PT Buka Tujuh Jaya | 00*0**7****23**0 | Rp 35,000,000,000 |
| 0317076057609000 | - | |
| 0802921023103000 | - | |
PT Airtek Solusi Nusantara | 00*5**0****04**0 | - |
| 0011485620821001 | - | |
| 0421143728401000 | - | |
| 0018528232214000 | - | |
| 0031980758831000 | - | |
| 0023357445101000 | - | |
| 0025320151412000 | - | |
| 0708779954617000 | - | |
PT Ensargus Indra Utama | 02*0**0****01**0 | - |
| 0530543263003000 | - | |
| 0315895425525000 | - | |
| 0024247637941000 | - | |
| 0210649661403000 | - | |
PT Rekayasa Tata Udara | 00*6**0****04**0 | - |
| 0032351421301000 | - | |
CV Solusi Inti Pembangunan | 08*2**3****06**0 | - |
| 0014987440647000 | - | |
| 0722873411521000 | - | |
| 0700090483008000 | - | |
| 0031950397801000 | - | |
| 0739194264219000 | - | |
| 0018553982101000 | - | |
PT Meugah Cahaya Nusantara | 08*7**2****22**0 | - |
| 0959218728732000 | - | |
| 0012194635631000 | - | |
| 0027791953423000 | - | |
| 0411827967529000 | - | |
PT Epithu Logica Sembada | 09*5**4****15**0 | - |
| 0021099312009000 | - | |
| 0416689701804000 | - | |
PT Asa Nusantara Konstruksi | 07*9**0****06**0 | - |
| 0908421415101000 | - |
PENGADILAN TATA USAHA NEGARA BANJARMASIN
SPESIFIKASI TEKNIS
NAMA PROGRAM : PENGADAAN SARANA DAN PRASARANA DI
LINGKUNGAN MAHKAMAH AGUNG
NAMA KEGIATAN : LAYANAN SARANA DAN PRASARANA INTERNAL
NAMA PEKERJAAN : RENOVASI DAN PERLUASAN GEDUNG KANTOR
PENGADILAN TATA USAHA NEGARA BANJARMASIN
LOKASI PEKERJAAN : JALAN BRIGJEN H.HASAN BASRI NO. 32 BANJARMASIN,
PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
TAHUN ANGGARAN : 2025
\
KETENTUAN PELAKSANAAN KEGIATAN
A. KETENTUAN UMUM
I. Lingkup Kegiatan :
Kegiatan yang harus dilaksanakan oleh penyedia jasa yaitu :
Pembangunan/Renovasi Gedung Dan Bangunan Pengadilan Tata Usaha Negara
Banjarmasin. Pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan – bahan, tenaga kerja dan
peralatan sebagai alat bantu yang dibutuhkan dalam terlaksananya pekerjaan ini untuk
mendapatkan hasil yang baik.
Pekerjaan persiapan yang dimaksud adalah seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan
didalam gambar atau sesuai petunjuk Direksi Teknis.
Kontraktor wajib memeriksa terhadap kemungkinan kesalahan/ketidak cocokan pada
gambar – gambar rencana baik dari besaran volume, system pelaksanaan dll yang dapat
mempengaruhi pekerjaan tersebut. Diartikan bahwa bila ada ketidak sesuaian secara
teknis maupun fisik maka hal ini harus disampaikan secara tertulis atau berupa gambar
pada waktu penjelasan tender/aanwijzing, hal tersebut akan dilakukan perubahan
dilapangan oleh Direksi Teknis, hal ini akan dicatat didalam risalah rapat dan termasuk
didalam dokumen kontrak. Seluruh biaya yang disebabkan perubahan/perbaikan tersebut
harus sudah tercakup pada unit dari item pekerjaan saat Kontraktor mengajukan
penawaran.
• Untuk dapat memahami dengan sebaik-baiknya seluruh seluk beluk pekerjaan ini,
Kontraktor diwajibkan mempelajari secara seksama seluruh gambar pelaksanaan beserta
uraian pekerjaan dan persyaratan pelaksanaan seperti yang diuraikan di dalam dokumen
ini. Bila terdapat ketidakjelasan dan atau perbedaan-perbedaan dalam gambar dan uraian
ini, Penyedia Jasa diwajibkan melaporkan hal tersebut kepada Perencana/Pengawas
untuk mendapatkan penyelesaian
• Setelah Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) diterbitkan, maka Kontraktor Pelaksana
harus segera melaksanakan Mobilisasi Personil, Peralatan dan Material ke lokasi
pekerjaan terhitung sejak tanggal kerja yang ditentukan pada SPMK.
• Kontraktor Pelaksana wajib membuat (menyiapkan) dan menyampaikan Dokumen
Design Mix Formula (DMF) dan Job Mix Formula (JMF) untuk pekerjaan Beton Mutu
Fc’ 19,3 MPa (Beton K 225).
• Kontraktor Pelaksana wajib membuat (menyiapkan) dan menyampaikan Dokumen Uji
Kuat Tarik Besi untuk Besi Ulir (BjTD 390) dan Besi Polos (BjTS 280).
• Kontraktor Pelaksana wajib menyampaikan Spesifikasi dari material Geotekstile
Separator Kelas 1 yang akan digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan (Brosur dan hasil
uji dari pabrikan).
• Dalam setiap proses tahapan pelaksanaan pekerjaan Kontraktor Pelaksana wajib
menerapkan Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi dan wajib
menggunakan peralatan serta perlengkapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Konstruksi.
• Dalam proses pelaksanaan setiap item pekerjaan Kontraktor Pelaksana wajib
melaksanakan pengerjaan dengan cara dan metode yang benar, serta menjaga mutu
pekerjaan sesuai ketentuan teknis setiap item pekerjaan.
• Komposisi material untuk beton bertulang harus sesuai DMF / JMF serta menggunakan
air bersih, pemadatan beton wajib dengan menggunakan Concrete Vibrator.
• Perawatan Beton (Curing Beton) dan uji mutu beton wajib dilaksanakan sesuai ketentuan
teknis pekerjaan.
• Kontrol terhadap elevasi dan volume wajib dilaksanakan oleh Kontraktor dengan
penugasan Surveyor (kualifikasi sesuai persyaratan) di lapangan, dengan berpedoman
pada Gambar Rencana dan kondisi aktual di lapangan.
• Pelaksanaan Pekerjaan Tanah dan Geosintetik serta Pelaksanaan Pekerjaan Struktur harus
dilaksanakan layer per layer dengan berpedoman pada Gambar Rencana.
II. Gambar dan Dokumen :
• Dalam hal terjadi adanya perbedaan dan atau pertentangan dalam gambar-gambar yang
ada maupun yang terjadi akibat keadaan dilokasi, penyedia jasa diwajibkan melaporkan
hal tersebut kepada Perencana/Pengawas untuk mendapatkan penyelesaian.
• Semua ukuran yang tertera dalam gambar adalah adalah ukuran jadi, dalam keadaan
selesai/ terpasang.
• Mengingat masalah ukuran ini sangat penting, penyedia jasa diwajibkan memperhatikan
dan meneliti terlebih dahulu semua ukuran yang tercantum dalam gambar seperti peil-
peil, ketinggian, lebar, ketebalan luas penampang, dan lain-lainnya sebelum memulai
pekerjaan.
• Penyedia jasa tidak dibenarkan mengubah dan atau mengganti ukuran-ukuran yang
tercantum didalam gambar pelaksanaan tanpa sepengetahuan pengawas. Bila hal tersebut
terjadi, segala akibat yang akan ada menjadi tanggung jawab penyedia jasa baik dari segi
biaya maupun waktu.
• Penyedia jasa harus selalu menyediakan dengan lengkap masing-masing dua salinan
gambar-gambar, spesifikasi teknis, addendum, berita-berita acara perubahan, dan
gambar-gambar pelaksanaan yang telah disetujui direksi.
III. Jaminan Kualitas :
• Kontraktor menjamin pada Pemberi Tugas dan Pengawas, bahwa semua bahan dan
perlengkapan untuk pekerjaan, adalah sama sekali baru kecuali ditentukan lain.
Kontraktor menyetujui bahwa semua pekerjaan dilaksanakan dengan baik, bebas dari
cacat teknis, dan estetis serta sesuai dengan Dokumen Kontrak.
• Apabila diminta, kontraktor sanggup memberikan bukti-bukti (sertifikat produk)
mengenai hal-hal tersebut pada butir 1).
• Sebelum mendapat persetujuan dari pengawas bahwa pekerjaan telah diselesaikan
dengan sempurna, semua pekerjaan tetap menjadi tanggung jawab kontraktor sepenuhnya
PASAL 1
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)
Adapun dalam lingkup pekerjaan ini yaitu :
• Penyiapan RK3K terdiri atas:
• Pembuatan Manual, Prosedur, Instruksi Kerja, Izin Kerja, dan Formulir
• Pembuatan Kartu Identitas Pekerja (KIP)
• Sosialisasi dan Promosi K3 terdiri atas:
• Pengarahan K3 (safety briefing), Pelatihan dan Simulasi
• Pelatihan K3
• Simulasi K3
• Spanduk (Banner) Uk. 1 x 4 m
• Poster
• Papan Informasi K3 Uk. 1 x 1,5 m
• Alat Pelindung Kerja (APK) Terdiri Atas:
• Jaring Pengaman (Safety Net)
• Tali Keselamatan (Life Line)
• Penahan Jatuh (Safety Deck)
• Pagar Pengaman (Guard Railing)
• Pembatas Area (Restricted Area)
• Alat Pelindung Diri (APD) Terdiri Atas:
• Topi Pelindung (Safety Helmet)
• Pelindung Mata (Goggles)
• Pelindung Pernapasan dan Mulut (Masker)
• Sarung Tangan (Safety Gloves)
• Sepatu Keselamatan untuk pekerja /Sepatu Boot
• Rompi Keselamatan (Safety Vest)
• Asuransi dan Perijinan
• BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Kematian Untuk Pekerja
• Personil K3 terdiri atas :
• Petugas K3
• Fasilitas Sarana Kesehatan
• Peralatan P3K (Kotak P3K, Tandu, Tabung Oksigen,Obat Luka, Perban, Dll
• Rambu-Rambu
• Rambu Petunjuk dan Larangan
• Tongkat Pengatur Lalu Lintas (Warning Lights Stick)
• Kerucut Lalu Lintas (Traffic Cone)
• Lain-Lain terkait Pengendalian Resiko K3
• Bendera K3
• Alat Pemadam Kebakaran (APAR)
• Sirine
K3 adalah usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja, penyakit akibat
kerja, kebakaran, dan pencemaran lingkungan. Tahapan penyampaian K3 :
1) Penyaiapan RKK, Pembuatan Dokumen RKK, Pembuatan Prosedur dan Instruksi
Kerja, Penyiapan Pormulir
2) Alat pelindung kerja, tersedianya tali keselamatan/safety belt kerja untuk menunjang
pekerjaan serta keselamatan para pekerja.
3) Alat pelindung diri, berupa sepatu safety, helm safety, kacamata safety, rompi, sarung
tangan safety, serta masker untuk menunjang pekerjaan serta keselamatan para
pekerja.
4) Asuransi ketenagakerjaan, tersedianya BPJS ketenagakerjaan (nilai proyek) untuk
Jaminan Kecelakaan Kerja dan Kematian
5) Personil K3, tersedianya tenaga/Petugas K3, serta 2 orang Petugas Pengatur Lalu
Lintas untuk menunjang kelengkapan K3.
6) Fasilitas Alat Kesehatan, tersedianya Kotak P3K untuk pertolongan pertama saat
terjadi kecelakaan, Ruang P3K, Penyiapam Alat Fogging dan Isinya/Kegiatan
Penyemprotan, Velbed, Masker Proyek.
7) Rambu-rambu K3, rambu rambu yang di perlukan berupa Bendera K3, serta rambu
kewajiban/stiker.
8) Kegiatan dan peralatan terkait pengendalian resiko keselamatan konstruksi berupa
tersedianya Sirine dan Instalasi serta apar.
PASAL 2
PEK. PERSIAPAN DAN PENDAHULUAN
Bila terjadi ketidaksesuaian antara batas-batas/letak tanah yang tersedia dengan apa yang
terlukis dalam gambar, maka Kontraktor harus segera memberitahukan secara tertulis kepada
Penanggung Jawab Kegiatan dan Pengawas untuk mendapatkan keputusan.
1. Pek. Papan Nama Pekerjaan/Proyek
Sebelum rekanan Kontraktor mengadakan persiapan dilokasi, sebelumnya harus
memenuhi prosedur tentang tata cara perizinan/perkenan untuk memulai dengan
persiapan-persiapan pembangunan kepada Pemerintah Daerah setempat yang
bersangkutan, sebelum mengawali semua kegiatan hal yang harus di perhatikan ialah
pembuatan papan nama proyek. Papan Nama Proyek akan dibuat dan dipasang pada awal
pelaksanaan kegiatan. Papan Nama Proyek ini dibuat dari triplek t. 6 mm dengan ukuran
100 x 120 cm, ditopang kayu kaso (5/7) kelas 2 (borneo)dengan tinggi 250 cm dari
permukaan tanah dan dicat dasar warna yang sesuai dan huruf cetak berwarna hitam yang
berisi informasi mengenai cakupan kegiatan yang akan dilaksanakan
2. Pembersihan Lapangan,Perataan dan Pemadatan Lokasi Area Kerja
Area kerja harus dibersihkan terlebih dahulu dari tanaman, kotoran serta bahan/material
yang dapat mengganggu proses pelaksanaan pekerjaan.
3. Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank DPT
Kontraktor wajib melaksanaan pengukuran dan pemasangan patok dengan berpedoman
pada Gambar Rencana dan kondisi aktual di lapangan. Dalam proses pelaksanaan
pekerjaan, posisi patok wajib dikontrol secara berulang untuk memastikan ketepatan
ukuran di lapangan saat pekerjaan dilaksanakan.
4. Pemasangan Patok BM, Tiang Cor Beton
Kontraktor harus membuat patok tetap/BM (Bench Mark), hasil pengukuran dilapangan
harus dikaitkan dengan BM yang telah ada menurut petunjuk Direksi Teknis, jika
diperlukan Kontraktor harus memasang patok-patok
pembantu untuk menentukan ketinggian dan koordinat lokal, yang harus dijaga keutuhan
letak dan ketinggiannya selama pekerjaan berlangsung.
5. Mobilisasi dan Demobilisasi Alat Berat
Mobilisasi peralatan berat dari dan menuju ke lapangan pekerjaan harus dilaksanakan pada
waktu lalu lintas sepi, dan truk truk angkutan yang bermuatan harus ditutup dengan terpal.
PEK. FASILITAS SARANA KERJA
1. Direksi Keet dan Los Kerja Konstruksi Kayu
Direksi Keet/Gudang ini adalah bangunan sementara dari kayu yang dibangun sebagai
tempat penyimpanan bahan/material yang akan digunakan, tempat rapat/koordinasi
lapangan antara pelaksana, konsultan perencana, konsultan pengawas dan instansi terkait
baik rutin ataupun koordinasi yang sifatnya mendadak dan sebagai tempat peristirahatan
para pekerja
2. Pagar Seng Pengaman Keliling Proyek. Tinggi 2 Meter
Kosnstruksi Pagar peroyek di buat dengan menggunakan dinding seng dan diperkuat
dengan menggunakan tiang-tiang besi atau kayu dan di ikat dengan paku/baut pengikat
pada jarak tertentu, sehingga kosnstruksinya kuat dan sesuai dengan fungsi yakni untuk
menjamin keamanan pekerja dalam lingkunngan proyek.
3. Air Kerja
Kontraktor diharuskan membuat bangunan atau tanggul sementara dan menyediakan
pompa air berkapasitas cukup beserta alat Bantu dan pelengkapannya untuk menjamin agar
persediaan air untuk jangka waktu yang
ditentukan tetap terpenuhi
4. Listrik Kerja
Kontraktor diharuskan menyerdiakan aliran listrik sementara yang di dapat dari PLN
setempat.
PASAL 3
PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK
lingkup pekerjaan ini meliputi :
• Galian Biasa (Mekanis)
• Timbunan/Perataan dan Pemadatan Tanah Urug Biasa (Mekanis)
• Urugan Tanah Urug Biasa pada area bronjong (Manual)
• Geotekstil Separator Kelas 1
1. Pelaksanaan Pekerjaan Tanah dan Geosintetik Serta Pelaksanaan Pekerjaan
Struktur
Pekerjaan dilaksanakan layer per layer, trap per trap, serta secara simultan dengan tahapan
:
a. Pelaksanaan pekerjaan dimulai dari trap paling bawah (trap 5 pada segmen 1
dan segmen 2).
Pelaksanaan pekerjaan dimulai dari Galian Biasa, Pemasangan Cerucuk Kayu Ulin
dan Beton Lantai Kerja kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan Beton Bertulang
(Tapak Footplate dan Kolom). Setelah selesai pengecoran maka wajib dilaksanakan
Perawatan Beton (Curing Beton) secara berkesinambungan minimal selama 14 hari
berturut-turut.
Setelah beton bertulang mencapai umur 3 hari sejak selesai pengecoran, maka dapat
dilaksanakan pembongkaran bekisting dan dilanjutkan dengan pelaksanaan pekerjaan
Pasangan Batu dan Pipa Resapan, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan
pekerjaan Sloof Beton Bertulang (laksanakan curing beton sejak selesai pengecoran,
minimal 14 hari berturut-turut).
Pelaksanaan pekerjaan kemudian dilanjutkan dengan pemasangan Geotekstil
Separator Kelas 1 pada Layer paling bawah (lipatan dan overlap sesuai Gambar
Rencana dan ketentuan teknis pekerjaan).
Setelah Geotekstil terpasang dengan benar maka dilanjutkan dengan penghamparan
dan pemadatan Timbunan Pilihan pada layer paling bawah, penghamparan dan
pemadatan dilaksanakan dengan menggunakan alat berat hingga dicapai kepadatan
optimum. Pada posisi Pasangan Batu (Dinding DPT) sampai dengan jarak 1,5 meter
dari Pasangan Batu (Dinding DPT) pemadatan Timbunan Pilihan dilaksanakan dengan
menggunakan Hand Stamper.
b. Saat proses pelaksanaan pada Segmen 1 dan Segmen 2 sedang berlangsung,
maka pada bagian lain dapat dilaksanakan pekerjaan DPT yang dimulai dari
ujung luar Segmen 7 dan berlanjut ke arah Segmen 6.
Bila pekerjaan pada Segmen 7 dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan pekerjaan
pada Segmen 1 dan Segmen 2, maka wajib dikontrol posisi dan arah pemasangannya
agar sesuai dan sinkron terhadap hasil pekerjaan Segmen 1 dan Segmen 2.
Setelah pekerjaan pada Segmen 7 selesai dilaksanakan maka dapat dilanjutkan dengan
pelaksanaan pekerjaan pada Segmen 6, dengan ketentuan seperti pada point 2a.
c. Setelah pelaksanaan pekerjaan pada trap paling bawah selesai dilaksanakan dan
memenuhi ketentuan teknis, maka dapat dilanjutkan pada trap berikutnya.
Tahapan pelaksanaan pekerjaan sama seperti pada point 2a, dimulai dari Galian Biasa,
Pemasangan Cerucuk Kayu Ulin, dilanjutkan dengan Beton Bertulang Tapak
Footplate dan Kolom, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan pekerjaan Pasangan
Batu, Pipa Resapan dan Sloof.
Pekerjaan kemudian dilaksanakan dengan penghamparan Geotekstil Separator Kelas
1 (per layer) dan pekerjaan Timbunan Pilihan (per layer)
Setelah pekerjaan Timbunan Pilihan selesai dilaksanakan dan memenuhi ketentuan
teknis pekerjaan maka pelaksanaan pekerjaan Geotekstile dan Timbunan Pilihan
dilanjutkan pada layer berikutnya (layer diatasnya).
d. Pelaksanaan pekerjaan perkuatan siring eksisting
Tahapan pelaksanaan pekerjaan dapat dilaksanakan secara beriringan dengan
pelaksanaan pekerjaan lainnya baik pekerjaan tanah dan geosintetik maupun pekerjaan
struktur.
Pekerjaan diawali dengan penggalian tanah, kemudian dilanjutkan dengan
pemancangan cerucuk kayu ulin.
Selanjutnya dilaksanakan pemasangan bronjong yang dimulai pada trap paling bawah
dan dilanjutkan dengan penimbunan tanah biasa (manual) pada ruang antara pasangan
bronjong dengan siring eksisting.
Kemudian dilaksanakan pemasangan bronjong pada trap diatasnya, lalu dilanjutkan
dengan penimbunan tanah pilihan pada ruang antara bronjong dengan siring eksisting.
Demikian seterusnya hingga mencapai trap paling atas.
2. Penyimpanan Material & Cara Pelaksanaan Pekerjaan
a. Penempatan dan penyimpanan material
✓ Penempatan dan penyimpanan material semen harus tidak terekspos terhadap air
sehingga material semen tidak rusak.
✓ Penempatan dan penyimpanan material besi harus tidak terekspos terhadap air
sehingga material besi tidak berkarat.
✓ Penempatan material harus pada posisi yang tidak mengganggu proses pelaksanaan
pekerjaan (tidak mengganggu mobilitas Dump Truck, Alat Berat dan Pekerja).
b. Acuan cara pelaksanaan pekerjaan tanah dan geosintetik
✓ Pekerjaan dilaksanakan layer per layer, dimulai dari layer paling bawah, setelah
pekerjaan Struktur pada trap paling bawah selesai dilaksanakan.
✓ Pada trap berikutnya (trap diatasnya) dilaksanakan layer per layer, setelah Pekerjaan
Struktur pada trap tersebut selesai dikerjakan dan timbunan pada layer sebelumnya
mencapai kepadatan optimum.
Galian Biasa
➢ Pekerjaan Galian Biasa dilaksanakan dengan menggunakan Excavator dan
dibantu secara manual oleh pekerja.
➢ Level dan bentuk galian dilaksanakan dengan berpedoman pada Gambar Rencana
dan kondisi aktual di lapangan, hingga diperoleh level dan bentuk yang diperlukan
untuk melaksanakan pekerjaan Struktur.
➢ Material hasil galian dibuang dengan menggunakan Dump Truck ke luar lokasi
pekerjaan.
Timbunan Pilihan dari Sumber Galian (Mekanis)
➢ Material yang digunakan adalah Tanah Pilihan yang didatangkan dari luar lokasi
pekerjaan dengan menggunakan Dump Truck.
➢ Timbunan Pilihan dilaksanakan per layer diatas geotekstil yang telah
dihamparkan. Pada bagian tepi (pertemuan dengan DPT) material Timbunan
Pilihan dibungkus dengan menggunakan Geotekstil.
➢ Penghamparan Timbunan Pilihan dengan menggunakan Motor Grader.
➢ Pemadatan Timbunan Pilihan secara umum dengan menggunakan Vibratory
Roller, khusus pada posisi dekat dinding DPT sampai dengan jarak 1,5 meter dari
dinding DPT Pemadatan Timbunan pilihan dilaksanakan oleh pekerjaan dengan
menggunakan Hand Stamper. Pemadatan Timbunan Pilihan dilaksanakan hingga
mencapai kepadatan optimum yang dipersyaratkan dalam ketentuan teknis
pekerjaan.
➢ Penyiraman dengan menggunakan Water Tank Truck (Water Tanker)
dilaksanakan sesuai kondisi lapangan saat bekerja dengan tujuan menjaga
kelembaban/kadar air dari bahan Timbunan Pilihan agar dapat dicapai kepadatan
optimum.
Urugan Tanah Pilihan pada area bronjong (Manual)
➢ Material yang digunakan adalah Tanah Pilihan yang didatangkan dari luar lokasi
pekerjaan dengan menggunakan Dump Truck.
➢ Tanah Pilihan diurug pada ruang antara bronjong dengan siring eksisting,
dilaksanakan per trap dan dipadatkan secara manual.
Geotekstil Separator Kelas 1
➢ Lokasi / area pemasangan Geotekstil harus diratakan dan dibersihkan terlebih
dahulu.
➢ Geotekstil harus dipasang lepas tanpa kerutan dan lipatan.
➢ Pemasangan Geotekstil dengan metode membungkus material timbunan,
pembungkusan material timbunan harus sesuai Gambar Rencana yaitu setinggi
layer pada dinding DPT dan pada bagian atas timbunan dipasang sepanjang 60
cm.
➢ Overlap penyambungan Geotekstil dengan lebar minimum 30 cm.
c. Acuan Cara Pelaksanaan Pekerjaan Struktur
✓ Pekerjaan dilaksanakan trap per trap, dimulai dari trap paling bawah pada setiap
segmen.
✓ Pada trap berikutnya (trap diatasnya) dilaksanakan setelah Pekerjaan Struktur pada
trap sebelumnya selesai dikerjakan dan timbunan pada layer di trap sebelumnya
mencapai kepadatan optimum.
Pekerjaan Beton Lantai Kerja
➢ Beton lantai kerja dibuat dengan ukuran P x L x T = 130 x 130 x 10 cm, dengan
posisi dibawah tapak Foot Plate.
➢ Sebelum pengecoran lantai kerja area yang akan dicor dibersihkan dahulu.
Pekerjaan Beton Bertulang (Pondasi Footplate, Kolom dan Sloof)
[ Pembesian Ulir, Pembesian Polos, Bekisting, Beton Fc’ 19,3 MPa (K.225) ]
➢ Material yang digunakan harus dalam kondisi baik dan sesuai ketentuan teknis
pekerjaan.
➢ Besi yang berkarat/keropos, kayu bekisting yang rusak / lapuk, batu yang
ukurannya lebih kecil dan lebih besar dari ketentuan DMF dan JMF, serta semen
yang sudah mengeras atau rusak karena terekspos air tidak boleh digunakan.
➢ Besi Ulir dan Besi Polos dipotong, dibengkokkan dan dibentuk (dirakit) sesuai
ukuran pada Gambar Rencana.
➢ Setiap persilangan (pertemuan) besi diikat kuat dengan menggunakan kawat
bendrat (kawat beton).
➢ Dipasang tahu beton untuk membuat space (ruang) atau jarak antara rakitan
pembesian dengan bekisting.
➢ Bekisting dibuat dengan bentuk dan ukuran yang presisi untuk memperoleh
ukuran Beton yang sesuai dengan gambar rencana.
➢ Bekisting dirakit dengan kuat dan kokoh.
➢ Area yang akan di cor dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran-kotoran atau
sampah-sampah.
➢ Material yang terdiri dari Semen, Pasir Beton, Batu Pecah dan air dicampur pada
Concrete Mixer dengan komposisi sesuai ketentuan teknis pekerjaan.
➢ Dilaksanakan Slump Test serta pengambilan sampel beton sebelum pengecoran
dilaksanakan.
➢ Material beton yang telah siap dituangkan kedalam cetakan (bekisting) dan
dipadatkan dengan menggunakan Concrete Vibrator.
➢ Pekerja merapikan hasil pengecoran.
➢ Pada hari berikutnya setelah selesai pengecoran dimulai pelaksanaan perawatan
beton (curing beton).
Pekerjaan Pasangan Batu
➢ Bahan – bahan berupa semen, pasir dan air dengan komposisi sesuai ketentuan
teknis dicampur dan diaduk menjadi mortar dengan menggunakan concrete mixer.
➢ Batu dibersihkan dan dibasahi seluruh permukaannya sebelum dipasang.
➢ Batu disusun dan direkatkan dengan mortar yang telah disiapkan, dihindari
terjadinya void diantara susunan batu.
➢ Setelah pemasangan pekerja melakukan finishing dan perapian.
Pekerjaan Pipa Resapan PVC tipe AW Dia. 2"
➢ Pipa yang digunakan adalah Pipa PVC tipe AW dengan diameter 2 “.
➢ Pipa dipotong dengan panjang 1,00 meter, pipa yang digunakan harus dalam
kondisi baik. Bila ada pipa yang pecah atau rusak pada bentang 1,00 meter
tersebut maka tidak dapat digunakan untuk pipa resapan.
➢ Pemasangan Pipa Resapan sesuai Gambar Rencana yaitu pada elevasi 1,00 meter
dibawah bottom sloof, dengan posisi pemasangan miring ke bawah menuju arah
luar Pasangan Batu.
➢ Jarak Horizontal antar pipa adalah 1,00 meter.
Penyediaan dan Pemancangan Cerucuk Kayu Ulin Uk. 10/10 cm
➢ Cerucuk menggunakan Kayu Ulin dengan ukuran 10/10 cm.
➢ Kayu Ulin yang digunakan harus dalam kondisi baik, kayu yang rusak atau lapuk
tidak boleh digunakan sebagai cerucuk.
➢ Pada posisi di bawah tapak Footplate panjang cerucuk adalah 1,50 meter dengan
pemasangan 10 cm pada bagian atas cerucuk masuk pada lantai kerja.
➢ Pada posisi di bawah Pasangan Batu panjang cerucuk 1,90 meter dengan
pemasangan 10 cm pada bagian atas cerucuk masuk pada Pasangan Batu.
➢ Pada posisi dibawah Bronjong panjang cerucuk 1,50 meter.
➢ Jarak antar cerucuk dipasang sesuai yang ditentukan pada Gambar Rencana.
➢ Cerucuk dipasang pada posisi tegak lurus bidang pemasangannya.
Bronjong dengan kawat yang dilapisi Galvanis
➢ Keranjang kawat bronjong sesuai ketentuan teknis disiapkan di lokasi pekerjaan.
➢ Keranjang kawat bronjong direntangkan dan dibentuk serta disusun sesuai dengan
konstruksi yang diinginkan.
➢ Batu ditempatkan satu demi satu, laksanakan secara bertahap agar rongga antar
batu sesedikit mungkin.
➢ Anyaman kawat bronjong ditutup dan diikat kuat.
PASAL 4
PEKERJAAN ARSITEKTUR GEDUNG UTAMA
lingkup pekerjaan ini meliputi :
• Pek. Struktur Beton Bertulang Lantai 1 (Satu)
• Pek. Arsitektur Lantai 1 (Satu)
• Pek. Dinding Dan Plafond
• Pek. Kusen, Pintu, Jendela, Dan Asesories Penggantung
• Pek. Finishing
• Pek. Arsitektur Lantai 2 (Dua)
• Pek. Dinding Dan Plafond
• Pek. Kusen, Pintu, Jendela, Dan Asesories Penggantung
• Pek. Interior Dan Exterior
1. Persyaratan Pelaksanaan
A. Pelaksanaan pekerjaan Pintu, Jendela, Dan Ventilasi Berbahan Allumunium
1) Sebelum memulai pelaksanaan, Kontraktor diwajibkan meneliti gambar-gambar dan
kondisi di lapangan (ukuran dan peil lubang dan membuat contoh jadi untuk semua
detail sambungan dan
profil alumunium yang berhubungan dengan system konstruksi bahan lain.
2) Prioritas proses fabrikasi, harus sudah siap sebelum pekerjaan dimulai, dengan
membuat lengkap dahulu shop drawing dengan petunjuan Konsultan Pengawas
meliputi gambar denah, lokasi,
merk, kualitas, bentuk dan ukuran.
3) Semua frame/kusen baik untuk di dinding, jendela dan pintudikerjakan secara
fabrikasi dengan teliti sesuai dengan ukuran dan kondisi lapangan agar hasilnya
dapat dipertanggung jawabkan.
4) Pemotongan alumunium hendaknya dijauhkan dari material besi untuk
menghindarkan penempelan debu besi pada permukaannya. Didasarkan untuk
mengerjakan pada tempat yang aman dengan hati-hati tanpa menyebabkan
kerusakan pada permukaannya.
5) Pengelasan dibenarkan menggunakan non-activated gas (argon) dari arah bagian
dalam agar sambungannya tidak tampak oleh mata.
6) Akhir bagian kusen harus disambung dengan kuat dan teliti dengan sekrup, rivet,
stap dan harus cocok. Pengelasan harus rapi untuk memperoleh kualitas dan bentuk
yang sesuai dengan gambar.
B. Pelaksanaan pekerjaan Sanitair
➢ Kloset
1) Kloset harus terpasang dengan kokoh letak dan ketinggian sesuai gambar,
waterpass. Semua noda-noda harus dibersihkan sambungan-sambungan pipa tidak
ada kebocoran-kebocoran
2) Kloset duduk berikut segala kelengkapannya yang dipakai adalah Kran Air Stainless
Setara TOTO dalam negeri, type yang dipakai dapat dilihat pada skedule sanitair
terlampir.
3) Kloset jongkok berikut kelengkapannya dipakai merk Kran Air Stainless Setara
TOTO. Type-type yang dipakai termasuk kran tekan, warna akan ditentukan
Perencana.
4) Kloset beserta kelengkapannya yang dipasang adalah yang telah diseleksi dengan
baik, tidak ada bagian yang gompal, retak atau cacat-cacat lainnya dan telah disetujui
Konsultan Management Konstruksi.
➢ Kran Air Stainless Setara TOTO
1) Semua keran yang dipakai, kecuali kran dinding adalah merk setara TOTO dengan
chromed finish. Ukuran disesuaikan keperluan masing-masing sesuai gambar
plumbing dan brosur alat-alat sanitair. Keran-keran tembok dipakai yang berleher
panjang dan mempunyaai ring dudukan yang harus dipasang menempel pada
dinding.
2) Keran-keran yang dipasang dihalaman harus mempunyai ulir sink di ruang saji dan
dapat disambung dengan pipa leher angsa (extention).
3) Stop keran yang dapat digunakan berbahan kuningan dengan putaran berwarna
hijau, diameter dan penempatan sesuai gambar untuk itu.
4) Keran-keran harus dipasang pada pipaa air bersih dengan kuat, siku, penempatannya
harus sesuai dengan gambar-gambar untuk itu.
➢ Washtafel
1) Wastafel (American Strandart) Lengkap + Cermin dan Kran Serta Asesories Lain
2) Lakukan persiapan, berupa pemasangan pipa pasokan air bersih (pipa input) dan
pipa saluran air kotor (pipa output) pada posisi di mana wastafel akan dipasang. Agar
terkesan rapi pipa dapat ditanam pada dinding dan di bawah lantai. Jika
pembangunan sedang berlangsung, pemipaan dikerjakan bersama bagian lain kamar
mandi (shower dan bathtub).
3) Pada bangunan lama tentu harus dilakukan pembongkaran dinding dan lantai untuk
menempatkan kedua pipa tersebut, kecuali jika pipa akan diekspose. Ketinggian pipa
input disesuaikan tinggi wastafel. Standar tinggi wastafel ±85-95 cm atau bisa
disesuaikan kebutuhan. Sementara lubang pipa output dipasang di bawah pipa input
dengan jarak ±15-20 cm (atau sesuai petunjuk pabrik).
4) Hasil pekerjaan persiapan adalah tersedianya lubang pipa input maupun output yang
nantinya akan dihubungkan dengan pipa wastafel. Pastikan pada ujung kedua pipa
terpasang faucet socket untuk sambungan. Wastafel dipasang setelah dinding
diplester dan di-finishing (cat atau keramik). Matikan aliran air saat pemasangan
wastafel.
5) Rangkai sifon atau leher angsa wastafel, jika perlu beri seal tape agar rapat. Lalu
sambungkan leher angsa faucet socket pipa output pada dinding.
6) Pasang avur wastafel (fitting output bagian atas) lewat lubang pada dasar mangkuk
wastafel. Kencangkan dan periksa bahwa penutup pada dasar wastafel berfungsi.
Lanjutkan dengan memasang keran air.
7) Periksa cara penggantungan wastafel —dengan bracket atau lubang pada wastafel.
Tandai posisi lubang sekrup dengan mengukurnya secara tepat. Anda bisa juga
menempelkan sementara wastafel ke dinding untuk pengepasan dan menandai
lubang. Pastikan leher angsa dan avur tersambung dengan tepat. Periksa kedataran
dengan waterpass.
8) Lakukan pengeboran dinding yang ditandai. Gunakan mata bor sesuai jenis dinding
(bata dan beton) dan ukuran sekrup fischer. Selanjutnya pasang fischer pada dinding
dengan bantuan palu.
9) Jika sistem penggantungan dengan lubang pada wastafel maka setelah fischer
pasanglah sekrup hingga kencang. Kemudian gantungkan wastafel dengan benar lalu
pasang kunci dan kencangkan. Jika sistem penggantungan dengan bracket, setelah
fischer pasanglah bracket penggantung lalu sekrup dan kencangkan. Kemudian
gantungkan wastafel dengan tepat. Periksa kedataran dengan waterpass.
10) Sambung avur (fitting output dari bawah wastafel) ke leher angsa yang telah
tersambung dengan pipa output pada dinding, lalu kencangkan. Lanjutkan dengan
menghubungkan fitting input dari keran ke pipa input pada dinding, lalu kencangkan.
11) Pastikan seluruh bagian telah terpasang dengan benar. Untuk memperkuat
penggantungan, aplikasikan lem silikon di sepanjang garis pertemuan wastafel dan
dinding.
12) Lakukan pengetesan dengan mengalirkan air sambil memeriksa setiap sambungan.
Perbaiki jika masih ada kebocoran. Periksa kembali dengan mengalirkan air.
13) Terakhir, lakukan pembobokan lubang-lubang dinding dan lanjutkan dengan
finishing. Kemudian, jika perlu pasang juga aksesoris seperti cermin, penggantung
handuk atau lap.
C. Pelaksanaan pekerjaan Interior dan Exterior
1) Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor harus memberikan contoh-contoh
bahan, dan lain-lain untuk mendapat persetujuan Konsultan Pengawas.
2) Contoh-contoh yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas akan dipakai sebagai
standar/pedoman untuk pemeriksaan/penerimaan material yang dikirim oleh
Kontraktor ke site.
3) Kontraktor diwajibkan membuat tempat penyimpanan bahan dan contoh-contoh
material yang telah disetujui.
4) Berbagai jenis besi dapat dipilih dan dikombinasikan sesuai desain dan biaya.
Misalnya, besi hollow Galvanis untuk tiang rangka utama; plat bordes untuk anak
tangga; besi as, ulir, atau hollow untuk railing/balustrade; dan sebagainya.
Kombinasi dengan material lain, seperti kayu, juga dapat dilakukan jika diinginkan
5) Perakitan besi dapat dilakukan di bengkel las. Sementara dilakukan perakitan, lokasi
penempatan harus sudah disiapkan dengan baik. Lubang void di lantai atas telah
dibuat sesuai ukuran tangga, dan lantai bawah bersih dari gangguan.
6) Alumunium composite panel yang digunakan untuk seluruh proyek harus satu
macam saja.
7) Pelaksanaan pemasangan harus lengkap dengan peralatan bantu untuk
mempermudah serta mempercepat pemasangan dengan hasil pemasangan akurat,
telitidan tepat pada posisinya.
8) Setelah pemasangan dilakukan penutupan celah antara panel dengan bahan caulking
dan sealant hingga rapat dan tidak bocor sesuai dengan uraian bab sealant dalam
persyaratan ini.
9) Hasil pemasangan pekerjaa naluminium composite panel harus merupakan hasil
pekerjaan yang rapi dan tidak bergelombang.