| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0019367853807000 | Rp 2,596,889,986 | - | |
| 0316900596955000 | - | - | |
| 0433003530813000 | Rp 2,541,529,869 | Tidak Menghadiri Undangan Klarifikasi | |
Persada Alam | 0811034990439000 | Rp 2,610,456,638 | Tidak Menghadiri Undangan Klarifikasi |
| 0400968947805000 | Rp 2,481,348,431 | Tidak menyampaikan pengalaman kerja perusahaan sesuai persyaratan kualifikasi | |
| 0806097473831000 | Rp 2,363,586,470 | - | |
| 0662301308803000 | - | - | |
| 0661550251803000 | - | - | |
| 0422729475808000 | - | - | |
| 0954946372803000 | - | - | |
| 0016846065803000 | - | - | |
| 0940434533803000 | - | - | |
| 0954241774807000 | - | - | |
CV Timur Jaya Muda | 06*1**1****03**0 | - | - |
| 0427042908803000 | - | - | |
| 0028467876803000 | - | - | |
| 0932139165807000 | - | - | |
| 0953194420803000 | - | - | |
| 0032341471803000 | - | - | |
| 0729115360803000 | - | - | |
| 0028099257803000 | - | - | |
CV Fhadila Mandiri | 04*9**5****03**0 | - | - |
| 0726807225803000 | - | - | |
| 0749837985803000 | - | - | |
| 0411123904803000 | - | - | |
| 0028567949815000 | - | - | |
| 0026874032803000 | - | - | |
| 0031063464807000 | - | - | |
| 0028212173805000 | - | - | |
CV Nisa Ardani Konstruksi | 06*1**5****03**0 | - | - |
CV Usaha Konstruksi | 0903365476803000 | - | - |
| 0856172879803000 | - | - | |
| 0942814674803000 | - | - | |
| 0317274397804000 | - | - | |
| 0853672129805000 | - | - | |
CV Kaleena Bangun Konstruksi | 05*8**9****03**0 | - | - |
| 0028467165803000 | - | - | |
| 0669877276801000 | - | - | |
| 0810474437803000 | - | - | |
| 0741730295807000 | - | - | |
| 0762603264803000 | - | - | |
| 0018161158803000 | - | - | |
| 0825200603803000 | - | - | |
| 0032811168805000 | - | - | |
| 0943307496803000 | - | - |
PEMERINTAH KABUPATEN LUWU TIMUR
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
METODE KERJA DAN SPESIFIKASI BAHAN
DAFTAR ISI
BAB I PEKERJAAN PENDAHULUAN……………………………………………………………………………………………………………………….1
BAB II PEKERJAAN TANAH DAN PONDASI…….……………………...................................................................................2
BAB III PEKERJAAN STRUKTUR……………………............................................................................................................5
BAB IV PEKERJAAN STRUKTUR BAJA.......................................................................................................................10
BAB V PEKERJAAN PASANGAN BATA MERAH.........................................................................................................14
BAB VI PEKERJAAN PEUTUP ATAP...........................................................................................................................32
BAB VII PEKERJAANPENGECETAN..............................................................................................................................25
BAB VIII SPESIFIKASI BAHAN ....................................................................................................................................25
BAB IX PERALATAN UTAMA..................................................................................................................................31
BAB X PERSONIL INTI DAN TENAGA TEKNIS ...........................................................................................................32
BAB I
PEKERJAAN PENDAHULUAN
Cakupan pekerjaan ini adalah :
1. Mobilisasi Peralatan Kerja
2. Pembuatan pagar keliling / pengaman.
3. Sisa pembongkaran dibuang keluar lokasi pekerjaan menggunakan dump truk.
4. Pengukuran dan pemasangan bouwplank dilaksanakan sesuai gambar kerja dan petunjuk pihak direksi
atau dalam hal ini konsultan pengawas.
5. Pembuatan bangsal kerja lengkap dengan kotak P3K dan menyediakan ruangan direksi.
6. Pembuatan papan nama proyek dari papan dengan ukuran 200 x 100 cm. Didirikan di atas kayu 5/7
cm setinggi 240 cm, diletakkan pada tempat yang mudah dilihat umum. Papan nama proyek memuat :
Nama Proyek
Pemilik Proyek
Lokasi Proyek
Jumlah biaya ( kontrak )
Nama konsultan Pengawas dan Perencana
BAB II
PEKERJAAN TANAH DAN PONDASI
A. Pekerjaan Tanah dan Pasir
1. Galian tanah
a. Galian tanah untuk pondasi dapat dimulai setelah pemasangan bouwplank dan patok –
patok yang disetujui oleh direksi / Pengawas Teknis.
b. Galian pondasi harus sepenuhnya sesuai ukuran dalam gambar.
c. Hal penting dalam tahap pekerjaan ini adalah pengendalian aliran air permukaaan tanah
bertujuan untuk menjaga agar lokasi tempat kerja terbebas dari genangan air, baik air
tanah maupun air hujan.
2. Urugan Pasir bawah pondasi
a. Untuk mempertahankan kepadatan muka tanah galian, maka lubang yang telah siap harus
segera dilanjutkan dengan pasangan pasir urug bawah pondasi. Kecuali bila mendapatkan
batu cadas, maka cukup diratakan pada muka batu padat atau sesuai dengan petunjuk
teknis.
b. Bahan urugan bawah pondasi dan lantai menggunakan pasir timbunan yang bersih dari
lumpur.
3. Urugan tanah
a. Bahan urugan tanah setinggi pondasi menggunakan tanah timbunan yang berkualitas baik
dan bebas dari bahan organic dan Lumpur.
b. Pemadatan urugan tanah dilaksanakan lapis demi lapis.
4. Urugan sirtu
a. Untuk urugan sirtu setebal 10 cm menggunakan Sirtu pilihan yang terbebas dari bahan
organik dan bahan lain yang dapat merusak kwalitas bangunan.
b. Setelah pengurugan harus diadakan penyiraman air agar padat.
5. Timbunan bekas galian
a. Timbunan kembali dilaksanakan apabila pondasi batu kali dalam kondisi kering.
b. Timbunan harus menutup celah-celah pondasi sampai rata dengan permukaan tanah asli.
6. Timbunan pasir di bawah lantai
1
-Metode Kerja dan Spesifikasi
-Pembangunan Gedung Pemuda Desa Puncak Indah Kec.Malili
a. Untuk timbunan pasir di bawah lantai setebal 5 cm menggunakan pasir pilihan yang
terbebas dari bahan organik dan lumpur.
b. Timbunan pasir disiram agar lebih padat.
B. Pekerjaan Batu Kosong
a. Elevasi pasangan batu kosong mengikuti petunjuk gambar kerja / detail.
b. Pada bagian sisi / celah pasangan batu kosong diisi dengan pasir urug dan dipadatkan dengan
cara menyiram air hingga celah – celah pasangan batu kosong telah terisi pasir sampai padat.
c. Pekerjaan Pondasi.
a. Sebelum pondasi dipasang terlebih dahulu diadakan pengukuran–pengukuran untuk As pondasi
sesuai gambar konstruksi.
b. Dibawah dasar pondasi didasari dengan pasir pasang amstamping, untuk pondasi plat tapak
beton bertulang dan pondasi batu kali/batu belah, terdiri dari batu kali dan pasir pasang
(pasang batu kosong). Lapisan ini juga harus diratakan, dengan menyiram air diatasnya,
sehingga pasir akan mengisi rongga-rongga batu kali tersebut. Tebal lapisan dibuat sesuai
gambar detail pondasi
c. Untuk tanah yang berdaya dukung lebih kecil 0,5 kg/cm2, dibawah pondasi dipasang cerucuk
kayu hitam / ulin yang ditumbuk hingga mencapai tanah yang keras.
d. Untuk pondasi dilaksanakan dengan ukuran sesuai gambar kerja dan gambar detail. Campuran
yang digunakan .Plat tapak beton adukan 1Pc : 2 Ps : 3 Kr. Pondasi batu kali/belah dipasang
dengan perekat 1Pc : 4 Ps dan pada bagian sisi diplester kasar/brappen adukan 1 Pc : 3 Ps.
e. Untuk pondasi plat tapak beton bertulang pelaksanaannya dengan adukan dan pembesian harus
memenuhi pedoman pada pasal beton bertulang.
f. Gradasi batu rata–rata berdiameter 15–25 cm, dan batu yang kurang ukurannya hanya boleh
digunakan sebagai pasak / pengisi.
g. Hasil akhir :
Permukaan harus cukup rata
Ukuran harus sesuai dengan rencana
Bagian yang menghadap keluar harus muka batu yang cukup rata
Bagian atas yang bertemu dengan sloef beton dipasang stek besi
Mutu dan bahan
a. Semen Portland.
Sement Portland yang digunakan adalah produksi dalam negeri dengan mutu yang baik
( tidak mengeras ) dan telah ditetapkan pada PBI 1971 ( NI-8 ) seperti Semen tonasa
atau Semen Bosowa.
b. Pasir dan kerikil.
Pasir pasangan dan kerikil yang digunakan asal lokal kategori tambang kelas C dan
sesuai dengan PBI 1971 ( NI–2 )
c. Batu kali / Batu Gunung
Batu kali / Batu Gunung digunakan asal lokal dan bersih dari lumpur / tanah.
2
-Metode Kerja dan Spesifikasi
-Pembangunan Gedung Pemuda Desa Puncak Indah Kec.Malili
1. Lingkup pekerjaan
BAB III
PEKERJAAN STRUKTUR BETON
a. Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat bantu untuk melaksanakan
pekerjaan ini sehingga didapat hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.
b. Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan untuk pekerjaan:
1) Pembesian
2) Pemasangan beksiting
3) Pengecoran Beton Pekerjaan ini meliputi pekerjaan beton tidak bertulang dan beton
bertulang pada pekerjaan
sloef/beam
kolom Pedestal,praktis
ringbalk
balok latei
cor rabat lantai kerja
2. Standar bahan
a. Semen
1) Yang dimaksud dari semen adalah semen porland seperti yang disebutkan pada P.B.I.
1971.
2) Semen yang akan dipergunakan harus diperoleh dari pabrik yang telah disetujui oleh
pengguna jasa/pengawas lapangan, serta harus dikirim pengawas lapangan ke lokasi
proyek dengan cara pembungkusan yang baik, atau dalam kantong yang masih benar-
benar tertutup rapat, atau dapat pula dikirimkan dengan menggunakan container dari
pabrik yang telah disetujui oleh pengguna jasa/pengawas lapangan.
3) Apabila dikehendaki oleh pengguna jasa/pengawas lapangan, Kontraktor supaya
mengirimkan kepada pengguna jasa/pengawas lapangan tembusan dari konsinyasi
semen yang menyatakan nama pabrik dari semen tersebut, sertifikat hasil test dari
pabrik yang menyatakan bahwa konsinyasi tersebut telah diadakan testing serta
dianalisa dan sesuai dengan segala sesuatu yang telah disebutkan dalam standarisasi.
4) Semen harus disimpan didalam tempat yang tertutup bebas dari kemungkinan
kebocoran air, dan dilindungi dari kelembaban sampai waktu penggunaan. Segala
sesuatu yang menyebabkan rusaknya semen seperti menjadi padat atau menggumpal
atau rusaknya kantong semen, maka semen tersebut tidak bisa diterima dan tidak boleh
dipergunakan lagi.
5) Semen akan dikenakan pula terhadap pemeriksaan tambahan yang sesuai dengan
standardisasi yang diperkirakan/dipandang perlu oleh Pengguna Jasa/ pengawas
lapangan, dan Pengguna Jasa/Pengawas Lapangan mempunyai hak untuk menolak
atau tidak menggunakan semen yang tidak memenuhi syarat dengan mengabaikan
sertifikat yang diberikan oleh pabrik pembuat.
6) Semua semen yang ditolak atau tidak boleh dipergunakan harus dikeluarkan dari lokasi
proyek dengan segera atas biaya Kontraktor tanpa adanya alasan apapun.
7) Kontraktor harus mengirim hasil test serta mengadakan yang dikehendaki oleh Pengguna
Jasa/Pengawas Lapangan dalam hal yang berhubungan dengan hasil pemeriksaan.
8) Setiap waktu Kontraktor harus menjaga persediaan semen di lokasi kerja, atau dengan
kata lain persediaan semen harus selalu cukup sesuai dengan kebutuhan dan mengijinkan
untuk diadakan pemeriksaan pada saat diperlukan.
9) Kontraktor harus melengkapi serta mendirikan tempat yang sesuai untuk tempat
penyimpanan semen, yang benar-benar harus kering, mempunyai ventilasi yang baik,
5
-Metode Kerja dan Spesifikasi
-Pembangunan Gedung Pemuda Desa Puncak Indah Kec.Malili
terlindung dari pengaruh cuaca serta cukup untuk menyimpan dan menimbun semen
dalam jumlah yang besar.
10) Semen harus dipergunakan secepat mungkin setelah pengiriman, dan apabila terdapat
semen yang sudah lembab atau menggumpal, yang menurut Pengguna Jasa/Pengawas
Lapangan sudah tidak bisa dipakai lagi dikarenakan pengaruh kelembaban udara atau
hal lain, akan ditolak dan harus dikeluarkan dari lokasi proyek atas biaya Kontraktor.
b. Agregat Kasar
1) Kerikil/Koral beton dipakai harus sesuai dengan PBI 1971. Koral tidak diperkenankan
untuk dipakai.
2) Untuk struktur atau pembetonan yang mempunyai volume besar, kerikil/koral beton
yang dipakai harus ukuran 10 mm sampai dengan 30 mm. Penggunaan batuan lain
yang sifatnya campuran tidak diperkenankan.
c. Pasir
Pasir yang digunakan harus dari quary yang disetujui oleh pengawas atau pihak pemberi
pekerjaan. Pasir terdiri dari butir-butir yang bersih dan bebas dari bahan-bahan organis,
lumpur dan sebagainya.
d. Besi tulangan
1) Besi tulangan beton meggunakan besi HIJ BjTS 420Bdiameter 8, 10, dan 12 standar SNI
produksi Hanil Jaya Steel
2) Besi untuk tulangan utama menggunakan besi Ø 10 dan 12 SNI, dan begel
menggunakan besi Ø 6 dan 8 SNI.
3) Semua besi beton harus bebas dan bersih dari karat harus sesuai dengan ukuran pabrik,
harus bersih pula dari olie, gemuk, cat dan lain sebagainya, atau hal lain yang dapat
menyebabkan berkurang-nya daya ikat besi beton terhadap beton.
e. Air kerja
Air yang digunakan dalam air yang bersih, tidak mengandung minyak, garam, kotoran
organik atau bahan – bahan lain yang dapat merusak beton dan besi. Air untuk adukan
dan untuk merawat beton harus bersih dan bebas dari semua kotoran yang dapat merusak
daya lekat semen atau dapat menurunkan mutu beton
3. Mutu Beton
1) Beton bertulang fc 24,90 MPa/K.300 (1pc : 2pc ; 3 split), digunakan pada beton praktis,
kolom praktis,
ringbalk praktis
Beton bert ulang fc 24,90 MPa/K.300 (1pc : 2pc ; 3 split digunakan pada beton Kolom
Utama, Pondasi Pooer, Sloof .
Beton tidak bertulang campuran fc 24,90 MPa/K.300 (1pc : 2pc ; 3 split, digunakan
untuk lantai beton (rabat) pada keliling bangunan tebal ( 5 – 10) cm.
Mutu beton yang digunakan adalah sesuai dipersyaratkan dengan standar komposisi
bahan atau setara/minimal.
2) Semua beton harus diaduk dalam beton molen, dengan kapasitas diatas 250 L. lebih
disukai molen yang bekerja berdasarkan perbandingan berat. Bila digunakan pengaduk
berdasarkan volume, maka kontraktor harus menghitung perbandingan material dalam
volume dengan membagi berat tiap bahan oleh obsorpsi air dan kadar kelembaban.
3) Angker Untuk Dinding
Semua sambungan vartikal antara kolom beton/Besi dengan tembok harus dilengkapi
dengan batang- batang baja10 mm,25cm panjang, ditekuk pada satu ujungnya yang
dimasukkan kedalam beton, yang lainnya dibiarkan berupa stok panjang 25 cm unt uk
penyambungan dengan dinding kemudian. Angker-angker tersebut dipasang pada jarak
50-150 cm – 250 cm diatas sloof pondasi atau plat 4. Bahan-bahan Tambahan
6
-Metode Kerja dan Spesifikasi
-Pembangunan Gedung Pemuda Desa Puncak Indah Kec.Malili
4. Bahan – Bahan Tambahan
Bahan-bahan tambahan apapun yang akan dicampurkan pada adukan beton tidak
diperkenankan, kecuali telah ada ketentuan atau keputusan tertulis dari Pengguna
Jasa/Pengawas Lapangan untuk setiap macam bahan tambahan dan dalam hal yang
tertentu pula.
5. Bekisting/mal cetakan
1) Semua sambungan harus benar-benar cukup terikat dan rapat untuk menghindari
adanya kebocoran beton. Untuk menghindari melekatnya beton pada bekisting, maka
lapisan minyak yang tipis sekali atau bahan lainnya yang telah disetujui Pengguna
Jasa/Pengawas Lapangan bisa dipergunakan untuk disapukan pada permukaan bagian
dalam dari bekisting sebelum bekisting tersebut dipasang dan dilakukan pekerjaan
pengecoran.
7
-Metode Kerja dan Spesifikasi
-Pembangunan Gedung Pemuda Desa Puncak Indah Kec.Malili
2) Dalam hal ini harus dijaga pula, bahwa besi tulangan beton tidak boleh sama sekali
terkena lapisan minyak tadi, ataupun lapisan penutup lainnya yang dapat
mempengaruhi daya lekat beton terhadap besi.
3) Diperbolehkan pula untuk mempergunakan pengikat besi atau besi pengisi sela pada
bagian dalam dari beton, tetapi hal tersebut harus mendapat persetujuan terlebih
dahulu dari Pengguna Jasa/Pengawas Lapangan. Setiap bagian dari pengikat besi
atau besi pengisi celah tersebut yang nantinya akan tertanam pada beton, paling
sedikit harus 50 mm dari muka luar beton. Setiap lobang pada permukaan beton yang
disebabkan karena hal tersebut harus diisi segera dengan baik dan bersih pada saat
pembongkaran bekisting, dengan spasi semen atau hasil adukan yang sama dengan
adukan yang ada.
4) Bekisting atau cetakan menggunakan kayu papan dan balok minimal kayu kelas III lokal.
Bahan steger (tiang penyangga) harus terbuat dari kayu bermutu baik.
5) Pembongkaran bekisting atau cetak pembentuk beton bisa dilakukan bahwa sebegitu
jauh hal tersebut tidak akan mengakibatkan dan menimbulkan kerusakan pada beton
yang ada.
6) Semua bagian dari bekisting atau acuan atau cetakan pembentuk beton harus
direncanakan dan dilaksanakan sebaik mungkin dan sesuai dengan ketentuan dari
Pengguna Jasa/Pengawas Lapangan. Kontraktor harus memberikan contoh terlebih
dahulu untuk mendapatkan persetujuan Pengguna Jasa/Pengawas Lapangan dalam
waktu yang cukup longgar sebelum dilaksanakannya pekerjaan pengecoran.
7) Semua bagian dari bekisting, atau cetakan pembentuk beton harus benar-benar kuat
dan kukuh, serta harus dilengkapi pula dengan ikatan-ikatan silang dan penguat
lainnya. Hal tersebut dimaksudkan agar supaya tidak terjadi adanya perubahan bentuk
sewaktu dilakukannya pekerjaan pengecoran, pemadatan dan penggetaran beton.
Bekisting yang dibuat dari kayu atau plywood harus benar-benar dibuat sebaik mungkin
serta dari kayu yang tahan cuaca.
8) Paling sedikit dibutuhkan waktu 6 (tiga) hari setelah pengecoran dapat dilakukan
pembongkaran bekisting, tetapi hal ini tidak diharuskan. Kontraktor dapat melakukan
penundaan pembongkaran bekisting sampai mencapai kekuatan beton mencukupi.
Dalam hal ini Kontraktor harus bertanggung jawab penuh apabila sampai terjadi
adanya kerusakan atau cacat beton yang disebabkan oleh adanya pembongkaran
bekisting sewaktu beton masih belum cukup umur, ataupun pembongkaran bekisting
terlalu cepat sebelum waktunya.
9) Bekisting atau cetakan pembentuk beton yang dipakai pada lantai beton tergantung
harus dibiarkan pada tempatnya paling sedikit dalam waktu 14 hari setelah waktu
pengecoran. Lantai beton yang tergantung harus disangga penuh paling sedikit dalam
waktu 14 hari setelah pengecoran lantai beton diatas lantai yang sedang disangga
tersebut.
10) Apabila terjadi ataupun terdapat adanya lobang seperti keropos ataupun hal-hal lain
pada beton setelah dibongkarnya bekisting, maka Pengguna Jasa/Pengawas Lapangan
harus segera diberitahukan lebih dahulu akan hal tersebut. Tidak diperbolehkan untuk
memperbaiki atau melakukan hal-hal lainnya kecuali telah mendapat persetujuan dan
ijin dari Pengguna Jasa/Pengawas Lapangan terlebih dahulu.
11) Setelah terselesaikannya semua pekerjaan struktur, maka semua bekisting atau cetakan
pembentuk beton serta penyangga-penyangga lainnya harus dibongkar semuanya
dengan mengingat semua persyaratan yang telah ditentukan sebelumnya. Akan tetapi
hal tersebut harus mendapatkan pengarahan, serta persetujuan dari Pengguna
Jasa/Pengawas Lapangan terlebih dahulu.
12) Cetakan dibuat dan disangga sedemikian rupa sehingga dapat mencegah getaran
yang merusak, dan tidak merubah bentuk sebelum, selama pengecoran berlangsung dan
selamabetonbelumpadat.
8
-Metode Kerja dan Spesifikasi
-Pembangunan Gedung Pemuda Desa Puncak Indah Kec.Malili
13) Cetakan dibuat sedemikian rupa untuk mempermudah pengecoran dan pemadatan
beton tanpa merusak konstruksi beton.
14) Sebelum adukan beton dicorkan, semua cetakan harus betul - betul bersih dari kotoran
seperti serbuk gergaji, tanah, minyak dan kotoran lainnya. Kemudian cetakan tersebut
dibasahi dengan air secukupnya, namun tidak boleh ada genangan air pada cetakan
tersebut.
15) Pengecoran baru bisa dimulai setelah mendapat persetujuan Konsultan Pengawas dan
Direksi. Apabila pengecoran beton dilakukan tanpa adanya persetujuan Konsultan
Pengawas dan Direksi, maka kerugian akibat pembongkaran, sepenuhnya menjadi
tanggungan Pemborong.
16) Pengecoran suatu unit pekerjaan beton harus dilaksanakan terus menerus sampai selesai
dengan tanpa berhenti, kecuali mendapat persetujuan Konsultan Pengawas dan Direksi.
17) Setelah dicorkan pada cetakan, adukan harus dipadatkan dengan alat.
6. Peralatan Kerja Yang digunakan
1) Peralatan pertukangan dan peralatan bantu yang sesuai
2) Concrete mixer/Beton Molen
3) Concrete vibrator
4) Genset
5) Pompa air
6) Tandon air
7) Scafolding
7. Personil Yang Terlibat
1) Pelaksana Teknis
2) Ahli/Petugas K3
3) Seluruh Mandor
4) Seluruh Kepala Tukang
5) Seluruh Pekerja
6) Seluruh Tukang
8. Metode pelaksanaan
a. Sebelum melakukan pengecoran kontraktor harus mengadakan
penyediaan- penyediaan dan persiapan- persiapan yang perlu untuk menerima atau ikut
serta dengan pekerjaan lain.
b. Semua alat kerja dan bahan diperiksa kelayakan pakai baik secara rutin ataupun
sebelum pengecoran.
c. Area yang akan dicor harus sudah mendapat persetujuan dari pemberi tugas.
d. Bekisting harus terpasang dan ditopang dengan kuat dan kokoh agar tidak terjadi
pergeseran, pecah atau patah saat pengisian cor beton.
e. Sebelum diadakan atau dilakukan pengecoran, bekisting dan besi-besi tulangan beton
yang akan dicor harus dibersihkan terlebih dahulu dari semua benda-benda atau
materail asing yang dapat mengurangi mutu/kekuatan beton.
f. Sama sekali tidak diperkenankan mengadakan pengecoran beton sebelum besi yang
terpasang telah diperiksa dan disetujui oleh Pengguna Jasa/Pengawas Lapangan
g. Semua besi beton yang akan dipakai harus ditekuk atau dibentuk sesuai seperti bentuk
dan ukuran yang tertera pada gambar, serta diletakkan dan diikat dengan tepat pada
posisi yang ditunjukkan pada gambar, sehingga selimut beton yang telah ditetapkan
9
-Metode Kerja dan Spesifikasi
-Pembangunan Gedung Pemuda Desa Puncak Indah Kec.Malili
pada spesifikasi atau yang telah ditunjukkan dalam gambar akan selalu tetap
terpelihara dan terpenuhi.
h. Besi beton yang telah dibentuk tersebut harus dipasang tepat pada posisinya seperti
tertera sesuai dengan yang ditunjukkan pada gambar, sama sekali lepas atau tidak
menempel pada bekisting dan jika perlu diganjal dengan pengganjal beton yang dibuat
sesuai dengan tebal selimut beton yang diinginkan.
i. Sebelum dan selama dilakukannya pengecoran beton, maka pemasang atau tukang besi
beton yang berwenang harus hadir pada saat tersebut untuk memeriksa dan
membetulkan bagian-bagian besi beton yang masih perlu diperbaiki.
j. Besi-besi tulangan beton yang sebagian ada dibagian luar atau keluar dari permukaan
beton, yang dimaksudkan sebagai besi stek atau sambungan konstruksi tidak
diperkenankan untuk ditekuk atau diubah posisinya pada saat pengecoran beton sedang
berlangsung, kecuali sudah ada ijin dari Pengguna Jasa/Pengawas Lapangan
k. Pembongkaran bekisting harusdi laporkan dan disetujui sebelumnya oleh Konsultan
Pengawas
l. Beton yang keropos harus segera diperbaiki.
m. Sebelum dilakukan pengecoran, maka Kontraktor wajib memberitahukan kepada
Pengguna Jasa/Pengawas Lapangan untuk mengadakan pemeriksaan pembesian.
Kontraktor tidak diperkenankan untuk melakukan pengecoran beton sebelum ada
persetujuan dan ijin tertulis dari Pengguna Jasa/Pengawas Lapangan, bahwa besi
tulangan yang terpasang sesuai dengan gambar serta memenuhi persyaratan spesifikasi.
BAB IV
PEKERJAAN STRUKTUR BAJA
1. Lingkup Pekerjaan
a. Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat bantu untuk melaksanakan
pekerjaan ini sehingga didapat hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.
b. Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan untuk pekerjaan pasangan kolom
baja Profil/ IWF, penyediaan tempat yang akan didirikan dinding dan melaksanakan
pekerjaan pemasangan batu bata untuk pembuatan dinding atau lainnya.
2. Standar Bahan a. Bahan
Strktur dan Konstruksi
Bahan Struktur atau Konstruksi
1. Kecuali kalau diatur secara tersendiri, bentuk profil, pelat dan kisi-kisi untuk tujuan semua
konstruksi dibaut atau dilas harus baja ptofil yang memenuhi persyaratan A.S.T.M. A36 atau yang
setara dan harus mendapat persetujuan MK.
2. Kecuali kalau diatur secara tersendiri pipa-pipa untuk konstruksi dengan las harus
dari baja karbon yang memenuhi A.S.T.M. A56 type E atau S.
3. Kecuali kalau diatur secara tersendiri bahan-bahan harus memenuhi spesifikasi “American
Institute of Steel Construction (AISC)” dan PPBBI Mei 1984.
b. Pengikat-pengikat : baut-baut, mur-mur atau sekrup-sekrup dan ring-ring harus sebagai berikut :
1. Untuk sambuangan baja ke baja.
Pengikat-pengikat harus dari baja karbon yang memenuhi persyaratan ASTM A370
2. Untuk sambuangan baja ke baja.
Pengikat-pengikat harus dari baja karbon yang memenuhi persyaratan ASTM A325 dan atau
ASTM A490 dan harus terlapis cadmium.
3. Untuk sambungan logam yang berlainan (tidak sama) pengikat-pengikat harus baja tahan korosi
memenuhi persyaratan ASTM A276 type 321 atau type lainnya dari baja tahan korosi.
10
-Metode Kerja dan Spesifikasi
-Pembangunan Gedung Pemuda Desa Puncak Indah Kec.Malili
4. Ring-ring bulat untuk baut biasa harus memenuhi A.N.S.I. B27, type A.
c. Bahan-bahan las : bahan-bahan las harus memenuhi persyaratan dari “American Welding
Society” (AWS D1.0-69 : Code for Welding in Building Construction)
1. Baut angkur dan sekrup-sekrup atau mur-mur harus memenuhi persyaratan ASTM A36 atau
A325.
2. Baut dan mur yang idak terlapis (unfinished) harus memenuhi ASTM A307 dan harus biasanya
type segi enam (hexagon-bolt type)
d. Semua bahan baja yang dipergunakan harus merupakan bahan baru, yaitu bahan yang belum
pernah dipergunakan untuk konstruksi lain sebelumnya dan harus disertai sertifikat dari pabrik.
e. Peraturan-peraturan dan standar dibawah ini atau publikasi yang dapat dipakai harus
dipertimbangkan serta merupakan bagian dari spesifikasi ini. Dalam hal ini ada pertentangaan
3. Material dan Fabrikasi
a. Semua material baja harus baru dan disetujui pengawas walaupun kontraktor telah menggunakan bahan
yang telah disetujui, pasal berikut ini tetap mengikat kontraktor untuk tetap bertanggung jawab.
b. Semua material untuk konstruksi baja harus menggunakan baja yang baru dan merupakan "Hot
Rolled Structural Steel" dan memenuhi mutu baja BJ 37 (PPBBI-83) atau ASTM A36 atau SS41 (JIS.U
3101 - 1970).
c. Seluruh pekerjaan fabrikasi harus dilakukan di workshop, kecuali hal-hal yang tidak dapat dilakukan di
workshop dan dapat dikerjakan di lapangan setelah mendapat persetujuan Pengawas.
d. Semua bagian baja sebelum dan setelah difabrikasi harus lurus dan tidak ada tekukan dan ukuran
disesuaikan dengan gambar. Sebelum semua pekerjaan fabrikasi dimulai pelat-pelat baja harus rata
dan tidak boleh tertekuk dan bengkok.
e. Semua pekerjaan baja harus disimpan rapi dan ditaruh diatas alas papan. Seluruh pekerjaan
baja setelah selesai difabrikasi harus dibersihkan dari karat dengan sikat baja dan dicat zincromate 2
(dua) kali.
f. Kekurangtepatan pemasangan karena kesalahan fabrikasi harus dibetulkan, diperbaiki atau diganti
dengan yang baru atas biaya Kontraktor.
g. Pengawas dan Konsultan berhak meninjau bengkel dan memeriksa pekerjaan fabrikasi Kontraktor yaitu
baja dengan tegangan leleh minimum sy = 2.400 kg/cm2.
h. Semua baja yang digunakan harus sesuai bentuk, ukuran dan ketebalannya serta bebas dari karat, cacat
karena tumbukan, tekuk dan puntir, dengan berat sesuai gambar rencana.
i. Semua fabrikasi yang dilakukan Pemborong harus mengajukan gambar kerja (Shop Drawing) sesuai
dengan gambar rencana untuk disetujui oleh Konsultan Pengawas, dan Pemborong tidak diperkenankan
memulai pekerjaan sebelum gambar kerja tersebut disetujui.
Gambar kerja harus menunjukkan detail pelaksanaan secara jelas, untuk hal-hal berikut :
- Dimensi layout dalam metrik.
- Type dan lokasi sambungan.
- Dimensi bagian-bagian konstruksi bentuk, detail dan berat setiap unit konstruksi.
j. Permukaan yang akan disambung harus rata satu sama lain, digurinda dahulu sebelum dilakukan
penyambungan dan tidak boleh bergeser selama pengelasan dilakukan. Sisa-sisa atau material las yang
berlebih atau kerak-kerak las harus dibersihkan.
11
-Metode Kerja dan Spesifikasi
-Pembangunan Gedung Pemuda Desa Puncak Indah Kec.Malili
4.Contoh Bahan
a. Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor harus memberikan contoh-contoh material, baja profil, kawat
las, cat dasar atau akhir dan lain-lain untuk mendapat persetujuan MK.
b. Contoh-contoh yang telah disetujui oleh MK akan dipakai sebagai standar atau pedoman untuk
pemeriksaan atau penerimaan material yang dikirim oleh Kontraktor ke site.
c. Kontraktor diwajibkan membuat tempat penyimpanan contoh-contoh material yang telah disetujui di
bengkel MK.
- Penyimpanan dan Pengiriman Bahan
a. Semua material harus disimpan rapi dan diletakkan diatas papan atau balok-balok kayu untuk
menghindari kontak langsung dengan permukaan tanah, sehingga tidak merusak material.
b. Dalam penumpukan material harus dijaga agar tidak rusak, bengkok.
c. Kontraktor harus memberitahukan terlebih dahulu setiap akan ada pengiriman dari pabrik ke
lapangan, guna pengecekan pengawas.
Kontraktor harus memberitahukan pengawas sebelum pengiriman konstruksi baja dan menjamin bahwa
setelah di lapangan konstruksi baja tersebut tetap tidak rusak dan kotor. Bilamana ternyata yang dikirim
rusak dan bengkok, Kontraktor harus mengganti dengan yang baru.
d. Sebelum erection dimulai, Kontraktor harus memeriksa kembali kedudukan angker-angker baja dan
memberitahukan kepada Pengawas metode dan urutan pelaksanaan erection.
e. Ketinggian dasar kolom yang telah ditentukan dan ketinggian daerah lainnya diukur dengan theodolite
oleh Kontraktor dan disetujui Pengawas.
f. Perhatian khusus dalam pemasangan angker-angker untuk kolom dimana jarak-jarak/kedudukan angker-
angker harus tetap dam akurat untuk mencegah ketidak cocokan dalam erection, untuk ini harus dijaga
agar selama pengecoran angker-angker tersebut tidak bergeser.
g. Dasar kolom dan bidang bawah pelat pemegang angker harus dalam satu bidang yang rata betul.
h. Erection komponen-komponen baja harus menggunakan alat mekanik (crane).
i. Tali pengikat dan penarik yang dipakai pada waktu erection harus dari kabel baja.
j. Toleransi dari kelurusan batang maupun komponen batang tidak boleh lebih dari 1/1000 panjang
batang/komponen batang.
k. Penyimpangan pertemuan sumbu perletakan dengan sumbu kolom tempat perletakan maksimum 0.5 cm
dari kedudukan pada gambar kerja ke arah horizontal dan 1 cm ke arah vertikal.
l. Semua pelat-pelat atau elemen yang rusak setelah fabrikasi, tidak akan diperbolehkan dipakai
untuk erection.
m. Untuk pekerjaan erection di lapangan, Kontraktor harus menyediakan tenaga ahli. Tenaga ahli
tersebut harus senantiasa mengawasi dan bertanggung jawab atas pekerjaan erection.
Tenaga ahli untuk mengawasi pekerjaan erection tersebut harus mendapat persetujuan pengawas dan
berpengalaman dalam erection konstruksi baja bertingkat guna mencegah hal-hal yang tidak
menguntungkan bagi struktur.
n. Kontraktor bertanggung jawab atas keselamatan pekerja-pekerjanya di lapangan, sesuai
ketentuan yang dikeluarkan oleh dinas keselamatan kerja dari Departemen Tenaga Kerja. Untuk ini
Kontraktor harus menyediakan ikat pinggang pengaman, safety helmet, sarung tangan
dan pemadam kebakaran.
12
-Metode Kerja dan Spesifikasi
-Pembangunan Gedung Pemuda Desa Puncak Indah Kec.Malili
o. Kegagalan dalam erection ini menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya, oleh sebab itu Kontraktor
diminta untuk memberi perhatian khusus pada masalah erection ini.
p. Dalam pengiriman semua bahan yang didatangkan ketempat pekerjaan dalam keadaan utuh dan tidak
bercacat. Beberapa bahan tertentu harus masih didalam kotak atau kemasan aslinya yang masih
bersegel dan berlabel pabriknya.
13
-Metode Kerja dan Spesifikasi
-Pembangunan Gedung Pemuda Desa Puncak Indah Kec.Malili
3. Peralatan Yang di gunakan Kerja
1) Peralatan pertukangan dan pearalatan bantu yang sesuai
2) Mesin Las
3) katrol/Trakkeal
5) Scafolding
4. Personil Yang Terlibat
1) Pelaksana Teknis
2) Ahli/Petugas K3
3) Seluruh Mandor
4) Seluruh Kepala Tukang
5) Seluruh Pekerja
6) Seluruh Tukang Besi/Las
5. Metode Pelaksanaan
a. Bersihkan area sekitar baut pada plat yang akan dipasangan dari benda-benda yang
mengganggu.
b. Buat marking/penanda titik-titik yang akan dipasangi besi baja profil dengan menggunakan
c. Memasang kolom baja profil pada titik-titk marking serta jalur benang acuan yang telah
dipasang pada titik As pada setiap kolom pedestal .
d. Sebelum dimulai pemasangan, maka dilakukan pencekan titk as lebih dahulu
e. Koneksi pasangan pada plat baja profil dengan baut yanag sdh terpasngn pada kolom
pedestal harus dibuat secara hati-hati dan terukur .
BAB V
PEKERJAAN PASANGAN BATA MERAH
1. Lingkup Pekerjaan
a. Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat bantu untuk melaksanakan
pekerjaan ini sehingga didapat hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.
b. Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan untuk pekerjaan pasangan bata,
penyediaan tempat yang akan didirikan dinding dan melaksanakan pekerjaan pemasangan
batu bata untuk pembuatan dinding atau lainnya.
2. Standar Bahan
a. Batu Bata
Harus matang pembakarannya, bila direndam dalam air akan tetap utuh, tidak pecah atau
hancur.Penyedia jasa harus memberikan contoh pada Pengawas Lapangan sebelumnya
untuk diperiksa kualitasnya. Apabila bahan-bahan yang datang, oleh Pengawas Lapangan
dianggap tidak memenuhi syarat, Pengawas Lapangan berhak menolak bahan-bahan
tersebut dan penyedia jasa wajib mengangkutnya ke luar lokasi pembangunan.
b. Semen/Portland Cement (PC)
Bahan semen yang digunakan sama dengan semen/PC untuk konstruksi beton merk Bosowa.
Semen semacamnya yang datang di lokasi pekerjaan dan menunggu pemakaiannya, harus
disimpan di dalam gudang yang lantainya kering dan 30 cm lebih tinggi dari permukaan
tanah di sekitarnya. Bilamana pada setiap pembukaan kantong, ternyata semennya
sudah membatu, maka semen tersebut harus disingkirkan keluar lokasi pembangunan dan
tidak boleh dipergunakan. Supplier/pedagang yang mengirimkan semen untuk pekerjaan ini
hendaknya dapat menunjukan sertifikasi dari pabriknya. Semen yang sudah lembab atau
menunjukkan gejala membatu akan ditolak. Selekasnya semen yang ditolak harus
dikeluarkan dari lokasi pembangunan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
14
-Metode Kerja dan Spesifikasi
-Pembangunan Gedung Pemuda Desa Puncak Indah Kec.Malili
c. Pasir Pasang
Bahan yang digunakan sama dengan pasir yang digunakan untuk konstruksi beton. Pasir
yang dimaksud harus bersih, pasir asli yang bebas dari segala macam kotoran dan bahan-
bahan kimia.. Bilamana pasir yang dipakai tidak memenuhi syarat-syarat tersebut di atas,
15
-Metode Kerja dan Spesifikasi
-Pembangunan Gedung Pemuda Desa Puncak Indah Kec.Malili
Pengawas Lapangan berhak memerintahkan untuk mencuci pasirnya, melihat hasilnya
sampai didapat persetujuan. Khusus untuk plester, harus dicarikan pasir yang lebih halus.
d. Air kerja
Air yang digunakan adalah air yang bersih, tidak mengandung minyak, garam, kotoran
organik atau bahan – bahan lain yang dapat merusak beton dan besi. Air untuk adukan
dan untuk merawat beton harus bersih dan bebas dari semua kotoran yang dapat merusak
daya lekat semen atau dapat menurunkan mutu beton
3. Peralatan Yang di gunakan Kerja
1) Peralatan pertukangan dan pearalatan bantu yang sesuai
2) Gerobak/Lori-Lori
3) Trowel
4) Concrette mixer/Beton Melon
5) Scafolding
4. Personil Yang Terlibat
1) Pelaksana Teknis
2) Ahli/Petugas K3
3) Seluruh Mandor
4) Seluruh Kepala Tukang
5) Seluruh Pekerja
6) Seluruh Tukang
5. Metode Pelaksanaan
a. Bersihkan area yang akan dipasangi batu bata dari benda-benda yang mengganggu.
b. Buat marking/penanda jalur-jalur yang akan dipasangi bata dengan menggunakan benang.
c. Memasang bata merah pada jalur marking serta jalur benang acuan yang
telah dipasang pada profil kayu pada ujung jalur dinding lapis demi lapis sampai setinggi 1 m
dengan menggunakan adukan 1 pc : 4ps .
d. Sebelum dimulai pemasangan, maka batu batanya harus dibasahi lebih dahulu
e. Adukan pasangan harus dibuat secara hati-hati.Mencampurnya semen dan pasir harus di
dalam keadaan kering yang kemudian diberi air sampai didapat campuran plastis. Adukan
yang sudah mengering/kering tidak boleh dicampur dengan adukan yang baru.
f. Dalam satu hari pasangan tidak boleh lebih tinggi dari 1 (satu meter). Dari pengakhiran
pasangan satu hari tersebut harus dibuat bertangga menurun dan tidak tegak berdiri untuk
menghindari retak dikemudian hari. Tebalnya siar batu bata tidak boleh kurang dari 1 (satu)
cm atau 10 mm dan siarnya harus benar-benar pada adukannya.
g. Tempat yang harus dibuat lubang harus dipersiapkan dulu dengan menyumbatnya memakai
batang pisang untuk diameter besar atau bahan lain yang mudah dilepas saat kering.
h. Di tempat yang akan terdapat lubang pintu, jendela, lobang ventilasi dan lain-lain, pasangan
bata hendaknya dipasangi bingkai kayu selebar keperluan lubang kusen bagian atas ada
balok late disesuaikan dengan gambar yang ada ditambah toleransi celah 0.5 cm
i. Pemasangan batu bata untuk dinding ½ batu harus menghasilkan dinding finish setebal 15 cm
dan untuk dinding1batu finish adalah 25 cm.Pelaksanaan pasangan harus cermat, rapi dan
benar-benartegaklurus.
16
-Metode Kerja dan Spesifikasi
-Pembangunan Gedung Pemuda Desa Puncak Indah Kec.Malili
j. Semua pasangan bata harus rata (horizontal) dan tiap-tiap kali diukur dari lantai, dengan
menggunakan benang. Pada semua pasangan bata setengah batu satu sama lain harus
terdapat pengikat yang sempurna. Tidak dibenarkan menggunakan batu bata pecahan
separo panjang, kecuali sesuai peraturannya (di sudut). Lapisan yang satu dengan lapisan
yang diatasnya harus berbeda setengah panjang bata. Pada pasangan satu batu dan
pasangannya lebih tebal harus disusun sesuai dengan petunjuk/peraturan seharusnya.
k. Bilamana saat pemasangan ternyata terdapat batu bata yang cacat atau tidak sempurna,
maka batu bata ini harus diganti dengan yang baik atas biaya kontraktor.
l. Lubang untuk alat-alat listrik :
Dimana akan dipasang pipa-pipa dan atau alat-alat yang ditanam dalam
dindingberdasarkan gambar,maka harus dibuat pahatan secukupnya pada pasangan
bata sebelum diplester.
Pahatan tersebut setelah dipasang pipa/alat, harus ditutup dengan adukan plesteran
yang dilaksanakan secara sempurna, dikerjakan bersama-sama dengan plesteran
seluruhnya di bidang tembok
Semua pasangan bata harus rata (horizontal) dan tiap-tiap kali diukur dari lantai, dengan
menggunakan benang. Pada semua pasangan bata setengah batu satu sama lain harus
terdapat pengikat yang sempurna. Tidak dibenarkan menggunakan batu bata pecahan
separo panjang, kecuali sesuai peraturannya (di sudut). Lapisan yang satu dengan lapisan
yang diatasnya harus berbeda setengah panjang bata. Pada pasangan satu batu dan
pasangannya lebih tebal harus disusun sesuai dengan petunjuk/peraturan seharusnya.
k. Bilamana saat pemasangan ternyata terdapat batu bata yang cacat atau tidak sempurna,
maka batu bata ini harus diganti dengan yang baik atas biaya kontraktor.
l. Lubang untuk alat-alat listrik :
Dimana akan dipasang pipa-pipa dan atau alat-alat yang ditanam dalam
dindingberdasarkan gambar,maka harus dibuat pahatan secukupnya pada pasangan
bata sebelum diplester.
Pahatan tersebut setelah dipasang pipa/alat, harus ditutup dengan adukan plesteran
yang dilaksanakan secara sempurna, dikerjakan bersama-sama dengan plesteran
seluruhnya di bidang tembok.
17
-Metode Kerja dan Spesifikasi
-Pembangunan Gedung Pemuda Desa Puncak Indah Kec.Malili
BAB VI
PEKERJAAN PENUTUP ATAP
1. Lingkup pekerjaan
a. Pekerjaan penutup atap ini meliputi seluruh pekerjaan pemasangan rangka a t a p ,
pemasangan penutup atap seperti yang ditunjukkan dalam gambar kerja.
b. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu
lainnya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini sehingga diperoleh hasil pekerjaan
yang bermutu baik dan sempurna.
2. Standar bahan:
a. Rangka
Rangka utama CNP 100 x 50 x 20 x 3,20 mm, dengan modul 20 x3,20 cm minimal gording 5
mm , perkuatan menggunakan jarum pengeras m12,
b. Penutup Atap
Digunakan Spandek Zincalume Warnah Merah yang bermutu baik atau yang dengan
tebal=0,5 mm.
c. Semua bahan harus disetujui oleh Konsultan Pengawas, Perencana dan Pemberi Tugas.
3. Peralatan Yang Digunakan
1) Peralatan pertukangan, dan peralatan bantu yang sesuai
2) Scafolding
4. Personil Yang Terlibat
1) Pelaksana bangunan gedung
2) Petugas K3
3) Seluruh Mandor
4) Seluruh Kepala Tukang
5) Seluruh Pekerja
6) Seluruh Tukang
5. Metode Pelaksanaan
a. Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kontraktor diwajibkan untuk menelit gambar-gambar
yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan peil), termasuk mempelajari bentuk,
pola, lay-out/penempatan,cara pemasangan, mekanisme dan detail-detail sesuai gambar
b. Atap spandek Zincalume dipasang adalah bahan yang telah dipilih dengan baik bentuk dan
ukuran masing-masing unit sama, tidak ada bagian yang bocor/robek,gompal atau cacat-
cacat lainnya dan telah mendapat persetujuan Konsultan Pengawas.
32
-Metode Kerja dan Spesifikasi
-Pembangunan Gedung Pemuda Desa Puncak Indah Kec.Malili
c. Pemasangan rangka CNP 100x50 mm disesuaikan dengan kondisi ruangan dan dengan
pola yang ditunjukan/disebutkan dalam gambar dengan memperhatikan modul pemasangan
penutup langit-langit yang dipasangnya.
d. Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kontraktor diwajibkan untuk menelit gambar-gambar
yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan peil), termasuk mempelajari bentuk,
pola, lay-out/penempatan, cara pemasangan, mekanisme dan detail-detail sesuai gambar.
e. CNP 100x50 mm yang dipasang adalah bahan yang telah dipilih dengan baik bentuk dan
ukuran yang sama, tidak ada bagian yang retak,gompal atau cacat-cacat lainnya dan telah
mendapat persetujuan Konsultan Pengawas.
g. Modul pemasangan rangka CNP adalah 100x50 cm.
h. Bidang pemasangan bagian rangka harus rata, tidak cembung, kaku dan kuat kecuali bila
dinyatakan lain, misal: permukaan merupakan bidang miring/tegak sesuai yang ditunjukan
dalam gambar.
i. Setelah rangka C N P terpasang dengan benar, rata dan kuat serta instalasi ME sudah
terpasang semua, maka lembaran atap Spandek Zincalume mulai dipasang.
j. Setelah seluruh rangka atap terpasang, seluruh permukaan rangka harus rata, lurus dan
waterpas, tidak ada bagian yang bergelombang.
k. Bahan penutup atap adalah spandek Zincalume 0,5mm dan dengan mutu bahan seperti yang
telah dipersyaratkan dengan pola pemasangan sesuai yang ditunjukan dalam gambar.
atap dipasang dengan sekrup khusus dan setiap pemasangan masing-masing sekrup sejajar
minimal berjarak 30 cm.
l. Sambungan atap mengunakan atap spandek zincalume 0,5mm.
33
-Metode Kerja dan Spesifikasi
-Pembangunan Gedung Pemuda Desa Puncak Indah Kec.Malili
BAB XII PEKERJAAN
PENGECETAN
1.Lingkup Pekerjaan
a. Lingkup pekerjaan ini meliputi seluruh permukaan besi baja yang kelihatan seperti
yang disebutkan/ditunjuk dalam gambar yang dibuat oleh konsultan perencana untuk
mendapatkan hasil yang sesuai dengan petunjuk Konsultan pengawas.
b. Pekerjaan ini dilkerjakan pada pengecatan seluruh permukaan besi dan bidang lainnya
yang ditunjuk oleh Pengawas, dan pihak pemberi pekerjaan. Pekerjaan ini dilakukan baik
secara manual maupun secara semprot pada maing-masing bidang yang ditentukan.
2. Standar bahan
a. Pengecatan bidang permukaan besi
Untuk bidang besi menggunakan cat besi merk , Nippon dengan warna yang ditentukan oleh
Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas dan disetujui oleh pihak pemberi pekerjaan.
3. Peralatan Yang Digunakan
1) Peralatan pengecatan, kuas biasa, kuas roll dan peralatan bantu yang sesuai
2) Sacafolding
4. Personil Yang Terlibat
1) Pelaksana bangunan gedung
2) Petugas K3
3) Seluruh Mandor
4) Seluruh Kepala Tukang
5) Seluruh Pekerja
6) Seluruh Tukang
5. Metode pelaksanaan
5.1. Pengecatan bidang permukaan Besi
a. Yang termasuk pekerjaan cat permukaan besi adalah pengecatan semua bidang
permukaan baik di luar maupun yang di dalam, pengecatan pondasi gedung di atas dan
bagian lain yang ditunjukkan olej konsultan perencana dan konsultan pengawas.
b. Seluruh permukaan dinding yang dicat harus dibersihkan dari debu, lumut dan kotoran
lain yang menempel pada bidang yang akan dicat
41
-Metode Kerja dan Spesifikasi
-Pembangunan Gedung Pemuda Desa Puncak Indah Kec.Malili
BAB VII SPESIFIKASI
BAHAN
No. URAIAN PEKERJAAN SPESIFKASI BAHAN
I. PEKERJAAN STRUKTUR
1. Bekisting Kayu Kelas III
2. Sloef Fc = 24,90 MPa/K.300
3. Pondasi Poer Fc = 24,90 MPa/K.300
4. Kolom Pedstal Fc = 24,90 MPa/K.300
5. Balok Fc = 24,90 MPa/K.300
Fc = 24,90 MPa/K.300
6. Ring Balok
7. Besi Beton HIJ BjTS 420B, Hanil Jaya Steel
II. PEKERJAAN STRUKTUR BAJA
A. Pekerjaan Dinding
Bata Merah Pres Lokal, Semen
Bosowa, Pasir Lokal
1. Pas. Bata Merah
B. Pekerjaan Kolom
1. Kolom Baja Profil IWF (300 x 150 x 6.5 x 9)
III. PEKERJAAN KONSTRUKSI ATAP
1. Rangka Atap Gording CNP 100x50x20x3.2 mm
2. Penutup Atap Spandek Zincalume 0.5 mm
IV. PEKERJAAN PENGECETAN
1. Pengecatan Rangka Baja Nippon (Zinc Chromate)
44
-Metode Kerja dan Spesifikasi
-Pembangunan Gedung Pemuda Desa Puncak Indah Kec.Malili
NO BAHAN BRAND/MERK/SPEK
I BAHAN BATU DAN PASIR
1 Air kerja Lokal
2 Batu bata Lokal
3 Koral Beton/Kerikil Lokal
4 Pasir beton Lokal
5 Pasir pasang Lokal
6 Pasir urug Lokal
II BAHAN SEMEN DAN PEREKAT
1 Semen portland ( @ 50 kg; Bosowa )
BAHAN BESI, PAKU, SEKRUP DAN
III
LEM
1 Besi beton HIJ BjTS 420B
2 Kawat beton
3 Besi Baja Profil IWF 300
4 Besi CNP CNP 100
5 Paku biasa 1 - 5 cm
6 Paku biasa 5 - 10 cm
7 Paku biasa > 10 cm
8 Sekrup fixer
9 Sekrup
47
-Metode Kerja dan Spesifikasi
-Pembangunan Gedung Pemuda Desa Puncak Indah Kec.Malili
NO BAHAN BRAND/MERK/SPEK
VI BAHAN KAYU DAN ATAP
1 Kayu Balok Kelas III Lokal
2 Kayu Kelas III Lokal
3 Besi CNP 100 Lokal
4 Spandek Zincalume 0,5 mm Lokal
5 Kalsiplank L.20 Lokal
VII BAHAN CAT
Cat dasar Nippon (Zinc Chromate)
1 Nippon (Zinc Chromate)
2 Minyak bekisting lokal
3 Minyak Cat/Pengencer
4 Kuas 4 ''
5 Ampelas
6 Plamuur
6
48
-Metode Kerja dan Spesifikasi
-Pembangunan Gedung Pemuda Desa Puncak Indah Kec.Malili
BAB XIV PERALATAN
UTAMA
No. NAMA PERALATAN JUMLAH/ KAPASITAS
1 Dum Truck 1 Unit/ 3-6 Ton
2 Motor Grader 1 Unit
3 Vibro Roller 1 Unit
4 Water Tunk Truck 1 Unit
5 Concrete Mixer/ Beton Molen 1 Unit/ 250 Kg
6 Catrol Rantai 2 Set
7 Scafolding 10 Set
8 Genset 1 Unit/ 5000 Watt
9 Gerobak Dorong 5 Buah
10 Peralatan K3 10 Set
50
-Metode Kerja dan Spesifikasi
-Pembangunan Gedung Pemuda Desa Puncak Indah Kec.Malili
BAB XV
PERSONIL INTI DAN TENAGA TEKNIS
SERTIFIKAT JUMLAH
No. POSISI/ JABATAN PENDIDIKAN PENGALAMAN
KOMPETENSI PERSONIL
Ahli MudaTeknik
1 Pelaksana Minimal S.1Teknik 5 Tahun 1 Orang
Bangunan
Sipil/Arsitektur
Dan Gedung
Ahli Muda Bidang
Minimal S1 Teknik
Keahlian
2 Manajemen Konstruksi Sipil/Arsitektur 3 Tahun 1 Orang
Manajemen
Konstruksi
Ahli K3 Konstruksi/
Minimal S1 Teknik
Ahli K3 – Muda
3 Ahli K3 Konstruksi Sipil/Arsitektur/ 2 Tahun 1 Orang
(LPJK/ Kemeterian
Mesin/ Elektro
PUPR/ BNSP)
51
-Metode Kerja dan Spesifikasi
-Pembangunan Gedung Pemuda Desa Puncak Indah Kec.Malili| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 17 December 2018 | Pembangunan Pengendalian Banjir Dan Perkuatan Tebing Sungai Bila Kab. Wajo;kab. Wajo;sulawesi Selatan;0.2 Km; Hektar;f;k;syc | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 9,900,000,000 |
| 1 February 2024 | Pembangunan Rumdin Maybrat Type 38 (15 Unit) | Kepolisian Negara Republik Indonesia | Rp 5,700,000,000 |
| 1 February 2024 | Pembangunan Rumdin Maybrat Type 45 (8 Unit) | Kepolisian Negara Republik Indonesia | Rp 3,500,000,000 |
| 31 July 2019 | Rehabilitasi Pusat Pertokoan | Pemerintah Daerah Kabupaten Soppeng | Rp 2,922,000,000 |
| 5 June 2023 | Pembangunan Gedung Rawat Inap Persalinan Pkm Marusu | Kab. Maros | Rp 1,750,000,000 |
| 18 August 2014 | Pekerjaan Lanjutan Wisma Balai Bahasa Prov. Sulawesi Selatan Dan Sulawesi Barat | Rp 1,228,860,000 | |
| 4 August 2016 | Pembangunan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah Kec. Marusu, Kab. Maros, Prop. Sul-Sel | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 1,200,000,000 |
| 25 August 2017 | 023. Pemeliharaan Rumah Susun Kaw. Industri Makassar-1 | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 1,073,292,000 |
| 10 November 2017 | Penyelesaian Islamic Centre | Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar | Rp 1,010,000,000 |
| 24 July 2023 | Rehabilitasi Mushollah At Taubah Kantor Bupati Takalar | Kab. Takalar | Rp 900,030,000 |