 2013.
Penempatan siar-siar pelaksanaan sepanjang tidak ditentukan lain dalam gambar
struktur, harus mengikuti ketentuan dalam SNI 2847 : 2013 dan sebelum pengecoran
beton dilaksanakan Pemborong harus membuat gambar pelaksanaan (shop drawing)
siar-siar tersebut yang telah disetujui oleh Direksi Lapangan/Konsultan Pengawas.
Siar-siar tersebut harus dibasahi terlebih dahulu dengan air semen yang diberi
campuran bahan pengikat (calbond atau sejenis) atas persetujuan Direksi
Lapangan/Konsultan Pengawas.
Selama pelaksanaan pengecoran beton berlangsung, harus diperhatikan letak
penulangan agar tidak berubah tempatnya. Jika kelalaian akan hal ini terjadi
sehingga menyebabkan perubahan kekuatan konstruksi maka segala resiko yang
timbul akibatnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemborong.
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Panggung Upacara
Pengecoran tidak diperkenankan selama hujan turun, air semen atau spesi tidak boleh
dihamparkan pada siar-siar pelaksanaan. Air semen atau spesi yang hanyut dan
terhampar harus dibuang dan diganti sebelum pekerjaan dilanjutkan. Pengecoran
yang sudah dimulai pada suatu bagian tidak boleh terputus sebelum selesai.
Beton tidak boleh dicor sebelum semua pekerjaan cetakan, baja tulangan beton,
pemasangan instalasi-instalasi yang harus ditanam, penyokongan dan pengikatan
serta penyiapan permukaan-permukaan yang berhubungan dengan pengecoran harus
mendapat perseujuan dari Direksi Lapangan/Konsultan Pengawas.
Sebelum pengecoran beton, semua permukaan pada tempat pengecoran harus bersih
dari zat- zat asing yang akan mempengaruhi/emngurangi kekuatan hasil pengecoran.
Beton tidak diperkenankan berhubungan dengan air yang mengalir sebelum beton
tersebut cukup keras.
Pemborong harus memasang lantai kerja (blinding course) yang merata di atas
permukaan tanah, yang terdiri dari lapisan beton setebal 5 cm dan mempunyai sifat
menyerap (absorptive), hal ini diperlukan untuk mempermudah pemasangan tulangan
dan pengecoran beton di atas dasar permukaan tanah.
Perhatian khusus perlu dicurahkan terhadap ketepatan tebal penutup beton, untuk itu
tulangan harus dipasang dengan penahan jarak yang terbuat dari beton dengan mutu
paling sedikit sama dengan mutu beton yang akan dicor. Bila tidak ditentukan lain,
maka penahan-penahan jarak dapat berbentuk blok- blok persegi atau gelang-
gelang yang harus dipasang sebanyak minimum 8 buah setiap meter cetakan atau
lantai kerja. Penahan-penahan jarak tersebut adalah bagian pekerjaan itu.
Direksi Lapangan/Konsultan Pengawas akan memeriksa hasil pekerjaan pembetonan
terhadap kemungkinan adanya cacat-cacat. Apabila terdapat cacat pada pkerjaan
pembetonan maka Pemborong harus memperbaikinya kembali atas biaya
Pemborong.
Bentuk atau cara-cara perbaikan cacat pada pekerjaan pembetonan tersebut adalah
menjadi wewenang Direksi Lapangan/Konsultan Pengawas dan Pemborong wajib
melaksanakannya.
Pemadatan Beton
Beton dipadatkan dengan menggunakan vibrator concrete selama pengecoran
berlangsung dan dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak merusak acuan maupun
posisi tulang
Pemborong harus menyediakan vibrator concrete untuk menjamin efisiensi tanpa
adanya penundaan. Pada waktu pengecoran balok, kolom, pelat, vibrator concrete
harus dapat masuk kedalam bekisting sehingga didapatkan pemadatan yang baik.
Waktu pengecoran, vibrator concrete tidak boleh mengenai baja tulangan yagn
dapat menyebabkan perpindahan posisi tulangan
Vibrator concrete tidak boleh digunakan untuk meratakan beton secara horizontal
setelah beton dipadatkan diratakan dengan baik, beton harus dibiarkan sampai
mengeras.
Beton Pada Suhu Udara Tinggi
Pemborong harus mengambil tindakan-tindakan pencegahan terhadap kemungkinan
beton mengalami perubahan akibat suhu udara yang tinggi, terutama terhadap sifat
plastis dan kekuatan beton tersebut.
Pada suhu udara yang terlalu tinggi, konsultan pengawas dapat menunda pengecoran
atau menginstruksikan pemborong untuk melakukan tindakan- tindakan tertentu
sebelum pengecoran dilakukan.
Apabila suhu udara sekeliling melebihi 32 0C, suhu beton harus diusahakan serendah
mungkin dengan cara menghindari penyinaran langsung matahari terhadap agreat
dan mixer atau dengan menggunakan air pencampur yang dingin. Acuan (Bekisting)
harus disemprot dahulu dengan air untuk menurunkan suhunya, dengan
memperhatiakan aliran keluarnya air tersebut dari dalam acuan.
Apabila diangggap perlu Konsultan Pengawas dapat meminta monitoring terhadap
suhu beton maupun suhu udara sekeliling.
Apabila suhu udara siang ternyata terlalu tinggi. Pemborong harus melaksanakan
pengecoran pada malam hari. Beton harus dicor secepat mungkin setelah mengadukan
untuk menghindari pengaruh panas matahari setting time beton.
Untuk pengecoran beton dalam volume yang besar, Pemborong harus
memperhitungkan kemungkinan crack akibat suhu yang tingi dari beton.
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Panggung Upacara
Construction Joint
Posisi pengaturannya harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas.
Siar dalam kolom sebaiknya ditempatkan sedekat mungkin dengan bidang bawah
dari balok tertinggi.
Siar dalam balok dan pelat ditempatkan ditengah-tengah bentang.
Siar vertikal dinding sebaiknya dihindari, siar harus dibuat sekecil mungkin dan atas
persetujuan Konsultan Pengawas.
Sebelum pengecoran baru, permukaan dari beton lama harus dibersihkan terlebih
dahulu dari segala macam kotoran dan dikasarkan. Kotoran - kotoran disingkirkan
dengan cara penyemprotan permukaan dengan air dan menyikat sampai aggregat
kasar tampak. Setelah permukaan siar tersebut bersih, bubur semen ( grout ) yang
tipis dilapiskan merata keseluruh permukaan.
Pemborong harus memasang water stop untuk semua siar pelaksanaan pada pelat
basement dan dinding yang berada dibawah muka air tanah.
Pemeliharaan Beton
Beton harus dilindungi selama berlangsung proses pengerasan terhadap matahari,
pengeringan oleh angin, hujan atau aliran air dan pengrusakan secara mekanis atau
pengeringan sebelum waktunya.
Semua permukaan beton yang terbuka harus dijaga tetap basah, selam 24 hari
dengan menyemprotkan air atau menggenagi dengan air pada permukaan beton
tersebut ataupun dengan menutupi dengan karung goni basah.
Metode pemeliharaan beton harus diajukan oleh Pemborong pada Konsultan
Pengawas untuk disetujui. Selain menggunakan air, apabila diperlukan pemeliharaan
beton dapat dilakukan dengan campuran kimia untukpemeliharaan beton. Campuran
kimia ini harus benar-benar telah dibersihkan pada saat pekerjaan finishing dimulai.
Pembongkaran Dan Pemasangan Baja Tulangan
Pembengkokan besi beton harus dilakukan secara hati-hati dan teliti, tepat pada
ukuran posisi pembengkokan sesuai dengan gambar dan tidak menyimpang dari SNI
2847 : 2013.
Pembengkokan itu dilakukan tenaga yang ahli, dengan menggunakan alat-alat
sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan cacat, patah, retak-retak dan
sebagainya.
Sebelum penyetelan dan pemasangan dimulai, Pemborong harus membuat rencana
kerja pemotongan dan pembengkokan baja tulangan (bar cutter dan bar bending
schedulle), yang sebelumnya harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas untuk
disetujui.
Pemasangan dan penyetelan berdasarkan peil-peil sesuai dengan gambar dan sudah
diperhitungkan terhadap toleransi penurunannya. Pemasangan dengan menggunakan
pelindung beton (beton decking) sesuai dengan gambar. Apabila hal tersebut tidak
tercantum didalam gambar atau dalam spesifikasi ini, maka dapat digunakan SNI
2847 : 2013 sesuai tabel berikut ini.
Tabel 3.4. Selimut Beton
BagianKonstruksi Tebal selimut Beton minimum (cm)
-Kolom Utama 4
-Sloef 2.5
-Kolom Praktis 2.5
-Ringbalk 2.5
Pembengkokan kembali besi ulir tidak diperkenankan. Apabila baja polos
yang sudah dicor beton, jari-jari pembengkokan minimal harus dua kali diameter dari
tulangan tersebut.
Semua pemotongan, pembengkokan dan toleransi pembengkokan haru sesuai dengan
SNI 2847 : 2013. Semua tulangan harus diikat dengan baik dengan kawat beton
Pemotongan atau ketentuan penempatan sambungan harus disesuaikan dengan
gambar atau ditempat yang ditentukan dan disetujui oleh Konsultan Pengawas.
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Panggung Upacara
Tulangan yang telah terpasang tetapi belum dicor harus dilindungi sepenuhnya
terhadap korosi, sesuai pengarahan yang diberikan oleh Konsultan Pengawas.
Apabila tulangan selesai dipasang, pemborong harus melaporkannya kepada
Konsultan Pengawas untuk diperiksa dan disetujui. Pemborong tidak diperkenankan
melakukan pengecoran sebelum tulangan yang terpasang diperiksa dan disetujui oleh
Konsultan Pengawas, tidak boleh diubah tanpa persetujuan dari Konsultan Pengawas
Acuan
Acuan, baik yang sementara maupun yang permanen, dimaksudkan untuk membentuk
struktur- sturktur beton dengan segala detailnya. Acuan yang dibuat harus dapat
dipertahankan bentuknya, baik selama pemasangan tulangan maupun
pengecorannya.
Perancah termasuk segala jenis unsur-unsurnya seperti pengaku, balok, pengikat dan
tiang, juga termasuk pondasi sementara yang diperlukan untuk memikul acuan tanpa
menimbulkan settlement.
Baik acuan maupun perancah harus dilaksanakan oleh Pemborong, untuk menyangga
berat maupun tekanan dari beton dalam keadaan basah dan peralatan yang
mungkin ada diatasnya, serta beban-beban kejut dan getaran. Kesemuanya ini harus
direncanakan dengan metoda ereksi dan pembongkaran yang sederhana sehingga
memudahkan pemasangan, penambahan maupun pembongkarannya.
Deflekasi (lendutan) yang diijinkan terjadi adalah 1/900 bentang dan balok
kantilever, lendutan yang diijinkan adalah 1/300 bentang.
Brancing-brancing harus dipasang untuk meghindari pergerakan horizontal, transversal
maupun longitudinal yang terjadi
Gambar-gambar yang menunjukkan detail dari acuan maupun perancah, perhitungan
perancah, elevasi dari acuan maupun perancah harus diajukan oleh pemborong untuk
disetujui oleh Konsultan Pengawas.
Bekisting yang digunakan
Acuan dibuat dari multipleks dengan ketebalan minimum 10 mm. Atau material lain
yang disetujui oleh Konsultan Pengawas.
Acuan yang dipakai harus bersih dari segala macam kotoran, apabila akan digukana
kembali acuan harus bersih, acuan yang sudah rusak dan tidak lurus lagi tidak
diperkenankan dipakai kembali.
Untuk mengejar kecepatan pengecoran, diisyaratkan agar Pemborong membuat
panel- panel bekisting yang standar untuk acuan bagian konstruksi yang tipikal.
Papan yang digunakan untuk acaun harus ditumpu sepanjang tepinya.
Kaso-kaso, pengaku dan penumpu harus dipasang sedemikian rupa sehingga dapat
dipertahankan kelurusannya dan kekuatannya selama pengecoran mapun pemadatan
beton dilakukan.
Pengaku, acuan serta perancah yang dibuat harus dipersiapkan terhadap
kemungkinan settlement dari perancah tersebut. Acuan harus diperbaiki apabila
ternyata perancah mengalami settlement.
Semua tiang perancah harus dipasang dengan pengaku vertikal horizontal maupun
diagonal. Barcing lateral harus dari dua arah dan bracing diagonal harus dua sisi,
baik horizontal maupun vertikal. Apabila tiang ternyata perlu disambung,
pemasangan bracing harus diatur sesuai dengan lokasi penyambungan tersebut.
Acuan untuk beton prategang harus diperhitungkan dapat menahan gaya - gaya
yang mungkin terjadi selama penarikan (stressing) berlangsung.
Sebelum pekerjaan pengecoran beton dilaksanakan, semua unsur yang harus berada
di dalam beton tersebut sudah ditempatkan secara benar, termasuk pengaturan
selimut betonnya.
Seluruh perancah dan acuan harus diperiksa kembali pada saat pengecoran beton
akan dimulai. Apabila ternyata ada bagian perancah atau acuan yang berubah
posisi, perancah maupun acuan tersebut harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum
pengecoran dilaksanakan.
Finishing Beton PermukaanBeton
Beton yang permukaan kelihatan (exposed) harus difinish dengan adukan.
Lubang-lubang yang terjadi pada beton harus disi dengan adukan.
Untuk dinding penahan tanah, lubang pengikat acuan tidak diperkenankan.
Lubang - lubang pada permukaan beton tidak boleh lebih besar dari 3 mm, lubang
yang lebih besar diameter 3 mm tapi lebih kecil dari 20 mm tidak boleh melebihi 0.5
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Panggung Upacara
% dari permukaan beton tersebut. Lubang yang lebih besar dari 20 mm tidak
diperkenankan. Apabila terdapat lubang yang lebih besar dari 20 mm, harus
dikonsultasikan oleh Konsultan Pengawas.
Jika permukaan beton tidak cacat, adukan yang digunakan untuk perbaikan harus
berwarna sama dengan beton disekelilingnya. Sample harus dibuat dahulu sebelum
perbaikan permukaan beton tersebut dimulai.
PEKERJAAN PASANGAN BATU BATA DAN PLESTERAN
Lingkup Pekerjaan
Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat bantu untuk melaksanakan
pekerjaan ini sehingga didapat hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.
Lingkup pekerjaan ini meliputi:
Pek. Pasangan 1/2 Bata 1 : 4
Pek. Pasangan rolag
Pek. Plesteran 1 : 2
Pek. Plesteran 1 : 4
Acian
Standar Bahan
Batu Bata
Harus matang pembakarannya, bila direndam dalam air akan tetap utuh, tidak
pecah atau hancur. Ukuran batu bata 210 X 105 X 45 mm atau disesuaikan
dengan ketentuan tebal dinding yang disyaratkan dalam Gambar Kerja. Karena
itu Penyedia jasa harus memberikan contoh pada Pengawas Lapangan
sebelumnya untuk diperiksa kualitasnya. Apabila bahan-bahan yang datang, oleh
Pengawas Lapangan dianggap tidak memenuhi syarat, Pengawas Lapangan
berhak menolak bahan-bahan tersebut dan penyedia jasa wajib mengangkutnya
ke luar lokasi pembangunan.
Semen/Portland Cement (PC)
Bahan semen yang digunakan sama dengan semen/PC untuk konstruksi beton.
Semen yang datang di lokasi pekerjaan dan menunggu pemakaiannya, harus
disimpan di dalam gudang yang lantainya kering dan 30 cm lebih tinggi dari
permukaan tanah di sekitarnya. Bilamana pada setiap pembukaan kantong,
ternyata semennya sudah membatu, maka semen tersebut harus disingkirkan keluar
lokasi pembangunan dan tidak boleh dipergunakan. Supplier/pedagang yang
mengirimkan semen untuk pekerjaan ini hendaknya dapat menunjukan sertifikasi
dari pabriknya. Semen yang sudah lembab atau menunjukkan gejala membatu
akan ditolak. Selekasnya semen yang ditolak harus dikeluarkan dari lokasi
pembangunan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Pasir Pasang
Bahan yang digunakan sama dengan pasir yang digunakan untuk konstruksi beton.
Pasir yang dimaksud harus bersih, pasir asli yang bebas dari segala macam
kotoran dan bahan-bahan kimia, satu dan lain hal sesuai dengan NI-3 pasal 14
ayat 2. Bilamana pasir yang dipakai tidak memenuhi syarat-syarat tersebut di
atas, Pengawas Lapangan berhak memerintahkan untuk mencuci pasirnya, melihat
hasilnya sampai didapat persetujuan. Khusus untuk plester, harus dicarikan pasir
yang lebih halus.
Peralatan yang digunakan
Concrete Mixer (Molen)
Gerobak
Trowel
Peralatan tukang batu yang sesuai
Personil yang terlibat
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Panggung Upacara
Pelaksana Teknis
Seluruh Mandor
Seluruh Kepala Tukang
Seluruh Pekerja
Metode Pelaksanaan
Sebelum dimulai pemasangan, maka batu batanya harus direndam lebih dahulu di dalam
air selama setengah jam atau sampai jenuh dan permukaan yang akan dipasang harus
juga basah.
Adukan pasangan harus dibuat secara hati-hati, diaduk di dalam bak kayu yang
besarnya memenuhi syarat. Mencampurnya semen dan pasir harus di dalam keadaan
kering yang kemudian diberi air sampai didapat campuran plastis. Adukan yang sudah
mengering /kering tidak boleh dicampur dengan adukan yang baru.
Dalam satu hari pasangan tidak boleh lebih tinggi dari 1 (satu meter). Dari pengakhiran
pasangan satu hari tersebut harus dibuat bertangga menurun dan tidak tegak berdiri
untuk menghindari retak dikemudian hari. Tebalnya siar batu bata tidak boleh kurang dari
1 (satu) cm atau 10 mm dan siarnya harus benar-benar pada adukannya.
Semua pasangan baru dijaga jangan sampai terkena sinar matahari langsung dengan
menutupnya memakai karung basah.
Tempat yang harus dibuat lubang harus dipersiapkan dulu dengan menyumbatnya
memakai batang pisang untuk diameter besar, sedangkan untuk diameter lebih kecil
dipakai potongan bambu.
Semua pasangan bata harus rata (horizontal) dan tiap-tiap kali diukur dari lantai, dengan
menggunakan benang. Pemasangan benang tidak boleh lebih dari 30 cm di atas
pasangan di bawahnya. Pada semua pasangan bata setengah batu satu sama lain harus
terdapat pengikat yang sempurna. Tidak dibenarkan menggunakan batu bata pecahan
separo panjang, kecuali sesuai peraturannya (di sudut). Lapisan yang satu dengan lapisan
yang diatasnya harus berbeda setengah panjang bata. Pada pasangan satu batu dan
pasangannya lebih tebal harus disusun sesuai dengan petunjuk/peraturan seharusnya.
Sebagai persiapan untuk plesteran, maka siarnya harus diketok sedalam 0.5 cm sehingga
adukannya akan cukup mengikat plesteran yang akan dipasang.
Bilamana didalam pemasangan ternyata terdapat batu bata yang cacat atau tidak
sempurna, maka batu bata ini harus diganti dengan yang baik atas biaya kontraktor.
Di tempat yang akan terdapat pintu, jendela, lobang ventilasi dan lain-lain, pasangan
bata hendaknya ditinggalkan sampai rangka kusen kayunya selesai dan dipasang
ditempat yang tepat.
Plesteran dilaksanakan sesua istandar spesifikasi dari bahan yang digunakan sesuai
dengan petunjuk Direksi Pelaksana dan persyaratan tertulis dalam uraian dan syarat
pekerjaan ini.
Pekerjaan plesteran dapat dilaksanakan bilamana pekerjaan bidang beton atau
pasangan dinding batu bata telah disetujui oleh Direksi Pelaksana sesuai uraian Syarat
Pekerjaan yang tertulis dalam buku ini.
Dalam melaksankan pekerjaan ini, harus mengikuti semua petunjuk dalam gambar
arsitektur terutama pada gambar detail dan gambar potongan mengenai ukurantebal /
tinggi / peil dan bentuk propilnnya.
Campuran adukan perekat yang dimaksud adalah campuran dalam volume, cara
pembuatannya mengunakan mixer selama 3 menit dan memenuhi persyaratan sebagai
berikut :
Untuk bidang lainnya diperlukan plesteran campuran 1Pc:5Ps
Plesteran halus (acian) dipakai campuran Pc dan air sampai mendapatkan campuran
homogen, acian dapat dikerjakan sesudah plesteran berumur 8 hari, untuk adukan
plesteran finishing harus ditambah dengan additive plamix dengan dosis200-
250gram plamix untuk setiap 40 Kg semen.
Semua jenis adukan perekat tersebut diatas harus disiapkan sedemikian rupa
sehingga selalu dalam keadaan baik dan belum mengering. Diusahakan agar jarak
waktu pencampuran aduk perekat tersebut dengan pemasangannya tidak melebihi
30 menit terutama untuk adukan kedap air.
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Panggung Upacara
Pekerjaan plesteran dinding hanya diperkenankan setelah selesai pemasangan instalasi
pipa listrik dan plumbing untuk seluruh bangunan.
Untuk beton sebelum diplester permukaan harus dibersihkan dari sisa-sisa bekisting dan
permukaan diketre (scrath) terlebih dahulu dan semua lubang- lubang bekas pengikat
bekisting atau form time harus tertutup adukan plester.
Untuk bidang pasangan dinding batu bata dan beton bertulang yang akan difinish
dengan cat dipakai plesteran halus (acian) diatas permukaan plesterannya).
Untuk dinding tertanam di dalam tanah harus digunakan dengan memakai spesi kedap
air.
Semua bidang yang akan menerima bahan (finishing) pada permukaannya diberi alur-
alur garis horizontal atau diretek (scrath) untuk memberi ikatan yang lebih baik terhadap
bahan finishingnya kecuali untuk yang menerima cat.
Pasangan kepala plesteran dibuat pada jarak 1 m, dipasang tegak dan mengunakan
keeping-keping plywood setebal 9 mm untuk patokan karatan bidang.
Jika terjadi keretakan sebagai akibat pengeringan yang tidak baik, plesteran harus
dibongkar kembali dan diperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh Direksi
Pelaksana dengan biaya atas tanggungan Kontraktor. Selama 7 (tujuh) hari setelah
pengacian selesai, Kontraktor harus selalu menyiram dengan air, sampai jenuh sekurang-
urangnya 2 kali setiap hari.
Selama pemasangan dinding batu bata/beton bertulang belum difinish, kontraktor wajib
memelihara dan menjaganya terhadap kerusakan-kerusakan dan pengotoran bahan lain,
Setiap kerusakan yang terjadi menjadi tanggung jawab Kontraktor dan wajib diperbaiki.
Tidak dibenarkan pekerjaan finishing permukaan dilakukan sebelum plesteran berumur
lebih dari 2 (dua) minggu
Ketebalan pelesteran harus mencapai ketebalan permukaan dinding / kolom yang
dinyatakan dalam gambar. Tebal pelesteran minimum 2,0 cm harus diberi kawat ayam
untuk membantu dan memperkuat daya lekat dari pelesteran pada bagian pekerjaan
yang diizinkan Direksi Pelaksana.
Untuk setiap permukaan bahan yang ada beda jenisnya yang bertemu dalam satu bidang
datar, harus diberi naat (tali air) dengan ukuran lebar 0,7 cm dalamnya 0,5 cm, kecuali
bila ada petunjuk lain di dalam gambar.
Untuk permukaan yang datar, harus mempuyai toleransi lengung atau cembung bidang
yang tida melebihi 5 mm untuk setiap jarak 2 m, jika melebihi, kontraktor berkewajiban
memperbaikinya dengan biaya atas tanggungan Kontraktor.
Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan berlangsung wajar, tidak
terlalu tiba- tiba, dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan
melindunggi dari terik panas matahari langsung dengan bahan penutup yang biasa
mencegah penguapan air secara cepat.
PEKERJAAN LANTAI DAN DINDING KERAMIK
Lingkup pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya
untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan yang bermutu baik.
Pekerjaan ini meliputi pemasangan lantai keramik panggung
Standar bahan
Lantai menggunakan keramik homogeneous unpolished 60 x 60 cm (keramik kasar)
Warna dan motif akan ditentukan kemudian oleh konsultan pengawas dan
direksi/pemberi pekerjaan
Peralatan yang digunakan
Concrete Mixer (Molen)
Gerobak
Trowel
Palu karet
Water pass
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Panggung Upacara
Personil yang terlibat
Pelaksana Teknis
Seluruh Mandor
Seluruh Kepala Tukang
Seluruh Pekerja
Metode pelaksanaan
Lantai yang akan dipasangi terlebih dahulu harus dipadatkan dan diratakan agar
pasangan tidak turun/retak sewaktu menerima beban diatasnya.
Bahan keramik sebelum dipasang harus direndam dalam air bersih (tidak mengandung
asam alkali) sampai jenuh.Pekerjaan dan bahan-bahan terlebih dahulu harus mendapat
persetujuan Pengawas, Konsultan Perencana dan Pemberi Tugas.
Sewaktu keramik dipasang, permukaan keramik bagian belakang harus terisi padat
dengan bahan perekat.
Pola pemasangan keramik disesuaikan dengan gambar desain, demikian juga
pengambilan as pemasangan.
Permukaan lantai/dinding yang akan dipasangi keramik harus dibersihkan dari debu, cat
dan kotoran lainnya, kemudian dikasarkan agar adukan perekat melekat lebih sempurna.
Pelaksanaan pekerjaan disesuaikan dengan spesifikasi bahan penutup lantai/dinding
yang dipakai.
Naad keramik diisi dengan mortar tertentu yang tahan asam, basa serta kedap air.
Warna perekat naad ini disesuaikan dengan warna keramik.
Adukan pasangan/pengikat (spesi) menggunakan bahan perekat seperti yang
disyaratkan.
Hasil pemasangan lantai/dinding keramik harus merupakan bidang permukaan yang
benar-benar rata, tidak bergelombang. Untuk di daerah basah (lantai kamar mandi,
tempat wudhu) harus memperhatikan kemiringan lantai ke arah aliran air yang ditentukan
Jarak antara unit-unit pemasangan keramik satu sama lain (siar-siar), harus sama
lebarnya, maksimum 2 mm, yang membentuk garis-garis sejajar dan lurus yang sama
lebar dan sama dalamnya, untuk siar-siar yang berpotongan harus membentuk sudut siku
yang saling berpotongan tegak lurus sesamanya. Kecuali pemasangan keramik cutting
tanpa nat.
Pemotongan unit-unit keramik tiles harus menggunakan alat pemotong keramik khusus
sesuai persyaratan dari pabrik.
Keramik yang terpasang harus dihindarkan dari sentuhan/beban selama 3 x 24 jam dan
dilindungi dari kemungkinan cacat akibat dari pekerjaan lain.
Pengisian/Pengecoran naad dilakukan paling cepat 24 jam setelah keramik dipasang.
Sewaktu pengisian naad ini, keramik harus sudah benar-benar melekat dengan kuat pada
lantai. Sebelum diisi, celah-celah naad ini harus dibersihkan terlebih dahulu dari debu dan
kotoran lain.
Kotoran mortar dan lain-lain yang menempel dipermukaan keramik pada waktu
pengecoran naad, harus segera dibersihkan sebelum mengering/mengeras.
Permukaan lantai yang sudah terpasang, hasilnya harus rapi, baik, tidak miring, tidak
bergelombang dan terpasang dengan kuat.
Untuk mencegah terjadinya keretakan akibat pengembangan, maka pada beberapa
bagian harus disediakan alur-alur expansion (expansion joint). Alur-alur expansion ini
harus diisi dengan bahan yang elastis/sealant dan mendapat persetujuan Pengawas.
PEKERJAAN RANGKA BESI
Lingkup pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat
bantu lainnya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini sehingga diperoleh hasil
pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.
Pekerjaan ini meliputi seluruh pekerjaan pemasangan :
rangka besi pipa
base plate dan angkur baut
atap
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Panggung Upacara
pintu besi
Standar bahan
Rangka
Rangka tiang menggunakan besi pipa besi Ø 4 ‘’ tebal minimal 3.6 mm
Pengaku kuda-kuda menggunakan pipa hitam Ø 4 ‘’ tebal minimal 3.6 mm
Reng menggunakan pipa besi Ø 2 ‘’ tebal minimal 2.9 mm
Baseplate
Menggunakan plate besi 12 mm dan angkur baut minimal 18 mm
Pintu
Menggunakan rangka besi hollow 40x40 daun plat besi 0.3 mm dan rang ekspanded
Pengelasan
Bahan pengelasan harus memenuhi standar
Peralatan yang digunakan
Gerinda
Mesin Cutting
Scaffolding/perancah
Full body harnest
Goggle glass
Messin Las Listrik
Genset
Peralatan tukang las yang sesuai
Personil yang terlibat
Pelaksana Teknis
Ahli K3
Seluruh Mandor
Seluruh Kepala Tukang
Seluruh Pekerja
Metode pelaksanaan
Pekerjaan rangka besi dan pengelasan
Pengerjaan harus yang sebaik-baiknya. Semua pengerjaan harus diselesaikan bebas dari
puntiran, tekukan dan hubungan terbuka.
Proses pelengkungan/pembengkokan (bending) besi struktur kuda-kuda dan bagian lain
yang melengkung harus menggunkan mesin roll, tidak diijinkan menggunakan sistem irisan
atau sayatan pada pipa.
Pengerjaan di bengkel/workshop atau pun di lapangan harus mendapat persetujuan
Pengawas. Semua pengelasan, kecuali ditunjukkan lain, harus memakai las listrik. Tenaga
kerja yang melakukan hal ini harus benar-benar ahli dan berpengalaman.
Penyambungan dengan baut harus dilakukan dengan cara terbaik yang sesuai dengan
maksudnya termasuk perlengkapannya. Lubang-lubang untuk baut harus dibor dan di-
punch.
Pemasangan (penyambungan dan pemasangan accesorise) harus dilakukan oleh tukang
yang ahli dan berpengalaman.
Semua pekerjaan ini harus mengacu pada gambar rencana, kecuali ditentukan lain.
Setiap sambungan harus digosok dengan ampelas hingga permukaannya menjadi rata
dan halus
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Panggung Upacara
PEKERJAAN RANGKA BAJA RINGAN DAN ATAP
Lingkup pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat
bantu lainnya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini sehingga diperoleh hasil
pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.
Pekerjaan ini meliputi seluruh pekerjaan pemasangan:
rangka atap baja ringan
penutup atap
Standar Bahan
Baja ringan Canal C 75x0.75
Atap metal Sheet 0.35
Peralatan yang digunakan
Cutter baja ringan
Gerinda
Bor listrik
Full Body harnest
Scaffolding
Peralatan tukang yang sesuai
Personil yang terlibat
Pelaksana Teknis
Tenaga K3
Seluruh Mandor
Seluruh Kepala Tukang
Seluruh Pekerja
Metode Pelaksanaan
Sebelum pemasangan penutup atap dimulai, semua rangka pipa seperti kuda – kuda,
gording/reng, harus sudah terpasang dengan baik.
Pemasangan penutup atap dan kelengkapannya harus dilaksanakan sesuai petunjuk
pemasangan dengan tetap memperhatikan ketentuan dalam Gambar Kerja.
Penutup atap harus dipasang dengan baik sesuai kemiringan/lengkungan atap yang
ditunjukkan dalam Gambar Kerja.
Semua pekerjaan persiapan seperti pemotongan, penyiapan perlengkapan pemasangan
seperti baut dan peralatan lain yang diperlukan, disiapkan terlebih dahulu di bawah.
Semua perlengkapan itu mengikuti petunjuk pabriknya dan dengan kualitas yang
memenuhi syarat.
Semua tata cara pemasangan atap zincalum harus sesuai dengan petunjuk pabriknya.
Kontraktor harus mengikuti petunjuk tersebut dan menunjukkan kepada Direksi/Pengawas
untuk mendapatkan persetujuan.
Kontraktor diwajibkan mengikuti semua gambar detail yang berhubungan dengan
pekerjaan atap dan mekanisme kerja yang ditentukan oleh Pengawas.
Pekerjaan ini dapat dilaksanakan bilamana pekerjaan yang terkait sebelumnya telah
diterima oleh Perencana dan Pengawas dan telah menyetujui untuk dilaksanakannya
pekerjaan ini.
Pekerjaan ini harus dilaksanakan oleh installer/tukang yang telah
berpengalaman melaksanakan pemasangan pekerjaan sejenis dengan bahan yang sama
dan dengan hasil yang baik.
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Panggung Upacara
PEKERJAAN LANGIT-LANGIT
Lingkup pekerjaan
Pekerjaan langit-langit gypsum ini meliputi seluruh pekerjaan pemasangan rangka langit-
langit, pemasangan penutup plafon gypsump, seperti yang ditunjukkan dalam gambar
kerja.
Pekerjaan ini meliputi seluruh pekerjaan pemasangan :
Pek. rangka plafond hollow galvalume 40.40.03 dan 40.20.03
Pek. penutup plafond gypsumboard t = 9 mm
Standar bahan
Rangka
Rangka utama hollow 4 x 4 cm, dengan modul 120x120cm dan rangka sekunder 2 x
4 cm dengan modul 60x80 cm, tebal rangka hollow minimal 0.3, Penggantung dan
perkuatan menggunakan hollow galvalum dan kawat baja galvanized,
Penutup langit-langit
Digunakan gypsumboard yang bermutu baik produk Indogyps atau yang setara
dengan tebal = 9 mm.
Bahan penutup sambungan langit-langit : compound atau bahan plester ex UB400
atau produk lain yang setara, paper tape yang berpori/berlubang dan bergaris
tengah.
Semua bahan harus disetujui oleh Konsultan Pengawas, Perencana dan Pemberi Tugas
Peralatan yang digunakan
Gergaji
Gerinda
Bor listrik
Full Body harnest
Scaffolding
Peralatan tukang yang sesuai
Personil yang terlibat
Pelaksana Teknis
Seluruh Kepala Tukang
Seluruh Pekerja
Metode pelaksanaan
Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kontraktor diwajibkan untuk menelit gambar-gambar
yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan peil), termasuk mempelajari bentuk, pola,
lay-out/penempatan, cara pemasangan, mekanisme dan detail-detail sesuai gambar.
Gypsumboard yang dipasang adalah bahan yang telah dipilih dengan baik bentuk dan
ukuran masing-masing unit sama, tidak ada bagian yang retak, gompal atau cacat-cacat
lainnya dan telah mendapat persetujuan Konsultan Pengawas.
Pemasangan rangka hollow disesuaikan dengan kondisi ruangan dan dengan pola yang
ditunjukan/disebutkan dalam gambar dengan memperhatikan modul pemasangan penutup
langit-langit yang dipasangnya.
Modul pemasangan rangka metal hollow adalah 60 x 80 cm.
Bidang pemasangan bagian rangka langit-langit harus rata, tidak cembung, kaku dan
kuat kecuali bila dinyatakan lain, misal: permukaan merupakan bidang miring/tegak
sesuai yang ditunjukan dalam gambar.
Setelah rangka hollow terpasang dengan benar, rata dan kuat serta instalasi ME sudah
terpasang semua, maka lembaran gypsumdapat mulai dipasang.
Setelah seluruh rangka langit-langit terpasang, seluruh permukaan rangka harus rata, lurus
dan waterpas, tidak ada bagian yang bergelombang.
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Panggung Upacara
Bahan penutup langit-langit adalah gypsum dengan mutu bahan seperti yang telah
dipersyaratkan dengan pola pemasangan sesuai yang ditunjukan dalam gambar. Langit-
langit dipasang dengan sekrup khusus dan setiap pemasangan masing-masing sekrup
sejajar minimal berjarak 30 cm.
Sambungan langit-langit gypsumboard diberi compound dengan sebelumnya diberi paper
tape khusus gypsum. Setelah compound kering, diamplas sampai rata dan garis
sambungan setiap unit gypsumboard hilang.
Setelah langit-langit gypsumboard terpasang, bidang permukaan langit-langit harus rata,
lurus waterpas dan antara unit-unit gypsumboard tidak terlihat bergelombang dan
sambungan.
PEKERJAAN PENGECATAN
Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan ini meliputi seluruh permukaan seperti yang disebutkan/ditunjuk dalam
gambar yang dibuat oleh konsultan perencana untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan
petunjuk Konsultan pengawas. Pekerjaan ini dilkerjakan pada pengecatan seluruh dinding luar
gedung/bangunan, pengecatan lisplank atap, pengecatan langit-langit/langit-langit gypsum,
pengecatan bidang kayu, pengecatan permukaan baja dangan meni, pengecatan akhir
permukaan besi dan bidang lainnya yang ditunjuk oleh Pengawas, dan pihak pemberi
pekerjaan. Pekerjaan ini dilakukan baik secara manual maupun secara semprot pada maing-
masing bidang yang ditentukan.
Standar bahan
Pengecatan bidang tembok luar dan dalam
Untuk dinding luar bangunan/eksterior dan listplank atap menggunakan cat
luar/eksterior merk Nippon weather shield. Warna untuk dinding luar menggunakan
warna putih yang ditentukan oleh pemberi pekerjaan. Untuk dinding dalam
menggunakan cat interior merk Vinotex, Nippon
Pengecatan langit-langit
Untuk langit-langit/plafon gypsum memakai cat Jotun atau setara berwarna putih dan
coklat atau warna lain yang ditentukan oleh pemberi pekerjaan dan atau
berdasarkan bagian yang ada pada gambar visual 3Dimensi.
Pengecatan bidang besi
Untuk bidang besi menggunakan cat besi merk Dulux, Nippon atau yang setara
dengan warna yang ditentukan oleh Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas dan
disetujui oleh pihak pemberi pekerjaan.
Peralatan yang digunakan
Kuas roll
Kuas biasa
Full Body harnest
Genset
Kompressor
Spoit cat
Scaffolding
Peralatan tukang yang sesuai
Personil yang terlibat
Pelaksana Teknis
Seluruh Mandor
Seluruh Kepala Tukang
Seluruh Pekerja
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Panggung Upacara
Metode pelaksanaan
Yang termasuk pekerjaan cat dinding adalah pengecatan semua bidang dinding baik di
luar maupun yang di dalam, pengecatan pondasi gedung di atas permukaan tanah,
pengecatan bidang kanopi dan profil plat beton, pengecatan papan listplank atap,
aksesoris pot bunga dan bagian lain yang ditunjukkan olej konsultan perencana dan
konsultan pengawas.
Yang termasuk pekerjaan cat dinding adalah pengecatan semua bidang dinding baik di
luar maupun yang di dalam, pengecatan pondasi gedung di atas permukaan tanah,
pengecatan bidang kanopi dan profil plat beton, pengecatan papan listplank atap,
aksesoris pot bunga dan bagian lain yang ditunjukkan olej konsultan perencana dan
konsultan pengawas.
Yang termasuk pekerjaan cat dinding adalah pengecatan semua bidang dinding baik di
luar maupun yang di dalam, pengecatan pondasi gedung di atas permukaan tanah,
pengecatan bidang kanopi dan profil plat beton, pengecatan papan listplank atap,
aksesoris pot bunga dan bagian lain yang ditunjukkan olej konsultan perencana dan
konsultan pengawas.
Yang termasuk pekerjaan cat dinding adalah pengecatan semua bidang dinding baik di
luar maupun yang di dalam, pengecatan pondasi gedung di atas permukaan tanah,
pengecatan bidang kanopi dan profil plat beton, pengecatan papan listplank atap,
aksesoris pot bunga dan bagian lain yang ditunjukkan olej konsultan perencana dan
konsultan pengawas.
Yang termasuk pekerjaan cat dinding adalah pengecatan semua bidang dinding baik di
luar maupun yang di dalam, pengecatan pondasi gedung di atas permukaan tanah,
pengecatan bidang kanopi dan profil plat beton, pengecatan papan listplank atap,
aksesoris pot bunga dan bagian lain yang ditunjukkan olej konsultan perencana dan
konsultan pengawas.
Yang termasuk pekerjaan cat dinding adalah pengecatan semua bidang dinding baik di
luar maupun yang di dalam, pengecatan pondasi gedung di atas permukaan tanah,
pengecatan bidang kanopi dan profil plat beton, pengecatan papan listplank atap,
aksesoris pot bunga dan bagian lain yang ditunjukkan olej konsultan perencana dan
konsultan pengawas.
Seluruh permukaan dinding yang dicat harus dibersihkan dari debu, lumut dan kotoran lain
yang menempel pada bidang yang akan dicat
Jika ada bagian dinding yang retak, tidak rata maka pihak kontraktor harus memperbaiki
dan meratakan dulu bidang itu dengan menggunakan plamur
Lapisan pengecatan untuk dinding adalah 2 lapis dengan kekentalan sama setiap
lapisnya.
Setelah pekerjaan cat selesai, bidang dinding merupakan bidang yang utuh, rata, licin,
tidak ada bagian yang belang/bergelombang kalau disinar dan bidang, dinding dijaga
terhadap pengotoran-pengotoran.
Tembok yang akan dicat harus mempunyal cukup waktu untuk mengering, setelah
permukaan tembok kering maka persiapan dilakukan dengan membersihkan permukaan
tembok tersebut terhadap pengkristalan/pengapuran (efflorescene) yang biasanya
terdapat pada tembok baru, dengan amplas kemudian dengan lap sampai benar benar
bersih.
Seluruh permukaan langit-langit yang dicat harus dibersihkan dari debu, lumut dan
kotoran lain yang menempel pada bidang yang akan dicat.
Setelah pekerjaan cat selesai, bidang langit-langit merupakan bidang yang utuh, rata,
licin, tidak ada bagian yang belang/bergelombang kalau disinar dan bidang, dinding
dijaga terhadap pengotoran-pengotoran.| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 17 April 2023 | Pembangunan Tangki Septik Skala Individual Pedesaan Minimal 50 Kk | Kab. Luwu Timur | Rp 4,250,000,000 |
| 29 August 2025 | Rekonstruksi Jalan Ruas To Buangin - Songgo (Pengaspalan) | Kab. Tana Toraja | Rp 3,000,000,000 |
| 26 May 2023 | Rehabilitasi Jalan Ruas Batukianak - Toyasa Akung | Pemerintah Daerah Kabupaten Toraja Utara | Rp 2,865,780,000 |
| 12 July 2022 | Pemeliharaan Ruas Jalan Mamasa Orobua ( Segmen Cekdam - Persimpangan Palambasan ) | Kab. Mamasa | Rp 2,400,000,000 |
| 25 May 2022 | Penyediaan Sr Tersebar Di Kab. Luwu Timur | Kab. Luwu Timur | Rp 2,400,000,000 |
| 13 June 2022 | Pembangunan Gedung Nicu | Kab. Takalar | Rp 2,380,946,507 |
| 17 April 2023 | Lanjutan Perluasan Spam Jaringan Perpipaan Desa Purwosari | Kab. Luwu Timur | Rp 2,000,000,000 |
| 29 August 2025 | Rekonstruksi Jalan Ruas Tabang - Tendan Kulang (Pengasapalan) | Kab. Tana Toraja | Rp 1,800,000,000 |
| 9 May 2022 | Renovasi/Penambahan Ruangan Puskesmas Taretta | Kab. Bone | Rp 1,500,000,000 |
| 14 July 2022 | Lanjutan Pembangunan Kolam Renang Majene | Provinsi Sulawesi Barat | Rp 1,390,000,000 |