| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0845834704101000 | Rp 723,120,370 | - | |
| 0829727676101000 | Rp 728,829,000 | - | |
| 0965925555103000 | Rp 688,688,000 | Personil SMK 3 atas nama Edi Saputra Ringga, diusulkan juga oleh CV. Wayajibu Perkasa. Hal tersebut terindikasi terjadinya pertentangan kepentingan. Sebagaimana tercantum pada Perpres No. 12 Tahun 2021, tentang Perubahan atas Pereturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018, tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Pasal 7 ayat (1) huruf e. menghindari dan mencegah terjadinya pertentangan kepentingan pihak yang terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang berakibat persaingan usaha tidak sehat dalam Pengadaan Barang/Jasa. Dan pada Pasal 7 ayat (2), Pertentangan kepentingan pihak yang terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e, dalam hal : a. Direksi, Dewan Komisaris, atau personel inti pada suatu badan usaha, merangkap sebagai Direksi, Dewan Komisaris, atau personel inti pada badan usaha lain yang mengikuti Tender/Seleksi yang sama | |
| 0838687499101000 | Rp 746,952,823 | - | |
| 0728662537101000 | Rp 630,392,000 | pada RKK, Tabel B1, pada kolom uraian pekerjaan dan identifikasi bahaya, terdapat pekerjaan yang tidak di uraikan, yaitu Pekerjaan Persiapan dan Pekerjaan Lain-lain, sebagaimana tercantum pada tatacara evaluasi teknis, huruf e), angka (2), yang menyebutkan, Peserta dinyatakan memenuhi elemen Perencanaan Keselamatan Konstruksi apabila menyampaikan tabel B.1 Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang, serta tabel B.2 Rencana tindakan (sasaran khusus & program khusus) yang memenuhi ketentuan: (a). Kolom uraian pekerjaan dan identifikasi bahaya sesuai yang disyaratkan dalam LDP, sebagaimana diuraikan pada file Identifikasi bahaya, yang merupakan satu kesatuan dengan Dokumen Pengadaan dan Addedndum Dokumen Pengadaan | |
| 0834083339101000 | Rp 630,392,024 | Berdasarkan huruf E. Pembukaan dan Evaluasi Penawaran dan Kualifikasi, angka 28. Evaluasi Dokumen Penawaran, angka 28.12. Evaluasi Teknis, huruf b. Evaluasi Teknis, angka (2) huruf (b). Poin (7), disebutkan, Apabila ada hal-hal yang meragukan dan kurang jelas, Pokja dapat melakukan klarifikasi kepada pemilik peralatan/ pemilik peralatan sewa terhadap bukti-bukti yang disampaikan peserta. Dan berdasarkan angka 28.12. Evaluasi Teknis, huruf d. disebutkan, Apabila dalam evaluasi teknis terdapat hal-hal yang tidak jelas atau meragukan, Pokja Pemilihan melakukan klarifikasi dengan peserta/pihak lain yang berwenang. Dalam klarifikasi, peserta tidak diperkenankan mengubah substansi penawaran Pada saat dilakukan klarifikasi terhadap CV. Metropolis Real Estate Group pada tanggal 22 Mei 2023, sesuai dengan surat undangan Klarifikasi Administrasi, Kualifikasi, Teknis, dan Harga, tanggal 19 Mei 2023, CV. Metropolis Real Estate Group tidak dapat memperlihatkan invois excavator dari pemilik alat | |
| 0839516309101000 | Rp 630,403,482 | Personil SMK 3 atas nama Edi Saputra Ringga, diusulkan juga oleh CV. Teunom Perkasa. Hal tersebut terindikasi terjadinya pertentangan kepentingan. Sebagaimana tercantum pada Perpres No. 12 Tahun 2021, tentang Perubahan atas Pereturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018, tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Pasal 7 ayat (1) huruf e. menghindari dan mencegah terjadinya pertentangan kepentingan pihak yang terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang berakibat persaingan usaha tidak sehat dalam Pengadaan Barang/Jasa. Dan pada Pasal 7 ayat (2), Pertentangan kepentingan pihak yang terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e, dalam hal : a. Direksi, Dewan Komisaris, atau personel inti pada suatu badan usaha, merangkap sebagai Direksi, Dewan Komisaris, atau personel inti pada badan usaha lain yang mengikuti Tender/Seleksi yang sama | |
| 0958396582101000 | - | - | |
| 0661748897101000 | - | - | |
| 0411872815101000 | - | - | |
| 0840011837101000 | - | - | |
| 0024714909802000 | - | - | |
| 0027551035543000 | - | - | |
CV Sinar Abadi | 08*3**1****06**0 | - | - |
CV Berlian Indah Perkasa | 0706065091101000 | - | - |
| 0023015977646000 | - | - | |
CV Nirwana Rahma Makmur | 09*9**6****01**0 | - | - |
| 0016581373101000 | - | - | |
| 0015627490805000 | - | - | |
| 0712758861101000 | - | - | |
| 0020098042614000 | - | - | |
| 0851605881101000 | - | - | |
| 0939639134101000 | - | - | |
| 0032803983101000 | - | - | |
| 0026891630101000 | - | - | |
| 0032557142102000 | - | - | |
| 0720084722101000 | - | - | |
| 0847394228101000 | - | - | |
| 0653939108814000 | - | - | |
| 0025028325101000 | - | - | |
| 0820136638101000 | - | - | |
| 0938129673101000 | - | - | |
| 0951937051101000 | - | - | |
| 0804112977101000 | - | - | |
| 0721116002101000 | - | - | |
CV Atra Away | 00*9**2****01**0 | - | - |
| 0031281819101000 | - | - | |
CV Jaman Now | 09*3**5****01**0 | - | - |
| 0025817214101000 | - | - | |
| 0021241849102000 | - | - | |
| 0019839810101000 | - | - |
MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA
MAHKAMAH SYAR’IYAH SABANG
Cot Bak ‘U Kecamatan Sukajaya Kota Sabang Provinsi Aceh
URAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN
PEKERJAAN : PEMBANGUNAN/ RENOVASI GEDUNG DAN BANGUNAN
MAHKAMAH SYAR’IYAH SABANG
LOKASI : KECAMATAN SUKAJAYA KOTA SABANG
KONSULTAN PERENCANA
URAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN
NAMA PEKERJAAN : PEMBANGUNAN/ RENOVASI GEDUNG DAN BANGUNAN
MAHKAMAH SYAR’IYAH SABANG
LOKASI : KECAMATAN SUKAJAYA KOTA SABANG
PROVINSI : ACEH
TAHUN ANGGARAN : 2023
Setelah kami mempelajari dokumen KAK, untuk melaksanakan pekerjaan tersebut
diatas kiranya perlu dibuat suatu uraian pelaksanaan pekerjaan yang terarah dan efektif.
Sebelum dimulainya pekerjaan perlu dibentuk suatu manajemen pelaksanaan, persiapan dan
fasilitas pendukung pelaksanaan dan program keselamatan kerja sehingga dalam pelaksanaan
pekerjaan nantinya terarah dan dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. Sehingga
diharapkan penyelesaian pekerjaan sesuai dengan spesifikasi rencana dan tepat waktu.
Berikut kami jabarkan uraian pelaksanaan pekerjaan pekerjaan yang kami ajukan :
RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Adapun lingkup pekerjaan PEMBANGUNAN/ RENOVASI GEDUNG DAN
BANGUNAN MAHKAMAH SYAR’IYAH SABANG yang akan dikerjakan adalah
akumulasi dari pekerjaan Pembuatan Pagar dan Pembuatan Pos Jaga, yang terurai dalam item
pekerjaansebagai berikut :
- PEKERJAAN PERSIAPAN
- PEKERJAAN GALIAN TANAH DAN PONDASI
- PEKERJAAN BETON BERTULANG
- PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN
- PEKERJAAN LANTAI DAN DINDING
- PEKERJAAN KUSEN DAUN PINTU DAN JENDELA
- PEKERJAAN ATAP DAN PLAFOND
- PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
- PEKERJAAN INSTALASI PLUMBING DAN SANITAIR
- PEKERJAAN FINISHING
Uraian pelaksanaan pekerjaan ini menggambarkan pekerjaan secara menyeluruh
dimana menggabungkan beberapa uraian pekerjaan yang sama di dalam item pekerjaan di
atas. Dalam setiap item pekerjaan tersebut masih dipecahkan lagi menjadi sub-sub pekerjaan.
Pelaksanaan setiap item pekerjaan ini dikerjakan oleh beberapa group tenaga kerja yang
dibagi menurut keahlian masing-masing sehingga jadwal pelaksanaan pekerjaan selama 120
(seratus dua puluh) hari kalender bisa tercapai sesuai dengan yang telah dijadwalkan. Item
pekerjaan tersebut diatas dikerjakan ada yang waktunya bersamaan dan ada juga yang
dilaksanakan berkelanjutan, disesuaikan dengan jadwal yang telah diatur dalam time scedul
pekerjaan.
Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai kontraktor bersama - sama konsultan
pengawas dan pemilik pekerjaan beserta instansi terkait melakukan sosialisasi kepada
masyarakat setempat agar masyarakat bisa memahami kegiatan yang akan dilaksanakan
sehingga dapat meminimalisir timbulnya konflik atau persepsi - persepsi negatif dari
masyarakat.Sosialisasi dan koordinasi tetap dilakukan selama jalannya proyek sehingga
dapat memperoleh informasi dan masukan dari masyarakat serta pemecahan masalah yang
timbul selama pelaksanaan proyek. Untuk menjamin mutu pekerjaan maka dalam
pelaksanaannya akan mengacu pada spesifikasi teknis yang ada di dalam dokumen tender,
Berita acara rapat tinjauan lapangan, addendum (jika ada) dan dikendalikan dengan
Quality Control Plan. Persiapan pelaksanaan merupakan bagian yang penting untuk
dilakukan adalah melakukan koordinasi, peraturan yang berkaitan tatacara dan Pengendalian
Traffic kendaraan/ peralatan proyek dan penjaminan keamanan dan keselamatan oleh team
K-3 proyek.
Berdasar metode kerja yang telah dipilih maka baik keterurutan, produkstivitas
dan keperluan alat, bahan dan tenaga dapat diendalikan sehingga waktu yang yang
telah dirancang juga secara otomatis dapat dikendalikan dengan benar. Sesuai dengan
ketentuan didalam dokumen lelang maupun dokumen kontrak maka pekerjaan dapat diserah
terimakan jika telah selesai dan sesuai dengan persyaratan teknisnya. Tahapan serah terima
pekerjaan yaitu Serah Terima Pertama (disebut PHO) kemudian diikuti dengan pemeliharaan
dan perbaikan minor pekerjaan untuk selanjutnya sesuai dengan batas waktu masa
pemeliharaan dan jika pekerjaan telah dapat diterima dengan baik oleh pemilik proyek
maka akan dilakukan Serah Terima Kedua (disebut FHO). Dengan telah diterbitkannya
Sertifikat FHO maka seluruh tanggung jawab telah diserahkan kepada pemilik proyek dan
kontraktor pelaksana dibebaskan dari segala macam tuntutan.
Adapun urutan pelaksanaan pekerjaan ini secara umum adalah sebagai berikut:
dimulai dari pekerjaan persiapan yang dilanjutkan dengan pekerjaan tanah dan pondasi.
Selanjutnya dilaksanakan pekerjaan beton (sloof dan kolom) yang dilanjutkan dengan
pekerjaan pasangan bata dan dilanjutkan dengan pekerjaan beton struktur atas. Kemudian
dilanjutkan dengan pekerjaan atap bersama dengan pekerjaan plesteran dan instalasi listrik.
Setelah atap selesai dilanjutkan dengan pekerjaan plafond dan instalasi listrik. Setelah plafond
selesai dilanjutkan dengan pekerjaan lantai dan keramik beserta instalasi air/sanitasi.
Selanjutnya dilaksanakan pekerjaan pengecatan dan finishing. Di dalam pelaksanaan setiap
item pekerjaan tersebut tetap memperhatikan mutu, waktu dan biaya sehingga bisa
menghasilkan produk pekerjaan yang baik. Untuk lebih mendetail, uraian pelaksanaan
pekerjaan ini akan kami jelaskan dari setiap item pekerjaan ini.
PENJELASAN PEKERJAAN
A. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Pengukuran dan Pemasangan Bowplank
Pada pelaksanaan proyek pembangunan sebuah gedung, Pengukuran dan Pemasangan
Bouwplank adalah pekerjaan awal saat akan mendirikan bangunan sebelum kita memulai
pekerjaan struktur seperti pondasi dan lainnya. Pekerjaan ini dilaksanakan setelah
pekerjaan pembersihan selesai dikerjakan.
2. Papan Nama Proyek
Untuk pemasangan Papan Nama Proyek Kami akan menggunakan bahan spanduk
ukuran minimal 150 cm x 250 cm kecuali jika ditentukan lain oleh Owner, rangka dan
kakinya terbuat dari kayu dengan kualitas terbaik sehingga sanggup bertahan minimal
sampai selesainya pengerjaan proyek. Latar papan nama dapat berupa papan kayu tebal
minimal 2 cm atau multiplek dengan tebal minimal 12 mm. Penggunaan bahan dan
material lain harus dengan persetujuan Konsultan Supervisi.
Papan nama proyek belatar belakang putih dengan tulisan warna hitam, kecuali untuk
logo atau simbul dapat dipakai warna yang bervariasi Papan nama proyek harus
mencantumkan Instansi Penyandang Dana, Instansi Pemilik Bangunan, Kontraktor
Pelaksana, Konsultan Perencana, Konsultan Supervisi, dan Dinas terkait setempat.juga
harus mencantumkan besar anggaran pelaksanaan proyek, waktu mulai proyek, dan
waktu penyelesaian proyek.
3. Administrasi, Dokumentasi dan P3K
a) Penyiapan Gambar Kerja, Metode Kerja Dan Laporan Pekerjaan
1. Penyampaian Dokumen-Dokumen
Kami selaku pelaksana akan menyiapkan dan menyampaikan hal-hal berikut :
gambar-gambar, dokumen-dokumen dan informasi yang diperlukan jika hal tersebut
tercantum dalam Dokumen Kontrak kepada Direksi untuk dimintakan
persetujuannya :
1. Gambar konstruksi dan gambar kerja
2. Uraian pelaksanaan pekerjaan konstruksi
3. Data-data produk material
2. Umum
a. Gambar-gambar yang ada dalam kontrak terdiri dari : Gambar gambar kontrak,
Gambar-gambar instruksi, Gambar-gambar Konstruksi serta gambar-gambar
Kerja. Gambar-gambar tersebut harus jelas dan akurat yang menunjukkan
lingkup pekerjaan yang harus dikerjakan.
b. Kami akan bertanggung jawab menyiapkan gambar-gambar Konstruksi dan
gambar gambar Kerja
c. Seluruh jenis pekerjaan harus dilaksanakan sesuai dengan elevasi, dimensi dan
detail yang ditampakkan pada Gambar Konstruksi yang sudah disahkan.
Apabila diperlukan oleh Direksi untuk melaksanakan suatu item pekerjaan
tertentu, maka kami juga akan menyampaikan uraian-uraian material yang
diperlukan, peralatan yang dibutuhkan, denah konstruksi, standard dan tata
laksana kerja yang berhubungan dengan gambar-gambar konstruksi tersebut
untuk disahkan oleh Direksi.
3. Gambar-gambar Konstruksi
a. Gambar-gambar Konstruksi akan kami siapkan dan dipergunakan untuk
pelaksanaan konstruksi atau fabrikasi.
b. Gambar-gambar Kontrak digunakan sebagai Gambar gambar Konstruksi dengan
memperbanyak atau menggambar ulang dengan mengganti format yang ada
4. Gambar-gambar Kerja
a. Gambar-gambar kerja akan kami siapkan sebagai gambar tambahan untuk
Gambar Konstruksi.
b. Kami akan menyiapkan Gambar-gambar Kerja ini berdasarkan Gambar-gambar
Kontrak, gambar-gambar Konstruksi dan atau gambar-gambar Instruksi.
c. Gambar-gambar kerja meliputi detail-detail konstruksi secara lengkap seperti
fabrikasi pembesian (bar bending schedule), detail bekisting, fabrikasi pekerjaan
baja, dll atupun informasi penting lain berdasarkan hasil penyelidikan lapangan
yang sudah disetujui apabila pekerjaan dimaksud berhubungan dengan hasil
penyelidikan baik secara kuantitas maupun secara mutu.
5. Gambar Terlaksana
a. Kami akan menyiapkan data-data hasil akhir pekerjaan dengan lengkap guna
penyiapan Gambar Terlaksana.
b) Metode Kerja
Metode Kerja akan kami ajukan untuk pelaksanaan pada proyek ini dengan
menjabarkan metode-metode konstruksi dan peralatan yang digunakan, rencana kerja,
personil dan pengujian untuk QA&QC yang akan dilaksanakan.
c) Dokumen-Dokumen Yang Disimpan Dilapangan
1. Kami akan menyimpan dilapangan/lokasi kerja satu salinan dari masing-masing
dokumen berikut :
a. Dokumen-dokumen kontrak
b. Gambar-gambar kerja dan gambar-gambar konstruksi yang sudah di review
c. Change Orders
d. Perubahan-perubahan lain pada kontrak
e. Laporan hasil pengetesan lapangan
f. Salinan Jadwal kerja (schedule) yang sudah disetujui
g. Sistem pemasangan dari fabrikan dan instruksiinstruksi penerapannya
h. Daftar-daftar standard yang mengacu kepada Spesifikasi.
2. Dokumen-dokumen tersebut akan kami jaga agar tetap bersih, kering, di kondisi
yang layak dan harus setiap saat tersedia sebagai referensi Direksi Pekerjaan jika
sewaktu-waktu diminta.
d) Program-Program Kerja Dan Laporan
1. Program Mobilisasi
Kami akan menyampaikan kepada Direksi Pekerjaan suatu Program Mobilisasi yang
menggambarkan secara lengkap dan detail dari prosedur rencana mobilisasi, Hal ini
untuk meyakinkan bahwa mobilisasi akan selesai dalam waktu 7 hari setelah
diterimanya SPMK dari Direksi Pekerjaan.
2. Jadwal Kerja (Work Schedule)
a. Program Kerja secara rinci akan kami buat sesuai dengan persyaratan yang ada di
Kontrak. Apabila diperlukan kami dalam program kerjanya tidak keberatan untuk
memasukkan kerja bergantian (shift), selain itu skedul mingguan dan bulanan
untuk pekerjaan utama akan disiapkan guna kontrol kemajuan pekerjaan selama
masa pelaksanaan.
b. Pada setiap periode satu bulan kemajuan actual masing-masing pekerjaan akan
dibandingkan dengan rencana kemajuan masing-masing pekerjaan yang ada di
jadwal kerja rinci (detail). Hasil perbandingan tersebut harus dimasukkan dalam
Laporan Kemajuan Bulanan.
3. Laporan Harian
Mengenai Laporan harian dari setiap aktifitas pekerjaan akan kami konsultasikan
dan disetujui oleh Direksi.
Laporan harian tersebut akan menampilkan hal-hal berikut :
a. Keadaan cuaca termasuk jumlah Curah Hujan, lama hujan dan waktunya.
b. Staff dan tenaga kerja yang bekerja hari itu termasuk jabatan masing-masing.
c. Peralatan yang digunakan pada masing-masing item pekerjaan dan mencatat juga
apakah kondisi peralatan saat itu beroperasi, stand by atau dalam perbaikan.
d. Material yang ada dilapangan.
e. Pekerjaan yang sedang dilaksanakan termasuk dilokasi mana dan perkiraan
kemajuan dalam sehari.
f. Pekerjaan yang sedang disiapkan.
g. Kecelakaan atau hal-hal lain yang menyebabkan terhentinya pekerjaan.
h. Kondisi dan kejadian yang bisa menyebabkan tertundanya kemajuan pekerjaan.
i. Informasi relevan yang lain yang berhubungan dengan kemajuan pekerjaan.
4. Jadwal (Schedule) Mingguan
Schedule mingguan juga akan kami buat untuk rencana pekerjaan 1 minggu
kedepan.
5. Laporan Bulanan
Laporan Bulanan akan kami buat secara detail menjelaskan kemajuan pekerjaan
selama 1 bulan Laporan bulanan tersebut mencakup hal-hal berikut :
a. Uraian pekerjaan yang dilaksanakan bulan lalu secara ringkas bersama dengan
kumulatif kemajuan pekerjaan sampai dengan akhir bulan untuk setiap masing-
masing aktifitas yang ada dalam skedul, termasuk awal sebenarnya pekerjaan
dimulai dan tanggal selesainya seluruh pekerjaan pekerjaan yang kritis.
b. Persentase kemajuan keseluruhan dari pekerjaan sampai dengan akhir bulan.
c. Persentase masing-masing pekerjaan yang kritis selama pelaksanaan dan
selesainya pekerjaan kritis tersebut.
d. Perbandingan kemajuan actual dari masing-masing item pekerjaan harus
dimasukkan dalam skedul dan sub skedul nya sesuai dengan rencana yang sudah
disetujui sebelumnya (Master Schedule)
e) Foto Dokumentasi
a. Foto akan kami siapkan untuk aktifitas konstruksi kepada Direksi Pekerjaan selain
yang terdapat dalam laporan bulanan.
b. Foto-foto berwarna tersebut mencatat kemajuan pekerjaan dan keadaan pekerjaan
“sebelum dan sesudah” untuk semua item pekerjaan. Pengambilan foto sesuai
arahan Direksi Pekerjaan.
c. Kami akan mengambil foto dokumentasi dari tiga sudut yang berbeda.
Kami akan menyampaikan ke Direksi Pekerjaan rangkap tiga (3) cetak foto berwarna
dari kertas film (glossy paper) dari masing-masing sudut pengambilan dengan
ukuran 120 mm x 90 mm . Foto dokumentasi tersebut dimasukkan kedalam album.
f) Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3)
1. Umum
Uraian Pekerjaan
Bagian ini mencakup ketentuan-ketentuan penanganan keselamatan dan kesehatan
kerja (K3) konstruksi kepada setiap orang yang berada di tempat kerja yang
berhubungan dengan :
a. Pemindahan bahan baku, penggunaan peralatan kerja konstruksi, proses produksi
dan lingkungan sekitar tempat kerja.
b. Penanganan K3 mencakup penyediaan sarana pencegah kecelakaan kerja dan
perlindungan kesehatan kerja konstruksi maupun penyediaan personil yang
kompeten dan organisasi pengendalian K3 Konstruksi sesuai dengan tingkat
resiko yang ditetapkan oleh Pengguna Jasa.
c. Kami akan mengikuti ketentuan-ketentuan pengelolaan K3 yang tertuang dalam
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 09/PRT/M/2009 tentang Pedoman
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SDIREKSI PEKERJAAN3)
Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum dan peraturan terkait lainnya.
2. Sistem Manajemen K3 Konstruksi
a. Kami akan membuat, menerapkan dan memelihara prosedur untuk identifikasi
bahaya, penilaian risiko dan pengendaliannya secara berkesinambungan sesuai
dengan Rencana K3 Kontrak (RK3K).
b. Kami akan melibatkan Ahli K3 Konstruksi pada pekerjaan ini dengan risiko K3
tinggi atau sekurang kurangnya Petugas K3 Konstruksi pada paket pekerjaan
dengan risiko K3 sedang dan kecil. Ahli K3 Konstruksi atau Petugas K3 bertugas
untuk merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi Sistem Manajemen K3
Konstruksi. Tingkat risiko K3 ditetapkan oleh Pengguna Jasa.
c. Kami akan membentuk Panitia Pembina K3 (P2K3) disaat jumlah pekerja paling
sedikit 100 orang.
d. P2K3 (Panitia Pembina K3) adalah badan pembantu di perusahaan dan tempat
kerja yang merupakan wadah kerjasama antara pengusaha dan pekerja untuk
mengembangkan kerja sama saling pengertian dan partisipasi efektif dalam
penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Unsur P2K3 terdiri dari Ketua,
Sekretaris dan Anggota. Ketua P2K3 adalah pimpinan puncak organisasi Penyedia
Jasa dan Sekretaris P2K3 adalah Ahli K3 Konstruksi.
e. Kami juga akan melaksanakan Audit Internal K3 Konstruksi.
f. Kami akan melakukan tinjauan ulang terhadap RK3K (pada bagian yang memang
perlu dilakukan kaji ulang) setiap bulan secara berkesinambungan selama
pelaksanaan pekerjaan konstruksi berlangsung.
g) Direksi Keet, Gudang Bahan Dan Alat Sementara
1. Kami akan membangun kantor lapangan untuk kami sendiri dan juga untuk Direksi
Pekerjaan dengan luas keduanya minimum 25 m2.
2. Direksi keet dan barak kerja dilengkapi dengan listrik untuk penerangan dan
sambungan listrik.
3. Kami akan menyediakan fasilitas untuk aktifitas yang dilaksanakan di kantor
lapangan seperti : meja, kursi, white board, meja gambar, meja rapat bersama, filing
cabinet, rak buku, dll yang merupakan standard penunjang untuk kinerja selama
pelaksanaan konstruksi.
4. Barak kerja akan dibuat sedemikian rupa sehingga dapat memuat 30 orang pekerja.
5. Gudang penyimpanan kami rencanakan mampu untuk melindungi material dari
pengaruh cuaca, temperatur dan kelembaban. Tempat penyimpanan material sesuai
dengan standard dan instruksi yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya. Seluruh
penempatan penyimpanan material digudang dengan mudah bisa diakses untuk
pemeriksaan. Untuk semen agar tidak terjadi kerusakan semen dalam waktu singkat
akan kami siapkan alas dibawah tumpukan semen.
6. Material yang difabrikasi kami simpan dan tidak menyentuh tanah untuk itu kam
siapkan penopang dibawah material fabrikasi tersebut..dan seluruh areal gudang
diusahakan kering dan dijaga jangan sampai ada aliran atau genangan air disana.
7. Secara prinsip gudang dan bengkel kerja dapat mengakomodasi keperluan untuk
aktifitas di gudang dan bengkel kerja seperti pembuatan bekisting, fabrikasi besi
tulangan dll dan apabila dalam pelaksanaan luas ruangan tersebut tidak mencukupi
maka akan kami perluas ruangan dimaksud tanpa meminta pembayaran tambahan.
8. Penempatan direksi keet, gudang dan barak kerja akan dikoordinasikan dengan
Direksi Pekerjaan.
h) Penyediaan Air dan Listrik Kerja
1. Pelaksanaan pekerjaan air dan listrik kerja kami adakan dari awal pelaksanaan
hingga berakhirnya pekerjaan untuk kebutuhan air dan listrik kerja dan kebutuhan
pekerja di barak kerja.
2. Pada prinsipnya, kami tidak akan menggunakan Fasilitas Air dan Listrik untuk kerja
yang dapat mengganggu pelayanan masyarakat secara lebih luas.
3. Sebatas memungkinkan, kami akan menggunakan air kerja setempat, dengan cara
membuat Sumur Gali ataupun dengan cara membeli dari PDAM dengan
menempatkan tangki air di lapangan.
4. Kami akan memperhatikan persyaratan Air Kerja yaitu bersih, tidak berwarna dan
tidak mengandung lumpur, guna mendapatkan hasil kualitas pekerjaan sesuai yang
diharapkan.
5. Untuk listrik kerja kami akan berkoordinasi dengan PLN, ataupun mengadakan
listrik sendiri dengan menggunakan Genset.
i) Penempatan Material
1. Sebelum memulai pekerjaan, kami harus benar-benar memahami kondisi/ keadaan
site atau hal-hal lain yang mungkin akan mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan dan
harus sudah memperhitungkan segala akibatnya.
2. Kami akan memperhatikan secara khusus mengenai peraturan lokasi tempat kerja,
penempatan material, pengamanan dan kelangsungan operasi selama pekerjaan
berlangsung.
3. Kami akan menempatkan material alam pada lokasi yang tidak akan menggangu
aktivitas kegiatan sekolah, sedangkan material pabrikan akan kami tempatkan pada
gudang yang akan kami sediakan nantinya.
4. Selama berlangsungnya pembangunan, kebersihan halaman, kantor, gudang, los
kerja dan bagian dalam bangunan yang dikerjakan harus tetap bersih dan tertib,
bebas dari bahan bekas, tumpukan tanah dan lain-lain.
5. Penimbunan bahan-bahan yang ada dalam gudang-gudang maupun yang berada di
halaman bebas, akan diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu kelancaran dan
keamanan pekerjaan/umum dan juga agar memudahkan jalannya pemeriksaan dan
penelitian bahan-bahan oleh pengawas maupun pemberi tugas.
j) Pemeriksaan Dan Penyediaan Bahan / Barang
1. Mutu dan merk bahan dan barang yang kami gunakan merujuk kepada standar SNI
dan RKS dalam dokumen lelang.
2. Setiap penggatian nama dan pabrik pembuat dari suatu bahan dan barang harus
disetujui oleh perencana/pemberi tugas dan bila tidak ditentukan dalam RKS serta
gambar kerja maka bahan dan barang tersebut kami usahakan dan disediakan oleh
pemborong yang harus mendapat persetujuan dahulu dari pengawas atau pemberi
tugas.
3. Contoh bahan dan barang yang akan digunakan dalam pekerjaan harus segera
disediakan atas biaya pemborong, setelah disetujui oleh pengawas atau pemberi
tugas, harus dianggap bahwa bahan dan barang tersebut yang akan dipakai dalam
pelaksanaan pekerjaan nanti.
4. Contoh bahan dan barang tersebut, disimpan oleh pengawas atau pemberi tugas
untuk dijadikan dasar penolakan bila ternyata bahan dan barang yang dipakai tidak
sesuai tidak sesuai kualitas maupun sifatnya.
5. Biaya untuk pengujian berbagai bahan dan barang serta pekerjaan akan kami
tanggung sendiri. Hali ini kami lakukan untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang
sesuai dengan mutu yang diinginkan.
B. PEKERJAAN TANAH DAN PONDASI
Pekerjaan tanah ini yaitu pekerjaan galian tanah, urugan tanah kembali, urugan tanah dan
urugan pasir yang dikerjakan pada ruang yang akan dibangun dan dibawah pondasi.
Pekerjaan urugan pasir bawah lantai diatas timbunan tanah, selanjutnya dengan alat ukur
ditentukan ketinggian muka pasir urug yang diperlukan. Pasir urug yang telah memenuhi
syarat sebagai bahan timbunan dihampar diseluruh area lokasi lantai sampai mencapai
kepadatan yang ditentukan. Pekerjaan lainnya bisa segera dilaksanakan begitu pekerjaan
urugan ini selesai.
1. Galian Pondasi
Kami akan menyediakan tenaga kerja, bahan perlengkapan, alat dan sarana
pengangkutan serta peralatan lain yang diperlukan untuk pekerjaan tanah. Semua
penggalian dan cara pengukuran kami sesuaikan berdasarkan ketentuan spesifikasi
teknik dan disetujui oleh Direksi atau wakilnya (Pengawas Lapangan). Karena sifat
tanah yang berbeda, ada kemungkinan terjadi perubahan perancangan pada
pelaksanaan pekerjaan tanah. Perubahan tersebut akan kami buat dengan persetujuan
Konsultan Pengawas. Galian tanah dalam pekerjaan ini terdiri dari pekerjaan galian ,
tapak, dan menerus.
2. Pengurugan Tanah & Penimbunan Tanah
Material yang digunakan untuk sub-grade memenuhi standar spesifikasi AASHTO-
M.57-64 dan akan kami periksa terlebih dahulu di laboratorium tanah yang disetujui
oleh Konsultan Pengawas . Material yang dipakai untuk timbunan atau sub-grade
harus memenuhi syarat pemadatan tanah untuk mencapai 95% dari berat jenis kering
maksimum (maximum dry density) menurut AASHTO-T.99. Bila tanah galian ternyata
tidak baik atau kurang dari jumlah yang dibutuhkan, maka kami akan mendatangkan
tanah urug yang baik dan cukup jumlahnya dengan alat dump truck serta
mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas. Pengurugan tanah dibentuk oleh
pekerja dengan alat kerja seperti cangkul, sekop dan kereta sorong sesuai dengan peil
ketinggian, kemiringan dan ukuran-ukuran yang tercantum dalam gambar rencana
atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Konsultan Pengawas. Untuk mendapatkan
hasil pemadatan yang baik, tanah urug kami tempatkan dalam lapisan-lapisan setebal
maksimum 20 cm dan dipadatkan sebaik baiknya dengan alat stemper dan
penambahan air secukupnya sehingga didapat pemadatan yang optimum. Bila
permukaan tanah akhir akan dibuat miring, maka kemiringan tanah diselesaikan secara
rata atau bertangga sebagaimana diminta oleh Direksi Pekerjaan. Pengurugan kembali
dari pondasi dilaksanakan dengan memadatkan tanah urug dan timbunan pilihan
dalam lapisan-lapisan setebal maksimum 20 cm.
Pekerjaan timbunan tanah terdiri dari timbunan tanah hasil galian dan timbunan tanah
didatangkan untuk menimbun bagunan dalam dan selasar gedung. Pekerjaan ini
dilakukan setelah pekerjaan pondasi selesai dikerjakan.
3. Pasir Urug
Urugan pasir dilakukan di bawah semua pondasi & semua lantai ruangan gedung yang
berhubungan langsung dengan tanah, dengan ketebalan sesuai gambar. Urugan pasir
harus disiram air kemudian ditumbuk hingga padat. Bahan urugan pasir harus bersih,
dan disetujui oleh Konsultan Pengawas. Pekerjaan pasir urug bawah lantai dilakukan
sesudah penimbunan lantai, pekerjaan ini dilakukan agar tidak terjadi kontak langsung
antara beton atau pasangan dengan tanah. Urugan pasir dilakukan dengan langkah-
langkah yang sedemikian rupa.
4. Batu Kosong/Aanstamping
Batu Kosong/ Aanstamping dilakukan di bawah semua pondasi Menerus yang
berhubungan dengan langsung dengan tanah, dengan ketebalan sesuai gambar. Batu
Kosong/ Aanstamping harus diisi sampai menutupi lapisan tanah. Bahan Batu
Kosong/ Aanstamping harus bersih, dan disetujui oleh Konsultan Pengawas. Pekerjaan
Batu Kosong/ Aanstamping bawah Pasangan Batu Kali/ pondasi Menerus dilakukan
sesudah galian pondasi, pekerjaan ini dilakukan agar tidak terjadi kontak langsung
antara pasangan batu kali 1:4 atau pasangan dengan tanah. Batu Kosong/ Aanstamping
dilakukan dengan langkah-langkah yang sedemikian rupa.
5. Pondasi Batu Gunung/Batu Kali 1:4
Uraian pelaksanaan pekerjaan pekerjaan pasangan batu kali mengikuti beberapa tahap,
yaitu yang pertama adalah tahap persiapan. Dimana pada proses persiapan ini,
pelaksana melakukan langkah-langkah sebagai berikut :
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pasangan batu kali.
Approval material yang akan digunakan.
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain : batu kali, semen PC, pasir pasang, air, dll.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : theodolith, waterpass, meteran, benang,
selang air, dll.
Setelah tahap persiapan selesai, maka tahap berikutnya yang dilaksanakan
dilapangan adalah tahap pekerjaan pengukuran dengan mengikuti proses sebagai
berikut:
Sebelum pekerjaan pemasangan pasangan batu kali dimulai, terlebih dahulu
dilakukan pengukuran dengan menggunakan theodolith untuk mendapatkan level
pasangan batu kali.
Tandai hasil pengukuran dengan menggunakan patok kayu yang diberi warna cat.
Apabilan proses persiapan dan pebgukuran telah dilaksanakan, maka tahap
selanjutnya adalah Pelaksanaan pekerjaan pasangan batu kali, dengan mengikuti
langkah pekerjaan sebagai berikut :
1) Pasang patok kayu dan benang sebagai acuan leveling pasangan batu kali.
2) Basahi batu kali dengan air telebih dahulu sebelum dipasang.
3) Pasang batu aanstamping terllebih dahulu.
4) Pasang batu kali di atas pasangan batu aanstamping dengan menggunakan
adukan yang merata mengisi rongga-rongga antar batu kali.
5) Batu kali disusun sedemikian rupa sehingga pasangan batu kali tidak mudah
retak/patah dan berongga besar.
6) Cek elevasi pekerjaan pasangan batu kali apakah sudah sesuai rencana.
7) Pekerjaan akhir adalah finish pasangan batu kali dengan plesteran.
8) Demikian URAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN pekerjaan pasangan batu
kali yang terdiri dari beberapa tahap yaitu tahap persiapan, tahap pengukuran
dan tahap pelaksanaan pekerjaan fisik dilapangan.
C. PEKERJAAN BETON BERTULANG
Pekerjaan beton bertulang yang dilaksanakan meliputi pekerjaan pondasi tapak, beton
sloof, kolom utama, kolom praktis, balok latai, plat dag, plat kanopi, balok top geuvel dan
ringbalok dengan mutu beton K 225. Adapun urutan dari pelaksanaan beton bertulang ini
dimulai dari pekerjaan ,tapak, Pedestal, stik kolom, sloof. Pekerjaan sloof dilaksanakan
setelah pekerjaan pasangan batu gunung dan pondasi tapak selesai dikerjakan, Setelah
sloof selesai dilanjutkan dengan pekerjaan kolom utama. Pekerjaan kolom praktis
dikerjakan bersamaan dengan pekerjaan pasangan bata sedangkan balok latai dikerjakan
setelah kusen dan batu bata sejajar kusen selesai dikerjakan. Setelah pekerjaan pasangan
bata selesai dilanjutkan dengan pekerjaan ringbalk, plat dag, balok top gevel dan plat
lantai. Pekerjaan beton bertulang itu sendiri dimulai dari pekerjaan pembesian dan
dilanjutkan dengan pekerjaan pemasangan bekisting dan pengecoran serta pembongkaran
bekisting.
1. Pondasi Tapak
Pekerjaan pondasi tapak meliputi pekerjaan pembesian, bekisting dan pengecoran
beton K250, Pekerjaan ini dilaksanakan setelah pekerjaan lantai kerja selesai
dikerjakan. Pekerjaan diawali dengan pekerjaan merangkai besi sesuai dengan gambar
kerja kemudian besi tersebut diletakkan pada dudukan pondasi sesuai gambar dan
dilanjutkan dengan pemasangan bekistingdan dilanjutkan dengan pengecoran setelah
diperiksa oleh konsultan pengawas. Terakhir adalah pembongkaran bekisting setelah
cukup usia beton.
Adapun uraian pelaksanaan pekerjaan pondasi tapak adalah sebagai berikut:
1) Pekerjaan Bekisting
Bahan :
- Kayu balok sembarang keras
- Paku
- Minyak Bekisting
Peralatan :
- Alat potong = 1 unit
- Peralatan Tukang = 1 ls
Metode
- Fabrikasi :
Bekisting untuk pondasi tapak sebelum diaplikasikan sebagai acuan, difabrikasi
terlebih dahulu di workshop kayu, dibuat panel-panel sesuai dengan shop drawing.
Ukuran dan bentuk akan dikerjakan dengan teliti dengan mengacu pada shop
drawing yang telah disetujui oleh Pemberi Tugas.
- Pemasangan :
Bekisting yang telah difabrikasi diangkut ke lokasi pemasangan, dan segera
dipasang sesuai dengan posisinya setelah pekerjaan pembesian selesai dikerjakan.
Bekisting harus kokoh, kuat, tidak bocor, tidak ngeplin, bersih dari kotoran kayu-
kayu lepas, sampah-sampah dll.
2) Pekerjaan Pembesian
Bahan :
- Besi beton
- Kawat beton
Peralatan :
- Bar Cutter = 1 unit
- Bar Bender = 1 unit
- Peralatan Tukang = 1 ls
Metode
- Fabrikasi :
Fabrikasi besi beton dilakukan di Work shop Besi, setelah Shop drawing Pembesian
& Bending schedule disetujui. Pemotongan dilakukan dengan Bar cutter, kemudian
pembengkokan sesuai Shop drawing dilakukan dengan menggunakan Bar bender.
Pekerjaan fabrikasi harus dilaksanakan oleh tenaga kerja yang ahli. Pengawasan
pekerjaan ini perlu dilakukan dengan ketat agar tidak terjadi kesalahan yang tidak
perlu. Besi-besi yang telah difabrikasi ditempatkan pada lokasi stock yard besi yang
telah disediakan terlebih dahulu, diberi label pada setiap jenisnya.
- Pemasangan :
Setelah fabrikasi selesai, besi beton yang akan dipasang diangkut ke lokasi pekerjaan.
Pemasangan dilakukan sesuai dengan Shop drawing. Diameter besi dan jarak antar
besi harus dicheck dengan benar, agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan
pembongkaran pasangan besi. Tukang yang ahli dan berpengalaman diperlukan
untuk menjamin kualitas pemasangan.
3) Pekerjaan Pengecoran
Bahan :
- Semen Portland
- Kerikil
- Pasir
- Air
Peralatan :
- Concrete mixer = 1 unit
- Concrete vibrator = 1 unit
- Gerobak sorong = 1 unit
- Peralatan Tukang = 1 ls
Metode
- Pencampuran beton.
Pekerjaan pengecoran pondasi tapak dilaksanakan dengan menggunakan mutu
beton K-225. Sebelum melakukan pencampuran beton, harus dibuat mix design
beton yang akan dibuat. Hal ini meliputi penyelidikan Laboratorium terhadap
bahan-bahan sesuai standar yang diminta spesifikasi, antara lain PBI, Setelah
persiapan mix design disetujui, dan diadakan uji campuran ( trial mix ) sudah
berhasil, maka material dapat diorder sesuai dengan yang telah disetujui oleh
Pengawas/Pemilik Proyek.
- Pelaksanaan pengecoran beton.
Setelah besi dan bekisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan
pada lokasi pengecoran untuk menghilangkan kotoran-kotoran penyebab
ketidak-sempurnaan hasil pengecoran. Dengan menggunakan check list
pengecoran, surat ijin pengecoran diajukan kepada Pengawas. Setelah diadakan
pengecekan oleh tim Pemberi tugas, dan ijin pengecoran telah ditanda tangani,
maka pengecoran dapat segera dilaksanakan. Bahan semen, pasir, kerikil dan air
tersebut dicampur kedalam concrete mixer dan diaduk secara merata untuk
mendapatkan mutu beton yang diharapkan. Beton segar yang dicampur di
lapangan ( site mix ) sesuai dengan prosedur pencampuran, diangkut dengan
memakai kereta sorong untuk dicorkan ke media cor. Selama pengecoran perlu
diperiksa secara kontinu bekisting yang menjadi acuan maupun perancah untuk
memastikan tidak ada kebocoran, bekisting pecah atau bekisting roboh akibat
tidak kokohnya bekisting dimaksud. Petugas vibrator melaksanakan tugasnya
secara kontinu pada beton yang dicorkan sesuai prosedur pemadatan beton, ini
dimaksudkan agar beton benar-benar padat, dan tidak terjadi keropos. Setelah
selesai pengecoran, beton dirawat dengan menggunakan air sebagai
pelembabnya, baik disiramkan maupun diberi goni basah. Bekisting dapat
dibongkar setelah umur beton memenuhi spesifikasi teknik.
2. Kolom Pedestal & Stik Kolom
Pekerjaan kolom pedistal meliputi pekerjaan pembesian, bekisting dan pengecoran
beton K175. Pekerjaan ini dilaksanakan setelah pekerjaan pondasi tapak selesai
dikerjakan. Pekerjaan diawali dengan pekerjaan merangkai besi sesuai dengan gambar
kerja kemudian besi tersebut diletakkan pada dudukan pondasi sesuai gambar dan
dilanjutkan dengan pemasangan bekisting dan dilanjutkan dengan pengecoran setelah
diperiksa oleh konsultan pengawas. Terakhir adalah pembongkaran bekisting setelah
cukup usia beton.
3. Sloof
Pekerjaan sloof meliputi pekerjaan pembesian, bekisting dan pengecoran beton K175.
Pekerjaan ini dilaksanakan setelah pekerjaan kolom pedistal dan pasangan batu
gunung selesai dikerjakan. Pekerjaan diawali dengan pekerjaan merangkai besi sesuai
dengan gambar kerja kemudian besi tersebut diletakkan pada dudukan pondasi sesuai
gambar dan dilanjutkan dengan pemasangan bekisting dan dilanjutkan dengan
pengecoran setelah diperiksa oleh konsultan pengawas. Terakhir adalah pembongkaran
bekisting setelah cukup usia beton.
4. Kolom
Pekerjaan Kolom dengan mutu beton K175. Pekerjaan kolom meliputi pekerjaan
pembesian, bekisting dan pengecoran beton. Pekerjaan ini dilaksanakan setelah
pekerjaan sloof selesai dikerjakan. Pekerjaan diawali dengan pekerjaan merangkai besi
sesuai dengan gambar kerja kemudian besi tersebut diletakkan pada dudukan pondasi
sesuai gambar dan dilanjutkan dengan pemasangan bekisting dan dilanjutkan dengan
pengecoran setelah diperiksa oleh konsultan pengawas. Terakhir adalah pembongkaran
bekisting setelah cukup usia beton.
5. Ringbalok, plat dak beton
Pekerjaan ringbalk dan plat dag dikerjakan secara bersamaan dengan mutu beton K175.
Pekerjaan ringbalk, kanopi dan plat dag dikerjakan setelah pekerjaan kolom dan
pasangan bata selesai dikerjakan. Pekerjaan ini meliputi pekerjaan pembesian, bekisting
dan pengecoran beton. Pekerjaan diawali dengan pekerjaan merangkai besi sesuai
dengan gambar kerja kemudian besi tersebut diletakkan pada dudukan pondasi sesuai
gambar dan dilanjutkan dengan pemasangan bekisting dan dilanjutkan dengan
pengecoran setelah diperiksa oleh konsultan pengawas. Terakhir adalah pembongkaran
bekisting setelah cukup usia beton.
D. PEKERJAAN PASANGAN & PLESTERAN
1. Pasangan bata 1 Pc : 4 Ps , 1Pc : 2Ps
Pekerjaan pasangan bata ini terdiri dari pasangan bata 1 Pc : 2 Ps, pasangan bata 1 Pc : 4 Ps.
Pelaksanaan pekerjaan pasangan batu bata ini dikerjakan setelah pekerjaan pasangan batu
kali dan pengecoran beton ( foot plate, sloof, kolom) selesai. Pemasangan batu bata harus
mengikuti peraturan atau tahapan yang lazim dilakukan serta dibantu dengan pemasangan
profil dan penarikan benang agar diproleh hasil pasangan yang baik, semua pasangan bata
harus lurus, rata horizontal maupun vertikal, setiap pasangan bata seluas 9 m2 harus
diberikan kolom praktis dan pada tumpuan bentang lebih dari 1 m’ diberi balok latei
demikian pula halnya dengan pertemuan antara pasangan atau pada dinding yang berdiri
bebas. Spesi yang digunakan untuk pasangan batu bata adalah 1pc : 4ps, untuk pasangan
rollag. Pemasangan batu karawang ditempatkan sesuai gambar kerja dan diantara
pasangan bata.
Pekerjaan pemasangan Batu bata dan batu karawang ini meliputi pekerjaan dinding
bangunan tebal ½ pada seluruh detail yang disebutkan/ ditujukan pada gambar dan sesuai
dengan petunjuk Direksi/konsultan pengawas. Semua pasangan tembok dibuat tebal
kurang lebih 14 cm. Pekerjaan dinding harus dipatok (diukur) dan dibangun sesuai dengan
ukuran, ketebalan dan ketinggian yang tercantum dalam gambar-gambar. Batu bata
dipasang dengan loncatan ½ bata untuk tembok. Siar- siar tebal 10 mm dan merata padat.
Tiap tahap pemesanan dinding tidak boleh dilaksanakan lebih dari ketinggian 1 m. Untuk
dinding semen raam/rapat air dengan adukan campuran 1 PC : 4 Pasir, dipasang pada
dinding dari atas permukaan sloop atau balok beton sampai minimum 20 cm diatas
permukaan lantai setempat, serta pasangan batu bata permukaan tanah. Setelah bata
terpasang dengan adukan, naad/siar-siar harus dikerok sedalam 1 cm untuk menjamin
plesteran ke dinding dengan baik dan dibersihkan dengan sapu lidi dan setelah kering
permukaan bata disiram air. Pemasangan dinding Batu bata dilakukan bertahap, setiap
tahap maksium 24 lapis/harinya, serta diikuti dengan koor kolom praktis. Bidang dinding
batu bata tebal 1/2 bata yang luasnya maksimal 12 m2 harus ditambahgkan kolom dan
balok penguat praktis dengan ukuran 13 x 13 cm, dari tulangan pokok 4 (empat) buah,
diameter minimum 10 mm, ring diameter 8 mm jarak antar kolom satu dengan yang lain
dibuat maksimal 3 meter. Serta diatas kusen pintu dan jendela dipasang balok praktis
dengan ukuran yang sama. Bagian pemasangan Batu bata yang berhubungan dengan setiap
pekerjaan harus dibuat steck besi beton 4 – 10 mm jarak 75 cm, yang terlebih dahulu
ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan beton dan bagian yang tertanam dalam
pasnagan bata sekurang-kurangnya 30 cm, kecuali bila satu dan lain hal ditentukan oleh
Direksi/konsultan Pengawas. Pasangan dinding batu bata tebal 1/2 bata harus
menghasilkan dinding finish 14 cm setelah diplester (lengkap acian) pada kedua belah
sisinya. Pelaksanan pasangan harus cermat, rapih dan benar-benar tegak lurus terhadap
lantai serta merupakan bidang rata. Pasangan Batu bata raam bawah permukaan
tanah/lantai harus diberapen dengan adukan 1PC : 2Ps.
Pekerjaan ini dilakukan dengan alat pertukangan dengan asumsi kebutuhan bahan adalah
sebagai berikut:
Bata Merah (20 x 5 x 10 Cm)
Semen Portland
Pasir Pasang
2. Pekerjaan, Plesteran, Acian dan Pembentukan Kolom
Pekerjaan plesteran pasangan bata ini terdiri dari plesteran 1 Pc : 2 Ps pada dinding dan
plesteran 1 Pc : 4 Ps, sedangkan pekerjaan acian terdiri dari acian kolom dan pembentukan
kolom teras dan induk.
Permukaan plesteran sebelum di aci telebih dahulu disiram air. Untuk memperoleh hasil
acian yang halus, setelah plesteran diberi lapisan acian semen, permukaan acian sebelum
mengering digosok dengan menggunakan kertas gosok.
Pekerjaan ini dilakukan dengan alat pertukangan dengan asumsi kebutuhan bahan adalah
sebagai berikut:
Semen Portland
Pasir Pasang
E. PEKERJAAN LANTAI DAN DINDING
Pekerjaan lantai terdiri dari pekerjaan rabat beton dan pemasangan keramik 40 x 40 cm
pada ruangan. Berikut ini adalah langkah kerja dari masing-masing pekerjaan tersebut:
1. Pasir Urug
Urugan pasir dilakukan di bawah semua lantai ruangan gedung yang berhubungan
langsung dengan tanah, dengan ketebalan sesuai gambar. Urugan pasir harus disiram air
kemudian ditumbuk hingga padat. Bahan urugan pasir harus bersih, dan disetujui oleh
Konsultan Pengawas. Pekerjaan pasir urug bawah lantai dilakukan sesudah penimbunan
lantai, pekerjaan ini dilakukan agar tidak terjadi kontak langsung antara beton atau
pasangan dengan tanah. Urugan pasir dilakukan dengan langkah-langkah yang
sedemikian rupa.
2. Rabat Beton
a. Sebelum floor beton dimulai maka tanah dibawahnya harus dipadatkan, terutama
tanah bekas galian.
b. Untuk leveling tanah di bawah floor beton dipakai pasir urug, dan disiram dengan
air sampai jenuh dengan ketebalan sekitar 10 cm.
c. Campuran yang dipakai 1PC : 3PS : 5KR.
d. Ketebalan floor beton minimal 7 cm, tanpa tulangan susut.
e. Sebelum floor beton di mulai, maka kepalaan harus dibuat terlebih dulu. Kepalaan
dibuat dengan jarak kurang lebih 1.00 m ke arah memendek dari ruang yang akan
difloor.
f. Perataan adukan dengan raskam, floor beton harus padat dengan cara di jojoh pakai
cetok, dan permukaan dibuat kasar sehingga bisa monolit dengan spesi keramik.
3. Pemasangan lantai keramik
Pekerjaan pemasangan lantai keramik dilakukan setelah pekerjaan cor lantai selesai
dikerjakan. Pekerjaan lantai terdiri dari lantai Keramik 40 x 40 cm polished untuk
ruangan dan keramik 40 x 40 cm unpolished untuk teras dan selasar serta kamar mandi.
Berikut ini langkah kerja dari pemasangan keramik:
a. Siapkan peralatan dan bahan – bahan yang akan digunakan.
b. Pahami gambar kerja, pola pemasangan dan lain – lain.
c. Sortir keramik agar menghasilkan keseragaman :
ukuran / dimensi.
presisi.
warna.
d. Rendam keramik yang akan dipasang kedalam bak air ( ember ) selama 1 jam.
e. Keramik dianginkan dengan cara diletakan pada tempat dudukan / tatakan
keramik, setelah pro ses perendaman.
f. Tentukan garis dasar pasangan serta peil dari lantai. Penentuan peil ini untuk
seluruh kesatuan
g. Pasang benang arah horizontal dan vertikal pada lantai sesuai elevasi pada
shop drawing. Kedudukan benang harus datar dan siku , apabila dinding
yang ada adalah dinding keramik, maka kedudukan nad lantai harus
disesuaikan dengan yang ada pada dinding.
h. Pasang keramik sebagai pasangan kepalaan , sepanjang garis dasar yang telah
terpasang
i. Cek kesikuan keramik dengan besi siku dan kerataan elevasi keramik
dengan waterpass.
j. Isi bagian / daerah permukaan lantai yang lain nya dengan adukan / spesi.
k. Setelah itu pasang keramik berikutnya sesuai posisinya sampai selesai,
usahakan supaya tidak ada las – lasan
l. Jika keramik sudah terpasang semua, ketuk permukaan keramik dengan palu
karet untuk mendatarkan / meratakan permukaan keramik supaya tidak
rusak / cacat.
m. Setelah itu cek kerataan elevasi keramik dengan waterpass
n. Bersihkan permukaan pasangan keramik yang telah terpasang dengan kain /
lap basah sampai bersih.
o. Untuk menghindari naiknya lantai ( menggelembungnya lantai ) maka buatlah
delatasi.
p. Kemudian siapkan isian / bahan cor nad pada bak air ( ember ) dan aduklah
hingga rata
q. Setelah adukan rata , isi sela – sela nad dengan bahan cor nad dengan
menggunakan sendok spesi ( sekop ). Pengisian nad dilakukan apabila
kedudukan keramik telah kuat atau spesi telah kering
r. Kemudian rapikan nad tersebut dengan cape.
s. Diamkan dan tunggu sampai nad tersebut benar -benar kering.
t. Setelah kering, bersihkan permukaan pasangan keramik yang sudah
dipasang nad dari sisa – sisa bahan cor nad dengan menggunakan kain / lap
basah sampai bersih
F. PEKERJAAN ATAP
Untuk pekerjaan pemasangan atap meliputi pekerjaan rangka kuda-kuda baja ringan, atap
seng spandek 0,30 cat pabrik dan listplank. Pekerjaan ini dikerjakan setelah pekerjaan
ringbalk selesai dikerjakan.
1. Pemasangan kuda-kuda
Langkah pelaksanaan kuda-kuda adalah sebagai berikut:
a. Pengangkutan kuda-kuda, bahan dan alat ke lokasi proyek
b. Pekerjaan perangkaian kuda-kuda sesuai dengan gambar kerja
c. Pekerjaan menaikan kuda-kuda keatas atap
Setelah selesai dirakit rangka kuda-kuda diangkut keatap dan ditempatkan pada
angkur yang tersedia, besi angkur merupakan tulangan dari kolom yang dilebihkan
sebagai pengikat antara kuda-kuda dan dinding. Angkur kemudian ditempatkan pada
plat dudukan kuda-kuda yang sudah dilobangi, kemudian angkur dan plat dudukan
kuda-kuda tersebut disambung dengan baut angkur 12 mm.
2. Pemasangan rangka atap
Pekerjaan rangka atap dilaksanakan setelah pekerjaan beton atas selesai dikerjakan.
Untuk pekerjaan rangka atap terdiri dari pengadaan rangka atap baja ringan, alat kerja
dan tenaga kerja terampil.
3. Pemasangan Atap Seng Spandek 0,30 mm
Untuk penutup atap digunakan penutup atap Seng Spandek dengan spesifikasi sesuai
arahan direksi/konsultan pengawas dan harus dilengkapi contoh sebelum di
datangkan ke lokasi proyek. Pemasangan atap seng dikerjakan setelah pekerjaan
listplank selesai dikerjakan.
Pemasangan harus rapi dan memenuhi syarat-syarat sehingga tidak mengakibatkan
kebocoran. Apabila terjadi kebocoran setelah pemasangannya, maka bagian yang bocor
tersebut harus dibongkar dan dipasang baru
4. Rabung
Untuk rabung ditutup dengan Rabung yang dibentuk oleh pabrikan sesuai dengan
ukuran yang dibutuhkan. Pekerjaan rabung seng dikerjakan setelah pekerjaan
pemasangan atap seng selesai dikerjakan. Tindisan antara satu lembaran bubungan
dengan lembaran bubungan lainnya harus sesuai dengan persyaratan pabrik minimal
10 cm. Pemasangan harus rapi dan memenuhi syarat-syarat sehingga tidak
mengakibatkan kebocoran. Apabila terjadi kebocoran setelah pemasangannya, maka
bagian yang bocor tersebut harus dibongkar dan dipasang baru.
5. Papan Lisplank
Pekerjaan listplank mengunakan Papan Lisplank kayu dilaksanakan oleh tukang
berpengalaman dibidangnya dan akan dipasang dengan rapi dan sesuai dengan
spesifikasi tehnik/gambar rencana kerja, maka dengan ini kami akan mengonsultasikan
pada konsultan supervisi dan mendapatkan persetujuan dari konsultan supervisi untuk
bahan – bahan dan pemasangan lisplak tersebut. Pekerjaan listplank dikerjakan setelah
pekerjaan gording selesai dikerjakan. Papan lisplank dipaku pada rangka listplank.
Pada sambungan papan lisplank dibuat sambungan bibir lurus. Setelah selesai
pemasangan tahap berkutnya yaitu dilakukan pendempulan dan pengecatan
G. PEKERJAAN PLAFOND
Setelah pekerjaan pasangan dan plesteran serta penutup atap selesai dikerjakan selanjutnya
dikerjakan pekerjaan plafond.
Pada pekerjaan plafond ini perlu diperhatikan adanya pekerjaan lain yang dalam
pelaksanaannya sangat erat hubungannva dengan pekerjaan plafond. Sebelum pemasangan
plafond, pekerjaan lain yana terletak diatas plafond harus sudah terpasang dengan
sempurna. Harus diperhatikan terhadap disiplin lain diantaranya pekerjaan elektrikal dan
perlengkapan instalasi yang diperlukan. Bila pekerjaan-pekerjaan tersebut diatas tidak
tercantum gambar plafond, harus diteliti terlebih dahulu pada gambar-gambar instalasi
yaiig lain (EL, PL, AC dan lain-lain).
Bahan-bahan yang dipakai, sebelum dipasang, terlebih dahulu harus diserahkan contoh-
contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi/Konsultan Pengawas. Material
lain yang tidak terdapat pada daftar diatas, tetapi diperlukan untuk
penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini, kualitas terbaik dari jenisnya dan
harus disetujui Direksi/Konsultan Pengawas. Semua ukuran didalam gambar adalah
ukuran jadi (finish). Untuk detail pemasangan harus konsultasi dengan Direksi/Konsultan
Pengawas. Pola pemasangan plafond PVC sesuai yang ditunjukkan dalam gambar. Bidang
pemasangan plafond harus rata/waterpass, tanpa naad. Hasil pemasangan harus betul-
betul rapih.
H. PEKERJAAN KUSEN DAUN PINTU DAN JENDELA
Pekerjaan kusen dilaksanakan bersamaan dengan pekerjaan pasangan batu bata, sedangkan
pekerjaan pemasangan pintu, jendela dan ventilasi dikerjakan setelah pekerjaan
pemasangan keramik selesai dikerjakan. Semua jenis kosen, pintu, jendela kayu difabrikasi
di work shop/perabot, dengan teliti sesuai ukuran dan kondisi di lapangan agar hasilnya
dapat dipertanggungjawabkan. Untuk jenis yang dapat dirakit, harus dilaksanakan di work
shop dan siap dipasang di lapangan. Jika tidak dapat maka dapat prarakit, akan tetapi
sudah siap dirakit di lapangan atau dipasang pada bangunan (struktur yang ada). Semua
sambungan harus rapih, kokoh dan dengan bentuk sambungan yang sesuai standar
toleransi.
I. PEKERJAAN PENGECATAN
Pekerjaan pengecatan dikerjakan setelah seluruh pekerjaan selesai dikerjakan (finishing).
Berikut ini metode Cat Dinding dan Bak pembibitan dan Lisplank:
Metode Cat Dinding
a. Bersihkan permukaan dinding dari debu , kotoran dan bekas percikan plesteran
dengan kain lap.
b. Lindungi bahan – bahan / pekerjaan lain yang berbatasan dengan dinding yang akan
dicat dengan kertas semen / koran dan lakban.
c. Gunakan skrap untuk memperbaiki bagian – bagian dinding yang retak & kurang rata
dengan plamir, kemudian tunggu sampai kering.
d. Haluskan plamir yang telah kering dengan amplas hingga rata.
e. Cek, kerataan permukaan dinding.
f. Jika permukaan sudah rata, maka lakukan pengecatan dasar dengan alat rol pada
bidang yang luas & dengan kwas untuk bidang yang sempit ( sulit ).
g. Jika cat dasar tersebut sudah kering, lakukan pengecatan finish yang pertama.
h. Jika cat finish yang pertama sudah kering, lakukan pengecatan finish yang kedua /
terakhir ( jumlah pelapisan cat sesuai dengan spesifikasi ).
i. Cek kerataan pengecatan yang terakhir.
j. Apabila sudah rata, bersihkan cat – cat yang mengotori bahan – bahan / pekerjaan
lain yang seharusnya tidak terkena cat dengan kain lap.
Metode Cat Minyak:
a. Persiapkan bahan-bahan yang akan digunakan seperti Kain kering, amplas, meni,
plamur /dempul, kuas/ semprot, cat.
b. Bidang yang akan dicat harus dalam keadaan kering dan bersih, amplas permukaan
sampai rata dan halus atau gunakan amplas mesin.
c. Persiapkan cat meni dengan campuran 1 Afduner : 2 cat meni, dan kuaskan cat meni
agar pori-pori kayu terisi.
d. Tunggu sampai kering dan plamurlah bidang agar permukaan yang cekung terisi serta
rata.
e. Haluskan dengan amplas atau gerenda mesin setelah plamur kering, ulangilah
pekerjaan plamur dan pengamplasan sampai didapatkan permukaan yang rata dan
halus.
f. Bersihkan permukaan dengan kain kering dan pekerjaan Cat dilaksanakan dengan
campuran 1 tinner : 2 cat, bila menggunakan sistem semprot campuran memakai 1,5
tenner : 2 cat. Ulangi pelaksanaan 2 – 3 kali. Pengulangan pengecatan dilaksanakan
setelah 24 jam.
g. Untuk mendapatkan hasil yang halus, bila perlu hasil cat digosok dengan compound
dan oleskan bahan pengkilap agar warna terlihat cerah.
h. Bila telah selesai bersihkan kuas/semprot dengan tenner serta simpan cat pada tempat
sejuk dan kering.
J. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK/ ELEKTRIKAL
Semua hantaran (kabel) yang ditarik dalam pipa / cabelduct harus diusahakan tidak
tampak dari luar (tertanam). Pemasangan pipa harus dilaksanakan sebelum pengecoran.
Pemasangan sparing-sparing listrik yang melintas di plat, balok, kolom beton harus
dipasang terlebih dahulu sebelum pengecoran, kabel diusahakan dimasukkan bersamaan
dengan pemasangan sparing. Pipa yang dipasang pada dinding dilaksanakan sebelum
pekerjaan plesteran dan acian dikerjakan. Penempatan sambungan/percabangan harus
ditempatkan di daerah yang mudah dicapai untuk perbaikan (perawatan). Sambungan
harus menggunakan klem / isolasi kabel supaya terlindung dengan baik sehingga tidak
tersentuh atau menggunakan lasdop dan ditempatkan pada Te Dos. Lekukan/belokan pipa
harus beradius > 3 kali diameter pipa dan harus rata (untuk memudahkan penarikan
kabel). Jaringan arde harus dipasang tersendiri/terpisah dengan arde penangkal petir.
– tidak boleh ada sambungan
– dihubungkan dengan elektroda pentanahan
– ditanam sampai minimal mencapai air tanah
Pada hantaran di atas langit-langit, harus diklem pada bagian bawah plat / balok atau pada
balok kayu rangka langit-langit. Untuk hantaran/tarikan kabel yang menyusur dinding
bata/beton pada shaft harus diklem atau dengan papan dan kabel trey bila jaringan terlalu
rumit (banyak). Pemasangan stop kontak setinggi > 40 cm dari lantai, saklar dipasang
setinggi 150 cm dari lantai (bila tidak ditentukan spesifikasinya). Pemasangan stop kontak
dan saklar harus rata dengan dinding. Box / kotak Panel bodynya harus diarde, untuk
menghindari adanya arus. Pemasangan lampu dilaksanakan setelah pekerjaan instalasi
listrik dan plafond selesai dikerjakan. Pekerjaan pemasangan lampu termasuk dengan
pemasangan fitting lampu.
K. PEKERJAAN PLUMBING DAN SANITASI
Pekerjaan Sanitasi air bersih dan air kotor dilakukan berbarengan dengan pekerjaan lantai,
berikut ini metode pekerjaan untuk pekerjaan sanitasi :
Pekerjaan instalasi plumbing air bersih
1. Tentukan dan beri tanda jalur instalasi dan titik outletnya.
2. Pasang pipa PVC kelas AW (diameter sesuai gambar kerja) beserta gate valve, fitting
dan accessories lainnya sesuai dengan tanda yang sudah dibuat.
3. Untuk pipa yang melintasi lantai (terutama lantai dasar, maka kedalaman pipa harus
cukup, minimal 50 cm supaya tidak mudah pecah.
4. Pipa yang akan disambung, bagian ujungnya harus dibersihkan dengan ampelas
supaya sambungan dapat lengket dengan kuat.
5. Khusus untuk sambungan ke sanitary (kran), pipa diberi soket draat luar dan diberi
lapisan seal tape baru disambungkan ke alat sanitair.
Pekerjaan instalasi plumbing air kotor, air bekas dan vent
1. Pipa air kotor meggunakan pipas PVC kelas AW yang tahan terhadap tekanan 10 bar,
penyambungan pipa menggunakan lem PVC yang kuat sehingga tidak mudah bocor.
2. Tentukan dan beri tanda jalur instalasi dan titik outletnya.
3. Pasang pipa PVC kelas AW (diameter sesuai gambar kerja) beserta gate valve, fitting
dan accessories lainnya sesuai dengan tanda yang sudah dibuat.
4. Pasangan clean out dan accessories lainnya.
5. Pipa PVC yang horizontal digantung pada plat lantai beton menggunakan besi siku dan
pipa diikat pada besi siku supaya tidak bergerak saat menerima beban air.
6. Pipa air kotor vertikal ditanam pada dinding, dikerjakan pada saat dinding belum
diplester + aci. Pipa yang ditanam di dinding harus diklem supaya tidak bergerak saat
menerima beban air.
7. Untuk pipa yang melintasi lantai terutama lantai dasar, maka kedalaman pipa
harus cukup, minimal 50 cm supaya tidak mudah pecah.
8. Pipa yang akan disambung, bagian ujungnya harus dibersihkan dengan ampelas
supaya sambungan dapat lengket dengan kuat.
9. Untuk lantai dasar, pipa air hujan diberi bantalan yang cukup kuat agar sambungan
tidak kendor akibat beban air hujan yang dapat menyebabkan kebocoran.
10. Pemasangan vent out untuk instalasi pipa air kotor padat.
11. Pemasangan roof drain untuk instalasi pipa air hujan.
12. Buat sumur resapan dan bak kontrol.
L. PEKERJAAN FINISHING
Pekerjaan finishing meliputi pekerjaan Pembersihan Akhir
Setelah semua item pekerjaan selesai dikerjakan maka kami mengerjakan pekerjaan
perapihan seperti membersihkan lapangan pekerjaan dari sisa bangunan, tanah, sampah,
dan lain-lain sesuai petunjuk Direksi. Kami juga akan memperhatikan dan memperbaiki
pekerjaan yang belum sempurna seperti pengecatan dan kerapihan pekerjaan lainnya.
Kami akan selalu menjaga kerapihan lapangan sampai batas waktu masa pemeliharaan
selesai.
Sabang, Februari 2023
Konsultan Perencana
CV. Aditya Karya
YUSMADI, ST, MT
Direktur| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 23 August 2023 | Revitalisasi Taman Ratu Safiatuddin | Aceh | Rp 6,500,000,000 |
| 12 July 2023 | Pembangunan Rth Kecamatan Jatirogo | Pemerintah Daerah Kabupaten Tuban | Rp 4,010,270,000 |
| 3 June 2024 | Penataan Kawasan Balai Bupati Kampar | Kab. Kampar | Rp 3,233,200,000 |
| 29 January 2022 | Pembangunan Landscape Halaman Belakang Uptd Banda Aceh | Aceh | Rp 2,468,650,000 |
| 6 October 2022 | Rehabilitasi Taman Gedung Sederhana | Aceh | Rp 200,000,000 |
| 18 August 2021 | Penataan Halaman Sman 1 Seunangan Kab. Nagan Raya | Aceh | Rp 199,761,684 |
| 27 September 2022 | Pemasangan Paving Block Sman 19 Takengon Kab. Aceh Tengah | Aceh | Rp 195,085,818 |
| 7 September 2022 | Pemasangan Paving Block Sman 2 Timang Gajah Kab. Bener Meriah | Aceh | Rp 193,633,455 |
| 13 September 2021 | Penataan Halaman Sman 1 Kuta Cot Glie Kab. Aceh Besar | Aceh | Rp 178,828,500 |
| 29 August 2024 | Pemasangan Paving Block Sman 2 Bandar Kab. Bener Meriah | Aceh | Rp 168,300,000 |