| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0022652663541000 | Rp 873,570,000 | 88.75 | 91 | - | |
| 0032807505801000 | Rp 959,362,122 | 81.39 | 83.32 | - | |
PT Arina Adicipta Konsultan | 0031421134805000 | - | - | - | Tidak Memenuhi Nilai Ambang Batas yang di tetapkan 60 |
| 0024633901805000 | - | - | - | Tidak Memenuhi Nilai Ambang Batas yang di tetapkan 60 | |
| 0867914285543000 | - | - | - | Tidak memiliki peralatan yang dipersyaratkan | |
| 0029743283801000 | - | - | - | Tidak memenuhi nilai ambang batas total 60 | |
| 0669612608424000 | - | - | - | - | |
| 0761032630543000 | - | - | - | Tidak memenuhi nilai ambang batas total 60 | |
| 0942201740805000 | - | - | - | Tidak memenuhi nilai ambang batas total 60 | |
| 0028216208805000 | - | - | - | Tidak memenuhi nilai ambang batas total 60 | |
| 0022198311812000 | - | - | - | Tidak memenuhi nilai ambang batas total 60 | |
| 0705497428541000 | - | 30.96 | - | TIDAK MEMENUHI NILAI PASSING GRADE TEKNIS | |
| 0026606756805000 | - | - | - | Tidak memiliki peralatan yang dipersyaratkan | |
| 0029108081805000 | - | - | - | Tidak memiliki peralatan yang dipersyaratkan | |
| 0315392357542000 | - | - | - | Tidak memiliki peralatan yang dipersyaratkan | |
| 0022038970429000 | - | - | - | Tidak memiliki peralatan yang dipersyaratkan | |
PT Paraduta Pratama Konsultan | 09*8**4****01**0 | - | - | - | Tidak memiliki peralatan yang dipersyaratkan |
PT Geoinfotech Indonesia | 07*6**1****03**0 | - | - | - | Tidak memiliki peralatan yang dipersyaratkan |
| 0030515597801000 | - | - | - | Tidak memiliki peralatan yang dipersyaratkan | |
| 0753907161805000 | - | - | - | - | |
Ewako Engineering | 06*0**8****07**0 | - | - | - | - |
| 0210352746651000 | - | - | - | - | |
CV Indoup Link | 09*4**7****01**0 | - | - | - | - |
| 0730920956801000 | - | - | - | - | |
| 0809589914805000 | - | - | - | - | |
| 0845313600805000 | - | - | - | - | |
| 0805022373541000 | - | - | - | - |
Perkembangan wilayah selalu diikuti oleh pembangunan yang sangat masif
sehingga ketersediaan lahan yang berkurang. Perubahan lahan terbuka menjadi
tertutup (built up area) menyebabkan limpasan air permukaan (run off) akan
meningkat. Akibatnya hampir keseluruhan air hujan yang jatuh melimpas ke saluran
drainase tanpa adanya proses peresapan (infiltrasi) ke dalam tanah. Oleh karena
itu, beban saluran drainase untuk mengalirkan limpasan air hujan sangat besar.
Selain itu, dengan berkurangnya lahan terbuka akan menyebabkan tidak
adanya proses peresapan air ke dalam tanah. Sehingga ketersediaan air tanah
menjadi berkurang. Padahal penggunaan air tanah sebagai air baku sangat
meningkat untuk keperluan rumah tangga maupun usaha/industrial. Penggunaan
air tanah yang berlebihan dapat menyebabkan turunnya permukaan tanah (land
subsidence) dan akan diikuti oleh masuknya air laut (instrusi air laut).
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi beberapa permasalahan
tersebut adalah dengan memperlambat aliran limpasan air hujan yang menuju ke
saluran drainase dengan cara meresapkannya ke dalam tanah. Hal tersebut dapat
dilakukan dengan pembuatan sumur resapan air. Sumur resapan air adalah salah
satu teknik rekayasa konservasi air untuk menampung dan meresapkan limpasan
air hujan ke dalam tanah yang dibuat menyerupai sumur gali dengan kedalaman
tertentu.
Penentuan letak atau titik yang pas dalam pembangunan sumur resapan air
adalah dengan mengenali sifat tanah yang ada di wilayah tersebut. Sifat-sifat tanah
yang perlu diketahui adalah besarnya nilai koefisien permeabilitas tanah, porositas
tanah, dan ketinggian muka air tanah. Berdasarkan SNI 8456:2017 tentang sumur
dan parit resapan air hujan, bahwa sumur resapan dibangun pada lahan yang
memiliki tinggi muka air tanah lebih dari 2 meter dari muka tanah dengan nilai
koefisien permeabilitas tanah lebih dari 2 cm/jam. Dari analisis-analisis tersebut
didapatkan besaran volume dan waktu yang dibutuhkan untuk meresapkan
limpasan air hujan ke dalam tanah.
Berdasarkan penjabaran di atas, maka penting untuk dilakukan Zonasi
Resapan Air Kota Makassar untuk memetakan wilayah Kota Makassar yang dapat
dijadikan sebagai titik-titik pembangunan sumur resapan air.