| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0021134382813000 | Rp 2,692,824,199 | Pokja pemilihan menyampaikan undangan di SPSE kepada peserta untuk melakukan pembuktian kualifikasi dan sampai batas akhir pembuktian kualifikasi peserta tidak hadir, maka dinyatakan hasil evaluasi kualifikasi tidak memenuhi syarat | |
| 0847678893807000 | Rp 2,774,474,113 | - | |
| 0014104079813000 | - | - | |
| 0022643316813000 | - | - | |
| 0021131370813000 | - | - | |
| 0866384555807000 | - | - | |
| 0028559268813000 | - | - | |
| 0631576154814000 | - | - | |
| 0715061248805000 | - | - | |
CV Topaz | 0020146510802000 | - | - |
| 0023710726813000 | - | - | |
CV Deltara Tangguh | 08*5**6****01**0 | - | - |
| 0937566313814000 | - | - | |
| 0749083572807000 | - | - | |
| 0017049131813000 | - | - | |
| 0023710544813000 | - | - | |
CV Arel Berkah | 09*3**4****13**0 | - | - |
| 0031547391814000 | - | - | |
| 0718927130805000 | - | - |
Jenis pekerjaan pembangunan ini adalah pengelompokan kegiatan yang diklasifikasikan sesuai
komponen-komponen yang ada didalam konstruksi bangunan. Jenis-jenis pekerjaan tersebut
antara lain adalah :
A. PEKERJAAN PENDAHULUAN (PERSIAPAN)
Pada tahap persiapan ini kegiatan yang dilaksanakan adalah:
1. Mempersiapkan Gambar dan Jadwal Kerja
2. Pembongkaran dan Pembersihan lokasi (site clearing).
3. Pembuatan bedeng kerja (direksi keet) untuk gudang bahan dan los kerja untuk
melakukan pembuatan dan perakitan komponen-komponen bangunan.
4. Membuat papan informasi untuk penempelan informasi proses pelaksanaan
pembangunan dll yang dipasang di depan direksi keet dan terlindung dari hujan.
5. Menyiapkan fasilitas penerangan, air bersih dan sarana komunikasi (disesuaikan
dengan kebutuhan dan situasi/kondisi setempat)
6. Pengukuran bagian-bagian rencana bangunan (setting out).
7. Pemasangan bouwplank atau patok (tanda) titik-titik luar bangunan yang dihasilkan
setelah pengukuran.
8. Mendatangkan bahan dan alat bantu yang akan dipakai untuk pemasangan fondasi
dan sloof.
9. Memobilisasi alat untuk memulai pelaksanaan pekerjaan dan demobilisasi alat
setelah selesai pelaksanaan pekerjaan.
B. PEKERJAAN GALIAN DAN URUGAN TANAH
Pekerjaan galian dan urugan (untuk pemasangan Pondasi) dilaksanakan setelah pengukuran
dan pemasangan bouwplank atau patok (tanda) selesai. Kedalaman galian tanah untuk
pondasi tergantung struktur kekerasan tanah.Pekerjaan galian dan urugan tanah ini
biasanya dilakukan dengan tenaga manusia dan dilaksanakan mengikuti tanda/bouwplank
yang sudah dipasang. Detail pekerjaan galian dan urugan tanah dapat dilihat pada bagian
Rencana Kerja dan Syarat (RKS).
C. PEKERJAAN PONDASI
Setelah pekerjaan galian selesai pekerjaan selanjutnya adalah pemasangan pondasi.
Pekerjaan Pondasi memakan biaya antara 8-12% dari total biaya pembangunan, namun
setelah selesai tidak terlihat karena tertimbun didalam tanah. Jenis pondasi bermacam-
macam tergantung dari kondisi tanah dimana pondasi tersebut akan dibuat.
Jenis pondasi yang paling umum dipakai adalah pondasi batu kali atau batu gunung untuk
daerah-daerah tertentu yang kondisi tanahnya berlumpur atau berair. Detail-detail
pekerjaan pondasi dapat dilihat dalam RKS.
D. PEKERJAAN BETON
Bagian-bagian bangunan/ruang yang akan dibangun yang merupakan pekerjaan beton
terutama adalah sloof, kolom, balok dan ringbalk harus dilaksanakan secara hati-hati sesuai
dengan ketentuan teknis yang berlaku. Campuran yang dipakai untuk pembuatan beton
yaitu Semen, Pasir dan kerikil/split dengan beton Mutu K.300 kg/cm2 dengan ukuran besi
tulangan sesuai dengan gambar pelaksanaan. Detail pekerjaan beton dapat dilihat pada
RKS.
E. PEKERJAAN PEMASANGAN DINDING
Dinding pada umumnya terbuat dari pasangan batu bata semaksimal mungkin arus dapat
memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna ruangan tersebut serta dapat
mengurangi kebisingan atau gangguan suara sehingga aktivitas pada masing-masing
ruangan tidak saling mengganggu.
F. PEKERJAAN KUSEN, PINTU DAN JENDELA
Pekerjaan kusen dan daun pintu/jendela merupakan bagian bangunan yang dipasang
bersama-sama atau paralel dengan pemasangan dinding, namun demikian karena sifatnya
yang peka terhadap goresan dan air, maka dalam pemasangannya memerlukan alat-alat
bantu dan alat-alat pelindung. Pada saat pekerjaan pondasi dimulai, sebaiknya kusen pintu
dan jendela sudah mulai dipesan atau diproduksi. Dengan demikian pada saat dinding
mulai dikerjakan, kusen pintu dan jendela sudah siap untuk dipasang.
Semua pekerjaan kayu yang dicat, harus dimeni dan diplamir terlebih dahulu. Pengecatan
dilakukan dengan pelapisan lebih dari satu kali sehinga diperoleh hasil yang baik, rapi,
halus dan rata.
G. PEKERJAAN ATAP
Penutup atap yang dipakai adalah atap metal (seng gelombang, atap multi roof, Spandek
dll) dipasang diatas gording, dengan rangka yang terbuat dari baja ringan yang disesuaikan
dengan rencana atap bangunan.
H. PEKERJAAN LANGIT-LANGIT /PLAFOND
Plafond atau langit-langit adalah bidang penutup konstruksi atap, sehingga ruang akan
terlihat rapih dan terasa lebih segar karena plafond juga berfungsi sebagai isolator radiasi
panas matahari dari penutup atap. Ketinggian plafond minimum adalah 3,25 m atau
menyesuaikan dengan fungsi ruangan agar memenuhi kecukupan penghawaan bagi
pengguna ruang yang bersangkutan dan disarankan untuk dicat dengan warna terang.
Pemasangan plafond hendaknya dilakukan setelah penutup atap selesai dipasang.
I. PEKERJAAN LANTAI
Lantai pada umumnya berupa permukaan tanah yang dilapisi penutup lantai, baik beton
rabat (beton tanpa tulangan), plester semen PC, tegel abu-abu, keramik, papan kayu atau
bahan lainnya.
Beberapa catatan penting dalam urutan pelaksanaan pakerjaan lantai antara lain : Pekerjaan
lantai dilaksanakan setelah pekerjaan atap, plafond, plesteran dan acian dinding selesai.
J. PEKERJAAN PENGGANTUNG DAN PENGUNCI
Pekerjaan penggantung berupa engsel-engsel pintu dan jendela, sedangkan pengunci
adalah grendel, pengunci untuk pintu, serta hak angin untuk jendela. Semua bahan yang
digunakan minimal harus memenuhi syarat kekuatan dan awet sehingga dapat menahan
beban dan berfungsi dalam waktu cukup lama.Setiap daun pintu/jendela minimal dipasang
dua buah engsel dan untuk daun pintu dipasang 3 buah engsel. Pada daun pintu dipasang
pengunci lengkap dengan handelnya, sedangkan pada daun jendela dipasang grendel dan
hak angin. Semua pekerjaan harus dilakukan dengan rapi sehingga pintu dan jendela dapat
berfungsi dengan sempurna.
K. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
Pekerjaan instalasi listrik adalah seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan pemasangan
kabel-kabel, lampu-lampu, switch/ skaklar dan stop kontak serta sistim pemutus arus
termasuk pentanahannya.
Pada prinsipnya pemasangan instalasi listrik harus benar-benar memenuhi persyaratan
teknis, dan semua bahan yang digunakan hendaknya berkualitas cukup sehingga dapat
berfungsi dengan baik dalam waktu cukup lama.
L. PEKERJAAN PLAMBING DAN DRAINASE
Pekerjaan plumbing dan drainase disini dimaksudkan adalah seluruh pekerjaan
pamasangan pipa air bersih dari pipa PDAM ke KM/WC dan air kotor dari wastafel,
urinoir, kloset dan penyaluran air hujan secara sistematis sehingga tidak mengganggu
kenyamanan pemakai atau merusak konstruksi bangunan.
M. PEKERJAAN FINISHING DAN PERAPIHAN
Pekerjaan finishing meliputi pekerjaan antara lain: pengecatan dinding, pengecatan
plafond, pengecatan pintu dan Jendela, pengecatan Listplang, sedangkan pekerjaan
perapihan pada dasarnya merupakan penyempurnaan atau perapihan pekerjaan yang pada
hakekatnya telah selesai namun masih diperlukan penyempurnaan. Sebagai contoh,
misalnya terdapat pintu yang tidak dapat dibuka/tutup dengan sempurna; jika terdapat cat
yang masih kurang rata, plesteran retak-retak, plafond melendut dan sebagainya.
N. MENYUSUN JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN
Penjadwalan merupakan penerjemahan tahapan-tahapan pekerjaan konstruksi yang
digambarkan dalam skala waktu. Dalam penyusunan jadwal perlu ditentukan kapan
masing-masing kegiatan dimulai dan diselesaikan, sehingga pembiayaan dan pemakaian
sumberdaya dapat diatur waktunya sesuai keperluannya. Selain itu penjadwalan ini dapat
digunakan untuk pengendalian atau pengawasan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Dari beberapa cara yang biasa digunakan untuk mengontrol dan memonitor kemajuan
pekerjaan di lapangan, salah satu cara yang sederhana dan cukup dikenal adalah diagram
balok (Bar Chart) dalam bentuk kurva S.