| 0016165615942000 | Rp 3,831,440,031 | |
| 0930779608421000 | - | |
| 0923415186942000 | - | |
CV Bunda Jaya | 07*3**1****42**0 | - |
| 0951715689942000 | - | |
| 0935723502942000 | - | |
| 0016581373101000 | - | |
PT Prima Top Kencana | 07*6**2****43**0 | - |
PT Tamacool Sukses Perkasa | 08*4**6****43**0 | - |
| 0824422463942000 | - | |
| 0708959135832000 | - |
ME TODE PE LAK S A NA AN
A. Identifikasi Masalah
Untuk menginventarisasi dan mengidentifikasi potensi dan permasalahan
yang dilakukan beberapa metode survey, yaitu sebagai berikut:
1. Survey Persiapan administrasi meliputi pengurusan masalah administrasi
seperti pembuatan surat penugasan survey lapangan, keperluan kantor dan
lapangan. S etelah itu mulai merekrut personil-personil yang telah
dipersiapkan sebelumnya termasuk peralatan-peralatan dan kendaraan.
2. Survey Lapangan, dimaksudkan untuk kebenaran mendapatkan data primer
yang meliputi data fisik di lapangan, menguji kebenaran peta-peta standar
yang diperoleh, dan pendapatan kembali data sekunder yang ada.
B. Pengolahan Data
Penyusunan ini diawali dengan pengumpulan data melalui survey baik survey
langsung maupun tidak langsung. Perlu untuk tetap melakukan survey
langsung untuk lebih mendapatkan gambaran yang lebih terhadap pekerjaan
yang akan dilakukan.
Sesuai dengan ruang lingkup pekerjaan Penyelesaian Pekerjaan Perencanaan
Pembangunan Coolstorage 30 Ton, Kabupaten Kepulauan Sula, maka kegiatan
akan diawali dengan pemahaman wilayah perencanaan. Pemahaman ini dilakukan
dengan pendiskripsian zona awal wilayah yang dilakukan. Pekerjaan
Pembangunan Coolstorage 30 Ton, Kabupaten Kepulauan S ula secara garis
besar.
C. Konsep Struktur Bangunan
1. Struktur Bangunan
Sistem Pondasi adalah unsur yang paling penting sebagai pendukung utama
berdirinya suatu bangunan.
Sehingga dalam perencanaan pondasi penentuan system/jenis pondasi harus
didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:
• Sistem bangunan atas yang akan didukung
• Kondisi tanah dimana bangunan itu berdiri (dari data penyelidikan ntanah)
• Beban bangunan atas yangharus didukung oleh pondasi
• Kondisi lingkungan dimana lokasi bangunan tersebut akan didirikan
• Waktu dan biaya pekerjaan
Dari pertimbangan-pertimbangan diatas, diharapkan diperoleh suatu system
pondasi yang optimum,dalam arti dapat memenuhi persyaratan teknis dan dapat
dilaksanakan dengan biaya seekonomis mungkin.
2. Jenis Pondasi yang digunakan
Berdasarkan hasil dari kondisi lingkungan (tanah) dimana bangunan akan
didirikan serta besarnya beban (jumlah lantai bangunan) yang harus dipikul, jenis
pondasi yang dipakai adalah pondasi setempat/food plat dan pasangan batu kali
(yang dilengkapi dengan cerucuk) pemilihan jenis tiang berdasarkan kondisi lapisan
tanah.
3. Material yang digunakan
Material yang digunakan dare pekerjaan ini adalah Beton bertulang
4. Daya dukung Pondasi
Daya dukung tiang adalah tekanan terkecil yang dapat menyebabkan
keruntuhan geser pada tanah pendukung tepat dibawah dan disekeliling pondasi.
Dalam menentukan besarnya daya dukung tiang dapat ditinjau melalui bebarapa
cara dengan mempertimbangkan:
• Jenis pondasi
• Metode pelaksanaan
• Jenis material
5. S truktur Atas
• Umum
Bangunan atas terdiri dari struktur beton. Bangunan besar struktur atap disangga
dengan struktur baja dan kayu.
Analisa ini harus meliputi kondisi pelaksanaan dan kondisi setelah seluruh
struktur terpasang.Gaya-gaya selama masa konstruksi diperhitungkan secara
cermat.
• Standard Perancangan
Standar perancangan struktur mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku di
Indonesia, serta peraturan –peraturan lain jika peraturan yang berlaku di
Indonesia tidak mencakup hal tersebut:
Peraturan beton bertulang Indonesia 1EE1(S NI E1)
Tatacara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung
Peraturan pembebanan Indonesia untuk Gedung tahun 1E83
Peraturan perencanaan tahan gempa Indonesia untuk gedung tahun 1E87
Peratutan perencanaan bangunan baja Indonesia tahun 1E83
Peraturan Umum tentang bahan bangunan Indonesia tahun 1E83
S tandart Industri Indonesia
Peraturan ACI318-83dan PCI untuk beton praktekan
AIS C seta British S tandard untuk fabrikasi dan ereksi sturktur baja
Buku Pedoman Perencanaan struktur untuk beton bertulang biasa dan struktur
tembok beton bertulang tahun 201E.
• Beban Mati
Beban mati merupakan berat sendiri seluruh bangunan, struktur maupun
non struktur yang selalu adadan bekerja padabangunan ini Beban mati
tersebut sangat tergantung dari dimensi serta berat jenis struktur yang
digunakan.
• Beban Hidup
Beban hidup adalah berat tambahan diluar beban mati yang bekerja pada
waktu- waktu tertentu, baik secara terus menerus maupun sementara. Besarnya
beban hidup ditentukan oleh peruntukan bangunan, dengan harga minimum
sesuai dengan peraturan pembebanan Indonesia untuk gedung tahun 1E83
Berikut disampaikan besarnya beban hidup dari masing-masing peruntukan
bangunan, serta perbandingannya dengan nilai minimum yang tercantum
pada perusahaan. Mengingat beban hidup tidak bekerja secara bersamaan
maka untuk analisa portal maupun gempa ada suatu factor reduksi,yang
bergantung pada jenis peruntukan bangunan dan jumlah tingkat. Sesuai
dengan Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung 1E83, untuk analisa
Portal beban hidup direduksi dengan koefesien 0,75dan untukanalisa gempa,
beban hidup direduksi dengan koefisien0.3.
6. S truktur Atap
Struktur atap terdiri dari Canal C dan R angka Kayu yang merupakan struktur yang
didukung oleh Klassifikasi Bahan. Atap dengan penopang kolom dengan bentangan
besar
Desain atap baja memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
• Menggunakan mutu yang terjangkau oleh fabri cator dalam negeri
• Tidak ada initial momen pada saat beban mati bekerja penuh.Momen pada
tumpuan hanya pada kondisi beban hidup (air hujan,service)
• Letak sambungan,bentuk sambungan sudah memperhatikan metoda
konstruksi
• Metoda konstruksi akan dituangkan dalam suatu manual yang disepakati dan
menjadi acuan semua pihak.
7. Analisa Balok Utama
Kuat lentur balok-balok portal dianalisis dengan kekuatan batas dan harus kuat
menahan lentur akibat kombinas idengan pembebanan gempa
D. Konsep Mekanikal / Elektrikal
Pada intinaya pemilihan system dan perhitungan kapasitas utilitas M&E didasari
pada aspek:
• Kenyamanan pengguna
• Tepat teknologi
• Sesuai standart internasional / Koni
• Biaya/ investasidan operasional rendah
• Mudah dalam pemeliharaan
Pengendalian system badan M&E pada kawasan ini dikendalikan oleh
Pengelola kawasan yang meliputi system:
• Cahaya (penerangan) dan sumber
• Tata surya (pembangkit listrik tenaga surya)
• Tata udara
• Sumber tenaga cadangan (genset)
• Sistem air bersih/kotordan drainase lingkungan
• Sistem scoring
E. Rencana Kerja
Rencana Kerja disusun berdasarkan Metodologi Pekerjaan yang telah diuraikan
sebelumnya yaitu :
1. Pekerjaan Persiapan/Menyusun Konsep Perencanaan Pekerajaan persiapan
meliputi :
a. Pengumpulan data dan informasi lapangan;
b. Membuat interpretasi KAK secara garis besar;
c. Konsep, sketsa dan gagasan perencanaan.
2. Pekerjaan Penyusunan Pra R encana Pelaksanaan Pekerjaan ini meliputi :
a. Membuat pra rencana desain;
b. Membuat perkiraan biaya;
c. Laporan perencanaan.
3. Pekerjaan Penyusunan Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pekerjaan ini
meliputi :
a. R encana Arsitektur beserta uraian konsep visualisasi;
b. R encana S truktur beserta uraian konsep dan perhitungannya;
c. S pesifikasi Teknis;
d. Perkiraan Biaya.
4. Pekerjaan Penyusunan R encana Detail Pelaksanaan Pekerjaan ini meliputi :
a. Membuat gambar detail;
b. S pesifikasi Teknis;
c. R encana Anggaran Biaya (E E );
d. Analisa Harga S atuan;
e. Menyusun Laporan Akhir Perencanaan.
F. Jadwal Pelaksanaan
Jadwal pelaksanaan adalah merupakan estimasi waktu yang diperlukan dalam menyelesaikan
suatu kegiatan / pekerjaan dengan memperhitungkan kapasitas kerja dan waktu kontrak
yang telah dibatasi. Dengan menyusun jadual pelaksanaan dapat memberikan kontrol
terhadap waktu penyelesaian pekerjaan. Untuk melaksanakan Pekerjaan tersebut diatas
diperlukan estimasi waktu minimal 1 bulan. Adapun jadwal pelaksanaan kegiatan tersebut
meliputi:
1. Jadwal Pelaksanaan
NO K E GIATAN WAK TU K E TE R A NGA N
1 Pekerjaan Persiapan 3 Hari Pengumpulan Data
2 Pekerjaan S urvey Lapangan 2 Hari S urvey Lokasi
3 Pekerjaan Analisa 7 Hari S etelah S urvey
4 Pekerjaan Pembuatan Laporan 28 hari Pada Waktu Analisa
5 Pembuatan Gambar 28 Hari S etelah S urvey
6 Dokumentasi 2 Hari Pada Waktu S urvey
2. Rencana Kegiatan
MINGGU K E T
NO K E GIATAN
1 2 3 4
1 Pekerjaan Persiapan
2 Pekerjaan S urvey
Lapangan
3 Pekerjaan Analisa
4 Pekerjaan Pembuatan
Laporan
5 Pembuatan Gambar
6 Dokumentasi
G. Dasar Perencanaan Dan Perancangan
Dasar dari perencanaan Pembangunan Coolstorage 30 Ton Kabupaten Kepulauan
Sula ini adalah menciptakan S arana Perikanan yang berguna untuk meningkatkan
produktifitas nelayan. Prasarana Pemabangunan Coolstorage 30 Ton ini memiliki
bermacam-macam fasilitas,pendukung seperti :
• Rumah Pelindung Knock Down
• Pekerjaan Sistem Pendingin
• Peralatan Pendukung
• Penyambungan daya PLN 100 Kva
1. Konsep Perencanaan Dan Perancangan
Tujuannya perancangan sekolah ini adalah menjadikan sekolah rumah ke dua bagi
mereka, serta membuat mereka lebih nyaman dengan kondisisuasana belajar yang
berbeda Konsep dasar perancangan sekolah untuk masyarakat adalah
berdasarkan kegiatan mereka yang lebih fleksibel dan pengalaman ruang dalam
belajar lebih nyaman dan menyenangkan sehingga tidak menimbulkan rasa
kebosanan pada pesertadidik, tamu ataupun wisatawan. Penggunaan bahan
yang ramah lingkungan serta murah merupakan bagian dari konsep untuk
menciptakan bangunan arsitektur utntuk rakyat. S elain itu mengacu pada tema E
kspos Arsitektur untuk R akyat, harulah beradaptasi sesuai dengan situasi dan
kondisi masyarakatnya baik itu dalam perekonomian, dan social budaya,
Hasil Rancangan
Master Plan| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 3 July 2025 | Pembangunan Jalan Lapen Desa Awanggo | Kab. Halmahera Selatan | Rp 2,703,590,000 |
| 31 July 2019 | Pemugaran Benteng Nassau Tahap IV | Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan | Rp 2,000,000,000 |
| 23 July 2015 | Pembangunan Kantor Uptd Samsat Kab. Halmahera Selatan | Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara | Rp 1,948,600,000 |
| 24 July 2018 | Pemugaran Benteng Nassau Tahap III | Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan | Rp 1,716,750,000 |
| 6 June 2023 | Pembangunan Bangunan Perkuatan Tebing Ake Boca, Soa Ternate | Provinsi Maluku Utara | Rp 1,694,488,000 |
| 8 June 2015 | Paket. 02 Peningkatan Jaringan Irigasi D.I. Talaga (Dak) | Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara | Rp 1,650,000,000 |
| 10 May 2017 | - Pengadaan Kendaraan Pkp-Pk Type Riv | Kementerian Perhubungan | Rp 1,600,000,000 |
| 3 July 2023 | Pembangunan Coldstorage Kab Halmahera Selatan | Provinsi Maluku Utara | Rp 1,600,000,000 |
| 16 July 2025 | Pembangunan/Peningkatang Aula Kantor Camat Weda Selatan | Kab. Halmahera Tengah | Rp 1,500,000,000 |
| 3 July 2023 | Pembangunan Pabrik Es 1 Ton Kab. Kepulauan Sula | Provinsi Maluku Utara | Rp 1,400,000,000 |